Arti Kadhang dan Maksud Kekadhangan:


Arti Kadhang dan Maksud Kekadhangan:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.12:40. Hari Jumat. Tanggal 31 Agustus 2018.

Hanya Seorang Putro Romo yang belum mengenal Rasa Krasa Rumangsa Ngrasak’ake Nyatane Urip atau Hanya Seorang Putro Romo yang hanya sebatas ikut-ikutan karena gengsi. Yang tidak punya Rasa Rindu untuk bertemu dengan Kadhang dan Kadhangan.

Karena sesungguhnya-sejatinya, hakikat Kadhang itu, melampaui semua jenis ikatan ke keluarga’an model apapun, per saudara’an macam apapun, persahabatan seperti apapun, bahkan Ikatan antara Bapak dan Anak yang katanya satu DNA, termasuk suami istri, itu terlampaui dengan yang di Sebut Kadhang.

Apa lagi kalau Kadhang yang sedang Kadhangan.

Wow,,, jika bisa menyadari setiap gerak tubuh dan gerik hati saat Kekadhangan, lalu memasukannya ke dalam Kesadaran Hidup, model masalah dunia jenis apapun, akan terselesaikan dengan sangat indah dan mewah.

(……)
Menjalankan atau Menjalani Laku Murni Menuju Suci, dengan menggunakan Wahyu Panca Ghaib yang di praktekan dengan Wahyu Panca Laku, berati Menjalankan kehidupan Yang Langgeng Sempurna Tan Kenaning Pati dan Menjalani Hidup Yang Bersifat Adadi lagi Sempurna.

Untuk hal tersebut, siapapun dia dan bagaimanapun dia, suka tidak suka, mau tidak mau, harus mengerti, harus paham dan tahu tentang Rasa. Krasa. Rumangsa, (Rasa. Terasa. Merasa), dengan kesadaran Batin/Hidup, bukan dengan kesadaran otak/pikiran.

Lalu menapaki serta melalui tiga jembatan yang disebut; Rasa. Krasa. Rumangsa itu, dengan kesadaran batin/hidup pula, bukan dengan kesadaran otak/pikiran.

Setelah mengerti, paham dan tahu
Serta berhasil menapaki dan melalui tiga jembatan tersebut; Baru bisa Ngrasak’ake kasunyataning Urip kang nyata-nyata bener-benering bener ana. (merasakan kenyataan Hidup yang nyata-nyata benar-benar nya benar ada)

Jika tidak, bagaimana mungkin bisa…?!

La itu, soal ghaib-ghaibnya ghaib.
Yang hanya bisa di rasakan dengan kesadaran sejatinya rasa, kesadaran hidup itu sendiri.

Nah…
Disini letak penting dan perlunya Kadhang dan Kekadhangan, Kadhang, itu adalah Sabda Hidup, yang tidak bisa di terjemahkan dengan bahasa apapun, seperti halnya baca’an Kunci, sebelum mengerti, paham dan tahu tentang;
Rasa. Krasa. Rumangsa, (Rasa. Terasa. Merasa) dengan kesadaran hidup.

Karena jika belum mengerti, paham dan mengetahui dengan kesadaran batin/hidup tentang Rasa. Krasa. Rumangsa, (Rasa. Terasa. Merasa), berarti belum mengenal Hidup.

Kalau belum mengenal Hidup, bagaimana mungkin bisa mengerti, memahami dan mengetahui Kadhang. Kekadhangan dan Kunci, yang tak lain dan tak bukan adalah Hidup itu sendiri…?!

Arti Kadhang dan Maksud Kekadhangan;
Kadhang, artinya; Kunci. Kekadhangan, maksudnya; Kumpul Nunggal Suci.

Maksudnya;
Kadhang atau Kunci atau Kekadhangan, itu adalah Hidup itu sendiri, jadi, kita tidak akan pernah mengerti, memahami dan mengetahui kalau belum mengenal Hidup, dan untuk bisa mengenal Hidup, kita harus mengerti dulu, memahami dulu, mengetahui dulu Rasa. Krasa. Rumangsa, (Rasa. Terasa. Merasa) Baru bisa Ngrasak’ake kasunyataning Urip kang nyata-nyata bener-benering bener ana. (merasakan kenyataan Hidup yang nyata-nyata benar-benar nya benar ada).

Sebab Karena itu… Saya Ulangi;
Hanya Seorang Putro Romo yang belum mengenal Rasa Krasa Rumangsa Ngrasak’ake Nyatane Urip atau Hanya Seorang Putro Romo yang hanya sebatas ikut-ikutan karena gengsi. Yang tidak punya Rasa Rindu untuk bertemu dengan Kadhang dan Kadhangan.

Karena sesungguhnya-sejatinya, hakikat Kadhang itu, melampaui semua jenis ikatan ke keluarga’an model apapun, per saudara’an macam apapun, persahabatan seperti apapun, bahkan Ikatan antara Bapak dan Anak yang katanya satu DNA, termasuk suami istri, itu terlampaui dengan yang di Sebut Kadhang.

Apa lagi kalau Kadhang yang sedang Kadhangan.

Wow,,, jika bisa menyadari setiap gerak tubuh dan gerik hati saat Kekadhangan, lalu memasukannya ke dalam Kesadaran Hidup, model masalah dunia jenis apapun, akan terselesaikan dengan sangat indah dan mewah.

Kesimpulannya;
Jika Panjenengan Merasa Seorang Putro Romo, tapi belum merasakan Rindu bertemu Kadhang untuk Kadhangan atau sudah merasakan rindu bertemu Kadhang untuk Kekadhangan, namun menolaknya, karena asalan anak istri/suami dan pekerjaan atau uang.

Berarti masih terlalu jauh, tapi sudah lumayan, karena punya Wahyu Panca Ghaib dan menjalankannya dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, sehingganya, ada harapan untuk hal tersebut. Semuga Bermanfaat.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Kesadaran Batin Atau Hidup- Adalah Tanda BerIman:


Kesadaran Batin Atau Hidup- Adalah Tanda BerIman:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.18:15. Hari Rabu. Tanggal 29 Agustus 2018.

Untuk mencerdaskan spiritual Laku Murni Menuju Suci. Bercermin dan ambil lah Hikmah Dari Masa Lalu saya WEB di bawah ini…

Tentang Kesadaran Otak/Pikiran, sudah saya sharing kan beberapa hari yang lalu, di artikel yang berjudul “Kesadaran Otak – Tanda Tidak BerIman” Dan artikel yang berjudul “Kesadaran Batin atau Hidup – Adalah Tanda BerIman” ini merupakan kelanjutannya, untuk mempermudah dalam membedakan, mana kesadaran otak, dan yang mana kesadaran batin atau hidup.

Kesadaran Batin atau Hidup;
Yang keSatu…
Seperti yang sudah saya kabarkan di Artikel yang berjudul; Biografi Sejarah Perjalanan Hidup saya di internet, demi untuk mengenal Tuhan yang saya puja dan puji setiap waktunya, apapun saya lakukan, tidak peduli dengan risiko dan kejadiannya.

Suatu ketika, di dalam proses perjalanan spiritual, saya merasa kelelahan, bagaimana sudah saya perjuangkan, apapun sudah saya korbankan dan lakukan, namun, masih juga saya belum mengenal Tuhan.

Saya mengalami keputus asa’an dalam lelaku, mentog sana mentog sini, pada akhirnya, saya nyerah.

Di suatu tempat yang tidak ada seorangpun tahu, saya berbicara dengan semesta alam seperti ini;

…Tuhan!!!
Semua dan segala perintah mu yang tersurat sudah aku jalankan, jika memang engkau nyata ada, namun tidak berkenan untuk aku kenali, maka aku cukupkan sampai disini.

… Engkau memang Maha Segalanya, betapapun aku bersi keras memburumu, kalau yang aku buru tidak berkenan, tidak ada yang bisa aku lakukan, karena engkau Maha Kuasa atas segalanya.

…Firman tersuratmu menegaskan, semua dan segalanya berasal darimu dan milikmu serta akan kembali hanya kepadamu.

Maka, aku serahkan semua dan segalanya tentangku ini, hanya kepadamu, terserah mu, aku akan terima.

Kalau itu masih kurang, silahkan ambil juga nyawaku, aku sudah capek dan lelah, aku sudah tidak punya apa-apa dan siapa-siapa lagi, kecuali nyawa ini, silahkan ambil…

Lalu saya berdiri ditebing bebatuan terjal diatas puncak gunung tertinggi di pulau jawa, sambil merentangkan kedua tangan dan memejamkan mata, dalam hati tiada putusnya berkata “Silahkan ambil nyawaku”

Beberapa detik kemudian, saya merasakan kaki kiri saya terpeleset, sehingga saya kehilangan keseimbangan tubuh, lalu saya merasakan tubuh saya terjatuh, namun saya tetap memejamkan mata dan tak berhenti hati berkata “Silahkan ambil nyawaku”

Dan beberapa detik selanjutnya, saya merasakan ada sesuatu yang menangkap tubuh saya, dan mendekapnya dengan sangat hangat, dan kehangatan itu, memaksa saya untuk membuka mata, dan lagi, setelah saya membuka mata, wow,,, keren mewahnya, ternyata saya berada dalam pelukan pujaan hatiku, yang selama itu saya rindukan.

Kesadaran Batin atau Hidup;
Yang keDua…
Ini juga pernah saya sharing kan di internet, kejadiannya, ketika saya sedang berjuang mendirikan Pesanggrahan di Kabupaten Brebes Jawa tengah.

Bersamaan dengan itu, adik kandung saya mengalami kesulitan ekonomi, akibat dari musim hujan/rendeng, sehingganya, bukan hanya tidak bisa bekerja, namun juga, bencana banjir pun melanda di setiap daerah Sulawesi tempat tinggal adik kandung saya, pertanian hancur, pekerjaan buruh macet, penyakit menyerang setiap warga setempat.

Di saat yang bersamaan pula, anak gadis saya yang sedang kuliah, terancam DO, karens bulanannya nunggak sudah empat bulan.

Di waktu yang sama juga, adik saya yang satu bapak lain ibu, di rawat di UGD, karena di vonis gagal ginjal.

Ketiga masalah penting dan darurat yang kejadiaannya bersamaan ini, membutuhkan uluran tangan bantuan dari saya, yang menurut mereka, adalah satu-satunya tumpuan harapan.

Dan pada waktu itu, saya pegang uang, dan uang itu, sedang saya gunakan untuk mendirikan Pesanggrahan, sebuah tempat untuk mempermudah bagi siapapun yang hendak datang menemui saya, untuk belajar bersama mengenal Tuhan.

Seketika itu juga, saya duduk bersimpuh, mesuk ke dalam diri, menghadap pepujaning atiku/pujaan hatiku, lalu menyerahkan dan mempercayakan Ketiga masalah penting dan darurat itu, kepada Dzat Maha Suci, setelahnya, saya tetap melanjutkan pembangunan Pesanggrahan.

Walau pun saya tahu, ketika menghadap pepujaning atiku/pujaan hatiku, bahwa pada akhirnya, Pesanggrahan itu akan di bongkar, namun tetap saya lanjutkan pembangunannya sesuatu niyat hati pada awalnya, untuk menggenapi Firman Hidupku.

Selesai pembangunan Pesanggrahan di Brebes Jateng, selesai pula Ketiga masalah penting dan darurat tersebut, adik kandung saya, selamat dan tidak kekurangan suatu apapun, anak saya tetap lanjut kuliah tanpa beban apapun, dan adik saya yang satunya, sembuh total dari ginjalnya tanpa operasi, dan tak kurang suatu apapun.

Dan sepertinya, tidak perlu contoh ketiga, dua yang sudah saya uraikan diatas, sudah lebih dari cukup untuk diambil hikmahnya.

Kesimpulannya;
Apapun yang kita hadapi, jika secara otomatis ingat Tuhan, tanpa diawali proses berpikir itu dan ini terlebih dulu, melainkan langsung ingat Tuhan, dan segera praktek Manembah kepada-Nya, tanpa menunggu waktu yang tepat pula, harus mandi dulu, harus ganti baju dulu, harus bla bla bla… Itulah Kesadaran Batin atau Hidup.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Dia Adalah Aku. Aku Adalah Dia:


Dia Adalah Aku. Aku Adalah Dia:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.22:22. Hari Senin. Tanggal 27 Agustus 2018.

Penderita’an dan Kebagia’an adalah Anak tangga spiritual terbaik, kenapa dan mengapa saya katakan begitu…?!

Karena sebuah motivasi, itu dihasilkan dari suatu rentetan kejadian sulit dan gampang, yang pada akhirnya membuat kita tersadarkan, sehingga bisa mengerti, memahami dan mengetahui tentang sesuatu hal tersebut.

Ini tidaklah efektif bila hanya dibaca, didengarkan dan dilihat saja, melainkan harus “praktek langsung” karena praktek itu, lebih baik dari pada teori.

Artinya;
Saat kita sedang mengalami masalah/tekanan kehidupan/penderita’an atau kebahagia’an, itulah saat yang tepat untuk memulai latihan memasukannya ke dalam kesadaran hidup.

Jadi…
Jangan pernah mengeluh saat pergumulan dalam kehidupan mendatangi kita, tetapi masukan ia ke dalam kesadaran hidup.

Dengan cara memandangnya sebagai sebuah kesempatan waktu, untuk mengembangkan kemampuan kesadaran mengertikan situasi, memahami situasi, mengetahui situasi dan bertahan di tengah rasa sakit, tanpa harus kembali menyakiti (tidak membalas rasa sakit dengan rasa yang sama) atau bertahan di tengah rasa bahagia, tanpa harus mengorbankan kebagia’an orang lain.

Masing-masing orang memiliki cara tersediri untuk memotivasi dirinya, tua, muda bahkan anak-anak sekalipun dapat melakukannya, namun memasukan sesuatu situasi tersebut ke dalam kesadaran hidup, tidak semua orang mampu sampai ke tahapan ini, kebanyakan hanya terbawa suasan dan hasutan dari orang lain saja.

Menemukan filosofi kisah motivasi sendiri, adalah sebuah Sabda Hidup, untuk menghidupkan kesadaran diri sendiri, agar tidak bimbang, capek, lemah, lelah, loyo, ragu, dan minder dalam segala situasi yang dihadapi.

Keputusan untuk mengembangkan kesadaran hidup pada setiap masing-masing diri yang hidup, adalah; sebuah pilihan yang harus dilakukan oleh setiap manusia hidup sekarang juga, jika tidak ingin gagal dari keselamatan.

Dalam mengembangkan kesadaran hidup ini, terkadang, terdapat beberapa hambatan yang membuat kita justru tidak dapat memotivasi diri sendiri, keadaan ini, disebabkan oleh karena beberapa gangguan kebiasaan buruk, sehingganya, tidak sedikit yang membuat motivasi kita menjadi mandul.

Namun hal tersebut dapat dilalui dengan cara memasukan masalah/tekanan kehidupan, penderita’an atau kebahagia’an itu, ke dalam kesadaran hidup.

Sebab karena, ketika kita memasukan apapun itu ke dalam kesadaran hidup, sudah bukan kita lagi yang bergerak gerik, melainkan Hidup itu sendiri, dan bagi Hidup, kehendak-Nya adalah kehendak-ku. Rahasia-Nya adalah Rahasia-ku. Dia adalah Aku. Aku adalah Dia. Jadi… No problem.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Kesadaran Otak – Tanda Tidak BerIman:


Kesadaran Otak – Tanda Tidak BerIman:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul.12:11. Hari Senin. Tanggal 27 Agustus 2018.

Untuk mencerdaskan spiritual Laku Murni Menuju Suci. Bercermin dan ambil lah Hikmah Dari Masa Lalu saya WEB di bawah ini…

Kesadaran Otak;
Dulu, sewaktu saya di klaim oleh suatu komunitas ORMAS sebagai kiyai, ketika saya berdoa karena suatu kepentingan atau kebutuhan, tapi doa saya tidak segera di kabulkan oleh Tuhan.

Kesadaran otak saya otomatis berpikir, tidaklah mungkin “Tuhan” akan memberikan saya uang, dengan cara, ketika saya sedang duduk berdoa, harus ada bentuk iktoyar lahir, sebagai jalannya.

Lalu, saya berceramah/berdakwah mengungkap keindahan surga yang serba mewah di sebuah majelis taklim, di hadapan para hadirin, lalu saya menggugah kesadaran otak mereka, untuk beramal dan bersedekah, sebagai tabungan akherat, agar mendapatkan surga yang mewah itu.

Setelah menerima sedekah dan amal dari mereka yang tergiyur oleh keindahan surga dengan kemewahannya, saya gunakan untuk menyelesaikan kepentingan pribadi saya dan kebutuhan keluarga saya, misalnya; beli beras, beli pakaian, nyicil kredit bulan dll.

Setelahnya, suatu ketika, jika saya mendapatkan sejeki, baru saya gunakan untuk mengganti uang amal dan sedekah yang saya pakai itu, saya beriman ke fakir miskin, yatim piatu, orang jompo dll, ada kalanya, kalau lagi tidak ada rejeki, ya tidak saya ganti. He he he . . . Edan Tenan.

Orang-orang seperti masa lalu saya ini, masih ada banyak tersebar di berbagai tempat-tempat ibadah, dan keberadaan mereka, itu sangat di sukai dan di percaya oleh Ormas nya, seperti yang saya alami dulu, sampai di ciumin tangan saya.

Selain sebagai tanda bahwa saya tidak berIman waktu itu, juga itulah dan begitulah modus spiritual yang banyak dan sering di praktekan oleh orang-orang yang belum tercerahkan, namun di gemari dan di percaya oleh orang-orang yang belum tersadarkan kesadaran hidup nya.

Agar supaya mengerti dan paham Perbedaan Antara Kesadaran Otak dan Kesadaran Batin atau Hidup, kita sambung nanti ke artikel selanjutnya berJudul; Kesadaran Batin atau Hidup.

Saya 💓Wong Edan Bagu💓 Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai🙏Damai🙏 Damai🙏Selalu Tenteram🙏 Sembah nuwun🙏Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono🙏inayungan Mring Ingkang Maha Agung.Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet🙏 BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏 Aaamiin🙏Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️Terima Kasih❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya