PERBEDAAN ANTARA SHALAT DAN SEMBAHYANG:

Oleh: Wong Edan Bagu
Kudus tgl 05/08/2014

Di waktu yang lalu, saya sudah menyinggung sedikit tentang IMAN. ISLAM. IHSAN, sekarang di kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang hal tersebut, lebih rinci dan jelas lagi. Dengan Tema. PERBEDAAN ANTARA SHALAT DAN SEMBAHYANG. Semoga pengalaman saya ini, bisa bermanfa’at berkah bagi sekalian sahabat-sahabat saya, terutaman anak-anak didik saya Terkasih, sebagai tambahan pemahaman di dalam pengalaman Spiritual Hakikat Hidup.

PENGERTIAN SHALAT:
Shalat secara bahasa berarti berdo’a. dengan kata lain, shalat secara bahasa mempunyai arti mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat menurut syara’ terlalu banyak, ada yang mengartikan, shalat itu adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ada yang mengartikan, shalat itu adalah bacaan-bacaan al-Qur’an, takbir, tasbih, dan do’a, ada yang mengartikan kalau shalat itu merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. ADA YANG MENGARTIKAN BAHWA SHALAT ITU ADALAH MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR, ADA PULA YANG MENGARTIKAN SEBAGAI : DOA, TIDAK KIKIR, SELALU BERSYUKUR, MENGHUBUNGKAN (SILATURAHIM ), AGAMA, AMANAH, PERKATAAN YANG BERGUNA, MENJAGA KEMALUAN, SHOLAWAT, BERBUAT BAIK DAN SEBAGAINYA. ISTILAH SHALAT DI DALAM AL-QUR’AN SUNGGUH TERAMAT LUAS MAKNA DAN PENGERTIANNYA, KARENA “ KATA SHALAT “ MEMPUNYAI KOSA KATA YANG SANGAT LUAS MAKNANYA JIKA DITINJAU DARI SEGI BAHASA ARAB MELAUI NAHWU SOROF, BALAGHO, BAYAN, BADI’, MA’ANI DAN LAIN SEBAGAINYA. dan masih banyak lagi Arti-arti DAN MAKNA-MAKNA lainya yang memusingkan kepaLa dan membingungkan otak. Seperti banyaknya hadist yang harus di percayai dan di benarkan, karena si empunya hadist adalah orang-orang yang diyakini adalah pilihan Tuhan. Contoh hadis dari satu tokoh dibawah ini:

“(Hasbi Asy-Syidiqi, 59) mengartikan bahwa shalat itu merupakan berhadapannya hati (jiwa) kepada Allah, dengan cara mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya” atau “mendahirkan hajat dan keperluan kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua – duanya”

Disisi lain (Hasbi Asy-Syidiqi) mengartikan lain lagi, bahwa shalat yaitu beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan. POKOKNYA…. pusing, karena saking banyaknya hadist dan riwayat yang mengartikan tentang Shalat yang harus kita akui kebenaranya walaupun semuanya berbeda-beda dalam mengartikannya.

Padahal INTInya sangat sederhana alias tidak sulit, tidak rumit, tidak jlimet tidak repot, tidak muter-muter, tidak memusingkan lagi. Karena makna dan arti Shalat itu. Adalah… INGAT ALLAH atau MENGINGAT ALLAH. Tidak muter-muter memusingkan kepala kan…?

PENGERTIAN SEMBAHYANG:
Sembahyang adalah suatu bentuk kegiatan keagamaan yang menghendaki terjalinnya hubungan dengan Tuhan, dewa, roh atau kekuatan gaib yang dipuja, dengan melakukan kegiatan yang disengaja. Sembahyang dapat dilakukan secara bersama-sama atau perseorangan. Dalam beberapa tradisi agama, sembahyang dapat melibatkan nyanyian berupa hymne, tarian, pembacaan doa atau puji-pujian dan naskah agama dengan dinyanyikan atau disenandungkan, pernyata’an formal kredo, atau ucapan spontan dari orang yang berdoa.

Seringkali sembahyang dibedakan dengan doa, doa lebih bersifat spontan dan personal, serta umumnya tidak bersifat ritualistik. Meskipun demikian pada hakikatnya aktivitas ini sama, yakni sebuah bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhannya. Kebanyakan agama menggunakan salah satu cara dalam melaksanakan ritual persembahyangannya. Beberapa agama meritualkan kegiatan ini dengan menerapkan berbagai aturan seperti waktu, tata cara, dan urutan sembahyang. Ada juga yang menerapkan aturan ketat mengenai apa saja yang harus disediakan, misalnya benda persembahan atau sesaji, pakaian dan tempat serta kapan ritual itu harus dilakukan. Sementara beberapa pandangan lainnya memandang berdoa atau bersembahyang dapat dilakukan kapan saja, oleh siapa saja.

JELASNYA TENTANG PERBEDA’AN ANATAR SHALAT DAN SEMBAHYANG ADALAH:
Kalau SHALAT itu, INGAT ALLAH atau MENGINGAT ALLAH. Sedangkan SEMBAHYANG itu, salah satu aturannya atau caranya INGAT ALLAH atau MENGINGAT ALLAH.
KALAU SHALAT tidak pakai waktu dan aturan, karena di lakukan seiring keluar masuknya napas selama 24 jam. SEDANGKAN SEMBAYANG harus tepat waktu dan aturan yang sudah di tentukan oleh masing-masing agama.
KALAU SHALAT bisa di lakukan dalam keada’an apapun dan dimanapun. SEDANGKAN SEMBAYANG harus di lakukan di tempat-tempat tertentu dan dengan waktu-waktu tertentu.
KALAU SHALAT lebih mengutamakan suara hati, bahasa hati dan tidak mengharuskan raga. SEDANGKAN SEMBAYANG lebih mengutamakan suara lisan dan gerakan raga.
SEMBAHYANG ADALAH GERAKAN TAPI SHALAT ADALAH PERILAKU ….
Saya Ulangi sekali lagi; Kalau SHALAT itu, INGAT ALLAH atau MENGINGAT ALLAH. Sedangkan SEMBAHYANG itu, salah satu aturannya atau caranya INGAT ALLAH atau MENGINGAT ALLAH.
He he he . . . Edan Tenan.

LANJUT PUNYA CERITA:
Sekarang saya ingin mengungkap INTISARI dari Keduanya itu;
HAMPIR SEMUA UMAT MUSLIM MENGETAHUI BAHWA SHALAT ITU MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR ( INNASSHOLTA TANHA ANIL FAHSYAI WAL MUNKAR )
TAPI PADA KENYATAANNYA HAMPIR DISETIAP LORONG YANG saya JUMPAI, JUSTRU SEBALIKNYA, YAITU : YANG SHALAT MALAH MENGAJAK MANUSIA UNTUK BERBUAT KEJI DAN MUNGKAR…TERUTAMA KAUM HAWA ( KHUSUSNYA IBU IBU ) YANG SAMPAI SAAT INI MASIH SAJA MEMANFAATKAN MEDIA NGERUMPI DAN GHOSIB UNTUK MENJADI AJANG PERTEMUAN YANG HANGAT DAN SALING JOR JORAN UNTUK MEMBUKA AIB ORANG LAIN DENGAN PENUH KEAKRABAN. KELOMPOK WANITA YANG SATU MENG OLOK OLOK SEKELOMPOK WANITA YANG LAIN…DEMIKIAN PULA LELAKI YANG SATU MENGOLOK OLOK KELOMPOK LAKI LAKI YANG LAIN…DAN SETERUSNYA .
DAN BAHKAN YANG LEBIH PARAH LAGI. SEKELOMPOK LAKI-LAKI YANG SATU MENGAJAK BEBERAPA KELOMPOK LAKI LAKI YANG LAIN UNTUK MENFITNAH. MENCEMOH. MENGHINA BAHKAN MEMBUNUH, DAN MEMBINASAKAN ORANG2 YANG TAK BERDOSA LAINNYA…

BEGITULAH PEMAHAMAN SHALAT YANG AYAT DAN DALILNYA ADALAH MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR ITU DIPERKOSA OLEH PARA BADUT – BADUT YANG MERASA SHALAT 5 WAKTUNYA ADALAH TIKET EXCUTIV UNTUK MASUK SURGA, PADAHAL PERBUATAN DIA SANGAT TIDAK SESUAI ( BERTENTANGAN ) DENGAN KEMAUAN ALLAH YANG TERCANTUM DI ALQURAN BAHWA YANG DISEBUT SHALAT ITU ADALAH MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR.

029:045 “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih utama. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

049:011 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri”
[1410] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman
[1411] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

049:012 “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”

YANG SAYA HERANKAN…. KENAPA TOKOH TOKOH AGAMA TIDAK PERNAH BERUSAHA UNTUK MENCARI DEVINISI SHALAT YANG SEBENARNYA MELALUI PEDOMAN HIDUP ( AL-QURAN ) YANG TELAH ALLAH WAHYUKAN KEPADA PARA NABI. MENGAPA SHALAT 5 WAKTU YANG JELAS-JELAS MASIH MENGGUNJING, BERPRASANGKA BURUK, DAN BAHKAN MEMBUNUH SECARA KEJI DAN BIADAB ITU MASIH DIANGGAB SHALAT YANG KATANYA DILAKSANAKAN OLEH PARA NABI ITU.
BUKANKAH MASIH ADA PENGERTIAN DAN MAKSUD YANG LAIN TENTANG SHALAT ITU. DISAMPING HANYA SEKEDAR TUNGKAT-TUNGKIT. JENGKANG-JENGKING TETAPI TERNYATA MASIH KEJI DAN MUNGKAR ITU ??

JANGAN- JANGAN PARA NABI DALAM MENGAJARKAN SHALAT ITU TIDAK SEPERTI PENGAJARAN NENEK MOYANG KITA YANG TIDAK DAPAT PETUNJUK DAN TERSERET KE NERAKA OLEH IBLIS SYAITAN YANG TERKUTUK ITU…??!
ATAU BARANG KALI SEMUA INI TERJADI OLEH AKIBAT UMAT YANG MINIM PENGETAHUAN DAN HANYA MENGIKUTI KATANYA PARA PENDAHULU TANPA MENGETAHUI SUMBER YANG ASLINYA…??!
He he he . . . Edan Tenan. Piye Lurr…!!!

017:036 “Janganlah sekali-kali kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hatimu, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”

ATAU BARANG KALI TIDAK HANYA MENGIKUTI KATANYA SAJA. YANG MENJADIKAN KEBANYAKAN DARI KITA TERSESAT DAN TULI TERHADAP PENGERTIAN SHALAT YANG SEBENARNYA, JANGAN – JANGAN BANYAKNYA BUKU IMPORT DAN OKNUM YANG MEMUTAR-MUTAR LIDAHNYA ITU, JUGA MENJADI ANDIL KESALAH PAHAMAN SAUDARA-SAUDARI KITA SECARA TURUN TEMURUN SAMPAI KINI HINGGA YANG AKAN DATANG …? Waduh… payah tur parah kie…

TENTU AKAL DAN LOGIKA YANG BERDASARKAN AL-QUR’AN LAH YANG DAPAT MENYELAMATKAN UMAT ISLAM YANG SA’AT INI SEDANG DIRUDUNG PERSOALAN BESAR DI TENGAH MASYARAKAT YANG KEBANYAKAN MELAKSANAKAN SHALAT 5 WAKTU NAMUN TIDAK DAPAT MENCEGAH KEJI DAN MUNGKAR ITU. CUMA YANG JADI MASALAH… MEREKA MALU DAN GENGSI TIDAK UNTUK MEMBUKAN AL-QUR’AN DAN MEMPELAJARINYA DARI AWAL LAGI…? AL-QUR’AN DAN AKAL YANG DIBERI RAHMATLAH YANG MAMPU MENYELAMATKAN ANAK CUCU ADAM YANG TELAH LAMA TERSESAT DARI KATANYA DAN MEMBACA BUKU-BUKU YANG DIKARANG OLEH MANUSIA MANUSIA YANG TIDAK BERPEMBUTIAN DAN YANG TIDAK PULA MENDAPAT PETUNJUK ( HIDAYAH ) LANTARAN TIDAK PERNAH LAKU KETUHANAN SENDIRI… TAUNYA KULAK JARE ADOL NDEAN TERUS DI BUKUKAN LALU DI SYI’ARKAN… WELEH-WELEH… JAN UEEEEDAN TENAN.

MAKSUD DAN TUJUAN ALLAH MENJADIKAN DAN MENURUNKAN AL-QUR’AN DENGAN BERBAHASA ARAB. ITU HANYA DAPAT DIBUKTIKAN OLEH SESEORANG, KETIKA ORANG ITU MENGALAMI DISTORSI TERHADAP SEBUAH ISTILAH YANG BERTENTANGAN DENGAN NALURI KEBANYAKAN ORANG PADA SAAT TERTENTU DAN DI TEMPAT-TEMPAT TERTENTU… KARENA ITU ALLAH MENYERUKAN AGAR AL-QUR’AN YANG BERBAHASA ARAB ITU. TIDAK HANYA SEKEDAR DIBACA SAJA, NAMUN LEBIH TAJAM LAGI HENDAKNYA DAPAT DIPAHAMI DAN DAPAT DILAKSANAKAN HUKUM-HUKUMNYA ..

PERSOALAN PEMAHAMAN INILAH YANG DAPAT MENYEBABKAN PERBEDAAN SUDUT PANDANG DI KALANGAN AKAR RUMPUT YANG MEMBUAHKAN PERSELISIHAN ANTAR KELOMPOK TURUN TEMURUN HINGGA SEKARANG INI. PERBEDAAN ANTARA SHALAT DAN SEMBAHYANG SAJA SAMPAI SAAT INI MEMPUNYAI TINGKAT KEBUNTUAN YANG SULIT UNTUK DIMENGERTI. ADA YANG MENGATAKAN SHALAT DAN SEMBAHYANG ITU SAMA, ADA YANG MENGATAKAN SHALAT ITU BAHASA ARAB ( KHUSUS UNTUK ORANG ISLAM ), SEDANGKAN SEMBAHYANG ADALAH SHALATNYA ORANG DILUAR ISLAM, BAHKAN ADALAGI YANG MENGATAKAN BAHWA SHALAT ITU ADALAH SEMUA PERBUATAN BAIK.

BAGI UMAT ISLAM SEMBAHYANG ITU WAJIB HUKUMNYA AGAR MANUSIA TETAP INGAT UNTUK TIDAK MELAKUKAN PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR, AGAR TETAP INGAT UNTUK TIDAK PELIT, AGAR TETAP INGAT UNTUK TIDAK MENGGUNJING, AGAR TETAP INGAT UNTUK SELALU BERBUAT BAIK DAN BERMANFAAT BAGI MANUSIA. SEMBAHYANG BAGI UMAT ISLAM MERUPAKAN REMAINING SISTEM YANG SELALU BERBUNYI DALAM SEHARI 5 KALI,

SEMBAHYANG ADALAH SHALAT YANG DIATUR WAKTUNYA
SEMBAHYANG ADALAH ALAT MENUJU SHALAT
SEMBAHYANG ADALAH CARA MENGINGAT ALLAH DI WAKTU WAKTU TERTENTU, DI TEMPAT TEMPAT TERTENTU, DAN MEMPUNYAI SYARAT SYARAT TERTENTU,

TAPI SHALAT ADALAH MELAKSANKAN PERINTAH YANG DISUKAI DAN DIRIDHAI ALLAH DISETIAP SAAT TANPA MENGENAL WAKTU DAN TEMPAT ( TERMASUK MELAKSANAKAN SEMBAHYANG ITU SENDIRI ), MAKA SEMBAHYANG PUN BISA DIARTIKAN SEBAGAI SHALAT JIKA DI JALANKAN DENGAN KHUSU’ KARENA SEMBAHYANG SEBAGIAN KECIL DARI PADA SHALAT, AKAN TETAPI SHALAT BELUM TENTU SEMBAHYANG…BISA BERSEDEKAH, BISA BERBUAT BAIK, BISA SILATURAHIM, BISA MENCARI NAFKAH, BISA BERDZIKIR, BISA BERSAMADI ATAU BERMEDITA DAN LAIN SEBAGAINYA.

WAHAI SAHABAT DAN SAUDARA-SAUDARI KUSUSNYA ANAK-ANAK DIDIKKU…MARI KITA PAHAMI SHALAT KITA….DAN MARI KITA PAHAMI SEMBAHYANG KITA….JANGANLAH SEMBAHYANG KITA DIANGGAB OLEH ALLAH SEBAGAI SIULAN DAN TEPUK TANGAN BELAKA. YANG MENYEBABKAN AZAB BESERTA KITA…. YAITU SEMBAHYANG YANG TIDAK TAHU APA APA….SEMBAHYANG YANG HANYA IKUT-IKUTAN KATANYA…

MASIH BANYAK ORANG SEMBAHYANG YANG MELAMUN KEMANA -MANA….MEREKA MENGATAKAN MENGHADAP ALLAH YANG SELALU DIUCAPKAN DALAM DOA IFTITAH, YAITU : IINI WAJJAHTU WAJHIYA LILLADHI FATOROS SAMAWATI WAL ARDHO ) SESUNGGUHNYA KU HADAPKAN WAJAHKU KEPADA TUHAN PENCIPTA LANGIT DAN BUMI…TAPI KENYATAANNYA DI HATI KITA MASIH MENGHADAP SESUATU YANG BUKAN ALLAH, PADAHAL MEREKA MENGUCAPKAN HUSOLLI SEBELUM TAKBIR… YAITU HUSOLLI FARDHOL MAGHRIBI SALASA ROKAATIM MUSTAKBILAL KIBLATI….HUSALLI YANG DIUCAPKAN ADALAH MUSTAKBILAL KIBLATI TETAPI DISAAT YANG SAMA KITA SEDANG MENGHADAP KA’BAH….KENAPA TIDAK DIGANTI DENGAN MUSTAKBILAL KA’BAITI…

AWALNYA SAYAPUN INGIN MENDAPAT PENJELASAN YANG SEBENAR BENARNYA MELALUI AL-QUR’AN, APA BEDANYA KIBLAT DENGAN KA’BAH…..? LALU APA PULA BEDANYA ALLAH, KIBLAT DAN KA’BAH…? PADAHAL YANG KITA UCAPKAN DI DOA IFTITAH ADALAH ALLAH… YANG KITA UCAPKAN DI AYAT INI, BAHWA KITA MENGHADAPKAN DIRI KITA KEPADA TUHAN PENCIPTA LANGIT DAN BUMI DENGAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN NYA…. TAPI NIAT UCAPAN KITA DI AWAL SEBELUM TAKBIR MENGATAKAN MENGHADAPKAN DIRI KITA KE KIBLAT….SEMENTARA KENYATAAN ASLINYA KITA MENGHADAP KE BARAT ATAU KE ARAH KA’BAH…. SEMENTARA LAGI ALLAH BERFIRMAN BAHWA APA YANG KAMU SEMBAH SELAIN ALLAH ITU ADALAH BERHALA DAN MEMBUAT KAMU DUSTA…

LALU PERTANYAANNYA ADALAH : APA BEDANYA ALLAH DENGAN KIBLAT… APA BEDANYA KIBLAT DENGAN KA’BAH…DAN APA BEDANYA ALLAH, KIBLAT, KA’BAH DAN BERHALA….?
INILAH YANG MENJADI PERTANYAAN SAYA SELAMA LAKU SPIRITUAL…?
DAN ALHAMDULILLAH SAYA BERHASIL MENDAPAT JAWABAN DARI WAHYU PANCA GA’IB (KUNCI), BAHWA SEMBAHYANG ITU HARUS BERDASARKAN WAHYU….BUKAN BERDASARKAN KITAB KITAB SELAIN WAHYU…

TERNYATA SEMBAHYANG ITU HARUS DIBIMBING WAHYU….OLEH KARENA ITU SAYA SELALU BERUSAHA BERSAMA KUNCI DI SETIAP SEMBAHYANG SAYA. AGAR SELALU BENAR-BENAR NYAMBUNG DENGAN ALLAH DAN MENGURANGI BAYANG BAYANG KESYIRIKAN AGAR SUPAYA DAPAT MERASAKAN KHUSYU’ NYA TAKHIATAL MASJID….SUBUH…DHUHUR…ASHAR…MAGRIB DAN ISYA’ TANPA MEMPERSEKUTUKAN ALLAH….LHA ILA HA ILLALLAH…..
ASSHADU ALLA ILA HAILLALLAH, WA ASSHADU ANNA MUHAMMADAR ROSULULLAH… JIKA TIDAK. SAYA HANYA AKAN SHALAT SAJA. TIDAK AKAN SEMBAHYANG. MAKA… JANGAN HERAN JIKA BERSAMA DENGAN SAYA. MELIHAT SAYA TIDAK SEMBAHYANG. KARENA SAYA HANYA MAU SEMBAHYANG KETIKA BERSAMA KUNCI. JIKA TIDAK, SAYA MERASA RUGI DALAM SEMBAHYANG. UNTUK APA SAYA JENGANG JENGKING SEMBAYANG, JIKA TIDAK BISA NYAMBUNG DENGAN TUHAN…. BAGI SAYA, SEMBAHYANG. HUKUMNYA HARUS DAN WAJIB NYAMBUNG/BERTEMU DENGAN TUHAN.

SAHABAT DAN SAUDARA-SAUDARI SEKALIAN. KUSUSNYA ANAK-ANAK DIDIK SAYA…. APAPUN YANG SAYA TULIS/WEDARKAN INI. MASIH BERUPA KONSEP…. JADI. JANGAN LANGSUNG DI CERNA. IBARATNYA MAKANAN, JANGAN LANGSUNG DI MAKAN/DI EMPLOK… HARAN DAN MOHON DIKOREKSI DAN DI RENUNGKAN SEBAIK MUNGKIN. AGAR TAMBAH MENJADI YANG TERBAIK BUAT KITA SEMUANYA… AMIIN

SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SELAMAT BERKAH SELALU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

2 thoughts on “PERBEDAAN ANTARA SHALAT DAN SEMBAHYANG:

  1. wawan isworo berkata:

    terima kasih wejangan nya Bpk, wong edan bagu , hal ini sama dengan laku spiritual saya .

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s