Mulai Akhir Tahun 2016 dan Awal Tahun 2017 ini. Siapa yang Tidak JUJUR. Harus Siap Hancur:


Mulai Akhir Tahun 2016 dan Awal Tahun 2017 ini.
Siapa yang Tidak JUJUR. Harus Siap Hancur:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Kamis Kliwon. Tgl 01 Desember 2016

Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasihku sekalian, ketahuilah dengan kesadaran murnimu. Bahwa akhir Tahun 2016, awal Tahun 2017. Sudah waktunya BENAR di ungkap secara menyeluruh. Sudah sa’atnya JUJUR menjadi tradisi yang menyeluruh pula. Mulai di masa tersebut, barang siapa yang tidak jujur, maka harus Siap Hancur dalam segala halnya. Nah… Untukmu sekalian, yang sebagai Pemimpin. Pembimbing. Pengajar. Pejabat dll. Terutama Penguwasa Negara. Wilayah. Daerah. Tempat dan Rakyat, atasan atau bawahan, pintar atau awam, kaya atau miskin, lelaki atau wanita, balita atau dewasa. Pembisnis atau petani. Semuanya,,, Kalau tidak Benar. Kalau tidak Jujur. Maka, bersiap-siaplah untuk Hancur. Karena BENAR dan JUJUR sudah waktunya dan sudah sa’atnya menjadi Sipat dan Sikap seluruh manusia hidup di dunia ini. Dan Bagi yang bisa Benari benar dan Jujur.

Hidup tidak selalu merisaukan tentang penampilan diri sendiri, dan khawatir tentang penilaian orang lain. Apa yang ada pada diri kita, tidak harus tergantung pada pemikiran orang lain, tetapi harus menjadi cerminan dari apa yang kita kerjakan sendiri. kita harus percaya pada diri kita sendiri, dan kita dapat melakukannya, hanya jika kita bisa jujur pada diri sendiri. Bila kita tidak jujur pada diri sendiri, kita tidak akan pernah mencapai kebahagiaan, apa lagi ketenteraman dan sempurna, tetapi kita juga akan merasa sulit untuk tetap jujur kepada orang-orang di sekitar kita, dan akan terus bersembunyi di belakang penilaian orang lain.

Tetap setia kepada diri sendiri, adalah hal yang paling penting dalam menjalani Hidup di dalam kehidupan, baik secara spiritual maupun non spiritual. Berikut adalah beberapa tanda-tanda bahwa kita tidak jujur pada diri sendiri, yang berhasil saya pelajari dan saya rangkum menjadi artikel ini, untuk di bagikan kepada Para Kadhang dan Sedulur kinasihku sekalian.

Menjadi jujur, meskipun itu menyakitkan adalah versi terbaik dari diri kita sendiri. Ini adalah keputusan tetap yang harus kita buat setiap hari, atau bahkan setiap kesempatan. Kadang-kadang kita membuat keputusan yang buruk. Kadang-kadang kita belajar. Kadang-kadang kita jujur pada diri sendiri. Kadang-kadang kita mengkhianati diri sejati kita sendiri. Nah, berikut saya bagikan pengalaman pribadi saya, mengenai Tandanya Kalau Kita Sudah Tidak Jujur Pada Diri Sendiri;

Pertama. Menertawakan sesuatu yang tidak lucu, hanya untuk ikut-ikutan. Kita semua melakukannya setidaknya sekali, tetapi semakin kita melakukannya, semakin sulit menjadi tulus, karena kita harus bertindak pura-pura ‘menyesuaikan diri’, padahal tidak sesuai dengan hati/rasa pribadi kita. Kita tidak secara alami menemukan sesuatu yang lucu, tentang seseorang, dan justru membohongi rasa/hati kita sendiri.

Kedua. Memberi pujian palsu. Jangan memberikan pujian palsu, hanya untuk disukai. Sakit hati yang ditimbulkan, ketika kebenaran keluar dari pujian palsu, jauh lebih melukai, daripada mengatakan hal yang sejujurnya. Lebih baik memilih diam, jika tidak dimintai pendapat, atau mengatakan secara halus, bahwa itu kurang sesuai.

Ketiga. Berbohong tentang sesuatu hanya untuk menyenangkan orang lain. Kebohongan seolah-olah menjadi tempat berlindung yang aman, padahal sama sekali bukan tempat tinggal yang menentramkan. Salah satu kebohongan mengarah ke kebohongan yang lain, sebelum kita menyadarinya, kita terus-menerus berada dalam jaringan kebohongan, dan akan menemukan kesulitan untuk menemukan kejujuran kita sendiri

Ke’empat. Berpura-pura bahagia ketika kita sengsara, atau sebaliknya, Cepat atau lambat, kepura-puraan akan berakhir. Kita akan muak, marah, dan frustrasi pada diri kita sendiri. Ada cara yang lebih baik, batasilah pergaulan dan kegiatan yang sekiranya menyebabkan atau membuat rasa kita sengsara, dan kelilingi diri kita, hanya dengan orang-orang yang membuat kita bahagia.

Kelima. Menyembunyikan kata hati kecil kita, demi meraih simpati. Percayalah pada diri sendiri. Jangan masuk ke dalam beberapa kotak atau bendera pemikiran orang lain. Jika kita berpikir secara berbeda, maka jadikan itu sebagai opini jujur kita. Kadang-kadang pendapat kita ikut arus, kadang-kadang menentang, lain waktu kolot. Lupakan apa yang sedang digemari saat ini. Beri apresiasi untuk penilaian kita sendiri, berdasarkan pengamatan jujur.

Ke’enam. Memaksa diri kita untuk melakukan hal-hal yang tidak kita sukai. Cukup katakan saja terus terang. Jika kita melakukan hal itu, dalam hubungan kita, maka kita merasa tertekan. Saatnya untuk mengatakan sebenarnya, daripada kita menderita di kemudian hari.

Ketujuh. kita terus-menerus mengubah pandangan kita, berdasarkan pandangan orang lain. Kita mungkin seorang idealis saat ini, tetapi karena berada ditengah-tengah orang yang suka menilai, akhirnya kita berubah menjadi bunglon, sesuai keinginan mereka. Ini tidak pernah bisa memberi kebaikan bagi pertumbuhan mental dan kepercayaan diri kita.

Berbohong bukanlah sifat sejati kita. Sikap berpura-pura tidak menjadikan kita merasa baik. Mengarang omong kosong dan menyembunyikan diri sejati kita, bukanlah hal yang membentuk identitas sejati kita. Diri sejati kita terdiri dari kualitas moral yang baik. Kita dapat memilih untuk menyinarinya, atau malah menyembunyikannya dalam kegelapan. Apa pun yang kita lakukan, jangan menyalahkan diri, apalagi mencaci-maki diri sendiri. Jangan lupa bahwa dibutuhkan keberanian untuk jujur pada siapa diri kita di dunia yang terburu-buru menilai kita. Mulai sekarang, kita dapat mengumpulkan keberanian untuk menjadi diri sejati kita, sebagai Putero Romo menjadi Romo Putero, jika kita membuat pikiran kita untuk melakukannya menjadi jujur pada diri sendiri, berati kita telah memberikan apa yang dirindukan hati dan jiwa kita. Menjadi jujur pada diri sendiri, adalah satu-satunya cara untuk mencapai kedamaian batin (Tenteram). Menjadi jujur pada diri sendiri, membuat kita bebas terlepas dari belenggu kotak, dan terlimpahnya kita dengan sukacita dan kebahagiaan yang menenteramkan secara sempurna.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966
BBM; D38851E6
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Cara mengetahui Usia Jiwa Kita Dan Cara Mengetahui. Apakah Jiwa Kita Pernah Mengalami Reinkarnasi atau Tidak:


Cara mengetahui Usia Jiwa Kita Dan Cara Mengetahui.
Apakah Jiwa Kita Pernah Mengalami Reinkarnasi atau Tidak:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Kamis Kliwon. Tgl 01 Desember 2016

Nomer (1). Cara mengetahui Usia Jiwa Kita;
Sebenarnya banyak sekali roh dari manusia, di kehidupannya yang sekarang ini, menjalani kehidupan ke sekian ratus, atau bahkan ke sekian ribu kalinya, sebagai wujud manusia. Memori kehidupan-kehidupan di masa lalu dari setiap manusia, sebenarnya telah ada tersimpan dengan rapi di dalam labirin otaknya. Hanya saja, tidak semua manusia bisa dengan mudah atau mampu untuk mengakses memori kehidupan masa lalunya (seolah-olah ada semacam tirai/hijab yang menyelimuti memori ini).

Dalam melakukan penjelajahan mencari sebuah pencerahan laku spiritual, manusia akan menempuh jalan yang berbeda-beda, karena memang spiritualitas, bersifat individualistis. Setiap manusia mempunyai sejarah hidup yang berbeda sejak dilahirkan, dan lingkungan adalah salah satu sebab terjadinya perbedaan tersebut. Hukum reinkarnasi akan menempatkan manusia pada perbedaan lingkungan sesuai karmanya. Walau demikian, perbedaan adalah sebuah keunikan. Setiap individu mempunyai kehendak bebas yang tidak bisa dipaksakan. Setiap manusia mempunyai cara masing-masing dalam mencari pencerahan batinnya. Jalan yang telah ditempuh orang lain, belum tentu baik untuk orang lain, karena kegelisahan seseorang dalam pencarian jati diri tentu berbeda-beda.

Wahyu Panca Gha’ib yang di Patrapkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, memori masa lalu di otak ini, bisa diakses kembali. Beberapa atribut kelebihan dan kekurangan yang Anda bawa dalam kehidupan ini, berasal dari kehidupan Anda sebelumnya. Karena semuanya merupakan pengalaman, yang akan bisa membuat Jiwa belajar dan berpengalaman, supaya menjadi ‘bijaksana’. Berikut adalah cara untuk menentukan usia jiwa Anda.

Pertama. Jiwa baru lahir. Jiwa yang baru lahir, adalah jiwa baru yang masih baru menjalani hidup pertama kali. Dalam hidup ini, jiwa difokuskan pada kelangsungan hidup, kematian, dan dalam beberapa kasus, mementingkan kecantikan/ketampanan penampilan. Jiwa baru lahir cenderung lucu, bersemangat, lugu, dan kadang liar, namun pada saat yang sama, sangat berorientasi pada keluarga dan berhati-hati.

Kedua. Jiwa bayi. Jiwa-jiwa bayi yang telah hidup dalam beberapa kehidupan, sangat banyak berfokus pada perasaan saling memiliki, berkumpul bersama teman/kelompok mereka. Mereka ingin belajar tentang aturan, peran, hubungan serta struktur sosial. Mereka cenderung mematuhi, disiplin, dan memiliki nilai yang kuat.

Ketiga. Jiwa muda. Sifat jiwa muda, sama seperti kita, saat remaja berusia 20 tahunan, berfokus pada kemerdekaan dan kemajuan pribadi. Jiwa muda memiliki keinginan untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengekspresikan kehendak bebas mereka. Mereka ambisius, inovatif, giat, kadang-kadang egois dan berapi-api.

Ke’empat. Jiwa dewasa. Sifat Jiwa dewasa, seperti orang yang sudah berumur setengah baya. Mereka mencari keharmonisan dalam hidup mereka, dan memiliki fokus pada hubungan, kesadaran diri, dan berempati dengan orang lain. Mereka sensitif, diplomatik, dan kadang-kadang sedikit neurotik.

Kelima. Jiwa tua. Orang yang berjiwa tua, memiliki sifat lebih mencari spiritualitas, kedamaian batin, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, atau mementingkan rasa kesatuan universal dan saling keterkaitan dengan sesama makhluk. Mereka bijaksana, sadar lingkungan sekitar, dan tidak terikat dengan hal-hal. Mereka cenderung soliter, pendiam, dan filosofis. Mereka adalah akhir dari siklus reinkarnasi.

Reinkarnasi merupakan sebuah sistem maha dahsyat, yang diciptakan oleh otoritas tertinggi alam semesta (Dzat Maha Suci), yang mengikat secara pasti, bagi semua entitas roh, untuk terus-menerus berevolusi menuju kesempurnaan yang sempurna, dengan menempati makhluk-makhluk berdimensi ruang dan waktu di alam semesta ini. Reinkarnasi adalah hukum yang sangat sulit dijangkau oleh akal pikiran biasa manusia. Reinkarnasi hanya bisa dipahami oleh kesadaran tinggi atau murni manusia, yang telah memahami hakikat Hidup kehidupan dunia akherat. Dzat Yang Maha Pengampun, telah berkehendak, terhadap tiap-tiap makhluk untuk masuk dalam mekanisme reinkarnasi, jika belum mendapatkan yang sesungguhnya, yang sebenar-benarnya Inna Lillaahi Wa Inna Illaaihi Rojiun. Mekanisme ini merupakan pemakluman Dzat Maha Suci atas laku manusia yang menujunya, namun memiliki kecenderungan lalai. Semua ini adalah kehendak Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, dan hanya kepada-Nya-lah segala sesuatu kembali.

Nomer (2). Cara mengetahui, apakah jiwa kita pernah mengalami Reinkarnasi atau Tidak;
Kepercaya’an tentang reinkarnasi, awalnya bertolak belakang dengan keyakinan saya. Sebelumnya, saya tidak pernah percaya/menerima apa itu reinkarnasi atau kelahiran berulang. Tapi, setelah mengalami sendiri dan melakukan penelitian tentang beberapa ‘keanehan’ yang saya alami sendiri, pengalaman-pengalaman laku spiritual pribadi saya tentang Hakikat Hidup, akhirnya saya mengerti bahwa reinkarnasi memang benar-benar nyata.

Jiwa yang sudah pernah mengalami reinkarnasi. Dalam tradisi Islam, kepercayaan adanya reinkarnasi ini banyak dianut kalangan sufi, termasuk saya sendiri tempo dahulu. Mereka percaya, bahwa banyak sisipan ayat-ayat dalam kitab Suci, yang menyiratkan kebenaran adanya reinkarnasi. Meskipun banyak penyair yang mengutarakannya, secara tersembunyi dalam syair-syair yang ditulisnya, seperti Jalaluddin Rumi, Ibnu al-arabi, maupun Saadi dari Shiraz. Reinkarnasi saat ini, telah menjadi pembahasan ilmiah kalangan intelektual barat. Dan beberapa perguruan tinggi di dunia barat mencantumkan permasalahan paranormal, termasuk didalamnya tentang reinkarnasi sebagai mata kuliah pada fakultas kedokteran dan psikologi.

Penelitian yang logis, objektif dan tentu saja netral telah mampu menepis secara perlahan tentang kemustahilan adanya reinkarnasi. Para peneliti telah menemukan bukti bahwa reinkarnasi bukanlah merupakan sesuatu yang takhayul, dan benar-benar ada dalam kehidupan manusia. Reinkarnasi berlaku untuk semua makhluk hidup, yang belum tanggung jawabnya di dunia belum terselesaikan. Hal ini didukung adanya fakta bahwa seluruh responden yang diterapi dengan metode regresi kehidupan lampau, yang membantu mengobati trauma atau sakit yang diderita, menunjukan reaksi yang diluar pemikiran akal, yaitu secara sadar, walau dalam kondisi terhipnosis, menceritakan fragmen-fragmen kehidupan mereka pada kehidupan sebelum saat ini.

Beberapa orang percaya bahwa ada jiwa-jiwa di antara kita, yang baru mengalami kehidupan pertama mereka di Bumi, (belum pernah inkarnasi) dan ada juga beberapa jiwa yang lebih berpengalaman yang telah tinggal berkali-kali sebelumnya (jiwa tua, biasanya dialami orang-orang Indigo).

Nah, ini adalah pertanyaan yang harus. Anda cari sendiri ketika mencoba untuk menentukan apakah Anda sudah pernah tinggal di kehidupan sebelumnya. Dibawah ini Ciri dan Tandanya, yang pernah saya pelajari.

Pertama. Kita memiliki mimpi yang sama berulang-ulang. Mimpi adalah refleksi dari hal-hal yang kita lihat dalam hidup kita, itu bukan sekedar ‘bunga tidur’. Apakah kita tahu, meski semua tampak sangat asing, setiap momen dalam mimpi kita, adalah kejadian yang telah kita lihat sebelumnya. Ini fakta yang memaksa saya untuk menambahkan soal mimpi sebagai tanda, api mimpi yang berulang kali teralami. Apakah Anda memiliki mimpi aneh, yang terjadi berulang-ulang ketika tidur? Apakah orang-orang dan tempat-tempat dalam mimpi ini, muncul untuk mewakili periode tertentu dalam sejarah? Dan ini merupakan tanda bahwa jiwa Anda, mengingat kenangan dari kehidupan Anda sebelumnya.

Kedua. Beberapa kenangan muncul kembali, dari tempat yang dikunjungi. Hal ini cukup sering terjadi, khususnya pada anak-anak. Anak-anak jauh lebih dekat ke titik persimpangan jiwa, daripada orang dewasa, dan mereka sering mampu mengingat lebih mudah, hal-hal dari masa lalu. Saat masih kecil atau sekarang. Apakah Anda memiliki kenangan saat Anda berkunjung ke suatu tempat tertentu? Seperti tiba-tiba muncul ikatan emosi dengan tempat itu? Memiliki tempat kenangan, sepertinya tidak asing umumnya terjadi pada orang yang telah memiliki kehidupan masa lalu, padahal kehidupan saat ini, belum pernah mengunjungi tempat itu.

Ketiga. Kita sangat empatik. Orang yang memiliki rasa empatik, memiliki sensitifitas tinggi. Mereka sering langsung merasakan pengalaman orang-orang di sekitar mereka. Kadang-kadang orang menggunakan empatinya, untuk melupakan masalah mereka sendiri, dan memiliki rasa welas asih kepada orang lain. Dan itu bisa menjadi tanda nyata, bahwa jiwa Anda memiliki reinkarnasi sebelumnya, dan lebih diarahkan untuk perdamaian dunia daripada diri sendiri.

Ke’empat. Kita “lebih bijaksana melampaui usia kita” Pengalaman ini disebut teori “Soul Age”, yang menjelaskan bahwa jiwa yang telah bereinkarnasi berkali-kali, mendapatkan usia yang jauh melampaui kepribadian kita. Jika Anda dilahirkan sebagai seorang jiwa yang baru, Anda mudah sekali terlihat dari perilaku dan cara bersikap dalam menyikapi masalah. Jika Anda seorang jiwa yang lebih tua, itu berarti menunjukkan, Anda telah bereinkarnasi berkali-kali. Salah satu tandanya adalah tidak suka menyalahkan dan selalu memiliki cara pandang dalam banyak sudut.

Kelima. Kita tidak memiliki hubungan kuat dengan orang tua kita. Yang satu ini, hampir secara pasti dialami anak-anak. Sebagai seorang anak, Anda mungkin seharusnya mencintai dan menghormati orang tua Anda, tetapi Anda tidak memiliki rasa ketertarikan untuk mereka. Mengapa? itu berarti inkarnasi Anda sebelumnya, mengalami kematian saat usia belia, dan belum sempat mengenal orang tua Anda. Apakah Anda pernah bermimpi memiliki orang tua lainnya? Bisakah Anda mengingat nama-nama mereka dan dimana mereka tinggal? Ini merupakan tanda yang mengarah bahwa Anda pernah lahir di kehidupan sebelumnya.

Ada banyak keyakinan tentang reinkarnasi. Beberapa orang percaya bahwa kita berulang kali bereinkarnasi sebagai manusia, sampai kita benar-benar belajar tentang pelajaran kehidupan sejati, dan kemudian berpindah ke dimensi lain, yang lebih tinggi dari keberadaan. Anda tidak harus percaya dengan artikel yang saya tulis ini. Tapi, akan lebih baik. Anda saya anjurkan untuk lebih percaya kepada ketentuan (qadha’ dan qadar) Dzat Maha Suci dan mencatat setiap pengalaman Anda sendiri, karena alam semesta ini, penuh dengan banyak misteri, yang kadang tidak masuk akal. Dalam kehidupan, kita tidak boleh berhenti belajar mengenali diri kita sendiri, dan hal-hal di sekitar kita. Karena setiap pengalaman, semasa kita hidup, adalah guru terbaik bagi kita, agar jauh lebih memahami hakikat Hidup didalam kehidupan ini.

Segala sesuatu yang saya tuliskan di artikel ini, tidak bermaksud lain, selain membagikan apa yang saya alami di sepanjang perjalanan laku spiritual hakikat hidup pribadi saya sendiri. Dengan niat yang tulus untuk berbagi tentang kesadaran, diluar batas sebagai organisasi, paham, atau bahkan agama. Saya netral menuliskan semuanya dalam iman cinta kasih sayang, dan saya yakin semua orang bisa merasakannya. Sekali lagi, satu-satunya sarana untuk mengenali kebenaran, hanyalah dengan menggunakan hati/rasa, di setiap kali membaca atau mendengar atau menerima informasi tertentu, tanyakan pada hati/rasa, apakah hal yang Anda terima sesuai dengan keyakinan diri sendiri? Jika jawabannya tidak, Anda bisa mengembalikannya kepada Dzat Maha Suci. Tanpa penilaian akal atau menghakimi apapun dan siapapun.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966
BBM; D38851E6
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com