Ilmu Kesaktian Jaman Now Yang Di Miliki Wong Edan Bagu:


Ilmu Kesaktian Jaman Now Yang Di Miliki Wong Edan Bagu. (Mengubah Masalah atau Persoalan atau Problem Menjadi Peluang Emas):
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 23:55. Hari Kamis. Tanggal 29 November 2018.

Berikut ini, adalah Ilmu Kesaktian Jaman Now, Ilmu dan Ajian Andalan saya Wong Edan Bagu, Yang Selalu saya Gunakan Untuk Mengubah Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem Menjadi Peluang Emas.

Dan dengan kesadaran Cinta Kasih Sayang saya bagikan untuk Panjenengan Para Kadhang dan pro sedulur kinasihku sekalian…

Sebenarnya di dunia yang serba fana dan sementara ini, tidak ada ujian atau ada cobaan, sebab karena Tuhan tidak tidak pernah mencoba atau menguji umatnya, ujian yang di maksud dalam ayat firman-Nya dalam Alqitab, itu maksudnya adalah sarana atau anak tangga atau jalan untuk menuju-Nya.

Sebenarnya yang ada hanyalah masalah kehidupan di dunia ini, karena sejak awal kita berada di dunia ini, itulah masalah dan sejak itulah masalah menjadi ada.

Dan melalui masalah-masalah inilah, kita di haruskan untuk bergerak melaluinya, setapak demi setapak proses perjalanannya dalam kehidupan dunia ini menuju-Nya, bukan yang lain, sebab karena kita berasal dan bermula dari-Nya.

Sebab itu saya katakan, “makin besar Masalah atau Persoalan atau Problematika kehidupan yang kita hadapi, semakin besar peluang yang kita miliki”

Karena sesungguhnya, Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem keHidupan inilah, jalan atau anak tangganya untuk menuju kesuksesan dalam meraih keberhasilan dari Dzat Maha Suci Hidup yang Langgeng lagi Sempurna.

Namun sayangnya, bagi seorang yang berjiwa kerdil, alias yang belum mengenal Hidupnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Guru Sejatinya sendiri, Ruhul Kudus, Utusan Dzat Maha Suci Hidup, yang bertanggung jawab akan semua dan segalanya tentang kedirian kita ini, sejak awal hingga akhirnya.

Beranggap. Berprasangka. Berkira-kira, bahwa Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem itu adalah ujian dan cobaan, yang harus di hadapi dengan duduk diam sambil berdoa tabah, sabar dan ikhlas.

Padahal bukan seperti itu, karena itu bukan cobaan atau ujian, melainkan jalan atau anak tangga, maka harus bergerak, harus berbuat, harus di lalui atau di naiki dengan iman, maksudnya, menuju-Nya, bukan yang lain selain-Nya.

Kenyataan adalah persepsi kita, jika kita ingin mengubah kenyataan kehidupan kita, maka mulailah dengan mengubah persepsi kita.

Di dalam kata “problem” ada suku kata “pro”.

Artinya…
Dalam bahasa latin, “pro” berarti “positif” atau “berpihak”

Jadi, jikalau kita punya Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem, maka ia sebenarnya positif dan berpihak pada kita.

Ingatlah lagi, berbagai Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem yang berhasil kita selesaikan, pasti selalu berdampak positif dan makin membesarkan jiwa spiritual kita.

Untuk bisa menyelesaikan Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem dan mengubahnya menjadi peluang, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah merubah sudut pandang dan cara berpikir.

Sebab inti dari setiap masalah adalah tentang cara berpikir dan cara memandang.

Kemudian cara berpikir dan cara memandang itulah yang akan membentuk cara kita membangun rasa dan perasaan.

Artinya;
Rasa dan Perasaan itu, tidak sekoyong-koyong datang begitu saja kepada kita, sebab karena dia adalah sesuatu yang kita bangun/ciptakan sendiri.

Disinilah letaknya apa yang sesunguhnya menjadi Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem kita.

Jika tentang rasa, selesaikanlah dengan rasa.

Kalau soal perasaan, selesaikanlah dengan perasaan pula.

Bagaimana mungkin kita bisa mengerti kalau itu rasa atau memahami kalau itu perasaan…?!

Jikalau kita tidak tidak mengenal Hidup dan tidak menyadari kemana arah perginya kesadaran kita…?!

He he he . . . Edan Tenan.
Jangan ragu apalagi takut.

Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku atau Iman, kita bisa merubah sudut padang dan cara berpikir kita. Artinya…

Kita pasti sadar, kalau sudah bisa sadar, pasti bisa menyadari, kalau bisa menyadari, pasti bisa mengerti, pasti bisa memahami dan pasti bisa mengetahui kemana arah kesadaran kita pergi mengarah ketika patrap semedi manembah Urip/Hidup.

Dengan cara ini, kita bisa membangun rasa dan perasaan kita menjadi mahligai yang berpihak atau “pro” dengan diri pribadi kita.

Maka…
Kita akan menjadi kreatif dan cerdas secara universal. He he he . . . Edan Tenan.

Dan kreatifitas kecerdasan kita akan bermuara pada berbagai pilihan yang tersedia membentang di sekililing kita secara sempurna.

Kekayaan, kesuksesan, keberhasilan, kesehatan, kebahagiaan, Keindahan, Ketenangan, Ketentraman dll, adalah keputusan dan tindakan yang akan menciptakan penyelesaiannya.

Para Kadhang dan pro sedulur kinasihku sekalian…

Proses berpikir dan cara pandang, berhubungan dengan kreatifitas, dan kreatifitas selalu berhubungan dengan berbagai makna.

Dan makna selalu lekat dengan kata-kata atau ucapan bahasa, dan
kata-kata atau ucapan bahasa, memiliki kekuatan sabda, sebab kita di cipta dan ada sebab karena sabda.

Jadi…
Jika kita ingin merubah proses berpikir dan cara pandang persepsi kita, maka kita bisa memulainya dengan merubah kata-kata yang kita gunakan di setiap harinya.

Mulailah dengan memaknai ulang kata ‘masalah” atau “persoalan” atau “problema” menjadi jalan atau anak tangga untuk menuju kesuksesan atau keberhasilan yang sempurna.

Jangan maknai dia sebagai ujian atau cobaan yang jika mampu kita sukses, kalau tidak kita akan hancur.

Kita perlu melakukan ini sesegera mungkin saat kita merasa ketika hal itu datang.

Ada empat cara yang sudah saya buktikan sendiri di TKP dan sampai sekarangpun, saya masih tetap selalu menggunakannya setiap Laku Murni Menuju Suci.

Karena ini adalah Ilmu Aji-aji Jaman Now, cipta’an saya sendiri Wong Edan Bagu, untuk memaknai kata “masalah” atau “persoalan” atau “problema” agar supaya nampak positif dan berpihak kepada diri kita.

BERIKUT INI:
Ilmu Kesaktian Jaman Now Yang Di Miliki Wong Edan Bagu.

Pertama adalah Situasi;
Jika kita memaknai Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem sebagai situasi, maka hal ini akan membuat kita lebih tenang.

Sebab, apa yang disebut dengan situasi itu, bersifat netral dan dia tidak hanya terekspos kepada diri kita secara pribadi, melainkan “sedang terjadi” pada dunia yang kita hidup di dalamnya tidak sendiri.

Entah apakah situasi itu baik atau buruk, setiap situasi punya karakter khas, yaitu bisa dianalisis.

Dalam kaca mata universal pertama ini;
Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem, sudah berubah menjadi “obyek Pembelajaran” dan yang namanya belajar, tidak pernah merugikan.

Kedua Adalah Tantangan;
Jika kita memaknai Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem sebagai tantangan, maka hal ini akan memicu semangat kita untuk dua hal sekaligus, yaitu menerima dan memutuskan.

Di sadari atau tidak di sadari, sesungguhnya kita menyukai tantangan, karena keHidupan kita cenderung membosankan, jika tanpa tantangan. Iya apa iya hayo…?!

Dalam kacamata universal yang kedua ini;
Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem sudah berubah menjadi sesuatu yang membuat Hidup kita menjadi lebih Hidup.

Ketiga Adalah Kesempatan;
Jika kita memaknai Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem sebagai kesempatan, maka hal ini akan merubah sipat dan sikap pendekatan kita terhadap-Nya.

Jika kita benar-benar bisa memaknainya, maka kita tidak memilih kalimat;
Kok bisa sih, gua ngalamin yang beginian…?!

Melainkan;
Apa yang bisa aku lakukan untuk keluar dari hal ini atau Apa dari hal ini yang akan menguntungkanku…!!!

Ke’empat adalah Keputusan;
Jika kita memaknai Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem sebagai kesenjangan keputusan, maka hal ini akan langsung mendorong kita untuk bergerak Laku Murni Menuju Suci, tidak diam saja, atau lari ke goa, kuburan atau dukun.

Dengan dorongan universan keEmpat ini, kita tidak lagi berputar-putar di sekitar Masalah atau Persoalan yang dalam istilah kerennya di sebut Problem secara berlama-lama berkutat dengannya, melainkan langsung Exsen dan Selesai.

Itulah Ilmu Kesaktian Jaman Now Yang Di Miliki Wong Edan Bagu untuk Mengubah apapun bentuk judul Masalah atau Persoalan atau Problem Menjadi Peluang Emas.

Silahkan Di Praktekan dan Perhatikan . . . Apa yang akan Terjadi. He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Manusia Hidup Adalah Pemain Utama, Seri UtamaNya:


Manusia Hidup Adalah Pemain Utama, Seri UtamaNya:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 15:44. Hari Kamis. Tanggal 29 November 2018.

Para Kadhang dan pro sedulur kinasihku sekalian…

Ilmu. Harta. Tahta. Wanita/Lelaki, itu hanyalah pemeran pembantu, pemain utamanya, serinya, adalah manusia itu sendiri.

Kekayaan dan jabatan hanyalah objek pelengkap, alat atau perkakas mati, yang tidak dapat bekerja sendiri.

Mereka menunggu kehadiran manusia untuk mengatur, memakai, menggunakan dan memanfaatkannya.

Manusialah sang pemain utama-nya…!!!

Manusia yang bagaimana…?!

Manusia Hidup…!!!

Maksudnya…?!

Manusia yang Hidup, yang mengerti, memahami, mengetahui dan mengenali Hidup-nya.

Semua alat menjadi bermakna karena adanya manusia.

Tanpa manusia, semua dan segala Ilmu. Harta. Tahta. Wanita/Lelaki menjadi benda mati, tanpa manfaat dan makna apa pun, bahkan Tuhan menjadi hampa/fakum jika tanpa manusia.

Lalu…
Apalah arti permukaan bumi yang penuh dengan bongkahan perak, emas dan berlian bila tidak ada manusia…?!

Adalah manusia yang mengurus dunia dengan segala isinya, bukan dunia yang mengurus manusia.

Manusialah yang bertanggung jawab atas segala permasalahan kehidupan bukan kehidupan yang bertanggung jawab pada manusia.

Manusialah yang menjadi empunya Ilmu. Harta. Tahta. Wanita/Lelaki, dengan memanfaatkannya demi kebahagiaan dan kebaikan sesame manusia, bukan sebaliknya, Ilmu. Harta. Tahta. Wanita/Lelaki yang menjadi tuannya manusia yang kemudian mendorongnya untuk saling bertikai, saling menindas dan menghancurkan.

Harkat manusia itulah kemuliaan yang sesungguhnya, dan di dalam jagat raya, manusialah yang paling berharga dan mulia.

Jika kita semua dapat menginsafi harkat kemanusiaan yang tidak ternilai harganya ini, dunia akan dipenuhi kebahagiaan, sukacita dan kegembiraan, sekalipun hidup dalam kemiskinan, tanpa pengetahuan dan kepintaran, tidak akan menjadi minder dan pesimis, hidup tetap penuh dengan kepercayaan diri, bahagia, mulia, terhormat dan berwibawa, sebab kemiskinan tidak mengurangi serambut pun kemuliaan harkat hidup sebagai manusia.

Sekalipun hidup kaya berlimpah dengan kuasa yang besar, tidak akan menjadi sombong dan takabur, tetap rendah hati dan penuh kasih, memanfaatkan kuasa dan kekayaan yang dimiliki untuk kebaikan dan kebahagiaan sesama.

Mengapa tidak sombong…?!
Sebab harkat manusia sendiri adalah yang termulia, yang melampaui nilai kekayaan dan jabatan apapun.

Dibandingkan dengan harkat manusia, semua kekayaan dan jabatan menjadi kecil dan lumrah.

Untuk apa Sombong…?!
Tidak ada yang perlu di sombongkan…?!

Seorang raja dan seorang rakyat jelata, seorang kaya nomor satu di dunia dan seorang petani miskin, dalam harkat kemanusiaannya adalaah sama mulianya.

Kondisi kehidupan boleh berbeda, kaya-miskin, mulia-jelata, berpendidikan dan buta huruf, cantik dan jelek, boleh berbeda satu sama lain namun harkat manusia adalah sama mulianya. Yaitu; Hidup.

Inilah hukum hidup yang seharusnya di miliki oleh semua manusia hidup, niscaya kita semua akan hidup bahagia, percaya diri, terhormat dan berwibawa.

Kita semua harus bersyukur dengan Hidup yang diberikan oleh Dzat Maha Suci Hidup. Tiada sesuatu apa pun yang lebih bernilai dari harkat hidup yang di berikan oleh Tuhan.

Sebab itu, kenalilah Hidup selagi Hidup belum meninggalkan Jasad/raga/wujud kita ini, sebab karena, hanya dia yang bisa bertanggung jawab tentang semua dan segalanya tentang kita sebagai manusia yang memiliki asal usul.

INGAT…!!!
Jika Anda merasa minder karena kemiskinan, merasa hina karena jelata, merasa ragu bahkan takut karena tidak berkedudukan, berarti Anda telah menghina Hidup Anda sendiri yang merupakan anugerah Tuhan yang tidak ternilai ini. He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Bercermin Pada Hukum Karma/Sebab Akibat:


Bercermin Pada Hukum Karma/Sebab Akibat:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 17:55. Hari Selasa. Tanggal 27 November 2018.

Karma, bukanlah sesuatu yang buruk yang menimpa seseorang, karma bukan sesuatu yang tidak baik yang menyerang seseorang.

Karma adalah sebab akibat dari suatu perbuatan seseorang, karma adalah hukum alam yang berasal dari seorang manusia yang hidup di dunia ini.

Jadi…
Karma itu bukan untuk di takuti atau di hindari atau di tolak, karena karma itu, adalah hukum alam yang sebab akibatnya berasa dari perbuatan kita sendiri.

Artinya;
Jika kita berbuat baik pada orang lain, maka kita akan menerima kebaikan dari orang lain, sebaliknya, kalau kita berbuat jahat kepada seseorang, maka kita akan mendapat kejahatan pula dari seseorang. Itulah maksud dari karma atau hukum sebab akibat yang diadakan oleh semesta alam.

Dengan ini, mari kita bercermin kepada Hukum Karma atau Hukum Sebab Akibat.

Cermin Yang Pertama;
Dulu…
Saya punya Pak De, kakaknya bapak saya, namanya Mardiyah, awalnya, beliau adalah keluarga yang sederhana, namun Mardiyah ini, memiliki kebiasaan aneh.

Setiap pagi, ketika waktunya pada petani berangkat ke sawah atau ladangnya masing-masing, Mardiyah bersama Istrinya, menghadang orang-orang di pertigaan jalan, antara jalan desa dan jalan menuju ke persawahan.

Untuk memberikan nasi bungkus ples wedang, untuk sarapan pagi sebelum bekerja di sawah atau ladang.

Jadi, setiap malam, istrinya selalu sibuk mempersiapkan bahan-bahan masakan, menjelang pagi, di bantu oleh Mardiyah, bahan-bahan masakan itupun di masak, setelah matang, sebelum matahari terbit, mereka berdua sudah ada di pertigaan jalan, untuk membagikan makanan tersebut, kepada siapapun yang melalui jalan itu, khususnya para petani yang lewat.

Mulai dari tetangganya sendiri, hingga orang jauh, entah yang kebetulan lewat atau yang sengaja datang untuk buruh kerja di desa itu.

Awalnya setiap orang merasa heran, dan seribu tebak kira di setiap pikiran orang, mulai dari pemikiran negatif, mengira Mardiyah sedang melakukan ritual pesugihan untuk mendapat tumbal, hingga pemikiran positif, bahwasannya Mardiyah sedang melakukan sedekah.

Lambat laun, sedikit demi sedikit, kehidupan Mardiyah mulai terlihat berubah, selain tidak pernah kehabisan beras, juga bisa membeli itu dan ini hingga bisa membangun rumah yang sangat megah.

Bagaimana tidak, setiap bertanam padi di sawah atau di ladang, selalu menghasilkan penghasilan yang melimpah ruah, petani lain padinya di serang hama, namun milik pak de saya Mardiyah tidak sama sekali, padahal, tidak di semprot obat hama apapun kecuali mencabut rumbut-rumbutnya.

Tidak pernah gagal panen, berapa hektar pun padi yang di tanam, selalu bisa panen dengan maksimal, sampai-sampai, banyak para petani lain yang pada akhirnya buruh bekerja ke sawahnya, karena gagal dalam bercocok tanam sendiri.

Banyak sawah dan ladang para petani lain yang di jual kepada pak de saya Mardiyah, dan di beli olehnya, dan semuanya di tanami padi, tanpa obat dan tanpa mengenal musim tanam atau tidak.

Selalu begitu dan begitu di setiap hari, sawah dan ladang miliknya, di percayakan ke orang lain untuk di garap/olah, sedang dia sendiri bersama istrinya, tidak pernah kesawah, hanya rutin duduk di pertigaan jalan, untuk membagikan sarapan pagi kepada siapapun yang lewat di pertigaan jalan tersebut.

Semakin bertambah tahun, desapun semakin bertambah ramai penduduk, dan makanan yang di bagikan kan, selalu di tambah jumlahnya, dan semakin lama, semakin luar biasa berkah kehidupan keluarganya, namun sayang, hampir tidak ada satupun warga yang mau menirunya, kecuali anak-turunnya yang di warisi pengertian dan pemahaman dengan karma atau sebab akibat.

Cermin Yang Kedua;
Dulu…
Mamang saya, adiknya bapak saya yang bernama Sarkawi, punya kebiasaan aneh juga.

Anehnya, jika dia berada di rumah, dia selalu duduk santai di depan rumahnya, dan setiap ada orang lewat, selalu di tawari untuk singgah ke rumahnya, bagi yang mau singgah, langsung di jamu bagaikan raja, mulai dari di beri minum, wedang, makam hingga merokok, yang ujungnya di ajak untuk menjalin persaudaraan.

Setiap hari dan hari-harinya selalu begitu dan begitu, kecuali kalau dia sedang tidak ada di rumah, dia akan pergi, namun selalu berpesan kepada keluarga yang ada di rumah ketika dia pergi, terutama istrinya, untuk melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan.

Alhasil…
Bukan cuma kehidupannya yang terlimpahi berkah, setiap anak keturunan pergi merantau kemanapun, selalu bertemu banyak saudara yang melebihi keluar sendiri ikatannya.

Cermin Yang Ketiga;
Uwak saya, kakaknya bapak saya, bernama Aruna, itu juga memiliki kebiasaan yang aneh, sama seperti
Uwak saya Mardiyah, begitu juga dengan Bibik saya, adiknya bapak saya yang bernama Fatonah, memiliki kebiasaan aneh seperti Uwak saya Mardiyah, dan bungsunya bapak saya, yang bernama bibil Fatonah, juga sama, memiliki kebiasaan aneh, sama seperti yang di lakukan oleh Mamang saya Sarkawi.

Saya tidak menyaksikan sendiri kisah ini, namun mendengarnya dari cerita ibu kandung saya sendiri, ketika saya sedang risau di pangkuannya, dan saya percaya, ibu saya tidak mengarang cerita bohong.

Karena penasaran, suatu ketika, saya mempraktekan warisan leluhur saya dari garis bapak saya yang secara turun temurun di lakukan ini.

Dan ternyata benar, nyata-nyata benar adanya, bahwasannya, karma itu ada, hukum sebab akibat itu ada, dan saya telah membuktikannya sendiri, dan lagi, hingga sampai sekarangpun saya masih melakukannya.

Salah satunya;
Sebelumnya mohon maafkan…
Di Gubug Jenggolo Manik Di Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.

Siapapun dan dari manapun orang yang datang dan menginap untuk belajar serta berapapun jumlahnya, itu makan minum medangnya, bahkan ada kalanya hingga ke rokoknya, saya yang menanggung, selama masa belajar di Gubug Jenggolo Manik Bersama saya.

Namun di sepanjang sejarah perjalanan hidup saya, belum ada catatan agenda yang meriwayatkan saya tidak bisa ngasih makan satupun yang datang dan menginap di Gubug Jenggolo Manik untuk belajar.

Selalu ada dan selalu bisa, padahal, saya hanya duduk bersilah Patrap Semedi, ada kalanya keluar untuk mendatangi undangan, uang undangannya pun, hanya habis di mobil, tidak sampai ke Gubug Jenggolo Manik, tidak bekerja, tidak punya bisnis apapun.

Numun bersama WPG-WPL yang saya sertai dengan Karma baik, yaitu menjamu para pembelajar, maka kebaikan yang membawa berkah pula yang saya peroleh bersama para Kadhang yang sedang belajar bersama saya di Gubug Jenggolo Manik.

Dan masih banyak berkah-berkah lainnya yang tidak bisa saya ingkari, yang jika harus saya kabarkan satu persatu, bisa keriting jari saya ngetiknya, dan tentunya mata anda bisa perih membacanya, dan yang tentunya semua itu berawal dan bermula dari sipat dan sikap pribadi kita sendiri tentunya.

Terima Kasih Romo….
He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Ilmu Pengertian Dan Pemahaman Penting Dari Wong Edan Bagu Untukmu Sekalian:


Ilmu Pengertian Dan Pemahaman Penting Dari Wong Edan Bagu Untukmu Sekalian:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 10:44. Hari Selasa. Tanggal 27 November 2018.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian…
Terkadang kita lebih cenderung ber
fokus mengubah orang lain agar supaya menjadi lebih baik, akan tetapi akhirnya kita lelah dan kecewa sendiri, karena tak kunjung berubah juga, ada kalanya malah bertambah menjadi semakin parah, itu di karenakan, kita tidak punya andil untuk mengubahkan orang lain.

Hanya Tuhan yang sanggup, yang kita dapat lakukan hanya bertaubat dan beriman lalu menunjukkan Fadilah taubat dan iman itu kepada orang tersebut.

Selebihnya Tuhan yang akan bertindak untuk mengubahkan orang tersebut.

Belajar mengubah diri sendiri jauh lebih baik ketimbang memaksa orang lain untuk berubah sesaui apa yg kita mau.

Berikut ini pengertian dan pemahaman serta caranya;

Kepribadian Diri kita itu, memiliki sipat dan sikap, sipat manusia, itu cenderung dengan ego dan pamrih, mau bertaubat dan beriman hanya kepada Tuhan, berati berhasil merubah sipat menjadi tanpa ego dan pamrih.

Sikap adalah lebih dari sekedar berkata “saya bisa” sikap adalah percaya bahwa kita bisa.

Kita perlu percaya sebelum melihat, karena melihat itu berdasarkan kondisi, dan percaya itu berdasarkan iman.

Sikap bukanlah sekedar kondisi pikiran, sikap juga merupakan cerminan dari apa yang kita hargai, sikap adalah lebih dari sekedar mengatakan bahwa kita bisa.

Sikap adalah percaya bahwa kita bisa, sikap menuntut rasa percaya sebelum melihat, karena melihat berdasarkan pada keadaan dan percaya berdasarkan pada iman.

Sikap bersifat sangat menular, terutama bila kita mempersiapkan diri untuk hari esok.

Kita berkuasa penuh atas sikap-sikap kita itu, tidak ada orang lain yang berkuasa untuk mengubah sikap kita tanpa izin dari kita sendiri.

Sikap kita memungkinkan diri kita lebih berdaya daripada uang, mengatasi kegagalan-kegagalan kita dan menerima orang lain sebagaimana diri mereka, dan apa yang mereka ucapkan.

Sikap lebih penting daripada bakat, dan lebih penting daripada segala keterampilan yang diperlukan untuk kebahagiaan dan kesuksesan.

Sikap kita bisa digunakan untuk membangun diri kita atau untuk menghancurkan kita “kitalah yang menentukan pilihan” karena di balik sikap inilah “Sabda Kesadaran” kita berada.

Sikap juga memberikan kebijaksanaan kepada kita untuk mengetahui bahwa diri kita tidak bisa mengubah peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, apa lagi masa lampaunya orang lain.

WEB;
“Saya yakin bahwa hidup terdiri dari 10% apa yang terjadi pada diri saya dan 90% bagaimana saya menanggapinya dan dengan kondisi pikiran semacam itu, saya tetap berkuasa atas sikap saya”

Sikap adalah suatu pilihan…!!!
Kita memiliki kekuasaan untuk memilih tanggapan kita atas segala situasi.

Dua jenis filter untuk karakter pilihan yang berdampak besar sekali atas respon kita sendiri adalah; Filter-filter yang ada di dalam kendali kita (sipat) dan filter-filter yang ada di luar kendali kita (sikap).

Sebab itu saya menyarankan, sadarilah kemana perginya kesadaranmu ketikan Patrap Semedi.

Karena kendaraan Kesadaran, itu adalah sipat dan sikap kita sendiri,
Sipat adalah filter yang terkendali, karena sudah bertaubat dan beriman, sedangkan filter di luar kendalinya adalah Sikap, karena sedang Laku Murni Menuju Suci.

Contoh;
Seperti jenis kelamin dan usia. Itu adalah filter yang berada di luar kendali kita.

Sedangkan nilai-nilai dan pendidikan, itu adalah filter di dalam kendali kita.

Dengan sikap, kita bisa memberdayakan unsur-unsur yang berada di dalam kendali kita dan meminimalkan pengaruh dari unsur-unsur yang berada di luar kendali kita.

Apakah filter itu ada di dalam atau di luar kendali kita, sikap kita bisa sangat berpengaruh pada respon kita terhadap keadaan-keadaan dalam kehidupan ini.

Sikap kita adalah salah satu dari beberapa hal dalam hidup ini yang bisa kita kendalikan.

Meskipun kita tidak bisa meramalkan jatuh bangun yang akan kita alami, namun kita bisa mengendalikan cara kita bereaksi terhadap jatuh bangun kita tersebut.

Sikap itu sangat menular, kenapa dan mengapa saya katakan menular…?!

Sebab karena;
Sikap bisa berpengaruh luar biasa besar pada orang-orang yang bekerja dan hidup bersama kita.

Jadi;
Dengan Wahyu Panca Ghaib yang di lakukan badahkan dengan Wahyu Panca Laku, kita bisa memilih dan memastikan, untuk menjadi orang yang positif atau negatif, gagal atau sukses, sakit atau sehat, susah atau bahagia, sesat atau sempurna, mati atau hidup. He he he . . . Edan Tenan.

Hal ini bisa saya gambarkan seperti kisah timba/ember yang sedang dalam perjalanan menuju sumur.

Timba/Ember yang pesimis akan berkata;
Betapa tidak bergunanya apa yang aku lakukan, waktu demi waktu aku turun ke sumur dan menjadi penuh, tetapi aku selalu kembali ke sumur lagi dalam keadaan kosong.

Namun Timba/Ember yang positif akan berkata;
Sungguh aku menikmati apa yang aku kerjakan, aku melihatnya seperti ini, tidak perduli berapa kali aku datang ke sumur dalam keadaan kosong dan aku selalu pergi dalam keadaan penuh.

Kita semua mempunyai kebebasan untuk membuat pilihan-pilihan dalam kehidupan ini.

Tidak ada yang memerintah kita mana yang harus dipilih, kita bebas sepenuhnya untuk membuat pilihan dan menentukan serta memastikannya.

Saya Ulangi sekali lagi;
Sikap adalah lebih dari sekedar berkata “saya bisa” sikap adalah percaya bahwa kita bisa.

Kita perlu percaya sebelum melihat, karena melihat itu berdasarkan kondisi, dan percaya itu berdasarkan iman. Maka…

Bebaskanlah diri mu dari perbudakan kegagalan dan kehancuran.

Bersikaplah yang Benar dan Tepat…!!!

Ketahuilah bahwa Anda bisa mengubah apapun itu melalui sikap kita dan itu berarti kita bisa mengubah kehidupan kita. He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Lima Komponen Utama Alam Semesta dalam Kehidupan:


Lima Komponen Utama Alam Semesta dalam Kehidupan:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 17:00. Hari Senin. Tanggal 26 November 2018.

Tuhan, Langit, Bumi, Laksa dan Manusia, adalah Lima komponen utama alam semesta, yang pada dasarnya adalah satu raga dan tidak boleh berkurang satupun juga.

Jika hanya ada unsur Tuhan, langit, bumi, laksa, tapi tak ada unsur manusia, maka keberadaan alam semesta menjadi tak bermakna.

Karena Tuhan, langit, bumi, laksa, jadi tidak berucap kata, manusialah yang berperan sebagai penyampai kata.

Manusia adalah makhluk yang memiliki akal budi dan rasa perasaan yang terbungkus kesadaran.

Jika hanya ada unsur Tuhan, langit, bumi, dan manusia, tanpa ada unsur Laksa, maka keberadaan alam juga tidak ada artinya.

Bumi menjadi sebuah hamparan gurun pasir, seperti bulan dan planet lain.

Demikian pula apabila tanpa Tuhan, langit dan bumi, maka manusia beserta laksa, juga tidak dapat eksis dll.

Demikianlah keterkaitan atau ikatan antara, Tuhan, langit, bumi, laksa dan manusia, adalah merupakan lima komponen pembentuk alam semesta yang saling terkait satu sama lain.

Kini mari kita mengenal lebih jauh tentang ‘ke-Lima-nya’ Dengan bola mata dapat kita lihat benda-benda langit seperti matahari, bulan, bintang, dan angkasa raya yang tak terbatas.

Mentari dan rembulan beredar menerangi bumi di dalam ayoman langit.

Langit juga lah yang mengayomi kehidupan laksa dan manusia beserta benda-benda di bumi.

Apalagi yang bisa dapatkan dari langit…?!

Sinar surya yang menghangatkan bumi ketika siang, sinar rembulan yang menyejukkan bumi ketika malam, berpancar terang bintang yang berkilauan di kegelapan malam.

Inilah keindahan alam semesta di tengah keheningan dan dinamika kehidupannya, itu baru Langit Lo…

Belum lagi Bumi, yang tentunya sama seperti yang di lakukan oleh langit, belum lagi Laksa, yang pastinya juga, sama seperti yang di lakukan oleh langit dan bumi, dan kesemuanya itu, Tuhan yang memberi dan manusia yang menikmati.

Inilah keseimbangan dan keselarasan alam semesta, yang pada hakikatnya adalah berada satu wadah wujud yang tak terpisahkan.

Terjadinya peredaran angin, awan, embun, salju, dan hawa positif–negatif adalah karena adanya keserasian dan keselarasan antara keheningan (aspek diam) dan dinamika (aspek gerak) alam semesta, sehingga semua kehidupan bisa bertahan dan berkembang.

Peredaran mentari dan rembulan yang harmonis, menunjukan aktivitas dan peristirahatan atau on dan of.

Itulah Keharmonisan alam semesta dari lima unsur yang sudah saya sedikit uraikan diatas. Yaitu; Tuhan, Langit, Bumi, Laksa, Manusia.

Sebagai Gambaran dari saya Wong Edan Bagu tentang Wahyu Panca Ghaib. Tersebut;
Kunci, Paweling, Asmo, Mijil, Singkir.
Yang tak lain dan tak buka. Adalah;
Sedulur Papat Kalima Pancer kita sendiri. Tersebut;
Mutmainah, Aluamah, Hidup, Amarah, Supiyah.
Yang kesemuanya itu berada dalam satu wadah.
Yaitu;
Wujud atau Raga kita ini.

Itu sebab dan karena itu, kenalilah Wahyu Panca Ghaib sebaik mengenal lekuk tubuh kita sendiri.
He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

ILMU Ke – TUHAN – Nan:


ILMU Ke – TUHAN – Nan:
(Tuhan Dan Agama)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 17:55. Hari Sabtu. Tanggal 24 November 2018.

Setiap seseorang, akan menemukan segala sesuatu yang tercantum di dalam kitab-kitab suci, akan tetapi, juga akan menemukan hal-hal yang tidak terdapat dalam kitab-kitab suci.

Sebab karena hal itu telah disabdakan secara langsung oleh Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri, kepada setiap kedirian seseorang, sebelum kitab menjadi almanak dunia “artinya” jauh lebih dulu sebelum kitab apapun ada.

“itulah taraf khusus Ilmu Ke-Tuhan-nan yang sempurna”

Kalau semua agama dianggap benar, karena tidak satupun agama yang mengajarkan keburukan dan ketidak baikan.

Mengapa dan kenapa kita tidak pergi ke masjid ketika hari Jum’at, ke Gereja waktu hari Minggu, dan seterusnya ke agama-agama lain sesuai dengan upacara-upacara ritual lainnya…?!

Bermula dan Berawal dari sinilah, dulu, saya mempelajari semua agama yang ada di dunia ini, tanpa peduli dianggap kafir dan murtad bahkan sesat.

Apakah Wong Edan Bagu berdosa karena melakukan hal yang konyol itu…?!

Padahal intinya bukan disitu dan bukan itu.

Me-yakin-ni, itulah Kunci-Nya, (Wahyu Panca Ghaib).

Sedangkan Gembox-Nya adalah “Meng-iman-ni” (Wahyu Panca Laku.

Inilah sebab akibat Utamanya.

Menurut saya, kalau dengan mengikuti satu ajaran agama saja, saya tidak akan bisa dengan mudah Meyakini dan Mengimani.

Bagaimana mungkin meyakini dan mengimani semua ajaran agama…?!

Banyak tokoh bahkan pemimpin umat yang terlihat hebat dalam bidang agamanya masing-masing.

Namun sangat langka yang berhasil meyakini dan mengimani agamanya dengan tepat, jangankan tepat, dari benar saja, terlalu sangat amat jauh.

Apalagi pada tataran umat, justru banyak diantara kita yang terjebak pada fanatik atau picik bahkan munafik.

Dan mohon maaf, hal tersebut banyak saya saksikan secara langsung pada semua penganut agama, sejak dulu saya masih belajar hingga kini saya sudah mengerti dan memahaminya Tuhan yang ada di balik setiap agama.

Itu salah satu bukti dari tidak bisa nya meyakini dan mengimani agamanya dengan benar.

Cobalah renungkan…
Sewaktu kita mendengar ada laskar bringas yang berdalih menertibkan, lalu mengobrak-abrik bahkan tega mencederai sesama manusia.

Dilain kesempatan, mereka bahkan menutup tempat peribadatan dengan berdalih mengganggu mayoritas sekeliling.

Lain waktu lagi, terdengar beritanya membakar bahkan menghancurkan (bom) rumah ibadah, yang dilabelkan penyesatan, ada juga yang mengusir umat lain dari kampung halamannya, bahkan ada juga yang mengusir dari negaranya, dimana ia tinggal.

Apakah pemimpin dan anggota laskar tersebut Me-yakin-ni dan Meng-iman-ni dengan benar agamanya…?!

Kebanyakan dari kita, salah bahkan tidak tepat dalam meyakini dan mengimani agama kita.

Kita bukannya meyakini dan mengimani, akan tetapi terperangkap oleh kefanatikkan.

Bahkan banyak yang mengatakan bahwa fanatik itu baik, atau fanatik yang baik, fanatik yang tidak merugikan, bahkan sintingnya, di katakan sebagai fanatik yang di-ridhai Tuhan dll.

Padahal fanatik itu, kalau saya rasakan dengan sadar, adalah kebalikan dari toleransi.

Jadi…
Bagaimana dengan yang dimaksud fanatik yang baik itu, sungguh absurd.

Itulah sebabnya, banyak dari kita yang mengira, bahwa kefanatikan itu sama dengan meyakini dan mengimani.

Sehingganya mereka beranggapan, bahwa semakin fanatik, berati semakin meyakini dan semakin mengimani.

Dan apa yang terjadi, dengan fanatik mereka cenderung memaksakan kehendak, anarkis bahkan hingga sadis, menganggap Tuhan dari Agama lain salah atau tidak sama.

Dan itu untuk Wong Edan Bagu sangat konyol bagi seseorang yang mengaku berAgama dan berTuhan.

Karena kalau menganggap bahwa Tuhan dari agama lain salah atau tidak sama, bukankah itu berarti mempercayai bahwa Tuhan ada lebih dari satu…?!

Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak menciptakan agama, tapi mewahyukan ajaran kebenaran, maka ketika sering kali ada yang bertindak bringas mengatas namakan pembelaan agama, berarti lupa bermartabat sebagai manusia, padahal mengaku beragama paling hebat didunia, dan berTuhan paling yahud sejagat.

Bahkan tidak sedikit yang mengaku agama-nya-lah yang mengajarkan cinta kasih sayang, agama-nya-lah yang disempurnakan, dllnya yang serba hebat, tapi ditanggalkan begitu saja ketika melakukan kebringasan.

GAWAT…!!!
Kan…???

Selain itu, apakah ada di suatu ayat di dalam kitab suci tertentu yang mengatakan Tuhan butuh pembelaan…?!

Bukankah yang sering kita dengar adalah, Tuhan itu tempatnya kita mengadu, memohon ampun, memohon anugrah, dan permohonan-permohonan lainnya…!!!

Bukankah yang sering kita yakini adalah kita itu ciptaan Tuhan…?!

Terus kalau semua manusia itu ciptaan Tuhan, apa susahnya bagi Tuhan untuk memusnahkan menusia…?!!

Jadi…
Dalih kebenaran yang mana, sehingga kita beragumentasi membela Tuhan dengan mencederai sesama manusia, bahkan membunuh manusia yang hanya karena tidak seagama…?!

Padahal jelas bahwa manusia yang kita cederai dan kita tega binasakan itu adalah ciptaan Tuhan kita juga.

Hal ini semakin menggambarkan bahwa mereka tidak percaya bahwa Tuhan itu Maha Esa, juga tidak percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah, karena menganggap manusia-manusia lain yang diperlakukan dengan sadis tersebut, bukan ciptaan Tuhan nya juga.

Kalau kita anggap misalnya Tuhan itu seperti Bapak kita, lalu kita tega membunuh saudara kita yang adalah anak dari Bapak kita juga, hanya karena kita beda prinsip, beda pandangan.

Apakah Bapak kita hanya mengajarkan kebenaran pada kita dan mengajarkan kesalahan pada saudara kita lainnya…?!

Lalu apa mungkin kita diutus Bapak kita untuk membunuh saudara kita yang tidak sejalan…?!

Dan kalau saudara kita yang tidak sejalan tersebut juga berbuat sama, anarkis dan sadis, karena juga sefanatik kita, dan fanatik itu dianggap benar, bukankah itu berarti Bapak kita yang meng-adu-domba kita…?!

Apakah keyakinan itu yang masih kita pertahankan hingga kini…?!

Khususnya Anda yang mengaku Putro Romo…!!!

Yaitu;
TUHAN MENGADU-DOMBA KITA.

Itu pasti logika kebangetan dan spiritual kelewatan bukan…?!

Tinggalkan kefanatikkan, ubahlah menjadi Iman (Wahyu Panca Laku), karena Iman itu sangat luar biasa, mengimani adalah inti dari semua agama itu sendiri, dan sesungguhnya mengimani ini, tidaklah mudah, karena siapapun dia, kalau sudah mencapai itu, tidak tergoyahkan, dan tidak akan anarkis dan sadis, untuk membela agama, apalagi anarkis dan sadis berdalih membela Tuhan, yang nota-bene Bapak kita bersama, yang menciptakan kita semua.

Begitu juga saya, kamu dan dia, tidak perlu anarkis dan sadis, kalau memang kita semua sudah sama-sama mengimani agama kita masing-masing.

Jadi…
Ayolah kita tanggalkan kefanatikkan, jangan juga bertanya Tuhan agamamu apa…?!

Sebab Tuhan hanya mengajarkan cinta kasih sayang dan bersabda tentang kebenaran.

Karena sejatinya Tuhan adalah Dzat Suci (maksudnya; cinta kasih sayang yang berkesadaran benar), dan itulah Tuhan yang tidak butuh pengakuan kita, karena Tuhan memang adalah cinta kasih sayang yang berkesadaran benar itu sendiri.

Untuk mencapainya, di butuhkan kesadaran, bukan ego, bukan pamrih, juga bukan fanatik dan munafik, apa lagi anarkis dan sadis.

Dan semakin tinggi kesadarannya, semakin tidak membutuhkan agama, ritual, rialat, ube rampe bahkan ilmu jenis apapun, sebab karena, bisa langsung merasakan berhubungan dengan “Dzat Suci” Tuhan Sang Pencipta, tanpa proses bentuk dan jenis apapun “Itulah Ilmu Ke-Tuhan-Nan yang sebenarnya/tepat.

Semoga penggambaran dari saya Wong Edan Bagu ini, tidak menjadikan siapapun berdalih sudah mencapai tingkat kesadaran tertentu, lalu tidak mendatangi masjid/gereja/pura/wihara/kelenteng/dan lain-lain, sebab karena bukan itu maksudnya.

Itulah sebab karenanya Wong Edan Bagu mempelajari semua agama yang ada di dunia ini, sehingganya, mengerti dan memahami serta mengetahui bahkan menyaksikan sendiri Tuhan nya tiap-tiap agama secara langsung di TKP, bukan katanya.

Sehingganya…
Walaupun sekarang sudah Putro Romo, tetap menghormati dan mencintai, mengasihi, menyayangi semuanya, bahwa semua ajaran agama adalah baik, kalau ada ketidak baikkan, itu adalah pemeluknya, bukan agamanya, apalagi Tuhan-Nya.

Tuhan Dan Agama:
Tuhan ada karena manusia, begitu pula dengan Agama, Keduanya diciptakan oleh manusia.

Sedangkan ke-Yakin-nan adalah Ibu kandung keduanya (Tuhan dan Agama) Bapak kandungnya, adalah manusianya itu sendiri.

Kalau Manusia di Lenyapkan, keduanya (Tuhan dan Agama) masuk ruang hampa “vakum” ibarat raja tanpa rakyat, semua Cerita dan Sejarah apapun itu “Berhenti Total” He he he . . . Edan Tenan.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Tanpa KEYAKINAN atau KEPERCAYAAN, setiap PENCAPAIAN akan berujung pen-CAPEK-an:


Tanpa KEYAKINAN atau KEPERCAYAAN, setiap PENCAPAIAN akan berujung pen-CAPEK-an:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Tulang Bawang Lampung Tengah. Pukul. 22:39. Hari Rabu. Tanggal 7 November 2018.

Intinya Laku adalah; Kesadaran, sedangkan Sarinya adalah; Rasa, Menyadari Arahnya Kesadaran Rasa, itulah Puncaknya.

Dan Kebahagiaan yang paling besar, adalah; Mengubah Rasa itu menjadi “ACTION” sebab karena itu…

Para Kadhang Kinasihku sekalian, berlayarlah dan temukan Muara Hikmah Di Pulau Samudera Cinta Kasih Sayang Hidup-mu, Wahyu panca ghaib sebagai perahu-mu dan Wahyu panca laku sebagai layarnya, sedangkan kemudinya, adalah kesadaran-mu akan Rasa.

Semua Pelayaran Kita Tertuju Pada Satu titik Muara Cinta Kasih Sayang Hidup, Yaitu; Abadi bersama Yang Esa. He he he . . . Edan Tenan.

Cara ACTION-nya…
Bagaimana pak WEB…?!

ACTION-nya… Extrim.
Kalau di lihat dengan kacamata umum.

Contoh;
Seminggu yang telah berlalu, saya punya uang sejumlah tiga juta rupiah, uang tiga juga rupiah ini, tidak saya berikan kepada anak istri saya, walau saya tahu, mereka sedang membutuhkannya, juga tidak pula saya gunakan untuk keperluan dan kebutuhan pribadi saya di Gubug Jenggolo Manik, seperti membayar tagihan listrik atau lainnya.

Melainkan…
Saya gunakan untuk bekal perjalanan Kadhangan, menemui para Kadhang yang sering mengeluh kepada saya, tentang kendala-kendala kesulitan untuk untuk belajar secara langsung, entah itu soal bekerjaan, uang, atau keluarga.

Berbekal uang tiga juta tersebut, saya mendatangi mereka, di mulai dari Gubug Jenggolo Manik Boyolali, ke Cilacap. Slawi. Brebes. Bekasi. Bogor hingga Bandar Lampung sekarang ini.

Dan sekarang uang tiga juta itu, tinggal tersisa empat ratus ribu, secara manusiawi, saya ingin melanjutkan perjalanan Kadhangan ini, hingga ke Bengkulu. Palembang. Riau. Medan. Padang dan Aceh.

Sebab karena, di wilayah/daerah tersebut, ada banyak Kadhang yang rindu ingin bertemu saya, dan ada banyak calon Putro Romo yang telah menyatakan dirinya ingin berTaubat dan berIman, namun terkendala pekerjaan, keluarga atau uang, untuk bisa datang ke Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2 atau Gubug Jenggolo Manik, sehingga mengalami kesulitan.

Namun…
Berhubung bekalnya tinggal tersisa empat ratus ribu saja, hanya cukup untuk menyebrang dari Pelabuhan Bakauheni – Merak, yang ongkosnya 375.000, sisa 25. 000 untuk ongkos ke Gubug Jenggolo Manik Boyolali setelah Penyebrangan.

Maka…
Hari ini, Perjalanan Kadhangan ini, saya tunda sampai di Way Abung.
Di Rumah Kadhang Komar Udin.
Alamat;
Desa Tunas Asri. RK4. Kec. Tulang Barat. Kab. Tulang Bawang Tengah. Lampung Tengah.

Dan akan saya lanjutkan di lain waktu lagi, jika suatu ketika saya punya uang lagi, besok hari kamis pagi tanggal 8 november 2018 saya akan kembali ke Gubug Jenggolo Manik lagi, untuk stan by.

ACTION-nya… Extrim kan…?!
Kalau di lihat dengan kacamata umum/Awam.

Letak Extrimnya dimana…?!

Disini…!!!

Pertama;
Anak dan Istri saya, membutuhkan sandang sanding sandung, di setiap harinya, kebutuhan itu selalu bertambah, katanya aturan hukum duniawi, itu adalah tanggung jawab, yang jika tidak di laksanakan, akan menjadi dosa bahkan di laknat Tuhan.

Ketika saya punya uang, bukannya saya berikan kepada anak istri saya, malah saya buat biaya keliling kadhangan menebar Cinta Kasih Sayang yang Hidup ke sesama Hidup.

Apakah itu tidak Extrim…?!

Kedua;
Setelah perjalanan jauh, menyebrang antar pulau, uang tiga juta itu tinggal tersisa empat ratus ribu saja, sementara perjalanan berada di pertengahan yang jauh, melanjutkan perjalanan, masih jauh, kembali lagi, juga jauh.

Apakah itu tidak Extrim…?!

Sudah tahu seperti itu, kenapa di lakukan juga pak WEB…?!

Kalau sudah begitu, terus gimana pak WEB…?!

Kan rugi sana sini pak, anak istri tentunya bla bla bla…

Sementara pak WEB sendiri jadi bla bla bla…

Siapa bilang…?!

Kemaren, melalui WA, saya malah di pamerin sama istri saya, di pamerin uang berlembar-lembar dan sembako yang lengkap untuk kebutuhan dapur.

Selain itu…
Tuhan juga menunjukan kepada saya secara langsung seperti ini…

Seluruh keluarga besar saya, sudah mendapat stempel jaminan selamat hingga sempurna, tujuh turunan kekanan, kekiri, kedepan, kebelakang, keatas dan kebawah.

Kanapa pak WEB masih saja melakukan hal-hal seperti ini, kan keluarga besarnya sudah jelas dan pasti terselamatkan hingga sempurna.

Karena kehidupan saya di dunia ini, tidaklah sendiri, saya punya teman, punya sahabat, punya rekan, punya partner, punya cs dll.

Dan uang tiga juta, yang seharusnya untuk menanggung jawab anak istri saya itu, namun tidak saya lakukan, malah saya gunakan untuk biaya KeKadhang, berhasil menyelamatkan teman-teman saya, sahabat-sahabar saya, rekan-rekan saya, partner-partner saya, cs-cs saya dll saya.

Terutama orang-orang yang membenci saya, mengfitnah saya, sirik, iri, dengki kepada saya, semuanya terselamatkan.

Adakah yang lebih membahagiakan dari menyaksikan hal-hal sedemikian ini…?!

Tanpa KEYAKINAN atau KEPERCAYAAN, setiap PENCAPAIAN akan berujung pen-CAPEK-an.

Dan untuk bisa Yakin atau Percaya, tentunya harus menyaksikan bukan…?!

Bagaimana mungkin kita bisa Yakin, kalau tidak menyaksikan sendiri…!!!

Bagaimana mungkin kita bisa Percaya, jika tidak mengalaminya sendiri..!!!

Jikalau masih katanya…!!!

Panjenengan Bisa Berani ACTION – Extrim…?!

Saya Jamin…!!!
Panjenengan akan menyaksikannya sendiri, apapun yang sudah saya kabarkan melalui artikel dan vidio di internet, bahkan lebih dari sekedar itu, dan semua serta segalanya itu, bukan katanya Wong Edan Bagu.

Menyaksikan apa…?!

Apapun yang di maksud…!!!
He he he . . . Edan Tenan.

Hati kita adalah peti yang sering kita anggap kosong, kekayaannya hanya akan kita temukan, bila kita sendiri membuka hati kita.

Tiap-tiap kita direncanakan mulia oleh Tuhan. Tuhan tidak pernah menciptakan yang sia-sia.

Maka, jika ingin sampai kepada kemuliaanmu “ACTION” lah, untuk muncul atau ditemukan dengan diruntuhkan dari tanah asalmu, digali, diayak, dipisahkan, kemudian ditempa dengan panas dan pukulan.

Jangan terus dalam kehidupan dengan kebaikan yang kita lekatkan pada lumpur kotor yang terus membebani & melumuri dan menutupi kilauan Hati-mu.

Sabda-ku:
Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏
Aaamiin🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya