Curahan Rindu WEB Terhadap Kematian:


24312482_401027190343341_7717446635438932114_n

Curahan Rindu WEB Terhadap Kematian:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Di Pesanggrahan Pesona Jagat Alit. Hari Rabu. Tanggal 6 Desember 2017.

Lahir dengan membawa tangisan.
Ibarat sebuah kesedihan pada alam kehidupan. Lalu tumbuh besarlah sang bayi kesayangan.
Menjelma menjadi manusia penuh permasalahan.

Mengapa hidup…?!
Hanya sebatas mengenyangkan perutkah…?!

Atau menuruti dahaga kehausan…?!
Atau sekedar berketurunan,
Berkembang biak seperti hewan…?!

Mengapa aku hidup…?!
Seberapa arti hidup aku untuk orang lain…?!

Hehe.🙂 Aku membenamkan diriku ke dalam sendang maniloka untuk membasuh rindu akan kematianku. Namun Aku lupa, kalau aku tak bisa berenang.

Jika kematian adalah niscaya…!!!
Mengapa hidup terasa tak berdaya…?!

Jika kematian adalah kodrat…!!!
Mengapa harus berdoa…?!

Carut marut hitam putihnya dunia.
Menyelimuti sang alam fana.
Kematian datang menatap rasa.

Inikah kehidupan…?!

Kalau iya…
Sungguh tipis bedanya dengan kematian.

Kalung-kalung perpisahan. Melingkari leher-leher pertemuan.
Lalu mengikatnya seperti budak perhambaan. Kematian lah pintu keabadian.

Wahai maut…
Datang dan dekaplah jasad jadahku ini…

Meski dosa akan melumatkan tulang belulangku, namun jemputlah aku dalam sepiku,
sebelum ia menjadi milikku,
agar tak ada lagi air mata rindu yang menetes dari sudut mataku.

Kain putih sekian meter, balutlah tubuh hinaku ini…

Tubuh yang tidak dialiri darah najis lagi, namun bukan berarti suci, kotor tetaplah kotor, hina tetaplah hina, hanya saja memang tidak mengalir lagi, karena sydah membeku menjadi gumpalan dosa.

Aku juga rindu pada tanah yang akan menimpa tubuhku, pada gelegar murka penanya alam barzah, dan cambukan pada dosa
yang telah melelapkan diri dalam kemungkaran, hingga tubuh jadah ini, hancur lebur dan utuh kembali.

Aku merindukan kematian itu, sungguh aku merindukannya,
karena nafas busuk ini, telah cukup melelahkan.

Aku merindukan kematian…!!!
Berikan…!!!
Berikan aku kematian Wahai Sang Maha Mematikan.

Saya Wong Edan Bagu Yang Sedang Rindu Mati. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Benarkah. Ajal Kematian Bisa Di Ketahui…?!


Benarkah…?!
Ajal Kematian Bisa Di Ketahui…?!
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Di Pesanggrahan Pesona Jagat Alit. Hari Rabu. Tanggal 6 Desember 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian.
Dulu…
Tiga orang guru saya, mengharuskan saya untuk belajar mati, jika ingin mengetahui Dzat Maha Suci Tuhan secara sempurna/keseluruhan.
Namun…
Waktu itu, saya sama sekali tidak mengindahkannya, karena bagi saya dan menurut saya, itu adalah hal yang sangat mengerikan, sehingganya, saya takut untuk mengetahuinya, apa lagi mengalaminya.

Setelah saya menjalankan Laku Murni Menuju Suci, yang istilah muslimnya Inna lillaahi wa Inna illaihi Raji’un, dan istilah jawanya sebagai Sangkan Paraning dumadi, dengan menggunakan Wahyu Panca Ghaib yang saya Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku atau iman.

Setelah saya sampai di tahap pengetahuan universal, atau memandang Wajah Dzat Maha Suci Tuhan dari semua sisi dan segala sudut pandang.

Bagi saya WEB, tidak ada lagi yang lebih penting dan utama, selain mengetahui Ajal Kematian saya sendiri, dan yang lainnya pun pasti sama, kalau sudah sampai di tahapan ini.

Karena saya tahu, satu-satunya pintu gerbang untuk masuk ke dalam Rumah Dzat Maha Suci Tuhan, jika Tuhan itu bisa di umpamakan memiliki sebuah rumah, maka pintunya adalah Mati.

Jadi, mau takutnya seperti apapun, jika Tuhan yang menjadi tujuan akhirnya, harus siap Mati kapanpun waktunya ajal Kematian itu datang menjemput.

Sebab itu, mulai dari beberapa bulan yang lalu, saya berusaha untuk menyelami dalamnya samudera alam kematian, yang istilah keilmuannya disebut sebagai belajar mati sebelum di matikan.

Sedangkan Firman-firman Dzat Maha Suci Tuhan yang Tersurat di dalam al-qitab yang pernah saya pelajari, intinya; Jodoh Pati Rezeki itu, merupakan rahasia Tuhan. Seperti ayat-ayat dibawah ini.

Jika ada manusia yang bertanya kepadamu, kapan terjadinya hari Kebangkitan ruh dari jasad.

Katakanlah;
“Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kebangkitan ruh dari jasad itu, hanya Allah yang tahu. Dan tahukah kamu, boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya” (QS. Al-Ahzab. Ayat; 33-63).

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Luqman. Ayat; 31-34).

“Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa” (QS. An-Nahl. Ayat; 16-70)

Berdasarkan ayat tersebut diatas, sangat jelas, bahwa pengetahuan tentang kapan terjadinya hari kebangkitan ruh dari jasad seseorang alias Qiyamat Sugro atau ajal Kematian, hanya Dzat Maha Suci Tuhan sajalah, yang mengetahuinya.

Saya jadi menggerutu… Sambil berkata dalam hati.

Heeeemmmm….
Lalu aku harus bagaimana ya Rabb…?!

Kemudian untuk mengetahui Ajal Kematian yang lebih popular di kalangan kaum sufi sebagai “kebangkitan ruh dari jasad” Yang merupakan Rahasia luar biasa nya Tuhan dan Paling di takuti oleh hampir semua manusia hidup di dunia ini.

Saya mencoba kembali kepada masa lalu, lalu mencoba menyelami dalamnya samudera alam kematian, dengan cara yang Tetap sama. Yaitu; Wahyu Panca Ghaib yang saya Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.

Dan Saya berhasil menemukannya; Sunggguh…
Bahwa orang-orang yang beriman, akan diberitahukan tanda-tanda datangnya kematian, yang akan datang menjemputnya, bahkan tanda-tanda kematian itu, dapat juga dibaca oleh saudara-saudari seimannya. (QS. Al-Baqarah Ayat; 180) dan (QS. Al-Baqarah Ayat; 2-240).

Ketika aku membaca (QS. Al-Fajr-89. Ayat; 27-30) “Wahai Jiwa yang tenang Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi Masuklah ke dalam golongan hamba- hamba-Ku
Dan masuklah ke dalam Nurul Jannah- Ku”

Sepontanitas Hatiku Menjawab;
“Ya, Tuhanku, masukkanlah ruhku ke dalam jasadku secara benar, dan keluarkanlah ruhku dari jasadku secara benar dan berikanlah kapadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong” (QS. Al-Isra’ Ayat 17-80).

Dan sejak itu juga, saya senantiasa mengingat mati, sampai-sampai tercurah secara umum di Facebook, karena saking rindunya akan kedatangan mati itu, dan selalu sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut kematian itu, kalau-kalau saat ini atau besok atau lusa Ia datang menjemputku.

Kematian yang dulu menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian besar orang, terutama saya sendiri, kini berubah menjadi momen yang sangat penting dan paling kurindui.

Semakin saya Siap di matikan kapanpun waktunya. Semakin jelas dan nyata. Semakin saya mempersiapkan diri untuk kedatangannya. Semakin pasti.

Bahkan… Oh,,, maafkan, saya tidak punya gambaran atau perumpamaan untuk bisa menjelaskan yang satu ini. Ini saya kabarkan sebagai bentuk kejujuran saya dan wujud cinta kasih sayang saya, untuk memotivasi Panjenengan semuanya.

Dan Percayalah. Semuanya, siapapun Anda dan bagaimanapun Anda. Jika mau segera bertaubat dan beriman kepada-Nya sebelum terlambat.

Pasti bisa mengetahuinya secara sempurna dengan Cara menggunakan Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku.

Sungguh…
Tidak ada suatu apapun yang lebih membahagiakan, selain mengetahui saat menerima pengampunan dari Dzat Maha Suci dan tidak ada suatu apapun yang lebih menentramkan selain mengetahui waktu Ajal Kematian kita sendiri.

Saya Wong Edan Bagu Yang Sedang Rindu Mati. Tetap ingat untuk selalu Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

 

Tentang Ikhlas. Apa itu Ikhlas…?! Bagaimana Ikhlas itu…?!


Tentang Ikhlas. Apa Itu Ikhlas…?! Bagaimana Ikhlas itu…?! 

Oleh: Wong Edan Bagu.

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.

Di Pesanggrahan Pesona Jagat Alit. Hari Selasa. Tanggal 5 Desember 2017.

Apa Itu Ikhlas…?! 

Bagaimana Ikhlas itu…?! 

Katanya Mudah Dikatakan, namun  Sulit Dilaksanakan…!!!

Benarkan begitu…?!

Sepertinya, jangan kan yang sudah pada gede hidungnya, anak ingusan saja, seperti, ikhlas itu sudah menjadi jajan setiap hari. 

Namun sejauh ini, mengerti dan paham kah Apa Itu Ikhlas…?! Dan  Bagaimana Ikhlas itu…?! 

Pada kesempatan kali ini, saya kan menguraikan tentang ikhlas yang menjadi jambalan kata hampir setiap orang, khususnya ketikan memberi, sesuai ayat dalam al-qitab yang sudah saya Praktekan di TKP buktinya 

Para Kadhang Kinasihku Sekalian.

Pernah mendengar ada orang yang mengatakan “saya sudah meng-ikhlas-kanya” atau “saya ikhlas kok” 

Mungkin malah Anda sendiri yang mengatakan itu.

Lazimnya Istilah ikhlas sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari disekitar kita. 

Namun, hingga saat ini, arti dan  makna ikhlas terdengar konyol di telinga saya, dan bahkan disalah artikan sebagai menerima atau di salah maknakan sebagai memberi apa adanya. 

Apakah benar demikian…?!

Ini bukti hasil dari praktek saya di TKP mengenai Bab Ikhlas yang dapat saya bagikan secara umum.

Banyak yang telah mendefinisikan ikhlas. Namun yang banyak itu  konyol dalam mengartikan ikhlas, dengan makna sebagai menerima atau memberi segala sesuatu dengan apa adanya.

Bahkan saya pernah menyaksikan sendiri secara langsung dengan mata kepala saya sendiri,ada yang  memposisikan sebagai sesuatu upaya tidak melakukan apa-apa saat cenderung tidak berdaya.

Dalam terminologi islam sendiri, kata ikhlas diperoleh dalam Al-Qur’an, yaitu surat Al-Ikhlas, surat ke seratus dua belas dari  keseluruhan isi Al-qur’an, yang makna makna singkatnya, adalah murni.

Surat ini menceritakan tentang kemurnian pengabdian seorang manusia terhadap sang penciptanya. 

Memurnikan rasa dan perasaan niyat atau tujuan nya dalam menapaki Inna lillaahi wa Inna Illaihi Raji’un.

Sebuah pengabdian dan penyerahan yang hanya kepada-Nya, dan tidak ada selain-Nya, bukan soal memberi atau menerima terkait sesama manusia. He he he . . . Edan Tenan.

Dan inilah yang sering saya sampaikan sebagai Laku Murni Menuju Suci.

Dalam surat ini Dzat maha suci Tuhan menyebutkan dengan gagahnya, apa-pun “segala sesuatu, termasuk manusia” sangat bergantung kepadanya.

Bahkan Dzat maha suci Tuhan, secara tegas menyatakan dengan penekanan yang kuat, bahwa tidak ada sesuatu apa-pun yang menyamai-Nya. Luar biasa biasa kan…?!

Lalu…

Apa relevansinya dengan makna ikhlas yang sedang di bahas…?!

Ya itu tadi, makna ikhlas dari sumbernya. Adalah memurnikan Laku. Maksudnya, semua kegiatan, aktivitas, kerja dan evrything serta ibadah yang di lakukan, hanya untuk Dzat maha suci Tuhan saja “Inna lillaahi wa Inna illaihi Raji’un”  bukan yang lain.

Bukan untuk uang, wanita cantik atau lelaki tampan atau anak atau orang tua atau keluarga. Bukan untuk pujian, jabatan, gengsi, surga, pahala, kekuasaan. Apa lagi soal memberi kepada pengemis atau fakir, juga bukan tentang kehilangan atau tertimpa musibah atau menghadapi masalah. Bukan!!!

Artinya, kita dikatakan ikhlas apabila kita benar-benar memurnikan laku kita hanya untuk-Nya dan kepada-Nya (dzat maha suci Tuhan).

Masih absurd/konyol juga ya…?!

He he he . . . Edan Tenan.

Baiklah…

Saya akan sedikit menguraikan lagi 

tentang Ikhlas yang ingin dikatakan oleh Dzat Maha Suci Tuhan, lebih dalam lagi, namun menggunakan  bahasa awam, supaya lebih mudah lagi untuk di pahami secara umum.

Selain surat Al-ikhlas, kata ikhlas dalam Al-Qur’an ada banyak. Jadi, untuk yang bisa membaca Al-Qur’an, harus sangat mudah memahami hal ini.

Ikhlas dalam Al Qur’an juga disinggung pada surat Al-Insyirah, kalo dalam surat sebelumnya berbicara tentang substansi, namun pada surat Al-Insyirah. Dzat maha suci Tuhan lebih berbicara ke operasional. 

Walaupun tidak ada secara eksplisit tulisan ikhlas, surat ini menunjukan bagaimana ikhlas itu dilakukan dan seperti apa prosesnya.

Ayat pertamanya sudah menenangkan manusia, bahwa Dia-lah yang memberikan “Nasyrah” kelapangan dada (rasa tenteram dan perasaan tenang), bukan manusia yang terkadang sombong mengakui, bahwa apa yang ada dalam dirinya, adalah upaya sendiri, hasil usaha/kerja kerasnya sendiri.

Ayat berikutnya Dzat maha suci Tuhan menundukan sifat kesombongan manusia, dengan mengatakan, bahwa Dia-lah yang telah meringankan beban di pundaknya. 

Tidak berhenti di situ saja. Dzat maha suci Tuhan-pun mengayomi manusia, dengan mengatakan Dia yang meninggikan nama manusia.

Wow… Semakin indah bukan. Dzat maha suci Tuhan berbicara dengan lembut di ayat berikutnya, bahwa dalam satu kesulitan, terdapat dua kemudahan. Heeeemmmm,,,, sangat menenangkan. 

Dilanjutkan dengan ayat memahamkan suatu pekerjaan, setelah selesai suatu urusan, maka kerjakanlah urusan yang lain dengan sungguh-sungguh. 

Surat ini-pun ditutup dengan indah, setelah kita berusaha berjuang sekuat tenaga, maka ikhlaskan-lah. 

Dari uraian saya diatas. Anda bisa menemukan tafsirnya…?!

Bingung ya…?!

Bingungnya karena saya sedang berbicara isi Al-Qur’an, sementara Anda mengetahui saya adalah seorang Putro Romo. Apa karena memang bingung tidak mudeng, apa hubunganya dengan ikhlas. He he he . . . Edan Tenan.

Ayat-ayat tersebut Dzat Maha Suci Tuhan sedang menjelaskan tentang apa dan bagaimana ikhlas itu. 

Secara sederhana, makna dalam surat tersebut mengatakan. Bahwa Ikhlas itu memiliki komponen “Nasrah” . “Anqodho” . “Asir” . “Yusro” 

Bahwanya dalam kehidupan dan mengerjakan sesuatu apapun, kita di haruskan untuk Nasrah. Yang artinya berlapang dada, khusu’/fokus dan tenang mengerjakan sesuatu.

Dalam hal apa…?!

Dalam hal menghadapi Anqodho dan ‘Asir, beban dan kesulitan. 

Dan jangan lupa bahwa ada Yusro/ kemudahan, setelah itu, kerjakanlah pekerjaan yang lain tentunya dengan ikhlas.

Maka, kata ikhlas yang diambil dari  Al-Qur’an yang sering di jadikan kata andalah ketika kita menthok, dalam ilmu kebahasaan menjadi masdar atau dalam istilah inggrisnya abstrak-noun, yang maksudnya adalah kata benda yang tidak teridentifikasi. 

Yang artinya adalah sebuah procces of becoming . Arti lainya, adalah proses dalam upaya pemurnian. Yang sering saya sebut-sebut sebagai Laku Murni Menuju Suci atau Inna lillaahi wa Inna illaihi Raji’un atau Sangkan Paraning dumadi.

Dan yang namanya proses, adalah sebuah siklus berkelanjutan yang dijelaskan dalam surat Al-Insyiroh, bahwa proses itu masalah-lapang dada-upaya (ikhtiar/laku ). 

Makna ikhlas adalah sesuatu proses pemurnian dalam menuju kepada-Nya. Seperti sifatnya, prises tidak akan pernah berhenti. Sampai kapan, sebelum berhasil Sempurna Sampai kepada-Nya (bertemu dengan-Nya dan kembali menyatu dengan-Nya).

Tentunya, kita tidak bisa “mengikhlaskan” pekerjaan untuk Tuhan dengan meninggalkan Tuhan. 

Makna sederhana dan awam nya, Pekerjaan dengan niat tujuan baik, tidak bisa dilakukan dengan melakukan pekerjaan yang tidak baik. 

Contoh tentang ikhlas;

Ketika kita sudah meng-ikhlaskan pekerjaan kita, maka tuntaskanlah.

Karena Pekerjaan yang ikhlas,  adalah pekerjaan yang tuntas. Kita tidak bisa lagi menyandarkan bahwa kerja ikhlas adalah kerja yang lemah, justru kerja ikhlas adalah kerja profesional.

Untuk itu, saya Wong Edan Bagu berajak… Ayo terus berpropses ikhlas-laku murni menuju suci. Jangan berhenti sebelum berhasil sampai kepada Dzat Maha Suci secara Sempurna.

Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*

Ttd: Wong Edan Bagu

Di….

Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.

Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.

Email: webdjakatolos@gmail.com

Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.

BBM: DACB5DC3”

Twitter: @EdanBagu

Blog: http://www.wongedanbagu.com

WordPress: http:// putraramasejati.wordpress.com

Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Cara Membersihkan Hati Dan Syahwat. Menjaga Hati Dan Syahwat Dan Membuka Hati. Agar Supaya Bisa Melalui Jalan Terdekat dan Termudah Meraih Kesempurnaan Dunia Akherat:  (Membuka Hati “BerArti” Membuka Indera ke7)


24232938_397978773981516_649053358485020692_n

Cara Membersihkan Hati Dan Syahwat. Menjaga Hati Dan Syahwat Dan Membuka Hati. Agar Supaya Bisa Melalui Jalan Terdekat dan Termudah Meraih Kesempurnaan Dunia Akherat:
(Membuka Hati “BerArti” Membuka Indera ke7)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit. Hari Rabu. Tanggal 29 November 2017.

Para Kadhang Kinasihku juga Saudara-saudariku sekalian…
Jalan Terdekat dan Termudah Meraih Kesempurnaan Dunia Akherat. Yang sering saya uraikan sebagai Laku Murni Menuju Suci ini. Hanya dapat di lalui oleh seorang Kamil Mukamil atau Sempurna IMAN-mu.

Pada masa sekarang ini, mencari guru ruhani yang Kamil Mukamil (yang sempurna imannya dan mampu menyempurnakan muridnya). Sangatlah sulit.

Sedangkan Jalan yang paling dekat dan mudah serta ringan di jaman modern ini, paling di cari oleh orang-orang cercas, yang sudah capek di dogma, namun ingin mengenal Guru sejati, agar dapat mengetahui Tuhan seutuhnya atau Ma’rifatullah.

Jika tidak mendapat guru yang Kamil Mukamil atau sempurna imannya. Janganlah kalian berputus asa, gunakan laku yang sudah saya buktikan dan sampai sekarangpun, saya masih menggunakannya hingga akhir hayat nanti, yang saya kabarkan secara umum di internet ini, sebagai bukti wujud cinta kasih sayang saya, terhadap sesama hamba Dzat Maha Suci Tuhan Allah/Alloh.

Yaitu;
Dengan cara membersihkan hati dan syahwat dari semua noda/kotoran, lalu berusaha semaksimal mungkin menjaga hati dan syahwatnya, agar supaya tetap bersih dan tidak ternoda/terkotori lagi.

Mengapa Hati dan Syahwat…?!

“Tidaklah cukup bagiku langit dan bumi-Ku, akan tetapi, cukup bagi-Ku adalah hati hamba-Ku yang beriman”

“Di dalam setiap rongga dada anak cucu Adam, terdapat segumpal gading, yang jika segumpal daging itu baik, maka baik pula seluruh anggota badan nya, sebaliknya, jika buruk, maka buruk pula seluruh anggota badan nya, dan segumpal daging itu, tersebut Hati” Tempat Aku menyimpan rahasiaku. Tempat dimana aku dan dirimu bersua, bercumbu dan berkomunikasi.

Seperti yang sudah sangat sering saya jelaskan di sebagian besar artikel yang saya kabarkan melalui media internet. Bahwa Hati, memiliki peranan terpenting di dalam hidup berkehidupan kita sehari-hari, bahkan urusan Tuhan pun, itu adalah peranan dari Hati.

Sedangkan Syahwat, adalah satu-satunya yang memiliki kemampuan menggoda/mengotori Hati.

Sebab itu dan karena itu, saya selalu menyarankan. Bersihkan Hati dan Syahwat, lalu jagalah agar tidak ternoda lagi.

Sekali lagi saya tegaskan. Hati kita adalah pusat dari Perasaan dan Rasa Cinta Kasih Sayang serta cerminan atau mewakili siapa diri kita yang sesungguhnya.

Di sisi lain, ada yang bernama kepala, dan kepala kita, adalah pusat untuk berpikir dan pusat dari ego serta pamrih kita.

Dengan membersihkan hati dan syahwat dari semua noda/kotoran, lalu berusaha semaksimal mungkin menjaga hati dan syahwatnya, agar supaya tetap bersih dan tidak ternoda/terkotori lagi.

Adalah benar-benar merupakan sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan cinta kasih sayang dan sukacita serta syukur yang tak terhingga.

Meskipun otak yang menjadi isi kepala kita, sangat penting dalam membantu untuk melakukan aktifitas sehari-hari kita, tanpa hati dan syahwat yang bersih terjaga, sangat mustahil Anda bisa benar-benar bahagia, apa lagi mengenal Guru Sejati untuk mengetahui Tuhan.

Banyak orang yang sudah mengerti dan paham bahkan tahu, bahwa hati adalah penting dan utama, namun sayang seribu kali sayang, sejauh dan sepanjang sejarah jaman/dunia ini, yang banyak itu, justru lebih mengabaikan Hati-nya.

Mereka sering dan banyak mengatakan tentang hal itu, melalui artikel, melalui buku, melalui musik bahkan melalui film-film dan sinetron yang di siaran secara live. Namun tetap saja, jangankan si penonton nya, si pembaca nya, si pemirsa nya, si penyampainya atau si penulisnya atau si penyiarnya saja, masih asyik dengan bangganya, menyebar kebencian, kesirikan, kemunafikan, kebohongan, bahkan penipuan dan fitnah yang kejam.

Meskipun Anda telah mendengar, membaca, melihat, menyimak, sebaik Anda mengerti, memahami dan mengetahui wujud fisik Anda, dalam membersihkan hati, Anda akan tetap ternoda lagi dan ternoda lagi alias tidak akan pernah bersih, jika syahwat Anda tidak di ikut sertakan dalam pembersihan itu, lalu menjaganya dan segera membuka Hati sebelum ternoda lagi oleh syahwat.

Mengapa Membuka Hati…?!
Mengetahui bahwa Hati Anda adalah pusat Perasaan dan Rasa Anda, di mana Anda mengalami ketidak kebahagiaan atau kebahagiaan yang sebenarnya, adalah sesuatu yang sangat perlu dan penting bagi kualitas hidup dan spiritual Anda, karena hanya dengan mengetahui itulah. Anda bisa percaya, yakin, dan berIman serta bersyukur, kalau tidak. Anda akan mudah berkhianat dan mengingkarinya, yang ujungnya kembali ternoda/kotor lagilah Hati Anda.

Dengan membuka Hati Setelah di bersihkan dan di Jaganya. Anda dapat memanfaatkan kecerdasan dan kehebatan laku spiritual Hati Anda, yang akan memandu Anda, untuk membuat pilihan dan keputusan bab Hidup di dalam kehidupan ini, menjadi seperti yang Anda Maui.

(Membuka Hati “BerArti” Membuka Indera ke7)

Berikut Ini. Cara Membersihkan Hati Dan Syahwat. Menjaga Hati Dan Syahwat Dan Membuka Hati. Agar Supaya Bisa Melalui Jalan Terdekat dan Termudah Meraih Kesempurnaan Dunia Akherat.

Bagi yang sudah sampai di tataran pengenalan guru sejati, bisa langsung memprak-tekan ke Cara Membuka Hati. Bagi yang masih awal atau pemula.

Urutan Lakunya sebagai Berikut;
1. Cara membersihkan Hati Dan Syahwat.
Praktek-kan selama 7 malam berturut-turut tanpa putus. “KUNCI THE POWER” Level Dua. Yaitu Laku Patrap Semedi Mijil Sampurno. Yang sudah saya Bimbingkan Secara Langsung atau Di Buku atau di Artikel saya di Internet.

2. Cara menjaga Hati Dan Syahwat.
Praktek-kan selama 7 malam berturut-turut tanpa putus. “KUNCI THE POWER” Level Satu. Yaitu Laku Patrap Semedi Mijil Sowan. Yang sudah saya Bimbingkan Secara Langsung atau Di Buku atau di Artikel saya di Internet.

3. Cara membuka Hati.
Praktek-kan selama 7 malam berturut-turut tanpa putus. “KUNCI THE POWER” Level Tiga. Yaitu Laku Patrap Semedi Mijil Toto Lenggah. Yang sudah saya Bimbingkan Secara Langsung atau Di Buku atau di Artikel saya di Internet.

Setelah menerapkan Wahyu Panca Laku atau Iman. Disaat melakukan Patrap Palungguh Panutup.

Sentuhlah Hati dengan telapak tangan kanan, Dengan cara memejamkan mata, berusahalah untuk santai dan rileks, lalu rasakan detak/denyut nya secara perlahan-lahan, terus rasakan dan rasakan lebih dalam.

Ingat…!!!
Jangan tegang atau kaku, berusahalah untuk bisa santai dan rileks, jika perlu, sambil tersenyum….

Rasakan terus dan terus rasakan, lebih dalam dan lebih dalam lagi, hingga terasa banget getarannya/denyutnya yang merajai sekujur tubuh, ketika Anda sudah merasakan bahwa hati Anda adalah yang menguasai seluruh tubuh Anda. Berati Anda sudah mengenal hati Anda, dan ketika Anda sudah mengenal Hati Anda. Anda akan merasakan sambutan mesra Dzat Maha Suci Hidup Sang Penguasa Semua dan Segala-Nya.

Segera sambut koneksi itu dengan ucapan Terima Kasih Romo atau Allah atau Alloh atau apa saja kesukaan Anda dalam memanggil Dzat Maha Suci Tuhan, sambil menikmati kemerahan bercumbunya Hidup dan Sang Maha Hidup yang bermuara di Hati Anda.

Terus nikmati kemesraan itu dan rasakan terus cinta kasih sayang Dzat Maha Suci itu dengan penuh syukur yang sadar.

Ingat…!!!
Jangan terlena. Berusahalah untuk tetap bersyukur dengan sadar, jika sampai terlena, alias tidak sadar, Anda akan rugi, sebab di dalam hal ini, ada banyak ilmu yang harus Anda ketahui tentang semua dan segalanya.

Kalau Anda sudah merasa cukup puas, sudahi. Dengan cara; Tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung sembari mengucapkan Terima Kasih. Lalu keluarkan napas panjang dan pelan melalui mulut sembari mengucapkan Romo atau Allah atau Alloh atau apa saja kesukaan Anda dalam memanggil Dzat Maha Suci Tuhan. Dan selesai…

Latihlah Terus secara ber ulang kali. Patrap Mijil Toto Lenggah yang Berlaku membuka Hati ini, sampai Anda benar-benar bisa mengerti, memahami, mengetahui dan menghapal proses kejadiannya dengan sangat baik, sebaik Anda menghapal model lekuk dan wujud bentuk jari-jari tangan Anda sendiri.

Jika kesulitan. Temui saya secara langsung di alamat yang tercantum di bawah ini. Dan saya akan menuntun Anda dengan Iman, bukan dengan selain Iman.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

APA SULITNYA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH/ALLOH…?!


24059283_397090364070357_3244392078300034202_o

24131346_397090440737016_966271204942772947_n

24059572_397090500737010_6364595384810018291_o

APA SULITNYA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH/ALLOH…?!
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 27 November 2017.

Bagi Yesus, makanannya adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus dia (Yoh.4.34).

Ini berarti bagi Yesus melakukan kehendak Bapa di surga sangat nikmat dan menyenangkan, sebagaimana kita senang dan menikmati makanan kita.

Tapi mengapa bagi kebanyakan dari umatnya melakukan kehendak Allah itu lebih seperti meminum obat yang pahit…?!

Bagi Muhammad minumannya adalah menebar cinta kasih sayang Alloh yang mengutus-nya.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, berkata. Wahai Rasûlullâh, do’akanlah kecelakaan/kebinasaan untuk kaum musyrikin !. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah di utus sebagai pelaknat, sesungguhnya aku di utus hanya sebagai rahmat.” [HR. Muslim, no. 2599]

Ini berarti bagi Muhammad menebar Cinta Kasih Sayang Alloh itu, sangat indah dan menyegarkan, sebagaimana kita segar saat menikmati minuman kita.

Tapi mengapa bagi kebanyakan dari umatnya melakukan menebar cinta kasih sayang Alloh itu, lebih seperti menelan pahitnya empedu…?!

Kita tahu bahwa hal itu baik bagi kita, maka kita melakukannya. Tapi bukan dengan sukacita dan kebahagiaan, melainkan lebih pada karena terpaksa dan kewajiban.

Mengapa kita mempunyai sikap demikian…?!

Apakah mungkin hal ini terjadi karena kita tidak mengenal Allah/Alloh dengan baik, dan kerana itu kita tidak mencintainya-Nya…?! Tidak mengasihi-Nya…?! Tidak menyayangi-Nya…?!

Kalau motivasi di balik semua tindakan kita pada intinya, adalah kesadaran cinta kasih sayang. Seperti yang telah di lakukan oleh Yesus dan Rasulullah. Kalau ada cinta kasih sayang, sekalipun berat, kita akan melakukannya dengan sadar.

Dan dalam melakukannya, kita akan merasa ringan, karena kita tidak melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, melainkan kekuatan yang timbul dari kesadaran cinta kasih sayang itu sendiri.

Jika kita merasakan kita termasuk orang yang merasa susah untuk menaati dan melakukan kehendak Allah/Alloh, maka kita harus bertanya apakah sebenarnya kita, benar-kah kita telah beraIman kepada-Nya…?!

Apakah kita benar-benar Mencintai Dia…?! Mengasihi Dia…?! Mencintai Dia…?!

Karena kalau kita Mencintai Dia. Mengasihi Dia. Menyayangi Dia. Maka sekalipun berat kita akan mau taat untuk menuruti dan melakukan kehendakNya.

Memang kita harus jujur bahwa tidaklah mudah untuk melakukan kehendak Allah/Alloh dengan kesadaran Iman.

Karena terbiasa dengan segala sesuatu di dalam diri kita, yang sering kali menentang apa yang menjadi kehendak Allah/Alloh kita.

Yesus sekalipun, harus bergumul di Getsemani untuk melakukan kehendak Tuhan.

Muhammad sekalipun, harus berlumuran ludah di wajahnya tiap kali ke Masjid untuk melalukan kehendak Tuhan.

Tapi dari pengalaman, kita juga tahu. Bahwa; Kepuasan yang muncul dari ketaatan itu, sangatlah memerdekakan.

Setiap kali kita melakukan sesuai dengan kehendak Allah/Alloh, kita mengalami perkenan dari Allah/Alloh, yang menimbulkan sukacita yang luar biasa di dalam hati kita.

Kepuasan dan sukacita yang muncul dari ketaatan itu, sangat memberikan ketenangan dan kedamaian bagi jiwa raga kita, bahkan menenteramkan.

Dan sebaliknya, setiap kali kita melawan dan tidak menaati, hati nurani kita, akan menyiksa kita dengan perasaan bersalah, dan hati kita menjadi tidak tenang, karena kita telah gagal untuk melakukan apa yang kita tahu dan kita harus kita lakukan.

Sebab itu…
Yesus dapat berkata, “Tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Mu”

Sebab itu…
Muhammad berkata, “Bukan kehendakku, tapi kehendak-Mu yang jadi”

Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku;
Adalah suatu proses di mana kita menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Tuhan.

Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku;
Adalah suatu proses di mana kehendak Tuhan menjadi kehendak kita.

Walaupun pada awalnya tidak demikian. Saat kehendak kita menyatu dengan kehendak Tuhan, maka tidak heranlah kalau tidak akan ada satupun doa kita yang tidak terjawab. Saat keselarasan kehendak ini terjadi, maka yang terjadi adalah 100% tidak ada yang Mustahil. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Inilah Kejadian yang Teramat Sering Terjadi di Keseharian umumnya Manusia Hidup:


24058833_396860877426639_1276485897151779150_n

Inilah Kejadian yang Teramat Sering Terjadi di Keseharian umumnya Manusia Hidup:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 27 November 2017.

Pernahkah Anda menelepon saudara atau keluarga Anda untuk menyampaikan suatu hal yang penting…?!

Namun telepon genggam-nya tidak diangkat-angkat juga…?!

Pasti pernah…
Bagaimana rasa dan perasaan Anda pada saat itu…?!

Pasti jengkel, sebal, gethem-gethem bahkan ingin marah…!!!

Atau mungkin berusaha untuk sabar dan berpikir positif…

Siapa tau dia sedang sibuk atau tidur… Atau sedang dalam perjalanan mengendarai kendaraan roda dua dll.

Padahal…
Saudara atau keluarga Anda itu. memang tipe orang yang suka memakai nada diam untuk dering teleponnya…

Padahal telephon itu adalah sumber mata pencaharian nya…

Nah…
Ini lah komunikasi yang kerap kali terjadi didalam kehidupan kita sehari-hari dengan Dzat Maha Sucu Tuhan…

Kita telah di beri ‘alat komunikasi’ oleh-Nya, agar Ia bisa menelephon kita kapan saja dan sebaliknya.

Hanya saja kita egois. Ketika kita menelephon Dzat Maha Sucu, kita ingin Dia-Nya langsung menjawab, merespon dan bila perlu apa yang kita mau langsung dikabulkan.

Namun…
Giliran Dzat Maha Suci menelephon hati kita, sedang ‘silent’, telinga kita tdk mendengarkan panggilan-Nya.

Seharusnya kita menyadari bahwa sebenarnya 100% telephon dari Dzat Maha Suci itu, adalah sumber kehidupan kita. Apa jadi nya jika 100% sumber kehidupan itu tidak di responi…!!!

Lalu…
Ketika Dzat Maha Sucu mengingatkan kita, untuk tidak mematikan ‘nada dering’ hati kita, kita sama sekali tidak menggubris nasihat-Nya dan kita menjawab “Tuhan, to the point aja, aq sibuk nich..”

Awwww… Ternyata tidak edan Tenan. Cuma setengah beras setengah ketan.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian… Dzat Maha Suci mungkin tidak pernah jengkel, sebagaimana kita jengkel apabila telpon kita tidak diangkat, seperti yang sudah saya umpamakan diatas.

Namun renungkanlah…
Mungkin Dzat Maha Sucu merasa sedih bahkan bingung karena kebodohan kita.

La bagaimana tidak sedih dan bingung…

Putera-Putera-Ku berdoa meminta Anugerah Rahayu. Ketika Aku hendak memberikan semua yang mereka ingini, mereka malah diam tidak perduli dan tidak mau tahu.

Mengapa…?!
Mengapa…?!
Kenapa…?!

Dzat Maha Suci Tuhan sedang menunggu kita untuk mengangkat telephon-Nya di hampir setiap waktu Lo…

Bahkan Dzat Maha Suci Bert ke rumah kita hampir setiap waktu Lo…

Namun kita biarkan duduk di ruang tamu atau di suruh nunggu karena kita sedang sibuk mengurus ini dan itu.

Celakanya, kita lupa dengan Tamu istimewa itu, sampai tamu itu sendiri pun sudah tidak tahu lagi berapa lama Ia telah menunggu kita.

Mungkin kalo kita yang jadi tamu-Nya, pasti sudah jenuh, klesedan karena jamuran…

Inilah yang terjadi di setiap keseharian kita.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian.
Percayalah…!!! Dzat Maha Suci itu, sumber segalanya untuk semunya.

Oleh sebab itu, jaga dan aktifkan selalu telephon hati kita dengan Wahyu Panca Ghaib. Dan gunakan nada dering khusus Wahyu Panca Laku, agar supaya kita bisa segera menjawab, ketika Dia menelephon, tidak sengaja di diamkan atau sengaja cuek dan melupakan-Nya…

Karena ada miliyaran bahkan tak terhitung jumlahnya yang sedang menunggu telephon-Nya. Jangan sampai kita menjadi yang terabaikan, apa lagi menjadi yang terlupakan oleh-Nya. Karena tiap kali di telephon, tidak pernah menggubris, di tamui tidak pernah menyambut. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Apapun Saya Bisa Jika Saya Mau.  (Mau Apa Tidak…?!)


23926187_395562850889775_5075620657754531598_o

Apapun Saya Bisa Jika Saya Mau.
(Mau Apa Tidak…?!)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Jumat. Tanggal 24 November 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian. Mengaku ber-Iman. Berati mengerti dan memahami serta mengetahui yang di Imani.

Buktinya saya sendiri. Dengan Wahyu Panca Ghaib yang saya ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, yang secara umum di sebut iman. Saya jadi mengerti dan memahami serta mengetahui apa yang saya Imani.

Iman atau Wahyu panca laku, tumbuh dalam dialektika antara Percaya atau Yakin dan nalar.

Dialektika bukan hanya berarti ketegangan, melainkan suatu proses korelasional yang saling menjembatani.

Kepercayaan atau Keyakinan dan nalar itu sendiri, berdialektika dalam menanggapi realitas kehidupan yang konkret di dalam keseharian setiap orang, entah secara individual maupun sosial.

Jika iman atau Wahyu panca laku ini, hanya dipahami semata-mata sebagai kepercayaan atau yakin atau Ainul yakin atau Haqul yakin saja, maka itu hanyalah sebentuk fanatisme buta yang kaku dan beku.

Tuhan yang dipercaya pun akan menjadi Tuhan yang kaku-beku, karena terkungkung dalam seperangkat hukum ilahi yang wajib dilakukan tanpa toleransi dan pengertian.

Sebaliknya, ketika iman atau Wahyu panca laku hanya sebentuk rasionalisasi terhadap kepercayaan atau keyakinan kepada Tuhan saja, maka iman atau Wahyu panca laku semacam itu, tak lebih suatu pencarian akal yang sia-sia, karena mengabaikan kedalaman misteri kehidupan dan semesta alam.

Semuanya hendak disempitkan dalam kategorisasi nalar serta dipaksa untuk dimengerti, tetapi manusia kehilangan kepekaan untuk menghayati realitas seutuhnya.

Hakikat Hidup Laku Murni Menuju Suci, yang sering saya kabarkan berupa artikel yang saya sebar di internet, ada merupakan upaya cinta kasih sayang sayang saya terhadap sesama hidup, untuk merelasikan secara kreatif dan dialektis antara apa yang di iman dan apa yang dipikirkan, atau antara Tuhan dan hamba, atau antara iman dan nalar.

Di manakah titik singgung antara iman dan nalar tersebut…?!

Jelas di dalam Hakikat Hidup Laku Murni Menuju Suci, di kesehariannya memperlihatkan, bahwa realitas konteks sehari-hari yang di jalaninya, merupakan arena kontestasi dalam mengejawantahkan iman dan nalar secara kreatif.

Iman itu berpijak pada suatu fondasi sejarah tradisi sadar. Sedangkan nalar pada kesadaran, sehingganya bisa mampu menyadari sistematis pergumulan kontekstual yang dihadapi masyarakat, di mana kita sedang hidup bersama orang-orang lain.

Kekuatan utama Hakikat Hidup Laku Murni Menuju Suci. Adalah; Di kemampuan sadar dan kesadaran kita, untuk secara konsisten merelasikan imannya dengan pergulatan konteks keseharian kehidupan bermasyarakatnya.

Dengan ini, siapapun dia. Saya jamin mengerti dan memahami serta mengetahui apa dan bagaimana serta siapa yang di IMAN-mu

Para kadhang Kinasihku Sekalian, didalam dunia yang fana ini, tidak ada yang tidak bisa, semua bisa, namun yang ada hanyalah mau apa tidak…?!

Terkadang seseorang yang sedang mengalami kesulitan, merasa bahwa dia tidak akan bisa melalui kesulitan yang dihadapinya, karena memang kesulitan itu membuat putus asa dan juga membuat seseorang yang sedang frustasi tersebut merasa tidak akan bisa lagi menyelesaikan masalahnya sendiri.

Nah…
Pada permasalahan ini; Masalahnya bukan karena Seseorang itu Tidak Bisa menyelesaikan masalahnya. Namun lebih tepatnya, dikarenakan Seseorang itu Tidak Mau menyelesaikan masalahnya, sebab tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Apapun kita bisa. Kalau kita mau. Percayalah…!!!

Mari kita rubah cara pandang kehidupan kita mulai dari sekarang, dengan motto; Yang ada bukan Bisa atau Tidak Bisa. Melainkan Mau apa Tidak.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya