Tidak Usah Risau. Mainkan saja Peran kita dengan baik dan tepat:


Tidak Usah Risau. Mainkan saja Peran kita dengan baik dan tepat:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Kamis. Tanggal 26 April 2018.

Para Kadhang kinasih-ku sekalian, setelah berTaubat, tidak perlu risau, tidak usah resah, jalani saja peran kita dengan baik dan tepat.

Bukankah setelah berTaubat, tugas kita hanya-lah TA’AT kepada-Nya…?! Dan perintah-Nya kepada kita, untuk berIman/berWahyu Panca Laku hanya kepada-Nya.

Jadi…
Tidak usah risau, tak perlu resah dan gelisah, jangan takut, jalani saja peran kita dalam berWahyu Panca Laku atau Iman, dengan baik dan tepat.

Tuhan Tahu kok, yang Terbaik untuk kita dan sudah ada jalan bagi kita yang sudah berTaubat, kenapa masih Resah dan Gelisah…?!

Ketika orang lain yang sudah berhasil menemukan jalan kembali kehadirat Tuhan-nya, lalu menjauhkan diri dari segala urusan duniawi, untuk mempersiapkan segala sesuatu menyambut ajal kematiannya.

Namun saya WEB tetap asyik… Memainkan peran saya sebagai seorang hamba yang sudah berTaubat, dari pagi hingga malam, tanpa mengenal lelah dan menyerah, sibuk membentuk karakter bagi “makhluk” yang nantinya akan menjadi jalan pulang bagi sekalian “makhluk” masa depan, karena itulah tugas yang harus saya TA’ATi.

TA’AT…?!
Ya…!!!! TA’AT.
Tugas kita setelah Taubat hanyalah TA’AT. Dan tugas dari-Nya adalah Wahyu Panca Laku/Iman, jadi. TA’AT ilah itu.

Seperti Nabi Ibrahim as, yang melaksanakan peran dari Tuhan untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering, kemudian apa yang terjadi…?!

Tuhan menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan bersejarah sepanjang masa tentang takdir manusia hidup di dunia ini.

Seperti Nabi Ayub as, yang menjalankan peran dari Tuhan-nya, sebagai manusia nestapa dalam kehidupannnya, kemudian apa yang terjadi…?!

Tuhan menjadikannya sejarah abadi yang mempesona, tentang kisah sabar yang tanpa batas, berujung sempurna.

Jadi….
Mainkan saja peran kita dengan baik dan tepat, karena tugas kita setelah berTaubat, hanya TA’AT kan…?!

Taat yang tanpa suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh dan kesah, melainkan mengupayakan agar keluh dan kesah itu, menjadi kekuatan Wahyu Panca Laku/Iman yang menguap dan bergema keseluruhan penjuru dimensi kehidupan.

Ketika hari-hari masih sama dalam rangka menanti, menanti dan terus menunggu suatu harapan kebahagiaan yang ‘katamu’ bukan hanya satu hari, perlu waktu ratusan bahkan ribuan hari yang harus kau lalui untuk itu, tetap mainkan saja peranmu dengan baik dan tepat, dalam taat kepada-Nya, dan hanya karena-Nya.

Percaya dan Yakinlah, saya sudah membuktikannya. Tuhan punya rencana tersendiri untuk kita, rencana yang Dia siapkan secara khusus untuk menyambut kesuksesan kita yang sempurna.

Sebab karena Itulah, kita tidak di perkenankan untuk ikut campur (cawe-cawe) urusan-Nya.

Cukup Wahyu Panca Laku/Iman sebagaimana yang telah di perintahkan-Nya bagi kita yang sudah berTaubat.

Karena Dia Maha Segala. Dia Tahu apa yang terjadi di kehidupan kita. Dia Tahu yang Terbaik untuk kita dan sudah ada jalan bagi kita Dan Dia hanya perlu keTA’AT an kita di dalam menjalankan Perintah-Nya Yaitu; Wahyu Panca Laku/Iman. Maka berIman/berWahyu Panca Laku-lah dengan TA’AT. Semua dan Segalanya akan BERES dengan Sempurna.

Semoga dapat membantu untuk tergugahnya Rasa Hidup Anda yang masih belum terSadar/terBangun. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Hidup Itu Kuasa Namun Bodoh:


Hidup Itu Kuasa Namun Bodoh:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Minggu. Tanggal 22 April 2018.

Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku Sekalian, Hidup Itu Kuasa Namun Bodoh.

Bukti Kuasanya Hidup itu apa…?!

Ini Bukti Kuasanya Hidup;
Sehebat apapun kekuatan seseorang, setinggi apapun jabatan dan ilmu seseorang, sebesar apapun pengaruh seseorang dan sekaya apapun harta benda seseorang. Jika di tinggal pergi oleh Hidupnya, dia akan mati menjadi bangkai/mayat yang hanya layak untuk di kubur.

Bukti Kebodohannya Hidup itu apa…?!

Ini Bukti Kuasanya Hidup;
Sekalipun dia memiliki kekuasaan untuk menghidupkan “namun” Di ajak berbohong dia mau, di ajak mencuri dia mau, di ajak menipu dia mau, di ajak memfitnah, membenci, mendendam, diajak apa saja dia selalu mau dengan setia dan patuhnya.

Itu dia Hidup yang memiliki Kuasa Namun Bodoh.

Tapi jangan Sekali-kali membodohi Hidup “sebab karena” jika Hidup itu berontak, lalu menunjukan Kuasanya, maka celakalah kita.

Seperti yang sudah saya uraikan tanpa tedeng aling-aling dalam Vidio dan di artikel yang saya sebar di internet, yang jumlahnya ratusan, dengan menggunakan pengertian dan pemahaman dari berbagai macam sudut pandang.

Bahwasannya;
Wahyu Panca Ghaib itu, adalah sedulur papat kalima pancer nya kita sendiri, atau kawula Gusti nya kita sendiri, atau empat anasir dan hidup nya kita sendiri. Sedangkan Wahyu Panca Laku, adalah sipat dan sikapnya Hidup.

Hidup lah yang bisa membuat kita jadi bisa beragama, berkeyakinan, berkepercayaan, beribadah, berusaha, berpikir, berilmu, berkerja, bersuka ria, berkaliber lainnya, tanpa Hidup, kita adalah Mayat yang hanya layak untuk di kubur.

Hakikat Hidup adalah Suci, karena dia berasal dari Dzat Maha Suci, yang diutus sebagai penghidupan pada jasad/raga.

Suci, itu bukan bentuk, bukan rupa atau warna, juga bukan titel dari seseorang yang banyak melakukan kebaikan dari ibadah.

Suci itu, sesuatu yang murni, sesuatu yang tak tercampuri oleh apapun dan tidak bisa di campuri dengan apapun, kecuali dengan suci lagi.

Itulah Hidup, yang asalnya dari Dzat Maha Suci, yang menjadi penghidup di diri kita ini.

Mempelajari Wahyu Panca Ghaib dengan sistem/cara Laku Murni Menuju Suci, berarti mempelajari Hidup kita sendiri.
Sesuai firman-Nya;
“Jika ingin mengenal-Ku, maka kenalilah dirimu sendiri”
Dan sesuai dalil;
“Barang siapa mengenal diri-nya, niscaya dia akan mengenal Tuhan-nya”

Dan….
Mempermainkan Wahyu Panca Ghaib, berarti mempermainkan Hidupnya sendiri. Menyalah gunakan Wahyu Panca Ghaib, berarti menyalah gunakan hidupnya sendiri. Bermacam-macam dengan Wahyu Panca Ghaib, berarti bermacam-macam pada Hidupnya sendiri.

Menghina, melecehkan, mencela, mendebat Wahyu Panca Ghaib dan menganggap Wahyu Panca Ghaib itu sesat. Berarti menghina, melecehkan, mencela, mendebat Hidupnya sendiri dan menganggap Hidupnya sendiri sesat.

Wahyu Panca Ghaib atau Hidup, adalah puncak nya segala ilmu pengetahuan. Wahyu Panca Ghaib atau Hidup, adalah intisari patinya semua ajaran dan tuntunan. Karena tujuan Wahyu Panca Ghaib atau Hidup, terarah khusus hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, yang dijamin bagi siapapun yang mempelajarinya, akan mendapatkan hasil berkah kesempurnaan di dunia dan akherat.

Tidak Percaya…?!
Mari berTaubat bersama saya, lalu berIman hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Ini Buktinya (Kisah Nyata);
Pada Awalnya, sayapun tidak percaya begitu saja, sama seperti Anda.

Laku Spiritual yang saya Praktekan di TKP, membuktikan. Bahwa;
Wahyu Panca Ghaib atau Hidup, adalah puncak nya segala ilmu pengetahuan. Wahyu Panca Ghaib atau Hidup, adalah intisari patinya semua ajaran dan tuntunan. Karena tujuan Wahyu Panca Ghaib atau Hidup, terarah khusus hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, yang dijamin bagi siapapun yang mempelajarinya, akan mendapatkan hasil berkah kesempurnaan di dunia dan akherat.

Namun dalam kenyataannya…
Ada seorang Putro Romo yang konon sempat mendapatkan bimbingan langsung dari Romo Semono Sastrohadijoyo walaupun hanya sepintas lalu, bahkan konsekwen khusus menjalankan Wahyu Panca Ghaib, tanpa di campur dengan ajaran apapun lainnya.

Namun mengalami sakit tak terobati, hingga meninggal dunia dalam keadaan menderita sakit, ada yang usahanya jatuh bangkrut hingga habis-habisan, ada juga yang terkena santet atau braja teluh/renung, ada yang keluar masuk rumah sakit dengan komplikasi penyakit yang tidak kunjung sembuh.

Mengetahui hal tersebut diatas di TKP, saya menelan ludah sambil menghela napas panjang sedikit tersendat, karena saya mengenal dengan baik apa itu dan bagaimana itu Wahyu Panca Ghaib.

Lalu saya berusaha semaksimal mungkin, untuk mengungkap kasus laku spiritual yang bertolak belakang dengan Wahyu Panca Ghaib yang saya kenal dengan baik ini.

Berawal dari seorang Putro Romo di Jawa tengah bagian pinggir barat selatan, ada Putro Romo sepuh, yang bersipat dan bersikap seperti raja, kalau ada Kadhang yang datang untuk memohon petuah kepadanya, harus cium tangan dan berjalan merayap ke arah dia yang duduk diatas kursi mewah dengan busana adat jawanya bak raja. Akhirnya dia meninggal dunia dalam keadaan stroke.

Di Jawa timur bagian selatan, ada seorang Putro Romo yang juga bersipat dan bersikap sama seperti diatas, namun di tambah dengan menyalah gunakan Wahyu Panca Ghaib untuk membohongi atau menipu para Kadhang yang datang momohon petuahnya. Akhirnya keluar masuk rumah sakit, namun tetap mati dalam sikon komplikasi penyakit.

Di Jawa timur bagian tengah, ada lagi Putro Romo yang menyalah gunakan Wahyu Panca Ghaib untuk ilmu pengobatan berbagai macam penyakit, namun dirinya sendiri malah jatuh sakit karena stroke, namun karena segera berTaubat dan berIman hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, dia bisa sembuh dari stroke, tanpa meninggalkan cacat fisik.

Di Jawa tengah bagian tengah, ada Putro Romo yang menggunakan Wahyu Panca Ghaib untuk usaha bisnis, tanpa di sertai Laku Murni Menuju Suci, setelah sukses besar, lalu jatuh bangkrut karat, bahkan rumah tangganya berantakan dan anak nya pun mati tanpa sebab yang jelas.

Sedangkan Putro Romo yang membimbingnya dari Jawa timur bagian selatan, yang juga menyalah gunakan Wahyu Panca Ghaib untuk sarana memburu kekayaan harta Karun. Mati dengan tragis.

Di sisi lain kasus kejadian di TKP, ada seorang Istri yang menentang suaminya mempelajari Wahyu Panca Ghaib, karena dianggapnya sesat dll, mengalami sakit tak terobati, akhirnya meninggal.

Ada juga seorang Istri yang menentang suaminya mempelajari Wahyu Panca Ghaib, karena dianggapnya sesat dll, setelah mengalami sakit, lalu dia sadar, dan ikut mempelajari Wahyu Panca Ghaib, namun tetap tak terobati sakitnya, akhirnya meninggal juga, namun meninggalnya dengan senyum kebahagiaan, karena mengetahui kesempurnaan kematiannya.

Ada juga seorang suami yang menentang istrinya mempelajari Wahyu Panca Ghaib, karena dianggapnya sesat dll, lalu mengalami sakit tak terobati, setelah sadar, dan ikut mempelajari Wahyu Panca Ghaib, ada yang langsung sembuh, ada juga yang akhirnya tetap meninggal, namun meninggalkannya dengan senyum kebahagiaan, karena mengetahui kesempurnaan kematiannya.

Ada seorang istri yang sakit parah dan dokter tidak sanggup menanganinya, setelah suaminya mempelajari Wahyu Panca Ghaib, sang istri langsung sembuh total.

Ada juga seorang Putro Romo dari Jawa tengah bagian Utara, yang menggunakan Wahyu Panca Ghaib sebagai ilmu perdukunan, akhirnya mati kecelakaan di jalan raya, dengan tubuh ber keping-keping terlindas ban turkc tronton.

Dan ada banyak Putro Romo yang menjalankan Wahyu Panca Ghaib dengan apa adanya, mati dengan tenang, tanpa masalah apapun yang menyusahkan keluarga yang di tinggalkan.

Dan yang paling istimewa adalah Putro Romo yang menjalankan Wahyu Panca Ghaib menggunakan
Wahyu Panca Laku, matinya tanpa penyakit, tanpa kecelakaan jenis apapun, bibirnya tersenyum manis bahagia, dan harum bauh mayatnya.

Dan masih banyak lagi kasus-kasus yang sama lainnya, yang terjadi di seluruh penjuru Nusantara, yang berhasil saya ungkap bukti-buktinya, yang ternyata, semuanya adalah sebab akibat dari menyalah gunakan Wahyu Panca Ghaib dan meremehkan, menghina, mencela dan menganggap Wahyu Panca Ghaib sesat, yang berhasil saya ungkap di sepanjang perjalanan laku spiritual beberapa tahun yang lalu.

Yang kalau harus saya tuliskan semuanya di artikel ini, selain jari saya akan keriting, tentunya Anda juga akan panas mata membacanya.

Setelah cukup bukti, saya pun berhenti, karena jawabannya sudah sangat jelas, bahwa apa yang mereka alami itu, adalah karena di gugat atau di tuntut Wahyu Panca Ghaib yang tak lain dan tak bukan adalah Hidup nya sendiri.

Dengan uraian kisah nyata yang singkat diatas. Berhati-hatilah…!!!
Hidup itu Kuasa…!!!

Untuk mu Para Kadhang…
Laku Murni Menuju Suci-lah di dalam berWahyu Panca Ghaib. Gunakan Wahyu Panca Laku yang merupakan sipat dan sikapnya Hidup itu sendiri.

Untuk mu Para Sedulur…
Jika tidak percaya pada Wahyu Panca Ghaib dan tidak suka dengan Wahyu Panca Ghaib, yang tak lain dan tak bukan adalah Hidup mu sendiri.

Lebih baik diam, jangan melecehkan, jangan menghina, jangan meremehkan, apa lagi menganggap sesat, cukup diam, lalu mari kita tetap bersatu padu menjaga keamanan dan kenyamanan serta kesejahteraan NKRI tempat tinggal kita ini dengan cinta kasih sayang.

Renungkan lah uraian saya tentang kisah nyata yang singkat diatas dan Berhati-hatilah.
Ingat…!!!
Hidup itu Kuasa…!!!

Semoga dapat membantu tergugahnya Rasa Hidup Anda yang masih belum Sadar/Bangun. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Apakah Tuhan Membutuhkan Perantara…?! (Ilmu At-Tauhid. Artikel Khusus untuk Yang Kental dengan Agama):


Apakah Tuhan Membutuhkan Perantara…?!
(Ilmu At-Tauhid. Artikel Khusus untuk Yang Kental dengan Agama):
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Rabu. Tanggal 18 April 2018.

Sesuai banyaknya pertanyaan melalui email saya. Seputar Doa mendoakan. Satu lagi yang alhamdulillaah bisa saya kabarkan melalui internet secara umum dan khusus untuk saudara-saudariku yang kental dengan Agama dan mengaku muslim.

Didalam Al-Qur’an Dzat Maha Suci Allah Ta’ala berfirman, yang artinya;
“Berdoalah kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan” (QS. Al-Mu’min : 60).

Setiap hamba yang sedang mengabdi dengan pertaubatan dan iman, pasti membutuhkan sesuatu yang menopang kehidupannya, sehingga dia akan berusaha untuk meraih sesuatu yang dapat menopang kehidupannya itu.

Salah satunya, ketika mereka tertimpa bencana, mereka pun bersimpuh dan memohon kepada Dzat Maha Suci Allah Ta’ala, agar dilepaskan dari marabahaya.

Namun sangat disayangkan, sebagian kaum muslimin, justru terjerumus ke dalam praktek-praktek kesyirikan tanpa mereka sadari, karena berdo’a untuk menggapai keinginan mereka itu.

Saudara-saudariku sekalian… Di dalam berdoa kepada Dzat Maha Suci Allah, kita tidak perlu melalui perantara apapun, karena hal itu termasuk perbuatan syirik.

Dzat Maha Suci Allah Ta’ala berfirman, yang artinya;
“Dan mereka (kaum musyrikin) beribadah kepada selain Allah sesuatu yang tidak sanggup mendatangkan madharat dan manfaat untuk mereka. Dan mereka beralasan, ‘Mereka itu adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah’” (QS. Yunus : 18).

Dzat Maha Suci Allah Ta’ala juga berfirman, yang artinya;
“Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong mengatakan, ‘Sesungguhnya kami tidak menyembah mereka, melainkan hanya supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’ ” (QS. Az-Zumar : 3).

Dalam dua ayat diatad ini Dzat Maha Suci Allah menjelaskan kepada kita, tentang alasan yang diajukan oleh kaum musyrikin untuk mendukung kesyirikan mereka.

Mereka berkata bahwa mereka memiliki niat yang baik, mereka hanya ingin menjadikan orang-orang shalih yang sudah meninggal, sebagai perantara doa mereka kepada Dzat Maha Suci Allah.

Mereka menganggap bahwa diri mereka penuh dengan dosa, sehingga tidak pantas untuk langsung berdoa kepada Dzat Maha Suci Allah.

Sedangkan orang-orang shalih memiliki keutamaan di sisi Dzat Maha Suci Allah, mereka ingin agar semakin dekat dengan Dzat Maha Suci Allah dengan perantaraan orang-orang shalih itu.

Sungguh…
Tidak ada yang mencela niat baik ini.

Akan tetapi, lihatlah cara yang mereka tempuh, mereka meminta syafaat kepada orang-orang yang sudah meninggal, padahal Dzat Maha Suci Allah Ta’ala sudah menegaskan, yang artinya;
“Katakanlah, ‘Semua syafaat itu pada hakikatnya adalah milik Allah’ “ (QS. Az-Zumar : 44), dan meminta kepada orang yang sudah meninggal, adalah termasuk perbuatan syirik akbar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari kemuslimannya.

Oleh karena itu, niat baik kaum musyrikin ini, tidak bermanfaat sama sekali, karena cara yang mereka tempuh, adalah kesyirikan, perbuatan yang merupakan penghinaan kepada Dzat Maha Suci Allah Ta’ala.

Kalau ayat-ayat di atas kita sampaikan kepada para peziarah kubur para wali pada masa kini, tentulah mereka akan mengingkari sikap kita dengan keras.

Bisa jadi mereka akan mengatakan “Ayat-ayat tersebut itu, ditujukan kepada orang-orang musyrik yang memuja patung.

Kami ‘kan bukan orang musyrik, kami ini bukanlah pemuja patung, kami sekedar menjadikan orang-orang shalih yang sudah wafat itu sebagai perantara.

Lantas bagaimana kalian ini, kok bisa-bisanya menilai orang shalih sama halnya dengan patung…?!

Maka seorang muslim yang benar-benar memahami tauhid, tentu akan bisa menanggulangi syubhat (kekacauan pemahaman) mereka ini.

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah. Menjelaskan;
Bahwa Dzat Maha Suci Allah telah menceritakan bahwa kaum musyrikin itu sendiri, ternyata memiliki sesembahan yang beraneka ragam, tidak hanya patung, ada juga di antara mereka yang menyembah wali, orang-orang shalih, bahkan para malaikat.

Meskipun demikian, Dzat Maha Suci Allah, tetap menyamakan hukum atas mereka dan tidak membeda-bedakannya, maksudnya, mereka sama-sama musyrik sama-sama kafir.

Dzat Maha Suci Allah berfirman, yang artinya;
“Pada hari mereka semua dikumpulkan, kemudian para malaikat ditanya, ‘Apakah semasa hidup di dunia mereka beribadah kepada kalian?
‘Malaikat menjawab, ‘Maha Suci Engkau, Engkau lah penolong kami, sebenarnya mereka itu telah beribadah kepada jin, kebanyakan mereka beriman kepada jin.’ ” (QS. Saba’: 40-41).

Ayat ini menunjukkan bahwasannya di antara kaum musyrikin itu, ada yang menyembah malaikat, akan tetapi, para malaikat berlepas diri dari perbuatan mereka itu pada hari kiamat.

Para malaikat mengatakan bahwa mereka tidak memerintahkan kaum musyrikin untuk melakukan hal itu, dan mereka pun tidak senang terhadapnya.

Padahal kita telah mengetahui bersama, bahwa para malaikat itu adalah termasuk makhluk yang paling shalih, demikian pula halnya dengan peribadatan yang ditujukan kepada para Nabi dan para wali, semuanya tetap disebut sebagai kesyirikan.

Karena ibadah adalah hak Dzat Maha Suci Allah semata, tidak boleh dibagi-bagi kepada selain-Nya.

Barangsiapa yang beribadah kepada Dzat Maha Suci Allah, namun diiringi dengan beribadah kepada selain-Nya, maka dia telah berbuat syirik dan keluar dari ajaran Islam.

Dengan uraian saya di atas, mungkin ada yang bertanya saya, “Apakah Wong Edan Bagu mengingkari syafaat…?!

Yang saya lakukan ini bukanlah meminta kepada selain Dzat Maha Suci Allah, akan tetapi saya hanya mencari syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukankah pada hari kiamat nanti beliau akan memberikan syafaat ?!

Dan jika ada yang bertanya seperti itu, Maka saya menjawabnya, sama sekali saya tidak mengingkari syafaat, karena syafaat Nabi itu benar adanya.

Akan tetapi, syafaat itu tidak boleh diminta kepada Nabi yang telah wafat, syafaat itu hanya boleh diminta kepada Dzat Maha Suci Allah, karena syafaat itu memang hak-Nya.

Dzat Maha Suci Allah Ta’ala menegaskan, yang artinya;
“Katakanlah, ‘Semua syafaat itu pada hakikatnya adalah milik Allah’ “ (QS. Az-Zumar : 44).

Nabi tidaklah menguasai pemberian syafaat Saudara-saudariku sekalian.

Dan syafaat juga, tidak bisa memberikan untuk setiap orang, syafaat hanya akan bermanfaat bagi orang-orang yang bertauhid.

Terdapat dua syarat agar syafaat diterima. Pertama, diminta kepada Dzat Maha Suci Allah, bukan kepada selain-Nya. Kedua, orang yang diberi syafaat termasuk orang yang bertauhid.

Pertama;
Tawassul, yang Terlarang dan Tidak di bolehkan Adalah;
Tawassul atau mengambil perantara dalam beribadah kepada Dzat Maha Suci Allah, dalam bentuk berdoa kepada orang yang sudah meninggal.

Kedua;
Tawassul, yang Tidak dilarang dan di bolehkan Adalah; Yaitu menyebut nama-nama atau sifat-sifat Dzat Maha Suci Allah pada permulaan berdoa (dengan menyesuaikannya atas permintaan yang dimohon) seperti menyebutkan,” Yaa Ghafuur, ighfirlii ” (Wahai Yang Maha pengampun, ampunilah hamba).

Nah…
Dengan pemaparan yang amat ringkas diatas, kita dapat memahami, bahwa sebenarnya aqidah Islam yang diwariskan oleh Rasul dan para sahabat, adalah aqidah yang sangat mulia bukan…

Bagaimana tidak…
Islam menghendaki agar kita hanya bergantung kepada Dzat Maha Suci Allah Ta’ala saja.

Islam menghendaki agar kita memahami hakikat sesuatu sebelum mengikuti ataupun menolaknya.

Islam menghendaki agar kita berpikir dan tidak terjebak dalam kebekuan berpikir (kejumudan).

Sungguh…
Dzat Maha Suci Allah, tidak membutuhkan siapa pun sebagai perantara (wasilah) dalam hal ibadah.

Di sisi lain, Allah juga mengangkat Rasul sebagai perantara (wasilah) untuk menyampaikan tata cara beribadah yang benar kepada-Nya.

Ingat…!!!
Rasul lo ya… Yang Artinya. Utusan.

Kesimpulannya;
Barang siapa yang mengingkari
wasilah yang pertama, maka dia adalah seorang mukmin. Dan barang siapa yang mengingkari
wasilah yang kedua, maka dia musryik.

Semoga dapat membantu mempermudah PerTaubatan dan KeImanan Bagi Yang masih kesulitan untuk BerTaubat dan BerIman hanya kepada Dzat Maha Suci Allah. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Ketika Hati Mulai Lelah Berdoa: Ketika Otak Mulai Jenuh Berpikir: Ketika Fisik Mulai Capek Berusaha:


Ketika Hati Mulai Lelah Berdoa:
Ketika Otak Mulai Jenuh Berpikir:
Ketika Fisik Mulai Capek Berusaha:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Selasa. Tanggal 17 April 2018.

Pak WEB…
Boleh nggak sih, aku curhat keluh kesah sama pak WEB di WA atau BBM atau Pesan di facebook…?!

Boleh-boleh saja curhat atau berkeluh kesah kepada saya melalui WA atau BBM atau Pesan di facebook, akan tetapi, akan lebih efektif kalau curhat keluh kesahnya melalui kesungguhan iman di dalam beribadah kepada-Nya.

Kalau curhat berkeluh kesahnya ke Wong Edan Bagu, belum tentu selesai Lo, apa yang di maksud bisa selesai, namun kalau curhat keluh kesahnya kepada Tuhan, pasti beres. Bagaimana sepakat…?!

Para Kadhang dan sedulur kinasih-ku sekalian, setiap manusia memiliki masalah, ujian, cobaan bahkan mungkin musibah.

Siapapun, kapanpun dan di zaman apapun, semuanya pasti menghadapi masalah, dengan kata lain, satu hal yang pasti dalam kehidupan ini, adalah menghadapi masalah, bukan saja mereka yang berstatus sebagai orang biasa, para nabi, wali, ulama, dan umara pun menghadapi yang namanya masalah.

Demikian pula halnya di zaman modern ini, zaman yang serba canggih dan serba instan, manusia juga diperhadapkan dengan masalah, bahkan mungkin kuantitas dan bobot masalah di zaman ini, jauh lebih serius dan kompleks.

Terutama masalah di bidang akhlak dan ekonomi yang merambat pada masalah sosial, politik, hukum dan keamanan bahkan hubungan percintaan.

Kondisi seperti itu, telah menggiring sebagian besar umat manusia memilih sikap apatis dan putus harapan, apa lagi jika doa-doanya tidak di kabulkan oleh Tuhan, mulai melemah lah kemanusiaannya.

Ketika Hati Mulai Lelah Berdoa,
Terkadang kita kehilangan rasa untuk mengulang-ulang doa yang sama untuk kesekian puluh atau mungkin ratusan kalinya.

Hati terasa jenuh, hati merasa lelah, bahkan putus asa, malu untuk mengulang-ulang doa yang sama, dilantunkan tidak kunjung menunjukkan titik terang.

Ketika bertanya kepada ahli berdoa, jawaban, bersabarlah dalam berdoa, jangan menyerah untuk berdoa.

“Kalau tidak sabar dan menyerah, mana mungkin selama bertahun-tahun mengulang-ulang doa yang sama, namun Tuhan ternyata masih juga belum mengabulkan”

Mengapa Tuhan belum juga mengabulkan doa saya ini Pak WEB…?! Padahal hati sungguh berharap amat sangat.

Katanya Tuhan telah berjanji dalam firman-Nya;
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Ku perkenankan bagimu..” (QS Al-Mukminin :60)

Lalu, mengapa doa saya yang terus menerus saya ulang-ulang selama bertahun-tahun, belum juga menemukan jawaban…?!

Heeeemmmm….. Rahayu…3x.
Untuk menjawab pertanyaan Anda ini, ada baiknya kita kembali mengevaluasi/mengkoreksi diri dulu ya.

Mungkin caranya yang belum sesuai syariat Allah SWT, mungkin keyakinan dalam hati masih kurang atau boleh jadi ikhtiarnya yang belum sungguh-sungguh.

Secara syare’at, doa adalah senjata, dan kekuatan senjata, tidak semata-mata terletak pada ketajamannya, akan tetapi, juga pada pemakainya.

Contoh;
Jika senjata yang tajam itu, digunakan oleh tangan yang kuat dan dengan cara yang benar, maka ia akan mampu menghancurkan apa saja yang dituju pemakainya.

Jadi, bagaimana cara kita selama ini dalam menggunakan senjata tersebut;
Sudahkah benarkah caranya…?! Sudahkah dilakukan dengan kekuatan penuh…?!

Kalau sudah…
Mengapa Doa Belum Dikabulkan…?!

1. Mengaku percaya dan yakin pada Tuhan, akan tetapi hak-hak Tuhan tidak dipenuhinya.

2. Mengaku mencintai Rasulullah SAW, tetapi sunnah-sunnahnya diabaikan.

3. Rajin membaca Al-Qitab/Al-Qur’an, tetapi isi yang terkandung di dalamnya tidak diamalkan.

4. Percaya bahwa kematian itu pasti datang, tetapi tidak sedikitpun mempersiapkan idiri untuk menghadapi kedatangannya.

5. Ikut menguburkan orang-orang yang mati, tetapi tidak sedikitpun mengambil pelajaran dari peristiwa kematian tersebut.

Dan yang paling parah dan payah.
Adalah;
Selalu sibuk menghitung aib orang lain, sementara aib sendiri dilupakan.

Adakah hal-hal tersebut diatas terjadi pada diri Anda…?! Silahkan mengevaluasi/mengkoreksi diri, kalau Ada, oleh karena itulah, doa kita tidak kunjung dikabulkan oleh Tuhan.

Jangan buru-buru berburuk sangka pada Tuhan, Jangan terlalu cepat salahkan Tuhan yang belum memenuhi janji-Nya, akan tetapi jadikan ini sebagai alarm atau pengingat bagi kita untuk segera mengoreksi diri.

Ketahui Rahasia Terkabulnya Doa,
Ketika doa tak kunjung terjawab, sesungghnya Tuhan sedang mengingatkan kita, agar semakin cerdas dalam berdoa.

Coba simak dengan penghayatan yang sadar firman Tugan dalam ayat berikut;

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanaya kepadamu tentang Aku, kana (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah : 186).

Dalam ayat tersebut diatas, bisa kita temukan rangkaian titik-titik rahasia terkabulnya sebuah doa bukan…?!

Satu…
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat”

Maksudnya;
Dalam berdoa kita harus berlaku ihsan. Ihsan artinya merasakan kenyataan hadirnya Tuhan, bahwa Dia itu memang ada dan sedang memperhatikan permohonan (doa) yang kita lantunkan.

Dua…
“Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku”

Maksudnya;
Ketika berdoa, sesungguhnya kita sedang berharap kepada Tuhan kan..?!

Bagaimana mungkin kita berharap sesuatu kepada Tuhan, sementara kita selalu mengingkari perintah-Nya.

Tiga…
“Hendaklah mereka beriman kepada-Ku”

Beriman disini maksudnya adalah;
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Mempersilahkan kuasa Tuhan.
4. Merasakan kenyataan Tuhan.
5. Menebar cinta kasih sayang Tuhan. Bukan sekedar yakin dan Haqul yakin.

Dan yang paling Penting;
“Agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Maksudnya…
Tuhan menghendaki kita terus istiqamah di dalam Iman, jangan berhenti memperbaiki diri ketika doa sudah terkabul, terus dan teruslah/istiqamah dalam ketaqwaan iman.

Jangan Lelah, dan Jangan Berhenti!!! Dulu saya juga pernah mengalami hal ini, ketika doa tak kunjung terkabul dan hati mulai lelah berdoa, tidak ada yang bisa saya lakukan lagi, selain BerTaubat lalu BerIman kepada-Nya.

Ketika Hati Mulai Lelah…

Ketika Pikiran Mulai Jenuh…

Ketika Fisik Mulai Capek…

Ketika Hati Mulai Lelah Berdoa…
Ketika Otak Mulai Jenuh Berpikir…
Ketika Fisik Mulai Capek Berusaha…

Karena doa tak kunjung terkabul…
Karena masalah tak kunjung selesai…
Karena usaha tak kunjung berhasil…

Jangan menyerah dan berhenti apa lagi putus asa. Buktikan Laku Murni Menuju Suci yang saya kabarkan di internet. Jangan menunda waktu dan kesempatan lelah jenuh capek Anda. Segeralah BerTaubat-Wahyu Panca Ghaib lalu BerIman-Wahyu Panca Laku. Silahkan di Buktikan sendiri. Agar supaya mengalaminya sendiri, bukan katanya Wong Edan Bagu.

Tidak satu pun manusia hidup di dunia ini yang tanpa masalah, termasuk saya sendiri Wong Edan Bagu.

Setiap jiwa, siapapun itu, bahkan termasuk Nabi juga mendapatkan yang namanya masalah.

Jadi…
Manusia hidup dan kehidupannya, itu memang identik dengan masalah, berbagai macam masalah senantiasa mengitari kehidupan manusia.

Mulai dari masalah kecil dan ringan sampai masalah besar dan berat.

Namun demikian tidak berarti bahwa tidak ada solusi, setiap masalah ada solusinya, sebagaimana setiap penyakit ada obatnya.

Tanpa masalah manusia tidak akan mengenal yang namanya kebahagiaan, bahkan boleh jadi tanpa masalah kita tidak akan pernah mengenal dan menyembah Tuhan.

Nah… Berarti.
Masalah adalah bagian intisari dari kehidupan itu sendiri, oleh karena itu, tidak semestinya seorang manusia hidup menghindar dari masalah, apalagi lari dari masalah, karena sikap tersebut, menunjukkan rendahnya rasa tanggung jawab, yang berarti juga menunjukkan rendahnya kualitas iman nta kepada Tuhan.

Bagaimana jika kemudian masalah yang dihadapi benar-benar masalah serius, masalah besar, yang rasio dan kalkulasi manusia memvonis bahwa masalah tersebut tidak ada jalan keluarnya…?!

Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah dan selamanya tidak akan pernah memberi masalah melebihi kapasitas kemampuan manusia (QS. 2 : 286).

Jika ada masalah sangat besar, dimana manusia tidak sanggup untuk mengatasinya, maka di sinilah, dibagian inilah letak keinginan Tuhan agar kita Ber-wahyu panca laku/Iman hanya kepada-Nya, sebab itu, jangan buang waktu. Langsung berTaubatlah (wahyu panca ghaib).

Semoga dapat membantu untuk mempermudah PerTaubatan dan KeImanan bagi yang masih merasa berat untuk Bertaubat dan sulit beriman. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Wejangan Terbuka: (Tanpa Tedeng Aling-Aling)


Wejangan Terbuka:
(Tanpa Tedeng Aling-Aling)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Kamis. Tanggal 12 April 2018.

Para kadhang dan para sedulur kinasihku sekalian “Ora gampang urip ing ngalam ndunyo iki, lamun tan wikan mring Kunci-ne” Maksunya; tidaklah mudah hidup di dunia ini, kalau tidak mengerti/paham pada Kunci-nya.

Kunci itu apa to…?!
Kunci itu apa sih…?!
Kok sampai-sampai menjadi penentu utama dalam ilmu pengetahuan di dalam kehidupan dunia ini bahkan di akherat nanti.

Karena Kunci itu, adalah JatiDiriSejati kita yang sebenarnya-yang sesungguhnya, asal usul kita para kadhang dan para sedulur kinasihku sekalian, asal usul kita sebelum kita di utus memasuki diri/wujud kasar ini, asal usul semua mahluk sebelum di cipta menjadi apapun, terutama manusia.

Ku-N-Ci = Kumpul-Nunggal-Suci “Kunci” Artinya; Adalah Kumpul Nunggal Suci. Maksudnya; Bersatu padu dengan Dzat Maha Suci atau berkumpul menjadi satu dengan Dzat Maha Suci (pulet pinuletan-tak terpisahkan).

Awalnya kita kumpul nunggal suci, maksudnya, bersatu atau menyatu atau bersama dengan Dzat Maha Suci, lalu di utus oleh Dzat Maha Suci, untuk menghidupkan sebuah wujud, tersebut raga manusia, selama batas waktu yang telah di perjanjikan, selain semua kebutuhannya di cukupi dan segala kepentingannya di tulis dalam Lauh Mahfudz atau Lauhul Mahfudz, juga di bekali empat anasir, yang lebih di kenal dengan sebutan sedulur papat atau kawula yang sakti mandraguna.

Dalam al-qitab kejadian, setelah Dzat Maha Suci menciptakan tubuh manusia tersebut “ADAM” dari tanah pilihan, lalu di bekali empat anasir, yang bahannya di ambil dari sari-sarinya air, sari-sarinya angin, sari-sarinya api dan sari-sarinya bumi, kemudia Dzat Maha Suci BerFirman; Aku ambil sebagian Ruh-Ku, kemudia Aku-tiupkan “Kun Faya Kun” Sebagai penghidup kepada jasad atas Perintah-Ku untuk bertanggung jawab masalah dunia akheratnya. “ADAM” Asal Dumadi Ananing Manungsa “Awal Terjadi Adanya Manusia”

Kesimpulannya Pertama:
Kunci itu Adalah Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus, yang awalnya berasal dari Dzat Maha Suci. Yang lebih di kenal dengan sebutan Guru Sejati kalau istilah spiritualnya, kalau istilah Lakunya, di sebut sebagai Asmo Sejati.

Karena adanya Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Guru Sejati atau Asmo Sejati di dalam diri inilah. Manusia bisa beragama, bisa berkepercayaan/berkeyakinan, bisa lapar-makan, bisa haus-minum, bisa ngantuk-tidur, bisa berbicara, bisa mendengar, bisa berpikir, bisa bekerja, bisa berdoa, bisa susah-senang dllnya…

Kalau tanpa adanya Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Guru Sejati atau Asmo Sejati di dalam dirinya. Sungguh manusia itu adalah Mayat/Bangkai, yang hanya layak untuk di kubur, sebab kalau tidak di segera di kubur atau di bakar, bau busuk bangkainya akan mengganggu semua pemilik indera penciuman. Itu-lah Kunci, yang berati simpel singkat padatnya adalah “HIDUP” kita sendiri.

Sebab itu Dzat Maha Suci selalu mengingatkan dengan pesan-pesan indah dan bijak nya;
“Jika ingin mengenal-Ku. Kenalilah dirimu sendiri”
“Barang siapa mengenal dirinya. Niscaya dia akan mengenal-Ku”
“Sesungguhnya Aku berada dekat. Bahkan lebih dekat dari urat lehermu”
“Barang siapa yang mencari-Ku keluar diri. Niscaya dia akan tersesat”
Dan masih banyak lagi pesan bijak Dzat Maha Suci yang lainnya, yang sepertinya, para ahli kitab, mustahil tidak mengetahuinya.

Caranya bagaimana Pak WEB…?!
Untuk bisa wikan atau mengerti atau memahami Kunci yang tak lain dan tak bukan adalah Hidup kita sendiri itu.

“Tidak ada cara lain, selain Dengan Laku Murni Menuju Suci”

Laku Murni Menuju Suci…?!
Ya… Laku Murni Menuju Suci, kalau tidak, ya, tidak bisa.

Sebab karena Hidup itu adalah Ruh Suci, berasal dari Dzat Maha Suci, berati Hidup itu, Suci, kan?

Kita tidak akan pernah bisa, mendekati suci, menyentuh suci, apa lagi menyetu dengan suci, kalau diri kita tidak suci. Karena suci itu, tidak bisa di campuri dengan apapun, dan tidak bisa tercampuri oleh apapun, selain dengan suci lagi, bukan suci namanya, kalau bisa di campuri dengan selain suci.

Untuk Laku Murni Menuju Suci, harus bagaimana Pak WEB…?!
Apa yang harus saya lakukan atau yang harus saya perbuat…?!

Cukup sederhana kok…
Yaitu Caranya;
Galilah rasa, yang meliputi seluruh tubuhmu, karena di dalam tubuhmu, ada firman/utusan Tuhan, yang dapat menjamin, jiwa ragamu, lahir bathinmu, hidup matimu dan dunia akheratmu. (firman/utusan Tuhan di dalam diri kita. Ya Hidup kita itu)

Menggali Rasa yang meliputi seluruh tubuh saya…?!
Rasa apa Pak WEB…?!
Rasa apa saja.
Rasa apa saja…?!
Ya… Semua Rasa. Segala Rasa yang berada di seluruh/sekujur tubuh kita.

Kalau kita berhasil menemuka letak Firman/Utusan Tuhan itu berada di dalam diri kita. Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Nabi Muhammad Saw itu. Bukanlah agama Islam, namun di dalam agama Islam. Terkandung ajaran Sang Rasullullah/Utusan Allah.

Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Nabi Isa Putra Mariyam itu. Bukanlah agama Kristen, namun di dalam agama Kristen. Terkandung ajaran Sang Anak Allah.

Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Sakyamuni itu. Bukanlah agama Buddha, namun di dalam agama Buddha. Terkandung ajaran Sang Hyang Buddha.

Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Krishna itu. Bukanlah agama Hindu, namun di dalam agama Hindu. Terdapat ajaran Sang Avatara Wisnu.

Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Romo Semono Sastrohadijoyo itu. Bukanlah Organisasi Kepercayaan Kapribaden, namun di dalam Organisasi Kepercayaan Kapribaden. Terkandung ajaran Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Herucokro Semono.

Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Herucokro Semono…?!
Siapa dan apa itu Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Herucokro Semono…?!

Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Herucokro Semono Adalah Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Guru Sejati atau Asmo Sejati atau Hidup yang di Utus oleh Dzat Maha Suci.

Kesimpulannya Kedua:
Untuk memperoleh kesempurna’an hidup di dunia hingga akherat dengan cinta kasih sayang Dzat Maha Suci. Itu, bukan di tentukan karena memeluk Agama Atau Kepercayaan/Keyakinan apapun.

Namun untuk mendapatkan kesempurna’an hidup di dunia hingga akherat dengan cinta kasih sayang Dzat Maha Suci, kita harus bersedia mau Laku murni menuju suci.

Sebab kita berasal dari suci-nya Dzat Maha Suci, jadi, kita harus mau menerapkan/mengibadahkan ajaran-ajaran agama dan kepercayaan/keyakinan tersebut dengan menggunakan Wahyu Panca Laku/Iman.

Wahyu Panca Laku/Iman…?!
Apa itu dan bagaimana Wahyu Panca Laku/Iman itu Pak WEB…?!

Wahyu Panca Laku/Iman. Adalah Sipat dan Sikapnya Kunci. Sipat dan Sikapnya Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus Hidup kita sendiri.

Jadi…
Sipat dan Sikapnya Kunci-Ruh Suci/Kudus-Guru Sejati-Asmo Sejati yang tak lain dan tak bukan adalah Hidup kita sendiri yang asalnya dari Dzat Maha Suci itu. Adalah Wahyu Panca Laku yang selama ini lebih kita kenal dengan istilah sebutan Iman.

Wahyu Panca Laku – Iman;
1. Pasrah Kepada Tuhan (Dzat Maha Suci).
2. Menerima keputusan Tuhan (Dzat Maha Suci).
3. Mempersilahkan Kuasa Tuhan (Dzat Maha Suci).
4. Merasakan kenyataan Tuhan (Dzat Maha Suci).
5. Menebar Cinta Kasih Sayang Tuhan (Dzat Maha Suci).
Adakah kelima Sipat dan Sikap ini di dalam diri Kita…?!

Kalau tidak ada, berati, mau ngototnya kayak apa mengaku percaya alias yakin bin haqul yakin kepada Tuhan ples adanya Tuhan. Kita belum berIman. Sebab karena, untuk bisa berWahyu Panca Laku alias berIman seperti yang sudah saya uraikan diatas tadi. Siapapun dia dan bagaimanapun dia. Suka tidak suka, cocok tidak cocok harus mau berTaubat.

Kalau tidak dengan berTaubat.
Jika belum berTubat.
Mana Mungkin Bisa;
Wahyu Panca Laku – Iman;
1. Pasrah Kepada Tuhan (Dzat Maha Suci).
2. Menerima keputusan Tuhan (Dzat Maha Suci).
3. Mempersilahkan Kuasa Tuhan (Dzat Maha Suci).
4. Merasakan kenyataan Tuhan (Dzat Maha Suci).
5. Menebar Cinta Kasih Sayang Tuhan (Dzat Maha Suci).

Wahyu Panca Laku – Iman;
1. Pasrah Kepada Tuhan (Dzat Maha Suci).
2. Menerima keputusan Tuhan (Dzat Maha Suci).
3. Mempersilahkan Kuasa Tuhan (Dzat Maha Suci).
4. Merasakan kenyataan Tuhan (Dzat Maha Suci).
5. Menebar Cinta Kasih Sayang Tuhan (Dzat Maha Suci).
Adakah kelima Sipat dan Sikap ini di dalam diri Kita…?!

Jika Ada. Sudah pasti dia akan akan selalu Menjaga Pikirannya, karena mengerti, paham dan tahu, bahwa Pikirannya akan menjadi Perkata’annya, Perkata’annya, akan menjadi Perbuatannya, Perbuatannya akan menjadi Kebiasa’annya, Kebiasa’annya akan membentuk Karakternya, Karakternya akan membentuk Nasibnya, Nasib akan menentukan Hatinya, Hatinya akan menentukan Rasanya, Rasanya akan menentukan Lakunya, Lakunya akan menentukan Tuhan-nya.

Tuhan-nya. Tuhan hantu, apa hantu Tuhan, atau hantu-hantuan, apa Tuhan-Tuhanan. He he he . . . Edan Tenan.

Kesimpulannya Ketiga:
Semua dan Segala yang ada diluar diri kita, itu bermula dari Pikiran kita Sendiri. Sebab karena itu.
Jagalah Pikiranmu, karena Pikiranmu akan menjadi Perkata’anmu.

Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu.
Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu.
Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu.

Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan membentuk Nasibmu.
Jagalah Nasibmu, Karena Nasib akan menentukan suasana Hatimu.
Jagalah Hatimu, karena Hatimu akan menentukan Rasamu.
Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu.
Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan siapa Tuhan-mu. Tuhan hantu apa hantu Tuhan atau hantu-hantuan apa Tuhan-Tuhanan.

Itulah Laku Murni Menuju Suci yang sering saya selipkan di setiap Artikel yang mengabarkan Bab Taubat(Wahyu Panca Ghaib) dan Iman(Wahyu Panca Laku) Dan Kunci. Ingat…!!! Kunci itu, bukan yang tulisannya Gusti Ingkang Moho Suci dan seterusnya, kalau tulisannya Gusti Ingkang Moho Suci dan seterusnya itu, bacaan bunyinya Kunci. Bukan Kunci. Kalau Kunci, adalah Kumpun-Nunggal-Suci.

Ono opo-opo Kunci. Ora ono opo-opo Kunci. Itu bukan kalau ada masalah baca Kunci, tidak ada masalah tetap baca Kunci. Bukan. Ono opo-opo Kunci. Ora ono opo-opo Kunci. Artinya; Ada masalah Kumpul-Nunggal-Suci. Tidak ada Masalah Kumpul-Nunggal-Suci. Maksunya Terntram Lahir bathin-Jiwa Raga-Dunia Akherat-Gelar Gulung dalam segala Halnya. Tidak ada apa-apa. Apa-apa itu tidak ada. Yang ada hanya Dzat Maha Suci dan Utusan-Nya Sang Hidup. Selain itu, palsu, semu, barang pinjaman yang bersipat baru, tidak langgeng. Akan hancur di telan waktu termakan usia. Maksud…?!
He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

 

Jangan Paksa Bapak Untuk Menghianati Tuhan:


Jangan Paksa Bapak Untuk Menghianati Tuhan:
(Kisah Nyata).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 7 April 2018.

Setelah berTaubat dan berIman, semua dan segalanya saya gantikan posisinya menjadi serba Dzat Maha Suci Hidup, termasuk kemelekatan hati tentang semua dan segalanya terkait urusan dunia, terutama noda-noda diri.

Pada suatu ketika, dihampir setiap waktu, saya menerima kabar tentang kehebatan anak gadisku, yang katanya, mirip dengan kepribadian saya, dan kabar demi kabar ini, lama-lama melekat dalam hatiku.

Diluar kesadaranku, aku berpikir, mungkinkah ini satu-satunya keturunanku, yang akan mewarisi laku spiritualku…?!

Kalau di nilai dari kabar demi kabar, dan kemunikasi langsung dengan anaku, sepertinya iya, lalu aku berucap terima kasih kepada Dzat Maha Suci Tuhan-ku, karena dia keturunan langsung dariku, yang bisa menggantikan spiritualku, yang nantinya bisa di ajarkan kepada seluruh keluarga besarku.

Selain ulet dan cerdas, juga memiliki cita-cita tinggi, sebab itu, minta sekolah apa saja aku turuti, minta apa saja saya penuhi, dengan sebuah pesan. “Kamu boleh lakukan apa saja dengan bebas, tapi jagalah harga dirimu sebagai seorang wanita” dan anakupun dengan tegas menjawab. “Siap pak, aku tidak akan mengecewakan bapak, sebelum menikah, akan aku jaga kehormatan satu-satunya sebagai seorang wanita ini”

Mendengar jawabannya, aku semakin yakin, dia memang pewarisku, dan mulailah saya menaruh seribu harapan dan mengantungkan masa tuaku nanti kepada anaku, dan terakhirnya anaku masuk kuliyah dan mengambil pendidikan jurusan penerbangan.

Hari demi hari, Minggu demi Minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun, seakan berjalan sesuatu harapan yang aku gantungkan kepada sang anak tumpuan masa depan.

Kejadian demi kejadian, proses demi proses, manis, pahit, getir, asin, neg, susah, senang, suka, duka, bahagia, sengsara, asem, sepet dll, selalu berhasil saya lalui dengan Wahyu Panca Ghaib (taubat) yang saya Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku (iman).

Namun…
Saya sering tersendat, ada kalanya saya bisa mengklimaxkan intisaripatinya pertaubatan (wahyu panca ghaib) dan iman (wahyu panca laku) yang saya jalankan, ada kalanya saya kesulitan, tidak selalu bisa.

Saya cari dengan berbagai macam pengetahuan yang saya miliki, tetap tidak bisa bertemu, namun saya dapat merasakan ada noda kemelekatan dalam hatiku, namun entah apa itu, aku belum mengetahuinya.

Apakah menaruh harapan tentang masa depan di hari tua kepada anak kandungnya sendiri yang memang bisa di percaya dan di andalkan itu termasuk noda dan kemelekatan hati…?!

Aku rasa itu tidak, bukan, pikir saya pada saat itu.

Seiring berjalannya waktu, suatu ketika, anak saya SMS.

“Pak, seandainya saya menikah, bapak bisa hadir mendampingi saya”

Spontan saya jawab, tentu saja bisa anaku, mengapa kau bertanya seperti itu pada bapak…?!

“Karena saya tahu, bapak sedang syiar untuk Nusantara bahkan dunia, saya takut, nantinya bapak tidak bisa hadir, tapi kalau bapak bisa hadir, sungguh saya sangat bahagia” katanya…

Baru saja 7 bulan Kuliah di penerbangan, tiba-tiba dia SMS. “Bapak, tanggal 14 April 2018, saya akan menikah”

Menikah…?!
Jawab saya.
Bagaimana dengan kuliahmu nduk..?! Namun sayang, tidak ada balasan lagi.

Lalu saya mencari tahu kabar lengkapnya pada keluarga, yang bersama, dan ketika saya mendapatkan kabar, bahwa anak yang selama ini jadi tumpuan harapan hamil diluar nikah.

Seperti api yang sedang membara lalu di siram air dadakan, seperti tumbuhan yang sedang bersemi, lalu patah karena dipatuk ayam, seperti petir yang gemelegar di langit musim kemarau.

Rasanya. Maluuuuuuuuu….
Kecewaaaaaaaaaaaa…..
Sakittttttttttttttttttt…..
Perihhhhhhhhh….
Pedihhhhhhhh….

Lalu aku duduk termangu, sambil bersimbah air mata yang tertuju hanya kepada Dzat Maha Suci. Rupanya ini yang melekat dalam hatiku, rupanya ini yang mempersulit bersihnya taubatku dan murninya imanku.

Ampuni aku ya Tuhan…
Ampuni aku yang telah mengkhianati Cinta Kasih Sayang-Mu yang begitu mulia terhadapku, dan setelah beberapa detik, saya terbebas dari belenggu ini, dan saya berjuang lagi serta berkorban lagi untuk memperbaiki PerTaubatan dan KeImanan saya yang jebol tanpa sadar.

Setelahnya…
Sedikitpun tiada lagi kecewa, sakit, malu, perih atau pedih, bahkan anak ku yang tadinya wah di mataku bahkan di hatiku, sudah tidak ada lagi walau hanya secuil.

Hari selasa tanggal 3 April 2018, ada SMS masuk dari anaku.
“Pak, tanggal 14 April 2018 saya nikah, tolong bapak datang, karena jika tidak, saya tidak bisa nikah”

“Iya nduk, bapak akan datang untukmu” jawabku

“Kapan pak, kalau bisa sekarang pak, jangan terlalu mepet waktunya, soalnya ini sudah tanggal 3, sedangkan nikahnya tanggal 13-14”

Soal kapannya, bapak tidak berani mengatakan anaku, karena bapak sudah berTaubat dan berIman kepada Dzat Maha Suci Tuhan, bagi orang yang sudah berTaubat dan berIman kepada Dzat Maha Suci Tuhan, waktu miliknya adalah saat ini, sedangkan kemaren dan esok nanti, bukan bukan miliknya, melainkan hak milik dzat maha suci, apa lagi tanggal 13-14 yang jumlahnya ada sepuluh hari lagi, bapak tidak berani mengambil hak milik dzat maha suci nduk.

“Saya butuh kepastian pak, ini penting, soalnya saya tidak bisa nikah kalau tidak ada walinya, lagi pula bapak kan sudah janji bisa datang”

Iya nduk, bapak akan datang, namun kalau di suruh merebut hak Tuhan, yaitu hari yang belum ada, yang masih belum milik bapak, bapak tidak bisa nduk, bapak tidak berani, bapak pasti datang, tapi tidak dengan cara Menghianati Dzat Maha Suci Tuhan, soalnya bapak sudah kapok, karena bapak sudah berTaubat dan berIman, jadi, tolong jangan paksa bapak untuk Menghianati Tuhan.

Malamnya saya duduk manekung manembah kepada Dzat Maha Suci, semalam suntuk saya duduk bersemedi, tidak ada yang saya lakukan selain Patrap Semedi, tidak ada yang saya ucapkan selain kalimat Wahyu Panca Ghaib (taubat) yang saya Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku (iman).

Setelah pagi, pagi itu, hari Rabu tanggal 4 Aprile2018, matahari nampak bersinar dengan cerahnya, udara paginya sangat sejuk….

Saya melangkah menuju tempat mandi, setelah mandi, saya berkemas, untuk mempersiapkan diri menuju bandara solo, dengan tujuan hendak ke Sulawesi, dalam rangka menikahkan anak.

Selesai berkemas, dan berpakaian, ada SMS masuk lagi. “Kalau bapak kasihan dan menganggap saya anak, harus cepat datang, ini penting”

Membacanya…. Saya mengelus dada, lalu palungguh dan Patrap semedi Mijil sowan, memohon ijin dan ridha Tuhan.

Setelah selesai Patrap, di dalam semedi, Dzat Maha Suci memperlihatkan kepada saya. Tentang orang-orang yang menghianati saya, memanfaatkan saya, dengan cara menggunakan nama dan Poto saya untuk menipu orang lain demi keuntungan pribadi.

Mendadak napas saya dengan, dada saya bergelombang, masa lalu pun bermunculan mengajak saya untuk membasmi kejahatan dan memerangi kemungkaran yang baru saja di perlihatkan oleh Dzat Maha Suci kepada saya.

Namun karena saya sudah kapok, sudah berTaubat dan berIman, saya berusaha semaksimal mungkin untuk meredamnya dengan Cinta Kasih Sayang.

Hingga pada akhirnya, seakan ada ular besar dan panjang menggeliat di dalam perut saya, mengacak-acak seluruh isi ruangan perut saya, rasanya perih melilit, pedih, sakit, sehari penuh saya menikmati anugerah terindah dari Dzat Maha Suci ini, montang manting sendiri di kamar, tanpa rintihan sedikitpun.

Selepas Maghrib, saya sudah tidak mampu lagi menikmati rasa yang luar biasa itu, tulang tulang tubuh saya, lemas semuanya, tenaga saya habis, keringat dingin mulai habis, bibirpun sudah tidak mampu bersuara, lalu, saya berusaha memanggil seorang Kadhang dari Ponorogo dan dari Palembang, yang kebetulan sedang ada di gubug jenggolo manik.

Untuk memijat kedua kaki saya, supaya teralihkan apa yang saya rasa tidak mampu, sambil di pijitin oleh kedua Kadhang, saya terus mengucapkan syukur atas anugerah kenikmatan itu, hingga tengah malam.

Setelah tengah malam, seluruh isi perut, terasa naik memenuhi rongga dada, sehingga saya kesulitan untuk bernapas, lalu saya berkata lirih kepada kedua Kadhang yang sedang mijitin kaki saya yang sudah tidak terasa lagi di sentuh “saya butuh impus dan oksigen, tolong bawa saya kerumah sakit”

Dan sesampainya di rumah sakit, atas ijin Dzat Maha Suci dan bantuan kedua Kadhang itu, walaupun perut saya masih terasa di uleni, namun setelah di infus dan di oksigen, nafas saya mulai terasa lega, tenaga saya terasa mulai pulih, sehingga saya bisa melanjutkan rasa syukur atas anugerah yang sedang saya terima.

Setelah pagi tiba, ada SMS masuk lagi “Pak tolong, cepat, penting, ini sudah tanggal 5”

Lalu…
Dengan tangan dan jari gemetar, karena belum memiliki tenaga penuh, saya berusaha membalas SMS itu, dengan cara menceritakan, sejak saya hendak berangkat ke bandara hingga akhirnya masuk rumah sakit, sembari memohon maaf.

“Kalau bapak tidak bisa datang, kirimi saya surat Tauqilwali, supaya saya bisa mencari wali wakil”

Iya anaku, nanti kalau bapak sudah pulih tenaganya, bapak masih lemes, lagi pula, dokternya belum ada, soalnya masih pagi, nanti kalau dokternya sudah datang, bapak akan bicara sama dokternya, untuk mencabut infus dan minta pulang.

“Bapak ini cuma di mintai surat Tauqilwali saja, sulit, datang tidak bisa, di mintai surat Tauqilwali susah, itu kan kewajibannya bapak, namanya anak itu tidak ada talaknya”

Iya nduk, bapak lebih ngerti, lebih paham, lebih tau dari pada sampean, kan bapak sudah cerita dengan jujur apa adanya, bahwa bapak tadinya mau berangkat, bla, bla, bla, namun kejadiannya bapak masuk rumah sakit, bapak bukan sulit nduk, tapi sikon bapak sedang di rawat di rumah sakit, itu bukti Poto bapak di rumah sakit kan sudah di kirim lewat WA.

“Disini jaringannya susah, WA gak kepakai, gak bisa lihat, bisa nya cuma sms sama telpon, wali itu kan wajib pak, sekarang terserah bapak, aku tidak akan menuntut sampean dadi waliku, kalau memang saya tidak bisa nikah, ya sudah takdirku, aku sudah tidak akan merepotkan sampean lagi”

Lo Lo Lo . . .
Nduk, bapak sedang di rawat di rumah sakit nduk, tidak kau mau mengerti sedikit saja sikon bapak ini…?!

“Orang lain saja banyak yang kasihan pada saya, sampean yang bapak kandung, di minta datang tidak bisa, di mintai surat Tauqilwali sulit, tanggung jawabnya sebagai bapak dimana”

He nduk… Bapak sedang di rawat di rumah sakit nduk, bukan tidak tidak bisa bukan sulit, tolong mengertilah…. Tolong…

“Saya tau sampean sakit, tapi masak iya tidak ada yang dimintai tolong, sampean sudah saya kabari sejak awal, katanya bisa datang, tapi akhirnya seperti ini, ya sudah lah pak, gak usah mikirin aku, aku mau ngejalani nasibku sendiri, saya tidak akan pernah mengharap apapun dari sampean”

O… Berati tetep gak mau tau walau bapakmu sedang sekarat di rumah sakit ya, ternyata benar-benar Luar biasa sekali anaku ya Tuhan, cerdasnya melampaui batas, hasil kuliahnya juga sungguh luar biasa, tidak rugi saya membiayai kuliahnya, karena hasilnya sungguh luar biasa membuat saya sangat bahagia. Terima kasih ya Allah.

Bapak belum lupa dengan rasa sakit dan perih serta malu karena kelakuanmu yang hamil di luar nikah, kini kau tambahi dengan kepentingan pribadimu tanpa peduli sikon bapakmu seperti apa, sungguh luar biasanya anak andalanku yang selama ini menjadi harapan dan tumpuan hari tuaku.

Kalau mau bicara tanggung jawab, tanggung jawab mu mana sebagai anak…?!

Baiklah nak,,, tadi sewaktu petugas KUA telephon, kan tau kalau bapak sedang di rawat di rumah sakit, sekarang begini saja, katakan kalau nyawa bapak di rumah sakit tidak tertolong, jadi, bapak sudah mati, dengan begitu, dalam pernikahanmu tidak perlu kehadiran saya dan tidak butuh surat Tauqilwali lagi. Semoga kau bahagia. Terima kasih atas semuanya terhadap saya.

Dan jam 12:14 menit berikutnya, setelah menghabiskan tiga botol infus, saya minta lepas infus dan memaksakan diri untuk pulang, tapi dokter melarang keras, sebab risikonya akan sangat tinggi.

Tapi tetap memaksa minta pulang, dan dengan menandatangi surat perjanjian dengan dokter, agar dokternya tidak mendapat tuntutan salah, jika terjadi apa-apa nantinya, karena belum sembuh tapi saya memaksa pulang, akhirnya saya sampai di gubug jenggolo manik lagi setelah menangani surat perjanjian tersebut.

Sambil sempoyongan jika berjalan, karena tenaganya belum pulih, sambil memegang perut yang masih terasa sakit jika di masuki makanan dan minuman, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, waktu demi waktu saya lalui dengan tetap idep madep mantep di Dalam Pertaubatan (Wahyu panca ghaib) yang saya Ibadahkan dengan Iman (Wahyu panca laku), selain itu. No Problem. Opo jare sing ngecet Lombok.

Semoga hikmah di balik kisah nyata saya ini. Dapat menggugah Kesadaran Murni Anda yang sedang tertidur pulas. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
WordPress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Benarkah Putro Romo itu Jaminannya Sempurna hingga Tujuh Turunan…?!


Benarkah Putro Romo itu Jaminannya Sempurna hingga Tujuh Turunan…?!
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 7 April 2018.

Benarkah Putro Romo itu Jaminannya Sempurna hingga Tujuh Turunan…?! Seperti yang di gembar gemborkan oleh Wong Edan Bagu…?!

Hehe, tapi sekarang Wong Edan Bagu sudah tidak gembar gembor lagi soal itu Lo… Soalnya, sekarang tinggal terserah Anda.

Percayalah Pro Kadhang Kinasihku sekalian, sudah terlalu amat banyak saya memberikan Pembuktian nyata bab Wahyu Panca Ghaib (TAUBAT) yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku (IMAN), itu melalui Artikel atau Vidio dan secara Langsung dengan berbagai macam kategori pengetahuan.

Andai mau membaca artikelnya dengan niyat bertaubat dan beriman. Andai mau menyaksikan vidionya dengan niyat bertaubat dan beriman. Andai mau mendengarkannya wejangan saya dengan niyat bertaubat dan beriman, sudah tidak ada lagi yang perlu di tanyakan.

La sudah jelas, semuanya sudah saya kabarkan dengan jujur apa adanya tanpa tedeng aling-aling, lengkap bin komplit, tinggal mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib (TAUBAT) dengan menggunakan Wahyu Panca Laku (IMAN). Selesai.

Sebagai motivasi spiritual, satu lagi Pembuktian dari saya untuk Anda-anda sekalian, namun persiapkan dulu mental lahir bathin Anda, karena ini tentang Kebenaran dan Kejujuran, dan yang namanya Benar itu, secara awam, terkesan sombong dan jujur itu Menyakitkan.

Kenapa Benar itu terkesan Sombong dan jujur itu Menyakitkan bagi orang awam…?! Pikir saja sendiri, nanti juga tahu. Yang Penting… Siapkan Mental Lahir Bathin Anda mulai Sekarang.

……………………#………………………………
………………………………………………………………………
..
………
……………………
………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………..
…………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….#

Pada Artikel awal tahun 2017, saya pernah mengabarkan tentang ilmu pengetahuan mengenai ajal/mati. Di artikel lainnya, saya juga pernah mengabarkan bab kerinduan saya tentang ajal/mati, di artikel lainnya lagi, saya juga mengabarkan di mana tempat yang nantinya akan menjadi tempat terakhir saya dll seputar kematian.

Yang intinya;
Saya telah mengetahui kapan waktu ajal/mati saya akan datang dan dimana tempatnya.

Lah, disini letak pembuktian yang saya maksud diatas, siap-siap ya, karena bagi yang masih awam, ini terkesan sombong dan menyakitkan.

Di artikel atau di Vidio atau secara langsung, saya selalu berkata dengan tegas, jujur apa adanya tanpa tedeng aling-aling, bahwa Wahyu Panca Ghaib itu, jaminannya Sempurna hingga tujuh turunan.

Artinya;
Siapapun dia, bagaimanapun dia, apapun agama dan latar belakangnya, dengan Wahyu Panca Ghaib (taubat) yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku (iman) pasti bisa sempurna kembali kepada asal usul Sangkan Paraning dumadi yaitu; Dzat Maha Suci, karena apapun itu adalah Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un.

Buktinya apa…?!
Mana buktinya…?!
Beberapa buktinya sudah saya rekam di Vidio, dan vidionya sudah saya kabarkan di you tube saya.

Sebagai motivasi spiritual, ini satu lagi Pembuktian dari saya untuk Anda.

Selain saya sudah mengetahui kapan waktunya ajal kematian saya tiba dan dimana tempatnya, saya juga mengetahui, ketika Ajal Kematian saya datang, dengan cara apa dan bagaimana.

Saya akan mati bukan dengan cara kecelakaan atau karena penyakit. Melainkan dengan cara tetap BerTaubat dan BerIman.

Maksudnya;
Matinya saya nanti, itu bukan karena sakit atau kecelakaan, melainkan dengan cara Manembah/Sungkem/Patrap Semedi Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib menggunakan Wahyu Panca Laku.

Sombong kan…?!
Menyakitkan kan…?!

Namun ini benar. Ini jujur saya katakan. Karena ini soal ajal kematian, jadi, saya hanya bisa memberikan bukti riyilnya ketika saya mati nanti. Jadi…

Suatu ketika, jika ajal kematian saya telah tiba, dan saya sudah mati. Kalau Anda mendengar kabar atau menyaksikan secara langsung, matinya saya itu karena Sakit atau karena Kecelakaan.

Maka mulailah sejak saat itu juga, tanggalkan Wahyu Panca Ghaib, buang, dan jangan percaya lagi dan kecamlah semua artikel dan vidionya Wong Edan Bagu.

Namun kalau kabar kematian saya yang Anda terima itu, saya matinya sedang Patrap Semedi, itulah Bukti dari saya Wong Edan Bagu yang tiada bosan-bosan nya mengajak berTaubat dan berIman hanya kepada Dzat Maha Suci di setiap saat tiap kali aktif di internet, walau dengan berbagai macam rintangan dan hambatan.

Itulah bukti tentang jaminan Kesempurnaan Para Pelaku Murni Menuju Suci ( Wahyu Panca Ghaib [Taubat] Wahyu Panca Laku [Iman]) yang sering saya kabarkan.

Tapi…..
Wahyu Panca Ghaib (Taubat) yang di Ibadahkan/dijalankan dengan Wahyu Panca Laku (Iman) Lo…!!!

Bukan…
Wahyu Panca Ghaib (Taubat) yang di Ibadahkan/dijalankan dengan kebencian. Sirik. Iri. Dengki. Hasut. Fitnah. Dendam. Bohong. Ego. Pamrih. Debat sana sini. Kritik sana sini, sikat sana sikut sini, embat sana ember sini, menilai, membedakan, menyalahkan, menghina, mencela, mengadu domba dll.

Kalau Wahyu Panca Ghaib (Taubat) yang di Ibadahkan/dijalankan dengan kebencian. Sirik. Iri. Dengki. Hasut. Fitnah. Dendam. Bohong. Ego. Pamrih. Debat sana sini. Kritik sana sini, sikat sana sikut sini, embat sana ember sini, menilai, membedakan, menyalahkan, menghina, mencela, mengadu domba dll.

Sungguh saya tidak tahu, karena bagi saya, Wahyu Panca Ghaib yang model begituan, tidak ubahnya seperti ilmu, yang sistemnya tidak bisa lepas dari adigang adigung adiguna, dan itu makanan senex masa lalu saya, yang hasilnya cuma kentut doang.

Soal apa dan bagaimana itu Wahyu Panca Ghaib, ada buanyak artikel saya tentang itu, vidionya juga ada.

Tentang apa dan bagaimana itu Wahyu Panca Laku (iman), ada buanyak artikel saya tentang itu, vidionya juga ada, jadi, apa lagi yang mau di tanyakan.

Khusus untuk para Kadhang Kinasihku sekalian, kalau mendengar kabar saya sedang sakit, jangan larut pada kesedihan, karena ajal kematian saya, datangnya tidak menyiksa dengan penyakit apapun, namun, kalau mendengar saya manekung.

Nah…
Persiapkan Spirit Mental Dewasa mu di dalam Laku Murni Menuju Suci, tanpa suport dari saya, karena ada kemungkinan ajal kematian saya akan segera tiba.

Semoga dapat menggugah Kesadaran Murni Anda yang sedang tertidur pulas. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya