Tuhan Bersungguh-sungguh terhadap Manusia dan alamT semesta ini (Kisah Nyata ILMU HAKIKAT):


Tuhan Bersungguh-sungguh terhadap Manusia dan alam semesta ini (Kisah Nyata ILMU HAKIKAT):
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 10:34. Hari Rabu. Tanggal 13. Februari 2019.

Apa kira-kira ada yang setuju ya, bila ada yang berpendapat kalau alam semesta ini, ada dengan sendirinya, tanpa ada yang mengadakan/menciptakan.

Misalnya ujug-ujug lamgsung ada, tanpa ada proses pendahuluannya.

Sepertinya jelas tidak mungkin kan…?!

Karena segala sesuatu pasti ada awal prosesnya, yang artinya ada penciptanya.

Seperti sebuah kapal, entah itu kapal terbang atau kapal laut, pasti ada pabriknya, di pabrik itu ada banyak insinyur penerbangan, ahli mekaniknya, ahli bahan logamnya dan sebagainya.

La kalau alam semesta ini, pabriknya dimana dan apa ada banyak otak untuk menciptakannya…?!

Sepertinya alam semesta ini tidak ada pabriknya yang banyak otaknya, cukup satu otak, yang sangat cerdas dan jenius.

Dan orang-orang menyebutnya sebagai Tuhan, Allah, Hyang Widi, Gusti, Ingsun, Yahweh, God dll.

Banyak sebutan/nama nya, namun sejatinya mengadah pada satu saja, yaitu Dzat.

Satu Dzat dengan banyak nama sebutan.

Dzat tidak marah kalau di panggil God. Dzat juga tidak marah bila disebut dengan Yahweh. Dzat juga tidak marah ketika disebut Allah, Dzat juga tidak marah jika disebut Wyang Widi.

Singkatnya, terserah yang manggil dan menyebut deh.

Dia mengetahui isi hati para penyebut-Nya.

Dia adalah causa prima, sebab terakhir dari deretan sebab.

Karena terakhir, maka tidak ada yang menciptakan Dzat tersebut.

Dzat itu tidak diketahui susunan biologisnya, susunan fisikanya seperti apa, susunan kimianya bagaimana.

Dzat itu Dzat, Tuhan itu Tuhan. Kalaupun selama ini Tuhan biasa digambar oleh manusia dengan Asma, Sifat, Af’al bahkan Dzat dll, itu sesungguhnya hanya untuk mempermudah kita dalam memahaminya saja.

Semua gambar itu sebenarnya tidak menunjuk pada asli Dzat-Nya.

Seperti gambar tentang ayam, pasti berbeda dengan ayam aslinya.

Apalagi bila hanya digambar atau diphoto/dipotret dengan kamera satu dimensi.

Ayam yang dishoting juga beda dengan ayam aslinya yang berdimensi tiga.

Apalagi Dzat-Nya Tuhan.

Berapa dimensi Tuhan…?!
Satu dua tiga…?!
Atau berdimensi tidak terhingga…?!

Ya…

Tentu saja iya, karena Dia adalah pencipta dimensi-dimensi itu sendiri, sehingga semua penggambaran dan penangkapan imaji tentang-Nya pasti tidak tepat.

Itu sebabnya, tidak ada satupun makhluk di muka bumi ini, bisa disebut paling tahu tentang Tuhan.

Tidak jin, tidak malaikat, tidak biksu, tidak kiyai, tidak ustadz, tidak wali, tidak pendeta, tidak pedanda, tidak politikus, tidak ekonom, tidak psikolog, tidak bromocorah, tidak menteri agama, bahkan nabi sekalipun.

Semuanya sama-sama tidak tahu apa dan bagaimana Tuhan yang sesungguhnya.

Maka, bila ada seseorang yang mengaku paling tahu tentang apa dan bagaimana Tuhan, sesungguhnya dia termasuk orang yang patut di cintai, dikasihi dan di sayangi. He he he . . . Edan Tenan.

Itu sebabnya, kita diharapkan untuk berendah hati terhadap wujud-Nya yang misterius tersebut.

Kita tetap diperkenankan untuk Kadhangan, menceritakan, memikirkan, membicarakan, menghayati, memaknai hakikat Tuhan.

Sebab karena keKadhangan, akan memperkaya pengertian dan pemahaman serta pengetahuan tentang-Nya.

Yang jelas, yang bisa kita lihat dengan mata adalah jejak-jejak Tuhan.

Apa sih jejak-jejak Tuhan itu…?!
Keberadaan alam ini.

Sejatinya, alam adalah suatu sistem keKuasaan-Nya yang berdiri di atas prinsip keAgungan-Nya.

Alam tidak mengenal sampah atau residu, karena di alam ada proses daur ulang secara otomatis.

Gelarnya; Alam semesta dan Gulungnya; Alam bukan tanpa tujuan.

Tujuannya sangat jelas yaitu; SYAHADAT – KESAKSIAN.

Saksi apa…?!
Saksi Keberadaan Dzat Tuhan.
Itulah hakikat alam semesta.

Dalam hubungannya dengan alam ini, Tuhan berkenan menyatakan atau memperlihatkan Diri sebagai Rabbul Alamin (tercakup di dalamnya Rabbul Falaq dan Rabbin Nas) sedangkan terhadap apapun yang ada di dalamnya, termasuk di langit dan bumi, Tuhan menyatakan diri sebagai Pencipta.

Jadi, kalau manusia ingin mengetahui-Nya, maka dia perlu mengenal Dzat Tuhan.

Melalui apa…?!
Ya melalui dirinya sendiri, karena diri ini adalah Ciptaan Tuhan.

Mengenal Tuhan berarti juga mendekati Dzat Tuhan, mendekati Dzat Tuhan, tidak sama dengan mendekati benda.

Maka, bila ingin mendekati Tuhan caranya adalah mengenal diri sejati.

Sebab di dalam diri sejati itulah, sesungguhnya ada kehendak dan keinginan Tuhan.

Berapa bentangan panjang alam semesta, hanya seujung debu di mata Tuhan.

Berapa bentangan usia/umur alam semesta, hanta dekejap di mata Tuhan.

Puja dan puji syukur kepada Tuhan, karena semua pergelaran alam semesta ini, masih ada dalam di dalam cipta pengawasan Tuhan.

Artinya; Kita tidak dibiarkan hidup se’enak sendiri, sesuka-sukanya sendiri, alam semesta juga tidak dibiarkan berjalan dalam ketidak pastian.

Sebab di sana juga diciptakan sebuah Hukum Keberadaan-Nya, sehingga alam ini bisa teratur rapi dan pergerakannya tidak berloncatan ke sana kemari.

Jadi Tuhan sangat bersungguh-sungguh terhadap apa yang diciptakan-Nya, yaitu manusia dan alam semesta ini.

Tapi coba kita balik, apakah manusia bersungguh-sungguh terhadap alam semesta dan Tuhan-nya…?!

Sepertinya kita masih belum pantas disebut manusia. He he he . . . Edan Tenan.

Buktinya…
La wong membuang sampah saja sembarangan, menggunduli hutan sesuka-sukanya.

Iya apa iya…?!
Hayo…!!!

Nyamuk itu kan ciptaan Tuhan, kecil tak berdaya lagi, la kok tega-teganya di bunuh…!!!

Padahal nyamuk tidak pernah berdosa dan salah. Hayo…?!

Dimanapun di muka bumi ini, yang berbuat dosa dan salah itu, hanya manusia, bukan hewan, bukan jin, bukan iblis, juga bukan setan.

Sikap dan sifat kita terhadap alam semesta ciptaan Tuhan ini yang sembrono.

Bagaimana manusia bersungguh-sungguh terhadap dirinya sendiri…?!

La hanya sibuk merawat bentuk tubuhnya saja, merawat wajahnya, merawat penampilannya, memanjakan keinginannya, merawat kedudukannya, merawat jabatannya.

Namun belum bersungguh-sungguh merawat dirinya sendiri.

Bagaimana bisa disebut telah merawat dirinya sendiri, buktinya jati diri atau diri sejatinya saja tidak mengerti, tidak memahami, tidak mengetahui, Iyo to…?!

Merawat jelas dibutuhkan rasa ingin tahu, sehingga bisa memiliki pengetahuan, bila sudah memiliki pengetahuan, maka akan mampu mengenal sekaligus mengakrapi dan kemudian mencintai, mengasihi, menyayangi dan melebur dalam diri sejatinya.

Tahukah apa ciri-ciri orang yang sudah ikhsan dan sudah makrifat akan diri sejatinya…?!

Orang yang sudah mampu melebur dengan diri sejatinya, ini bisa dikenali bila antara buah pikiran, kehendak hati nurani yang suci, dan kelakuannya sudah satu dan sama.

Antara gerakan sadar dan bawah sadar sudah sepenuhnya berada di dalam kontrol satu pusat kesadaran.

Yaitu;
Kesadaran diri sejati yang lebih sering saya katakan sebagai kesadaran murni.

Bagaimana mengenal diri sejati ini…?!

Saya sudah menguraikan melalui kabar berupa artikel di internet dan vidio di you tube.

Saya males baca pak WEB, you tube kurang pengalaman, jadi, tidak tau caranya.

Gampang…
Datang saja temui langsung saya, di alamat yang selalu saya cantumkan di setiap artikel terbaru. Selesai.

Kisah Nyata;
Ada seseorang yang berniat kuat bertapa, menjalani lelaku meditasi (tidak makan minum dan bergerak selama 41 hari 41 malam) untuk mengenal diri yang paling sejati.

Hari pertama hingga hari ke tiga puluh, dia mendapati banyak tantangan.

Seperti kedatangan makhluk-makhluk gaib yang berniat untuk menggugurkan tapanya.

Ada raja tuyul menawari kekayaan berlimpah, misalnya, ada raja jin menawarkan keberlimpahan harta, tahta, wanita dll.

Apabila si pertapa menghentikan lelakunya saat itu, maka dia sudah pasti akan menjadi kaya raya, hidup enak di dunia.

Namun dia tidak bergeming dengan rayuan itu, dia terus melakukan apa yang jadi tekadnya, meskipun tubuhnya sudah lemah lunglai.

Pada hari ke empat puluh, muncul sinar beraneka warna menyinari tubuhnya, yang sudah hampir mati ini.

Sinar ini adalah Malaikat yang menawarkan semua kenikmatan hidup dunia, bahkan akhirat dan jaminan masuk surga.

Namun pertapa ini tidak mau, dia terus bertekad untuk menemukan jawaban siapa diri sejatinya.

Pada hari dan detik terakhir di hari ke empat puluh satunya, tubuhnya sudah hampir mati, gelombang otaknya sudah sampai di titik nadi.

Nafasnya tinggal sejengkal lagi, namun dia masih hidup, sebab ruhnya belum lepas dari raga, saat genting itulah, apa yang dicari orang itu pun datang.

Tiba-tiba dari dalam dirinya muncul sosok yang sama persis dengan dirinya.

Terjadilah percakapan batin seperti berikut ini:
Pertapa;
Kamu siapa…?!

Sosok;
Aku guru sejatimu.

Pertapa;
Inilah hasilku mengenal diri sejati…?!

Sosok;
Ya, kau akan mengenali kehendak dan keinginanku.

Pertapa;
Kamu berkehendak apa terhadap aku…?!

Sosok;
Kehendakku adalah menuntunmu dan ikutilah aku.

Pertapa;
Kemana…?!

Sosok;
Agar kau mengenal Tuhan.

Pertapa;
Siapa Tuhan…?!

Sosok;
Aku.

Pertapa;
Jadi kau itu tuhan…?!
Aku tidak percaya.

Sosok;
Kau tidak akan mampu melihat Dzat Tuhan, maka aku mewakili-Nya, agar kau bisa tetap hidup dengan pikiran-pikiranmu.

Jangan pikirkan Tuhan, karena sesungguhnya Dia tidak bisa dipikirkan, pikiranmu untuk mengenali-Nya, sesungguhnya adalah proses awal dari pemahamanmu terhadapku.

Pertapa;
Baiklah aku sekarang jadi tahu siapa diri sejatiku, terima kasih dan apa saranmu…?!

Sosok;
Ikuti aku, aku akan selalu menuntunmu menuju pada jalan hidup yang lurus.

Pertapa itu kemudian menghentikan meditasinya dan kembali meniti hidup sebagaimana manusia biasa dan normal, sebagaimana manusia pada umumnya.

Lalu…
Apa hikmah yang bisa ditangkap dari pengalaman nyata di atas…?!

Yaitu, kenalilah diri sejatimu maka kau akan mengenal Tuhanmu.

Manusia pada hakikatnya adalah alam makro, bukan alam mikro.

Sebab bentangan panjang pendeknya usia, panjang pendeknya fisik alam semesta ini, sepenuhnya berada di dalam jangkauan pengetahuan dan kesadaran manusia.

Masak sih…?!
Apa iya ya…?!

Coba saja tanyakan panjang alam semesta ini kepada seorang astronom dan kepada seorang politikus, pasti jawabannya berbeda.

Bentangan panjang dan luasnya alam semesta ini, di tentukan dan di ukur oleh manusia itu sendiri, jadi, sesungguhnya manusia itu lebih besar dari alam semesta ini.

Sehingga dengan kesaksian ini, saya Wong Edan Bagu berkesimpulan;
Bahwa alam semesta ini adalah MIKROKOSMOS sedangkan manusia adalah MAKROKOSMOS.

Bukan sebaliknya, sebagaimana yang biasa disebutkan oleh kebanyakan orang.

Dari sini bila diteruskan kita akan mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru.

Maka konsep Tuhan yang sering kita sebut sehari-hari dan alam semesta yang kita nalar ini, pada hakikatnya berada di dalam genggaman pengetahuan manusia.

Apa tidak mewah dan luar biasa…?!

Yang tidak ada di dalam genggaman pengetahuan manusia adalah; Tuhan dan alam semesta yang tidak kita pikirkan namun kita rasakan.

Sedangkan mengenai rasa ini, ada dua macam keadaan. Yaitu; Rasa yang tidak ada apa-apa / rasa yang menyatu dan Rasa yang ada apa-apa / rasa yang tersebar/menyebar.

Rasa yang tersebar disebut Pangrasa (panging rasa) ranting/cabangnya rasa, ibaratnya seperti cabang/ranting pohon.

Sedangkan rasa yang menyatu (mligi/deleg/utuh) adalah pohonnya, sebagai kesatuan dari ranting-ranting tersebut.

Upaya untuk mencapai mligining rasa (Maligining Rasa) rasa yang utuh, Pertama;
Mengupayakan agar rasa pangrasa jangan terlalu menyebar, ibaratnya pohon, minimal jangan terlalu banyak ranting/cabang.

Kedua;
Dengan teliti dan kontinyu mengikuti ugering dumadi pandam, pandom dan panduming dumadi). Maksudnya, mengikuti hukum hidup (Wahyu Panca Ghaib)

Ketiga;
Mangastuti (manembah) kepada Tuhan. Maksudnya patuh kepada Tuhan (Wahyu Panca Laku).

Keempat;
Pada saat khusus, sekurang-kurangnya, ketika ada waktu luang, gunakan/manfaatkan untuk Kadhangan, agar supaya angan-angan dan nafsu bisa lebih mudah
menunggal/menyatu dengan rasa.

Apabila budi sudah tidak terhalang lagi oleh gerak angan-angan, serta rasa sudah tidak terliputi getarnya sendiri, maka tercapailah Pramana.

Keadaan manusia yang sudah Pramana ini, bisa di ibaratkan seperti Cermin Yang Jernih Dari Kahanan Jati.

Tahap akhir perjalanan Rasa setelah mencapai Pramana, adalah; kembali ke asal mula atau Sangkan Paraning Dumadi (Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Raji’un).

Yaitu: Menyaksikan alam lami yang karenanya dituntun oleh diri sejati, yang merupakan guru sejatinya, akan menumbuhkan kualitas kesadaran murni.

Di sinilah baru terjadi proses pencapaian Pamungkasing Dumadi yang merupakan kesempurnaan semua dan segala hal. Semuga bermanfaat.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
WordPress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Jumbuhing Kawula Gusti atau Loro-Loroning Atunggil atau Kumpul Nunggal Suci/KUNCI:


Jumbuhing Kawula Gusti atau Loro-Loroning Atunggil atau Kumpul Nunggal Suci/KUNCI:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 15:34. Hari Selasa. Tanggal 12. Februari 2019.

Bagi saya Wong Edan Bagu Tuhan itu adalah Dzat Maha Suci, Ruh Maulana, Ruh Terbesar, Termulia, Tertinggi, Tersuci, Termaha dan tanpa kekurangan apapun, yang menjadi asal usul permulaan dari semua kejadian.

Itulah yang di Sebut Gusti, atau Allah atau Hyang Widhi atau Tuhan atau Ingsun atau Yahweh atau God dll, menjelma menjadi wujud manusia, hewan, tumbuhan, bumi, langit, samudera dll.

Sebab karena itu Tuhan atau Hyang Widhi atau Gusti, atau Allah dll itu, dikatakan ada di mana-mana, namun tidak di langit, tidak di bumi, tidak di samudera, tidak pula di utara atau selatan dll.

Manusia tidak akan bisa menemukan Tuhan walaupun keliling dunia, sekalipun Tuhan itu ada dimana-mana, karena…

Dzat Maha Suci atau Ruh Maulana ada dalam diri manusia, karena ruh manusia sebagai penjelmaan Ruh Maulana atau Dzat Maha Suci.

Sebagaimana dirinya yang sama-sama menggunakan hidup ini dengan indera, sedangkan jasad yang akan kembali pada asalnya, yaitu tanah, menjadi busuk, kotor dan hancur.

Jika manusia itu mati, ruhnya kembali bersatu kepada asalnya, yaitu Ruh Maulana atau Dzat Maha Suci, yang bebas dari segala penderitaan, karena tanpa adanya wujud yang dari tanah.

Sifat-sifat hakikat ruh manusia, adalah ruh suci, yang berasal dari Dzat Maha Suci, yang tidak berubah, tidak berawal, tidak berakhir, tidak bermula, ruh suci tidak lupa dan tidak tidur, dan tidak terikat dengan rangsangan indera yang meliputi jasad manusia.

Dan saya Wong Edan Bagu menyebutnya sebagai Hidup, yang menghidupi jasad dan menjadikan jasad bisa itu dan ini serta lain-lain.

“Aku adalah Tuhan, Tuhan adalah Aku”. Lihatlah… Tuhan ada dalam diriku, Aku ada dalam diri Tuhan. Lihatlah kedalam dirimu, engkau akan menyaksikan hal yang sama.

Jangan salah menilai dan memandang kataku diatas, karena saya tidak bermaksud sedang mengaku Tuhan, melainkan tentang kesadaran murni (Wahyu Panca Laku) yang tetap teguh/kuat sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan.

Hakikatnya semua makhluk itu, bersatu dengan Ruh Tuhan, kalau tidak, mana mungkin bisa hidup, memang ada sesuatu yang bisa Hidup tanpa Ruh Tuhan…?!

Ada persamaan antara ruh makhluk dengan Ruh Tuhan atau Dzat, keduanya bersatu di dalam setiap diri makhluk.

Persatuan antara Ruh Tuhan dengan ruh makhluk inilah, yang sering saya jelaskan sebagai “KUNCI” Kumpul Nunggal Suci.

Persatuan antara Ruh Tuhan dengan ruh makhluk, yang sering saya jelaskan sebagai “KUNCI” Kumpul Nunggal Suci ini, terbatas pada persatuan makhluk itu sendiri dengan Tuhan-nya, maksudnya, seberapa kesadaran manusia itu bisa menyadarinya.

Karena Persatuannya merupakan persatuan Dzat Sifat, Ruh Suci bersatu dengan Dzat Maha Suci, dalam gelombang energi dan frekuensi yang sama.

Jikalau Sir kesadarannya tidak murni, tidak akan bisa menyadarinya, dikarenakan Suci adanya, sehingganya tidak bisa di campuri atau di jangkau dengan apapun, kecuali murni.

Inilah yang di sebut Kunci atau keManunggalan atau Jumbuhing Kawula Gusti. Yaitu; Bersatunya dua menjadi satu, atau Dwi Tunggal, atau Loro-Loroning Atunggil, diumpamakan wiji wonten salebeting wit (biji ada di dalamnya pohon).

Yang di sebut jiwa, itu adalah kemanunggalan atau penyatuan empat anasir dengan Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus, dan penyatuan empat anasir dan Hidup yang di sebut jiwa ini, merupakan suara hati nurani manusia, yang merupakan ungkapan dari Dzat Maha Suci, sebab itu, saya katakan, hati nurani harus ditaati dan dituruti perintahnya.

Karena jiwa merupakan kehendak Tuhan, juga merupakan penjelmaan dari Dzat Maha Suci yang lebih di kenal sebagai Sejatinya Aku atau Aku yang Sejati, sebab karena itu raga disebut sebagai wajah Tuhan, (QS.al-Baqarah: 115; ….. Kemanapun kamu menghadap maka disitulah wajah Allah….).

Jiwa ini, mempunyai Dzat Sifat Tuhan, yakni kekal, sesudah manusia raganya mati, maka lepaslah jiwa dari belenggu raganya.

Sedangkan yang di sebut akal, angen-angan, budi dan pakarti, adalah sifat dari empat anasir yang belum manunggal/menyatu, lah inilah yang di namai sebagai Sukma, kebenarannya tidak sepenuhnya dapat dipercaya, karena selalu berubah-ubah.

Mungkin pengetahuan pribadi saya ini, berbeda dengan kebanyakan pengetahuan diluar sana, yang mengacu pada Ajaran Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang, karena Ajarannya Syekh Siti Jenar, itu menggunakan sistem keilmuan, sedangkan saya, menggunakan sistem kesadaran, yaitu Wahyu Panca Ghaib yang saya jalankan dengan Wahyu Panca Laku, sehingganya, lebih jelas dan detail serta mudah di cerna.

Itu sebabnya menjadi ada garis demarkasi antara pemahaman ilmu dan pemahaman kesadaran, yang menjadi pemisah antara hakikat jiwa dan sukma, dan hal ini bukan untuk di perdebatkan.

Namun jika ada yang mau mendebat, sebelum mendebat perbedaan ini, saya beri sedikit penjelasan terkait ini, sebagai bahan perenungan.

Menurut saya Wong Edan Bagu, hasil dari praktek di TKP, perbedaan antara Jiwa dan Sukma itu disini;
Jiwa terletak di luar nafsu, sedangkan Sukma letaknya berada di dalam nafsu.

Artinya;
Sukma, itu empat anasir yang belum manunggal/menyatu dengan Hidup, karena ada didalam nafsu, jadi, dikuasai oleh nafsu.
Sedangkan…
Jiwa, itu empat anasir yang sudah manunggal/menyatu dengan Hidup, jadi, nafsunya ada di luar, karena posisinya tergantikan oleh Hidup.

Sebab itu, Sukma di umpamakan seperti katak berselimut lubang, (kodhok kinemulan ing leng) atau wit jroning wiji (pohon ada di dalam biji).

Sedangkan jiwa umpama seperti katak menyelimuti lubang (kodhok angemuli ing leng) atau wiji jroning wit (biji ada di dalam pohon).

Paham kan… Kemana arah penjelasan dari saya Wong Edan Bagu…?!

Pengalaman menyadarkan saya, bahwasannya, pengetahuan itu datang secara bersamaan dengan munculnya kesadaran subyek terhadap obyek.

Maka pengetahuan mengenai kebenaran Tuhan akan diperoleh setiap seseorang bersama dengan penyadaran diri dari orang itu sendiri. (Sepiro lakumu yo semono olehe) seberapa spiritualmu ya segitu hasilnya.

Saran dari saya Wong Edan Bagu, Jika ingin mengetahui Tuhan-mu, ketahuilah terlebih dahulu dirimu sendiri, sebab karena Tuhan berfirman tentang hal itu;
“Barang siapa yang ingin mengenal-Ku, maka kenalilah dirimu sendiri”
“Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya”
“Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh”

Kemampuan intuitif ini, sebenarnya sudah ada sejak awal penciptaan, dan akan munculnya bersamaan dengan aktifnya kesadaran dalam diri seseorang.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian, sadarilah, bahwa kehidupan di dunia ini sesungguhnya adalah mati.

Mengapa saya katakan demikian…?!
He he he . . . Edan Tenan.

Sebab karena di kehidupan di dunia inilah, ada surga dan neraka yang tidak bisa ditolak oleh makhluk apapun dan manusia manapun.

Manusia yang mendapatkan surga, adalah mereka yang mendapatkan rasa tentram, kebahagiaan, ketenangan, kesenangan, kenyamanan.

Jika seorang manusia kehidupannya mulia, sehat, cukup pangan, sandang, papan, maka ia dalam surga.

Sebaliknya mereka yang perasaaanya bingung, kalut, muak, takut, risih, menderita, itulah neraka.

Jika seorang manusia kehidupannya melarat/miskin, tertekan, terhimpit, penyakitan, kelurangan pangan, sandang, papan, maka ia dalam neraka.

Akan tetapi kesenangan atau surga, penderitaan atau neraka di dunia ini, bersifat sementara atau sekejap saja, karena betapapun juga manusia dan semua sarana kehidupannya, pasti akan menemui kehancuran.

Karena kehidupan di dunia ini adalah kematian, berarti semuanya itu adalah mayat, buktinya tidak bisa menyadari dan merasakan hidupnya yang seumur hidupnya menjadikan dia bisa itu dan ini serta bla bla bla lainnya.

Manusia itu sesungguhnya mayat yang gentayangan untuk mencari pangan, pakaian dan papan serta mengejar kekayaan yang dapat menyenangkan jasmaninya.

Manusia bergembira atas apa yang ia raih, yang memuaskan dan menyenangkan jasmaninya, mereka tidak sadar, bahwa semua dan segala kesenangan yang dicari atau yang dimilikinya itu akan binasa.

Mereka begitu angkuh dan sombong serta bangga atas kepemilikan, tetapi tidak menyadari bahwa dirinya adalah bangkai mayat.

Manusia justru merasa dirinya mulia dan bahagia, karena manusia tidak menyadari bahwa harta bendanya merupakan penggoda manusia yang menyebabkan keterikatannya pada dunia, jika manusia tidak menyadari itu semua, hidup yang sesungguhnya adalah mewah dan luar biasa ini, berubah menjadi derita. Ingat…!!!

Hidup di dunia ini adalah mati, tempatnya surga dan neraka, baik dan buruk, sakit dan sehat, mujur dan celaka, bahagia dan tenteram, semua bercampur aduk menjadi satu, dengan adanya ikatan peraturan-peraturan itu, maka manusia menjadi terbebani belenggu sejak lahir hingga mati.

Laku Murni Menuju Suci, dengan mempraktekan atau menjalankan Wahyu Panca Ghaib menggunakan Kesadaran Wahyu Panca Laku.

Adalah upaya atau usaha terdekat dan tercepat bagi seluruh makhluk untuk hidup yang abadi dan agar supaya tahan mengalami dan menjalani kehidupan di dunia ini, apapun prosesnya, hingga sampai ada titik sempurna/mukswa/mosca.

Yakni; curigo manjing warongko – warongko manjing curigo. He he he . . . Edan Tenan.

Hidup di dunia ini mati, karena mati itu hidup, hidup yang sesungguhnya adalah, ketika manusia bebas dari segala beban dan derita, sebab hidup sesudah kematian inilah, hidup yang sejati, hidup yang sesungguhnya dan abadi.

Sebab karena itu, dengan Laku Murni Menuju Suci, yaitu; Wahyu Panca Ghaib yang di jalankan dengan menggunakan kesadaran Wahyu Panca Laku, jangan ragu apa lagi takut menghadapi dogma-dogma tentang neraka serta mengalami bujuk rayu tentang surga, saya berani jamin pasti bisa terbebas dari belenggu raga, akal angan budi pekerti, pada jiwa.

Sebab karena dogma-dogma surga neraka inilah, manusia menjadi terkungkung rutinitas lalu lupa diri dan gagal paham dalam upaya menemukan Tuhan-nya, agar supaya bisa Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un.

Surga dan neraka adalah dalam kehidupan di dunia ini, bukan merupakan balasan yang diberikan kepada manusia atas amal perbuatannya yang bakal diterima kelak sesudah kematian (akherat).

Jadi…
Sangat tidak tepat jikalau mengerjakan atau melakukan atau menjalankan ibadah, mengharap-harap surga dan terhindar dari neraka.

Berdoa minta apa, minta rizki…?! Tuhan tidak memberikam rizki lantaran berdoa kan…!!!

Surga dan neraka, susah dan senang, letaknya pada diri manusia masing-masing.

Walaupun seseorang bergelimang harta, hidupnya belum tentu bahagia, buktinya merasa selalu terancam oleh para pesaing bisnisnya, tidur tak nyeyak, makan tak enak, jalan pun gelisah, itulah neraka.

Sebaliknya, seorang petani di lereng gunung terpencil, hasil bercocok tanam, cukup untuk makan sekeluarga, menempati rumah kecil yang tenang, tiap sore dapat duduk bersantai di halaman rumah sambil memandang hamparan sawah hijau, hatinya sesejuk udaranya, tenang jiwanya, itulah surga.

Kehidupan di dunia ini telah memberi manusia mana surga dan mana neraka.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian, alam semesta ini, adalah sebagai makrokosmos dan mikrokosmos, sekurang-kurangnya kedua hal ini merupakan barang baru ciptaan Tuhan, yang sama-sama akan binasa, akan mengalami kerusakan, tidak kekal dan tidak abadi.

Sedangkan Manusia terdiri atas jiwa dan raga, yang intinya ialah jiwa sebagai penjelmaan Dzat Maha Suci Hidup yang lebih di kenal sebagai Tuhan.

Sedangkan raga adalah bentuk luar dari jiwa yang dilengkapi pancaindera, sebagai organ tubuh seperti daging, otot, darah, dan tulang.

Semua aspek keragaan atau ketubuhan adalah barang pinjaman yang suatu saat, setelah manusia terlepas dari kematian di dunia ini, akan kembali ke asalnya masing-masing.

Aku bukanlah kehendak angan-angan, bukan ingatan, pikiran atau niat, hawa nafsu pun bukan, bukan pula kekosongan atau kehampaan.

Setelah Laku Murni Menuju Suci, penampilanku sekarang ini, adalah sebagai wujud bentuk mayat baruku.

Seandainya Aku menjadi gusti, tentu jasadku ini menjadi busuk bercampur debu, nafasku terhembus di segala penjuru dunia, tanah, api, air, kembali sebagai asalnya, yaitu kembali menjadi baru.

Semua yang berasal dan milik Tuhan, kembali kepada Tuhan menjadi Tuhan lagi. Sempurna. Tan kenaning owah gingsir. Abadi. Mulih Marang Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi. Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. He he he . . . Edan Tenan.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

HAKIKAT HIDUP Loro-Loroning Atunggil:


HAKIKAT HIDUP Loro-Loroning Atunggil:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 19:34. Hari Sabtu. Tanggal 9. Februari 2019.

Kita sama-sama sadar dan percaya, bahwa di bumi nusantara, tempat dimana kita tinggal ini, sangat kaya akan ilmu spiritual, tetapi ironisnya, banyak yang gagal paham dalam pencapaian spiritualitas, yang berhasil, malah justru orang-orang pendatang dari luar Nusantara.

Contohnya…
Semua orang bersemangat untuk memeluk agama, ketika agama itu datang tersaji, akan tetapi, gagal dalam menjadi agama itu.

Wajah negeri yang dahulu dicap sebagai negeri multi agama, multi etnis, multi kultur tetapi solid bersatu di atas slogan Bhineka Tunggal Ika, karena rakyatnya memiliki watak toleransi.

Negeri yang subur makmur gemah ripah loh jinawi rapah repeh rapih.

Lautan diumpamakan kolam susu, dan dikiaskan bahwa tongkat kayu pun dapat tumbuh karena saking suburnya tanah daratan.

Hawanya sejuk, banyak hujan, kaya akan hutan belantara sebagai paru-paru dunia.

Hampir tak ada bencana alam; tanah longsor, banjir, gempa bumi, angin lesus atau badai topan, kebakaran, kekeringan.

Tetapi realitasnya di masa kini sangat kontradiktif, justru kita semua sering menyaksikan di media masa maupun realitas obyektif sosial-politik sehari-hari.

Negeri ini telah berubah karakter menjadi negeri yang berwajah beringas, mengerikan, angker, berapi-api, anti toleran, waton gasak, asal sikat, nafsu merusak dan menghancurkan bahkan membunuh, sangat semangat untuk menebar kebencian di mana-mana.

Sangat disayangkan justru dilakukan oleh para sosok figur yang menyandang nama sebagai panutan masyarakat, pembela agama, dan juru dakwah yang memiliki banyak pengikut.

Ini sungguh berbahaya, karena semakin dekat dan cepat membawa negeri ini ke ambang kehancuran fatal.

Alam pun turut bergolak, seolah tidak terima diinjak-injak penghuninya yang hilang sifat manusianya.

Sehingga bencana dan musibah datang silih berganti, tiada henti, bertubi-tubi membuat miris penghuni negeri ini.

Lantas di mana wajah negeri impian yang tentram, damai, subur, sejuk, makmur tempo dulu…?!

Apakah ini sudah benar-benar hukuman atau bebendu dari Dzat Maha Suci Hidup, atau Hukum Alam atau Karma Alam atau Manusia nya itu sendiri…?!

Sebagaimana sudah diperingatkan oleh para leluhur kita yg bijaksana dan waskita sejak masa silam, masihkah kita akan mengingkari nasehat tersebut, dengan mengatasnamakan kebenaran, namun kita tidak pernah BerKebenaran…?!

Jangan serta merta menganggapnya sebagai ramalan yang tidak boleh dipercaya, karena dekat dengan syirik dan musyrik.

Tidak kah kita sadari, bahwa sikap seperti itu justru menjauhkan kita dari watak arif dan bijaksana.

Namun apapun kisahnya, musibah, bencana, wabah, dan seterusnya, tengah melanda negeri ini sekarang, masih kita berkutat di pemikiran itu…?!

Bersegeralah Praktek memPraktekan kebenaran, waktunya sudah hampir habis.

Sembari menyadari bahwa semua ini adalah kekuasaan Dzat Maha Suci Hidup/Tuhan.

Karena hanya dengan demikian, akan menambah kesadaran kita, dan dapat menjadi sarana instropeksi diri, dan otokritik yang bijak, agar kita lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan.

Sebaliknya anggapan bahwa ini semua sebagai cobaan dan ujian bagi keimanan kita, merupakan pendapat yang terlalu naif, innocent.

Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan menjadi ndableg, lancang, kurang waspada dan tidak eling.

Sejak kapan kita bisa mengukur keimanan kita…?!

Parameter apa yang dipakai untuk mengukurnya…?!

Seberapa persen keimanan kita hanya dapat diukur dengan perspektif yang hanya Tuhan miliki.

Kita menjadi sok tahu, teralu percaya diri dengan tingkat keimanan kita, lalu oper dosis, jadinya sombong “aja dumeh eling lan waspada” jangan sok ingat dan waspada, karena begitulah awalnya manusia menjadi keblinger.

Selalu ingin mencari menangnya sendiri, mencari benernya sendiri, mencari butuhnya sendiri, tanpa peduli dengan yang lain di sekitarnya.

Manusia seperti itu tidak akan pernah bisa menyadari sesungguhnya Aku dirinya, sehingga prakteknya menyembah angen-angen/angan-angan.

Itulah makna dari apa yang disebut Penyekuan Tuhan, yakni nuruti RAHSANING KAREP (nafsu).

Merasa sudah tinggi ilmunya, padahal ilmunya tidak mumpuni, buktinya bukan Wahyu Panca Laku yang terpraktekan, namun ego pamrih yang di tonjolkan, merasa sudah sampai di puncak spiritual, namun hasilnya mencela, mengkritik, mencari-cari kesalahan orang lain, dan masih gemar menebar kebencian, bukan cinta kasih sayang.

Bukankah Ilmu Tuhan itu ibarat air laut yang mengisi seluruh samudra di jagad raya ini…!!!

Sedangkan ilmu manusia hanya setetes air laut itu…!!!

Dan dari setetes air laut itu, sudah seberapa persenkah yang kita miliki…?!

Mari kita sama-sama membuka pintu hati tanpa batas, menuju kemanunggalan, penyatuan, kesatuan, bukan perpisahan apapun bentuk alasannya, karena semua itu berasal dari 1.

Satu ciri khas orang yang tidak gagal paham alias bisa mampu memahami Hakikat Hidup adalah;
Terus tetep idep madep mantep belajar Patrap Semedi tanpa merasa sudah bisa.

Mematrapkan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku tanpa merasa lulus dan terus menerus membuka diri “welcome” untuk semua dan segala hal, karena semua dan segala hal itulah Sang Guru yang paling luar biasa.

Untuk memudahkan kita “Lebur Dening Pangastuti, menyatu/bersatu dengan hakikat dzat Tuhan, Dalam peleburan itu, nurani/kesadaran akan mentransformasi sifat hakikat dzat Tuhan.

Sehingganya…
Terbukalah pintu hakikat kemanunggalan atau penyatuan antara Hidup dan Maha Hidup, sebagai wujud bukti dari makna “dwi tunggal atau loro-loroning atunggil. He he he . . . Edan Tenan.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Kemijilan Atau Kerawuhan:


Kemijilan Atau Kerawuhan:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 3. Pukul. 13:24. Hari Sabtu. Tanggal 26. Januari 2019.

Kemijilan itu, istilah Jawa, kalau Kerawuhan, itu istilah Bali, lalu…

Apa itu Kemijilan atau Kerawuhan…?!

Kemijilan atau Kerawuhan, adalah Kejadian Kuasa Hidup yang terlepas dari kesadaran diri kita, tentang hal ini, agar supaya lebih mudah untuk bisa di mengerti dan di pahami, saya beri contoh penggambaran seperti ini…

Seperti yang sudah saya kabarkan melalui ratusan artikel dan puluhan vidio yang saya sebar di internet, bahwasannya Wahyu Panca Ghaib itu adalah Sedulur Papat Kalima Pancer kita sendiri, yang menjadi isi dari raga kita, yang menjadikan kita bisa itu dan ini.

Sedang filosofi manunggaling kawula gusti, adalah “Kunci” Maksudnya; kumpul nunggal suci, artinya, manunggalnya atau menyatunya sedulur papat kalima pancer, yang tak lain dan tak bukan ialah Wahyu Panca Ghaib itu sendiri.

Kalau Wahyu Panca Laku, yang selama ini di kenal sebagai Iman, adalah; Sipat dan Sikapnya Sedulur Papat Kalima Pancer atau Wahyu Panca Ghaib.

Artinya….
Manunggalnya atau Menyatunya Sedulur Papat Kalima Pancer atau Wahyu Panca Ghaib, inilah yang di maksud “Kunci”

Karena Sedulur Papat Kalima Pancer atau Wahyu Panca Ghaib sudah manunggal/menyatu, maka tersebut “Kunci” Kunci Nunggal Suci.

Maksudnya, ketika sedulur papat menyatu atau bersatu dengan pancer, itulah yang di maksud suci, (sedulur papat itu empat anasir dan pancer itu Hidup)

Kesimpulannya;
Suci itu, ketika empat anasir bersatu atau menyatu dengan hidup, tersebut “Kunci” kumpul nunggal suci.

Kenapa ketika empat anasir atau sedulur papat menyatu atau bersatu dengan hidup, kok di sebut Suci…?! Kunci…?!

Sebab karena, Hidup itu Suci…!!!

Mengapa Hidup itu di sebut Suci…?!

Karena Hidup, berasal dari Dzat Maha Suci, bagian dari Dzat Maha Suci.

Karena itu, hidup disebut sebagai Ruh/Roh Suci/Kudus utusan-Nya.

Hidup bertempat tinggal di dalam hati, hati adalah keraton, Kedaton, istana, muara pertemuan antaran Hidup dan Dzat Hidup.

“Sesungguhnya dalam jasad Manusia, terdapat segumpal daging, apabila dia baik, maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk, maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Hati” Tempat AKU menyimpan Rahasia-Ku “AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU” Dan rahasia kalian adalah rahasia-Ku.

Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr) dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku.

ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU ZHOHIRULLAAH;
Allah itu bathinnya manusia, manusia adalah zhohirnya (kenyataannya) Allah”.

Sebab karena itu, mengenal Hidup, agar supaya bisa mengenal Dzat-Nya, di butuhkan dan di perlukan bahkan harus Laku Murni Menuju Suci, maksudnya; Sipat dan Sikap perilaku yang tidak menodai hati, tidak mengotori hati, karena hati adalah tempat Suci, baittullah, tempat bertemunya Tuhan dengan Hambanya.

Jadi, tidak bisa dan tidak boleh ada yang lain dalam hati, selain Hidup kita, jika sampai ada yang lain, yang mengisi hati, entah itu berupa apapun, maka hidup akan mengeluarkannya dari hati, karena Hidup hanya butuh Dzat-Nya, bukan yang lain.

Nah, disinilah Proses Kemijilan atau Kerawuhan itu terjadi…

Ada banyak para peLaku Murni Menuju Suci yang mengalami hal ini, itu di karenakan hanya sebatas ikut-ikutan, gengsi atau penasaran, tanpa mengenal apa itu Wahyu Panca Ghaib terlebih dahulu, maen langsung Patrap saja, bahkan ada yang baru menghapal bunyinya Kunci, sudah di Asmo, belum mengerti, belum paham, belum tahu apa itu dan bagaimana Wahyu Panca Ghaib, langsung di Asmo, terkesan begitu remehnya Asmo.

Padahal, Asmo itu adalah dimensi tertinggi di dalam Lalu Murni Menuju Suci, karena pelajaran tentang rasa sejati sejati nya rasa, itu ada di dalam Asmo, artinya, harus benar-benar mengerti dan paham serta tahu terlebih dulu, supaya tidak muncul tebak-tebakan dan teka-teki silang ketika mengalaminya.

Laku nya Laku Murni Menuju Suci, yang artinya, membersihkan hati dari isinya yang beraneka macam ragamnya, namun isi kepalanya selalu dan selalu mengotori hati yang sedang di bersihkan nya itu, di bersihkan, di kotori sendiri, di bersihkan lagi, di kotori sendiri lagi, terus begitu dan begitu terus, hingga pada akhirnya, hidup memberontak (urip gugat – urip nagih janji).

Hidup menunjukan kuasanya, namun diri belum siap, karena hatinya masih penuh noda, sehingga tidak mampu mengimbanginya, akhirnya, apapun yang di perbuat dan di lakukan, di luar kesadaranya, maksudnya, tidak di sadari, mirip dengan sewenen/stress.

Karena tidak kontrol, tidak sadar, sebenar dan sebaik apapun yang di lakukan, tersorot tidak benar, terlihat tidak baik, sebab prakteknya tidak tempat, tidak indah, padahal itu sebuah kebenaran, karena apapun kejadiannya, hidup yang menuntun, hidup yang menguasai, hidup yang menggerakkan, inilah yang di sebut Kemijilan atau Kerawuhan.

Terkait diatas, di perlukan dan di butuhkan ilmu pengertian dan ilmu pemahaman serta ilmu pengetahuan.

Sebab karena itu, tentang Wahyu Panca Ghaib, saya tidak mau asal-asalan, apa lagi soal Asmo, semuanya saya awali dengan membagikan ilmu pengertian dan ilmu pemahaman serta ilmu pengetahuan saya tentang Wahyu Panca Ghaib, baik secara langsung maupun melalui artikel dan vidio di internet.

Agar supaya bisa mengenal apa dan bagaimana itu Wahyu Panca Ghaib, dengan sudah mengenal apa dan bagaimana itu Wahyu Panca Ghaib, selain tidak bingung dalam prakteknya, karena sudah mengerti dan memahami serta mengetahui maksud dan arah tujuannya.

Juga kemungkinan Kemijilan atau Kerawuhan, sangatlah tipis/kecil, bahkan bisa saya katakan tidak akan mengalami Kemijilan atau Kerawuhan, karena Prakteknya tepat.

Di sepanjang sejarah perjalanan hidup saya dalam menebar cinta kasih sayang dengan kekadhangan tanpa mengenal waktu dan tempat, baru ada dua kadhang kinasih saya yang mengalami Kemijilan atau Kerawuhan. Satu di Ponorogo Jatim dan yang ke Duanya di Bali.

Kenapa hal ini bisa terjadi…?!

Karena kesadarannya terlalu sering lepas…!!!

Maksudnya; ketika mengalami dan menghadapi sesuatu, bukannya Sadar bahwa itu adalah kehendak kuasa Tuhan, yang suka tidak suka, mau tidak mau harus di saksikan dan di nikmati dengan sadar, malah di tebak-tebak, di kira-kira, di sangka-sangka bahkan di otak atik sesuai perkiraan pikirannya.

Sebab inilah kesadaran bisa terlepas, karena di sebabkan suka memproses kan diri pada sesuatu.

Proses, itu kuasa Tuhan. Proses, itu kehendak Tuhan, bukan kuasa kita, bukan kehendak kita, jadi, tidak bisa di minta atau di rancang, tanpa di minta sekalipun, Tuhan akan memproses kita, ketika kita ingin mengenalnya, dan ketika Tuhan memproses kita, sadarilah itu dengan sesadar-sadarnya, bukan di tebak-tebak seperti teka-teki silang.

Bukan di pelajari, bukan di renungi, bukan pula di pikir, bukan di kira-kira, bukan di sangka-sangka dll, cukup di sadari dengan sesadar-sadarnya.

Dengan begitu, kita akan paham dan mengerti serta mengetahui bahkan mengenal yang sesungguh-Nya/sejati-Nya.

Kita tidak akan pernah bisa mempelajari, menebak-nebak, memikir, mengira-ngira, merenungi, menyangka-yangka Kuasa Tuhan yang Maha Ghaib, tidak akan pernah bisa, karena kita tidak di desain untuk itu, kita di desain sebagai penyaksi dan penikmat, bukan koreksi dan pengamat.

Jadi…
Saksikan dan Nikmati dengan sesadar-sadarnya, dengan begitu, kita akan paham dan mengerti serta mengetahui bahkan mengenal yang sesungguhnya atau sejatinya tentang-Nya.

Jangan ribet memproses kan diri, cukup ucapkan “Terima Kasih” dengan sesadar-sadarnya.

Ketika kita mengalami itu dan ini serta menghadapi ini dan itu, cukup “Terima Kasih” usah di neko-neko.

Nanti akan ada respon otomatis, dan segera dudukan respon itu dengan palungguh panutup, terus dan terus sampai benar-benar terasa dan bisa merasakan rasa-Nya. Selesai!

Sederhana kan…?!
Gampang kan…?!
Mudah kan…?!

Jadi, jangan mempersulit diri sendiri, jangan memproses kan diri sendiri, asalkan kita Laku Murni Menuju Suci-Nya Tuhan, Tuhan pasti akan memproses, jadi, cukup katakan “Terima Kasih” lalu nikmati dengan sadar (palungguh panutup) Selesai.

Sederhana kan…?!
Gampang kan…?!
Mudah kan…?!

Bagaimana tidak saya katakan Sederhana. Gampang dan
Mudah, la wong tinggal bilang terima kasih kok.

Ketika kita menghadapi sesuatu masalah atau perkara atau proses apapun itu yang terjadi, cuma ngucapkan “Terima Kasih” tidak di suruh itu ini dan ini itu, cuma dan hanya di suruh bilang…

Terima Kasih Romo…
Gratis, tidak dipungut biaya, tanpa puasa lagi, hanya cuma berkata Terima kasih Tuhan, lalu menikmati rasanya dengan sadar (palungguh panutup) Selesai.

Letak sulit dan beratnya dimana…?!

Sehingga untuk berucap terima kasih saja sampai merasa sulit dan berat serta mahal.

Coba katakan pada saya, berat dan sulitnya dimana…!!!

Nah… Ini Lo, penyebab Kemijilan atau Kerawuhan, yaitu kurangnya berucap terima kasih dengan sadar ketika Tuhan memproses diri kita.

Sebab karena itu, saya tidak bosan-bosannya berpesan, ucapkan terima kasih dengan sadar, sebanyak-banyaknya ketika kita menghadapi atau mengalami proses apapun ketika Patrap Semedi atau di luar Patrap Semedi.

Tidak usah berpikir tentang untung dan ruginya, atau di tebak-tebak, kira-kira dll, langsung saja tutup poin berucap Terima Kasih Romo dengan sadar… Lalu rasakan dengan kesadaran rasa-Nya (palungguh panutup). Lalu perhatikan apa yang terjadi. He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
WordPress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Hakikat Manusia:


Hakikat Manusia:
(Sambungan Dari Artikel Yang Berjudul; Koreksi Diri Dengan Cermin Diri Sehingga Bisa Mawas Diri):
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Sading Denpasar Bali. Pukul. 16:24. Hari Minggu. Tanggal 20. Januari 2019.

Hakikat Manusia;
Bagaimana mungkin manusia bisa mengenal pencipta-Nya, jika ia sendiri tidak mengenal dirinya secara utuh/sepenuhnya.

Sebuah ilmu dibutuhkan untuk mencapai pengetahuan sejati sifat-sifat kemanusia’an pada umumnya.

Dan saya menyebut ilmu dengan nama ilmu pengertian dan ilmu pemahaman serta ilmu pengetahuan, yang ketiganya menguraikan secara detail tanpa politik atau modus apapun, mengenai pengenalan diri, alias tanpa tedeng aling-aling.

Ketiga ilmu yang digunakan untuk memahami identitas diri ini, bukanlah jenis ilmu kesaktian dan ilmu jaya kawijayan, yang harus di raih dengan bertapa atau puasa serta ritual-ritual yang menggunakan uberampe sesaji dan mahar uang.

Melainkan berdefinisi sebagai kesadaran yang sadar atau sadar yang berkesadaran, dan ini hanya bisa serta dapat di praktekan dengan Wahyu Panca Laku yang selama ini di kenal dengan sebutan Iman.

Berikut ini definisi masing-masing unsur pada diri manusia yang perlu harus di sadari secara sadar.

No 1. Jasad/fisik atau Tubuh;
Adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau sosok yang tergambarkan (kasat mata), yang pernah saya uraikan di beberapa artikel dan vidio terkait terciptanya Adam, yang diciptakan dari tanah pilihan, yang dibentuk menjadi daging, tulang, badan, kaki, tangan, panca indera dan sebagainya.

No 2. Jiwa/nafs atau Sukma;
Adalah sesosok mahluk dalam wujud halus alam yang dibentuk dari empat unsur alam anasir “min sulaatin min thiin” (ekstrak alam), yang hidup dan memiliki Pikiran atau Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal.

No 3. Roh/ruh atau Hidup;
Adalah satu kejadian ghaib bersama Tuhan, bahasa paling sederhananya, uap atau gas yang keluar dari dalam hati atau jantung, lalu uap atau gas itu berjalan ke seluruh bagian urat saraf atau organ vital di dalam tubuh manusia dan menghidupkan empat anasir di dalamnya.

Unsur inilah yang berasal dari Tuhan (dzat Tuhan), dan bagian inilah yang merupakan rahasia Tuhan, inilah yang di sebut rasul atau utusan alias guru sejati atau ruh suci atau hidup atau romo, manusia tidak akan bisa meraihnya.

Sedangkan Bathin/qolbu atau Rasa;
Adalah sifatnya ke’empat jiwa/nafs atau Sukma yang selalu berubah-ubah (bolak-balik), tidak tetap.

Asal kejadian jiwa inilah yang perlu kita pelajari dengan penuh kesadaran yang sadar, sesadar-sadarnya, dengan exstra kehati-hatian (Wahyu panca laku), karena hanya dengan bagitu kita akan bisa dengan mudah dan cepat mengidentifikasi diri kita.

Dan sudah terlalu banyak artikel saya yang menjelaskan tentang hal ini, di tambah lagi vidio-vidionya di you tube, sebab karena itu, bacalah dengan baik, agar supaya bisa mengerti, bisa memahami dan bisa mengetahui Wahyu panca ghaib, sebaik mengerti dan memahami serta mengetahui wujud/tubuh fisiknya sendiri, sebab karena Wahyu panca ghaib lah yang di maksud.

Sehingga ketika menjalankan atau
mempraktekan Patrap Semedi Wahyu Panca Ghaib dengan Wahyu Panca Laku, tidak mengalami kebingungan dan ketidak tahuan lagi, tidak banyak pertanyaan-pertanyaan lagi, karena semakin banyak bertanya, semakin memperbesar angan-angan.

Sehingganya, tidak sibuk membesarkan angan-angan yang suka ragu dan ketakutan, dan senang mengira-ngira dan menebak-nebak serta menduga-duga dan membayangkan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Koreksi Diri Dengan Cermin Diri Sehingga Bisa Mawas Diri:


Koreksi Diri Dengan Cermin Diri Sehingga Bisa Mawas Diri:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di..
Bangil Pasuruan. Pukul. 08:24. Hari Jumat. Tanggal 18 Januari 2019.

Setiap manusia yang lahir ke dunia adalah mahluk pilihan, tidak percaya…?!

Ini buktinya…
Didalam rahim seorang ibu, dari jutaan sel telur yang berkumpul, lalu hanya ada satu saja yang akan lolos dan bisa dibuahi, yaitu Anda.

Lalu Anda tahu kenapa Anda yang dipilih dari jutaan calon anak yang lain…?!

Karena Anda adalah spesial dan Anda adalah orang yang Tuhan pilih untuk hadir ke dunia ini dengan maksud dan tujuan mulia.

Anda adalah janin yang dipilih Oleh Tuhan dan Anda adalah pemenangnya, yang layak hadir di muka bumi ini.

Lalu sudah mengerti dan sudah memahami serta sudah mengetahui kah, maksud dan tujuan mulia Tuhan memilih Anda…?!

Sudah tahukah apa alasan anda dipilih lalu dilahirkan dengan selamat dan tanpa cacat, untuk apa dan dalam rangka apa…?!

Atau mungkin ada banyak yang belum Anda mengerti, dan bukan cuma serta hanya itu, jikalau iya.

Berarti kini sudah saatnya Anda bangun dari mimpi yang ngelantur itu dan mencari tahu semua alasan tersebut.

Ada tanggung jawab moral dan spiritual didalamnya dan sudah waktunya Anda menyadari akan semua hal tersebut.

Mungkin setiap manusia pernah berupaya mencari tahu, dengan berbagai pertanyaan dasar untuk mengetahui lebih dalam dan lebih banyak lagi pengetahuan dan pemahaman tentang identitas diri, dalam istilah lain Jati Diri atau Diri Yang Sejati.

Hal ini adalah wajar, karena manusia memiliki rasa dan perasaan keingintahuan yang besar tentang apapun yang berkaitan dengan dirinya.

Dan dari keingintahuan yang besar ini juga terdapat rahmat Tuhan, dimana ini adalah satu bagian instrument pengertian dan pemahaman dasar, yang dibekal kan Tuhan, kepada setiap ciptaan-Nya, khususnya manusia.

Agar supaya yang di sebut manusia, bukan hanya bisa mengenal dirinya, namun juga bisa mengenal Tuhan-Nya dan mahluk ciptaan lainnya.

Maaf sekali lagi saya bertanya;
Dengan sebegitu banyaknya pendidik yang diadakan di sekolahan dan pesantren serta kampus-kampus modern, di tambah lagi agama-agama dan kepercayaan lainnya serta pelajaran-pelajaran spiritual, mulai dari yang bersifat pribadi hingga yang bersifat umum atau golongan-golongan dll.

Sudahkah mengerti dan sudahkah memahami serta sudahkah mengetahui, maksud dan tujuan mulia Tuhan memilih Anda…?!

Sehingga Anda bisa mengenal diri Anda yang sebenar-benarnya…!!!

Yang kelanjutannya adalah dapat mengenal dzat yang menciptakan Anda…!!!

Sehingganya tidak ada keraguan dan ketakutan secuil pun pada diri Anda tentang-Nya…!!!

He he he . . . Edan Tenan, seperti nya, Anda-Anda masih teramat sangat asing, bahkan dengan diri Anda sendiri, buktinya…!!!

Kekecauan pikiran dan bathin yang Anda ciptakan sendiri, yang imbasnya di tanggung kepada seluruh mahluk semesta alam, semakin merajalela, semakin gencar terjadi dimana-mana.

Koreksi Diri-lah, Dengan Cermin Diri Anda, agar supaya Anda Bisa Mawas Diri Anda…!!!

Semoga dengan tulisan saya ini, kita di mendapatkan pengertian dan pemahaman serta pengetahuan, walaupun hanya sedikit, numun bermanfaat dan berguna bagi seluruh mahluk semesta alam.

Mari bersama saya Wong Edan Bagu Mengenal Wahyu Panca Ghaib, sebaik kita mengenal lekuk tubuh kita sendiri, karena Wahyu Panca Ghaib adalah; Isi dari seluruh tubuh kita ini, yang menjadikan kita bisa itu dan ini.

Dengan cara/sistem praktek langsung di TKP, mempraktekan Wahyu Panca Laku, yang pada hakikatnya, memanfaatkan Hidup menjadi Kehidupan yang Bermanfaat, seluruh mahluk semesta alam terselamatkan dengan sempurna.

Maksud Dari Wahyu Panca Ghaib Dan Wahyu Panca Laku/Iman:
(Exclusif dan Mewah dari WEB).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 14:24. Hari Sabtu. Tanggal 12 Januari 2019.

Pertama…
“KEMBALIKAN DIRIMU PADA RABB-NYA/DZAT-NYA”

Wahyu Panca Ghaib;
MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU;
Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya.

WA MAN AROFA ROBBAHU FAQOD JAHILAN NAFSAHU;
Barang siapa mengenal Tuhannya, maka dia merasa bodoh.

MAN TOLABAL MAULANA BIGHOIRI NAFSI FAQODDOLA DOLALAN BA’IDA;
Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh.

IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMA ALAIKA HASBI;
Bacalah kitab yang kekal, yang berada di dalam diri kalian sendiri.

Allah Ta’ala berfirman:
Aku sesuai persangkaan hamba-Ku.
Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.
Jika ia mengingat-Ku saat sendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku.
Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).
Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta.
Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa.
Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat .” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Tentang inilah Wahyu Panca Ghaib.
Mengenai inilah Wahyu Panca Ghaib. Bab inilah Wahyu Panca Ghaib. Soal inilah Wahyu Panca Ghaib.

Bukan Tentang atau Mengenai atau Bab atau Soal Agama-Kepercayaan-Adat istiadat-Politik-Kebatinan-Golongan-Ilmu Kanuragan-Kesaktian-Partai-Kejawen-Kearab-Kecina-Keinggris-dll, apa lagi mitnah, ngejelekin dan ngegunjingi teman, tetangga, tekan dllnya. Bukan…!!!. Nyaho…?!

Dan kesemuanya itu, sudah saya jabar kabarkan melalui ratusan artikel di internet tanpa tedeng aling-aling dan puluhan Vidio, masak masih gagal mengerti dan paham juga sih…?!

Sehingga masih tetap asyik dan enjoy dengan dunia lama di luar diri yang tak berkesadaran sama sekali…!!!

Apa lagi yang dicari…?!
Apa lagi yang musti di pikir…?!
Apa lagi yang harus di renungkan…?!

La wong wes cetho welo-welo (sudah jelas). Ayat nya jelas. Hadist nya jelas. Firman nya jelas. Sabda nya jelas. Apa lagi…?! Waktunya keburu habis Lo…!!!

Praktek…!!!
Praktek…!!!
Praktek…!!!

Kapan Prakteknya kalau mikir terus, kalau merenung terus, kalau mencari terus. Exsen…!!!

Kalau belum jelas, mikir, merenung, mencari, itu Pantas….

La wong wes cetho welo-welo (sudah jelas). Ayat nya jelas. Hadist nya jelas. Firman nya jelas. Sabda nya jelas kok. Apa lagi…?!

Kedua…
“KEMBALIKAN HATIMU PADA FITRAHNYA/SUCINYA”

Wahyu Panca Laku/Iman;
Sesungguhnya dalam jasad Manusia, terdapat segumpal daging, apabila dia baik, maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk, maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Hati” Tempat AKU menyimpan Rahasia-Ku “AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU” Dan rahasia kalian adalah rahasia-Ku.

Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr) dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku.

ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU ZHOHIRULLAAH;
Allah itu bathinnya manusia, manusia adalah zhohirnya (kenyataannya) Allah.

Tentang inilah Wahyu Panca Laku.
Mengenai inilah Wahyu Panca Laku. Bab inilah Wahyu Panca Laku. Soal inilah Wahyu Panca Laku.

Bukan Tentang atau Mengenai atau Bab atau Soal Agama-Kepercayaan-Adat istiadat-Politik-Kebatinan-Golongan-Ilmu Kanuragan-Kesaktian-Partai-Kejawen-Kearab-Kecina-Keinggris-dll, apa lagi mitnah, ngejelekin dan ngegunjingi teman, tetangga, tekan dllnya. Bukan…!!!. Nyaho…?!

Dan kesemuanya itu, sudah saya jabar kabarkan melalui ratusan artikel di internet tanpa tedeng aling-aling dan puluhan Vidio, masak masih gagal mengerti dan paham juga sih…?!

Sehingga masih tetap asyik dan enjoy dengan dunia lama di luar diri yang tak berkesadaran sama sekali…!!!

Apa lagi yang dicari…?!
Apa lagi yang musti di pikir…?!
Apa lagi yang harus di renungkan…?!

La wong wes cetho welo-welo (sudah jelas). Ayat nya jelas. Hadist nya jelas. Firman nya jelas. Sabda nya jelas. Apa lagi…?! Waktunya keburu habis Lo…!!!

Praktek…!!!
Praktek…!!!
Praktek…!!!

Kapan Prakteknya kalau mikir terus, kalau merenung terus, kalau mencari terus. Exsen…!!!

Kalau belum jelas, mikir, merenung, mencari, itu Pantas….

La wong wes cetho welo-welo (sudah jelas). Ayat nya jelas. Hadist nya jelas. Firman nya jelas. Sabda nya jelas kok. Apa lagi…?!

Cepat Laku…!!!
Laku Murni Menuju Suci.
“LAA YA’RIFALLAAHU GHOIRULLAH”
Yang mengenal Allah hanya Allah.

“AROFTU ROBBI BI ROBBI”
Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan.

La kalau sedang Laku Murni Menuju Suci, jangan di kotori sendiri lagi, nanti tiwas capek, tapi tidak sampai-sampai alias tidak selesai-selesai. Oke….!!! He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Maksud Dari Wahyu Panca Ghaib Dan Wahyu Panca Laku/Iman:


Maksud Dari Wahyu Panca Ghaib Dan Wahyu Panca Laku/Iman:
(Exclusif dan Mewah dari WEB).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 14:24. Hari Sabtu. Tanggal 12 Januari 2019.

Pertama…
“KEMBALIKAN DIRIMU PADA RABB-NYA/DZAT-NYA”

Wahyu Panca Ghaib;
MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU;
Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya.

WA MAN AROFA ROBBAHU FAQOD JAHILAN NAFSAHU;
Barang siapa mengenal Tuhannya, maka dia merasa bodoh.

MAN TOLABAL MAULANA BIGHOIRI NAFSI FAQODDOLA DOLALAN BA’IDA;
Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh.

IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMA ALAIKA HASBI;
Bacalah kitab yang kekal, yang berada di dalam diri kalian sendiri.

Allah Ta’ala berfirman:
Aku sesuai persangkaan hamba-Ku.
Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.
Jika ia mengingat-Ku saat sendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku.
Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).
Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta.
Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa.
Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat .” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Tentang inilah Wahyu Panca Ghaib.
Mengenai inilah Wahyu Panca Ghaib. Bab inilah Wahyu Panca Ghaib. Soal inilah Wahyu Panca Ghaib.

Bukan Tentang atau Mengenai atau Bab atau Soal Agama-Kepercayaan-Adat istiadat-Politik-Kebatinan-Golongan-Ilmu Kanuragan-Kesaktian-Partai-Kejawen-Kearab-Kecina-Keinggris-dll, apa lagi mitnah, ngejelekin dan ngegunjingi teman, tetangga, tekan dllnya. Bukan…!!!. Nyaho…?!

Dan kesemuanya itu, sudah saya jabar kabarkan melalui ratusan artikel di internet tanpa tedeng aling-aling dan puluhan Vidio, masak masih gagal mengerti dan paham juga sih…?!

Sehingga masih tetap asyik dan enjoy dengan dunia lama di luar diri yang tak berkesadaran sama sekali…!!!

Apa lagi yang dicari…?!
Apa lagi yang musti di pikir…?!
Apa lagi yang harus di renungkan…?!

La wong wes cetho welo-welo (sudah jelas). Ayat nya jelas. Hadist nya jelas. Firman nya jelas. Sabda nya jelas. Apa lagi…?! Waktunya keburu habis Lo…!!!

Praktek…!!!
Praktek…!!!
Praktek…!!!

Kapan Prakteknya kalau mikir terus, kalau merenung terus, kalau mencari terus. Exsen…!!!

Kalau belum jelas, mikir, merenung, mencari, itu Pantas….

La wong wes cetho welo-welo (sudah jelas). Ayat nya jelas. Hadist nya jelas. Firman nya jelas. Sabda nya jelas kok. Apa lagi…?!

Kedua…
“KEMBALIKAN HATIMU PADA FITRAHNYA/SUCINYA”

Wahyu Panca Laku/Iman;
Sesungguhnya dalam jasad Manusia, terdapat segumpal daging, apabila dia baik, maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk, maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Hati” Tempat AKU menyimpan Rahasia-Ku “AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU” Dan rahasia kalian adalah rahasia-Ku.

Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr) dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku.

ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU ZHOHIRULLAAH;
Allah itu bathinnya manusia, manusia adalah zhohirnya (kenyataannya) Allah.

Tentang inilah Wahyu Panca Laku.
Mengenai inilah Wahyu Panca Laku. Bab inilah Wahyu Panca Laku. Soal inilah Wahyu Panca Laku.

Bukan Tentang atau Mengenai atau Bab atau Soal Agama-Kepercayaan-Adat istiadat-Politik-Kebatinan-Golongan-Ilmu Kanuragan-Kesaktian-Partai-Kejawen-Kearab-Kecina-Keinggris-dll, apa lagi mitnah, ngejelekin dan ngegunjingi teman, tetangga, tekan dllnya. Bukan…!!!. Nyaho…?!

Dan kesemuanya itu, sudah saya jabar kabarkan melalui ratusan artikel di internet tanpa tedeng aling-aling dan puluhan Vidio, masak masih gagal mengerti dan paham juga sih…?!

Sehingga masih tetap asyik dan enjoy dengan dunia lama di luar diri yang tak berkesadaran sama sekali…!!!

Apa lagi yang dicari…?!
Apa lagi yang musti di pikir…?!
Apa lagi yang harus di renungkan…?!

La wong wes cetho welo-welo (sudah jelas). Ayat nya jelas. Hadist nya jelas. Firman nya jelas. Sabda nya jelas. Apa lagi…?! Waktunya keburu habis Lo…!!!

Praktek…!!!
Praktek…!!!
Praktek…!!!

Kapan Prakteknya kalau mikir terus, kalau merenung terus, kalau mencari terus. Exsen…!!!

Kalau belum jelas, mikir, merenung, mencari, itu Pantas….

La wong wes cetho welo-welo (sudah jelas). Ayat nya jelas. Hadist nya jelas. Firman nya jelas. Sabda nya jelas kok. Apa lagi…?!

Cepat Laku…!!!
Laku Murni Menuju Suci.
“LAA YA’RIFALLAAHU GHOIRULLAH”
Yang mengenal Allah hanya Allah.

“AROFTU ROBBI BI ROBBI”
Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan.

La kalau sedang Laku Murni Menuju Suci, jangan di kotori sendiri lagi, nanti tiwas capek, tapi tidak sampai-sampai alias tidak selesai-selesai. Oke….!!! He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya