Cara Membersihkan Hati Dan Syahwat. Menjaga Hati Dan Syahwat Dan Membuka Hati. Agar Supaya Bisa Melalui Jalan Terdekat dan Termudah Meraih Kesempurnaan Dunia Akherat:  (Membuka Hati “BerArti” Membuka Indera ke7)


24232938_397978773981516_649053358485020692_n

Cara Membersihkan Hati Dan Syahwat. Menjaga Hati Dan Syahwat Dan Membuka Hati. Agar Supaya Bisa Melalui Jalan Terdekat dan Termudah Meraih Kesempurnaan Dunia Akherat:
(Membuka Hati “BerArti” Membuka Indera ke7)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit. Hari Rabu. Tanggal 29 November 2017.

Para Kadhang Kinasihku juga Saudara-saudariku sekalian…
Jalan Terdekat dan Termudah Meraih Kesempurnaan Dunia Akherat. Yang sering saya uraikan sebagai Laku Murni Menuju Suci ini. Hanya dapat di lalui oleh seorang Kamil Mukamil atau Sempurna IMAN-mu.

Pada masa sekarang ini, mencari guru ruhani yang Kamil Mukamil (yang sempurna imannya dan mampu menyempurnakan muridnya). Sangatlah sulit.

Sedangkan Jalan yang paling dekat dan mudah serta ringan di jaman modern ini, paling di cari oleh orang-orang cercas, yang sudah capek di dogma, namun ingin mengenal Guru sejati, agar dapat mengetahui Tuhan seutuhnya atau Ma’rifatullah.

Jika tidak mendapat guru yang Kamil Mukamil atau sempurna imannya. Janganlah kalian berputus asa, gunakan laku yang sudah saya buktikan dan sampai sekarangpun, saya masih menggunakannya hingga akhir hayat nanti, yang saya kabarkan secara umum di internet ini, sebagai bukti wujud cinta kasih sayang saya, terhadap sesama hamba Dzat Maha Suci Tuhan Allah/Alloh.

Yaitu;
Dengan cara membersihkan hati dan syahwat dari semua noda/kotoran, lalu berusaha semaksimal mungkin menjaga hati dan syahwatnya, agar supaya tetap bersih dan tidak ternoda/terkotori lagi.

Mengapa Hati dan Syahwat…?!

“Tidaklah cukup bagiku langit dan bumi-Ku, akan tetapi, cukup bagi-Ku adalah hati hamba-Ku yang beriman”

“Di dalam setiap rongga dada anak cucu Adam, terdapat segumpal gading, yang jika segumpal daging itu baik, maka baik pula seluruh anggota badan nya, sebaliknya, jika buruk, maka buruk pula seluruh anggota badan nya, dan segumpal daging itu, tersebut Hati” Tempat Aku menyimpan rahasiaku. Tempat dimana aku dan dirimu bersua, bercumbu dan berkomunikasi.

Seperti yang sudah sangat sering saya jelaskan di sebagian besar artikel yang saya kabarkan melalui media internet. Bahwa Hati, memiliki peranan terpenting di dalam hidup berkehidupan kita sehari-hari, bahkan urusan Tuhan pun, itu adalah peranan dari Hati.

Sedangkan Syahwat, adalah satu-satunya yang memiliki kemampuan menggoda/mengotori Hati.

Sebab itu dan karena itu, saya selalu menyarankan. Bersihkan Hati dan Syahwat, lalu jagalah agar tidak ternoda lagi.

Sekali lagi saya tegaskan. Hati kita adalah pusat dari Perasaan dan Rasa Cinta Kasih Sayang serta cerminan atau mewakili siapa diri kita yang sesungguhnya.

Di sisi lain, ada yang bernama kepala, dan kepala kita, adalah pusat untuk berpikir dan pusat dari ego serta pamrih kita.

Dengan membersihkan hati dan syahwat dari semua noda/kotoran, lalu berusaha semaksimal mungkin menjaga hati dan syahwatnya, agar supaya tetap bersih dan tidak ternoda/terkotori lagi.

Adalah benar-benar merupakan sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan cinta kasih sayang dan sukacita serta syukur yang tak terhingga.

Meskipun otak yang menjadi isi kepala kita, sangat penting dalam membantu untuk melakukan aktifitas sehari-hari kita, tanpa hati dan syahwat yang bersih terjaga, sangat mustahil Anda bisa benar-benar bahagia, apa lagi mengenal Guru Sejati untuk mengetahui Tuhan.

Banyak orang yang sudah mengerti dan paham bahkan tahu, bahwa hati adalah penting dan utama, namun sayang seribu kali sayang, sejauh dan sepanjang sejarah jaman/dunia ini, yang banyak itu, justru lebih mengabaikan Hati-nya.

Mereka sering dan banyak mengatakan tentang hal itu, melalui artikel, melalui buku, melalui musik bahkan melalui film-film dan sinetron yang di siaran secara live. Namun tetap saja, jangankan si penonton nya, si pembaca nya, si pemirsa nya, si penyampainya atau si penulisnya atau si penyiarnya saja, masih asyik dengan bangganya, menyebar kebencian, kesirikan, kemunafikan, kebohongan, bahkan penipuan dan fitnah yang kejam.

Meskipun Anda telah mendengar, membaca, melihat, menyimak, sebaik Anda mengerti, memahami dan mengetahui wujud fisik Anda, dalam membersihkan hati, Anda akan tetap ternoda lagi dan ternoda lagi alias tidak akan pernah bersih, jika syahwat Anda tidak di ikut sertakan dalam pembersihan itu, lalu menjaganya dan segera membuka Hati sebelum ternoda lagi oleh syahwat.

Mengapa Membuka Hati…?!
Mengetahui bahwa Hati Anda adalah pusat Perasaan dan Rasa Anda, di mana Anda mengalami ketidak kebahagiaan atau kebahagiaan yang sebenarnya, adalah sesuatu yang sangat perlu dan penting bagi kualitas hidup dan spiritual Anda, karena hanya dengan mengetahui itulah. Anda bisa percaya, yakin, dan berIman serta bersyukur, kalau tidak. Anda akan mudah berkhianat dan mengingkarinya, yang ujungnya kembali ternoda/kotor lagilah Hati Anda.

Dengan membuka Hati Setelah di bersihkan dan di Jaganya. Anda dapat memanfaatkan kecerdasan dan kehebatan laku spiritual Hati Anda, yang akan memandu Anda, untuk membuat pilihan dan keputusan bab Hidup di dalam kehidupan ini, menjadi seperti yang Anda Maui.

(Membuka Hati “BerArti” Membuka Indera ke7)

Berikut Ini. Cara Membersihkan Hati Dan Syahwat. Menjaga Hati Dan Syahwat Dan Membuka Hati. Agar Supaya Bisa Melalui Jalan Terdekat dan Termudah Meraih Kesempurnaan Dunia Akherat.

Bagi yang sudah sampai di tataran pengenalan guru sejati, bisa langsung memprak-tekan ke Cara Membuka Hati. Bagi yang masih awal atau pemula.

Urutan Lakunya sebagai Berikut;
1. Cara membersihkan Hati Dan Syahwat.
Praktek-kan selama 7 malam berturut-turut tanpa putus. “KUNCI THE POWER” Level Dua. Yaitu Laku Patrap Semedi Mijil Sampurno. Yang sudah saya Bimbingkan Secara Langsung atau Di Buku atau di Artikel saya di Internet.

2. Cara menjaga Hati Dan Syahwat.
Praktek-kan selama 7 malam berturut-turut tanpa putus. “KUNCI THE POWER” Level Satu. Yaitu Laku Patrap Semedi Mijil Sowan. Yang sudah saya Bimbingkan Secara Langsung atau Di Buku atau di Artikel saya di Internet.

3. Cara membuka Hati.
Praktek-kan selama 7 malam berturut-turut tanpa putus. “KUNCI THE POWER” Level Tiga. Yaitu Laku Patrap Semedi Mijil Toto Lenggah. Yang sudah saya Bimbingkan Secara Langsung atau Di Buku atau di Artikel saya di Internet.

Setelah menerapkan Wahyu Panca Laku atau Iman. Disaat melakukan Patrap Palungguh Panutup.

Sentuhlah Hati dengan telapak tangan kanan, Dengan cara memejamkan mata, berusahalah untuk santai dan rileks, lalu rasakan detak/denyut nya secara perlahan-lahan, terus rasakan dan rasakan lebih dalam.

Ingat…!!!
Jangan tegang atau kaku, berusahalah untuk bisa santai dan rileks, jika perlu, sambil tersenyum….

Rasakan terus dan terus rasakan, lebih dalam dan lebih dalam lagi, hingga terasa banget getarannya/denyutnya yang merajai sekujur tubuh, ketika Anda sudah merasakan bahwa hati Anda adalah yang menguasai seluruh tubuh Anda. Berati Anda sudah mengenal hati Anda, dan ketika Anda sudah mengenal Hati Anda. Anda akan merasakan sambutan mesra Dzat Maha Suci Hidup Sang Penguasa Semua dan Segala-Nya.

Segera sambut koneksi itu dengan ucapan Terima Kasih Romo atau Allah atau Alloh atau apa saja kesukaan Anda dalam memanggil Dzat Maha Suci Tuhan, sambil menikmati kemerahan bercumbunya Hidup dan Sang Maha Hidup yang bermuara di Hati Anda.

Terus nikmati kemesraan itu dan rasakan terus cinta kasih sayang Dzat Maha Suci itu dengan penuh syukur yang sadar.

Ingat…!!!
Jangan terlena. Berusahalah untuk tetap bersyukur dengan sadar, jika sampai terlena, alias tidak sadar, Anda akan rugi, sebab di dalam hal ini, ada banyak ilmu yang harus Anda ketahui tentang semua dan segalanya.

Kalau Anda sudah merasa cukup puas, sudahi. Dengan cara; Tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung sembari mengucapkan Terima Kasih. Lalu keluarkan napas panjang dan pelan melalui mulut sembari mengucapkan Romo atau Allah atau Alloh atau apa saja kesukaan Anda dalam memanggil Dzat Maha Suci Tuhan. Dan selesai…

Latihlah Terus secara ber ulang kali. Patrap Mijil Toto Lenggah yang Berlaku membuka Hati ini, sampai Anda benar-benar bisa mengerti, memahami, mengetahui dan menghapal proses kejadiannya dengan sangat baik, sebaik Anda menghapal model lekuk dan wujud bentuk jari-jari tangan Anda sendiri.

Jika kesulitan. Temui saya secara langsung di alamat yang tercantum di bawah ini. Dan saya akan menuntun Anda dengan Iman, bukan dengan selain Iman.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

APA SULITNYA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH/ALLOH…?!


24059283_397090364070357_3244392078300034202_o

24131346_397090440737016_966271204942772947_n

24059572_397090500737010_6364595384810018291_o

APA SULITNYA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH/ALLOH…?!
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 27 November 2017.

Bagi Yesus, makanannya adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus dia (Yoh.4.34).

Ini berarti bagi Yesus melakukan kehendak Bapa di surga sangat nikmat dan menyenangkan, sebagaimana kita senang dan menikmati makanan kita.

Tapi mengapa bagi kebanyakan dari umatnya melakukan kehendak Allah itu lebih seperti meminum obat yang pahit…?!

Bagi Muhammad minumannya adalah menebar cinta kasih sayang Alloh yang mengutus-nya.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, berkata. Wahai Rasûlullâh, do’akanlah kecelakaan/kebinasaan untuk kaum musyrikin !. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah di utus sebagai pelaknat, sesungguhnya aku di utus hanya sebagai rahmat.” [HR. Muslim, no. 2599]

Ini berarti bagi Muhammad menebar Cinta Kasih Sayang Alloh itu, sangat indah dan menyegarkan, sebagaimana kita segar saat menikmati minuman kita.

Tapi mengapa bagi kebanyakan dari umatnya melakukan menebar cinta kasih sayang Alloh itu, lebih seperti menelan pahitnya empedu…?!

Kita tahu bahwa hal itu baik bagi kita, maka kita melakukannya. Tapi bukan dengan sukacita dan kebahagiaan, melainkan lebih pada karena terpaksa dan kewajiban.

Mengapa kita mempunyai sikap demikian…?!

Apakah mungkin hal ini terjadi karena kita tidak mengenal Allah/Alloh dengan baik, dan kerana itu kita tidak mencintainya-Nya…?! Tidak mengasihi-Nya…?! Tidak menyayangi-Nya…?!

Kalau motivasi di balik semua tindakan kita pada intinya, adalah kesadaran cinta kasih sayang. Seperti yang telah di lakukan oleh Yesus dan Rasulullah. Kalau ada cinta kasih sayang, sekalipun berat, kita akan melakukannya dengan sadar.

Dan dalam melakukannya, kita akan merasa ringan, karena kita tidak melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, melainkan kekuatan yang timbul dari kesadaran cinta kasih sayang itu sendiri.

Jika kita merasakan kita termasuk orang yang merasa susah untuk menaati dan melakukan kehendak Allah/Alloh, maka kita harus bertanya apakah sebenarnya kita, benar-kah kita telah beraIman kepada-Nya…?!

Apakah kita benar-benar Mencintai Dia…?! Mengasihi Dia…?! Mencintai Dia…?!

Karena kalau kita Mencintai Dia. Mengasihi Dia. Menyayangi Dia. Maka sekalipun berat kita akan mau taat untuk menuruti dan melakukan kehendakNya.

Memang kita harus jujur bahwa tidaklah mudah untuk melakukan kehendak Allah/Alloh dengan kesadaran Iman.

Karena terbiasa dengan segala sesuatu di dalam diri kita, yang sering kali menentang apa yang menjadi kehendak Allah/Alloh kita.

Yesus sekalipun, harus bergumul di Getsemani untuk melakukan kehendak Tuhan.

Muhammad sekalipun, harus berlumuran ludah di wajahnya tiap kali ke Masjid untuk melalukan kehendak Tuhan.

Tapi dari pengalaman, kita juga tahu. Bahwa; Kepuasan yang muncul dari ketaatan itu, sangatlah memerdekakan.

Setiap kali kita melakukan sesuai dengan kehendak Allah/Alloh, kita mengalami perkenan dari Allah/Alloh, yang menimbulkan sukacita yang luar biasa di dalam hati kita.

Kepuasan dan sukacita yang muncul dari ketaatan itu, sangat memberikan ketenangan dan kedamaian bagi jiwa raga kita, bahkan menenteramkan.

Dan sebaliknya, setiap kali kita melawan dan tidak menaati, hati nurani kita, akan menyiksa kita dengan perasaan bersalah, dan hati kita menjadi tidak tenang, karena kita telah gagal untuk melakukan apa yang kita tahu dan kita harus kita lakukan.

Sebab itu…
Yesus dapat berkata, “Tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Mu”

Sebab itu…
Muhammad berkata, “Bukan kehendakku, tapi kehendak-Mu yang jadi”

Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku;
Adalah suatu proses di mana kita menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Tuhan.

Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku;
Adalah suatu proses di mana kehendak Tuhan menjadi kehendak kita.

Walaupun pada awalnya tidak demikian. Saat kehendak kita menyatu dengan kehendak Tuhan, maka tidak heranlah kalau tidak akan ada satupun doa kita yang tidak terjawab. Saat keselarasan kehendak ini terjadi, maka yang terjadi adalah 100% tidak ada yang Mustahil. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Inilah Kejadian yang Teramat Sering Terjadi di Keseharian umumnya Manusia Hidup:


24058833_396860877426639_1276485897151779150_n

Inilah Kejadian yang Teramat Sering Terjadi di Keseharian umumnya Manusia Hidup:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 27 November 2017.

Pernahkah Anda menelepon saudara atau keluarga Anda untuk menyampaikan suatu hal yang penting…?!

Namun telepon genggam-nya tidak diangkat-angkat juga…?!

Pasti pernah…
Bagaimana rasa dan perasaan Anda pada saat itu…?!

Pasti jengkel, sebal, gethem-gethem bahkan ingin marah…!!!

Atau mungkin berusaha untuk sabar dan berpikir positif…

Siapa tau dia sedang sibuk atau tidur… Atau sedang dalam perjalanan mengendarai kendaraan roda dua dll.

Padahal…
Saudara atau keluarga Anda itu. memang tipe orang yang suka memakai nada diam untuk dering teleponnya…

Padahal telephon itu adalah sumber mata pencaharian nya…

Nah…
Ini lah komunikasi yang kerap kali terjadi didalam kehidupan kita sehari-hari dengan Dzat Maha Sucu Tuhan…

Kita telah di beri ‘alat komunikasi’ oleh-Nya, agar Ia bisa menelephon kita kapan saja dan sebaliknya.

Hanya saja kita egois. Ketika kita menelephon Dzat Maha Sucu, kita ingin Dia-Nya langsung menjawab, merespon dan bila perlu apa yang kita mau langsung dikabulkan.

Namun…
Giliran Dzat Maha Suci menelephon hati kita, sedang ‘silent’, telinga kita tdk mendengarkan panggilan-Nya.

Seharusnya kita menyadari bahwa sebenarnya 100% telephon dari Dzat Maha Suci itu, adalah sumber kehidupan kita. Apa jadi nya jika 100% sumber kehidupan itu tidak di responi…!!!

Lalu…
Ketika Dzat Maha Sucu mengingatkan kita, untuk tidak mematikan ‘nada dering’ hati kita, kita sama sekali tidak menggubris nasihat-Nya dan kita menjawab “Tuhan, to the point aja, aq sibuk nich..”

Awwww… Ternyata tidak edan Tenan. Cuma setengah beras setengah ketan.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian… Dzat Maha Suci mungkin tidak pernah jengkel, sebagaimana kita jengkel apabila telpon kita tidak diangkat, seperti yang sudah saya umpamakan diatas.

Namun renungkanlah…
Mungkin Dzat Maha Sucu merasa sedih bahkan bingung karena kebodohan kita.

La bagaimana tidak sedih dan bingung…

Putera-Putera-Ku berdoa meminta Anugerah Rahayu. Ketika Aku hendak memberikan semua yang mereka ingini, mereka malah diam tidak perduli dan tidak mau tahu.

Mengapa…?!
Mengapa…?!
Kenapa…?!

Dzat Maha Suci Tuhan sedang menunggu kita untuk mengangkat telephon-Nya di hampir setiap waktu Lo…

Bahkan Dzat Maha Suci Bert ke rumah kita hampir setiap waktu Lo…

Namun kita biarkan duduk di ruang tamu atau di suruh nunggu karena kita sedang sibuk mengurus ini dan itu.

Celakanya, kita lupa dengan Tamu istimewa itu, sampai tamu itu sendiri pun sudah tidak tahu lagi berapa lama Ia telah menunggu kita.

Mungkin kalo kita yang jadi tamu-Nya, pasti sudah jenuh, klesedan karena jamuran…

Inilah yang terjadi di setiap keseharian kita.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian.
Percayalah…!!! Dzat Maha Suci itu, sumber segalanya untuk semunya.

Oleh sebab itu, jaga dan aktifkan selalu telephon hati kita dengan Wahyu Panca Ghaib. Dan gunakan nada dering khusus Wahyu Panca Laku, agar supaya kita bisa segera menjawab, ketika Dia menelephon, tidak sengaja di diamkan atau sengaja cuek dan melupakan-Nya…

Karena ada miliyaran bahkan tak terhitung jumlahnya yang sedang menunggu telephon-Nya. Jangan sampai kita menjadi yang terabaikan, apa lagi menjadi yang terlupakan oleh-Nya. Karena tiap kali di telephon, tidak pernah menggubris, di tamui tidak pernah menyambut. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Apapun Saya Bisa Jika Saya Mau.  (Mau Apa Tidak…?!)


23926187_395562850889775_5075620657754531598_o

Apapun Saya Bisa Jika Saya Mau.
(Mau Apa Tidak…?!)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Jumat. Tanggal 24 November 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian. Mengaku ber-Iman. Berati mengerti dan memahami serta mengetahui yang di Imani.

Buktinya saya sendiri. Dengan Wahyu Panca Ghaib yang saya ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, yang secara umum di sebut iman. Saya jadi mengerti dan memahami serta mengetahui apa yang saya Imani.

Iman atau Wahyu panca laku, tumbuh dalam dialektika antara Percaya atau Yakin dan nalar.

Dialektika bukan hanya berarti ketegangan, melainkan suatu proses korelasional yang saling menjembatani.

Kepercayaan atau Keyakinan dan nalar itu sendiri, berdialektika dalam menanggapi realitas kehidupan yang konkret di dalam keseharian setiap orang, entah secara individual maupun sosial.

Jika iman atau Wahyu panca laku ini, hanya dipahami semata-mata sebagai kepercayaan atau yakin atau Ainul yakin atau Haqul yakin saja, maka itu hanyalah sebentuk fanatisme buta yang kaku dan beku.

Tuhan yang dipercaya pun akan menjadi Tuhan yang kaku-beku, karena terkungkung dalam seperangkat hukum ilahi yang wajib dilakukan tanpa toleransi dan pengertian.

Sebaliknya, ketika iman atau Wahyu panca laku hanya sebentuk rasionalisasi terhadap kepercayaan atau keyakinan kepada Tuhan saja, maka iman atau Wahyu panca laku semacam itu, tak lebih suatu pencarian akal yang sia-sia, karena mengabaikan kedalaman misteri kehidupan dan semesta alam.

Semuanya hendak disempitkan dalam kategorisasi nalar serta dipaksa untuk dimengerti, tetapi manusia kehilangan kepekaan untuk menghayati realitas seutuhnya.

Hakikat Hidup Laku Murni Menuju Suci, yang sering saya kabarkan berupa artikel yang saya sebar di internet, ada merupakan upaya cinta kasih sayang sayang saya terhadap sesama hidup, untuk merelasikan secara kreatif dan dialektis antara apa yang di iman dan apa yang dipikirkan, atau antara Tuhan dan hamba, atau antara iman dan nalar.

Di manakah titik singgung antara iman dan nalar tersebut…?!

Jelas di dalam Hakikat Hidup Laku Murni Menuju Suci, di kesehariannya memperlihatkan, bahwa realitas konteks sehari-hari yang di jalaninya, merupakan arena kontestasi dalam mengejawantahkan iman dan nalar secara kreatif.

Iman itu berpijak pada suatu fondasi sejarah tradisi sadar. Sedangkan nalar pada kesadaran, sehingganya bisa mampu menyadari sistematis pergumulan kontekstual yang dihadapi masyarakat, di mana kita sedang hidup bersama orang-orang lain.

Kekuatan utama Hakikat Hidup Laku Murni Menuju Suci. Adalah; Di kemampuan sadar dan kesadaran kita, untuk secara konsisten merelasikan imannya dengan pergulatan konteks keseharian kehidupan bermasyarakatnya.

Dengan ini, siapapun dia. Saya jamin mengerti dan memahami serta mengetahui apa dan bagaimana serta siapa yang di IMAN-mu

Para kadhang Kinasihku Sekalian, didalam dunia yang fana ini, tidak ada yang tidak bisa, semua bisa, namun yang ada hanyalah mau apa tidak…?!

Terkadang seseorang yang sedang mengalami kesulitan, merasa bahwa dia tidak akan bisa melalui kesulitan yang dihadapinya, karena memang kesulitan itu membuat putus asa dan juga membuat seseorang yang sedang frustasi tersebut merasa tidak akan bisa lagi menyelesaikan masalahnya sendiri.

Nah…
Pada permasalahan ini; Masalahnya bukan karena Seseorang itu Tidak Bisa menyelesaikan masalahnya. Namun lebih tepatnya, dikarenakan Seseorang itu Tidak Mau menyelesaikan masalahnya, sebab tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Apapun kita bisa. Kalau kita mau. Percayalah…!!!

Mari kita rubah cara pandang kehidupan kita mulai dari sekarang, dengan motto; Yang ada bukan Bisa atau Tidak Bisa. Melainkan Mau apa Tidak.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

PEMBUKTIAN:


 

PEMBUKTIAN:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Rabu. Tanggal 15 November 2017.

Terima kasih Romo…
Engkau telah merestui dan memberkahi berdirinya “PESANGGRAHAN PESONA JAGAT ALIT” pada hari ini. Hari Rabu Tanggal 15 November 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian. Hari ini. Hari Rabu Tanggal 15 November 2017 “PESANGGRAHAN PESONA JAGAT ALIT” Telah Selesai Di Dirikan.

Mulai sekarang. Siapapun yang ingin menemui saya untuk belajar secara langsung. Tidak akan mengalami kesulitan lagi. Karena saya sudah punya Tempat untuk Beristirahat Sejenak. Selagi hayat ini, masih di kandung badan saya.

Jadi…
Mulai sekarang juga, siapapun yang ingin menemui saya untuk belajar secara langsung. Saya persilahkan datang kapanpun waktunya di “PESANGGRAHAN PESONA JAGAT ALIT” Gratis…!!!
Alamat:
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.

Rute Jalannya. Dari Pantura Pertigaan Tengguli Brebes. Masuk Arah Selatan Ke Luwung Bata Mundu. Dari Pertigaan SMP Negeri 2 Tanjung. Luwung Bata. Belok Kiri Arah Timur Menuju Ke Desa Karangreja. Luruh Terus Ikuti Jalan Sampai Ke Makam Umum Desa Karangreja. Sebelum Makam. Lokasi Pesanggrahan Bertempat.

23511252_391389421307118_833413456327802072_o

23632881_391390681306992_490753696808261262_o

23550283_391390927973634_7519285089012410942_o

23669056_391390217973705_7273390449183104620_o

23592386_391389844640409_4075270635543984196_o

23511428_391390361307024_2406305142193439661_o

23551171_391390517973675_8034697820685086674_o

PEMBUKTIAN;
Apa yang saya uraikan di bawah ini. Adalah Merupakan Pembuktian dari Saya untukmu sekalian yang butuh dan perlu Bukti. Mohon jangan di salah arah dan artikan.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian. Ketahuilah…

Pesanggrahan ini. Menghabiskan Biaya Dana 17 Juta. Ada banyak Kadhang yang ikut membantu pendana’an dalam pembangunan Pesanggrahan ini.

Ada yang nyumbang seratus ribu, ada yang dua ratus ribu, ada yang seratus lima puluh ribu, ada yang lima ratus ribu, ada yang satu juta, ada yang dua juta, ada yang satu juta lima ratus.

Ada juga yang cuma sms atau wa nya saja yang hendak membantu, namun bentuk bantuannya tidak ada.

Ada yang membatu doa, ada yang membantu mengawasi dari jarak jauh dan jarak dekat. Ada yang membantu tenaga. Ada yang membantu makanan dan minuman.

Dan dengan penuh Rasa Hormat Cinta Kasih Sayang saya Ucapkan-banyak…7x Terima kasih atas partisipasi dan semua bentuk Bantuannya.

Percayalah; Bantuan Panjenengan Semuanya, apapun bentuknya. Akan mempermudah Laku Panjenengan dalam Laku Murni Menuju Suci-Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi.

(Dan Pesanggrahan ini. Bukan milik Pribadi Saya, melainkan milik semua Kadhang Kinasih saya, yang Laku Murni Menuju Suci).

Dan terkumpulnya jumlah dana bantuan dari banyak Kadhang. Semuanya Delapan Juta tiga ratus ribu rupiyah. Selebihnya. Uang Pribadi Saya Sendiri.

Di balik Pembangunan Pesanggrahan ini. Demi Kadhang yang ingin belajar mengenal Tuhan melalui sedulur papat kalima pancernya sendiri, secara pribadi dan lebih dalam.

Sebab itu dan karena itu. Saya dirikan Pesanggrahan ini. Agar mereka tidak mengalami kesulitan dalam mencari saya atau menemui saya untuk belajar secara langsung.

Sebab, sebaik-baiknya belajar jarak jauh, baik itu melalui buku maupun tulisan saya di internet. Jauh lebih baik belajar secara langsung.

Untuk bisa mendirikan Pesanggrahan ini. Tuhan menguji dan menempa saya dengan cara memunculkan banyak pilihan yang tidak mudah untuk di simpulkan.

Diantaranya;
(1). Adik kandung Saya Taurina di Sulawesi saya, mengalami kesulitan ekonomi, karena sedang musim hujan, jadi sulit perkerjaan. Dia minta kiriman uang dari saya, bahkan berkata minjam/hutang, nanti kalau kerja di kembalikan. Namun saya tidak membalas SMS dan Telephonnya.

Karena uangnya sudah saya biyarkan untuk membangun Pesanggrahan ini.

(2). Anak saya Ria Susanti, yang sedang kuliah, minta kiriman uang untuk bayar bulanan, dan sekarang sudah di DO dari kampus tempatnya kuliah, karena sudah dua bulan dan hampir tiga bulan ini, uang bulanan belum terbayar, jangan kirim uang, membalas sms, wa atau telephon dari anak saya saja, tidak saya lakukan, karena uangnya saya gunakan untuk membangun Pesanggrahan ini.

(3). Adik saya Rokhim, di Banten, yang beberapa hari yang lalu saya kunjungi seorang syiar dari pulau Sumatera. Sedang sakit keras, tapi tidak bisa berobat, karena tidak punya uang. Dia minta kiriman uang dari saya, bahkan memohon minjam/utang kepada saya, namun sms atau Telephonnya tidak saya gubris, karena uangnya sedang saya gunakan untuk membangun Pesanggrahan ini, kabar terakhir kemaren, anaknya juga ikut sakit, karena mikir bapaknya sakit, namun tidak bisa berobat.

Ini Laku Pembuktian Dari saya untukmu sekalian. Saya telah mengorbankan tiga hal yang sudah saya uraikan diatas, demi berdirinya Pesanggrahan untuk kepentingan umum guna belajar bersama bab kesempurnaan dunia akherat.

Kita tunggu saja apa yang terjadi nantinya setelah ini.

(1). Apakah adik saya Taurina di Sulawesi akan membenci saya…?! Karena masalah ini…!!!

(2). Apakah anak saya Ria Susanti akan marah dan kecewa atau membenci saya, karena putus sekolah, disebabkan hampir tiga bulan tidak mampu bayar sekolah kemudian di DO…?!
Karena masalah ini…!!!

(3). Apakan adik saya Rokhim di Banten, akan menghembuskan napas terakhirnya, karena sakit tak mampu berobat, kemudian anak dan istrinya kecewa lalu membenci saya…?! Karena masalah ini…!!!

Sebelum ini, di hampir setiap laku, saya selalu seperti ini dan begini, khususnya dulu, ketika saya masih lelaku, dan ini yang kesekian kalinya saya lakukan, hal ini, seharusnya sudah tidak saya lakukan lagi, karena saya sudah tidak dalam pencarian, melainkan membimbing bagi yang mau.

Namun tetap saya lakukan. Sebagai Contoh dan Pembuktian. Dari yang namanya Perjuangan Dan Pengorbanan Seorang yang sedang Belajar dalam menuju Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi.

Semuanya dan Segalanya ada dalam keKuasa’an Dzat Maha Suci. Kita tunggu saja Buktinya. apa yang akan terjadi nantinya.

Jika saya mengalami kehancuran keluarga, karena telah menyampingkan mereka demi mementingkan Pesanggrahan ini. Jangan sekali-kali, percaya Wong Edan Bagu lagi…

Kalau yang terjadi justru sebaliknya. Percaya atau tidak Percaya, itu Hak Anda. Yang pasti dan jelas. Saya telah memberi kan bukti akan Arti dan Makna serta Luar Biasanya sebuah Perjuangan dan Pengorbanan Bagi Seorang yang ingin mengenal Guru Sejati untuk mengetahui Tuhan-nya. Agar Sempurna Dunia Akherat nya.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni:


23472462_390433774736016_1770204399289019427_n

Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni:
(Satriya 55. Satriya Paningit. Ratu Adil).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 13 November 2017.

Apapun itu, berasal dari tiga bahan saja, begitulah cara Dzat Maha Suci menciptakan semua dan segalanya. Apakah tiga hal yang menjadi bahan semua dan segalanya yang di ciptakan Dzat Maha Suci…?!

Tetap sama, seperti yang sudah saya uraikan di banyak artikel yang saya kabarkan melalui media sosial (internet).

Yaitu…
Sir. Dat. Sipat atau Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad atau Cinta Kasih Sayang. Dan tiga bahan ini, sesungguhnya tersimpan di dalam diri setiap Manusia yang masih hidup. Hanya saja, beda sebutannya.

Di dalam diri manusia hidup. Tersebut Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni.

Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni yang ada di dalam diri manusia hidup ini, jika ambil oleh Dzat Maha Suci untuk menciptakan suatu hal, makan menjadi tersebut; Sir. Dat. Sipat atau Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad atau Cinta Kasih Sayang.

Nah…
Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni inilah yang sering saya sebut-sebut sabagai Laku Murni Menuju Suci.

Di dalam Laku Murni Menuju Suci. Terdapat Satriya 55.
Yaitu;
Wahyu Panca Ghaib.
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

Dan.

Wahyu Panca Laku.
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Mempersilahkan kuasa Tuhan.
4. Merasakan kenyataan Tuhan.
5. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.

Itulah Satriya 55, yang pernah menggemparkan dunia di Tahun 2000 hingga sekarang. Dengan sebutan sakralnya-Satriya Paningit atau Ratu Adil.

Jadi…
Satriya Paningit atau Ratu Adil itu, bukan sesosok lelaki tampan, gagah, berwibawa, rambutnya panjang atau pendek, berkuda putih, berpakaian pangeran, yang memiliki sipat arip bijaksana dan memiliki sikap yang jujur dan tegas serta sakti mandraguna dan bla,,,bla,,,bla,,, lainnya.

Satriya Paningit atau Ratu Adil. Adalah; Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni-Nya setiap manusia hidup, dan berada di setiap diri manusia hidup itu sendiri, sejak di lahirkan kedunia hingga sekarang.

Jika seorang manusia hidup sudah tercerahkan, pasti Sadar, kalau sudah sadar, pasti memiliki Kesadaran, kalau sudah memilik Kesadaran, pasti Kesadaran nya Murni. Karena Hanya Dzat Maha Suci yang menjadi isi hatinya.

Jika isi hatinya hanya Dzat Maha Suci, di jamin pasti memiliki sipat arip bijaksana dan memiliki sikap yang jujur dan tegas bahkan sakti mandraguna tentunya.

Laku Murni Menuju Suci yang di dalamnya ada Satriya 55 atau Satriya Paningit atau Ratu Adil. Inilah satu-satunya sarana termudah atau Jalan Pulang Terdekat Dan Termudah Menuju Dzat Maha Suci Hidup atau keSempurnaan Dunia Akherat.

Kaedah Laku Murni Menuju Suci ini, adalah melangkah menuju yang paling dekat dari dirinya, yaitu
Yang Maha Dekat.

Dan jalan ini…
Sesungguhnya Berpandukan Al-Quran. Jika Al-Quran yang menjadi masalah untuk mempermasalahkan ketulusan niyat cinta kasih sayang saya yang saya sampaikan secara umum.

Di dalam Al Quran Allah menunjukkan jalan menujunya dengan sangat sederhana dan mudah.

Gunakan Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni Mu, dan mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari-Nya.

Pertama;
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahawasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku, dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku,
agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah:186)

Kedua;
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya” (QS. Al Qaaf:16)

Dua ayat di atas, mengungkapkan keadaan Tuhan sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut, secara sempurna, dari keseluruhan sisi pandangan manusia (universal).

Jadi…
Laku Murni Menuju Suci yang sering saya tawarkan dan kabarkan secara umum di media sosial itu. Bukan karangan Wong Edan Bagu, melainkan Firman Tuhan yang tersurat di dalam Al-Quran, yang berhasil saya ungkap dan sudah saya Buktikan secara langsung Di TKP. Begono brow…

Saat pertanyaan terlontar, di manakah Allah…?!

Maka Allah menjawab; Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada,
Aku lebih dekat dari urat leher kalian. Atau di mana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku… dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu.

Kerana Allah sudah sangat dekat, kita tidak perlu mencarinya jauh-jauh, melalui alam-alam yang amat luas dan membingungkan, alam itu sangat banyak dan bertingkat-tingkat serta berlapis-lapis.

Tidak perlu kita memikirkannya, apa lagi menebak-nebak apa itu bagaimana ini. Cukup berserah diri. Pasrah kepada-Nya. Lalu. Menerima keputusan-Nya. Lalu Mempersilahkan kuasa-Nya. Lalu. Merasakan kenyataan-Nya.

Lalu membersihkan dan Menjaga Hati dan Syahwat dengan Cara. Menebar Cinta Kasih Sayang-Nya. Kepada siapun dan apapun serta dimanapun hingga kapanpun.

Hanya dengan begitu, secara automatik kita akan diperlihatkan dan dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas dan luar biasa, dan hanya dengan itu kita bisa mencapai kesempurnaan dunia wal akherat.

Kembali ke Pokok. Yaitu tentang Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni.
Dan saya menguraikannya dengan bahasa awam, supaya lebih mudah di mengerti, di pahami dan di cerna.

1. Sadar;
Sadar itu, kaitannya dengan diri pribadi, istilah spiritualnya di sebut laku pribadi, di dalam laku pribadi ini, memiliki tiga tingkatan iman atau Wahyu panca laku. 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya.

Jadi…
Orang sadar. Pasti mau berserah diri kepada Tuhannya. Yaitu; 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya.

Kalau tidak bisa 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya. Berati belum sadar.

Dan orang yang bisa 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya. Pasti memiliki Kesadaran..

2. Kesadaran;
Kesadaran itu, kaitannya dengan umum, dunia seisinya, istilah spiritualnya di sebut laku universal, di dalam laku universal ini, memiliki satu tingkatan iman atau Wahyu panca laku. Ke 4, yaitu Merasakan kenyataan Tuhan-nya.

Jadi…
Orang yang sudah memilik Kesadaran. Pasti mengerti dan Paham. Bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Nya, sehingganya bisa tahu, dimana saja dan kemana saja dia menghadap, disitu ada wajah Tuhan-nya.

Karena mengerti dan paham Bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Nya.

Karena tahu dimana saja dan kemana saja dia menghadap, disitu ada wajah Tuhan-nya.

Dia tidak akan mengotori hati dan syahwatnya, tidak akan membenci apapun, tidak akan sirik, tidak akan iri, dengki, dendam, hasut, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira. Karena sudah jelas dan nyata di saksikan dan di rasakan ya sendiri. Bahwa semua itu adalah Tuhan Sendiri.

Kalau masih mengotori hati dan syahwatnya, masih membenci, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, mencela, menghina, melecehkan, meremehkan, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira.

Berati Kesadarannya belum Tercerahkan, karena belum Sadar. Jadi, mana mungkin memiliki kesadaran. Sehingganya, merasa perlu mengotori hati dan syahwatnya, masih membenci, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, mencela, menghina, melecehkan, meremehkan, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira kalau ada waktu dan kesempatan serta jika itu di perlukan.

Dan kalau kesadarannya masih per orangan, per individu, per golongan, per kotak-kotak alias belum universal/global/semua dan segalanya, bukan kesadaran namanya, karena kesadaran, adalah universal, semuanya dan segalanya terkait.

3. Kesadaran Murni;
Kesadaran Murni itu, tidak ada kaitannya dengan apapun. Kecuali Tuhan, dalam.istilah spiritualnya, di sebut sebagai laku khusus. Di dalam laku khusus, hanya terdapat satu tingkatan iman atau Wahyu panca laku, yaitu yang. Ke 5. Menebar cinta kasih sayang.

Jadi…
Orang yang kesadaran nya sudar murni. Sudah tidak punya lagi kemelekatan di hatinya, sudah tidak ada lagi keterikatan dalam dirinya, sudah tidak ada lagi ketertarikan dalam jiwanya, bahkan sudah tidak ada lagi niyat dan tujuan selain asal usul Sangkan Paraning dumadi atau Inna lillaahi wa Inna illaihi raji’un. ( Inilah tanda orang yang sudah bertemu guru sejati nya dan mengenal Tuhan nya. Berjuang dan Berkorban lah untuk mendekat dan menemui nya, apapun risikonya, anda pasti selamat dan tercerahkan secara sempurna atas limpahan cinta kasih sayang nya. (PERCAYALAH)

Kalau masih memiliki kemelekatan dan keterikatan apapun jenis dan bentuknya serta masih memiliki niyat dan tujuan selain Dzat Maha Suci. Berati kesadarannya belum murni. Sebab kesadarannya belum tercerahkan dan akibat dari belum sadar.

Dan kemelekatan di hatinya, sudah tidak ada lagi keterikatan dalam dirinya, sudah tidak ada lagi niyat dan tujuan selain asal usul Sangkan Paraning dumadi atau Inna lillaahi wa Inna illaihi raji’un.

“Hai jiwa jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan mu,
dengan redha meredhai
ketika Puting Peliung-Sakaratul Maut Melanda”

“…Barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami,
pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS: Al ankabut: 69 )

Ini membuktikan, bahwa di menuju kepada Tuhan. Tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan-jalan yang di temukan oleh kaum ahli spiritual kalau menirunya. Kerana mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahap-tahap alam-alam.

Atau untuk bisa menemui Tuhan, harus mampu memfanakan alam-alam selain Tuhan dengan semata yang wujud. Untuk bisa fana harus bertapa sekian bulan/tahun, harus menggunakan uberampe sejati yang minimal maharnya jutaan. Bla… Bla… Bla…!!!

Tidak Usah…!!!
Tidak Perlu…!!!
Ini Lo yang mudah, dekat, tingkat dan saya jamin berhasil sampai tepat sasaran. Tidak akan meleset atau gagal.

Bertaubatlah…
Menggunakan Wahyu Panca Ghaib.
Berserah dirilah…
Menggunakan Wahyu Panca Laku.
BERES.

Kerana semua berada dalam genggaman-Nya. Kerana Dia meliputi segala sesuatu. Kerana Dia ada di mana saja kita berada,
dan Dia sangat dekat.

Mari melangkah bersama saya WEB kepada yang paling dekat dulu dari diri kita. Yaitu Hidup, utusan Sang Maha Hidup yang bersemayam dalam diri kita sendiri. Bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita. (alam-alam atau ilmu-ilmu)

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup…_/\_…. Aaamiin. Terima Kasih. Terima Kasih Dan Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
“PESANGGRAHAN”
PESONA JAGAT ALIT
+WEB+
Angudi Dayaning Sedulur Papat Kalima Pancer.
ALAMAT:
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

MAUNYA NAFSU KEPADA TUHAN-NYA:


23380067_389176338195093_1271632086054119138_n

MAUNYA NAFSU KEPADA TUHAN-NYA:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Jumat. Tanggal 10 November 2017.

Para Kadhang dan Saudara-saudari Kinasihku sekalian. Di dalam Laku Murni Menuju Suci. Tingkatkan dan tingkatkan terus menerus kesadaran kita, dengan cara Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib menggunakan Wahyu Panca Laku.

Karena disitu, diantara Hati dan Syahwat, ada Nafsu yang cenderung Memaksa Dzat Maha Suci Mengikuti Seleranya….

Manusia hidup memiliki kecenderungan untuk memasuki wilayah yang sudah dijamin Tuhan, dikarenakan adanya dorongan nafsunya.

Nafsu kita ingin memproyeksi supaya Tuhan mengikuti selera kita.

Ada satu kisah yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu, sewaktu saya masih dalam proses perjalanan pencarian jatidiri, pada waktu itu, nama saya sebagai Djaka Tolos, cukup di kenal dalam dunia spiritual keIlmuan.

Pikir saya, apapun yang saya pelajari, kalau saya bisa Istiqomah, terus menerus secara tetap. Misal sholat tahajud atau sholat dhuha atau membaca ayat kursi atau yasiin atau sholawat atau wirid atau puasa, secara terus menerus selama setahun atau dua tahun atau tiga tahun, pasti apapun yang ingin saya gapai bisa tercapai, nasib berubah dll.

Namun dalam kenyataannya, keinginan saya bisa mengenal jatidiri, guru sejati, tidak juga berhasil, nasib saya yang berguru kesana sini, juga tidak berubah-rubah, tetap saja di jadikan bola oleh para guru saya, di suruh begini, begitu, di perintah itu, ini dll.

Setahun Dua tahun. Tiga tahun. Empat tahun. Lima tahun. Enam tahun. Tujuh tahun. Delapan tahun. Akhirnya mulai kendor tahajudnya,
tahajudnya-dhuhanya-ayat kursinya-yasiin nya-sholawatnya-wiridnya-puasanya.

Padahal, saya tahu kalau tahajud, dhuha, ayat kursi, yasiin, sholawat, wirid. Itu lebih utama daripada tujuan dan perubahan nasib yang saya maksud. Tapi kok…?!

Lalu…
Di suatu ketika, saya datang kepada Gus Dur, yang sebagai Guru Spiritual Tauhid saya.

Karena saya sedang Laku Murni Menuju Suci, mau tidak mau, suka tidak suka, kan saya harus jujur apa adanya dalam semua hal kepada siapapun dan dimanapun, khususnya terhadap Sang Guru.

Lalu saya bercerita kepada Gus Dur yang sebagai Guru Tauhid saya.

Gus,,, kan saya sudah tahu syare’at dan hakikatnya sholat, jadi, selama ini saya tidak sholat, la wong sudah ngerti syare’at nya, sudah paham hakikatnya dan sudah tahu maksud tujuan, namun saya melakukan yang sama Persih dengan sholat. Sepundi Gus…?!

Jawab Gus Dur sederhana saja;
Ya tidak apa-apa, sampean kan maunya Allah yang nyembah sampean.

Seketika saya langsung tertunduk, tidak berani lagi menatap wajah Gus Dur.

Karena saya tahu….
Kalimat tersebut dalam sekali.
Ini adalah gambaran umumnya manusia hidup.

Maunya Tuhan yang mengikuti keinginan kita, seakan-akan kita yang menjadi Tuhan. Ini mesti ditegaskan secara jujur, bloko suto, blak kotak opo anane, tanpa tedeng aling-aling, dalam tekad hidup kita di kehidupan ini.

Saya serius terhadap hal-hal yang sudah dijamin oleh Tuhan, namun saya sembrono terhadap hal-hal yang dituntut oleh Tuhan.

Hal ini menunjukkan butanya mata hati saya pada saat itu.

Manusia banyak sekali yang serius terhadap hal-hal yang sudah dijamin Tuhan, seperti yang pernah saya alami dulu dan saya uraikan diatas, padahal itu bisa membuat kabur mata hatinya, dan ini merupakan salah satu wujud keanehan dari manusia.

Manusia inginnya menentukan jaminan-jaminan, misalnya soal pahala. Manusia sering membayangkan pahala, terlebih membayangkan surga dan seisinya.

Padahal apapun yang kita bayangkan, besok di akherat tidak sama sekali seperti yang pernah kita bayangkan akan terjadi seperti yang di bayangkan. Contoh buktikan yang sudah saya alami dan terurai diatas.

Sehebat-hebat apapun bayangan kita tentang masa depan, tentang pahala, tentang surga, pasti kenyataannta tidak seperti yang kita bayangkan.

Karena itu…
Tidak usah dibayangkan seperti apa,,, tidak perlu membayang bagaimana,,, juga tidak penting di tebak dan di kira apa lagi di rancang-rancang.

Contoh;
Jika ibadahku maksimal, ya di buat minim-minimnya berJihat ngebom hotel atau geraja atau pura atau masjid. Di surga nanti saya akan di layani 41 bidadari, lalu merakit bom sambil membayangkan tentang bidadari. Oh… Nanti satu mijitin tangan, satunya kaki, satu kepala, satunya,,, satunya,,, satu lagi… Gundul-mu kroak.

Ngelamun-nya…
Emangnya roh/ruh itu berjenis kelamin… !!!
Gede Panjang Kuat.
Begitu…!!!
Apa lagi kalau sewaktu di dunia pernah urut ke Mak erat. Pasti di akherat nanti bakal lebih gede, lebih panjang, lebih kuat dan tahan lama. He he he . . . Edan Tenan. Ngimpi…!!!

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
“PESANGGRAHAN”
PESONA JAGAT ALIT
+WEB+
Angudi Dayaning Sedulur Papat Kalima Pancer.
ALAMAT:
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya