4. Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang pahala dan karma:

WONG EDAN BAGU.K

Oleh : Wong Edan Bagu

Semesta ini Kuciptakan dalam keteraturan sempurna sehingga ketika tiba saatnya ia berakhir, itu akan menjadi awal bagi semesta berikutnya. Untuk menjaga keteraturan itu Aku menciptakan hukum sebab akibat, hukum kerja atau karma sebagai pengatur perjalanan alam semesta ini agar tetap berada dalam siklus sempurnanya. Dengan hukum ini pula Aku mengatur segala aspek dalam kehidupan semesta seperti saat pertama ia Kuciptakan sampai tiba di akhir masanya.

Kehidupan di alam semesta selalu bergerak dalam arahan hukum aksi-reaksi, hukum karma ini. Tak ada sesuatupun dalam kehidupan ini terbebas dari hukum karma, meski kalian tidak memahami atau bahkan tidak meyakininya. Ini adalah sebuah hukum keniscayaan alam semesta. Hukum ini memastikan agar api memberi panas, air memberi basah, dan angin memberi kering. Hukum karma memastikan agar setiap makhluk mendapatkan akibat dari setiap sebab yang mereka pilih. Setiap kerja pasti akan mendatangkan hasil, sekali pun kerja itu adalah kerja diam. Kerja menciptakan hasil kerja, diam menciptakan hasil diam. Sebagaimana alam semesta meliputi seluruh ruang dan waktu yang ada, begitulah hukum ini meliputi seluruh ruang dan waktu yang membentuk alam semesta.

Dengan begitu, hukum karma ini akan memberimu pahala atau hasil dalam rentang waktu dan ruang yang tidak terbatas oleh kelahiran dan kematian. Pahala atas kerja ini terus melekat padamu sepanjang siklus semesta yang kamu jalani melalui begitu banyak kelahiran, kehidupan dan kematian. Hanya ketika jiwamu berhasil membebaskan diri dari kemelekatan atas hasil kerja, disitulah hukum kerja ini membebaskanmu dari pahala karma. Itulah saat engkau mengenal keikhlasan murni, sebuah kerja tanpa kemelekatan pada hasil. Engkau akan mencapai kebebasan kerja, bekerja dalam pikiran yang diam tanpa keinginan.

Setiap kerja yang kau lakukan pada kehidupan ini akan mendatangkan pahala pada ruang dan waktu yang tidak pasti dan sama. Pahala itu bisa datang saat ini di sini atau saat itu di sana, dan selalu menanti di masa depan kehidupan. Dan karena kehidupanmu sesungguhnya abadi, maka pahala karma bahkan bisa datang pada kehidupan masa depanmu dalam dimensi yang lain setelah kematian. Kehidupan ini sendiri memberi begitu banyak pilihan bebas untuk kamu pilih dengan kecerdasanmu. Sedangkan hukum karma bertugas memastikan agar kau mendapatkan hasil bagi setiap pilihanmu. Karena itu anakKu, berhentilah menyalahkan orang lain atas setiap hasil yang kau peroleh di kehidupan ini. Semua hasil itu tak lain adalah akibat dari pilihanmu sendiri. Aku sudah menciptakan kesempurnaan pada hukum karma, sehingga hanya aksi yang menimbulkan reaksi, hanya sebab yang dapat menimbulkan akibat.

Jika untuk sebuah akibat atau pahala yang kau alami ternyata engkau tidak mengerti dan menemukan sumber sebabnya pada dirimu, itu bukan berarti bahwa penyebab itu ada pada orang lain. Penyebab dari pahala itu tetap ada pada dirimu. Hanya saja ketidaktahuan akan rangkaian karma masa lalu telah membuatmu sulit memahaminya. Aku memahami bahwa ketidaktahuan itu terjadi karena keterbatasan pikiran sadarmu untuk mengingat setiap hal secara rinci pada semua kehidupan masa lalumu. Namun satu hal penting untuk selalu kau pahami, tak ada akibat tanpa suatu sebab. Dan akibat itu hanya akan kembali ke tempat dari mana sebabnya berasal. Pahala karmamu niscaya adalah hasil kerjamu.

Kualitas karma hanya menentukan kualitas pahala dan jumlah karma hanya menentukan jumlah pahala. Bukan kualitas karma yang menentukan jumlah pahala, bukan pula jumlah karma yang menentukan kualitas pahala. Dengan demikian setiap penyesalan tidak akan bisa menghentikan jalannya hukum karma. Penyesalan hanya membantumu menjadi lebih siap untuk menerima pahala karma dengan ikhlas, sehingga suatu pahala buruk bahkan bisa berubah menjadi sesuatu yang membahagiakan. Pikiran yang bisa mengartikan pahala dengan makna yang berbeda akan membangun suatu bentuk perasaan yang juga berbeda.

Aku tidak berhak mengurangi atau menghentikan pahala atas setiap kerja yang kau lakukan. Aku hanya bisa menemanimu menerima pahala itu dengan rasa sebagaimana yang kau harapkan. Pahala karma akan terasa seolah tidak ada manakala kesadaranmu telah ikhlas menerimanya sebagai sesuatu yang biasa dan mesti terjadi. Sebagaimana kau melakukan setiap karmamu dengan kesadaran dan ketetapan hati, begitulah semestinya kau ikhlas menerima setiap pahala dan karma itu. Hanya dengan cara ini maka kau tidak akan mudah terguncang oleh setiap pahala yang kau terima sebagai akibat dari kerjamu.

Pahala buruk tidak terlalu mengecewakanmu, pahala baik tidak pula terlalu membahagiakanmu. Bahkan ketika engkau bisa menyadari bahwa pahala yang kau terima dari hasil kerjamu itu sebenarnya adalah sebuah kerja dari makhluk lain atau dari alam semesta yang sedang dilakukan terhadapmu, maka kau akan mengerti bahwa sesungguhnya tak pernah ada pahala di alam semesta. Semua yang ada ini hanyalah kerja yang saling berkaitan satu sama lain. Alam semesta adalah serangkaian karma. Saat kau bisa melihat bahwa pahala sesungguhnya bukanlah pahala melainkan hanya sebuah kerja yang lain, maka kau akan berhenti mengharapkan pahala dari sebuah karma. Dengan kesadaran inilah kau mesti mulai bekerja hanya demi kerja itu sendiri untuk kelangsungan siklus alam semesta. Kau akan terbebas dari pahala karma. Maka, ikhlaslah dalam kerja, anakKu. Kerjamu akan menjadi pahala bagi orang lain dan pahalamu menjadi kerja bagai orang lainnya. Inilah lingkar kesempurnaan kerja alam semesta, kesempurnaan karma. Dan Aku adalah pusat dari lingkaran semesta ini. Pusat yang berada di dalam sekaligus di luar lingkaran karma itu.

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu….
Ttd: Wong Edan Bagu _/\_

2 thoughts on “4. Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang pahala dan karma:

  1. Wahyu Muttaqin mengatakan:

    ….luar biasa….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s