Apakah Tuhan itu Ada ?


Penyambutan Wisatawan mancanegara di Pedesaan Tanah Cirebon.2

Pertanyaan ini sepertinya terlalu mudah untuk Anda dijawab bukan? Saya percaya bahwa sebagian besar dari pembaca adalah orang yang beragama jadi tentu tidak akan sinting mengatakan Tuhan tidak ada. Namun apa yang akan anda lakukan kalau ada orang yang mengatakan tidak percaya?

Ribuan tahun lalu, Epicurus (341 BCE – 270 BCE) seorang filosofer dari Yunani pernah mengemukakan pendapat terkenal yang mempertanyakan tentang kekuasaan Tuhan. Sampai sekarang potongan dari pemikirannya itu masih sering dikutip oleh banyak orang, tidak terkecuali oleh mereka yang awam filsafat seperti saya sekalipun.

Berikut adalah cuplikannya :
“Tuhan mau menghapuskan kejahatan, tetapi tidak mampu. Mampu, tetapi tidak mau atau ia tidak mampu dan tidak mau.

Jikalau ia mau, tetapi tidak mampu, berarti ia lemah, hal yang tidak mungkin terjadi pada Tuhan. Jika ia mampu tapi tidak mau, berarti dia jahat. Jika tidak mau dan juga tidak mampu berarti ia jahat dan juga sekaligus lemah. Jadi satu satunya hipotesis yang paling tepat adalah dia mau dan mampu.

Namun kalau Tuhan mau dan mampu, dari mana kejahatan itu berasal? Kalau mampu mengapa Tuhan tidak menghapuskannya?”. Epicurus
Tentu saja, pertanyaan dan logika pemikir dari Epicurus tergolong kurang ajar dan berani pada masa itu. Dari catatan di masa Epicurus dan sampai sekarang, pertanyaan tentang Tuhan ini selalu memunculkan kontrofersi dan perdebatan sengit:
• Benarkah Tuhan itu ada?
• Bagaimana membuktikan bahwa Tuhan itu ada?
• Siapa yang menciptakan Tuhan ?
• Dan berbagai pertanyaan rusuh lainnya
Berbagai analogi jawaban menarik dikemukakan. Analogi tukang jam, analogi tukang cukur, analogi rakit, analogi angin topan yang bertiup di rongsokan besi tua yang akhirnya membentuk pesawat terbang dll. Intinya adalah mencoba menjelaskan bahwa segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang membuatnya yaitu Tuhan. [Untuk detail cerita silakan lakukan google search]

Scince dan agama
Sain dan agama adalah dua bidang ilmu yang terpisah. Agama adalah dogma dan kepercayaan yang mutlak harus dipercayai kebenarannya, sedangkan sains adalah kebalikannya, bebas untuk `disangkal atau didebat`. Beragam teori atau pengetahuan lama akan gugur atau direvisi ulang kalau ditemukan bukti atau penjelasan baru. Tuhan sampai saat ini tidak bisa diuji ataupun dibuktikan menurut sains sehingga Tuhan dianggap tidak ada. Tuhan bisa jadi Maha Kuasa dan ada dimana mana, tapi di semua buku dan pelajaran sains, Tuhan sampai saat ini praktis tidak boleh ada.

Tuhan dan Agama
Tuhan dan agama selama ini dianggap ibarat satu paket yang tidak dipisahkan. Membicarakan tentang agama berarti juga membahas tentang Tuhan dan sebaliknya. Tapi bagi yang pernah mempelajari agama Buddha mungkin akan menyangkalnya. Apa nama Tuhan dalam agama Buddha? Saya yakin siapapun pasti tidak akan bisa menjawabnya. Buddha adalah ajaran tentang prilaku bukan ajaran tentang Tuhan.

Tuhan dan Filsafat
Hampir sebagian besar orang terlebih lagi golongan pelajar pasti mengenal nama Karl Marx. Bagi mereka yang mempelajari ilmu jiwa pasti tahu Sigmund Freud, Kemudian bagi penggemar filsafat pasti akrab dengan nama Nietzsche dan Paul Sartre. Kesemua nama tersebut adalah ilmuwan yang terang terangan mengingkari keberadaan Tuhan. (Link selengkapnya ada disini)

Bagi kalangan agama, nama nama tersebut di atas mungkin sangat dibenci namun bagi dunia pendidikan, khususnya filsafat maka buku dan pemikiran para tokoh tersebut adalah wajib untuk dipelajari. Mereka adalah para pemikir besar pada jamannya.

Tuhan dan Teori Kentut
Tidak sengaja saya menemukan tulisan menarik dan nyeleneh tentang Tuhan disini. Menurut penulisnya Tuhan dianggap memiliki banyak persamaan dengan kentut. Perbandingan yang keterlaluan tentu saja tapi sebelum berkomentar, ada baiknya dibaca dulu penjelasan ringkasannya sebagai berikut :

Tuhan ADA tapi tidak terlihat, Kentut juga. Tuhan, tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan kehadiriannnya. Kentut juga. Namun jelas ketut tidak sama dengan Tuhan bukan? Alasannya karena kentut keberadaannya adalah sangat jelas, dari suara atau bau. Kentut juga juga jelas sumber keluarnya yaitu lewat lubang, sedangkan Tuhan adalah serba TIDAK JELAS !

Lho, apanya yang tidak jelas? Bukankah keberadaan dan sumber Tuhan adalah jelas? Kalau anda berpendapat seperti di atas, “Keberadaan Tuhan adalah jelas, nyata dan ada” berarti anda sama bodohnya dengan saya, telah terjebak oleh jawaban anda sendiri.
Tuhan haruslah tidak jelas ! Kalau jelas berarti bukan Tuhan tapi Kentut !

Sudah sangat sering saya membaca komentar atau pendapat seseorang sbb: “Saya sangat yakin Tuhan itu ada. Saya tidak melihatnya tapi bisa MERASAKANNYA”. Hmmm…. merasakannya? Dengan indra apa yang dipakai untuk merasakan Tuhan? Orang yang bijak berkata “Tuhan ada di hati”. Ha…ha…ha… Nah, semakin tidak jelas aja. Isi dompet bisa dilihat tapi isi hati?

Tuhan dan Kentut seakan merupakan sindiran bagi sebagian orang yang sering berdebat tentang Tuhan. Perdebatan yang tidak ada gunanya, ibarat orang memperebutkan kentut. Percaya ya sudah, tidak percaya ya juga udah.

Opini Penutup :
Jadi kesimpulannya Tuhan itu ada atau tidak?
Tulisan ini tidak akan membuat kesimpulan apapun. Semuanya diserahkan ke pembaca. Pertanyaan tentang Tuhan, sifatnya adalah personal jadi tidak penting untuk ditanyakan dan juga sekaligus tidak penting untuk dijawab (dengan kata kata). PRILAKU adalah merupakan jawaban yang paling jujur dan universal. Pertanyaan tentang Tuhan, saya lebih setuju dengan model jawaban ala pendeta Zen yang menjawab sebagai berikut:

“Jika kukatakan ya, kamu akan berpikir bahwa kamu mengerti tanpa berusaha memahami. Jika kukatakan tidak, aku terpaksa membantah fakta yang sudah dipahami orang banyak dengan baik.”.Zen
Kepercayaan terhadap Tuhan TIDAK otomatis membuat seseorang menjadi baik, demikian juga sebaliknya, orang yang tidak percaya pada Tuhan bukan otomatis berarti orang jahat. Perbuatan baik ataupun jahat bisa dilakukan oleh siapa saja.

Menyelusuri Jejak Tuhan:


IMG1433A

Seorang ateis mengatakan pada saya Tuhan saya adalah alam semesta, terus dia bertanya sama saya Tuhan kamu siapa? Saya menjawab “sesuatu yang mengasihi dan yang menyayangi”. Terus dia bertanya penasaran, siapakah itu ? Apakah suatu wujud yang nyata atau abstrak ? Saya jawab, yang nyata dan abstrak. Seorang agamis mengatakan pada saya Tuhan saya adalah Allah yang gaib, terus dia bertanya sama saya, Tuhan kamu siapa ? Saya menjawab percis apa yang saya katakan kepada teman saya yang ateis.

Kata Tuhan adalah symbol, entah siapa yang menciptakan nama itu, begitu juga kata Allah sama hanya symbol, juga entah siapa yang menciptakan nama itu. Bagi saya tidak terlalu penting untuk menelusuri sejarah timbulnya penamaan tersebut karena yang terpenting adalah mengetahui dengan benar essensi dari kata Tuhan atau Allah tersebut. Kenapa saya sebut Tuhan itu adalah sesuatu yang mengasihi dan menyayangi ? ya, karena dari mana lagi kita menelusuri jejak Tuhan kalau (tidak) dari segi kebaikan, masa kita menelusuri dari segi keburukan atau kejahatan.

Coba saja lihat di sekitar kita apa dan siapa itu sumber yang mengasihi dan menyayangi itu, tentu kita tidak akan pernah menyangggah sumber kasih dan sayang itu ada pada ayah dan ibu kita, juga pada alam dengan kekayaan di dalamnya ada tanah tempat berpijak, ada tumbuhan dan binatang untuk mendukung supaya manusia tetap hidup, ada udara, air, api, bulan, bintang,, matahari dll semuanya tanpa pernah kita minta dan tak peduli kita orang baik atau jahat semuanya memberikan kehidupan kepada kita tanpa pilih kasih. Sumber kasih dan sayang yang lain adalah pada diri kita sendiri sebagai manusia, tanpa ada organ tubuh, sel-sel dan roh kita tidak akan hidup sebagai manusia seutuhnya. Dengan kata lain hidup akan indah kalau kita menghargai orang tua kita, alam semesta dan diri kita sendiri kepada sesama manusia. Dari ketiga sumber itulah kita bisa menelusuri jejak Tuhan atau Allah itu.

Menelusuri siapa diri kita, maka diri kita adalah dari kedua orang tua kita, kedua orang tua kita dari kakek kita, kakek dan nenek kita dari buyut kita, buyut kita dari dst dst…sampai lah kita symbolkan dengan nama Adam, sebagai manusia pertama. Dan nama Adam pun adalah suatu symbol bukan suatu fakta sejarah. Symbol untuk bahan perenungan dan bahan pengkajian diri. Jadi siapakah orang tua sejati kita ? tak lain dia lah sang sumber kehidupan, sang sumber kasih sayang, jadi tidak salah bila dalam agama (islam) pemeluknya supaya menghormati orang terdahulu, bahkan diperintahkan untuk mengadakan hubungan telepati (tawassul) dengan para leluhur kita. Jadi jangan salahkan agama pagan (agama asli) nusantara yang mana ritual mereka kental dengan sesaji untuk menghormati roh leluhur nya.

Di dalam sejarah Islam ada peristiwa Miraj Nabi Muhammad, yang mana ketika dalam perjalanannya ke langit, sang Nabi bertemu dengan para Nabi pendahulunya seperti Ibrahim, Musa, Yusuf, Isa. Sampai sang nabi mampu berdialog (telepati) dengan mereka untuk mendapatkan bimbingan kepada dirinya supaya dia bisa menyiarkan tauhid sesuai dengan zamannya. Itulah proses menelusuri jejak Tuhan pada kedua orang tua kita, sehingga orang kristen menyebutnya sebagai Tuhan Bapa, dia yang menelusurinya disebut Anak Tuhan, Energi untuk bisa berkomunikasi dengan Bapa disebut roh kudus. Jadi sebenarnya Trinitas itu hakekatnya adalah ketunggalan, istilah sekarang ‘three in one’. Dalam Islam pun demikian ada Trintas seperti Nur Allah-Nur Muhammad dan Nur Insan, gak ada beda yang membuat seperti berbeda nyata adalah istilah belaka.

Menelusri jalur orang tua untuk menemukan sumber kasih sayang adalah jalur metafisik, sehingga jalur ini sangat tidak dipahami oleh para ateis yang selalu mengedapankan rasio dan logika tetapi sebenarnya hal ini ada di jalur agama, tetapi kenapa justru ummat beragama nya sendiri tidak percaya bahkan tidak sedikit yang menolak hal ini dengan alasan musryrik, sesat,klenik dll. Hal ini dikarenakan kebanyakan umat beragama hanya memahami agama dari ketataan menjalankan kewajiban saja belum mencapai keyakinan, karena keyakinan itu ada di wilayah metafisik. Jadi sekali-kali janganlah menjadi anak durhaka pada kedua orang tua kita, ilmu segede gunung pun tentang ketuhanan bila durhaka pada kedua orang tuanya sama saja membelakangi Tuhan. Sebaliknya bila ilmu ketuhanannnya minim tapi dia hormat dan santun kepada kedua orang tuanya berarti Tuhan masih memberikan pintu untuk menuju Nya.

Menelusuri jejak Tuhan dari alam adalah menelusuri jejak Nya dari suatu materi/ benda yang nyata. Kita bisa hidup karena makan makanan, entah itu dari hewan maupun tumbuhan juga air. Kita pernah baca siklus fotosintesa, ternyata siklus itu berbentuk lingkaran. Tumbuhan tumbuh karena adanya sinar matahari, tumbuh menjadi pepohonan, buah-buahan, sayuran kemudian dimakan oleh manusia dan hewan, kemudian hewan pun di makan oleh manusia. Begitu juga siklus air, air turun ke bumi karena adanya sinar matahari, inti nya dalam hal ini matahari adalah sumber kehidupan. Jadi tidak lah salah penganut agama shinto di Jepang menyembah matahari.

Matahari yang kita lihat ini adalah satu bintang dari milyaran bintang di langit lepas. Apakah kita harus menyembah matahari ? tentu tidak ! tapi mereka yang menyembah juga tidak salah tapi belum sempurna. karena banyak matahari-matahari yang tak terhingga di langit lepas ini. saking tidak terhingganya maka symbol Tuhan pun adalah suatu lingkaran, artinya tak bertepi ! Banyak symbol agama di dunia ini menggunakan Bintang sebagai symbolnya seperti Yahudi, Islam. Alam semesta atau jagat raya ini senantiasa memberikan kasih dan sayang nya kepada manusia tanpa pernah berhenti. Jadi menjaga, memelihara alam adalah salah satu bukti bahwa anda sudah mengenal Tuhan.

Yang ketiga menelusuri jejak Tuhan pada diri kita sendiri, inilah jalan spiritual. Karena alam jagat raya yang memberikan kehidupan pada manusia, ternyata tubuh manusia pun yang tersusun dari milyaran sel memberikan kehidupan kepada kita. Bila sel-sel yang menopang kehidupan kita terjangkiti virus/ penyakit dari luar maka kita akan mengalami sakit/ cacat/ mati. Tubuh manusia itu ibarat replika nya jagat raya, bahkan dalam Islam disebutkan berkali-kali kata-kata penting seperti : Manusia itu adalah citra Tuhan, Rasa Tuhan adalah rasa manusia, Baitullah itu di Hati manusia dan banyak lagi kalimat-kalimat yang menggugah kita untuk menerawang ke dalam diri. Hanya manusia lah yang bisa berpikir untuk menguak rahasia Tuhan, alam nyata dan abstrak. Berpikir dengan otak/ akal ini lah jalan satu-satunya manusia bisa menemukan jati dirinya. Tapi kenapa orang beragama tidak memahami hal ini ? Ya, karena dalam mengkaji ajaran agamanya hanya menggunakan hati, tidak memaksimalkan menggunakan otak untuk berpikir terus menerus.

Hati itu ibarat akar, pohon tidak akan tumbuh ke atas kalau tidak disinari matahari, disiram air. Nah untuk tumbuh ke atas supaya tidak statis itulah manusia harus menggunakan otaknya, karena ajaran agama itu sarat dengan makna simbolik/ perumpamaan termasuk kata Allah, Tuhan pun adalah suatu symbolik. Kalau kata Allah nya sudah symbolik bagaimana turunannya ke bawah ? betul juga kata para sufi ” barang siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya ” mengenal diri nya berarti pemikirannya sudah ber sumber dari dalam dirinya sudah tidak melihat lagi keluar, mengenal dirinya berarti sudah percaya pada dirinya sendiri, mengenal dirinya itu berarti pola pikirnya sudah terbebas dari doktrinitas dari luar dirinya, mengenal dirinya berarti sudah menundukkan dirinya agar berbuat selaras dengan alam semesta, selaras dengan zat kasih sayang karena dirinya bukan Tuhan melainkan bagian dari KAMI.

140 AJARAN DAN PEMIKIRAN SYEKH SITI JENAR:


No.6

140 AJARAN DAN PEMIKIRAN SYEKH SITI JENAR:
Oleh:
Kh. Toso Wiajaya. D – Djaka Tolos (Wong Edan Bagu)
Ketika dihadapkan pada peradaban baru, banyak di antara manusia yang memilih jalan yang dianggap benar. Jalan wali adalah salah satu yang mungkin bisa membawa manusia memasuki peradaban yang penuh dengan kesadaran untuk menuju Tuhan, karena jalan wali adalah jalan menuju pembebasan…..

Syekh Siti Jenar adalah salah satu wali yang memiliki ajaran dan pemikiran kontroversial. Banyak ulama melihat ajaran Beliu dari sudut pandang tasawwuf dan menjadikan persoalan yang timbul menjadi lain, karena dianggap menyesatkan tetapi justru menjadi suatu ajaran yang sudah mencapai derajat ”fana”.
Apa dan bagaimana ajaran dan pemikiran Syekh Siti Jenar yang telah menemukan ”sejati ning urip” hidup yang lahir. Apakah ajaran dan pemikiran Beliu dapat kita petik untuk bekal kehidupan atau malah menyesatkan ….

Mari kita ungkap ajaran-ajaran Beliu serta membuka misteri yang selama ini masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan,sbb:

001. …. tidak usah kebanyakan teori semu, karena sesungguhnya ingsun (saya) inilah Allah. Nyata ingsun yang sejati, bergelar Prabu Satmata, yang tidak ada lain kesejatiannya yang disebut sebangsa Allah.

002. Jika ada seseorang manusia yang percaya kepada kesatuan lain selain Allah SWT, maka ia akan kecewa karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan.

003. Allah itu adalah keadaanku, lalu mengapa kawan-kawanku sama memakai penghalang? Dan sesungguhnya aku ini adalah haq Allah pun tiada wujud dua; saya sekarang adalah Allah, nanti Allah, dzahir bathin tetap Allah, kenapa kawan-kawan masih memakai pelindung?.

004. Sebenarnya keberadaan dzat yang nyata itu hanya berada pada mantapnya tekad kita, tandanya tidak ada apa-apa, tetapi harus menjadi segala niat kita yang sungguh-sungguh.

005. Tidak usah banyak bertingkah, saya ini adalah Tuhan. Ya, betul betul saya ini adalah Tuhan yang sebenarnya, bergelar Prabu Satmata, ketahuilah bahwa tidak ada tuhan yang lain selain saya.

006. Saya ini mengajarkan ilmu untuk betul-betul dapat merasakan adanya kemanunggalan. Sedangkan bangkai itu selamanya tidak ada. Adapun yang dibicarakan sekarang adalah ilmu yang sejati yang dapat membuka tabir kehidupan. Dan lagi semuanya sama. Tidak ada tanda secara samar-samar, bahwa benar-benar tidak ada perbedaan yang bagaimanapun, saya akan tetap mempertahankan tegaknya ilmu tersebut.

007. Bahwa sesungguhnya, lafadz Allah yaitu kesaksian akan Allah, yang tanpa rupa dan tiada tampak akan membingungkan orang, karena diragukan kebenarannya. Dia tidak mengetahui akan diri pribadinya yang sejati, sehingga ia menjadi bingung. Sesungguhnya nama Allah itu untuk menyebut wakil-Nya, diucapkan untuk menyatakan yang dipuja dan menyatakan suatu janji. Nama itu ditumbuhkan menjadi kalimat yang diucapkan Muhammad Rasulullah.

008. ….. padahal sifat kafir berwatak jisim, yang akan membusuk, hancur lebur bercampur tanah. Lain jika kita sejiwa dengan Dzat Yang Maha Luhur. Ia gagah berani, Maha Sakti dalam syarak, menjelajahi alam semesta. Dia itu pangeran saya, yang mengusai dan memerintah saya, yang bersifat wahdaniyah, artinya menyatukan diri denga ciptaan-Nya. Ia dapat abadi mengembara melebihi peluru atau anak sumpit, bukan budi bukan nyawa, bukan hidup tanpa asal dari manapun, bukan pula kehendak tanpa tujuan. Dia itu yang bersatu padu dengan wujud saya. Tiada susah payah, kodrat dan kehendak-Nya, tiada kenal rintangan, sehingga pikiran keras dari keinginan luluh tiada berdaya. Maka timbullah dari jiwa raga saya kearif-bijaksanaan saya menjumpai ia sudah ada di sana.

009. Syehk Lemah Bang namaku, Rasulullah ya aku sendiri, Muhammad ya aku sendiri,Asma Allah itu sesungguhya dirilu, ya akulah yang menjadi Allah ta’ala.

010. Jika Anda menanyakan di mana rumah Tuhan, maka jawabnya tidaklah sukar. Allah berada pada Dzat yang tempatnya tidak jauh, yaitu berada dalam tubuh manusia. Tapi hanya orang yang terpilih saja yang bisa melihatnya, yaitu orang-orang suni.

011. Rahasia kesadaran kesejatian kehidupan, ya ingsun ini kesejahteraan kehidupan, engkau sejatinya Allah, ya ingsun sejatinya Allah; yakni wujud yang berbentuk itu sejati itu sejatinya Allah, sir (rahasia) itu Rasulullah, lisan (pengucap) itu Allah, jasad Allah badan putih tanpa darah, sir Allah, rasa Allah, rahasia rasa kesejatian Allah, ya ingsun (aku) ini sejatinya Allah.

012. Adanya kehidupan itu karena pribadi, demikian pula keinginan hidup itupun ditetapkan oleh diri sendiri, tidak mengenal roh, yang melestarikan kehidupan, tiada turut merasakan sakit ataupun lelah. Suka dukapun musnah karena tidak diinginkan oleh hidup. Dengan demikian hidupnya kehidupan itu berdiri sendiri.

013. Dzat wajibul maulana adalah yang menjadi pemimpin budi yang menuju ke semua kebaikan. Citra manusia hanya ada dalam keinginan yang tunggal. Satu keinginan saja belum tentu dapat dilaksanankan dengan tepat, apalagi dua. Nah cobala untuk memisahkan Dzat wajibul maulana dengan budi, agar supaya manusia dapat menerima keinginan yang lain.

014. Hyang Widi, kalau dikatakan dalam bahasa di dunia ini adalah baka bersifat abadi, tanpa antara tiada erat dengan sakit apapun rasa tidak enak, ia berada baik disana, maupun di sini, bukan ini bukan itu. Oleh tingkah yang banyak dilakukan dan yang tidak wajar, menuruti raga, adalah sesuatu yang baru.

015. Gagasan adanya badan halus itu mematikan kehendak manusia. Di manakah adanya Hyang Sukma, kecuali hanya diri pribadi. Kelilingilah cakrawala dunia, membubunglah ke langit yang tinggi, selamilah dalam bumi sampai lapisan ke tujuh, tiada ditemukan wujud yang mulia.

016. Kemana saja sunyi senyap adanya; ke Utara, Selatan, Barat, Timur dang Tengah, yang ada di sana hanya adanya di sini. Yang ada di sini bukan wujud saya. Yang ada dalam diriku adalah hampa dan sunyi. Isi dalam daging tubuh adalah isi perut yang kotor. Maka bukan jantung bukan otak yang pisah dari tubuh, laju peasat bagaikan anak panah lepas dari busur, menjelajah Mekkah dan Madinah.

017. Saya ini bukan budi, bukan angan-angan hati, bukan pikiran yang sadar, bukan niat, buka udara, bukan angin, bukan panas, dan bukan kekosongan atau kehapaan. Wujud saya ini jasad, yang akhirnya menjadi jenazah, busuk bercampur tanah dan debu. Napas saya mengelilingi dunia, tanah, api, air, dan udara kembali ke tempat asalnya, sebab semuanya barang baru bukan asli.

018. Maka saya ini Dzat sejiwa yang menyatu, menyukma dalam Hyang Widi. Pangeran saya bersifat Jalil dan Jamal, artinya Maha Mulia dan Maha Idah. Ia tidak mau sholat atas kehendak sendiri, tidak pula mau memerintah untuk shalat kepada siapapun. Adapun shalat itu budi yang menyuruh, budi yang laknat dan mencelakakan, tidak dapat dipercaya dan dituruti, karena perintahnya berubah-ubah. Perkataannya tidak dapat dipegang, tidak jujur, jika dituruti tidak jadi dan selalu mengajak mencuri.

019. Syukur kalau saya sampai tiba di dalam kehidupan yang sejati. Dalam alam kematian ini saya kaya akan dosa. Siang malam saya berdekatan dengan api neraka. Sakit dan sehat saya temukan di dunia ini. Lain halnya apabila saya sudah lepas dari alam kematian. Saya akan hidup sempurna, langgeng tiada ini dan itu.

020. Menduakan kerja bukan watak saya. Siapa yang mau mati dalam alam kematian orang kaya akan dosa. Balik jika saya hidup yang tak kekak ajal, akan langeng hidup saya, tida perlu ini dan itu. Akan tetapi saya disuruh untuk memilih hidup ayau mati saya tidak sudi. Sekalipun saya hidup, biar saya sendiri yang menetukan.

021. …….Betapa banyak nikmat hidup manfaatnya mati. Kenikmatan ini dijumpai dalam mati, mati yang sempurna teramat indah, manusia sejati adalah yang sudah meraih ilmu. Tiada dia mati, hidup selamanya, menyebutnya mati berarti syirik, lantaran tak tersentuh lahat, hanya beralih tempatlah dia memboyong kratonnya.

022. Aku angkat saksi dihadapan Dzat-KU sendiri, susungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku. Dan Aku angkat saksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-KU, susungguhny yang disebut Allah adalah ingsun (aku) diri sendiri. Rasul itu rasul-KU, Muhammad itu cahaya-KU, aku Dzat yang hidup yang tak kena mati, Akulah Dzat yang kekal yang tidak pernah berubah dalam segala keadaan. Akulah Dzat yang bijaksana tidak ada yang samar sesuatupun, Akulah Dzat Yang Maha Menguasai, Yang Kuasa dan Yang Bijaksana, tidak kekurangan dalam pegertian, sempurna terang benderang, tidak terasa apa-apa, tidak kelihatan apa-apa, hanyalah aku yang meliputi sekalian alam dengan kodrat-KU.

023. Janganlah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah keberadaan Allah. Disebut Imannya Iman.

024. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah tempat manunggalnya Allah. Disebut Imannya Tauhid.

025. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah sifatnya Allah. DisebutImannya Syahadat.

026. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kewaspadaan Allah. Disebut Imannya Ma’rifat.

027. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah menghadap Allah. Disebut Imannya Shalat.

028. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kehidupannya Allah. Disebut Imannya Kehidupan.

029. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kepunyaan dan keagungan Allah. Disebut Imannya Takbir.

030. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, sebab engkau adalah pertemuan Allah. Disebut Imannya Saderah.

031. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kesucian Allah. Disebut Imannya Kematian.

032. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, sebab engkau adalah wadahnya Allah. Disebut Imannya Junud.

033. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah bertambahnya nikmat dan anugrah Allah. Disebut Imannya Jinabat.

034. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah asma Nama Allah. Disebut Imannya Wudlu.

035. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah ucapan Allah. DisebutImannya Kalam.

036. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah juru bicara Allah. Disebut Imannya Akal.

037. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah wujud Allah, yaitu tempat berkumpulnya seluruh jagad makrokosmos, dunia akhirat, surga neraka,arsy kursi, loh kalam, bumi langit, manusia, jin, iblis laknat, malaikat, nabi, wali, orang mukmin, nyawa semua, itu berkumpul di pucuknya jantung, yang disebut alam khayal (ala al-khayal). Disebut Imannya Nur Cahaya.

038. Yang disebut kodrat itu yang berkuasa, tiada yang mirip atau yang menyamai. Kekuasannya tanpa piranti, keadaan wujudnya tidak ada baik luar maupun dalam merupakan kesatuan, yang beraneka ragam.

039. Iradat artinya kehendak yang tiada membicarakan, ilmu untuk mengetahui keadaan, yang lepas jah dari panca indra bagaikan anak gumpitan lepas tertiup.

040. Inilah maksudnya syahadat: Asyhadu berarti jatuhnya rasa, Ilaha berarti kesetian rasa, Ilallah berarti bertemunya rasa, Muhammad berartihasil karya yang maujud dan Pangeran berarti kesejatian hidup.

041. Mengertilah bahwa sesungguhnya inisyahadat sakarat, jika tidak tahu maka sakaratnya masih mendapatkan halangan, hidupnya dan matinya hanya sperti hewan.

042. Syahadat allah, allah badan lebur menjadi nyawa, nyawa lebur menjadi cahaya, cahaya lebur menjadi roh, roh lebur menjadi rasa, rasa lebur sirna kembali kepada yang sejati, tinggalah hanya Allah semata yang abadi dan terkematian. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).

043. Syahadat Ananing Ingsun, Asyhadu keberadaan-KU, La Ilaha bentuk wajahku, Ilallah Tuhanku, sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku, yaitu badan dan nyawa seluruhnya. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).

044. Syahadat Panetep Panatagana yaitu, yang menjdai bertempatnya Allah, menghadap kepada Allah, bayanganku adalah roh Muhammad, yaitu sejatinya manusia, yaitu wujudnya yang sempurna. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).

045. Kenikmatan mati tak dapat dihitung ….tersasar, tersesat, lagi terjerumus, menjadikan kecemasan, menyusahkan dalam patihnya, justru bagi ilmu orang remeh…..

046. Segala sesuatu yang wujud, yang tersebar di dunia ini, bertentangan denga sifat seluruh yang diciptakan, sebab isi bumi itu angkasa yang hampa.

047. Shalat limakali sehari adalah pujian dan dzikir yang merupakan kebijaksanaan dalam hati menurut kehendak pribadi. Benar atau salah pribadi sendiri yang akan menerima, dengan segala keberanian yang dimiliki.

048. Pada permulaan saya shalat, budi saya mencuri, pada waktu saya dzikir, budi saya melepaskan hati, menaruh hati kepada seseorang, kadang-kadang menginginkan keduniaan yang banyak, lain dengan Dzat Maha yang bersama diriku, Nah, saya inilah Yang Maha Suci, Dzat Maulana yang nyata, yang tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibayangkan.

049. Syahadat, shalat, dan puasa itu adalah amalan yang tidak diinginkan, oleh karena itu tidak perlu dilakukan. Adapun zakat dan naik haji ke Makkah, keduanya adalah omong kosong. Itu semua adalah palsu dan penipuan terhadap sesama manusia. Menurut para auliya’ bila manuasia melakukannya maka dia akan dapat pahala itu adalah omong kosong, dan keduanya adalah orang yang tidak tahu.

050. Tiada pernah saya menuruti perintah budi, bersujud-sujud di masjid mengenakan jubah, pahalanya besok saja, bila dahi sudah menjadi tebal, kepala, berbelang. Sesungguhnya hal itu tidak masuk akal. Di dunia ini semua manusia adalah sama. Mereaka semua mengalami suka duka, menderita sakit dan duka nestapa, tiada bedanya satu dengan yang lain. Oleh karena itu saya, Siti Jenar, hanya setia pada satu hal, saja, yaitu Gusti Dzat Maulana.

051. ….Gusti Dzat Maulana. Dialah yang luhur dan sangat sakti, yang berkuasa Maha Besar, lagi pula memiliki dua puluh sifat, kuasa atas segala kehendak-Nya. Dialah Maha Kuasa pangkal mula segala ilmu, Maha Mulia, Maha Indah, Maha Sempurna, Maha Kuasa, Rupa warna-nya tanpa cacat, seperti hamba-Nya. Di dalam raga manusia ia tiada tanpak. Ia sangat sakti menguasai segala yang terjadi, dan menjelajahi seluruh alam semesta, Ngindraloka.

052. Hyang Widi, wjud yang tak tampak oleh mata, mirip dengan ia sendiri, sifat-sifatnya mempunyai wujud, sperti penampakan raga yang tiada tanpak. Warnanya melambangkan keselamatan, tetapi tanpa cahaya atau teja, halus, lurus terus menerus, menggambarkan kenyataan tiada dusta, ibaratnya kekal tiada bermula, sifat dahulu yang meniadakan permulaan, karena asal diri pribadi.
053. Mergertilah bahwa sesungguhnya ini syahadat sakarat, jika tidak tahu maka sekaratnya masih mendapatkan halangan, hidupnya dan matinya hanya seperti hewan.

054. Syekh Siti Jenar mengetahui benar di mana kemusnahan anta ya mulya, yaitu Dzat yang melanggengkan budi, berdasarkan dalil ramaitu, ialah dalil yang dapat memusnahkan beraneka ragam selubung, yaitu dapat lepas bagaikan anak panah, tiada dapat diketahui di mana busurnya. Syari’at, tarekat, hakekat, dan ma’rifat musnah tiada terpikirkan. Maka sampailah Syekh Siti Jenar di istana sifat yang sejati.

055. Kematian ada dalam hidup, hidup ada dalam mati. Kematian adalah hidup selamanya yang tidak mati, kembali ke tujuan dan hidup langgeng selamanya, dalam hidup ini adalah ada surga dan neraka yang tidak dapat ditolak oleh manusia. Jika manusia masuk surga berarti ia senang, bila manusia bingung, kalut, risih, muak, dan menderita berarti ia masuk neraka. Maka kenikmatan mati tak dapat dihitung.

056. Hidup itu bersifat baru dan dilengkapi dengan panca indera. Panca indera ini merupakan barang pinjaman, yang jika sudah diminta oleh yang mempunyai, akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis. Oleh karena itu panca indera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup. Demikian pula budi, pikiran, angan-angan dan kesadaran, berasal dari panca indera, tidak dapat dipakai sebagai pegangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa, tidur dan sering kali tidak jujur. Akal itu pula yang siang malam mengajak kita berbuat dengki, bahkan merusak kebahagiaan orang lain. Dengki juga akan menimbulkan kejahatan, kesombongan yang pada akhirnya membawa manusia ke dalam kenistaan dan menodai citranya. Kalau sudah sampai sedemikian parahnya manusia biasanya baru menyesali perbuatannya.

057. Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging, urat, tulang, dan sumsum busa rusak dan bagaimana cara Anda memperbaikinya. Biarpun bersembahyang seribu kali setiap barinya akhirnya mati juga. Meskipun badan Anda, Anda tutupi akhirnya kena debu juga. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan, apakah para wali dapat membawa pulang dagingnya, saya rasa tidak dapat. Alam semesta ini adalah baru. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru.

058. Segala sesuatu yang terjadi di alam ini pada hakikatnya adalah perbuatan Allah. Berbagai hal yang dinilai baik maupun buruk pada hakikatnya adalah dari Allah juga. Jadi sangat salah besar bila ada yang menganggap bahwa yang baik itu dari Allah dan yang buruk adalah dari selain Allah. Oleh karena itu Af’al allah harus dipahami dari dalam dan dari luar diri manusia. Misalnya saat manusia menggoreskan pensil, di situlah terjadi perpaduan dua kemampuan kodrati yang dipancarkan oleh Allah kepada makhluk-Nya, yaitu kemampuan gerak pensil. Tanah yang terlempar dari tangan seseorang itu adalah berdasar kemampuan kodrati gerak tangan seseorang, ”maksudnya bukanlah engkau yang melempar, melainkan allah yang melempar ketika engkau melempar.

059. Di dunia ini kita merupakan mayat-mayat yang cepat juga akan menjadi rusak dan bercampur tanah. Ketahuilah juga bahwa apa yang dinamakan kawulo-gusti tidak berkaitan dengan seorang manusia biasa seperti yang lain-lain. Kawulo dan Gusti itu sudah ada dalam diriku, siang dan malam tidak dapat memisahkan diriku dari mereka. Tetapi hanya untuk saat ini nama kawula-gusti itu belaku, yakni selama saya mati. Nanti kalau saya sudah hidup lagi, gusti dan kawulo lenyap, yang tinggal hanya hidupku sendiri, ketentraman langgeng dalam Anda sendiri. Bial kamu belum menyadari kata-kataku, maka dengan tepat dapat dikatakan bahwa kamu masih terbenam dalam masa kematian. Di sini memang terdapat banyak hihuran macam warna. Lebih banyak lagi hal-hal yang menimbulkan hawa nafsu. Tetapi kau tidak melihat, bahwa itu hanya akibat panca indera. Itu hanya impian yang sama sekali tidak mengandung kebenaran dan sebentar lagi akan cepat lenyap. Gilalah orng yang terikat padanya. Saya tidak merasa tertarik, tak sudi tersesat dalam kerajaan kematian, satu-satunya yang ku usahakan ualah kembali kepada kehidupan.

060. Bukan kehendak, angan-angan, bukan ingatan, pikir atau niat, hawa nafsupun bukan, bukan juga kekosongan atau kehampaan, penampilanku bagai mayat baru, andai menjadi gusti jasadku dapat busuk bercampur debu, napsu terhembus ke segala penjuru dunia, tanah, api, air kembali sebagai asalnya, yaitu kembali menjadi baru.

061. Bumi, langit dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh manusia. Manusialah yang memberi nama. Buktinya sebelum saya lahir tidak ada.

062. Sesungguhnya pada hakikatnya tidak ada perbedaan antara ajaran Islam dengan Syiwa Budha. Hanya nama, bahasa, serta tatanan yang berbeda. Misalnya dalam Syiwa Budha dikenal Yang Maha Baik dan Pangkal Keselamatan, sementara dalam Islam kita mengenal Allah al Jamal dan as Salam. Jika Syiwa dkenal sebagai pangkal penciptaan yang dikenal dengan Brahmana maka dalam Islam kita mengenal al Khaliq. Syiwa sebagai penguasa makhluk disebut Prajapati, maka dalam Islam kita mengenal al Maliku al Mulki. Jika Syiwa Maha Pemurah dan Pengasih disebut Sankara, maka dalam Islam kita mengena ar-Rahman dan ar-Rahim.

063. Kehilangan adalah kepedihan. Berbahagialah engkau, wahai musafir papa, yang tidak memiliki apa-apa maka tidak akan pernah kehilangan apa-apa.

064. Jika engkau kagum kepada seseorang yang engkau anggap Wali Allah, jangan engkau terpancang pada kekaguman akan sosok dan perilaku yang diperbuatnya. Sebab saat seseorang berada pada tahap kewalian, maka keberadaab dirinya sebagi manusia telah lenyap, tenggelam ke dalam al Waly.

065. Kewalian bersifat terus menerus, hanya saja saat tenggelam dalam al Waly. Berlangsungnya Cuma beberapa saat. Dan saat tenggelam ke dalam al Waly itulah sang wali benar-benar menjadi pengejawantahan al Waly. Lanaran itu sang wali memiliki kekeramatan yang tidak bisa diukur dengan akal pikiran manusia, dimana karamah itu sediri pada hakekatnya pengejawantahan al Waly. Dan lantaran itu pila yang dinamakan karamah adalah sesuatu diluar kehendak sang wali pribadi. Semua itu semata-mata kehendak-Nya mutlak.

066. Kekasih Allah itu ibarat cahaya. Jika ia berada di kejahuan, kelihatan sekali terangnya. Namun jika cahaya itu didekatkan ke mata, mata kita akan silau dan tidak bisa melihatnya dengan jelas. Semakin dekat cahaya itu kemata maka kita akan semakin buta tidak bisa melihatnya.

067. Engkau bisa melihat cahaya kewalian pada diri seseorang yang jauh darimu. Nemun engkau tidak bisa melihat cahaya kewalian yang memancar dari diri orang-orang yang terdekat denganmu.

068. Saya hanya akan memberi sebuah petunjuk yang bisa digunakan untuk meniti jembatam (shiratal mustaqim) ajaib ke arahnya. Saya katakan ajaib karena jembatan itu bisa menjauhkan sekaligus mendekatkan jarak mereka yang meniti dengan tujuan yang hendak dicapai.

069. Bagi kalangan awan, istighfar lazimnya dipahami ebagai upaya memohon ampun kepada Allah sehingga mereka memperoleh pengampunan. Tetapi bagi para salik, istighfar adalah upaya pembebasan dari belenggu kekakuan kepada Allah sehingga memperoleh ampun yang menyingkap tabir ghaib yang menyelubungi manusia. Sesungguhnya di dalam asma al Ghaffar terangkum makna Maha Pengampun dan juga Maha menutupi, Maha Menyembunyikan dan Maha Menyelubungi.

070. Semua itu terika itu benar, hanya nama dan caranya saja yang berbeda. Justru ”cara” itu menjadi salah dan sesat ketika sang salik melihat menilai terlalu tinggi ”cara” yang diikutinya sehinga menafikan ”cara” yang lain.

071. Semua rintangan manusia itu berjumlah tujuh, karena kita adalah makhluk yang hidup di atas permukaan bumi. Allah membentangkan tujuh lapis langit yang kokoh di atas kita, sebagaimana bumipun berlapis tujuh, dan samuderapun berlapis tujuh. Bahkan neraka berlapis tujuh. Tidakkah anda ketahui bahwa suragapun berjumlah tujuh. Tidakkah Anda ketahui bahwa dalam beribadaaah kepada Allah manusia diberi piranti tujuh ayat yang diulang-ulang dari Al-Quran untuk menghubungkang dengan-Nya? Tidakkah Anda sadari bahwa saat Anda sujud anggota badan Anda yang menjadi tumpuan?

072. Di dunia manusia mati. Siang malam manusia berpikir dalam alam kematian, mengharap-harap akan permulaan hidupnya. Hal ini mengherankan sekali. Tetapi sesungguhnya manusia di dunia ini dalam alam kematian, sebab di dunia ini banyak neraka yang dialami. Kesengsaraan, panas, dingin, kebingungan, kekacauan, dan kehidupan manusia dalam alam yang nyata.

073. Dalam alam ini manusia hidup mulia, mandiri diri pribadi, tiada diperlukan lantaran ayah dan ibu. Ia beberbuat menurut keingginan sendiri tiada berasal dari angin, air tanah, api, dan semua yang serba jasad. Ia tidak menginginkan atau mengaharap-harapkan kerusakan apapun. Maka apa yang disebut Allah ialah barang baru, direka-reka menurut pikiran dan perbuatan.

074. Orang-orang muda dan bodoh banyak yang diikat oleh budi, cipta iblis laknat, kafir, syetan, dan angan-angan yang muluk-muluk, yang menuntun mereka ke yang bukan-bukan. Orang jatuh ke dalam neraka dunia karena ditarik oleh panca indera, menuruti nafsu catur warna : hitam, merah, kuning, serta putih, dalam jumlah yang besar sekali, yang masuk ke dalam jiwa raganya.

075. Saya merindukan hidup saya dulu, tatkala saya masih suci tiada terbayangkang, tiada kenal arah, tiada kenal tempat, tiada tahu hitam, merah, putih, hijau, biru dan kuning. Kapankah saya kembali ke kehidupan saya yang dulu? Kelahiranku di dunia alam kematian itu demikian susah payahnya karena saya memiliki hati sebagai orang yang mengandung sifat baru.

076. Kelahiranku di dunia kematian itu demikian susah payahnya karena saya memiliki hati sebagai orang yang mengandung sifat baru.

077. Keinginan baru, kodrat, irodat, samak, basar dan ngaliman )’aliman). Betul-betul terasa amat berat di alam kematian ini. Panca pranawa kudus, yaitu lima penerangan suci, semua sifat saya, baik yang dalam maupun yang luar, tidak ada yang saya semuanya iti berwujud najis, kotor dan akan menjadi racun. Beraneka ragam terdapat tersebut dalam alam kematian ini. Di dunia kematian, manusia terikat oleh panca indera, menggunakan keinginan hidup, yang dua puluh sifatnya, sehingga saya hampir tergila-gila dalam dan kematian ini.

078. Hidup itu bersifat baru dan dilengkapi dengan panca indera. Panca indera ini merupakan barang pinjaman, yang jika sudah diminta oleh yang mempunyai, akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis, oleh karena itu panca indera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup. Demikian pula budi, pikiran, angan-angan dan kesadaran, berasal dari panca indera, tidak dapat dipakai sebagai pandangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa, tidur dan sering kali tidak jujur. Akal itu pula yang siang malam mengajak kita berbuat dengki, bahkan merusak kebahagian orang lain. Dengki juga akan menimbulkal kejahatan, kesombongan yang pada akhirnya membawa manusia ke dalam kenistaan dan menodai citranya. Kalau sudah samapai sedemikian parahnya manuasia biasanya baru menyesali perbuatannya.

079. Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging, urat, sungsum, bisa merusak dan bagaimana cara anda memperbaikinya. Biarpun bersembahyang seribu kali tiap harinya akhirnya mati juga. Meskipun badan anda, anda tutupi akhirnya kena debu juga. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan, apakah para wali dapat membawa pulang dagingnya, saya rasa tidak dapat. Alam semesta ini adalah baru. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru.

080. mayat-mayat berkeliaran kemana-mana, ke Utara dan ke Timur, mencari makan dan sandang yang bagus dan permata serta perhiasan yang berkilauan, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah mayat-mayat belaka. Yang naik kereta, dokar atau bendi itu juga mayat, meskipun seringkali ia berwatak keji terhadap sesamanya.

081. Orang yang dihadapi oleh hamba sahayanya, duduk di kursi, kaya raya, mempunyai tanah dan rumah yang mewah, mereka sangat senang dan bangga. Apakah ia tidak tahu, bahwa semua benda yang terdapat di dunia akan musnah menjadi tanah. Meskipun demikia ia bersifat sombong lagi congkak. Oh, berbelas kasihan saya kepadanya. Ia tidak tahu akan sifat-sifat dan citra dirinya sebagai mayat. Ia merasa dirinya yang paling cukup pandai.

082. Di alam kematian ada surga dan neraka, dijumpai untung serta sial. Keadaan di dunia seperti ini menurut Syekh Siti Jenar, sesuai dengan dalil Samarakandi ”al mayit pikruhi fayajitu kabilahu” artinya Sesungguhnya orang yang mati, menemukan jiwa raga dan memperoleh pahala surga serta neraka.

083. ”Keadaan itulah yang dialami manusia sekarang” demikian pendapat Syekh Siti Jenar, yang pada akhirnya Siti Jenar siang malam berusaha untuk mensucikan budi serta menguasai ilmu luhur dengan kemuliaan jiwa.

084. Di alam kematian terdapat surga dan neraka, yakni bertemu dengan kebahagian dan kecelakaan, dipenuhi oleh hamparan keduniawian. Ini cocok dengan dalil Samarakandianalmayit pikutri, wayajidu katibahu. Sesungguhnya orang mati itu akan mendapatkan raga bangkainya, terkena pahala surga serta neraka.

085. Surga neraka tidaklah kekal dan dapat lebur, ataupun letaknya hanya dalam rasa hati masing-masing pribadi, senang puas itulah surga, adapun neraka ialah jengkel, kecewa dalam hati. Bahwa surga neraka terdapat dia akhirat. Itulah hal yang semata khayal tidak termakan akal.

086. Sesungguhnya, meurut ajaran Islam pun, surga dan neraka itu tidak kekal. Yang menganggap kekal surga neraka itu adalah kalangan awam. Sesungguhnya mereka berdua wajib rusak dan binasa. Hanya Allah Dzat yang wajib abadi, kekal, langgeng, dan azali.

087. Sesungguhnya, tempat kebahagian dan kemulian yang disebut swarga oleh orang-orang Hindu-Budha, di dalam Islam disebut dengan nama Jannah (taman), yang bermakna tempat sangat menyenangkan yang di dalamnya hanya terdapat kebahagian dan kegembiraan. Hampir mirip dengan swarga yang dikenal di dalam Syiwa-Budha, di dalam Islam dikenal ada tujuh surga besar yang disebut ’alailliyyin,al-Firdaus, al-Adn, an-Na’im, al-Khuld, al-Mawa, dan Darussalam. Di surga-surga itulah amalan orang-orang yang baik ditempatkan sesuai amal ibadahnya selam hidup di dunia.

088. Sementara itu, tidak berbeda dengan ajaran Syiwa-Budha yang meyakini adanya Alam Bawah, yaitu neraka yang bertingkat-tingkat dan jumlahnya sebanyak jenis siksaan, Islam pun mengajarkan demikian. Jika dalam ajaran Syiwa-Budha dikenal ada tujuh neraka besar yaitu,Sutala, Wtala, Talata, Mahatala, Satala, Atala, dan Patala. Maka dalam Islam juga dikenal tingkatan neraka yaitu, Jahannam, Huthama, Hawiyah, Saqar, Jahim, dal Wail.

089. Sebetulnya yang disebut awal dan akhir itu berda dalam cipta kita pribadi, seumpama jasad di dalam kehidupan ini sebelum dilengkapi dengan perabot lengkap, seperti umur 60 tahun, disitu masih disebut sebagai awal, maka disebut masyriq (timur) yang maknanya mengangkat atau awal penetapan manusia, serta genapnya hidup.

090. Yang saya sebut Maghrib (Barat) itu penghabisan, maksudnya saat penghabisan mendekati akhir, maksudnya setelah melali segala hidup di dunia. Maka, sejatinya awal itu memulai, akhir mengakhiri. Jika memang bukan adanya zaman alam dunia atau zaman akhirat, itu semua masih dalam keadaan hidup semua.

091. Untuk keadaan kematian saya sebut akhirat, hanyalah bentuk dari bergantinya keadaan saja. Adapun sesungguhnya mati itu juga kiamat. Kiamat itu perkumpulan, mati itu roh, jadi semua roh itu kalau sudah menjadi satu hanya tinggal kesempurnaannya saja.

092. Moksanya roh saya sebut mati, karena dari roh itu terwujud keberadaan Dzat semua, letaknya kesempurnaan roh itu adalah musnahnya Dzat. Akan tetapi bagi penerapan ma’rifat hanya yang waspada dan tepat yang bisa menerapkan aturannya. Disamping semua itu, sesungguhnya semuanya juga hanya akan kembali kepada asalnya masing-masing.

093. Ketahuilah, bahwa surga dan neraka itu dua wujud, terjadinya dari keadaan, wujud makhluk itu dari kejadian. Surga dan neraka sekarang sudah tampak, terbentuk oleh kejadian yang nyata.

094. Saya berikan kiasan sebagai tanda bukti adanya surga, sekarang ini sama sekali berdasarkan wujud dan kejadian di dunia. Surga yang luhur itu terletak dalam perasaan hati yang senang. Tidak kurang orang duduk dalam kereta yang bagus merasa sedih bahkan menangis tersedu-sedu, sedang seorang pedagang keliling berjalan kaki sambil memikul barang dangangannya menyanyi sepanjang jalan. Ia menyanyikan berbagai macam lagu dengan suara yang terdengar mengalun merdu, sekalipun ia memikul, menggendong, menjinjing atau menyunggi barang dagangannya pergi ke Semarang. Ia itu menemukan surganya, karena merasa senang dan bahagia. Ia tidur di rumah penginapan umum, berbantal kayu sebagai kalang kepala, dikerumuni serangga penghisap darah, tetapi ia dapat tidur nyenyak.

095. Orang disurga segala macam barang serba ada, kalau ingin bepergian serba enak, karena kereta bendi tersedia untuk mondar-mandir kemana saja. Tetapi apabila nerakanya datang, menangislah ia bersama istri atau suaminya dan anak-anaknya.

096. Manusia yang sejati itu ialah yang mempunyai hak dan kekuasaan Tuhan yang Maha Kuasa, serta mandiri diri pribadi. Sebagai hamba ia menjadi sukma, sedang Hyang Sukma menjadi nyawa. Hilangnya nyawa bersatu padu dengan hampa dan kehampaan ini meliputi alam semesta.

097. Adanya Allah karena dzikir, sebab dengan berdzikir orang menjadi tidak tahu akan adanya Dzat dan sifat-sifatnya. Nama untuk menyebut Hyang Manon, yaitu Yang Maha Tahu, menyatukan diri hingga lenyap dan terasa dalam pribadi. Ya dia ya saya. Maka dalam hati timbul gagagasan, bahwa ia yang berdzikir menjadi Dzat yang mulia. Dalam alam kelanggengan yang masih di dunia ini, dimanapun sama saja, hanya manusia yang ada. Allah yang dirasakan adanya waktu orang berdzikir, tidak ada, jadi gagasan yang palsu, sebab pada hakikatnya adanya Allah yang demikian itu hanya karena nama saja.

098. Manusia yang melebihi sesamanya, memiliki dua puluh sifat, sehingga dalam hal ini antara agama Hindu-Budha Jawa dan Islam sudah campur. Di samping itu roh dan nama sudah bersatu. Jadi tiada kesukaran lagi mengerti akan hal ini dan semua sangat mudah dipahami.

099. Manusia hidup dalam alam dunia ini hanya mengadapai dua masalah yang saling berpasangan, yaitu baik buruk berpasangan dengan kamu, hidup berjodoh dengan mati, Tuhan berhadapan dengan hambanya.

100. Orang hidup tiada mersakan ajal, orang berbuat baik tiada merasakan berbuat buruk dan jiwa luhur tiada bertempat tinggal. Demikianlah pengetahuan yang bijaksana, yang meliputi cakrawala kehidupan, yang tiada berusaha mencari kemuliaan kematian, hidup terserah kehendak masing-masing.

101. Keadaan hidup itu berupa bumi, angkasa, samudra dan gunung seisinya, semua yang tumbuh di dunia, udara dan angin yang tersebar di mana-mana, matahari dan bulan menyusup di langit dan keberadaan manusia sebagai yang terutama.

102. Allah bukan johor manik, yaitu ratna mutu manikam, bukan jenazah dan rahasia yang gaib. Syahadat itu kepalsuan.

103. akhirat di dunia ini tempatnya. Hidup dan matipun hanya didunia ini.

104. Bayi itu berasal dari desakan. Setelah menjadi tua menuruti kawan. Karena terbiasa waktu kanak-kanak berkumpul dengan anak, setelah tua berkumpul dengan orang tua. Berbincang-bincanglah mereka tentang nama sunyi hampa, saling bohong membohongi, meskipun sifat-sifat dan wujud mereka tidak diketahui.

105. Takdir itu tiada kenal mundur, sebab semuanya itu ada dalam kekuasaan Yang Murba Wasesa yang menguasai segala kejadian.

106. Orang mati tidak akan merasakan sakit, yang merasakan sakit itu hidup yang masih mandiri dalam raga. Apabila jiwa saya telah melakukan tugasnya, maka dia akan kembali ke alam aning anung, alam yang tentram bahagia, aman damai dan abadi. Oleh karena itu saya tidak takut akan bahaya apapun.

107. Menurut pendapat saya. Yang disebut ilmu itu ialah segala sesuatu yang tidak kelihatan oleh mata.

108. Mana ada Hyang Maha Suci? Baik di dunia maupun di akhirat sunyi. Yang ada saya pribadi. Sesungguhnya besok saya hidup seorang diri tanpa kawan yang menemani. Disitulah Dzatullah mesra bersatu menjadi saya.

109. Karena saya di dunia ini mati, luar dlam saya sekarang ini, yang di dalam hidupku besok, yang di luar kematianku sekarang.

110. Orang yang ingin pulang ke alam kehidupan tidak sukar, lebih-lebih bagi murid Siti Jenar, sebab ia sudah paham dengan mengusai sebelumnya. Di sini dia tahu rasanya di sana, di sana dia tahu rasanya di sini.

111. Tiada bimbang akan manunggalnya sukma, sukma dalam kehingan, tersimpan dati sanubari, terbukalah tirai, tak lain antara sadar dan tidur, ibarat kaluar dari mimpi, menyusupi rasa jati.

112. Manusia tidak boleh memiliki daya atau keinginan yang buruk dan jelek.

113. Manusia tidak boleh berbohong.

114. Manusia tidak boleh mengeluarkan suara yang jorok, buruk, saru, tidak enak didengar, dan menyakiti orang lain.

115. Manusia tidak boleh memakan daging (hewan darat, udara ataupun air).

116. Manusia tidak boleh memakan nasi kecuali yang terbuat dari bahan jagung.

117. Manusia tidak boleh mengkhianati terhadap sesama manusia.

118. manusia tidak boleh meminum air yang tidak mengalir.

119. Manusia tidak boleh membuat dengki dan iri hari.

120. Manusia tidak boleh membuat fitnah.

121. Manusia tidak boleh membunuh seluruh isi jagad.

122. manusia tidak boleh memakan ikan atau daging dari hewan yang rusuh, tidak patut, tidak bersisik, atau tidak berbulu.

123. Bila jiwa badan lenyap, orang menemukan kehidupan dalam sukma yang sungguh nyata dan tanpa bandingan. Ia dapat diumpamakan dengan isinya buah kamumu. Pramana menampilkannya manunggal dengan asalnya dan dilahirkan olehnya.

124. tetapi yang kau lihat, yang nampaknya sebagai sebuah boneka penuh mutiara bercahaya indah, yang memancarkan sinar-sinar bernyala-nyala, itu dinamakan pramana. Pramana itu kehidupan badan. Ia manunggal dengan badan, tetapi tidak ambail bagian dalam suka dan dukanya. Ia berada di dalam badan.

125. Tanpa turut tidur dan makan tanpa menderita kesakitan atau kelaparan. Bila ia terpisah dari badan, maka badan ikut tertinggal tanpa daya, lemah. Pramana itulah yang mampu mengemban rasa, karena ia dihidupi oleh sukma. Kepadanya diberi anugrah mengemban kehidupan yang dipandang sebagai rahasia rasa nya Dzat.
126. Penggosokan terjadi karena digerakkan oleh agin. Dari kayu yang menjadi panas muncullah asap, kemudian api. Api maupun asap keluar dari kayu. Perhatikanlah saat permulaan segala sesuatu, segala yang dapat diraba dengan panca indera, keluar dari yang tidak kelihatan tersembunya…..

127. Ada orang yang menyepi dipantai. Mereka melakukan konsentrasi di tepi laut. Buka dua hal yang mereka pikirkan. Hanya Pencipta semesta alam yang menjdai pusat perhatiannya. Karena kecewa belum dapat berjumpa dengan-Nya, maka mereka lupa makan dan tidur.

128. Badan jasmani disebut cermin lahir, karena merupakan cermin jauh dari apa yang dicari dalam mencerminkan wajah dia yan ber-paes. Cermin batin jauh lebih dekat.

129. Siang malam terus menerus mereka lakukan shalat. Dengan tiada hentinya terdengarlah pujian dan dzikir mereka. Dan kadang mereka mencari tempat lain dan melakukan konsentrasi di kesunyian hutan. Luar biasalah usaha mereka, hanya Penciptalahyang menjadi pusat pandangannya.

130. Badan cacat kita cela, keutamaan kerendahan hati kita puji, tetapi keadaan kita ialah digerakkan dan didorong olek sukma. Tetapi sukma tidak tampak, yang nampak hanya adan.

131. Cermin batin itu bukanlah cermin yang dipakai orang-orang biasa. Cermin ini sangat istemewa, karena mendekati kenyataan. Bila kau mengetahui badan yang sejati itulah yang dinamakan kematian terpilih.

132. Bila engkau melihat badanmu, Aku turut dilihat … Bila kau tidak memandang dirimu begitu, kau sungguh tersesat.

133. Sukma tidak jauh dari pribadi. Ia tinggal di tempat itu jua. Ia jauh kalau dipandang jauh, tetapi dekat kalau dianggap dekat. Ia tidak kelihatan, karean antara Dia dan manusia terdapat kekuadaan-Nya yang meresapi segala-galanya.

134. Hyang Sukma Purba menyembunyikan Diri terhadap peglihatan, sehingga ia lenyap sama sekali dan tak dapat dilihat. Kontemplasi terhadap Dia yang benar lenyap dan berhenti. Jalan untuk menemukan-Nya dilacak kembali dari puncak gunung.

135. Tetapi Hyang Sukma sendiri tidak dapat dilihat. Cepat orang turun dari gunung dan dengan seksama orang melihat ke kiri ke kanan. Namun Dia tidak ditemukan, hati orang itu berlalu penuh duka cita dan kerinduan.

136. Hendaklah waspada terhadap penghayatan roroning atunggil agar tiada ragu terhadap bersatunya sukma, pengahayatan ini terbuka di dalam penyepian, tersimpan di dalam kalbu. Adapun proses terungkapnya tabir penutup alam gaib, laksana terlintasnya dlam kantuk bagi orang yang sedang mengantuk. Penghayatan gaib itu datang laksana lintasan mimpi. Sesungguhnya orang yang telah menghayati semacam itu berarti telah menerima anugrah Tuhan. Kembali ke alam sunyi. Tiada menghiraukan kesenangan duniawi. Yang Maha Kuasa telah mencakup pada dirinya. Dia telah kembali ke asal mulanya…..

137. Mati raga orang-orang ulama yang mengundurkan diri di dalam kesunyian hutan ialah hanya memperhatikan yang satu itu tanpa membiarkan pandangan mereka menyinpang. Mereka tidak menghiraukan kesukaran tempat tinggal mereka hanya Dialah yang melindungi badan hidup mereka yang diperlihatkan. Tak ada sesuatu yang lain yang mereka pandang, hanya Sang Penciptalah yang mereka perhatikan.

138. Yang menciptakan mengemudi dunia adalah tanpa rupa atau suara. Kalbu manusia yang dipandang sebagai wisma-Nya. Carilah Dia dengan sungguh-sungguh, jangan sampai pandanganmu terbelah menjadi dua. Peliharalah baik-baik iman kepercayaanmu dan tolaklah hawa nafsumu.

139. Bila kau masih menyembah dan memuji Tuhan dengan cara biasa, kau baru memiliki pengetahuan yang kurang sempurna. Jangan terseyum seolah-olah kau sudah mengerti, bila kau belum mengetahui ilmu sejati. Itu semua hanya berupa tutur kata. Adapun kebenaran sejati ialah meninggalkan sembah dan pujian yang diungkapkan dengan kata-kata.

140. Sembah dan puji sempurna ialah tidak memandang lagi adanya Tuhan, serta mengenai adanya sendiri tidak lagi dipandang. Papan tulis dan tulisan sudah lebur, kualitas tak ada lagi. Adamu tak dapat diubah. Lalu apa yang masih mau dipandang. Tiadak ada lagi sesuatu. Maklumilah.
Petuah kuno tentang “ilmu”

Pupuh Sinom yang diambil dari serat Wédhatama karya KGPA Mangkunegara IV sebuah petuah tentang ilmu…… (nanti secara lengkap dan bertahap akan saya lengkapi dengan pupuh yang lain), petuah tentang ilmu tersebut dituliskan bersama terjemahan bebasnya kurang lebih berbunyi seperti ini :

Pupuh Pucung

1.
Ngelmu iku
Kalakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budya pangekese dur angkara

…………. diartikan secara bebas

Ilmu itu didapatnya berdasarkan mencari dan berusaha,
Karena sebuah proses itu yang menciptakan kekuatan dari ilmu….
Sebab sebuah proses itu dapat menghilangkan keangkara murkaan terhadap penguasaan ilmu tersebut

2.
Angkara gung
Neng angga-anggung gumulung
Gogolonganira
Tri loka lekere kongsi
Yen den umbar ambabar dadi rubeda

…………. diartikan secara bebas

Sebuah keserakahan itu sifatnya merasa selalu kurang, sekali terlibat akan terus membesar sampai sampai menutup semua hal… pikiran, perasaan dan harapan tertutupi dengan keserakahan, apabila diterus teruskan akan menyebabkan sebuah permasalahan yang sangat besar

3.
Beda lamun
Wus sengsem rehing asamun
Semune ngaksama
Sesamane bangsa sisip
Sarwa sareh saking mardi martotama

…………. diartikan secara bebas

Berbeda dengan yang telah berpengalaman dalam hal proses…
Selalu memahami dan menimbang nimbang segala hal dengan baik, selalu memperhatikan dengan seksama tentang segala hal, selalu sabar dan menjaga agar tidak lepas dari sebuah jalan keutamaan

4.
Taman limut
Durgameng tyas kang weh limput
Kerem ing karamat
Karana karoban ing sih
Sihing suksma ngrebda saardi gengira

…………. diartikan secara bebas

Bila terkena sebuah perasaan senang yang berlebihan, kadang mengalami perasaan lupa, sebab sebuah ilmu itu pada dasarnya menyenangkan (dapat mempermudah segala hal)
Akan tetapi karena memperhatikan dengan seksama, cermat disertai rasa cinta pada sesama mahluk, maka perasaan senang yang berlebihan itu dapat dikendalikan

5.
Yeku patut
Timulad-tulad timurut
Sapituduhira
Aja kaya jaman mangkin
Keh pra mudha mundhi dhiri rapal makna

…………. diartikan secara bebas

Yaitu yang harus dijadikan contoh dan ditiru semua orang yang mempelajari ilmu seperti anda, jangan seperti jaman sekarang… banyak pemuda pemudi yang hanya membaca segala hal kemudian tanpa diselami dan dipahami tetapi sudah dipercaya (bahasa keren nya “textbooks thinking” gituu hlo…)

6.
Nora weruh
Rosing rasa kang rinuruh
Lumeketing angga
Anggere padha marsudi
Kana-kene kahanane nora beda

…………. diartikan secara bebas

Tidak pernah tau sebuah perasaan rasa yang tenang (suci atau damai) yang selalu ada dalam tubuh manusia……
Padahal, apabila mau berusaha untuk mencari, dimana saja tetap sama tidak peduli dimana pun tempatnya…

7.
Uger lugu
Denta mrih pralebdeng kalbu
Yen Kabul kabuki
Ing drajad kajating urip
Kaya kang wus winahya sekar Sri Nata
Ada-Ada

…………. diartikan secara bebas

Asal dengan kejujuran dan ketulusan, dan niat serta semangat yang menggelora dalam “hati” (perasaan atau jiwa)
Jika terlaksana harapan nya, ia bakalan ditinggikan drajat hidupnya, bagai seorang raja besar yang mempunyai nama harum keseluruh penjuru dunia

8.
Basa ngelmu
Mupakate lan panemu
Pasahe lan tapa
Yen satriya tanah Jawi
Kuna-kuna kang ginilut triprakara

…………. diartikan secara bebas
Arti kata “ngelmu” adalah keselarasan dan akal pikiran (yang tajam)
Diperoleh dengan jalan berusaha dengan tekun dan selalu berusaha…
Kalau manusia utama di tanah jawa di jaman kuno kuno dahulu yang dipelajari secara terus menerus adalah tiga hal (tekad, perasaan dan pikiran)

9.
Lila lamun
Kelangan nora gegetun
Trima yen kataman
Sak serik sameng dumadi
Tri legawa nalangsa srah ing Bathara

…………. diartikan secara bebas

Selalu iklas dikala kehilangan… kalau pun kehilangan selalu merasa pasrah tanpa perasaan menyesal, dan tidak pernah menyesal kepada apa yang telah terjadi…
Tidak pernah merasa benci kepada semua hal, apa pun itu….
Harus benar benar rela dan dikembalikan kepada kuasa Sang Semesta

10.
Bathara gung
Inguger graning jajantung
Jenek Hyang Wisesa
Sana Pesenetan suci
Nora kaya si mudha mudhar angkara

…………. diartikan secara bebas

Sang Semesta yang maha segalanya, memberikan berkahnya di dalam jantung (perasaan/hati nurani) yang benama “Hyang Wisesa” yang bercirikan selalu suci dan selalu memberikan pertimbangan baiknya kepada manusia.
Tidak seperti yang selalu membesar besarkan segala macam masalah

11.
Nora uwus
Karema anguwus-uwus
Uwose tan ana
Mung janjine muring-muring
Kaya buta buteng betah nganiaya

…………. diartikan secara bebas

Tidak seperti yang selalu yang berbicara tidak benar dan tidak terbukti, selalu mengumbar janji kosong dan selalu marah marah seperti raksasa (ke-angkara murkaan) ngawur yang selalu menyiksa…

12.
Sakeh luput
Ing angga tansah linimput
Linimpet ing sabda
Narka tan ana udani
Lumuh ala hardane ginawe gada

…………. diartikan secara bebas

Semua kesalahan dalam seluruh tubuh dijadikan satu, di utarakan lewat kata kata dengan harapan tidak akan bisa dibantah, semua kesalahan lawan bicara di jadikan senjata balik memukul lawan.

13.
Durung punjul
Kasusu kaselak jujul
Kaseselan hawa
Cupet kapepetan pamrih
Tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa

…………. diartikan secara bebas

Belum cukup kemampuan, ingin cepat cepat terlihat pandai, terdorong hawa napsu menjadikan sempit pemikiran, hanya karena terdorong keinginan disanjung (pamrih).. yang seperti itu tidak akan mungkin dekat dengan Sang Semesta.

MOGA MANFAAT DAN BERKAH
Hormat saya:

ttd
Toso Wijaya/Djaka Tolos/WEB (Wong Edan BaGu)
Tukmudal Suber Cirebon Rabu tgl: 02/05/2012

PENGERTIAN BEDANYA ILMU GA’IB DAN MAGIC:


Ilmu ghaib dibagi atas dua bagian;
1. ghaib yang bersipat diamalkan
2. ghaib yang bersifat teori

Ilmu ghaib yang diamalkan dibagi dua;
1. ilmu ghaib yang bersifat rohaniah ( kebatinan )
2. ilmu ghaib yang bersifat magis

Ilmu ghaib yang bersifat magis dibedakan atas dua golongan;
1. magis putih
2. magis hitam

Sebenarnya ilmu magis putih dan ilmu magis hitam itu sama, hanya sifat penggunaannya saja yang berbeda. magis putih digunakan untuk kebaikan buat orang lain, sedangkan magis hitam untuk mencelakakan orang lain atau digunakan untuk berbuat kejahatan

Ilmu ghaib yang bersifat magis itu antara lain;
1. Magnetism;
yaitu ilmu ghaib yang menggunakan prana atau daya hidup sebagai kekuatan daya penyembuhan

2. Hipnotisme;
yaitu ilmu yang menggunakan sugesti untuk peniduran ( sirep ) ilmu ini juga ada yang menyebutnya sebagai ilmu penggendam

3. Astrologi;
ilmu perbintangan untuk menyelidiki nasib dan watak orang

4. Ilmu nujum;
ilmu yang menggunakan kartu atau alat alat lain untuk meramal nasib seseorang

5. Telepati;
yaitu ilmu mengirimkan kekuatan atau perasaan dari jarak jauh dengan mempergunakan kekuatan pikiran , tanpa memakaiucapan ataupun alat alat hubungan yang lain

6. Clairvoyance;
ilmu rampung-penglihatan atau bahasa jawanya ” weruh sadurunge winarah ” yang artinya tahu akan sesuatu, sebelum diberitahu, bisa juga berarti mengetahui hal hal yang belum terjadi atau yang sedang terjadi yang ada ditempat yang jauh

7. Somnabulis;
ialah tidur jalan atau berjalan jalan sambil tidur, jadi sekalipun mata terpejam dapat mengetahui atau dapat melihat keadaan sekitarnya

8. Medium;
“prewangan” atau perantara antara Dunia Ghaib dan dunia nyata, roh mahluk halus menempati tubuh orang hidup

9. Chirologi;
ilmu membaca garis tangan untuk mengetahui atau meramal nasib hidup seseorang

10. Rajah;
ialah sejenis mantera yang ditulis disesuatu benda seperti kertas , kain, dan sebagainya digunakan sebagai jimat, carapenulisan rajah ini dilakukan dengan konsentrasi mutlak pada kekuatan ciptanya, yang daya pokoknya sesuai dengan apayang di ingini oleh si pembuat

11. Ilmu kerawuhan;
adalah istilah semi kodrati yang membentuk gejala gejala adio kodrati” menyalahi hukum tata cara pikiran sadar yang umumnya dilakukan oleh dukun dukun, medium cara memanggil roh yang dikehendaki untuk kemudian dengan tingkat kehalusan (kontak rasa ) dari bawah sadar sampai menyentuh dan memancar kepada alam bawah sadar dengan segenap inderanya sehingga sipelaku mampu menyatu dengan sifat, watak, tabiat, kekuatan dan kemampuan roh yang dikehendaki
12. Jaelangkung;
adalah cara permainan memanggil roh – roh gentayangan (nyawa orang mati yang saat meninggalnya belum ingin mati, belum saatnya mati dan karena sesuatu hal dia harus mati )

13. Pengasihan;
adalah dari salah satu ilmu puja-mantra ( mantra yang dikuatkan dengan cara berprihatin ) khasiatnya dari mantra pengasihan ini mampu mempengaruhi alam bawah sadar orang yang dikehendaki sehingga orang tersebut terpengaruh ”

14. Susuk;
adalah bila sesuatu benda ( seperti emas atau perak atau yg lainnya ) yang diberi kekuatan dengan sugesti secara khusus oleh orang yang mempunyai kekuatan ghaib ( sakti ) dan bendakecil tersebut dimasuk-khan dibawah permukaan kulit “orang yg meminta susuk” sehingga orang tersebut mempunyai kekuatan ghaib ! kadang susuk ini digunakan untuk pengasihan (cinta,wibawa dan lain lain) kadang juga digunakan untuk kekebalan

15. Sirep;
adalah ilmu yang berdasarkan kekuatan cipta dan mantra yang digunakan untuk menidurkan seseorang secara paksa

16. Guna – guna;
adalah suatu kekuatan yang dihasilkan dari kekuatan sugesti mental untuk suatu tujuan mempengaruhi atau mencelakakan orang lain

17. Teluh = tenung = leak;
adalah suatu kekuatan ghaib yang cara pelepasannya dengan bantuan roh halus untuk membunuh atau mencelakakan orang lain dari jarak jauh tanpa diketahui oleh seseorang

18. Pesugihan;
Pesugihan berasal dari bahasa Jawa “sugih” yang berarti kaya. Pesugihan biasanya dikaitkan dengan kekuatan yang tidak manusiawi, dan menuntut pengorbanan, imbalan bahkan tumbal. Orang-orang memberi sesaji kepada makhluk gaib tertentu, atau melakukan ritual tertentu, untuk memperoleh kekayaan yang melimpah ruah secara tidak wajar.lebih jelasnya disini

19. Ilmu pellet;
apa itu ilmu pelet?? ilmu pelet adalah ilmu karomah yang digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar mau mencintai kita, tak peduli kita jelek atau ganteng, dengan pelet, orang yang terkena akan selalu rindu dan ingin ketemu terus.
pelet ini ada dua golongan, yaitu golongan putih dan golongan hitam,
yang hitam biasanya lebih cepat, tapi jarang orang yang mau memakainya. sedangkan yang putih,reaksinya agak lambat,tapi awet dan jangka panjang.
lebih jelasnya disini

20. Ilmu meraga sukma;
Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.lebih jelasnyadisini

Ada yang mau menambahkan tentang penjelasan ilmu ghaib…?
bagaimana pendapat anda tentang keberadaan ilmu-ilmu ghaib disekitar kita ?
Di tunggu komentar bijak dan dewasanya ya….
He he he…Edan tenan… Semoga bermanfa’at ya Lurr… Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah selalu dari saya:
Ttd: Wong Edan Bagu
PCI Brebes Jateng Senin: 17-02-2014