Artikel Terakhir Wong Edan Bagu:


Artikel Terakhir Wong Edan Bagu:
Oleh: Wong Edan Bagu.

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Dalam…
Perjalanan Kadhangan Jateng Jatim Dan Pulau Dewata Bali.

Pukul. 02:05. Hari Senin. Tanggal 10. Juni 2019.

Para Kadhang Kinasihku…
Masih ingat tidak…?!
Ketika dulu saya mengatakan, pada saatnya nanti, saya akan berhenti dan meninggalkan dunia Maya ini…!!!

Nah… Ini sudah tiba saatnya;
Berhubung Semua Dan Segalanya sudah saya berikan secara langsung dan saya kabarkan secara tidak langsung melalui artikel dan vidio-vidio saya di internet, dengan jujur dan apa adanya Tanpa Tedeng Aling-aling.

Bahkan keburukan masa lalu saya hingga berTaubatan di masa kini saya, yaitu;
Tentang manusiawi saya…
Tentang spiritual saya…
Tentang ilmu pengertian saya…
Tentang ilmu pemahaman saya…
Tentang ilmu pengetahuan saya…
Khususnya…
Tentang Wahyu Panca Ghaib Dan Wahyu Panca Laku Pless thethek bengexnya juga sudah saya tunjukan dan saya sampaikan serta saya kabarkan dengan jujur dan apa adanya Tanpa Tedeng Aling-aling pula.

Kesimpulan dan keputusan serta penentu-nya;
Ada pada rasa dan perasaan diri panjenengan sendiri dan kesadaran kedirian panjenengan sendiri.

Arti Dan Maksud-nya…

Percaya, itu HAM Panjenengan.
Tidak percaya, itu juga HAM Panjenengan.
Suka, itu HAM Panjenengan.
Tidak suka, itu juga HAM Panjenengan
Berterima kasih, itu HAM Panjenengan.
Tidak berterima kasih, itu juga HAM Panjenengan.
Berpaling, itu HAM Panjenengan.
Mengenang, itu juga HAM Panjenengan.
Melupakan, itu HAM Panjenengan.
Mengukai, itu juga HAM Panjenengan.
Tidak mengakui, itu pun juga HAM Panjenengan.

Mau memuji saya, atau mencela saya, atau mengecam saya, atau menghina saya, atau menguja saya, atau mengagumi saya, atau membenci saya, atau apapun itu terkait saya di kacamata kesadaran manusia Panjenengan, itu semuanya adalah HAM Panjenengan.

Dan itu bukan suatu masalah bagi saya, yang “terpenting” untuk saya adalah; saya sudah mengabarkan atau menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya, atau kesejatian yang sebenarnya, “se-asli-nya” tanpa saya kurangi dan tanpa saya tambahi, hingga selesai sekarang ini.

Berhubung saya rasa sudah cukup, dan Romo juga sudah mengijinkan saya untuk ber-Istirahat/berhenti.

Maka saya Wong Edan Bagu, dengan cinta kasih sayang, mohon diri untuk “MENINGGAL” kan Dunia Internet ini, khususnya Facebook.

Selanjutnya…
Silahkan di pikir sendiri dengan sadar dan di renungi sendiri dengan kesadaran, kemurnian atau kesucian hidup panjenengan, akan memberi kesaksian bukti riyil, akan kebenaran sejati pada manusiawi panjenengan sendiri.

Tinggal Satu Lagi yang belum saya sampaikan pada panjenengan semuanya, dan itu harus saya berikan dan saya bimbingkan secara langsung.
Yaitu;
Tentang Baitullah.
Atau…
Rumah/Tempat Tuhan.
Didalam Ke-Diri-an manusia Hidup, yang memiliki tiga lapis Pintu Ghaib.

Pintu Ghaib Pertama;
Baitul Makmur.
Pintu Ghaib Kedua;
Baitul Mukarram.
Pintu Ghaib Ketiga;
Baitul Muqaddas/Maqdis

Dan di setiap Pintu nya, memiliki beberapa lapisan atau partikel atau dimensi, yang jika di ketahui oleh siapapun, akan menjadikan seseorang itu, bisa manunggal atau menyatu dengan Dzat-nya dengan “SEMPURNA”

Untuk hal ini…
Berjuang dan berkorban lah untuk bisa bertemu saya secara langsung, sebab karena, hal ini hanya bisa saya berikan bimbinganya secara langsung.

Andai waktu memisahkan kita, sehingga kita tidak mungkin bisa bertatap wajah secara manusiawi.

Semoga ada seorang Putro Romo alias Kadhang yang sudah berhasil sampai disini, bersedia mau dengan rela membagikan keberhasilan nya itu, seperti yang sudah saya lakukan ini, secara umum “maksudnya” tanpa pilih-pilih orang atau pandang bulu, tanpa Tedeng Aling-aling dan ego, arogan serta pamrih dalam bentuk apapun.

Jikalau sampai tidak ada…
Jangan kecewa apa lagi putus asa, karena saya sudah berhasil mengajarkannya pada satu orang kadhang di Brebes Jawa Tengah.

Maka Berjuang dan Berkorban lah untuk bisa bertemu secara langsung dengan seorang kadhang itu di Brebes Jawa Tengah, dia pasti akan memberikannya dengan rela seperti yang saya amanah kan.

Khusus untuk Panjenengan Para Kadhang yang Pernah saya berikan. Yaitu;
“Sabda Sateriya Sejati” Dan “Sabda Sejatine Sateriya” Itu tidak bisa di gunakan atau tidak akan berfungsi, jika tanpa mengerti, tanpa memahami, tanpa mengetahui Papan Enggon Dununge Dzat atau Kungguhe Dzat atau Tempat/Rumah-Nya Dzat, yang ada didalam Ke-Diri-an kita sendiri sebagai manusia Hidup, yang memiliki tiga lapis Pintu Ghaib yang saya maksud diatas, yang sudah saya kabarkan melalui beberapa artikel dan Vidio saya di internet.

Dengan semua yang sudah saya jelaskan diatas, Sekali lagi, saya Wong Edan Bagu, dengan seluruh kerendahan hati saya yang sadar, mengucapkan banyak-banyak terima kasih yang tiada terhingga dan mohon maafkan.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Kontho dan Kanthi Anom saya, yang senantiasa di Restui Hyang Dzat Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
Twitter: @EdanBagu
Blogg:
http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: https://putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
Wong Edan Bagu-YouTube.com

Tafsir Surat Al Ma’arij Ayat ke 29 – 31 Yang Kontroversial:


Tafsir Surat Al Ma’arij Ayat ke 29 – 31 Yang Kontroversial:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 01:06. Hari Kamis. Tanggal 6 Juni 2019.

Di antara stigma negatif yang dialamatkan oleh Barat, terhadap ajaran Islam adalah;
Bahwa Islam tidak menghargai kedudukan wanita, memasung kebebasannya, tidak adil dan menjadikannya sebagai manusia kelas dua yang terkungkung dalam penguasaan kaum laki-laki, serta hidup dalam kehina’an.

Wanita Islam pun dicitrakan sebagai wanita terbelakang dan tersisihkan dari dinamika kehidupan, tanpa peran nyata di masyarakat, oleh karena itu, mereka menganggap, bahwa Islam adalah hambatan utama bagi perjuangan kesetara’an gender.

Anehnya, sebagian kaum yang mengaku muslimin, yang telah kehilangan jati dirinya, malah terpengaruh dengan pandangan-pandangan itu.

Terlebih lagi setelah mereka membaca;
Surat Al-Ma’arij ayat ke 29, dimana Allah ta’ala berfirman;
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.”

Pada Al-qura’an ayat ke 29 hingga 31 surat Al Ma’arij, Allah ta’ala menceritakan tentang salah satu sifat atau karakteristik seorang Muslim yang memiliki rasa takut kepada Dzat-Nya.

Sifat tersebut adalah berupaya untuk menahan diri dari perbuatan keji yang diharamkan-Nya, dengan cara memelihara kemaluannya atau syahwatnya.

Adapun perbuatan keji yang dimaksud adalah berzina dan semisalnya.

Inti sebenarnya dari ayat ini, adalah mengenai orang-orang yang menjaga kemaluan mereka, hal ini berlaku pada semua bentuk tentang menjaga kemaluan/kelamin.

Adapun pada dua ayat berikutnya, yakni ayat ke 30 serta ke 31 Allah ta’ala berfirman;
“Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela”

“Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas”

Ayat ini sesungguhnya sudah tidak berlaku, karena sudah di hapus sendiri oleh Allah ta’ala, dan di ganti dengan ayat yang lainnya, salah satunya yaitu Surat An Nisa [4]: 19)

Tentang bagaimana seharusnya memperlakukan kaum wanita dalam ayat Allah berfirman;
“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu, mempusakai wanita dengan jalan paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka, karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata, dan bergaul lah dengan mereka secara patut, kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”
(QS. An Nisa [4]: 19)

Terkait dengan ayat ke 30 pada surat di ini, dalam surat yang lain dijelaskan, bahwa pengertian istri-istri di sini dibatasi empat, itupun jika mampu, maksudnya, bisa berbuat adil.

Sehingga jika lebih dari empat, maka hal tersebut termasuk ke dalam bentuk melampaui batas, apa lagi jika sampai ada istilah tidak bisa adil pada ke’empat istri.

Seperti yang di jelaskan pada surat An-Nisa ayat ke 3, Allah ta’ala berfirman;
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim, bilamana kamu mengawininya, maka kawinilah wanita-wanita lain, yang kamu senangi: 2-3 atau 4″

Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki”.”Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”

Sehingga barang siapa yang menyalurkan hasrat biologisnya kepada hal-hal yang telah disebutkan dalam ayat di atas yaitu; istri-istri atau budak-budak, maka tidak ada cela’an baginya.

Sedangkan bagi mereka-mereka yang menyalurkan hasrat biologisnya, selain kepada hal-hal yang telah disebutkan tersebut, maka dia termasuk ke dalam orang-orang yang melampaui batas.

Pada masa sekarang, terlebih lagi di negara ini, khususnya di indonesia sendiri, fitnah yang berkaitan atau berhubungan dengan ayat di atas sudah sangat begitu besar.

Bahkan dapat pula dikatakan gelombang fitnah ini, lebih dahsyat dan lebih berbahaya, dibandingkan dengan gelombang tsunami yang menyerang suatu negeri.

Hal ini dikarenakan korban dari gelombang fitnah ini, tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya telah menjadi korban, mereka diperangi, akan tetapi mereka tidak merasa diperangi.

Tentunya gelombang yang demikian ini, lebih dahsyat dibandingkan dengan gelombang tsunami sendiri.

Di mana korban dari gelombang tsunami tersebut, benar-benar merasa sadar, bahwa dirinya telah menjadi korban.

Alih-alih membantah, mereka malah menjadi bagian dari penyebar fitnah pemikiran menyimpang itu, bahkan sebagai pelakunya.

Bahkan ada yang sampai memperjual belikan wanita, bak hewan, untuk sebuah peternakan besar, demi untuk memperoleh masa banyak di dalam golongannya.

Yang maksud tujuannya, menurut pengamatan pribadi saya, dibawah kampanye emansipasi wanita dan kesetara’an gender, mereka ingin agar kaum muslimah melepaskan nilai-nilai harga diri mereka yang selama ini dijaga oleh Islam.

Namun yang membuat saya tidak pikir, kok wanita nya ya mau,ya nurut-nurut saja, di perlakukan seperti itu, oleh suaminya atau oknum-oknum terkait hal seperti itu, padahal mengetahui, kalau perannya hanya di jadikan seperti mesin produksi anak sebanyak-banyaknya, untuk melakukan teror bom bunuh diri.

Sebelum datang Islam, seluruh umat manusia memandang hina kaum wanita, jangankan memuliakannya, menganggapnya sebagai manusia saja tidak.

Orang-orang Yunani;
Menganggap wanita sebagai sarana kesenangan saja.

Orang-orang Romawi;
Memberikan hak atas seorang ayah atau suami, untuk menjual anak perempuan atau istrinya.

Orang-orang Arab;
Memberikan hak atas seorang anak untuk mewarisi istri ayahnya.

Mereka tidak mendapat hak waris dan tidak berhak memiliki harta benda.

Hal itu juga terjadi di Persia, Hidia dan negeri-negeri lainnya. (Lihat al Mar’ah, Qabla wa Ba’da al Islam, Maktabah Syamilah, Huquq al Mar’ah fi al Islam: 9-14)

Orang-orang Arab ketika itu pun, biasa mengubur anak-anak perempuan mereka hidup-hidup, tanpa dosa dan kesalahan, hanya karena ia lahir sebagai seorang wanita.

Allah berfirman tentang hal itu;
“Dan apabila seseorang dari mereka, diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitamlah, merah padamlah mukanya, dan dia sangat marah, ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya, apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah hidup-hidup, ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”
(QS. An-Nahl [16]: 58)

Muhammad al Thâhir bin Asyur mengatakan;
“Mereka mengubur anak-anak perempuan mereka, sebagian mereka langsung menguburnya setelah hari kelahirannya, sebagian mereka menguburnya setelah ia mampu berjalan dan berbicara, yaitu ketika anak-anak perempuan mereka sudah tidak bisa lagi disembunyikan, ini adalah diantara perbuatan terburuk orang-orang jahiliyyah, mereka terbiasa dengan perbuatan ini dan menganggap hal ini sebagai hak seorang ayah, maka seluruh masyarakat tidak ada yang mengingkarinya”
(Al-Tahrir wa al Tanwir; 14/185)

Kemudian Nur Islam, maksudnya Cahaya Selamat pun terbit, menerangi kegelapan itu, dengan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, memerangi segala bentuk kezaliman dan menjamin setiap hak manusia tanpa terkecuali.

Perhatikan Allah berfirman tentang bagaimana seharusnya memperlakukan kaum wanita dalam ayat berikut;
“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu, mempusakai wanita dengan jalan paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka, karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata, dan bergaul lah dengan mereka secara patut, kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”
(QS. An Nisa [4]: 19)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sering mengingatkan dengan sabda-sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita.
Di antara sabdanya sebagai berikut;
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

“Sebaik-baik kalian, adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)

Dr. Abdul Qadir Syaibah berkata; “Begitulah kemudian dalam undang-undang Islam, wanita dihormati, tidak boleh diwariskan, tidak halal ditahan dengan paksa, kaum laki-laki diperintah untuk berbuat baik kepada mereka, para suami dituntut untuk memperlakukan mereka dengan makruf serta sabar dengan akhlak mereka”
(Huquq al Mar’ah fi al Islam: 10-11)

Wanita adalah Makhluk Luar Biasa Karunia Allah Bagi Kaum Adam, Bukan Musibah, bukan pula Budak, juga bukan alat reproduksi bayi untuk mendapatkan masa atau pengikut yang banyak, agar mudah mencapai suatu misi dan visi.

Setelah sebelumnya orang-orang jahiliyah memandang wanita sebagai musibah dan budak, Islam memandang bahwa wanita adalah makhluk karunia Allah yang terindah dan berharga bagi kaum lelaki.

Karena…
Bersamanya kaum laki-laki akan mendapat ketenangan, lahir maupun batinnya.

Darinya akan muncul energi positif yang sangat bermanfaat berupa rasa cinta, kasih dan sayang serta motivasi hidup.

Laki-laki dan wanita menjadi satu entitas dalam bingkai rumah tangga, kedunya saling membantu dalam mewujudkan kehidupan yang nyaman dan aman penuh kebahagian, mendidik dan membimbing generasi manusia yang akan datang.

Allah berfirman;
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepada-Nya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa cinta kasih dan sayang, sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”
(QS. Al Rûm [30]: 21)

“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah”
(QS. An Nahl [16]:72)

“Mereka (istri-istri) adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka”
(QS. Al Baqarah [2]: 187)

Sebagaimana laki-laki, hak-hak wanita juga terjamin dalam Islam.

Pada dasarnya, segala yang menjadi hak laki-laki, ia pun menjadi hak wanita, seperti;
Agamanya, hartanya, kehormatannya, akalnya dan jiwanya pun terjamin dan dilindungi oleh syariat Islam sebagaimana kaum laki-laki.

Diantara contoh yang terdapat dalam al Qur`an adalah;
Wanita memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam beribadah dan mendapat pahala.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun”
(QS. An-Nisa [4]: 124)

Wanita juga memiliki hak untuk dilibatkan dalam bermusyawarah dalam soal penyusuan;
“Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya”
(QS. Al Baqarah [2]: 233)

Juga wanita berhak mengadukan permasalahannya kepada hakim;
“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita, yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah, dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”
(QS. Al-Mujadilah [58]: 1)

Dan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diriwayatkan beberapa kasus pengaduan wanita kepadanya;

Wanita adalah partner terbaik kaum laki-laki, dalam peran beramar makruf nahi munkar dan ibadat yang lainnya;
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”
(QS. Al Taubah [9]: 71)

Allah juga berfirman tentang hak wanita;
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf, akan tetapi laki-laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya, dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. Al Baqarah [2]: 228)

Ayat ini adalah deklarasi dan sanjungan atas hak-hak wanita, selain menjamin hak-hak wanita, Islam pun menjaga kaum wanita dari segala hal yang dapat menodai kehormatannya, menjatuhkan wibawa dan merendahkan martabatnya.

Sebagaimana mutiara yang mahal harganya, Islam menempatkannya sebagai makhluk yang mulia yang harus dijaga dan di lindungi, atas dasar inilah kemudian sejumlah aturan ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, agar berikutnya, kaum wanita dapat menjalankan peran strategisnya sebagai pendidik umat generasi mendatang.

Agama Islam sangat memperhatikan kebaikan urusan wanita, bagaimana tidak, karena wanita adalah setengah dari jenis manusia kelaki, pendidik pertama dalam pendidikan jiwa, sebelum yang lainnya, pendidikan yang berorientasi pada akal, agar ia tidak terpengaruh dengan segala pengaruh buruk, dan juga hati agar ia tidak dimasuki pengaruh setan.

Islam adalah agama syariat dan aturan keselamatan, oleh karena itu ia datang untuk memperbaiki kondisi kaum wanita, mengangkat derajatnya, agar umat Islam (dengan perannya) memiliki kesiapan untuk mencapai kemajuan dan memimpin dunia.

Jadi, sungguh aneh dan tidak masuk akal, jikalau ada segolongan yang mengatas namakan Islam, lalu memperjual belikan wanita, memperbudak wanita, dan memperlakukan wanita sebagai reproduksi bayi-bayi dalam jumlah banyak, agar jumlah golongan nya menjadi banyak, supaya mudah mewujudkan misi dan visi nya yang juga mengatas namakan Islam dan Allah, sungguh itu manusia-manusia yang tidak berpikir.

Sedangkan khusus untuk kaum wanita nya itu sendiri, Allah menciptakan aturan secara khusus pula, di antara aturan yang khusus bagi wanita itu sendiri. Adalah; aturan dalam berpakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, aturan ini berbeda dengan kaum laki-laki.

Allah memerintahkan demikian agar mereka dapat selamat dari mata-mata khianat kaum laki-laki dan tidak menjadi fitnah bagi diri wanita itu sendiri;
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(QS. Al Ahzab [33]: 59)

Wanita pun diperintah oleh Allah untuk menjaga kehormatan mereka di hadapan laki-laki yang bukan suaminya, dengan cara tidak bercampur baur dengan mereka, lebih banyak tinggal di rumah, menjaga pandangan, tidak memakai wangi-wangian saat keluar rumah, tidak merendahkan suara dan lain-lain.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”
(QS. Al Ahzab [33]: 33)

Semua syariat ini ditetapkan oleh Allah dalam rangka menjaga dan memuliakan kaum wanita, sekaligus menjamin tatanan kehidupan yang baik dan bersih dari prilaku menyimpang yang muncul akibat hancurnya sekat-sekat pergaulan antara kaum laki-laki dan wanita.

Merebaknya perzinahan dan terjadinya pelecehan seksual adalah diantara fenomena yang diakibatkan karena kaum wanita tidak menjaga aturan Allah diatas dan kaum laki-laki sebagai pemimpin dan penanggungjawab mereka, lalai dalam menerapkan hukum-hukum Allah atas kaum wanita.

Dengan semua yang sudah saya jelaskan tadi tanpa Tedeng Aling-aling, apakah Anda kaum laki-laki sebagai pemimpin dan penanggungjawab kaum wanita apapun labelnya;
Masih akan tetap memperjual belikan kaum wanita…?!
Atau…
Memperbudak wanita…?!
Wanita menjadikan wanita sebagai alat reproduksi agar jumlah golongan mu menjadi banyak…?!

Dan untukmu kaum wanita nya, apakah Anda sebagai kaum wanita yang mendapatkan jaminan kehormatan dari Allah, tetap akan menghinakan diri dengan cara tidak mau menuruti yang Allah perintahkan kepadamu…?!

Mari sama-sama kita berpikir dengan iman, jangan cuma dengan kecerdasan, sebab karena, cerdas tanpa iman, itu tidak berakal, karena tidak berakal, mudah jadi pengkhianat yang menyesatkan, kalau yang sesat cuma dirinya sendiri sih, tidak apa-apa, asal jangan mengajak orang banyak untuk ikut sesat juga.

He he he . . . Edan Tenan.
Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Kontho dan Kanthi Anom saya, yang senantiasa di Restui Hyang Dzat Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
Twitter: @EdanBagu
Blogg:
http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: https://putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
Wong Edan Bagu-YouTube.com

Masalah Duniawi:


Masalah Duniawi:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 14:02. Hari Rabu. Tanggal 29 Mei 2019.

Yang menjadikan kita sulit dan berat dalam sesuatu…
Yang membuat kita tidak bisa sehat, tidak bisa berhasil atau sukses, tidak bisa bahagia, tidak bisa kaya, tidak bisa itu dan ini serta lain-lainnya itu.

Bukan kebodohan kita atau ketidak tahuan kita, atau ketidak kuasa’an kita, atau ketidak mampuan kita dllnya kita, sebab karena kita di desain bukan untuk seperti itu.

Yang menjadikan kita sulit dan berat dalam sesuatu…
Yang membuat kita tidak bisa sehat, tidak bisa berhasil atau sukses, tidak bisa bahagia, tidak bisa kaya, tidak bisa itu dan ini serta lain-lainnya itu.

Adalah…
Rasa malas kita untuk ber-Ibadah dan perasa’an tidak sabar kita di dalam ber-Iman.

Alias…
Rasa malas untuk meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dan Perasa’an tidak sabar ketika Wahyu Panca Laku.

Jadi…
Jangan salahkan siapapun dan apapun jika sampai mengalami keterpurukan, mengalami himpitan, kekurangan, dan ketidak berkembangan di dalam kehidupan dunia ini. Seperti;
Tidak bahagia, karena kekurangan, banyak hutang, tidak sehat dan segala jenis penderitaan duniawi.

Sebab semuanya itu, bergantung pada tentang kitanya sendiri, mau apa tidak melawan rasa malas dan perasaan tidak sabar kita itu, dengan cara terus menerus beribadah dengan iman (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku) tanpa mengenal ruang dan waktu.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Kontho dan Kanthi Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
Twitter: @EdanBagu
Blogg:
http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: https://putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
Wong Edan Bagu-YouTube.com

Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari)


Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari);
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Brebes Jawa Tengah. Pukul. 21:40. Hari Senin. Tanggal 27 Mei 2019.

Di YouTube saya, ada komentar bagus, komentarnya seperti ini;

Komentar;
Membeberkan kebenaran kepada orang lain, maka kebenaran itu menjadi tidak benar, ilmu tidak membuat orang mulia, apa lagi ilmu itu di nyatakan kepada orang banyak, meskipun ilmu sejati itu benar, karena ilmu sejati adalah, kebenaran pribadi.

Dan saya jawabnya seperti ini…

Wong Edan Bagu;
Dan biyarkanlah saya menjadi bagian dari yang tidak benar itu, lanjutkan yang kau anggap benar pribadi itu, serta silahkan di nikmati sendiri, jangan kau beberkan kepada siapapun, biyarkan saya berbagi kebenaran ini kepada sesama hidup yang mau, sampai akhir hayat saya akan terus berbagi kebenaran walau hanya seayat kepada sekalipun pahit yang saya rasakan.

He he he . . . Edan Tenan.
Sebab karena, di dalam Laku Murni Menuju Suci, saya tidak sedang berkompetisi dengan siapa dan apapun, melainkan mengalahkan diri saya sendiri yang dulu, dengan Praktek langsung di TKP.

1. Selalu mengikuti hati.
2. Istirahat malam yang cukup.
3. Mengerjakan hal-hal yang penting terlebih dahulu.
4. Memulai sesuatu dari hal-hal yang kecil.
5. Dan Selalu berpikir mengenai Dzat Maha Suci Hidup.

Tujuan terakhir saya di dunia kali ini, adalah;
Mengembangkan diri saya sendiri yang sekarang ini, secara terus menerus, tanpa henti hingga ajalku datang.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian. Ada sebuah
Al-Hadits yang berbunyi kata seperti ini;
Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari)

Banyak orang salah paham dengan hadits ini, sehingga menganggap wajib dakwah walaupun ilmu yang dimilikinya hanya sebatas satu ayat saja. Padahal makna hadits ini justru terbalik seratus delapan puluh derajat.

Secara kekuatan sanad, memang hadits ini shahih dan terdapat di dalam kitab Shahih Bukhari. Sehingga tidak ada yang salah dari sisi kebenaran periwayatannya.

Hadits ini kemudian menjadi sangat populer, khususnya di kalangan penceramah, da’i, muballigh, khatib, termasuk ustadz kondang yang ‘doyan’ masuk televisi. Cuma sayangnya cara memahaminya yang justru bermasalah.

Karena di tangan mereka yang berhasrat berat untuk tampil di panggung ceramah, makna hadits ini jadi berbelok 180 derajat.

Maknanya menjadi wajib berdakwah, walaupun kita baru tahu satu ayat saja.

Sementara ilmu-ilmu agama khususnya Islam yang begitu luas dan dalam, dianggap tidak perlu dipelajari dan tidak perlu didalami.

Asalkan bisa sedikit cuap-cuap di depan mikrophone, selipkan disana-sini lawakan, ditambah yel-yel kreatif, maka dianggap sudah bisa berdakwah.

Lucunya…
Orang-orang pun juga seperti, kena sihir, langsung menganggap tokoh ustadz yang ilmunya sebatas ‘satu ayat’ ini sebagai ulama besar yang dielu-elukan, sampai-sampai rela mengorbankan dirinya menjadi perusak NKRI nya sendiri.

Karena yang mereka lihat memang bukan ilmunya yang cuma satu-satunya itu, tetapi yang dilihat adalah aksi panggung, kostum, penampilan, lawakan, atraksi sang ustadz. Dan tentunya sponsor produk yang membiayai produksi di televisi.

Adapun apa latar belakang pendidikan si ustadz ‘satu ayat’ itu, buat pengagum dan pendukungnya sama sekali sudah tidak penting lagi.

Apakah pernah belajar kitab kuning seperti tafsir, hadits, fiqih, ushul fiqih, maqashid syariah, qawaid fiqhiyah dll, juga tidak ada yang mempertanyakan, apa lagi mempermasalahkannya.

Pengertian; “Walaupun Satu Ayat”

Inti kekeliruan pemahaman ini adalah ketika menyangka walaupun cuma punya ilmu satu ayat, sudah wajib berdakwah, mengajar, bahkan berfatwa. Padahal yang benar tentu saja tidak demikian.

Yang benar bahwa yang boleh mengajar hanya sebatas mereka yang ilmunya sudah banyak, matang, mumpuni, dan mendapatkan pengakuan (ijazah) dari gurunya saja.

Kalau belum matang ilmunya kok tiba-tiba merasa diri sudah pintar, lantas sok belagu mengajar ilmu agama, bahkan berfatwa sambil menyalah-nyalahkan orang lain, nyinyir dan hoax, maka azab dan laknat yang akan terjadi. Saksikan saja apa yang terjadi di peralihan tahun 2018-2019 ini.

Kita melihat dengan jelas ada orang jahil alias nyinyir mengangkat dirinya seolah-olah ulama.

Ketika dimintai fatwa, sudah pasti fatwanya tanpa ilmu, maka kata Nabi SAW, ustadz model inilah yang menyesatkan umat.

Kepada para ulama yang memang sudah berilmu banyak itulah sabda Nabi SAW ini ditujukan, yaitu sampaikan ilmu yang sudah banyak kamu miliki, walaupun cuma seayat saja.

Ketika menyampaikan, tidak mengapa walaupun cuma satu ayat saja, karena memang tidak mungkin semua ilmu diajarkan sekaligus secara bertubi-tubi.

Belum tentu yang belajar itu paham dengan mudah, karena kesulitan dalam mencerna.

Intinya;
Tidak mudah mengajarjakan ilmu yang banyak secara sekaligus, sebab itu saya berpesan “jangan pernah merasa lulus atau tamat dalam belajar ilmu kesempurnaan”

Karena cara Menyampaikan nya, pasti seayat demi seayat.

Begitulah maksud dari Al-hadist;
Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari)

Sebagaimana Al-Quran yang di turunkan secara berangsur-angsur, seayat demi seayat, tentu bukan karena Allah itu tahunya cuma seayat-seayat saja.

Walaupun Al-Quran sudah turun semua dalam satu kali dari sisi Allah ke langit dunia, tetapi penurunan tahap kedua, Al-Quran turun dari langit dunia ke permukaan bumi, seayat demi seayat.

Tentu ada banyak hikmah di balik metode berangsur-angsur ini, setidaknya Al-Quran jadi lebih mudah untuk dipahami, dihafal dan dijalankan.

Namun dari sisi kandungan hukumnya, tentu keliru besar kalau kita mengajarkan kepada orang awam hanya sebatas satu ayat.

Kenapa…?!

Karena ternyata satu ayat dengan ayat lain saling berkait dan tidak bisa dipisahkan, dan hukum syariat itu dibangun dari sekian banyak ayat, bukan cuma satu ayat saja.

Boleh jadi ketika kita membaca suatu ayat, kita malah kebingungan, karena tidak tahu maksudnya.

Iya apa iya, hayo…?!

Ternyata penjelasannya ada di ayat yang lain, atau malah di hadits nabawi dan bukan di dalam salah satu ayat.

Atau boleh jadi ternyata ayat itu sudah tidak lagi berlaku, karena telah dihapus hukumnya oleh Allah SWT.

Seperti ayat berikut ini;
Dan para wanita yang berzina harus ada empat orang saksi diantara kamu. Kemudian apabila sudah ada saksi maka kurunglah mereka dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya. (QS. An-Nisa’ : 15)

Jadi hukuman buat wanita yang selingkuh berzina adalah dikurung atau dipenjara sampai mati.

Benarkah demikian…?!

Ternyata jawabnya sama sekali tidak…!!!

Sebab ayat ini sudah dihapus hukumnya dengan ayat yang lain, yaitu ayat kedua dari surat An-Nur.

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali. (QS. An-Nur: 2)

Maka bila seseorang baru tahu satu ayat saja, kok tiba-tiba sudah main tarik kesimpulan ponis hukum seenaknya, sudah jelas hasilnya yaitu sesat dan menyesatkan.

Fatwanya memang dari ayat Al-Quran, tetapi dengan cara pemahaman yang menyimpang dan keliru.

Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari tokoh-tokoh yang ‘ngebet’ mau jadi pendakwah, muballigh dan penceramah tetapi belum punya ilmu yang mencukupi ini. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
Twitter: @EdanBagu
Blogg:
http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: https://putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
Wong Edan Bagu-YouTube.com

Kisah Nyata Seorang Pencari keBahagia’an Dan keTenangan:


Kisah Nyata Seorang Pencari keBahagia’an Dan keTenangan;
Oleh: Wong Edan Bagu.

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…

Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 13:30. Hari Senin. Tanggal 13 Mei 2019.

Ada seorang Pencari kebahagia’an lahir dan Ketenangan bathinya, bernama Suryanto dari Kota Kudus Jateng, dia merasa sudah melakukan hampir semua kebaikan, dan merasa sudah menghindari segala keburukan, namun bukan saja tidak merasa bahagia, bathinya pun belum merasakan ketenangan.

Sebab karena itu, walaupun sudah selalu baik dan senantiasa menghindari keburukan, namun;
Yang namanya di tipu orang, di manfaatkan orang, di rugikan orang, di remehkan orang, di fitnah orang, di benci orang, di bohongi orang, di hina orang dll, selalu dialaminya, seakan bertubi-tubi datang tanpa henti-hentinya.

Suryanto ini jadi gelisah, tidak bahagia lahirnya dan tidak tenang bathinnya, karena selalu berpikir kenapa dan mengapa…!!!

Suatu ketika Suryanto berpikir, sepertinya aku harus mencari jawaban dari beberapa pertanyaanku ini, yaitu;
1. Dari mana aku berasal…?!
2. Untuk apa tujuanku di lahirkan…?!
3. Ke mana aku akan kembali..?!
4. Siapa Tuhan itu…?!
5. Di mana Tuhan itu…?!
6. Agama itu apa…?!
7. Ibadah itu apa…?!
8. Surga dan Neraka itu benarkah…?!
9. Apa yang harus aku lakukan dan harus aku perbuat, agar supaya tidak mengalami lagi;
di tipu orang, di manfaatkan orang, di rugikan orang, di remehkan orang, di fitnah orang, di benci orang, di bohongi orang, di hina orang dll…?!

Suryanto berkeyakinan, jikalau seseorang mengerti dan memahami apa yang sedang di cari jawabannya ini, bisa bahagia lahirnya dan bathinnya tenang, serta tidak akan mengalami di tipu orang, di manfaatkan orang, di rugikan orang, di remehkan orang, di fitnah orang, di benci orang, di bohongi orang, di hina orang dll lagi.

Lalu…
Di setiap kali ada waktu di sela-sela kesibukannya sebagai seorang wiraswasta kecil-kecilan, Suryanto selalu memanfaatkan waktunya untuk sowan menemui orang-orang yang di anggapnya sepuh dan mumpuni, baik itu yang di ketahuinya sendiri, ataupun kabar dari orang lain yang dia terimanya.

Dan setiap kali itu pula, di hadapan orang-orang sepuh yang dianggapnya mumpuni itu, Suryanto selalu menanyakan hal yang sama. Yaitu;
1. Dari mana aku berasal…?!
2. Untuk apa tujuanku di lahirkan…?!
3. Ke mana aku akan kembali..?!
4. Siapa Tuhan itu…?!
5. Di mana Tuhan itu…?!
6. Agama itu apa…?!
7. Ibadah itu apa…?!
8. Surga dan Neraka itu benarkah…?!
9. Apa yang harus aku lakukan dan harus aku perbuat, agar supaya tidak mengalami lagi;
di tipu orang, di manfaatkan orang, di rugikan orang, di remehkan orang, di fitnah orang, di benci orang, di bohongi orang, di hina orang dll…?!

Namun….!!! Tapi….!!!
Semakin banyak para tokoh sesepuh yang dia temui dan di tanyai perihal 9 pertanyaannya itu, semakin dia merasa bingung, karena lain sesepuh, lain pula jawabannya, beda sesepuh, beda pula jawabannya, hingga tidak 1 pun yang membuatnya puas, apa lagi merasakan bahagia dan tenang, sebab karena tambah pusing.

Kemudian…
Hanya dengan berbekal Alamat dari internet. Suryanto;
Nekad datang ke Gubug Jenggolo Manik, dengan maksud tujuan, melakukan hal yang sama seperti yang sudah-sudah, namun di dalam benaknya terpahat sebuah prinsip “Ini Untuk Yang Terakhir” kalinya saya lakukan, kalau sama seperti yang sudah-sudah, saya akan berhenti, tidak akan bertanya lagi kepada siapapun.

Setibanya di Gubug Jenggolo Manik, jam 6 Pagi, setelah istirahat, sekitar jam 11 siang, saya temui, dan sesudah salin memperkenalkan diri, termasuk menceritakan singkat kehidupannya bersama keluarga yang selalu mengalami ketidak baikan, lalu Suryanto mengutarakan tentang maksud kedatannya, kemudian Suryanto Bertanya;
Nun Sewu Yi…. Sebenarnya;
1. Dari mana aku berasal…?!
2. Untuk apa tujuanku di lahirkan…?!
3. Ke mana aku akan kembali..?!
4. Siapa Tuhan itu…?!
5. Di mana Tuhan itu…?!
6. Agama itu apa…?!
7. Ibadah itu apa…?!
8. Surga dan Neraka itu benarkah…?!
9. Apa yang harus aku lakukan dan harus aku perbuat, agar supaya tidak mengalami lagi;
di tipu orang, di manfaatkan orang, di rugikan orang, di remehkan orang, di fitnah orang, di benci orang, di bohongi orang, di hina orang dll…?!

Sambil Palungguh sembari menghela napas panjang saya Wong Edan Bagu menjawab;
Begitu banyak pertanyaanmu, namun tidak satupun yang bermutu…!!!

Suryanto;
Tidak Bermutu…?!

Wong Edan Bagu;
Ya,,, tidak bermutu…!!!
Bahkan tidak berharga.

Suryanto;
Lalu pertanyaan yang berharga dan bermutu seperti apa yang seharusnya saya tanyakan Pak WEB…?!

Wong Edan Bagu;
Pertanyaan yang seharusnya di tanyakan dan di cari jawabannya itu, cukup 1 saja, yaitu tentang; Siapa Diri-mu.

Sebab karena, jikalau kau mengenal Siapa Diri-mu sendiri, maka kau akan mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan mu itu, bahkan yang pelik atau sulit sekalipun.

Suryanto;
Oh…
Siapa Diri-ku yang sebenarnya ini Pak WEB…?!

Wong Edan Bagu;
Setiap bentuk wujud seorang manusia Hidup, adalah rupa dari Sang Maha Kuasa, namun tidak seorangpun yang tau itu, banyak mengerti ayat yang di firmankan-Nya, memahi arti dan maksudnya, namun tidak mengetahui akan hal itu.

Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri (hati)” Sebab Karena;
Allah/Tuhan itu bathinnya manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah/Tuhan “Al-Insanu Siri Wa Anna Siruhu” Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.

“Aku adalah Rahasia (Perbendaharaan) yang tersembunyi, lalu Aku berkeinginan agar dikenal, kemudian aku ciptakan alam serta makhluk, tidak lain agar mereka bisa Ma’rifat (mengenal) kepada Aku”

“…Aku tidak bisa berada di bumi ataupun di langit, tapi aku bisa berada dalam hati seorang mukmin yang benar”

“Qalbul mukmin Baitullah.”
Hati orang yang beriman itu adalah rumah ALLAH/TUHAN”

“…Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin“

Dan dia yang tidak bisa melihat dirinya sendiri, membuat orang lain, ingin melihatnya, karena orang lain itu, ingin membantu kita, untuk bisa melihat diri kita yang sebenarnya. Jadi….

Apa yang kau alami dari orang lain itu, seperti;
di tipu, di manfaatkan, di rugikan, di remehkan, di fitnah, di benci, di bohongi, di hina dll itu, adalah bentuk usaha orang lain, yang ingin membantu mu untuk bisa mengetahui diri mu sendiri yang sebenarnya, maka;
Berterima kasihlah kepada orang-orang yang;
Menipumu, memanfaatkanmu, merugikannya, meremehkanmu, mengfitnahmu, membencimu, membohongimu, menghinamu dll itu.

Begitupun juga dengan orang-orang lain itu, sebab mereka tidak mengenal siapa diri nya sendiri, merekapun mengalami hal yang sama seperti diri mu, karena orang yang tidak mengenal diri nya sendiri, tidak akan bisa mencerita kan tentang diri nya sendiri.

Suryanto;
Untuk bisa mengenal siapa diriku sendiri, lalu apa yang harus saya lakukan Pak WEB…?!

Wong Edan Bagu;
Bukan kah hal ini sudah saya kabar melalui ratusan artikel dan puluhan vidio saya di internet, masih kurangkah…?!

Kau harus kembali memiliki Wahyu Panca Ghaib, karena Wahyu Panca Ghaib, adalah isi dari bentuk wujudmu.

Suryanto;
Kembali memiliki…?!

Wong Edan Bagu;
Ya,,, kembali memiliki….

Seumur hidupmu kau telah mengabaikan Wahyu Panca Ghaib, sehingganya, keyakinan dan kepercayaan Wahyu Panca Ghaib itu, menghilang dari dirimu, sebab itu kau tidak mengenal diri mu sendiri.

Dan untuk mengembalikan keyakinan dan kepercayaan Wahyu Panca Ghaib itu, kau harus berjuang dan berkorban keras dengan cara;
Meng-Ibadah-kan atau Wahyu Panca Ghaib menggunakan sikap dan sipatnya Wahyu Panca Ghaib itu sendiri, jangan dengsn sistem akal apapun teori pikiran bagaimanapun. Selesai/Tamat.

Dengan terenyuh akhirnya Suryanto membuka buku panduan Laku Murni Menuju Suci yang saya sediakan untuk siapapun yang mau belajar mengenal diri, lalu Suryanto kembali ke Kudus tempat tinggalnya untuk memulai Laku Murni Menuju Suci dengan perasaan puas dan bahagia lahirnya serta tenang bathinnya.
Terima kasih Romo…

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
Wong Edan Bagu-YouTube.com

Manunggaling Kawula Gusti Atau Manunggaling Sedulur 4 – 5 Pancer adalah; Titik Poin Riyilnya Kesempurna’an Laku Murni Menuju Suci:


Manunggaling Kawula Gusti Atau Manunggaling Sedulur 4 – 5 Pancer adalah; Titik Poin Riyilnya Kesempurna’an Laku Murni Menuju Suci:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 11:05. Hari Jumat. Tanggal 3 Mei 2019.

Semua ilmu pengetahuan saya tentang pengertian dan pemahaman kesempurna’an hidup dan mati atau dunia dan akhirat, sudah saya kabarkan melalui artikel dan vidio di internet, Tanpa Tedeng Aling-aling.
Maksudnya;
Blak kotak tanpa ada yang saya rahasiakan atau saya tutupi, apa lagi saya sembunyikan, dan itu saya rasa sudah lebih dari cukup.

Karena semuanya sudah dan lebih dari cukup, maka pada kesempatan kali ini, untuk mempermudah mengetahui letak titik poin inti-intinya.

Saya akan merangkumnya ulang, bagian titik-titik poin intisari patinya tersebut, yang hampir selalu saya sisipkan atau saya selipkan di setiap artikel-artikel dan vidio-vidio saya di internet, atau ketika saya menguraikannya secara langsung, disaat kekadhangan.

Para Kadhang dan para sedulur Kinasihku sekalian…
Ada Lima Titik Poin Inti Sari Pati yang selalu saya sisipkan atau saya selipkan di setiap artikel dan vidio saya, dengan menggunakan berbagai macam bahasa sudut pandang universal dan Tanpa Tedeng Aling-aling atau rahasia apapun, tinggal si pembaca artikel atau penyimak vidionya, bisa mengerti, bisa paham atau tidak.

1. Titik Poin Pertama adalah;
Tentang…
Kita berasal dari Dzat Maha Suci Hidup. Kita milik Dzat Maha Suci Hidup dan Kita akan kembali kepada Dzat Maha Suci Hidup.

2. Titik Poin Kedua adalah;
Tentang…
Wahyu Panca Ghaib atau perTaubatan atau Taubat, maksudnya;
Tentang apa dan bagaimana itu Wahyu Panca Ghaib.

3. Titik Poin Ketiga Adalah;
Tentang…
Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni.

4. Titik Poin Ke’empat Adalah;
Tentang…
Wahyu Panca Laku atau Iman atau keTakwaan, maksudnya;
Tentang apa dan bagaimana itu Wahyu Panca Laku.

5. Titik Poin Kelima adalah;
Tentang…
Jaga Pikiran. Jaga Hati Dan Jaga Rasa.

Para Kadhang dan para sedulur Kinasihku sekalian…
Di akui atau tidak di akui, suka atau tidak suka, di sadari atau tidak, bukan hanya kita sebagai manusia saja, bahkan semua dan segalanya itu, berasal dari Dzat Maha Suci Hidup, milik Dzat Maha Suci Hidup dan akan kembali hanya kepada Dzat Maha Suci Hidup, kelima titik poin ini, tersurat dan tersirat dalam al-qitab kejadian, untuk itu…

Mari kita simak baik-baik dengan kesadaran panjenengan yang sadar, saya akan menguraikan letak titik-titik poinnya, yang sebenarnya sudah teramat sering saya kabarkan melalui artikel dan vidio saya di internet.

1. Titik Poin Pertama adalah;
Tentang…
Kita berasal dari Dzat Maha Suci Hidup. Kita milik Dzat Maha Suci Hidup dan Kita akan kembali kepada Dzat Maha Suci Hidup.

Awal Mulanya, ketika isi dunia dan dunia ini belum ada, bahkan sebutan nama Tuhan pun belum ada.
Maksudnya;
Sebelum apapun di cipta, termasuk manusia, waktu itu Tuhan masih sebagai Dzat Hidup, belum tersebut Tuhan serta belum dinamai Allah dll, dunia seisinya ini tidak ada, yang ada hanya Dzat Hidup.

Setelah Dzat Hidup menciptakan semua dan segalanya, lalu menciptakan yang di sebut manusia, makhluk paling sempurna, di bandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya, dan makhluk paling sempurna yang pertama kali di ciptakan Dzat Hidup adalah;
Tersebut “ADAM”
Yang artinya;
Asal Dumadi Ananing Manungsa”
(awal kejadian adanya manusia).

Untuk mempermudah daya tangkap ilmu pengetahui ini, saya akan menggunakan media penggambaran atau ilustrasi penggambaran terkait ini, agar supaya lebih mudah dipahami.

Mengapa dan kenapa manusia disebut makhluk paling sempurna di banding makhluk-makhluk lainya…?!

Sebab karena, hanya manusia saja, yang di beri akal piranti atau bekal alat yang komplit dan kelengkapan yang sempurna, bukti ini, bisa kita dapatkan, dengan mengkaji ulang tentang sejarah awal peradaban kehidupan mmanusia, yang bermula dari proses kejadian terciptanya “ADAM”

Dzat Hidup menciptakan tubuh Adam dari tanah pilihan;
Artinya, bukan asal tanah, singkat pendeknya, Dzat Hidup mengambil tanah pilihan, lalu menciptanya menjadi wujud tubuh “ADAM”

Setelah wujud tubuh yang berbahan tanah pilihan itu tercipta dengan sempurna, pada waktu itu, wujud tubuh yang sempurna itu, belum bisa apa-apa dan tidak bisa apa-apa, hanya diam tak berkutik, tidak ubahnya patung tanah, yang andai kata tertimpa air setetes saja, ia akan cacat, itulah hakikat sebuah wujud tubuh manusia, tidak peduli tampan/cantik atau jelek, semuanya berhakikat sama.

Kemudian Dzat Hidup membekali wujud tubuh “ADAM” itu, dengan 4 anasir, yang berbahan dari;
1. Sari-sarinya Air.
2. Sari-sarinya Angin.
3. Sari-sarinya Api.
4. Sari-sarinya Bumi.

4 anasir ini, merupakan esensi kesaktian ilmu Dzat Hidup, maksudnya;
Semua ilmu Dzat Hidup, ada di 4 anasir ini, dan 4 anasir ini, di bekalkan pada wujud tubuh “ADAM”

4 anasir inilah, yang di kenal dengan sebutan sebagai sedulur 4 atau saudara 4, atau malaikat 4, atau sahabat 4, atau kawula.

Yang dalam istilah keilmuannya disebut juga sebagai;
1. Mutmainah.
2. Aluamah.
3. Amarah.
4. Supiyah.
Istilah adat tradisinya disebut sebagai;
1. Kawah.
2. Ari-ari.
3. Darah.
4. Pusar.
Serta masih banyak lagi sebutan-sebutan lainnya.

Bergantung kepentingan atau keperluan individu penggalinya, dalam mempelajarinya, namun yang jelas dan pasti, adalah 4 Anasir, yaitu;
1. Sari-sarinya Air.
2. Sari-sarinya Angin.
3. Sari-sarinya Api.
4. Sari-sarinya Bumi.

Sekalipun wujud tubuh “ADAM” sudah di bekali 4 Anasir yang merupakan esensi kesaktian Dzat Hidup, tetap saja, wujud tubuh “ADAM” pada saat itu, belum bisa apa-apa dan tidak bisa apa-apa, hanya diam tak berkutik, tidak ubahnya patung tanah, yang andai kata tertimpa air setetes saja, ia akan cacat, itulah hakikat sebuah wujud tubuh manusia.

Kemudian Dzat Hidup mengambil sebagian Ruh/Roh-Nya;
“Aku ambil sebagian Ruh/Roh-Ku”

Nah…
Bagian dari Ruh Dzat Hidup inilah, yang disebut-sebut sebagai Utusan atau Rasul, atau Ruh Suci/Kudus, atau juga sebagai Pancer atau Guru Sejati, yang jika di singkat menjadi Gusti, Gu-Sti_ Gu-Guru_Sti-Sejati, Gusti berarti Guru Sejati, bukan Tuhan.

Atau Hidup/Urip atau Romo atau Roh Mono atau Roh lan Komo atau Rasa Manunggal, dan masih banyak lagi istilah-istilah lainnya, yang hanya bikin pusing di kepala saja, jikalau saya sebutkan semuanya.

Setelah sebagian dari Ruh-Nya diambil sendiri, kemudian Dzat Hidup mengajak Ruh-Nya sendiri itu, berbincang-bincang, dalam perbincangan itu…

Dzat Hidup menjelaskan semua dan segala rahasia tentang kejadian-Nya, (Perbincangan ini, dari awal hingga akhirnya, di tulis rapi dan abadi didalam qitab hidup, yang lebih dikenal dengan sebutan sebagai qitab “Lauhul Ma’fud” dan hanya Ruh Dzat Hidup dan Dzat Hidup itu sendiri saja, yang bisa mengetahuinya).

Dan atas ijin Hidup saya pula, saya berani Tanpa Tedeng Aling-aling memberikan beberapa bocoran dari isi qitab hidup tersebut, sebagai penggunggah kesadaran yang belum tersadarkan, khususnya bagi Para Kadhang yang sedang belajar bersama saya, namun belum sampai di tahapan ini.

Kenapa dan mengapa hanya sedikit…?!
Kok tidak sekalian semua saja…!!!

Setiap wujud tubuh yang masih hidup, itu masing-masing memiliki Hidup, artinya memiliki Gusti, maksudnya;
Guru Sejati, jadi, pasti akan mengetahui sendiri, jikalau sudah sampai di tahapannya, kalau semuanya katanya, lalu dimana letak benarnya.

La wong masih katanya…
Sedangkan benar itu, adalah menyaksikan sendiri, bukan katanya.

Walaupun sedikit bocoran dari saya, itu sudah lebih dari cukup Lo…

Kalau bukan Wong Edan Bagu orang nya, belum tentu, bahkan mungkin, sama sekali panjenengan tidak akan mendapatkan bocoran apapun tentang “Lauhul Mahfud” qitab kejadian kehidupan ini.

Berikut ini sedikit bocorannya dari saya Wong Edan Bagu;
Dalam Perbincangan itu, Dzat Hidup memberitahukan kepada Ruh-Nya sendiri Tentang Adanya Dzat Hidup.

Sesungguhnya tidak ada apa-apa, ketika masih sunyi hampa belum ada sesuatu apapun, yang paling awal ada adalah “AKU” (DZAT HIDUP/Urip), sesungguhnya yang Maha Suci meliputi sifat-KU, menyertai nama-KU, menandakan perbuatan-KU.

Maksudnya…
Pada mulanya alam semesta ini tidak ada, semuanya masih sunyi hampa tidak ada apa-apapun, yang paling dulu ada, adalah “AKU” (Dzat Hidup/Urip) “jadi” tidak ada sesuatu pun yang mendahului adanya “AKU” (Dzat Hidup/Urip).

Dzat Hidup juga memberitahukan kepada Ruh-Nya sendiri Tentang Tempatnya Dzat Hidup.

Sesungguhnya “AKU” (Dzat Hidup/Urip) adalah dzat yang maha kuasa, yang kuasa menciptakan segala sesuatu, jadi seketika, sempurna berasal dari kuasa-KU, di situ telah nyata tanda perbuatan-KU, yang sebagai pembuka kehendak-KU, yang pertama “AKU” (Dzat Hidup/Urip) menciptakan kayu bernama Sajaratulyakin, tumbuh di dalam alam yang sejak jaman azali (dahulu) dan kekal adanya.

Kemudian Cahya bernama Nur Muhammad, berikutnya Kaca bernama Mir’atulhayai, selanjutnya Nyawa bernama Roh Idhofi, lalu Lentera bernama Kandil, lalu Permata bernama Darah, lalu dinding pembatas bernama Hijab, itu sebagai tempat kekuasaan-KU.

Maksudnya…
Dzat Hidup itu, merupakan dzat yang maha kuasa, yang kuasa menciptakan segala sesuatu hanya dengan satu sabda saja, yaitu KUN, maka seketika jadi FA YAKUN, semua ciptaan-Nya sempurna, sebagai pertanda perbuatan (af’al)-KU.

Pertama diciptakan adalah Pohon (kayu) bernama Sajaratulyakin, atau sajaratulkaun (artinya pohon kejadian) yang merupakan awal dan asal mula pencipta’an.

Kedua diciptakan Cahaya yang diberi nama Nur Muhammad.

Ketiga diciptakan Kaca bernama Mir’atulhayai, Cermin Kehidupan atau Cermin Malu.

Ke’empat diciptakan Nyawa yang diberi nama Roh Idhofi.

Kelima diciptakan Lentera yang diberi nama Kandil.

Ke’enam diciptakan Permata yang diberi nama Darah.

Ketujuh diciptakan dinding pembatas antara kehidupan fisik dan non fisik, antara yang kasar dan yang halus, yang disebut hijab.

Sesungguhnya manusia itu rahsa-KU dan “AKU” (Dzat Hidup/Urip) itu rahsanya manusia, karena “AKU” (Dzat Hidup/Urip) menciptakan Adam berasal dari 4 perkara Yaitu;
1. Sari-sarinya Air.
2. Sari-sarinya Angin.
3. Sari-sarinya Api.
4. Sari-sarinya Bumi.

Itu sebagai perwujudan sifat-KU, di sana “AKU” (Dzat Hidup/Urip) tempatkan lima perkara Yaitu;
1. Nur.
2. Rahsa.
3. Ruh/Roh.
4. Nafsu.
5. Budi.
Itu sebagai perwujudan wajah-KU yang Maha Suci.

Dzat Hidup juga memberitahukan kepada Ruh-Nya sendiri Tentang Keadaan Dzat Hidup.

Bahwa…
Ruh atau Roh itu, diciptakan sebagai “Rahsa” dari Dzat Hidup, dan Dzat Hidup itu sebagai “Rahsa-nya” Ruh atau Roh, artinya;
Dzat Hidup menciptakan Ruh atau Roh, menurut gambaran-Nya atau menurut citra-Nya sendiri (maksudnya; serupa atau sama dengan-Nya).

Sedangkan manusia diciptakan dari 4 unsur yang merupakan gambaran sifat-Nya yaitu;
1. Sari-sarinya Air.
2. Sari-sarinya Angin.
3. Sari-sarinya Api.
4. Sari-sarinya Bumi.

Air di dalam tubuh manusia;
Menjadikan 4 elemen ruh atau roh, yaitu;
1. roh hewani.
2. roh nabati.
3. roh rabbani.
4. roh nurrani.

1. roh hewani;
Yang menumbuhkan kekuatan badan.

2. roh nabati;
Yang menumbuhkan rambut, kuku, dan menghidupkan budi.

3. roh rabbani;
Yang menumbuhkan rahsa (dzat hamba).

4. roh nurrani;
Yang menumbuhkan cahaya.

2. Angin didalam tubuh manusia;
Terwujud dalam 4 hal atau 4 dimensi atau partikel, yaitu;
1. Napas.
2. Tannapas.
3. Anapas.
4. Nupus.

1. Napas;
Merupakan ikatan badan fisik, bertempat di hati suwedhi, maksudnya; jembatan hati, berpintu di lisan.

2. Tannapas;
Merupakan ikatan hati, bertempat di pusar, berpintu di hidung.

3. Anapas;
Merupakan ikatan roh, berpintu di telinga.

4. Nupus;
Merupakan ikatan rahsa, bertempat di hati puat atau bathin atau qalbu, jembatan jantung, maksudnya antara hati dan jantung, berpintu di mata.

3. Api didalam tubuh manusia;
Yang menjadikan 4 nafsu, yaitu;
1. Mutmainah.
2. Aluamah.
3. Amarah.
4. Supiyah.

1. Mutmainah dari Air berwatak;
Kesucian dan ketenangan, bersifat membangkitkan kekuatan untuk berpantang (seperti tirakat – tarakbrata atau lelaku).

2. Aluamah dari Angin berwatak;
Suka terhadap makanan dan minuman, sifatnya membangkitkan kekuatan badan atau energi.

3. Amarah dari Api berwatak;
Suka marah, emosi, arogan, sifatnya membangkitkan kekuatan kehendak (karep atau niyat).

4. Supiyah dari Bumi berwatak;
Keinginan, keterpesonaan atau ketertarikan, bersifat membangkitkan kekuatan pikir, berupa akal.

Sari-sarinya bumi ini, di dalam tubuh manusia;
Berwujud pada hal-hal yang bersifat kedagingan, dan kedagingan ini, dibagi menjadi dua hal, yaitu;
Yang Pertama merupakan unsur dari bapak, berupa tulang, otot, kulit dan otak.
Yang Kedua merupakan unsur dari ibu, berupa daging, darah, sungsum dan jerohan.

Setelah 4 unsur alam terbentuk dalam wujud tubuh manusia, kemudian Dzat Hidup menempatkan pula 5 hal dzat hamba sebagai gambaran wajah-Nya yaitu;
1. Nur.
2. Rahsa.
3. Roh.
4. Nafsu.
5. Budi.

1. Nur;
Merupakan terangnya cahaya, yang jika mewakili Dzat Hidup, dapat menerangi lahir dan bathin.

2. Rahsa;
Rahsa jika mewakili Dzat Hidup, dapat menumbuhkan daya ketenteraman lahir dan bathin.

3. Roh;
Penglihatan Roh, jika mewakili Dzat Hidup, bisa menjadikan penguasa kesempurna’an lahir dan bathin.

4 Nafsu;
Kekuatan nafsu, jika mewakili Dzat Hidup, dapat menumbuhkan kekuatan kehendak yang sempurna secara lahir dan bathin.

5. Budi;
Pencipta’an budi ini, jika mewakili Dzat Hidup, bisa menumbuhkan daya cipta yang sempurna lahir dan bathin.

Bukan hanya itu dan bukan cuma itu saja, bahkan Dzat Hidup juga memberitahukan kepada Ruh-Nya sendiri Tentang Tiga Singgasana tempat tinggalnya di dalam diri manusia. Yaitu;
1. Baitul Makmur.
2. Baitul Mukarram.
3. Baitul Muqaddas/Maqdis.

1. Baitul Makmur;
“AKU” (Dzat Hidup) Bertahta di dalam Baitul Makmur, yang berada di dalam kepala “ADAM.

Di dalam kepala ada “Otak” atau Ubun-ubun;
Di dalam ubun-ubun ada “Manik”
Di dalam manik ada “Budi”
Di dalam budi ada “Nafsu”
Di dalam nafsu ada “Suksma”
Di dalam suksma ada “Rahsa”
Di dalam rahsa ada “AKU” (Dzat Hidup).

2. Baitul Mukarram;
“AKU” (Dzat Hidup) Bertahta dalam Baitul Mukarram, itu rumah tempat larangan-KU, berdiri di dalam dada Adam.

Di dalam dada ada “Hati”.
Di antara hati ada “Jantung”
Di dalam jantung ada “Budi”
Di dalam budi ada “Angan-angan”
Di dalam angan-angan ada “Suksma”
Di dalam suksma ada “Rahsa”
Di dalam rahsa ada “AKU” (Dzat Hidup).

3. Baitul Muqaddas/Maqdis;
“AKU” (Dzat Hidup) Bertahta di dalam Baitul Muqaddas/Maqdis, yang merupakan tempat suci-Ku.

Dan mohon maafkan, sungguh saya mohon di maafkan, sebab karena di bagian ini, saya tidak di perkenan kan untuk membocorkannya, kecuali jika secara langsung, salin berhadapan, sebab karena itu, berjuang dan berkorban lah untuk bisa bertemu secara langsung dengan saya, di alamat yang selalu saya sertakan di setiap artikel dan vidio saya di internet “ekali lagi mohon di maafkan”

Dan barang siapa yang fasih melafalkan 3 Singgasana Dzat Hidup yang berada di kedirian manusia ini, yaitu;
1. Baitul Makmur.
2. Baitul Mukarram.
3. Baitul Muqaddas/Maqdis.

Maka akan di karunia atau di ilhami 2 Sabda, yaitu;
1. Sabda Sateriya Sejati.
2. Sabda Sejati-Nya Sateriya.

1. Sabda Sateriya Sejati.
Untuk urusan dunia.
2. Sabda Sejati-Nya Sateriya.
Untuk urusan akhirat.

Dan dengan kedua Sabda inilah, manusia hidup bisa membuka Al-Qitab Hidup “lauhul Mahfud” sehingga bisa mengerti, memahami dan mengetahui semua dan segala rahasia tentang dirinya dan Dzat-Nya.

Untuk bisa memperoleh 2 Ilham atau 2 karunia yang merupakan Gembognya dunia akhirat ini, harus fasih melafalkan 3 Singgasana tempat tinggal-Nya Dzat Hidup yang ada di dalam dirinya terlebih dulu. Yaitu;
1. Baitul Makmur.
2. Baitul Mukarram.
3. Baitul Muqaddas/Maqdis.

Karena 3 hal inilah, jalan menuju musium, tempat di mana Qitab Hidup atau Lauhul Mahfud di simpan.

Selanjutnya…
Dan dengan semua kejelasan dari penjelasan Dzat Hidup, lalu bagian dari Ruh-Nya Dzat Hidup berSaksi;

“AKU” (Hidup/Urip) menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali hanya “AKU” (Hidup/Urip) dan “AKU” (Hidup/Urip) menyaksikan sesungguhnya muhammad itu adalah utusan-KU.

Maksudnya;
Ruh Dzat Hidup menyatakan kesaksian-Nya, yang ditujukan kepada makhluk ciptaan-Nya, yaitu manusia yang berbahan tanah pilihan dan di bekali 4 Anasir, bahwa tidak ada Tuhan yang lain kecuali hanya Dia semata, dan bagian dari Ruh-Nya Dzat Hidup itu, adalah rasul atau utusan-Nya.

“AKU” (Hidup/Urip) menyaksikan pada Dzat-KU sendiri, sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali “AKU” dan menyaksikan “AKU” sesungguhnya muhammad itu utusan-KU” dan “Sesungguhnya yang bernama Allah itu badan-KU, rasul itu rahsa-KU, muhammad itu cahya-KU”

AKU-lah yang “Hidup” tidak bisa mati, AKU-lah yang “Ingat” tidak bisa lupa, AKU-lah yang “Kekal” tidak bisa berubah dalam keberadaan yang sesungguhnya, AKU-lah “Waskita” tidak tersamar pada sesuatu apapun.

AKU-lah yang berkuasa berkehendak, yang kuasa bijaksana, tidak kurang dalam tindakan, terang sempurna, jelas terlihat, tidak terasa apa pun, tidak kelihatan apa pun, kecuali hanya “AKU” yang meliputi alam semua dengan kuasa (kodrat)-KU.

Setelah selesai berbincang – bincang dan bersaksi (bersyahadat) lalu Dzat Hidup mengutus Ruh-Nya sendiri itu, memasuki wujud tubuh “ADAM” dengan semua dan segala perjanjian yang telah di sepakat bersama serta yang di qitabkan dalam “Lauhul Mahfud”

Maka…
Masuklah Ruh Dzat Hidup itu, kedalam wujud tubuh “ADAM”

Dan….
Sejak itulah kehidupan di mulai;
Wujud tubuh itu, bisa bergerak, bisa duduk, bisa berdiri, bisa mendengar, bisa melihat, bisa mencium, bisa berpikir dan lain-lain sebagainya.

Bahkan bisa menyebut Dzat Hidup dengan sebutan Tuhan, dan menamai Dzat Hidup dengan Nama Dzat Maha Suci Hidup, hingga Asma’ul Husna dll.

Dan bersama’an itu pula, Dzat Hidup menamai makhluk paling sempurna cipta’an pertamanya itu sebagai “ADAM” yang artinya;
Asal Dumadi Ananing Manungsa (awal terjadi adanya manusia).

2. Titik Poin Kedua adalah;
Tentang Wahyu Panca Ghaib atau perTaubatan atau Taubat, maksudnya;
Tentang apa dan bagaimana itu “Wahyu Panca Ghaib”

Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian…
Itu tadi endingnya, klimaxnya adalah sebagai berikut;
Setelah wujud bentuk “ADAM” selesai dicipta, lalu di bekali dengan 4 anasir, yang merupakan esensi kesaktian ilmu Dzat Hidup, yaitu;
1. Sari-sarinya Air.
2. Sari-sarinya Angin.
3. Sari-sarinya Api.
4. Sari-sarinya Bumi.
Kemudian di Masuki Ruh atau Roh-Nya Dzat Hidup.

Posisi awal dari sananya adalah seperti ini;
1. Sari-sarinya Air.
2. Sari-sarinya Angin.
3. Ruh atau Roh Dzat Hidup.
4. Sari-sarinya Api.
5. Sari-sarinya Bumi.

Ruh-Nya Dzat Hidup ada di tengah, sedangkan 4 Anasir sebagai alat pembantunya ada disamping kanan dan kirinya.

Krena ketidak tahuan manusia, akibat dari banyaknya kepentingan-kepentingan selain Dzat Hidup, sehingganya, berubah dari posisi awal mulanya, Ruh atau Roh-Nya Dzat Hidup, yang seharusnya berkuasa memimpin 4 anasir, menjadi berbalik, bahkan di perbudak oleh 4 Anasir.
Sehingga posisinya menjadi seperti ini;
1. Sari-sarinya Air.
2. Sari-sarinya Angin.
3. Sari-sarinya Api.
4. Sari-sarinya Bumi.
5. Ruh/Roh Dzat Hidup.

“Aslinya seperti ini”

1. Sari-sarinya Air.
2. Sari-sarinya Angin.
3. Ruh/Roh Dzat Hidup
4. Sari-sarinya Api.
5. Sari-sarinya Bumi.

Nah….
Inilah “Wahyu Panca Ghaib”;
1. Sari-sarinya Air – 1. Kunci.
2. Sari-sarinya Angin – 2. Paweling.
3. Ruh-Nya Dzat Hidup – 3. Asmo.
4. Sari-sarinya Api – 4. Mijil.
5. Sari-sarinya Bumi – 5. Singkir.

Artinya…
Wahyu Panca Ghaib adalah;
Wahyu Tertua, karena di turunkan Pertama kali, sebelum Wahyu Wahyu lainnya di turunkan, dan penerima pertamanya adalah Nenek Moyang leluhurnya Bangsa Manusia, yaitu “ADAM”

“Wahyu Panca Ghaib”
Wahyu artinya; Pemberian Tuhan secara langsung.
Panca artinya; Lima/5.
Ghaib artinya; Ruh atau Roh.
“Wahyu Panca Ghaib” berarti maksud;
Lima Ruh Pemberian Tuhan secara langsung, tanpa perantara, itulah “Wahyu Panca Ghaib”
Yang dewasa ini, banyak di tolak oleh sebagian orang awam atau manusia yang belum tergugah kesadaran sadarnya, padahal; tanpa adanya “Wahyu Panca Ghaib” di dalam wujud tubuhnya.

Sungguh…!!!
Wujud Tubuh itu hanya seonggok Bangkai Patung Tanah, yang jika tertimpa setetes air saja, akan cacat bahkan mungkin hancur.

Dengan uraian ini, berArti dapat disimpulkan, bahwa;
Sesungguhnya, seluruh bangsa manusia itu, tidak peduli apapun agama dan suku serta latar belakangnya, tidak peduli suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, sadar atau tidak sadar, itu memiliki “Wahyu Panca Ghaib” tanpa “Wahyu Panca Ghaib” di dalam wujud tubuhnya, adalah seonggok Patung Tanah, yang jika tertimpa air setetes saja, akan cacat bahkan hancur.

Di abad ketiga, setelah jaman Para Nabi atau Para Dewa, yaitu pada jaman Raja-raja atau Keraja’an “Wahyu Panca Ghaib” ini di kenal dengan sebutan sebagai “Wahyu Mahkota Rama” atau “Wahyu Eka Buana” sedangkan di Jaman moderen atau milinium sekarang ini, di sebut sebagai “Wahyu Panca Ghaib” yang artinya;
5 Ruh Pemberian Dzat Hidup.

“Wahyu Mahkota Rama” atau “Wahyu Eka Buana” Adalah Sebagai;
1. Manembahing kawula gusti.
2. Manunggaling kawula gusti.
3. Leburing kawula gusti.
4. Sampurnaning kawula gusti.
5. Sampurnaning pati lan urip.

“Wahyu Panca Ghaib”
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

Dan di jaman Raja-raja atau Keraja’an kala itu, hanya inilah satu-satu nya ilmu tingkat tinggi, maksudnya; ilmu tertinggi yang tidak tertandingi, tidak ada yang lebih tinggi dari pelajaran ini, namun sayang seribu kali kata sayang, pada jaman itu, ini hanya di perbolehkan untuk di pelajari oleh kaum bangsawan saja atau kalangan raja-raja dan ahli tapa atau pertapa.

Sedangkan kaum sudera atau orang awam, sama sekali tidak di perbolehkan bahkan di takut-takut, bisa kualat/ketula, karena di bilang ilmunya Para Dewa, kecuali jika mampu menjalankan pertapaan atau tapa brata, itupun secara sembunyi-sembunyi.

3. Titik Poin Ketiga Adalah;
Tentang Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian…
“Wahyu Panca Ghaib” yang tak lain dan tak bukan adalah 5 Ruh didalam diri kita sebagai manusia ini, masing-masing memiliki Sikap Dan Sipat bawa’an asli dari sana-Nya.
Yaitu;
“Wahyu Mahkota Rama” atau “Wahyu Eka Buana” sebagai Sikapnya “Wahyu Panca Ghaib”
Dan “Wahyu Panca Laku” Sebagai Sipatnya “Wahyu Panca Ghaib”

“Wahyu Mahkota Rama” atau “Wahyu Eka Buana” adalah;
1. Manembahing kawula gusti.
2. Manunggaling kawula gusti.
3. Leburing kawula gusti.
4. Sampurnaning kawula gusti.
5. Sampurnaning pati lan urip.
Inilah Sikapnya “Wahyu Panca Ghaib”

“Wahyu Panca Laku”
1. Pasrah kepada Dzat Hidup.
2. Menerima keputusan Dzat Hidup.
3. Mempersilahkan kuasa Dzat Hidup.
4. Merasakan kenyataan Dzat Hidup.
5. Menebar cinta kasih sayang Dzat Hidup.
Inilah Sipatnya “Wahyu Panca Ghaib”

Seperti ini Maksud Jelasnya;
Sikapnya “Wahyu Panca Ghaib” adalah sebagai berikut;
1. Sikapnya Kunci itu – Manembahing kawula gusti.
2. Sikapnya Paweling itu – Manunggaling kawula gusti.
3. Sikapnya Asmo itu –
Leburing kawula gusti.
4. Sikapnya Mijil itu – Sampurnaning kawula gusti.
5. Sikapnya Singkir itu – Sampurnaning pati lan urip.

Sipatnya “Wahyu Panca Ghaib” adalah sebagai berikut;
1. Sipatnya Kunci itu –
Pasrah kepada Dzat Hidup.
2. Sipatnya Paweling itu-
Menerima keputusan Dzat Hidup.
3. Sipatnya Asmo itu – Mempersilahkan kuasa Dzat Hidup.
4. Sipatnya Mijil itu –
Merasakan kenyataan Dzat Hidup.
5. Sipatnya Singkir itu –
Menebar cinta kasih sayang Dzat Hidup.

Itu lah Sikap Dan Sipat “Wahyu Panca Ghaib” bawaan asli dari sana-Nya.

Mengenal Dzat Hidup, harus melalui Dzat-Nya, yaitu “Wahyu Panca Ghaib” dan mengenal “Wahyu Panca Ghaib” harus menggunakan Sikap dan Sipatnya “Wahyu Panca Ghaib” yaitu “Wahyu Mahkota Rama” atau “Wahyu Eka Buana” dan “Wahyu Panca Laku” tidak bisa selain itu.

Sebab karena, mereka ber 5 itu, adalah setara dengan Dzat Hidup, jadi, tidak mudah untuk bisa mendekatinya apalagi menembusnya, karena Dzat Hidup itu “Maha Suci” suci itu, tidak bisa di campuri dengan apapun dan tidak bisa tercampur oleh apapun, kecuali dengan Suci juga.

Selain itu, sebab karena sudah di sekenario begitu oleh Sang Empu-Nya, sesuai yang tersurat dan tersirat di dalam qitab hidup (Lauhul Mahfud) “Aroftu Robbi Bi Robbi”
Mengenal Tuhan melalui Tuhan.

Man Tholabal Maulana Bighoiri Nafsi Faqoddola Dolalan Baida.
Yang artinya;
Barang siapa yang mencari Allah/Tuhan, keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh.

Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu.
Yang artinya;
Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya.

Dan masih banyak lagi penjelasan-penjelasan tegas lainnya, yang jika saya sampaikan semuanya, justru akan membuat kita semakin terasa pusing di kepala, karena sebab itu, saya menggunakan bahasa yang paling sederhana, maksudnya; agar supaya tidak pusing di kepala.

“Wahyu Panca Ghaib” Dan sikapnya yaitu “Wahyu Eka Buana” atau “Wahyu Mahkota Rama” serta Sipat-Nya yaitu “Wahyu Panca Laku” hanya bisa di ibadahkan dengan Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni, bukan dengan tekanan keterpaksaan berdasarkan penasaran yang di bungkus ego dan pamrih.

Jadi, jikalau hatinya belum tersentuh dan bathinnya belum tergugah akan datangnya Mati yang telah di perjanjikan, yang kedatangannya tidak bisa di hindari dan di tolak oleh siapapun dia, di paksa dengan cara apapun dan bagaimanapun, tidak akan bisa meng-Ibadah-kan “Wahyu Panca Ghaib” dengan menggunakan Sikap dan sifatnya.

Menjalankan sih menjalankan, mungkin bisa, namun sistem menjalankannya, yaitu tadi, menggunakan Ego dan Pamrih, sehingganya, masih punya waktu, bahkan asyik membenci itu dan ini serta fitnah dan bully sana sini, karena sebabnya begitu, yang muncul adalah Arogan atau kesombongan, bukan Rasa Sadar, bukan pula Rasa Kesadaran, apalagi Rasa Kesadaran Murni.

Namun sesungguhnya…
Di sadari atau tidak di sadari, pada hakikatnya manusia hidup itu, selalu sadar, ini terbukti dari ketika manusia itu lapar, otomatis langsung mencari makanan, dan otomatis langsung mencari minuman ketika haus.

Kalau tidak dalam sikon sadar, mana mungkin respon otomatis ini bisa terjadi bukan…?!

Hanya saja, belum bisa menyadari, proses kejadian tersebut, kenapa bisa lapar, kenapa bisa haus, mengapa ketika lapar langsung cari makanan, ketika haus cari minuman, siapa yang lapar dan haus itu, siapa yang menggerak kan mencari makanan dan minuman itu, ini yang belum bisa di sadari, bahkan sama sekali tidak di sadari secara umum.

Sehingganya, jangan kan menyaksikan Sang Empu-Nya makanan dan minuman serta Sang Penggeraknya, untuk bersyukur dan mengucapkan terima kasih, menikmati makanan dan minuman dengan iman saja, mengalami kesulitan tingkat tinggi.

Kenapa dan mengapa bisa begitu…?! Sebab karena…
Rasa Kesadaran nya belum tergugah, masih tidur, jadi, prosesnya seperti mimpi, begitulah kenyataan pada umumnya…

Untuk bisa berkesadaran hingga sampai ke Kesadaran Murni, di butuhkan Laku Murni Menuju Suci, yaitu;
Meng-Ibadah-kan “Wahyu Panca Ghaib” dengan menggunakan Sikap Dan Sipat Aslinya “Wahyu Panca Ghaib” yang tak lain dan tak bukan adalah isi dari wujud bentuknya manusia itu sendiri.

Hanya dengan begitu dan begitu, Rasa Sadar, Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni, akan terbangun dengan sendirinya atau otomatis.

Rasa Sadar. Rasa Kesadaran. Rasa Kesadaran Murni itu, yang seperti apa dan bagaimana sih Pak WEB…?!

Rasa Sadar;
Ketika kita merasakan hendak pipis, hendak BAB, itulah Rasa Sadar, buktinya, bisa merasakan kebeletnya.

Karena terasa hendak pipis atau BAB, lalu kita bergerak menuju toilet, karena pipis atau BAB di toilet, adalah aman dan nyaman, dari pada pipis atau BAB di pinggir jalan, itulah Rasa Kesadaran.

Hasil setelah pipis di toilet dengan aman dan nyaman, itulah Rasa Kesadaran Murni.

4. Titik Poin Keempat Adalah;
Tentang “Wahyu Panca Laku” atau keTakwaan atau Iman, maksudnya;
Tentang apa dan bagaimana itu “Wahyu Panca Ghaib”

Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian…
Untuk bisa meng-Ibadah-kan “Wahyu Panca Ghaib” Dengan menggunakan Sikap dan Sipat asli-Nya sendiri, yaitu “Wahyu Mahkota Rama” atau “Wahyu Eka Buana” dan “Wahyu Panca Laku”

Kita harus memiliki Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni terlebih dahulu.

Dan untuk bisa memiliki Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni, kita harus meng-Ibadah-kan “Wahyu Panca Ghaib” Dengan menggunakan Sikap dan Sipat-Nya “Wahyu Panca Ghaib” bukan dengan yang lain.

Bukan dengan teori, bukan dengan puasa atau tapa brata, bukan dengan sesaji dan uberampe apapun, juga bukan dengan agama, keyakinan, kepercayaan atau aliran-aliran ilmu apapun serta adat apapun dll.

Hanya dengan meng-Ibadah-kan “Wahyu Panca Ghaib” menggunakan Sikap dan Sipat-Nya “Wahyu Panca Ghaib” itu sendiri.

Sebab karena…
“Wahyu Panca Ghaib” itu bukan agama, bukan kepercayaan, bukan kejawen, bukan adat, bukan suku budaya, bukan kebatinan, bukan kesaktian, bukan aliran, bukan golongan, bukan partai, bukan perdukunan, bukan kapribaden, bukan kejawen, bukan pula perguruan, melainkan Lima Ruh Pemberian Dzat Hidup kepada manusia, alian Rasa Sadar, Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni itu sendiri.

Maksud jelasnya;
“Wahyu Panca Ghaib” dan Sikapnya yaitu “Wahyu Eka Buana” atau “Wahyu Mahkota Rama” serta Sipatnya yaitu “Wahyu Panca Laku” adalah Rasa Sadar, Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni itu sendiri, sebab karena itu, di riwayat kan sebagai; “Aroftu Robbi Bi Robbi”
Mengenal Tuhan melalui Tuhan.

Dan lagi, pada waktu “Wahyu Panca Ghaib” beserta Sikap dan Sipat-Nya di turunkan dan di terima oleh “ADAM” pada waktu itu belum ada;
Agama apapun, kepercayaan apapun, kejawen apapun, adat, suku, budaya apapun, kebatinan apapun, kesaktian apapun, aliran apapun, golongan apapun, partai apapun, perdukunan apapun, kapribaden apapun dan perguruan apapun dll.

Sebab karena itu “Wahyu Panca Ghaib” disebut bukan agama apapun, kepercayaan apapun, kejawen apapu, adat, suku, budaya apapun, kebatinan apapun, kesaktian apapun, aliran apapun, golongan apapun, partai apapun, perdukunan apapun, kapribaden apapun dan perguruan apapun dll.

Karena “Wahyu Panca Ghaib” adalah;
Lima Ruh Pemberian Dzat Hidup kepada manusia, dan penerima pertamanya adalah “ADAM”

Dan dengan “Wahyu Panca Ghaib” yang di ibadahkan dengan menggunakan Sikap dan Sipat-Nya yaitu;
“Wahyu Mahkota Rama” atau “Wahyu Eka Buana” dan “Wahyu Panca Laku” inilah “ADAM – HAWA” berhasil mendapatkan pengampunan Dzat Hidup dari kesalahan terbesarnya, sehingga berhasil mencapai tingkat kesempurnaan dunia dan akhirat atau hidup dan mati.

Sekalipun pada masanya belum ada ajaran agama apapun, kepercayaan apapun, kejawen apapu, adat, suku, budaya apapun, kebatinan apapun, kesaktian apapun, aliran apapun, golongan apapun, partai apapun, perdukunan apapun, kapribaden apapun dan perguruan apapun, sekolahan dan pesantren apapun dll.

Kok ADAM…?!
La Romo Semono Sastrohadijoyo itu…!!!

Romo Semono Sastrohadijoyo itu, bukan penerima pertama, melainkan Penyempurna Pertama setelah Nabi Isa.

Jelasnya begini;
Setelah “ADAM-HAWA” berhasil mencapai kesempurna’an hidup dan mati, secara otomatis “Wahyu Panca Ghaib” di teruskan oleh anak cucunya, dan bermula dari sinilah”Wahyu Panca Ghaib” menjadi berubah, karena di arahkan ke kepentingan duniawi semata, buka ke Dzat Hidup Sang Penguasa Duniawi dan semuanya, seperti yang sudah saya uraikan ditengah tadi.

Lalu atas Cinta Kasih Sayang Dzat Hidup, di turunkanlah Nabi Isa untuk menyempurnakan “Wahyu Panca Ghaib” agar supaya kembali seperti semula atau pada awalnya.

Namun gagal, karena Nabi Isa di Tuhan kan, lalu Isa memohon untuk di angkat kehadirat-Nya, (hal ini di akui oleh Nabi Muhammad, bahkan Beliau berSabda; Kelak di akhir Jaman, saudaraku ISA akan turun kembali, untuk menggenapi firman-Nya).

Kemudian di abad moderen, dimana manusia-manusianya sudah tidak mampu lagi menahan lapar dan haus serta tidur, lahir dan muncul-Lah Romo Semono Sastrohadijoyo yang mampu menjalankan pertapa’an hingga 3 tahun lamanya, demi Kesempurna’an “Wahyu Panca Ghaib” dan melanjutkan firman-Nya yang tertunda itu.

Dan… Berhasil.
Walaupun dalam proses kelanggengannya hampir gagal juga, seperti yang pernah dialami Nabi Isa, karena setelah Almarhum, Romo Semono Sastrohadijoyo, di Tuhan kan oleh Para Putera nya.

Alasan karena sudah waktunya dan sudah saatnya kebenaran dan kebaikan sejati harus ada berdiri tegak di dunia ini, maka;

Di lahirkan lah Para Putera Sejati Sejati nya Putera Rama, untuk meluruskan belokan dan tikungan yang penyimpangan dari pengertian dan pemahaman yang sebenarnya, dan berkah berkat itulah, akhirnya, walaupun belum seluruh nya, namun bisa saya pastikan berhasil.

5. Titip Poin Kelima adalah;
Tentang Jagalah Pikiran. Jagalah Hati Dan Jagalah Rasa.

Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian… Ketahuilah.
Keada’an Situasi dan Kondisi Hidup itu, tenteram dalam hal semuanya dan Sempurna pada segala segi halnya.

Karena bagi Hidup, apapun itu tidak ada, apa-apa itu, tidak ada, yang ada bagi-Nya, hanya Dzat Hidup.

Dan Dzat Hidup itu, indah/damai/tenang/nyaman/selamat/bahagia/sehat/sukses/mewah/berhasil dan “SEMPURNA” Titik (tidak ada tapi tentang ini.

Namun…
Bukti-bukti Riyil-nya Laku Murni Menuju Suci dalam kehidupan sehari-hari yang di peroleh dan di alami, membuat kita semakin yakin dan menjadikan kita bertambah percaya kepada Utusan-Nya, yaitu; “Hidup” Sang Utusan Dzat Hidup.

Nah, disinilah…
Semakin kita percaya dan semakin kita yakin kepada Sang Utusan-Nya ini, semakin kita akan terlena oleh kemalasan Laku Murni Menuju Suci.

Kenapa dan mengapa begitu…?!

Sebab belum terbiasa merasakan ketenteraman yang sempurna di kehidupan dunia ini.

Karena belum terbiasa inilah;
Ketika berhasil mendapatkan dan
merasakan ketenteraman yang sempurna’an, yang sesungguhnya, yang sebenarnya, yang sejati nya di kehidupan dunia ini.

Menjadi terlena bahkan larut dan tenggelam kedalam keindahan/kedamaian/ketenangan/kenyamanan/keselamatan/kebahagiaan/kesehatan/kesuksesan/keberhasilan/kemewahan “dianggapnya semangkuk air itu adalah lautan”

Maksudnya;
Saking Indahnya, damainya/tenangnya/nyamannya/selamatnya/amannya/bahagianya/sehatnya/suksesnya/berhasilnya, jadi “Malas Patrap Semedi”

Dikiranya;
Sebab karena sudah sampai, akan Tetap Bisa Indah/damai/tenang/nyaman/selamat/aman/bahagia/sehat/sukses/berhasil/mewah walaupun Tanpa Patrap Semedi.

Karena tidak pernah Patrap Semedi, atau Patrap Semedi nya Jarang, jadi, walaupun sedang Laku Murni Menuju Suci, sekalipun punya Wahyu panca ghaib yang di ibadahkan dengan Wahyu panca laku.

Masih punya waktu dan kesempatan untuk membenci sesama makhluk, dendam, fitnah, bully, iri, sirik, dengki dan cari-cari kesalahan orang lain dan sebagainya, bahkan konyolnya, itu di anggap sebagai bagian dari kesempurnaan Laku Murni Menuju Suci, sehingganya;
Terus asik mengapung di ranah itu.

Kalau slogan pada umumnya;
Semakin tinggi memanjat sebuah pohon, semaki kencang angin yang akan menerpanya.

Namun didalam Laku Murni Menuju Suci, tidak begitu, melainkan;
Semakin tinggi memanjat sebuah pohon, semakin terlena, bahkan bisa terlelap tidur, karena semakin tinggi, anginnya semakin sepoi-sepoi menerpanya.

Dan akhirnya jatuh tersungkur dengan tetap mendengkur, sehingganya tidak menyadari dan tidak mengetahui, bahkan tidak merasa kalau dirinya telah jatuh dan kufur atau gugur.

Nah…. Sebab karena itu, saya membagikan ilmu pengetahui pribadi saya, seperti ini;
Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu.
Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu.
Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu.
Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu.
Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan menentukan Nasibmu.

Jagalah Nasibmu, karena Nasib, akan menentukan suana Hatimu.
Jagalah Hatimu, karena Hatimu akan menentukan Rasamu.
Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu.
Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Tuhan-mu.
Tuhan hantu, apa hantu Tuhan, apa Tuhan Tuhanan atau hantu hantuan.

Maksudnya;
Agar supaya tidak terlena dan hanyut tenggelam pada samudera kekufuran, dengan begitu, ada sesuatu sedikit saja, yang mendekat untuk kufur, kita tau, kita mengerti dan kita paham, sehingganya, cepat bisa masuk ke Rasa Sadar, Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni lagi.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian…
Dewasa ini, di abad yang sudah tua ini, Hidup itu, terenyuh/Sedih.

Kenapa dan mengapa bisa begitu…?!

Sebab di seumur kehidupan dunia manusia, Hidup itu tertekan, karena selalu di tekan.

Hidup Itu Kuasa, namun Hidup tidak bisa melakukan kuasanya, apapun yang kita lakukan dan kita perbuat, selalu menggunakan nalar pikiran dari 4 anasir, bukan Hidup.

Bukti kuasanya Hidup;
Kita bisa itu dan ini serta bisa ini dan itu serta apapun, itu karena adanya Hidup di dalam diri kita.

Jikalau tidak ada Hidup di dalam diri kita, sehebat dan sekuat serta sekuasa apapun, pasti jadi mayat, itu salah satu bukti kuasanya Hidup.

Namun sayang, Hidup tidak bisa menunjukan kuasanya, padahal, semua dan segala awal dan akhir kehidupan di dunia ini, bermula dan berakhir dari Hidup dan pada Hidup, bergantung bahkan di tentukan oleh Hidup, sebab karena itu Hidup Terenyuh atau Sedih.

Pada hakikatnya, di sadari atau tidak, suka atau tidak, di akui atau tidak, seumur Hidup kita, kita berada di dimensi Hidup dan menjalani hukum Hidup, kita tidak punya kemampuan untuk tidak tinggal di dimensi Hidup, ini bisa di buktikan, bahwasannya, kita bisa mati jika menolak hukum Hidup. Seperti;
BAK atau BAB atau buang angin, itu adalah hukum Hidup, bukan hukum negara atau hukum agama dll, melainkan hukum Hidup, kalau tidak percaya, coba saja menolak hukum Hidup itu, apa yang akan terjadi, jika tidak mau BAK atau BAB atau buang angin, saya bisa pasti bahkan berani jamin, kalau tidak masuk di unit gawat darurat, pasti masuk ke liang kubur.

Maka, jangan “KAU” ingkari itu…!!!

“….di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah Hati. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

“…Aku tidak bisa berada di bumi ataupun di langit, tapi aku bisa berada dalam hati seorang mukmin yang benar”
“Qalbul mukmin Baitullah.”
Hati orang yang beriman itu adalah rumah ALLAH/TUHAN.
“…Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang“ (HR Abu Dawud ).

Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri (hati)” Sebab Karena;
Allah/Tuhan itu bathinnya manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah/Tuhan “Al-Insanu Siri Wa Anna Siruhu” Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.

Bahkan didalam Sebuah Hadits Qudsi Dzat Hidup Berfirman, yang Artinya;
“Aku adalah Rahasia (Perbendaharaan) yang tersembunyi, lalu Aku berkeinginan agar dikenal, kemudian aku ciptakan alam serta makhluk, tidak lain agar mereka bisa Ma’rifat (mengenal) kepada Aku”

Betapapun jelas dan riyil serta blak kotak Tanpa Tedeng Aling-aling kabar dari saya Wong Edan Bagu tentang Kesempurna’an Hidup Dan Mati seperti yang sudah saya perjelas ini “JIKALAU” Di Kepala
Masih ada Perasaan Pamrih dan Di Hati masih ada rasa benci, iri, dengki, hasut, dendam, fitnah, ego, arogan, sedikit saja…

Percayalah, tidak akan pernah bisa, sangat tidak bisa, apalagi sampai banyak.

Sungguh saya sudah “membuktikannya”
Dan hasilnya Yaitu; “tidak bisa”

Sebab itu…
Di Titik Poin Kelima, yaitu;
Tentang Jagalah Pikiran. Jagalah Hati Dan Jagalah Rasa, saya kabarkan, karena itu, terus dan terus lakukan jangan pernah merasa lulus, artinya;
Terus jaga dan jaga terus.

Dan untuk mengantisifasi agar supaya kita sensitif pada ketidak tepatan di dalam Laku Murni Menuju Suci, maka ketahuilah Barometer Laku Murni Menuju Suci berikut ini;
Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian…
Seorang yang sedang Laku Murni Menuju Suci, walaupun;
Tidak pernah belajar rasa.
Tidak pernah belajar baik.
Tidak pernah belajar anggah unggu atau sopan santun.
Tidak pernah belajar jujur.
Tidak pernah belajar sabar.
Tidak pernah belajar ilmu.
Tidak pernah belajar ikhlas.
Tidak pernah belajar tulus.
Tidak pernah belajar rela.
Tidak pernah belajar indah.
Tidak pernah belajar bersih.
Tidak pernah belajar bagus.
Tidak pernah belajar teliti.
Tidak pernah belajar jeli.
Tidak pernah belajar sukses.
Tidak pernah belajar berhasil.
Tidak pernah belajar waspada.
Tidak pernah belajar berpikir.
Tidak pernah belajar sadar.
Tidak pernah belajar dermawan.
Tidak pernah belajar mengalah.
Tidak pernah belajar budi pakarti.
Tidak pernah belajar kebatinan.
Tidak pernah belajar mencintai.
Tidak pernah belajar mengasihi.
Tidak pernah belajar menyayangi.
Tidak pernah belajar menghormati.
Tidak pernah belajar menghargai.

Otomatis Pasti Bisa…!!!
Bisa rasa.
Bisa baik.
Bisa sopan santun.
Bisa jujur.
Bisa sabar.
Bisa ilmu.
Bisa ikhlas.
Bisa tulus.
Bisa rela.
Bisa indah.
Bisa bersih.
Bisa bagus.
Bisa teliti.
Bisa jeli.
Bisa sukses.
Bisa berhasil.
Bisa waspada.
Bisa berpikir.
Bisa sadar.
Bisa dermawan.
Bisa mengalah.
Bisa budi pakarti.
Bisa kebatinan.
Bisa mencintai.
Bisa mengasihi.
Bisa menyayangi.
Bisa menghormati.
Bisa menghargai.

Kalau Sampai Tidak Bisa.
Berarti keluar dari jalur Laku Murni Menuju Suci dan Tersesat jauuhhhhh…

Maka, segeralah Mengaku Salah dan cepat Memohon Ampunan kepada Gusti (Guru Sejati) dengan cara Patrap Semedi meng-Ibadah-kan “Wahyu Panca Ghaib” dengan menggunakan Sikap dan Sipat, serta jangan lupa Ucapkan Terima Kasih dengan Kesadaran yang Sadar ketika Pengampunan telah di peroleh, sungguh, tidak ada yang lebih berharga dan lebih membahagiakan, di bandingkan mendapat Pengampunan Dari Dzat Hidup yang Maha Segala-Nya.

Salam Se-Tu-Han Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
Wong Edan Bagu – YouTube.com

Maaf dan Memaafkan


Wong Edan Bagu Di…
Gubug Jenggolo Manik Hari Jumat Tanggal 3 Mei 2019 Pukul: 13:03

Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian…
Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya.

Di tengah perbincangan dengan para sahabatnya itu, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.

Lalu Umar r.a. yang berada di situ, bertanya;
Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah…?!
Rasulullah SAW menjawab;
Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT, salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata;
Ya Rabb,,, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku, karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku.

Allah SWT berfirman;
“Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun”

Orang itu berkata;
Ya Rabb,,, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya.

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca, Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan air matanya, Beliau menangis, lalu, beliau berkata;
“Di hari itu, adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia, ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya”

Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya;
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi;
“Sekarang angkat kepalamu”

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata;
Ya Rabb,,, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas dan perak, bertatahkan intan berlian, istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb…?!

Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb…?!

Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb…?!

Allah SWT berfirman;
“Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya”

Orang itu berkata;
Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb…?!

Allah berfirman;
“Engkau pun mampu membayar harganya”

Orang itu terheran-heran, sambil berkata;
Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb…?!

Allah berfirman;
“Caranya, engkau MAAFkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku itu”

Orang itu berkata;
Ya Rabb,,, kini aku memaafkannya.

Allah berfirman;
“Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu”

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Saw berSabda; “Bertakwalah kalian hanya kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFkan”_”sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin”

(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).

Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian, apapun agama keyakinannya, Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah Meminta 🙏MA’AF🙏Memberi 🙏MA’AF🙏dan Saling❤️🙏❤️ 🙏meMa’af-kan🙏❤️🙏❤️ Maafkan🙏🤝🙏diriku ya Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasihku dan Sahabatku Tersayang serta Keluarga Tercintaku, sekiranya saya Wong Edan Bagu pernah menyakitimu, baik itu melalui artikel, vidio atau secara langsung dalam perkataan dan perbuatan-ku.

❤️MOHON MAAF🙏🤝🙏LAHIR DAN BATHIN❤️ Serta Selamat menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan…
Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya