IRFORMASI TANAMAN HERBAL ;

1. Mahkota dewa dan khasiatnya

Pohon Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dikenal sebagai salah satu tanaman obat di Indonesia. Asalnya dari Papua/Irian Jaya.

Mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Betapa tidak. Tanaman ini ternyata punya khasiat luar biasa. Ia bisa menyembuhkan gangguan kesehatan dari  yang rungan hingga yang berat. Mulai dari pegal-pegal (kalau ini, aku dah sering), Flu bahkan sampai Diabetes. (Temenku yang sering sakit kepala dalam beberapa hari minum teh Mahkota Dewa, keluhan sudah agak menurun)

Bagaimana dengan kanker? Berdasarkan pengalaman beberapa orang, tanaman ini mampu melawannya, termasuk yang merasa sembuh dari penyakit pada organ hati atau jantung, hipertensi, rematik, serta asam urat.

Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat aktif seperti:

  • Alkoid, bersifat detokfikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh
  • Saponin, yang bermanfaat sebagai:
  • sumber anti bakteri dan anti virus
  • meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • meningkatkan vitalitas
  • mengurangi kadar gula dalam darah
  • mengurangi penggumpalan darah
  • Flavanoid
    • melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
    • mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
    • mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner
    • mengandung antiinflamasi (antiradang)
    • berfungsi sebagai anti-oksidan
    • membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan
  • Polifenol
    • berfungsi sebagai anti histamin (antialergi )

    Tanaman atau pohon mahkota dewa seringkali ditanam sebagai tanaman peneduh. Ukurannya tidak terlalu besar dengan tinggi mencapai 3 meter, mempunyai buah yang berwarna merah menyala yang tumbuh dari batang utama hingga ke ranting.
    Untuk mengolahnya jadi obat pun sangat gampang. Cuma dengan menyeduh teh racik terbuat dari kulit dan daging buah, cangkang buah, atau daunnya, bahan obat alami ini pun siap dipakai.
    Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, tanaman ini dijuluki makuto dewo, makuto rojo, atau makuto ratu. Orang Banten menyebutnya raja obat, karena khasiatnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara, orang-orang dari etnik Cina menamainya pau yang artinya obat pusaka.

     

    2. MANFA’AT Daun Dewa;

    Tanaman daun dewa  memiliki khasiat obat teramat banyak. Dari menghilangkan migren, bisul, sampai mengobati jantung koroner.

    Daun dewa, begitu orang menyebut nama tanaman satu ini. Nama yang cukup unik memang. Sesuai namanya daun dewa, tetumbuhan yang terkadang hidup di semak-semak, ternyata memiliki khasiat banyak sebagai penyembuh berbagai penyakit.
    Mendapatkan daun dewa sejatinya tak sulit. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah yang berudara sejuk, berketinggian 200-800 meter di atas permukaan laut dengan tingkat kelembaban berkisar 70-90 % daun, serta memiliki curah hujan tinggi. Di Bali, banyak tumbuh tanaman daun dewa, seperti di Pura Tirta Empul (Tampaksiring-Gianyar), Danau Tamblingan dan Danau Buyan di Kecamatan Banjar, Buleleng, serta dan di beberapa tempat lain.

    Layaknya tanaman obat lain, tumbuhan yang di daerah lembab dan daerah ketinggian, oleh banyak orang dijadikan bahan lalapan, terkadang kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Mereka tak tahu banyak malah kurang peduli, bahwa tanaman yang tumbuh di tempat mereka berdiam, cocok sebagai sarana obat untuk penyembuhan penyakit.

    Tanaman Obat Untuk Keluarga (TOGA) tidak begitu luas mendapat perhatian masyarakat. Kehidupan yang begitu pragmatis dalam alam tekhnologi moderen memberikan imbas yang sangat besar terhadap pola pikir, cara pandang dan memanfaatkan tanaman yang berwawasan lingkungan pada manusia yang serba praktis. Padahal tanaman ini justeru ada di sekitarnya.
    Meski daun dewa belum merupakan tanaman yang dibudidayakan secara luas—selain tumbuhnya gampang serta pemeliharannya tidak begitu rumit dan mengandung khasiat obat yang sangat luar biasa—, efek farmakologi tanaman daun dewa memiliki kandungan obat yang cukup banyak.

    Bagi masyarakat yang punya keinginan mengembangkan dalam skala besar, maka pembubidayaan sejatinya tak terlalu sulit melakukan. Sebagai media pembudidayaan dapat menggunakan pupuk kandang.
    Bila melakukan budiaya, maka ketersediaan air pada tanaman harus dilakukan dengan sesering mungkin lewat cara penyiraman. Bila sampai terjadi kekurangan air, tentu akan memengaruhi tingkat pertumbuhan dan masa perkembangan umbi yang akan diproduksi kurang sempurna. Malahan akan bisa mengerdil.
    Pembibitan daun dewa dapat menggunakan umbi pilihan (unggul), yang bercirikan umbinya besar dan tidak mengalami kerusakan (penyakit). Bila ingin melakukan pembudidayaan dengan mengembangkan daun dewa, gunakan umbinya yang segar, dengan cara mengiris-iris umbi daun dewa (tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar) dan dibiarkan ditutup dengan tisu basah sampai 15-20 hari.
    Untuk menjaga agar tetap alami, hindarkan penggunaan penyubur atau pembasmi hama pengganggu tanaman berbahan zat kimia. Hal ini penting, mengingat daun dewa nantinya akan menjadi bahan obat sekaligus bisa dimakan selagi mentah. Jadi, kalau memakai zat berbahan kimi dikhawatirkan residunya masih menempel pada daun,   akar, hingga batang atau sampai mengena pada umbi yang akan digunakan sebagai bahan obat. Maka, penggunaan produk pupuk berbahan anorganik tidak dianjurkan.

    Sebagai bahan obat, bagian tanaman daun dewa yang dimanfaatkan yakni pada daun dan umbi. Unsur hara pada tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman  daun dewa termasuk ukuran lebar daun serta umbinya yang besar.
    Tanaman yang bernama latin Gynura psedeudochina ini banyak mengandung alkoloid, saponin, flavonida, minyak asiri, dan tanin. Ciri karakteristik tanaman daun dewa, berbatang pendek berwarna hijau dan,  daunnya tinggal, tangkai pendek dan bentuknya lonjong segi lima, serta berambut halus. Panjang daun mencapai 20 sentimeter (cm) dan lebar 10 cm. Bunga daun dewa termasuk bijinya berbentuk jarum.

    Tumbuhan yang diperkirakan berasal dari Birma dan Cina ini, banyak dimanfaatkan orang-orang yang kena penyakit bisul. Cara penggunaan  dengan mengambil 5-10 lembar daun dewa segar kemudian ditumbuk atau dilumat  halus dan menempelkan pada daerah yang bisul. Lewat cara seperti itu, sakit bisul dapat diminimalisir.

    Masih dalam fungsinya sebagai bahan obat, tanaman ini juga berkhasiat menghilangkan penyakit anti radang, analgetik, menghancurkan pembekuan darah (antikoagulen). Cocok pula sebagai bahan pencuci darah, sangat baik membantu para wanita memperlancar menstruasi.
    Dalam beberapa kajian klinis ditegaskan, bahwa ekstrak daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor, menghilangkan penyakit yang berhubungan dengan pembengkakan sendi, juga sangat baik menyembuhkan sakit pinggang, serta encok.
    Lebih jelasnya berikut disebutkan bagian tanaman daun dewa yang dimanfaatkan mengobati berbagai penyakit serta cara penggunaannya:

    Jantung koroner
    Bagi penderita jantung koroner atau pembuluh darah jantung, ambillah 5-8 lembar daun dewa segar. Tumbuk daun dimaksud dengan halus lalu rebus dalam tiga gelas air hingga tersisa 2 gelas. Hasil rebusan ini kemudian diminum hangat-hangat sebanyak dua kali sehari (pagi dan malam sebelum makan).

    Gangguan prostat
    Mereka yang terkena gangguan prostat:  ambil lima lembar daun dewa segar kemudian campur dengan segenggam daun piduh (pegagan),  segenggam sambiloto, dan akar alang-alang. Semua jenis tanaman dicampur kemudian tumbuk halus. Langkah selanjutnya campur dengan tiga gelas air dan direbus sampai menjadi dua gelas air. Ramuan ini kemudian   diminum (pagi dan malam).

    Radang payudara
    Daun dewa juga bagus menghilangkan radang payudara. Cara penggunaan dengan mencampur 30 gram samiroto,  10 lembar daun dewa segar, dan dua genggam daun tapak dara. Sama seperti sebelumnya, tuangkan ramuan ini  ke dalam tiga gelas air,  lalu direbus sampai mendidih kemudian  disaring. Minum rauman tiga kali sehari setelah makan (pagi, siang dan malam).

    Migren
    Bagi penderita migren, ambil segenggam daun sambiloto,  segenggam daun piduh (pegagan), daun sendok lalu ditumbuk dan dicampur dengan tiga gelas air. Rebus campuran bahan obat ini sampai mendidih dan minum dua kali sehari – pagi dan malam sebelum  makan).

    Bisul
    Gunakan secukupnya daun dewa yang ditumbuk halus dan tempelkan pada daerah yang kena bisul. Gunakan   dua kali sehari (pagi dan malam).

    Haid kurang lancar
    Manfaatkan ekstrak daun dewa 5 -10 lembar yang dicampur dengan segelas air. Minum ekstrak ini dua kali sehari  sebelum makan, maka niscaya haid akan lancar.

     

    3. Sambung Nyawa;

    (Gynura procumbens (Lour.) Merr.)

    Uraian :
    Herba, berdaging. Batang memanjat, rebah, atau merayap, bersegi, gundul, berdaging, hijau keunguan, menahun. Daun berbentuk helaian daun, bentuk bulat telur, bulat telur memanjang, bulat memanjang, ukuran panjang 3,5 – 12,5 cm, lebar 1- 5,5 cm, ujung tumpul, runcing, meruncing pendek, pangkal membulat atau rompang. Tepi daun rata, bergelombang atau agak bergigi. Tangkai daun 0,5 cm sampai 1,5 cm. Permukaan daun kedua sisi gundul atau berambut halus.

    Perbungaan dengan susunan bunga majemuk cawan, 2- 7 cawan tersusun dalam susunan malai (panicula) sampai malai rata (corymb), setiap cawan mendukung 20-35 bunga, ukuran panjang 1,5- 2 cm, lebar 5-6 mm. Tangkai karangan dan tangkai bunga gundul atau berambut pendek, tangkai karangan 0,5- 0,7 cm. Brachtea involucralis dalam berbentuk garis berujung runcing atau tumpul, panjang 0,3 – 1 cm. Lebar 0,6 – 1,7 cm, gundul, ujung berwama hijau atau coklat kemerahan. Mahkota merupakan tipe tabung, panjang 1 – 1,5 cm, jingga kuningan atau jingga. Benang sari berbentuk jarum, kuning, kepala sari berlekatan menjadi satu. Buah berbentuk garis, panjang 4 – 5 mm, coklat. Daun mempunyai susunan dan fragmen yang sesuai dengan sifat anatomi keluarga tumbuhan bunga matahari (Asteraccae = Compositae).

    Waktu berbunga Januari – Desember. Di Jawa perbungaan jarang ditemukan. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa pada ketinggian 1 – 1200 m dpl, terutama tumbuh dengan baik pada ketinggian 500 m dpl. Banyak ditemukan tumbuh di selokan, semak belukar, hutan terang, dan padang rumput . Secara kultur jaringan, eksplan yang terbaik untuk penumbuhan kalus G. procumbens adalah tangkai daun yang ditaburkan. Media yang terbaik untuk penumbuhan kalus adalah media RTK yaitu media RT dengan air kelapa 10%. Pemberian kombinasi pupuk N dan P memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan hasil produksinya. Pemakaian BA 1 – 4 mg/l memberikan kondisi yang baik untuk multiplikasi tunas. Cara perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan stek batang. Pertumbuhan batang dan daun cepat sehingga dapat segera dimanfaatkan. Tanaman akan tumbuh baik pada tempat ternaungi karena helaian daun lebih tipis dan lebar, sehingga lebih enak untuk dimakan segar.

     

    Nama Lokal :
    NAMA DAERAH: — NAMA ASING: — NAMA SIMPLISIA: —

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Minyak atsiri daun Sambung nyawa yang diencerkan dengan etilasetat (1:6) dapat berefek positif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Namun E. coli tidak dihambat oleh minyak atsiri pada pengenceran yang sama secara in vitro. Pemberian ekstrak daun yang larut dalam etanol daun G. procumbens dengan dosis setara dengan 100 g dan 200 g tanaman per mencit, 2 kali seminggu selama 8 minggu, secara nyata menurunkan jumlah nodul tumor per paru, maupun prosentase mencit yang terkena tumor karena benzo(a) piren. Fraksi residu ekstrak daun G. Procumbens yang dilarutkan dalam etanol mempunyai aktivitas biologis terhadap sel vero dengan kadar hambat minimal 4026 µg/ml, terhadap sel mieloma dengan LC50 187 µg/ml. Sari daun yang larut dalam air dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus normal Sambung nyawa mengandung asparaginase dengan aktivitas spesifik 0,0175 ? 0,0080. Waktu inkubasi untuk menentukan aktivitas asparaginase Sambung nyawa adalah 40 menit. Lamanya waktu inkubasi berpengaruh terhadap aktivitas asparaginase Sambung nyawa. Selain waktu inkubasi, pH mempengaruhi aktivitas asparaginase Sambung nyawa dan aktivitas tertinggi pada pH 8,6 yaitu 1,64? 0,232 g NH3 / menit / mg protein. Toksisitas Ekstrak daun G. Procumbens yang larut dalam etanol memiliki LC50 < l000 µg/ml, (toksisitas tinggi), dan mempunyai aktivitas biologis yang hampir sama terhadap sel vero dengan kadar hambat minimal 1753 µg/ml, dan terhadap sel mieloma dengan LC50 72 g/ml. Fraksi yang larut dalam kloroform ekstrak etanol terdapat senyawa yang bersifat mutagenik. LD50 ekstrak daun sambung nyawa yang larut dalam etanol secara oral pada mencit adalah 5.556 g/kg BB . Sari daun yang larut dalam air, metanol, petroleum eter, kloroform G. Procumbens (Lour.) Merr., relatif kurang toksis terhadap larva Artemiasalina Leach. Senyawa yang larut dalam CCl3 dari ekstrak alkohol batang G. procumbens bersifat mutagenik.

    Pemanfaatan :

    KEGUNAAN DI MASYARAKAT.

    Batang tanaman Sambung nyawa sering digunakan untuk menurunkan demam. Sambung nyawa juga digunakan dalam upaya penyembuhan penyakit ginjal, disentri, infeksi kerongkongan, di samping itu digunakan pada upaya menghentikan perdarahan, mengatasi tidak datang haid dan gigitan binatang berbisa.

    Umbi untuk menghilangkan bekuan darah (haematom), pembengkakan, patah tulang, dan perdarahan setelah melahirkan.

     

    CARA PEMAKAIAN DI MASYARAKAT.

    Untuk mengatasi gigitan ular / serangga digunakan daun dan umbi tumbuhan Sambung nyawa 1 batang, kunyit sebesar telur ayam 1 biji. Kunyit dikupas, dicuci kemudian ditumbuk bersama bahan lain hingga lembut. Tempelkan pada luka dan dibalut dengan air bersih.

    Untuk mengatasi muntah darah / perdarahan rahim digunakan pohon Sambung nyawa dan umbinya 1 batang, kunyit 1 jari, kayu secang (tua) yang telah diserut 1/4 genggam. Kunyit dikupas, diiris tipis, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan air 2 gelas hingga tinggal 1 1/2 gelas. Angkat dan saring, diminum 2 kali sehari ½ gelas.

     

    Untuk penyembuhan bisul digunakan daun Sambung nyawa segar 8 gram dicuci, ditumbuk sampai lumat. Kemudian ditempelkan pada bisul.

     

    Komposisi :
    Daun mengandung 4?senyawa flavonoid, tanin, saponin, steroid (triterpenoid) . Metabolit yang terdapat dalam ekstrak yang larut dalam etanol 95% antara lain asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam p?kumarat, asam p?hidroksi benzoat. Hasil analisis kualitatif dengan metode kromatografi lapisan tipis dapat dideteksi keberadaan sterol, triterpen, senyawa fenolik (antara lain flavonoid), polifenol, dan minyak atsiri. Komponen minyak atsiri paling sedikit terdiri dari 6 senyawa monoterpen, 4 senyawa seskuiterpen, 2 macam senyawa dengan ikatan rangkap, 2 senyawa dengan gugus aldehida dan keton. Hasil penelitian dalam upaya isolasi flavonoid dilaporkan keberadaan 2 macam senyawa flavonoid yaitu bercak 1 terdiri dari 2 buah senyawa flavonol dan auron; sedangkan pada bercak 11 diduga kaemferol (suatu flavonol). Senyawa yang terkandung dalam etanol daun antara lain flavon / flavonol (3?hidroksi flavon) dengan gugus hidroksil pada posisi 4′,7 dan 6 atau 8 dengan substitusi gugus 5?hidroksi. Bila senyawa tersebut suatu flavonol, maka gugus hidroksil pada posisi 3 dalam keadaan tersubstitusi. Di samping itu diduga keberadaan isoflavon dengan gugus hidroksil pada posisi 6 atau 7,8 (cincin A) tanpa gugus hidroksil pada cincin B .

     

    4.Sambiloto;

    Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan Jawa. Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan 2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius. Kelembaban yang dibutuhkan termasuk sedang, yaitu 70-90% dengan penyinaran agak lama. Nama daerah untuk sambiloto antara lain: sambilata (Melayu); ampadu tanah (Sumatera Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura), sedangkan nama asingnya Chuan xin lien (Cina)

     

    Ciri Morfologi.

    Batang sambiloto berkayu, berpangkal bulat, berbentuk segi empat saat muda dan bulat setelah tua, percabangan monopodial, dan berwarna hijau. Daun kecil-kecil berbentuk lanset, pangkal rata, permukaan berwarna hijau tua, tepi tidak bergerigi. Bunga berwarna putih kekuningan dan bertangkai. Buah berbentuk jorong kecil, bila tua akan pecah menjadi 4 keping. Bunganya berwarna putih atau ungu dan berbunga sepanjang tahun. Buah yang dihasilkan berbentuk memanjang sampai jorong, sedang bijinya berbentuk gepeng

    Tanaman sambiloto digunakan untuk mencegah pembentukan radang, memperlancar air seni (diuretika), menurunkan panas badan (antipiretika), obat sakit perut, kencing manis, dan terkena racun. kandungan senyawa kalium memberikan khasiat menurunkan tekanan darah. Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid.

     

    5. MANFAAT Ganggang Laut Cokelat untuk MENCEGAHstroke dan Pasca Stroke;

     

    Gaya hidup sehat salah satunya dengan mengkonsumsi bahan-bahan alami yang tersedia di laut seperti ganggang laut cokelat (brown seaweed) / Rambut Malaikat (mozu) atau nano. Tumbuhan laut yang memiliki nama latin Laminaria Japonica hidup di daerah terumbu karang yang jenih dan bersih di Negara Tonga, Pasifik Selatan.

    Bertahun – tahun para ahli pengobatan Tonga telah menggunakan ekstrak Ganggang laut cokelat (brown seaweed) untuk mencegah penyakit, memperpanjang usia dan meningkatkan kesehatan secara signifikan.

    Ganggang laut cokelat (brown seaweed) banyak mengandung vitamin dan mineral yang seimbang dan bermanfaaat seperti : kalsium, magnesium, iron, copper, mangan, zin, boron dan iodine, selain itu mengandung serat, asam amino, dan B-komplex.

    Ganggang Laut Cokelat (brown seaweed) juga mengandung beberapa zat aktif, yangdapat mengurangi risiko terkena stroke akibat penyumbatan pembuluh darah, seperti:

    • Alginate, yakni serat tak larut yang berperan mengurangi kadar lemak, trigliserida serta kolesterol dalam darah, sehingga terkontrol.
    • laminarin sebagai zat anti penggumpalan darah yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
    • Iodium organik membantu mengoptimalkan fungsi tiroid untuk metabolisme tubuh lebih baik
    • Mineral koloidal yang mudah diserap oleh tubuh.
    • Kandungan lain yang berguna bagi pasien pasca stroke adalah fucoidan yaitu suatu polisakarida kompleks yang membantu memperbaiki daya ingat dan sistem motorik pasca stroke serta meregenerasi sel-sel baru untuk kesehatan menyeluruh..

    Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan pada pasien pasca stroke yang dilakukan Universias Manitoba, Winnipeg, Kanada. Hasilnya menunjukkan bahwafucoidan dalam brown seaweed mempercepat pemulihan fungsi motorik pada minggu pertama serta memperbaiki memori.

     

    Penelitian Manfaat Ganggang Laut Cokelat lainnya:

    Fucoidan dalam ganggang cokelat mampu menghambat pembentukan bekuan darah sehingga menurunkan resiko terserang penyakit jantung dan stroke(Malmo University Hospital, Swedia)

     

    Fucoidan dalam ganggang cokelat mempercepat fungsi motorik pada minggu pertama dan perbaikan memori (University of Manitoba, Winnipeg-Canada)

     

    Ganggang cokelat mengubah aktifitas enzim di liver yg mengontrol metabolisme asam lemak, sehingga menurunkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, dapat juga meningkatkan pembakaran lemak di liver (Laboratory of Lipid Chemistry, Yokohama- Jepang)

     

    Ganggang Laut cokela (brown seaweed) membantu menurunkan kadar kolesterol sebanyak 26,5% dan trigliserida sebanyak 36,1% (Cardiovascular Center di RS Sakhalin, Rusia)

    SEMOGA INFORMASI INI BERMANFA’AT UNTUK SEMUANYA: SALAM RAHAYU…………._/\_

    12 thoughts on “IRFORMASI TANAMAN HERBAL ;

    1. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    2. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    3. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    4. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    5. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    6. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    7. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    8. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    9. […] Irformasi tanaman herbal ; | "wong edan bagu" […]

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s