HIKMAH. Apa Itu Hikmah…?!


HIKMAH. Apa Itu Hikmah…?!
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Minggu. Tanggal 25 Februari 2018.

Hikmah, sepertinya, semua orang tahu kata Hikmah, khususnya umat muslim, dapat di pastikan, sedikit-sedikit, bilang Hikmah, sebentar-sebentar berkata Hikmah, mengalami ini, Ambilah Hikmahnya, mendapatkan itu, ini Hikmah dari bla,,, bla,,, bla…

Namun sejauh ini, mengerti dan paham kah, apa itu Hikmah…?!

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan ilmu pengetahuan pribadi saya, seputar tentang Hikmah, yang popular di katakan dan di ucapkan, namun belum tentu mengerti dan memahami apa arti dan makna di balik kata Hikmah tersebut.

Sebagian ulama tafsir memahami kata “hikmah” dengan dua arti;

Pertama;
Nubuwwah dan pengetahuan tentang Al-quran dan Assunnah.

Kedua;
Keyakinan atau kepercayaan dan ilmu taufik, kecemerlangan atau ketajaman dan kedalaman pemikiran serta aktivitas yang benar. Seperti menghalangi kezaliman dan meletakkan sesuatu pada tempatnya.

Itulah dua Tafsir dari Arti dan Makna kalimat Hikmah. Yang tersurat di dalam Kitab hadist.

Namun Ibnu Qoyyim Aljauziyyah, memiliki pandangan yang berbeda dengan ulama tafsir lainnya.

Dengan mengutip pendapat Mujahid dan Ikrimah diatas, Ibnu Qoyyim menandaskan bahwa arti hikmah, ialah pengetahuan tentang Al-haq (kebenaran) dalam ucapan dan perbuatan. (lahir bathin)

Dan Wong Edan Bagu pun memiliki pandangan sendiri mengenai Hikmah yang di maksud. WEB… mengartikan dan memaknai Hikmah itu adalah Iman. Yaitu;
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Mempersilahkan kuasa Tuhan.
4. Merasakan kenyataan Tuhan.
5. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.

Sebab karena, menurut Wong Edan Bagu. Mana mungkin tafsir-tafsir diatas bisa terwujud/terlaksana/terbukti secara nyata di TKP dengan singkron antara lahir dan bathin, jika tanpa lima hal yang saya uraikan diatas tersebut Iman yang sering saya ungkap dalam artikel menggunakan kalimat Wahyu Panca Laku…?! Coba saya di renungkan. Iya apa iya…?! Hayo…

Jadi…
Pada intinya, hikmah merupakan perpaduan antara lahir dan bathin atau antara otak dan hati atau antara perasaan dan rasa atau antara gerak dan gerik atau antara sipat dan sikap yang singkron, Seiya sekata dan selaras sejalan.

Hal ini, tidak akan mungkin bisa di alami dan di praktekan jika tanpa “Iman-Wahyu Panca Laku”
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Mempersilahkan kuasa Tuhan.
4. Merasakan kenyataan Tuhan.
5. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.

Agama sangat menghargai ilmu pengetahuan. Sehingga, untuk mendapatkannya, kita harus memiliki sipat dan sikap keterbukaan atau jujur apa adanya dengan peradaban lain.

Sejarah mencatat bagaimana sipat dan sikap keterbukaan ini dipraktekan oleh generasi salaf, sehingga mereka mampu menjinakan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari peradaban kaum kafir (orang-orang pendusta/pembohong)

Dengan sipat dan sikap keterbukaan yang mereka pahami dari Al-Qur’an ini, Peradaban Islam mampu memimpin peradaban lain dalam kurun waktu delapan abad lamanya.

Sipat keterbukaan atau kejujuran. Selalu siap mendengarkan pendapat yang berbeda dengan kita dan Sikap keterbukaan atau kejujuran. Selalu siap menyaksikan pandangan yang berbeda dengan kita. Merupakan salah satu ciri yang melekat dalam diri seorang mukmin yang sesungguhnya.

Dan menurut saya pribadi; HIKMAH. Adalah barang berharga kaum mukmin yang hilang dewasa ini.

Kemunduran umat Islam agama yang saya junjung tinggi selama ini. Sekarang ini mengalami kemunduran yang sangat cepat dan dratis, itu disebabkan lantaran ketidakmauan mereka, untuk menangkap kembali dinamika Islam klasik, yang memetik hikmah dari peradaban lain, meskipun dari peradaban kafir.

Tentunya keterbukaan atau kejujuran tersebut, harus diringi dengan sikap kritis.

Sehingga HIKMAH yang peroleh, dapat bermanfaat bagi sesama umat manusia, sekalipun berbeda agama dan keyakinan.

Dalam salah satu hadistnya. Rasulullah bersabda;
“Ya Allah jadikanlah diriku termasuk orang-orang yang mendengarkan suatu perkataan serta mengikuti pendapat mana yang terbaik” (kitab Ihya ‘Ulumuddin).

Doa inilah yang menginspirasi para sahabat dan generasi setelahnya, untuk mempelajari dan memetik hikmah dari pelbagai negeri termasuk negeri Cina dan Yunani.

Saudara-saudariku SeIman, SeAsal dan SeTujuan. Marilah kita meneladani semangat keterbukaan/kejujuran sipat dan sikap kritis generasi Islam terdahulu, agar kita dapat mengembalikan kejayaan peradaban Islam yang telah lama hilang dari genggaman kita.

INGAT…!!!
Islam itu Indah. Islam itu rahmatan lil ‘alamin. Artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta. Dan karena inilah Islam bisa masuk dan berdomisili di Pulau Jawa. Ayo kita Buktikan bersama. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Ketika Kebenaran Terungkap Dengan Kejujuran:


Ketika Kebenaran Terungkap Dengan Kejujuran:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Kamis. Tanggal 22 Februari 2018.

Pagi tadi, jam 06:09 hari Kamis tanggal 22 Februari 2018. Saya duduk melepas lelah di atas Tunggak pohon kelapa, yang ada di pelataran Gubug Jenggolo Manik tempat saya menanti ajal.

Terlintas sejenak dalam pikiran manusia ini.

Heeeemmmm,,, ingin rasanya keindahan yang mendamaikan dan kebahagiaan yang menentramkan, kembali menaungi hari demi hari di seluruh penjuru NKRI yang ber-Panca Sila ini, seperti dikala Nenek Moyang seluruh umat Manusia. Yaitu; Adam dan Hawa belum di turunkan ke Marcapada.

Namun apa daya, hal yang selama ini rindukan, bahkan seluruh mahluk pun juga merindukannya, sepertinya hanya akan menjadi mimpi buruk yang menusuk kalbu, jika perjalanan saya ini, ada banyak yang menghalangi dan mempersulitnya.

Tiba-tiba waktu itu…
Kicau burung liar menyambut pagi yang cerah, mengacaukan apa yang sedang saya pikirkan.

Saya lihat burung-burung itu berterbangan kian kemari di sekitar saya, seakan mereka mengerti, apa yang sedang saya pikirkan dan memahami apa yang sedang saya rasakan.

Pada saat itu pula, saya segera mengambil sebuah buku yang selama ini selalu menjadi teman setia, dia ada di setiap saya butuh, dia hadir tatkala sepi datang, sebuah buku yang sangat saya kuasai ini, kembali saya buka dan baca halaman demi halaman.

Dan akhirnya saya temukan sebuah maha karya dari Sang Guru Sejati Sejati nya Maha Guru. Yaitu; Hidup-ku sendiri.

Dan teringatlah sebuah pertanyaan yang selama ini sulit saya ungkapkan dengan apapun alasannya. Yaitu;

Apakah Cinta Kasih Sayang itu takdir atau ikhtiar manusia…?!

Kini pecah sudah pertanyaan yang selama ini saya simpan dalam diri, saya temukan semua ini dari sebuah pengalaman ketika praktek langsung di TKP, dimana cinta kasih sayang adalah sebuah suratan takdir dan bukan usaha manusia.

Karena di dalam kitab apapun judulnya, dan bagaimanapun dan di manapun kejadiannya.

Tidak ada manusia yang pernah mengucapkan nawaytu al-wuqu’ al-hub (niat aku jatuh cinta kasih sayang) kemudian dia menaruh hati pada seseorang atau sesuatu hal. Dan saya tegaskan ini adalah hal yang mustahil.

Karena cinta kasih sayang, datang dengan ketidak pastian sederhana, dengan ketidak mengertian, dengan ketidak pahaman, bahkan dengan ketidak tahuan, ia menyelinap kedalam relung hati manusia yang paling dalam, tanpa di kehendaki, terkadang ia juga hadir tanpa kesadaran diri.

Namun hikmah yang saya dapat dari semua ini, adalah perbedaan pada suatu pertumbuhannya, dimana kita sering menemukan dan mungkin juga kita pernah alami hal yang sama sebelumnya, di mana cinta kasih sayang, terkadang datang dengan perlahan, hingga membara oleh ketenangan, dimana keindahan nya tak akan sirna dimakan waktu, namun ia juga datang menyambar ibarat kilat dan padam bagaikan api yang lenyap disiram air.

Oh… Guru Sejati ku.
Terima kasih atas jawaban dari teka-teki silang fatamorgana yang selama ini tak terpecahkan didalam relung jiwaku. Rahayu… Rahayu… Rahayu. Dan kemudian….

Sore ini jam 15:15 sore, hari Kamis tanggal 22 Februari 2018. Saya duduk lagi dengan kebahagiaan yang indah di atas Tunggak pohon kelapa, yang ada di pelataran Gubug Jenggolo Manik tempat saya menanti ajal, dan seketika itu juga, burung-burung liar kembali datang menari dan berkicau indah di sekitar saya.

Namun sore ini, kicauannya berbeda dengan pagi tadi, kali ini, kicauannya seakan menyuruh saya, untuk mengabarkan hal ini di internet, supaya hikmahnya bisa di dapatkan oleh banyak orang secara meluas.

Segera saya mengambil handphone android, lalu,,, di temani kicau burung liar penyambut petang, yang dengan lincahnya berterbangan dari satu dahan pohon ke dahan lainnya, saya mulai mengetik, dan tertulislah apa yang saya temukan hari ini, untuk saya bagikan secara online di internet. Semoga bermanfaat dan mendapatkan hikmah dari Pengetahuan secara langsung di TKP dari saya WEB.

Para Sedulur dan Para Kadhang kinasih-ku sekalian….
Ketika Sebuah Kebenaran Terungkap Oleh Sebuah Kejujuran. Kenyataanpun akan sangat relevan kita saksikan. Terlebih lagi, ketika kebijaksanaan semakin langka kita temui dewasa ini.

Semua mahluk membutuhkan kejujuran yang benar, karena kejujuran yang benar itu, bisa berdampak baik di dalam kehidupan seluruh mahluk, dan itu bisa saya pastikan, sepertinya tidak bisa dipungkiri.

Karena dalam keadaan dan hal apapun, kebohongan dan kecurangan, merupakan sesuatu dilakukan demi maksud dan tujuan tertentu, namun jika dilihat dari akibatnya, akan merasakan tekanan batin dan timbulnya gejolak jiwa yang merana, sehingganya, merasa bersalah itu pasti akan menjadi belenggu dan beban hidup jangka panjang.

Sebenarnya…
Sama sekali tidak ada yang dirugikan dengan adanya kejujuran yang benar, yang kita terapkan di kehidupan kita sehari-hari.

Malahan…
Kejujuran yang benar itu, bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, karena apa yang kita katakan dan perbuat, berdasarkan kejujuran dan kebenaran.

Para Sedulur dan Para Kadhang kinasih-ku sekalian…. Percayalah.
Siapa pun yang ceroboh dengan kejujuran yang benar dalam hal-hal kecil sekalipun, dia pasti tidak bisa dipercaya dengan hal-hal yang penting.

Mungkin akan ada yang menjadi terluka dengan adanya kejujuran yang benar, akan tetapi, apapun alasannya dan sampai kapanpun, tidak pernah menghibur dengan adanya kebohongan.

Sebab itu dan karena itu…
Selalu jujurlah dengan benar, terutama untuk diri sendiri. Karena hal terburuk adalah dusta/bohong terhadap diri sendiri.

Jika kita mengatakan yang sebenarnya, maka kita tidak perlu mengingat-ingat apa pun itu, jadinya, tidak beban kan…

Kejujuran yang benar. Adalah satu hal yang paling berharga, yang kita miliki dalam dunia kehidupan ini, jadi,,, cobalah untuk melestarikan Kejujuran yang benar ini.

Kejujuran yang benar, yang dikatan dengan niat buruk sekalipun, akan mengalahkan semua kebohongan yang kita mampu lakukan.

Katakanlah apa yang harus Anda katakan. Ungkapkanlah apa yang harus Anda ungkapkan. Karena kejujuran yang benar, itu jauh lebih baik daripada membuat Percaya.

Tidak ada keuntungan apapun yang kita peroleh dari kebohongan dan kemunafikan, karena menjadikan perasaan gelisah dan risau yang menyelimuti diri sendiri, juga akan muncul perasaan ketakutan terhadap dampak buruk yang akan terjadi dari sebuah kebohongan dan kemunafikan.

(Sepandai-pandainya kita menyimpan kebohongan, kelak pada akhirnya akan terbongkar juga).

Dzat Maha Suci Tuhan, menawarkan pilihan kepada setiap umat manusia untuk mengatakan kebenaran atau kebohongan.

Dengan cara menegaskan dalam Firman-nya pada Alkitab; “Musuh terbesar dari salah satu kebenaran adalah kebohongan”

Dengan kebohongan, tidak akan membuat hidup damai di dunia ini,

Bukankah dalam kehidupan di dunia ini, kita semuanya meingini bisa berhasil/sukses mencapai/menggapai kebahagiaan dan kedamaian hati bahkan jiwa raga…?!

Nah oleh karena itu dan sebab itu, jauhkanlah perbuatan yang penuh kepalsuan dan kebohongan serta kemunafikan, dengan cara berTaubat lalu berIman, karena hanya denga itu, hidup kita di dalam kehidupan dunia hingga akhir hayat nanti. Akan terasa dan merasakan tenang, damai, nyaman, aman, bahagia dan tenteram serta gemah ripah loh jinawi.

Para Sedulur dan Kadhang kinasih-ku sekalian, sekali lagi saya mengulurkan cinta kasih sayang. Mari kita berTaubat lalu berIman, karena hanya dengan itu, keraguan dan ketakutan kita akan lenyap dan sirna, sebab itu sejak Laku Murni Menuju Suci, saya tidak pernah berbohong lagi, karena saya tidak takut pada siapa pun.

Kita hanya berbohong ketika kita takut. Kita berbohong ketika kita takut, takut pada apa yang kita tidak tahu, takut pada apa yang orang lain akan pikirkan, takut pada siapa yang akan tahu tentang kita.

Tapi setiap kali kita berbohong, hal yang kita takutkan, justru akan tumbuh semakin kuat, mungkin dengan kebohongan Anda bisa menjadi sukses dan berhasil di dunia ini, akan tetapi. Percayalah. Anda tidak pernah bisa kembali.

Wahai kau orang-orang yang baik hati-nya. Saya antarkan sebuah ungkapan yang tak bermakna ini tanpa perenungan untukmu sekalian dengan cinta kasih sayang.

Bukalah Pintu Hati-Mu. Sambut dan Persilahkan Sang Maha Hidup Untuk berTanggung jawab atas diri-mu. Lalu Rasakanlah indahnya belaian lembut desir angin cinta kasih sayang-Nya yang Agung, nikmatilah dekapan hangat cinta kasih sayang-Nya Bijaksana. Lalu hisaplah manisnya persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan NKRI yang ber-Panca Sila dengan Iman, hingga tetes darah penghabisan.

Dengarkanlah tutur cinta kisah sayang-Nya Hyang Maha Segala-Nya. Pengalaman dan Pengetahuan yang tak terbatas akan kau temukan dalam bimbingan Sang Guru Sejati, dan jangan lupa, petiklah pelajaran tanpa harus mengenyitkan atau mengerutkan dahi.

Kau akan mengenal sebuah nama yang terukir dalam benak. Yang akan membuat bisa mampu tak perduli orang mau berkata apa.

Meski sering menyisakkan air mata. Namun kau tahu itu adalah
Romantika yang sungguh menggetarkan jiwa. Penyebab dari Akibat bertemunya Adam dan Hawa. Bersimpuhnya majnun di hadapan laila. Jika kesadaranmu tak sanggup membabarkannya.

Maka…….
Biarlah ia mengalir dengan apa adanya. Bagai air, udara, dan rasa.
Itulah Jujur yang Benar/Tepat.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Pangestoni Lan di Ayomi Dening Hyang Dzat Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
WordPress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Ungkapan Rasa WEB sebagai Warga NKRI yang ber-Panca Sila. Kepada Yang Terhormat Bapak Presiden RI:


Ungkapan Rasa WEB sebagai Warga NKRI yang ber-Panca Sila. Kepada Yang Terhormat Bapak Presiden RI;
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Selasa. Tanggal 20 Februari 2018.

Perkenalkan
Bapak Presiden JokoWi yang Terhormat. Nama Saya Toso Wijaya, dengan identitas sesusi KTP dibawah ini;
Nik: 3209271308590001
Nama: Toso Wijaya
Tempat/Tgl Lahir: Cirebon, 13-08-1959
Golongan Darah: O
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Alamat: Blok 1,Rt/RW 006/001, Kel/Desa, Gintung Lor, Kecamatan Susukan. Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Agama: Islam
Status Perkawinan: Cerai Mati
Pekerjaan: Tabib
Kewarganegaraan: WNI
Berlaku Hingga: Seumur Hidup.

Nama lahir Djaka Tolos, yang lebih di kenal dalam dunia Spiritual sebagai Wong Edan Bagu.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan kecintaan saya terhadap NKRI yang berlambang Panca Sila yang saya kasihi dan sayangi dengan iman ini, dan melalui tulisan online dan dan rekaman vidio yang saya Unggah di Internet ini.

Dan dengan penuh sadar diri, saya mencurahkan uneg-uneg atau keluh kesah saya, sebagai warga negara Indonesia yang ber-Panca Sila, yang pada akhir-akhir ini saya alami dan rasakan cukup syarat (melampaui batas wajar).

Saya lakukan ini, karena saya mengetahui, untuk menemui seorang Presiden, itu bukanlah hal yang mudah, apa lagi sebagai seorang pengembara seperti saya. Yang tentunya tidak penting.

Awalnya, saya seorang abdi dalem di keraton kasepuhan Cirebon. Karena suatu alasan, lalu saya keluar dan berpindah menjadi warga negara sejak mulai tahun 2012. Semenjak saya menjadi warga negara indonesia, sejak itu pula saya selalu Setia Tuhu/Patuh terhadap Undang-Undang negara dan Lalu lintas serta semua the-thek bengeknya.

Mulai dari aturan tamu 1 x 24 jam harus lapor, hingga sampai pembuatan identitas diri sebagai warga negara indonesia yang baik. Saya penuhi, namun pembuatan KTPnya, mengalami kesulitan ketika ada kasus pejabat terkait E-Ktp. Dan baru jadi pada Tanggal 4-10-2017.

Berbekal identitas sebagai warga negara Indonesia inilah, kemudian saya melanjutkan perjalanan pengembaraan saya, dari satu tempat ke tempat lainnya, untuk mengenal alam lebih dekat lagi, hingga saya berhasil menemukan jatidiri identitas saya yang sesungguhnya.

Dan berbekal mengenal siapa dan bagaimana diri pribadi saya sendiri inilah, saya menemukan kesejatian, tentang apa itu hidup, dari mana itu hidup, bagai mana itu hidup dan mau kemana hidup itu, serta the-thek bengek yang terkait didalamnya.

Hal ini membuat saya semakin sadar, dan semakin saya hayati, semakin sadar dan lebih sadar lagi, sehingganya, muncul sebuah kesimpulan dari sekian banyak keputusan-keputusan yang pernah saya dapatkan di sepanjang perjalanan mengembara.

Bahwasannya; Secara apapun dan dengan alasan apapun, tidak ada yang lebih Penting dari pada Tuhan dan apapun itu, tidak bisa terlepas dari yang di maksud Tuhan, dan sejak itu saya langsung berTaubat dan Beriman hanya kepada Tuhan saja, bukan yang lain.

Lalu saya Abdikan seluruh jiwa raga saya hanya kepada Tuhan, dan semakin saya mengabdi kepada Tuhan, semakin saya rindu kepada Tuhan, dan semakin saya menikmati kerinduan itu di tempat pertapaan, semakin saya di perlihatkan.

Tentang seberapa banyak Saudara-saudariku di luar sana, yang berkorban dan berjuang mati-matian mencari Tuhan di bergamai tempat belajar, namun mengalami kesulitan dan kerumitan bahkan kesusahan.

Tentang seberapa banyak Saudara-saudariku di luar sana, yang dengan asyiknya salin cemooh, salin hina, salin sikat, salin sikut, salin benci, salin dendam, iri, syirik, dengki, salin fitnah, salin menyakiti bahkan salin bunuh, hanya demi sesuap nasi dan ego.

Tentang seberapa banyak Saudara-saudariku di luar sana, yang mengalami masalah, lalu mereka lari mencari solusi ke paranormal, ke dukun, ke tempat keramat dan pemujaan-pemujaan. Padalah mereka mengaku beriman kepada Tuhan, padahal mereka beragama, padahal mereka orang modern yang cerdas.

Tentang seberapa banyak Saudara-saudariku di luar sana, yang mengira dan menduga, bahwa Tuhan itu perlu di bela, butuh di dukung, butuh dan perlu di korbani, sehingga mereka sampai rela melakukan bom bunuh diri.

Tentang seberapa banyak Saudara-saudariku di luar sana, yang berkepercayaan, berkeyakinan, beragama, namun yang namanya syirik iri dengki hasut adu domba fitnah benci dan salin merugikan salin menyakiti bahkan salin bunuh, menjadi senex makanan terlezat sehari-hari mereka.

Tentang eberapa banyak Saudara-saudariku di luar sana, yang memuja dan memuji Tuhan di hampir setiap waktu, namun mereka bingung, ragu bahkan takut, sehingga mereka terpaksa harus lari ke tempat-tempat yang tidak seharusnya di datangi dan melakukan sesuatu yang seharusnya tidak di lakukan.

Dan dengan alasan-alasan tersebut diatas itulah, akhirnya saya bertekad turun gunung, untuk mengabarkan kepada mereka, bahwa Tuhan itu tidak jauh dan tidak serumit dan sesulit yang mereka pikirkan untuk bisa meraihnya.

Menyampaikan kepada mereka, bahwa Tuhan itu, sebaik-baiknya tujuan dan solusi yang sedang mereka perlukan dan butuhkan.

Dan mengajak mereka untuk berTaubat dan berIman kepada Tuhan, bukan yang lainnya. Lalu mengabdikan diri secara jiwa raga hanya kepada Tuhan dan untuk Tuhan.

Dengan semua itulah, pengabdian saya kepada Tuhan, saya wujudkan dengan cara mempersembahkan dan mengabdikan sisa usia saya yang mungkin tinggal beberapa waktu ini, kepada NKRI yang ber Panca Sila dan seluruh Rakyatnya tanpa terkecuali.

Bahkan sampai ke manca negara. Saya datangi satu persatu mereka semuanya dengan penuh kesadaran cinta kasih sayang yang saya miliki dan sudah saya buktikan di TKP, tanpa mengenal lelah dan bosan serta keluh kesah apapun.

Namun…
Dimanapun saya berada dan tempat manapun yang saya kunjungi untuk kebaikan NKRI yang seluruh Penghuni ini, selalu di persulit dan di halangi, padahal semua persyaratan sebagai warga negara yang baik, sudah saya penuhi dan saya patuhi.

Bahkan saya di anggap Sesat. Di tuduh Teroris.

Sementara di luar sana, orang-orang yang belum sempat saya datangi dan saya temui, karena syiar saya yang terhambat di persulit dan di halangi, dengan asyik dan bebasnya melakukan praktek penipuan, berbisnis barang antik, harta Karun, uang ghaib dll, yang merenggut jutaan bahkan puluhan juta rupiyah, uang milik para orang-orang miskin yang di jadikan korban politik bisnis antik dan ghaib mereka.

Sementara di luar sana, dukun-dukun pengganda uang ghaib, yang praktek menjadi perantara kerja sama dengan bangsa jin/siluman, padahal itu hanya aku-akuan nya saja, bukti nyatanya tidak ada, sementara mereka yang menjadi pasien atau nasabah atau apalah sebutannya, sudah terlambat uangnya puluhan juta, hingga layak di sebut jatuh tertimpa tangga pula, bisa aman, nyaman, damai, dan tidak mengalami masalah apapun.

Sementara saya, yang benar-benar jujur mengajak berTaubat dan berIman hanya kepada Tuhan dan untuk Tuhan saja, malah di anggap sesat dan di curigai sebagai teroris.

Sehingga hampir di setiap waktu yang tak terduga, saya di datangi, di mintai keterangan, di tanya itu dan ini serta bla bla bla lainnya, bahkan sampai di undang dan di bawa ke Kapolsek setempat untuk di interograsi.

Walau tidak satupun tuduhan mereka kepada saya itu terbukti benar, namun hal itu selalu di lakukannya kepada saya, sehingganya, lama kelamaan, saya merasa tidak nyaman bahkan tidak tenang menjadi warga negara yang baik dan patuh.

Bapak Presiden yang terhormat, maafkan, saya bukan Malaikat, saya juga bukan Nabi dan bukan Wali, saya hanya manusia biasa yang sudah berTaubat dan sedang mengabdikan jiwa raga kepada Tuhan, dengan cara memanfaatkan sisa usia saya menjadi berguna bagi Nusa, Bangsa, Negara dan Agamaku.

Apa yang mereka tuduhkan kepada saya tanpa bukti selama ini, 1x, 2x, 3x, 4x,5x,6x,7x, 8x, 9x, 10x,11x hingga 100x, saya bisa sabar dan menerimanya selama ini dengan Iman saya kepada Tuhan, saya tahu, yang namanya orang berbuat dan melakukan kebaikan itu, belum tentu di sambut baik pula, dan tidak akan tanpa ujian.

Seperti yang pernah di alami dan di hadapi oleh Para Nabi dan Para Wali juga Para Leluhur pendahulu saya, ketika syiar kebaikan, saya tahu betul akan hal itu.

Namun sekali lagi mohon maafkan saya, saya bukan Nabi, Wali dan Para Leluhur apa lagi Malaikat, saya hanya manusia biasa yang sudah berTaubat dan sedang mengabdikan jiwa raga saya kepada Tuhan, dengan cara memanfaatkan sisa usia saya menjadi berguna bagi Nusa, Bangsa, Negara dan Agama.

Karena sudah melebihi hitungan 100x, bukannya sabar saya sudah habis atau hilang, tapi ini sudah melampaui batas keterlaluan, saya merasa di permalukan dan di fitnah serta di perlakukan tidak adil hingga melewati batas hitungan 100x.

Walau bukti dan anggapan mereka itu tidak pernah terbukti, namun saya selalu di perlakukan demikian di dalam syiar laku murni menuju suci atau Inna lillaahi wa Inna ilaihi raji’un. Dimanapun saya berada.

Dengan semua uraian jujur saya diatas, yang saya sertai dengan Vidio ini, saya tidak akan mempermasalahkannya, saya hanya bermohon dengan Kebijaksanaan Bapak Persiden yang terhormat, untuk menghimbau seluruh Prajurit/Perwira Negara RI.

Khususnya Para Polisi dan Para Babinsa yang di tugaskan di setiap kecamatan Desa berserta seluruh aparat desanya, untuk menggunakan kecerdasan mereka dalam menjalankan tugas, jangan mudah terpengaruh apa lagi percaya berita/laporan hoax jika tidak di sertai bukti-bukti yang akurat, jangan seperti rakyat jelata yang tidak pernah mengenyam pendidikan.

Agar supaya tidak sembrono dan keterlaluan serta melampaui batasan dalam menjalankan tugaskan mengayomi warga/masyarakat demi keamanan dan kenyamanan serta kedamaian NKRI yang Ber Panca Sila ini.

Karena untuk hal ini, selain ke Tuhan, saya tidak tahu harus mengadukannya kepada siapa, lebih kurangnya tentang apa yang sudah saya lakukan ini, mohon maafkan dan maklumnya serta Mohon kepedulian tindakannya.

Kalau butuh dan perlu bukti bahwa apa yang sedang saya jalankan dan lakukan ini sesat atau tidak, teroris atau bukan. Mohon koreksi artikel-artikel di wordpress/blogger/google/facebook dan vidio-vidio saya di you tube. Dan lagi, saya mohon kritik dan saran bapak Presiden yang terhormat, saya harus bagaimana untuk menjadi warga negara yang baik dan patuh agar bisa melaksanakan tanggung jawab saya terhadap NKRI yang ber-Panca Sila ini.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang Jenggolo. Rt/Rw 004/001. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Pikiran Bawah Sadar atau Otak Bawah Sadar:


Pikiran Bawah Sadar atau Otak Bawah Sadar;
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Selasa. Tanggal 20 Februari 2018.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian pernah mendengar istilah kata ‘pikiran bawah sadar’ atau ‘otak bawah sadar…?!

Mungkin ada yang pernah mendengar, bahkan kemungkinan besarnya, ada banyak yang sudah pernah mendengar atau semuanya sudah mendengarnya.

Namun sejauh ini, jarang kita menjumpai seseorang yang bisa dengan gamblang dan sederhana menjelaskan tentang apa dan bagaimana pikiran bawah sadar yang di maksud itu. Iya tidak…?!

Nah,,, bagi yang belum pernah mendengar atau sudah mendengar namun belum mengerti, belum memahami dan belum mengetahui, apa itu yang di maksud pikiran bawah sadar, yang dalam bahasa WEB nya di sebut sebagai Kesadaran ini. Dibawah ini pengetahuan pribadi saya, yang dengan iman saya bagikan untuk panjenengan semuanya.

Semuga bermanfaat.

Pertama saya beri gambaran sederhana ya…

Anda pernah memandangi sebuah tebing gunung yang tinggi menjulang ke atas…?!

Jika pernah melihat gunung yang menjulang ke atas, pasti tahu rasanya seperti apa dan bagaimana ketika kita memandangi ketinggian gunung yang menjulang tersebut.

Nah…
itulah yang bisa saya ibaratkan sebagai gambaran pikiran sadar kita.

Kebalikannya, ketika kita melihat jurang dari tebing itu, yang menjulang curam ke bawah.

Nah…
itulah sebagai ibaratkan gambaran pikiran bawah sadar-nya.

Dari gambar sederhana tersebut diatas, sudah bisa mengerti, memahami dan mengetahui, melihatpa besar pengaruh pikiran bawah sadar terhadap kita kan…?!

Di dalam pikiran bawah sadar kita, terdapat pula potensi-potensi diri kita yang terpendam.

Banyak kasus yang membuktikan mengenai potensi terpendam ini, misalnya seorang nenek yang mampu mendobrak tembok ketika terjadi kebakaran.

Seseorang yang tiba-tiba cepat sukses dalam kondisi terjepit, tiba-tiba kita mampu melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak mungkin kita bisa lakukan dan masih banyak bukti-bukti lainnya.

Dari contoh-contoh diatas, seakan kita tidak mampu mengontrol kapan potensi bawah sadar kita muncul.

Namun sebenarnya, dengan kita menurunkan level sadar kita, maka pikiran bawah sadar akan aktif.

Dan satu-satunya cara yang bisa di gunakan untuk mengaktifkan pikiran bawah sadar kita, adalah ber-Semedi. (Sem-Medi). Artinya; Semelehe-Memedi. Maksudnya; Hilangnya Perasaan Takut.

Ingat…!!!
Semedi Lo ya. Bukan Meditasi. Semedi dan Meditasi itu, berbeda dan tak sama. Kalau Semedi itu, usaha menghilangkan perasaan takut. Kalau Meditasi, itu fokus pada sesuatu, misal tarikan nafas, dzikir/wiridz atau suatu media yang hendak di fokusi agar bisa konsentrasi.

Namun apa sebenarnya Sadar dan Bawah Sadar atau Sadar dan Kesadaran itu…?!

A. Pikiran sadar manusia.
Adalah proses pemikiran yang Anda sadari dan dapat Anda kendalikan.

Contohnya;
Jika Anda ingin memilih menu makanan. Kita memilih mana yang ingin kita makan, berdasarkan logika pemikiran kita. Misalnya berdasarkan waktu makan dan dana/uang untuk biaya makan dan lain sebagainya.

Dan pemilihan berdasarkan logika pemikiran itu pun, juga terpengaruh oleh data-data yang ada di dalam memori otak kita.

Jadi…
Logika kita pun, akan berbeda-beda, berdasarkan dengan pengalaman yang tersimpan dalam memori otak.

Contoh misalnya;
Proses dalam pikiran sadar kita,
Mengenali informasi yang masuk dari sensor/baca tubuh panca indera, kemudian membandingkan dengan isi memori kita.

Selanjutnya menganalisa informasi tersebut, terakhir, memutuskan respon apa yang harus dilakukan terhadap informasi tersebut.

B. Pikiran bawah sadar atau Kesadaran manusia.
Adalah proses pemikiran yang bertolak belakang dengan logika pikiran Anda. Proses ini tidak melalui kendali logika pikiran Anda.

Contoh misalnya;
Anda menyukai warna merah atau
tiba-tiba Anda sangat ingin sekali makan Bubur ayam, dan jika ditanya pun, Anda akan menjawab tidak tahu alasan dari tiba-tiba ingin bakso itu.

Karena memang pikiran sadar Anda, tidak ikut campur dalam pemilihan proses itu.

Apa yang di lakukan pikiran bawah sadar atau kesadaran, sebenarnya tidak sepenuhnya terjadi di luar kendali kita.

Sebab isi pikiran bawah sadar atau kesadaran ini, adalah program-program ataupun data yang dahulu kita masukkan ke dalam bawah sadar kita.

Sebagai contoh Simulasi pikiran bawah sadar. Semisal Anda ditanya, mengapa Anda menyukai warna merah, dan Anda tidak tahu jawabannya.

Namun mungkin saja dahulu Anda di wejang oleh kakek atau nenek tercinta, bahwa kita harus menjadi seorang yang gagah berani.

Dan terbentuklah sebuah kepercayaan atau keyakinan, berani adalah sifat yang baik serta memiliki nilai tinggi di dalam pikiran Anda.

Setiap warna memiliki konsep pengertiannya masing-masing. Dan yang melambangkan ke- beranian di pikiran bawah sadar Anda, adalah warna merah, hal ini mungkin dikarenakan data-data yang Anda dapatkan sehari-hari.

Misalnya, warna merah bendera Indonesia kita yang melambangkan ke- berani -an.

Merah seperti warna darah, melambangkan pengorbanan. Dan orang yang berkorban adalah orang yang berani dll, itulah contoh sederhana, bagaimana pikiran bawah sadar kita atau kesadaran kita, menentukan warna kesukaan.

Semua proses itu tidak kita sadari. Dan tentunya semua orang mengalami hal ini dalam model yang berbeda-beda. Pasti.

Lalu…
Apa saja yang diproses dalam pikiran bawah sadar atau kesadaran itu…?!

Dibawah ini beberapa contohnya;
1. Kebiasaan…
Anda pasti merasakan bahwa, kebiasaan dilakukan dengan sangat mudah, dan terjadi begitu saja, dan sangat sulit melawan kebiasaan yang sudah kita tanam/tertanam.

2. Perasaan…
Emosi atau perasaan juga sulit untuk kita kendalikan secara sadar, sangat sulit bukan, menahan perasa’an sedih, ketika ada orang terdekat tertimpa musibah, meninggal dunia misalnya.

3. Ingatan…
Jangka Panjang (Long term memory), 2+2 sama dengan?
Anda pasti langsung menjawab 4 secara spontan.

Karena hal itu telah kita tanam di memori jangka panjang yang terletak di bawah sadar kita atau kesadaran kita, untuk bisa merubah memori-memori ini, Anda perlu masuk ke pikiran bawah sadar atau kesadaran kita.

4. Persepsi…
Cara kita memandang dan memaknai segala sesuatu, itu di proses oleh pikiran bawah sadar atau kesadaran kita sesuai kebiasan, pengetahuan dan keyakinan kita.

5. Kepribadian…
Kepribadian terbentuk dan tertanam di dalam pikiran bawah sadar/kesadaran, sehingga sangat sulit bagi kita, untuk melenceng dari kepribadian itu.

6. Intuisi…
Terkadang, kita merasakan sesuatu tanpa proses berpikir logis. Saya yakin, Anda pasti pernah mengalami ini.

Orang sering mengungkapkan intuisi dalam contoh kalimat-kalimat berikut.

Feelingku/Hatiku mengatakan…
Bahwa bisnis di bidang ini, akan sukses.

Feelingku/Hatiku Kok… Tiba-tiba merasakan sesuatu yang buruk mengenai anakku dan lain sebagainya.

7. Kreativitas…
Anda pasti sudah menyadari, bahwa proses timbulnya kreativitas, tidak bisa di paksa dengan pemikiran secara sadar.

8. Keyakinan…
Keyakinan yang tertanam dalam pikiran bawah sadar atau kesadaran, sangat menentukan bagaimana sipat dan sikap kita dalam bertindak.

Dan masih banyak lagi, contoh-contoh lainnya, yang jika saya tulis semuanya, akan tambah memusingkan pikiran sadar Anda, namun delapan yang sudah saya uraikan diatas, merupakan pokok terpentingnya.

Lalu…?!
Lantas bagaimana cara kita menembus pikiran bawah sadar atau Kesadaran itu…?!

Penghubung di antara pikiran sadar dan bawah sadar atau kesadaran. Adalah….

Di bawah ini adalah Sembilan Cara Untuk menembus Pikiran Bawah Sadar atau Kesadaran.

Cara Yang Pertama;
Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu.

Cara Yang Kedua;
Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu.

Cara Yang Ketiga;
Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu.

Cara Yang KeEmpat;
Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu.

Cara Yang Kelima;
Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan menentukan Nasibmu.

Cara Yang KeEnam;
Jagalah Nasibmu, karena Nasib, akan menentukan suana Hatimu.

Cara Yang Ketujuh;
Jagalah Hatimu, karena Hatimu akan menentukan Rasamu.

Cara Yang Kedelapan;
Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu.

Cara Yang Kesembilan;
Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Tuhan-mu.

Tuhan hantu, apa hantu Tuhan, yang tidak terlihat, kadang kala terlihat, hi,,,,serem. Atau hantu-hantuan Atau Tuhan-Tuhanan, yang kalau pagi tempe, siangnya tahu, sorenya tauge. He he he . . . Edan Tenan.

Itulah Sembilan Cara Untuk untuk
menembus Pikiran Bawah Sadar atau Kesadaran.

Anda bisa menjaga Sembilan yang Sudah saya uraikan di Atas…!!! Yang dalam istilah KeIlmuannya tersebut Babagan Hawa Sanga atau Babahan Hawa Sembilan.

Saya jamin. Bukan cuma Pikiran Bawah Sadar. Kesadaran Murni, yang merupakan satu-satunya dimensi yang bisa mempersatukan kita dengan Sang Guru Sejati. Bisa kita Tembus dengan Sempurna.

Jangan kan hanya Indra keEnam. Indra keTujuh, yang merupakan satu-satunya alat untuk melihat/menyaksikan kebenaran Dzat Maha Suci Tuhan secara langsung dan nyata, bisa kita miliki secara sempurna. Buktikan…!!!

Tidak terbukti, makilah Wong Edan Bagu, jika perlu. Ludahi bacotnya yang suka gembar gembor mensyiarkan Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci Tuhan di Internet.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Haqq Maujud:


Haqq Maujud:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 17 Februari 2018.

Haqq Maujud;
Itulah Judul Artikel yang saya gunakan kali ini. Yang Arti Maksudnya Adalah; Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita, dalam Laku Murni Menuju Suci. Anda Siap…?! He he he . . . Edan Tenan.

Apa arti dari Haqq Maujud itu WEB…?!

Al-Qur’an mengatakan Al-Haq berulang kali hingga sebanyak 227 dengan beraneka ragam artinya. Di antaranya adalah keadilan, tauhid, kebenaran, nasib, kebutuhan, antonim kebatilan, keyakinan, kematian, kebangkitan dll.

Namun inti dari puncak makna al-haq adalah Dzat Maha Suci Allah.

Bahwasannya, Dzat Maha Suci Allah itu adalah al-haq. Artinya; Tidak mengalami sedikitnpun perubahan. Dia wujud yang bersifat wajib, tidak tergambarkan dalam benak, bahwa Dzat Maha Suci Allah disentuh ketiadaan atau perubahan seperti yang dialami makhluk.

Dia yang berhak disembah, tiada yang berhak disembah kecuali Dzat Maha Suci Allah. Karena Dia al-haq. Maksudnya; Segala dan Semuanya bersumber dari-Nya pasti benar, pas, mantap, pasti dan tidak berubah. Itulah singkat padatnya Arti dan Maksud Haqq atau Al-Haqq.

Maujud;
Maujud. Artinya; Benar-benar ada, berwujud nyata, konkret. Maksudnya; Sesuatu yang dapat diraba dan dilihat secara kasat mata.

Sekali lagi…
Haqq Maujud yang saya gunakan sebagai Judul Artikel ini. Arti dan Maksudnya adalah; Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita, dalam Laku Murni Menuju Suci.

Wow… Keren sekali.
Lalu bagaimana Caranya WEB…?!

Di bawah ini adalah Sembilan Cara Untuk Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita dalam Laku Murni Menuju Suci. Agar supaya segala keraguan bisa sirna. Karena ada bukti kesaksiannya.

Cara Yang Pertama;
Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu.

Cara Yang Kedua;
Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu.

Cara Yang Ketiga;
Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu.

Cara Yang KeEmpat;
Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu.

Cara Yang Kelima;
Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan menentukan Nasibmu.

Cara Yang KeEnam;
Jagalah Nasibmu, karena Nasib, akan menentukan suana Hatimu.

Cara Yang Ketujuh;
Jagalah Hatimu, karena Hatimu akan menentukan Rasamu.

Cara Yang Kedelapan;
Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu.

Cara Yang Kesembilan;
Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Tuhan-mu.

Tuhan hantu, apa hantu Tuhan, yang tidak terlihat, kadang kala terlihat, hi,,,,serem. Atau hantu-hantuan Atau Tuhan-Tuhanan, yang kalau pagi tempe, siangnya tahu, sorenya tauge. He he he . . . Edan Tenan.

Itulah Sembilan Cara Untuk Membuktikan Al-Haqq MauJud atau Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita dalam Laku Murni Menuju Suci. Agar supaya segala keraguan, kebimbangan dan ketakutan Anda bisa sirna, tidak lagi melekat di Otak dan Hati Anda.

Karena ada bukti nyata, yaitu menyaksikan-Nya sendiri, secara Nyata, bukan kira-kira katanya…

Anda bisa menjaga Sembilan yang Sudah saya uraikan di Atas…!!! Yang dalam istilah KeIlmuannya tersebut Babagan Hawa Sanga atau Babahan Hawa Sembilan.

Saya tidak akan banyak cerita. Silahkan buktikan saja sendiri.

Tidak terbukti, makilah Wong Edan Bagu, jika perlu. Ludahi bacotnya yang suka gembar gembor mensyiarkan Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci Tuhan di Internet.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

ILMU HAYAT (IQRO)


AILMU HAYAT (IQRO)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Kamis. Tanggal 15 Februari 2018.

WEB…
Gampang Mana sih. Menulis apa Membaca…?!

Lebih Baik Membaca dari pada Menulis, katanya orang bijak begitu sih….

Setelah saya hayati, bener juga sih, karena mencari bahan atau inspirasi untuk menulis, itu tidak mudah, apa lagi menulis sebuah kejadian yang dialami secara Laku Spiritual. Wow… Sungguh tidak segampang membacanya.

Munculah sebuah Pertanyaan. Bagaimana tipe membaca Anda…?! He he he . . . Edan Tenan.

Malam ini, Malam Jumat hari Kamis tanggal 15 Februari 2018
di gubug Jenggolo manik, benar-benar merupakan malam menantang bagi saya.

Bagaimana tidak. Beberapa menit yang telah berlalu, saya WA-an seorang guru kepala sekolah hebat yang saya kagumi.

Saya minta beliau untuk menulis tentang apa saja atau soal apa saja. Tujuannya, untuk mengasah keterampilan menulis.

Apa jawabnya…?!
“Nggak ah’ sampean saja yang nulis, saya yang baca” katanya ringan tanpa beban.

Okelah kalau bagitu, kasih saran saja saya ya, kalau tidak tepat, beri kritikan. Jawab saya memohon.

Balasan WA saya malah diketawain, saya jadi bertanya-tanya, mungkin karena beliau juga sering baca tulisan jelek saya.

Heeeemmm… Akhirnya saya berkesimpulan, bahwa beliau maunya membaca, tidak menulis. Setidaknya untuk saya malam ini.

Namun terbesit dalam benak saya sebuah berkata’an.

Apakah membaca itu Gampang…?!
Mudah…?!

Langsung bisa mengerti dan memahami maksud penulisnya…?!

Lalu segera bisa langsung mempraktikkannya…?!

Ini yang terbesit dalam benak saya, sekaligus menjadi bahan renungan ‘dadakan’ malam ini, yang harus saya tulis menjadi tambahan pengetahuan, untuk saya pribadi dan kabar terbaru di akun internet saya, sehingga terbuatlah Artikel ini. Semoga bermanfaat secara umum, sebagai tambahan pengetahuan.
Mulailah saya menulis beberapa referensi tentang segampang apa membaca itu, dan akhirnya saya mencoba menuliskannya dari sini.

Definisi, jenis membaca, teknik membaca dan sebagainya He hd he . . . Edan Tenan.

Sungguh ini menjadi bagian pembelajaran terbaru dan terhebat bagi saya, yang saya dapatkan malam ini. Malam Jumat hari Kamis tanggal 15 Februari 2018, dan bagi siapapun yang malas membaca juga tentunya. He he he . . . Edan Tenan.

Dan ini Hasilnya; Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.

Membaca adalah suatu kegiatan atau cara dalam mengupayakan pembinaan daya nalar manusia hidup.

Dengan membaca, seseorang secara tidak langsung, sudah mengumpulkan kata demi kata dalam mengaitkan maksud dan arah bacaannya, yang pada akhirnya pembaca dapat menyimpulkan suatu hal, dengan nalar yang dimilikinya. Wow… Keren kan…

Membaca sebagai produk yang didefinisikan sebagai pemahaman atas simbol-simbol bahasa tulis yang dipelajari seseorang.

Membaca merupakan proses yang kompleks, karena Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca, untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.

Membaca adalah sebagai proses kegiatan mencocokan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis.

Membaca adalah sebuah proses yang kompleks dan rumit.
Kompleks yang arti maksudnya;
Dalam proses membaca, terlibat sebagai faktor internal dan eksternal pembaca.

1. Faktor internal;
Dapat berupa intelegensi (IQ) minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan pembaca, dan sebagainya.

2. Faktor eksternal; Bisa dalam bentuk sarana membaca, teks bacaan (sederhana, berat, mudah, sulit).

faktor lingkungan, atau faktor latar belakang, sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca.
He he he . . . Edan Pora.

Kesimpulannya;
Membaca merupakan suatu proses pengolahan simbol-simbol tertulis (tekstual) dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh (holistik) tentang isi bacaan, dan merupakan kegiatan komunikasi tidak langsung antara penulis dan pembacanya.

Pembaca akan memahami maksud penulis tentang sesuatu apapun yang dibacanya.
Membaca itu memiliki tujuh jenis. yaitu sebagai berikut;

1. Membaca dengan suara (membaca nyaring).
Yakni kegiatan membaca dengan mengeluarkan suara atau kegiatan melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras.

2. Membaca dalam hati (membaca senyap).
Merupakan proses membaca tanpa mengeluarkan suara, membaca dalam hati atau membaca diam tidak ada suara yang keluar. Sedangkan yang aktif bekerja, hanya mata dan otak atau kognisi kita saja.

Membaca jenis ini, pada umumnya dimiliki seseorang yang memiliki tipe belajar visual.

3. Membaca intensif.
Membaca intnsif merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara seksama. Pada jenis membaca ini, seseorang membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada, dan bertujuan untuk menumbuhkan serta mengasah kemampuan membaca secara kritis.

4. Membaca ekstensif. Merupakan program membaca yang dilakukan secara luas, baik jenis maupun ragam teksnya dan tujuannya hanya sekedar untuk memahami isi yang penting-penting saja, dari bahan bacaan yang dibaca dengan menggunakan waktu secepat mungkin.

5. Membaca literal.
Membaca literal merupakan kegiatan membaca sebatas mengenal dan menangkap arti yang tertera secara tersurat (eksplisit).

Jenis membaca ini bermakna, bahwa pembaca hanya berusaha menangkap informasi yang terletak secara literal (reading the lines) dalam bacaan dan tidak berusaha menangkap makna yang lebih dalam lagi, yakni makna-makna tersiratnya, baik pada tataran antagonis (by the lines) apalagi makna yang terletak dibalik barisnya (beyond the lines).

6. Membaca kritis.
Membaca kritis adalah sejenis kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan belaka.

7. Membaca kreatif.
Membaca kreatif merupakan proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah, dari pengetahuan yang baru, yang terdapat dalam bacaan, dengan cara mengidentifikasi ide-ide, yang menonjol atau mengkombinasikan pengetahuan yang sebelumnya pernah di dapatkan.

Tujuan Membaca;
Definisi dan jenis membaca yang sudah saya uraikan di atas, pembelajaran untuk kita, bahwa kegiatan membaca, bukan sesuatu yang biasa. Akan tetapi juga butuh pemahaman mendalam.

Lalu apa sebenarnya tujuan membaca itu…?!

Tujuan utama dalam membaca adalah; untuk mencari serta memperoleh informasi mencakup isi, memahami makna bacaan.

Tujuan membaca dibagi menjadi tiga jenis, antara lain;
1. Untuk Studi.
Membaca untuk sendiri, ialah membaca untuk menemukan informasi-informasi yang diperlukan, untuk menyelesaikan masalah studi, yang pada akhirnya, memperkaya pengetahuan dalam berbagai ilmu dan disiplin tertentu.

Misalnya seorang mahasiswa, membaca yang relevan dengan kebutuhan mata kuliahnya.

2. Untuk Usaha.
Membaca untuk usaha, ialah membaca untuk menentukan dan memahami informasi yang berkaitan dengan usaha, yang dilakukan dengan usaha yang dilaksanakan, seperti pekerjaan kantor, rumah tangga, dan lain-lain. Mencermati peluang usaha, dan sebagainya.

3. Untuk kesenangan.
Membaca untuk kesenangan, ialah membaca untuk mengisi waktu senggang, dan memuaskan perasaan serta imajinasi, bahan bacaan ilmiah membaca ini, adalah novel, cerpen, dan buku bacaan ini, seperti surat kabar. Pada umum memang jenis bacaan fiksi yang menemaninya. Pada intinya.

Tujuan membaca adalah untuk menemukan atau mengetahui penemuan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh, apa-apa yang telah dibuat oleh sang tokoh, apa yang telah terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh.

Untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, apa-apa yang dipelajari atau yang dialami tokoh, dan merangkumkan hal-hal yang dilakukan oleh tokoh untuk mencapai tujuannya.

Membaca juga bertujuan untuk menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Setiap tahap dibuat untuk memecahkan suatu masalah, adegan-adegan, dan kejadian, kejadian buat dramatis.

Luar Biasa Bukan…?!
Sebab itu, Perintah Pertama Dzat Maha Suci kepada Utusan Terkasihnya. Adalah “Iqro” (Bacalah)

Nah…
Bagaiamanakah teknik membaca pilihan Anda…?!

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih* Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966. BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya