ISRO MI’ROJ ITU BESERTA JASADNYA:

MIROJ ROSULULLOH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENJADI FENOMENA TAK TERPECAHKAN KECUALI BILLAH.

Bismillahir rohmaanir rohiim.
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.

Sudah cukup banyak kajian kajian tentang perjalanan Rosululloh dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho. dan dari Masjidil Aqsho menuju Sidrotul Muntaha. Semua kajian tentu sesuai dengan maksud dan tujuan kajian. Jika maksud dan tujuan kajian Isro Mi’roj itu untuk memperoleh bukti yang berkaitan dengan kebenaran ayat suci dengan kenyataan alam dan theory alam maka kajian itu akan berdasarkan theory ilmu alam. Apakah itu theory gravitasi, theori kimia, theory biology dan theory theory lain yang dianggap memiliki kaitan dengan hukum gerak fisika dalam menunjukkan bahwa perjalanan beliau memang perjalanan yang paling dahsyat dari pada semua bentuk perjalanan.

Jika semua bentuk kajian itu dimaksudkan untuk membuktikan benar tidaknya perjalanan beliau itu secara sains, secara ke-ilmu-an, maka dasar pijakannya dilandaskan pada ilmu ilmu pendukung yang dibutuhkan untuk memperoleh bukti konkrit berdasarkan sudut ke-ilmu-an pula . Begitu juga dengan kajian kajian lain tentu akan berlaku hukum sebuah kajian. berlaku bagi semua bentuk kajian. Dalam hal ini, apabila kajian ini dilandaskan dengan keimanan, maksudnya bukan keimanan ilmiah atau sebuah ilmu keimanan tetapi iman yang merupakan keimanan itu sendiri, tentu dasar bukti bukan atas pengaruh sebuah ilmu apapun.

Sebagai contoh Kita diperkenalkan lewat sejarah seorang yang pada zaman / saat terjadinya ISRO WAL MI’ROJ. tentu masa itu belum ada Ilmu sains technology, ilmu kimia masih terbatas dan tingkat rendah. Ada seorang yang diberi iman betul betul iman tanpa mempelajari ilmu keimanan. Beliau diberi pangkat dan julukan As Shiddiq. Sebuah julukan yang diberikan oleh junjungan kita Rosululloh kepadanya sebagai julukan yang membenarkan KENABIAN, KERASULAN, Sehingga sampai saat ini kaum Muslimin senantiasa menyebut beliau beserta julukannya yaitu ABU BAKAR AS ASHIDDIQ RODHIYALLOHU ANH. Beliau sebagai orang pertama yang membenarkan perjalanan Isro’ wal Mi’roj Rosululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam. Semua statmennya benar dan selalu seiring dengan sabda Rosululloh. beliau mencapai IMAN MUSYAHADAH. Menyaksikan kedudukan Allah Dan Rosulnya. Keimanan jenis ini tidak membutuhkan rujukan, tidak membutuhkan dukungan ilmu apapun dan justru Iman ini sudah Rujuk dengan hukum dan ilmu Allah Subhanahu Wata’aalaa.

Bagi seorang ahlul fikri . orang yang kuat daya fikirnya , orang yang cendekia otaknya tidak akan serta merta menerima begitu saja. Hanya orang yang diberi IMAN MUSYAHADAH SAJA YANG MENERIMA KENYATAAN BAHWA NABI MUHAMMAD ROSULULLOH DIPERJALANKAN ATAS KEHENDAK ALLAH. BUKAN ATAS KEHENDAK MAHLUK SEORANG MUHAMMAD.

JENIS IMAN INI MERUPAKAN PUNCAK KEIMANAN SEMPURNA. MENYAKSIKAN PERJALANAN BAGINDA ROSULULLOH SECARA JASMANI DAN ROHANI. LAHIR BATIN.

Syukur Alhamdulillah, Sholawat wahidiyah diberi mampu menuntun pengamalnya atas bimbingan pengasuh perjuangan Wahidiyah RA , sehingga menerima keimanan yang sempurna dan menerima kenyataan dahsyat itu menjadi sebuah i’tiqod yang tak tergoyahkan. Dalam praktek pengamalan dan penerapan Sholawat Wahidiyah, kita dibimbing dalam penerapan :

*NAS ALUKALLOHUMMA BIHAQQIHI ANTUGHRIQONA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH.*
Paduka menenggelamkan kami ke dalam samudra tauhid.

Seseorang yang ditenggelamkan dalam samudra tauhid, tentu akan diperlihatkan. akan diperdengarkan, akan dipertemukan, akan digerakkan dan didiamkan atas titah Allah. jika Allah berkehendak menitahkan seorang hambanya. seorang kekasihnya, seorang Rosulnya, pasti tidak repo, tidak ada masalah. mau satu detik sampai di Sidrotul Muntaha, beserta jasadnya tidak sulit bagi Allah

Begitu juga sebaliknya. bagi yang tidak dikehendaki. walaupun diberi bisa bergerak cepat seperti syetan umpamanya, atau diberi bisa pergi dari satu tempat ketempat lainnya. tidak usah terlalu jauh. kita berjalan dan sampai disebuah tempat, dan di suatu tempat itu ada benda tapi benda itu diberi satir oleh Allah. Tentu benda itu tidak akan tampak oleh mata kita. apalagi kalau kita tidak datang sampai ditempat benda itu. maka seseorang yang belum mencapai iman Musyahadah, tidak akan mampu menerima dan meng-iya-kan perjalanan beliau secara lahir dan batin, jasmani rohani.

Secara umum Allah membuat hukum sebab akibat. tetapi Allah maha kuasa berbuat tanpa sebab, sebab Allah sendiri yang mau. Allah mau dan kuasa menggerakkan Jasad Muhammad melebihi kesepatan sinar. Allah juga bisa menggerakkan lebih dari itu. banyak para kekasih Allah yang berada di satu tempat, dan detik berikutnya bahkan detik yang sama sudah berada ditempat lain. sehingga mata kasar melihat seorang hamba tadi berada di banyak tempat dan dinilai oleh akal orang tersebut menjadi banyak. Memang itulah bahasa akal fikiran. Jika dalam detik yang sama suatu benda atau orang berada di tempat yang berbeda, dianggap menjadi dua sebab berada di dua tempat. Kita lupa bahwa satu detik ukuran waktu bumi tidak sama dengan waktu langit. Maksudnya waktu menurut manusia dan menurut Allah tidak sama. Satu detik ukuran manusia dibumi yang diatur oleh peredaran bumi dan matahari akibat rotasi, itu tidak sama dengan satu detik yang tidak dipengaruhi oleh gravitasi. Allah mampu memajukan dan menahan waktu. seperti menghentikan rotasi planet.

Jika kita diberi tahu haqiqat waktu tentu tidak akan berpendapat seperti umumnya orang menghitung tentang Waktu. satu detik di dunia bisa diolor hingga melar ribuan tahun seperti jam karet. bukan jamnya yang melar tapi waktu itu sendiri yang dilipat oleh Allah. Bagi yang sudah mengalami ru’yah sholihah, walaupun satu detik, sudah jauh lebih dari cukup untuk mengimani dan membuktikan apa apa yang dialami junjungan kita Rosululloh. Ini bukan untuk dijadikan legenda apalagi cerita.

Dalam dunia tasawwuf, Banyak beredar kabar, seorang Ulama di berbagai belahan bumi ini diberi oleh Allah berbagai macam Khoiriqul adah . Beliau beliau diberi sesuatu yang tidak umum. bukan hasil rekayasa sang ulama tersebut. bukan pula cerita. hanya saja kebetulan apabila hal ini didengar atau dikabarkan kepada seseorang yang jiwanya sudah terpental jauh dari Allah, tentu akan menjadi fitnah. sebab jiwa yang jauh dari Allah tetap akan tertutup hatinya dan tidak mampu melihat kekuasaan Allah. tidak mau menerima kejadian diluar umumnya manusia. tidak mau menerima kejadian aneh. Kekuasaan Allah dipandang menurut fikirannya. kekuasaan Allah diperhitungkan menurut ilmunya. kekuasaan Allah disandarkan menurut kajiannya. theory yang disimpulkan berdasarkan fakta mahluk dan bukan fakta kholik.

MAKA KESIMPULANNYA MASIH MEMBAWA TEKA TEKI. SEBAB MASIH MENUNTUT AKAL FIKIRANNYA UNTUK MENYETUJUI HASIL KESIMPULANNYA.

Semua yang ada di langit dan bumi itu hanya fakta mahluk. fakta ciptaan sang kholik.
Semua fakta mahluk memang membuktikan fakta kholik. tetapi fakta kholik tidak harus menjadi fakta mahluk. sebab kekuasaan sang kholik tidak diatur mahluk. Kekuasaan Allah tidak membutuhkan persetujuan dengan mahluk.

Fakta keberadaan alam semesta, memang bisa digunakan sebagai alat membuktikan keberadaan Allah. Tetapi tanpa fakta wujudnya/ keberadaan alam semesta , haqiqatnya dzat Allah tetap Wujud.

SEMOGA KETIKA KITA MENGKAJI APAPUN, KITA DITUNTUN HIDAYAH ALLAH. BUKAN DITUNTUN OLEH ILMU KITA. BUKAN DITUNTUN AKAL FIKIRAN KITA.

Di lain sisi, kita orang awam ilmu. awam ilmu fisika, awam soal kimia, awam bidang biology, tetap wajib berterima kasih kepada para ilmuwan sebagai tambahan pengetahuan. sebab dengan pengetahuan itu manusia akan diberi peningkatan disegala bidang asalkan semua gerak langkah sudah didasari iman. tanpa dasar Iman Billah, justru ilmu apapun termasuk ilmu agama tetap akan menjeromoskan diri sendiri dan orang lain.

Semoga dimasa yang akan datang kita diberi Ilmuwan ilmuwan yang beriman Billah. Diberi ekonom ekonom yang bertaqwa. sehingga kajian apapun akan menggiring kita lebih dekat kepada tuhan Allah.

Kami di sini tidak ikut mengkaji apa apa kecuali hanya ikut ikut melatih diri dalam merasakan nikmat yang sudah diberikan kepada beliau yang diberi nikmat. dan bukannya ikut ikut golongan yang mendapat murka .

Semoga taufiq hidayah Allah senantiasa menyertai semua gerak langkah kita dalam segala bidang.

Kepada para ilmuwan kami haturkan terima kasih terutama ke pangkuan para kekasih Allah. khushushon Rosululloh Shollalohu Alaihi Wasallam wa Ghoutsi Hadzaz Zaman Rodhiyallohu anh.

Kami tidak bisa matur apa apa kecuali ikut menghaturkan iringan do’a :
” Jazaakumullohu khoiroti wasa’aadatid dun’ya wal aakhiroh. Aamiin. Yaa Robbal Alamin.”

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.
SEMOGA BERMANFAAT…
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU…
Ttd: Wong Edam Bagu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s