ANTARA WAHYU PANCA GHA’IB Dan WONG EDAN BAGU:


ANTARA WAHYU PANCA GHA’IB Dan WONG EDAN BAGU:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Jawa Dwipa. Hari Kamis Legi Tgl 29 Oktober 2015

Salam Rahayu Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasihku Khususnya dan Umumnya Saudara-Saudariku sekalian yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Terlalu banyak anggapan-anggap, sangka’an-sangka’an tentang apa itu dan bagaimana itu Wahyu Panca Gha’ib. Hal ini sudah sering saya wejangkan, baik melalui media internet maupun secara langsung. Soal apa itu Wahyu Panca Gha’ib, sudah sering saya wedarkan, tentang bagaimana Wahyu Panca Gha’ib juga sudah sering saya wejangkan. Namun rupanya… apa yang pernah saya katakan tempo dahulu, bahwa iman yang benar itu, bukanlah keyakinan/kepercaya’an paksa’an/katanya, tapi iman yang benar itu, adalah keyakinan/kepercaya’an yang tumbuh alami dengan sendirinya seiring bukti-bukti nyata yang di perolehanya sendiri secara nyata di TKP.

Jika imannya karena keyakinan/kepercaya’an yang terpaksa, sudah pasti, tidak akan bisa Kukuh (Tetep idep madep mantep) jika ada yang lebih bagus, akan tertarik, jika ada yang lebih baik terhasut, jika ada yang lebih indah, terperangkap, begitu dan begitu seterusnya. Tidak ada akhirnya… Maka,,, dunia ini, semakin maju semakin moderen, artinya, keindahan hari ini, pasti akan kalah dengan keindahan hari esok, kecanggihan tahun ini, sudah pasti akan di kalahkan oleh kecanggihan tahun depan. Jika iman nya karena paksa’an/katanya. Ya sudah tentu, setiap hari akan berubah dan berubah seterusnya begitu, hingga akhirnya Mati Tanpa Iman.

Ada yang mengira, mengatkan, menyebut. Bahwa Wahyu Panca Gha’ib itu, adalah pembuktian atau penggenapan tentang Firman Tuhan, yang mengatakan bawha kelak. Yesus. Injil. At-taurat akan Turun ke bumi lagi. Ada yang bilang, Gusti Amat. Ratu Adil dll sebagainya. Namun kenyata’annya apa?

Terdapat Kotak dan Bendera yang berkobar di dalamnya. Jika memang iya, apakah seperti itu ajaran yesus? Apakah seperti itu isi dari Injil dan at-taurat? Apakah seperti itu sipat dan sikap Gusti Amat atau Ratu Adil? Dan bla… bla… bla… tetek benget lainnya? Coba di Pikir, katanya Gha’ib itu tahayul… yang bukan tahayul itu logika dan riyil. Nah… sekarang gunakan pikiran dan logika nya. Iya tidak begitu…?! jangan di bayangkan ya… di Pikir, jika mau dalam, di renungkan, jangan di bayangkan, nanti musmet kalai di bayangkan. Karena Wahyu Panca Gha’ib itu bukan bayang bayangan.

Kadhang sepuh, termasuk saya sendiri. Menjelaskan sesuai Dawuh dari Romo Smono Sastrohawidjojo… Bahwa. Wahyu Panca Gha’ib itu, bukan agama, bukan kepercaya’an, bukan kejawen, bukan perguruan, bukan kebatinan, bukan golongan, bukan partai dll sebagainya. Namun buktinya apa?

Hampir Semuanya Group-groupan, rombongan sana rombongan sini, mbolo rono mbolo rene, orang itu yang cocok apikan, dengan saya, itu yang mbel gedes, sory lao you. Sama agama benci, ibadah di salahkan, membuka sasono perkumpulan kejawen, kepercaya’an, ini anak buahku, itu kelompokku dll mbel nggedes kabeh.

Termasuk anak-anak angkat didik saya juga, banyak yang seperti itu, padahal, tak kurang-kurangnya saya memberi arahan dan pengertian, bibir saya sampai dobleh mejang wejang, tapi ko yo,,,, masih tetep saja mengikuti angan-angan, kalau yang di ikuti angan-angannya sendiri sih mending, sudah mengikuti angan-angan, angan-angan orang lain lagi. Gusti…. tobil tobal tobel tenan.

WAHYU PANCA GHA’IB itu. Sarana Untuk Bisa KUNCI. kembali ke Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi Brow… Lakone nggelar jagat anyar. Lakune nggulung jagat lawas.

Jagat anyar itu apa?
Jagat Ketentreman. Jagate Roso. Jagate urip. (Dunia Tenteram/Dunia Rasa/Dunia Hidup). Bukan dunia kacau balau, bukan dunia angan-anagn bukan dunia perasa’an yang penuh kira-kira dan kobongan. Ngono lo brow…. beh…beh.

Jagat lawas itu apa?
Jagat mosak masik. Jagat angen-angan. Jagat perasa’an (Dunia kacau balau/Dunia angan-angan/Dunia perasa’an) yang penuh kira-kira dan kobongan. Ngono lo brow…. beh…beh.

Dunia lama yang selalu menyiksa dan mengecewakan serta menyakitkan tempo dulu. Karena penuh dengan andai kata, mbok menawen, kira-kira menurut analisa perasa’an penuh hayal. Di ganti dengan Dunia nyata. Dunia Rasa. Dunia Hidup. Tenteram damai enak dan bahagia gemah ripa lohjinawi rapah repeh rapi kanti teguh rahayu slamet.

Dunia nyata. Dunia Rasa. Dunia Hidup. Tenteram damai enak bahagia gemah ripah lohjinawi rapah repeh rapi kanti teguh rahayu slamet itu bagaimana dan seperti apa sih? Wong Edan…!!!

Halah kadala aba ka dabra…. La wong kita ini kan, satu Leluhur dan satu Asal Usul. Yaitu Hyang Maha Suci Hidup. Mbok yang wajar-waar saja, apa adanya, tidak usah beda membedakan, tidak usah sikat sikutan, tidak perlu unggul-unggulan, tidak harus aku akuan, bukankah kita semua yang beragama ini sudah salin mengetahui, bahwa semua/kita ini milik Tuhan dan hanya kepadanya akan kembali, bukankah kita semua yang berkepercaya’an ini sudah salin mengerti. Bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh kebumi tanpa kehendak Tuhan, dan hanya kehendak Tuhanlah yang benar akan terjadi.

Semua/kita ini milik Tuhan dan hanya kepadanya akan kembali. Tidak selembar daunpun yang jatuh kebumi tanpa kehendak Tuhan, dan hanya kehendak Tuhanlah yang benar akan terjadi. Inikan bukan hanya berlaku untuk orang-rang yang beragama atau tidak beragama, bukan hanya berlaku untuk orang-orang yang berkepercaya’an atau tidak berkepercaya’an, bahkan yang di sebut kafirpun. Terkait di dalamnya. Iya apa iya? Hayo….

Jika ini di sadari sepenuhnya sebagai Manusia Hidup yang Sebenarnya. Bila ini tertanam di setiap diri manusia Hidup, sebagai Iman yang benar. Bisa tertebak bukan… seperti apa damainya Dunia ini, bagaimana bahagianya kehidupan ini. Jika ada pelecehan, tidak beda membedakan, tidak ada pilih pilhan kasih, tidak ada sikat sikut, tidak ada hiruk pikuk, tidak ada fitnah watang limpung, tidak ada golongan kaya dan golongan miskin, tidak ada rombongan pejabat dan rombongan jelata, tidak ada group hitam dan group putih, tidak ada sakit menyakiti, tidak ada rugi merugikan. Yang ada hanya kasih sayang, salin mengerti, salin memberi, salin mengisi, salin asah asih asuh, walau berbeda wujud, namun satu hati, satu rasa, satu hidup, satu keyakinan. Berdiri sama tinggi. Duduk sama rendah. Oh… sungguh indah mempesona setiap Rasul dan Malaikat. Dan Tuhan pun pasti Tersenyum… He he he . . . Edan Tenan.

Ini lo Wahyu Panca Gha’ib… Itu lo Wahyu Panca Gha’ib. Untuk itu an karena itulah Wahyu Panca Gha’ib Turun ke bumi setelah Muhammad dan Al-qurna’an. Sebagai wujud dan bentuk agungnya kasih sayang Hyang Maha Suci Hidup kepada seluruh sekalian alam. Tidak peduli apapun agamanya, kepercaya’annya, sukunya, tempatnya, latar belakangnya dan bla… bla… bla… lannnya.

Ini sudah saya wedarkan, sudah saya wejangkan, di media internet jari saya sampai keriting, karena ngetik panjang dan lebar alias buanya. Secara langsung bibir saya sampai dower karena ber jam-jam bicara ngotok kayak orang senewen bin sinting. Tapi kok yo ajeeeeggggg….. wae, tetap saja. Begitu… tobil-tobil biyuh ampyuuuunnnnnnnn.

Katanya ingin tau, ingin bisa, ingin mengerti, ingin paham. Di tunjukan jalannya, jalan yang pernah saya lalui, dan hingga sekarangpun, jalan itu masih tetap saya lalui, yaitu Laku Patrap Kunci. Paweling. Asmo. Mijil. Singkir. la Cuma jalan itu yang bisa menyapaikan saya ke tujuan finis. Di kasih tau caranya, cara yang pernah saya gunakan, dan hingga sekarangpun, cara itu masih tetap saya gunakan, yaitu Lakon Kekadhangan, la Cuma cara itu yang bisa menyapaikan saya ke titik finis tujuan saya. Masak saya akan mengunakan jalan lain dan cara lain. Sementara ada jalan dan cara yang saya sendiri sudah membuktikannya hingga berulang kali. Dan saya tidak mungkin mengajarkan yang lainnya selain yang sudah saya buktikan dan saya sendiri juga menggunakannya. La,,, anak didik itu tanggung jawab saya kok.

Tapi la kok,,,, malah sejare udele dewek. Di wanti-wanti jangan sekali-kali merubah Kunci. karena Kunci itu Pas dan Pasti. Tidak bisa di ubah. Tidak bisa di kurangi. Tidak bisa di tambahi. Eh…’ Malah di robah sesuai keyakinannya. La dobol… Merubah Kunci. sama halnya merubah Hidup, emangnya kita ini siapa, kok mau merubah Hidup, yang kuasa atas Hidup itu ya Cuma Hyang Maha Suci Hidup. Soal menata kehidupan saja ke pontal-pontal, kok akal-akal merubah Hidup. bocah-bocah….

Dikasih mandat/Amanat untuk memiliki panguwasa memberi Asmo, malah ngarang Asmo sesukanya hati, katanya yang nyuruh Tuhan. Yang mrentah Tuhan. Tobil… Tobil… Tobil… di elingake mbantah, di sadarake nolak. Yo wes… Kalau saya harus Sombong, saya bisa mencabut/mengambil kembali Wahyu Panca Gha’ib yang saya bimbingkan kepadamu. Karena saya yang memberi dan saya yang membimbing, maka sayalah yang bertanggung jawab dan kuasa atas itu. Tapi sepertinya… memang harus saya cambut/ambil. Gulung kembali, la dari pada menyesatkan yang lainnya, mending di STOP. Nanti ada yang ingin belajar Wahyu Panca Gha’ib, di kasih Kuncinya. Kunci karangan nya sendiri, bukan Kunci yang sebenranya, Terus Asmo nya. Nanti Asmo ngarang dari film sinetron televisi. Kalau dalam film kontofersi Wali Songon, seperti ini: Jika Syekh Siti Jenar nya yang Sesat. Tidak apa-apa… tapi ini, bisa jadi nantinya, setiap ada orang yang ingin mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh ikut tersesat. Dari pada dari… mending saya gulung saja. Selanjutnya, po jare sing ngubengke jagat.

Saya juga manusia lo… sama sepertimu. Artinya, punya jenuh ya juga punya bosan dan capek, jadi,,, jangan buat saya jenuh dan bosan serta capek. Sebab kalau saya sudah jenuh bosan dan capek. Tak tinggal sowan ngarsaning Gusti… tanpa peduli. Sopo hayo sing arep kowar-kowar koyo Wong Edan buatmu yang tidak punya Prinsip dan Pendirian itu. Saya meninggalkan semuanya dan segalanya itu, demi untuk menyampaikan amanah dari Hyang Maha Suci Hidup kepadamu yang sedang saya tungguin sampai sekarang ini. Dulu,,,, sewaktu jamannya Para Nabi, banyak yang tidak punya prinsip dan pendirian di dalam iman, itu wajar, karena jaman dul itu, belum ada sekolahan dan pesantren, kalau di jaman sekarang tidak punya prinsip dan pendirian. Sementara segudang wejangan/pendidikan sudah di berikan tanpa tutup-tutupan, blak kotak tanpa rahasia. Kok begitu… yo kebangeten to rek….

Wahyu Panca Gha’ib itu bukan agama, bukan kejawen, bukan kepercaya’an, bukan perguruan, bukan kebatinan, bukan golongan atau partai, bukan group atau bolo-boloan/bala-bala’an. Bukan, artinya,,, tidak ada istilah kamu agama A, di sana, yang agama B, disini, kamu yang cocok sama saya disini, yang ga cocok disana, yang penting disini, yang ga perlu disana, yang terkasih disini, yang terbenci di sana, yang biasa-biasa saja disitu dan lain sebagainya. Bukan sepeti itu Kadhang kinasihku sekalian bukan. Semua pelakon dan pelaku Wahyu Panca Gha’ib itu, Kadhang. Kadhang itu, jauh lebih ngenox di bandingkan saudara kandung sekalipun, kalau yang namanya saudara, itu masih ada bentiknya, tidak sedikit bukan, contohnya, kakak kandung jadi orang lain, adik kandung jadi musuh, bahkan kakak dan adik kandung salin bunuh hanya karena sebuah warisan… tapi Kadhang tidak demikian. Kadhang itu, satu jiwa, satu hati, satu Rasa walau beda wujud dan tidak sekandung, satu keyakinan dan tujuan, yaitu Hyang Maha Suci Hidup.

Ini sudah sering saya wejangkan bahkan berulang kali, lebih detil dan lengkap dari yang saya katakan diatas, kenapa Kadhangku masih saja pilih-pilihan, hanya karena rumahnya lebih dekat dari yang lainnya, hanya karena jika di ajak ngobrol selalu iya dan nyambung, hanya karena alasan itu dan ini belaka, lalu letak dari maknanya kalau Wahyu Panca Gha’ib itu bukan golongannya dimana? Yang sedang membimbing itu saya, karena saya pembimbing, maka saya tau betul dan sadar betul, bahwa saya akan bertenggung jawab penuh hingga sampai di akherat nanti, tentang apa yang saya bimbingkan itu. Jika tidak percaya, tanyakan pada semua guru dan kiyai-kiyai yang membimbing, soal sejauh/sampai mana tanggung jawab seorang pembimbing terhadap yang di bimbingkannya.

Karena itu, saya rewel dan cerewet, tanpa kenal lelah ngomal ngomel, karena saya bertanggung jawab atas apa yang saya bimbingkan kepadamu. Tapi jika memang tidak mau dan tidak bisa, ya sudah,,, yo wes, maksa-maksa buat apa, sudah bukan jamannya pakai sistem paksa-paksa’an. Jalannya sudah saya tunjukan, caranya sudah saya berikan. Tinggal terserah Anda-Anda sekalian. Jika jalan yang saya tunjukan di lalaui, bila cara yang saya berikan di gunakan, berati, secara Hakikat Anda adalah Kadhang saya, secara Syare’at Anda adalah anak didik saya. Yang akan saya tanggung jawab hingga di akherat nanti. Sampai Bertemu dan Berjumpa Di Telaga Kesempurna’an. Jika Bertemu berati Sempurna. Bila tidak… ma’af saya tidak bisa katakan, dan mohon maafkan lagi, saya tidak bisa menolongnya. Karena jalan dan cara serta kuburan kita berbeda… He he he . . . Edan Tenan.

Sebagai seorang bekas tidak karuan, banyak hal yang sudah pernah saya alami sendiri, bukan katanya, sebagai seorang yang yang haus ilmu, banyak lakon dan laku yang pernah saya jalani sendiri, bukan katanya. Hingga sampai ke Wahyu Panca Gha’ib, juga semuanya serba saya alami sendiri, saya jalani sendiri, saya tempuh sendiri, saya dapatkan sndiri, bukan katanya, berulang kali saya berhasil mencapai titik finis tujuan saya, itupun saya alami sendiri, bukan katakannya, dan Wahyu Panca Gha’ib lah yang bisa membawa saya berhasil sampai ke titik finis tujuan akhir saya, karena saya sudah pernah sampai di tujuan akhir saya, hingga berulang-ulang kali, saya jadi hapal betul, tau betul tempatnya, sikonya. Sangat amat tau dan hapal, seperti apa dan bagaimananya. Dan saya sangat suka itu, karena saya suka, saya tidak bosan-bosannya untuk datang dan sampai lagi ke tempat itu lagi dan itu lagi, hingga bolak balik berulang kali, namun salalu di suruh balik lagi dan balik lagi. saya balik lagi balik lagi, itu bukan karena yang saya gunakan tidak hebat, tapi karena ada yang harus saya selesaikan terlebih dahulu sebelum saya kembali pada tempat saya yang seharusnya dan selama-lamanya.

Walau saya sudah sering berhasil mencapai titik Finis tujuan akhir saya. Dengan Wahyu Panca Gha’ib, saya tidak Merubah Wahyu Panca Gha’ib. Saya tidak mengaku Malaikat, tidak mengaku Nabi, tidak mengaku Wali, juga tidak mengaku Tuhan. Dan lagi, tidak bim salabim dalam segala halnya. Sakit kepala, setelah mengetahui Hakikatnya, saya minum bodrex. Pegel linu, setelah mengetahui Hakikatnya, saya minum neo remasil. Capek-capek, setelah mengetahui Hakikatnya, saya pijat urut ke tuna netra. Sakit,,, setelah mengetahui Hakikatnya, ya suntik, malah belum lama ini saya sempat rawat inap di rmah sakit. Mau kadhangan, karena tidak ada kendara’an. Saya jalan kaki. Ingin makan ingin merokok, saya jualan akik dan taring macan di facebook dll. Tidak bim salabim. Tidak mentang-mentang karena saya sudah bisa mencapai titik finis hingga berulang kali. Sudah tau tempat saya nantinya di akherat, trus mau apa-apa tinggal bim salabim aba kadabra. Tidak begitu… Para Kadhang tau sendiri kan, saya tidak begitu. Saya tetap menjalani manusia saya dengan apa adanya…

Sebenarnya….
Sebagai seorang Pembimbing, ini adalah bentuk pamrih saya kepadamu sekalian yang sedang saya didik, yang sedang saya bimbing para Kadhang kinasihku, agar tidak neko-neko dan anehaneh walaupun sudah punya Wahyu Panca Gha’ib. Tapi… Eh’ Alah tobil… Gusti Pangeran Diponegoro numpake jaran mlayune ngetan separan-paran….. ala embuh. Pikiren dewe. Yang penting jalan sudah saya tunjukan, cara sudah saya berikan, tinggal terserahmu.

Kalau sadarnya selalu nunggu saya sadarkan, kalau ingatnya nunggu saya ingatkan, lalu kalian kapan bisanya ingat dengan sendirinya dan bisanya sadar sendirinya kapan. Jadi… wes wayae iyong meneng. Po jer sing ngecet lombok/mengkreng. Gari nyawang karo udud nunggu panggilan. Yang mungkin datangnya se wayah-wayah. Jika ada yang mlesed dan jatuh, saya akan tertawa sambil menangis penuh kasih dan doa, mugo jalan dan cara dari saya digunakan. Jika melihat yang tepat sasaran, ya wes tentu… sebagai pembimbing… akan merasa wah…. He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang kinasihku yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. Bermanfaat untuk Para Kadhang yang belum mengetahui ini dan Bisa menggugah Rasa Hidup siapapun yang membacanya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Enam Cara Untuk Mengatasi Ketakutan dan Keraguan:


Enam Cara Untuk Mengatasi Ketakutan dan Keraguan:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Djawa Dwipa Hari Kamis pahing Tgl 15 Oktober 2015

Jika anda seperti kebanyakan orang, maka anda pasti memiliki tujuan atau mimpi yang bernilai yang ingin anda capai. Tujuan tersebut mungkin berhubungan dengan perkembangan pribadi seperti menurunkan berat badan, memperoleh kepercayaan diri, menemukan kedamaian batin, meningkatkan level energi anda, atau mengatasi depresi.

Atau, tujuan anda mungkin kembali ke sekolah, mendapatkan karir baru, atau membawa bakat kreatif anda ke hadapan publik. Memiliki tujuan adalah bagian yang cukup mudah. Mencoba untuk bergerak melalui rintangan yang ada dalam diri anda sendiri benar-benar dapat membuat anda takut dan anda mungkin akan lumpuh oleh ketakutan anda sendiri.

Jika anda mencoba untuk mencapai tujuan anda dan kemudian berhenti karena anda menghadapi hambatan yang tampaknya tidak dapat diatasi, jangan menyerah karena itulah sifat alami dari tujuan. Tujuan membawa anda ke sebuah wilayah baru dan membawa anda berhadapan dengan ketakutan dan keraguan anda sendiri. Poin utamanya adalah bukan tentang bagaimana menghindari rasa takut, tapi bagaimana membuat keputusan positif yang akan meningkatkan kepercayaan diri anda saat ketakutan datang.

Setiap hari, banyak orang menyerah pada impian mereka karena keraguan dan ketakutan. Namun tidak harus seperti itu! Berikut adalah enam langkah untuk mengatasi keraguan dan ketakutan untuk mewujudkan tujuan dan mimpi-mimpi anda.

1. Membuat Keputusan;
Setelah anda menentukan impian atau tujuan anda, putuskan bahwa anda ingin hidup bahagia karenanya. Hal ini mungkin tampak klise, tetapi banyak orang tidak pernah memutuskan dan berkomitmen penuh untuk impian mereka. Mereka hanya terus “berpikir” tentang hal itu. Atau, ketika rintangan pertama muncul, mereka menyerah.

Buatlah komitmen untuk diri sendiri. Sekarang bukan saatnya untuk khawatir tentang bagaimana untuk mewujudkannya, atau bagaimana anda akan bergerak melalui tantangan anda. Sebaliknya, tanam benih impian anda dalam diri dan buatlah komitmen untuk mencintai benih ini sampai suatu hari anda memanen buah dari usaha anda.

Hormati komitmen anda untuk diri sendiri. Tidak ada yang bisa menjatuhkan anda selain anda sendiri. Buatlah komitmen tentang apa yang anda inginkan dan berdirilah kuat dalam komitmen anda. Tidak peduli seberapa menantang, seberapa takut, atau mungkin tampak tidak mungkin untuk dicapai, putuskan bahwa anda tetap akan meraihnya! Kenapa? Karena tidak ada alasan lain selain karena anda menginginkannya dan anda telah membuat keputusan untuk itu. Orang lain tidak akan melakukannya untuk anda.

2. Anda Bukan Budak Ketakutan Anda;
Ketika anda bergerak maju pada impian anda, keraguan dan ketakutan akan muncul lebih cepat dari apa yang anda perkirakan. Untuk terus bergerak melampaui rasa takut anda, akan sangat membantu jika anda belajar untuk memisahkan diri dari rasa takut, sebagai contoh, daripada anda berpikir “saya takut”, belajarlah untuk mengatakan, “ada bagian dalam diriku yang takut dan tidak ingin maju, namun di suatu tempat lain dalam diri saya ada juga keinginan untuk terus bergerak maju.”

Ketakutan adalah bukan tentang siapa anda, melainkan emosi yang anda alami. Kuncinya adalah mengenali rasa takut anda dan tetap bernapas. Bernapas akan menjaga energi terus bergerak dan mencegah anda terikat dalam pelukan ketakutan anda.

Tidak peduli seberapa menakutkan kelihatannya, putuskan untuk duduk bersama dengan rasa takut anda dengan menerima kehadirannya, namun bukan untuk menyetujuinya. Penerimaan membantu karena dengan menghindar tidak membuatnya pergi, mencari jalan lain juga tidak lantas membuatnya hilang, dan mengabaikan pun tidak membuat rasa sakit yang muncul berkurang. Jadi, tetaplah bernapas, kemudian katakan kepada diri sendiri bahwa meskipun anda merasakan ketakutan yang intensif, anda masih bisa mengambil tindakan. Tataplah ketakutan di depan mata dan biarkan mata anda tahu, lalu katakan “anda bukan bos saya!”. Ambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan peralatan dan strategi baru untuk terus maju dengan impian anda sekali lagi.

3. Ubah Sikap Anda Tentang Kegagalan;
Suatu ketika, saya pernah menerima email berisi sebuah kutipan motivasi, kira-kira bunyinya seperti ini, “Anda mencoba sesuatu, beberapa berhasil, beberapa tidak, dan anda telah melakukan lebih dari sekedar berhasil.” Kata-kata sederhana ini menunjukkan bahwa formula untuk sukses adalah jika anda ingin berkembang dan berhasil, anda juga harus bersedia untuk gagal. Tentu saja, tidak ada orang yang benar-benar ingin mengalami kegagalan.

Namun, jika anda ingin sukses di sesuatu hal yang baru, anda mungkin akan mengalami kemunduran, hambatan, dan kegagalan sepanjang jalan. Untuk menjadi sukses, definisikan kembali kegagalan dengan cara membiarkan diri anda untuk melihat kegagalan sebagai sebuah “informasi”. Kegagalan hanyalah sebuah umpan balik yang memberitahu anda agar mengevaluasi kinerja anda, melakukan penyesuaian terhadap rencana anda, dan kemudian mencoba melakukan pendekatan yang berbeda. Jadi ketika anda mengalami kegagalan – bangkitlah, bersihkan debu yang mengotori, akses informasi yang didapat, revisi rencana anda, dan mulai kembali.

4. Membangun Otot Kepercayaan Diri Anda;
Meskipun proses mencapai impian anda akan memunculkan stres, ketakutan, keraguan, namun pengalaman-pengalaman tersebut adalah tepat apa yang anda perlukan untuk terciptanya sebuah kepercayaan diri. Anda tidak akan cukup menjadi mandiri jika perjalanan yang anda tempuh sangatlah mudah, sebaliknya anda harus melalui jalan yang sulit. Hal itu karena untuk menerobos apa yang menahan anda, anda harus tetap berjalan melalui keraguan anda. Anda tidak bisa hanya berjalan di sekitar, mengharapkan untuk pergi dengan sendirinya atau menganalisa bagaimana menghindari pengalaman-pengalaman pahit tersebut.

Ini adalah tantangan-tantangan dari perjalanan anda yang menawarkan ratusan peluang untuk membangun otot kepercayaan diri anda dan mendapatkan keahlian dari pengalaman-pengalaman tersebut. Setiap hambatan, kemunduran, atau kegagalan menawarkan anda kesempatan baru untuk percaya pada diri sendiri, bukannya jatuh pada keraguan dan ketakutan.

5. Putuskan Anda Tidak Harus Melakukan Apapun;
Berikut ini adalah percobaannya. Selama 48 jam ke depan, hilangkan kata-kata “Saya harus” dari kosa kata anda dan ganti menjadi kata-kata “Saya memilih untuk”. Dibanding anda berkata, “Saya harus terus maju meraih tujuan saya”, lebih baik anda mengatakan “Saya memilih untuk mengambil tindakan spesifik hari ini”. Atau, anda bisa sama efektifnya dengan mengatakan,”Saya memilih untuk tidak mengambil langkah tindakan hari ini”. Kedua pilihan tersebut memungkinkan anda untuk memahami bahwa anda adalah orang yang mengendalikan pilihan anda. Anda menetapkan prioritas. Anda bertanggung jawab. Anda memiliki kontrol. Rasakan bagaimana perubahan sederhana dari kata-kata ini mempengaruhi anda.

6. Tanyakan Pada Diri Sendiri Pertanyaan-Pertanyaan yang Menginspirasi;
Beberapa jenis pertanyaan dapat membawa anda mendapatkan wawasan dan motivasi baru. Tanyakan kepada diri anda pertanyaan-pertanyaan berikut, biarkan diri anda menjawabnya dari hati anda, dan perhatikan di mana kebenaran akan membawa anda :

Apakah impian anda cukup penting untuk mengubah gaya hidup anda sehari-hari?

Apakah anda ingin bertanggung jawab atas keputusan-keputusan dalam hidup anda?
Apakah anda memiliki keberanian untuk pergi menuju apa yang anda inginkan dengan keuletan dan melihatnya sampai akhir?

Dapatkah anda menerima bahwa rasa takut adalah bagian dari perjalanan dan anda tetap bergerak maju?

Dapatkah anda mengakui bahwa rasa takut hanya dapat menjadi penguasa anda jika memang anda membiarkan hal itu terjadi?

Mampu mengatasi keraguan dan ketakutan sehingga anda dapat mewujudkan kehidupan yang anda impikan adalah salah satu pengalaman terbaik di dunia! Kendalikan kehidupan anda dengan Hidup yang terlatih 6 langkah sederhana diatas dan pelajari cara untuk menjinakkan Perasaan takut dan buatlah hidup anda menjadi lebih bahagia dan sukses. Mau Lebih dari Sekedar ini…?! Wahyu Panca Ga’ib solusinya… He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Saudara-Saudari kinasihku yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. Bermanfaat untuk Para Saudara-Saudari yang belum mengetahui ini, dan Bisa menggugah Rasa Hidupnya siapapun yang membacanya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Delapan Cara Untuk Berhenti Merasa Khawatir:


Delapan Cara Untuk Berhenti Merasa Khawatir:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Djawa Dwipa Hari Kamis pahing Tgl 15 Oktober 2015
Sedulur… Kita perlu mengetahui bagaimana untuk berhenti merasa khawatir jika anda ingin hidup penuh kebahagiaan.

Mengapa..?
Karena perasaan khawatir tidak membuat sudulur bertindak dengan benar. Perasaan khawatir tidak akan membantu sedulur untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Perasaan khawatir tidak akan membuat sedulur merasa lebih baik dan berenergi. Sebaliknya akan membuat keceriaan dan produktivitas sedulur berkurang… Iya apa iya? Hayo… He he he . . . Edan Tenan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang saya harapkan bisa membantu sedulur-sedulur berhenti untuk merasa khawatir :

1. Fokuslah pada apa yang bisa anda kendalikan;
Memikirkan hal-hal yang tidak dapat anda kendalikan akan menambah beban yang tidak diperlukan untuk otak anda. Sebagai contoh, mengapa anda harus khawatir terhadap situasi perekonomian yang sedang menurun? Tidak ada yang dapat anda lakukan kecuali anda adalah orang kunci di pemerintahan. Tidak peduli seberapa kuat anda memikirkan situasi perekonomian, tidak ada yang akan berubah. Jadi, daripada anda memikirkan tentang hal tersebut, fokuslah pada hal-hal yang dapat anda kendalikan, misalnya : membangun jaringan pertemanan atau meningkatkan kemampuan pribadi anda (self development) – Dengan membaca dan menerapkan artikel-artikel dari AkuInginSukses.com akan meningkatkan kemampuan pribadi anda. 🙂

2. Gunakan imajinasi anda secara positif;
“Kekhawatiran adalah penyalahgunaan imajinasi”
– WEB –

Manusia dikarunia oleh Tuhan kemampuan untuk berimajinasi. Namun imajinasi ini seperti mata pisau, ia dapat sangat berguna, namun dapat juga mencelakai kita. Imajinasi dapat anda gunakan untuk bermimpi hal-hal yang besar dan menjaga motivasi anda tetap tinggi, namun imajinasi juga dapat membuat kita demotivasi. Orang-orang sering khawatir terhadap sesuatu sebab mereka mengisi imajinasinya dengan hal-hal buruk yang mungkin terjadi menimpa mereka. Pada kenyataannya, hal-hal tersebut tidak seburuk seperti yang mereka bayangkan, hanya karena mereka membayangkan terlalu berlebihan dan negatif terhadap hal-hal itu.

3. Berharaplah hal-hal baik dan indah yang terjadi;
“Jangan mengantisipasi masalah atau khawatir terhadap hal-hal yang mungkin tidak akan pernah terjadi. Tetaplah di jalan yang terang.” (Tetep. Idep. Mandep. Mantep)
– WEB –

Bukan saja anda menggunakan imajinasi anda secara positif, namun anda juga harus mengharapkan hal-hal baik dan indah yang terjadi dalam hidup anda. Daripada anda membayangkan suatu kegagalan, lebih baik anda membayangkan kesuksesan. Daripada anda membayangkan orang-orang membenci anda, lebih baik membayangkan orang-orang menyukai anda. Namun perlu diingat, anda tetap perlu realistis tentu saja, misalkan jangan mengharapkan anda tiba-tiba mendapatkan hadiah undian milyaran rupiah.

4. Menerima tanggung jawab;
Anda mungkin pernah berbuat kesalahan di masa lampau dan hingga kini anda khawatir terhadap konsekuensi-konsekuensinya. Dalam kasus ini, solusinya adalah tetap menerima tanggung jawab yang dipercayakan kepada anda. Jangan biarkan kekhawatiran menarik anda untuk jatuh. Terimalah tanggung jawab dan bergeraklah maju. Anda masih memiliki banyak hal-hal besar menanti anda di depan.

5. Berterima kasihlah;
Lebih mudah untuk fokus pada sedikit hal yang mungkin keliru dibanding melupakan banyak hal yang sudah berjalan dengan baik. Itulah mengapa memiliki sikap berterimakasih sangatlah penting, karena akan membuat anda menyadari bahwa untuk satu hal yang keliru, anda masih memiliki banyak hal lain yang telah berjalan dengan baik. Pernahkah anda berterima kasih karena anda masih dapat makan 2-3 kali sehari bahkan lebih? Pernahkah anda berterima kasih karena anda masih memiliki tempat untuk berteduh? Pernahkah anda berterima kasih karena anda masih dapat mengecap bangku pendidikan? Pernahkah anda berterima kasih karena anda masih dapat berinternet dan membaca artikel ini 🙂 ? Dan masih banyak lagi hal-hal yang anda dapat berterima kasih.

6. Berlarilah di lintasan anda sendiri;
Berhentilah membandingkan diri anda dengan orang lain, karena hanya akan menguras energi dan mental anda. Anda memiliki perlombaan anda sendiri yang harus anda menangkan. Daripada selalu membandingkan diri anda dengan orang lain, lebih baik fokus melakukan hal-hal terbaik yang dapat anda lakukan.

7. Sederhanakan hidup anda;
Semakin sederhana hidup anda, semakin sedikit hal-hal yang perlu anda khawatirkan. Jadi daripada anda melakukan banyak hal dalam hidup anda, lebih baik memfokuskan pada hal-hal yang memberi anda lebih banyak keuntungan, entah itu waktu, uang ataupun tenaga. Temukan tujuan-tujuan dalam hidup anda dan gunakan skala prioritas/hal-hal penting yang perlu anda fokus.

8. Miliki keyakinan;
Mengulang lagi apa yang telah saya katakan diatas, anda harus fokus pada hal-hal yang dapat anda kendalikan. Jadi bagaimana dengan hal-hal yang tidak dapat anda kendalikan? Apa yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan segala kekhawatiran terhadap hal tersebut? Jawabannya disini adalah Keyakinan! Anda harus percaya bahwa sesuatu akan kembali baik pada akhirnya, tidak peduli seberapa buruk keadaannya saat ini. Memiliki keyakinan akan menghilangkan banyak kekhawatiran di dalam hidup anda dan hal itu tentu saja akan memberikan ketenangan dan kedamaian. Mau Lebih dari Sekedar ini…?! Wahyu Panca Ga’ib solusinya… He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Saudara-Saudari kinasihku yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. Bermanfaat untuk Para Saudara-Saudari yang belum mengetahui ini, dan Bisa menggugah Rasa Hidupnya siapapun yang membacanya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Wejangan Tentang Adab atau Tata Kramanya Senggama/Jimak. Sebelas Larangan Jimak/Senggama dan Sebelas Adab Jimak/Senggama:


Presentation1
Wejangan Tentang Adab atau Tata Kramanya Senggama/Jimak.
Sebelas Larangan Jimak/Senggama dan Sebelas Adab Jimak/Senggama:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Rabu legi. Tgl 14 Oktober 2015

Salam Rahayu Hayu Memayu Hayuning Karahayon Kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu untukmu sekalian para kadhang kinasihku, dimanapun berada. Ketahuilah… bahwa dalam kehidupan ini, ada hal yang kita anggap tabu/saru atau tidak layak untuk di diskusikan secara umum, namun kebanyakan dari kita, secara sembunyi-sembunyi dibalai layar sangat menyukainya. Apakah hal tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah seks, siapa yang tidak tersentak hatinya, jika mendengar kata seks secara umum, pasti pikirannya melayang kemana-mana dan berprasangka yang bukan-bukan, ada yang berkata ah’ ada yang berkata hih’ saru, tidak sopan, tidak baik, tidak layak dan bla… bla… bla… lainnya. Tapi dalam hatinya, mau-mau,,, begitu ada waktu dan kesempatan, tanpa mikir panjang, langsung sikat main embat.

Dengan begitu… ada apa sebenarnya dengan seks?
Mari kita simak bersama, liputannya… He he he . . . Edna Tenan.
Ada dua tokoh penguasa Tanah Jawa Dwipa jaman dulu, yang di yakini adalah Manusia Setengah Dewa atau Manusia Pilihan Dewa. Kedua Tokoh ini, pernah menjadi Raja Penguasa Tanah Jawa yang Sukses dalam banyak hal. Dan dengan kesuksesanya tersebut, kedua Tokoh luar biasa ini, kehidupan sehari-harinya di riwayatkan dalam buku sejarah dunia, sebagai contoh dan teladan bagi kehidupan banyak manusia hidup. Bahwasannya… jika ingin sukses dalam banyak hal dalam berlakon laku. Maka seperti inilah contohnya.

Namun karena dianggap tabu dan saru, namun sangat disukainya alias akibat MUNAFIK. Maka,,, nyaris tidak ada yang mau mempelajari, baik secara syare’at maupun hakikatnya. Dianggapnya hanya sebatas hiburan untuk kebutuhan biologis semata. Akibatnya,,, terjadilah, pelecehan bahkan pemerkosa’an di banyak tempat dan wilayah tertentu. Baiklah… saya akan mengambil tiga Contoh Tokoh Sukses pada jamannya, agar para kadhang dan saudara-saudariku bisa menerimanya tanpa kata Tabu dan saru serta bla… bla… bla… lainnya.

Yang Pertama adalah.
Prabu Angling Darma dan Dewi Setyowati:
Orang jawa mana yang tak tahu sosok Angling Dharma?
Beliau adalah seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Apalagi sejak film Angling Dharma ditayangkan di salah satu televisi swasta, Indosiar. Masyarakat luas menjadi lebih kenal beliau sebagai sosok raja di kerajaan Mlowopati. Salah satu keistimewaan beliau adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, si petualang cinta dalam tokoh utama kisah Mahabharata. Beliau bersama patihnya, Batik Madrim mampu menjadikan Mlowopati menjadi besar dengan memenangi beberapa peperangan penting.

Selain itu beliau juga dikenal sebagai seorang raja yang arif dan bijaksana juga tersohor bisa menundukan bangsa jin.Tersohor juga dengan berbagai macam benda pusaka peninggalanya seperti : Keris Polang Geni, Panah Pasopati, dan lain sebagainya. Makam dan beberapa peninggalan penting dari Prabu Angling Dharma berada di kota Pati Jawa Tengah, tepatnya di desa Mlawat (Mlowopati) kecamatan Sukolilo. Selain itu, di sana juga terdapat makam sang Patih, Batik Madrim. Terdapat juga gua yang sangat dalam yaitu gua Eyang Pikulun Naga Raja Guru Prabu Angling Darma, juga tempat pemandian yang sampai sekarang masih di sakralkan oleh penduduk setempat. Dan desa Mlawat sampai sekarang masih menjadi salah satu objek wisata sebagai peninggalan bersejarah yang kerap dikunjungi wisatawan.

Selain di Pati dan Bojonegro, tak sedikit yang menganggap bahwa makam Angling Dharma terdapat di tanah Sunda beserta kerajaanya. Dan lebih menarik lagi oleh beberapa orang juga disebutkan Angling Dharma pernah di Temanggung (lereng Gunung Sumbing), tepatnya di daerah Kedu, arah ke Parakan.

Ah, sepertinya memang sangat dibutuhkan penelitian untuk mengetahui kebenaran dari letak makam Prabu Angling Dharma beserta kerajaanya. Walaupun begitu, saya meyakini bahwa makam Prabu Angling Dharma berada di desa Mlawat, kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jateng. Selain memang di sana sudah menjadi tempat wisata yang bayak wisatawan berkunjung, di sana juga terdapat Sendang Nogorojo dan Sendang Nogogini (Nogogini adalah istri dari Naga Pertala, sahabat Angling Dharma).

Menurut Penelitian saya sendiri di TKP. Makam Prabu Angling Dharma, Prabu Angling Dharma tutup usia dan jenazahnya dimakamkan di Desa Mlawat, Sukolilo, Pati. Sementara itu, makam Patih Batik Madrim yang menjadi patih sakti mandraguna di Kerajaan Malawapati dimakamkan di Desa Kedung Winong, Sukolilo, Pati. Jarak antara Desa Mlawat dan Kedung Winong tidak jauh, yakni sekitar 2 kilometer.

Sementara di wilayah Bojonegoro hanya petilasan di mana Sang Prabu pernah singgah di sana saat dikutuk menjadi belibis putih oleh tiga putri cantik dan akhirnya menjadi peliharaan putri raja Bojonegoro (ejaan dulu Bojanagara). Prabu Angling Dharma berubah menjadi manusia kembali saat malam hari sehingga membuat putri Raja Bojonegoro hamil.

Dari Kerajaan Bojonegoro inilah lantas Prabu Angling Dharma menikah dengan putri Bojonegoro dan memiliki anak bernama Angling Kusuma. Angling Kusuma sendiri setelah dewasa menggantikan tahta kakeknya memimpin kerajaan Bojonegoro. Sementara itu, Prabu Angling Dharma kembali ke Keraton Malawapati bersama dengan istrinya.

Berawal dari sejarah inilah, saya berkesimpulan bahwa Makam Prabu Angling Dharma di Desa Mlawat, Sukolilo, Pati. Tiap kali saya berkunjung ke makam Prabu Angling Dharma, seakan-akan ada yang mengingatkan saya kepada sejarah Nusantara dari zaman ke zaman di mana salah satunya dipimpin oleh raja agung yang bijaksana, adil, dan dicintai oleh rakyatnya, yaitu Prabu Angling Dharma. Kalau tidak salah, Prabu Angling Dharma sendiri hidup pada sekitar tahun antara 1200 sampai 1300 an masehi.

Pelajaran Apa yang masih langgeng di pegang teguh oleh orang-orang tertentu, tentang Sang Prabu Angling Darma..?!

Tak lain dan tak bukan, adalah tentang Percinta’an Sang Prabu Angling Darma dengan Istrinya Dewi Setyowati. Sang Prabu dan Sang permaisuri selalu membiasakan. Tiap kali hendak melakukan hubungan intim dengan istrinya, keduanya mandi dengan air kembang setaman terlebih dahulu, lalu bersamadi dan lalu melakukan hubungan intim, setelahnya,,, keduanya mandi lagi dengan air kembang tujuh rupa. Dan bersamadi lagi. Hal ini di ajarkan kepada orang-orang terdekat Sang Prabu. Dengan wejangan, jika ingin berhasil/sukses dalam kehidupan, maka ritualkan hal yang satu ini. (maksudnya hormatilah soal hubungan suami istri tersebut). Arti dari hormatilah itu, adalah tidak sekedar nafsu syahwat belaka, tapi ada lakon secara syare’at dan laku hakikatnya.

Konon sejarahnya, Sang Prabu Angling Darma, medar soal atau tentang pengaruh dari jimak/senggama (hubungan suami istri) di Kedaton “Kayangan Api” tempat dimana beliau bersamadi sa’at pertemuan dengan para dewa yang mengutusnya. Kedaton Kayangan Api adalah sumber api yang tidak pernah mati, letaknya di hutan, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, bojonegoro, sebuah desa yang memiliki sekitar 42,29% wilayah hutan dari lebar desa. Menurut sejarah, Kayangan Api adalah tempat Mbah Kriyo Kusumo atau Mpu Supa beristirahat, ia juga dikenal sebagai Mbah Pandhe dari Mojopahit. Di sisi barat Kayangan Api, ada genangan lumpur yang mengandung sulfur, dan menurut kepercayaan, pada saat itu masih membuat alat-alat pertanian dan pusaka seperti; keris, tombak, cundrik, dll. Bojonegoro orang masih percaya bahwa sumber api ini adalah suci dan menurut cerita, kebakaran ini telah mengambil jika ada upacara penting yang telah dilakukan di masa lalu, seperti; Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X dan mengambil api melalui persyaratan yang tradisional partai / wilujengan dan Tayuban dengan Jawa Lagu (Gending) dari eling-eling, wani-wani dan gunung, yang merupakan lagu favorit Mbah Kriyo Kusumo ini.

Itu sebabnya ketika musik telah memainkan dan menari, setiap tubuh tidak diperbolehkan untuk menemani ‘waranggono’. Dari mereka cerita masyarakat, kemudian Kayangan Api yang terletak sekitar 25 km dari kota Bojonegoro, ditempatkan sebagai objek wisata alam dan ditempatkan untuk mengadakan penting yang merupakan ulang tahun Bojonegoro upacara Kabupaten, bersama-sama memurnikan (ruwatan Massal), dan “Wisuda waranggono” (waranggono lulus).

Objek wisata ini, sekarang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti; aula, kios, jembatan, dll. Pada waktu tertentu, terutama pada hari Jumat Pahing (Jum’at Pahing = satu hari Jawa) ada banyak orang datang ke sini untuk membuat permohonan untuk mendapatkan kesuksesan, dapatkan mitra menikah, dapatkan status yang tinggi dan bahkan juga untuk mendapatkan pusaka tersebut. Upacara tradisional yang telah dilakukan oleh orang-orang adalah Nyadranan (Bersih Desa / ulang tahun dari desa) sebagai ungkapan terima kasih kepada Gusti Allah.

Yang Kedua adalah.
Ken Arok dan Ken Dedes:
Bermula dari DINASTI SINGOSARI.
Kerajaan Singosari, yang kala itu merupakan kerajaan yang berawal dari daerah Tumapel, yang di kuasai oleh seorang Akuwu (bupati). Letaknya di daerah pegunungan yang subur ,di wilayah Malang dengan pelabuhannya bernama Pasuruan. Dari kerajaan inilah Singosari berkembang menjadi kerajaan yang besar di Jawa Timur. Kebesaran ini di dapat setelah kerajaan ini berhasil mengalahkan kerajaan Kediri dalam pertempuran di dekat Ganter tahun 1222 M di bawah pimpinan Ken Arok.

Sejarah Kejayaan Kerajaan Singhasari dan Pemberontakan Jayakatwang, 1222–1292
Menurut prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singhasari yangg sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Nagarakretagama, ketika pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Pada tahun 1253, Raja isnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja & mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. Nama Singhasari yang merupaken nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. Maka, Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama Kerajaan Singhasari. Mandala Amoghapāśa dari masa Singhasari.

Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjabat sebagai akuwu [setara camat] Tumapel saat itu ialah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yg bernama Ken Arok, yg kemudian menjadi akuwu baru. Ken Arok juga yg mengawini istri Tunggul Ametung yg bernama Ken Dedes. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri. Pada tahun 1254 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yg mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yg dimenangkan oleh pihak Tumapel.

Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel ialah Bhatara Siwa. Mungkin nama ini ialah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Selain itu, Pararaton juga menyebutkan bahwa, sebelum maju perang melawan Kadiri, Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel, namun tak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam naskah itu, pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri.

Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-ma-pan. Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari, ialah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang. Dan bla… bla… bla… lainnya yang tidak terlalu penting, karena bukan itu intisarinya, yang jelas. Ken Arok adalah seorang Raja yang pernah sukses dan berjaya pada masanya, di yakini sebagai manusia setengah Dewa atau utusan Dewa atau Titisan Bhatara Siwa.

Pelajaran Apa yang masih langgeng di pegang teguh oleh orang-orang tertentu, tentang Sang Prabu Sri Rajasa Sang Amurwabhumi Alias Ken Arok..?!

Tak lain dan tak bukan, adalah tentang Percinta’an Sang Prabu Sri Rajasa Sang Amurwabhumi Alias Ken Arok dengan Istrinya Ken Dedes. Sang Prabu dan Sang permaisuri selalu membiasakan. Tiap kali hendak melakukan hubungan intim dengan istrinya, keduanya mandi dengan air kembang setaman terlebih dahulu, lalu bersamadi dan lalu melakukan hubungan intim, setelahnya,,, keduanya mandi lagi dengan air kembang tujuh rupa. Dan bersamadi lagi. Hal ini di ajarkan kepada orang-orang terdekat Sang Prabu. Dengan wejangan, jika ingin berhasil/sukses dalam kehidupan, maka ritualkan hal yang satu ini. (maksudnya hormatilah soal hubungan suami istri tersebut). Arti dari hormatilah itu, adalah tidak sekedar nafsu syahwat belaka, tapi ada lakon secara syare’at dan laku hakikatnya.

Wejangan ini lalu di teruskan oleh Raja-raja Majapahit, hingga sampai pada kekuasa’an Prabu Brawijaya V. Dan untuk tidak mudah di lenyapkan, wejangan yang banyak dianggap tabu ini, di wujudkan dengan bentuk candi. Wejangan berwujud Arca/candi ini, dikenal hingga sampai di jaman modern sekarang ini. Dengan nama sakralnya CANDI SUKUH.

CANDI SUKUH adalah.
Sebuah candi yang dibangun pada sekitar abad XV terletak di lereng gunung Lawu di Wilayah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Candi Sukuh terdiri tiga trap. Setiap trap terdapat tangga dengan suatu gapura. Gapura-gapura itu amat berbeda bila dibandingkan dengan gapura umumnya candi di Jawa Tengah, apa lagi gapura pada trap pertama. Bentuk bangunannya mirip candi Hindu, Trap I Candi Sukuh menghadap ke barat, trap pertama candi ini terdapat tangga. Bentuk gapuranya amat unik yakni tidak tegak lurus, melainkan dibuat miring seperti trapesium, layaknya pylon di Mesir (Pylon : gapura pintu masuk ke tempat suci).

Pada sisi gapura sebelah utara terdapat relief “manusia ditelan raksasa” yakni sebuah “sengkalan rumit” yang bisa dibaca “Gapura buta mangan wong “(gapura raksasa memakan mansuia). Gapura dengan karakter 9, buta karakternya 5, mangan karakter 3, dan wong mempunyai karakter 1. Jadi candra sengkala tersebut dapat dibaca 1359 Saka atau tahun 1437 M, menandai selesainya pembangunan gapura pertama ini. Pada sisi selatan gapura terdapat relief raksasa yang berlari sambil menggigit ekor ular. Menurut KC Vrucq, relief ini juga sebuah sangkalan rumit yang bisa dibaca : “Gapura buta anahut buntut “(gapura raksasa menggigit ekor ular), yang bisa di baca tahun 1359 Seperti tahun pada sisi utara gapura.

Menaiki anak tangga dalam lorong gapura terdapat relief yang cukup vulgar. terpahat pada lantai. Relief ini menggambarkan phallus/penis yang berhadapan dengan vagina. Sepintas memang nampak porno, tetapi tidak demikian maksud si pembuat. Sebab tidak mungkin di tempat suci yang merupakan tempat peribadahan terdapat lambang-lambang yang porno. Relief ini mengandung makna yang mendalam. Relief ini mirip lingga-yoni dalam agama Hindu yang melambangkan Dewa Syiwa dengan istrinya (Parwati).

Lingga-yoni merupakan lambang kesuburan. Relief tersebut sengaja di pahat di lantai pintu masuk dengan maksud agar siapa saja yang melangkahi relief tersebut segala kotoran yang melekat di badan menjadi sirna sebab sudah terkena “suwuk”. Boleh dikata relief tersebut berfungsi sebagai “suwuk” untuk “ngruwat”, yakni membersihkan segala kotoran yang melekat di hati setiap manusia. Dalam bukunya Candi Sukuh Dan Kidung Sudamala Ki Padmasuminto menerangkan bahwa relief tersebut merupakan sengkalan yang cukup rumit yaitu : “Wiwara Wiyasa Anahut Jalu”. Wiwara artinya gapura yang suci dengan karakter 9, Wiyasa diartikan daerah yang terkena “suwuk” dengan karakter 5, Anahut (mencaplok) dengan karakter 3, Jalu (laki-laki) berkarakter 1. Jadi bisa di temui angka tahun 1359 Saka. Tahun ini sama dengan tahun yang berada di sisi-sisi gapura masuk candhi.

Trap Kedua Trap kedua lebih tinggi daripada trap pertama dengan pelataran yang lebih luas. Gapura kedua ini sudah rusak, dijaga sepasang arca dengan wajah komis. Garapannya kasar dan kaku, mirip arca jaman pra sejarah di Pasemah. Di latar pojok belakang dapat dijumpai seperti jejeran tiga tembok dengan pahatan-pahatan relief, yang disebut relief Pande Besi. Relief sebelah selatan menggambarkan seorang wanita berdiri di depan tungku pemanas besi, kedua tangannya memegang tangkai “ububan”( peralatan mngisi udara pada pande besi). Barangkali maksudnya agar api tungku tetap menyala. Ini menggambarkan berbagai peristiwa sosial yang menonjol pada saat pembangunan candhi sukuh ini.

Pada bagian tengah terdapat relief yang menggambarkan Ganesya dengan tangan yang memegang ekor. Inipun salah satu sengkalan yang rumit pula yang dapat dibaca : Gajah Wiku Anahut Buntut, dapat ditemui dari sengkalan ini tahun tahun 1378 Saka atau tahun 1496 M. Relief pada sebelah utara menggambarkan seorang laki-laki sedang duduk dengan kaki selonjor. Di depannya tergolek senjata-senjata tajam seperti keris, tumbak dan pisau.

Trap Ketiga Trap ketiga ini trap tertinggi yang merupakan trap paling suci. Candhi Sukuh memang dibuat bertrap-trap semakin ke belakang semakin tinggi. Berbeda dengan umumnya candhi-candhi di di Jawa Tengah, Candi Sukuh dikatakan menyalahi pola dari buku arsitektur Hindu Wastu Widya. Di dalam buku itu diterangkan bahwa bentuk candhi harus bujur sangkar dengan pusat persis di tengah-tengahnya, dan yang ditengah itulah tempat yang paling suci. Sedangkan ikwal Candi Sukuh ternyata menyimpang dari aturan-aturan jimak/senggama yang benar dan tepat sesuai perintah Hyang Maha Suci Hidup.

Di sebelah selatan jalan batu, di pada pelataran terdapat fragmen batu yang melukiskan cerita Sudamala. Sudamala adalah salah satu 5 ksatria Pandawa atau yang dikenal dengan Sadewa. Disebut Sudamala, sebab Sadewa telah berhasil “ngruwat” Bathari Durga yang mendapat kutukan dari Batara Guru karena perselingkuhannya. Sadewa berhasil “ngruwat” Bethari Durga yang semula adalah raksasa betina bernama Durga atau sang Hyang Pramoni kembali ke wajahnya yang semula yakni seorang bidadari.di kayangan dengan nama bethari Uma Sudamala maknanya ialah yang telah berhasil membebaskan kutukan atau yang telah berhasil “ngruwat”.

Adapun Cerita Sudamala diambil dari buku Kidung Sudamala. Sejumlah lima adegan yaitu : 1. Relief pertama menggambarkan ketika Dewi Kunti meminta kepada Sadewa agar mau “ngruwat” Bethari Durga namun Sadewa menolak. 2. Relief kedua menggambarkan ketika Bima mengangkat raksasa dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya menancapkan kuku “Pancanaka” ke perut raksasa. 3. Relief ketiga menggambarkan ketika Sadewa diikat kedua tangannya diatas pohoh randu alas karena menolak keinginan “ngruwat” sang Bethari Durga. Dan sang Durga mengancam Sadewa dengan sebuah pedang besar di tangnnya untuk memaksa sadewa.. 4. Relief keempat menggambarkan Sadewa berhasil “ngruwat” sang Durga. Sadewa kemudian diperintahkan pergi kepertapaan Prangalas. Disitu Sadewa menikah dengan Dewi Pradapa 5. Relief kelima menggambarkan ketika Dewi Uma (Durga setelah diruwat Sadewa) berdiri di atas Padmasana. Sadewa beserta panakawan menghaturkan sembah pada sang Dewi Uma.

Pada pelataran itu juga dapat ditemui soubasement dengan tinggi 85 cm, luasnya sekitar 96 M². Ada juga obelisk yang menyiratkan cerita Garudeya. Cerita ikwal Garudeya merupakan cerita “ruwatan” pula. Ceritanya sebagai berikut : Garuda mempunyai ibu bernama Winata yang menjadi budak salah seorang madunya yang bernama dewi Kadru. Dewi Winata menjadi budak Kadru karena kalah bertaruh tentang warna ekor kuda uchaiswara. Dewi Kadru menang dalam bertaruh sebab dengan curang dia menyuruh anak-anaknya yang berujud ular naga yang berjumlah seribu menyemburkan bisa-bisanya di ekor kuda uchaiswara sehingga warna ekor kuda berubah hitam. Dewi Winata dapat diruwat sang Garuda dengan cara memohon “tirta amerta” (air kehidupan/ tirta prewita sari/sperma) kepada para dewa. Demikianlah keterangan menurut kisah adhiparwa..

Pada sebelah selatan jalan batu ada terdapat candi kecil, yang di dalamnya terdapat arca dengan ukuran yang kecil pula. Menurut mitologi setempat, candi kecil itu merupakan kediaman Kyai Sukuh penguasa ghaib kompleks candi tersebut . Di dekat candi kecil terdapat arca kura-kura yang cukup besar sejumlah tiga ekor sebagai lambang dari dunia bawah yakni dasar gunung Mahameru, juga berkaitan dengan kisah suci agama Hindhu yakni “samudra samtana” yaitu ketika dewa Wisnu menjelma sebagai kura-kura raksasa untuk membantu para dewa-dewa lain mencari air kehidupan ” (air kehidupan/ tirta prewita sari/sperma).

Ada juga arca garuda dua buah berdiri dengan sayap membentang. Salah satu arca garuda itu ada prasasti menandai tahun saka 1363. Juga terdapat prasasti yang menyiratkan bahwa Candi Sukuh dalam candi untuk pengruwatan, yakni prasasti yang diukir di punggung relief sapi. Sapi tersebut digambarkan sedang menggigit ekornya sendiri dengan kandungan sengkalan rumit : Goh wiku anahut buntut maknanya tahun 1379 Saka. Sengkalan ini makna tahunnya persis sama dengan makna prasasti yang ada di punggung sapi yang artinya kurang lebih demikian : untuk diingat-ingat ketika hendak bersujud di kayangan (puncak gunung), terlebih dahulu agar datang di pemandian suci. Saat itu adalah tahun saka Goh Wiku anahut buntut 1379. Kata yang sama dengan ruwatan di sini yaitu kata : “pawitra” yang artinya pemandian suci.

Karena kompleks Candi Sukuh tidak terdapat pemandian atau kolam pemandian maka pawitra dapat diartikan air suci untuk “ngruwat” seperti halnya kata “tirta sunya”. Tempat suci untuk Pengruwatan , seperti yang sudah diutarakan, dengan bukti-bukti relief cerita Sudamala, Garudeya serta prasasti-prasasti, maka dapat di pastikan Candi Sukuh pada jamannya adalah tempat suci untuk melangsungkan upacara-upacara besar (ritus) ruwatan.

Apapun keterangan yang berusaha menjelaskan Candi sukuh. Tetapi dengan melihat adanya relief lingga-yoni di gapura terdepan dan pada bagian atas candhi induk dan bentuk candinya yang mirip dengan “punden berundak” tentulah ini merupakan bukti, bahwa Candi Sukuh adalah tempat pemuja’an/ibadah. Mensakralkan jimak/senggama. Dan ucapan doa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. ketika hendak dan sesudah melakukan jimak/senggama. Titik.

Yang KeTiga adalah.
Nabi Besar Muhammad Saw.
Berawal dari Abad Kejayaan Khilafah:
Apa yang terjadi di Dunia islam dan Barat pada Abad Pertengahan? Barat diselimuti kegelapan (dark ages) dengan sistem pemerintahan teokrasinya. Sebaliknya, kaum muslim mengalami masa keemasan dengan sistem pemerintahan Khilafahnya.

Kenyataan tersebut sering ditutup-tutupi oleh para penjajah dan kaki-tangannya. Dalam kurikulum sekolah, fakta kejayaan Khilafah dalam segala aspeknya ditutupi. Akibatnya, terjadi pembelajaran sejarah yang ganjil. Buku sejarah yang diadopsi sekolah dengan rinci membahas peradaban manusia ratusan bahkan ribuan tahun sebelum Masehi, tetapi kemudian meloncat ke abad 16 Masehi. Mengabaikan 13 Abad peradaban emas islam dibawah naungan Khilafah.

Kebangkitan peradaban islam tidak bisa dilepaskan dari sosok yang mulia Baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw. Michael H Hart dalam bukunya yang fenomenal, 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh di Dunia (1978 M) menempatkan Nabi Muhammad saw. sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia. Alasannya, Muhammad bukan semata pemimpin agama, tetapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan kaum muslim, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Pendapat Hart tidak berlebihan karena memang faktanya, selain sebagai rasul yang menerima wahyu, Muhammad saw. pun mampu dengan gemilang memberikan teladan aplikasi dari wahyu tersebut dalam kehidupan sebagai pribadi, kepala rumah tangga, bagian dari masyarakat dan bahkan kepala Negara islam.

Peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah merupakan titik balik penting bagi peradaban islam. Di Makkah Nabi saw. susah memperoleh sejumlah kecil pengikut. Namun, di Madinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat Muhammad saw. dapat memperoleh pengaruh yang memungkinkan beliau bisa menjadi seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya.

Pada tahun-tahun berikutnya, saat pengikut Muhammad saw. bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Makkah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan di pihak Muhammad saw. hingga beliau kembali ke Makkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya, Nabi saw. menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk agama islam. Tatkala Muhammad wafat tahun 632, tidak ada lagi nabi dan rasul hingga Hari kiamat. Yang ada adalah pengganti (khalifah) Muhammad saw. sebagai kepala negara (Khilafah).

Akurasi Penulisan Sejarah
Dengan dorongan ketakwaan kepada Allah SWT agar selalu dapat merujuk masalah akidah dan hukum hanya dari sumber otentik saja maka kaum muslim secara ketat memberlakukan metode periwayatan al-Quran dan al-Hadis. Kaum muslim sejak abad ke-7 Masehi sudah terbiasa mempraktikan metode sanad dan matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi mata. Bahkan pada awal abad ke-8, Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam alias Ibnu Hisyam (w. 834 M) menulis kitab Sirah Nabawiyyah. Kitab ini merupakan kitab sejarah Nabi Muhammad saw. yang ditulis dengan metode periwayatan layaknya penulisan al-Quran dan al-Hadis. Metode ini merupakan metode penulisan sejarah yang sangat canggih dan baru dikenal Barat pada abad ke-16 M. Menurut seorang ahli sejarah Bucla, “Metode ini belumlah dipraktikkan oleh Eropa sebelum tahun 1597 M.”

Metode lainnya adalah penelitian sejarah yang digagas dari ahli sejarah terkemuka, yaitu Abu Zaid Abdur-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami alias Ibn Khaldun (1332-1406 M). Pengarang kitab Kashf adz-Dzunun ini memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya islam. Salah satunya adalah tentang dan soal jimak/senggama. Mari kita simak bersama liputannya berikut ini… He he he . . . Edan Tenan.

Para kadhang dan saudara-saudariku sekalian yang senantiasa di ridhai Allah. Ketahuilah…
Islam adalah agama yang mulia dan memuliakan. Ia menjunjung tinggi akhlak dan etika. Setiap perbuatan baik di dalam Islam, pastilah ada tuntunan adabnya. Islam mencakup kehidupan pribadi dan masyarakat, rumah tangga dan negara hingga tata cara pergaulan antara suami dan istri dalam berhubungan seks. Rasulullah saw adalah sosok manusia yang memiliki kepribadian lengkap dalam setiap nafas kehidupannya sehingga menjadi contoh (qudwah) bagi umatnya yang menginginkan kebaikan di dunia dan akherat.

Firman Allah swt,
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)

Dalam Islam, setiap Jima’ yang dilakukan secara sah antara suami dengan isteri akan mendapat pahala sesuai dengan Sabda Rasullullah sallahu alaihi wassalam:

“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Menikah sangat dianjurkan Allah & Rasullullah SAW, menikah akan mendapatkan hak untuk ditolong Allah, dapat memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, menambah keluhuran/ kehormatan dan yang pasti anda telah berhasil mengalahkan setan dkk karena orang yang menikah telah berubah menjadi orang yang penuh dengan pahala dan jika beribadahpun akan berlipat –lipat pahalanya dibandingkan ibadahnya saat membujang.

Setiap Pasutri pasti menginginkan hubungan yang romantis. Istimewanya ajaran Islam, aturan ketika di ranjang pun diajarkan demi mewujudkan keharmonisan rumah tangga. Aturan di sini ada yang menjelaskan mengenai larangan yang mesti dijauhi, ada pula beberapa hal yang sunnah (anjuran), ditambah lagi dengan pelurusan terhadap hal-hal yang dianggap tidak boleh oleh sebagian kalangan padahal asalnya boleh. Semoga dengan semakin mengetahui aturan-aturan Islam ini, hubungan intim dengan sang istri semakin mesra dan tidak sampai melanggar yang Allah larang. Perselingkuhan dan pelecehan terutama pemerkosa’an bisa bumi hanguskan, sehingganya,,, yang diinginkan hanyalah ridho Allah. Bukan pelampiasan nafu syahwat birahiyah.

Memilih Hari dan Waktu yang baik untuk jima’ pada hakikatnya. Semua hari baik untuk jima’ tapi hari yang terbaik untuk jima’ dan ada keterangannya dalam hadist adalah hari Jumat sedangkan hari lain yang ada manfaatnya dari hasil penelitian untuk jima’ adalah hari Kamis. Sedangkan waktu yang disarankan oleh Allah SWT untuk jima adalah setelah sholat Isya sampai sebelum sholat subuh dan tengah hari sesuai firman Allah dam surat An Nuur ayat 58.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu . Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 24:58)

Melihat kondisi diatas maka hari dan waktu terbaik untuk jima adalah : Hari Kamis Malam setelah Isya dan Hari Jumat sebelum sholat subuh dan tengah hari sebelum sholat jumat. Hal ini didasarkan pada Hadist berikut:

Barang siapa yang menggauli isterinya pada hari Jumat dan mandi janabah serta bergegas pergi menuju masjid dengan berjalan kaki, tidak berkendaraan, dan setelah dekat dengan Imam ia mendengarkan khutbah serta tidak menyia-nyiakannya, maka baginya pahala untuk setiap langkah kakinya seperti pahala amal selama setahun,yaitu pahala puasa dan sholat malam didalamnya (HR Abu Dawud, An nasai, Ibnu Majah dan sanad hadist ini dinyatakan sahih).

Sebelas Larangan Jimak/senggama
Pertama: Memilih hari yang baik.
Kedua: Tidak boleh menyetubuhi wanita di masa haid/nifas.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Kaum muslimin sepakat akan haramnya menyetubuhi wanita haid berdasarkan ayat Al Qur’an dan hadits-hadits yang shahih” (Al Majmu’, 2: 359). Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Menyetubuhi wanita nifas adalah sebagaimana wanita haid yaitu haram berdasarkan kesepakatan para ulama.” (Majmu’ Al Fatawa, 21: 624)

Dalam hadits disebutkan;
“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita nifas, maka ia telah kufur (HR. Tirmidzi no. 135, Ibnu Majah no. 639. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Al Muhamili dalam Al Majmu’ (2: 359) menyebutkan bahwa Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid, maka ia telah terjerumus dalam dosa besar.”

Hubungan seks yang dibolehkan dengan wanita haid adalah bercumbu selama tidak melakukan jima’ (senggama) di kemaluan. Dalam hadits disebutkan.

“Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima’ (di kemaluan).” (HR. Muslim no. 302)

Dalam riwayat yang muttafaqun ‘alaih disebutkan;
Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa di antara istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada yang mengalami haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai sarung agar menutupi tempat memancarnya darah haid, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah berkata, “Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima’) sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menahannya?” (HR. Bukhari no. 302 dan Muslim no. 293). Imam Nawawi menyebutkan judul bab dari hadits di atas, “Bab mencumbu wanita haid di atas sarungnya”. Artinya di selain tempat keluarnya darah haid atau selain kemaluannya.

Ketiga: Jika seorang pria kuat, ia boleh mengulangi hubungan intim untuk kedua kalinya, namun hendaknya berwudhu terlebih dahulu/mandi keramas. Sebelum melakukan ronde kedua.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
“Jika salah seorang di antara kalian menyetubuhi istrinya, lalu ia ingin mengulanginya kembali, maka berwudhulah” (HR. Muslim no. 308). Perintah wudhu di sini adalah sunnah (anjuran) dan bukan wajib, wajibnya adalah mandi janabah/keramas (Syarh Shahih Muslim, 3: 217)

Keempat: Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh” (HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436). Namun jika istri ada halangan, seperti sakit atau kecapekan, maka itu termasuk uzur dan suami harus memaklumi hal ini. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ini adalah dalil haramnya wanita enggan mendatangi ranjang jika tidak ada uzur. Termasuk haid bukanlah uzur karena suami masih bisa menikmati istri di atas kemaluannya.” (Syarh Shahih Muslim, 10: 7)

Kedelapan: Jika seseorang tidak sengaja memandang wanita lain, lantas ia begitu takjub/tergoda, maka segeralah datangi istrinya. Dan melakukannya dengan sang istri tercinta.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau pernah melihat seorang wanita, lalu ia mendatangi istrinya Zainab yang saat itu sedang menyamak kulit miliknya. Lantas beliau menyelasaikan hajatnya (dengan berjima’, hubungan intim), lalu keluar menuju para sahabatnya seraya berkata.

“Sesungguhnya wanita datang dalam rupa setan, dan pergi dalam rupa setan. Jika seorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menakjubkan (tanpa sengaja), maka hendaknya ia mendatangi (bersetubuh dengan) istrinya, karena hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya” (HR. Muslim no. 1403)

Para ulama berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan seperti ini sebagai penjelasan bagi para sahabat mengenai apa yang mesti mereka lakukan dalam keadaan demikian (yaitu ketika melihat wanita yang tidak halal, pen). Beliau mencontohkan dengan perbuatan dan perkataan sekaligus. Hadits ini juga menunjukkan tidak mengapa mengajak istri untuk hubungan intim di siang hari atau waktu lain yang menyibukkan selama pekerjaan yang ada mungkin ditinggalkan. Karena bisa jadi laki-laki sangat tinggi sekali syahwatnya ketika itu yang bisa jadi membahayakan badan, hati atau pandangannya jika ditunda (Lihat Syarh Shahih Muslim, 9: 179).

Kesembilan: Tidak boleh menyebarkan rahasia hubungan ranjang
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya, kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Muslim no. 1437). Syaikh Abu Malik berkata, “Namun jika ada maslahat syar’i sebagaimana yang dilakukan istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebarkan bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berinteraksi dengan istrinya, maka tidaklah masalah” (Shahih Fiqh Sunnah, 3: 189).

Kesepuluh: Jika seseorang datang dari safar, hendaklah dia mengabarkan istrinya dan jangan datang sembunyi-sembunyi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian datang pada malam hari, maka janganlah ia mendatangi istrinya. (Berilah kabar terlebih dahulu) agar wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya” (HR. Bukhari no. 5246 dan Muslim no. 715).

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata.
“Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam melarang seseorang mendatangi istrinya di malam hari, untuk mencari-cari tahu apakah istrinya berkhianat kepadanya, atau untuk mencari-cari kesalahannya” (HR. Muslim no. 715).

Kesebelas: Boleh menyetubuhi wanita yang sedang menyusui
Dari ‘Aisyah, dari Judaamah binti Wahb, saudara perempuan ‘Ukaasyah, ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sungguh, semula aku ingin melarang (kalian) dari perbuatan ghiilah. Lalu aku melihat bangsa Romawi dan Persia dimana mereka melakukan ghiilah terhadap anak-anak mereka. Ternyata hal itu tidak membahayakan anak-anak mereka” (HR. Muslim no. 1442). Ghiilah bisa bermakna menyutubuhi wanita yang sedang menyusui. Ada pula yang mengartikan wanita menyusui yang sedang hamil (Lihat Syarh Shahih Muslim, 10: 16).

Kebolehan menyetubuhi wanita yang sedang menyusui tentu saja dengan melihat maslahat dan mudhorot (bahaya) sebagai pertimbangannya.

Berikut ini adalah.
Sebelas Adab atau Tata Kramanya Senggama/Jimak atau Hubungan Suami Istri Sesuai Sejarah Rasullullah:

Adab di dalam jima’ bukan hanya membuat hubungan suami istri lebih intim, tetapi juga menjadikan kenikmatan dunia itu sebagai ladang pahala. Menjalankan adab-adab jima’ bukan hanya membawa kebahagiaan bagi suami dan istri, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi keluarga dan keturunan yang ditakdirkan Allah lahir dari proses tersebut.

Jima’ adalah kebutuhan suami istri, bukan hanya salah satunya. Kepuasan dalam jima’ juga hak keduanya, bukan hanya milik suami. Mengingat kaum wanita umumnya lebih ‘dingin’ dan lama dalam proses pendakian menuju puncak, Islam mengajarkan para suami untuk tidak langsung memulai jima’ sebelum melakukan pemanasan.

Pertama:
Bersih Diri dan berwudhu;
Mengkondisikan tubuh bersih (dengan mandi dan gosok gigi) adalah bagian dari adab jima’ sekaligus membuat suami atau istri lebih tertarik. Sebaliknya, tubuh yang tidak bersih cenderung mengganggu dan menurunkan daya tarik. Jangan lupa jika setelah selesai jima’ dan masih ingin mengulangi lagi sebaiknya kemaluan dicuci kemudian berwudhu.

Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud no. 219 dan Ahmad 6/8. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

KeDua:
Berhias dan mempercantik diri;
Hendaknya seorang istri mempercantik dirinya dengan apa-apa yang dibolehkan Allah swt. Pada dasarnya hal ini dibolehkan kecuali terhadap apa-apa yang diharamkan oleh dalil seperti mencabuti alis dan bulu diantara keduanya atau mengeroknya, menyambung rambut dengan rambut lain, mentato, mengikir gigi agar lebih cantik. Diharamkan baginya juga mengenakan pakaian yang diharamkan baik pada malam pengantin maupun di luar malam itu.

Diperbolehkan baginya menghiasi dirinya dengan emas dan perak sebagaimana biasa dikenakan kaum wanita. Begitu juga dengan si suami, hendaknya memperhias dirinya untuk istrinya karena hal ini merupakan bagian dari menggaulinya dengan cara yang baik. Firman Allah swt :

Yang artinya : “Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.” (QS. Al Baqoroh : 228)

Namun demikian hendaknya upaya menghias diri ini tetap didalam batasan-batasan yang dibenarkan. Tidak dibolehkan baginya mengenakan cincin emas kecuali perak. Tidak dibolehkan baginya mencukur jenggot, memanjangkan pakaiannya hingga ke tanah, mengenakan sutera kecuali terhadap apa-apa yang dikecualikan syariat.

Berdandan dan berpakaian yang disukai suami atau istri. Adakalanya istri malu memakai pakaian minim yang disukai suaminya. Padahal dalam sebuah hadits disebutkan
“Sebaik-baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat. Yakni keras menjaga kehormatan dirinya lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya.” (HR. Ad Dailami).

Senada dengan hadits itu, Muhammad Al Baqir, cicit Husain bin Ali menjelaskan:
“Sebaik-baik wanita diantara kalian adalah yang membuang perisai malu ketika menanggalkan pakaian di hadapan suaminya dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian kembali.”

Hadits dan maqalah ini juga menjadi dalil bahwa di dalam jima’, suami istri boleh menanggalkan pakaian dan tidak haram melihat aurat masing-masing.

KeTiga:
Memakai parfum/wewangian;
Wewangian adalah salah satu sunnah Nabi. Beliau bersabda: “Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi).

Bagi istri, memakai parfum/wewangian yang dianjurkan adalah saat-saat seperti ini, bukan pada waktu keluar rumah yang justru dilarang Rasulullah.

Menggunakan parfum oleh perempuan sebelum jima di sunahkan karena akan lebih meningkatkan gairah suami isteri sehingga meningkatkan kualitas dalam berhubungan suami isteri. Hal ini didasarkan pada hadist berikut : Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi janabat” (HR Ahmad2/444, shahihul jam’ :2073.)

“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)

KeEmpat:
Lemah lembut terhadap istrinya saat menggaulinya;
Diriwayatkan oleh Ahmad didalam al Musnad dari Asma binti Yazid bin as Sakan berkata,”Aku pernah merias Aisyah untuk Rasulullah saw, lalu aku mendatangi beliau saw dan mengajaknya untuk melihat kecantikan Aisyah. Beliau saw pun mendatanginya dengan membawa segelas susu lalu beliau meminumnya dan memberikannya kepada Aisyah maka Aisyah pun menundukkan kepalanya karena malu. Asma berkata,”Maka aku menegurnya.” Dan aku katakan kepadanya,”Ambillah (minuman itu) dari tangan Nabi saw.” Asma berkata,”Maka Aisyah pun mengambilnya lalu meminumnya sedikit.”

KeLima:
Shalat dua raka’at;
Adab ini sangatlah penting, terutama bagi pengantin baru. Sebagaimana atsar Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang menasehati pengantin baru agar mengajak istrinya shalat dua raka’at terlebih dahulu ketika memulai malam pertama.

Sebelumnya hendaklah mereka melaksanakan ibadah shalat sunnah dua raka’at secara berjama’ah bersama – sama dengan isterinya. Hal ini adalah ada dasarnya pada sahabat – sahabat (atsar) dan ulama – ulama salaf yang terpercaya dengan riwayat berikut ini :

Dari Abu Sa’id ia maula (budak yang telah di merdekakan) Abu Usaid dan ia berkata : “Aku menikah ketika aku masih seorang budak, ketika itu aku mengundang beberapa orang sahabat Nabi Saw, di antaranya ‘Abdullah bin Mas’ud Ra, Abu Dzarr Ra dan Hudzaifah Ra, lalu tibalah waktu shalat, Abu Dzarr bergegas untuk mengimami shalat, tetapi mereka berkata : “Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak!” Ia (Abu Dzarr) berkata : “Apakah benar demikian?.” Jawab mereka,”Benar!.”

Aku pun maju mengimami mereka shalat, ketika itu aku masih seorang budak, selanjutnya mereka mengajariku,“Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua shalat dua raka’at, lalu mintalah kepada Allah Swt kebaikan atas isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya, selanjutnya terserah kamu berdua!.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda,”Apabila seorang dari kalian mendatangi istrinya maka hendaklah dia berdoa setelah shalat sunnah dua raka’at.
”Allahumma Jannibna asy Syaithon wa Jannib asy Syaithon Ma Rozaqtana”
Wahai Allah jauhilah kami dari setan dan jauhilah setan dari apa-apa yang Engkau rezekikan kepada kami, sesungguhnya Allah Maha Mampu memberikan buat mereka berdua seorang anak yang tidak bisa dicelakai setan selamanya.”
“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami” (HR. Bukhari dan Muslim)

KeEnam:
Mendoakan istrinya;
Seseorang pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun atau kening isterinya seraya mendo’akan baginya dengan dasar dari hadist Rasulullah Saw sebagai berikut,”Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak, maka peganglah ubun – ubunnya lalu bacalah “basmalah” serta do’akanlah dengan do’a berkah dengan ucapan : “Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa, dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.”

Hendaklah suami meletakkan tangannya di kening istrinya dan mengatakan seperti yang disabdakan Rasulullah saw.

”Apabila seorang dari kalian menikah dengan seorang wanita atau membeli seorang pembantu maka hendaklah memegang keningnya lalu menyebut nama Allah azza wa jalla dan berdoa memohon keberkahan dengan mengatakan :

Allahumma Innii Asaluka Min Khoiriha wa Khoiri Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu bika Min Syarri wa Syarri Ma Jabaltaha Alaih.

Yang kurang lebihnya artinya seperti ini “Wahai Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari apa yang Engkau berikan kepadanya serta Aku berlindung kepada-Mu daripada keburukannya dan keburukan yang Engkau berikan kepadanya..”

Berdoa sangat penting sebelum melakukan jima’ terutama adalah doa memohon perlindungan kepada Allah terhadap gangguan setan dalam pelaksanaan jima. Berdoa dimulai dengan mengucapkan:

“ Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona wa jannabisyaithona maa rojaktanaa”
Artinya : Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarkanlah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan.

Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: “Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami”. Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. (Shahih Muslim No.2591)

“Dari Ibnu Abbas r.a. ia menyampaikan apa yang diterima dari Nabi SAW. Beliau bersabda, “Andaikata seseorang diantara kamu semua mendatangi (menggauli) isterinya, ucapkanlah, “Bismi Allâhi, Allâhumma Jannibnâ Syaithânâ wajannibi al-syaithânâ mâ razaqtanâ.” (Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarilah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan.” Maka apabila ditakdirkan bahwa mereka berdua akan mempunyai anak, syetan tidak akan pernah bisa membahayakannya.” (HR. Bukhâri Kitab Wudhuk Hadist 141).

Jika jima’ untuk dengan tujuan mendapatkan anak bisa berdoa sbb :
“Ya Allah berilah kami keturunan yang baik, bisa dijadikan pembuka pintu rahmat, sumber ilmu, hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat” Amin

KeTujuh:
Jima’ di tempat tertutup;
Islam mengatur kehidupan umat manusia agar kehormatan dan kemuliaannya terjaga. Demikian pula dengan jima’. Ia harus dilakukan di tempat tertutup, tidak diketahui oleh orang lain meskipun ia adalah anak atau keluarga sendiri. Karenanya saat anak berumur 10 tahun, Islam mensyariatkan untuk memisahkan kamar anak-anak. Kamar anak laki-laki terpisah dari kamar anak perempuan.

Bagaimana jika anak masih kecil dan tidurnya bersama orang tua?
Pastikan ia tidak melihat aktifitas suami istri tersebut. Caranya bisa Anda berdua yang pindah kamar.

Diharamkan baginya menyiarkan hal-hal yang rahasia diantara suami istri
Diriwayatkan oleh Ahmad dari Asma binti Yazid yang saat itu duduk dekat Rasulullah saw bersama dengan kaum laki-laki dan wanita lalu beliau saw bersabda,
”Bisa jadi seorang laki-laki menceritakan apa yang dilakukannya dengan istrinya dan bisa jadi seorang istri menceritakan apa yang dilakukannya dengan suaminya.”

Maka mereka pun terdiam. Lalu aku bertanya,
”Demi Allah wahai Rasulullah sesungguhnya kaum wanita melakukan hal itu begitu juga dengan kaum laki-laki mereka pun melakukannya.”

Beliau saw bersabda,
”Janganlah kalian melakukannya. Sesungguhnya hal itu bagaikan setan laki-laki berhubungan dengan setan perempuan di jalan lalu (setan laki-laki) menutupi (setan perempuan) sementara orang-orang menyaksikannya.”

KeDelapan:
Melakukan mubasharah, ar rasuul, foreplay, atau pemanasan;
hadist Rasullullah SAW: Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Rasullullah SAW melarang jima’ tanpa penutup pasti ada maksudnya, selain yang diketahui yaitu adanya mahluk Allah lain yang melihat (jin, qorin dll), bisa jadi anak yang dihasilkan dengan jima’ telanjang akan menjadi anak yang kurang mempunyai rasa malu seperti diatas, hanya saja untuk memastikan jawabannya mungkin hanya orang yang diberi pengetahuan lebih oleh Allah.

Hendaknya suami tidak langsung ke inti, tetapi ada mubasharah/ar rasuul/ foreplay terlebih dulu.

“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)

Dibolehkan bersenda gurau dan bermain-main dengan istrinya di tempat tidur, sebagaimana sabdanya saw,”… Mengapa bukan dengan gadis maka engkau bisa bermain-main dengannya dan dia bisa bermain-main denganmu.” (HR. Bukhori dan Muslim) dan didalam riwayat Muslim,”Engkau bisa bahagia dengannya dan dia bisa bahagia denganmu.”

Diantara senda gurau dan mempergaulinya dengan baik adalah ciuman suami walaupun bukan untuk jima’. Rasulullah saw mencium dan menyentuh istri-istrinya meskipun mereka dalam keadaan haidh atau beliau mencium dan menyentuhnya meski beliau sedang dalam keadaan puasa.

Sebagaimana terdapat didalam ash Shahihain dan lainnya dari Aisyah dan Maimunah bahkan juga diriwyatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Aisyah berkata,”Nabi saw mencium sebagian istri-istrinya kemudian beliau keluar menuju shalat dan tidak berwudhu lagi.” Ini sebagai dalil bahwa mencium istri tidaklah membatalkan wudhu.

Ada tiga langkah foreplay atau pemanasan sebelum berjima’ yang bersumber dari hadits Nabi.

Kata-kata mesra;
Islam mengajarkan jima yang disertai dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang seperti ucapan romantis, ciuman dan cumbu rayu dan tidak mengajarkan langsung hajar tanpa pendahuluan . Hal ini sesuai dengan: Sabda Rasul Allâh SAW: “Siapa pun diantara kamu, janganlah menyamai isterinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perentaraan. Selanjutnya, ada yang bertanya: Apakah perantaraan itu ? Rasul Allâh SAW bersabda, “yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis”. (HR. Bukhâriy dan Muslim).

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).

Sebelum melakukan jima’, dahuluilah dengan kata-kata romantis. Kata-kata yang mesra. Rasulullah, di hari-hari biasa saja memanggil Aisyah dengan humaira, yang pipinya kemerahan. Betapa beliau sangat romantis, apalagi ketika hendak ‘bercinta’ bersama istri.

Kata-kata romantis dan mesra ini yang pertama akan mencairkan suasana dan membuat rileks. Tingkatan kata-kata yang lebih mesra selanjutnya akan membuat tubuh yang rileks mulai ‘memanas’ serasa dipanggil untuk tidak hanya bermain kata.

Ciuman;
Dalam bab ini, ciuman tidaklah sebatas bibir bertemu bibir. “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)

Jika kata-kata melahirkan imajinasi dan emosi, maka ciuman lebih ‘terasa’ bagi istri. Detak jantung menjadi lebih cepat, nafas menjadi tak teratur, dan hasrat jima’ pun mulai timbul.

Mencumbunya dengan segenap kelembutan dan kemesraan, seperti dengan memberinya makanan atau segelas minuman atau yang lain sebagainya, ini dasarnya dari : Asma’ binti Yazid binti As-Sakan Ra, ia berkata : “Saya merias ‘Aisyah untuk Rasulullah Saw, setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada ‘Aisyah.

Beliau pun datang lalu duduk di samping ‘Aisyah, ketika itu Rasulullah Saw di sodori segelas susu, setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada ‘Aisyah, tetapi ‘Aisyah menundukkan kepalanya dan malu – malu.” ‘Asma binti Yazid berkata : “Aku menegur ‘Aisyah dan berkata kepadanya,”Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah Saw!’ Akhirnya ‘Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.”

Sentuhan;
Jika kata-kata mesra adalah pemanasan dengan ucapan dan ciuman adalah pemanasan dengan bibir, pemanasan yang lainnya adalah dengan tangan; sentuhan.

Imam Abu Hanifah ditanya oleh muridnya tentang suami yang memegang kemaluan istrinya atau istri memegang kemaluan suaminya (sebagai pendahuluan jima’), beliau menjawab, asalkan bukan dan tidak mencium kemaluan istri, “Tidak masalah, bahkan saya berharap ini akan memperbesar pahalanya.” (Tabyin al-Haqaiq).

Suami boleh melihat dan meraba kemaluan isteri begitu juga sebaliknya, asalkan tidak mencium kemaluan, karena yang demikian itu lebih bersih.

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

“Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Membawa ke puncak, saling memberi hak Sang suami boleh menggauli isterinya kapanpun dia mau sepanjang saling suka dan tidak pada saat haidh, jika telah selesai melepaskan hasrat, maka sang suami janganlah tergesa – gesa bangkit meninggalkan kudanya hingga sang isteri merasakan juga terlepas atas hajatnya, hal ini adalah kunci keharmonisan dan rasa kasih sayang antara keduanya, dan apabila sang suami mampu dan ingin mengulangi lagi, maka hendaknya berjanabah lalu berwudhu’ terlebih dahulu, sebagaimana wudhu’nya shalat, hal ini dasarnya adalah :

Rasulullah Saw bersabda,”Jika seseorang di antara kalian menggauli isterinya, kemudian ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah ia berjanabah dan berwudhu’ terlebih dahulu.”

Ini dasarnya adalah : Dari hadits Abu Rafi’ Ra, bahwasanya Nabi Saw pernah menggilir isteri – isterinya dalam satu malam. Beliau mandi di rumah fulanah dan rumah fulanah. Abu Rafi’ berkata,”Wahai Rasulullah, mengapa tidak dengan sekali mandi saja?” Beliau menjawab,”Ini lebih bersih, lebih baik dan lebih suci.”

KeSembilan:
Menggunakan selimut sebagai penutup saat berjima;
Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Maksudnya adalah jangan bertelanjang seperti Himar yang kelihatan kemaluannya dan pantatnya saat berjima. tapi pakailah selimut sebagai penutup. atau bertelanjang dalam selimut.

Sabda Rasulullah saw yang lainnya dari Umar bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Janganlah kamu bertelanjang karena ada malaikat yang senantiasa tidak berpisah denganmu kecuali diwaktu buang air dan ketika seorang laki-laki menyetubuhi istrinya. Karena itu, hendaklah kamu merasa malu dan hormatilah mereka.” (HR. Tirmidzi dia berkata hadits ghorib)

KeSepuluh:
Mencuci Berjanabah dan berwudhu jika mau mengulangi;
Dari Abu Sa’id, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulangi senggamanya, maka hendaklah ia berjanabah dan berwudhu terlebih dulu.” (HR. Muslim no. 308)

KeSebelas:
Mandi besar (janabaht) setelah Jima’ Senggama;
ingatlah, jaga kebersihan.. jadi setelah selesai jima’ segeralah mandi besar.
“Dari Ubai bin Ka`ab bahwasanya ia berkata : “Wahai Rasul Allâh, apabila ia seorang laki-laki menyetubuhi isterinya, tetapi tidak mengeluarkan mani, apakah yang diwajibkan olehnya? Beliau bersabda, ”Hendaknya dia mencuci bagian-bagian yang berhubungan dengan kemaluan perempuan, berwudhu’ dan lalu shalat”. Abu `Abd Allâh berkata, “mandi adalah lebih berhati-hati dan merupakan peraturan hukum yang terakhir.

Hal yang diperhatikan saat jima’/senggama;
Jika sepasang suami isteri ingin makan atau tidur setelah jima’ (bercampur) sebelum mandi janabah (junub), maka hendaklah mereka mencuci kemaluannya dan berwudhu’ terlebih dahulu, serta mencuci kedua tangannya. Dengan dasar hadits dari ‘Aisyah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda,”Apabila beliau hendak tidur dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu’ seperti wudhu’ untuk shalat.

Dan apabila beliau hendak makan atau minum dalam keadaan junub, maka beliau mencuci kedua tangannya kemudian beliau makan dan minum.” Juga pada hadist ini, dari ‘Aisyah Ra, ia berkata,”Apabila Nabi Saw hendak tidur dalam keadaan junub, maka beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu’ (seperti wudhu’) untuk shalat.”

Itulah tadi… Adab atau Tata Krama Jimak/Senggama, warisan dari tiga Tokoh Legendaris Dunia. Kekasih dan Pilihan Hyang Maha Suci Hidup. Kepada kita semunya tanpa terkecuali. Dan kita sebagai pewarisnya, sudahkan seperti itu..?! khususnya Anda-Anda yang dengan bangganya mengaku Muslim…!!! Dan juga Anda yang dengan gagahnya mengaku Jawa…!!!

Adab di dalam jima’/senggama, bukan hanya membuat hubungan suami istri lebih intim, tetapi juga menjadikan kenikmatan dunia itu, sebagai ladang pahala. Menjalankan adab-adab jima’ bukan hanya membawa kebahagiaan bagi suami dan istri, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi keluarga dan keturunan yang ditakdirkan Allah lahir dari proses tersebut. Ada Pelajaran Intisari yang nebjadi penentu dari banyak Lakon dan Laku yang tersembunyi di balik Jimak/Senggama. karena itu, jangan asal sundug saja, pelajarilah dengan iman ketakwa’anmu kepada Tuhan yang kau yakini. ukuran dan kadar imanmupun ada disitu. Dan selain itu, jika ADAB atau TATA KRAMA JIMAK/SENGGAMA ini, diterapkan dalam keseharian Suami Istri, saya; Wong Edan Bagu. Berani menjamin. Anda tidak akan pernah mengalami 5-K. kebangkrutan, kerugian, kemunduran, kemacetan, kekurangan dalam Usaha Bisnis apapun. Saya jamin. Pasti sukses dan berhasil melebihi rancangan yang telah Anda rencanakan. Karena… Selain ada contoh dari tiga Pilihan/Utusan Tuhan yang sudah saya uraikan diatas, saya pernah membuktikannya sendiri. Jadi… bukan Cuma katanya Kitab Hadist dan Buku Sejarah belaka, lo… He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang kinasihku yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. Bermanfaat untuk Para Kadhang yang belum mengetahui ini dan Bisa menggugah Rasa Hidup siapapun yang membacanya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

WEJANGAN dari WONG EDAN BAGU YANG PERTAMA. TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB DAN ISRA’, MIKRAJ:


WEJANGAN dari WONG EDAN BAGU YANG PERTAMA.
TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB DAN ISRA’, MIKRAJ:
Jawa Dwipa Hari Sabtu kliwon. Tgl 03 Oktober 2015

Salam Rahayu Hayu Memayu Hayuning Karahayon Kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu untukmu sekalian para kadhang kinasihku, dimanapun berada, Jujur dengan atas Nama Hyang Maha Suci Hidup, saya akui, Dulu saya adalah salah satu manusia terkucil, bodoh, hina dan bejat moral lahir bathinnya, awalnya saya tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seorang bapak, dan bapak saya memperlakukan saya seperti itu, karena menganggap kehadiran saya sebagai anaknya, adalah kutukan terburuk baginya, karenanya, saya teramat sering, di abaikan bahkan di siksa jika sedikit saja melakukan kesalahan. Hingga akhrinya, saya di usir pergi oleh bapak saya, karena bapak saya merasa tidak mampu lagi ngopeni saya merawat saya sebagai anaknya, itu karena saking buandelnya saya.

Saya diusir dari rumah, hanya membawa satu setel pakaian yang saya pakai di badan pada sa’at itu, waktu itu saya masih berumur 12 tahun kurang lebihnya, dan sejak sa’at diusir itulah, saya berjuang sendiri untuk mempertahankan hidup dalam kehidupan yang sangat amat kejam bagi saya pada sa’at itu, bagaimana tidak, karena setelah diusir dari rumah, saya terpisah dari ibu tercinta saya, adik dan kakak tersayang saya, teman-teman saya, cita-cita saya ingin menjadi dokter pun, terputus di kelas tiga sd. Saya berusaha perjuang mencari makan di kota kabupaten kecil daerah transmigrasi tempat tinggal saya, demi sesuap nasi, saya bergabung dengan anak-anak gelandangan, ngemis, ada kalanya mencuri/nyopet, dan apapun saya lakukan untuk bisa makan dan minum serta teman yang bisa saya tumpangin untuk istirahat tidur.

Disaat saya rindu ibu dan adik kakak saya, saya hanya bisa menangis, tak ada yang bisa saya perbuat, jangankan berdoa, agama saja, saya tidak tau pada sa’at itu, apa lagi jika mencuri sampai ketahuan, tertangkap, saya di pukul, di tendang, dihajar tak kenal ampun, semakin saya menjerit minta ampun dan tolong, semakin bertubi-tubi pukulan dan tendangan yang mendarat di perut, dada dan kepala saya. Hal ini saya alami selama 3 tahun kurang lebihnya, hingga pada suatu ketika, saya menonton televise, yang kala itu sedang menayangkan sebuah pilem sejarah jawa, yang menceritakan tentang ilmu-ilmu kesaktian dan agama di tanah jawa. Dan sejak itulah dalam jiwa saya, tertanam kesan tentang ilmu dan agama yang saya ketahui dari televisi kala itu.

Sambil tetap beraktifitas seperti biasanya bersama teman-teman di kota, selalu terbesit di pikiran saya tentang ilmu dan agama. “ andai aku punya ilmu kesaktian, tentu aku tidak sehina ini, andai aku punya agama, mungkin aku tak sesedih ini, karena jika ada yang berani macam-macam padaku, aku bisa membela diri, karena jika aku rindu ibu dan adik kakaku, aku bisa berdoa, aku akan membalas dendam pada semua orang-orang yang telah menghancurkan kehidupan dan cita-citaku, aku bersumpah untuk itu” itulah yang selalu membayang dalam benak saya kala itu, tapi saya tidak tau, harus kemana mencari guru.

Hingga pada suatu ketika, singkat punya cerita, saya mendengar kabar di kampung seberang, ada orang sakti yang sedang mencari murid, namun belum mendapatkan murid, karena saratnya yang berat, jadi tidak ada yang bisa menyanggupinya, tanpa pikir panjang, sayapun mencari tempat tinggal orang tersebut, dan berhasil saya temukan, dan bergurulah saya pada orang tersebut, disinilah, pertama kali saya berguru dan mengeyam ilmu, hingga pada suatu ketika, karena sebuah alasan moral sang guru, saya di nikahkan dengan anak gadisnya, yang kala itu, baru berusia 12 tahun kurang lebihnya, sedangkan saya berusia 13 tahun kurang lebihnya. Dari sang guru, saya mendapatkan ilmu-ilmu kesaktian, dari sang istri yang kala itu seperti teman, karena masih belum punya pengalaman, saya mendapatkan pelajaran agama.

Singkat punya cerita, sejak pertama kali saya mengenal ilmu itu dari sang mertua, dan sejak pertama kali saya mengenal agama dari sang istri. Lika liku kehidupan mulai saya rasakan dengan penuh kesadaran, pahit, manis, getir, asam, asin dll, datang silih berganti, susah senangnya orang berumah tangga, mulai dari yang menyenangkan sampai yang menyusahkan saya alami, demi anak istri, semua jenis pekerja’an saya lakukan, hasil rugi saya alami, dan semuanya, segalanya saya alami, dan pada akhirnya, hancurlah semuanya, saya berselisih dengan sang guru yang juga mertua saya, dan saya juga berpisah dengan anak dan istri tercinta saya.

Dan dimulai dari kehancuran itu, dendam kesumat masa lalu saya, tumbuh bersemi, bak api disiram minyak. Demi terlampiasnya sebuah dendam kepada orang-oarng yang telah menghancurkan kehidupan saya, yang membuat bapak kandung saya jadi benci kepada saya hingga mengusir saya. Saya hancurkan semuanya… sampai ke akar masalahnya.

Sedikit demi sedikit, kepuasan mulai saya dapatkan, saya bangga diri, karena dendam sudah terbalaskan, untuk menjaga kebangga’an diri, sayapun tak henti-hentinya berguru ke sana sini, tiap kali mendengar ada orang sakti disuatu daerah. Bangga saya semakin tinggi, tidak ada satupun orang yang berani menatap wajah saya, apa lagi macam-macam kepada saya kala itu, dan sejak itulah, saya bermoral bejat, bak se’ekor hewan.

Semua bentuk kejahatan, hampir pernah saya lakukan, mulai dari merusak rumah tangga orang, hingga merusak anak gadis seseorang, saya lakukan, sampai memperkosa juga pernah saya lakukan, ini jujur saya katakana, tidak saya tutupi atau saya sembuyikan, ngesek dengan sesama jenis, alias lelaki sama lelakinya, juga pernah saya lakukan, edan pora…. Bejat kan, jangankan Cuma lelaki sama lelaki, ngesek sama hewan itu lo, saya pernah… edan kan, bejat kan, lanjut punya cerita… mulai dari membegal hingga merampok saya lakukan, yang namanya ngeseks, bagi saya waktu itu, seperti dikala saya mau kentut, dimana kontol saya ngaceng, disitulah saya mendapat kan wanita untuk diajak ngentot. Pokoknya… Bejat jat, jat, dobol pol. Itulah saya dulu.

Hingga pada akhirnya sayapun mengalami kehancuran lagi, kehancuran kedua saya kali itu, fatal, karena, akibat kesombongan saya, saya terancam mati, saya mengalami sakit yang tak bisa diobati, karena sakit saya, berurusan dengan mahklum ga’ib, lalu kedua orang tua saya, mengirim saya untuk ke jawa, menemui saudara dari bapak dan ibu di jawa, tepatnya di Cirebon jawa barat, yang intinya untuk minta tolong berobat, dan sejak itulah saya mengetahui jelas detilnya ilmu dan agama yang sudah pernah saya pelajari sebelumnya, dengan bimbingan keluarga dari bapak dan ibu kandung saya, di tambah pengalaman dari pembimbing di luar cirebon, saya banyak tau dan mengerti serta paham tentang syare’at dan hakikat ilmu dan agama yang sebenarnya.

Singkat punya cerita, semakin lama saya di tanah pasundan, semakin asyik saya mendalami olah kanuragan dan ilmu jaya kawijayan, tempa’an demi tempa’an, gemblengan demi gemblengan, pelajaran demi pelajaran, wejangan demi wejangan, berhasil saya kuasai dari berbagai tipe dan karakter seorang guru, mulai guru seorang guru yang lemah lembut, hingga seorang guru yang kasar dan keras, dan semakin besarlah hidung saya, semakin melebarlah telingan saya, terlebih lagi, setelah saya terpilih sebagai wargi jati keraton kasultanan kasepuhan Cirebon, semakin meluaslah bentangan sayap saya, saya berkelana dan mengembara untuk mengukur sudah sampai dimana ilmu yang sudah saya miliki, adigang adigung adiguna, menjadi ciri khas kesombongan saya kala itu.

Untuk mempermudah gerak dan gerik saya, dalam membentangkan sayap dan cakar, saya mempraktekan ilmu pengobatan alternative tradisional jawa kuno, yang pernah saya pelajari dari seorang guru ahli pengobatan di wilayah banten jawa barat, dengan praktek pengobatan inilah, saya banyak memperdaya orang yang memang sedang terpedaya, memanfaatkan orang-orang bodoh yang memang benar bodoh, menipu dan membohongi dengan cara halus, belum merasa puas, sayapun mulai beraksi melebihi brandal dan preman, petantang petenteng di setiap tempat yang biasa dijadikan tempat mangkalnya para begundal, kususnya di daerah Jakarta. Serang dan Bandung. Siapa berani menatap langsung saya embat, siapa yang berani melihat, langsung saya sikat, yang namanya wanita cantik dan seksi, bisa saya dapatkan dengan mudah, semudah saya buang angin, saya benar-benar merasa sangat puas dengan semua itu, karena janji saya ingin menggenggam dunia dengan ilmu, berhasil saya dapatkan.

Walau sudah puas, namun saya belum merasa cukup, sayapun mulai merambah ke kalangan para pejabat, mulai dari pejabat wanita yang haus seks, hingga para pejabat lelaki yang haus kekuasa’an, semuanya saya manfaatkan. Uangnya saya ambil, orangnya saya permainkan dengan sangat puas, semakin di kenal lah saya di dunia luas dengan sebutan Djaka Tolos. Dan akhirnya, nama saya sampai ke dalam keluarga cendana, yang saat itu sedang Berjaya menguasai Negara republic Indonesia. Dan bersama’an jatuh dan hancurnya keluarga cendana itulah, hancur dan jatuh pula petualangan saya, yang saya banggakan, saya lari sembunyi sebagai buronan, dengan tuduhan sebagai orang yang ikut terlibat dengan keluarga cendana, hamun saya berhasil lolos dan selamat dari buruan buta dan konyol itu, dengan begitu, dendam yang sudah mulai padam karena kepuasan itupun, muncul kembali.

Setelah sengketa keluarga cendana mulai mereda, saya muncul kembali di wilayah pulau dewata bali, sebagai pejantan tangguh alias lelanange jagat, dengan ilmu pengasihan kinjeng mas dan kembangsore, dan ilmu aji pengontongan, saya membuka lagi lembaran bejat, menjadi pelacur lelaki atau gigolo, meraup dolar dari para turis mancanegara kususnya dan wanita-wanita pribumi yang haus seks, mulai dari yang masih belum punya pasangan, sampai yang sudah berpasangan, mulai dari yang masih abg sampai yang sudah tua Bangka, hingga yang menyukai sesama jenis, yang penting mau membayar saya mahal, saya layani sampai puas selama 24 jam full. Dengan tariff 2 juta 500 ribu atau sekitar 300 dolar kurang lebihnya.

Pada suatu ketika, saya mendengar bapak kandung saya meninggal dunia, tiba-tiba saya terpuruk dan menyesali diri, karena telah merasa menyia-nyiakan banyak waktu dengan sangat percuma. Dan sejak itulah saya meninggalkan semuanya dan segalanya, saya manekung di tempat-tempat berejarah, dari satu kramat ke kramat para leluhur lainnya, dari satu goa ke goa lainnya, dari gunung ke gunung lainnya, mengulang pelajaran agama yang sudah cukup lama saya tinggalkan, tidak ada yang bisa saya perbuat, karena jiwa raga terasa telah penuh dengan noda dan dosa yang tak terampunkan, tidak tau harus bagaimana, mau kembali ke keluarga, malu, mau menemui guru takut, mau berbaur dengan umum enggan. Pokoknya kritis jiwa…deh.

Berbekal buku tuntunan pelajaran syare’at dan hakikat agama, saya menepi menjauhi semua dan segalanya, menyendiri tanpa apapun dan siapapun. Makan minum dll, sudah tidak menjadi beban pikiran lagi, yang ada dalam benak, hanya penyesalan, masih mungkin kah Tuhan akan mengampuni saya?

Sedikit demi sedikit, saya mencoba bersedekah, membantu orang-orang yang kebetulan bertemu saya, yang sedang dalam kesulitan, ada yang saya bantu hingga sampai memiliki usaha sendiri, ada yang saya bantu untuk melepaskan diri dari lilitan utang piutang rentenir dll, dengan maksud, mengurangi beban derita dosa-dosa yang telah memenuhi jiwa raga saya, namun,,, semuanya gagal, karena semua orang-orang yang saya bantu dan saya tolong, jadi berbalik , maksudnya, bukanya berterima kasih, malah menghancurkan saya, menikam saya dari belakang tanpa alasan yang saya tidak pernah mengerti hingga sekarang ini.

Ada yang menfitnah saya, ada yang memusuhi saya bahkan ada yang berusaha hendak membunuh saya, padahal jelas-jelas sudah saya bantu dan saya tolong, saat itu, saya berontak dalam hati, namun tak berdaya, apakah ini yang di sebut karma?
Atau karena uang yang saya gunakan untuk membantu mereka, adalah uang haram?
Uang tidak halal?
Karena hasil berbuat bejat dan brutal?

Karena tak ada jawaban dan penjelasan, sayapun memilih tetap diam dan mengaku kalah, lalu saya terus menepi dan menyepi tanpa kenal menyerah, mendalami syare’at dan hakikat ilmu agama, melalui al-qitab yang saya bawa kemanapun saya pergi pada sa’at itu.

Singkatnya cerita lagi, sejak saya mendalami ilmu syare’at dan hakikat agama itu, ada yang membuat saya tertarik, yaitu tentang sejarah para Nabi-Nabiullah, saya kagum dan tertarik ingin mendalaminya secara khusus, artinya, dulu saya adalah pencinta Rasul, karenanya, semua kitab sejarah para rasul, pernah saya pelajari dengan sangat teliti, kenapa saya begitu terinspirasi oleh para nabi? Karena saya yang bodoh lagi bejat ini, ingin bersih, sebersih para nabi yang dipilih oleh Hyang Maha Suci Hidup. Dan diantara sekian banyak sejarah Nabi yang pernah saya pelajari, hanya ada dua saja yang sempat saya pegang teguh, sebagai bahan renungan untuk mendalami banyak pelajaran ilmu yang pernah saya pelajari dulu. … yaitu Tentang ISRA’, MIKRAJ dan Tentang KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM.

Apa yang membuat saya tertarik untuk mendalaminya, yang menarik saya untuk mempelajarinya, secara khusus? Tak lain dan bukan adalah tentang kontrofersi, dalam memaknai kesaksian-kesaksian yang beliau Baginda Nabi Muhammad s.a.w alami, cukup-cukup sengit dan menarik, karena tidak seorang mumpunipun yang tidak ikut ujuk gigi membahas soal dua sejarah dan peristiwa penting dan besar ini.

Nah… dalam kesempatan kali ini, saya akan mengungkap Dua Sejarah Besar yang pernah dialami Oleh Seorang Nabi legendaris dunia ini. Untuk para kadhang kinasihku sekalian dimanapun berada… Tapi maaf, saya tidak akan mengungkap yang tidak perlu dan tidak penting, seperti yang sudah terlalu amat sering di sejarahkan, oleh para kiyai kondang di setiap hari peringatan ISRA’, MIKRAJ yang jatuh pada tanggal 27 rajab, tapi saya akan mengungkap apa yang belum di sejarahkan secara umum dan di rahasiakan serta menjadi kontrofersi oleh kebanyakan umat khususnya muslim, dan yang pasti akan saya uraikan intisarinya, secara blak-blakan. he he he . . . Edan tenan. Baiklah,,,, Kesempatan sekarang ini, saya akan mengungkap sejarah Tentang ISRA’, MIKRAJ dulu, dan Tentang KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM apa kesempatan berikutnya.

Sekarang… Dimulai dari Perjalanan ISRA’;
Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.
Sesungguhnya…. Bagi saya pribadi dan Untuk saya sendiri, yang menarik dalam kisah perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW itu? adalah. Pertama; tentang kesaksian-kesaksian Kanjeng Nabi Muhammad saw, di sepanjang perjalanan Isra dan Mi’raj, ketika Beliau dalam Perjalanan Isra’ melihat dan menyaksikan peristiwa dengan mata kepalanya sendiri, yang jika tidak mengerti, Malaikat Jibri as, langsung menjelaskannya kepada Baginda Nabi.

Peristiwa malam Isra’ dan Mikraj Nabi Besar Muhammad Rasulullah s.a.w. adalah salah satu episod bersejarah dan mukjizat besar kurunia Allah, yang mempunyai signifikan dan implikasi yang amat penting dan sangat besar pula, bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk seluruh umat manusia, jin dan sekalian alam. Jadi, seharusnya diungkap dengan cara fer dan terbuka, tanpa rahasia dan di tutup-tupi, tidak mengenal usia jenis kelamin, latar belakang dan status apapun, harus terbuka, apa adanya, namun dalam kenyata’annya, yang terpenting di dalam sejarah ini, malah ditutupi, di sembunyikan, di rahasiakan, tidak seluruhnya di ungkap dan di dakwahkan sesuai sejarah yang sebenarnya terjadi, alasan saru, alasan belum cukup umur, atau harus orang-orang yang benar-benar beriman kuat, dan bla… bla… bla… nggedebus lainya.

Dengan menutupinya, merahasiakannya, hasilnya ya seperti yang kita alami dewasa ini, tidak tau, tidak paham dan tidak mengerti, akibatnya, ya,,, sejare udelnya sendiri. Ini lo tetak tidak tepatnya ceramah Isra’ dan Mikraj yang rutin diadakan setiap setahun sekali, tiap hari di sejarahkan juga, tidak akan mudeng jika masih menggunakan kepentingan individu dan pribadi, apa lagi dengan ego masing-masing yang berkepentingan.

Memang,,, tarikh sebenarnya tentang peristiwa ini tidak dapat dipastikan, kerena ia terjadi antara 10-12 tahun sebelum Baginda Nabi Muhammad s.a.w. berhijrah ke Madinah, akan tetapi, jika sejak awal di sejarahkan dengan apa adanya, kan tidak menimbulkan kontrofersi dan ketidak tahuan jangka panjang, seperti salah satu yang banyak dan ramai berpendapat, bahwa hal tersebut terjadi dan berlaku pada malam 27 Rejab, tidak lama selepas kewafatan isteri Baginda Nabi, Saidatina Khadijah r.a. dan kematian bapa saudara baginda, yaitu Abu Talib.

Oleh sebab itu, dalam suasana kesedihan inilah, terdapat golongan yang membuat tafsiran atau andaian bahwa melalui peristiwa Isra’ mikraj Allah SWT hendak ‘mengobati’ kedukacitaan hati Rasullah s.a.w dengan membawanya seolah-olah ‘pergi melancong dan berhibur ke alam lain’. Bukan intisarinya yang di perdebatkan, tapi sikonnya Nabi pada sa’at itu, ga lucu kan….

Anggapan ini adalah pendapat atau andaian dari golongan yang mengambil penilaian dari sikon Nabi yang kala itu sedang mengalaman kesedihan saja, apa yang terjadi dan dialami kanjeng Nabi sa’at Isra’ dan Mikraj, justru terlepas dari pemikiran, dan bagi saya pribadi, pendapat itu tidak sewajarnya dijadikan pegangan iktiqad, kerana keseluruhan perjalanan peristiwa besar malam Isra’ dan Mikraj itu, adalah perjalanan spiritual jiwa dan raganya Kanjeng Nabi Muhammada saw, dan yang perlu diketahui, adalah, bahwa, di setiap detik perjalanan dan gerak gerik lakon laku Rasulullah s.a.w. adalah di bawah bimbingan wahyu Allah dan ibadah belaka, yang telah ditakdirkan Allah SWT atasnya.

Menurut saya Pribadi…
Kesedihan Kanjeng Nabi Muhammad s.a.w. terhadap kematian bapa saudaranya, yaitu Abu Talib yang amat dikasihinya, kerana kasih sayangnya, yang telah melindungi dan membantu baginda menyerukan keimanan kepada penduduk Mekah, tetapi meninggal dunia dalam keadaan tidak beriman. Telah dijawab oleh Allah SWT dengan turunnya wahyu al-Quran surah al-Qashash ayat 56 : yang kurang lebihnya seperti ini artinya…

“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak memberi hidayah kepada siapapun yang engkau kasihi (seperti Abu Talib) akan tetapi Allah jualah yang memberi petunjuk (kepada) siapapun yang Dia kehendaki, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang (ada persediaan untuk) mendapat hidayah Allah.”

Akan saya ulangi sekali lagi, dan Coba renungkan Kata-kata Allah yang merupakan jawaban untuk Baginda Nabi atas kesedihannya tersebut.

“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak memberi hidayah kepada siapapun yang engkau kasihi (seperti Abu Talib) akan tetapi Allah jualah yang memberi petunjuk (kepada) siapapun yang Dia kehendaki, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang (ada persediaan untuk) mendapat hidayah Allah.”

Padahal ayatnya sudah jelas, berulang kali Allah mengatakan Muhammad. Muhammad. Muhammad… Tapi tidak pada ngeh-ngeh,,, ampiyuuuuuuunnnn…. Bukan Rasul yang dikatan Allah. Tapi Nabi… Rasul itu apa sih? Tidak ada yang tau kan….? Rasul itu utusan, utusan itu apa sih? Tidak tau kan..? Utusan itu ya Hidup. Hidup yang menempati Nabi Muhammad dan para Nabi-Nabi lainnya termasuk kita-kita ini. Karena saking tidak telitinya, tidak toto titi surti ngati-ngati nya. Nyaris tidak ada yang bisa membedakan, kapan Allah mengatakan Rasul, kapan Allah mengatakan Muhammad di dalam firmannya, jika Allah berfirman dalam ayat al-quran dengan sebutan Muhammad, itu berati untuk yang berurusan dengan raga manusianya Muhammad brow…. Tapi jika yang tersebut Rasul, artinya untuk Hidupnya Muhammad rek…. Tlitio to, sing toto titi surti ngati-ngati to, oooalah brow… brow….he he he . . . Edan Tenan.

Maksudnya… . Sekalipun Muhammad itu adalah Nabi/Kekasih/Penghulu nya para Nabi. Tetap tidak punya haq dan wewenang atas kehendak Allah. Keputusan Allah. Arti lebih dalamnya lagi, bukan karena Dia Nabi, lalu mentang-mentang, bisa menghapus dosanya Abu Talib dan mensorganya, tidak bisa begitu. Ayatnya menjelaskan begitu kan… Itu Nabi lo… apa lagi iyong gariyong,,, He he he . . . Edan Tenan.

Dengan jawaban Allah itu, Muhammad sudah dong,,, ahli tafsirnya yang tidak dong-dong sampai udelnya bodong. Apa lagi pengikutnya, yang suka ngeleg makanan mentah dari gurunya, tanpa diolah terlebih duhulu, ya,,, tambah gulung koming to brow….

Adalah menjadi satu tradisi bagi seluruh umat Islam menyambut peristiwa besar di malam Isra’ dan Mikraj tersebut, yang jatuh pada 27 Rejab, dengan berbagai cara seperti mengadakan ceramah, forum dan pelbagai majlis keagamaan, yang bertujuan untuk memperingatkan hari besar sepanjang sejarah Nabi tersebut, tentang betapa pentingnya peristiwa ini dalam konteks ibadah dan penghayatan agama. Dan sesungguhnya, tradisi ini telah diadakan sejak sekian lamanya dari satu generasi ke generasi seterusnya, namun sejauh manakah kepahaman dan keberkesanannya, sukar untuk dipastikan bukan?

Itu karena ada rahasia, ada jarak, ada ego, ada kepentingan kotak-kotak, sehingganya, di rekayasa menurut keperluannya, yang benar dan sesungguhnya di sembunyikan, tidak diungkapkan secara umum, kalau ditanya, alasannya,,,, Saru, memalukan, belum waktunya, hanya khusus untuk yang sudah dewasa dan iman nya yang suadh mumpuni saja, atau perlu khusus, empat mata antara yu dan iyong berdua, emangnya acaranya mas TUKUL Arwana… mbel gedes lah.

Apa yang dapat dikatakan oleh banyak persoalan mengenai Isra’ dan Mikraj, ini yang masih belum terjawab atau diberikan penjelasan yang mantap dan secara menyeluruh , bagi keinsafan umat Islam khususnya, bahwa peristiwa malam tersebut, adalah mukjizat besar yang dikurniakan Allah kepada Nabi Muhammad s.a.w. agar dapat dipahami oleh seluruh manusia. Karena itu, harus dianggap seluruhnya,,, semuanya,,, tanpa terkecuali. Dan saya akan mengungkapnya sejarah blak kotak tanpa rahasia apapun… He he he . . . Edan Tenan.

Tujuan saya membongkar yang di rahasiakan oleh kebanyakan tokoh ceramah selama ini, tak lain dan tak bukan. Adalah; Agar supaya,,, tidak ramai lagi di kalangan umat Islam khususnya, memperdebatkan soal ibadah, karena dengan Contoh Sejarah Isra’ dan Mikraj secara detil dan menyeluruh, setiap manusia yang merasa beragama dan mengaku hidup, bisa salin intropeksi kepada masing-masing diri pribadi, serta memiliki rambu-rambu etika Hidup, di dalam berkehidupan yang tidak seorang diri ini.

Lanjut Punya Cerita…. Mulai dari Perjalanan ISRA’ ;
Satu riwayat menceritakan…
Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka’bah al-Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dada beliau oleh Jibril AS.

Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Nabi Muhammad SAW, kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail:

“Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya”.

Kemudian Jibril AS mengeluarkan hati beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali, kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan, kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS.

Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Dalam perjalanannya, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri.
(Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata:

“Turunlah disini dan sholatlah”, setelah Beliau sholat, Jibril berkata: “Tahukah anda di mana Anda sholat?”, “Tidak”, jawab beliau, Jibril berkata: “Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah”. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru lagi: “berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!”, setelah sholat dan kembali ke atas buroq, Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina’, lembah Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: “Anda telah sholat di Baitul Maqdis, tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam”. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Setelah melanjutkan perjalanan, tiba-tiba beliau melihat Ifrit, dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api, setiap Nabi menoleh, beliau melihat Ifrit itu. Kemudian Jibril AS memberitahukan doa kepada Rasulullah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga, setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya, melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya:

“Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”, Jibril menjawab:
“mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang mati syahid di jalan Allah, kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak, beliau bertanya:
“Wahai Jibril bau wangi apakah ini?”, “Ini adalah wanginya Masyithoh, wanita yang menyisir anak Firaun, dan anak-anaknya”, jawab Jibril AS. Kemudian di tengah perjalanan, beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur, setiap kali hancur, kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan firman Allah yang telah diwajibkan atasnya. Lalu Nabi Muhammad saw. bertemu dengan seorang wanita tua di pinggir jalan memanggil Nabi saw.: “Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu !!”. Malaikat Jibril berkata bahwa wanita tua itu adalah gambaran dari umur dunia yang tidak lagi tersisa, kecuali seperti sisa umur dari wanita tua tersebut. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

INI lo YANG PENTING.
Yang tidak di ceritakan sa’at ceramah memperingati hari besar isra’ mi’raj secara jelas dan terbuka;
Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum, di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk, tapi mereka, justru ternyata lebih memilih untuk menyantap daging yang mentah dan busuk itu, ketika Rasulullah menanyakan perihal ini, Jibril menjawab:

“Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang (hina), dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”. Dan begitu pula bagi suami istri yang melakukan jimak dengan cara hewan, maksudnya, tidak berdoa sebelumnya dan tidak berdoa dan membersihkan diri sesudahnya.

Ketika beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba seseorang memanggil beliau dari arah kanan:
“Wahai Muhammad, aku meminta kepadamu agar kamu melihat aku”, tapi Rasulullah tidak memperdulikannya. Kemudian lagi, tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya, dia berkata: “Wahai Muhammad lihatlah kepadaku”, tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya, Demikianlah perjalanan ISRA’ yang ditempuh oleh beliau Baginda Nabi Besar Muhammad saw, dengan ditemani Jibril dan Mikail, begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai akhirnya beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid al Aqsho). Beliau turun dari Buraq lalu mengikatnya pada salah satu sisi pintu masjid, yakni tempat dimana biasanya Para Nabi mengikat buraq di sana. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian beliau masuk ke dalam masjid bersama Jibril AS, masing-masing sholat dua rakaat. Setelah itu, dalam sekejab mata saja, tiba-tiba masjid sudah penuh dengan sekelompok manusia, dan ternyata, mereka semua itu adalah para Nabi yang pernah diutus oleh Allah SWT dulu sebelum Baginda Nabi Muhammad saw. Kemudian dikumandangkan adzan dan iqamah, lantas mereka berdiri bershof-shof menunggu siapakah yang akan mengimami mereka, kemudian Jibril AS memegang tangan Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau untuk maju, kemudian mereka semua sholat dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam. Beliaulah Imam (Pemimpin) para Anbiya’ dan Mursalin. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Setelah itu Rasulullah SAW merasa haus, lalu Jibril membawa dua wadah berisi khamar dan susu, Rasulullah memilih wadah berisi susu lantas meminumnya, dan Jibril berkata:
“Sungguh anda telah memilih kefitrahan yaitu al Islam, jika anda memilih khamar, niscaya umat anda akan menyimpang dan sedikit yang mengikuti syariat anda”. Kemudian setelah beliau menyempurnakan segalanya, maka tiba saatnya beliau melakukan mi’raj yakni naik bersama Jibril menembus langit satu persatu sampai akhirnya berjumpa dengan Sang Khaliq-nya

Para kadhang kinasihku sekalian, dari Kisah perjalanan Isra’ yang telah di alami oleh Kanjeng Nabi Muhammad saw, yang sudah saya ceritakan tadi, bisa teliti tidak? Kalau bisa, coba apa yang menarik, diantara sekian kesaksian yang disaksikan oleh Kanjeng Nabi dalam proses Isra’ nya? Tidak tau ya?… atau kura-kura dalam perahu,,, karena malu, hayo…. He he he . . . Edan Tenan.

Ini loh… yang menarik dan pelu di ungkap secara detil, biyar tidak ada pelecehan seksual, supaya tidak ada lagi pemerkosa’an dan permainan seks masal seperti tempat-tempa penjualan daging mentah yang busuk, tapi memiliki banyak peminat yang busuk pula.

(Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum, di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk, tapi mereka, justru ternyata lebih memilih untuk menyantap daging yang mentah dan busuk itu, ketika Rasulullah menanyakan perihal ini, Jibril menjawab:)

“Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang (hina), dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”. Dan begitu pula bagi suami istri yang melakukan jimak dengan cara hewan, maksudnya, tidak berdoa sebelumnya dan tidak berdoa dan membersihkan diri sesudahnya.

Tentang ini, hampir tidak di ungkap oleh Sang Maha Ahli Ceramah Saat memperingati Hari Besar Isra’ dan Mikraj, yang diadakan rutin setiap setahun sekali. Yang utama diungkapkan, soal amal dan jariyahnya. Kampret…. Pret3x. coba kalau selalu diungkap sertakan dengan apa adanya dan bumbu-bumbu kebaikan yang menjelaskan arti dan maknanya, pasti lah…. Pada mikir, sebelum mencolek bokong semog, iya apa iya…!!! Minimal mikir dulu kan.

Berlanjut ke Perjalanan berikutnya, yaitu MIKRAJ;
Setelah melakukan Isra’ dari Makkah al Mukarromah sampai ke Masjid al Aqsha, kemudian beliau disertai malaikat Jibril AS, siap untuk melakukan Mi’raj, yakni naik menembus berlapisnya langit ciptaan Allah yang Maha Perkasa, sampai akhirnya beliau SAW berjumpa dengan Allah dan berbicara dengan Nya, secara langsung dan hanya empat mata, yang intinya adalah beliau dan umat ini mendapat perintah sholat lima waktu. Sungguh merupakan nikmat dan anugerah yang luar biasa bagi seluruh umat tanpa terkecuali.

Di mana Allah SWT memanggil Nabi-Nya secara langsung untuk memberikan dan menentukan perintah ibadah yang sangat mulya itu. Cukup kiranya hal ini sebagai kemulyaan ibadah. Sebab ibadah lainnya diperintah hanya dengan turunnya wahyu kepada beliau, namun tidak dengan ibadah sholat, Allah memanggil Hamba yang paling dicintainya yakni Nabi Muhammad SAW ke hadirat Nya untuk menerima perintah ini, secara langsung.

Ketika beliau dan Jibril sampai di depan pintu langit dunia (langit pertama), ternyata disana telah berdiri malaikat yang bernama Ismail, malaikat ini tidak pernah naik ke langit atasnya dan tidak pernah pula turun ke bumi kecuali disaat meninggalnya Rasulullah SAW, dia memimpin 70 ribu tentara dari malaikat, yang masing-masing malaikat ini, membawahi 70 ribu malaikat pula. Lalu Jibril meminta izin agar pintu langit pertama dibuka, maka malaikat yang menjaga bertanya:

“Siapakah ini?”
Jibril menjawab: “Aku Jibril.”
Malaikat itu bertanya lagi: “Siapakah yang bersamamu?”
Jibril menjawab: “Muhammad saw.”
Malaikat bertanya lagi: “Apakah beliau telah diutus (diperintah)?”
Jibril menjawab: “Benar”.

Setelah mengetahui kedatangan Rasulullah, malaikat yang bermukim disana menyambut dan memuji beliau dengan berkata:

“Selamat datang, semoga keselamatan menyertai anda wahai saudara dan pemimpin, andalah sebaik-baiknya saudara dan pemimpin serta paling utamanya makhluk yang datang”. Maka dibukalah pintu langit dunia ini”.

Setelah memasukinya beliau bertemu Nabi Adam dengan bentuk dan postur sebagaimana pertama kali Allah menciptakannya. Nabi saw bersalam kepadanya, Nabi Adam menjawab salam beliau seraya berkata:

“Selamat datang wahai anakku yang sholeh dan nabi yang sholeh”.
Di kedua sisi Nabi Adam terdapat dua kelompok, jika melihat ke arah kanannya, beliau tersenyum dan berseri-seri, tapi jika memandang kelompok di sebelah kirinya, beliau menangis dan bersedih. Kemudian Jibril AS menjelaskan kepada Rasulullah, bahwa kelompok disebelah kanan Nabi Adam adalah anak cucunya yang bakal menjadi penghuni surga, sedang yang di kirinya adalah calon penghuni neraka, dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

INI lo YANG PENTING.
Yang tidak di ceritakan sa’at ceramah memperingati hari besar isra’ mi’raj;
Kemudian, ketika Rasulullah hendak melanjutkan perjalanannya di langit pertama ini, sebelum melangkahkan kaki ke langit berikutnya, tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada kelompok manusia yang dihidangkan daging panggang dan lezat di hadapannya, tapi mereka lebih memilih untuk menyantap bangkai disekitarnya. Kemudian Jibril AS menjelaskan kepada Rasulullah;
“Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang (hina), dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”. Dan begitu pula bagi suami istri yang melakukan jimak dengan cara hewan, maksudnya, tidak berdoa sebelumnya dan tidak berdoa dan membersihkan diri sesudahnya.

Disisi lain beliau melihat lelaki, yang sedang di kerumuni oleh banyak anak kecil, ada yang menarik-narik tangannya, kakinya, ada yang gendong ada yang mukul-mukul, sampai tidak ada bagian tubuhnya yang terlihat. Dan Jibril menjelaskan bahwa anak-anak kecil yang mengerumuni itu, adalah hasil perzinahan lelaki yang suka berzina dengan setiap wanita yang dikehendakinya, anak-anak kecilnya itu, sedang menuntut tanggung jawab bapaknya.

Kemudian beliau berjalan sejenak lagi, dan tampak di hadapan beliau suatu kaum dengan perut membesar seperti rumah yang penuh dengan ular-ular, dan isi perut mereka ini dapat dilihat dari luar, sehingga mereka sendiri tidak mampu membawa perutnya yang besar itu. Mereka adalah manusia yang suka memakan riba. Disana beliau juga menemui suatu kaum, daging mereka dipotong-potong lalu dipaksa agar memakannya, lalu dikatakan kepada mereka:
“makanlah daging ini sebagaimana kamu memakan daging saudaramu di dunia, yakni menggunjing atau berghibah”. Dan bla… bla… bla… lainya. Yang tidak Penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian beliau naik ke langit kedua, seperti sebelumnya malaikat penjaga bertanya seperti pertanyaan di langit pertama. Akhirnya disambut kedatangan beliau SAW dan Jibril AS seperti sambutan sebelumnya. Di langit ini beliau berjumpa Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariya. Masing-masing duduk bersama umatnya. Dan bla… bla… bla… lainya. Tidak Penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian tiba saatnya beliau melanjutkan ke langit ketiga, setelah disambut baik oleh para malaikat, beliau berjumpa dengan Nabi Yusuf bin Ya’kub. Beliau bersalam kepadanya dan dibalas dengan salam yang sama seperti salamnya Nabi Isa. Dan bla… bla… bla… lainya. Tidak Penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Ketika tiba di langit keempat, beliau berjumpa Nabi Idris AS. Kembali beliau mendapat jawaban salam dan doa yang sama seperti Nabi-Nabi sebelumnya. Di langit kelima, beliau berjumpa Nabi Harun bin ‘Imran AS. Dan bla… bla… bla… lainya. Tidak Penting. Setelah sampai di langit ke enam, beliau berjumpa beberapa nabi dengan umat mereka masing-masing, ada seorang nabi dengan umat tidak lebih dari 10 orang, ada lagi dengan umat di atas itu, bahkan ada lagi seorang nabi yang tidak ada pengikutnya. Dan bla… bla… bla… lainya. Tidak Penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

INI lo YANG PENTING.
Yang tidak di ceritakan sa’at ceramah memperingati hari besar isra’ mi’raj secara jelas dan terbuka;
Kemudian beliau melewati sekelompok umat yang sangat banyak menutupi ufuk, ternyata mereka adalah Nabi Musa dan kaumnya. Kemudian beliau diperintah agar mengangkat kepala beliau yang mulya, tiba-tiba beliau tertegun dan kagum karena pandangan beliau tertuju pada sekelompok umat yang sangat banyak, menutupi seluruh ufuk dari segala sisi, lalu ada suara: “Itulah umatmu, dan selain mereka terdapat 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab “.

Ada terdapat 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab”. Siapakah mereka? Andakah..? He he he . . . Edan Tenan.

Pada tahapan langit keenam inilah, beliau berjumpa dengan Nabi Musa AS. Nabi saw bersalam kepadanya dan dijawab oleh beliau disertai dengan doa. Setelah itu Nabi Musa berkata:
“Manusia mengaku bahwa aku adalah paling mulya nya manusia di sisi Allah, padahal dia (Rasulullah saw) lebih mulya di sisi Allah daripada aku”. Setelah Rasulullah melewati Nabi Musa, beliau menangis. Kemudian ditanya akan hal tersebut. Beliau menjawab: “Aku menangis karena seorang pemuda yang diutus jauh setelah aku, tapi umatnya lebih banyak masuk surga daripada umatku”. Dan bla… bla… bla… lainya, yang tidak Penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian Rasulullah saw memasuki langit ketujuh, di sana beliau berjumpa Nabi Ibrahim AS, sedang duduk di atas kursi dari emas, di sisi pintu surga, sambil menyandarkan punggungnya pada Baitul Makmur, di sekitarnya berkumpul umatnya. Setelah Rasulullah bersalam dan dijawab dengan salam dan doa serta sambutan yang baik, lagi sama seperti sebelumnya. Nabi Ibrahim berpesan:

“Perintahkanlah umatmu untuk banyak menanam tanaman surga, sungguh tanah surga sangat baik dan sangat luas”. Rasulullah bertanya: “Apakah tanaman surga itu?”, Nabi Ibrahim menjawab: “(Dzikir) Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim”. Dalam riwayat lain beliau berkata:

“Sampaikan salamku kepada umatmu, beritakanlah kepada mereka bahwa surga sungguh sangat indah tanahnya, tawar airnya dan tanaman surgawi adalah Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar”.

Dan bla… bla… bla… lainya, yang tidak Penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian Rasulullah diangkat sampai ke Sidratul Muntaha, sebuah pohon amat besar sehingga seorang penunggang kuda yang cepat tidak akan mampu untuk mengelilingi bayangan di bawahnya sekalipun memakan waktu 70 tahun. Dari bawahnya memancar sungai air yang tidak berubah bau, rasa dan warnanya, sungai susu yang putih bersih serta sungai madu yang jernih. Penuh dengan hiasan permata zamrud dan sebagainya sehingga tidak seorang pun mampu melukiskan keindahannya. Dan bla… bla… bla… lainya. Yang tidak Penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian beliau saw diangkat sampai akhirnya berada di hadapan telaga Al Kautsar, telaga khusus milik beliau saw. Setelah itu beliau memasuki surga dan melihat disana berbagai macam kenikmatan yang belum pernah dipandang mata, didengar telinga dan terlintas dalam hati setiap insan. Begitu pula ditampakkan kepada beliau neraka yang dijaga oleh malaikat Malik, malaikat yang tidak pernah tersenyum sedikitpun dan tampak kemurkaan di wajahnya. Dan bla… bla… bla… lainya. Yang tidak Penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Dalam satu riwayat, setelah beliau melihat surga dan neraka, maka untuk kedua kalinya beliau diangkat ke Sidratul Muntaha, lalu beliau diliputi oleh awan dengan beraneka warna, pada saat inilah Jibril mundur dan membiarkan Rasulullah berjalan seorang diri, karena Jibril tahu hanya beliaulah yang mampu untuk melakukan hal ini, yaitu berjumpa dengan Allah SWT.

INI lo YANG PENTING.
Yang tidak di ceritakan sa’at ceramah memperingati hari besar isra’ mi’raj secara jelas dan terbuka;
Setelah berada di tempat yang ditentukan oleh Allah, tempat yang tidak seorang makhlukpun diizinkan berdiri disana, tempat yang tidak seorangpun makhluk mampu mencapainya, beliau melihatNya dengan mata beliau yang mulya. Saat itu langsung beliau bersujud di hadapan Allah SWT. Dan…

Allah berfirman: “Wahai Muhammad.”
“Labbaik wahai Rabbku”, sabda beliau.
“Mintalah sesuka hatimu”, firman Nya.

Nabi bersabda: “Ya Allah, Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kawan dekat), Engkau mengajak bicara Musa, Engkau berikan Dawud kerajaan dan kekuasaan yang besar, Engkau berikan Sulaiman kerajaan agung lalu ditundukkan kepadanya jin, manusia dan syaitan serta angin, Engkau ajarkan Isa at Taurat dan Injil dan Engkau jadikan dia dapat mengobati orang yang buta dan belang serta menghidupkan orang mati”.

Kemudian Allah berfirman: “Sungguh Aku telah menjadikanmu sebagai kekasihKu”.

Dalam Shohih Imam Muslim diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, bahwa rasulullah bersabda:
” … kemudian Allah mewajibkan kepadaku (dan umat) 50 sholat sehari semalam, lalu aku turun kepada Musa (di langit ke enam), lalu dia bertanya:

“Apa yang telah Allah wajibkan kepada umat anda?”
Aku menjawab: “50 sholat”,
Musa berkata: “kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan sebab umatmu tidak akan mampu untuk melakukannya” Maka aku kembali kepada Allah agar diringankan untuk umatku, lalu diringankan 5 sholat (jadi 45 sholat), lalu aku turun kembali kepada Musa, tapi Musa berkata: “Sungguh umatmu tidak akan mampu melakukannya, maka mintalah sekali lagi keringanan kepada Allah”. Maka aku kembali lagi kepada Allah, dan demikianlah terus aku kembali kepada Musa dan kepada Allah sampai akhirnya Allah berfirman:

“Wahai Muhammad, itu adalah kewajiban 5 sholat sehari semalam, setiap satu sholat seperti dilipatgandakan menjadi 10, maka jadilah 50 sholat”.

Maka aku beritahukan hal ini kepada Musa, namun tetap dia berkata:
“Kembalilah kepada Rabbmu agar minta keringanan”,
Maka aku katakan kepadanya: “Aku telah berkali-kali kembali kepadaNya sampai aku malu kepadaNYa”. dan bla… bla… bla… lainnya, itu tidak penting. Karena sudah sering di ceramahkan/ceritakan oleh kiyai tiap kali memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Setelah beliau menerima perintah ini, maka beliau turun sampai akhirnya menaiki buraq kembali ke kota Makkah al Mukarromah, sedang saat itu masih belum tiba fajar. Artinya,,, Isra’ dan Mikraj hanya terjadi dalam aktu semalam saja.

Pagi harinya beliau memberitahukan mukjizat yang agung ini kepada umatnya, maka sebagian besar diantara mereka mendustakan bahkan mengatakan nabi telah gila dan tukang sihir, saat itu pertama umat yang membenarkan dan mempercayai beliau adalah Sayyiduna Abu Bakar, maka pantaslah beliau bergelar As Shiddiq, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tadinya beriman, kembali murtad keluar dari syariat.

Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.
Itulah ringkasan dari perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang sudah saya ceritakan tadi, dan berdasarkan kitab Al Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat, keduanya karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky al Hasany RA. Yang pernah saya baca. Bukan karangan saya sendiri. Oke . . .

Sungguh indah dan menarik kan, ceritanya… coba renungkan apa yang menarik dari kisah perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW itu tadi?

Untuk saya prbadi, yang menarik adalah. Pertama; tentang bertemunya Sang Nabi Muhammad saw, dengan orang-orang yang dulunya, sewaktu di masa hidupnya di dunia. Menyukai seks, yaitu tentang zinah, soal hubungan suami istri yang tidak berdoa sebelumnya dan berdoa serta mandi sesudahnya, atau hubungan badan dengan lawan jenis, yang suka mencecerkan maninya, disetiap lubang wanita, sehingga mani yang tercecer itu, menjadi janin ga’ib dan menuntut tanggung jawab dialam barjah. Baginda Nabi Muhammad saw, dua kali di pertemukan, sa’at Isra’ sebagai Nabi satu kali dan sa’at Mikraj sebagai Rasul satu kali.

Kedua; tentang Baginda Nabi Muhammad saw bertemu Sang Khaliq lalu bersujud menyerahkan Amanah yang di bebankan kepadanya. Dua hal ini lo, yang cukup menarik untuk di pelajari kedalamannya. He he he . . . Edan Tenan.

Inti dari Isra’
Di Mulai dari Hijir Ismail dan Pembedahan Hati Kanjeng Nabi Muhammad saw, oleh Jibril As, hingga perjalanan dan pemberhentian shalat di suatu tempat ples dengan embel-embel kesaksian-kesaksian yang di lihatnya, terutama tentang Zinah dan di jelaskan oleh Jibril As, sampai tiba di Masjid al Aqsho. Yang kesemua prosesnya itu, didampingi oleh malaikat. Inilah Inti dari Al-kisah Isra’ yang menjurus pada Wejawangan Para Amiluhur kita, yaitu Tentang Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Yang Sari Intinya adalah proses dikala manusia masih berada dialam Rahim, alam kandungan sang ibunda tercinta.

Sari dari Mikraj’
Di Mulai Dari Langit Pertama hingga naik ke lapisan langit ketujuh. Termasuk salin mengucap salam dan membalas salam, antar sesama Nabi dan Nabi, antar sesama Malaikat dan Malaikat, pless dengan embel-embel kesaksian-kesaksian nya lagi, yang di ketahuinya, terutama kesaksian di langit kedua, yaitu soal zinah. Yang ditanyakan dan dijawab oleh jibril as, Yang kesemua prosesnya itu, masih didampingi oleh malaikat. Inilah Sari dari Al-kisah Mikraj’ yang mengarah pada Wejangan Para Amiluhur kita, yaitu Tentang Serat Manunggaling Kawula Gusti. Yang Inti Sari nya adalah Proses saat kita di Lahir, dari alam Rahim, meninggalkan alam kandungan menuju dunia fana ini.

Inti Sari dari Isra’ dan Mikraj’
Menurut saya…
Pelajaran dari Isra’. dengan singgah nya Baginda Rasul di planet yang terakhir, setelah planet ketujuh, yaitu Mustawan, dimana malaikat tidak mendampinginya lagi, dan terjadi dialog langsung antara Rasul dan Allah, adalah untuk memberi pelajaran kepada kita, tentang Serat Sangkan Paraning Dumadi. Mari kita simak liputannya… He he he . . . Edan tenan.

Dari langit ketujuh Nabi Muhammad saw. diajak naik lagi sampai di suatu tempat yang disebut Mustawan tanpa pengawalan seorang malaikat satupun. Di Mustawan Nabi Muhammad saw. sujud mengahadap Allah swt. Dan setelah Nabi Muhammad saw. dipersilahkan duduk, lalu bangkit dari sujud. Nabi Muhammad saw. mengucapkan”Segala puji sekelamatan, segala berkah, segala rahmat ta’dhim, serta segala kebaikan adalah tetap bagi Allah”.

Ucapan Nabi Muhammad saw. tersebut adalah berupa pengembalian mandat kepada Allah swt., karena berbagai macam rintangan dan hambatan yang dihadapi oleh beliau sebagai seorang nabi dan utusan Allah swt.

Pengembalian mandat tersebut dijawab oleh Allah swt.
“Keselamatan tetap atas kamu, wahai Rasul, beserta rahmat Allah dan berkah-berkah-Nya”.

Firman Allah swt. tersebut adalah penetapan dan pengukuhan jabatan Nabi Muhammad saw. sebagai utusan Allah. Yang baku dan tidak bisa ditolak oleh siapapun dan bagimanapun alasannya. Setelah mendapat pengukuhan dengan jaminan keselamatan, rahmat dan berkah bagi pelaksanaan tugas tersebut, Nabi Muhammad saw. menjawab:
“Semoga keselamatan tetap atas kami dan para hamba Allah yang shaleh”

Ucapan Nabi Muhammad saw. tersebut adalah berupa permohonan agar yang dijamin selamat dalam tugas, bukan hanya beliau, tetapi juga para hamba Allah yang shaleh yang siap Lakon dan Laku. Maksudnya,,, jangan Cuma hidupnya saja yang di beri garansi selamat, tapi juga sedulur papat nya, angen-angen, budi, pakarti dan panca indera nya, jika mau dan bisa tunduk kepada Pancer/Hidup. Coba saja renungkan, begitu tidak? Benar tidak? Apa yang saya katakana itu…

Kemudian para malaikat memberikan sambutan dengan ucapan:
“Aku mengakui bahwa sesungguhnya tiada Tuhan melainkan Allah; dan aku mengakui bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah”.

Lalu para bidadari pun memberikan sambutan dengan ucapan mereka:
“Ya Allah, berikanlah kesejahteraan pada pemimpin kami Nabi Muhammad dan pada keluarga dari pemimpin kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan kesejahteraan pada pemimpin kami Nabi Ibrahim dan pada keluarga dari pemimpin kami Nabi Ibrahim. Ya Allah, berikanlah berkah pada pemimpin kami Nabi Muhammad dan pada keluarga dari pemimpin kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah pada pemimpin kami Nabi Ibrahim dan keluarga dari pemimpin kami Nabi Ibrahim. Di alam semesta ini sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Mulia”.

Jadi,,, di Mulai Dari Ketika Kanjeng Nabi Muhammad saw, masuk ke Sidratul Muntaha, hingga ke Telaga Al Kautsar, beserta embel-embel yang di saksikannya, yang kesemua prosesnya itu, yang tidak lagi di sertai oleh Malaikat, hingga barakhir di Mustawan, yang kemudian sujud di hadapan Allah dan terjadi dialog antara Rasul dan Allah. Inilah Inti Sari dari Al-kisah Isra’ dan Mikraj’ yang menuju pada Wejangan Para Amiluhur kita, yaitu Tentang Serat Sangkan Paraning Dumadi. Yang Inti Sari nya, adalah Proses saat kita Hendak Kembali kepada Asal Usul nya kejadian. Yang telah di perjanjikan dengan Allah, sebelum dan sesudahnya.

Karena itu…. Jangan sekali-kali meremehkan atau mempolitik sejarah Besar tentang Sejarah Isra’ dan Mikraj’ Karena Intisari dari Isra’ dan Mikraj’ itu, menjurus pada Wejangan Amiluhur kita. Tentang Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Mengarah pada Wejangan Amiluhur kita. Tentang Serat Manunggaling Kawula Gusti. Menuju pada Wejangan Para Amiluhur kita, yaitu Tentang Serat Sangkan Paraning Dumadi.

Dan,,, jangan salah mengartikan tentang , Isra’ dan Mikraj. Isra’ dan Mikraj itu, bukan legenda atau mitos seperti penghuni pantai selatan, yang harus di beri sedekah laut tiap setahun sekali sebagai peringatan. Karena itu. Bacalah… Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa Kunci. Kunci kena kanggo apa bae. Waton ora tumindak luput.

Dan,,, jangan salah menerapkan Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Karena Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu itu, bukan ilmu kesaktian, bukan aji jaya kawijayan, yang bisa menembus dimensi tanpa batas, bukan, tapi… Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu itu. Adalah sejarah yang mengungkap, tentang awal mula terciptanya manusia hidup sebelum di lahirkan, yang telah di perjanjikan dan harus di lakukannya sesuai perjanjian setelah terlahirkan nantinya. Kalau istilah di arabnya. Isra’

Dan,,, jangan salah menerapkan Serat Manunggaling Kawula Gusti. Karena Serat Manunggaling Kawula Gusti itu, bukan ilmu kesaktian, bukan aji jaya kawijayan, yang bisa membuat manusia menyatu dengan Allah, bukan, tapi… Serat Manunggaling Kawula Gusti itu. Adalah Proses setelah kita Lahir dari alam Rahim, meninggalkan alam kandungan menuju dunia fana ini. Kalau istilah di arabnya. Mikraj.

Dan,,, lagi, jangan salah menerapkan Serat Sangkan Paraning Dumadi . Karena Serat Sangkan Paraning Dumadi itu, bukan ilmu kesaktian, bukan aji jaya kawijayan, yang bisa membuat manusia waskita alian bin weruh sajeroning winarah, bukan, tapi… Serat Sangkan Paraning Dumadi itu. Adalah Proses saat kita Hendak Kembali kepada Asal Usul nya kejadian. Yang telah di perjanjikan dengan Allah, sebelum dan sesudahnya. Kalau istilah di arabnya. Isra’ Mikraj.

Maka… Bacalah biyar Tau dan Ngerti. Maka … Galilah biyar Tahu dan Paham. Galilah Rasa. Yang meliputi seluruh Tubuhmu. Karena didalam tubuhmu. Ada firmah Tuhan. Yang menjamin hidup mati dan dunia akheratmu. Paham….? Dong…? Mudeng…? Ora ya kebangeten lah.

Saking Kasihnya Hyang Maha Suci Hidup kepada semua Mahkluknya, sehingga sejarah Isra’ dan Mikraj, di Wujudkan secara riyil dengan Tokoh Legendari Nabi Muhammad saw. Sebagai Gambaran umum tentang dan soal Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Serat Manunggaling Kawula Gusti. Serat Sangkan Paraning Dumadi. Maksudnya biyar lebih mudah dan gampang di cerna, karepe ben iso mudeng lan paham, karena ada gambaran umumnya dan wujud nyata yang terjadi secara nyata pula, ngono lo brow maksude ah’ piye to.

Kesimpulan Tentang Isra’;
Perjalanan isra’ dan mi’raj dimulai dari masjid Al Haram di kota Makkah, ialah karena kota Makkah pada waktu itu, adalah pusat segala macam bentuk kejahatan, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan dan kekufuran. Sehingga kota Makkah dapat diibaratkan sebagai lambang rumah tangga, atau lingkungan, atau wilayah desa, atau negara yang rusak, berantakan dan kacau balau. Perjalanan isra’ berakhir di masjid Al Aqsha, ialah karena masjid tersebut dinyatakan oleh Allah swt. dalam surat Al Isra’ ayat 1 sebagai tempat yang telah diberkahi sekelilingnya, sehingga masjid Al Aqsha dapat diibaratkan sebagai lambang rumah tangga, atau lingkungan, atau wilayah desa, atau negara yang aman, tenteram, damai, adil dan makmur lahir dan batin, secara material dan spiritual. Sedangkan kesaksian-kesaksian yang dialami sepanjang perjalanan Isra’ adalah gambaran dari perjuangan lika liku kehidupan yang harus di lalui dengan pengertian dan pemahaman yang sadar/iman.

Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita sekalian, bahwa untuk memperbaiki rumah tangga, atau lingkungan, atau wilayah desa, atau Negara yang kacau balau dan penuh dengan berbagai macam penderitaan, kesengsaraan, kemiskinan, penindasan dan lain sebagainya yang digambarkan sebagai kota Makkah menjadi rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang aman, tenteram, penuh dengan kedamaian, kebahagiaan, keadilan dan kemakmuran, haruslah dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut, tidak wolak walik mak grembyang, bim salabim aba kadabra dadi bokong semok… He he he . . . Edan Tenan. Ora ngunu kuwi brow…

Hijrah, artinya meninggalkan, merubah dan memperbaiki kemusyrikan, kekufuran, kemaksiatan, kemungkaran dan segala macam bentuk perbuatan dan sikap yang negative, menjadi positif, sesuai dengan Firman Allah yang telah di perjanjikan sejak awal sebelum di lahirkan ke dunia ini.

Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. setelah beliau memperoleh kemenangan, demi kemenangan dalam peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik dan banyak memperoleh rampasan perang. Jika mau tentu beliau dapat memperkaya diri, sebab beliau memegang jabatan rangkap, yaitu sebagai Rasul Allah, Kepala negara dan Panglima Perang. Akan tetapi catatan sejarah menunjukkan bahwa rumah beliau hanya sebesar ruangan yang sekarang dijadikan makam beliau di masjid Nabawi di Madinah; pakaian beliau sangat sederhana; dan menurut hadits yang diriwayatkan dari isteri beliau Siti ‘Aisyah ra., beliau tidak pernah kenyang selama dua hari berturut-turut. Harta kekayaan beliau lebih banyak dipergunakan untuk kepentingan rakyatnya dari pada dipergunakan untuk kepentingan keluarga beliau sendiri.

Tahap gunung Sinai, artinya ialah bahwa untuk mencapai ketenteraman hidup yang sempurna, setiap penghuni rumah tangga, atau wilayah/desa, atau negara harus selalu berusaha untuk meningkatkan ketinggian ilmu pengetahuan. Sebab dengan pengetahuan yang tinggi, seseorang akan menjadi mudah untuk menyelesaikan setiap problem atau masalah yang dihadapi dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari. Kekadhangan maksude rek… reti ra?

Tahap Bethlehem, artinya ialah bahwa untuk mencapai ketenteraman hidup yang sejati, diperlukan keberanian untuk berkorban, Entah itu perasaan atau korban sentimen. bahkan jiwa sekalipun, Sebab lekadhangan itu tidak sepele dan remeh. kadhangan itu lakon manunggalake angen-angen budi pakarti lan panca indera. Manunggalake sekabehe lakon sedulur papat dengan pancernya. Jadi, harus berani dengan gagah sebagai sateriyo sejati sejatine sateriyo, menunda waktu peluk cium mesrah dengan dinda bestari otok owok,,,hehe… Menunda janji penting dan masalah-masalah kepentingan dan keperluan lainnya.

Untuk itu, secara mutlak kita memerlukan petunjuk, bimbingan dan pertolongan dari Allah swt. Petunjuk, bimbingan dan pertolongan tersebut harus kita minta. Untuk meminta petunjuk, bimbingan dan pertolongan kepada Allah swt. kita harus menghadap (sowan ) dengan cara yang telah ditetapkan dan yang telah direstui oleh Allah swt sendiri, yaitu Laku Patrap Kunci. Paweling. Asmo. Mijil dan Singkir (Wahyu Panca Ga’ib). Dengan cara Manunggaling Kawula Gusti, (Kadhangan) yaitu, menyatukan sedulur papat dengan pancernya atau menyatukan angen-angen budi pakarti dan panca indera kita, agar menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dan tak tergoyahkan, Tanpa Lakon Manunggaling Kawula Gusti dengan Sistem Laku Patrap dan Lakon Kadhangan, tidak akan pernah bisa mendapatkan petunjuk, bimbingan dan pertolongan dari Allah swt. Tidak akan pernah bisa, karena jalannya hanya itu, Laku Patrap Kunci. Paweling. Asmo. Mijil dan Singkir. karena caranya hanya itu Lakon Kekadhangan.

Pada saat Nabi Muhammad saw. sampai di masjid Al Aqsha, sebelum masuk ke dalam masjid, buraq yang beliau naiki ditambatkan lebih dahulu, meskipun pada hakekatnya buraq tersebut tidak akan lari atau hilang. Dan andaikata lari atau hilang, pasti malaikat Jibril akan mengembalikannya kepada beliau. Hal ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa dalam melaksanakan tugas hidup dan kehidupan sehari-hari, kita wajib menta’ati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh hukum syariat dan hakikat. Tidak boleh semena-mena. Tetap kodrat dan irodatnya terpakai.

Setelah Nabi Muhammad saw. melakukan shalat berjama’ah di masjid Al Aqsha, sebelum naik ke kendaraan interplanet yang akan mengantarkan beliau ke suatu tempat yang telah ditentukan oleh Allah swt., beliau disodori tiga macam minuman oleh malaikat Jibril, yaitu: arak, air dan puan (susu). Kemudian beliau memilih susu, yang kemudian pilihan beliau tersebut dibenarkan oleh malaikat Jibril. Hal ini memberi pelajaran kepada kita sekalian, bahwa untuk menjaga stabilitas ketenangan dan ketenteraman jiwa raga yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup yang hakiki, seseorang dituntut agar selalu menjaga dirinya dengan makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh, sebagaimana susu yang halal menurut ajaran agama dan bagus menurut ahli kesehatan, karena padat gizi.

Berbeda halnya dengan arak yang telah dinyatakan haram oleh ajaran agama dan merusak kesehatan menurut para ahli dalam bidang kesehatan. Dan berbeda pula dengan air, meskipun air tawar tersebut halal, menurut ajaran agama, namun tidak mengandung gizi yang sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh manusia. Disamping itu, susu tersebut adalah yang cocok untuk segala umur dan cocok bagi segala macam bangsa di seluruh dunia. Wahyu Panca Ga’ib, itu tidak peduli agama, suku, ras. Latar belakang, status, umur dll. Cocok dan bisa untuk semuanya dan segalanya. Ngunu lo brow…

Kesimpulan Tentang Mi’raj ;
Setelah manusia Lahir ke dunia fana, dengan berbagai macam hiruk pikuknya kehidupan, sakit dan sehat, susah dan senang, bahagia dan derita, lara dan luka, buruk dan indah, duka dan nestapa, hina’an dan sanjungan, miskin dan kaya, salah dan benar dan bla… bla… bla… tetek bengek lainya yang mumeti. Dengan kesemuanya itu, masihkah ingat akan semua proses yang telah di saksikannya, sa’at Isra’ dan Mikraj. Masihkan tetap iman dan berpegang teguh pada iman tersebut, serta terus menggenapi apa yang sudah di perjanjikannya dengan Allah, atau berhenti hanya sampai disitu saja.

Sungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya bahwa baik dan buruk serta salah dan benar dan lain-lainnya itu, berasal dari satu sumber, yaitu Allah semata, karena Allah itu Esa. Tunggal bin hanya 1. serta pasrah terhadap semua yang telah di Firmankan olehNya. Karena apa yang menjadi kehendakNya, itulah yang harus terjadi dan terbaik untuk semuanya tanpa terkecuali.

Bukankah kita sebagai muslim sudah mengetahui, tentang apa rukun iman yang ke enam, yaitu Iman kepada Qada dan Qadar, yang artinya. Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka begitupula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah. Dalam al-qur’an, surat Al-Baqarah 2:156) juga sudah di katakan dengan jelas. “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” yang artinya; Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali.

Jika masihkah ingat akan semua proses yang telah di saksikannya, sa’at Isra’ dan Mikraj. Masihkan tetap iman dan berpegang teguh pada iman tersebut, serta terus menggenapi apa yang sudah di perjanjikannya dengan Allah, maka masuklah ke Ranah Kesempurna’an Sejati dan Sejatining Sempurna. Kembali ke Hadirat Allah ta’ala tanpa Hisab. Jika tidak,,, ya embuh rek,,, Tanya saja pada rumput yang bergoyang, pasti dia akan menjawab, tak mengerti,,, jare ebiet ngono kan, he he he . . . edan tenan.

Setelah manusia mati, malaikat hafadhah atau Hidup yang menjaganya selama hidupnya akan meninggalkan dirinya. Dia harus sendirian masuk kubur, yaitu tempat yang rata atau sama bagi seluruh manusia tanpa membedakan pangkat, derajat dan warna kulit, karena mustawan itu berarti tempat yang rata atau sama.

Setelah manusia mati, nyawanya/rohnya, akan masuk ke alam barzah, manusia dimintai pertanggung jawaban oleh Allah swt. akan segala macam tugas dan kewajibannya selama hidup di dunia sebagai hamba Allah swt. maupun sebagai makhluk sosial. Ngonu lo brow… mosok ga paham se… payah deh.

Setelah selesai, saat Nabi Muhammad saw. menerima kewajiban shalat 50 (limapuluh) kali sehari semalam. Akan tetapi sewaktu dalam perjalanan kembali, di langit keenam, Nabi Musa as. menganjurkan kepada Nabi Muhammad saw. agar meminta potongan kepada Allah swt. sebab ummat Nabi Muhammad saw. tidak akan mampu melaksanakan shalat limapuluh kali sehari semalam. Atas anjuran tersebut Nabi Muhammad saw. berulang kali kembali menghadap Allah swt. Bolak balik sampai sembilan kali. Dan setiap kali menghadap, beliau mendapat potongan sebanyak lima waktu, sehingga kewajiban shalat sehari semalam yang semula limapuluh kali menjadi lima kali sehari semalam. Lalu Nabi Muhammad saw. berpamitan kepada Allah swt. dengan mengucapkan:

“Wahai Dzat yang membolak balikkan sekalian hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu”
Disini, tidak di sebutkan, Islam, Kristen atau budha hindu, tidak….

Nabi hanya mengatakan agama.
Apa itu agama? Agama itu, artinya ageman, busana, pakaian, lebih dalamnya, ya wujud/raga kita ini brow… artinya; silahkan kamu memakai dan menggunakan busana apapun, sesuka hatimu, sesenang seleramu, tapi jangan sampai lupa dengan Hidupmu, karena Hidupmu tidak butuh dan perlu akan semua dan segalanya itu, ngga ngaruh brow… Sebab Hidup itu bukan agama, bukan partai, bukan kebatinan, bukan golongan, bukan perguruan, bukan kejawen, bukan suku. Bukan brow…. Bukan. Hidup itu Kunci. Kunci itu Kumpul Nunggal Suci brow…. Suci itu bukan warna, bukan bentuk, bukan status, bukan agama, bukan partai, bukan kebatinan, bukan golongan, bukan perguruan, bukan kejawen, bukan suku. Bukan brow… Suci itu, tan kemomoran dening opo wae. Artinya, Suci itu tak tercampuri oleh apapun dan tidak bisa dicampuri oleh apapun.

Karena itu, Kunci tidak boleh di ubah dan di tambahi atau di kurangi, Kunci itu Pass Smono. Mengubah atau menambahi dan mengurangi Kunci. Berati mengubah serta mengurangi dan menambahi Hidup. Maka,,, Hidup itu kuasa, bukti kuasanya Hidup, sehebat dan sekuat apapun seorang manusia super, jika di tinggal oleh Hidupnya, pasti jadi bangkai/mayat. Jadi… ojo Dumeh yo…

Hikmah Dari Kesimpulan Tentang Isra’ dan.
Hikmah Dari Kesimpulan Tentang Mi’raj:
Yang terkandung dalam kisah ini, ialah bahwa sebelum kita memulai pekerjaan untuk mencapai tujuan yang hendak kita capai, maka dada kita harus kita operasi dan kita buang sarang syetannya dari hati kita, angen-angen budi pakarti panca indera yang ngayab kesana sini atau sedulur papat yang klayaban mikir istri di rumah sedang siap ngaplang-ngaplang nunggu di tunggangi, mikir tetangga sebelah sedang hajatan, mikir besok harus memulai pekerja’an dari mana, mikir besok ngeleg apa dan makan siapa, itu semua di tarik dengan cara Lakon Kekadhangan. kita harus kadhangan, karena dengan Kekadhangn kita akan mendapat saran dan kritik yang membangun dari yang lebih senior dan sudah berpengalaman, dan didalam Lakon Kekadgangn, kita akan mendapat nasihat dan bimbingan dari yang sudah ahli di bidang tersebut. Yaitu kadhang sepuh atau sang pembimbing. Kemudian hasilnya di lungguhkan sampai ketemu Rasa bijaksananya, Rasa imannnya, Rasa sabarnya, Rasa yakinnya dan penye-rahan dirinya pada ketentuan dari Allah swt.

Apabila sedulur papat sudah manunggal dengan pancernya, atau jika angan-angan budi pakarti dan panca inderanya telah menyatu dengan Hidupnya. Berati mental kita jiwa dan raga telah siap untuk memulai pekerjaan, maka semua tugas harus kita kerjakan dengan cepat, jangan sampai ada yang kita tunda-tunda, (Laku Patrap Kunci) Ping Pitu, begitu kejepit, tanpa susah dan payah, ya pasti langsung metu Sabda ne Brow…. Ngungkuli sulapan hebate, kalau sulapan, ada exsen dulu, aba kadabra dan bla… bla… bla… pret, tapi Sabda yang Metu Hasil Jepitan, spontanitas. Tanpa bra kadabra, tidak mustahil… tanpa kerja meras keringat sekalipun, jika yang di ucapkan uang, maka tergengganglah uang pada sa’at itu. Ini janji Allah lo… dan tidak ada ayat yang menjelaskan bahwa janji Allah itu goroh. Tauuuuuuuuuuuuu…………!!! He he he . . . Edan Tenan.

Berdasarkan keutamaan dan betapa pentingnya memahami dan menghayati dengan mendalam Ilmu At-Tawhid atau ilmu mengenali Allah. Rasulullah s.a.w Bersabda.

Ketika itu salah satu Sahabat bertanya;
Ilmu apa yang lebih afdhal ya Rasul?
Rasul menjawab;
ilmu pengenalan kepada Allah Azawajalla.
Sahabat bertanya lagi;
Apakah ilmu yang sedang angkau amalkan ya Rasul?
Rasul menjawab;
Ilmu pengenalan kepada Allah SWT.

Maksud Tanya jawab tadi;
Bahawasanya SEDIKIT amalan itu memberi manfaat jika arahnya untuk pengenalan kepada Allah. Sebaliknya; Bahawasanya BANYAK amalan itu tiada manfaat jika bukan untuk pengenalan kepada Allah SWT”. Monggo silahlan di renungkan sendiri, jangan di bayangkan ya, nanti bisa musmet jika di bayangkan, karena benar itu nyata, Allah juga nyata, bukan katanya bukan bayangnya nan jauhhhhhhhhhhhhhhh di ufuk mulai bercahaya, kala itu, hujan rintik-rintik. Ku bertedu di bawah atapnya Pret… He he he . . . Edan Tenan. Itulah Penjabaran dari Wejangan Serat Sangkan Paraning Dumadi. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang kinasihku yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. Bermanfaat untuk Para Kadhang yang belum mengetahui ini dan Bisa menggugah Rasa Hidup siapapun yang membacanya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

WEJANGAN dari WONG EDAN BAGU YANG KEDUA. TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB DAN. KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM:


WEJANGAN dari WONG EDAN BAGU YANG KEDUA.
TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB DAN.
KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM:
Jawa Dwipa Hari Selasa pon. Tgl 06 Oktober 2015

Salam Rahayu Hayu Memayu Hayuning Karahayon Kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu untukmu sekalian para kadhang kinasihku, dimanapun berada, perlu di ketahui. Bahwa Wejangan ini, merupakan Wejangan lanjutan tentang WEJANGAN dari WONG EDAN BAGU YANG PERTAMA. TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB DAN ISRA’, MIKRAJ:
Di Jawa Dwipa Hari Sabtu kliwon. Tgl 03 Oktober 2015 yang lalu.

TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB DAN.
KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM;
Yang membuat saya tertarik pada hal ini, sebelum beliau wafat, beliau sempat berkhutbah, artinya dalam keada’an sakit, beliau sempat berkhutbah terlebih dulu, di Lembah Uranah, Gunung Arafah. Antara pesanan dan amanah, apa yang beliau sampaikan pada sa’at itu…

Wahai manusia!, dengarlah baik-baik apa yang hendak aku katakan ini. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir di sini pada hari ini.

Wahai manusia!, sebagaimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapa pun agar orang lain tidak menyakiti kami lagi. Ingatlah bahwa sesungguhnya, kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia (syiatan) telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai Manusia!, sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina. Jika hendak jimak. Ucapakan doa sebelum dan sesudahnya, lalu junub setelahnya.

Wahai manusia!, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembah dan beribadatlah kepada Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikankanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah Ibadah Haji (sekiranya kamu mampu). Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah bersaudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal salih.

Ingatlah!, bahwa, kamu akan menghadapi (pengadilan) Allah pada suatu hari (di akhirat) untuk dipertanggung jawabkan di atas segala apa yang telah kamu kerjakan (ketika hidup di dunia). Oleh itu awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaan aku.

Wahai Manusia!, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan ada lain agama baru. Oleh itu wahai manusia!, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, necaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah AL-QURAN dan SUNNAH-Ku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku.
Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-MU.

Lalu… Setelah Rasulullah s.a.w. ‘Berkhutbah Terakhir’ ini pada hari Jumaat ketika Hari Wuquf di Arafah semasa Haji Wada’. Baginda Rasulullah wafat pada hari Isnin 1hb. Rabiul Awwal tahun 11 Hijrah bersamaan dengan 25hb. Mei, 632M di Madinah. Unik bukan… sungguh luar biasa para kadhangku, mari kita simak hikmah dari khutbah terakhir Baginda Rasulullah ini. Intisari dari KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM ini, ada di dalam Dua Kalimat Syahadat dan Surat Al‐’Alaq. Mari kita renungkan bersama kelanjutannya.

Berawal dari Dua Kalimat Syahadat yang menjadi Syarat Utama sebagai pengesahan resmi seorang muslim. Dua kalimat Syahadat adalah dua perkataan pengakuan yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan oleh hati untuk menjadikan diri sebagai orang muslim.

Lafadz dua kalimat syahadat adalah:
“ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.”

Yang Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah utusan Allah.”

Jika seseorang yang bukan Islam membaca dua kalimat syahadat ini dengan sungguh-sungguh, yaitu membenarkan dengan hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang ia ucapkan, maka masuklah ia ke dalam agama Islam. Dan ia berkewajiban mengerjakan rukun Islam. Dan menyakini Rukun iman.

Makna 2 kalimah Syahadat atau Syahadattain adalah:
1. Syahadat Tauhid.
Artinya menyaksikan ke-Esaan Allah subhanahu wa ta’ala.
2. Syahadat Rasul.
Artinya menyaksikan dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
Jadi, dua kalimat syahadat ini selain diucapkan, harus dimengerti artinya dan dibenarkan dalam hati agar sah islamnya. Penjelasannya adalah menyaksikan lalu mengakuinya, sedang Sejarah Rasul terjadi berabad-abad yang lalu, sudah barang pasti, keraguan itu muncul, karena tidak tau dan tidak melihat sendiri bagaimana dan seperti apa wujud Rasul. Disuruh mengatakan menyaksikan lalu mengakuinya, kan konyol brow… iya apa iya. Hayo ngaku…. Artinya dan maksudnya. Kalau hanya diucapkan di lisan tentu semua orang bisa, namun belum tentu hatinya mengerti dan mempercayainya. Syahadat Tauhid, mungkin iya-iya saja, tapi bagaimana dengan Syahadat Rasulnya?

Sementara syarat pertama dan utama bagi seseorang untuk disebut Muslim adalah, bahwa ia harus mengikrarkan dua kalimat syahadat di atas dengan penuh keikhlasan , kejujuran,dan kesadaran hati.

Asyhadu alla ilaaha illallah artinya aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Dalam syahadat ini terdapat penafian (penolakan) sesembahan selain Allah dan penetapan bahwa sesembahan yang benar hanya Allah. Adalah sebuah kenyataan bahwasanya di dunia ini terdapat banyak sesembahan selain Allah. Ada orang yang menyembah kuburan, pohon, batu, jin, nabi, wali, dan lain-lain. Akan tetapi semua sesembahan tersebut tidak berhak untuk disembah, yang berhak disembah hanya Allah.

Allah dalam Surat Al-baqarah ayat. 256, yang artinya: “Maka barangsiapa yang ingkar kepada sesembahan selain Allah dan beriman pada Allah, sungguh dia telah berpegang pada tali yang sangat kuat.”

Allah juga berfirman lagi dalam ayat lain, yang artinya: “Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah Dialah (tuhan) yang haq dan Sesungguhnya segala sesuatu yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil. Dan Sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.”

Makna syahadat la ilaha illallah adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak mendapatkan ibadah kecuali Allah, konsisten dengan pengakuan itu dan mengamalkannya. La ilaha menolak keberhakan untuk diibadahi pada diri selain Allah, siapapun orangnya. Sedangkan illallah merupakan penetapan bahwa yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Sehingga makna kalimat ini adalah la ma’buda haqqun illallah atau tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Sehingga keliru apabila la ilaha illallah diartikan tidak ada sesembahan/tuhan selain Allah, karena ada yang kurang. Harus disertakan kata ‘yang benar’ Karena pada kenyataannya sesembahan selain Allah itu banyak. Dan kalau pemaknaan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ itu dibenarkan maka itu artinya semua peribadahan orang kepada apapun disebut beribadah kepada Allah, dan tentu saja ini adalah kebatilan yang sangat jelas.

Kalimat syahadat ini telah mengalami penyimpangan penafsiran di antaranya adalah :
Pemaknaan la ilaha illalah dengan ‘la ma’buda illallah’ tidak ada sesembahan selain Allah, hal ini jelas salahnya karena yang disembah oleh orang tidak hanya Allah namun beraneka ragam
Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la khaliqa illallah’ tidak ada pencipta selain Allah. Makna ini hanya bagian kecil dari kandungan la ilaha illallah dan bukan maksud utamanya. Sebab makna ini hanya menetapkan tauhid rububiyah dan itu belumlah cukup.

Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la hakimiyata illallah’ tidak ada hukum kecuali hukum Allah, maka inipun hanya sebagian kecil maknanya bukan tujuan utama dan tidak mencukupi.
Sehingga penafsiran-penafsiran tadi adalah keliru. Hal ini perlu diingatkan karena kekeliruan semacam ini telah tersebar melalui sebagian buku dan media social yang beredar di antara kaum muslimin. Sehingga penafsiran yang benar adalah sebagaimana yang sudah dijelaskan yaitu : ‘la ma’buda haqqun illallah’ tidak ada sesembahan yang benar selain Allah.

Makna Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah
Sedangkan makna syahadat anna Muhammadar rasulullah adalah mengakui secara lahir dan batin bahwa beliau adalah hamba dan utusan-Nya, yang ditujukan kepada segenap umat manusia dan harus disertai sikap tunduk melaksanakan syari’at beliau yaitu dengan membenarkan sabdanya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan tuntunannya.

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah artinya aku bersaksi bahwasanya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Rasul Allah. Rasul adalah seseorang yang diberi wahyu oleh Allah berupa syari’at dan ia diperintahkan untuk mendakwahkan syari’at tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya! Tidaklah mendengar kenabianku salah seorang dari umat ini, baik itu Yahudi atau pun Nasrani, lalu ia meninggal sementara ia tidak beriman dengan apa yang aku bawa, kecuali ia akan termasuk penduduk neraka” (HR. Muslim)

Perlu diingat, selain beliau adalah seorang Rasul Allah, beliau juga berstatus sebagai Hamba Allah. Di satu sisi kita harus mencintai dan mengagungkan beliau sebagai seorang Rasul, di sisi lain kita tidak boleh mengagungkan beliau secara berlebihan. Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku hanyalah hamba, maka sebutlah: hamba Allah dan Rasul-Nya.”
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tidak boleh kita anggap memiliki sifat-sifat yang berlebihan, atau memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah, semisal: menganggap beliau mengetahui perkara yang ghaib, mampu mengabulkan do’a, mampu menghilangkan kesulitan kita, dan lain-lain.

Makna Muhammad Rasulullah
Rukun dan Syarat Syahadat
La ilaha illallah terdiri dari dua rukun : nafi/penolakan, yaitu yang terkandung di dalam la ilaha dan itsbat/penetapan, yaitu yang terkandung dalam illallah. Maka dengan la ilaha dihapuslah segala bentuk kesyirikan dan mengharuskan mengingkari segala sesembahan selain Allah.orang yang bersyahadat harus mengerti bahwa tidak ada illah yang berhak di sembah melainkan Allah.

Sedangkan dengan illallah maka ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah dan harus tunduk melaksanakannya. Ayat-ayat yang mengungkapkan dua rukun ini banyak, di antaranya adalah firman Allah tentang ucapan Nabi Ibrahim, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari semua sesembahan kalian, selain (Allah) yang telah menciptakan diriku.” (QS. az-Zukhruf : 26).

Sedangkan rukun syahadat anna Muhammad rasulullah ada dua yaitu ; pernyataan bahwa beliau adalah hamba Allah dan sebagai rasul-Nya. Beliau adalah hamba, maka tidak boleh diibadahi dan diperlakukan secara berlebihan. Dan beliau adalah rasul maka tidak boleh didustakan ataupun diremehkan. Beliau membawa berita gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia. Maksud lurrr… ngunu lo maknane, ddai ojo asal ngucap, banjur metantang metenteng rumongso wes islam, njur ngafirke maring liyan, kafire dewe kuwi lo pikiren…

Secara lahiriah, dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, seseorang sudah dapat kita sebut sebagai Muslim. Adapun bagaimana dengan hatinya,itu semua adalah urusan Allah Subhannahu Wa Ta’ala yang Maha Mengetahui yang lahir (yang tampak) maupun yang gaib (yang tak tampak) Jika hanya berhenti di lisan saja, karena gengsi takut tidak sebut islam/muslim alias murtad. Ya berati bodohnya sendiri, karena dua kalimat syahadat, yang telah diucapkannya itu, hanya berarti ia telah melakukan sumpah setia dihadapan Allah, bahwa hanya Dia sajalah yang disembahnya, dan bahwa Nabi Muhammad sajalah yang menjadi panutan hidupnya. Lebih jauh setelah kesaksian itu, ia harus melakukan shalat, puasa, zakat, dan akhirnya haji jika mampu, sebagai penyempurnaan Islamnya. Yang pastinya akan terasa menekan dan memaksa jiwa raganya. Tapi jika terus mencari pemahaman makna syare’at dan hakikatnya, dengan cara Kadhangnya, mencari kritik dan saran serta bimbingan dari yang sudah mengetahui hal tersebut. Sudah pasti akan masuk ke ranah proses Serat Sangkan Paraning Dumadi.

Ilmunya ada, jalannya ada, caranya juga ada, bodoh sendiri kan, jika tidak mau mencarinya. Dalam Surah Al‐ ‘Alaq adalah surah ke‐96 dalam al‐Qur’an. Surah ini terdiri atas 19 ayat dan
termasuk golongan surah‐surah Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini
adalah ayat‐ayat Al‐Quran yang pertama diturunkan, yaitu di waktu Nabi
Muhammad bertafakur di gua Hira. Surah ini dinamai Al ‘Alaq ﴾segumpal darah﴿,
diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai
juga dengan Iqra atau Al Qalam.

Beikut ini Bacaan Surat Al‐’Alaq dan Artinya;
Ayat pertama.
Iqra’ biismi rabbikal‐ladzii khalaq﴾a﴿
Artinya.
“Bacalah dengan ﴾menyebut﴿ nama Rabb‐mu Yang menciptakan,” – ﴾QS.96:1﴿
Ayat Kedua.
Khalaqa‐insaana min ‘alaq﴾in﴿
Artinya.
“Dia telah menciptakan manusia, dengan segumpal darah.” –﴾QS.96:2﴿
Ayat Ketiga.
Iqra’ warabbukal akram﴾u﴿
Artinya.
“Bacalah, dan Rabb­mulah Yang Paling Pemurah,” – (QS.96:3)
Ayat Keempat.
Al‐ladzii ‘allama bil qalam﴾i﴿
Artinya.
“Yang mengajar ﴾manusia﴿ dengan perantaraan kalam ﴾wahyu﴿.” – ﴾QS.96:4﴿
Ayat Kelima.
‘Allama‐insaana maa lam ya’lam
Artinya.
“Dia mengajarkan kepada manusia, apa yang tidak diketahui­nya.” – (QS.96:5)
Ayat Keenam.
Kalaa inna‐insaana layathgha
Artinya.
“Ketahuilah!. Sesungguhnya manusia benar­benar melampaui batas,” – (QS.96:6)
Ayat Ketujuh.
An ra‐aahuustaghna
Artinya.
“karena dia melihat dirinya serba cukup.” – ﴾QS.96:7﴿
Ayat Kedelapan.
Inna ila rabbikarruj’a
Artinya.
“Sesungguhnya hanya kepada Rabb­mulah kembali(mu).” – (QS.96:8)
Ayat Kesembilan.
Ara‐aital‐ladzii yanha
Artinya.
“Bagaimana pendapatmu, tentang orang yang melarang,” – (QS.96:9)
Ayat Kesepuluh.
‘Abdan idzaa shalla
Artinya.
“seorang hamba, ketika dia mengerjakan shalat,” – (QS.96:10)
Ayat Kesebelas.
Ara‐aita in kaana ‘alal huda
Artinya.
“bagaimana pendapatmu, jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,” – (QS.96:11)
Ayat Kedua belas.
Au amara bittaqwa
Artinya.
“atau dia menyuruh bertaqwa (kepada Allah).” – (QS.96:12)
Ayat Ketiga belas.
Ara‐aita in kadz‐dzaba watawalla
Artinya.
“Bagaimana pendapatmu, jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?.﴾QS.96:13﴿
Ayat Keempat belas.
Alam ya’lam bi‐annallaha yara
Artinya.
“Tidakkah dia mengetahui, bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?.” –﴾QS.96:14﴿
Ayat Kelima belas.
Kalaa la‐il﴾n﴿ lam yantahi lanasfa’an binnaashiyat﴾i﴿
Artinya.
“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti ﴾berbuat demikian﴿, niscaya Kami tarik ubun‐ubun‐nya,” – ﴾QS.96:15﴿
Ayat Keenam belas.
Naashiyatin kaadzibatin khaathi‐atin
Artinya.
“﴾yaitu﴿ ubun‐ubun orang yang mendustakan, lagi durhaka.” – ﴾QS.96:16﴿

Ayat Ke tujuh belas
Falyad’u naadiyahu
Artinya.
“Maka biarkanlah dia memanggil golongannya, ﴾untuk menolongnya﴿,” – ﴾QS.96:17﴿
Ayat Ke delapan belas.
Sanad’uzzabaaniyata
Artinya.
“kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,” – ﴾QS.96:18﴿
Ayat Ke Sembilan belas.
Kalaa laa tuthi’hu waasjud wa‐aqtarib
Artinya.
“sekali­kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb).” – (QS.96:19)

Itulah yang Dinamakan surat Iqra’ atau surat Al-Qalam, atau Surat Al‐’Alaq. Makkiyah dan terdiri dari 19 ayat. Di surat ini Nabi diperintahkan untuk membaca disertai adanya penjelasan tentang kekuasaan Allah terhadap manusia dan penjelasan sifat-sifatnya. Juga disebutkan keterangan tentang pembangkangan sebagian menusia dan balasan yang sesuai dengan perbuatan.

Surat Al-‘Alaq adalah surat yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad di Gua Hira yang ayatnya diawali dengan bacaan Iqra’yang artinya bacalah. Iqra kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Mungkin mengherankan bahwa perintah tersebut ditujukan pertama kali kepada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab sebelum turunnya Al-Qur’an (QS 29: 48).

Bahkan seorang yang tidak pandai membaca suatu tulisan sampai akhir hayatnya. Namun keheranan ini akan sirna jika disadari arti Iqra’ dan disadari pula bahwa perintah ini tidak hanya ditujukan kepada pribadi Muhammad saw. Semata-mata, tetapi juga untuk ummat manusia sepanjang sejarah kemanusiaan, karena realisasi perintah tersebut merupakan kunci pembuka jalan kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi.

Namun kata Iqra itu buka saja artinya membaca saja akan tetapi artinya beraneka ragam diantaranya dengan Tujuh M :

1,Membaca :
2.Menterjemah:
3.Meneliti :
4.Mengkaji :
5.Menghayati :
6.Memahami :
7.Mengamalkan :
Menurut saya pribadi, Jamak dari ‘Alaqah artinya segumpal darah.
Lebih mulia dan yang mulia.
As-Saf’u artinya menarik dengan kasar, sedangkan An-Nashiyah artinya rambut di ubun-ubun. Maksudnya sebagai bentuk penghinaan.
Yang memanggil.
Malaikat yang ditugaskan untuk mengurusi orang-orang kafir di neraka. Di dalamnya mereka dimasukkan secara paksa.
Mendekatlah kepada Tuhanmu melalui ibadah.

Dalam Shahih-nya Bukhari meriwayatkan dari Aisyah ra. yang artinya demikian, “Wahyu pertama yang sampai kepada Rasul adalah mimpi yang benar. Beliau tidak pernah bermimpi kecuali hal itu datang seperti cahaya Shubuh. Setelah itu beliau senang berkhalwat. Beliau datang ke gua Hira dan menyendiri di sana, beribadah selama beberapa malam. Yang untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian kembali ke Khadijah dan membawa bekal serupa. Sampai akhirnya dikejutkan oleh datangnya wahyu, saat beliau berada di gua Hira. Malaikat datang kepadanya dan berkata,

“Bacalah!” Beliau menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” lalu Rasulullah saw. berkata, “Lalu dia merangkulku sampai terasa sesak dan melepaskanku. Ia berkata, ‘Bacalah!’ Aku katakan, ‘ Aku tidak bisa membaca.’ Lalu di merangkulku sampai terasa sesak dan melepaskanku. Ia berkata,
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-Hadits).

Dengan demikian maka awal surat ini menjadi ayat pertama yang turun dalam Al-Qur’an sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia. Wahyu pertama yang sampai kepada Nabi saw. adalah perintah membaca dan pembicaraan tentang pena dan ilmu. Tidakkah kaum Muslimin menjadikan ini sebagai pelajaran lalu menyebarkan ilmu dan mengibarkan panjinya. Sedangkan Nabi yang ummi ini saja perintah pertama yang harus dikerjakan adalah membaca dan menyebarkan ilmu. Sementara ayat berikutnya turun setelah itu. Surat pertama yang turun secara lengkap adalah Al-Fatihah.

Pengertian ringkas ayat-ayat ini adalah: Agar kamu menjadi orang yang bisa membaca, ya Muhammad. Setelah tadinya kamu tidak seperti itu. Kemudian bacalah apa yang diwahyukan kepadamu. Jangan mengira bahwa hal itu tidak mungkin hanya dikarenakan kamu orang ummi, tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Allah-lah yang menciptakan alam ini, yang menyempurnakan, menentukan kadarnya, dan memberi petunjuk. Yang menciptakan manusia sebagai makhluk paling mulia dan menguasainya serta membedakannya dari yang lain dengan akal, taklif, dan pandangan jauhnya. Allah swt. menciptakannya dari darah beku yang tidak ada rasa dan gerak. Setelah itu ia mnejadi manusia sempurna dengan bentuk yang paling indah.

Allah-lah yang menjadikanmu mampu membaca dan memberi ilmu kepadamu ilmu tentang apa yang tadinya tidak kamu ketahui. Kamu dan kaummu tadinya tidak mengetahui apa-apa. Allah juga yang mampu menurunkan Al-Qur’an kepadamu untuk dibacakan kepada manusia dengan pelahan. Yang tadinya kamu tidak tahu, apa kitab itu dan apa keimanan itu?

Bacalah dengan nama Tuhanmu, maksudnya dengan kekuasaan-Nya. Nama adalah untuk mengenali jenis dan Allah dikenali melalui sifat-sifat-Nya. Yang menciptakan semua makhluk dan menyempurnakan sesuai dengan bentuk yang dikehendaki-Nya. Dan Allah swt. telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, ya Muhammad. Dan Tuhanmu lebih mulia dari setiap yang mulia. Karena Allah swt. yang memberikan kemuliaan dan kedermawanan. Maha Kuasa daripada semua yang ada. Perintah membaca disampaikan berulang-ulang karena orang biasa perlu pengulangan termasuk juga Al-Mushtafa Rasulullah saw. Karena Allah sebagai Dzat yang paling mulia dari semua yang mulia, apa susahnya memberikan kenikmatan membaca dan menghapal Al-Qur’an kepadamu tanpa sebab-sebab normal. Silakan baca firman Allah,

“Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.” (Al-Qiyamah: 17).
“Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa.” (Al-A’la: 6).

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia dan mengajarkan manusia untuk saling memahami dengan pena, meski jarak dan masa mereka sangat jauh. Ini merupakan penjelasan tentang salah satu indikasi kekusaan dan ilmu (manusia).
“Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Allah memberikan insting dan kemampuan berpikir kepada manusia yang menjadikannya mampu mengkaji dan mencerna serta mencoba sampai ia mampu menyibak rahasia alam. Dengan demikian ia dapat menguasai alam dan menundukkannya sesuai dengan yang diinginkannya.

Namunggal lah hae para kadhang, kesulitan, kesusahan, kesukaran, kesakitan dan kesengsara’an model apapun yang sedang kau pikul dengan beban yang sangat amat sarat, tidak perlu neko-neko, cukup manunggalkan saja sedulur papatmu dengan pancernya, cukup nyawijikan saja angen-angen budi pakarti dan panca inderamu dengan hidupmu. Romo kan bakal tumindak, Romo kang bakal ngrampungi, tidak usah takut tidak perlu resah dan ragu, cukup nunggal, cukup nyawiji, maka dengan begitu kamu di sebut tidak cawe-cawe, tidak ikut campur urusan Allah, kalau kamu tidak ikut campur urusan Romo. Romo bakal tumidak ngger…. Bakal tumindak brow….

Surat Al-Baqarah: 29 menjelaskan. “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. Surat Al-Baqarah: 31menjelaskan . “Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya”

Nampaknya Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk membaca secara umum dan khususnya membaca Al-Qur’an. Setelah itu Allah menjelaskan bahwa hal itu sangat mungkin bagi Allah yang menciptakan semua makhluk dan menciptakan manusia dari segumpal darah. Dia-lah yang Maha Mulia dan tidak pelit terutama terhadap Rasul-Nya. Dialah yang mengajarkan manusia dengan pena tentang apa yang belum pernah diketahuinya.

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).”

Sungguh benar, bahwa manusia itu melampaui batas, sombong, dan keterlaluan melakukan dosa. Karena ia menganggap dirinya tidak butuh kepada orang lain, bhakan Allah sekalipun, karena itu sukanya ikut campur urusan Allah dan mendekte Allah, akibatnya, pada hari Kiamat nanti ia akan kembali kepada Allah swt. dan akan diminta pertanggung-jawaban atas semua yang dilakukan.

Mungkin ada kadhang yang bertanya-bertanya tentang konsiderasi ayat-ayat ini. Saya katakan bahwa ketika Allah swt. menyebutkan indikasi kekuasaan dan ilmu serta kesempurnaan nikmat yang dianugerahkan kepada manusia. Tujuannya adalah agar manusia tidak ingkar nikmat. Namun apa lacur,,, ternyata manusia benar-benar mengingkari dan melampaui batas. Oleh karena itu Allah swt. ingin menjelaskan sebabnya, bahwa cinta dunia, tertipu olehnya, dan berambisi terhadapnya dapat menyibukkannya dari melihat ayat-ayat Allah yang agung. Kra-kira begitu tidak? Ngunu pora brow….

Setelah memerintahkan Nabi-Nya untuk membaca wahyu yang ada di dalam kitab-Nya dan menjelaskan penyebab kekafiran manusia, Allah membuat perumpamaan gembong kekafiran, yakni Abu Jahal. Kendatipun pengertian ayat tersebut umum.

Ceritakan kepada-Ku, ya Muhammad, tentang seseorang yang melarang hamba untuk tunduk kepada Allah dan melakukan shalat. Apa urusanya? Orang itu sungguh mengherankan, ia kafir dan bermaksiat kepada Tuhannya. Ia melarang orang lain melakukan kebaikan terutama shalat. Ceritakan kepada-Ku tentang kondisi orang tersebut, kalau memang ia termasuk golongan kanan dan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk setelah itu ia mengajak orang lain kepada ketakwaan dan kebaikan. Kalau orang itu seperti ini keadaannya tentu ia berhak mendapatkan pahala yang besar dan surga sebagai tempat tinggalnya.

Ceritakan kepada-Ku tentang orang yang berdusta serta berpaling dari kebenaran lalu mengerahkan segenap potensinya untuk mengejar apa yang diinginkan. Tidakkah mereka tahu bahwa Allah swt. melihat? Sebenarnya mereka mengakui bahwa Allah swt. mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amal perbuatannya. Kalau amalnya baik balasannya baik dan kalau amalnya buruk dibalas dengan keburukan. Maka bergegaslah kalian, wahai manusia, menuju Allah, bertaubatlah dan beramallah untuk mendapatkan ridha-Nya.

Kalla, kata penolakan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah. Aku bersumpah, jika orang-orang kafir dan pelaku kemaksiatan itu tidak menyudahi perbuatan mereka, Kami akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih. Kami akan hinakan mereka serendah-rendahnya sesuai dengan tingkat kesombongan mereka di dunia. Dan bagi Allah hal itu tidaklah sulit. Akan Kami tarik ubun-ubun mereka dengan kasar. Ubun-ubun yang sering menyombongkan dirinya karena kekuatan dan keyakinanya bahwa dirinya akan selamat dari murka Allah.

Padahal tidak ada yang bisa mengalahkan Allah, baik yang ada di bumi maupun di langit. Tentu saja dugaan tersebut salah karena mereka melampaui batas dan berlaku jahat, khususnya terhadap orang-orang baik dan jujur. Kami akan hinakan orang seperti ini, maka biarkan saja malaikat yang memanggil mendorong mereka semua. Bahkan Kami, Allah swt. akan memanggil Zabaniyah. Yakni Allah swt. akan memanggil Zabaniyah, penjaga Jahannam untuk mendorong mereka.

Jangan mentang-mentang Punya Wahyu Panca Ga’ib, njur sekepenak udele, merasa sudah benar Kunci nya, pernah leihat Romo, bertemu Romo, lalu enggan kadhangan, sungkan kadhangan, malah barani merubah Kunci dan mengarang Asmo sejati sendiri. Ingat… ingat… ingat… thing. Kunci sekalipun, tidak akan mampu menandingi Hyang Maha Suci Hidup, yang Kunci itu cipta’annya Hyang Maha Suci Hidup, kok buat menyaingin Hyang Maha Suci Hidup, ga lucu kan brow… jika memang Wahyu Panca Ga’ib, kalau memang sudah pernah melihat dan berhasil bertemu Romo, kudune ya tambah tawadug toh,,,, tambah sepuh temungkul, bukan mengarang cipta karya sendiri menyaingi Romo, Romo tidak akan mungkin mrentah atau nyuruh puteranya untuk menyainginnya atau merubah firmannya yang sudah paten, kalau Romo memrintah setiap putero yang berhasil menemuinya, untuk merubah Firmannya yang sudah mendunia dan panten itu, berate Romo mencla mencle to… Waduh…. Meteng aku rek, eh salah, mateng maksude… He he he . . . Edan Tenan. Ingat…!!! Eling…!!! Karena kesombonganmu itu. Allah akan hinakan, malaikat yang memanggil mendorong mereka semua. Bahkan Kami, Allah swt. akan memanggil Zabaniyah. Yakni Allah swt. akan memanggil Zabaniyah, penjaga Jahannam untuk mendorong mereka.

Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat- kuatnya.”
Pada saat itu mereka tidak memiliki penolong maupun pembantu.
Kalla, tinggalkan orang kafir itu dengan perbuatannya dan jangan sampai mengganggunya, ya Rasulullah. Bersujudlah selalu untuk Allah serta mendekatlah kepada-Nya melalui ibadah, karena ibadah merupakan benteng yang kokoh dan jalan keselamatan. Sebelum Laku Kunci. Lakon Kekadhangan lah terlebih dahulu, nunggalka sedulur papatmu biyar tidak pating pecudul, satukan angen-angen budi pakarti dan panca indera biyar ga pating mbrubul, stelah nunggal/nyatu, baru Kunci. Pasti kokoh dan dijamin selamat gelas gulungnya, selesai apapun yang jadi masalahmu, serumit apapun, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Titik. He he he . . . Edan Tenan. Itulah Penjabaran dari Wejangan Serat Sangkan Paraning Dumadi. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang kinasihku yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. Bermanfaat untuk Para Kadhang yang belum mengetahui ini dan Bisa menggugah Rasa Hidup siapapun yang membacanya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

WEJANGAN dari WONG EDAN BAGU YANG KETIGA. TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB. DIDALAM LAKU SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP:


WEJANGAN dari WONG EDAN BAGU YANG KETIGA.
TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB.
DIDALAM LAKU SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP:
Jawa Dwipa Hari Kamis kliwon. Tgl 08 Oktober 2015

Salam Rahayu… hayu memayu hayuning karahayon kanti teguh slamet berkah sukses selalu dari saya, Wong Edan Bagu, untukmu sekalian Para Kadhang Kinasih saya khusunya, dan saudara serta saudari saya sekalian pada umumnya, yang senantiasa di Ridhai Allah Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu …. Wejangan ini, merupakan Wejangan lanjutan tentang WEJANGAN dari WONG EDAN BAGU YANG KEDUA. TENTANG WAHYU PANCA GHA’IB DAN KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM;
Di Jawa Dwipa Hari Selasa pon. Tgl 06 Oktober yang Lalu.

WAHYU PANCA GHA’IB:
Wahyu Panca Gha’ib, itu bukan agama, bukan kepercaya’an, juga bukan kejawen, bukan organisasi, bukan golongan, bukan partai, juga bukan perguruan atau kebatinan dll. Wahyu Panca Gha’ib, adalah Jalan untuk menuju pulang kerumah, bagi setiap mahkluk Hidup yang memiliki wujud tanpa terkecuali. Wahyu Panca Gha’ib adalah Sarana untuk kembali pada Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi (asal terjadinya mahkluk) tanpa terkecuali. Karena itu tersebut Wahyu Panca Ga’ib.

Wahyu itu berati Pemberian Hyang Maha Suci Hidup. Panca itu Berati Lima, Ga’ib itu berati Hidup/Suci. Yang maksudnya… LIMA PEMBERIAN HYANG MAHA SUCI HIDUP. Satu yang bersabda, yaitu Hidup, dan empat yang merupakan Sabdanya Hidup. Terurai. Kunci. Paweling. Asmo. Mijil dan Singkir. Yang mejadi Pokok Penting di dalam Wahyu Panca Ga’ib, adalah Kunci, karena yang empatnya adalah sebatas Sabda-Nya. Sedang Kunci adalah yang Bersabda. Walaupun yang empatnya hanya sebatas Sabda-Nya, bukan berati tidak penting, semuanya salin berkaitan, namun penentunya adalah Kunci. Itu saja…

Seperti didalam pembelajaran Lakon Ilmu, yang lebih kita kenal dengan istilah Sedulur Papat Kalima Pancer, yang terpenting adalah Pancernya, bukan sedulur papatnya, tanpa sedulur papat, pancer tetap pancer, tapi tanpa pancer, sedulur papat tak bisa berbuat apa-apa. Dengan pancer saja, sedulur papat bisanya hanya ngercoki, apa lagi tanpa pancer, seperti perumpama’an sebuah kereta kencana, yang di tarik oleh empat ekor kuda, jika tanpa kusir, coba pikirkan, apa yang akan terjadi dengan kereta tersebut, begitulah jika sedulur papat tanpa pancer, begitupun juga dengan Wahyu Panca Ga’ib, jika tanpa Kunci, Paweling. Asmo. Mijil dan Singkir, bukanlah apa-apa. Paweling. Asmo. Mijil dan Singkir bergantung pada Kunci nya, jika Kuncinya benar dan tepat, maka Paweling. Asmo. Mijil dan Singkir sudah pasti joss gandos. Artinya, Kunci adalah penentu pokoknya. Oleh sebab itu, dalam wejangan ini, Kunci yang akan saya wedarkan sesuai pengalaman yang saya dapatkan di TKP. Berikut ini, liputanya… He he he . . . Edan Tenan.

KUNCI:
Apa itu Kunci?
KUNCI itu Lakon Gelar dan Laku Gulung. KU itu Kumpul. N itu Nunggal. CI itu Suci. Jika di gabung, menjadi. Kumpul Nunggal Suci. Kumpul Nunggal Suci itulah Kunci.
Apanya yang Kumpul?
Angan-angan nya, budi pakarti nya, panca indera nya.
Apanya yang Nunggal?
Sedulur papat nya, lakon laku, gelar gulung nya.
Apanya yang Suci?
Ya pasti Hidup to… He he he . . . Edan tenan. Suci itu Hidup. Hidup Itu Suci. Suci itu bukan bentuk dan warna. Suci itu Hidup/Gha’ib. sebab itu, Kunci Tidak Boleh di robah ubah, tidak bisa di kurangi atau di tambahi, karena merobah Kunci, sama halnya merobah Hidup, emang kita apa dan siapa, kok merubah Hidup itu… yang punya wewenang dan kuasa atas Hidup itu, ya Hyang Maha Suci Hidup. Bukan yang lainnya.

Kenapa Kunci Harus di baca ping pitu?
Kunci di baca ping pitu. Maksudnya… PIT itu Kejepit/Terhimpit. TU itu Metu/Keluar.
Apanya yang kejepit/Terhimpit?
Lahir bathinya (gelar/gulungnya) yang Kejepit/Terhimpit.
Apanya yang Metu/Keluar?
Rasanya yang Metu/Keluar
Rasa Apa?
Rasa Tenteram… Nya. Karena jika Kunci nya sudah di baca ping pitu dengan benar dan tepat, pasti tau dan mengerti serta paham, bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh ke bumi tanpa kehendak Hyang Maha Suci Hidup. Inna Lillaahi Wa Inna Illayhi Raoji’un. Semua dan segalanya milik Hyang Maha Suci Hidup, maka, rela tidak rela, mau tidak mau, harus kembali hanya kepadaNya. Bukan ke yang lain selainNya. Sehingganya. Dengan mengetahuinya. Dengan mengerti dan memahaminya. Yang ada hanya TENTERAM. Tidak ada apa-apa. Apa-apa tidak ada… He he he . . . Edan Tenan.

Kumpul Nunggal Suci. Artinya Menyatukan angan-angan, budi pakarti dan panca indera alias sedulur papat, Menyatukan atau memanunggalkan angan-angan, budi pakarti dan panca indera alias sedulur papat. Itu bukan hal yang sepele, sejak lahir hingga gede tua ini, kita sudah terbiasa menggunakan angan-angan, budi pakarti dan panca indera, hingga menjadi dogma yang melekat jiwa raga, dan sangat kita sukai walau diluar kesadaran kita. Berhenti untuk itu. He he he . . . Edan tenan, tidak gampang brow… tak semudah membalikan telapak tangan. Mak grembyang.

Artinya, sudah pasti kita akan menghadapi seratus rintangan, sudah jelas kita akan mengalami seribu halangan, melewati sejuta goda’an serta perlu dan butuh miliyaran yang harus di korbankan. Maka,,, sedih, sakit, perih, karena rintangan dan halangan serta goda’an pless pengorbanan itu, sudah menjadi hukum alam yang tidak bisa di hindari.

Dan… Sedih… Sakit… Perih serta semua penderita’an itulah jepitan/himpitan kita, jalan kita, jembatan kita, tangga kita, batu loncatan kita, maka,,, bacalah, hayatilah, pelajarilah… Rasakan tekannya. Rasakan himpitannya. Rasakan… Rasakan dan terus Rasakan endingnya hingga mentog, ngenox ke sungsum, jika sudah mentog, pasti metu/keluar, Mijil/klimax Rasanya/Tenteramnya, Plongggg…. Legaaaaaa… Bombongggg… Mak nyuss TENTERAM.
Seperti dikala kita mengeluarkan mani sa’at bercinta dengan pasangan terkasih. Namun sayang, kita hanya bisa mengeluarkan Rasa itu di sa’at IMRONnya saja yang terjepit, tapi dikala IMANnya yang terjepit, lahir batinnya yang terhimpit, malah lari ke dukun dan kiyai, parah lo brow…

Gusti Ingkang Moho Suci.
Apa itu Gusti Ingkang Moho Suci?
Gusti, itu berati, Rasa Sejati.
Sedangkan Maha Suci, itu berati, Sejatinya Rasa.
Dengan maksud tersebut, berati, Gusti Ingkang Moho Suci.
Itu, adalah, Rasa Sejati, Sejatinya Rasa.

Rasa Sejati Sejatinya Rasa itu apa?
Rasa Sejati itu Hidup, sedangkan Sejatinya Rasa, itu Maha Suci Hidup.
Berati, makna lebih dalamnya lagi, Gusti Ingkang Moho Suci, itu.
Maksudnya adalah, Hidup yang berhubungan langsung dengan Hyang Maha Suci Hidup.
Salin terhubung dan terkait serta tidak bisa di pisahkan. Seperti siang dan malam, seperti langit dan bumi, seperti matahari dan bulan dan seterusnya.

Kulo Nyuwun Pangapuro Dumateng Gusti Ingkang Moho Suci.
Apa itu Kulo Nyuwun Pangapuro Dumateng Gusti Ingkang Moho Suci?
Kulo, itu berati, aku, aku itu roh.
roh itu, angan-angan, budi, pakarti dan panca indera.
Atau tersebut sedulur papat, kalau didalam istilah lakon ilmu, itulah aku.
Nyuwun Pangapuro Dumateng.
Artinya, aku meminta pengampunan kepada.
Gusti Ingkang Moho suci.
Berati, rasa sejati sejatinya rasa.
Maksudnya, aku memohon pengampunan kepada Rasa Sejati Sejatinya Rasa.

Kenapa aku harus memohon pengampunan kepada Rasa Sejati Sejatinya Rasa?
Aku atau roh atau angan-angan, budi, pakarti dan panca indera atau sedulur papat, itu tidak memiliki wewenang apapun atas semuanya tentang raga/wujud ini, tidak punya kuasa apapun soal raga/wujud ini, yang memiliki wewenang dan kuasa atas raga/wujud ini, adalah Rasa Sejati/Hidup atas Firman Hyang Maha Suci Hidup.

Namun, yang namanya aku atau roh atau angan-angan, budi, pakarti dan panca indera atau sedulur papat, telah mengambil alih wewenang dan kekuasa’an Rasa Sejati/Hidup, dengan segala dalil dan dalih, sejak awal membuka mata. Telingan, hidung dan mulut ketika masih dipangkuan kedua orang tua, sejak itulah, yang namanya aku atau roh atau angan-angan, budi, pakarti dan panca indera atau sedulur papat, telah mengambil alih wewenang dan kekuasa’an Rasa Sejati/Hidup, seakan-akan iya-iya’a. padahal dusta dan palsu belaka, buktinya, tidak satupun raga/wujud bisa menggapai kemerdeka’an dan menggenggam tenteram yang sempurna’an, apapun caranya, berhayal itu dan ini, tapi nyatanya pusing, membayangkan itu dan ini tapi akhirnya kecewa dan sedih. Seakan-akan, seandainya, andai kata, seumpamanya dll, bahkan sampai ke soal Tuhan, di bayangkan dan kira-kira menurut rancangan dan selera kebiasa’annya.

Karena itulah, apapun alasannya, aku harus segera memohon ampunan kepada Hidup, sebelum terlambat, karena jika sampai terlambat, keburu Hidup menunjukan wewenang dan kuasanya, maka, sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi, untuk itu, selagi Hidup masih menempati raga/wujud, yang berati belum berontak/menuntut balas, sesegera mungkin, aku memohon pengampunan kepada Hidup. Kulo Nyuwun Pangapuro Dumateng Gusti Ingkang Moho Suci.
Jika aku sudah memohon pengampunan kepada Hidup, maka, Hidup akan memohonkan ampunan pula kepada Hyang Maha Suci Hidup, karena hanya Hidup yang bisa menghadap kepada Hyang Maha Suci Hidup, bukan ilmu atau amal ibadah apalagi harta benda dan pahala serta tetek bengeknya.

Sirolah Datolah Sipatolah.
Apa itu Sirolah Datolah Sipatolah?
Sir itu Angan-angan. Dat itu budi dan pakarti. Sipat itu panca indera. Lah itu iqro/bacalah.
Arti lebih dalamnya, Sir Dat Sipat itu, adalah angan-angan, budi, pakarti dan panca indera, atau sedulur papat (roh). Maksudnya… Bacalah angan-angan budi pakarti dan panca indera mu, pelajari, lah, di olah maksudnya, jangan asal sejare dewek se’enaknya udelmu, baca, pelajari gelar gulungnya, di olah, agar kamu tau, mengerti, paham, kalau kita tau dan mengerti serta paham, angan-angan, budi pakarti dan panca indera mu, tidak akan mempermainkanmu, tidak akan menipumu, tidak akan menyiksamu, kita akan bisa mengendalikannya, menguasainya, bahkan memerintahnya sebagai alat/sarana di dalam berlakon dan berlaku, karena memang itulah tugas mereka, angan-angan, budi pakarti dan panca indera alias sedulur papat itu, memang sengaja di berikan oleh Hyang Maha Suci Hidup kepada kita, sebagai Sahabat, sebagai sarana, sebagai alat, bukan sebagai penguasa yang memperbudak kita. Ngono lo maksude… He he he . . . Edan Tenan.

Kulo Sejatine Sateriyo.
Apa itu Kulo Sejatine Sateriyo?
Seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Kulo itu, adalah aku.
La kalau Sejatine Sateriyo?
Sejatine itu, Benar, kalau Sateriyo, Sat, itu asat/kering, riyo itu, nderiyo, maksudnya, Panca Indera. Jadi, Kulo Sejatine Sateriyo itu, arti dan maksudnya adalah, aku yang benar telah asat/kering panca inderanya, maksudnya, sudah tidak dikuasai lagi oleh angan-angan, budi pakarti dan panca indera. Maksud dan arti yang lebih dalamnya lagi, siapapun itu, jika sudah tidak di kuasai lagi oleh angan-angan, budi pakarti dan panca indera nya lagi, alias bisa menguasai sedulur papatnya sendiri, berati dia itu adalah Sejatine Sateriyo. Bila belum, ya belum Sejatine Sateriyo, masih oblog owog… He he he . . . Edan Tenan. Manusia wantah maksudnya.

Nyuwun Wicaksono Nyuwun Panguwoso.
Apa itu Nyuwun Wicaksono Nyuwun Panguwoso?
Wicaksono itu Berkah/Tidak sia-sia, sedang Panguwoso itu Ridha/Ijin. Nyuwun Wicaksono Nyuwun Panguwoso, berati Mohon Berkah dan mohon Ridha.

Jika seseorang telah menguasai sedulur papatnya, alias sudah tidak lagi di perbudak oleh angan-angan, budi pakarti dan panca inderanya, Hidup akan menempati wujud/raganya sesuai FirmaNYA, dan Hidup yang menempati raga/wujudnya itu, akan menjadi penguasa tunggal atas dirinya, akan menjadi guru dan penanggung jawab atas diri pribadinya mulai di dunia hingga akherat, dan Hidup hanya memiliki dua pemohonan kepada Hyang Maha Suci Hidup, yaitu Wicaksono dan Panguwoso, Berkah dan Ridha, Berkah untuk wujud/raga yang di tempatinya, Ridha untuk Sedulur Papat yang telah menjadi abdinya.

Kangge Tumindake Sateriyo Sejati.
Apa itu Kangge Tumindake Sateriyo Sejati?
Kangge itu, Untuk/Buat. Tumindak itu, gerak geriknya wujud/raga (obah polahe rogo) Sateriyo Sejati adalah, aku yang sebenarnya/sesungguhnya. Artinya, Kangge Tumindake Sateriyo Sejati itu, maksudnya, untuk gerak gerik nya aku yang sebenarnya. Bukan aku-akuan, tapi aku yang sebenarnya, yaitu sedulur papat yang telah mengabdi kepada Hidup, sesuai kodrat irodzat yang telah di FirmankanNYA. Jadi,,, Berkah dan Ridha, yang di mohonkan oleh Hidup tadi, Berkah nya teruntuk wujud/raga terkasih, Ridha nya teruntuk Sedulur Papat tersayangnya sendiri.

Supaya tidak mbalelo lagi, tidak murtad lagi, tidak sragal srugul lagi, yang berakibat menyiksa wujud/raga, supaya tidak selalu bangga menyiptakan ketidak nyamanan, ketidak tenangan, ketidak enakan dll, agar selalu setia tuhu pada Sang Pemimpin sebenarnya, yaitu Hidupnya. Karena itu, uni/bunyi terakhir Kunci. Kulo Nyuwun Kangge Hanyirna’ake Tumindak Ingkang Luput. Luput itu, semua tingkah lakon dan laku yang menciderai wujud/raga, gerak dan gerik (perbuatan) yang menyiptakan tidak enak untuk sang wujud/raga.

Sekali lagi saya ulangi. Ingat…!!! Wahyu Panca Gha’ib, itu bukan agama, bukan kepercaya’an, juga bukan kejawen, bukan organisasi, bukan golongan, bukan partai, juga bukan perguruan atau kebatinan dll. Wahyu Panca Gha’ib, adalah Jalan untuk menuju pulang kerumah bagi setiap mahkluk Hidup yang memiliki wujud tanpa terkecuali. Wahyu Panca Gha’ib adalah Sarana untuk kembali pada Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi (asal terjadinya semua mahkluk) tanpa terkecuali.

Mengapa Hyang Maha Suci Hidup mewahyukan Wahyu Panca Ga’ib?
Karena sudah terlalu banyak yang tersesat, neraka sudah penuh, sorga sudah mbludag… Wahahahahhaha… Edan Tenan.

Inna lillaahi wa inna illayhi roji’un, semuanya, segalanya, mau yang nyata maupun yang tidak nyata, adalah milik Hyang Maha Suci Hidup, dan akan kembali hanya kepdaNya saja, bukan ke yang lain selainNya.

Sudah terlalu banyak jalan dan cara yang di Wahyukan Hyang Maha Suci Hidup, kepada semua mahkluknya, sejak jaman Para Nabi hingga jaman Para Wali, mulai dari agama sampai ilmu kepercaya’an, namun apa yang terjadi, nyaris tidak ada yang mau dan ingin kembali ke Asal Usul Terjadinya/Terciptanya. Dengan agama mereka berlomba, menumpuk pahala, bersaing, bahkan bertanding antar sesame agama, untuk berhasil sukses mendapatkan surga, dengan ilmu kepercaya’an, mereka mempertaruhkan jiwa raga hingga keluarganya, hanya demi untuk bisa moksa atau reinkarnasi, naudzu billaahi mindaliq, pada mengaku pintar dan pandai serta mumpuni, tapi Inna lillaahi wa inna illayhi roji’un saja, tidak tau apa maksudnya.

Padahal Hyang Maha Suci Hidup Sudah memperingatkan dengan sangat keras, tegas dan jelas. Bahwa kelak di akhir jaman, semua akan dihancurkan. Dan mereka lebih memilih hancur dengan semuanya itu, dari pada kembali ke rahmatullah. Karena itu Wahyu Panca Ga’ib di Wahyukan, untuk itu Wahyu Panca Ga’ib di Turunkan sebagai sarana untuk kembali kepadaNya, bagi siapapun yang mau, tidak peduli apapun suku dan rasnya, tidak peduli agama atau adatnya, tidak peduli latar belakang atau statusnya, jika ingin kembali ke Asal Usul Sangkan Paran Dumadining Mahkluk/Manusia. Ya Hanya Wahyu Panca Ga’ib lah jalannya, hanya Wahyu Panca Ga’ib lah Caranya. TITIK.

Caranya bagaimana?
Caranya Laku Patrap/Semedi Kunci. Paweling. Asmo. Mijil dan Singkir.
Jalanya?
Jalanya Lakon Kekadhangan dengan Iman yang benar dan tepat.
Iman yang benar dan tepat itu, iman yang bagainama?
Iman yang benar dan tepat itu, iman yang tidak berada di dalam kotak-kotak agama/kepercaya’an dan tidak berada di bawah naungan kibar bendera partai/politik apapun.

Saya ulangi lagi. Ingat…!!! Caranya Laku Patrap/Semedi Kunci. Paweling. Asmo. Mijil dan Singkir. Jalannya Lakon Kekadhangan dengan Iman yang benar dan tepat. Jika keduanya ini sudah di lakukan. DIJAMIN. Sempurna mulai dari dirinya sendiri, hingga sampai tujuh keturunannya kenan-kekiri, kedepan-kebelakang, keatas dan kebawah bapak dan ibunya. He he he . . . Edan Pora. Kurang opo jal? Sebegitu kasihnya Hyang Maha Suci Hidup terhadap mahkluknya, kenapa tidak mau,,, kenapa malah nyari yang mustahil/katanya, mengapa malah mempersulit sendiri, goblog,,, glubrag, klotak, hehe, pret, kepentut aku rek.

Itulah sekelumit pemehaman dasar dari saya tentang Wahyu Panca Ga’ib, ingat, itu baru dasarnya, belum dalamnya, baru sekelumitnya, belum keseluruhannya, itu baru kulitnya, belum ke otot, daging, tulang, sumsum dan seterusnya. He he he . . . Edan Tenan.

Selanjutnya tentang dan soal semua mahkluk sebelum kedunia, sesudah di dunia dan setelah di dunia ini. Ada tiga Proses Hidup didalam kehidupan ini, yang harus di jalani dan jalankan serta di mainkan, bak peran diatas panggung sandiwara, oleh setiap mahkluk tanpa terkecuali, di sadari atau tidak di sadari, mau atau tidak mau, tiga Proses Hidup yang sudah menjadi Firman/Perintah Hyang Maha Suci Hidup ini, harus terjadi sesuai FirmanNya.

Apakah tiga Proses Hidup didalam kehidupan itu?
Pertama, adalah Proses sebelum kedunia, ketika masih berada didalam goa garba/kandungan sang ibunda. Namanya; Lakon Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.
Kedua, adalah Proses sesudah di dunia, ketika sudah lahir dari Rahim sang ibunda. Namanya; Lakon Manunggaling Kawula Gusti.
Ketiga, adalah setelah di dunia ini, ketika Hidup lepas meninggalkan wujud/raga alias mati bin isdet. Namanya; Lakon Sangkan Paraning Dumadi.

Panggung Sandiwara Dengan Judul/Lakon.
Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.
Semua mahkluk, khususnya manusia, sebelum di lahirkan di dunia ini, semuanya dan segalanya sudah di tentukan dan di pastikan, oleh Hyang Maha Suci Hidup, dengan sebuah perjanjian kontrak, bahwa sanggup iya, akan menjalani dan menjalankan peran sebagaimana yang telah di tentukan dan di pastikan atasnya tersebut. Agar tidak lupa, buku catatan peran itupun, disertakannya, nanti, ketika kamu naik panggung, catatan yang memuat adegan yang harus kamu perankan itu, mulai berlaku, jika adegannya mencuri, harus di extingkan dengan baik, jika adegannya ngesek, ya harus di extingkan dengan baik, kalau adegannya nipu dll, pokoknya harus di extingkan sebaik mungkin, agar penonton ngefen sama kamu, karena semakin banyak yang ngefen, semakin terkenalah kamu, makin laris job orderanya, ingat,,, diatas panggung, umurmu sekian tahun, kamu harus begini dan harus begitu dan bla… bla… bla… setelah peranmu selesai, tahun segitu, bulan segitu, hari itu, tanggal itu, jam segitu, di tempat itu, sambil begitu-gitu, bla… bla… bla… kamu akan menerima honor, dan honor itu harus kamu gunakan untuk ongkos pulang. Paham? Kata si suteradara. Paham boss suteradara,,, jawab di bintang fillm nya. he he he , , , Edan tenan.

Terlalu banyak tulisan/artikel ilmu pengertian yang mengungkap tentang Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Dengan masing-masing kepentingannya, namun intinya sama, yaitu tentang sebelum hidup dan sesudah hidup yang di perjanjikan antara Hidup dan Hyang Maha Suci Hidup. Ketika dalam perjalanan dari ga’ib menuju kasunyatan. Bukan soal dan tentang ilmu kesaktian dan jaya kawijayan. Tapi soal lakon nggelar dan laku nggulung, tentang lakon laku dari dalam keluar dalam.

Dengan Pemahaman diatas, artinya, apapun yang dialami, bagaimanapun yang kita lakukan, itu semuanya adalah merupakan penggenapan dari kitab tanpa tulis yang isinya adalah suratan peran/adegan kita yang harus kita mainkan, sesuai firmanNya . Bukan kehendak kita, ini disadari atau tidak di sadari lo, mau tidak mau, disinilah letak berlakunya “ Tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendakNya” artinya, semua adalah kehendak Hyang Maha Suci Hidup, sudah menjadi sekenarioNya. Rencana… Nya. Kita hanya sekedar menjalankan/memainkannya saja. Yang namanya bintang sinetron/film, jika cara memainkan adegan/peran, bagus,,, selain honor/gaji, ya pasti akan dapat bonus, dan jika ada sothing lagi, ya kepakai lagi, hingga menjadi Bintang terkenal dan ternama. Bukan begitu mas/mbak brow… He he he . . . Edan Tenan.

Panggung Sandiwara Dengan Judul/Lakon.
Manunggaling Kawula Gusti.
Setelah Peran dan Adegannya hapal dan siap exsen, maka, lahirlah kita ke dunia ini, untuk bermain sandiwara sebagai bintang film/sinetron, dengan semua peran dan adegan yang sudah dihapal dalam buku exting tadi. Lalu mulailah bersandiwara dengan Lakon Manunggaling Kawula Gusti. Inilah peran yang harus kita mainkan sebagai bintang, diatas panggung, terserah mau menggunakan cara/sistem exting bagaimana, yang penting edegannya adalah Manunggaling Kawula Gusti.

Terlalu banyak tulisan/artikel ilmu pengertian yang mengungkap tentang Manunggaling Kawula Gusti. Dengan masing-masing kepentingannya, namun intinya sama, yaitu tentang Pengenalan Diri Pribadi, Tentang bersatunya anga-angan, budi pakarti dan panca indera. Soal penyatuan/manunggalnya sedulur papat kalima pancer, dalam mencapai kesejatian dan meraih kebenaran yang sebenarnya. Bab Kehidupan dan Hidup yang tidak bisa lepas dari Hyang Maha Suci Hidup, sesudah menjadi penghuni dunia ini. Jadi, intinya, Manunggaling Kawula Gusti itu, bukan tentang bertemunya manusia dengan sang Pencipta semesta, bukan soal manunggal/menyatu dan bersatunya Mahkluk Dengan Tuhan. Tapi tentang bersatunya angan-angan, budi pakarti dan panca indera, soal menyatunya sedulur papat kalima pancer, angan-angan, budi pakarti dan panca indera (sedulur papat) itu kawulanya. Hidup/Roh Suci itu sebagai Gusti/Tuannya.

Panggung Sandiwara Dengan Judul/Lakon.
Sangkan Paraning Dumadi.
Terlalu banyak tulisan/artikel ilmu pengertian yang mengungkap tentang Sangkan Paraning Dumadi. Dengan masing-masing kepentingannya, namun intinya sama, yaitu tentang kembalinya, jiwa raga, lahir batin, gelar gulung, dunia akherat kepada yang empunya, dengan sempurna, maksudnya sesuai dengan Firman Hyang Maha Suci Hidup yang telah tertuliskan sejak awal kejadiannya. Jadi… Sangkan Paraning Dumadi itu, bukan ilmu laduni atau ngaweruhi isi sajeroning winarah, tapi lakon tentang kembalinya yang terbuat kepada yang membuat.

Setelah sandiwara tamat, adegan dan exting dalam perannya selesai, sedulur papat kalima pancernya sudah manunggal menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan lagi, maka,,, dengan bekal tersebut, kita akan pulang kampung, kembali ke rumah. Dimana kita di lahirkan dan di besarkan. Dibentuk dan diciptakan. Karena jika angan-angan, budi pakarti dan panca indera alias sedulur papat sudah menyatu dengan pancernya, kawula dan gusti sudah bertemu dan bersatu, akan terbentang sebuah jalan, akan Nampak terlihat jelas, alamat tujuan dan tempat yang akan kita datangi. Dan Sangkan Paraning Dumadi, dimulai. Yang berasal dari Suci, akan kembali kepada Suci, menjadi Suci kembali. Yang asalnya dari air akan kembali ke air dan menjadi air kembali. Yang asalnya dari angin, akan kembali ke angin, menjadi angin kembali. Yang asalnya dari api, akan kembali ke api, menjadi api kembali. Yang asalnya dari sari-sarinya bumi, akan kembali ke sari-sarinya bumi, menjadi sari-sarinya bumi kembali. Yang berasal dari Hidup, akan kembali kepada Hidup, menjadi Hidup kembali. dan selesailah sudah semua dan segala Proses Lakon dan Laku, jiwa raga, lahir batin, gelar gulung, dunia akherat, bersih tanpa bekas dan berkas apapun. “SEMPURNA” Tamat.

Ketiga Proses Hidup didalam kehidupan yang harus kita mainkan itu tadi dan tidak bisa di tolak serta di hindari oleh siapapun itu, hanya bisa di peragakan dengan Wahyu Panca Ga’ib, hanya bisa di perankan dengan Laku Patrap Kunci dan Lakon Kekadhangan. Selain itu, tidak akan bisa, maksudnya tidak akan sesuai dengan Firmannya, dapat di pastikan mlesed, tidak tepat, sudah terlalu banyak bukti-bukti yang telah menceritakan kegagalannya, kemlesedanya. Dan saya tidak perlu menceritakannya disini, silahkan di trawang sendiri, ada berapa banyak para tokoh dan pinisepuh yang patah dan tumbang disoal Harta Tahta Wanita. Itu bukan di karenakan agama atau kepercaya’an atau ilmunya yang kurang hebat, tapi karena mengira dan menganggap bahwa Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu itu adalah Ajian untuk meraih Harta. karena mengira dan menganggap bahwa Manunggaling Kawula Gusti itu adalah Ajian untuk meraih Tahta. karena mengira dan menganggap bahwa Sangkan Paraning Dumadi itu adalah Ajian untuk meraih Wanita.

Anggapan-anggapan itu muncul di karenakan, angan-angan, budi pakarti dan panca inderanya, alias sedulur papatnya, gentayangan, tidak bersatu, tidak menyatu, tidak manunggalkan, jadi, isinya hanya kira-kira, mbok menawen, siapa tau, sapa ngerti, muda-mudahan dan bla… bla… bla… nggedebus lainnya. Jangankan iman, beriman saja, susahnya udzubillaah.

Pelajaran Tentang dan Soal Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu dan Manunggaling Kawula Gusti serta Sangkan Paraning Dumadi yang sebenarnya, itu hanya ada di dalam Wahyu Panca Ga’ib. selain Wahyu Panca Ga’ib, isine mung angen-angen thok. Kira-kira dan katanya. Tidak ada iyanya. Tidak ada pastinya. Apa lagi benarnya. Buss nggedebus. Tidak percaya…?! Temui saya. Dan saya akan memberikan Bukti. Bukan janji katanya.

Caranya sangat…9x amat sederhana, tidak ribet tidak sulit dan tidak rumit. Tidak pakai puasa atau bertapa, tidak ada uberampe dan ritual apapun, tidak harus itu dan ini serta bla… bla… bla… tetek bengek lainnya, yang memusingkan kepala. Cukup Laku Patrap Kunci. Paweling. Asmo. Mijil. Singkir dan Lakon Kekadhangan. Dengan iman. Gampang kan…. He he he . . . Edan tenan.

Tapi…. Jangan nggampangake ya, jangan menggampangkan, kalau Soal Patrap Kunci. Paweling. Asmo. Mijil. Singkir, siapapun orangnya, dijamin pasti bisa dan sanggup. Tapi tentang Lakon Kekadhangan dengan iman, tidak semudah membalikan telapak tangan, wolak walik nggrembyang. Tidak…!!!

Karena untuk Lakon Kekadhangan, siapapun dia, butuh tekad yang kuat, perlu pengorbanan yang hebat. Bagaimana tidak, kita sudah terbiasa dengan menggunakan angan-angan, budi pakarti dan panca indera, dalam lakon Kekadhang, kita tidak di bolehkan menggunakan angan-angan, budi pakarti dan panca indera, harus Rasa yang di gunakan, bukan perasa’an, dan ini harus di latih secara terus menerus dengan cara Kekadhangan, kita sudah terlanjur hobi dan suka mengumbar sedulur papat, didalam Kekadhangan kita harus menggunakan Hidup/Guru Sejati. Timindak apa bae kinantenan sarwa mijil, yang artinya, samubarang tumindak obah lan polah, nganggo Roso, menggunakan Rasa. Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa Kunci. Maksudnya, apapun itu alasannya, kita hanya boleh menggunakan kuasa Hidup, bukan kuasa sedulur papat. Disaat Kadhangan, apapun cara dan system yang dimiliki, digunakan untuk menyatukan angan-angan, budi pakarti, panca indera, di manfaatkan untuk memanunggalkan sedulur papat dengan pancernya. Jeneg, tetep idep madep mantep tak tergoyahkan, bagi yang masih awal, yang belum biasa, in bukan hal yang mudah dan sepele kan… He he he . . . Edan Tenan.

Tapi jika berani dan bisa, di jamin, dalam hitungan detik Hyang Maha Suci Hidup, akan memberikan bukti kesaksian secara langsung, tidak melalui utusan perantaranya. Tidak percaya…?! Buktikan. Datang Temui saya dimanapun saya berada. Akan saya beri Bukti. Bukan janji katanya. He he he . . . Edan Tenan.

Disinilah letak penting dan istimewanya Kadhangan, tidak semuanya bisa melakukan dan sanggup menjalaninya, karena Kadhangan, adalah Lakon Manunggal. Manunggaling Lakon. Lakon manunggalake Sedulur papat dengan Pancernya, supaya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kekadhangan adalah Manunggalake Lakone angan-angan, budi pakarti, panca indera, agar wujud/raga kita bisa jeneg, tetep idep madep mantep dalam satu kesatuan berbicara keTuhanan secara jiwa raga, lahir batin, gelar gulung dunia akherat. Hanya pilihanlah yang bisa. Karena untuk Kekadhangan, kita harus meninggalkan dan mengabaikan banyak hal, menunda kepentingan, menunda peluk cium mesrah dengan anak dan istri dll. Karena itu, Lakon Kadhangan di cap sebagai penentu Laku Patrap Kunci, jika Kekadhangan nya benar dan tepat, artinya berhasil sukses dari awal hingga akhirnya bisa manunggal sedulur papatnya dengan pancer, sudah pansti Laku Patap Kunci nya Joss tenan. Tapi jika Kadhangan nya mbel gedes, ya Laku Patrap Kunci nya, mumet, capek, pusing, jengkelnya sama nyamuk, nyalahin ngatuk, apa hubungannya nyamuk sama ngantuk dengan Laku Patrap Kunci…Heeemmmmmm… bahkan bisa jadi, karena saking mumetnya, bisa melihat pocong dan suzana lo… He he he . . . Edan tenan.

KESIMPULANYA:
Siapapun Anda… Bagaimanapun Anda. Jika ingin sukses berhasil dan sempurna dunia akherat. Hanya Wahyu Panca Ga’ib Jalannya. Cuma Laku Patrap Kunci dan Lakon Kekadhangan Caranya. SelainNya… Tangeh Lamun Jeneng Siro Bakal Tumekan Ngger, Lamun Tan Wikan Maring Kunci nepun. . . He he he . . . Edan Tenan.

Diatas Itulah Tadi Tentang dan Soal WEJANGAN WAHYU PANCA GHA’IB
DIDALAM LAKU SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP. Menurut Hasli Pembuktian saya Di TKP. Tentang semuanya dan soal segalanya yang tersebut diatas, tidak ada yang saya tutup-tutupi dan saya muatin kepentingan pribadi saya. Monggo di Renungkan, jangan di bayangkan, nanti musmet kalau di bayangkan, karena bena itu nyata, bukan katanya, bukan juga bayangan, nyata-nyata-nyata. Semuanya… Segalanya… saya Wejangan secara blak kotak, apa adanya, bahasanya pun bahasa sederhana dan sepele, tidak pakai ribet dan ber belit-belit, jad, pasti pada paham dan mengerti semuanya. Sungguh terlalu jika ada yang tidak mengerti dan paham apa arah dan maksud saya, ya pakai bahasa manusia, bukan bahasa hewan atau mafia atau politikus. Tidak ada katanya, semua sesuai dengan bukti yang saya dapatkan di TKP… Bagi yang penasaran dan ingin bukti, silahkan temui saya secara langsung, saya akan membimbing siapapun Anda, apapun agama Anda dan bagaimanapun latar belakang Anda. Saya jamin dengan bukti. Bukan janji. Ini salah satu bukti dari saya, untuk Anda-Anda sekalian, sesungguhnya, Gha’ib itu tidak ada, semua dan segalanya itu nyata-nyata ada. Tuhan itu bukan Gha’ib. Tuhan itu nyata-nyata ada. Tidak Percaya…?! Mau Bukti…!!! Temui saya dan akan saya berikan Buktinya. He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang kinasihku yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. Bermanfaat untuk Para Kadhang yang belum mengetahui ini dan Bisa menggugah Rasa Hidup siapapun yang membacanya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com