KESAKSIAN GA”IB Wong Edan BaGu: Brebes jateng: Malam minggu pon tgl 06-10-2013

Meditasien

Bismiilahi walhamdulilahi la haula wala quwata ila billahi Nawaitul Lilahi Ta’ala…… Assalamu’alaikum warohmatullallhi wabarokaatuh, ..
Bismillahi minal Awwali wal Akhiri….. Allaahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad. Allahumma shalli ‘alaihi wa sallim wa adzhib hazana qalbiy fin-dunya wal-aakhirah………….

Bismillahirrahmanirrahim……… Subhanallah… tak ada kata yang mampu saya ucap, selain rindu… saya rindu.. berkumpul, bermuajahah dengan hamba-hambaMu nan Sholeh. Semoga Engkau berkenan mengumpulkan saya, hamba yang fakir dan hina ini bersama hamba-hambaMU yang Engkau Cintai… Amiin…
Saudara/iku dimanapun berada… Alhamdulillaah… malam ini. Malam minggu pon. Tempatnya di Perumahan Cigedog Indah {PCI} Kec. Kersana Kab. Brebes Jateng. Tepat jam 01:11, saya bersamadi dalam keda’an tidak tenang, di karenakan di kejar target laku spiritual yang selama ini saya harapkan segera menemukan titik Hasilnya. Namun masih tertunda karena menunggu sa’at yang tepat sesuai aturan masing2 kodrat… Dengan meditasi komplain saya,,, entah di mulai dari mana. Tiba2… ada suara yang sangat berwibawa berkata tegas memarahi saya. Nadanya nada marah, namun, semakin saya amati. Ternyata itu bukan kemarahan, melainkan kasih sayang yang menyadarkan, disini ingin saya bagikan tentang suara ga’ib tersebut. Karena, menurut saya. Itu bukan hanya berlaku untuk saya. Tapi juga bermanfa’at untuk semua orang2 yang sangat saya kasihi dan sayangi dimanapun beradanya. Semoga kalian punya kesempatan untuk membuka catatan ini. Dan memahaminya intisaripatinya….

Gunakan Rasamu untuk membacanya:
Sedulur 4-5 pancer

{Ga’IB}; Wong Edan BaGu;

Kalau kau sibuk berteori saja. Kapan kau sempat mempraktekan teori? Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja. Kapan kau memanfaatkannya?
Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja. Kapan kau sempat menikmati hidup? Kalau kau sibuk menikmati kehidupan saja. Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk dengan kursimu saja. Kapan kau sempat memikirkan pantatmu? Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja. Kapan kau menyadari joroknya?
Kalau kau sibuk membodohi orang saja. Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu? Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja. Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau pamer kepintaran saja. Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu? Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja. Kapan kau pintar?
Kalau kau sibuk mencela orang lain saja. Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya? Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja. Kapan kau menyadari celamu sendiri?

Kalau kau sibuk bertikai saja. Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian? Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja. Kapan Kau akan menyadari sia-sianya?
Kalau kau sibuk bermain cinta saja. Kapan kau sempat merenungi arti cinta? Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja. Kapan kau akan bercinta?

Kalau kau sibuk berkhutbah saja. Kapan kau menyadari kebijakan khutbah? Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja. Kapan kau akan mengamalkannya?
Kalau kau sibuk berdzikir saja. Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir? Kalau kau sibuk dengan keagungan yang di dzikiri saja. Kapan kau mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja. Kapan kau sempat memikirkan bicaramu? Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja. Kapan kau mengerti arti bicara?
Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja. Kapan kau sempat berpuisi? Kalau kau sibuk berpuisi saja. Kapan kau memuisi?

Kalau kau sibuk dengan kulit saja. Kapan kau sempat menyentuh isinya? Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja. Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja. Kapan kau memakrifatiNya? Kalau sibuk memakrifatiNya saja. Kapan kau bersatu dengan Nya?
Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat. “Kalau kau sibuk bertanya saja. Lalu… Kapan kau mendengarkan jawaban”

KESIMPULAN:
Kita perlu harus, untuk tidak menjawab telepon yang masuk, menghentikan setiap kendaraan, dan setiap kegiatan walau hanya selama satu jam saja, memberikan waktu kepada diri pribadi kita untuk benar-benar memikirkan untuk apa kita hidup, mau apa kita hidup, dan apa sebenarnya yang di maksud dalam hidup… Jika tidak, sampai kapanpun kita tidak akan pernah paham apa lagi mengerti… yang ada hanya protes di dalam kotak2 dan mengeluh yang tiada akhirnya… Sedangkan Tuhan sudah menyediakan ikanya di sebuah kolam, tinggal bagaimana kita akan mengail/memancingnya… Semoga bisa di mengerti makna dan maksud serta tujuanya…. jika bisa. Pasti Bermanfaat… Amin dan Salam Rahayu…

By: Wong Edan BaGu
Brebes jateng:
Minggu pon tgl 06-10-2013

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s