Sempurnanya Hidup dan Sempurnanya Mati:


Sempurnanya Hidup dan Sempurnanya Mati.
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa Dwipa. Hari Senin. tgl 30. November, Tahun 2015

Sajatine ora ana apa-apa, awit duk maksih awang-uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhihin iku Ingsun, ora ana Pangeran anging Ingsun sajatining kang urip luwih suci, anartani warna, aran, lan pakartining-Sun (dzat, sipat, asma, afngal).

Bahasa Jawa di atas, memiliki arti sebagai berikut:
Sesungguhnya tidak ada apa-apa, sejak masih awang-uwung (suwung, alam hampa) belum ada suatu apapun, yang ada pertama kali adalah Ingsun/AKU, tidak ada Tuhan kecuali Aku (Ingsun) Sejatinya Hidup yang lebih suci, mewakili pancaran dzat, sifat, asma dan afngal-Ku (Ingsun).

Kalau menilik dari kata-kata tersebut, maka kita akan bisa mawas diri tentang keberadaan kita sebagai manusia hidup. Kita ini siapa? darimana dan nantinya bakal ke mana? Ketika terlahir ke alam dunia, manusia masih berbentuk bayi dan tidak membawa satu lembar kain pun. Saat menjadi bayi itu, kita yang semula tidak perlu disuapi, ketika masih berada di dalam perut ibu, sudah mulai diperkenalkan dengan kejamnya dunia. Dimana kita harus menangis meronta-ronta untuk bisa mendapatkan makanan dengan cara disuapi ibu.

Namun ketika kita menginjak pada masa kanak-kanak, tidak ada hal-hal terindah yang menghiasi kehidupan ini, selain bermain dan bermain bersama teman-teman sebaya. Bahkan ketika melihat sungai, kali ataupun empang yang ada di sekitar rumah kita, maka kita yang masih kanak-kanak, ketika itu, melihat keindahan yang luar biasa. Kita melihat anugerah Hyang Maha Suci Hidup yang Maha Besar lewat alam semesta yang diciptakan. Maka, jangan heran ketika kita melihat gunung, pantai dan lainnya, pandangan kanak-kanak kita akan mengagumi keindahan alam Sang Pencipta itu.

Waktu pun beranjak dan terus berlalu. Akhirnya masa kanak-kanak kita berganti dengan masa remaja. Di masa remaja inilah, kita sudah mulai menerima unsur-unsur positif dan negatif dari lingkungan. Tragisnya, di masa ini kita masih belum bisa memilah-milah mana yang benar dan mana yang salah. Semuanya ditelan mentah-mentah. Hingga kesloloten… He he he . . . Edan Tenan.

Di masa inilah, pembentukkan jiwa terjadi. Kalau yang dominan unsur negatif, maka seseorang di masa depannya, akan diwarnai dengan perilaku yang negatif. Tetapi kalau unsur positif yang banyak masuk, maka kehidupan orang tersebut, di masa depan akan menjadi lebih terang dan terarah.

Ketika kita mulai menginjak masa dewasa dan sudah memutuskan untuk menikah, maka keindahan alam semesta ciptaan Hyang Maha Suci Hidup yang ketika masa kanak-kanak kita saksikan, akhirnya musnah. Yang ada adalah berganti dengan pandangan duit, duit dan duit. Kita disibukkan untuk mencari harta dunia. Semua yang kita lakukan semata-mata adalah untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Harta dunia itulah yang mulai menghalang-halangi pandangan kita terhadap keberada’an Hyang Maha Suci Hidup.

Buktinya, walaupun kita shalat, meditasi, tafakur ataupun semedi berjam-jam bahkan berhari-hari, kadangkala yang tampak di depan kita hanyalah persoalan-persoalan yang berkutat pada duit. Bahkan ada yang lebih parah lagi, yang nampak di depan kita, Sunan kali jaga. Syekh Siti jenar, katanya ada yang mengaku bertemu Prabu Siliwangi. Eyang lawu, Nabi Muhammad hingga jin bagdat dan Ratu pantai selatan dll.

Pertanya’an besar yang muncul:
DULU KITA INI SIAPA..?!
PUNYA APA DAN SEKARANG KITA PUNYA APA?
Jawabannya mudah, dulu kita ini bayi, kanak-kanak, remaja tidak punya apa-apa. Tetapi ketika dewasa dan berumah tangga, kita “DITITIPI” oleh Hyang Maha Suci Hidup dengan anak, istri dan harta benda. Tragisnya, kita malah bangga dengan harta benda yang kita peroleh. “Kekayaan ini adalah hasil kerja kerasku selama ini,” ujar kita meski dalam hati, enak aja di bilang titipan Gusti Allah… He he he . . . Edan Tenan.

Tidak, sekali-kali tidak. Harta benda, anak, istri dan apapun yang kita miliki di dunia ini, bukanlah milik kita. Itu sekedar “TITIPAN” Sang Kuasa. Kalau Anda merasa memiliki semuanya, mampukah Anda menghalang-halangi bahaya kebakaran yang akan melumat habis harta benda Anda? Mampukah Anda menghalang-halangi nyawa anak Anda yang akan dipanggil oleh Hyang Maha Suci Hidup? Bahkan kita sendiri tidak mampu menolak ketika nyawa kita hendak dicabut dari jasmani ini oleh Gusti Allah, iya apa nggih…?!

SEMUA MILIK GUSTI ALLAH.
Pada bait di atas disebutkan kata-kata dzat, sipat, asma, afngal.
ZAT: Semua di dunia ini yang memiliki zat, itu milik Hyang Maha Suci Hidup. Coba Anda cari adakah di dunia ini yang sifatnya bukan zat?

SIFAT: Semua makhluk ataupun benda yang memiliki sifat-sifat adalah milik Hyang Maha Suci Hidup. Coba Anda cari adakah di dunia ini makhluk yang yang tidak memiliki sifat?

ASMA: Asma adalah berarti nama. Semua benda yang ada di dunia ini yang memiliki nama, adalah milik Hyang Maha Suci Hidup . Coba Anda cari makhluk ataupun benda di dunia ini yang tidak memiliki nama. Selama memiliki nama, itu kepunyaan Hyang Maha Suci Hidup . TITIK.

AFNGAL: Rasa. Semua makhluk ataupun benda di dunia ini yang memiliki Rasa, maka adalah milik Hyang Maha Suci Hidup.

Kembali ke pertanyaan dasar: Lalu kita ini punya apa?
Jelas, tidak punya apa-apa. Ketika mati pun kita tidak akan membawa sepeser pun uang. Masihkah kita merasa sebagai makhluk yang adigang-adigung-adiguno?

Jelas tidak. Kita harus pandai-pandai mepes hawa nafsu, agar kita bisa kembali sebagai Sateriya Sejati. Sejatine Sateriya. Satriya Sejati adalah Manusia Hidup yang bisa menemukan Sempurnanya Hidup (Sampurnaning Urip) . Sejatine Sateriya adalah Manusia Hidup yang bisa mendapatkan Sempurnanya Mati (Sampurnaning Pati) – (Sempurnanya Hidup, dan Sempurnanya Mati)… He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasihku, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Iklan

Mencari Sang Maha Gha’ib:


Purworejo2
Mencari Sang Maha Gha’ib.
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa Dwipa. Hari Minggu. tgl 29. November, Tahun 2015

– “GUSTI ALLAH, Panjenengan panggenanipun dhateng pundi?
+ “AKU ono ning teleging ati”
– “GUSTI ALLAH. Kulo sampun nyusul Panjenengan dumugi dhateng teleging ati. Panjenengan
kok mboten wonten. Panjenengan dhateng pundi?
+ “Kowe ora bakal biso nggoleki AKU. AKU ono ning teleging urip. Kowe bisa ketemu kelawan AKU yen wis titi mongsone”

Terjemahan:
– “GUSTI ALLAH, dimanakah ENGKAU?
+ “AKU ada di dasar hati (hati sanubari)”
– “GUSTI ALLAH. Saya sudah menyusul ENGKAU di dasar hati. ENGKAU kok tidak ada. Dimanakah
ENGKAU?
+ “Kamu tidak bakal bisa mencari AKU. AKU ada di dasar hidup. Kamu bisa ketemu AKU jika sudah saatnya”

Gambaran dialog di atas, menggambarkan betapa sulit dan berlikunya untuk bisa bertemu dengan Sang Hyang Maha Suci Hidup atau GUSTI ALLAH. Kita tidak akan bisa bertemu, apalagi bersatu dengan GUSTI ALLAH, jika belum sa’atnya. Namun, dari dialog itu, kita bisa tahu bahwa, ALLAH itu dekat. Seperti yang dijelaskan GUSTI ALLAH sendiri dalam Al’Quran “AKU tidak jauh dari urat lehermu sendiri.”

Namun orang Jawa memiliki falsafah tersendiri, agar tidak putus asa untuk bisa bertemu Sang Khalik. Falsafah tersebut berbunyi,”Sopo sing temen bakal tinemu.” Yang artinya, “Siapa yang benar-benar mencari, bakal menemukannya”. Falsafah tersebut, sangat besar artinya bagi para pendaki spiritual. Setidaknya, orang jawa merasa pasti bisa bertemu dengan GUSTI ALLAHm, di alam kematian sa’at hidup di dunia ini.

Lho,,, hidup di dunia ini kok disebut alam kematian?
Karena orang hidup di dunia itu, hakekatnya adalah mati, dan orang yang sudah mati itu, hakekatnya hidup. Alasannya,,, kita hidup di dunia ini, selalu diperalat oleh kulit, daging, perut, mata, hidung, mulut, terutama di bawah pusar perut, yang bernama burung perkutut, otak dan lain-lainnya. Oleh karena itu, saat kita hidup di dunia ini, pasti membutuhkan makanan untuk kita makan. Sarana untuk bisa mendapatkan makanan, adalah dengan bekerja mencari duit. UUD.

Nah,,, kita makan itu, sebetulnya hanyalah untuk menunda kematian. Lantaran diperalat oleh indera, kulit, daging, perut, otak dan lainnya, maka kita ini disebut mati. Tetapi ketika seseorang itu mati, badan yang bersifat jasad ini ditinggalkan. Yang hidup hanyalah Ruh Suci nya. Ruh Suci tidak pernah butuh makan, tidur, apalagi butuh duit. Ruh Suci itu hanya butuh bertemu dengan si Pemilik Ruh Suci, bukan yang lainnya, karena Ruh Suci berasal dari Hyang Maha Suci Hidup. Dia menempati karena atas perintah-Nya. Anda bukan atas perintah-Nya. Sudah pasti Ruh Suci tidak sudi menempati si Tubuh yang penuh dengan perbudakan ini.

Di bagian lain, pada facebook, google, blog dan wordpres saya ini, pernah saya jelaskan perihal “belajarlah mati sebelum kematian itu datang”. Artinya, ketika kita hidup di dunia ini, hendaklah kita belajar mematikan hawa nafsu dan membersihkan segala hal, yang bersifat mengotori hati. Tujuannya, semata-mata hanya untuk bertemu dengan GUSTI ALLAH. Guna mengobati rasa kerinduan Ruh Suci kita, yang terpendam selama seumur hidup kita.

Mengapa kita mesti belajar mati?
Belajar mati sangatlah penting. Agar nanti ketika kita mati, tidak salah arah dan salah langkah. Lho…Bukankah orang mati itu ibarat tidur menunggu pengadilan dari Hyang Maha Agung hingga kiamat nanti?

Oh…Tidak.!!!
Sungguh malang sekali orang tersebut jika setelah mati raga, tidur menunggu pengadilan dari Hyang Maha Agung hingga kiamat nanti.

Orang mati itu justru memulai kembali perjalanan menuju ke Hyang Maha Suci Hidup. Orang Jawa mengatakan dalam kata-kata bijaksananya,”Urip iku ibarat wong mampir ngombe (Hidup itu seperti orang yang mampir minum)”. Kalau diibaratkan secara detil, orang hidup di dunia ini sebenarnya mirip seorang musafir yang berjalan, lalu kelelahan, istirahat dan minum di bawah pohon. Ketika rasa letih dan lelah itu sudah sirna, si musafir itupun harus kembali melanjutkan perjalanannya. Kemana? Tentu saja ke tempat tujuannya.

GUSTI ALLAH itu dekat, jika sang musafir senantiasa mengingat-ingat tentang GUSTI ALLAH. Tetapi sebaliknya, GUSTI ALLAH itu jauh ketika sang musafir tersebut lebih banyak berpikir tentang hal-hal lain yang bersifat duniawi selain GUSTI ALLAH. Seperti rumah makan padang, warteg, warkop, warnet, losmen, hotel, lesehan, dan reman-reman,,, di pinggir jalan pantura… He he he . . . Edan Tenan.

Pertanyaannya, Bagaimana untuk bisa bertemu dengan GUSTI ALLAH?
Ibarat kita hendak bertemu sang kekasih hati, gambaran wajahnya, bohainya, lenggak lenggoknya, gungung kembarnya, dan anunya, sang kekasih hati, sudah terlukis dalam benak kita, meski lama tak bertemu dan di lokasi yang jauh. “Jauh di mata, dekat di hati”. Oleh karena itu, pertama, GUSTI ALLAH harus selalu terlukis dalam benak kita. Artinya, kita harus senantiasa eling/ingat.

Kedua, GUSTI ALLAH itu bersifat Ghaib. “Mustahil bagi kita yang nyata ini bertemu dengan yang Ghaib,” begitu kata orang rasional. Tapi pendapat itu tidak berlaku bagi para pendaki spiritual. Seseorang bisa bertemu dengan Sang Maha GHAIB, dengan menggunakan satu piranti khusus. Apakah itu? Piranti itu adalah Mata Bathin, bukan matanya raga/jasad. Sebab GUSTI ALLAH itu Gha’ib, artinya tidak bisa dipandang dengan mata raga/jasad.

Dari kedua cara tersebut, maka kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa kedua cara tersebut lebih mengandalkan pada piranti, yang lebih halus lagi, untuk bisa bertemu dengan GUSTI ALLAH, yaitu dengan RASA. Jika RASA itu sudah terbiasa diasah, maka akan menjadi RASA HIDUP, yang tajamnya melebihi mata pedang samurai. Tidak percaya…?! Buktikan saja, dengan cara berlatih mengasah RASA. Agar RASA itu menjadi Hidup, dengan sistem belajar mati sajeroning Urip. Tapi… tunggu dulu, jika memang benar-benar ingin membuktinya, harus Sarana Wahyu Panca Gha’ib. Sebab… hanya Wahyu Panca Gha’ib lah, yang murni dan asli menggunakan RASA. Bukan ilmu, bukan kesaktian, bukan politik, dan bukan bla… bla… bla… lainnya. Cuma RASA dan hanya RASA. Itulah bedanya Wahyu Panca Gha’ib dengan lainnya. He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasihku, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

MENCARI KEHENDAK TUHAN UNTUK HIDUP KITA:


Wong Edan Bagu.01
MENCARI KEHENDAK TUHAN UNTUK HIDUP KITA:
Dengan Wahyu Panca Gha’ib.
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Jumat Kliwon. tgl 27. November. Tahun 2015

Permasalahan terbesar kedua setelah menjadi orang kristen, adalah mengetahui kehendak TUHAN untuk hidup kita… Atau menjadi orang islam, adalah mengetahui Kehendak ALLAH… Atau menjadi umat hindu/budha adalah mengetahui kehendak Hyang WIDI/WASA…

Loh pak WEB,,, terus masalah terbesar yang pertama apa dong ?
Jelas Hidup Kudus/Suci/Sempurna! He…he…he…. Edan Tenan.

Untungnya saya sudah menyelesaikan permasalahan yang pertama, di tulisan sejarah hidup saya sebelumnya, Perjuangan untuk mencapai Hidup Kudus/Suci/Sempurna. Jangan kaget dengan isinya ya,,, karena pasti bertentangan dengan iman kepercayaan anda sebagai seorang kristen/muslim/umat lainya, yang ta’at dan alkitabiah !

Nah… apakah Tuhan menghendaki kita untuk Hidup Kudus/Suci/Sempurna . . . ?
Jika itu yang anda pikirkan…mohon maaf…anda salah ! Gak percaya ? Mari kita selidiki bersama – sama !

Mencari Kehendak Tuhan.
KEHENDAK TUHAN MULA – MULA (ALIAS ORISINIL – ASLI – PERTAMA KALI)
Tuhan yang kita kenal, kita sembah, dan kita muliakan adalah Tuhan yang tidak kengangguren. Yang suka Ngomong. Nongkrong iseng dan ngrumpi sana sini seperti Wong Edan Bagu. He he he . . . Edan Tenan. Anda setuju dengan saya ?

Jika setuju,,, berarti ketika Tuhan melakukan sesuatu pasti ada tujuannya, ada urutannya, dan ada hubungannya. Contohnya ketika menciptakan dunia in, maka urutannya adalah Waktu – langit dan air – bumi beserta tumbuhan – binatang – dan terakhir manusia. Sebelum Tuhan menciptakan binatang maka dia menciptakan tanaman sebagai makanan bagi binatang – binatang ciptaan-Nya. Sebelum Dia menciptakan tanaman, Dia menciptakan tanah lebih dulu sebagai dasar untuk akar pertumbuhannya. Dan atas semuanya itu, Tuhan menciptakan waktu!

Dari sini bisa kita lihat bahwa ciptaan pada hari sebelumnya, bertujuan untuk melengkapi ciptaan hari berikutnya. Dari sini, bisa kita simpulkan bahwa ciptaan terakhirlah yang paling membutuhkan semua ciptaan – ciptaan sebelumnya. Atau bisa dikatakan yang paling berkuasa alias tokoh utamanya. Kabar baiknya, manusialah yang dimunculkan terakhir dalam dongeng ini… He he he . . . Edan Tenan.

Loh kok dongeng pak WEB…?!
Pak WEB ini orang kristen atau bukan sih ?
Orang Muslim bukan Sih ?
Pak WEB Nabinya beda nih… Pasti Nabi Mukamat ya? Bukan Nabi Muhammad. Hayo….!!!

Iya…iya… Sabar to…
Dalam kamus bahasa Indonesia, cerita yang tidak masuk akal, disebut dengan kata “dongeng” Yang namanya iman itu, tidak masuk akal kan? Saya loh,,, cuman menggunakan kata yang sesuai dengan artinya..!

Cerita penciptaan dunia tersebut, hanya dipercaya oleh iman kristen dan iman islam saja, sementara orang yang tidak beragama kristen atau islam, menyebutnya sebagai dongeng ! Saya rasa, kehendak Tuhan untuk hidup kita atas istilah ini, adalah menerimanya !
(Soalnya barusan saya mendengar Roh Kudus/Hidup Suci berbisik kepada saya. He…he…he… Edan Tenan)

Baiklah, saya lanjutkan yaa !
Dari kisah (bukan dongeng!) penciptaan tadi, ada sesuatu yang menarik pada ciptaan manusia. Segala ciptaan Tuhan, diciptakan dengan cara ngomong saja, ( Bim Sala Bim. Jadi) tapi khusus untuk manusia, dibuat dari debu/tanah yang di beri embel-embel dari beberapa sari-sari, kemudian “disebul (bahasa jawa: ditiup)” sama Tuhan sehingga menjadi hidup. Yang bikin hidup itu sebulan-nya Tuhan loh ! . . . Edan Pora ?

Mengapa kok harus gitu yaa ?
Mungkin karena manusia itu, begitu istimewa, sehingga harus dibuat dengan cara seperti itu. Istimewa, karena manusia itu merupakan tiruannya Tuhan, bahasa kerennya imitasi, KW2, atau MADE IN TUHAN…wakakakaka…. Edan Tenan.

ALLAH yang aneh !
Ngapain repot-repot, wong dia bisa aja ngomong, “Jadilah manusia…ehm…yang satu di bagian tengahnya ada tititnya…. terus model berikutnya pantatnya digedein dan dadanya dimotokkan ! Oh… nice… very good !” Saya pikir…ada suatu maksud tersembunyi di sini ! Lain kali aja kalo saya dapat wangsit dari atas langit sana akan saya bahas topik ini. Sekarang ilhamnya baru mengetahui kehendak Tuhan saja… He he he . . . Edan Tenan

Tuhan/Allah memberikan satu hak yang istimewa kepada manusia. KataNya, “…berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Saya yakin inilah kehendak Tuhan yang sebenarnya, yang orisinil, dan yang asli untuk manusia, untuk menguasai dan mengelolah segala ciptaanNya .

Tidak lebih dan tidak kurang !
Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kehendak Tuhan sekarang ini sama dengan kehendak Tuhan jaman dulu ?
Jamanya Manusia pertama sebelum kita ?

Ya,,,, Jelas sama lah, karena Allah itu diluar waktu. Kita, manusialah yang berada di dalam waktu ! Tidak ada istilah dulu, sekarang, dan selamanya buat Tuhan/Allah. Istilah itu adalah istilah kita yang berada dalam ruang waktu !

Begitu gampang’e wong iki nek ngomong !
Masa Kehendak Tuhan cuman itu tok ?
Iya rek… memang itu yang dikatakan Al-kitab !
Tuhan sudah ngomong nek Dia menciptakan manusia untuk ngene (begini = bhs jawa) !

Loh pendetaku/kiyaiku ngomong kalo Kehendak Tuhan itu misterius , suci, kudus, dan mulia, bukan seperti yang Wong Edan Bagu omongkan ! Kehendak Tuhan itu mbulet ! Saya aja doa bertahun-tahun tapi belum mendapatkan jawaban yang jelas !

Baiklah…. memang itu tadi adalah kehendak Tuhan yang bersifat umum buat manusia. Lalu kehendak Tuhan secara spesifik gimana ? Apa kehendak Tuhan untuk hidup saya, untuk hidup anda, untuk hidup teman anda, saudara anda, kakak anda, dan lainnya ? Mari kita bahas…hehe.:-)

KEHENDAK TUHAN ATAS HIDUP KITA:
Jujur, yang tahu kehendak Tuhan untuk masa depanmu adalah dirimu sendiri ! Saya tidak bisa membuktikan pernyataan saya, tetapi saya yakin bahwa sepanjang perjalanan hidup kita ada suatu kuasa, kejadian, ataupun tantangan yang mengarahkan kita kepada suatu hal yang sama ! Saya sering menyebut keanehan ini sebagai 3T… “Tangan Tak Terlihat !”

Sepanjang perjalanan spiritual hidup saya, saya tidak pernah menjadi orang nomer satu di bidang apapun. Tempat saya adalah di posisi kedua alias wakil… Itu yang paling maksimal. Dalam didang pekerjaan apapun. Selain soal pekerja’an, saya keluyuran kian kemari, dari satu tempat keramat ke tempat mistik lainnya, dari satu orang sakti ketempat orang hebat lainnya. dan apapun yang saya lakukan dan saya perbuat untuk lari dari panggilan hidup saya…toh akhirnya saya selalu dituntun kembali oleh “Tangan Tak Terlihat” tadi, ke jalan yang sudah ditentukan Tuhan. Untungnya saya mengiyakan (sekalipun dengan agak terpaksa) rancangan-Nya ini.

Sehari-harinya, tiada waktu bagi saya, untuk tidak mengheningkan cipta, maksude semedi, (semelehe memedi) duduk bersilah, menelusuri gha’ib, sesuatu yang tak kasat mata alias mustahil maksude, dengan cara, mengobrak abrik seluruh isi sekujur tubuh saya, Kekadhang, dengan sedulur papat saya alias angen-angen, budi, pakarti dan panca indera. lalu Palungguh jika sudah akur/bersatu alias ga keluyuran kamana-mana, lalu. Kunci. Paweling. Asmo. Mijil mencari Rasa Enak, yang intinya, ingin ambil tau tentang apa yang saya sembah dan saya muliakan selama hidup saya ini, mulai dari luarnya hingga dalamnya, sampai ke tititnya, saya harus tau, apa yang saya sembah itu, bertitit apa tidak. He he he . . . Edan Tenan.

Jika ada waktu luang, saya gunakan untuk mengasah kesabaran saya, mengasuh nafsu saya, mengasih amarah saya dan belajar mengajar, sedulur papat saya sendiri, alias angen-angen, budi, pakarti dan panca indera, dengan cara membaca buku-buku sejerah dunia yang sudah mendunia dan al-qitab-al-qitab dari berbagai aliran dan jenis tanpa peduli setan. Menulis apa yang suduh saya ketahui tentang yang saya sembah, lalu mempostingkannya di websit dan facebook, untuk saya kabarkan kelain saya. Nah,,, singkat kata… WEB yang sekarang ini, adalah WEB yang anda kenal !

Apakah berguna bagi anda ?
Menginspirasi anda ?
Memotivasi anda ?
Mewarnai hidup anda ?
Atau…membawa anda lebih dekat kepada Tuhan ?
Saya yakin inilah kehendak Tuhan atas hidup saya !
Dan saya yakin Dia akan membentuk saya sesuai dengan rencana dan waktuNya !
Yang perlu saya lakukan adalah merespon, mengerjakan apa yang ada di depan saya, dengan tangan saya sendiri sebaik-baiknya lalu mensyukurinya, karena dapat melakukannya !

Soal masa depan gimana ?
Emboh…gak eroh…!
Nek dipikir-pikir masa depan kok surem terus !
Gak pernah terang !
Ben,,, masa depan itu urusannya Tuhan yang menciptakan diriku !

Mengetahui Kehendak Allah;
Loh pak… WEB,,, nek aku yakin kalo kehendak Tuhan atas hidupku menjadi pencuri, pembunuh, pemerkosa, dan bandar judi gimana pak ?
Masa sih Tuhan yang penuh kasih itu menciptakan saya seperti ini ?

Hmmm…. mungkin juga….karena Dia menciptakan orang jahat untuk hari penghakiman loh, juga rumput untuk dibakar. Namun, saya yakin bahwa Tuhan tidak pernah bermaksud untuk menciptakan semua hal yang kita anggap buruk, jahat, dosa, dan lainnya itu !
Coba deh, sebenarnya anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita itu apa ?

KESELAMATAN dalam Yesus Kristus ! KESEMPURNA’AN dalam Maha Suci Hidup ALLAH. Tul….tapi masih kurang ! Hmmm…apa yah pak WEB ?
Roh Kudus ?
Hubungan yang dipulihkan ?
Mujijat ?
Kasih ?
Iman ? …..
Mari kita kembali ke proses penciptaan diatas…
Tuhan berfirman kepada manusia itu, “ Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Apa yang kita pahami dari perkataan Tuhan ini ? FREEWILL alias KEHENDAK BEBAS ! Inilah sebenarnya Anugerah terbesar pertama yang dikaruniakan Allah kepada manusia !

Rencana Tuhan/Allah atas hidup manusia selalu baik, sempurna, dan mulia. Namun kehendak Tuhan itu bukanlah kehendak manusia. Tuhan telah memberikan KEBEBASAN kepada manusia, maka TUHAN tidak bisa memaksakan kehendakNya ! Tolong pahami baik-baik kalimat ini ! Tuhan memang maha tahu, dia tahu akibat yang terjadi dari pilihan – pilihan yang akan diambil manusia, tetapi sekali lagi Tuhan TIDAK BISA MELAWAN DIRINYA SENDIRI ! Pilihan yang dipaksakan bukanlah kebebasan ! Saya yakin inilah jawaban atas banyaknya kejahatan di dunia kita. Bukan salah Tuhan, tetapi salah kita sendiri berjalan di jalan yang salah, iya apa iya hayo…?!

Apa yang terjadi setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa ?
Bertambah baikkah mereka ?
Apakah Tuhan memaksakan kehendaknya atas kebebasan manusia ?
TIDAK…!!! SEKALI LAGI TIDAK..!!! Ketika Kain bermaksud membunuh Habel, Tuhan hanya mengingatkan Kain. Kabar buruknya, kesalahan Bapak dan Ibu Adam ini bukannya berkurang, sebaliknya menjadi lebih parah dan lebih parah lagi. Jika Kain hanya membunuh Habel, Lamekh membunuh setiap orang yang senggolan dengannya (SENGGOL BACOK!)

Bukannya merasa berdosa, tetapi malah bangga ! Kehendak Tuhan mula-mula terdistorsi sedikit demi sedikit hingga saat ini. Kita sudah tidak tahu lagi, apa kehendak Tuhan atas hidup kita !

Untungnya…saya kembali mengingatkan anda sekaligus diri saya sendiri (karena Firman Tuhan itu, sesungguhnya pedang bermata dua) bahwa Kehendak Allah yang benar, orisinil, bukan KW2 dan bukan MADE IN CHINA, ada di Kitab suci kita… Maka, Bacalah dengan Hidup,,, malahan di halaman pertama ! Begitu buka…sret…sreet…wes ketemu deh !… He he he . . . Edan Tenan… SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasihku, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Keinginan. Harapan. Cita-cita (Nafsu) Adalah Sumber Awal Karma:


Keinginan. Harapan. Cita-cita (Nafsu) Adalah Sumber Awal Karma:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Kamis Wage. Tgl 26 November 2015

Keinginan. Harapan. Cita-cita adalah sumber awal karma;
maka semakin terpaksa melakukan suatu perbuatan, karena sebuah Keinginan. Harapan. Cita-cinta (Nafsu), maka akan semakin kecil karma yang dihasilkan. Loh… maksudnya…?!

Maksudnya… Jika seseorang terpaksa melakukan perbuatan buruk, maka semakin kecil karma buruk yang dihasilkan dari perbuatannya. Demikian pula sebaliknya, bila seseorang terpaksa melakukan perbuatan baik, maka semakin kecil pula karma baik yang dihasilkan dari perbuatannya itu. Lebih jelasa dan detil serta rincinya…

Jika seseorang terpaksa berbohong, demi kebaikan seluruh mahluk, maka karma buruknya akan lebih ringan dibanding seseorang yang berbohong demi keuntungan dirinya.

Walau seseorang banyak berderma, tetapi demi nama baiknya, maka karma baiknya juga akan lebih kecil, dibanding dengan seseorang yang berderma kecil, tanpa kepentingan dirinya.

Walau seseorang banyak memberikan persembahan besar, di depan altar Budha, di hadapan patung yesus, di samping Ka’bah, tetapi bila pikirannya penuh dengan berbagai keinginan-keinginan, maka karma baiknya juga, akan lebih kecil, dibanding dengan seseorang yang memberikan, persembahan kecil di depan pengemis tua, dengan rasa syukur dan legowo/legawa (Rela).

Karma Tidak Dapat Dihapus;
Wahai para Pembina/Pembimbinga Spiritual. Pahamilah kebenaran alamiah tentang Karma yang saya temukan dari berbagai lakon dan laku seumur hidup saya ini;
Ada sebab, ada akibat.
Apa yang ditanam, itulah yang akan dipetik.
Ada awal, ada akhirnya.
Apa yang di kuyah, itulah yang akan di cerna.
Walau Berkah Sejuta Buddha atau Sejuta Syafa’at Rasul atau Sejuta Restu Yesus. Tetap tidak akan bisa menghapus yang namanya KARMA.

Bagi para pembina/pembimbing. Kesadaran Sejati akan memahani kebenaran alamiah karma yang sesungguhnya. Dimana tidak ada satupun berkah/syafaat/restu/pangestu. Pembinaan dan ajaran yang dapat menghilangkan atau menghapus karma. Bila ada sesuatu yang bisa menghilangkan dan menghapus karma, maka sejak awal Budha/Yesus/Nabi pertama, maka karma akan dihilangkan dan dihapuskan selamanya.

Sejak lampau hingga sekarang dan yang akan datang, para Pembimbing sejati terus menurunkan berbagai macam ajaran Rasa/Hidup, agar para mahluk Hidup dapat memahami alamiah karma yang sebenarnya, sehingga para mahluk Hidup dapat keluar dari lingkaran karma yang tanpa awal dan akhir ini.

Demikianlah alamiah dari pembinaan Ajaran Kesadaran Sejati yang diturunkan langsung oleh Bunda Mulia, yang di sabdakan langsung oleh yang mulia Baginda Nabi Muhammad SAW, yang di firmankan langsung oleh Tuhan Yesus. Juga tidak akan pernah dapat menghilangkan atau menghapus karma.

Tetapi dengan membina Ajaran Kesadaran Sejati, akan membantu para pembina untuk memahami alamiah karma lebih jelas dan jernih. Segala karma baik, karma buruk, dan karma-karma lainnya, yang timbul akan dapat dipahami dengan sebenarnya. Bila dapat memahami alamiah karma dengan sebenarnya, maka para pembina Kesadaran Sejati akan dapat mengendalikan segala karma yang timbul, baik pada dirinya sendiri, maupun kepada yang di binanya.

Dengan demikian, pembina’an Ajaran Kesadaran Sejati, sangat penting untuk mengendalikan karma yang timbul. Dan bukan Karma yang timbul yang selalu mengendalikan kehidupan para mahluk, seperti halnya yang dialami sekarang ini, oleh seluruh mahluk Hidup tanpa terkecuali, di alam semesta ini. Dengan kata lain, karma yang timbul tetap tidak akan pernah dapat dikendalikan, tanpa adanya pembina’an Spiritual Hakikat Hidup, bahkan karma yang timbul selalu menguasai dan mengendalikan kehidupan para mahluk Hidup, termasuk pembinanya. Edan pora….?!

Jelas dan Terangnya….
Karma lah yang telah mengendalikan kita didalam keseharian kita, bukan Hidup kita.

Dan kita sebagai Putera Rama (Putro Romo) atau yang mengaku atau merasa sudah Putro Romo. SILAHKAN PILIH… Karma yang mengendalikan kita atau Kita yang mengendalikan karma untuk menolong seluruh sesama mahluk Hidup. Dengan karma yang sama, atau dengan Wahyu Panca Gha’ib, yang sangat berbeda dampaknya..?!! He he he . . . Edan Tenan.

Inilah alamiah Pembina’an Ajaran Kesadaran Sejati (Rasa/Hidup/Kunci) Di Dalam Wahyu Panca Gha’ib. Monggo… Silahkan Pilih Sendiri. Keputusan ada pada diri-diri Pribadi Anda-Anda Sekalian.

WEB;
Hanya satu Himbauan saya, yang perlu diketahui dengan Iman-mu;
Karma buruk dan karma baik, tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan atau di hapus. Tetapi karma buruk dan karma baik, dapat saling melengkapi satu dengan lainnya.

Bagaikan keserasian Warna Pelangi yang saling melengkapi, menjadikan satu kesatuan ikatan yang sangat indah. Bila dapat melihat keindahan yang sebenarnya, merah kuning hijau biru putih hitam, tidak ada bedanya. Artinya; Karma buruk dan Karma baik, tidak lagi berbeda. Karena Hyang Maha Suci Hidup itu Esa dan Kuasa atas segala dan semunya. Serta sumber segala yang ada dan tiada. Baik dari-Nya burukpun dari-Nya. Tidak ada selembar daunpun yang jatuh kebumi tanpa kehendak-Nya. Semua dan segalanya yang terjadi dan tidak terjadi, adalah kehendak-Nya jua. Semua dan segalanya berasal dari-Nya. Maka,,, rela tidak rela. Mau tidak mau, akan kembali hanya kepada-Nya saja. Bukan selain-Nya.

Jika/Bila mendapatkan kebaikan didalam Artikel ini. Silahkan Artikel ini di sebar luaskan sebagai pengalaman tambahan, tidak usah/perlu mencantumkan saya atau menyertakan link saya, akui bahwa ini adalah pengalaman/penemuan Pribadi Anda… SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasih saya, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

YEN WANI AJA WEDI-WEDI. YEN WEDI AJA WANI-WANI:


YEN WANI AJA WEDI-WEDI. YEN WEDI AJA WANI-WANI:
Dengan Wahyu Panca Gha’ib.
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Selasa. tgl 24. November. Tahun 2015

Saya sering Berkata…
YEN WANI AJA WEDI-WEDI.
YEN WEDI AJA WANI-WANI.
Entah itu di postingan atau di dalam photo sampul dan profil facebook saya.
Apa Arti dan maksud dari kalimat itu..?

Dalam belajar Laku Spiritual hakikat hidup, terdapat satu tembang Jawa yang singkat, namun sangat bermakna. Laku Spiritual Hakikat Hidup, adalah Kesadaran untuk mempelajari kesempurna’an Hidup dan kehidupan. Karena hanya dengan itu dan begitu kita bisa mengenal Hyang Maha Suci Hidup seutuhnya, seluruhnya, bukan separuh atau sepotong-sepotong seperti roti tawar. He he he . . . Edan Tenan.

“Yen siro wis nglakoni Kasampurnaning Urip. Siro mesti ngerti kasampurnaning pati. Lamon siro wis ngerti sampurnaning pati. Siro mesti biso muleh”
Artinya;
Kalau kamu sudah mengerti kesempurna’an Hidup. Maka kamu mesti memahami kesempurna’an Mati. Jika sudah memahami kesempurna’an mati. Maka kamu bisa pulang.

Apa itu kesempurna’an Hidup?
He he he . . . Edan Tenan. Sabar to brow…
Manusia dikatakan mempunyai kesempurna’an Hidup, jika ia mengetahui, memahami, mengerti Hidup nya, karena dengan mengetahui, memahami serta mengerti Hidup nya, berati ia benar-benar Manusia Hidup, Hidup bersama dengan Hyang Maha Suci Hidup. Ini kesempurna’an Hidup yang sebenaranya.

Oleh karena itu, Laku spiritual hakikat Hidup, memiliki makna, kesadaran yang mempelajari cara/lakon untuk menuju pada Hyang Maha Suci Hidup. Bukan sekedar mendekat disisinya.

Dalam belajar kesadaran Laku Spiritual Hakikat Hidup, terdapat satu tembang Jawa lagi yang berbunyi:

“Tak uwisi gunem iki. Niatku mung aweh wikan. Kebatinan akeh lire. Lan gawat ka liwat-liwat. Mulo dipun prayitno. Ojo keliru pamilihmu. Lamun mardi kebatinan”

Artinya;
Saya akhiri pembicaraan ini, saya hanya ingin memberi tahu, kabatinan banyak macamnya,
dan artinya sangat gawat, maka itu berhati-hatilah, jangan kamu salah pilih, kalau belajar kebatinan. (maksud dari keta kebatinan, adalah Kesadaran).

Dari tembang tersebut, dapat diketahui bahwa untuk belajar Sadar dengan Laku Spiritual Hakikat Hidup (Wahyu Panca Gha’ib), yang merupakan satu-satunya Kesadaran Hidup Dan Kehidupan, sangatlah gawat. Karena Wahyu Panca Gha’ib sudah hampir memenuhi Jagat raya ini, dan tidak sedikit Wahyu Panca Gha’ib yang bungkus dengan ego kepentingan masing-masing pribadi, dengan sangat amat rapih sekali, hingga sangat sulit untuk di ketahui kemurniannya/keasliannya. Ini bukan berarti menakut-nakuti orang yang hendak belajar Wahyu Panca Gha’ib lo….

Semata-mata tembang tersebut adalah mengingatkan bagi orang yang hendak belajar Sadar pada Hidup dan Kehidupan nya.

Tembang tersebut juga bisa bermakna:
Yen Siro wedhi, ojo sepisan-sepisan wani.
Yen Siro Wani, ojo sepisan-sepisan wedhi.
(YEN WANI AJA WEDI-WEDI. YEN WEDI AJA WANI-WANI)

Artinya;
Kalau kamu takut, jangan sekali-sekali berani.
Kalau kamu berani, jangan sekali-sekali takut.
Jika iya. Katakan iya. Bila tidak. Katakan tidak.

Artinya, saat hendak berniat untuk belajar. Pasti kita akan di ingatkan akan pilihan, apakah kita berani atau tidak. Kalau berani, jangan sekali-kali timbul Perasa’an takut. Kalau takut, janganlah memaksakan diri untuk berani. Hal itu juga berarti, bahwa di dalam bertindak, hendaknya kita tidak ragu-ragu… He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasihku, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

ANTARA BENAR DAN SALAH. BAIK DAN BURUK. MAU ATAU TIDAK..?!!


Artikel Bebas Untuk Umum:
ANTARA BENAR DAN SALAH. BAIK DAN BURUK. MAU ATAU TIDAK..?!!
Ketika sebuah persepsi menempel di kepala kita, itulah pilihan yang sudah kita ambil. Repotnya, tidak selamanya keputusan kita ini, berdasarkan kenyataan yang ada. Apalagi jika ditambah dengan pengalaman kita sebelumnya, dalam berhubungan dengan orang tersebut. Sekali menipu, selamanya penipu, demikian jalannya otak kita. Sekali jahat, selamanya kamu jahat ! Sekali berbohong, dua tiga kali akan terjadi lagi. Parahnya, tindakan negatif terhadap pribadi kita, ternyata lebih dalam pengaruhnya, terhadap persepsi yang sudah kita bangun.

Ketika kita mempunyai pilihan, untuk melanjutkan hubungan tersebut atau tidak, maka dengan mudah kita dapat mengambil keputusan. Sebaliknya jika tidak ada pilihan, maka terpaksa kita Hidup dengan persepsi yang belum tentu benar. Contohnya ? Apa lagi jika bukan pekerjaan kita ?

Delapan jam sehari kita tidur, dan delapan jam sehari juga kita berada di tempat kerja kita. Setiap hari kita berbicara dengan rekan kerja kita, dipanggil atasan kita, dan memerintah bawahan kita. Sebagian dari mereka kita sukai karena ramah, ringan tangan, dan lucu. Lebih dari separuhnya kita benci karena mereka sok tau, tukang perintah, dan suka menjegal !

Kadang, dengan senang hati kita berbicara dengan mereka dan lebih sering kita berkomunikasi karena membutuhkan mereka. Semuanya telah kita cap sebagai “teman”, “lawan”, dan “tidak jelas.”

“Lawan” adalah rekan kerja yang harus kita singkirkan dan jauhi. Masalahnya jika lawan kita tersebut adalah atasan kita, maka tidak ada sesuatu yang dapat kita lakukan….wah…gawat dong! Iya…nek satu level sih gampang….gak usah dianggap dan ditanggapi. Pokok’e ojok ganggu aku dan aku gak bakalan ganggu kamu. Sak karep-karepmu dewe, selesai !

Tapi ini bos kita….wah…mau gimana lagi ? Bukan aku yang bisa menyingkirkan dia, tetapi dia yang bisa menyingkirkan diriku ini. Parahnya…..hak untuk memiliki persepsi ini, bukan hanya hak saya seorang, atasan kita juga bisa membentuk persepsinya sendiri. Dan pilihan untuk berpresepsi negatif atau positif terhadap diriku, menentukan karier pekerjaanku.

Apakah yang harus saya lakukan ?
Berikan saya jalan keluar pak WEB ?
Tolonglah…. diriku yang sedang dilanda kekalutan ini…. akan kuberikan apa saja…. (sungguh??? Everything ? Semuanya….??? Segalaaanya) . . . (wakakakakak….. Edan Tenan)

Jawaban singkatnya adalah; ganti persepsi negatif bos anda menjadi positif.

Hah ? Boro-boro ? Wong aku aja gak iso merubah persepsi negatif terhadap bosku, kok malahan disuruh merubah persepsi atasanku tentang diriku ? Wes…wes… mari… mari… gak usah dilanjutno…. gak masuk akal blas pak WEB!!
Dasar Wong Edan Bagu… sejare dewe….wek. gemblung ko… He he he . . . Edan Tenan.

Iya….
Memang betul…
Berbicara itu mudah..
Di bandingkan dengan bertindak.
Dan tidak mudah untuk merubah persepsi kita mengenai seseorang. Lebih susah lagi merubah persepsi seseorang tentang diri kita. Tetapi jika kita tahu rahasianya, bahwa persepsi itu adalah sebuah duga’an yang tidak berdasarkan fakta, maka kita bisa membuatnya menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Jika persepsi bos kamu itu raja telat, maka buatlah daftar absen anda lima menit lebih pagi dan lima menit lebih lama waktu pulang nya.

Jangan lupa,,, tunjukkan muka culun Anda kepadanya (alias ngatok!) setiap masuk dan keluar kerja. Lakukan dengan disiplin dan teratur ! Dengan cara ini Anda menunjukkan, bahwa persepsi atasan Anda salah. Jika ada satu persepsi yang salah, maka si bos pelan – pelan akan membuka selubung persepsinya mengenai diri Anda. Begitu satu persepsi terpatahkan, maka persepsi negatif lainnya akan mulai dipertanyakan dalam otak si bos.

Bener nggak ?
Betul atau nggak yaa omongannya si A tentang kamu ?
Masa sih dia seperti itu ?
Padahal tak liat dengan mata kepalaku sendiri nggak seperti yang diomongkan ? Hmm….mungkin saya perlu membuktikan beberapa hal lagi….

Nah inilah kelemahan sebuah persepsi. Memang persepsi itu lemah, karena tidak berdasarkan kenyata’an/fakta. Begitu kenyata’an yang terjadi bertentangan dengan persepsi yang ada, maka yang menang adalah yang kelihatan !

Permasalahannya adalah kebanyakan orang melupakan unsur waktu dan kepribadian. Ada atasan yang bisa merubah persepsinya secara mendadak dan ada juga pimpinan yang memerlukan bukti, bukti, bukti, dan bukti lebih lanjut. Kemudian, dari sisi kita sendiri, sering menyerah karena tidak ada perubahan yang signifikan. Padahal kenyataan yang ada adalah terlalu sering kita berhenti lebih cepat.

Sebuah buku yang pernah saya baca mengatakan bahwa :
Di awal pekerjaan, kita begitu bersemangat dan menggebu-gebu.
Di pertengahan, kita mulai kelelahan dan meragukan pekerjaan kita.
Di titik 90% perjalanan kita mengalami dilema dahsyat mengenai berhenti mencoba dan berusaha. Berpikir Positif atau positive thinking.

Jikalau Om Thomas Alfa Edison berhenti memecahkan lampu yang ke 9.998 maka kita tidak akan bisa menikmati terangnya malam hari ini. Hanya kurang 1 lampu lagi dia berhasil !

Sungguh sayang bukan ?
Masalah sebenarnya yang kita hadapi dengan persepsi adalah mau atau tidak terus mencoba ? Toh tidak ada lampu yang harus kita pecahkan bukan !

Terlalu sering kita berusaha untuk merubah apa yang tidak dapat kita rubah dan terlalu jarang kita merubah apa yang dapat kita rubah, yaitu diri kita ! Saya yakin perubahan itu tidak dimulai dari orang lain, melainkan dari diri kita terlebih dulu. Begitu kita merubah persepsi kita, maka sikap kita dengan sendirinya akan berubah. Perubahan diri kita pada akhirnya akan merubah persepsi orang mengenai kita dan ujung-ujungnya merubah sikap mereka terhadap diri kita ! Ingatlah, persepsi hanyala sebuah pilihan. Pilihan untuk berpikir positif atau berpikir negatif…. Hayooo… He he he . . . Edan Tenan… SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasihku, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Membedakan Pingin (Perasa’an ) dan Kersaning GUSTI (Rasa)


Membedakan Pingin (Perasa’an ) dan Kersaning GUSTI (Rasa)
Dengan Wahyu Panca Gha’ib
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Selasa. tgl 24. November. Tahun 2015

Setiap manusia sarat dengan nafsu. Nafsu tersebut, senantiasa ada di setiap waktu. Dan nafsu yang identik itu, agar supaya tersandang baik oleh manusia pada umumnya, lalu,,, di perhalus sebutannya, menjadi keinginan, kurang puas, lalu di perhalus lagi, menjadi harapan, masih kurang lagi, lalu lebih di perhalus lagi, menjadi cita-cita. Kalau kita lihat hati kita, maka setiap saat, yang namanya keinginan, harapan, cita-cita bin Nafsu kita terhadap ini dan itu, akan terus bertambah, tidak akan ada habisnya, sebelum menaiki kereta kencana roda empat manusia menuju rumah goa di perumahan keramat. Manusia memang ditakdirkan menjadi makhluk yang tidak bisa terlepas dari yang namanya kodrat irodat, jika kedua hal ini, tidak selaras dan seimbang, sudah pasti, kodratnya tidak akan pernah merasa puas.

Itulah yang disebut dengan keinginan, harapan, cita-cita alias (Perasa’an bin Nafsu). Dalam bahasa jawanya, keinginan itu disebut kepingin atau biasa disingkat pingin. Pingin ini, pingin itu dan pingin banyak lagi yang lainnya. Setiap manusia pasti memiliki kepinginan, harapan atau cita-cita.

Sementara itu, kersaning GUSTI, kehendak nya Rasa/Hidup. Merupakan hak prerogatif dari Hyang Maha Suci Hidup. Kita tidak bisa melakukan hal, yang lebih maksimal, jika sudah menjadi kersaning GUSTI, kehendak nya Rasa/Hidup, yang dicapai hanya segitu.

Dengan itu… Pertanyaan yang kini muncul adalah?
Apakah perbedaan pingin (Perasa’an) dan kersaning GUSTI (Rasa)?
Perbeda’annya, pingin (Perasa’an) atau kepinginan itu dari setiap manusia senantiasa berada di bawah pengaruh hawa nafsu nya.

Sedangkan kersaning GUSTI (Rasa). Itu yang sudah dilakukan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Lebih jelasnya….(Rasa) Kersaning GUSTI, lebih cenderung pada kepasrahan manusia, setelah melakukan ikhtiar semaksimal mungkin.

Namun Pada kenyata’annya, banyak manusia yang salah mengartikan. Mereka tidak melakukan ikhtiar/usaha (lakon/laku) apapun, tapi mengakui/menyebut, hal itu sebagai kersaning GUSTI… Coba renungkan itu dengan iman. Caranya; Palungguh 3x lalu diam merenung. itu contoh yang sangat amat paling sederhana, diantara sekian banyak cara yang pernah saya pelajari dan saya praktekan. Jadi,,, pasti tau dan bisa Membedakan Mana Pingin (Perasa’an/Nafsu ) dan Mana Kersaning GUSTI (Rasa/Hidup), Ingat ya, direnungkan setelah Palungguh, jangan di bayangkan setelah menghayal. He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasihku, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com