APAKAH WAHIDIYAH ITU ?

ARTI WAHIDIYAH:

Dari sisi bahasa, Wahidiyah itu berasal dari kata Wahid yang artinya satu dan mendapatkan ahiran yah yang maksudnya untuk menegaskan sifat daripada kata wahid itu sendiri.
Jadi, kata Wahidiyah bermakna sesuatu yang bersifat untuk me-Maha esa-kan /me-maha satu-kan Alloh.
Kata wahidiyah juga dinisbatkan dengan sebuah ajaran atau tuntunan atau metode atau cara atau kurikulum yang bertujuan untuk meng-esa-kan Alloh.
Kebalikan dari kalimat meng-esa-kan Alloh bermakna bahwa Alloh tidak satu/esa. Maka jika Alloh tidak satu berarti dua,tiga dan seterusnya. Dengan kata lain berarti ada sesuatu di samping Aloh, atau Alloh punya tandingan. Ada sekutu/serikat.

Sedangkan jika di samping Alloh ada sesuatu atau ada sekutu,maka Alloh tidak lagi bersifat Wahid. Singkat kalimat, jika tidak me-wahid-kan Alloh, tidak menerapkan Wahidiyah berarti menganggap alloh punya sekutu / syiriq.
Ke-esa-an Alloh tidak boleh ada yang menyerupai, sifatnya yang esa tidak ada yang mendampingi .sebab Alloh tidak mau diserupai,tidak ada sekutu bagi Alloh.

Nah ! Alloh bersifat WUJUD = ADA. maka wujudnya Alloh bersifat satu (Wahid). Lainnya Alloh tidak boleh WUJUD atau ada yang memiliki sifat Wahid. Jika kita mengaku wujud/ada berarti kita menduakan Allah / menyekutukan Allah (SYIRIQ). Alloh bersifat QUDROT = KUASA. Jika ada orang mengaku kuasa maka dia Syiriq. Alloh bersifat IRODAH = BERKEHENDAK. jika kita berkata Aku punya kemauan maka yaa Syiriq.

Jadi semua yang mengaku aku bisa. Aku tahu . Aku kuat. Aku kuasa. Aku pandai. Dan semua pengakuan berarti merampas haknya Alloh. Menyekutukan Alloh. Syiriq. Padahal menurut Alloh sendiri dalam sabdanya bahwa INNAMAL MUSYRIQUUNA NAJASA Artinya Sesungguhnya syiriq itu najis.

Gambaran orang pakaiannya najis dak boleh masuk masjid. Jika hati kita masih najis, apa mungkin kita mengadap alloh.? Ini berarti mencuci kotoran dari najis syiriq tidak bisa ditawar lagi bagi hamba Alloh.

Dalam ajaran Wahidiyah, di jelaskan dan diberi tuntunan yang sangat sederhana dan tidak bertele tele. Kita harus menerapkan BILLAH.
LA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILAH (BILLAH istilah Wahidiyah ) Selama orang tidak ber-Wahidiyah, pasti menyekutukan Alloh. Dia masih Syiriq. Orang dikatakan syiriq sebab masih mengaku atau merampas sifat Alloh. Mengaku hak Alloh. Masih dilarang menghadap Alloh sebab hatinya masih NAJIS manurut Alloh.jika dia Sholat,maka Sholatnya batal. Jika dia berpuasa, maka puasanya batal. Jika dia Zakat Haji, bahkan semua aktifitasnya batal menurut hukum Alloh. Bukan hukum Syariat Islam( LILLAH ). tetapi hukum Alloh . menurut pandangan / hukum syariat Islam , kalau sudah memenuhi syarat dan rukun yang sudah ditentukan sudah dianggap sah dan tidak batal.sebab tidak ada cacat dan kelihatan beribadah.

Jadi pelaksanaan syariat jasmani yang sudah sempurna masih belum tentu memenuhi hukum Alloh. masih perlu diteliti syariat ruhani . Justru syari’at ruhani ini jauh lebih menentukan disisi Alloh.

Syariat rohani tidak kelihatan mata. jika kita diberi bisa menyempurnakan syariat jasmani dan rohani, ini akan jauh lebih menentukan kedudukan hamba di sisi Alloh, akan lebih memungkinkan diterimanya sebuah ibadah . tetapi semuanya masih dalam ranah mahluq . masih dalam ranah syariat dan belum masuh dalam ranah Haqiqat . sebab ranah Haqiqat itu tidak ada campur tangan mahluq sama sekali . Full 100% TITAH DAN KEHENDAK ALLOH. BILLAH !!!

Berangkat dari sini, kita wajib menyadari betapa pentingnya ajaran Wahidiyah. Semua para sahabat Rosul, para kekasih Alloh, para Walinya Alloh, mereka menerapkan Wahidiyah. Hanya orang yang masih menggendong sifat Syiriq yang belum diberi bisa menerapkan Wahidiyah.

Kini saatnya koreksi diri sendiri secara total. Bagaimana keadaan kita sendiri. Tidak ada gunanya mengoreksi orang lain. KOREKSI DIRI PRIBADI DALAM OPRASI JIWA BESAR BESARAN . TOTAL 100 PERSEN . TARUHANNYA SANGAT BERAT . SANGAT MENENTUKAN DITERIMA ATAU TIDAKNYA IBADAH SESEORANG .

Mari kita koreksi. Sudahkah kita menerapkan Wahidiyah ?. Atau ternyata kita masih belum berwahidiyah ? atau maSih ada campuran. Campuran antara kehendak manusia dengan kehendak Alloh. Masih membawa Syiriq ? Subhanalloh.

Selama kita membawa sifat syiriq, memakai salah satu dari sifat wajibnya Alloh, Wujud. Qidam. Baqo’. Dan seterusnya…. kita tidak boleh dan tidak menghadap Alloh walau secara syare’at tampak sedang melaksanakan perintah Alloh.
Untuk itu,mari kita bersama sama memohon diberi bisa mempelajari dan mendalami betul betul Ajaran Wahidiyah demi keselamatan kita dunia dan ahirat. Amin.

Kita diperingatkan oleh Alloh dalam alqur’an “Wamaa yu’minu aktsarukum billah, illa wahum musyriquun. Artinya : dan tidaklah beriman kebanyakan dari kamu sekalian kecuali masih membawa kemusyrikan.

Jadi sudah beriman tapi masih kecampuran sifat syiriq pada Alloh. Syiriq khofi. Halus tidak kelihatan mata sebab orangnya tampaknya beribadah,tampak alim, tampak pakai sorban atau jubah.

Asytaghfirulloh…….. ampuni kami yaa Alloh. Mari kita lanjutkan dengan bahasan utama dalam mendalami tauhid yaitu WAHIDIYAH DAN AJARANNYA.
SEMOGA BERMANFAAT…
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU…
Ttd: Wong Edam Bagu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s