HAL KEKUATAN JASMANI DAN RUHANI:

KEKUATAN JASMANI DAN ROHANI
BAGI PELAKU KESADARAN;

Pada dasarnya, tiap orang sudah diberi kekuatan oleh Alloh SWT. Hanya dalam kehidupan yang penuh dengan hiruk pikuk yang tak menentu ini, kita bangsa manusia lebih cenderung menggunakan satu kekuatan saja.
Yaitu kekuatan JASMANI.

Di sini saya uraikan sedikit tentang dua kekuatan yaitu;

1. KEKUATAN JASMANI.
Kita kebanyakan memuja kekuatan jasmani dari pada mengupayakan untuk memanfaatkan kekuatan ruhani. Sehingga jika ada seseorang yang menggunakan pemberian Alloh yang sebenarnya sudah kita miliki, seakan akan betapa istimewanya orang tersebut. Hingga tak jarang kita dengar bahwa si anu atau si fulan itu orang istimewa. Si fulan itu luar biasa dan masih banyak lagi sanjungan yang mengarah kepadanya. Padahal setiap anak cucu adam sudah dibekali dengan dua kekuatan tersebut.

Sebelum kita koreksi bersama tentang kekuatan yang ada pada diri dan pada tiap manusia, mari kita matur dulu kepada sang pemilik kekuatan itu sendiri dengan harapan bahwa kita bukan termasuk orang yang menyalah gunakan pemberian.

Kekuatan lahir dan kekuatan batin adalah pemberian tuhan yang maha memberi yang mana tanpa diminta kita sudah diberi.
Kekuatan lahir sifatnya terbatas . Sedangkan kekuatan batin sangat tidak terbatas.

Kekuatan lahir, kiranya sudah kita ketahui bersama namun perlu kita sadari dan kita manfaatkan sesuai dengan kemauan yang memberi sebab inipun akan fatal bagi kita jika kita salah gunakan. Begitu pula dengan kekuatan rohani. Jika disalah gunakan tentu akan membawa kehancuran bagi orang tersebut, bagi orang lain, bagi lingkungan bahkan bagi negara dan bangsa dan seterusnya.

Kekuatan jasmani atau kekuatan fisik adalah kekuatan yang tampak dan bisa dilihat secara langsung dari suatu gerakan jasmani . Kekuatan ini dikomando oleh akal dan bisa dipupuk atau dilatih dengan mengulang ulang gerakan.

Sebagai contoh:
kita ambil satu beban 5 kg lalu kita ayunkan dan kita ayunkan. Kita ulang terus hingga pada titik klimak kita akan merasakan beban 5 kg tersebut tidak seberat waktu pertama kita angkat. Lalu kita latih lebih intensif lagi yang asalnya kita angkat dengan dua tangan kita latih dengan satu tangan. Kita tingkatkan lagi dengan tiga jari dan satu jari dan seterusnya tergantung batasan klimak kemampuan masing masing orang .

Cara mengembangkannya atau meningkatkannya kita menggunakan materi/ beban tertentu hingga maksimal sesuai batas kemampuan sesuai ukuran rasa dan akal yang dimiliki oleh seseorang.

Cara lain yang lebih meningkat dan lebih sempurna untuk mengembangkan kekuatan ini yaitu dengan cara / sistem mengatur pernafasan.

Semakin banyak kapasitas udara yang memenuhi tubuh manusia maka semakin besar tekanan dalam tubuh yang bisa menghasilkan daya dan tenaga.

Prinsipnya adalah penampungan udara berupa oxygen ke dalam tubuh dan menahan se maksimal mungkin. Sehingga menimbulkan tekanan dan hentakan. ( Dalam berlatih jangan memaksakan diri sebab ada akibat kerusakan salah satu organ / syaraf tubuh walaupun tidak langsung )

Pada permulaannya tampak sekali bagaimana orang yang sedang berlatih menarik, menahan dan menghentakkan nafas tersebut . Lama kelamaan dia bisa bernafas dan menahannya serta menghentakkannya tanpa harus dengan bersusah payah hingga bagi orang lain yang belum pernah latihan pernafasan maka tampak sama seperti sedang bernafas biasa seperti pada umummnya.

Setiap orang jika mau melatih pernafasan dengan intensif, akan terasa luar biasa dan sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan maupun mengatasi berbagai urusan. Bahkan bisa dipergunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit yang ada apa diri sendiri maupun pada orang lain.

Sebagian orang yang sengaja melatih tenaga jasmani ini hingga mencapai beberapa peningkatan melebihi rata rata sesuai terbukanya beberapa rahasia daya dan tenaga yang diakomodasikan oleh akal .

Tak jarang bagi beberapa orang yang sudah melatih salah satu kecakapan hingga bisa dipergunakan untuk mengatur dan menata kemampuan akal orang lain yang masih berada di bawahnya. Maksudnya hal bisa dipergunakan untuk menguasai kekuatan orang lain yang kemampuannya masih berada pada tingkat di bawahnya. Hingga orang yang sudah terkuasai/terkalahkan akan menyerah atau bahasa umum disebut TERHIPNOTIS.

Jadi hipnotis itu merupakan kekuatan jasmani yang sudah dilatih hingga mencapai satu titik klimak tertentu.

Secara umum orang memberi sebutan sebagai tenaga dalam. Namun istilah ini menimbulkan kerancuan antara tenaga dalam dengan tenaga ruhani.

Sifat dari pada hipnotis itu selalu berubah ubah sesuai dengan ruang dan waktu serta keadaan sebab pendukung kekuatan jasmani yang sudah berkembang menjadi tenaga dalam yang bersifat hipnotive ini adalah pengaruh ruang dan waktu / keadaan. Walaipun begitu antara kekuatan tenaga dalam dan kekuatan tenaga hipnotis seperti ada sebuah perbedaan. Sementara Keduanya ini berasal dari kekuatan jasmani yang oleh akal yang dikelola menjadi sebuah tenaga dalam diri manusia yang sewaktu waktu berguna dan bisa dipergunakan.

Sebagai contoh:
Bahwa hipnotis itu sama dengan tenaga dalam yang bisa dipengaruhi oleh ruang dan waktu bahwa pada saat tertentu, orang yang memiliki kekuatan tingkat tertentu yang lebih sempurna, maka pemilik yang dibawahnya jadi mengkerut dan kekuatannya menyusut walaupun tidak sepenuhnya.

Kekuatan tenaga dalam yang seperti ini semua bersumber dari akal yang pada dasarnya adalah tenaga jasmani . Dan bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan dan bisa dipertontonkan / atraktive .
Sudah barang tentu bagi orang yang masih berada di bawah seseorang maka sifatnya takluk kepada kekuatan di atasnya. Ini sudah menjadi hukum alam yang wajar. Tak jarang bagi orang yang masih berada dibawahnya apalagi orang yang tidak melatih kecakapan khusus , dia harus mengakui kelebihan dan keunggulan orang di atasnya.

Kita sering menyaksikan atraksi atraksi kekuatan jasmani yang sudah terlatih dibidangnya. Demikianlah kekuatan jasmani ini sepintas sangat luar biasa. Kenapa dikatakan luar biasa ? , sebab sudah mencapai diatas rata rata pada umumnya.

Ada beberapa orang yang tidak perlu kami sebutkan siapa siapanya, demi kebaikan kita bersama. Ada yang bisa membuat orang lain menuruti kata hatinya ( sebenarnya bukan kata hatinya tapi kata akal/ pikirannya ) setelah kita menuruti apa yang dimaksudkan maka kita akan terkuasai olehnya. bisa secara perorangan atau secara masal dengan catatan semuanya terkuasai akalnya. Ini tidak ada hubungannya dengan pangkat ilmu atau kealiman seseorang . Walaupun seorang alim atau berkelas ulama, jika mengikuti alur sang hipnotite tantu juga akan terkuasai akal dan hifirannya hingga dia terhipnotis. Istilahnya dia sedang kosong yang masudnya terdapat celah untuk dimasuki oleh sesuatu dari luar dirinya dan ini sangat mungkin terjadi

Hanya satu orang yang tidak bisa terhipnotis yaitu orang yang hatinya senantiasa dikuasai oleh sesuatu tentang Tuhan. kondisi Orang yang akalnya takluk kepada hatinya yang sementara hati orang tersebut dikuasai oleh sesuatu tentang Alloh tidak akan bisa ditaklukkan sebab dia betul betul istighol ( sangat sibuk ) . Jika terpaksa terhipnotis, itu hanya sekejap ibarat orang sedang berada di depan kipas maka dia terkena efek angin yang digerakkan oleh kipas . Jika dia suka dengan gerakan angin yang ditimbulkan kipas tentu dia mengikuti kemauan kipas. Saat dia tidak ingin terkena angin yang ditimbulkan oleh kipas, maka dia akan menhindarkan diri dari terpaan angin kipas. Atau bahasa mudahnya dia kembali dikuasai oleh sesuatu / dirinya atau tuhan Alloh SWT.

Contoh kekuatan jasmani yang sudah tergolong sempurna antara lain :
Seorang hipnotite berjalan di atas benda tajam. Membekuk sepotong besi dengan pandangan mata. Menidurkan orang lain. Bisa terbang diudara, dan beberapa akrobat atau pertunjukan lain.

Jika sudah pada kondisi ini, kita kebanyakan orang mengalami kesulitan untuk membedakan antara kekuatan jasmani dan kekuatan rohani. Untuk itu perlu kami uraikan sedikit tentang kekuatan rohani dengan harapan kita bisa membedakan mana kekuatan jasmani dan mana kekuatan rohani.

2. KEKUATAN ROHANI.
Dilihat dari sisi istilah maka kekuatan ronahi ini tidak ada sangkut pautnya dengan kekuatan seseorang. Tidak ada sangkut pautnya dengan akal apalagi dengan sistem pernafasan. Kekuatan ini murni kekuatan RUH itu sendiri. Maka barang siapa yang mengenal Ruh maka dia mengenal dirinya. Dan barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal tuhannya. Dan barang siapa mengenal tuhannya maka dia mengenal Nur Pencipta . Dan tentunya dia mengenal Rosululloh SAW.

Bahasa keimanannya dalam kalangan ulama dikatakan, bahwa seseorang tidak akan ma’rifat kepada Alloh selama dia belum mengenal Rosululloh SAW dalam arti Ma’rifat BIRROSUL. Kalau orang tahu tentang Rosul SAW bil ilmi atau bil kitab sangat banyak sekali. Sementara Ma’rifat Birrosul bukan sekedar tahu tentang Rosululloh SAW tetapi menyadari betul keberadaan dan kedudukan Rosul disamping Alloh SWT ) serta yaqin bil haqqul yaqin keberadaan semua mahluq sebab keberasaan dari pada wujud Nur nya Alloh yang istilah mudahnya disebut Rosululloh SAW.

Bagi seseorang yang hanya mengkaji atau mendalami agama secara hukum syar’i, maka sangat berbeda , penangkapannya sangat sempit dan mudah sekali memperdebatkan agama , sebab dia membayangkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang berada di Madinah atau di tanah suci. akibatnya jika ada yang mempertanykan tentang bagaimana syahadatnya Nabi Adam AS dan para nabi nabi sebelumnya , maka jawabannya bermacam macam . bahkan ada seseorang yang beragama lain mengatakan bahwa Islam itu adalah agama yang baru , dia tidak mampu menolak tapi tidak terima dalam hatinya.

Kembali kepada kajian kekuatan rohani. Dikatakan kekuatan ruhani tentunya berasal dari akar kata RUH.
Seiring dengan hal ini kita diberi petunjuk oleh junjungan kita nabi Muhammad SAW bahwa ” KULIR RUH MIN AMRI ROBBI. : bahwa semua ruh itu perbuatan / urusan Tuhan.

Jadi kekuatan ruhani itu tidak memerlukan upaya dari kekuatan mahluq seperti manusia dan lain lain. Kekuatan ruhani tidak dipengaruhi oleh mahluq. Kekuatan ruhani tidak diatur oleh manusia, apalagi dipengaruhi akal dan pernafasan. Justru sebaliknya, semua kekuatan , semua kemampuan baik berupa ilmu, berupa kekuatan tenaga dalam dan hipnotis kesemuanya adalah bersumber dari kekuatan ruhani yang jika tidak disadari oleh seseorang, tentu penggunaannya tidak sejalan dengan kehendak sang pencipta Alloh SWT, maka spontan berubah menjadi kekuatan iblis, sementara pelakunya tidak menyadari bahwa dia sedang memainkan kekuatan selain Alloh.

Maka detik itu Alloh tidak ikut campur tangan dan segala kekuatan atau kegiatan atau pergerakan dimuka bumi yang tidak ada campur tangan Alloh maka batal dihadapan Alloh. Bahkan bagi pemegang keimanan yang lebih sempurna lebih tepat jika dibahasakan bahwa semua pergerakan , kekuatan , tenaga apapun , aslinya manusia sama sekali tidak berhak ikut campur tangan, sebab Alloh tidak mau dan tidak butuh campurtangan mahluq. Mahluq hanya robot yang menjadi obyek perbuatan Alloh. Jadi Segala sesuatu yang bathil akan dihancurkan atau dilaknat oleh Alloh SWT pada waktunya.

Kekuatan rohani tiada batasnya. Sedangkan kekuatan jasmani sangat terbatas. Kekuatan jasmani jika dibandingkan dengan kekuatan ruhani ibarat bumi dan langit tidak ada apa apanya . Tidak bisa dibandingkan. Sangat jauh bedanya.

Kekuatan jasmani akan luntur dihadapan kekuatan ruhani sebab kekuatan ruhani sebenarnya. Kekuatan Alloh itu sendiri sementara orang yang dipilih oleh Alloh, dianya tidak mengetahui. Apalagi mengaku memilki kekuatan tersebut. Dia sadar betul “ Laa haulaa walaa quwwata illa billah “ Maka kekuatan ruhani hanya dititipkan kepada para kekasih Alloh yang mana kekasih Alloh tersebut tidak tahu kalau menjadi kekasih Alloh atau Waliyulloh. Jika ada seseorang yang mengaku sebagai wali maka dia menempati derajat iblis kecuali Alloh memerintahkan untuk memperkenalkan diri sebagai Waliyulloh itupun beliaunya tidak pernah memperkenalkan diri tapi Alloh sendiri yang memproklamasikan sehingga mahluq langit serta para kekasih / hamba Alloh mendapat berita bahwa si fulan itu Waliyulloh.. Jadi si wali tersebut tetap tidak ada minat atau keinginan untuk memperkenalkan diri sebagai wali.

Banyak para waliyulloh yang diperintah memperkenalkan diri bahwa beliau itu adalah Waliyulloh sementara beliau sendiri tidak memperkenalkan. Maksudnya bahwa Alloh sendiri yang memperkenalkan kepada para manusia melalui caranya Alloh sendiri. Seperti pada saat Syech Abdul Qodir dikejar kejar oleh para utusan perdana mentri gara gara mempergunakan keuangan Negara untuk membangun Rumah Alloh ? Masjid . Saat mereka mengejar beliau , ternyata beliau sedang sujud kepada Alloh dan mereka menyaksikan Matahari tidak berjalan , alias ikut tersungkur kepada Alloh . maka sejak itulah beliau dikenal masyarakat umum sebagai Waliyulloh. Dan masih banyak lagi kejadian kejadian yang di alami oleh para kekasih Alloh.

Barang siapa yang ditempati atau diberi kekuatan ruhani , maka dia menjadi pusaran kekuatan Alloh. Dia menjadi pusat pandangan Alloh.

Barangsiapa menjadi pusat pandangan Alloh maka dia menjadi rujukan bagi para manusia. Dia diberi kemampuan untuk menolong orang lain. Menyelamatkan orang lain dihadapan Alloh. Seperti yang sudah diterima oleh junjungan kita nabi basar Muhammad Rosululloh SAW.
Barang siapa yang mendekat kepadanya sama dengan mendekat kepada Alloh sebab beliau sudah menjadi pintunya menuju Alloh SWT.
Sedangkan pintu menuju Alloh, tidak pernah ditutup hingga hari kiamat. Oleh sebab itu dalam kitab dijelaskan bahwa Rosululloh memohon kepada Alloh atas perintah Alloh sendiri untuk diberi seseorang yang mewakili beliau secara estafet atas penunjukan beliau disisi Alloh.

Setelah kita memahami kedudukan Rosululloh, maka kita mestinya memahami kedudukan wali quthub ai Ghoutsi Hadzaz Zaman RA.

Beliau Ghoutsi Hadzaz Zaman RA menempati derajat Warosatul ambiya wal mursaliin. Beliau diberi kekuatan ruhani yang mampu menolong orang lain. Mampu mengangkat derajat orang lain. Baik derajat duniawi maupun derajat uhrowi. Begitu pula sebaliknya. Beliau diberi kemampuan menjatuhkan dan menghancurkan derajat orang lain. Atas perintah Alloh tentunya.

Contoh sebagai gambaran perbedaan antara kekuatan jasmani dan kekuatan ruhani. Yaitu:

Ada orang diberi kekuatan jasmani, seperti tidak mempan senjata tajam. Dibacok tidak mempan. Kekuatan ini kelihatan oleh mata. Kelihatan oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri.

Kekuatan jenis ini oleh sering dijadikan atraksi oleh sebagian pelaku. Tapi tida semuanya. Masih banyak orang diberi karomah justru bukan untuk atraksi. Dari sinilah terjadi perbedaan antara karomah dengan hipnotis.

Gambaran kekuatan ruhani;
Ada seseorang yang sudah dirancang untuk dibunuh atau dicelakai oleh seseorang. Tentunya bagi orang yang mau membunuh atau mencelakai, dia mempersiapkan senjata atau pedang dan sebagainya. Pada saat berikutnya, tahu tahu orang tersebut tidak punya minat lagi atau lupa atau luntur pada niatnya untuk membunuh atau mencelakai orang yang sedianya akan di bunuh atau dicelakai. Dalam hal ini tentunya kedua duanya tidak mengetahui kalau sedang diselamatkan oleh Alloh. Bagi calon yang mencelakai, tahunya cuma tidak berminat atau lupa akan perkaranya. Istilahnya sadar. Sedang bagi yang mau dicelakai tidak tahu kalau dia tidak jadi dicelakai. Jika dia tahu, mungkin sebab ada orang lain yang memberi tahu tapi itupun tidak menjadi acara baginya sebab hatinya dikuasaki oleh Alloh. Hidup dan mati murni urusan Alloh.

Ringkasan:
# seseorang yang masih menggunakan kekuatan jasmani, kebanyakan belum sadar kepada Alloh. Walaupun dalam prakteknya menyebut kalimat Alloh atau kalimat thoyyibah lainnya. Sebab kekuatan Alloh bukan untuk dipertontonkan kecuali hanya untuk menunjukkan kekuasaan Alloh. Sedangkan kalau sudah dipertontonkan akan berubah menjadi kekuatan selain Alloh. Justru disini sangat berbahaya bagi keimanan. Alloh tidak mau kompromi dengan mahluq. Jika Alloh bisa diajak kompromi oleh mahluqnya maka kekuasaan Alloh diatur oleh mahluq. Alloh tidak lagi berkuasa. Tanpa kita sadari bahwa kita sudah merendahkan kedudukan Alloh. ……… Apa mungkin.?

WEB:
Kajian ini saya tujukan bagi diri saya sendiri sebagai alat peningkatan bidang tafakkur. Selebihnya semoga bermanfaat bagi orang lain.
Dulu sebelum saya nderek mengamalkan… Syare’at..Tarekat..Hakikat..Makrifat agama. dan meneliti serta melatih ajarannya, saya sempat mendalami tenaga dalam yang waktu itu saya mengira bahwa itu kekuatan Alloh secara tauhid. Sebab prakteknya juga melalui wirid dan pernafasan melalui bimbingan seseorang yang tersohor. Hingga waktu itu sudah hampir diberi mandat untuk membina murid dan sudah mulai banyak yang ikut.

Di sisi lain saya tergiring untuk mengkaji beberapa kitab al hikam hingga hatam beberapa kali dan di ulang di ulang. Pada puncaknya saya hanya menyaksikan kemaksiatan kemaksiatan dalam ibadah. Ternyata sholatku, wiridku, aktivitas usahaku semua mengandung maksiat masih ada campur tanganku dengan kekuasaan Alloh. Hingga saya malu kepada diri sendiri lebih lebih kepada Alloh SWT. saya merasa betul memiliki gudang maksiat dan putus asa . Hidup tak berguna , harta sia sia. Akal berperang melawan hati nurani. Nafsu berperang melawan petunjuk. Jatuh ke jurang yang sangat dalam.

Dalam keputus asa’an inilah datang seorang penolong beserta amalannya. Yaitu KUNCI dan ajarannya yang sangat simple dan sederhana, namun memberikan Bukti nyata. Nyata-nyata HIDUP, Bukan katanya… Mau BUKTI…?!
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DIDALAM TUBUHMU ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATIMU DAN DUNIA AKHERATMU.

Semoga bermanfaat. Jazaakumulloh….
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU…
Ttd: Wong Edan Bagu
Brebes Selasa legi tgl: 22 Apr 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s