3. Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang nasib dan takdir:

WONG EDAN BAGU.H

Oleh: Wong Edan Bagu

Nasib adalah takdir yang belum ditetapkan dan takdir adalah nasib yang sudah dipastikan. Nasib adalah apa pun keadaan yang kau harapkan terjadi sebagai takdir bagimu di kehidupan
masa depan. Sedangkan takdir adalah keadaan yang harus kau terima dan jalani sebagai nasibmu saat ini, sebagaimana telah kau pilih dan tuliskan sendiri bagimu pada kehidupan terdahulu. Dengan demikian, sesungguhnya kau lah yang telah menetapkan takdir bagi dirimu sendiri.

Aku hanyalah sutradara yang memastikan takdirmu itu berjalan sesuai skenario kehidupan yang telah kau tetapkan bagi dirimu. Maka AnakKu, berhati-hatilah mulai saat ini menetapkan takdir masa depanmu. Kuingatkan bagimu Nak, meski tidak kau mengerti ataupun kau sadari, nasib dan takdir di kehidupan masa depanmu telah kau ciptakan melalui setiap pikiran, kata-kata, dan tindakanmu saat ini.

Segala bentuk pikiran, ucapan, dan perbuatan keseharianmu menjadi doa yang akan tertulis sebagai rangkaian skenario bagi masa depanmu. Inilah kesempurnaan karma, hukum semesta dengan mana sadar atau tak sadar kau sedang menulis skenariomu itu. Dengan aksimu saat ini kau sedang menciptakan reaksi masa depan sebagai nasib dan takdirmu nanti.

Camkanlah ini, anakKu. Aku memang penguasa semesta raya yang berkuasa menentukan segala hal bagi semestaKu. Namun kau, sebagai bagian dari diriKu, tak lain adalah penguasa atas tubuh sebagai semesta kecilmu di dunia ini. Kaulah yang menentukan takdir kehidupanmu dalam tubuh yang kau pilih saat ini. Aku tidak mengendalikanmu untuk apa yang kau inginkan, namun Aku ada untuk memberimu tuntunan dalam memilih jalan mencapai apa yang kau inginkan. Bahwa kau tidak berkuasa lagi mengubah takdirmu saat ini, tentu saja itu sebuah kepastian karena kuasa itu telah kau gunakan pada masa kehidupan sebelumnya. Kau telah mengetahui dan menetapkan takdirmu sebelum memilih tubuh dan peran dalam kehidupanmu saat ini. Denga begitu yang bisa kau lakukan saat ini hanya menjalaninya dengan keikhlasan. Namun demikian, kau masih punya kuasa untuk menentukan nasib dan takdir masa depanmu.

Gunakanlah kuasamu itu dengan baik sebelum kau menyesali lagi pada kehidupan mendatang. Jika nasib dan takdir ini masih membingungkanmu, baiklah akan Kutegaskan lagi perbedaan keduanya. Dalam kehidupan yang kau jalani ini, kau masih bisa berusaha keras untuk mengubah nasibmu saat ini agar menjadi lebih baik. Namun untuk takdirmu kini, seberapapun kerasnya usahamu kau tak akan mampu mengubahnya karena ia telah menjadi ketetapan hidup bagimu. Kau akan memahami prinsip sederhananya saat kau benar-benar menjalaninya.

Setiap keadaan hidup yang berusaha untuk kau ubah dan kau berhasil mengubahnya, itulah nasibmu. Sedangkan untuk sesuatu yang berusaha kau ubah namun kau tidak berhasil juga untuk mengubah kenyataannya, itulah takdirmu. Jadi sebelum kau larut dalam kebingungan menyangkut nasib dan takdirmu, tetaplah berharap dan berusaha untuk mengalami perbaikan bagi setiap keadaanmu saat ini.

Biarlah waktu yang memastikan yang mana nasib dan takdir bagimu di kehidupan kali ini. Berusahalah untuk nasibmu dan ikhlaslah bagi takdirmu. Jika kau hanya menyesali takdir, maka takdir itu akan menghentikan perubahan nasibmu di masa depan. Nasib itu terbatas hanya dalam satu masa kehidupan, tetapi takdir itu akan berkelanjutan dari satu masa kehidupan ke masa kehidupan lain berikutnya. Jadi AnakKu, berhentilah menyesali takdirmu saat ini, namun belajarlah menentukan takdirmu di kehidupan selanjutnya. Kau berhak sepenuhnya atas perjalanan jiwamu. Itulah kuasamu sebagai jiwa.

Aku telah memberi alat dan cara untuk mencipta nasib dan takdir yang ingin kau miliki selama perjalanan jiwa. Alat itu adalah pikiran dan hatimu. Kau hanya perlu belajar menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk memilih dan menuliskan nasib serta takdirmu. Jika kau menggunakannya untuk hal-hal yang baik dan positif, kau, sedang membangun nasib dan takdir yang juga baik serta positif bagi dirimu. Begitu pun sebaliknya. Ucapkan ide-ide dari pikiran baikmu, lakukan tindakan dari kata-kata kebaikanmu, lalu sertakan semua itu dengan keikhlasan dan kemurnian hati. Maka Aku akan mencatatkannya bagimu sebagai nasib dan takdir yang telah kau tetapkan dengan yakin bagi masa depanmu. Aku mampu mencatatnya secara detail dan mengetahui kejujuran serta keyakinanmu karena Aku ada dalam dirimu sebagai Jiwa itu sendiri. Itulah hakikat makna bila bagimu Aku adalah yang menentukan takdirmu.

Sebab sekali lagi, kau tak lain adalah diriKu dalam tubuh manusia. Tapi, jangan coba memahami kata-kataKu ini dengan pikiran sadarmu karena pikiranmu bukanlah Jiwa dan tentu saja itu juga bukan diriKu. Pikiran sadar dan intelektualmu tak akan mengerti kecuali ia telah dibimbing oleh kesadaran murnimu sebagai Jiwa. Berhentilah juga menyalahkan apapun atau siapa pun atas nama nasib dan takdirmu di dunia ini. Bukan orang lain atau makhluk lain yang terlibat dalam penciptaan nasib dan takdirmu.

Kau sendirilah sesungguhnya yang telah memilih untuk mengundang mereka agar terlibat menyempurnakan kisah dalam nasib dan takdirmu, sebagaimana telah kau tuliskan dalam skenario semestamu. Itulah rahasia nasib dan takdir yang ada di tanganmu, AnakKu. Setiap takdir yang kau jalani saat ini AnakKu, yakinlah bahwa itu adalah pilihan terbaik yang telah kau tetapkan sebelum kelahiran dan kehidupanmu kali ini. Tidak ada alasan bagimu untuk kecewa atas takdir yang telah kau pastikan dengan begitu banyak pertimbangan kesadaran Jiwa.

Jika pikiranmu merasa kecewa pada takdirmu, menjadi tugasmulah untuk menerangkan hal itu baginya. Pastikan pikiranmu bisa mengerti bahwa kisah kehidupan yang kau jadikan takdirmu adalah cara yang kau pilih untuk mencapai kemurnianmu sebagai Jiwa. Dan untuk hal ini, tentu saja kau harus mengenal betul pikiranmu sendiri. Belajarlah untuk mengenalnya lebih jauh. Karena sekali lagi, pikiran dan hati adalah alat pencipta nasib dan takdir bagi manusia. AnakKu, Aku menunggu skenario berikutnya yang harus Kucatat bagimu lewat caramu memakai hati dan pikiranmu.

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu….
Ttd: Wong Edan Bagu _/\_

Iklan

2 thoughts on “3. Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang nasib dan takdir:

  1. lanaasara berkata:

    terima kasih atas tulisan yng sangat kunanti ini semoga banyak yng membaca tulisan ini hingga semakin banyak orang yng tercerahkan.
    Terimakasih guru…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s