Tiga Hukum ‘Ojo’ untuk Dekati GUSTI ALLAH:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat tgl 12 Sept 2014

Sebelumnya diatas saya sudah membahas tentang cara mencapai titik nol. Setelah titik nol tercapai, dan Anda tidak terlena, Anda akan Bertemu dengan Guru Sejati Anda. Dan Guru Sejati Anda itulah yang akan membimbing Anda untuk bisa berlanjut Kepada Gusti Allah, jika Anda menghendaki terus berlanjut atas bimbingan Guru Sejati Anda, maka, mau tidak mau berlakulah sebuah hukum Spiritual Laku Hakekat Hidup yang tidak tertulis. Sebuah hukum antara Si Pelaku Hakekat Hidup yaitu Anda dengan GUSTI ALLAH. Hukum tersebut ada tiga, yaitu.

1. Ojo Rumongso (Jangan Merasa)
2. Ojo Kepingin (Jangan Kepingin)
3. Ojo Diakoni (Jangan Diakui)

Ketiga hukum yang tidak tertulis tersebut memang selintas tampak mudah untuk dipahami dan dilakukan. Tapi kenyata’annya, 3 hal itu sangatlah sulit untuk dipraktekkan. Terbukti banyaknya Para Tokoh. Para guru. Para kiyai dll terjebak dan terlena di posisi ini. Seperti yang sering kita ketahui lewat dunia maya, banyak yang mengaku pintar, pandai bahkan sakti mandraguna, tapi apa yang terbukti, salin ejek, salin fitnah, salin cemoh, salin debat, salin sikut dan tonjog, salin hina berebut benar… He he he . . . Edan Tenan

1. Ojo Rumongso (Jangan Merasa)

Sekiranya para pelaku spiritual hakekat hidup tersebut sudah mampu untuk mencapai titik nol, maka setidaknya ia harus melepaskan segala Perasa’an rumongso/merasa. Diantara perasa’an rumongso/merasa yang muncul adalah rumongso biso (merasa bisa), rumongso duwe (merasa punya) dan segala macam rumongso yang tumbuh dalam hatinya. Artinya, para pelaku spiritual hakekat hidup tidak memiliki kemampuan apa-apa selain semuanya dari GUSTI ALLAH semata. Jadi,,, tidak ada yang perlu di sombongkan dan di agulkan.

2. Ojo Kepingin (Jangan Kepingin)

Setelah membuang Perasa’an rumongso/merasa yang ada dalam hatinya, maka hukum kedua pun juga harus dilakukan yaitu ojo kepingin (jangan kepingin). Kepingin di sini adalah keinginan seorang Pelaku Hakekat Hidup untuk kepingin mendapatkan kesaktian, ilmu kebal, atau ilmu-ilmu lainnya yang puncaknya adalah keinginan untuk segera bertemu dengan GUSTI ALLAH.
Kenapa tidak boleh kepingin? Karena jika seorang pelaku spiritual hakekat hidup sudah mampu menghilangkan rasa kepingin yang ada dalam hatinya, maka Guru sejati pribadinya yang akan menuntun untuk mendapatkan yang terbaik. Dan yang lebih Luar biasa lagi… GUSTI ALLAH sendiri yang akan menemui. Jadi,,, buat apa capek-capek mengotori Otak dan Hati yang sudah bersih dengan Repot-repot Ingin… He he he . . . Edan Tenan

3. Ojo Diakoni (Jangan Diakui)

Yang ketiga adalah Ojo Diakoni (Jangan diakui). Para pelaku spiritual hakekat hidup pantang untuk mengakui bahwa hal aneh dan ganjil yang sudah terjadi pada dirinya adalah karena kemampuannya. Kalaupun mendapatkan sesuatu dalam olah batinnya, maka hal itupun juga pantang untuk diakui… Bukankah, harta benda yang kita miliki pun juga bukan milik kita? Semuanya adalah titipan dan pantang untuk diakui sebagai milik kita. Bahkan anak dan istri kita pun juga bukan milik kita? Kalau GUSTI ALLAH menghendaki untuk mengambilnya, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa… itu salah satu bukti kalau bukan milik kita, jadi… jangan sekali-kali mengakuinya dengan kekukuhan angkuh Anda… He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://wongedanbagu.blogspot.com
https://putraramasejati.wordpress.com

4 thoughts on “Tiga Hukum ‘Ojo’ untuk Dekati GUSTI ALLAH:

  1. Profesor Tawbah mengatakan:

    Assalaamu ‘alaikum wr. wb. Saudaraku, AlhamdulilLaaH Blog Saudaraku sangat bagus, bermanfaat dalam menjalani lelaku sehari2. Perkenalkan, nama saya, Eko Marwanto bin Sardiwan bin Kastadja bin Sarwan di Setu, Kab. Bekasi. Menurut BashiroH para orang pintar, seperti Habib Thoha Al-Habsyi, Palembang, RH. Hadinotowidjojo, Sdr. Anto (Pedagang Tahu di Setu, Kab. Bekasi, 43 th), dan beberaa lainnya, saya masih ada keturunan para Sunan Wali Songo, khususnya Sunan Muria, bahkan wali lainnya. Saya mohon bantuan dan pertolongan Saudaraku untuk menerawang Nasab Silsilah saya ke atas sampai ke 20 ke Kanjeng Sunan MUria.

    Dari jalur Ibu, yakni : Eko Marwanto, anak dari Sri Sumarni, anak dari Sumarlan, anak dari ……

    Moho, ya Saudaraku…Terima kasih

    • Djaka Tolos mengatakan:

      Wa Alaikum salam Rahayu saudaraku, Benar dan betul sekali, tapi mohon maafkan dan beribu kata maaf saya haturkan, sekarang ini, saya sudah tidak berada di dimensi itu lagi, jadi, mohon maafkan, saya tidak bisa lagi menjawab pertanya’an saudaraku. sekali lagi, mohon maafkan saya yang tidak ingin mengulang masa lalu saya lagi.

  2. Marwa Marwa mengatakan:

    Asslaamu ‘alaikum wr. wb. Saudaraku, Kanjeng Bagus, mengapa Saudaraku mengatakan “benar dan betul sekali”, maksudnya apa, apakah benar saya masih keturunan Kanjeng Sunan Muria dan lainnya..? Mohon dibalas pula di WA 0812 8979 6907, yaaa

  3. Djaka Tolos mengatakan:

    Apa Maksudnya, dulu, sebelum saya menemukan Jalan Hakikat Hidup. saya juga mengalami hal yang sama sepertimu saudaraku, dan itu bukan hal yang salah, makanya saya bilang benar dan tepat, namun sayang, sekarang saya sudah tidak berada di masa lalu lagi, sekarang saya berada di masa kini, yaitu masa hakikat hidup, di Hakikat Hidup, benar dan tepat, itu tidak boleh katanya, harus tau sendiri dan menyaksikan sendiri, karena itu saya tidak menjawab detilnya atau riyilnya, sebab, kalau saya beritahu, nanti saudaraku taunya karena saya, bukan menyaksikan sendiri atau mengalami sendiri atau mengetahi sendiri. jawaban saya diatas, adalah harapan saya kepada saudaraku, untuk bisa berusaha mengetahuinya sendiri, karena dengan mengetahu sendiri, saudaraku akan punya keputusan dan kesimpulan yang benar dan tepat pula, Semoga bisa mengerti maksud saya, salam rahayu dan trima kasih

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s