Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian Ketiga:


Wong Edan Bagu (51)

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.
Tentang Guru Sejati. Bagian Ketiga:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Cirebon Jabar. Hari Jumat. Tanggal 30 Juni 2017.

Para Kadhang Kinasihku sekalian…
Marilah bersamaku, berbicara dengan hati/rasa, secara terus terang dan terang terus tanpa tedeng aling-aling pada kesempatan kali ini, dalam hal ini, jangan sekali-kali Para Kadhang memakai penghalang?.

Ini Soal kenyata’an Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan atau di Praktekan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, mengenai Kemanunggalan yang Sempurna, untuk itu, para kadhang jangan menggunakan pelindung, jika benar-benar ingin tahu dan mengerti serta paham, apa itu Guru Sejati, yang berhasil saya capai dengan menggunakan Wahyu Panca Gha’ib, yang saya lakukan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku atau iman.

Ingat…!!! Aku sedang menyampaikan ilmu tingkat tertinggi, yaitu tentang Guru Sejati – Sejatining Guru, tanda tedeng aling-aling, membahas ketunggalan. Ini bukan tentang badan/wujud, selamanya bukan, karena badan itu tidak ada. Guru Sejati – Sejatining Guru ini, bukan budi, bukan angan-angan, bukan hati, bukan pikiran yang sadar, bukan niat, bukan udara, bukan angin, bukan panas, dan bukan kekosongan atau kehampa’an. Wujud kita ini jasad, yang akhirnya menjadi jenazah/mayat, yang akan busuk bercampur tanah dan debu. Yang sedang aku bicarakan, iyalah ilmu sejati – sejatining ilmu, kebenaran yang nyata, yang selama ini di politiki oleh pecundang-pecundang yang berkepentinga meraih kepentingan pribadi.

Untuk itu dan karena itu serta sebab itu. Mari,,, bersama-ku membuka tabir yang selama ini teranggap ghaib, (membuka rahasia yang paling tersembunyi-tanpa tedeng aling-aling). Dan untuk semua orang yang mengaku sebagai manusia hidup. Jangan panic, jangan terburu-buru menyimpulkan, renungkan, dan pikirlah dengan logika wajarmu. He he he . . . Edan Tenan.

Para Kadhang Kinasihku sekalian… Ketahuilah.
Kemanunggalan dan Kesempurnaan tidak akan berhasil, jika hanya mengandalkan perangkat syari’at dan tarekat, Apalagi sekedar syari’at lahiriyah. Kemanunggalan dan Kesempurnaan akan berhasil, seiring dengan tekad hati yang bersih tulus murni dan keseluruhan Pribadi dalam merengkuh Dzat Maha Suci, sebagaimana Roh Allah pada awalnya, ditiupkan atas setiap diri pribadi manusia, tanpa apapun dan siapapun selain Dzat Maha Suci itu sendiri.

Sedangkan keberada’an Dzat Maha Suci itu, hanya ada beserta kemantapan hati yang bersih dan kemurnian rasa, atau kesadaran murni dalam menuju-Nya. Maksudnya, dalam diri tidak ada apa-apa, tidak ada agama, tidak ada kepercayaan, tidak ada kebatinan, tidak ada golongan, perguruan, adat istiadat, tidak ada istri, tidak ada anak, tidak ada keluarga, tidak ada harta, tidak ada tahta, tidak ada wanita/lelaki dll, kecuali menjadikan sempurna kembali ke asal usul sangkan paraning dumadi sebagai niat/krenteg ati, dan yang mewarnai segala hal, yang berhubungan dengan laku’, sifat dan af’al Pribadi. Inilah yang saya maksud kesadaran murni.

Para Kadhang Kinasihku sekalian… Ketahuilah dengan sadar.
Asmo Sejati Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi atau Guru Sejati atau Hidup. Adalah manunggaling kawula gusti atau menyatunya sedulur papat kalima pancer kita sendiri. Sebelum di Sabda menjadi Asmo Sejati tersebut Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi. Kawula Gusti atau Sedulur Papat Kalima Pancer kita, belum manunggal, alias belum menyatu menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam sikon apapun.

Sebab itu, tersebut kawula gusti, kawula adalah sedulur papat atau empat anasir, sedangkan gusti, adalah pancernya, karena itu, saat laku proses Asmo, di sebut nglungguhake, maksudnya, memanunggalkan, menyatukan, apa yang di manunggalkan…?! Kawula dan Gustinya, apa yang disatukan…?! Sedulur papat kalima pancernya, agar menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam sikon apapun dan dimanapun, setelah manunggal/menyatu. Tersabda menjadi Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi.

Nah…
Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi inilah, yang di maksud aku sejati – sejatining aku atau Guru Sejati atau hidup atau Rasul/Utusan atau Roh/Ruh Suci/Kudus, yang di utus oleh Dzat Maha Suci untuk menempati jiwa raga kita alias lahir bathin kita. Yang bisa menjamin jiwa raga kita, lahir bathin kita, dunia akherat kita dan hidup mati kita, mulai sekarang hingga sampai kapanpun dan dimanapun. Bersambung Ke BAGIAN EMPAT.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasih Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian Kedua:


19437518_330654824047245_8856705022115473471_n

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.
Tentang Guru Sejati. Bagian Kedua:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Rabu. Tanggal 28 Juni 2017.

“Sungguh aku tidak mengenal doa dari siapapun. Jika tidak melalui Rasulku-Utusanku” Begitulah Dzat Maha Suci berfirman dengan sangat tegasnya. Rasul atau utusan-Nya itu apa dan siapa…?!

Bukankah hal ini sudah teramat sering saya uraikan tanpa tedeng aling-aling…?! Entah itu secara langsung atau melalui internet di websait dab you tube. Bahwasannya Utusannya itu ada Hidup. Hidup yang menempati setiap diri yanf masih hidup, sejak awal di Ciptakan (Aku tiupkan sebagian ruh-ku…) Dan hidup inilah yang di maksud Guru Sejati atau Roh/Ruh Kudus/Suci atau Rasul yang berarti Utusan, yang tersabda sebagai Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian…
Ada banyak cara dan teori bahkan praktek untuk mempelajari guru sejati, dan saya sendiri, pernah menggunakannya, namun,,, yang banyak itu, selalu gagal, sama seperti saya, kegagalan mengenal dan menemui guru sejati itu, bukan karena kalimahnya atau doanya yang kurang bagus, atau karena perutnya tidak mampu puasa, atau karena tidak tahan duduk lama bersilah, tapi karena tidak bersihnya hati.

Guru sejati yang sedang di tuju. Guru sejati yang sedang di pelajari, tapi iri dan dengki pada orang yang lebih baik daripada kita, suka menfitnah bahkan mengadu domba, membenci, dendam, sedikit sedikit tersinggung, sedikit sedikit marah, sedikit sedikit mendebat, mencela, menghina dll.

Sementara Guru sejati alias hidup itu, hakikatnya suci, dan suci itu, murni, murni itu, tak tercampuri oleh apapun, dan tidak bisa di campuri dengan apapun, kecuali dengan suci lagi, kecuali dengan murni lagi, jadi,,, jika hati kira tidak murni, hati kita tidak bersih, tidak suci, mana mungkin bisa mendekati suci, jangankan menemui untuk manunggal/menyatu jadi satu dengan suci, mendekat saja,,, mustahil bukan…

Itu baru soal suci nya guru sejati kita alias hidup kita sendiri, sucinya bagian dari Dzat Maha Suci yang di utus bertanggung jawan ajan diri kita, apa lagi jika melangkah ke Dzat Maha Suci. Suci-Nya Tuhan. Jauh lebih mustahil bukan…!!!

Dzat Maha Suci itu unik dan rumit. Dia Maha Kuasa atas segala yang maha. Dzat Maha Suci itu, jauh diuar nalar logika kita. Mustahil bisa di kenali dengan cara apapun, teori apapun dan praktek apapun, kecuali jika Dzat Maha Suci itu sendiri yang berkehendak untuk di kenali. Dia Maha membolak balikan hati, hati kita yang baik, bisa dirubahnya menhadi jahat, hati kita yang jahat, bisa di rubahnya menjadi baik, siang bisa dijadikan malam, segitupun sebaliknya, malam bisa dijadikannya siang. Apa lagi hanya soal hati, bukan…!!!

Mengacu ke hal tersebut, berati tidak ada satupun cara, teori dan praktek pelajaran yang bisa menjamin siapapun untuk bisa mengenal-Nya. Bukan…?!

Sungguh….
Saya telah membuktikannya sendiri, bukan katanya apapun dan siapapun. Hanya Wahyu Panca Laku yang bisa kita lakukan, selain itu… Heeeemmm… Nggedebuss.

Sebab itu dan Karena itu. Ber Wahyu Panca Laku-lah jika memang benar bersungguh-sungguh ingin bertemu guru sejati, agar supaya bisa sampai ke hadirat Dzat Maha Suci dengan Sempurna.

Wahyu Panca Laku (iman)/
1. Serahkan/Pasrahkan semua dan segalanya hanya kepada Dzat Maha Suci saja – Jangan yang lain selain-Nya.

2. Terimalah apapun yang menjadi keputusan Dzat Maha Suci – Baik buruk. Enak tidak enak. Salah benar dllnya, karena Dia Esa dan tidak selembar daunpun yang jatuh kebumi tanpa kehendaknya, dan hanya kehendak-Nya lah yang benar benar akan terjadi.

3. Persilahkan Dzat Maha Suci untuk mengambil alis semua dan segala masalah kita – Sesungguhnya, hanya Dia yang semuanya dan segalanya, sedangkan kita ini hanya sebagai wayang, yang tiada daya upaya jika tanpa-Nya.

4. Jika Wahyu Panca Laku kesatu hingga kedua dan ketiga itu bisa kita lakukan, kita akan dapat merasakan kehadirannya. Rasakan… Rasakan… Rasakan lebih dalam lagi… Terus… Terus… Rasakan. Kau akan melihat dengan jelas dan pasti Guru Sejatimu. Dan Guru Sejati mu itulah… Yang akan mempertemukan kita dengan Dzat Maha Suci seluruh semesta alam.

5. Dan kau tidak akan mungkin tidak mencintai apapun, tidak mengasihi apapun dan tidak menyayangi apapun dimana hingga sampai kapanpun, sehingganya, dalam setiap tindak sipat dan sikap mu, yang ada hanya Cinta Kasih Sayang, bukan yang lain. Sebab cinta kasih sayang itulah identitas jatidiri kita setelah adam dan hawa.

Sudah waktunya dunia ini aman, tenang, nyaman, damai, bahagia dan tenteram. Dan lagi, itu di mulai dari dalam diri pribadi kita masing-masing, bukan dari luar diri atau orang lain, barang siapa yang bisa mijilake Sateriyo Paningit yang selamat ini bersembunyi di setiap masing-masing diri pribadi. Ratu Adil akan segera datang meminpin setiap diri-diri kedirian yang BerIman/Wahyu Panca Ghaib.

Sedangkan yang tidak ber Wahyu Panca Ghaib/BerIman. Alias gagal mengenal guru sejati. Karena tidak mau membersihkan hatinya dari iri, sirik, dengki, fitnah, benci dan dendam. Maka Bersiaplah untuk di bersihkan dengan Sapu Jagat, dan semoga untuk di daur ulang. Jika bukan untuk di daur ulang, sungguh kami hanya bisa menonton, karena itu bukan kuasa kami, melainkan kuasa Dzat Maha Suci Hyang Maha Segalanya. Bersambung ke BAGIAN KETIGA…

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasih Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian Pertama:


19510123_330178807428180_7618476432855866730_n

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.
Tentang Guru Sejati. Bagian Pertama:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Selasa. Tanggal 27 Juni 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian…
Guru sejati, adalah puncak dari segala ilmu dan laku spiritual, yang di pelajari oleh seluruh manusia hidup yang ingin mengenal Sang Maha Hidup, yang menciptakan dan yang menjadi titik finis akhir kehidupan.

Karena….
Guru sejati-lah, yang bisa menjamin jiwa raga kita, lahir bathin kita, dunia akherat kita dan hidup mati kita, bukan ilmu, bukan pahala, bukan harta benda, bukan titel dll. Guru sejati-lah, yang bisa mengembalikan kita, kepada asal usul sangkan paraning dumadi-nya kita. Guru sejati-lah, yang bisa membuat kira, bisa mengerti dan memahami serta mengetahui dzat maha suci sesembahan kita.

Sebab itu di katakan dengan jelas;
” Dzat Maha Suci lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya…” (Qaff :16).

Sebab itu di katakan dengan jelas;
”Dan kepunyaan Dzat Maha Suci timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, disitulah wajah Dzat Maha Suci. Sesungguhnya Dzat Maha Suci Maha luas (rahmatNya) lagi Maha mengetahui” (QS.al-Baqarah: 115).

Sebab itu di katakan dengan jelas;
“Dzat Maha Suci bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Dzat Maha Suci Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hadid : 4)

Sebab itu di katakan dengan jelas;
Sesungguhnya… Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat sendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikatku). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat .” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Karena identiras jati diri dzat maha suci, yaitu hidup, ada didalam setiap makhluknya yang masih hidup.

Guru sejati, adalah istilah dalam ilmu dan laku spiritual. Yang lebih di kenal dengan sebutan Roh/Ruh suci atau Roh/Ruh kudus, yang istilah agamanya di sebut Rosul/Rasul yang berati utusan. Sedangkan hakikat/hakekat Guru sejati/Roh/Ruh Suci/Kudus atau Rosul/Rasul, adalah Hidup. Sebab itu, di katakan, sebenar-benarnya guru, sebaik-baiknya guru, sejujur-jujurnya guru, sesakti-saktinya guru dll, adalah guru sejati atau sejatining guru.

Dan hidup itu, suci, suci itu bukan bentuk atau warna, suci itu rasa yang bersih atau murni, murni itu, tak tercampuri oleh apapun, dan tidak bisa dicampuri dengan apapun.

Artinya;
Siapapun Anda. Khususnya para pemegang buku Pelajaran Laku Spiritual Hakikat Hidup Kunci The Power atau Para Kadhang Didikan saya dimanapun berada, yang sudah sampai di Pelajaran Pengenalan Guru Sejati ini alias sedang Patrap Laku Sabdo Sejatine Sateriyo. Yang tak lain dan tak bukan, adalah laku untuk menemui Guru sejati, agar supaya tahu detilnya, bukan cuma tahu nama namun tak tahu wujud rupanya.

Suka tidak suka dan mau tidak mau. Sudah harus bersih hatinya. Sudah harus murni lakunya, jika tidak, sekeras apapun saya membimbing, jangankan manunggal, mendekati saja, akan menjadi mustahil, sebab suci itu, tidak bisa di campuri atau tercampuri oleh apapun itu…

Maksudnya…
Walaupun saya memaksakan diri, untuk membisakan yang saya bimbing, jika hatinya masih ada kebencian, sirik, iri, dengki, dendam. Anda tidak akan pernah bisa berhasil menemui Guru Sejati atau Hidup, yang tersabda sebagai Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi. BERSAMBUNG KE BAGIA KEDUA…

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasih Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Dzat Maha Suci:


19453169_328100080969386_8095570933186672550_o

Dzat Maha Suci.
(Wejangan intisaripati tanpa tedeng aling-aling).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Madiun Jatim. Hari Kamis. Tanggal 15 Juni 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian…
Apa yang Anda ketahui tentang istilah TITIK dalam ILMU MA’RIFATTULLAH/MENGTAHUI ATAU MENGENAL TUHAN…..???

Sumonggo… Silahkan Saudara/saudariky menentukan sipat dan sikap dengan menggunakan akal, bukan okol, sebagaimana Dzat Maha Suci seringkali firmankan, bahwasannya Dia Murka kepada Manusia yang tidak menggunakan Akalnya untuk berfikir.

Mengenal/mengetahui Dzat Maha Suci terlebih dulu. Apa beribadah dulu, baru berusaha mengenal/mengetahui Dzat Maha Suci. Atau…

Dzat Maha Suci berfirman dalam syuratan al-qitab, yang artinya;
“ Barang siapa berharap kepada selain AKU, berarti tidak mengenal-KU.
Barang siapa tidak menegenal-KU, berarti tidak mengabdi kepada-KU.
Barang siapa tidak mengabdi kepada-KU, maka berarti menjadi wajiblah kemurkaan-KU. Barang siapa takut kepada selain AKU, halal baginya pembalasan-KU “

Dalam berfirmannya yang lain;
“ Barang siapa berharap kepada selain-Ku, berarti dia tidak mengenal-Ku, barang siapa tidak mengenal-Ku, berarti tidak mengabdi kepada-Ku, Barang siapa tidak mengabdi kepada-Ku, berarti telah melukai-Ku. Karena itu, dia yang Mengagungkan selain-Ku sebenarnya telah melukai dirinya sendiri.”

Belajar Memahami/Mengenal;
Dzat Maha Suci itu, bukan bentuk dan wujud serta warna. Dzat Maha Suci itu, Rasa Sejati-Sejatinya Rasa. Rasa Sejati-Sejatinya Rasa itu. Suci. Suci itu, tak tercampuri oleh apapun (rasa murni).

Dzat Maha Suci itu memiliki nama seluas dunia dan sebanyak isi dunia. Tuhan. Allah. Awloh. Gusti. Rahman. Rahim dll.

Dzat Maha Suci itu, bukan di barat atau di timur, bukan pula di selatan atau utara, dan bukan diatas atau di bawah, dimanapun kita menghadap, di situlah wajah-Nya.

Dzat Maha Suci itu, bukan dan tidak berada di suatu tempat yang nan jauh disana, melainkan di setiap diri yang tidak berjarak, sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita.

Dzat Maha Suci itu, milik semua sekalian alam semesta dan segala isinya, bukan milik suatu golongan tertentu. Dan mengenalnya/mengetahui Dzat Maha Suci, adalah hak dan kewajiban bagi seluruh alam semesta dan segala isinya. Jadi, tak perlu berdebat dan berebut.

Dzat Maha Suci tidak mempersulit siapapun yang ingin mengenal/mengetahuinya. Jadi, jangan mempersulit diri sendiri. Cukup dengan…

IMAN;
Pasrah kepada Dzat Maha Suci.
Menerima keputusan Dzat Maha Suci.
Mempersilahkan Dzat Maha Suci.
Merasakan Dzat Maha Suci.
Menebar Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci.

Semua dan segalanya itu. Berasal dari Dzat Maha Suci. Semua dan segalanya itu. Milik Dzat Maha Suci. Semua dan segalanya itu. Akan kembali hanya kepada Dzat Maha Suci.

Tidakkah hal ini terpikirkan oleh logikan kita……?! Akal kita…..?! Wahai orang-orang pintar dan cerdas…!!!

Dzat Maha Suci inilah yang di sebut Tuhan dan di nama Allah-Awloh-Gusti-Hyang Widi dll. Mengenal/mengetahui Dzat Maha Suci. Sesungguhnya berada di lembah/dimensi/rumah/singgasana/tempat-nya Dzat Maha Suci. Maka; keluarlah dari kotak, lepaslah sandal dan tanggalkan busana-mu, karena semua itu adalah mahkota mayang kara ( lambang bayangan semu). Barang Baru. Palsu pula.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/