SEDULUR PAPAT DAN MALAIKAT EMPAT:


The Sampul.01

SEDULUR PAPAT DAN MALAIKAT EMPAT:
Tahukah Anda, Empat Malaikat Yang Memiliki Tingkatan Tertinggi Disisi Allah?
Iya bener; baiklah kalau begitu. Inilah Malaikat papat menurut Laku agama. Pertama:

1.Israfil.
Adalah malaikat yang pertama kali sujud kepada Adam. Dialah pemilik sangkakala yang jika ditiup, maka nyawa-nyawa akan kembali ke tubuh masing-masing dan orang mati akan hidup kembali. Dia disebut juga sebagai pemanggil orang-orang mati, karena pada hari kiamat ia akan memanggil orang-orang mati seraya berkata, “Wahai orang-orang yang telah hancur, bangkitlah kalian!”. Maka, mereka pun bangkit.

2.Jibril.
Adalah malaikat yang dijuluki dengan kepercayaan Allah (Aminullah). Juga disebut dengan “Waliyu al-Anbiya” karena dia adalah penyampai wahyu Allah kepada para Nabi serta menjauhkan dari musuh-musuh mereka. Ia disebut juga dengan “Ruh al-Quds” yang aroma tercium (kehadirannya diketahui) serta memberikan kehidupan. Tempatnya adalah di “Shidratu al-Muntaha”.

3.Mikail.
Adalah malaikat terdekat yang membawa berkah. Ia dipanggil dengan Pembagi Rezeki karena bertugas membagikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya.

4.Izrail.
Adalah malaikat mulia (agung) yang mendapat tugas dari Allah untuk mencabut ruh. Dia disebut sebagai malaikat maut; kemana pun dia pergi, dia tidak akan kembali sebelum mencabut nyawa.

Sedulur Papat, Lima Pancer.
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati tulisannya dimulai dari lagu Dhandanggula yang bunyinya sebagai berikut:

Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat” itu adalah Marmati, Kawah, Ari – ari (plasenta/ tembuni) dan Darah yang umumnya disebut Rahsa. Semua itu berpusat di Pusar yaitu berpusat di Bayi.

Jelasnya mereka berpusat di setiap manusia. Mengapa disebut Marmati, kakang Kawah, Adhi Ari – Ari, dan Rahsa? Marmati itu artinya Samar Mati (Takut Mati)! Umumnya bila seorang ibu mengandung sehari – hari pikirannya khawatir karena Samar Mati. Rasa khawatir tersebut hadir terlebih dahulu sebelum keluarnya Kawah (air ketuban), Ari – ari, dan Rahsa. Oleh karena itu Rasa Samar Mati itu lalu dianggap Sadulur Tuwa (Saudara Tua). Perempuan yang hamil saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) sebelum lahir bayinya, dengan demikian Kawah lantas dianggap Sadulur Tuwa yang biasa disebut Kakang (kakak) Kawah. Bila kawah sudah lancar keluar, kemudian disusul dengan ahirnya si bayi, setelah itu barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni).

Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, ia disebut sebagai Sedulur Enom (Saudara Muda) dan disebut Adhi (adik) Ari-Ari. Setiap ada wanita yang melahirkan, tentu saja juga mengeluarkan Rah (Getih=darah) yang cukup banyak. Keluarnya Rah (Rahsa) ini juga pada waktu akhir, maka dari itu Rahsa itu juga dianggap Sedulur Enom. Puser (Tali pusat) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari. Tali pusat yang copot dari pusar juga dianggap saudara si bayi. Pusar ini dianggap pusatnya Saudara Empat. Dari situlah muncul semboyan ‘Saudara Empat Lima Pusat’
Keempat nafsu yang digambarkan oleh ke empat hewan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja, tentu akan selalu merasa ingin menang sendiri dan selalu ribut/ bertengkar dan akhirnya akan kehilangan kesabaran. Oleh karena itu, sabar adalah alat untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.
Supiyah / Keindahan : Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara). Maka dari itu manusia yang terbenam dalam nafsu asmara/ berahi diibaratkan bisa membakar dunia.

Aluamah / Serakah : Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah dan aluamah. Maka dari itu, apabila nafsu tersebut tidak dikendalikan manusia bisa merasa ingin hidup makmur sampai tujuh turunan.

Mutmainah / Keutamaan : Walaupun nafsu ini merupakan keutamaan atau kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga kita sendiri menjadi kekurangan, jelas itu bukan hal yang baik.

Maka dari itu, saudara empat harus diawasi dan diatur agar jangan sampai ngelantur. Manusia diuji agar jangan sampai kalah dengan keempat saudaranya yang lain, yaitu harus selalu menang atas mereka sehingga bisa mengatasinya. Kalau Manusia bisa dikalahkan oleh saudara empat ini, berarti hancurlah dunianya. Sebagai Pusat, manusia harus bisa menjadi pengawas dan menjadi patokan. Benar tidaknya silakan anda yang menilai.

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER DAN SISTEM KEMALAIKATAN.
Setelah Islam masuk P.JAWA kepercayaan tentang saudara empat ini dipadukan dengan 4 malaikat di dunia Islam yaitu Jibril, Mikail , Isrofil, Ijro’il. Dan oleh ajaran sufi tertentu di sejajarkan denga ke’empat sifat nafsu yaitu: Nafsu Amarah, Lawwamah, Sufiah dan Mutmainah.

Pertama Jibril atau dalam bahasa ibrani Gabriel artinya pahlawan tuhan fungsinya adalah penyampai informasi, didalam islam dikenal sebagai penyampai wahyu pada para nabi. Dalam konsep islam Jawa Jibril diposisikan pada kekuatan spiritual pada KETUBAN. Ada pandangan yang menyatakan setelah N.Muhammad wafat maka otomatis Jibril menganggur karena beliaulah orang yang menerima wahyu terakhir.

Tapi tidak demikian dalam pandangan Jawa, setiap orang di sertai Jibrilnya. Hakikatnya hanya ada satu Jibril di alam raya ini tapi pancaran cahayanya ada dalam setiap diri. seperti Ruh tidah pernah dinyatakan dalam bentuk jamak didalam Al-Quran. Tetapi setiap diri mendapat tiupan ruh dari tuhan dan ruh tersebut menjadi si A, si B, si C Dst.. satu tetapi terpantul pada setiap cermin sehingga seolah2 setiapm cermin mengandung Ruh, dan manusia sebenarnya adalah cermin bagi sang diri. setiap diri menerima limpahan cahayanya.

Diantara limpahan cahayanya adalah Jibril yang menuntun setiap orang.
Jibril akan menuntun manusia kejalan yang benar, yang telah membersihkan dirinya, membersihkan cerminnya, membersihkan hatinya. Jibril lah yang menambah daya agar teguh dan tebal keimanan seseorang. dalam khasanah jawa Jibril berdampingan dengan Guru sejati, bersanding dengan diri Pribadi.

Jibril tidak mampu mengantarka diri Nabi ke Sidratul Muntaha dalam Mij’raj beliau juga diceritakan ketika Jibril menampakan diri kehadapan rasul selalu ditemani malaikat mulia lainnya yaitu Mikail isrofil Ijroil.

Jelas kiranya bahwa kahadiran ketuban ketika membungkus janin ternyata disertai saudara2nya yang lain. Ditinjau dari keddudukannya yang keluar paling awal maka disebut sebagai kakak atau kakang (saudara tua ) si bayi. begitu bayi lahir maka selesailah sudah tugas ketuban secara fisik. tetapi exsistensi ketuban secara ruhaniah ia tetap menjaga dan membimbing bayi tersebut sampai akhir hayat.

Secara extensi Jibril diciptakan setelah malaikat Mikail. dan Tali Pusar ada lebih dulu dari pada selaput yang membungkus janin di pintu rahim (cervix)
Ke Dua Malaikat Israfil. Menurut hadis malaikat Israfil diciptakan setelah penciptaan Arsy ( Singgasana Tuhan ) disebut sebagai malaikat penggenggam alam semesta, ia meniup Terompet Pemusnahan Dan Pembangkitan. Ia digambarkan menengadah ke atas untuk melihat jadwal kiamat yang ada di Lawh Al Mahfuzh.

Israfil di sepadankan dengan ari-ari, tembuni atau Placenta, Ari-Ari adalah yang memayungi sang janin sampai ketempat tujuan dialah yang memberikan keamanan menyalurkan makanan dan kenyamanan pada janin dengan ari-ari ini kehidupan berlangsung dalam janin.

Exsistensi Ari-ari ini disejajarkan dengan malaikat Israfil Dalam kelahiran janin, Ari-ari diterima sebagai saudara muda (adik).

Meskipun jasadnya telah tak ada lagi ari-ari tetap memberikan perlindungan bagi manusia setelah dilahirkan. Dari sisi keberadaanya malaikat Israfil dicipta terlebih dahulu dari pada malaikat Mikail dan Jibril As. Israfil diyakini sebagai Pelita Hati Bagi manusia agar hatinya tetap terang, Itulah sebabnya sejahat-jahatnya manusia masih ada secercah cahaya dalam hatinya tetap ada kebaikan yang dimilikinya meski hanya sebesar debu…

Yang ketiga adalah Malaikat Mikail, Salah satu malaikat yang menjadi pembesar para malaikat.. Tugas malaikat Mikail adalah Memelihara Kehidupan. Dalam hadis diceritakan bahwa malaikat Mikail mengemban tugas memelihara pertumbuhan pepohonan, kehidupan Hewan juga Manusia.. Dialah yang mengatur angin dan hujan dan membagi rejeki pada seluruh mahluk.

Pada konsep sedulur papat yang sudah di sesuaikan dengan ajaran Islam, Tali Pusar merupakan Lokus, tempat dudukan bagi malaikat Mikail dia merupakan tali penghubung bagi kehidupan manusia.Zat zat makanan, Oksigen dan Zat yang perlu dibuang dari tubuh janin agar tidak meracuni tubuh janin. Subhanallah.. Dia telah mengatur kehidupan manusia dalam rahim melalui malaikat malaikatnya.

Mikail dipandang orang jawa sebagai saudara yang memberikan sandang, pangan dan papan, Jika seseorang memohon perlindungan tuhan maka Mikail yang akan menjalankan perintah Tuhan untuk melindunginya.

Ke Empat adalah Malaikat Ijroil. Malaikat Maut yang dipercaya sebagai yang bertanggung jawab akan Kematian. Kehadirannya amat ditakuti Manusia.. Jika ajal telah tiba maka ia akan Me wafatkan manusia sesuai waktunya.

Dalam konsep sedulur papat Malaikat maut ini ternyata saudara Manusia sendiri bukan orang lain dan ia tidak akan menyalahi tugasnya bila seseorang belum sampai ajalnya dia tak akan mewafatkannya.. Dia hadir untuk meringankan penderitaan manusia, saudara sejati pasti melindungi bila yang bersangkutan selalu dijalan yang benar. Bayangkan bila manusia tidak bisa mati tetapi hidupnya menderita..? apa tidak tersiksa..? bayangkan bila ada orang yang mau mati aja sulitnya bukan main.. Nauzubillah..

Ijroil disebut sebagai kekuatan Tuhan yang berada didalam Darah, Dalam kehidupan sehari hari Ijroil bertugas untuk menjaga hati yang suci, Jika hati terjaga kesuciannya maka ketakutan akan hidup menderita dan kematian akan tak ada lagi.

Jika ajal telah sampai maka Ijroil mengorganisasi malaikat lainnya, mengorganisasi saudara saudara lainnya untuk mengakhiri hidupnya. Permana yang memberikan kekuatan pada sang Jiwa diangkat keluar tubuh, sehingga tubuh tak dapat lagi dikendalikan oleh jiwa. Ruh penyambung hidup kita lepas.. tubuh menjadi lunglai lak berdaya dan ini bentuk umum kematian bagi manusia.. loh kok gitu yaa..? Nah yang tidak umum yaaa.. bila Sang Diri Sejati manusia mampu memimpin saudara-saudaranya untuk melepaskan Jiwa manusia kealam Gaib. Orang demikian sudah mempu menyongsong kematiannya dengan benar, dia memberitahukan pada sanak dan saudaranya kapan kematiannya akan datang.

Semua saudara gaib ini sudah menjadi satu dengan tubuh kita, ketika dalam rahim sendiri-sendiri wujudnya. tapi ketika sang Bayi sudah lahir hanya ada satu wujud. Empat saudara kita tetap menyertai kita dalam wujud Ruh dan Tidak Kasat Mata.

Ada kutipan Ayat dalam Al-Quran yang perlu di simak..
” In Kullu nafsin lamma alayha hafizh” > ‘Setiap diri niscaya ada penjaganya’ Atau “Wa huwa al-qahir fawq iba’dih wa yusril alaykum hafazhah hatta idza ja’a ahadakum al-mawt tawaffathu rusuluna wahum la yufarrithun” >’ Dialah yang berkuasa atas semua hambanya. Dan dia mengutus kepada kalian Penjaga-Penjaga untuk melindungimu. Jika seseorang sudah waktunya mati, maka utusan-utusan kami itu mewafatkannya tanpa keliru”

Simbolisasi sedulur papat limo pancer dalam perwayangan.
Semar sebagai pamomong keturunan Saptaarga tidak sendirian. Ia ditemani oleh tiga anaknya, yaitu; Gareng, Petruk, Bagong. Ke empat abdi tersebut dinamakan Panakawan. Dapat disaksikan, hampir pada setiap pegelaran wayang kulit purwa, akan muncul seorang ksatria keturunan Saptaarga diikuti oleh Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Cerita apa pun yang dipagelarkan, ke lima tokoh ini menduduki posisi penting. Kisah Mereka diawali mulai dari sebuah pertapaan Saptaarga atau pertapaan lainnya. Setelah mendapat berbagai macam ilmu dan nasihat-nasihat dari Sang Begawan, mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, dengan melakukan tapa ngrame. (menolong tanpa pamrih).

Dikisahkan, perjalanan sang Ksatria dan ke empat abdinya memasuki hutan. Ini menggambarkan bahwa sang ksatria mulai memasuki medan kehidupan yang belum pernah dikenal, gelap, penuh semak belukar, banyak binatang buas, makhluk jahat yang siap menghadangnya, bahkan jika lengah dapat mengacam jiwanya. Namun pada akhirnya Ksatria, Semar, Gareng, Petruk, Bagong berhasil memetik kemenangan dengan mengalahkan kawanan Raksasa, sehingga berhasil keluar hutan dengan selamat. Di luar hutan, rintangan masih menghadang, bahaya senantiasa mengancam. Berkat Semar dan anak-anaknya, sang Ksatria dapat menyingkirkan segala penghalang dan berhasil menyelesaikan tugas hidupnya dengan selamat.

Mengapa peranan Semar dan anak-anaknya sangat menentukan keberhasilan suatu kehidupan? Semar merupakan gambaran penyelenggaraan Illahi yang ikut berproses dalam kehidupan manusia. Untuk lebih memperjelas peranan Semar, maka tokoh Semar dilengkapi dengan tiga tokoh lainnya. Ke empat panakawan tersebut merupakan simbol dari cipta, rasa, karsa dan karya. Semar mempunyai ciri menonjol yaitu kuncung putih. Kuncung putih di kepala sebagai simbol dari pikiran, gagasan yang jernih atau cipta. Gareng mempunyai ciri yang menonjol yaitu bermata kero, bertangan cekot dan berkaki pincang. Ke tiga cacat fisik tersebut menyimbolkan rasa. Mata kero, adalah rasa kewaspadaan, tangan cekot adalah rasa ketelitian dan kaki pincang adalah rasa kehati-hatian. Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih. Sedangkan karya disimbolkan Bagong dengan dua tangan yang kelima jarinya terbuka lebar, artinya selalu bersedia bekerja keras.

Cipta, rasa, karsa dan karya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cipta, rasa, karsa dan karya berada dalam satu wilayah yang bernama pribadi atau jati diri manusia, disimbolkan tokoh Ksatria. Gambaran manusia ideal adalah merupakan gambaran pribadi manusia yang utuh, dimana cipta, rasa, karsa dan karya dapat menempati fungsinya masing-masing dengan harmonis, untuk kemudian berjalan seiring menuju cita-cita yang luhur. Dengan demikian menjadi jelas bahwa antara Ksatria dan panakawan mempunyai hubungan signifikan. Tokoh ksatria akan berhasil dalam hidupnya dan mencapai cita-cita ideal jika didasari sebuah pikiran jernih (cipta), hati tulus (rasa), kehendak, tekad bulat (karsa) dan mau bekerja keras (karya).

Simbolisasi ksatria dan empat abdinya, serupa dengan ‘ngelmu’ sedulur papat lima pancer. Sedulur papat adalah panakawan, lima pancer adalah ksatriya.

EMPAT PENDEKAR GAIB SUNAN KALIJAGA:
Siang dan malam keempat pendekar gaib ini setia menunggu kita. Saat genting dan bahaya, dia menyeret kita ke tempat yang aman. Saudara penjaga gaib ini bukan jin bukan pula gendruwo.

Semakin lama belajar ajaran-ajaran leluhur Jawa, kita akan semakin terkagum-kagum pada para nenek moyang. Ilmu yang mereka ajarkan tidak bertentangan dengan agama, bahkan sesuai dan memperkaya pemahaman agama yang kita anut.

Sayangnya banyak yang masih memandang sebelah mata ajaran para leluhur Jawa ini. Bahkan ada yang menuduhnya sebagai syirik, khurofat dan takhayul. Para penuduh ini mungkin lupa, bahwa ajaran Jawa disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami orang Jawa. Memang, para leluhur kita kadang tidak fasih melafalkan kata-kata Arab. Para leluhur ini juga orang yang masih gagap iptek. Namun, jangan salah sangka dulu.

Dari segi kebijaksanaan, ngelmu batin dan olah rasa para nenek moyang kita dulu bisa diandalkan. Mereka adalah para waskita yang mampu membangun candi Borobudur, Prambanan dan mampu membuat sebuah bangunan dengan ketepatan geometris dan geologis. Tidak kalah oleh nenek moyang bangsa Mesir yang mampu membangun piramida, atau nenek moyang suku Inca, bangsa Peru yang bisa membangun Manchu Picchu.

Saat agama Islam masuk ke nusantara, sementara di Jawa saat itu sudah berkembang agama Hindu, Budha dan berbagai kepercayaan animisme, dinamisme, politeisme. Islam melebur secara pelan dan damai, berasimilasi serta berosmosis tanpa pertumpahan darah. Islam agama damai dan tidak memaksa. Orang Jawa bersifat pasrah, sumeleh, sumarah, ikhlas dan mengandalkan rasa pangrasa. Jadi? Klop sudah!

Bagi orang Jawa, masuknya Agama Islam yang kaya dengan aspek kebatinan (tasawuf) sangatlah tepat. Orang Jawa pun tidak kebingungan dengan ajaran-ajaran mistik yang ada di dalamnya. Namun orang Jawa berhasil menyederhanakan ajaran-ajaran mistik ini dengan terminologi dan kalimat-kalimat sederhana dan mudah dimengerti. Harap maklum saja, orang Jawa dulu mayoritas hidup di pedesaan yang sederhana dan tidak banyak berwacana ilmiah.

Salah satu ajaran Kejawen yang membahas tentang adanya malaikat pendamping hidup manusia adalah SEDULUR PAPAT LIMO PANCER. Pancer adalah tonggak hidup manusia yaitu dirinya sendiri. Diri kita dikelilingi oleh empat makhluk gaib yang tidak kasat mata (metafisik). Mereka adalah saudara yang setia menemani hidup kita. Mulai dilahirkan di dunia hingga kita nanti meninggal dunia menuju alam barzakh (alam kelanggengan).

Sebelum hadirnya agama Islam, orang Jawa tidak memahami konsep malaikat. Maka mereka menyebut malaikat penjaga manusia dengan sedulur papat. Konsep “sedulur papat” ini oleh orang Jawa ditamsilkan melalui sebuah pengamatan/niteni.

Mulai saat janin tumbuh di perut ibu, janin dilindungi di dalam rahim oleh ketuban. Selanjutnya adalah ari-ari, darah dan pusar. Itulah saudara manusia sejak awal dia hidup dan selanjutnya “empat saudara” ini kemudian dikubur. Namun orang Jawa Percaya bahwa “empat saudara” ini tetap menemani diri manusia hingga ke liang lahat.

Karena Air Ketuban adalah yang pertama kali keluar saat ibu melahirkan, orang Jawa menyebutnya SAUDARA TUA. Saudara ini melindungi jasad fisik dari bahaya. Maka ia adalah SANG PELINDUNG FISIK.

Selanjutnya yang lebih MUDA adalah ari-ari, tembuni atau plasenta. Pembungkus janin dalam rahim. Ia melingkupi tindakan janin dalam rahim yang kemudian mengantarkan kita ke tujuan. Maka ia adalah SANG PENGANTAR.

Saudara kita selanjutnya adalah DARAH. Darah ini membantu janin kecil untuk tumbuh berkembang menjadi bayi lengkap. Darah adalah SARANA DAN WAHANA IRADAT-NYA pada manusia. Darah bisa disebut nyawa bagi janin. Maka, darah disebut dengan PEMBANTU SETIA MANUSIA MENEMUKAN JATI DIRINYA SEBAGAI HAMBA TUHAN, CERMIN TUHAN (Imago Dei).

Saudara gaib kita terakhir adalah pusar. Menurut pemahaman Kejawen, pusar adalah NABI. Pusar secara biologis adalah tali yang menghubungkan perut bayi dalam rahim dan ari-ari. Pusar mendistribusikan makanan yang dikonsumsi ibu ke bayi. Pusar dengan demikian MENDISTRIBUSIKAN WAHYU “IBU” MANUSIA yaitu Gusti Allah SWT kepada diri kita.

Keempat saudara gaib ini sesungguhnya adalah EMPAT MALAIKAT PENJAGA manusia. Yang berada di kanan-kiri, depan-belakang kita. Maka, tidak salah bila Anda menyapa dan bersahabat akrab dengan mereka. Secara gaib, Tuhan mmeberikan pengajaran tidak langsung kepada hati kita. Namun melalui mereka pengajaran itu disampaikan.

Keempat penjaga (malaikat) itu adalah:
JIBRIL (Penerus informasi Tuhan untuk kita),
IZRAFIL (Pembaca Buku Rencana Tuhan untuk kita),
MIKAIL (Pembagi Rezeki untuk kita) dan
IZRAIL (Penunggu berakhirnya nyawa untuk kita).
Keempat malaikat itu oleh orang Jawa dianggap sebagai SEDULUR karib hidup manusia. Bila kita paham bahwa perjalanan hidup untuk bertemu dengan Tuhan hakikatnya adalah perjalanan menuju “ke dalam” bukan “ke luar”. Perjalanan menembus langit ketujuh hakikatnya adalah perjalanan “diri palsu” menuju “diri sejati” dan menemukan SANG AKU SEJATI, YAITU DIRI PRIBADI/ TUHAN.

Untuk menemukan SANG AKU SEJATI (limo pancer) itulah kita ditemani oleh EMPAT SAUDARA GAIB/MALAIKAT PENUNGGU (sedulur papat). Lantas dimana mereka sekarang? Mereka sekarang sedang mengawasi Anda. Berdzikir mengagungkan asma-Nya. Kita bisa menjadikan mereka sedulur paling akrab bila paham bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Caranya? Pejamkan mata, matikan seluruh aktivitas listrik di otak kiri dan kanan dan hidupkan sang AKU SEJATI yang ada di dalam diri Anda. Ya, hanya diri sendirilah yang mampu untuk berkomunikasi dengan para sedulur gaib nan setia ini.

Bagaimana tidak setia, bila kemanapun kita berada disitu keempatnya berada. Bila kita berjalan, mereka terbang. Bila jasad kita tidur, mereka akan tetap melek ngobrol dengan ruh kita. Maka, saat bangun tidur di siang hari pikiran kita akan merasa fresh sebab ruh kita akan kembali menjejerkan diri kita dengan iradat-Nya. Sayang, saat waktu beranjak siang polusi nafsu/ego lebih dominan sehingga kebeningan akal pikiran semakin tenggelam.

Bagaimana agar hidup kita selalu ingat oleh kehadiran sedulur papat ini yang setia menjaga kita?
Sunan Kalijaga memiliki kidung bagus:
Ana kidung akadang premati
Among tuwuh ing kuwasanira
Nganakaken saciptane
Kakang kawah puniku
Kang rumeksa ing awak mami
Anekakaken sedya
Pan kuwasanipun adhi ari-ari ika
Kang mayungi ing laku kuwasaneki
Anekaken pangarah
Ponang getih ing rahina wengi
Angrowangi Allah kang kuwasa
Andadekaken karsane
Puser kuwasanipun
Nguyu uyu sambawa mami
Nuruti ing panedha
Kuwasanireku
Jangkep kadang ingsun papat
Kalimane pancer wus dadi sawiji
Nunggal sawujudingwang
(Ada nyanyian tentang saudara kita yang merawat dengan hati-hati. Memelihara berdasarkan kekuasaannya. Apa yang dicipta terwujud. Ketuban itu menjaga badan saya. Menyampaikan kehendak dengan kuasanya. Adik ari-ari tersebut memayungi perilaku berdasar arahannya.

Darah siang malam membantu Allah Yang Kuasa. Mewujudkan kehendak-Nya. Pusar kekuasaannya memberi perhatian dengan kesungguhan untuk saya. Memenuhi permintaan saya. Maka, lengkaplah empat saudara itu. Kelimanya seagai pusat sudah jadi satu. Manunggal dalam perwujudan saya saat ini) Tergugah dan Ingin Mempelajarinya?

Secara Rinci Laku Hakikt Hidup ini, akan Saya ajarkan kepada siapa saja yang mau dan Bersedia Siap… Bermitra dengan Hyang Maha Suci Hidup (ALLAH)… Dengan Catatan bertemu secara langsung Atau dengan Cara Bergabung di PADEPOKAN ONLINE PESONA JAGAT ALIT HAKIKAT HIDUP “KUNCI THE POWER” ILMU PEMBANGKIT SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER… Kunjungi wordpressnya dan baca syarat-syaratnya. Atau klik link INI: https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com
Untuk mengetahui Persyaratannya Klik link INI: https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com/2015/02/25/padepokan-online-pesona-jagat-alit-hakikat-hidup-kunci-the-power-ilmu-pembangkit-sedulur-papat-kalima-pancer-2/
HE HE HE . . . EDAN TENAN… SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya…
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com

Iklan

PENGALAMAN PERJALANAN SPIRITUAL MERAGA SUKMA :


Presentation1
PENGALAMAN PERJALANAN SPIRITUAL… BAGI WEB…
MERAGA SUKMA Adalah Bagian dari SEBUAH PERJALANAN SPIRITUAL.
“Dalam keadaan hening, tubuh saya terasa sangat ringan, indah dan sejuk serta hangat. Mata saya tertutup namun saya mampu melihat seluruh keadaan di sekeliling saya… Semua benda yang saya lihat mengeluarkan cahaya termasuk tubuh saya sendiri” Itulah sebuah ungkapan pengalaman saya, sa’at pertama kali saya menjalankan Meditasi/Samadi/Semedi dalam Laku Spiritual.******

Dari awal inilah seorang manusia terhijab. Terhijab dari segala sesuatu yang bersifat spiritual, hijab tersebut ada yang memang sudah menjadi ketentuan Allah seperti hijabnya dunia dan akhirat, namun ada juga hijab yang manusia buat sendiri, seperti hijabnya alam pikiran (Panca Indera) manusia.

Bagaimana alam pikiran manusia bisa menjadi hijab (tabir penutup)?
Jawabanya sangat sederhana… Yaitu karena manusia selalu berpikir dengan panca indera dan segala sesuatu yang dilihat dengan panca indera menjadi sah dan ilmiah menurut pribadinya. Segala sesuatu yang diluar panca indera disebutnya mistik, takhayul dan non ilmiah. Manusia merasa bahwa sesuatu yang bisa dilihat dengan panca indera maka bisa dilihat sebagai realita dan di terima akal pikiran. Bukankah begitu lurr…???

Apakah pendapat diatas salah?
Misalkan iya salah, tapi tidak sepenuhnya, bukan?
Jika kita hanya ingin mengalami perjalanan badani saja, maka cara berpikir diatas tidaklah salah, tapi akan banyak misteri misteri kedahsyatan semesta yang tak mungkin bisa kita selesaikan dengan metode ilmiah, salah satu contohnya adalah tentang tongkat nabi musa, akan banyak orang berpikir bagaimana mungkin ada tongkat yang bisa membelah samudra?
Bagaimana mungkin sebuah tongkat bisa manampilkan kekuatan yang luar biasa? Dan itu di sebutnya, di katakanya, di klaim sebagai mujijat Allah.

Tentu jika nabi musa hidup dijaman ini, ia akan banyak di undang untuk memberikan ceramah di universitas universitas dan tongkatnya akan dijadikan bahan penelitian yang pasti tidak akan pernah berakhir… Betul tidak lurr…???

Kita tidak salah berpikir secara ilmiah dan rasional, masalahnya adalah,,, sebagai manusia kita juga diberikan keinginan untuk melakukan perjalanan spiritual, ada kerinduan dalam diri kita untuk juga mengalami pengalaman spiritual, menjelajah dimensi ruang dan waktu dan ternyata di situlah tempat tinggal kebahagia’an yang sebenarnya. Ketenntraman yang selama ini jadi rebutan semuanya makhluk hidup dalam kehidupan ini.

Menurut pengalaman pribadi saya, alat untuk melakukan perjalanan spiritual tersebut, adalah ilmu meraga sukma, ilmu ini adalah termasuk ilmu yang langka, dengan meraga sukma kita bisa melihat rumah kita saat bepergian, mendatangi sanak dan famili secara batin, mengelilingi tempat tempat indah di dunia dan bertemu dengan para guru batin yang shalih, bahkan para leluhur, seperti Nabi, wali dll.

Segala sesuatu yang terlihat dalam alam badani, pada hakekatnya adalah sebuah ilusi, sedangkan yang terlihat dalam alam spiritual adalah alam realita. Contoh misal ilustrasnya; “Jika kita belum punya mobil dan kita ingin punya mobil, maka ada ilusi dalam pikiran kita, bahwa setelah kita punya mobil, kita akan bahagia”.” sebelum kita punya rumah ada ilusi dalam pikiran kita, bahwa setelah kita punya rumah nanti, kita akan bahagia” bla,,, bla,,, bla… Tapi kenyataannya, setelah kita punya rumah dan mobil, ternyata kita tidak bahagia, karena alasan rumahnya takut di rampok, kebakaran dll, mobilnya takut di curi, kecelaka’an dll, kita lalu diberikan ilusi ilusi yang lain yang menyiksa kita dan lain sebagainya. Jika perjalanan hidup kita hanya sekedar perjalanan badani/jasmani saja.

Hasil lain akan kita dapati, jika kita melakukan perjalanan spiritual, didalam dunia spiritual, disitulah bersemayam kebahagiaan hakiki dan jauh dari ilusi yang memperbudak manusia, ada keteduhan, ada kedamaian dan ada warna ke tentraman yang abadi. Pada saat kita meraga sukma, kita tidak akan merasakan keinginan untuk makan dan minum, selera makan kita akan hilang walaupun kita seorang pemakan berat sekalipun.

kegalauan dan kegundahan hati kita akan hilang saat sudah berada dalam alam spiritual, sebab kegundahan hanya ada dalam dunia badani, dalam kenikmatan tersebut, maka kita akan merasa sangat kagum, akan kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala yang memimpin semua makhluk dijagad raya ini.

Pernahkah kita bercita-cita untuk bisa jalan-jalan keseluruh tempat indah didunia?
Kita bisa dalam sekejap berada di bunaken melihat keindahan taman laut, kemudian sekejap berada di pantai sanur bali, kemudian sekejap berada di Mesir, menyaksikan patung spinx dan piramida atau mungkin kita ingin melihat keindahan sungai Nil, atau kita ingin berkunjung ke tempat tempat yang paling indah diujung bumi sekalipun, yang belum dijamah oleh manusia…

Kita tidak perlu pesawat terbang, yang kita butuhkan hanyalah bilik kamar kita, yang berfungsi sebagai bandara untuk tubuh halus kita, yang akan meluncur dan terbang laksana pesawat yang siap mengantar kita menjelajah dunia dengan alat berupa sebuah ilmu yang bernama Meraga Sukma…

Apa yang akan kita rasakan jika kita berada dilangit-langit kamar dan melihat tubuh kita sendiri, yang berbaring ditempat tidur?
Tentu akan terkejut dan takut… Itu pasti.
Tapi itulah memang pengalaman yang banyak di alami oleh para murid yang sedang belajar meraga sukma untuk pertama kalinya.

Badan halus kita akan keluar dari tubuh wadag kita dan kita berenang diudara seperti para astronot yang berjalan dipermuka’an bulan, kita bisa terbang melebihi kecepatan mobil balap sekalipun, membelah udara dan melaju bersama angin…

Ada 3 jenis ilmu meraga sukma yang saya ketahui di tanah jawa dwipa ini, satu persi kejawen dari jawa timur, duanya persi islam kejawen dari jawa tengah dan ketiganya persi kebatinan dari jawa barat. Dan ketiga-tiganya tidak ada yang mudah di pelajari dan gampang di lakukan, karena itu, ilmu meraga sukma termasuk ilmu langka, karena tidak semua orang sakti bisa lulus mempelajarinya, jika di paksakan, maka akan menemui dua risiko fatal. Kalau tidak gila, ya mati.

Untuk mampu melakukan meraga sukma dengan benar dan baik tanpa risiko negatif apapun, kita perlu Pondasi Wahyu Panca Ga’ib (KUNCI) dan mebutuhkan beberapa bekal berikut ini:

PERTAMA. Tepat dan Benar dalam Laku Wahyu Panca Ga’ib.
Iman keyakinan anda, secara lahir dan bathin (gelar/gulung) harus benar-benar tepat. Kunci nya Benar. Paweling nya Benar. Asmo nya Tepat. Mijil nya Benar dan Pengertian serta Pemahaman yang mengiringi lakunya juga tepat dan benar.

1. Kekuatan benteng badan.
Tubuh fisik anda harus dijaga dengan benteng baik dengan doa maupun asma-asma khusus. Jangan pernah coba-coba melakukan meraga sukma tanpa benteng badan yang cukup, sebab biyar bagaimanapun, tubuh fisik anda harus dijaga selama badan halus anda meninggalkan badan, bagi anda yang sudah pernah mengambil program “KUNCI THE POWER” anda beruntung karena dalam paket “KUNCI THE POWER” Ilmu Pembangkit Sedulur Papat Kalima Pancer, tersebut sudah termasuk benteng badan untuk meraga sukma.

2. Kepasrahan dan keberanian.
Anda harus mampu melewati tahapan tahapan krusial saat akan melakukan meraga sukma. Anda akan mengalami perasaan takut ketika tubuh halus anda melakukan perjalanan astral. Apalagi jika anda berniat untuk melakukan perjalanan badan yang jauh seperti ke luar negeri dan sebagainya, maka dalam perjalanan anda, anda akan bertemu dengan banyak orang yang kemungkinan sedang meraga sukma juga, makhluk-makhluk ghaib dan sebagainya, inilah yang dibutuhkan mental anda, sebab tidak semua makhluk berwujud seperti yang anda inginkan.

3. Jika bertemu dengan Guru batin.
Anda beruntung jika dalam meraga sukma, anda bertemu dengan para guru batin yang shalih, mereka akan mengajari ilmu-ilmu yang rahasia dan tidak pernah anda pikirkan sebelumnya, lewat mereka kita bisa belajar bagaimana menjalani kehidupan secara baik dan terbebasi godaan-godaan.

Jika anda beruntung anda akan diberi benda kenang kenangan seperti cincin, tasbih dan sebagainya yang tahu-tahu sudah berada di tempat tidur anda ketika bangun.

4. Mengatur frekwensi Meraga sukma.
Waktu yang tepat untuk melakukan meraga sukma adalah malam hari, karena justru saat malam anda akan lebih terang ketika tubuh batin anda pergi keluar untuk berjalan jalan, frekwensi meraga sukma tidak boleh terlalu sering, biasanya 2 atau 3 hari sekali, sudah cukup baik bagi perkembangan ilmu anda sehingga anda akan memiliki aura spiritual yang luar biasa.

Jika anda sangat ingin menguasai ilmu yang luar biasa ini, seringlah membaca KUNCI. Ana apa-apa KUNCI. Langka apa-apa KUNCI. KUNCI mampu membuat lathoif -lathoif dalam tubuh anda bersinar, jika lathoif dalam tubuh anda sudah mulai bersinar, maka ruh anda akan menjadi lebih ringan dan mata hati anda akan lebih tajam.

Apakah meraga sukma hanya mampu dilakukan oleh orang berbakat ?
Tidak… siapapun anda dan bagaimanapun anda, Laku Spiritual “KUNCI THE POWER” ini Bisa di memiliki, ini kesempatan bagi andan untuk mengalami perjalanan batin yang luar biasa ini sendiri, bukan katanya siapapun, tentu dengan syarat anda harus rajin berlatih dan memenuhi standar persyaratan yang sudah menjadi aturan sebagai siswa/murid. Untuk itu, baca keterangannya di Artikel yang Terkait. Atau klik DISINI: https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com/2015/02/25/padepokan-online-pesona-jagat-alit-hakikat-hidup-kunci-the-power-ilmu-pembangkit-sedulur-papat-kalima-pancer-2/

Saya bisa… Berati. Siapapun Anda Pasti Bisa. MAKA…..
Mulailah Perjalanan Spiritualmu SEKARANG:
Di sepanjang situs WEB… Telah menekankan betapa penting nya melakukan praktik spiritual secara teratur dan Benar. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman pesat dari apa yang dapat anda lakukan untuk memulai perjalanan spiritual anda (praktik spiritual) hari ini juga.

Apapun jalur agama atau dari manapun kebudayan anda berasal. Laku Spiritual “KUNCI THE POWER” Pelatihan Ilmu Pembangkit Sedulur Papat Kalima Pancer ini. Merekomendasikan, tiga hal yang dapat anda lakukan segera untuk memulai atau melengkapi perjalanan spiritual Anda.

Mengucapkan secara berulang/ merepetisikan.
Nama Tuhan menurut agama kelahiran Anda.
Mengucapkan repetisi (pengulangan) Nama pelindung dari permasalahan leluhur.
Membangun pengetahuan spiritual anda.

Mengucapkan dan merepetisikan (mengulangi) Nama Tuhan sesuai dengan agama anda dilahirkan:

Kita dilahirkan di dalam agama yang paling kondusif untuk memulai perjalanan spiritual kita. Dengan demikian, aspek ke Tuhanan yang kita sembah sesuai dengan agama kita, adalah apa yang paling bermanfaat bagi pertumbuhan spiritual kita pada tahap itu. Berbagai Nama Tuhan menurut agama masing-masing mewakili berbagai aspek dari satu Tuhan Yang Maha Esa. Dengan mengucapkan dan merepetisikan secara berulang Nama Tuhan sesuai agama kelahiran kita, kita berseru kepada aspek ke Tuhanan tersebut dan memanfaatkan energi ke Tuhanan Nya. Hal ini dapat dikiaskan dengan menkomsusi tonik spiritual umum yang paling kita perlukan.

Dibawah ini beberapa contoh dari nama Tuhan, yang seharusnya kita ucap dan repetisikan, sesuai dengan Agama kelahiran kita.

1. BUDDHIST: Om Mani Padme Hum, Namo Buddhaya.

2.CHRISTIAN: Roman Cathilic; Hail Mary.
Anglikan dan Denominasi Kristen lainya; Hail Jesus.

3.HINDU: Nama Dewata Keluarga atau jika tidak tahu Nama dari Dewa Keluarganya. Cukup dengan; menyebut; Shri Kuladevatayai Namaha. Metode dari repetisi nama dewata keluarga. Shri Harus menjadi awalan dari nama dewata keluarga, nama berikutnya harus dalam tata bahasa “objek tidak langsung” (Chaturti pratyai) dan kemudian diakhiri dengan Namaha. Contoh Misal. Jika Dewara keluarganya adalah:
>Ganesh. Menjadi “Shri Ganeshaya Namaha”
>Bhavani. Menjadi “Shri Bhavanimatayai Namaha”
Atau “Shri Bhavanidevyai Namaha”

4.ISLAM: Ada 99 Nama. Diantaranya; Ya Allah, Allahu Akhbar, Rahman, Rahim dan Asma’ul husna lain2nya

5.JAIN: Navakar Mantra (Om Namo Arihantanam)

6.JEW: Jehowah, Yahweh, Adonai atau salah satu nama dari berbagai Tuhan yang sesuai dengan Yudaisme lainnya.

7.SIKH: Vahe Guru, Shri Vahe Guru, Sukhmani Saheb, Japaji Saheb.

8.ZOROASTRIAN: Ada 101 Nama. Para Pencari Tuhan/Seeker dimanita untuk mengucapkan. Nama yang sesuai dengan angka yang di peroleh dalam meditasinya.

Beberapa saran dalam mengucap dan merepetisikan (mengulangi) nama Tuhan:
1. Mengucap dan Merepetisi dengan cara yang anda rasa nyaman: Anda dapat mengucap dan merepetisi di dalam pikiran (mental) atau anda mengucap dan merepetisikan secara lisan atau dapat anda ucapkan dan repetisikan dengan menggunakan Tasbih, Rosario, Mala, dll. Anda dapat memilih metode manapun yang anda rasa nyaman.

2. Setiap saat dan di mana pun:
Anda dapat mengucap dan merepetisi di mana pun, kapan pun juga. Contohnya, anda dapat mengucap dan merepetisi dalam perjalanan untuk bekerja, sambil memasak, atau sekedar membawa binatang peliharaan untuk berjalan-jalan.

3. Kwantitas dalam pengucapan dan pengulangan nama Tuhan:
Semakin banyak ucapan dan repetisi yang anda lakukan, akan semakin banyak pula manfaat spiritual nya. Anda dapat memulai dari lima menit per hari, kemudian berangsur-angsur menaikkan intensitasnya ke beberapa jam per hari dalam kurun waktu beberapa bulan. Hal ini dapat dilakukan dalam banyak sesi, dan sembari melakukan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti memasak, dll seperti dijelaskan di atas.

4. Teratur dalam ucapan dan repetisi anda:
Upaya tulus dalam pengucapan dan pengulangan akan memberikan manfaat-manfaat seperti membawa perasaan tenang di dalam hidup anda, yang anda sudah tidak rasakan dalam waktu yang lama atau kehidupan duniawi anda menjadi lebih baik.

Intinya:
Berikanlah kesempatan terbaik untuk memulai praktik Laku Spiritual “KUNCI THE POWER” anda selama minimal 41 hari dan anda akan melihat manfaat-manfaatnya dalam hidup Anda… HE HE HE . . . EDAN TENAN… SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH LEBIH MUDAH UNTUK DI PAHAMI DAN DI MENGERTI, SEHINGGA BISA MEMPERMUDAH Tata Caranya. BAGI siapapun yang Membaca Dan Mempelajarinya…
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com