6. Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang penderitaan dan kebahagiaan:

WONG EDAN BAGU.M

Oleh : Wong Edan Bagu

Penderitaan dan kebahagiaan adalah sebuah pengalaman rasa yang dulu pernah kau pilih untuk menjadi bagian dari pembelajaran dan proses pertumbuhan kesadaranmu, namun justru lebih banyak kau sesali saat menjalaninya di dunia iniSemua bentuk penderitaan yang kau rasakan di kehidupanmu kali ini adalah hasil dari pilihanmu sendiri. Kau telah memilihnya dengan pikiran, kata-kata, sikap, dan perilakumu pada kehidupan terdahulu.

Aku tidak pernah menghukummu melalui semua bentuk penderitaan itu. Kau mengalaminya karena kau membutuhkan semua itu. Hanya agar kau bisa memahami penderitaan yang sama sebagaimana pernah kau ciptakan bagi orang dan makhluk lain. Bukan Aku, bukan pula dirimu yang menghukum diri sendiri dengan semua penderitaan. Penderitaan bukanlah hukuman, ia hanya pembelajaran bagi pikiran dan rasamu. Aku tidak berharap kau menikmati penderitaan itu ataupun menyesalinya sepanjang hidup. Aku hanya berharap kau mengerti bahwa penderitaan itu sedang memberimu pemahaman utuh atas rasa yang tidak benar-benar kau pahami sebelumnya.

Pelajarilah setiap penderitaan sampai kau tidak lagi merasakannya sebagai penderitaan. Setiap penderitaan hidup yang kau rasakan, Nak, sesungguhnya hanya terbatas pada pikiran . Ia hanyalah persepsi pikiran yang tidak bisa memahami tujuan positif dari sebuah pengalaman hidup. Saat pikiranmu memahami dan bisa menerima bahwa penderitaan itu adalah kebutuhan jiwa yang berhasil kau dapatkan di kehidupan ini, ia akan berubah menjadi rasa kebahagiaan. Bukankah sebuah harapan yang bisa terpenuhi adalah kunci dari kebahagiaan ? Aku tahu pikiranmu tidak mengingikan penderitaan, ia hanya menginginkan kebahagiaan . Tapi kau tidak tahu bahwa sebagai jiwa, kau sangat memerlukan penderitaan itu untuk memahami kehidupan semesta ini secara utuh.

Akulah sumber segala kebahagiaan semesta. Aku tidak memiliki penderitaan karena semua hal dalam pandanganKu hanyalah kebahagiaan. Dan jika kau masih ingin mengalami kebahagiaan abadi sepertiKu, maka jadilah jiwa dalam tubuh manusia yang mampu menggunakan pikiran untuk belajar mengubah setiap penderitaan duniawi menjadi kebahagiaan rohani. Semoga dengan semua pemahaman ini anakKu, pada hari hari yang lain Aku tidak lagi mendengar doamu agar kau Kubebaskan dari penderitaan hidup. Bebaskanlah dirimu sendiri dengan membebaskan pikiran dari cara pandang yang menderitakan. Jika karena kasih sayangKu padamu lalu Aku sendiri melenyapkan penderitaan itu, maka kau tak akan pernah memahami makna penderitaan itu. Kau tak akan pernah bertumbuh menjadi jiwa yang matang. Kelahiran dan kehidupan yang kau jalani saat ini, menjadi ruang dan waktu bagimu untuk bertumbuh semakin matang dalam kesadaran. Kau tidak memerlukan kebahagiaan untuk kau lihat sebagai penderitaan, tapi kau butuh penderitaan untuk kau lihat sebagai kebahagiaan. Itulah kematangan sempurna dari kesadaran jiwa semesta. Maka anakKu, mintalah agar cahaya kesadaranKu membukakan makna terang bagi penderitaanmu.

Mintalah kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi dan mempelajari penderitaan itu, bukan kekuatan untuk menghidarinya. Jika kau menghindarinya saat ini, ia akan datang di saat yang lain. Namun jika kau telah memahaminya, penderitaan itu akan berhenti mendatangimu. Ketahuilah Nak, Aku memiliki tubuh yang tak terbatas, yaitu alam semesta ini dan memiliki pikiran yang tak terjangkau, yakni kecerdasan semesta. Dan kau sendiri memiliki semesta yang kecil, yaitu tubuhmu serta kecerdasan semesta yang terbatas yakni pikiranmu. Kau adalah jiwa kecil yang akan tumbuh menjadi jiwa besar sepertiKu. Kau mesti terus berkembang dari kesadaran semesta kecil dalam tubuh manusia agar kelak bisa memiliki kesadaran semesta raya seperti kesadaranKu. Saat mana setiap penderitaan tubuh dan pikiranmu bisa kau rasakan hanya sebagai sebuah kebahagiaan, kau akan memahami caraKu memandang alam semesta ini sebagai ruang dan waktu yang selalu membahagiakan bagiKu. Taka ada satu pun kejadian di alam semesta yang bisa membuatKu menderita, Nak karena Aku adalah kebahagiaan sempurna yang abadi. Jika kau sungguh-sungguh ingin menjadi diriKu, belajarlah untuk tidak melihat segala kejadian pada tubuh dan pikiranmu sebagai penderitaan. Pahami semua itu hanyalah sejumlah proses untuk memahami kesempurnaan tubuh, pikiran, serta kehidupanmu. Saat kau memahaminya, begitulah akan kau pahami kesempurnaan alam semesta dengan kecerdasan dan kehidupan yang terus bergulir di dalamnya dari masa ke masa. Dan untuk setiap penderitaan yang kau alami di kehidupan ini anakKu, janganlah bersedih dan takut.

Karena sesungguhnya Aku selalu ada bersamamu saat kau menjalani penderitaan itu. Aku diam memperhatikanmu selama dalam proses pemahaman atas penderitaan itu. Aku mendengar setiap doa dan kepedihanmu. Tapi anakKu, dalam kuasaKu yang tak terbatas, Aku mesti membatasi diriKu. Tidak setiap penderitaanmu harus kulenyapkan karena bukan untuk itu Aku mendampingimu. Aku membawa kebahagiaan bagimu bukan saat kau masih menderita oleh ketidaktahuan pikiranmu.

Hanya ketika kau telah memahami makna penderitaanmu sebagai bagian dari pemurnian jiwa, saat itulah kebahagiaan akan Kuberikan bagimu. Pemahaman akan makna penderitaan adalah kunci bagimu untuk mencapai, kebahagiaan jiwa. Sumber dari setiap penderitaan dan kebahagiaan adalah harapan. Pikiran akan bahagia ketika harapan itu terpenuhi dan menderita saat ia tidak tercapai. Aku tidak bermaksud meniadakan harapan bagimu karena harapanlah yang bisa membuatmu hidup dalam semangat. Jadi, tetaplah berharap pada sesuatu lalu kerjakan sesuatu bagi harapanmu. Namun begitu, bekerjalah hanya demi kerja itu sendiri tanpa terbelenggu oleh harapan dan hasil kerja. Fokuslah pada tugas dan kerjamu di dunia dengan penuh keyakinan.

Sisanya biarlah Aku sendiri yang akan menentukan hasil yang layak bagi setiap kerja yang telah kau lakukan demi kelangsungan alam semesta. Aku adalah penentu hasil kerjamu karena Aku-lah pemilik semesta tempatmu menjalankan kerja ini. Maka, berbahagialah pada setiap kerjamu dan berbahagialah pula pada setiap hasilnya.

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu….
Ttd: Wong Edan Bagu _/\_

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s