Arti Kadhang dan Maksud Kekadhangan:


Arti Kadhang dan Maksud Kekadhangan:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.12:40. Hari Jumat. Tanggal 31 Agustus 2018.

Hanya Seorang Putro Romo yang belum mengenal Rasa Krasa Rumangsa Ngrasak’ake Nyatane Urip atau Hanya Seorang Putro Romo yang hanya sebatas ikut-ikutan karena gengsi. Yang tidak punya Rasa Rindu untuk bertemu dengan Kadhang dan Kadhangan.

Karena sesungguhnya-sejatinya, hakikat Kadhang itu, melampaui semua jenis ikatan ke keluarga’an model apapun, per saudara’an macam apapun, persahabatan seperti apapun, bahkan Ikatan antara Bapak dan Anak yang katanya satu DNA, termasuk suami istri, itu terlampaui dengan yang di Sebut Kadhang.

Apa lagi kalau Kadhang yang sedang Kadhangan.

Wow,,, jika bisa menyadari setiap gerak tubuh dan gerik hati saat Kekadhangan, lalu memasukannya ke dalam Kesadaran Hidup, model masalah dunia jenis apapun, akan terselesaikan dengan sangat indah dan mewah.

(……)
Menjalankan atau Menjalani Laku Murni Menuju Suci, dengan menggunakan Wahyu Panca Ghaib yang di praktekan dengan Wahyu Panca Laku, berati Menjalankan kehidupan Yang Langgeng Sempurna Tan Kenaning Pati dan Menjalani Hidup Yang Bersifat Adadi lagi Sempurna.

Untuk hal tersebut, siapapun dia dan bagaimanapun dia, suka tidak suka, mau tidak mau, harus mengerti, harus paham dan tahu tentang Rasa. Krasa. Rumangsa, (Rasa. Terasa. Merasa), dengan kesadaran Batin/Hidup, bukan dengan kesadaran otak/pikiran.

Lalu menapaki serta melalui tiga jembatan yang disebut; Rasa. Krasa. Rumangsa itu, dengan kesadaran batin/hidup pula, bukan dengan kesadaran otak/pikiran.

Setelah mengerti, paham dan tahu
Serta berhasil menapaki dan melalui tiga jembatan tersebut; Baru bisa Ngrasak’ake kasunyataning Urip kang nyata-nyata bener-benering bener ana. (merasakan kenyataan Hidup yang nyata-nyata benar-benar nya benar ada)

Jika tidak, bagaimana mungkin bisa…?!

La itu, soal ghaib-ghaibnya ghaib.
Yang hanya bisa di rasakan dengan kesadaran sejatinya rasa, kesadaran hidup itu sendiri.

Nah…
Disini letak penting dan perlunya Kadhang dan Kekadhangan, Kadhang, itu adalah Sabda Hidup, yang tidak bisa di terjemahkan dengan bahasa apapun, seperti halnya baca’an Kunci, sebelum mengerti, paham dan tahu tentang;
Rasa. Krasa. Rumangsa, (Rasa. Terasa. Merasa) dengan kesadaran hidup.

Karena jika belum mengerti, paham dan mengetahui dengan kesadaran batin/hidup tentang Rasa. Krasa. Rumangsa, (Rasa. Terasa. Merasa), berarti belum mengenal Hidup.

Kalau belum mengenal Hidup, bagaimana mungkin bisa mengerti, memahami dan mengetahui Kadhang. Kekadhangan dan Kunci, yang tak lain dan tak bukan adalah Hidup itu sendiri…?!

Arti Kadhang dan Maksud Kekadhangan;
Kadhang, artinya; Kunci. Kekadhangan, maksudnya; Kumpul Nunggal Suci.

Maksudnya;
Kadhang atau Kunci atau Kekadhangan, itu adalah Hidup itu sendiri, jadi, kita tidak akan pernah mengerti, memahami dan mengetahui kalau belum mengenal Hidup, dan untuk bisa mengenal Hidup, kita harus mengerti dulu, memahami dulu, mengetahui dulu Rasa. Krasa. Rumangsa, (Rasa. Terasa. Merasa) Baru bisa Ngrasak’ake kasunyataning Urip kang nyata-nyata bener-benering bener ana. (merasakan kenyataan Hidup yang nyata-nyata benar-benar nya benar ada).

Sebab Karena itu… Saya Ulangi;
Hanya Seorang Putro Romo yang belum mengenal Rasa Krasa Rumangsa Ngrasak’ake Nyatane Urip atau Hanya Seorang Putro Romo yang hanya sebatas ikut-ikutan karena gengsi. Yang tidak punya Rasa Rindu untuk bertemu dengan Kadhang dan Kadhangan.

Karena sesungguhnya-sejatinya, hakikat Kadhang itu, melampaui semua jenis ikatan ke keluarga’an model apapun, per saudara’an macam apapun, persahabatan seperti apapun, bahkan Ikatan antara Bapak dan Anak yang katanya satu DNA, termasuk suami istri, itu terlampaui dengan yang di Sebut Kadhang.

Apa lagi kalau Kadhang yang sedang Kadhangan.

Wow,,, jika bisa menyadari setiap gerak tubuh dan gerik hati saat Kekadhangan, lalu memasukannya ke dalam Kesadaran Hidup, model masalah dunia jenis apapun, akan terselesaikan dengan sangat indah dan mewah.

Kesimpulannya;
Jika Panjenengan Merasa Seorang Putro Romo, tapi belum merasakan Rindu bertemu Kadhang untuk Kadhangan atau sudah merasakan rindu bertemu Kadhang untuk Kekadhangan, namun menolaknya, karena asalan anak istri/suami dan pekerjaan atau uang.

Berarti masih terlalu jauh, tapi sudah lumayan, karena punya Wahyu Panca Ghaib dan menjalankannya dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, sehingganya, ada harapan untuk hal tersebut. Semuga Bermanfaat.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Kesadaran Batin Atau Hidup- Adalah Tanda BerIman:


Kesadaran Batin Atau Hidup- Adalah Tanda BerIman:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.18:15. Hari Rabu. Tanggal 29 Agustus 2018.

Untuk mencerdaskan spiritual Laku Murni Menuju Suci. Bercermin dan ambil lah Hikmah Dari Masa Lalu saya WEB di bawah ini…

Tentang Kesadaran Otak/Pikiran, sudah saya sharing kan beberapa hari yang lalu, di artikel yang berjudul “Kesadaran Otak – Tanda Tidak BerIman” Dan artikel yang berjudul “Kesadaran Batin atau Hidup – Adalah Tanda BerIman” ini merupakan kelanjutannya, untuk mempermudah dalam membedakan, mana kesadaran otak, dan yang mana kesadaran batin atau hidup.

Kesadaran Batin atau Hidup;
Yang keSatu…
Seperti yang sudah saya kabarkan di Artikel yang berjudul; Biografi Sejarah Perjalanan Hidup saya di internet, demi untuk mengenal Tuhan yang saya puja dan puji setiap waktunya, apapun saya lakukan, tidak peduli dengan risiko dan kejadiannya.

Suatu ketika, di dalam proses perjalanan spiritual, saya merasa kelelahan, bagaimana sudah saya perjuangkan, apapun sudah saya korbankan dan lakukan, namun, masih juga saya belum mengenal Tuhan.

Saya mengalami keputus asa’an dalam lelaku, mentog sana mentog sini, pada akhirnya, saya nyerah.

Di suatu tempat yang tidak ada seorangpun tahu, saya berbicara dengan semesta alam seperti ini;

…Tuhan!!!
Semua dan segala perintah mu yang tersurat sudah aku jalankan, jika memang engkau nyata ada, namun tidak berkenan untuk aku kenali, maka aku cukupkan sampai disini.

… Engkau memang Maha Segalanya, betapapun aku bersi keras memburumu, kalau yang aku buru tidak berkenan, tidak ada yang bisa aku lakukan, karena engkau Maha Kuasa atas segalanya.

…Firman tersuratmu menegaskan, semua dan segalanya berasal darimu dan milikmu serta akan kembali hanya kepadamu.

Maka, aku serahkan semua dan segalanya tentangku ini, hanya kepadamu, terserah mu, aku akan terima.

Kalau itu masih kurang, silahkan ambil juga nyawaku, aku sudah capek dan lelah, aku sudah tidak punya apa-apa dan siapa-siapa lagi, kecuali nyawa ini, silahkan ambil…

Lalu saya berdiri ditebing bebatuan terjal diatas puncak gunung tertinggi di pulau jawa, sambil merentangkan kedua tangan dan memejamkan mata, dalam hati tiada putusnya berkata “Silahkan ambil nyawaku”

Beberapa detik kemudian, saya merasakan kaki kiri saya terpeleset, sehingga saya kehilangan keseimbangan tubuh, lalu saya merasakan tubuh saya terjatuh, namun saya tetap memejamkan mata dan tak berhenti hati berkata “Silahkan ambil nyawaku”

Dan beberapa detik selanjutnya, saya merasakan ada sesuatu yang menangkap tubuh saya, dan mendekapnya dengan sangat hangat, dan kehangatan itu, memaksa saya untuk membuka mata, dan lagi, setelah saya membuka mata, wow,,, keren mewahnya, ternyata saya berada dalam pelukan pujaan hatiku, yang selama itu saya rindukan.

Kesadaran Batin atau Hidup;
Yang keDua…
Ini juga pernah saya sharing kan di internet, kejadiannya, ketika saya sedang berjuang mendirikan Pesanggrahan di Kabupaten Brebes Jawa tengah.

Bersamaan dengan itu, adik kandung saya mengalami kesulitan ekonomi, akibat dari musim hujan/rendeng, sehingganya, bukan hanya tidak bisa bekerja, namun juga, bencana banjir pun melanda di setiap daerah Sulawesi tempat tinggal adik kandung saya, pertanian hancur, pekerjaan buruh macet, penyakit menyerang setiap warga setempat.

Di saat yang bersamaan pula, anak gadis saya yang sedang kuliah, terancam DO, karens bulanannya nunggak sudah empat bulan.

Di waktu yang sama juga, adik saya yang satu bapak lain ibu, di rawat di UGD, karena di vonis gagal ginjal.

Ketiga masalah penting dan darurat yang kejadiaannya bersamaan ini, membutuhkan uluran tangan bantuan dari saya, yang menurut mereka, adalah satu-satunya tumpuan harapan.

Dan pada waktu itu, saya pegang uang, dan uang itu, sedang saya gunakan untuk mendirikan Pesanggrahan, sebuah tempat untuk mempermudah bagi siapapun yang hendak datang menemui saya, untuk belajar bersama mengenal Tuhan.

Seketika itu juga, saya duduk bersimpuh, mesuk ke dalam diri, menghadap pepujaning atiku/pujaan hatiku, lalu menyerahkan dan mempercayakan Ketiga masalah penting dan darurat itu, kepada Dzat Maha Suci, setelahnya, saya tetap melanjutkan pembangunan Pesanggrahan.

Walau pun saya tahu, ketika menghadap pepujaning atiku/pujaan hatiku, bahwa pada akhirnya, Pesanggrahan itu akan di bongkar, namun tetap saya lanjutkan pembangunannya sesuatu niyat hati pada awalnya, untuk menggenapi Firman Hidupku.

Selesai pembangunan Pesanggrahan di Brebes Jateng, selesai pula Ketiga masalah penting dan darurat tersebut, adik kandung saya, selamat dan tidak kekurangan suatu apapun, anak saya tetap lanjut kuliah tanpa beban apapun, dan adik saya yang satunya, sembuh total dari ginjalnya tanpa operasi, dan tak kurang suatu apapun.

Dan sepertinya, tidak perlu contoh ketiga, dua yang sudah saya uraikan diatas, sudah lebih dari cukup untuk diambil hikmahnya.

Kesimpulannya;
Apapun yang kita hadapi, jika secara otomatis ingat Tuhan, tanpa diawali proses berpikir itu dan ini terlebih dulu, melainkan langsung ingat Tuhan, dan segera praktek Manembah kepada-Nya, tanpa menunggu waktu yang tepat pula, harus mandi dulu, harus ganti baju dulu, harus bla bla bla… Itulah Kesadaran Batin atau Hidup.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Dia Adalah Aku. Aku Adalah Dia:


Dia Adalah Aku. Aku Adalah Dia:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.22:22. Hari Senin. Tanggal 27 Agustus 2018.

Penderita’an dan Kebagia’an adalah Anak tangga spiritual terbaik, kenapa dan mengapa saya katakan begitu…?!

Karena sebuah motivasi, itu dihasilkan dari suatu rentetan kejadian sulit dan gampang, yang pada akhirnya membuat kita tersadarkan, sehingga bisa mengerti, memahami dan mengetahui tentang sesuatu hal tersebut.

Ini tidaklah efektif bila hanya dibaca, didengarkan dan dilihat saja, melainkan harus “praktek langsung” karena praktek itu, lebih baik dari pada teori.

Artinya;
Saat kita sedang mengalami masalah/tekanan kehidupan/penderita’an atau kebahagia’an, itulah saat yang tepat untuk memulai latihan memasukannya ke dalam kesadaran hidup.

Jadi…
Jangan pernah mengeluh saat pergumulan dalam kehidupan mendatangi kita, tetapi masukan ia ke dalam kesadaran hidup.

Dengan cara memandangnya sebagai sebuah kesempatan waktu, untuk mengembangkan kemampuan kesadaran mengertikan situasi, memahami situasi, mengetahui situasi dan bertahan di tengah rasa sakit, tanpa harus kembali menyakiti (tidak membalas rasa sakit dengan rasa yang sama) atau bertahan di tengah rasa bahagia, tanpa harus mengorbankan kebagia’an orang lain.

Masing-masing orang memiliki cara tersediri untuk memotivasi dirinya, tua, muda bahkan anak-anak sekalipun dapat melakukannya, namun memasukan sesuatu situasi tersebut ke dalam kesadaran hidup, tidak semua orang mampu sampai ke tahapan ini, kebanyakan hanya terbawa suasan dan hasutan dari orang lain saja.

Menemukan filosofi kisah motivasi sendiri, adalah sebuah Sabda Hidup, untuk menghidupkan kesadaran diri sendiri, agar tidak bimbang, capek, lemah, lelah, loyo, ragu, dan minder dalam segala situasi yang dihadapi.

Keputusan untuk mengembangkan kesadaran hidup pada setiap masing-masing diri yang hidup, adalah; sebuah pilihan yang harus dilakukan oleh setiap manusia hidup sekarang juga, jika tidak ingin gagal dari keselamatan.

Dalam mengembangkan kesadaran hidup ini, terkadang, terdapat beberapa hambatan yang membuat kita justru tidak dapat memotivasi diri sendiri, keadaan ini, disebabkan oleh karena beberapa gangguan kebiasaan buruk, sehingganya, tidak sedikit yang membuat motivasi kita menjadi mandul.

Namun hal tersebut dapat dilalui dengan cara memasukan masalah/tekanan kehidupan, penderita’an atau kebahagia’an itu, ke dalam kesadaran hidup.

Sebab karena, ketika kita memasukan apapun itu ke dalam kesadaran hidup, sudah bukan kita lagi yang bergerak gerik, melainkan Hidup itu sendiri, dan bagi Hidup, kehendak-Nya adalah kehendak-ku. Rahasia-Nya adalah Rahasia-ku. Dia adalah Aku. Aku adalah Dia. Jadi… No problem.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Kesadaran Otak – Tanda Tidak BerIman:


Kesadaran Otak – Tanda Tidak BerIman:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.12:11. Hari Senin. Tanggal 27 Agustus 2018.

Untuk mencerdaskan spiritual Laku Murni Menuju Suci. Bercermin dan ambil lah Hikmah Dari Masa Lalu saya WEB di bawah ini…

Kesadaran Otak;
Dulu, sewaktu saya di klaim oleh suatu komunitas ORMAS sebagai kiyai, ketika saya berdoa karena suatu kepentingan atau kebutuhan, tapi doa saya tidak segera di kabulkan oleh Tuhan.

Kesadaran otak saya otomatis berpikir, tidaklah mungkin “Tuhan” akan memberikan saya uang, dengan cara, ketika saya sedang duduk berdoa, harus ada bentuk iktoyar lahir, sebagai jalannya.

Lalu, saya berceramah/berdakwah mengungkap keindahan surga yang serba mewah di sebuah majelis taklim, di hadapan para hadirin, lalu saya menggugah kesadaran otak mereka, untuk beramal dan bersedekah, sebagai tabungan akherat, agar mendapatkan surga yang mewah itu.

Setelah menerima sedekah dan amal dari mereka yang tergiyur oleh keindahan surga dengan kemewahannya, saya gunakan untuk menyelesaikan kepentingan pribadi saya dan kebutuhan keluarga saya, misalnya; beli beras, beli pakaian, nyicil kredit bulan dll.

Setelahnya, suatu ketika, jika saya mendapatkan sejeki, baru saya gunakan untuk mengganti uang amal dan sedekah yang saya pakai itu, saya beriman ke fakir miskin, yatim piatu, orang jompo dll, ada kalanya, kalau lagi tidak ada rejeki, ya tidak saya ganti. He he he . . . Edan Tenan.

Orang-orang seperti masa lalu saya ini, masih ada banyak tersebar di berbagai tempat-tempat ibadah, dan keberadaan mereka, itu sangat di sukai dan di percaya oleh Ormas nya, seperti yang saya alami dulu, sampai di ciumin tangan saya.

Selain sebagai tanda bahwa saya tidak berIman waktu itu, juga itulah dan begitulah modus spiritual yang banyak dan sering di praktekan oleh orang-orang yang belum tercerahkan, namun di gemari dan di percaya oleh orang-orang yang belum tersadarkan kesadaran hidup nya.

Agar supaya mengerti dan paham Perbedaan Antara Kesadaran Otak dan Kesadaran Batin atau Hidup, kita sambung nanti ke artikel selanjutnya berJudul; Kesadaran Batin atau Hidup.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Wong Edan Bagu:


Wong Edan Bagu:
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.21:11. Hari Jumat. Tanggal 24 Agustus 2018.

Berbicara Tentang Wahyu Panca Ghaib, berarti berbicara soal Hidup.

Berbicara Soal Hidup, berarti berbicara tentang Hati.

Berbicara Tentang Tuhan, berarti berbicara soal Hati dan sebaliknya, berbicara soal Hati, berarti Berbicara Tentang Tuhan.

“… di dalam setiap rongga dada anak adam, terdapat segumpal daging, yang jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Sebaliknya, kalau ia buruk, maka buruk pula seluruh tubuhnya, dan segumpal daging itu, tersebut hati, tempat
AKU menyimpan rahasia-Ku. Maka jaga dan pelihara lah ia.

“Al-Insanu Siri Wa Ana Siruhu”
(Rahasia kalian adalah rahasia-Ku)

Karena semua dan segalanya Tentang Hidup itu adalah Tentang Tuhan, dan Hidup ples Tuhan itu Soal Hati, maka Hati saya katakan sebagai “Kerajaan Tuhan”.

Banyak orang berpikir, bahwa setelah mereka memahami ajaran agama atau sejenisnya dan spiritual, lalu menjalankannya sesuai aturannya, itu sudah lebih dari cukup untuk meraih surga kesempurnaan.

Akan tetapi, sepengetahuan saya pribadi, pemahaman intelektual jenis dan model apapun, tidak akan membuat kita ke surga kesempurnaan, hingga sampai kata di luar, menjadi Firman Hidup di dalam hati kita, kita belum benar-benar memahami pesan hati kita.

Ini adalah kondisi yang menentukan keselamatan kita, sempurna atau tidaknya.

Lalu apa yang dibutuhkan untuk bisa masuk ke dalam surga kesempurna’an..?!

Jika ada yang bertanya seperti itu, itu menandakan bahwa panjenengan memahami makna yang lebih dalam lagi, dari perkata saya yang terpenting Yaitu; Keraja’an Tuhan “Hati” yang ada di dalam diri kita.

Selama kita mencarinya di luar diri kita, selama kita berpikir itu datang karena ibadah, dengan mengamati keyakinan dan praktek agama atau berbicara dengan cara tertentu, bertindak dengan cara tertentu, makan dengan cara tertentu atau semua hal di luar yang kita pikir, bahwa melakukan hal ini dan itu akan membawa kita bisa masuk ke dalam Keraja’an Tuhan “Hati”, kita tidak akan pernah bisa masuk ke dalam Keraja’an Tuhan” Hati”.

Karena kita mencoba untuk masuk melalui pintu gerbang yang tidak tepat.

Cara yang paling luas untuk menuju kepada kebinasaan/kehancuran adalah memang kesadaran yang tak tersadari, sehingganya, kepala yang berpikir, bahwa itu adalah hal yang akan membawa kita masuk ke dalam “Kerajaan Tuhan “Hati”.

Dan agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Tuhan “Hati”, kita perlu untuk mengatasi fokus pada hal-hal di luar dan dari luar, kita perlu untuk menarik perhatian fokus kita yang keluar itu, menjadi ke dalam dan menyadari bahwa hanya dengan mengubah kesadaran berpikir, menjadi kesadaran berhati, kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Tuhan “Hati” Sekarang juga Wahai Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian.

Karena saya masuk ke dalam kesadaran massa saat menulis artikel ini, maka saya Wong Edan Bagu berbicara/berkata tulus Tanpa Tedeng Aling-aling untukmu sekalian, terutama untuk orang-orang sedunia, yang mungkin membaca ini di beberapa titik, atau bahkan membacanya hingga selesai.

Apakah kita akan mendefinisikan ini sebagai seorang Kristen yang baik, atau seorang Hindu yang baik, atau seorang Muslim yang baik, atau Buddha yang baik, atau seorang Kong Hu Chu yang baik, lalu kemudian berpikir, bahwa setelah tubuh fisik kita mati, Tuhan harus membiarkan kita ke dalam Kerajaan Tuhan…?!

Sungguh…
Kita tidak bisa Hidup dengan cara tertentu, fakta masalah ini adalah, bahwa tidak ada jalan otomatis ke Kerajaan Tuhan “Hati”.

Untuk Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, kondisi yang menentukan apakah kita dapat memasukkan atau tidak ke Kerajaan’an Tuhan “Hati”.

Adalah apakah kita telah menempatkan apapun itu pada Kesadaran Hidup atau tidak, sebab jika kita belum memakai keadaan/sikon Kesadaran Hidup, kita akan melihat diri kita sebagai terpisah dari Tuhan.

Dan bagaimana kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Tuhan selama kita melihat diri kita terpisah dari Kerajaan-Nya…?!

Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian lihat hal itu tidak bisa dilakukan…!!!

Jika Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian berdiri di depan rumah Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian larut malam, ingin masuk dan pergi tidur, dan Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian mencoba untuk membuka pintu depan Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian tetapi Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian menggunakan kunci mobil.

Seberapa besar kemungkinan bahwa pintu rumah Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian akan dibuka…?!

Nah, tentu Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian dapat melihat bahwa ini adalah mustahil, bukan…!?

Dan bisa jadi Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian tidak juga melihat bahwa jika Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian mencoba untuk membuka pintu Kerajaan Tuhan “Hati” dengan menggunakan kunci yang tidak tepat.

Sehingganya Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian tidak bisa masuk, dan satu-satunya kunci adalah transformasi “Kesadaran Hidup” bukan kesadaran yang lainnya selain Hidup.

Dan apa kunci untuk transformasi Kesadaran Hidup itu…?!

Nah Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, itu adalah Sabda Dawuh Hidup itu sendiri.

Karena menurut ucapan Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian akan dibenarkan, menurut ucapan Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian pula akan disalahkan.

Ini tidak berarti bahwa saya Wong Edan Bagu, atau Tuhan, atau malaikat-malaikat tertentu, akan duduk di sana dan menilai Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian.

Jika ada yang seperti itu, itu hanya sebuah taktik untuk menakut-nakuti Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, yang digunakan oleh orang-orang tertentu, di tempat-tempat ibadah, yang sudah begitu banyak mengalahkan orang menjadi tunduk kepadanya.

Hanya mereka yang memiliki Kesadaran Hidup, yang tidak akan berbuat menakut-nakuti apapun dan siapapun dan yang akan berhasil masuk ke Keraja’an Tuhan “Hati”.

Dan ketika Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian
memiliki kesadaran Hidup, maka Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian telah menjadi satu dengan Sabda Dawuh/Firman Hidup, Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian telah menjadi Sabda Dawuh/Firman itu sendiri.

Menjadi satu dengan yang ber-Sabda Dawuh/Firman, lalu apa yang dibutuhkan untuk menjadi satu dengan Sabda Dawuh/Firman Hidup…?!

Kemauan untuk melihat dalam diri unsur-unsur yang tidak nyata, yang tidak sejalan dengan Sabda Dawuh/Firman Hidup, yang didasarkan pada ilusi dualistik, dan kemudian kesediaan untuk melihat bahwa elemen-elemen yang tidak benar-benar kita.

Meskipun ego Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian mungkin percaya bahwa mereka…

Meskipun Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian mungkin telah dibesarkan untuk berpikir bahwa mereka…

Karena seperti yang Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian tumbuh di dunia ini, di mana ada dualitas begitu banyak, bagaimana bisa Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian tidak datang untuk mengidentifikasi diri dengan ilusi dualistik tertentu.

Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, ini proses alami, kita semua tahu bagaimana rasanya berada dalam perwujudan fisik dan betapa sulitnya.

Sudah terlalu banyak dari kita telah diambil oleh ilusi-ilusi sukarela, mengapa Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian masih mengambil ilusi juga…?!

Itu di karena Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, ingin menunjukkan kepada orang lain, bahwa Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian menjadi benar-benar diselimuti ilusi, namun masih naik di atasnya, jadi naik dengan naik di atas itu.

Dan apa yang Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian baca dalam artikel ini, untuk menyadari, bahwa Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, lebih dari ilusi-ilusi itu, sehingga bersedia untuk menyaksikan mereka dan bersedia untuk meraih Sabda Dawuh/Firman Hidup.

Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian apapun yang sudah saya uraikan diatas dengan apa adanya ini, akan bisa mengubah Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, jika Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian untuk menjadi Sabda Dawuh/Firman Hidup di dalam hati Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian.

Tinggal bagaimana Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian mengintegrasikan dan bagaimana Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian menerimanya, melalui diri yang Hidup, lalu mencernanya dengan kesadaran Hati atau dengan diri yang mati dan mencernanya dengan kesadaran pikir, yang disesuaikan dengan keyakinan tertentu.

Masing-masing dari Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian membaca ini, sudah pasti akan memiliki perspektif yang sedikit berbeda, pemahaman yang sedikit berbeda, dari kata-kata yang saya uraikan diatas. Ini sangat wajar.

Apa yang Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian butuhkan untuk memungkinkan, adalah; bahwa apapun di luar yang
Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian baca dan lihat serta dengar, dapat membangkitkan proses di dalam hati Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian.

Dimana Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian menerima kata-kata tertentu, tulisan-tulisan tertentu, suara-suara tertentu, bahasa-bahasa tertentu yang akan membantu Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian mengatasi ilusi-ilusi tertentu.

Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, ada banyak orang yang memiliki ilusi sangat mirip, seperti misalnya di dalam agama-agama atau kepercayaan atau keyakinan, di mana mereka berpikir bahwa dengan menjadi seorang Kristen yang baik, atau seorang Hindu yang baik, atau seorang Muslim yang baik, atau Buddha yang baik, atau seorang Kong Hu Chu, atau seorang kepercayaan yang baik dalam arti luar, mereka masuk ke dalam Surga Kesempurna’an.

Namun meskipun mungkin ada satu juta orang yang percaya pada ilusi luar yang sama seperti itu, setiap orang memiliki cara yang sedikit berbeda dari pemahaman itu.

Dan karena itu, mereka harus menemukan kata-kata mereka sendiri, yang akan membantu mereka mengatasi ilusi tersebut, membantu mereka melihat bahwa itu adalah ilusi, dan akhirnya memiliki bola lampu dalam kepala mereka dan berkata, “Aah,,, sekarang aku mengerti, sekarang aku melihat itu!”

Para Kadhang dan Sedulur Kinasih-ku sekalian, Sabda Dawuh/Firman Hidup, menjelaskan, Bahwa apapun yang diluar diri kita, itu hanya sebatas akan membantu kita, hanya untuk merangsang, bahwa Hati kita “ADA” pengalaman/pengetahuan, di mana kita tiba-tiba melihat dari dalam, apa yang kita tidak bisa melihat sebelumnya, dan apa yang kita tidak dapat melihat dengan pikiran luar.

Sesungguhnya, itu berharga untuk di memiliki sebagai pemahaman/pengetahuan intelektual dari jalan spiritual, dan psikologi manusia dan ego.

Namun kita sejak awal sudah memiliki pemahaman/pengetahuan intelektual yang sangat canggih dan super canggih, namun masih belum diklik, sehingga kita masih belum melihatnya.

Yaitu Hidup, yang lebih popular di sebut sebagai Guru Sejati, yang tak lain dan tak bukan adalah Dzat-Nya Maha Suci, dan itu ada di dalam Hati Kita. Bukan diluar tubuh kita.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Ikatan Jasmani dan Rohani Manusia Hidup:


Ikatan Jasmani dan Rohani Manusia Hidup:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.19:11. Hari Rabu. Tanggal 22 Agustus 2018.

Manusia hidup adalah makhluk dua dimensi. Yaitu; Jasmani dan Rohani atau Raga dan Jiwa atau Lahir dan Batin.

Atau…
Manusia Dan Hidup. Manusia itu bentuk wadahnya atau wujud tubuhnya.

Sedangkan…
Hidup itu sebagai Isinya atau rohaninya atau jiwanya atau batinnya.

Kedua dimensi ini, harus memperoleh porsi yang seimbang, apabila salah satunya diabaikan, maka manusia akan mengalami kepincangan dalam kehidupannya.

Sisi jasmaninya membutuhkan makanan, minuman, pakaian, bergerak, istirahat, tidur, berpikir, bergaul dan sesuatu yang bersifat biologis lainnya.

Sementara rohaninya, memerlukan ketenangan, kenyamanan, kedamaian, kebahagiaan, dan ketentraman serta cinta kasih sayang.

Dalam perkembangan perjalanan kehidupan manusia, diperoleh pengetahuan, bahwa jasmani manusia, mempunyai keterikatan yang tinggi pada rohaninya.

Apabila rohaninya tidak tenang, misal contoh; Mengalami kesedihan atau guncangan batin, karena munculnya berbagai persoalan, maka jasmani akan ikut merasakan.

Bisa badannya akan gemetar, matanya akan mengeluarkan tetesan air, wajahnya akan muram dan kakinya enggan untuk diajak berjalan dll.

Seseorang yang berada dalam keadaan emosiinal, akan menampakkan tanda-tanda yang jelas pada fisik jasmaninya.

Matanya akan memerah, suaranya akan terdengar meninggi dan tubuhnya akan terlihat tegang, itulah bukti nyata ikatan jasmani itu, teramat kuat dan tinggi dengan rohaninya.

Bahkan beberapa penyakit fisik seperti kemiskinan, banyak utang, bangkrut usaha, krisis moral, diabetes (kencing manis), darah tinggi, gangguan pencernaan, gangguan pada jantung, liver dan beberapa penyakit lainnya, bermula dari kondisi rohani yang gelisah, ragu, penuh kekhawatiran atau ketakutan, kehilangan ketenangan, kenyamanan, kedamaian, kebahagiaan, dan ketentraman serta cinta kasih sayang.

Kecemburuan atau keraguan yang berlebihan alias takut pada sesuatu, juga akan mendatangkan penyakit pada tubuh jasmani.

Hal-hal di atas harus menjadi perhatian super exstra bagi setiap manusia hidup, agar supaya hidupnya memperoleh ketenangan, kenyamanan, kedamaian, kebahagiaan, dan ketentraman cinta kasih sayang, baik di dunia maupun di akhirat. (Sampurnaning Pati Lan Urip).

Inilah yang sebenarnya tersebut Laku Murni Menuju Suci atau Tobat Iman atau Wahyu Panca Ghaib Wahyu Panca Laku yang sering saya kabarkan panjang lebar dengan menggunakan penjelasan dari berbagai sudut pandang.

Sehingganya, manusia hidup di dunia ini, tidak terbawa arus pada kesenangan dan dan kebahagiaan sesaat di dunia ini, manusia hidup, harus menghidupkan batinnya untuk yang langgeng/abadi.

Untuk hal itu, rohaninya harus tercerahkan, agar kehidupan langgeng/abadi di akhirat, dapat dipersiapkan dengan baik dan tepat.

Menghidupkan dimensi rohani inilah yang dalam Laku Manunggal ,disebut dengan Laku Murni Menuju Suci atau Tobat Iman atau Wahyu Panca Ghaib Wahyu Panca Laku.

Endingnya Adalah; Sadar di dalam Kesadaran dan Menyadari apa yang tersadari.

Kalimatnya Adalah;
Merasakan dan Menikmati serta Menyaksikan Kemanunggalan atau Penyatuan Hidup yang Sebagai Dzat Suci dalam diri kita dengan Maha Suci, yang teramat sangat mewah dan tanpa dibatasi oleh apapun.

Wow… Sungguh Luar Biasa Pak WEB, caranya bagaimana sih pak…?!

Caranya;
Sampai kapanpun akan tetap sama, seperti yang sudah saya kabarkan di ratusan artikel dan puluhan Vidio saya dengan Tanpa Tedeng Aling-aling.

Yaitu;
Miliki Wahyu Panca Ghaib, lalu ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku. (Cari dan Baca Baik-baik Artikel Berjudul; PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP. DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Satu. Level Dua, dan Level Tiga). Setelah selesai, datang temui saya secara Langsung untuk Bab Asmo Sejati. SELESAI.

Syarat apa dan Maharnya berapa Pak WEB…?!

Syaratnya;
Mau BerTaubat dan BerIman kepada Dzat Maha Suci.

Maharnya;
Nol Rupiah. Tidak ada biaya apapun, yang ada hanya pengorbanan ketikan berjuang untuk menemui saya, yaitu ongkos mobil atau bensin dan makan minum rokoknya sendiri, atau mendatangkan saya ditempat, karena kalau mendatangkan saya, itu harus mengganti sewa mobil rental pless thethek bengeknya, kalau naik umum, harus mengganti biaya transpot saya. Selain itu.

Tidak Ada…!!!
Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Sekenario Tuhan – The Grand Design Life:


Sekenario Tuhan – The Grand Design Life:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.00:10. Hari Senin. Tanggal 20 Agustus 2018.

Pertanyaan;
Dalam artikel, pak WEB mengatakan, bahwa penciptaan Nabi Adam itu, di Pulau Jawa dan Tinggal di Pulau Jawa, sedangkan dalam alqitab sejarah Nabi-Nabi tidak menjelaskan begitu, bukti apa yang mendukung uraian pak WEB dalam artikel tersebut…?!

Jawaban sederhana;
Kalau berdasarkan keterangan Kitab, Adam diciptakan dari tanah liat (at-thin).

Sekarang bahan pemikirannya;
Kira-kira tanah liat yang dipakai untuk memoles tubuh Adam itu, berasal dari mana…?!

Apakah dari Mekah, Iran, Irak, Bagdad atau daerah Timur Tengah lainnya…?!

Secara ilmu pengetahuan apapun,
bahkan orang awam saja, tidak akan percaya, bahwa tanah liat itu dari negeri yang gersang.

Tidak mungkin lah, karena untuk bikin “cetakannya manusia” yang berupa Adam, harus dibutuhkan tanah lempung atau tanah liat, yang kualitasnya super wahid.

Lemah lempung/tanah liat, yang bisa untuk bikin kerajinan gentong, kendi, genteng dan gerabah-gerabah lainnya, tidak mungkin diambilkan dari tanah yang tak mempunyai kandungan air.

Karena tanah itu dikatakan tidak liat, sebab tanpa air, bila tanpa air, bahan baku kita itu bersifat powder atau semacam bedak yang bisa ditaburkan, iya apa betul…?!

Dikatakan at-thin atau tanah liat, karena tujuh puluh persen kandungan tanah itu berupa air. Ini bisa anda kaitkan dengan tubuh manusia yang didominasi oleh air, dan katanya ilmu kedokteran, bisa sampai tujuh puluh persen.

Juga kategori teori mickrokosmos yang berujar bahwa bumi itu replica dari jasad manusia, sehingga bisa dipersamakan kandungan airnya jika dilihat dari luasan bumi yang dihuni air mencapai tujuh puluh persen.

Maka tidak mungkin tanah itu diambilkan dari daerah Timur Tengah yang jarang hujan itu, yang saya tahu, tanah liat itu dipungut di dataran paling subur di dunia, yakni di Djawadwipa.

Jika tidak Puas dengan uraian sederhana dari saya ini, silahkan panjenengan bisa melacak masalah kesuburan tanah, dengan membanding-bandingkannya dengan wilayah negara manapun, maka bisa saya pastikan, tidak akan mungkin panjenengan mendapatkan tanah yang suburnya sebanding dengan kesuburan tanah NKRI kita.

Terus apa hubungan antara tanah liat dengan tanah subur…?!

Ya jelas ada hubungannya to brow…

Karena tanah liat sifatnya banyak mengandung air, sedangkan Allah sendiri berfirman bahwa ia menurunkan air hujan itu untuk menumbuhkan segala hal yang ada di bumi ini.

Air menjadi dalang penumbuh itu, kalau ia sudah meresap dalam tanah, bisa diserap akar-akar dan disimpannya menjadi penyangga hidup tumbuhan, untuk bahan proses fotosintesis.

Air menelusup ke dalam tanah, menjadi pelicin bagi mikroorganisme, yang bersemangat untuk menyuburkan tanah.

Air juga mengendap didasar tanah, dan digali oleh manusia untuk diambili, karena kebutuhan manusia untuk kesuburannya, lingkungan dan anak cucunya.

Maka sebenarnya teori penciptaan dari “tanah liat” itu, dalam arti lain, bahwa manusia itu, dibikin/didesain dari dominasi air dan sedikit tanah.

Makanya Allah selalu bilang bahwa, selepas penciptaan manusia versi tanah liat, Ia menegaskan bahwa manusia itu diciptakan dari air yang memancar, dan beberapa istilah air yang lain yang digunakan dalam al-Qur’an.

Di Timur Tengah tanahnya gersang, kebanyakan disana padang pasir, dalam ilmu tanah, dikatakan bahwa kesuburan tanah itu, karena tingginya keasaman tanah dan banyak mengandung air.

Tanah yang tanpa air, tak bisa diurai oleh cacing yang anatomi tubuhnya juga mengandung banyak air, air yang selamat dari jamahan cacing, maka celaka, karena pasti akan kering kerontang, tak akan pernah menemukan anugrah kesuburan.

Secara teori pun, dalam sejarah disebutkan, bahwa negeri yang paling subur di kawasan buana ini, adalah negeri yang banyak terdapat jajaran gunung berapi.

Kalau masih belum puas juga…
Panjenengan bisa melacak sejarah, peradaban manusia pertama sebelum Yunani, dan bisa saya pastikan, panjenengan akan menemukan penjelasan yang mengatakan, bahwa sumbernya, adalah di wilayah yang banyak gunung berapinya.

Ini indikasi bahwa Jawa memang sebagai akarnya semua manusia sedunia.

Panjenengan bisa keliling mencari tahu lewat google earth, atau melacak sejarah pegunungan, maka hanya didapati daerah yang kaya gunung berapinya adalah di Kawasan NKRI kita ini.

Kita juga bisa menggunakan fasilitas google earth untuk berkeliling sekedar melihat warna tanah di beberapa negara, lalu bandingkan di antara wilayah-wilayah mana, yang hijaunya lebih memikat dibandingkan dengan kawasan NKRI kita ini.

Sebab karena itu NKRI kita ini, dijuluki sebagai zamrud katulistiwa.

“..dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)”. (QS; Al- An’aam. 59)

Sekenario Tuhan “The Grand Design Life”

Adam dijadikan oleh Allah sebagai
khalifatullah fil arld, yang akan mengkhilafahi bumi, menyuburkan bumi, mengelola bumi, mengembang biakkan peradaban bumi, maka pada dirinyalah letak kesuburannya.

Maka, tidak mungkin kan…
Adam yang didapuk/didesain untuk menyuburkan bumi, tapi dirinya tak subur.

Karena Adam akan dijadikan Khalifah di muka bumi, maka ia tidak bisa tidak harus berbahan baku dari bumi, karena kalau bahan bakunya dari surga, maka tidak familier dong, he he he . . . Edan Tenan.

Sebagaimaan iblis yang tercipta dari api, maka ia lebih familier menjadi khalifah di neraka, dan malaikat-malaikat lainnya yang tercipta dari cahaya, mereka bersifat “frekwensi” tidak bisa menjadi khalifah di bumi, yang terkait dengan ruang dan waktu.

Jika ada yang mengatakan kalau Adam diturunkan ke bumi ini, karena dia melanggar perintah dari Allah, Wong Edan Bagu yang akan Protes.

La wong sebelum ada acara menerobos peringatan Allah, untuk tidak memakan buah khuldi, Allah sudah bisik-bisik sama para malaikat lebih dulu, bahwa dirinya akan menciptakan makhluk, yang akan menjadi Khalifah di bumi, bukan di Sorga.

Jadi sebelum ada scenario/desain dari Allah tentang “jeratan iblis” sudah lebih dulu Allah berencana, bahkan rencananya disharingkan kepada para malaikat.

Waktu itu, malaikat juga sempat protes, karena makhluk yang baru itu, menurut persepsi malaikat, kerjaannya hanya akan selalu merusak bumi dan menumpahkan darah.

Tapi Allah Maha Tahu apa yang ia rencanakan, karena semua dan segalanya itu, adalah Sekenario-Nya “The Grand Design Life”

Dengan “barang bumi” berupa tanah liat, maka bisa dikatakan bahwa tanah liat itu, bisa bermakna tanah yang subur, maka diulang-ulang lagi bahwa hanya di NKRIlah tanah yang paling subur.

Maka sudah sepantasnya Mbah Buyut Adam berbahan baku lempung nasional cap Jawadwipa.

Belum lagi jika kita singgung masalah rasionalitas jenis kulit yang dipake orang jawa, kenapa kok sawo matang…?!

Karena kalau Adam dan Hawa berkulit putih, maka anak turunnya tak mungkin berkulit hitam legam.

Dengan kulit sawo matang, maka ada dua kemungkinan, melahirkan anak cucu yang berkulit putih, kalau campuran putihnya lebih banyak dari hitamnya, sebaliknya anak cucunya ada yang berkulit legam, karena ibarat kopi susu, kopinya lebih banyak dibandingkan dengan susunya. He he he . . . Edan Tenan.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya