SYARIAT – THAREKAT – HAKIKAT – MA’RIFAT:

Syariat – Tharekat – Hakikat – Ma’rifat =
Menghasilkan > ILMU
Menjadi > BUKTI
Berbuah > KEYAKINAN = RUH IMAN
Hakikat Ilmu = Iman
Ke empat ini harus bisa menjadi satu, menjadi rukun agar bisa menyusul, ibaratnya Syariat adalah perahu yang mengambang di atas samudra, Hakikat ibarat lautan air, Tharekat diibaratkan kemudi, supaya sampai ke tengah-tengah laut, Ma’rifat ibarat intan berlian di dasar laut.

Bagaimana menyusurinya di dalam diri?
Apa kenyataannya disebut perahu?
Lautan air apa nyatanya?
Intan apa nyatanya?
Menetapkan Ilmu Syariat sudah lumrah semuanya, yaitu prilaku Ibadah, yaitu dzikir dan ngaji, hafalan ayat, rajin Shalat, mendengarkan ceramah dll.

Hakikatnya yaitu kata Ilmu Syariat adalah HATIkenyataannya, Tharekatnya yaitu Mandi (Penghilang hijab) Shalat To’at, Shalat Taubat, Shalat Munajat, Dzikir/Wirid disebut Naqsabandiyah, Naqodariyah, Naqsatariyah, apakah Ma’rifat ahli Syariat? Asal saja percaya bahwa bumi dan langit buatan Allah, itu tidak akan salah, tiap-tiap ada bukti buatan-Nya, sudah pasti adanya Allah, begitu saja lumrahnya Ilmu Syariat, di kerjakannyapun di tuntut satu persatu, ke empatnya tidak berbarengan, seharusnya yang empat harus bersatu, harus rukun.

Supaya bisa sampai Ma’rifat kepada Maha Suci, oleh ilmu Hakikat, yaitu harus bisa yang empat menjadi satu, Syariat, Hakikat dan Tharekatnya, harus bergulung kepada Ma’rifat, diibaratkannya ;

SYARIAT yaitu PERAHU
HAKIKAT ibarat LAUT
THAREKAT ibarat KEMUDI dengan perabotannya agar supaya sampai ke tengah-tengah pusaran samudra, untuk mengejar MA’RIFAT sejati yaitu INTAN BERLIAN

Nyatanya PERAHU tadi, buktinya adalah BADAN, yang bernama WUJUD JASMANI.

LAUT nyatanya RUH adalah yang merubah kepada jasad, sehingga bisa bergerak dan berbalik tiada lain oleh ijin Ruh.

PERAHU bisa gerak digerakan oleh samudra, persis seperti jasmani digerakan oleh Ruh.

KEMUDI-nya adalah tangan kanan dan kiri yang membawa ke tengah-tengah samudra.

Meskipun sudah di tengah jika tidak dengan menyelam pasti tidak akan mendapatkan Intan berlian, samudra yang sangat dalam, taruhannya nyawa karena banyak pemangsa seperti berhala dan makhluk – makhluk buas yang sangat mengerikan, ada 100 kerajaan dan 4 kerajaan di kuasai oleh dewa api, dewa angin. dewa air, dewa bumi, ke 105 adalah Jauhar Awwal Rasulullah, makhluk-makhluk buas itu menggoda agar menyelamnya tidak jadi, akhirnya pulang lagi ke darat, di akhir pasti menyesal karena tergoda, matinya tidak bisa sampai tetap mengambang di lautan. Terombang- ambing oleh ombak, terkena benturan dengan batu karang, bercampur dengan najis, bangkai-bangkai dan kotoran di atas laut, siksaan bagi yang tidak sampai kepada dasar samudra Intan berlian, Intan berlian di dalam diri, satu Nur-Nya Allah Yang Maha Suci, yaitu Iman, sifatnya Iman [RUH IMAN]

TINGKATAN IMAN ;
1. Iman ‘Am [umum]
2. Iman Ilmu [Ma’rifatullah illabillah]
3. Iman I’an [Ainul yaqin, Istiqomah]
4. Iman Haq
5. Iman Hakikat
6. Iman Hakikatul Hakikat
7. Iman Hakikatul Yaqin

5 thoughts on “SYARIAT – THAREKAT – HAKIKAT – MA’RIFAT:

  1. bagus611 berkata:

    barakollah mbah sekeluarga

  2. bagus611 berkata:

    ijin share ya mbah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s