7 TENTANG LAKU HAKIKAT HIDUP


MP

(1) LAKU HAKIKAT HIDUP ADALAH PEDOMAN
YANG…
Merupakan Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri
Dalam mencapai kesempurna’an yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu

Sedulur; 10 PEDOMAN dibawah inilah, yang saya terapkan di dalam LAKU Spiritual HAKIKAT HIDUP, yang saya jalani selama ini. Dengan ini, semuanya nampak jelas dan pasti, tidak ada yang semu atau sia-sia. Sehingganya, tak ada sedikitpun ragu dan bimbang, yang ada hanya, yakin, percaya, merdeka, serta tetep idep Made mantep, dan imanpun bisa tumbuh tanpa paksa’an, serta menuntun kita dengan bukti-bukti nyata pada setiap Laku/Proses Kesempurna’an yang Sesungguhnya/Sebenarnya, yang kita jalani. INGAT..!!! “Yang Sesungguhnya/Sebenarnya”. Bukan pada yang Sejatinya. Karena Sejati itu adalah Hasilnya. Bukan Proses/Laku. Jadi, tidak perlu kita kejar dan kita cari. Jika raga kita sudah siap, maka sejati akan datang dengan sendirinya, jika jiwa kita sudah mapan, maka sejati akan bersemayan dengan sendirinya, jika iman kita sudah utuh tanpa cacat, maka tidak ada satupun yang mustahil bersama Kuasa Maha Suci Hidup. Dibawah inilah 10 PEDOMAN LAKU HAKIKAT HIDUP yang saya maksudkan. Semoga bisa dan dapat menambah ilmu pengetahuan para Sedulur semuanya. Terutama anak-anak angkat didik saya;

1. Makhluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi “setan” atau “malaikat”. Bahkan bisa memilih untuk menuju “Neraka dan Surga atau TUHAN”.
2. Kebebasan bukan terletak pada kekuatan yang dimiliki melainkan bagaimana manusia itu menggunakan kekuatan itu dengan tepat.
3. Saudara-saudariku yang menyalakan lilin dan membakar dupa serta menghitung butiran-butiran atau jari jemari..!!!. hendaknya dengan tulus hati menghayati arti Welas asih dan kasih sayang Serta makna Hidupmu.
4. Kehidupan duniawi tidak luput dari Lahir, Tua, Sakit, Mati dan Duka. untuk menghindarkan dari segala tipuan dan siksaan duniawi, maka sebelum kita harus mematuhi, menghormati dan mengamalkan ajaran-ajaran Tuhan Yang Maha Esa. Kuatkan dulu iman kita, jangan tergoda segala Versi ulah manusia yang bersifat negatif. Berbuat baiklah tanpa menampilkan diri kita.
5. Bila kita melekat dan terikat pada pendirian kita, maka kita tidak memiliki pandangan yang terang.
6. Bila kemelekatan dan keterikatan timbul, maka kita tidak memiliki pandangan yang benar.
7. Bila kita melekat dan terikat pada kehidupan ini, maka kita bukanlah seorang yang melatih diri dalam pengembangan bathin untuk Hidup.
8. Menaklukkan ribuan orang belum bisa disebut sebagai pemenang, tapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah yang disebut penakluk gemilang.
9. Baik sepatutnya dibalas baik, jahat jangan dibalas jahat. Bukan tiada pembalasan, hanya belum saatnya Hukum Karma berlaku abadi.
10. Kesempurnaan manusia yang sejati bukan pada apa yang dimilikinya, melainkan bagaimana dirinya sebagai manusia Hidup.

He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu Saudara-Saudariku Semuanya. Sukses Selalu ya.

Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

(2) LAKU HAKIKAT HIDUP ADALAH AKU SEJATI
YANG…
Merupakan Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri
Dalam mencapai kesempurna’an yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu

Apa yang tersampaikan ini kepadamu sekalian tentang KUNCI, bukanlah hal yang baru;
sudah berulang kali tersampaikan di masa lalu. Dari masa ke masa, di setiap masa. Sesungguhnya kita semua telah berulang kali mendengarnya, dan AKU mengingat setiap Penyampaian, sedang Kau tidak, itu saja bedanya.

Setiap kali keseimbangan alam terkacaukan, dan ketakseimbangan mengancam keselarasan alam,
maka “AKU” menjelma dari masa ke masa, untuk mengembalikan keseimbangan alam. “AKU” ini bersemayam pula di dalam dirimu, bahkan di dalam diri setiap makhluk hidup, segala sesuatu yang bergerak maupun yang tak bergerak. Menemukan “Sang AKU” ini merupakan pencapaian tingkat tertinggi Spiritual… INGAT itu ya Ngger…. He he he . . . Edan Tenan.

Dengan menemukan jati diri, “Sang Aku Sejati” segala apa yang kau butuhkan akan kau
peroleh dengan sangat mudah. Maka, berkaryalah dan Keberadaan akan membantumu.
Sesuai dengan sifat dasar masing-masing, Manusia dibagi dalam 4 golongan utama.
Walau pembagian seperti itu. Tidak pernah mempengaruhi Sang Jiwa Agung.

Para Pemikir bekerja dengan berbagai pikiran mereka.
Para Satria membela negara dan bangsa.
Para Pengusaha melayani masyarakat dengan berbagai cara.
Para Pekerja melaksanakan setiap tugas dengan baik.
Berada dalam kelompok manapun, bekerjalah selalu sesuai kesadaranmu.
ANA APA-APA KUNCI. LANGKA APA-APA KUNCI.

Jangan memikirkan keberhasilan maupun kegagalan. Terima semuanya dengan penuh ketenangan.
Bila kau bekerja sesuai dengan kodratmu, tidak untuk memenuhi keinginan serta harapan tertentu,
maka walau berkarya sesungguhnya kau melakukan persembahan. Dan, kau terbebaskan dari hukum sebab akibat.

INGAT ya… Tuhan yang kau sembah, juga adalah Persembahan itu sendiri. Dalam diri seorang penyembahpun, Ia bersemayam. Maka… Berkaryalah dengan kesadaran ini. KUNCI KENA KANGGO APA BAE. dan senantiasa merasakan kehadiran-Nya. Banyak sekali cara persembahan – persembahan.

Ada yang menghaturkan sesajen dalam berbagai bentuk. Ada pula yang menghaturkan kesadaran hewani pada “Sang AKU” – sejati yang bersemayam di dalam diri. Bila kau mempersembahkan kenikmatan dunia pada pancaindera, maka kau menjadi penyembah pancaindera. Bila kau mengendalikan pancaindera, maka kau menyembah Kesadaran Murni di dalam diri.

Ada yang mempersembahkan harta, ada yang bertapa, Ada yang berkorban, ada yang menjauhkan diri dari dunia, Ada yang sibuk mempelajari kitab suci, ada yang berpuasa. Apapun yang kau lakukan, lakukanlah dengan kesadaran…!!! WATON ORA TUMINDAK LUPUT.

Saudara – Saudariku semuanya… mari kita Melangkah bersama berikut ini:
Lakoni kehidupanmu seolah kau sedang melakukan persembahan. Berkarya dengan penuh kesadaran, itulah Pengabdian. Cara-cara lain hanya bersifat luaran.Terlebih dahulu, raihlah kesadaran diri. Bila kau tidak mengetahui caranya, Belajarlah dari mereka yang telah sadar. Untuk itu hendaknya kau berendah hati. Orang yang sadar tidak pernah bingung. Pandangannya meluas, penglihatannya menjernih, ia yakin dengan apa yang dilakukannya, Sehingga meraih kedamaian yang tak terhingga nilainya. YEN WANI AJA WEDI-WEDI. YEN WEDI AJA WANI-WANI.

He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu Saudara-Saudariku Semuanya. Sukses Selalu ya.

Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

(3) LAKU HAKIKAT HIDUP ADALAH KESADARAN
YANG…
Merupakan Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri
Dalam mencapai kesempurna’an yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu

Bila Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri, merupakan tujuan hidup, maka untuk apa melibatkan diri dengan dunia? Sungguh tambah membingungkan…. He he he . . . Edan Tenan.

Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri, memang merupakan tujuan tertinggi. Namun, kau harus berkarya laku untuk mencapainya. Dan, berlaku sesuai dengan kodratmu. Bila kau seorang Pemikir, kau dapat menggapai Kesempurnaan Diri dengan cara mengasah kesadaranmu saja. Bila kau seorang Pekerja, kau harus menggapainya lewat Karya Nyata, dengan menunaikan kewajibanmu, serta melaksanakan tugasmu. Dan, kau seorang Pekerja, kau hanya dapat mencapai Kesempurnaan Hidup lewat Kerja Nyata. Itulah sifat-dasarmu, kodratmu. Sesungguhnya tak seorang pun dapat menghindari perkerjaan. Seorang Pemikir bahkan seorang yang duduk bermeditasi pun sesungguhnya bekerja. Pengendalian Pikiran – itulah pekerjaannya. Bila pikiran masih melayang ke segala arah, apa gunanya duduk diam dan menipu diri?

Lebih baik berkarya dengan pikiran terkendali. Bekerjalah tanpa pamrih..! Hukum Sebab Akibat menentukan hasil perbuatan setiap makhluk hidup. Tak seorang pun luput darinya, kecuali ia berkarya dengan semangat menyembah. Alam Semesta tercipta “dalam” semangat Persembahan. Dan, “lewat” Persembahan pula segala kebutuhan manusia terpenuhi.

Bila kau menjaga kelestarian lingkungan, lingkungan pun pasti menjaga kelestarianmu.
Raihlah kebahagiaan tak terhingga dengan saling “menyembah” – membantu dan melindungi.
Bila kau hanya berkarya demi kepentingan pribadi, tak pernah berbagi dan tak peduli terhadap alam yang senantiasa memberi; maka seseungguhnya kau seorang maling.

Berkaryalah dengan semangat “menyembah”. Persembahkan hasil pekerjaanmu pada Yang Maha
Kuasa. Dan, nikmati segala apa yang kau peroleh dari-Nya sebagai Tanda Kasih-Nya! Walau hanya secuil dan setetes, wajib kau Akui dan kau syukuri. Apa yang kau makan, menentukan kesehatan dirimu. Dan, makanan berasal dari alam sekitarmu. Bila kau menjaga kelestarian alam, kesehatanmu pun akan terjaga – inilah yang dimaksud Kesadaran Hidup… Maka,,, INGATlah… He he he . . . Edan Tenan.
He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu Saudara-Saudariku Semuanya. Sukses Selalu ya.

Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

(4) LAKU HAKIKAT HIDUP ADALAH PEKERJA’AN
YANG…
Merupakan Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri
Dalam mencapai kesempurna’an yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu

Waspadai setiap tindakanmu. Bertindaklah dengan penuh kesadaran. Inilah Persembahan, yang dapat mengantarmu pada Kepuasan Diri. Bila kau puas dengan diri sendiri, dan tidak lagi mencari kepuasaan dari sesuatu di luar diri, maka kau akan berkarya tanpa pamrih. Sesungguhnya seorang Pekerja tanpa Pamrih sudah tak terbelenggu oleh dunia. Jiwanya bebas, namun ia tetap bekerja, supaya orang laind apat mencontohinya. Sesungguhnya tak ada sesuatu yang harus “Ku”-lakukan.
Namun, “Aku” tetap bekerja demi Keselarasan Alam.

Bila “Aku” berhenti bekerja, banyak yang akan mencontohi tindakan-“Ku”, dan “Aku” akan menjadi sebab bagi kacaunya tatanan masyarakat. Ketahuilah bahwa segala sesuatu terjadi atas Kehendak- Nya. Tak seorang pun dapat menghindari pekerjaan, kau akan didorong untuk menunaikan kewajibanmu. Maka, janganlah berkeras kepala – bekerjalah!

Terpicu oleh hal-hal di luar, panca-indera pun bekerja sesuai dengan kodrat mereka. Janganlah kau terlibat dalam permainan itu. Jadilah saksi, kau bukan panca-indera. Berkat pengendalian diri bila inderamu tak terpicu lagi oleh hal-hal luaran, hendaknya kau tidak membingungkan mereka yang belum dapat melakukan hal itu. Biarlah mereka menghindari pemicu di luar untuk mengendalikan diri.

Berkayalah demi “Aku” dengan kesadaranmu terpusatkan pada-”Ku”, bebas dari harapan dan ketamakan – itulah Persembahan, Pengabdian. Para bijak berkarya sesuai dengan sifat mereka, kodrat serta kemampuan mereka. Demikian mereka terbebaskan dari perasa’an gelisah, dan mencapai kesempurnaan hidup. Berkaryalah sesuai dengan kemampuan serta kewajibanmu. Janganlah engkau sekadar ikut-ikutan memilih suatu Pekerja’an/Laku yang tidak sesuai dengan sifat dasarmu, dan tidak sesuai dengan kemampuanmu.

He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu Saudara-Saudariku Semuanya. Sukses Selalu ya.

Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

(5) LAKU HAKIKAT HIDUP ADALAH Sang AKU
YANG…
Merupakan Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri
Dalam mencapai kesempurna’an yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu

Memahami semua itu, namun kadang tetap saja terpicu untuk melakukan sesuatu yang tidak tepat. Mudah terpengaruh bahkan ikut-ikutan. Bagaimana mengatasi hal itu?

Ketahuilah terlebih dahulu penyebabnya – yaitu “keinginan”, “ketamakan” dan sifat dasar manusia yang membuatnya bekerja (Melakukan). Manusia tak dapat berhenti bekerja. Bila ia tidak bekerja tanpa pamrih, Ia akan bekerja untuk memenuhi keinginannya. Ketamakan melenyapkan kesadaran manusia, akhirnya ia binasa terbakar oleh api nafsunya sendiri KUNCInya keberhasilan manusia terletak pada pengecualian diri. Bila terkendali oleh pancaindera kau pasti binasa.

Ketahuilah bahwa panca indera mengendalikan raga, namun pikiran menguasai pancaindera.
Di atas pikiran adalah intelek, kemampuanmu untuk membedakan tindakan yang tepat dari yang tidak tepat – itulah Kesadaran. Bertindakalah sesuai dengan kesadaranmu. Dengan pengendalian diri dan bekerja sesuai dengan kesadaran, segala keinginan dan ketamakan dapat kau lampaui. Kemudian setiap pekerjaan menjadi persembahan pada “Sang AKU” yang bersemayam dalam diri setiap makhluk.

Kau tidak berperang untuk memperebutkan kekuasaan; kau berperang demi keadilan, untuk menegakkan Kebajikan pribadimu sendiri, bukan orang lain. Karenanya, Janganlah kau melemah di saat yang menentukan ini. Bangkitlah demi bangsa, negeri, dan Ibu Pertiwimu.

He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu Saudara-Saudariku Semuanya. Sukses Selalu ya.

Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

(6) LAKU HAKIKAT HIDUP ADALAH HATI NURANI RASA
YANG…
Merupakan Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri
Dalam mencapai kesempurna’an yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu

Untuk itu, kita harus memerangi Diri sendri, Keluarga sendiri, Sahabat sendiri, Teman sendiri, Tetangga sendiri, bahkan yang amat sangat kita cintai? Bingung… Ragu… Bimbang,,, tunjukkan jalan kepadaku.

Kau berbicara seperti seorang bijak, namun menangisi sesuatu yang tak patut kau tangisi. Seorang bijak sadar bahwa kelahiran dan kematian, dua-duanya tak langgeng. Jiwa yang bersemayam dalam diri setiap insan, sungguhnya tak pernah lahir dan tak pernah mati. Badan yang mengalami kelahiran dan Kematian ibarat baju yang dapat kau tanggalkan sewaktu-waktu dan menggantinya dengan yang baru.

Perubahan adalah Hukum Alam – jadi, tak patut kau tangisi. Suka dan duka hanyalah perasaan sesaat, disebabkan oleh panca-inderamu sendiri ketika berhubungan dengan hal-hal di luar diri. Lampauilah perasaan yang tak langgeng itu. Janganlah kau terbelenggu olehnya. Temukan Kebenaran Mutlak di balik segala pengalaman perasaanmu. Kebenaran Abadi, Langgeng dan Tak Termusnahkan. Segala yang lain diluar-Nya sesungguhnya tak ada – jadi, tak perlu kau risaukan.

Temukan Kebenaran Abadi Itu, Dia Yang Tak Terbunuh dan Tak Membunuh. Dia Yang Tak Pernah Lahir dan Tak pernah Mati. Dia Yang Melampaui Segala dan Selalu Ada. Kau akan menyatu dengan-Nya, bila kau menemukan-Nya. Karena, sesungguhnya Ialah yang bersemayam di dalam dirimu, diriku, diri setiap insan. Maka, saat itu pula kau akan terbebaskan dari suka, duka, gelisah dan bersalah. Kebenaran Abadi Yang Meliputi Alam Semesta, tak terbunuh oleh senjata seampuh apapun jua. Tak terbakar oleh api, tak terlarutkan oleh air, dan tidak menjadi kering karena angin. Sementara itu, wujud-wujud yang terlihat olehmu muncul dan lenyap secara bergantian. “Keberadaan” muncul dari “Ketiadaan” dan lenyap kembali dalam “Ketiadaan”. Jiwa tak berubah dan tak pernah mati; hanyalah badan yang terus-menerus mengalami kelahiran dan kematian. Lalu… Apa yang harus kau tangisi?

Sesungguhnya kau tak perlu memikirkan kemenangan dan kekalahan. Lakukan tugasmu dengan baik.
Berkaryalah demi kewajibanmu. Janganlah membiarkan pikiranmu bercabang, bulatkan tekadmu, dan dengan keteguhan hati, tentukan sendiri jalan apa yang terbaik bagi dirimu. Berkaryalah demi tugas dan kewajiban, bukan demi surga, apa lagi kenikmatan dunia. Janganlah kau merisaukan hasil akhirnya, tak perlu memikirkan kemenangan maupun kegagalan. Dengan jiwa seimbang, dan tak terikat pada pengalaman suka maupun duka, berkaryalah dengan penuh semangat iman…!!!

Bebaskan pikiranmu dari pengaruh luar; dari pendapat orang tentang dirimu, dan apa yang kau lakukan. Ikuti suara Hatimu Nurani Rasamu, bukan perasa’anmu.

He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu Saudara-Saudariku Semuanya. Sukses Selalu ya.

Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

(7) LAKU HAKIKAT HIDUP ADALAH SUARA HATI
YANG…
Merupakan Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri
Dalam mencapai kesempurna’an yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu

Bagaimana mendengarkan suara Hati Nurani Rasa?
Bebas dari segala macam keinginan dan pengaruh pikiran, kau akan mendengarkan dengan jelas
suara hati nurani rasamu – itulah Pencerahan!

Saat itu, kau tak tergoyahkan lagi oleh pengalaman duka, dan tidak pula mengejar pengalaman suka.
Perasa’an cemas dan amarah pun terlampaui seketika. Ia yang tercerahkan tidak menjadi girang
karena memperoleh sesuatu, tidak pula kecewa bila tidak memperolehnya. Dirinya selalu puas, dalam segala keadaan. Pengendalian Diri yang sempurna membuatnya tidak terpengaruh oleh pemicu-pemicu di luar. Ia senantiasa sadar akan Jati-Dirinya.

Keterlibatan panca-indera dengan pemicu-pemicu di luar menimbulkan kerinduan, kemudian muncul keinginan. Dan, bila keinginan tak terpenuhi, timbul perasa’an kecewa, amarah. Manusia tak mampu lagi membedakan tindakan yang tepat dari yang tidak tepat. Seorang bijak yang tercerahkan, terkendali panca-inderanya, maka ia dapat hidup di tengah keramaian dunia, dan tak terpicu oleh hal-hal diluar diri. Demikian dengan keseimbangan diri, ia menggapai kesadaran yang lebih tinggi. Jiwanya damai, dan ia pun memperoleh Hasil Kebahagia’an Kekal Sejati.

Pengendalian Diri menjernihkan pandangan manusia, ia menggapai kesempunaan hidup.
Saat ajal tiba, tak ada lagi kekhawatiran baginya, ia menyatu kembali dengan Hyang Maha Suci Hidup. Yang Maha Kuasa diatas segala yang kuasa. Bukan ke Surga, Neraka, atau Pepohonan, Gunung, Jembatan atau Rumah kosong dll.

He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu Saudara-Saudariku Semuanya. Sukses Selalu ya.

Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

Iklan

KISAH NYATA:


Perjalanan Spiritual Wong Edan Bagu.
Dalam Mencari Jatidiri.
WONG EDAN BAGU.,

AJA PISAN-PISAN NGAKU WONG URIP. YEN ORA BISA NGRASAKAKE URIP. SEBAB; YEN ORA BISA NGRASAKAKE URIPE. KUWI DUDU WONG URIP. ANANGIN MAYIT URIP.
Jangan sekali-kali mengaku manusia hidup. Jika tidak bisa merasakan hidup. Karena; jika tidak bisa merasakan hidupnya. Itu bukan manusia hidup. Tetapi mayat hidup.

Kalimat ini, berkaitan erat dengan firman Tuhan yang mengartinya seperti ini: Jika engkau ingin mengenalku. Maka kenalilah dirimu terlebih dulu. Karena. sesungguhnya, aku berada amat dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadimu.

Sabda pandita Ratu dan Firman Tuhan ini, banyak di gunakan sebagai Pameling/Peringatan di hampir tiap-tiap perguruan atau padepokan spiritual jawa. KUSUSNYA AJARAN-AJARAN YANG MENDALAMI ATAU MEMPELAJARI KEMANUNGGALAN ATAU PENYATUAN DIRI DENGAN SANG PENCIPTA SEGALANYA. Tujuannya, agar setiap cantrik/murid. Mengerti, betapa pentingnya hidup itu, untuk di ketahui, betapa utamanya hidup itu untuk segera di pahami.

Karena, siapapun dia, jika sudah bisa mengenal hidupnya, mengetahui dan memahami hidupnya, maka dia akan memiliki hidupnya, sesuai yang dikehendaki Tuhan dan bisa bercengkrama dengan hidupnya. Al-Hasil; selain bisa waskita, weruh sejeroning winarah dan sakti mandraguna tanpa payah, dia akan bisa mengenal dan mengetahui Tuhannya secara nyata-nyata dan nyata benar.

Karena itu… Mulai dari jaman nabi, spiritual yang menjurus ke hal tersebut, di rancang dan di cipta sedemikian rupa rapinya. Oleh para ahli, namun sedikit yang berhasil, hanya orang-orang pilihan saja. Lalu berlanjut ke sejarah jaman para wali, hingga kisahnya menggemparkan… pro dan kontra terjadi antara wali dan wali hingga menimbulkan banyak korban jiwa, termasuk beberapa wali itu sendiri. Kemudian berlanjut ke para ahli tapa dan semedi/meditasi, namun tetap hanya orang-orang pilihan saja yang bisa mencapai tingkatan tersebut.

Dulu… sewaktu saya masih Edan dalam hal mencari ilmu kesaktian, ilmu jaya kawijayan. Mendengar adegan tersebut, dari Para sepuh dan membaca dari beberapa kitab spiritual. Darah langsung mendidih… karena hanya punya semua yang terkandung di badan ini, serta teka yang membara, tidak punya modal lainya. Sayapun menyiksa diri, dengan cara berjalan kaki berbekal apa adanya, keliling tanah jawa dwipa. Mencari sang guru yang mumpuni dalam hal tersebut, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dari satu guru berganti guru yang lainnya, dari mulai yang ahli agama sampai yang ahli kejawen, hingga terhitung tahun terlampaui, tapi tidak satupun yang bisa membuat saya dapat berhasil mencapai keinginan tersebut. Namun saya mendapatkan banyak pengalaman dari para guru-guru terhormat saya itu. Yang akhirnya membawa saya tersesat ke sebuah goa sembrani, yang terletak di gunung malih rupa, disebuah pedukuhan terpencil, yaitu dukuh cimone kecamatan patuguran kabupaten tegal jateng.

Berawal tersesat di goa sembrani gunung malih rupa inilah, saya menemukan caranya, untuk mencapai apa yang termaksud diatas. Kala itu, saya sudah kehabisan semuanya, kecuali pakaian yang saya kenakan di badan. karena tidak punya apa-apa yang bisa saya berikan buat Jurkun, sayapun memaski lokasi pertapa’an dengan cara mengendap-endap alias sembunyi-sembunyi (diam-diam) berusaha agar tidak ada yang mengetahuinya, setelah hari sudah gelap, saya mulai bergerak menelusuri jalan setapak menuju pesanggrahan keramat kaki gunung malih rupa. Setibanya di sana, saya melihat ada Jurkun yang sedang membimbing ritual dari beberapa tamu pentingnya entah dari mana, di di subuah pendopo mewah tap kuno dan tidak berdinding. yang di dirikan oleh Persiden Bung Karno pada jamannya. Sedangkan saya, bersembunyi dbalik semak yang sangat dekat disamping pendopo tersebut. Setelah usai ritual… sang Jurkun lalu memberi pengetahuan para tamunya tersebut. Dan saya sangat medengarnya.

Kata Jurkun:
Ini adalah Pesanggrahan suci Sang hyang Ismaya. Bangunan ini pendirinya adalah Persiden Bung Karno, Saat beliau bertapa mencari wahyu keselamat bagi tanah air kita ini. yang kemudian di jaga dan dirawat oleh orang pilihannya sebagai Jurkun, dan saya adalah Jurkun yang ke 9, keturunan Jurkun-jurkun yang terdahulu. ingat… selama tirakat disini, jangan sekali-kali meludah di tanah sekitar pesanggrahan, apa lagi buang air kecil/besar, kalau mau meludah harus di wadahi, begitupun jika mau buang air kecil/besar, terus nanti di buang jauh dari area pesanggrahan. Tidak boleh tidur atau makan dan minum, tirakat yang di boelhkan disini hanyalah pati geni, tirakat-tirakat lainya yang masih menggunakan buka sahur, tidak di bolehkan. Lalu sambil mengarahkan senternya ke arah puncak gunung.

Jurkun berkata lagi: Itu adalah puncak gunung kamat malih rupa, di puncak gunung itulah, Dewa. Sang hyang ismaya turun ke bumi lalu merubah wujud menjadi Semar. Di puncak itu, ada sebuah goa, namanya goa sembrani… tempat eyang semar bersemedi. Ingat ya, apapun yang terjadi, jangan sekali-kali nekad naik ke puncak gunung itu, sangat berbahaya… belum ada sejarah yang menceritakan, ada orang yang naik gunung itu, bisa kembali dengan selamat, semuanya hilang tanpa jejak, jika suatu saat ada yang memanggil atau mengajak untuk menaiki gunung itu, jangan pernah mau, itu goda untukmu, yang harus kamu tolak… jika sampai ada yang nekad naik kesana, apapun alasannya, saya sebagai Jurkun, tidak bertanggung jawab, dan saya hanya akan menjenguk setiap jam 1 siang dan jam 9 malam. Selain waktu itu, masing-masing harus bisa menjaga dirinya sendiri-sendiri. Di bawah sana, ada sungai kecil, diatasnya ada air terjun, namanya air terjun Nagapesona, tapi jangan coba mandi atau meminum atau apa saja di air terjun sungai itu, kecuali jika tirakatmu batal. Kamu boleh ke air terjun itu untuk minum air. Jika tidak batal, jangan sekali-kali menyentuh airnya, karena jika sampai menyentuh airnya, berati tirakatmu batal.

Setelah menjelaskan lalu Jurkun itu berpamit pulang, dan setelah Jurkun pulang, dan beberapa orang itu sedang fokus berdoa sesuai hajatnya masing-masing, perlahan-lahan saya bergerak naik ke puncak gunung kramat malih rupa yang tadi di ceritakan sangat amat bahaya oleh jurkun. Setelah 2 jam kurang lebihnya, saya sapai di puncaknya. Waktu itu sedang ada kabut tebal, sehingga pandangan saya sangat terganggu, untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, saya naik ke pohon istirahat menunggu waktu pagi, dan semalam suntuk diatas pohon, saya dapat menyaksikan ke anehan ke anehan yang terjadi dibawah yang tidak layak untuk di ceritakan disini, setelah pagi, lalu saya turun dan mencari goa sembrani yang di maksud jurkun itu. Dan di goa itulah saya mengadu nasib dan nyali demi cita-cita spiritual. Setelah 6 hari menahan diri dari apapun,,, saat itu saya dalam kadaan lemah segalanya, entah darimana asalnya, saya kurang jelas, munculah suara yang memenuhi ruangan goa, Suara itu berkumandang hingga ber ulang-ulang kali hingga saya hapal, setlah saya hapal. Suara itu lenyap, dan mendadak tenaga saya pulih seperti makan minum cukup dalam keseharian.

Suara itu seperti ini bunyinya:
He he he . . . Edan Tenan. Lamun jeneng sira tumuju weruh lan waskita marang sejatine Urip sira lan Sejatining Pengeranira. Nora perlu ndawa waktu lan nyiksa raga, cukup dudahen rasa kang anglimputi sakujur badanira, ing kono ana dawuhe Pengeran kang bakal nggendong ngempit ngindit jiwa raga, pati urip lan dunya akherira.

Arti kurang lebihnya seperti ini:
He he he . . . Edan Tenan. Kalau kamu ingin tau sebenarnya hidup dan sebenarnya Tuhanmu, tidak perlu buang waktu dan menyiksa badan. cukup galilah rasa yang meliputi seluruh tubuhmu, disitu ada Firman Than yang akan menjamin jiwa raga, hidup mati dan dunia kakheratmu.

Para Sedulur… Dengan inilah saya laku spiritual mencari Hakikat dari segala hal, terutama tentang Hidup dan Tuhan, tanpa puasa, pagi geni,tirakat dan tanpa bertapa serta tanpa penyiksa’an-penyiksa’an lainya. Cukup pilih waktu yang tepat, lalu duduk bersilah, Sembah Sungkem menghadap bathin. Lalu baca KUNCI 7x. Paweling 3x. Terus mijil lalu bersamadi mengheningkan cipta, menggali semua Rasa yang tersimpan di seluruh tubuh… dan selama saya menjalankan cara ini, tidak ada satupun yang luput dari pencarian saya, apa lagi gagal. Jika sudah selesai, lalu Palungguh hingga klimaxnya dapat… Nah,,, Para sedulur… Yuk… kita belajar bareng dan bersama ya lurr, semuanya akan menjadi terasa ringan tanpa beban dan menyenangkan, Sembayang. Sholat. Berdoa. Wirid dan ibadah-ibadah apapun yang kita jalankan, akan terasa luar biasa membahagiakan… tidak ada satupun yang kita ibadahkan terasa berat, jenuh dan membosankan apa lagi menyapekan. Semuanya membahagiakan jika dengan cara yang tersebut diatas… Monggo… Silahkan di renungkan ya Lurr,,, lalu buktikan sendiri… Biyar tau sendiri, bukan katanya saya. Teori dan prakteknya dari saya. Tapi Buktinya nanti dari Sedulur sendiri. Bukan katanya saya lagi.

He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu Lurr
Ttd: Wong Edan Bagu
Pengembara Tanah Pasundan