Mengenal Kepercayaan Reinkarnasi

IMG1318A

(Bagi Wong Edan Bagu: Tulisan ini adalah termasuk katagori DOGMA AGAMA alias didebat kagak guna)

Reinkarnasi adalah kepercayaan terhadap kelahiran kembali, kelahiran berulang atau tumibal lahir. Istilah lain adalah Samsara dan Punarbawa. Bagi kebanyakan pembaca yang (sepertinya) sudah akrab dengan konsep “Sorga dan Neraka”, ajaran tentang reinkarnasi ini sering menjadi bahan olok olak dan tertawaan.

Mbah WEB, bagiku kepercayaan terhadap Reinkarnasi adalah tidak masuk akal, tidak masuk logika !

Duh Lee,,, agama itu adalah kepercayaan (belive) bukan logika atau science. Jadi kalau ngomong tentang sains dan logika, kepercayaan pada Surga dan Neraka juga sama saja bukan? Sama-sama hanya sebatas kepercayaan saja. Reinkarnasi itu ibarat cerita Malin Kundang atau dongeng Ramayana yang mencoba mengajarkan seseorang tentang berbuat baik namun dengan cara yang berbada.

Intinya adalah mengajak berbuat kebaikan:
Pada konsep ajaran tentang Surga Neraka mengajarkan kurang lebih “Orang baik dapat sorga, orang jahat dapat neraka jahanam”. Simple dan sangat mudah dipahami bukan? Nah, konsep reinkarnasi juga mengajarkan tentang pentingnya berbuat kebaikan naman dengan cara yang berbeda yaitu: “Surga dan neraka atau kebahagian dan penderitaan akan kita nikmati di kehidupan atau kelahiran yang akan datang”. Jadi kalau ingin dilahirkan dengan kondisi yang lebih baik maka menabunglah perbuatan baik mulai dari sekarang.

Menawarkan konsep alternatif tentang misteri kehidupan:
Semua kejadian dan kehidupan ini saling berkaitan. Itulah mungkin dasar dari ajaran reinkarnasi. Tidak ada kejadian yang terjadi tanpa sebab. Mencoba menjawab beragam misteri kehidupan tentang kebahagian dan penderitaan, suka dan duka yang kadang tidak terjawab maka reinkarnasi seolah menawarkan konsep berpikir alternatif.

• Ada anak yang lahir genus dan memiliki segudang bakat namun dilain pihak ada anak yang lahir bego dan otak batu seperti siMbah. Kenapa? Apakah semua ini adalah kebetulan?

• Ada anak yang lahir dengan wajah jelek dan dari keluarga miskin lagi. dan dilain pihak ada anak yang lahir bukan hanya sehat, ganteng, cantik tapi juga kaya dan jenius.

• Ada anak yang lahir di keluarga keturunan raja di Inggris, belum lahir sudah terkenal dan dilain pihak ada anak yang lahir dari keluarga gelandangan, bapak tukang copet dan ibu tuna susila. Kenapa ? Takdir atau Nasib?

• Ada wanita yang karena miskinnya harus bekerja mengadu nasib ke luar negeri. Sebagian sukses namun ada juga yang sial pulang tinggal nama saja. Ada TKI yang diganjar hukuman pacung namun ada juga TKI yang bukan hanya dibebaskan dari hukuman tapi juga dihujani hadiah miliyaran rupiah. Ini bukan cerita karangan tapi benaran terjadi. Kenapa?

• Ada anak yang lahir di keluarga nabi sehingga si anak mendapat kesempatan luas untuk belajar agama. Dilain kehidupan ada anak yang dilahirkan di pedalaman afrika sehingga otomoatis dididik dengan kepercayaan animisme saja dann tuhannya ya batu hitam mengkilat. Apakah si anak pemuja batu ini adalah calon penghuni abadi dari neraka?

Kenapa? Apakah hidup ini adalah lotre keberuntungan? Nah, sebagian pertanyaan pelik yang kadang tidak boleh ditanyakan tersebut jawabannya mungkin ditemukan pada konsep kepercayaan reinkarnasi. Kehiduapan adalah suatu misteri. Pada kepercayaan tentang Surga Neraka, misteri kehidupan ini umumnya disebut sebagai takdir, nasib atau kehendak dari Atas yang tidak boleh digugat atau ditanyakan.

Perbuatan baik akan menuai hasil yang baik, apapun agama-nya:
Konsep surga dan neraka sangatlah sederhana yaitu “Kebaikan akan mendapatkan imbalan Surga dan sebaliknya untuk neraka”. Bagaimana kalau orang yang beragama merk lain tapi berkelakuan baik? Hmmm….sepertinya dari kebanyakan agama yang mengusung konsep surga dan neraka umumnya akan memberikan jawaban yang nyaris seragam yaitu: Neraka! Nah, disinilah letak “perbedaan kecil” antara konsep sorga neraka dan konsep reinkarnasi.

Reinkarnasi tidak membedakan seseorang menurut agamanya tapi pada prilaku atau perbuatannya. Apapun agama-nya, sepanjang orang tersebut berbuat kebaikan, cinta kasih terhadap sesama, mengedepankan sifat humanisme, maka akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Akhirat versi reinkarnasi adalah kelahiran kembali dengan kondisi yang lebih baik di kehidupan yang akan datang, sedangkan akhirat versi yang lebih umum yaitu surga dan neraka.

PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN:
1.Kalau kehidupan ini adalah merupakan siklus lahir, kenapa manusia ini terus bertambah banyak, khan harusnya tetap?

Semesta ini sangat luas, kehidupan ini tidak hanya ada di bumi saja. Siapakah yang bisa menjamin bahwa kehidupan ini hanya ada di pelanet bumi saja? Hujan memiliki siklus, kelahiran memiliki siklus dan semestapun memiliki siklusnya. Pada kepercaan tentang reinkaranasi, dunia dan kehidupan ini bukan hanya terbentuk sekali tapi berkali kali. Setelah dunia ini kiamat maka dipercaya akan terbentuk lagi dunia baru.

Tidak bisa dibantah bahwa bumi memiliki umur yang suatu saat akan musnah, matahari yang akan kehabisan sinar dan energinya dan akhirnya redup bukanlah akhir karena di tempat lain akan muncul kehidupan baru, bumi baru, matahari baru dst. Nah inlah yang membuat konsep reinkarnasi menjadi unik karena memberikan pendapat atau ajaran yang sangat berbeda dengan ajaran umum yang telah dikenal. Ibarat air dalam gelas yang menguap dan akhirnya kering, bukalah akhir dari segalanya. Air dalam gelas tidaklah menghilang tapi berpindah ke bentuk atau tempat lain.

Konsep terbentuknya semesta, berkembang, sirna (kiamat) dan kemudian terbentuk kembali, dijelaskan dengan sangat rumit dan ribet, lengkap dengan waktu dan masa tahunnya.

2.Apakah orang yang lahir menderita atau cacat saat ini adalah merupakan karma atau akibat dari perbuatan masa lalunya?

Bisa jadi ya namun bisa juga tidak. Kita tidak berhak mengakimi seseorang dengan memvonis penderitaan atau kondisi fisik seseorang disebabkan oleh karma masa lalu ataupun sebaliknya keberuntungan kita saat ini disebabkan oleh kebaikan kita di masa lalu. Semua ini adalah merupakan misteri dari kehidupan. Apapun kondisi yang kita alami sekarang tetap saja harus melanjutkan berbuat kebaikan, misalnya berfikir positif dengan menganggap semua penderitaan itu adalah bagian dari ujian kesabaran dan kebaikan.

PENUTUP:
1. Reinkarnasi sekali lagi hanyalah sekedar dogma atau kepercayaan belaka. Ada ataupun tidak, benar ataupun tidak benar bagi saya tidaklah penting. Percaya dongeng reinkarnasi ataupun dongeng sorga dan neraka, tetap saja intinya tetap saja sama yaitu “Kalau ingin hidup bahagia ya harus berbuat baik dan bekerja keras. Kebahagiaan apakah yang bisa didapatkan dengan jalan mudah dan curang?”
2. Kemana jiwa akan pergi setelah mati? Jiwa akan pergi ke tempat yang seharusnya untuk dituju. Percaya atau tidak sama sekali tidak ada pengaruhnya. Ibarat siklus terjadinya hujan, percaya atau tidak, kalau sudah waktunya hujan akan tetap turun. Memahami mekanisme hujan mungkin penting, namun yang paling utama adalah memanfaatkan air hujan menjadi berkah dan kebahagiaan.

“Reinkarnasi menurut saya tidak lebih dari perbedaan sudut pandang terhadap suatu kejadian. Ibarat sebatang besi yang memerah dan akhirnya habis dimakan karat. Bagi sekelompok orang menganggap proses ini sudah berhenti atau selesai. Besi sudah “mati” dan tidak akan kembali lagi. Sedangkan kelompok lain menganggapnya hanya berubah bentuk dan akhirnya suatu saat akan kembali “lahir” dalam wujud yang lain. Wager”

Ditulis oleh : Theo Wage Raharjo
Diperjelas oleh: Wong Edan Bagu

Catatan:
1. Tulisan ini hanyalah sekedar dogma alias didebat kagak guna
2. Tulisan ini mencoba mengenalkan perbedaan. Jadi dengan semakin banyak kita mengenal pendapat atau kepercayaan orang maka pola pikir akan menjadi semakin luas.
3. Tulisan ini berusaha mencari nilai positif dari suatu pendapat atau ajaran dan berusaha menerjemahkannya ke dalam kehidupan sehari hari. Reinkarnasi mengajarkan seseorang untuk berbuat baik namun dengan cara yang berbeda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s