SAD – RIPU, Enam Musuh Dalam Diri

IMG1269A

Mendengar kata MUSUH umumnya kebanyakan orang akan menerjemahkan sebagai suatu ancaman yang berasal dari luar. Kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pun memberikan penjelasan yang kurang lebih sama, yaitu musuh selalu berhubungan dengan pihak luar, entah orang, kelompok, organisasi, ideologi dst. Bagi sebagian umat beragama bahkan tidak jarang menempatkan agama lain sebagai musuh. DUh !!

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah “Bagaimana dengan musuh yang berasal dari dalam diri?” Bagian ini sepertinya nyaris terlupakan atau bahkan mungkin tidak diketahui. Maklum saja karena ajaran semacam ini tidak lumrah diajarakan atau tepatnya “kurang laku untuk dijual”. Kasusnya tidak jauh beda dengan “Mengenal diri sendiri, instropeksi diri, menyenangkan diri sendiri ataupun menertawakan diri sendiri”.

Kepercayaan lain mungkin mengenal istilah SETAN yang artinya kurang lebih mahluk jahat, tokang goda yang tugasnya adalaha menjerumuskan manusia ke jalan neraka. Ya, setan atau Sad Ripu menurut saya intinya adalah sama saja. Bedanya, kepercayaan pada setan lebih mengarah ke pihak luar, sedangkan ajaran Sad Ripu lebih mengarah ke instropeksi diri.
Kembali ke topik yaitu tentang musuh dalam diri, berikut ini adalah 6 musuh yang dimaksud (sad=6, ripu=musuh) :

1. Nafsu Indria (Kama)
2. Serakah (Lobha)
3. Pemarah (Krodha)
4. Mabuk karena minuman keras (Mada)
5. Bingung dan Angkuh (Moha)
6. Dengki dan iri hati (Matsarya)

Sebagian pembaca mungkin tidak setuju karena ada beberapa bagian yang dianggap bisa dan perlu digugat, misalnya sifat MARAH. Anda mungkin berpendapat sifat marah adalah penting dan mutlak diperlukan, seperti saat agama dihina, dilecehkan dll. Jadi Anda menganggap marah bukanlah musuh tapi sahabat. Ya, santai saja. Silakan ambil bagian yang disukai dan buang yang tidak disukai. Mudah bukan? Bahkan Anda-pun bebas menuliskan atau menerjemahkan musuh versi Anda sendiri. Tidak melulu harus 6, tapi bisa 10, 100, 2000 atau cukup 2, laki atau peremuan sama saja. Suka-sukanya Andalah, lagian ini khan cuma Dumaynya Wong Edan Bagu. Berikut adalah 6 musuh versi Wong Edan Bagu:

1. Kebodohan, tidak mau belajar. “Merasa diri” juga termasuk katagori kebodohan. Merasa diri benar, merasa diri orang baik, merasa diri disayang Tuhan, merasa diri akan masuk surga dll. Orang yang merasa pintar tidak akan pernah mau belajar.
2. Kemalasan, malas berpikir, malas berusaha, malas bekerja dll
3. Lupa waktu, tdak bisa membagi waktu, tidak tahu prioritas mana yang harus didahulukan. Contohnya ya simbah, suka lupa waktu karena asik update blog dan status FB sampai pagi. Wakakakkkk……
4. Besar pasak daripada tiang, tidak bisa menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran
5. Fanatisme sempit, benci tidak ketulungan pada kepercayaan lain, alergi setiap mendengar nama agama lain, gatal dan tidak tahan untuk membantah ajaran agama/kepercayaan lain. Lha, beragama itu sebaiknya dilakukan dengan damai dan hati senang, bukan?
6. Mengumbar kemarahan, dan kalau sudah marah cenderung berprilaku seperti anak kecil. Contohnya marah sambil guling-guling Ha…ha…ha….

Apakah Sad Ripu ini adalah philosophy ajaran agama Hindu? Jawabannya adalah YA. Namun saya lebih senang menyebutnya sebagai ajaran moral tanpa embel2 agama. Kenapa? Karena yang dibahas disini bukan dogma namun moralitas sehingga cocok untuk siapa saja, dengan catatan, Anda memiliki cukup ruang dalam hati untuk belajar atau menerima hal baru. Menurut pendapat saya pribadi, darimanapun asal atau sumbernya yang jelas membawa pesan cukup mulia yaitu mengajak sesorang untuk sadar bahwa:

Menganggap orang/kelompok/agama lain sebagi musuh yang harus dilenyapkan adalah suatu kekeliruan. Sesungghuhnya musuh terbesar adalah diri sendiri. Musuh terbesar adalah kebodohan sendiri, ego dan fanatisem sempit yang bersemayam dalam diri. Itualah Setan Asli versi dunia maya ini, sisanya ya cuma setan abal2.
Kalau sudah menganggap diri sendiri sebagai musuh maka kasus kekerasan seperti menyerang orang atau kelompok lain otamatis tidak akan ada lagi. Musuh bukan untuk diperangi tapi untuk disadarkan dan dikasihi, seperti halnya kita menyadarkan atau mengasihi diri sendiri……. Salam Rahayu Lurr… By; Wong Edan Bagu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s