Sudah Seberapa Siapkah Anda untuk menghadapi transisi:


Sudah Seberapa Siapkah Anda untuk menghadapi transisi:
(Seleksi Pemilihan).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Sumedang Larang Tatar Pasundan. Hari Kamis. Tanggal 26 Oktober 2017.

22780346_383796298733097_1229364308879720122_n

Para Kadhang Kinasihku sekalian. Pasti pernah dengar Sabda yang berbunyi; “Putero Romo. Kuwi Pilihan” Yen wes kepilih; ” Lakune Saring Sinaring Saring” Berikut yang berhasil saya saksikan di TKP.

Sebelumnya mohon Maaf….
Di Atas Bumi di Bawah langit Dunia ini. Ada berapa banyak orang yang beragama…?!

Berapa banyak tempat ibadah…?! Berapa banyak orang yang taat menjalankan ritual agamanya…?!

Kita sama-sama tahu bukan. Bahwa jumlahnya luar biasa banyak.

Tapi mengapa kemiskinan dan kelaparan, penganiayaan, pemerkosaan, penipuan, perampokan, pembegalan, peperangan bahkan pembunuhan dan bencana alam terus merajalela…!!!

Seakan tiada hentinya dan tidak habis-habisnya terjadi disana-sini.

Sudah berapa banyak dari kita memohon, berdoa pada Tuhan untuk mengakhiri semua itu…?!

Dengan cara berjamaah atau individu. Namun kegelapan tak kunjung sirna, bahkan manusia semakin individualis, bringas, bencana alam kian mengganas. Lalu apakah yang keliru…?!

Apa itu kehendak Tuhan…?!
Benarkah itu kehendak Tuhan…?!

Kalau memang benar itu kehendak Tuhan. Berati Tuhan sedang Stress berat brow…

La gimana tidak Stres berat, menciptakan keindahan, setelah selesai, lalu di rusaknya sendiri dengan begitu saja. Berati stres to…

Contoh;
Saya membuat mobil-mobilan, setelah jadi, lalu saya banting, bahkan belum sempat jadi, sudah saya hancurkan. Atau,,, saya masak sayur asem, supaya rasanya sueger dan lueeezat, ueeenak tenan, saya racik bumbu khusus dan pilihan, namun, setelah selesai, saya buang ke slokan, ada kalanya, baru setengah matang, sudah saya acak-acak dan saya musnahkan. Kalau bukan stress, apa namanya tuh…?!

Saya rasa, itu bukan kehendak Tuhan, melainkan ulah si manusianya itu sendiri. Karena mayoritas manusia, terfokus untuk menjadi relijius bukan spiritualis.

Spiritual berbeda dengan relijius. Spiritual tak ada hubungannya dengan agama. Tapi agama butuh spiritual. Tuhan menghendaki kita untuk menjadi manusia spiritual bukan relijius, dan agama diadakan untuk berspiritual, bukan berelijius.

Tiap agama mengklaim bahwa ajaran mereka yang paling benar dan lainnya salah. Apakah sesungguhnya Tuhan lebih menyukai atau condong ke agama tertentu…?!

Jika iya, mengapa setiap terjadi bencana Tuhan tak hanya menyelamatkan umat agama tertentu…?!

Spiritualitas yang sesungguhnya, adalah kemampuan setiap jiwa untuk hidup selaras dengan Sang Pencipta, hidup sesuai kehendak-Nya, bukan sebaliknya.

Lalu bagaimanakah hidup yang selaras dengan Sang Sumber itu…?!

Ingatlah…!!!
Tuhan kita, Sang Sumber semua dan segalanya itu, ada dalam setiap ciptaan-Nya, seperti yang sudah saya kabarkan melalui media internet sampai hari saya keriting tulisnya, seperti yang sudah saya kabarkan secara langsung, sampai dower bibir saya bicara. Masak… Belum mau bertaubat juga… Masak belum bisa sadar juga.

Para Saudara-saudari dan Kadhang Kinasihku sekalian. Hidup selaras dengan Sang Pencipta, adalah dengan hidup harmonis dengan seluruh mahluk-Nya. Salin asah asih asuh, salin mengerti, salin memberi dan menerima, salin tolong menolong, tanpa ada iri, dengki, benci, dendam, fitnah, prasangka, pamrih dan ego apapun.

Lagi-lagi terkait dan menyangkut Cinta Kasih Sayang bukan….?!

Karena…..
Bagaimana mungkin kita bisa hidup harmonis dengan seluruh mahluk-Nya. Dengan salin asah asih asuh, salin mengerti, salin memberi dan menerima, salin tolong menolong, tanpa ada iri, dengki, benci, dendam, fitnah, prasangka, pamrih dan ego apapun. Jika tidak ada Cinta Kasih Sayang dalam hatinya…?!

Tapi ingat…!!!
Ini bukan Soal cinta kasih sayang yang sering terjadi intrik masalah perselingkuhan dan kecemburuan di dalamnya Lo ya…

Melainkan Kesadaran Iman Cinta Kasih Sayang yang sudah sering saya kabarkan, baik itu secara langsung maupun melalui medsos.

Kesadaran iman cinta kasih sayang inilah. Adalah intisaripati dari laku spiritualitas yang sesungguhnya. Dan Kesadaran iman cinta kasih sayang inilah, yang menentukan kualitas jiwa seseorang dalam segi apapun.

Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan sekali lagi, soal Kesadaran Iman Cinta Kasih Sayang. Barang kali lupa, kalau soal males baca, karena alasan tulisannya panjang, itu berati bonggane dewek.

Pertama soal Cinta Kasih Sayang; Sepertinya, semua orang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini.

Tapi apakah kita mengerti apa itu Cinta Kasih Sayang…?! Cinta Kasih Sayang adalah mengasihi tanpa ego pamrih, memberi tanpa mengharapkan imbalan.
Tidakah itu sederhana…?!

Ya,,, tetapi pelaksanaannya yang sulit. Pemahaman Cinta Kasih Sayang dari kebanyakan manusia sungguh sempit, hanya sebatas
Cinta Kasih Sayang kepada lawan jenis yang di perbesar, ini yang membuat Sulit.

Hubungan percintaan antar lawan jenis, seperti yang kita ketahui, apakah ini sungguh-sungguh cinta kasih sayang…?!

Berapa banyak orang yang mengaku mencintai lawan jenisnya, lalu berkata “Aku mencintaimu lebih dari apapun bin melebihi segalanta, untuk itu jadilah pasanganku”. Preetttt….

Paling-paling…
Sehari tidak punya besar aja… Sudah manyun kayak ikan sepat. Apa lagi kalau sampai anak tidak bisa jajan di sekolahan, yang malu, lah, kebangetan lah dan bla,,,bla,,,bla,,, ujungnya pisah ranjang bahkan bercerai.

Kembali ke soal awal, yaitu bahwa Cinta Kasih Sayang adalah memberi tanpa pamrih ego mengharapkan imbalan. Jika tidak demikian, Tentu itu bukanlah Cinta Kasih Sayang. Karena Cinta Kasih Sayang itu. MEMBERI bukan MEMINTA. Konsep Cinta Kasih Sayang mayoritas kebanyakan manusia inilah, yang membuat dirinya hanya memikirkan pasangan dan keluarganya.

Padahal Cinta Kasih Sayang yang sesungguhnya, adalah kepada semua manusia, hewan, tumbuhan, Bumi, segala mahluk.

Cinta Kasih Sayang yang lebih dalam, dapat dilihat dari kualitas-kualitas berikut;

Cinta Kasih Sayang;
Itu tak ada benci.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada iri.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada dengki.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada dendam.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada fitnah.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada ego.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada keserakahan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kecemburuan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kesombongan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak agresif.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kebohongan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kompetisi.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak menyakiti.
Cinta Kasih Sayang;
Selalu selalu melindungi.
Cinta Kasih Sayang;
Itu sabar menanggung segala sesuatu.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada pamrih apapun.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak melakukan hal yang tidak sopan, hal yang merugikan, hal yang menyinggung dan menyakitkan sesama hidup.
Nah… dari kualitas-kualitas tersebut, sudah berapa banyak yang ada pada diri kita…?! Sudahkah kita hidup dengan Cinta Kasih Sayang…?!

Kedua soal Kesadaran;
Orang yang sadar. Pasti mengerti.
Orang yang mengerti. Pasti memahami. Orang memahami. Pasti mengetahui. Orang yang mengetahui. Pasti bisa.

Bisa apa…?!
Apa saja bisa jika dia mau…!!!

KESADARAN disini, adalah pemahaman bahwa semua mahluk Tuhan adalah SATU. Maksudnya, semua dan segalanya berasal dari satu Sumber. Yaitu dzat maha suci. Bukan yang lain.

Seseorang yang sadar bahwa setiap mahluk Tuhan salin terhubung satu sama lainnya, alias bahwa KITA SEMUA SATU, tak akan mungkin tega menyakiti yang lainnya.

Ini bisa diibaratkan kita adalah satu tubuh, satu jiwa, satu jalan, satu bekal dan satu tujuan, yaitu Dzat Maha Suci Sang Sumber Segalanya. Jika salah satu bagian tubuh ada yang sakit, tentu seluruh tubuh lainnya akan merasakannya bukan…?!

Namun apa yang terjadi saat ini…?! Manusia menyakiti alamnya sendiri, Bumi tempat tinggalnya sendiri, menyakiti mahluk lain, bahkan dirinya sendiri.

Polusi di tanah, air, udara, juga di tingkat ether dari pikiran dan emosi negatif manusia. Penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, anarki, kompetisi, penipuan, diskriminasi, ketidakpedulian. Bahkan manusia Bumi bersuka ria atas semua itu.

Semua hal negatif ini begitu pekat, terutama di daerah perkotaan, dimana manusianya sangat individualis.

Kesadaran yang selanjutnya, adalah mengerti bahwa Tuhan tak hanya menciptakan manusia di jagat raya yang amat luas ini.

Kita tahu Tuhan kita Maha Bijaksana, Dia tak akan memboroskan energi yang besar, untuk menciptakan jagat raya ini, hanya untuk satu ras manusia saja, Bumi dan sisanya dibiarkan kosong begitu saja. Apalagi harus menunggu manusia untuk bisa menjangkau lalu menempatinya.

Umur bumi kita setidaknya sudah 5 milyar tahun atau lebih, selama itu, bahkan untuk menjelajah angkasa raya ini saja, manusia belum mampu.

Pemahaman mayoritas manusia tentang mahluk Tuhan, sangatlah sempit, yang mereka tahu hanya tumbuhan, hewan, manusia dan astral (jin).

Kenyataan bahwa jagat raya ini amatlah luas, dengan banyaknya planet/bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari Bumi, penampakan crop circle, spaceship, pesan via channeling serta peradaban kuno yang berteknologi canggih, itu semua adalah bukti bahwa manusia Bumi tak pernah sendiri.

Ditambah dogma-dogma yang mengatakan bahwa manusia Bumi adalah mahluk Tuhan paling sempurna. Sepertinya hal itu semakin membuat mereka besar kepala saja.

Jika memang manusia Bumi adalah mahluk Tuhan paling sempurna, lalu apa kelebihan manusia Bumi dibanding astral… ?!
Mahluk-mahluk lainnya yang tidak sempurna…?!

Kelebihannya salin membenci…?!
Salin mendendam…?!
Salin bermusuhan…?!
Salin fitnah, iri, dengki, tinggi-tingginya ego dan pamrih…?!
Itu mah bukan lebihan apa lagi kesempurnaan. Tidak lebih baik dari se’ekor hewan jika itu yang menjadi kelebihannya.

Melihat mereka yang seperti itu saja, kita sudah tak mampu.

Dari segi kemampuan fisik, jelas astral lebih unggul, astral mampu berubah-ubah bentuk, berumur panjang, mampu telepati, telekinesis, teleportasi.

Dari segi spiritualitas astral lebih mengerti dibanding manusia Bumi. Dari ilmu pengetahuan & teknologi astral pun tak kalah dengan manusia.

Lalu apa yang ingin kita banggakan….?!

Ketiga adalah SADAR;
Sadar bahwa setiap jiwa akan mengalami proses pembelajaran dalam hidupnya, melalui laku murni menuju suci. Yaitu Perjalanan hidup yang bagaikan sedang sekolah, tujuannya untuk belajar, supaya ngerti dan paham serta tahu makna hidup yang merupakan esensi Tuhan-Nya.

Seperti sekolah, kehidupan juga ada level/tingkatannya, sebab itu di dalam Laku Murni Menuju Suci. Saya membagikan Pengetahuan Dengan Sistem Tiga Level. Karena itu merupakan perbedaan dimensi kehidupan di alam semesta ini.

Jika kita telah lulus di suatu tahap, maka kita akan naik ke tahap selanjutnya, tahap yang lebih tinggi. Tetapi jika tidak lulus, akan mengulang di tahap yang sama, atau bahkan tahap yang lebih rendah.

Saat kelulusan kita dari semua tahap adalah saat kita kembali pada Sang Sumber. Keberadaan astral di dimensi yang lebih tinggi dari manusia Bumi sudah jelas membuktikan adanya perbedaan dimensi dalam kehidupan mahluk-mahluk-Nya.

Laku inilah yang sejak lama diajarkan oleh para avatar, spiritual master, lightworker seperti Jesus, Budha, Kwan Yin, Shiva dan lainnya. Bahkan Romo Smono Sastrohadijoyo

Mereka tak ingin disembah. Mereka ingin manusia Bumi menjadi master seperti mereka. Namun manusia Bumi malah salah menginterpretasikan ajaran mereka hingga kini. Ada yang menyembah, bahkan menuhankan mereka. Aneh tapi tidak lucu kalau menurut WEB. He he he . . . Edan Tenan.

Spiritual et sadar bahwa semua mahluk di alam semesta ini adalah satu pada hakikatnya. Untuk itu dan karena itu, mereka tak henti-hentinya mengingatkan kita untuk meningkatkan spiritualitas seiring dengan masa transisi/transformasi/evolusi Bumi yang sudah di depan mata ini.

Seseorang yang sudah mengerti spiritualitas yang sesunguhnya, akan menyadari bahwa planet ini sungguh-sungguh rusak. Bahwa Ibu Bumi sungguh-sungguh menderita, karena ulah manusia dan ada di ambang kehancuran. Mereka akan merasa sangat tidak nyaman hidup di Bumi seperti ini.

Untuk itulah ada campur tangan Tuhan. Sekali lagi Tuhan kita yang sangat tresno welas asih tak akan membiarkan mahluk-Nya menderita tanpa akhir.

Tuhan sudah memutuskan penderitaan Ibu Bumi cukup sampai disini. Bumi harus bertransisi/bertransformasi/berevolusi dengan meningkatkan vibrasinya.

Dan semua manusia yang ingin hidup di Bumi yang baru, harus bisa menyesuaikan vibrasinya dengan Ibu Bumi. Jika tidak, maka tak akan bisa hidup di atasnya lagi.

Untuk itu akan ada seleksi pemilihan, siapa-siapa yang berhak hidup di Bumi yang baru ini. Ini dilakukan dengan jalan pemurnian, pembersihan total dari semua energi negatif.

Akan ada kekacauan dimana-mana, banyak sekali bencana yang terjadi, juga kehilangan.Tapi itu perlu dilakukan, demi terciptanya Bumi sesuai rencana Tuhan semula, demi tercipta kerajaan Surga-Nya.

Lalu bagaimana caranya untuk bisa menaikan vibrasi kita supaya selaras dengan Ibu Bumi yang sesuai kehendak Tuhan….?!

Jawabannya….
Adalah dengan meningkatkan Spiritualitas Laku Murni Menuju Suci kita masing-masing.

Jadi… sudah seberapa siapkah kita untuk menghadapi transisi tersebut…?! Sudah seberapa spiritualkah diri kita…?! He he he . . . Edan Tenan.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001.
Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

KeAjaiban Wahyu Panca Laku yang KeLima:


KeAjaiban Wahyu Panca Laku yang KeLima:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Sumedang Larang Tatar Pasundan. Hari Kamis. Tanggal 26 Oktober 2017.

22815385_383168745462519_1599638122917662351_n

Cinta adalah Kasih, dan kasih adalah memberi, memberi apa…?! Memberi sayang, kasih dan cinta.

Itulah dimensi kelima dari Wahyu Panca Laku, yang merupakan tingkatan Laku Spiritual Tertinggi bagi sekalian mahluk. Ada apa sebenarnya di balik Cinta Kasih Sayang yang merupakan Tingkatan Laku Spiritual Tertinggi itu…?!

“CINTA KASIH SAYANG” Selain merupakan Sipat Tuhan. Cinta Kasih Sayang juga merupakan identitas jati diri mahluk paling sempurna tersebut Manusia.

Para Kadhang Kinasihku sekalian…
Berbicara soal cinta kasih sayang, kita seharusnya mempertanyakan apa yang telah kita beri. Sayang apa nafsu…?! Sayang apa ego…?! Sayang apa modus…?! bukannya mempertanyakan apa yang telah kita dapatkan.

Memberi sayang, tidaklah selalu terhadap pasangan kita saja, tetapi juga teradap semua mahluk-mahluk yang ada di alam semesta ini, terutama sesama manusia hidup.

Ingatlah bahwa Tuhan itu sangat dekat dengan kita, Tuhan berada di dalam hati kita, hatiku dan hatimu serta hati semua mahluk-mahluknya.

Maka dari itu, kita semua (manusia, hewan, tumbuhan dan mahluk lainnya) adalah satu, kita adalah saudara, karena berasal dari Sang Sumber yang sama, yaitu Dzat Maha Suci (Tuhan) dan akan kembali kepada-Nya lagi.

Tuhan tidaklah berada di suatu tempat yang nan jauh di luar diri kita. Tuhan tidak berada di
tempat ibadah atau tempat lainnya.

Tetapi Tuhan akan selalu ada di dalam diri, bermukim di hati kita.

Jadi… Ligiskah jika hati itu di penuhi dengan iri, dengki, benci, dendam, fitnah, hasut, pamrih, ego…?!

Sedangkan hati itu adalah tempat bermukimnya Tuhan…?!

Lalu apa hubungannya dengan cinta kasih sayang…?!
Mari saya bantu jelaskan…. Ya.
He he he . . . Edan Tenan.

Kebanyakan dari kita, yang tersesat dan terjerumus ke dalam sisi gelapnya kehidupan. Itu akibatkan karena kita tidak bisa menemukan Tuhan, karena tidak menemukan Tuhan, pada hakikat Tuhan, ada di dalam dirinya.

Bagaimana cara kita menemukan Tuhan yang ada di dalam diri setiap mahluk-mahluknya itu…?!

Hati mu itu Lo… Bersihkan dari sipat iri, dengki, hasut, benci, dendam dan sikap pamrih serta ego.

Kalau itu belum bersih dari hati mu, masih menjadi noda berkarat di hati kita, bagaimana mungkin bisa mengetahui Tuhan… La ruang hatinya gelap tertutup kerak yang mengerikan itu, bagaimana bisa…!!!

Mau puasa atau tirakat berapa juta bahkan miliyaran tahun pun, mau gonta ganti agama dan kepercayaan serta keyakinan berapa kali pun, tidak akan bisa, jika di hati kita ada iri, dengki, hasut, benci, dendam, pamrih dan ego. Karena Tuhan tidak bisa di raih dengan iri, dengki, hasut, benci, dendam, pamrih, ego.

Tuhan hanya bisa di raih dengan kebersihan hati atau hati yang bersih.

Sebab itu, bersihkan hati kita, lalu jagalah agar tidak kotor kembali….

Nah… Kalau sudah bersih dan terjaga, walaupun kita tidak mampu tirakat, tidak kuat puasa, tidak punya modal untuk beribadah, saya berani Jamin. Pasti bisa. Jika tidak bisa, saya siap mempertemukannya. Oke…

Bila kita ingin menemukan-Nya, maka kita harus mencarinya.

Dimana…?!
Ya di dalam hatimu to…!!!
Kan di atas sudah dijelasin dinama.

Caranya…?!
Lo… Kok masih nanya lagi. Kan caranya juga sudah di jelasin juga diatas. Yaitu membersihkan hati dari noda kotoran yang sudah saya jelaskan diatas, lalu menjaganya agar supaya tidak kotor atau ternoda lagi. Coba baca ulang. He he he . . . Edan Tenan.

Tak perlu gunakan harta benda. Tak perlu tirakat atau puasa. Tak perlu ube rampe atau sesaji itu dan ini. Tidak usah menyiksanya diri. Cukup membersihkan hati, lalu menjaganya. Tidak ribet kan…? Gratis pula.

Sekali lagi….
Cukup bersihkan hatimu dari noda yang sudah saya jelaskan diatas, lalu menjaganya agar tidak ternoda lagi. Tuhan akan nampak terlihat dengan sangat jelas dan nyata di depan batang hidung kita. Bukan katanya, melainkan menyaksikan sendiri dengan mata kepala kita sendiri.

Selanjutnya…?
Ya terserah Anda….
Kok terserah Anda….?
La wong sudah ketemu…
Ya silahkan mau apa to…?!
He he he . . . Edan Tenan.

Inilah Hakikat Laku Spiritual yang sebenarnya, yang sejatinya, yang sesungguhnya. Menyatu atau Bersatu atau manunggal dengan Tuhan.

Kata Menyatu atau Bersatu atau manunggal dengan Tuhan. Berati kita harus menyatu dengan mahluk-mahluknya, sebab Tuhan tidak hanya berada dalam hati kita, melainkan di setiap hati mahluk-mahluknya.

Meng-iri’i. Meng- dengki’i. Meng-hasuti. Mem-benci’i. Men-dendami. Mem-pamrihi. Meng-egoi salah satu Mahluk-Nya.

Berarti;
Meng-iri’i. Meng- dengki’i. Meng-hasuti. Mem-benci’i. Men-dendami. Mem-pamrihi. Meng-egoi Tuhan.

Karena;
Di dalam hati yang kita. Iri’i. Dengki’i. Hasuti. Benci’i. Dendami. Pamrihi. Egoi, itu sama-sama ada Tuhan.

Jadi, cocok tidak cocok atau bagus tidak bagus atau baik tidak baik atau indah tidak indah atau benar tidak benar. Wajib kita Cinta Kasih Sayangi tanpa sarat.

Tenteram atau Ketenteraman hidup di dalam kehidupan ini, itu dikarenakan, adanya jalinan cinta kasih sayang antara Tuhan dan Mahluknya, dan cinta kasih sayang antar sesama mahluk, adalah saluran kita untuk menyatu atau bersatu atau manunggal dengan Sang Sumber Cinta Kasih Sayang itu sendiri. Maksud….?! Paham…?!

Jadi….
Cinta Kasih Sayang itu, bukan dan tidaklah hanya sebuah konsep dalam prinsip dalam kehidupan untuk mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman saja.

Melainkan dengan cinta kasih sayang itulah, kita dapat menyatukan, mempersatukan, memanunggalkan hati kits dengan hati mahluk-mahluk lainnya.

Memhamai apa yang mereka rasakan, merasakan apa yang mereka alami, yang nantinya hal ini akan menimbulkan rasa kesatuan dan persatuan serta kemanunggalan yang sesungguhnya, dan membuat kita lebih dekat, semakin dekat, tambah dekat, lebih dekat lagi dengan Sang Sumber Cinta Kasih Sayang, secara sempurna. Maksudnya; Sesuai kehendak-Nya.

Cinta Kasih Sayang. Adalah;
Adalah satu-satunya hukum mutlak semesta alam, selagi masih ada kehidupan di dalamnya, yang sayangnya banyak orang-orang tidak mengerti dan memahami, dan parahnya, tidak menyukai, tidak menyetujui bahkan menolaknya ketika di beritahu.

Apapun yang kita berikan, maka kita akan mendapatkan balasannya. Ya… Seberapa besar atau kecil pemberian yang kita berikan, baik dalam bentuk materi, cinta kasih sayang ataupun yang paling sepele, yaitu senyuman.

Apabila hati kita tulus, jujur, apa adanya, maka kita akan mendapatkan balasan yang satimpal atau bahkan lebih banyak lagi, ini mutlak.

Kedengarannya di beberapa sistem kepercayaan, metode ini sering disebut-sebut sebagai sedekah. Cinta kasih sayang, dengan hanya memberi, kita akan mendapat kembali, inilah yang harus perlu manusia kaji ulang dalam kehidupannya sehari-hari.

Seberapa banyakkah pemberian yang kita telah beri terhadap orang lain…?! Ingat…!!! Bukanlah selalu dalam ikatan pasangan kita melakukan ini, kalau harus di konsepkan, ini adalah konsep yang universal dan perlu kita lakukan setiap saat, dimanapun dan kapanpun.

Menurut pengalaman pribadi saya hasil praktek di TKP. Tidaklah selalu pemberian kita mendapat balasan pada saat itu juga, mungkin akan membutuhkan waktu yang singkat atau agak lama.

Namun yang Pasti. Hukum ini akan bekerja ketika kita mem Pasrahkan pemberian kita pada saat itu juga. Maka disinilah keajaiban itu akan terjadi.

Tidak disangka waktu yang tentukan berapa lama, dalam situasi seperti apa, ataupun dalam keadaan seperti apapun, keajaiban ini akan datang di waktu yang sangat tepat, yaitu disaat kita membutuhkannya, secara otomatis dia akan masuk dan mengalir ke dalam seluruh tubuh kita, mengalir bersama aliran darah kita (RAHAYU).

Siapapun dirimu, apapun latar belakang kehidupanmu, adatmu, sukumu, agamamu, keyakinanmu, kepercayaanmu. Dengan cinta kasih sayang, kita akan bisa sangat mudah menciptakan keajaiban apapun dalam hidup.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk memperoleh Ketentraman yang Sempurna dunia wal akherat.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk memahami rasa satu terhadap mahluk-mahluk lain.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk kita kembali ke asal usul Sangkan Paraning dumadi Dzat Maha Suci Sang Sumber semua dan segalanya.
God Bless You & May Peace be with You…

BUKTIKAN…!!!
Tidak terbukti. Mulai saat ini, jangan Percaya Wong Edan Bagu, atau datang temui Wong Edan Bagu, lalu Ludahi Wajahnya….

He he he . . . Edan Tenan.
Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001.
Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya