Jiwa Manusia [Wujud dan Rupa serta Rasa:

WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN;
Artinya : Aku ada di dalam Jiwamu, mengapa kamu tidak melihat?

Audzubillahiminasyaitonnirrojim…
Bismillahirrahmaanirrahiim
Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari [godaan] SIFAT syaitan yang terkutuk.

Manusia adalah tempatnya Idajil. Iblis, Syaitan, Jinn, 10 Malaikat [Sifat Malaikat] Surga dan Neraka, 7 lapis langit 7 lapis bumi [Hati yang lapang]

Makna-makna yang terkandung dalam setiap kitab suci semuanya dirangkum dalam Al-Quran, makna-makna yang terkandung dalam Al-Quran dirangkum semuanya dalam surat Al-Fatihah dan makna-makna yang terkandung dalam surat Al-Fatihah dirangkum dalam kalimah Bismillaah.

Makna-makna yang terkandung dalam kalimah Bismillaah dirangkum dalam huruf Ba-nya, makna yang terkandung dalam huruf Ba adalah ;
“Oleh-KU telah terjadi sesuatu yang telah terjadi dan oleh-KU akan terjadi sesuatu yang akan terjadi” makna TITIK pada huruf “Ba” adalah HATI
[Pintu masuk = “Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu”]

” Sesungguhnya syaitan berjalan dalam tubuh Manusia di tempat peredaran darah.”
[HR. Al Bukhari: 7171 dan Muslim: 2175 dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha]

“Ketika Allah menciptakan Adam [Cahaya = Sifat Malaikat] di Surga, Allah pun meninggalkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Maka Iblis pun mengitari [Adam] dan memperhatikan bagaimana keadaannya, ketika melihat ada sisi yang kosong, maka dia pun mengetahui bahwa Allah telah menciptakan satu ciptaan yang tidak mampu untuk menahan diri.”

Ketika pindah ke Alam Dunia, Adam di masukkan ke dalam
jasad, hakikat jasad adalah merupakan penjara dunia.
Allah Subhana wa Ta’ala hanya menciptakan Rahmat dan Ni’mat, Allah Subhana wa Ta’ala tidak menciptakan Neraka ketika Adam berada di Alam Rahmat…

Di saat Iblis tidak mau bersujud/hormat kepada Adam maka lahirlah Neraka, Neraka adalah buah TEKAD Iblis, ketika permohonannya dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menggoda anak cucu Adam sampai hari Kiamat…

Sifat-sifat Iblis, Setan, Jinn :

HUBBUD DUNIA adalah pangkal dari semua sifat-sifat ; sombong, ujub, riya, takabur, fasik, munafik, iri, dengki, dendam, benci, dusta, sum’ah, bohong, zhalim, khianat, rakus, bakhil, kikir, fitnah, ghibah, fitnah, mencela, menghina, mencemooh, perkataan kasar dan kotor dll

RAHMAT ALLAH dan SYAFA’AT RASULULLAH sangat sulit untuk menetes ke dalam hati yang di penuhi penyakit

Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam ;
Allah tidak memandang RUPA dan HARTAMU tetapi Allah memandang HATI dan AMALANMU

Musyrik Dholalah : Latta, Uza, Manat, Hubal.
Syirik Khofi : Islam yang tekadnya berubah.
Syirik Lijati : Hati Islam, pekerjaan musyrik.
Syirik Li’ijati : Pindah-pindah Agama.
Kufur : Ucapan yang buruk.
Kafir : Manusia yang jahat hatinya.
Kufar : Prilaku dan langkah yang buruk.
Hadast-hadast BAATHIN [Berhala-berhala di dalam hati, uapnya akan menutupi Baathin]

SIFAT membuktikan ISI HATI
Akhlaq Baathin yang sudah buruk, karena Iblis, Syaitan dan Jinn telah mengkapling HATI , membuat manusia berubah TEKAD. Perkataan, tekad dan tingkah lakunya cerminan dari sifat-sifat Iblis, Setan dan Jinn. Mereka selalu membuat perangkap, jebakan halus, menghalangi dan membelokan jalan menuju kepada kebenaran dan kebaikan [Menawarkan Surga, mengajak ke Neraka]
SATU KEBENARAN, DI BUNGKUS 100 KEPALSUAN
“Seperti semut hitam yang berjalan di atas batu hitam, di kegelapan malam di dalam gua yang gelap”

Hadast Baathin menjadi benih KEBENCIAN akan menghasilkan HALUSINASI JIWA :
Merasa paling baik…
Merasa paling benar…
Merasa paling pandai…
Merasa banyak amal…
Merasa paling shaleh…
Merasa ahli ibadah…
Ingin dipuji…
Ingin disanjung…
Ingin di hormat…
Mengagumi diri…
Melupakan dosa…
Melupakan azab…
Berandai- andai terhadap Allah…
Berangan-angan Surga…
Benci kepada yang tidak shalat…
Benci kepada manusia yang tidak disukai…
Menghina…
Melecehkan…
Mencemooh…
Panjang angan – angan dll

Ibadah yang dibarengi dengan perasaan akan membuka jebakan- jebakan dan perangkap yang sangat halus, pintu masuknya syaitan ke dalam hati;

Seperti ahli ibadah…
Seperti ahli agama…
Seperti ahli shalat…
Seperti orang pandai…
Seperti ahli Surga…
Seperti orang baik…

” Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan
HAWA NAFSU-nya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan Ilmu-Nya[1384]
dan Allah telah mengunci mati PENDENGARAN dan HATI-nya dan meletakkan tutupan atas PENGLIHATAN-nya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah [membiarkannya sesat]. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
[QS al-Jatsiyah:45: 23]

Jika kegelapan menutupi mata baathin maka menyebabkan baathin terpisah dari kebenaran. Baathinlah yang tertutup sedangkan kebenaran tidak tertutup. Dalil atau bukti yang dicari bukanlah untuk menyatakan kebenaran dan keyakinan, tetapi untuk mengeluarkan baathin dari lembah kegelapan kepada cahaya yang terang benderang, keyakinan/iman di dapat melalui pengamalan, sehingga cahaya akan menerangi atau membuka hijab hati, kekuatan ilmu yang diperoleh di tentukan oleh kekuatan hati, wadahnya harus bersih, ilmu tidak akan masuk ke dalam hati yang kotor.

Apabila hatinya bersih maka cahaya Illahi semakin bersinar menerangi dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas, lalu baathinnya menghadap kepada yang lebih benar, sehinggalah dia menemui kebenaran hakiki, terbukanya mata baathin memperlihatkan keberadaan Allah Ta’ala, kesaksian mata baathin memperlihatkan ketiadaan diri selain Wujud-Nya, kesaksian hakiki mata baathin memperlihatkan bahwa hanya Dzat yang Wujud, tidak terlihat lagi ketiadaan dan wujud diri, hal ini disebut Nafi Isbat.
Baathin yang terlantar tanpa makanan mengakibatkan peredaran darah menjadi kotor, akibatnya menjadi penyakit, mudah marah, depresi, stress, was-was, keraguan, hati resah, jiwa gelisah, pikir tidak tenang, hati panas, hati membatu, stroke, penyakit jantung, kanker, darah tinggi, tumor, sakit yang panjang di masa tua, sakaratul maut yang lama dll

Efek dari hadast-hadast baathin, akan membuat baathin terhijab dan qolbu menjadi gelap, hati mengalami kebutaan…

“Sesungguhnya bukan buta mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada”
[Al Hajj: 46]

BAATHIN adalah maqamnya RUH :

BILLA HAEFFIN, artinya tak berwarna dan tak berupa, tidak merah tidak hitam, tidak gelap tidak pula terang.

BILLA MAKANIN, artinya tidak berarah tidak bertempat, tidak di barat tidak di timur, tidak di utara maupun di selatan, tidak di atas maupun di bawah.

Baathin bisa kotor oleh uap-uap nafsu kotor dari ;
1. NAFSU AMARAH
2. NAFSU SAWIYAH
3. NAFSU LAWAMMAH
4. NAFSU MUTHMAINAH adalah nafsu yang diberikan bersamaan dengan RUH. Sifatnya nafsu adalah meliputi, jika Nafsu Muthmainah menjadi penguasa [RASA] maka akan berubah sifat menjadi jiwa yang tenang. bukti dari Nafsu adalah adanya segala keinginan…
SIFAT RASA BAIK dan SIFAT RASA BURUK.

RUH – mengenai RUH, manusia hanya diberi pengetahuan yang sedikit, RUH SIFATNYA FITRAH dan NETRAL, RUH ibarat minyaknya, NYAWA adalah api, NAFSU adalah panasnya, adanyaNyawa adalah ketika bayi dari Alam Rahim keluar dan kontak dengan Alam Dunia, karena adanya Jauhar Awwal Rasulullah.

I’TIQOD atau TEKAD [DASAR TAUHID] pada diri manusia adalah hal yang paling penting dan mendasar, karena ini menyangkut Akar Hati = Tulang ekor = Balung Tunggal

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur [dimakan tanah] kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.”
[HR. Al Bukhari, Nomor 4935]

Akarnya adalah Tekad / I’tiqod, batangnya adalah Syahadat, cabang dan ranting adalah Istigfar, daunnya adalah Takbir, buahnya adalah Bismillah, pohon hati ini akarnya membenam ke dalam tujuh lapis bumi, dan buahnya menjulang ke atas tujuh lapis langit, kedudukanNIAT adalah DI LUAR TEKAD.

Surga dan Neraka ditentukan oleh manusia ketika hidup di dunia, sesuai dengan apa yang dipertuhankannya/Itiqod/Tekad/Keyakinannya…

Syahadat ; ILMU – AMAL – PERKATAAN
Neraka > HAWA NAFSU
Surga > ILMU

ITIQOD/TEKAD
Lafadz Tauhid>proses>Kalimah Tauhid [Ruh Tauhid]
“DI DUNIA SEBAB AKIBAT, DI AKHIRAT SEBAB TEKAD”

QOLBU – adalah tempatnya SIFAT NUR ILMU RASULULLAH berfungsi sebagai penerang Alam Hati [Cahaya Iman] Jika Ilmunya yang di dapatkan dari Ilmu yang bersih dan suci, maka setitik Nur ini akan menjadi:

CAHAYA NUR [Rijalullah] Sifat Nur Ilmu ini bermuara menjadi Nur Darah Merah, Nur Darah Kuning, Nur Darah Putih, Nur Darah Hitam.

CAHAYA API [Rijalul ‘Alam] yang terbuat dari api yang bersih, dari Raja Jann, rajanya para Jinn. Ilmunya di dapat dengan cara kotor [amalan junub] maka darah menjadi menjadi kotor.

NYAWA – adanya nyawa adalah ketika jasad bayi dari Alam Rahim lahir, dan kontak dengan Alam Dunia.
SIFAT FITRAH RUH berubah sifat menjadi ROH
[Wujud Rupa Jasad] Jasad yang terbuat dari Hakikat Adam,

SAEFI EMPAT :
Saripati Ruh Api
Saripati Ruh Air
Saripati Ruh Bumi
Saripati Ruh Angin.

Jutaan nyawa mati oleh API
Jutaan nyawa mati oleh ANGIN
Jutaan nyawa mati oleh BUMI
Jutaan nyawa mati oleh AIR
ketika beranjak dewasa jasad menjadi kotor, sedikit ataupun banyak, ada Roh – roh dari API – ANGIN – BUMI – AIR yang menumpang pada makanan, sehingga menjadi kotor dan masuk ke dalam tubuh, di cerna oleh tubuh menghasilkan darah, dalam peredaran darah inilah Roh – roh bersemayam, sehingga menimbulkan penyakit, jadi asal usul penyakit adalah dari makhluk atau dari Roh yang menumpang pada makanan.

Setiap perbuatan maksiat akan menjadi dosa. Setiap dosa manusia akan berpengaruh terhadap darah, karena darah adalah merupakan sebuah alam atau sebuah wadah.

Di sinilah manfaatnya Aqiqah, Qurban, Kifarat agar AQO’IDUL IMAN tidak belok ke kiri dan kanan

Allah ta’ala berfirman;
Daging – daging unta dan darahnya itu tidak akan dapat mencapai kepada Allah, tetapi ketakwaanmu yang dapat mencapainya.(Qs.Al Haj:37)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda ; “Dosa itu membekas di dalam Hati.”(Al Hadits).

Proses Nabati dan Hewani + Ilmu di 7 turunan
Ex ; Habil dan Qobil > Faktor Genetik > HAWA NAFSU >
SIFAT BAIK dan SIFAT BURUK

Halal, Haram, Syubhat>>>Darah>>>Sifat>>>Akhlak.
Sifat Ilmu/sifat pekerjaan seseorang ketika di dunia, akan turun kepada keturunannya, Allah tidak akan menerima keburukan dan… sifat buruk itu akan kembali kepada keturunannya.

Ibnu Abbas Radhiallaahu’anhu ;
“Tidak ada dosa kecil kalau dilakukan terus menerus dan tidak ada dosa besar kalau dibarengi istighfar. Berkata pula seorang salaf, “Jangan engkau memandang kepada kecilnya dosa, namun lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat.”

“Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali NAFSU yang diberi RAHMAT oleh Rabbku.”
[QS Yusuf: 53]

MADI – WODI – MANI – MANIKEM
Wujud jasmani manusia bakal rusak, tetapi RASA akan tetap ada, enak dan tidak enak, hanya alamnya akan berbeda, itulah sebabnya makhluk umurnya tidak sama, bukan kehendak Allah panjang dan pendeknya umur, tapi wadahnya yang tidak kuat, jadi suka cepat mengalami kematian. Pekerjaan dari Bapak dan Ibu, proses Nabati dan Hewani, halal dan haram, namanya Madi, Wodi, Mani, Manikem itulah yang kurang kuat, makanya cepat mati, wadahnya hidup, yang kurang kuat adalah MANI, sebab asal mani, dari gulungan darah, jika darah Ibu dan Bapak, di waktu tadi keluar, darah dalam keadaan tidak sehat, lagi ada penyakit, mani juga akan tidak sehat, tercampuri oleh penyakit, jadinya tetap jadi, tapi cepat lapuk, umurnya tidak akan bertahan lama, karena sudah keropos tadinya.
Darah harus jalan baik, proses Nabati dan Hewani yang halal agar menghasilkan keturunan yang halal, yang disebut :

WADI asalnya dari API menjadi DAGING
MADI asalnya dari ANGIN menjadi SUMSUM
MANI asalnya dari AIR menjadi TULANG
MANIKEM asalnya dari BUMI menjadi KULIT

Kemuliaan manusia terletak pada akalnya ;
Penghalang AKAL adalah Syaithan
Penghalang PIKIR adalah Jinn
Penghalang HATI adalah Iblis
Penghalang BAATHIN adalah Azazil/Idajil

Jika penghalangnya tidak bisa disingkirkan maka manusia akan bermartabat seperti hewan, hanya hawa nafsu buruk yang ada, kerjanya hanya makan, tidur, senggama, senang-senang, kemewahan, bermegah-megahan, menghamburkan usia dan waktu, hidupnya hanya untuk menanti ajal, tidak tahu asalnya dari mana, untuk apa dia ada di dunia, pulang mau kemana…

“Ada seseorang ketika hidup di dunia, dia banyak melakukan amalan Surga, tapi ujung-ujungnya masuk Neraka”

“Ada seseorang ketika hidup di dunia, dia banyak melakukan amalan Neraka, tapi ujung-ujungnya masuk Surga”

Dasar Ilmu adalah kesadaran diri…
Ma’rifat tertinggi adalah ketika manusia berani dan jujur untuk menelanjangi diri, menggali dosa, kesalahan dan kekurangan diri…

“ Ya ayyuhan nafsul muthmainnah irji’i ila robbiki rodhiyatam mardhiyyah “ [QS al-fajr:27-28]

“ WAHAI JIWA YANG TENANG, KEMBALILAH KEPADA ROBB-MU, DALAM KEADAAN RIDHO DAN DI RIDHOI ”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s