WAHYU PANCA GA’IB

KUNCI THE POWER ILMU PEMBANGKIT
SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER
______________________________
LIMA BELAS WEJANGAN
*WAHYU PANCA GA’IB*
DALAM LAKU… SPIRITUAL HAKEKAT HIDUP
Oleh:
WONG EDAN BAGU
( Ki Djaka Tolos )
PUTERA RAMA TANAH PASUNDAN

WEJANGAN WAHYU PANCA GA’IB DALAM SPIRITUAL HAKEKAT HIDUP
________________________________________________________

PENDAHULUAN:
Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuhu wabi Salamun Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu untuk kita semuanya tanpa terkecuali… Saya atas nama Toso Wijaya. D atau yang lebih di kenal dengan sebutan Ki. Djaka Tolos dalam Spiritual dan Wong Edan Bagu dalam dunia maya…. Dengan ini ingin sekali saya membagikan sebuah Pengalaman laku khusus yang berfungsi untuk menyelesaikan segala hajat atau segala problematika yang biasa terlalu amat sangat sering menghampiri semua sedulur-sedulur pada umumnya, agar mudah teratasi dan terselesaikan dengan aman dan nyaman.

Laku ini adalah merupakan wujud kasih saya kepada antar sesama manusia Hidup, yang pada awalnya, Tergugah, karena selama saya mengembara , selalu saja saya temukan keluh kesah di setiap sudut kehidupan yang saya singgahi. Sejak itu pula,,, saya mencoba mencari solusi, suatu jalan lain yang lebih simple, lebih mudah, lebih aman, namun menjamin berhasil dan intisarinya tetap di dalam lingkup Hakekat Hidup. Yaitu dengan spiritual keTuhanan. Bukan jalur muja yang harus menumbalkan Anak atau Istri dan saudara Terkasih. Sebagai tebusan sukses yang nantinya akan di terima, namun belum tentu menjamin keberhasilannya. Setelah saya kaji dan kaji. Mencari jalan lain yg lebih simple….

Ternyata saya menemui jalan buntu. Hingga pada Akhirnya. Melalaui Ilmu MERAGA SUKMA yang Artikelnya pernah saya posting beberapa waktu yang telah lalu, saya mencoba memasuki Alam Bukrotowwasillah… Menemui Guru Sejati saya. Saat pertemuan, saya di BERI WEJANGAN ILMU,,, Khusus untuk menggenggam kesuksesan dunia dan tata caranya. Dan amalan ilmu tersebut saya beri nama KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER…..

Menurut Pengalaman saya… Ilmu ini dulu pernah menjadi Sumber Ilmu Kesaktian yang di miliki Sunan Kali Jaga saat menjadi Brandal Lokajaya….. Adapun Ilmu tersebut sumber kekuatannya bukan dari luar….. Tetapi dari dalam diri sendiri….. Yaitu yang disebut INGSUN SEJATI…. Ilmu ini Berfungsi untuk.

MENYELARASKAN KEKUATAN SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER…… Sehingga kekuatan tersebut bisa di olah dalam diri orang yang memakai MANTRA KHUSUS nya…..

Untuk membangkitkan power sedulur papat kalima pancer…… Sehingga power yang di olah melalui Mantra laku ini……. Bisa di gunakan untuk mengatasi segala permasalahan kehidupan sehari – hari…… Atau lebih tepatnya ilmu ini bisa di katakan Multi fungsi.

Sebenarnya menurut pengalaman saya…. Ilmu ini sangat berkaitan erat dengan Ilmu Hakikat dan Makrifat serta Tasawuf….. Karena sesungguhnya, sesuatu yang di kaji dalam diri… Ada hubunganya dengan Ilmu Ketuhanan….. Istilah lainnya. Man Arafa Nafsahu faqod Arofa Robbahu….. Yang artinya…. Siapa orangnya yang bisa melihat dirinya sendiri…. Maka ia akan bisa melihat Tuhan nya. Soal selain dari itu, segala dan semuanya kepentingan dan keperluan duniawi….heeeemmmm keciiiiiillll…
He he he . . . Edan Tenan.

Inti dari Ilmu Ini adalah mengenal Diri nya sendiri…… Melalui empat pendamping pribadinya yaitu sedulur papat. sehingga ilmu ini mampu membangkitkan power dari Papat Kalima Pancer……. kekuatan dari Sedulur Papat tersebut di selaraskan agar menyatu di Badan, karena itu di sebut juga Kalima Pancer……SEHINGGA NANTINYA BISA DI MANFAATKAN /DUGUNAKAN UNTUK APA SAJA. ATAU SEGALA HAJAT………… TUJUAN (KEINGINAN)

KUNCI THE POWER.
ILMU PEMBANGKIT SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER;
Mengapa dalam mempelajari/mengenal TUHAN, mesti harus mengenal Rasa???!….. Memang kalau hanya sampai pada tingkat Syariat. bab rasa tidak pernah dibicarakan atau disinggung. Tetapi pada tingkat Hakekat keatas bab rasa ini mulai disinggung. Karena bila belajar ilmu Hakekat itu berarti mulai mengenal siapa Sang Percipta itu.
Karena Tuhan maha GHOIB maka dalam mengenal hal GHOIB kita wajib mengkaji dan mengaji rasa.

Jadi jelas berbeda dengan tingkat syariat yang memang mengaji telinga dan mulut saja. Dan mereka hanya yakin akan hasil kerja panca inderanya.Bukan Batinya.
Bab rasa dapat dibagi dalam beberapa golongan .Yaitu :
1. RASA PERASA’AN
2. RASA TUNGGAL
3. SEJATINYA RASA
4. RASA SEJATI
5. RASA TUNGGAL JATI.

Mengaji Rasa sangat diperlukan dalam mengenal GHOIB.Karena hanya dengan mengaji rasa yang dimiliki oleh batin itulah maka kita akan mengenal dalam arti yang sebenarnya, apa itu GHOIB.

Dalam mengarungi kehidupan didunia fana ini, manusia tidak pernah lepas dari hal-hal yang menyulitkan. Seringkali ketika segala usaha lahiriah terasa buntu akhirnya menyisakan depresi, stress, kegalauan jiwa dan keputus-asaan. Hanya dengan diimbangi jiwa yang sehat sajalah segala problematika kehidupan terasa lebih ringan dan tabah untuk dilalui. Melalui ikhtiar batin lelaku doa-mantra (wirid) kita ditempa agar memiliki jiwa yang lebih kuat, tenang dan tentram. Semua itu, terdapat pada Rasa. Rasa apa? Rasa Hidup.

Apa itu Rasa Hidup?
Jawabanya, adalah Ga’ib. Apa itu Ga’ib?, jawabanya, adalah Rasa. Skilas terkesan mebingungkan, Bukan?

Jelas sangat membingungkan. Krn kita sdh terbiasa bergelut dan berbaur tanpa Rasa. Yg kita ketahui tentang Lapar. Haus. Sakit. Susah. Senang. Dllnya itu. Bukanlah Rasa. Melainkan Perasa’an. Sangatlah tipis cara untuk membedakan. Mana Rasa dan mana Perasa’an. Sy membahasakannya. Seperti pinang di belah dua. Serupa namun tak sama.

1. RASA PERASA’AN:
Pada kodratnya, manusia itu. Memiliki perasa’an.. Berpusat di pikiran. Dan perasa’an inilah yg membedakan kita sebagai manusia dgn makhluk2 lainya. Yg tersebut bukan manusia. Jika tak makan. Pada umumnya. Manusia akan lapar. Jika tak minum akan haus. Jika tak tidur akan ngantuk. Jika terantuk akan sakit. Jika kehujanan akan dingin. Jika kerja tanpa aturan akan capek. Jika ingin di hormati. Akan bermoral. Jika ingin sukses berusaha. Jika ingin baik akan blajar memperbaiki.

Jika/Seandainya/Terbayang/Terkesan. Harus itu harus ini dan lain sebagainya yg berkaitan dgn isi perut dunia. INI yg di sebut Rasa Perasa’an

2. RASA TUNGGAL:
Pada irodzatnya, setiap manusia bahkan seluruh makhluk hidup,mempunyai kemampuan yang tersembunyi, berpusat di otak. Biasa disebut sebagai potensi kekuatan alam bawah sadar. Ketika potensi kekuatan ini muncul, maka seseorang dapat memiliki kemampuan diatas normal sesuai dengan bakatnya. Misalnya kemampuan indera keenam, telepati, psychokinesis, penyembuhan dan semacamnya. Atau apabila orang tersebut berbakat pedagang maka potensi kekuatan itu akan mewujud menjadi sebentuk intuisi bisnis yang sangat tajam. Bila ia adalah seorang pemikir akan memiliki tingkat kecerdasan diatas normal (jenius). Dan lain sebagainya. INI yg di Sebut Rasa Tunggal.

3. SEJATINE RASA :
Pada dasarnya, setiap manusia bahkan seluruh makhluk hidup, memiliki kemampuan yang terpendam. Berpusat di hati. kemampuan terpendam ini akan muncul manakala seseorang dalam keadaan kritis, puncak kelelahan fisik, terjepit / kepepet, atau menghadapi keadaan yang mengancam dirinya, saat itu keinginan untuk mempertahankan hidup membuatnya dapat melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan pada saat normal.

Sebagai contoh ketika seseorang diambang kritis, misal sedang dikejar anjing galak, rabies lagi. Seketika itu ia bisa berlari cepat melebihi kecepatan larinya pada kondisi biasa, orang Jawa menyebutnya kancilen, bahkan orang tersebut bisa melompat keseberang sungai yang dilihat dari lebarnya terasa tidak mungkin bisa dilompati pada saat normal. INI yg di Sebut Sejatine Rasa.

4. RASA SEJATI:
Pada umumnya…. Apapun alasannya. Setiap manusia, bahkan seluruh makhluk hidup. Memiliki dan mempunyai Naluri. Berpusat di jiwa. Naluri ini. Akan muncul. Di kala kita. Jauh dari orang2 tercintai. Rindu, lalu ingat masa2 indah bersama. Berbeban berat. Ingat akan sebuah arti persaudara’an dan keluarga. Kehilangan hal2 atau sesuatu damba’an. Sedih bahkan menyesali diri. Mengalami peristiwa yg amat sangat memilukan. Menangis dll…..Namun, sesudahnya. Ada kemerdeka’an di dlmnya. Ada puas di dalamnya. Ada plong di dalamnya. Ada pengalaman di dalamnya. Yg membuat kita tau dan mengerti serta paham akan kejadianya. INI yg di Sebut Rasa Sejati

Empat hal di atas itu adalah suatu Bukti kalau kita sesungguhnya memiliki daya kemampuan yang luar biasa.

Daya kemampuan tersebut dalam ilmu Jawa dinamakan DAYA LINUWIH (Daya kemampuan diatas normal).

Bila diteliti lebih jauh dan dalam lagi. sebenarnya daya ini bukan muncul dari fungsi pancaindera kita, melainkan muncul dari Hidup kita. Sungguh sayang dan rugi sekali bukan. Jika kita memiliki semuanya itu. Di luar kesadaran kita…..

Semua daya potensi kemampuan terpendam itu bisa dipelajari untuk dibangkitkan. Dengan Banyak cara mendayagunakan potensi diri tersebut melalui metode olah batin (dzikir doa-mantra), Olah jasmani (Tata napas & Meditasi), dan Olah Pikir (Visualisasi & Daya Cipta). Disingkat Olah Jiwa Raga, Pikiran dan Batin. dipadukan dalam sebuah Samadi atau Meditasi. Dalam Laku Hakekat Hidup. Dengan begitu. Kita akan tau dan bisa. Paham serta mengerti. Apa itu yang kelima. Yaitu: RASA TUNGGAL JATI….. yang berpengertian GA’IB. Untuk hal ini, kita membutuhkan seorang guru pembimbing yang Hidup dan Berwujud.

WEJANGAN NO. 01
Tentang Guru Wujud;
Mengapa Kita Membutuhkan Guru yang Hidup.
Cinta dan hormat harus kita berikan terhadap orang-orang besar, terhadap jiwa-jiwa agung, praktisi-praktisi agung, makhluk-makhluk Agung yang berkorban begitu besar untuk umat manusia dan yang sudah mencapai Kebijaksanaan tertinggi Mereka. Cinta dan hormat harus selalu kita miliki, meskipun Guru itu sudah tiada. Tetapi kemudian, kita tidak perlu mengorbankan semua waktu kita hanya untuk memuji Mereka, menyembah Mereka, dan memohon kepada Mereka. Karena siapa pun tahu, bahwa kita adalah makhluk yang hidup dan kita butuh Guru yang hidup untuk memberi kita pengetahuan sebagaimana yang telah Guru-guru terdahulu berikan kepada murid-murid mereka. Maka kita harus menemukan Guru yang hidup.

Bagaimanapun, Guru-guru terdahulu, walaupun Anda mencintai dan memuja Mereka, mereka hanya dapat menolong Anda hingga batas tertentu saja karena Mereka telah meninggalkan medan magnet kita. Mereka telah pergi ke dunia lain, ke jenis dimensi yang lain untuk mengerjakan pekerjaan Mereka yang sekarang, dan Mereka sibuk di sana. Jadi, Guru yang hidup adalah seseorang yang ditugaskan untuk mengerjakan tugas masa lampau Mereka di masa kini. Hal ini seperti ketika Tn. Soeharto adalah Presiden beberapa tahun yang lalu, tetapi sekarang adalah Tn. SBY. Jadi tidak tepat untuk meminta dan mencari Tn. Soeharto untuk menyelesaikan masalah-masalah nasional Anda saat dia tidak lagi di tempat tugasnya. Bukannya kita tidak suka dia, atau tidak menghormati pekerjaannya, atau menghargai profesinya, tetapi dia tidak di sana lagi. Kita harus meninggalkan dia supaya dia bisa mengerjakan pekerjaannya yang sekarang dan kita harus meminta orang yang sekarang menempati posisinya, untuk memenuhi kewajibannya untuk kita. Itu saja…. Masuk akal tidak Brow…?!

Sekali Anda meninggalkan dunia fisik ini, walau Anda seorang Guru yang sangat tinggi, Anda tidak dapat menolong makhluk-makhluk fisik lagi, tetapi hanya melalui komunikasi batin, yang sangat sulit diraih oleh kebanyakan manusia, kecuali hanya sekelompok khusus orang yang terlahir dengan bakat telepati, atau yang dianugerahi kekuatan psikis, atau kemampuan komunikasi batin, yang dicapai karena latihan mereka di kehidupan lampau. Kita bisa menyebutnya sebagai indra keenam dan ketujuh, dimensi pemahaman yang tertinggi. Jadi, Anda bahkan mungkin melihat Tuhan tanpa berlatih atau bermeditasi sebelumnya. Itu mungkin terjadi, tapi tidak terlalu sering.

Dalam meditasi Anda, jika Anda menemui kesulitan atau jika Anda mempunyai beberapa pertanyaan, Anda harus berdoa kepada Tuhan, dan berusaha menenangkan pikiran, dan jawaban atau pertolongan akan datang. Bisa pula berdoa kepada Tuhan atau Sang Maha Kuasa atau siapa pun orang Suci yang Anda percayai. Ajaran KUNCI bersifat universal, tidak membeda-bedakan sistem kepercayaan. Setelah itu, saya harus menambahkan ini, jika setelah Anda berdoa kepada seluruh orang Suci, dan kepada Tuhan dan tetap tak menolong, maka Anda boleh meminta saya menolong Anda. Kedengarannya sangat memuliakan nama sendiri,,,, He he he . . . Edan Tenan,,, tetapi saya beritahu Anda karena saya harus memberitahu Anda semuanya, dan saya harus menjelaskan mengapa demikian. Karena saya lebih dekat. Tetangga dekat lebih baik daripada keluarga yang jauh. Sangat sederhana dan logis Bukan…?!

Saya lebih dekat karena kita berada dalam medan magnet yang sama di Bumi ini. Energi kita bergandengan dan akan lebih mudah menyatukan energi-energi kita karena kita lebih dekat satu sama lain, kita dalam frekuensi getaran yang sama.

Bila Anda punya Guru yang hidup, Anda dapat berdoa dalam keheningan, dan meminta nasihat jika Anda menghadapi masalah dengan meditasi Anda. Jika Anda merasa sangat jauh dari Tuhan, Anda memerlukan seorang perantara. Anda masih agak lemah, seperti seorang anak yang memerlukan bantuan orang tuanya untuk menuntun langkah-langkah pertamanya. Tetapi kelak, Anda akan berjalan sendiri, dan tahu bahwa tujuan akhir Anda adalah untuk berjalan sendiri dan tidak lagi tergantung pada orang tua Anda. Anda akan dapat belajar secara langsung dari Guru-guru terdahulu dengan Metode KUNCI. Itulah cara kita belajar tentang Kebenaran, bukan dari mendengar kata orang, dari khotbah-khotbah atau doktrin-doktrin. Kebenaran terungkap melalui intuisi kita sendiri. Ketika kita mencapai dimensi yang lebih tinggi, kita dapat menemukan makhluk-makhluk lain dan alam semesta lain yang lebih ‘beradab’, yang hanya dapat dilihat dengan mengkonsentrasikan perhatian kita di dalam diri sendiri, dan dengan meraih suatu tingkat kontemplasi yang mendalam. Metode KUNCI dalam Laku Haqikat Hidup adalah jalan untuk mencapai keadaan ini.

Guru-guru terdahulu tidak dapat mengajar Anda. Anda harus mencari Guru yang sekarang, yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, menolong ketika Anda dalam keraguan, dan membimbing Anda kembali kepada Tuhan. Kita membutuhkan kontak manusia dengan manusia, bukan dengan seseorang dari masa lalu. Tidak peduli secantik apapun seorang wanita dari masa lampau, Anda tidak dapat menikahinya! Dia tidak dapat memberi Anda anak dan menimbulkan perasaan cinta sebagaimana yang Anda dapatkan dari istri yang hidup.

Guru yang hidup sangat berguna. Saya punya arus listrik; kabel yang tidak terpasang tidak bekerja, hanya kabel yang terpasang yang dapat mengalirkan listrik dan menyetrum ke Anda. Kabel apapun, sekuat apapun, jika dirusak, tidak dapat mengalirkan arus listrik lagi. Bola lampu apapun, seberapa pun bagusnya, jika pecah, tidak dapat menerangi Anda. Tetapi bola lampu yang walaupun jelek, tetapi baik keadaannya, dapat menerangi Anda.

Karena itu, jika orang-orang berdoa kepada Buddha atau Nabi yang telah meninggal, mereka sangat jarang menerima tanggapan.

Melalui pemikiran Anda tentang Guru, Anda menjadi satu dengan Guru, dan Guru adalah Anda sendiri. Guru adalah Jati Diri Anda, tetapi karena Anda tidak menyadarinya, Anda hanya harus berpikir tentang Guru, karena itu adalah Diri Anda. Melalui pemikiran, seluruh kualitas Guru secara perlahan-lahan akan diteruskan kepada Anda, dan Anda akan menemukan Diri Anda melalui sang Guru. Setelah itu, Anda akan menyadari, “Oh! Guru adalah saya. Sayalah selama ini.” Karena itu, sejak masa lampau, orang-orang memuja para suci dan Guru-guru yang tercerahkan, untuk diri mereka sendiri, bukan demi Guru mereka.

Djaka Tolos:.
Maka, yang saya pahami adalah, bahwa sebelum kita menemukan Guru di dalam diri kita, kita masih membutuhkan satu di luar kita untuk sementara?

Wong Edan Bagu:.
Tetapi Guru tersebut juga penuntun di dalam batin, tidak hanya pada tingkat fisik. Kalau tidak, Guru tersebut tidak akan bisa menolong murid-Nya dari jarak ribuan mil, dan di seluruh dunia. Guru tersebut harus memiliki tingkat yang sangat tinggi untuk menolong semua orang setiap saat, siang malam, tidak peduli di mana orang itu.

Djaka Tolos:.
Di Barat, sering berbahaya bila seorang pencari Tuhan terjatuh dan terlalu memuja gurunya. Menurut Anda, apakah ini masalah?

Wong Edan Bagu:.
Tidak jika guru tersebut sejati, karena dengan demikian Anda hanya menghormati Diri Anda, Anda hanya memuja Roh Suci yang telah menjadi Satu dengan Guru.

Djaka Tolos:.
Maka Anda berkata bahwa bila Guru tersebut adalah Guru Sejati, dia hanya memegang cermin untuk setiap orang, untuk menolong mereka melihat diri sendiri secara mendalam?

Wong Edan Bgau:.
Benar. Itulah.

Djaka Tolos:.
Bagaimana dengan murid-murid Guru-guru sebelumnya? Jika Guru yang hidup meninggalkan dunia ini, apakah murid-murid tersebut harus mencari Guru lain, atau tidak perlu?

Wong Edan Bagu:.
Tidak perlu. Tetapi jika ia ingin bertanya sesuatu tentang hal-hal praktikal, atau hal-hal fisik, maka mereka boleh datang ke Guru yang hidup lainnya, atau kepada penerus Gurunya. Kalau tidak, sebenarnya di dalam diri tetap ada tuntunan rohani dari Gurunya yang sudah meninggal. Guru tersebut tetap bertanggung jawab dan tetap punya kekuatan untuk meneruskan, karena hubungan sudah diciptakan. Mengertikah?

Hanya jika kita tidak punya apa yang disebut hubungan dengan Guru terdahulu maka kita butuh Guru baru. Mengapa kita tidak pergi ke Guru dari ratusan tahun yang lalu karena kita tidak punya hubungan dengannya ketika dia masih hidup; karena itu, hubungan tidak terciptakan. Jika Anda punya hubungan dengan Guru dari ribuan tahun yang lalu, tidak jadi soal berapa lama telah lewat, dia tetap menjaga Anda. Tetapi jika Anda tidak membuat hubungan dengan-Nya sebelum dia meninggal, bagaimana Dia dapat menjaga Anda?

Djaka Tolos:.
Jadi apa yang bisa Anda katakan mengenai diri Anda sendiri dalam hal menawarkan diri kepada orang-orang?

Wong Edan Bagu:.
Saya sendiri tidak dapat menawarkan terlalu banyak kecuali tubuh, ucapan dan pikiran saya kapan pun Tuhan berkehendak mempergunakannya untuk menawarkan kepada orang, kepada anak-anak-Nya yang suka dekat dengan-Nya, atau berada di sisi-Nya. Saya hanya bisa siap pakai. Saya tidak dapat menawarkan terlalu banyak. Saya hanya seperti Anda. Apa yang dapat sebuah tubuh tawarkan?

Djaka Tolos:.
Dapatkah Anda mempertunjukkan beberapa mukjizat supaya orang-orang semakin percaya kepada ajaran-ajaran Anda?

Wong Edan Bagu:.
Mukjizat,,, apa yang Anda inginkan?
Saya memberi Anda sejumlah uang, ya?
Lalu apa yang Anda lakukan dengan itu?
Apa manfaat untuk Anda secara kekal?

Saya menyarankan Anda untuk menemukan kekuatan Anda sendiri, kekuatan mukjizat Anda sendiri, bukannya tergantung pada saya. Daripada datang ke saya hanya untuk kekuatan magis seperti itu, lebih baik temukan kembali kekuasa’an dan keagungan Tuhan, kebijaksanaan, hak asasi, Surga, dan kesempurna’an Anda sendiri. Itulah cita-cita yang terbaik dan tertinggi dari kehidupan manusia, bukan mukjizat-mukjizat. Mukjizat-mukjizat itu hanya sesaat.

Jika diperlukan saya akan menunjukkan mukjizat pada Anda, tetapi bukan sebagai pertunjukan, untuk tepuk tangan Anda. Kapan pun diperlukan selama latihan Anda, Anda mungkin akan menemui beberapa halangan, atau beberapa pengaruh buruk. Saat itu Anda akan tahu bahwa saya bisa membuat mukjizat. Saya bisa, tetapi saya tidak menggunakannya asal-asalan hanya agar Anda tahu betapa hebatnya saya. Saya tidak memerlukan itu.

Saya ingin agar Anda punya sikap yang sangat benar, pemikiran yang benar, gagasan yang benar dalam latihan dimana kita harus kembali ke Yang Tertinggi, yaitu Maha Suci Hidup, bukan yang lain, untuk mendapatkan kembali Kebijaksanaan Tertinggi kita, tidak untuk tergantung pada semua permainan anak-anak ini, mainan plastik ini. Anda akan memiliki segalanya. Janganlah minta hal-hal kecil, mintalah hal-hal besar. Itu akan lebih cocok untuk Anda, karena kita umat manusia adalah makhluk yang termulia di alam semesta. Jadi mintalah hanya yang teragung, itu lebih cocok dengan posisi Anda, kemuliaan Anda, dan hak asasi Anda…. Masuk akal tidak Lurr..?!

Djaka Tolos:.
Guru,,, Anda selalu melakukan perjalanan keliling dunia dan tidak dapat tinggal di sini untuk mengajar setiap orang, maka dengan ketidakhadiran Anda, siapa yang harus kita ikuti?

Wong Edan Bagu:.
Begini. Kita tidak mengikuti seorang guru, kita hanya mengikuti ajaran-Nya. Jadi, kita tidak pernah salah, jika sang guru salah. Jika ajaran-ajaran-Nya oke, lalu kita ikuti ajaran-Nya saja. Kita harus melihat apakah ajaran-Nya itu benar. Anda lihat apakah etika saya benar atau tidak, apakah apa yang saya ajarkan kepada Anda, saya juga mencontohkannya. Sebagai contoh, saya ajarkan Anda jangan makan daging dan saya juga vegetarian. Saya ajarkan Anda jangan mencuri dan saya juga tidak mencuri. Saya ajarkan Anda untuk selalu bederma dan saya juga bederma. Saya ajarkan Anda mencintai orang lain dan saya juga mencintai serta menolong orang lain. Saya tidak memungut uang untuk ajaran yang saya berikan, saya mencari uang saya sendiri, jadi Anda tidak akan kehilangan apapun. Anda hanya mendapatkannya.

Sekarang pun, setiap standar moral yang dibabarkan dalam kitab suci Buddhis dan dalam Alkitab, saya sampaikan lagi untuk Anda. Jadi, saya tidak mengajarkan hal-hal yang baru, tidak ada yang amoral, tidak ada yang tidak etis. Mengertikah Anda?

Jadi sekarang Anda dapat merasa aman karena mengetahui bahwa Guru Anda ini tidak mengajarkan Anda apapun yang amoral atau tidak etis, sesuatu yang menyimpang dari kitab-kitab suci. Sejak masa lampau, perbuatan etis tidak pernah berubah standarnya, perintah-perintah Tuhan dan Buddha tidak pernah berubah. Saya mengajarkan Anda hal yang sama, dan saya juga melakukan hal yang sama, maka paling tidak saya bukan jenis Guru yang buruk! Jadi sekarang ajarannya benar bukan?

Dan meditasi akan memberikan Anda kebijaksanaan serta ketenangan pikiran. Tidak soal dengan teknik apapun, meditasi akan menolong Anda. Jadi tidak ada pengecualian dengan teknik saya. Saya hanya memberitahu Anda bahwa ini yang tercepat, itu saja. Anda tidak harus percaya pada saya. Saya hanya menginformasikan Anda dan sekarang Anda punya pilihan Anda. Saya hanya menyatakan yang sebenarnya. Jika itu cepat, saya bilang cepat. Saya juga biarawati/kiyai. Saya tidak boleh berbohong. Bahkan orang awam pun tidak berbohong, maka untuk apa biarawati/kiyai berbohong? Kalau bukan untuk kebaikan…

Saya tidak punya alasan berbohong, karena saya tidak membutuhkan uang Anda. Saya tidak membutuhkan apapun, bahkan saya tidak tinggal di sini. Saya tidak untung apa-apa dari Anda. Saya bahkan mungkin akan meninggalkan Anda besok, dan Anda mungkin tidak pernah melihat saya lagi. Selamat tinggal! Jadi saya tidak untung apa-apa. Dari sudut pandang ini, Anda aman. Ya?

Jadi, Anda mengikuti ajaran-ajaran tersebut, jangan mengikuti saya. Ajaran-ajaran saya akan selalu bersama Anda, dan Anda tidak perlu mengikuti saya secara pribadi. Seandainya Anda ingin nasihat pribadi tentang kemajuan meditasi Anda, Anda boleh menyurati saya atau Anda boleh menelepon atau sms untuk bertanya. Zaman sekarang tidak perlu melekat dengan Guru, Anda bisa pergi ke Formosa atau di mana pun saya tinggal. Tubuh saya hanyalah penampilan, sebuah rumah, sebuah kantor sehingga Anda bisa melihat saya. Jika saya hanya menggunakan tubuh rohani, maka Anda tidak akan dapat melihat saya sama sekali, Anda tidak bisa mendengar saya. Jadi bagaimana saya dapat menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada Anda? Jadi saya harus menggunakan tubuh saya,,,, benar?

Anda tidak perlu takut bila saya pergi dan Anda tidak punya siapa-siapa. Anda selalu punya seseorang. Anda bahkan mungkin bisa melihat saya muncul di rumah Anda, seperti sekarang, jika Anda tulus dan bertingkat rohani cukup tinggi. Anda akan melihat Guru datang kepada Anda setiap saat Anda membutuhkan. Tidak perlu terikat pada tubuh jasmaninya.

Djaka Tolos:.
Guru,,, sebagai murid Anda, jika saya mempunyai teman atau seseorang yang saya kenal sakit keras, dan jika saya mohon Anda untuk menolong orang ini, dapatkah Anda menolong orang ini, ataukah Anda hanya bisa menolong orang yang mengikuti ajaran-ajaran Anda?

Wong Edan Bagu:.
Guru Sejati menolong siapa pun yang Anda sayangi, tetapi disesuaikan dengan karmanya dan juga apa yang baik untuknya. Mohon apa saja, tetapi serahkan hasilnya pada kekuatan Guru Sejati, bukan guru wujud…

WEJANGAN NO. 02
Tentang Guru Sejati;
Bagaimana Kita Mengenali Guru Sejati.
Guru-guru adalah mereka yang ingat Asal mereka dan karena cinta-Nya, datang membagikan pengetahuan ini dengan siapa pun yang mencarinya, dan tidak menerima pungutan apapun untuk pekerjaannya. Mereka menawarkan semua waktu, financial, dan energinya untuk dunia. Ketika kita mencapai tingkat keguruan ini, kita tidak hanya mengetahui Asal diri kita, tetapi kita juga dapat menolong yang lain mengetahui nilai mereka yang sebenarnya. Dia dengan mengikuti petunjuk seorang Guru, kita akan lebih cepat mencapai suatu dunia baru, yang penuh dengan pengetahuan sejati, keindahan sejati, dan kebajikan sejati. Semua keindahan, pengetahuan, dan kebajikan di dunia luar ini adalah untuk mengingatkan kita akan dunia sejati di dalam.

Bayangan, seberapa pun indahnya, tidak akan pernah sebagus benda aslinya. Hanya yang asli yang dapat memuaskan jiwa kita, yaitu Tuan rumah.

Seorang Guru seharusnya adalah seorang yang sudah menyadari Dirinya dan tahu apakah Jati Diri-Nya itu. Karena itu, dia mampu berkomunikasi dengan Tuhan, kecerdasan teragung, karena itu ada di dalam diri kita. Karena itu dia dapat meneruskan pengetahuan ini, kekuatan terbangunkan ini untuk siapa pun yang mau ikut merasakan kebahagiaan.

Sebenarnya, kita tidak punya Guru dalam arti sesungguhnya. Hanya sampai saat sang murid mampu mengenali tingkat keguruannya sendiri, maka yang disebut Guru diperlukan untuk memandunya hanya hingga saat tersebut. Tetapi kita tidak mengikat kontrak atau apapun. Tentu saja Anda punya kontrak dengan diri sendiri bahwa Anda akan berjanji sampai akhir, dan ini adalah untuk manfaat Anda sendiri. Dan inisiasi artinya pertama kalinya Anda mengenali jiwa Agung Anda, itu saja.

Ketika seorang Guru yang hidup ada di Bumi, Dia mengambil sejumlah karma dari orang-orang, terutama mereka yang percaya pada Guru, dan lebih banyak lagi dari siswanya. Dan karma ini harus berubah ke dalam bentuk lain. Karena itu, Sang Guru menderita demi murid-muridnya, dan demi umat manusia secara keseluruhan, selama hidup-Nya. Dan ini termanifestasikan melalui tubuh-Nya. Karena itu pula, Dia mungkin sakit sesaat, Dia mungkin sakit dalam waktu yang lama, Dia mungkin teraniaya, atau Dia mungkin difitnah, Dia mungkin disiksa. Setiap Guru harus mengalami hal-hal seperti ini. Anda dapat melihatnya sendiri, bahkan Sang Buddha, Nabi Mohammad, Kristus dan Guru-guru lainnya di Timur maupun di Barat. Tidak ada seorang pun pernah menjalani kehidupan Mereka dengan damai. Itulah yang dimaksud dengan seorang Guru berkorban demi umat manusia. Tetapi hanya selama dia punya tubuh jasmani untuk menanggung karma, karena karma di dunia ini berbentuk fisik. Jika Anda ingin menyelamatkan orang-orang dari karma fisiknya, Anda butuh tubuh fisik. Karena itu, seorang Guru harus memanifestasikan tubuh fisiknya untuk mengambil semua persoalan dan penderitaan dan menyelesaikan semuanya.

Seorang Guru berada di dunia untuk menolong mereka yang perlu pertolongan. Tetapi pada saat yang sama, dia tidak di dunia ini, dia tidak tertarik kepada dunia ini, dia tidak terikat pada dunia ini, ataupun terikat pada kegagalan dan keberhasilan-Nya di dunia ini. Anda lihat apa yang Yesus lakukan di puncak kejayaan-Nya. Dia siap mati jika memang harus demikian. Dengan proses mati-Nya, Dia mengajarkan banyak orang cara berserah diri. Dengan tidak terikat pada kejayaan dan kehidupan, Dia mengajarkan tentang kehendak Tuhan. Dia mengajarkan bahwa kita harus selalu mengikuti kehendak Tuhan.

Bagaimana Kita Mengenali Guru Sejati;
Sangat mudah…! Pertama-tama, seorang Guru Sejati tidak akan menerima sumbangan apapun untuk dipakainya sendiri, karena Tuhan hanya memberi dan tidak pernah menerima. Kedua, dia harus memberi Anda beberapa bukti tentang Pencerahan. Sebagai contoh, jika seseorang menyatakan mempunyai Cahaya, maka ia juga harus memberi Anda Cahaya atau memberi bukti bahwa Anda dapat mendengar Suara Tuhan. Siapa pun yang dapat memberi Anda bukti tentang Cahaya dan Firman Tuhan, itulah orang yang dapat Anda percayai. Guru artinya pemberi Cahaya, pengusir kegelapan. Kalau tidak, bagaimana Anda tahu bahwa ia memiliki sesuatu untuk diberikan?

Seorang guru palsu akan selalu mempropagandakan mukjizat kecilnya, tetapi seorang guru sejati tidak akan berbuat seperti itu. Jika ia terpaksa, ia selalu melakukannya secara diam-diam. Hanya murid-Nya yang tahu, dan hanya jika diperlukan, untuk menyelamatkannya dari situasi yang berbahaya, menyembuhkan penyakitnya, membantunya secara mental atau mempercepat kemajuan rohaninya. Dengan demikian sang murid akan mengetahui nilai Gurunya.

Seorang Guru Sejati hanya dapat memberi dan tidak menerima. Murid-murid-Nya merasa nyaman tetapi Guru harus menderita. sekali Anda belajar metode ini, Anda terlindung 100% oleh kekuatan Tuhan. Anda dijamin 100% sempurna. Guru sendirian yang harus menanggung semua jenis penderitaan supaya setiap orang dapat menikmati. Tetapi ini adalah harga dari menjadi orang tua! Anak-anak menikmati semua kenyamanan dan orang tua harus bekerja untuk menyediakan semuanya, dan mengambil semua tanggung jawab… Harak kepenak to…?!

Djaka Tolos:.
Bagaimana seseorang mengenali Gurunya?
Dapatkah seseorang memiliki lebih dari satu Guru yang hidup?

Wong Edan Bagu:.
Saya pikir satu cukup. Jika Anda belajar kepada seorang Guru, Anda sudah harus belajar begitu banyak, bagaimana mungkin belajar kepada dua atau tiga? Anda bahkan mungkin tidak bisa mengikuti, jangankan belajar kepada dua orang. Ada berbagai tingkat Guru yang berbeda, tetapi Anda harus tahu dan berdoa untuk yang tertinggi, yang terbaik, jadi mungkin Anda bisa terbebaskan dalam satu kehidupan saja. Kalau tidak, itu memakan waktu yang lama. Ya, Anda dapat membuatnya dalam dua, tiga kehidupan atau dalam dua atau tiga ribu tahun. Maka berdoalah untuk yang terbaik dan dapatkan hanya yang terbaik, itulah yang terbaik! Dan jika Anda sungguh-sungguh dalam berdoa, Tuhan akan mengirimkan yang terbaik. Mintalah yang terbaik, itu saja, hanya ingin mengetahui Tuhan di kehidupan ini, untuk mengirimi Anda seseorang yang dapat menolong Anda mengetahui Tuhan. Kalau tidak, Dia akan mengirimi Anda seseorang yang dapat membawa Anda ke beberapa Surga, atau yang dapat memberi Anda beberapa kekuatan magis, jenis mainan yang kurang berarti! Tetapi jika Anda berdoa untuk mengetahui Tuhan, hanya Tuhan saja, dalam satu masa kehidupan, maka Dia akan mengirimi Anda yang terbaik, tercepat dan terkuat.

Djaka Tolos:.
Guru, siapakah Hermes, Zoroaster, keluarga Essene, dan Guru-guru Gnostic? Siapa Guru yang pertama? Dan apakah Persaudaraan Putih yang Agung itu?

Wong Edan Bagu:.
Semua Guru Sejati adalah Satu. Semua datang dari satu sumber, dan Guru tertinggi adalah Guru Tertinggi (Supreme Master), Yang Maha Besar, yang ada di dalam diri Anda. Ketika kita pertama kali datang ke sini, kita adalah Guru-guru. Kita memberkahi dunia dan melupakan semua kekuatan, kejayaan, serta energi kita terkuras habis karena kita terlalu menaruh perhatian terhadap fenomena luar. Maka semua Guru yang datang ke sini adalah mereka yang terbangunkan dan sadar. Mereka tahu diri sejati Mereka dan dapat menempuh jalan pulang ke Rumah dengan sering. Mereka dapat memimpin kita pulang ke Rumah. Maka, tidak perlu membeda-bedakan Guru satu dengan yang lain. Semua agama didirikan setelah Sang Guru meninggal. Karena itu, kita mempunyai umat Kristen setelah Kristus, umat Buddhis setelah Sang Buddha, dan Muslim setelah Muhammad dan sebagainya.

WEJANGAN NO. 03
Tengtang 3 macam Guru;

Tiga Jenis Guru.
Adalah mudah untuk menemukan seorang Guru jika kita tahu bahwa ada berbagai jenis, dan tahu jenis mana yang paling cocok untuk kita. Menurut pendapat saya ada tiga jenis Guru. Jenis pertama adalah yang kita sebut jenis intelektual, kaum terpelajar. Mereka sangat berpengetahuan serta mengetahui kitab-kitab suci, mengerti terminologi dalam dunia filosofi. Mereka dapat mengajari Anda siapa yang menulis kitab suci apa, kapan dan arti dari istilah-istilahnya. Guru-guru ini sangat layak menerima penghargaan kita. Mereka dapat meneruskan kepada kita beberapa ajaran suci dari masa lampau yang kita mungkin tidak mempunyai waktu untuk mengerti, atau mungkin bahwa kita tidak terlalu ahli untuk mengetahui istilah itu. Itu adalah jenis guru yang pertama. Belajar dengan mereka tentang berbagai ajaran dan agama, maka pengetahuan kita akan bertambah luas.

Jenis guru-guru yang kedua adalah mereka yang tenggelam dalam kegiuran atau samadhi setiap saat. Mereka sepenuhnya berbakti kepada Tuhan, kepada Rencana Suci. Mereka berada dalam hubungan langsung dengan Tuhan dan mempunyai pengetahuan langsung dari Tuhan. Dia dapat melihat Tuhan begitu dekat. Dan jika kita bertemu dengan Guru-guru ini secara tak terduga, atau dengan kehendak kita sendiri, kita akan mendapatkan beberapa manfaat. Pikiran duniawi kita akan lebih sedikit berkurang oleh tekanan dunia, dan kita akan merasa terangkat, bahagia, dan kembali ingin menjumpai Tuhan. Kita akan merasa ingin melepaskan dunia ini. Saya tidak bermaksud agar Anda mencukur kepala Anda dan hidup di hutan, tetapi merasakan lebih sedikit keinginan terhadap kesenangan indra serta keuntungan materi di dunia ini. Guru-guru seperti ini biasanya sulit untuk ditemukan, karena mereka pada umumnya tidak benar-benar mengajar, mereka hanya menenggelamkan diri dalam kegiuran, menikmati kebahagiaan dan keseimbangan di dalam.
Jenis Guru-guru yang ketiga juga menyerapkan diri mereka dalam Kasih Tuhan, tetapi mereka juga mempunyai cinta dan belas kasih kepada mereka yang berada dalam ketidaktahuan dan penderitaan. Karena itu, mereka pergi ke mana-mana atas permintaan orang lain. Meskipun hanya ada satu atau dua orang yang sungguh-sungguh ingin bersatu dengan Tuhan, mereka akan datang dan berbagi dengan mereka tentang rahasia kega’iban Tuhan, jalan untuk menemukan Kenyataan, Kebenaran, Tau di dalam diri kita, tentang bagaimana membangunkan sumber pengetahuan teragung di dalam diri mereka, tentang semua kekuatan penyelamat di dalam diri kita, untuk mengurangi intensitas penderitaan dalam hidup kita, untuk mengembangkan rasa percaya diri kita dan menyatukan diri dengan sumber yang Maha Kuasa dari mana kita berasal.

Ini adalah garis besar dari tiga jenis Guru. Maka, kita harus mencari jenis yang dapat memenuhi keinginan kita, kebutuhan dan harapan batin. Jika kita bisa melihat beberapa Guru, maka kita harus menggunakan daya pembedaan kita untuk melihat apakah Guru ini adalah guru yang kita inginkan, apakah dia layak menerima penghormatan dan kepercayaan dari kita.

Guru jenis pertama mudah dikenali karena tingkat keterpelajarannya. Dia dapat berbicara mengenai dan mengetahui semua kitab suci, dan kita tahu dia adalah seorang yang berpengetahuan. Mudah mengetahui ini karena pengetahuan dunia mudah dimengerti dan diuji. Jenis kedua juga mudah dikenali dari penampilan mereka dan atmosfir kebaktian di sekeliling orang-orang yang selalu terserap dalam kegiuran. Guru jenis ketiga sulit dikenali karena jika orang tersebut tidak dalam keadaan kegiuran, sulit untuk mengetahui apakah dia pernah dalam kegiuran atau tidak, karena jenis guru ini selama 24 jam sehari berada dalam ‘Samadhi’ atau kegiuran yang tak tampak. Samadhi artinya bahwa Anda berada dalam kegiuran, dalam kebahagiaan, ketenangan batin, dan Cahaya Tuhan (Nur Ilahi)

Anda dapat berada dalam kegiuran ketika hidup di dunia. Ada dua jenis Samadhi: satu adalah setelah Anda meninggalkan dunia ini, Anda selamanya dalam kegiuran, dalam kebahagiaan dalam kekuasa’an Tuhan. Anda bersatu dengan Tuhan atau Lautan Cinta dan Belas Kasih. Jenis yang lain adalah kegiuran yang lebih kecil yang Anda alami setiap hari melalui meditasi, melalui keberserahan/bakti yang mendalam, atau jenis ritual apa saja untuk mencapai kegiuran. Maka ketika Anda dalam Samadhi, Anda melupakan seluruh dunia. Kadang-kadang Anda dapat mendengar orang-orang di sekitar Anda, tetapi tidak dapat berhubungan dengan dunia. Ketika Anda berada dalam kegiuran yang lebih mendalam, seluruh dunia sama sekali lenyap, dan Anda hanya melihat Cahaya dan Tuhan, dan merasa damai, bahagia, dan penuh kegiuran.

Karena Guru jenis ketiga ini selalu masuk dan keluar dari kegiuran pada saat yang sama, seperti Yesus atau Muhammad atau Sang Buddha, sangat sulit mendeteksi Mereka. Mereka seperti orang-orang biasa. Inilah bahayanya menjadi Guru jenis ini. Guru jenis pertama, setiap orang tahu, menghormatinya, ribuan orang mengikutinya. Guru jenis kedua, setiap orang tahu dan menyembah ke kakinya. Mereka mungkin mengetahuinya ataupun karena mereka berada dalam kegiuran setiap saat, orang-orang dapat melihat. Tetapi jenis ketiga, seperti Yesus atau Muhammad atau Sang Buddha, orang-orang mungkin melempari Mereka dengan batu, memaku Mereka, mencela Mereka dan membunuh Mereka, karena banyak orang tidak dapat percaya bahwa Mereka adalah anak-anak Tuhan, yang diutus untuk menyelamatkan dunia, bahwa Mereka adala Jalan untuk menuju dunia akherat, ketika Mereka dalam tubuh jasmani dan bertindak seperti orang kebanyakan.

Maka, mereka yang ke mana-mana dan berbagi rahasia Kega’iban Tuhan kepada orang-orang, seperti yang dilakukan Yesus atau Muhammad atau Sang Buddha, masuk dan keluar dari kegiuran. Karena, ketika Anda berkhotbah, Jati Diri Anda berada dalam Samadhi, tetapi jasmani Anda masih menderita, Anda masih mengetahui sakit dan kesedihan. Tetapi, Guru jenis kedua tidak merasa sakit di tubuh mereka, tanpa kekuatiran, tanpa kegelisahan, hanya kebahagiaan, semua penderitaan lenyap, dan tidak ada istilah dalam bahasa untuk menggambarkan keadaan ini. Jika Anda tergolong dalam kategori pertama dan kedua, orang-orang akan mengenali Anda dan mengikuti Anda. Tetapi bahaya menjadi guru jenis ketiga karena Mereka tampak seperti orang biasa, dan orang-orang mungkin melempari Mereka dengan batu, bahkan membunuh Mereka karena mereka tidak percaya bahwa Mereka adalah jalan menuju keselamatan (TENTRAM)

WEJANGAN NO. 04
Tentang Cinta Guru Sejati dan Jalan Guru Agung;

1. Cinta Guru Sejati (Hidup)
Cinta untuk Guru Sejati tidak pernah berubah, hanya berkembang. Pertama, Anda mencintai penampilan fisik Guru sejati dan setelah itu Anda akan mencintai setiap orang, walau tanpa kehadiran Mereka. Anda akan merasa lebih toleran, lebih mencinta, tanpa syarat. Anda akan mencintai tanpa mengetahui bahwa Anda cinta. Itu akan menjadi sangat alamiah, sangat menyenangkan. Apa yang Anda cintai, adalah cinta untuk saya. Anda merasa bebas, lebih berkembang, lebih dicintai dalam kehadiran seorang Guru Sejati. Anda merasa lebih percaya diri dan lebih bernilai.

Anda tahu bahwa orang ini tidak akan menyakiti Anda, hanya akan menolong Anda untuk mengembangkan nilai diri Anda dan tidak pernah meminta imbalan. Ini adalah satu-satunya cinta yang dapat menggerakkan hati setiap orang. Cinta ini tidak akan lenyap, walau dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya. Sekali Anda diinisiasi, itu akan selamanya. Ke mana pun Anda pergi, Anda merasakan cinta itu bersama Anda. Jadi, Anda bahagia dengan kehadirannya, seperti laron, mereka suka di dekat cahaya.
Setiap orang menyukai Cahaya agung yang tak tampak dari seorang Guru Sejati, karena Cahaya ini memiliki segala yang kita butuhkan untuk memenuhi dahaga dari jiwa kita, segala yang tidak dapat dipuaskan dunia. Jadi untuk mendapatkan kepuasan, Anda duduk di sisi Guru Sejati. Anda bukannya mencintai kehadiran Guru Sejati, tetapi keindahan dalamnya.

Ketika Anda berpikir tentang saya, Anda tersenyum, benar? Anda merasa bahagia, sejenis kegiuran. Tetapi cinta keduniawian akan selalu mengikat Anda ke dunia ini. Jika Anda terikat kepada saya, Anda pergi ke mana saya pergi, tetapi jika Anda terikat kepada orang lain, Anda pergi ke mana mereka pergi. Kadang itu membawa Anda ke penderitaan, kebencian, kedengkian dan semua jenis ikatan. Tetapi cinta untuk Guru Sejati berbeda. Semakin Anda mencintai Guru Sejati, semakin banyak kebebasan yang Anda dapatkan, semua jenis kebebasan dalam aspek-aspek yang tidak Anda ketahui sebelumnya, karena Anda terikat oleh masyarakat, konsep-konsep, adat istiadat, ikatan keluarga. Sekarang, tidak ada yang dapat mengikat Anda, tidak ada keinginan-keinginan, tidak ada kebiasaan-kebiasaan, tidak ada nafsu-nafsu rendah. Itulah beda antara cinta mulia, dan nafsu rendah yang kita sebut cinta, dan bersifat terikat pada karma. Anda mencintai saya, tetapi Anda dapat meninggalkan saya kapan pun. Itulah bedanya, Anda tidak perlu takut.

2. Jalan Guru-guru Agung.
Dunia kita sekarang lebih baik dibandingkan dengan waktu-waktu lampau karena banyak Guru telah turun ke Bumi dan mengajarkan banyak hukum besar tentang peradaban. Kita telah maju. Karena itu dunia kita telah menjadi lebih beradab, lebih cerah, lebih nyaman dibandingkan dengan ribuan tahun yang lalu. Ini karena ada banyak Guru Agung yang Tercerahkan yang telah mengangkat tingkat pemahaman kita. Walaupun mereka hanya mengajar sekelompok orang, tetapi ajaran yang mereka tinggalkan, getaran dan benih-benihnya terus tumbuh dan menguntungkan seluruh dunia dalam skala yang besar, serta telah mengangkat seluruh tingkat kesadaran umat manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Karena itu, Walau secara awamnya masih amburadul, Namun secara spiritual dunia kita menjadi semakin baik dan cerdas setiap harinya.

Ketika seorang Guru datang ke Bumi, tidak hanya para murid yang diangkat dan diperlihatkan kebijaksanaan-Nya, tetapi seluruh umat manusia akan disucikan dan terangkat ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Karena itu, banyak Guru telah memberkahi Bumi kita, dan dunia telah menjadi lebih baik, seperti hari ini. Tetapi walaupun begitu, ia tetap belum mencapai tingkat pemahaman Kesejatian Hidup. Dunia ini belum mencapai tingkat kesadaran yang sama seperti banyak dunia lain di alam semesta.

Jika kita ingin mencapai tingkat yang sama tinggi dengan Guru-guru masa lampau, maka kita harus mengikuti jalan yang sama dengan yang Mereka tempuh. Ini begitu sederhana. Ini hanya seperti jika Anda ingin menjadi seorang dokter, Anda harus pergi ke universitas dan mengikuti kuliah. Dokter-dokter yang sudah lulus akan mengajari Anda bagaimana menjadi seorang dokter. Sama halnya, untuk menjadi seperti Rasullullah, kita harus berlatih metode Mereka, kita harus menghubungi Cahaya dan Sabda Nabi serta Firman Tuhan di dalam batin kita. Dan saya dapat menawarkan metode ini kepada Anda, cuma-cuma, tanpa persyaratan apapun, baik komitmen keuangan, fisik, maupun mental. Hanya pengabdian Anda yang dibutuhkan. Pengabdian Anda pada latihan Anda sendiri setiap hari menurut jadwal Anda sendiri, dengan pengaturan dan dengan kehendak bebas Anda. Itulah semua yang diperlukan.

Sekarang, mengapa kita tidak dapat meneruskan disiplin masa lampau yang ditinggalkan oleh Guru-guru masa lampau? Hal ini bukannya karena kita tidak ingin, atau kita tidak berusaha untuk melakukannya. Ini karena kita tidak punya cukup kekuatan, kita lelah akan keberadaan. Kadang kita harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup di dalam standar peradaban yang terus meningkat. Dan kita juga menghadapi daya tarik yang lebih ‘beradab’, jadi kita juga harus memiliki pendekatan yang lebih ‘beradab’ untuk membentengi diri kita jika kita ingin mencari kembali harga diri dan kebijaksanaan kita. Karena kita kadang kehilangan arah di pusaran kehidupan dan tekanannya, dan kita tampaknya telah kehilangan diri kita sendiri. Sebenarnya kita tidak kehilangan tubuh atau keinginan kita, tetapi kita kehilangan kendali diri kita.

Menurut Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Oleh Bukhari-Muslim yang berbunyi : “Ingatlah bahwasanya didalam tubuh ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah tubuh semuanya. Apabila ia rusak maka rusaklah tubuh semuanya. Ingatlah ia adalah hati (qalbu)”. Berarti didalam jasad sudah ada potensi kotoran-kotoran penyakit hati yang ditiupkan oleh jin, iblis dan setan. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam QS. Asy- Syams (91): 7-10 yang berbunyi : “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya. maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu) dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”.

Tetapi kita tidak benar-benar mengerti arti dari kehilangan Diri kita. Kita berpikir, “Apa? Sebaliknya, saya tidak kehilangan apapun. Saya mendapatkan lebih dan lebih setiap hari.” Jika atasan Anda mempromosikan Anda atau jika Anda memutuskan untuk mempunyai anak lagi, maka Anda hanya mendapat beban yang ‘menyenangkan’ tambahan. Beberapa beban dapat ditanggung, ada juga yang menyenangkan. Dan semakin Anda terlibat dalam aktivitas material, semakin Anda kehilangan Diri Anda dan semakin sedikit mengenal Diri Anda. Dan untuk apa Anda mengetahui Diri Anda? Ya, kita adalah makhluk paling berkuasa di alam semesta ini. Semua kitab suci membicarakan hal ini. Sutra-sutra Buddhis menyatakan bahwa kehidupan manusia adalah yang paling berharga dari segalanya. Kitab suci Muslim menyatakan bahwa kita adalah tamu di Bumi ini. Artinya adalah bahwa Rumah kita ada di suatu tempat yang lain, dan kita lebih dari sekedar tubuh fisik kita.

Tetapi tidaklah cukup hanya dengan mempercayainya. Anda harus mengikuti semacam pelatihan pribadi, dan gunakan pandangan serta kebijaksanaan Anda sendiri untuk memperkenalkan diri Anda dengan alam keberadaan yang lebih tinggi. Anda menjadi lebih dan lebih terbiasa dengan jenis kehidupan yang lebih tinggi, jenis pemikiran yang lebih tinggi, dan jenis kekuatan yang lebih tinggi, itulah cara Anda menjadi lebih agung setiap hari. Kemudian kekuatan batin Anda sendirilah yang akan menyelesaikan apapun yang Anda ingin selesaikan bagi diri Anda. Pada saat itu kita mengenal Tuhan dan kita dapat berkata bahwa Tuhan telah menyelesaikan segala sesuatunya bagi kita, melalui tubuh kita, karena pada saat itu kita dan Tuhan adalah satu.

Seperti Yesus berkata: Aku dan Bapa adalah satu (Yohanes 10:30). Kita kemudian tidak lagi merasa kesepian dan kita tidak berjuang lagi untuk mencapai sesuatu melalui kekuatan kecil dan kebijaksanaan yang terbatas.

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS. Qaaf : 16].
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ
“Dan Kami lebih dekat dengannya daripada kamu” [QS. Al-Waqi’ah : 85].

WEJANGAN NO. 05
Tentang Dasar-Dasar Laku Hakekat Hidup;
Dunia kita kadang menjadi tidak bertoleransi. Ini adalah perbuatan kita sendiri. Jadi sekarang, untuk meningkatkan atau memperbaiki dunia atau rumah, rumah besar yang kita tinggali, dengan banyak kamar yaitu berbagai negara, dan kita seharusnya tahu bahwa kejahatan harus dihindari. Kejahatan dihindari dengan perbuatan baik, taat akan Perintah Tuhan (sila-sila), mencintai sekeliling. Tetapi karena pikiran kita selalu digunakan dengan cara Mata ganti mata, gigi ganti gigi, maka sangat sulit untuk berbuat sesuai dengan apa yang seharusnya, atau memperlakukan orang lain dengan cara yang penuh kasih. Jadi kita memerlukan daya yang lebih kuat untuk menolong diri kita sendiri, untuk menarik diri kita sendiri, keluar dari kebiasaan, pikiran, dan perbuatan.

Semua hal di dunia sebenarnya juga baik untuk kita, bahkan kejahatan sekalipun. Kejahatan adalah kesalahan-kesalahan kita. Tapi, kita jangan terus salah selama-lamanya. Paling tidak, kesalahan-kesalahan adalah sejenis kejutan. Ketika kita menerima akibat dari kesalahan-kesalahan, maka kita dikejutkan oleh kenyataan bahwa hal ini bukanlah hal yang benar. Hal ini mengakibatkan penderitaan dan kesedihan. Sebab itu, kita berbalik. Dan bahkan semua hal di dunia yang indah dan menyenangkan ada di sana untuk mengingatkan kita akan kebahagiaan sejati di dalam kesejatian kita.

Jadi, bukanlah dosa untuk menikmati semua yang diciptakan Tuhan untuk kita. Tetapi bila kita selalu melekat pada hal-hal itu, maka Tuhan akan mengingatkan kita bahwa itu tidak benar. Sebab itu, kadang kita mengalami kesedihan atau penderitaan dari hal-hal yang sangat kita syukuri.

Adalah salah bila mengabaikan dunia. Tetapi juga salah bila tenggelam dalam keduniawian setiap saat. Karena kita kehilangan sebagian dari hidup yang lebih baik, yaitu jiwa, yang lebih menyenangkan dari apapun yang dapat disediakan dunia. Semua hal di dunia hanya memicu ingatan tentang kebahagiaan sejati, kemenangan sejati, dan kehidupan sejati yang harus kita miliki dan harus kita ketahui, karena kita telah lupa.

Banyak orang bertanya kepada saya tentang hubungan wanita dan pria, dan kenikmatan seksual, dan seputarnya. Mereka bertanya apakah hal itu adalah dosa. Saya katakan tidak. Tetapi Anda harus tahu bahwa ada lebih banyak bentuk kenikmatan yang lain selain hal itu. Kenikmatan seksual hanyalah tiruan dari kenikmatan sejati ketika Anda menjadi Satu dengan Diri Anda, ketika kedua daya di dalam Anda, aspek feminin dan maskulin di dalam diri Anda, bergabung. Penyatuan antara pria dan wanita hanyalah duplikat dari hal tersebut.

Jadi, Tuhan mengirim kita ke dunia ini bukannya tanpa perlengkapan untuk mengingatkan kita akan kekuasa’annya. Hanya saja kita lupa bahwa semua hal adalah pemicu ingatan saja. Kita lebih mencintai tiruan dan lupa yang asli. Hal inilah yang membuat kehidupan kita menyedihkan. Walau begitu, kita tetap tidak bisa menikmati tiruan itu sepenuhnya. Oleh karena itu, banyak hubungan wanita dan pria yang mudah goyah, dan hubungan seksual di antara Anda kadang tidaklah suci, bukan berdasar pada saling menghormati, tetapi terkadang berupa pelecehan, dan hanya pelampiasan frustrasi, hanya sebagai alat. Oleh sebab itu, jika kita sungguh ingin menikmati hidup ini, kita harus menikmati kehidupan sejati, yang mana ratusan ribu kali lebih baik daripada kehidupan yang kita tahu di Bumi ini. Dengan mengetahui kehidupan tersebut, kita juga dapat menikmati kehidupan di dunia.

Banyak orang yang berlatih, mungkin tidak tahu tentang Guru, atau tidak diinisiasi, atau tidak punya pemahaman benar, atau tidak berlatih dengan benar, salah mengerti bahwa sebagai seorang praktisi harus melepaskan semuanya dan dingin terhadap hubungan sesama. Tidak benar, itu tidak benar. Karena dalam KUNCI dikatakan, “Pikiran awam adalah Rasa.” Jadi, ketika Anda mencapai Rasa dengan Pencerahannya yang benar, semakin Anda tercerahkan, maka Anda akan semakin santai dan penuh cinta kasih. Anda mungkin tidak membutuhkan hubungan fisik dengan orang lain, tapi hanya bertindak normal dan memenuhi kewajiban Anda. Bagaimanapun, sulit untuk mengerti ini, tapi waktunya akan tiba. Tuhan tidaklah sepicik itu dengan melarang kita mencintai suami atau istri sebagaimana biasanya.

Tuhan tidaklah sekejam itu dengan memisahkan sepasang insan yang saling mencinta hanya demi mencari Tuhan. Kita harus melapangkan hati untuk mencintai Tuhan dan juga termasuk makhluk-makhluk lain, termasuk anggota keluarga kita. Jika kita mampu mencintai makhluk lain yang jauh dan tidak kita kenal, mengapa kita tidak mampu mencintai anggota keluarga kita, orang-orang terkasih yang paling dekat? Bersikap wajar, cintai mereka lebih dari sebelumnya, lalu kita akan membuat hubungan keluarga menjadi lebih harmonis. Jika tidak, bila pasangan kita tidak bahagia, maka kita akan sangat sulit untuk berbahagia seorang diri.

Pada umumnya, ketika pria dan wanita menikah, hal itu tidak hanya kontak fisik saja, tetapi ini untuk kehangatan dan perhatian, dan hanya demi meditasi, Anda tidak boleh mengabaikan pasangan Anda dengan alasan apapun. Karena ini adalah kewajiban Anda untuk memperlihatkan cinta dan perhatian ke makhluk lain dan Anda sudah mengikrarkan kewajiban tersebut, jadi Anda harus melaksanakannya. Mencintai orang lain adalah suatu kehormatan, suatu kemajuan, bukanlah proses kemunduran. Anda harus mencintai yang lain seperti Guru mencintai Anda, walau dengan atau tanpa kontak fisik.

Djaka Tolos:.
Banyak agama Timur berpandangan bahwa daging atau tubuh seperti sampah yang harus dibuang. Saya rasa, ketika saya masuk ke tubuh ini, saya telah menanda-tangani kontrak untuk menjaganya sebaik mungkin, supaya berfungsi untuk hidup di dunia ini. Seseorang punya daya pikiran, kekuatan Tuhan, tetapi bukankah ini memerlukan semacam pandangan yang berimbang, berupaya hidup benar di dua kondisi kehidupan, karena kita hidup di dua kondisi tersebut?

Wong Edan Bagu:.
Ya, memang seharusnya begitu. Akan lebih seimbang. Yang dimaksud oleh kitab-kitab suci agama adalah kita tidak seharusnya terikat pada nafsu dan sensasi jasmaniah, lalu melupakan jiwa. Kadang hal tersebut dikatakan hanya untuk seseorang pada suatu kesempatan saja, atau pada sekelompok orang saja, untuk orang-orang yang perlu mendengar pernyataan itu. Tetapi itu kemudian menjadi aturan umum yang penting dan telah kehilangan maknanya. Ketika dikatakan pada saat tersebut, hal itu sangat tepat dan benar. Tetapi setelah dicatat dan diberikan kepada kelompok lain, itu tidak benar lagi. Jadi, lakukan yang Anda suka tapi jangan terlalu terikat pada nafsu jasmaniah. Bagaimana mungkin Anda melupakan daging tubuh? Anda tidak dapat bermeditasi dalam keadaan lapar. Anda harus menjaga tubuh, artinya bukannya Anda selalu memperhatikan tubuh dan tidak punya waktu untuk jiwa. Karena beberapa orang seperti itu, dan pernyataan tersebut ditujukan untuk orang-orang itu.

Djaka Tolos:.
Bagaimana saya melepaskan tubuh saya, cinta saya, dan nafsu terhadap lawan jenis?
Wong Edan Bagu:.
Jangan lepaskan, kalau tidak kita tidak akan pernah punya anak-anak. Normal saja dan punya satu saja; punya satu teman hidup saja, ya? Bila Anda punya teman sejiwa yang cocok, dan sebuah cinta yang tiga dimensi; fisikal, emosional, dan mental, maka itu bagus. Lalu, apa yang disebut keinginan tubuh akan kehilangan kekuatan cengkeramnya setelah Anda membiasakan diri dengan hubungan yang stabil atau dengan pernikahan. Jangan kuatir, ini baru permulaan.

Djaka Tolos:.
Haruskah seseorang berusaha menekan energi seksual untuk mencapai Pencerahan?

Wong Edan Bagu:.
Tidak, tidak, santai saja. Semua energi dan perjuangan Anda untuk melawan dorongan seksual sebaiknya dipakai untuk meditasi. Mengapa Anda begitu menyiksa diri? Ini adalah fenomena alami, yang lama kelamaan akan berkurang intensitasnya. Jika Anda menikah, semua hal, bahkan nafsu akan segera berkurang. Semakin Anda bermeditasi, maka semakin banyak kenikmatan Surgawi yang akan Anda temukan. Seks, saya beritahu Anda, adalah pengganti dari kebahagiaan Surgawi. Dan karena banyak dari kita kurang akan kebahagiaan sejati, maka kita selalu mencari dan melekat kepada pengganti yang lebih rendah. Tetapi jika kita mengetahui yang sejati, maka yang lain akan segera kehilangan daya tariknya. Seperti jika kita semakin dewasa, semua mainan, mobil-mobilan plastik tidak berarti lagi bagi kita. Karena sekarang kita punya Mercedes Benz, Roll Royce, Cadillac, atau mobil-mobil yang lain. Kita tahu larinya kencang dan lebih berguna. Jadi jangan kuatir tentang masalah seksual, dapatkanlah Pencerahan.

Setelah Pencerahan, jangan takut kehilangan apapun. Nikmati semua hal secara lebih intensif, tapi Anda tahu kapan dan bagaimana, dan jangan salah gunakan daya untuk kenikmatan seperti sebelum Pencerahan. Anda mungkin berhubungan seks sekali-sekali, jika Anda menginginkan dan menikmatinya. Tetapi Pencerahan adalah tujuan utama dalam kehidupan Anda, dan tidak akan meninggalkan Anda setelah inisiasi. Yang akan selalu mendorong Anda dan Anda tidak akan mundur, Anda tidak akan menjadi bodoh lagi. Dan bahkan jika Anda sekali-sekali melakukannya dengan istri Anda, memangnya mengapa? Tuhan tidak terlalu peduli! (Tertawa) Anda terlalu takut akan segalanya. Bahkan sedikit seks menakutkan Anda. Tidak ada yang terlalu menakutkan!

Djaka Tolos:.
Apa pendapat Anda tentang aborsi, dan kapan menurut Anda sang jiwa memasuki tubuh?

Wong Edan Bagu:.
Oh, seharusnya jangan ada aborsi. Tidak ada persoalan tentang kapan jiwa memasuki tubuh; itu persoalan tentang pikiran jahat dan kecenderungan kita untuk membunuh. Hal itu yang harus dihentikan, kecenderungan untuk membunuh. Tidak ada gunanya untuk bertanya kepada saya kapan jiwa masuk ke dalam tubuh. Ketika Anda menginginkan aborsi, Anda sudah mempunyai kecenderungan membunuh, dan ini yang harus kita hilangkan. Kita harus membina kasih sayang suci dan kebijaksanaan dan tidak condong ke arah negatif dari kehidupan kita. Semakin kita condong ke sana, semakin rendah kita, dan semakin kita terpuruk. Anda harus semakin melatih diri dalam meditasi, dan suatu hari Anda dapat mengetahui kapan jiwa masuk ke kandungan. Tidak ada waktu yang pasti kapan jiwa masuk. Ia bisa keluar dan kembali lagi! Jadi Anda tidak pernah tahu jiwa ada di dalam atau tidak.

Walau jiwa belum di sana, kita sudah punya kecenderungan membunuh, membunuh darah dan daging kita, dan itu tidak baik. Jika Anda membunuh musuh, atau hewan buas yang membahayakan, paling tidak Anda punya alasan untuk melindungi diri. Tapi jika Anda membunuh jiwa tak berdosa, jangan tanya…, membunuh jiwa tak berdosa tidak baik. Tolong jangan sampai punya gagasan yang menurunkan derajat Anda sendiri. Sesulit apapun situasinya, Anda akan bisa mengatasinya. Berdoalah kepada Tuhan, temukan penyelesaiannya atau berikan anak tersebut ke panti asuhan. Banyak suami istri di dunia ini ingin punya anak; mereka bisa mengadopsi bayi. Jadi jangan sampai punya gagasan tersebut.

Djaka Tolos:.
Apakah mungkin menjadi suci sepenuhnya dan manusia sepenuhnya pada waktu yang sama?

Wong Edan Bagu:.
Ya, orang yang suci sepenuhnya adalah manusia seutuhnya. Seorang manusia yang utuh adalah orang yang suci sepenuhnya. Sekarang ini kita hanya setengah manusia. Kita bertindak dengan ragu-ragu, dengan ego, dan tidak percaya bahwa Tuhan mengatur segalanya untuk kenikmatan dan pengalaman kita. Kita memisahkan dosa dan kebajikan. Kita membesar-besarkan setiap hal; kita menghakimi diri sendiri dan orang lain, dan menderita sendiri karena pembatasan kita tentang apa yang seharusnya dilakukan Tuhan.

Sebenarnya Tuhan di dalam kita dan kita membatasi-Nya. Kita suka menikmati diri sendiri, tapi kita tidak tahu. Kita berkata pada diri sendiri, “Saya tidak boleh berbuat ini.” Tetapi mengapa harus vegetarian? Sederhana saja karena Tuhan di dalam diri kita menginginkan itu. Hal ini menegaskan prinsip bahwa kita tidak ingin dibunuh. Kita sendiri tidak ingin dibunuh atau harta milik kita dicuri. Sekarang, bila kita melakukan ke orang lain, artinya kita menentang diri sendiri, dan ini membuat kita menderita. Anda tidak boleh memukul diri sendiri atau melaparkan diri.

Contohnya: sama halnya dengan pembunuhan. Kita tidak boleh membunuh, karena berlawanan dengan prinsip kehidupan, dan membuat kita menderita, jadi kita tidak melakukannya. Bukan berarti kita membatasi diri dengan cara itu. Artinya kita merentangkan kehidupan kita pada semua bentuk kehidupan, tidak hanya manusia tetapi juga pada hewan. Kehidupan kita tidak dibatasi tubuh ini, tetapi juga menjangkau hewan dan semua makhluk hidup. Hal ini membuat kita jadi besar dan menimbulkan keagungan kita.

WEJANGAN NO. 06
Tentang Metode Meditasi Kunci;
Saya kira saya dapat berbagi dengan Anda sedikit teknik rahasia yang telah saya pelajari dan kuasai, dan barangkali bisa membantu Anda menggunakan kekuatan teragung Anda sendiri, untuk menolong diri Anda, teman-teman Anda, keluarga, negeri Anda dan yang termulia dari segalanya, segenap alam semesta. Karena saya telah melihat dengan mata saya yang telah menembus Kebenaran, bahwa semua makhluk di alam semesta saling berhubungan satu sama lain. Kita semua berasal dari hakikat yang sama, kita hanya satu. Saya tidak hanya membaca dari buku saja, saya telah melihat hal ini. Karena itu, jika Anda mengira bahwa Anda masih tetap menderita, bahwa hidup Anda tidak terlalu mulus, bahwa Tuhan telah meninggalkan Anda, bahwa Anda belum melihat Tuhan dengan mata Anda sendiri, maka biarkanlah kami menolong Anda untuk menemukan Tuhan.

Sebelum saya berjumpa dengan teknik yang mudah ini, saya sudah mencoba berbagai macam teknik yang lain, seperti Doktrin Rahasia dari Buddhisme Tibet, atau dari Thai, atau dari Burma dan sebagainya. Semuanya begitu rumit dan membosankan bagi saya. Mungkin karena saya terlalu mungil, mungkin bagi Anda hal-hal itu tidak terlalu melelahkan. Tetapi teknik itu sangat memakan waktu dan Anda membutuhkan banyak perlengkapan serta peralatan untuk melaksanakan latihan tersebut. Tetapi tidak dengan Metode Kunci.

Saya menyimpulkan bahwa metode ini lebih mudah dari segala yang lain. Anda bisa duduk di dalam kereta api, di dalam bus, di sebuah taman, di mana saja, dan Anda bisa selaras dengan kekuatan Tuhan. Anda merasakan perlindungan dan Anda bisa melihat Tuhan berhadap-hadapan. Anda mungkin berhubungan dengan Yesus, Sang Buddha, atau dengan siapa pun yang paling Anda cintai di dalam hati Anda. Mereka akan muncul di depan Anda, Mereka mungkin akan mengajarkan Anda sesuatu, Mereka akan melindungi Anda, menuntun Anda, memegang tangan Anda sehingga kehidupan Anda tidak akan sendirian lagi. Tetapi meski demikian, ini belumlah tingkat yang tertinggi. Tingkat yang tertinggi adalah jika Anda menjadi seperti Tuhan, dan kemudian Anda mempunyai semua kekuatan untuk menyelamatkan dunia dan aman dari penderitaan serta lingkaran kelahiran dan kematian. Anda akan menjadi Maha Bijaksana, Maha Tahu dan Maha Ada (omnipresent).

Jalan kami bukanlah sebuah agama. Saya tidak mengubah siapa pun ke dalam Katholikisme atau Buddhisme atau ‘isme’ yang lainnya, saya hanya menawarkan Anda sebuah jalan untuk mengenali Diri Anda sendiri, untuk menemukan dari mana Anda berasal, untuk mengingat kembali misi Anda di Bumi ini, untuk menemukan rahasia alam semesta, untuk memahami mengapa ada begitu banyak penderitaan dan apa yang menunggu kita setelah kematian. Dan setiap hari Anda akan melihat semuanya sebagaimana Anda melihat saya saat ini. Saya tidak meminta Anda untuk mempercayai saya, tetapi untuk mengalami hal itu sendiri setiap hari. Bukan lagi katanya.

Metode ini ditransmisikan tanpa kata-kata. Jika kita menggunakan bahasa untuk mencapai Pencerahan, maka kita tetap berada dalam alam intelektual, dan pikiran akan tetap bergulat dan semuanya ini sangat melelahkan. Jadi saya tidak mengajari Anda jenis metode pergulatan pikiran karena saya pikir bahwa kita sudah cukup capek karena bekerja setiap hari, berjuang dengan masalah-masalah kita, jadi tidak perlu pulang ke rumah, duduk melipat kaki dan bergulat lagi!

Anda mungkin pernah mendengar ada berbagai metode yang berbeda untuk mencapai Pencerahan, dan memang sesungguhnya ada beberapa. Namun bagaimanapun, hanya ada satu jalan yang dapat membawa Anda ke Pencerahan Tertinggi. Anda boleh mengambil jalan yang berbeda pada awalnya, tetapi Anda harus mengambil jalan ini untuk mencapai puncak. Jalan ini harus terdiri dari kontemplasi pada Cahaya batin.
Jadi, kita mengadakan kontak dengan Roh Suci, atau yang lebih di kenal dengan sebutan Hidup ini, yang merupakan manifestasi dari Cahaya dan Getaran suci, dan dengan melakukannya, kita akan mengetahui Tuhan, mengenal Tuhan Bahkan menyatu bersama dengan Tuhan (Manunggal)

Sesungguhnya, ini bukanlah benar-benar sebuah metode. Ini adalah kekuatan dari Guru Sejati kita. Jika Anda memilikinya, maka Anda bisa mentransmisikannya. Metode ini adalah metode transendental yang tidak dapat diuraikan dengan bahasa kita. Walaupun ada seseorang yang menguraikannya kepada Anda, Anda tidak akan menerima Cahaya dan Getaran, kedamaian dan kebijaksanaan batin. Semuanya ditransmisikan dalam keheningan (Rasa), dan Anda akan melihat Guru-guru masa lalu seperti Yesus atau Sang Buddha. Atau Para Nabi-Nabi. Para wali-Wali. Anda akan menerima semua yang Anda butuhkan untuk mengikuti jejak kaki Mereka, dan sedikit demi sedikit Anda akan menjadi seperti Tuhan, dan Anda akan menjadi satu dengan Tuhan. (Manunggal)

Setelah saya memberi Anda Metode KUNCI, Anda dapat bermeditasi, Anda dapat mencoba untuk mencari di dalam batin Anda untuk menemukan kekuatan macam apa yang Anda miliki, kemampuan macam apa yang telah Anda lupakan, seberapa besar kecerdasan yang telah Anda gunakan, siapa diri Anda, dan posisi macam apa yang Anda tempati di alam semesta ini. Anda mencari dan mencari, dan Anda akan menemukannya dengan (KUNCI)

Djaka Tolos:.
Apakah orang yang berlatih metode meditasi ini perlu memiliki latar belakang atau latihan dari agama tertentu? Apakah mereka harus memeluk suatu bentuk kepercayaan religius tertentu?

Wong Edan Bagu:.
Tidak, sama sekali tidak. Mereka bahkan tidak perlu memiliki latar belakang religius. Mereka akan dibawa ke dalam pengetahuan tentang Jati Diri, tentang roh. Roh Suci (Hidup) yang lebih agung, dan saat itulah mereka menjadi benar-benar religius. Agama hanyalah beberapa bagian yang tersisa, sisa-sisa ajaran yang ditinggalkan oleh Guru-guru masa lampau, ajaran-ajaran lisan, ajaran teoritis, yang pasti dimiliki oleh setiap Guru. Pertama adalah ajaran lisan, memberi tahu orang-orang tentang ini dan itu, dan yang lainnya adalah mengajar dalam keheningan, dan ini adalah bagian yang paling penting. Tetapi dua bagian ini bila digabungkan akan menjadi sebuah ajaran yang hidup dalam kehidupan. Kalau tidak, itu hanya separuh saja.

Djaka Tolos:.
Apa saja tahap-tahap Pencerahan, dan ke tingkat Pencerahan apa kita akan dibawa dengan teknik ini?

Wong Edan Bagu:.
Teknik ini akan membawa Anda ke sumber dari segala makhluk, dari mana Anda berasal, dan ke mana segala makhluk akan kembali. Antara tingkat di bumi ini dan tingkat absolut tersebut, ada lima tingkat kesadaran, atau alam kehidupan yang berbeda-beda. Dan dengan melalui latihan Cahaya dan Suara Surgawi, serta dengan bimbingan dari seorang Guru yang berpengalaman, kita dapat melewati Lima Tingkat ini dan kita akan tiba di kediaman para Guru, tempat semua Guru berasal dan kembali setelah misi mereka selesai, dan juga tempat di mana kita akan turun untuk menolong makhluk-makhluk lain seandainya kita ingin kembali ke Bumi, atau ke planet Bumi lain di alam semesta. Jadi langkah pertama adalah mendapatkan inisiasi, dan kemudian, semuanya akan datang.

WEJANGAN NO. 07
Tentang Bagaimana Bermeditasi Yang Benar;
Alihkan perhatian Anda ke tempat yang seharusnya, yakni kepada Tuhan, bukannya uang atau hal-hal lainnya. Anda sudah punya kemampuan hakiki untuk bermeditasi. Kalau tidak, Anda tidak bisa melakukan bisnis Anda, atau menjaga anak Anda, jika Anda tidak punya Perhatian. Jadi hanya tinggal arahkan saja kepada Tuhan. Saya akan mengajarkannya dengan lebih tepat kepada Anda pada waktunya. Bukannya ajaran atau pencerahan yang memakan waktu yang lama, tetapi karena prosedur sebelum dan sesudahnya memerlukan waktu untuk penjelasan. Perlu waktu supaya Anda tahu apa yang muncul sepanjang jalan dari sini (Awala) hingga ke Akhirnya, dalam berbagai tingkat kesadaran. Karena itu, perlu waktu untuk menjelaskan. Kalau tidak, Anda hanya cukup menutup mata dan tercerahkan seketika.

Hati-hati dengan terbukanya energi Anda saat bermeditasi. Tetapi jika kita mempunyai Guru yang hidup, yang energinya masih hidup, maka Dia dapat melindungi Anda dari pengaruh ini. Tetapi jika kita berusaha untuk belajar dari Guru terdahulu, yang medan magnetnya sudah naik ke dimensi yang lebih tinggi, maka kita akan menemui sedikit kesulitan untuk meminta perlindungan. Kita lebih cenderung untuk mengambil pengaruh lingkungan, baik maupun buruk. Jadi kita tidak pernah bisa yakin apakah pengalaman meditasi itu milik kita atau milik tetangga kita.

Djaka Tolos:.
Di manakah kita bisa bermeditasi?

Wng Edan Bagu:.
Di mana pun. Di taman, di kebun, di dalam bus, dalam pesawat terbang, tetapi jangan saat menyetir mobil atau motor/sepeda. Tidak boleh! (Tertawa) Ada dua jenis meditasi, satu pada Cahaya di dalam dan yang lain pada Musik Damai. Untuk yang terakhir, Anda harus bermeditasi di tempat yang pribadi. Itu lebih baik. Saya akan menjelaskan semuanya selama inisiasi.

Djaka Tolos:.
Berapa lama seharusnya kita bermeditasi setiap harinya?
Wong Edan Bagu:. Tergantung seberapa cepat Anda ingin bertemu Tuhan. Jadi, untuk orang awam, mungkin setengah jam sampai satu jam. Tetapi untuk murid-murid saya yang serius, dua setengah jam atau tiga jam, paling sedikit. Tetapi kemudian, setelah Anda terbiasa, saat Anda berbicara, berjalan, tidur, itu juga sejenis meditasi setiap saat. Dan bahkan saat Anda tidur, Anda bisa melihat ga’ib serta berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang lebih luhur.

Djaka Tolos:.
Pada waktu bermeditasi, bagaimana kita mengkonsentrasikan pikiran kita tanpa terpengaruh oleh kehidupan sehari-hari kita?

Wong Edan Bagu:.
Itu akan menjadi alamiah setelah berlatih beberapa lama. Hal itu akan tanpa usaha sama sekali. Bahkan Anda tidak tahu Anda berpikir atau tidak berpikir. Anda hanya duduk dan terjadilah. Cahaya akan datang, Suara akan datang, dan Anda tidak menyadari semua hal itu. Dan kapan pun Anda ingin keluar dari itu, Anda akan sadar lagi akan segalanya. Baik? Itu sangat mudah.

Djaka Tolos:.
Apa yang seharusnya kita pikirkan saat bermeditasi?

Wong Edan Bagu:.
Tidak ada. Kita sudah berpikir terlalu banyak setiap saat, jadi mengapa masih harus berpikir lagi selama meditasi? Tetapi ada cara untuk menenangkan pikiran kita. Saya akan mengajarkan Anda selama inisiasi. Kita butuh waktu untuk duduk bersama dan berbicara sebentar. Selama inisiasi yang sesungguhnya, kita tidak akan berbicara, termasuk saya, dan dalam keheningan Anda akan menemukan Hakikat sejati Anda.

Djaka Tolos:.
Apakah dianjurkan bagi orang yang menderita gangguan kejiwaan seperti depresi berat dan schizophrenia untuk berlatih meditasi?

Wong Edan Bagu:.
Ya, ya,,, boleh saja. Itu akan membahagiakan Anda, dan membuat Anda senang. Anda tertekan karena Anda tidak melihat Tuhan, Anda terpisah dari cinta-Nya. Sekali Anda terhubungkan dengan-Nya, dan merasakan kehadiran serta cinta-Nya, Anda tidak akan merasa tertekan lagi. Kita semua tertekan, beberapa orang ada yang berat, beberapa yang lain lebih ringan, karena kita terpisah dari Tuhan, dan ingin sekali bertemu dengan-Nya. Walaupun kita mempunyai banyak uang, punya istri atau suami yang baik, kadang kita tidak pernah bahagia sepenuhnya di dunia ini. Kita selalu merasa ada sesuatu yang hilang. Kadang kita juga berbuat hal-hal yang salah, karena kita berpikir bahwa hal-hal itu akan membuat kita bahagia. Ini hanya karena kita kekurangan cinta Tuhan. Jadi pada saat kita diinisiasi dan berhubungan dengan Tuhan, kita tidak akan melakukan hal yang salah lagi. Akan lebih mudah bagi kita untuk mentaati sila dan mencintai musuh kita, karena kita akan mempunyai dukungan langsung dari Tuhan.

Djaka Tolos:.
Anda berkata bahwa kita tidak perlu pergi dan bermeditasi di sebuah gua, tetapi kita harus hidup di dunia dan menjadikan meditasi sebagai dasar dari seluruh kehidupan kita. Dapatkah Anda menjelaskannya lebih rinci?

Wong Edan Bagu:.
Setelah diinisiasi, Anda akan tahu bagaimana bermeditasi sambil menjalani kehidupan normal dan tidak melarikan diri dari dunia. Anda akan mengintegrasikan kekuatan kosmik yang besar ini ke dalam aktivitas sehari-hari Anda, sebagaimana saat Anda bermeditasi. Anda akan mengumpulkannya sedikit lebih sadar dan menyebarkannya selama hidup Anda, untuk manfaat dunia ini. Kalau tidak, tidak ada gunanya hanya bermeditasi dan memberkahi diri sendiri. Sebenarnya, saat kita mengenal diri kita sendiri, kita dapat memberkahi seluruh dunia. Setelah kita diinisiasi dan tercerahkan, segala hal yang kita kerjakan selalu akan memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekedar pekerjaan fisik yang terlihat di luarnya saja, dan kita akan bergembira saat melakukan pekerjaan kita, dan bukan hanya memenuhi kewajiban saja seperti sebelumnya. Dan kita akan bisa memberi manfaat yang lebih banyak dan lebih banyak, dengan lebih sedikit usaha. Anda lihat, saya adalah orang yang sangat mungil, dan saya tidak makan terlalu banyak, dan saya tidak tidur terlalu banyak, tetapi Anda berkata bahwa saya sangat aktif. Ini karena energi Agung tersebut. Saya bisa hancur bila saya tidak berbuat apapun. (Tertawa) Hahahahhahaha…

Djaka Tolos:.
Anda berkata bahwa meditasi akan mengurangi hasrat dan keinginan, tetapi sebahagia apapun saya, saya tetap memiliki banyak hasrat dan keinginan. Dapatkah Anda terangkan mengapa?

Wong Edan Bagu:.
Mungkin Anda tidak bermeditasi seperti cara saya bermeditasi. Saya tidak bertanggung jawab atas hal itu. Saat saya mengatakan meditasi, maksud saya adalah meditasi Metode KUNCI. Dari laku Spiritual Haqikat Hidup karya cipta saya. Kita melakukan kontak langsung dengan sumber dari segala kebahagiaan kita, kekuatan pemenuh harapan, dan setelah itu pasti, Anda akan lebih bahagia dan tanpa keinginan. Tanyalah semua murid-murid saya. Tentu saja, ada beberapa dari mereka yang lebih lambat karena tingkatan mereka berbeda-beda, tetapi beberapa lebih cepat dan seluruh keinginan dengan sendirinya lenyap. Kita tidak menolak apapun. ‘Tanpa keinginan’ bukan berarti menolak apapun di dunia ini. Itu tidak benar, tidak benar. Kita suka sesuatu, kita mencintai sesuatu, kita menjaga sesuatu, tetapi kita tidak terikat akan hal itu. Dan seandainya sesuatu itu tidak di sana sesuai keinginan kita, maka kita tidak peduli. Mengertikah Anda? Inilah kondisi ‘tanpa keinginan’. Tetapi ini bukan berarti Anda tidak keluar dan mencari uang. Tidak, tidak, tidak!

Berhasillah, seberhasil yang Anda inginkan. Berusahalah untuk itu, gunakan kebijaksanaan di dalam Anda untuk menjadi bahkan lebih sukses. Carilah uang sebanyak yang layak Anda peroleh dan inginkan, dan jika Anda tidak dapat menggunakan semuanya, berikan pada saya! (Tertawa) Saya bisa menggunakannya. Saya bisa memberikan itu kepada para korban gunung berapi. Saya bisa memberikan itu kepada para pengungsi yang tidak punya sandang, tidak punya tempat tidur, tidak punya kelambu nyamuk, atau kepada orang miskin di tempat-tempat lain.

Tidak, jangan berikan pada saya, saya tidak akan menerima uang Anda. Saya cuma bercanda! Tetapi Anda harus tahu apa yang harus dilakukan dengan uang itu, saya akan memberitahu Anda apa yang harus dilakukan. Itu saja. Tetapi Anda akan menggunakan uang Anda sendiri. Saya tidak menerima sumbangan apapun.

Djaka Tolos:.
Bagaimana kita bisa mengembangkan Mata Ketiga kita?

Wong Edan Bagu:.
Anda tidak mengembangkan Mata Ketiga, karena ia sudah ada di sana. Kita tidak bisa mengembangkan sesuatu yang bukan materi. Anda tahu Mata Ketiga hanyalah sebutan, karena sebenarnya tidak ada mata di sana. Biasanya kita mempunyai dua mata, dan kita melihat dengan pandangan yang terbatas, tetapi jika kita i mempunyai mata yang lain, Mata Ketiga, maka kita dapat melihat semua hal di segenap alam semesta. Karena itu disebut Mata Ketiga. Tetapi sesungguhnya jiwa tidak membutuhkan mata untuk melihat, tidak membutuhkan telinga untuk mendengar, atau indra apapun untuk menangkap sesuatu. Ini adalah Kebenaran Tertinggi, indra tertinggi tanpa harus menggunakan alat-alat tubuh apapun. Itu adalah kekuatan jiwa kita, Guru Sejati lagi Agung di dalam diri kita, yang mengetahui segalanya, mendengar segalanya, dan berada di mana-mana. Itulah yang harus kita cari, karena itulah kita, Penguasa Tertinggi di segenap alam semesta. Dapatkah Anda bayangkan betapa agungnya Anda dan bagaimana Anda menjalankan kehidupan Anda sekarang?
Karena itu saya merasa kasihan kepada Anda, karena Anda datang kemari untuk mendengarkan saya, dan Anda tidak seharusnya berbuat ini. Kita adalah sama, kita benar-benar sama persis, kita mempunyai kekuatan yang sama. Anda bahkan seharusnya tidak perlu menghormati saya. Jadi ini hal yang sangat menyedihkan. Tetapi Anda akan mengetahuinya, jika Anda menerima apa yang saya katakan, dan Anda akan mengetahui semua yang saya tahu, apa yang Kristus tahu, apa yang Nabi Muhammad tau, apa yang Sang Buddha tahu.

Djaka Tolos:.
Pada saat kita tidur, tubuh kita tidur, jadi siapa yang melihat?

Wong Edan Bagu:.
Itulah jiwa Anda, Jati Diri Anda. Anda bukanlah tubuh jasmani. Mata jasmani Anda tidak bisa melihat apapun tanpa kekuatan dari jiwa. Tubuh kita, dalam cara pandang tertentu, adalah penjara, sebuah alat. Kita perlu sebuah tempat untuk mengisi jiwa kita di Bumi ini. Seringkali, setelah inisiasi, Guru mengatur agar kita membayar beberapa karma kita melalui mimpi-mimpi kita. Dengan cara itu akan lebih nyaman. Dan kadang Anda juga bisa melihat masa depan. Jika Anda mau.

Djaka Tolos:.
Kadang, ketika saya bermeditasi saya merasa terangkat, tetapi saya tidak melihat apapun kecuali hitam dan putih. Apakah ini berarti bahwa saya di tingkat yang rendah, atau bahwa saya belum terlalu baik?

Wong Edan Bagu:.
Jika Anda melihat hitam dan putih, Anda sebaiknya membeli televisi berwarna! He he he . . . Edan Tenan. Anda lihat, jika Anda merasa terangkat dan lebih damai serta lebih penuh cinta, lebih terangkat, dan bahagia di dalam hati, itu adalah hasil terbaik dari meditasi. Semua hal ini berhubungan dengan kebahagiaan yang Anda rasakan. Anda lihat, jika kita bermeditasi dan kita melihat banyak Cahaya dan mendengar Suara, ini karena kita ingin belajar dari Cahaya dan Suara, kita menginginkan kebijaksanaan hidup, kedamaian, dan ketenangan jiwa. Jadi jika Anda telah mengalami kedamaian dan kebahagiaan, itu artinya bahwa dalam cara tertentu Anda telah mencerna berkah dari Cahaya dan Suara tersebut. Hal yang penting di sini adalah Anda memiliki kebahagiaan (TENTRAM) kegembiraan, dan kasih sayang, lebih banyak dan lebih besar setiap hari.

WEJANGAN NO. 08
Tentang Makna Meditasi Yang Sesungguhnya;
Mengapa kita harus bermeditasi? Untuk menenangkan pikiran kita, agar kita dapat menerima ajaran dari Sang Maha diatas segala Maha, dari Tuhan, atau dari dunia yang lebih tinggi. Kita selalu berdoa dan memohon, “Berilah saya kebijaksanaan, berilah saya itu,” tapi saat Tuhan hendak berbicara, Dia tidak pernah punya kesempatan karena kita sibuk setiap saat. Kita berbicara, kita memohon, tapi kita tidak mendengarkan. Mengertikah Anda?

Jadi,,, meditasi adalah waktu untuk mendengarkan. Sama seperti saat Anda bertanya kepada saya, maka Anda harus tenang dan diam untuk sesaat, dan saya baru punya kesempatan untuk mengatakan apa yang ingin saya beritahukan, atau apa yang ingin Anda ketahui. Jadi meditasi adalah seperti itu. Duduk dengan tenang dan menerima pesan. Kalau tidak, Tuhan ingin memberitahu Anda tentang jutaan hal tapi Anda tidak punya waktu untuk mendengar hal itu. Anda terlalu sibuk berbicara, berdoa, menyanyi, menyembah, dan menghitung tasbih.

Boleh saja berbuat ini. Saya tidak bermaksud bahwa itu tidak baik. Ini sangat baik, tetapi kita juga tetap harus tenang untuk beberapa saat, agar Tuhan punya kesempatan untuk berkomunikasi dengan kita… Bukan begitu Brow…?!

Kedamaian ada bersama kita sejak lama. Hanya saja saat kita terlalu sibuk mencari di luar, kita mungkin melupakan kedamaian sejati di dalam diri kita, dan kita menghadapi sedikit ketidakmudahan serta kesulitan dalam kehidupan. Jika kita dapat mencari waktu untuk duduk diam, atau sekedar menenangkan diri, maka kita dapat menemukannya di dalam diri kita sendiri, kita akan menemukan kembali kedamaian serta kebahagiaan ini. Ini arti sesungguhnya dari meditasi.

Kita tidak harus benar-benar duduk di sudut rumah kita yang sepi saja. Kita bisa duduk di mana saja, atau berdiri di stasiun bus, atau di dalam bus ketika pergi bekerja, atau duduk di tempat kita bekerja, dan dalam hening mencari Jiwa sejati kita yang selalu ada di sana. Karena kita bukanlah tubuh atau pikiran. Kita bukanlah apa yang kita kerjakan, atau apa yang kita pelajari, dan kita jangan sampai dicuci otaknya untuk mempercayai bahwa kita adalah seperti keadaan kita saat ini. Ini sulit untuk dijelaskan. Hanya diri saya yang mengerti hal ini dengan jelas, serta banyak dari murid praktisi saya yang juga mengerti.

Kita harus sungguh-sungguh menyadari bahwa ‘saya,’ atau ‘Nyonya Smith’ atau nama apapun yang kita berikan, bukanlah diri kita yang sejati. Kita tidak ada. Kita jangan berpikir bahwa kita adalah seorang yang punya banyak pengetahuan, atau seorang yang punya kemarahan saat dihadapkan dengan frustrasi atau masalah hidup, atau seorang yang punya banyak cinta, atau seorang yang puas terhadap keberhasilan, dan sebagainya, ini bukanlah ‘kita’ yang sesungguhnya. Sebelum dilahirkan kita tidak mempunyai segala pengetahuan sekolah tersebut, atau kebijaksanaan dari buku, sebagai contoh, dan kita tidak punya kualitas kemarahan seperti itu, kita tidak punya sikap mencinta, atau perasaan yang menyukai hal yang menyenangkan dan menolak peristiwa yang tidak menyenangkan, dan sebagainya. Jadi itu semua hanyalah kebiasaan serta pengetahuan yang kita kumpulkan saat kita dibesarkan.

Setiap orang sudah mengetahui cara untuk meditasi, tetapi mereka bermeditasi terhadap hal yang salah. Beberapa orang bermeditasi terhadap gadis cantik, beberapa terhadap uang, beberapa terhadap hutang, beberapa terhadap bisnis dll. Setiap saat Anda mencurahkan perhatian sepenuhnya ke satu titik dan sepenuh hati, maka itulah meditasi Anda. Sekarang, saya hanya mencurahkan perhatian kepada Kekuatan di dalam, kepada kasih sayang, kepada cinta, kepada kualitas Kemurahan Tuhan, dan itulah meditasi saya. Untuk melakukannya dengan benar, kita hanya harus duduk di sudut yang sepi dan menjadi diri kita sendiri; itulah proses meditasi. Tetapi bukanlah dengan duduk hening di suatu sudut yang membuat seseorang mendapatkan sesuatu.

Anda harus mempunyai kontak dengan Kekuatan batin tersebut terlebih dahulu dan bermeditasi dengan menggunakan Kekuatan batin itu. Inilah yang disebut kebangkitan Diri. Kita harus membangunkan Jati Diri di dalam diri kita dan membiarkan-Nya bermeditasi, bukan otak manusia kita atau pengertian manusia kita. Jika tidak, Anda akan duduk dan berpikir tentang seribu hal dan tidak akan bisa mengalahkan nafsu-nafsu Anda. Tetapi saat Anda terbangunkan, Jati Diri yang ada di dalam, kekuatan Tuhan yang ada di dalam akan mengendalikan semuanya. Anda hanya tahu meditasi sejati setelah Anda dibangunkan dengan transmisi oleh Guru Sejati. Kalau tidak, itu hanyalah pemborosan waktu karena bergulat dengan tubuh dan pikiran Anda.

“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)

Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo’a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa”. (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan)

Saat engkau berdoa pada Bapamu, masuklah ke dalam kamar rahasia dan berdoalah secara rahasia dan Bapamu akan melihatmu serta menjawabmu secara terbuka (Matius 6:6).

Jadi, bagaimana mungkin kita berdoa secara rahasia sedangkan kita semua pergi ke gereja dan berdoa secara terbuka? Mungkin ini bukanlah cara yang benar. Alkitab mengajarkan agar kita jangan berdoa keras-keras, seperti yang dilakukan oleh suku primitif ataupun orang-orang munafik, tetapi masuklah ke dalam kamar rahasia, dan berdoa secara rahasia. Itulah mengapa pada saat kita pergi ke gereja, kita berdoa keras-keras dan setiap orang dapat mendengarnya kecuali Tuhan! Jadi, permohonan kita seringkali tidak terkabul, dan itu mungkin karena kita tidak melakukan apa yang diajarkan Alkitab. Jika kita mempercayai Alkitab, maka kita harus mempelajari secara lebih hati-hati tentang apa yang harus dilakukan.

Jadi maksudnya bukanlah kita harus duduk di sana dan berpikir tentang Tuhan setiap saat. Kita hanya harus menyatu dengan Tuhan, dan menjadi satu dengan Tuhan serta selalu dalam kesadaran-Nya. Itulah yang disebut Manunggal/Menyatu. Jika Anda pergi ke gereja setiap hari Minggu, Atau ke masjid setiap hari jumat, itu juga cara mencari Tuhan, tetapi mungkin bukanlah cara yang dapat membuahkan hasil. Karena Guru terdahulu berkata kepada kita bahwa Tuhan tidak datang melalui pengamatan, tetapi sudah ada di dalam diri kita. Jika demikian, apa yang harus kita perbuat? Tetap saja, kita harus bermeditasi, meskipun dikatakan bahwa Tuhan tidak datang dari penelitian, artinya bukan pula dari meditasi. Tetapi meditasi membuat kita lebih dapat mengenalinya. Tuhan tidaklah terjadi dari meditasi, tetapi dengan meditasi, kita menjadi sadar akan akan diri kita, yang sudah ada di dalam diri kita.

Dalam meditasi, kita dapat mengetahui Firman2 Tuhan, rencana2 Tuhan, Kehendak2 Tuhan. Kita harus senantiasa berhubungan dengan kekuatan Tuhan atau dengan Firman Tuhan. Jika tidak ingin tersesat barang sedetikpun.

Jadi kita bermeditasi pada Firman itu, atau Getaran di dalam, Firman yang melambangkan kekuatan frekuensi Tuhan. Karena kita adalah rumah Tuhan, dan Tuhan berbicara kepada kita dengan cara itu. Dia muncul di hadapan kita dalam bentuk Cahaya dan berbicara kepada kita dalam bentuk Suara. Dengan melihat Cahaya, maka kita akan melihat banyak hal yang lainnya lagi. Dengan mendengar Sabda, maka kita akan mendengar banyak hal yang lainnya lagi. Kita mendengar ajaran langsung dari Tuhan. Jadi inilah hal yang kita meditasikan. Jika Anda punya guru yang kuat, Anda boleh berdoa kepada-Nya di dalam hati pada saat Anda menemui kesulitan dalam meditasi, atau jika Anda terlalu jauh dari Tuhan, maka Anda mungkin membutuhkan seorang perantara. Jadi Anda masih sedikit lemah seperti bayi kecil yang membutuhkan tangan orang tuanya untuk berjalan. Tetapi kelak Anda bisa berjalan sendiri. Anda harus tahu bahwa tujuan Anda adalah untuk berjalan sendiri, dan tumbuh besar, dan tidak bergantung pada orang tua selamanya.

WEJANGAN NO. 09
Tentang Pengertian MEDITASI;

Apa itu meditasi?
Meditasi adalah usaha kesadaran untuk mencapai ketenangan diri dan mengakses tingkat kesadaran lebih tinggi, lebih detail, lebih sempurna.

Meditasi bersifat abstrak tidak dapat dipahami dengan pemahaman duniawi, intinya adalah ketulusan dan memfokuskan seluruh kesadaran Panca indera. hanyalah pada Tuhan dan mampu melepaskan segala masalah dalam pikiran atau perasaan yang berkaitan dengan duniawi.

Maka Intisari dan makna dari meditasi adalah kondisi dan situasi dimana kita menenangkan diri dan melepaskan diri dari ikatan dan belenggu keduniawian dan memfokuskan seluruh kesadaran dan panca inderanya hanyalah tertuju pada Tuhan.
Apakah tujuan dari meditasi?

Tujuan meditasi adalah untuk menenangkan diri dan dapat melepaskan masalah-masalah dan belenggu keduniawian dan mendapatkan pencerahan dari vibrasi Tuhan dengan memfokuskan kesadaran dan panca indera hanyalah pada Tuhan. Fokus pada Tuhan dalam bentuk seperti apa?

Tidak dapat dibayangkan, karena kesucian yang akan menimbulkan bayangan-bayangan yang ditimbulkan, akan tetapi diri tetap dapat membayangkan sebuah cahaya kebenaran.

Bagaimanakah niat saat meditasi?
Setelah diri merasakan ketenangan, niatkanlah dengan keyakinan yang dimiliki kepada Tuhan akan mengalirkan vibrasi pemurnian ketenangan akan lahir dan batin, kebahagiaan, pencerahan, kesadaran, dan memiliki keyakinan mampu melepaskan diri dari segala masalah belenggu keduniawian. Fokuskan diri kepada cahaya kebenaran itu sendiri atau keyakinan pada Tuhan.

Apakah diri perlu mengarahkan pandangan pada bagian tertentu atau pada sesuatu atau kemanakah pandangan diarahkan? Arahan pandangan bukanlah suatu cara, akan tetapi kesucian atau ketulusan niat yang akan menyempurnakan apa yang akan dilakukan.

Apa sajakah Tahapan meditasi itu?
1. Menenangkan diri
2. Berfokus pada Tuhan
3. Kembali menenangkan diri.
4. Terus berulang-ulang

Berapa lamakah meditasi yang terbaik dilakukan?
Lama atau tidaknya bukanlah melambangkan suatu kebaikan atau keburukan, yang benar adalah bagaimana seseorang mampu menenangkan dirinya dan fokus seluruh kesadaran dan panca inderanya hanyalah pada Tuhan.

Bagaimanakah dengan Tingkat Ketenangan?
Tingkat Ketenangan memilki tak terbatas dimensi. Dimensi yang tertinggi pada tingkat ketenangan adalah dimensi inti ketenangan jiwa. Itulah tingkat ketenangan yang paling tinggi.

Bagaimana diri bisa mengetahui telah berada pada dimensi inti ketenangan jiwa, adakah tanda-tandanya?

Tanda-tanda diri telah berada pada dimensi inti ketenangan jiwa, adalah panca indera terlepas dari segala keduniawian atas kehidupan, hanya ada jiwa yang mendapatkan vibrasi dari tuntunan Yang Maha Kuasa.

Apa sajakah gangguan-gangguan saat meditasi?
1. Seluruh indera pada tubuh menjadi satu gangguan pertama
2. Lingkungan menjadi gangguan kedua
3. Belenggu karma negatif yg sangat kuat dan kental adalah gangguan terakhir.

Bagaimana cara mengatasi gangguan indera?
Pengendalian pikiran itu sendiri akan pemahaman dari indera-indera itu sendiri meskipun indera selalu dapat merasakan yang bersifat otomatis akan tetapi dengan pikiran mampu mengendalikan kearah mana indera-indera tersebut harus dibawa dan ditempatkan.

Contoh cara mengatasinya:
Jika dalam meditasi diri mendengarkan suara kebisingan diripun harus mengetahui apa dan makna meditasi yaitu memusatkan segalanya kepadaTuhan, hanya ada diri dan Tuhan. Itulah sifat keilahian. Suara-suara yang didengar adalah sifat-sifat keduniawian. Lepaskanlah keduniawian dan tuntunlah pikiran hanya ada pada keIlahian.

Bagaimana cara mengatasi gangguan lingkungan?
Selalu memurnikan diri dan selalu menempatkan diri selalu pada perlindungan Tuhan dan membuat lingkungan ditumbuhi dan diisi oleh hal-hal yang positif akan dapat membantu terhindar dari lingkungan yang negatif.

Apakah yang dimaksud dengan membuat lingkungan ditumbuhi dan diisi oleh hal-hal yang positif yang akan dapat membantu terhindar dari lingkungan yang negatif?

Maksudnya adalah sebagai berikut:
1. Hindari menanam tanaman yang menjadi sumber aura negatif Hanya tanam tanaman yang menjadi sumber aura positif.
2. Hindari memelihara hewan yang menjadi sumber aura negatif. Hanya pelihara hewan yang menjadi sumber aura positif
3. Hindari menyimpan benda –benda yang menjadi sumber aura negatif
Dan hanya menyimpan benda-benda yang menjadi sumber aura positif semua benda

Bagaimana cara mengatasi gangguan terakhir, KARMA?
Dengan pertobatan memperbaharui perbuatan dengan kebaikan pula.
Dapat juga dilakukan layaknya seperti melakukan afirmasi untuk memusnahkan sifat jahat, aura kotor dan karma negatif, semakin sering afirmasi semakin baik, dan membantunya mengikis karma negatif dengan afirmasi.

Apakah kondisi gelombang otak juga sangat mempengaruhi meditasi?
Semakin rendah gelombang otak maka semakin mudah fokus.

Mata ketiga juga menjadi kunci utama untuk meditasi, hal ini karena mata ketiga memudahkan diri mencapai gelombang otak yang sangat rendah sehingga diri mudah mencapai tingkat ketenangan yang tinggi, mudah mencapai fokus yang tinggi dan juga mudah masuk ke dalam dimensi spiritual yang sangat tinggi. Mata ketiga, kundalini, dan kekuatan pemurnian, semua hal tersebut membuat diri sangat mudah mencapai SEMADHI TINGKATAN TERTINGGI. Meditasi jika mencapai titik hening yg tinggi akan melahirkan tubuh kultivasi jiwa suci yaitu kultivasi hening. Akan terbentuk tubuh DEWA HENING, tubuh BUDHA HENING dan tubuh TAO HENING saat diri mencapai kondisi semadhi tingkat tinggi. Itual ciri-ciri mencapai SEMADHI TINGKATAN TERTINGGI.

Kapankah waktu meditasi yang terbaik?
Lakukan meditasi pada jam-jam kundalini yang terbaik yaitu pada jam 12:00 siang, jam 14:00 malam, jam 06:05 pagi dan jam 18:05 malam. Jam-jam kundalini hanya berlangsung 25 menit, maka gunakan waktu sebaik mungkin saat jam-jam kundalini tersebut.

Bagaimana dengan tempat meditasi yang terbaik?
Carilah tempat yang nyaman, dengan suhu ruangan yang nyaman, aroma yang nyaman, kebisingan ruangan yang minim, dan kebersihan ruangan yang baik. Akan tetapi jika diri telah mampu mengatasi indera, maka meditasi dapat dilakukan dimanapun kecuali di tempat-tempat yang memiliki aura kotor.

Bagaimana jika saat meditasi mengalami penglihatan-penglihatan?
Tetapkan fokus pada diri dan Tuhan.
Bagaimana posisi meditasi yang baik?
Lakukan meditasi dalam posisi duduk yang paling nyaman dan tidak membuat diri tegang dan kesemutan dan juga asalkan tidak membuat diri tertidur. Jika tulang punggung tidak tegak lurus tidak masalah.Dan jangan lakukan meditasi dalam posisi berdiri.

Bagaimana jika saat meditasi diri mengalami kondisi terkaget?
Kembali mengulangi dari awal meditasi agar diperoleh hasil yang lebih baik.

Apakah yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan meditasi?

Stamina;
Stamina yang kuat akan memperkuat proteksi yang diri miliki dan akan membuat diri lebih mudah focus, lebih mudah megatasi gangguan-gangguan meditasi dan dapat mudah mengakses dimensi yang tinggi.

Proteksi;
Proteksi sangat diri perlukan saat meditasi agar diri terhindar dari ganguan-gangguan akibat serangan sifat jahat dan aura kotor dari diri sendiri maupun akibat serangan sifat jahat dan aura kotor dari lingkungan.

Pemusnahan sifat jahat dan aura kotor;
Pemusnahan sifat jahat dan aura kotor pada diri sangat diperlukan agar sifat jahat dan aura kotor tersebut tidak menggangu saat diri meditasi dan tidak menyesatkan diri dengan memberikan halusinasi yang menyesatkan… … He he he . . . Edan Tenan.

Dalam dunia ilmu spiritual gaib… Apa yang di sebut Meditasi amat sangat tidak bisa di abaikan. Meditasi atau dalam bahasa lain disebut sebagai Semedi, Tapa, Manekung, Tafakur ataupun yang lainnya adalah aktivitas keseharian bagi pelaku ilmu hikmah supranatural dan keghaiban. Sebuah aktivitas mengendapkan jiwa, raga,ruh dan pikiran menuju dimensi keheningan / qalbu terdalam.

Segala lelaku amalan doa-mantra, puasa dan ritual cegah tidur pada intinya hanyalah sebagai sarana penunjang dalam ritual inti ilmu ghaib yaitu Meditasi. Tanpa aktivitas meditasi, hampir mustahil untuk menembus hijab keghaiban.

Bentuk meditasi tidaklah selalu identik dengan duduk bersila dengan kaki dilipat seperti yang sering diperlihatkan dalam adegan film silat di TV. Dalam aliran Kejawen malah ada bentuk meditasi dalam posisi tidur terlentang. Meditasi juga bisa dilakukan dimana saja, selama kondisi alam sekitarnya mendukung untuk bermeditasi.

Jenis Meditasi yang saya ketahui ada 4 secara umum :

1. Meditasi Kesadaran
2. Meditasi Mata Ketiga
3. Meditasi Prana
4. Meditasi Sukma Sejati / diri
5. Meditasi Kunci

1. Meditasi Kesadaran adalah meditasi penggugah (pembangkit) kesadaran ruhani, jiwa dan raga. Tujuannya untuk melepaskan segala beban diri yang membuat kita sulit untuk pasrah dan konsentrasi.

2. Meditasi Mata Ketiga adalah sebentuk teknik belajar fokus, konsentrasi dan melatih Daya Cipta pribadi di antara tengah kening. Konsentrasi adalah hal wajib dalam sebuah ritual Meditasi Keghaiban. Hasil ketekunan meditasi ini dapat menajamkan daya pengelihatan batin, misalnya mampu melihat AURA tubuh, sinar ghaib & pusaka, mempermudah menembus hijab dimensi alam ghaib. Tanpa konsentrasi yang baik, mustahil bisa memasuki dimensi ghaib.
3. Meditasi Prana adalah sebentuk teknik meditasi guna memaksimalkan potensi Energi Inti Pribadi (chi). Selain bermanfaat untuk meningkatkan stabilitas kesehatan tubuh, hasil ketekunan meditasi Prana ini akan mempermudah proses awal memasuki dimensi ghaib.

4. Meditasi Sukma Sejati /diri adalah aktifitas meditasi yang berhubungan dengan dimensi ghaib, dunia ruhani alam astral, alam-alam yang sifat nya jauh melampaui alam jin.

5. Meditasi Kunci, adalah aktifitas meditasi paling sempurna di banding ke 4 cara meditasi lainya yang saya ketehui, karena apapun yang terdapat di dalam laku meditasi KUNCI, tidak ada satupun bahkan tidak ada secuilpun proses nya, yang boleh lepas dari kehendak Tuhan dan tidak bsa lepas dari kuasa TUHAN, dimana setiap tarikan nafas yang mengusahakan, seluruh jiwa dan raganya, selaras dengan Firman Tuhan, sesuai dengan kehendak Tuhan, Seperti pada awalnya Tuhan menciptakan kita, hingga kita bisa memperoleh syafa’at dan mendapat Ridho Sang Maha kuasa gha’ib dalam sikon apapun dan dimanapun.

WEJANGAN NO. 10
Tentang MEDITASI TITIK KE-TUHANAN;
Apakah titik ke-Tuhanan itu? Apakah titik ke-Tuhanan sama dengan titik jiwa?
Titik ke-Tuhanan disebut juga titik Tuhan merupakan tempat dimana vibrasi ke-Tuhanan berada. Titik jiwa merupakan tempat dimana jiwa kesucian diri kita berada.

Dari penjelasan kedua hal tersebut maka Titik Tuhan dan Titik Jiwa adalah dua hal yang berbeda. Titik jiwa adalah suatu titik cahaya yang terang dan terletak dititik antara 2 alis. Titik jiwa secara fisik menempel pada kulit dahi dan berukuran lebih kecil dari atom, tidak berada di daging dan juga tidak diluar kulit.

Titik jiwa merupakan jiwa kesucian yang memiliki tingkatan pemurnian maka bisa berupa titik cahaya yang memiliki warna apapun kecuali warna hitam.
Titik jiwa pada dimensi spiritual jika dilihat dengan menggunakan mata ketiga atau mata kesucian akan memiliki ukuran yang sangat besar bahkan bisa mencapai lebih besar dari bumi.

Jika titik jiwa berada di titik antara 2 alis maka berada dimanakah titik ke-Tuhanan?
Titik ke-Tuhanan berada di inti titik jiwa.

Meditasi yang dapat membuat diri berada pada titik ke-Tuhanan dan fokus pada titik tersebut adalah termasuk meditasi tingkat tinggi.

Untuk dapat melakukan meditasi ini diperlukan kemampuan mata ketiga yang sangat baik dan selain itu juga diperlukan ketulusan hati, kebersihan hati dan juga keyakinan tinggi akan kemahakuasaan Tuhan.

Bagaimanakah cara untuk berada pada titik ke-Tuhanan dan fokus bermeditasi disana?

Berfokus pada titik jiwa akan mengantarkan diri pada titik ke-Tuhanan dan disitulah akan terjadinya pencerahan.

Tidak bisakah diri langsung fokus pada titik ke-Tuhanan atau fokus pada inti titik jiwa?
Lakukan meditasi dengan tahap proses karena itu yang dapat mengantarkan kemana arah tujuan tersebut yaitu menuju ke titik ke-Tuhanan.

Bagaimana jika meditasi tetap langsung diarahkan pada titik ke-Tuhanan?
Mendahulukan fokus pada titik jiwa akan dapat menenangkan diri dan memuliakan jiwa, dikondisi tersebut diri akan layak mencapai titik ke-Tuhanan. Tanpa diri layak, tanpa ketenangan, tanpa kebersihan diri maka akan percuma untuk mengakses titik ke-Tuhanan. Maka yang perlu diri lakukan saat meditasi adalah fokuskan pikiran pada titik jiwa dan ledakanlah keyakinan dan bakti pada Tuhan itu sendiri, maka prosesnya akan terjadi pula. Jadi bukan kata-kata, melainkan niat yang diutamakan.
Jika diri kesulitan untuk dapat masuk ke dalam titik ke-Tuhanan, hal itu disebabkan diri dan jiwa yang dimiliki telah mengalami kekotoran.

Apakah melatih meditasi pada titik jiwa dapat mengikis karma negatif?
Melakukan hal tersebut tanpa mengubah dasar-dasar perbuatan yang negatif tidaklah dapat menghasilkan wujud terkikisnya karma negatif.
Perbuatan yang mulia tetap menjadi kekuatan utama dan pegangan utama dari terciptanya pengikisan karma negatif.

Apakah yang terjadi jika diri berada pada titik ke-Tuhanan dan fokus disana?
Kemurnian dan kemuliaan secara lahir dan batin akan didapatkan dan akan tetapi kemurnian dan kemuliaan tersebut akan kembali dapat ternoda dengan perbuatan yang dilandasi dengan keburukan ataupun kejahatan.

Kemurnian dan kemuliaan yang dimaksud disini adalah mencakup segala hal dalam segala penjuru yang ada.

Pada saat berada pada titik ke-Tuhanan apakah yang harus diri lakukan?
Tanpa meniatkan apapun karena semua hal apapun yang positif akan diberikan, bahkan bisa dikatakan bahwa bermeditasi pada titik ke-Tuhanan akan berdampak pada terisi dan terpenuhinya energi spiritual kita, terjadinya peningkatan pemurnian dan juga seluruh sistem keilmuan kultivasi pada diri akan meningkat dan mengalami pemurnian.

Bagaimana hal tersebut terjadi?
Vibrasi ke-Tuhanan pada titik ke-Tuhanan akan memberikan semua hal yang dibutuhkan secara otomatis. Itulah Kemahakuasaan Tuhan.

Kapankah meditasi titik ke-Tuhanan dapat dilakukan?
Meditasi ini bisa dilakukan kapanpun. Dapat dilakukan saat beraktifitas sambil membayangkan titik jiwa. Intinya semakin fokus akan semakin baik. Jika dilakukan dalam situasi meditasi akan dicapai hasil yang lebih baik lagi. Terutama jika meditasi titik ke-Tuhanan dilakukan pada jam-jam kundalini.

Berapa lamakah meditasi titik ke-Tuhanan dilakukan?
Meditasi titik ke-Tuhanan dapat dilakukan berapa lamapun yang terpenting dapat mencapai fokus dan ketenangan.

Teknik meditasi titik ke-Tuhanan juga akan membantu kesempurnaan pemurnian.

Berikut Tahap Meditasi Titik Ke-Tuhanan:
1. Duduk santai
2. Tingkatkan stamina
3. Buat sistem proteksi diri dari serangan sifat jahat dan aura kotor lingkungan
4. Lakukan pemusnahan sifat jahat dan aura kotor pada diri
5. Tutup mata
6. Focus pada titik jiwa di titik antara 2 alis dan hanya niat ke titik jiwa
Lakukan dengan ketulusan hati dan kebersihan hati dan juga ledakan keyakinan yang tinggi akan kemahakuasan Tuhan
7. ketulusan hati dan kebersihan hati akan mengantarkan diri ke tempat yang layak dan lebih baik dimana titik ke-Tuhanan berada. Pada titik ke-Tuhanan akan terasa sebagai suatu tempat yang sangat hening dan tidak ada sesuatupun selain diri dan vibrasi ke-Tuhanan. Jadi hanya ada diri dan vibrasi ke-Tuhanan disana.

Maka vibrasi ke-Tuhanan akan memberikan banyak tuntunan yang diri butuhkan didunia, vibrasi ke-Tuhanan akan memberikan banyak vibrasi yang positif yang diperlukan untuk kehidupan di dunia, apakah itu penghapusan karma negatif, peningkatan energi keberlimpahan, kemakmuran, kesehatan, cinta kasih, dll.

Apakah Pencerahan Sempurna atau Pencerahan Sejati?
Adalah dimana manusia tersebut mampu melandasi segala tindakan dengan pengetahuan yang lengkap, dan tetap yang menjadi pondasi dasar adalah keyakinan pada Tuhan dan mampu melepas pada keduniawian. He he he . . . Edan Tenan.

-:INTISARIPATI:-
“RASA SEJATI”
( Rasa paling luar bernama manusiawi
Dikenal dengan nafsu kedagingan badan
Menilai dari fisik lalu mulai merasakan
Rasa itu dikenal luas sebagai sifat badaniah
(Angan-angan/Angen-angen)

Rasa manusiawi mengikat pada ilusi badan
menganggap badan sebagai identitas asli dirinya
tak tahu kalau aslinya bersemayam di dalam badan
tanpa sadar jatuh pada ikatan hawa nafsu badan fana.

Rasa lebih halus bernama mentalitas
Dikenal dengan emosi yang dikeluarkan
Menilai dari mental lalu mulai merasakan
Rasa itu dikenal luas sebagai emosi keakuan diri
(Perasa’an)

Rasa mentalitas mengikat pada ilusi emosi
Menganggap emosi sebagai kewajaran mental
Lupa kalau aslinya dia itu tenang dan hening
Tanpa sadar menjadi belenggu ikatan emosional.

Rasa lebih dalam bernama pikiran
Dikenal dengan ego yang sudah berakar
Menilai dari pikiran lalu mulai merasakan
Rasa itu dikenal luas sebagai penghakiman
(Rasa Perasa’an)

Rasa pikiran mengikat pada penghakiman permainan maya
Menganggap ego diri yang ada sebagai diri sejatinya
Lupa kalau aslinya dia tidak terpisah dari perwujudan lain
Tanpa sadar menjadi pembenaran yang menyesatkan perjalanan.

Rasa paling dalam bernama rasa sejati
Dikenal dengan sabda kesadaran murni
Menyadari dari apa adanya lalu mulai merasakan
Rasa ini dikenal luas sebagai kebijaksanaan cinta kasih
(Sejatining Rasa/Hidup-Urip)

Rasa sejati itu ringan, sejuk dan bebas dari ilusi apapun
Tidak ada anggapan apapun kecuali kesadaran apa adanya
Menyadari keaslian diri setiap perwujudan itu di dalam Satu
Yang keluar darinya menjadi kitab kebijaksanaan Rasa Sejati-Sejatining Rasa).

WEJANGAN NO. 11
WAHYU PANCA GA’IB Dan Tentang WAHYU PANCA GA’IB;

1. WAHYU PANCA GA’IB.
No. 1
KUNCI:
GUSTI INGKANG MAHA SUCI.
KULA NYUWUN PANGAPURA DUMATENG GUSTI INGKANG MAHA SUCI.
SIROLAH DATOLAH SIPATOLAH.
KULA SEJATINE SATERIYO.
NYUWUN WICAKSANA NYUWUN PANGUWASA.
KANGGE TUMINDAKE SATERIYA SEJATI.
KULA NYUWUN KANGGE HANYIRNA’AKE TUMINDAK INGKANG LUPUT.
Dibaca 7. X

No. 2
PAWELING:
SIJI – SIJI. LORO – LORO. TELU – TELONANA.
SIJI SEKTI – LORO DADI – TELU PANDITA.
SIJI WAHYU – LORO GRAT-TRAHINA – TELU REJEKI.
Dibaca 3. X

No. 3
ASMA:
( . . . . )

No. 4
A. MIJIL NGGELAR:
HENDAK MANDI KERAMAS/JAMAS RAGA;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUNG KAGUNGAN KARSA.
ARSA… RAGANE BADE ADUS KRAMAS.
NGRESIKI BADAN SIJI TEKAN ATI.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN RESIK NJABA RESIK NJERO, BERSIH NJABA BERSIH NJERO, SUCI NJABA SUCI NJERO, RESIK BERSIH SUCI. KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

MENDITEKSI DIRI SENDIRI/MBEKSA RAGA;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUNG KAGUNGAN KARSA.
ARSA… MBEKSA, MBEKSANIRA RAGA PRIBADI.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN KANG DADI SEDIYANE KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

HENDAK MAKAN;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUN KAGUNGAN KARSA.
ARSA… RAGANE BADE DAHAR.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN KANG DADI SEDIYANE KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

HENDAK TIDUR;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUN KAGUNGAN KARSA.
ARSA… RAGANE BADE SARE/TILEM.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN KANG DADI SEDIYANE KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

HENDAK KERJA;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUN KAGUNGAN KARSA.
ARSA… RAGANE BADE MAKARYA/KERJA.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN KANG DADI SEDIYANE KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

HENDAK BEPERGIAN;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUN KAGUNGAN KARSA.
ARSA… RAGANE BADE LELUNGAN/TINDAK’AN.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN KANG DADI SEDIYANE KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

DLL…

B. MIJIL NGGULUNG:
MIJIL SOWAN;
UNTUK MENGHADAP HYANG MAHA SUCI HIDUP;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUNG KAGUNGAN KARSA.
ARSA… SOWAN ING NGARSANING KANJENG RAMA SEJATI.
GUSTI PRABU HERU CAKRA SMANA.
ARSA SOWAN BADE NYUWUN TAMBAHING PANGESTU LAN PANGAYOMAN, UGA SEDAYA INGKAN KULA ATURAKEN SAGETA KELAKSANAN KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

MIJIL TATA LENGGAH:
UNTUK MENG’ISTIKOMAHKAN LAKU DIRI PRIBADI;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUNG KAGUNGAN KARSA.
ARSA… NATA, NATA’AKE LAN NGLENGGAH’AKE.
SEKABEHING PUSAKA-PUSAKA PRIBADI SEJATI.
BUSANA-BUSANA PRIBADI SEJATI LAN SABDA-SABDA PRIBADI SEJATI.
PARINGANE KANJENG RAMA SEJATI.
MARING BADAN PRIBADI SEJATI.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN DIPADA TUMATA.
MAPAN LENGGAH KANTI SETATA BECIK.
DI TAMPA NGURBANI BADAN PRIBADI SEJATI.
KAWIBAWANE ARSA INGSUNG AGEMI.
KANGGE LAKUNE BADAN PRIBADI SEJATI.
ING SADINA-DINA.
MURIH KATEKAN SEDIYANE KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

MIJIL SAMPURNA:
UNTUK MENYEMPURNAKAN JISIM/roh;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUNG KAGUNGAN KARSA.
ARSA… NYAMPURNA’AKE.
SRI MAWUR BAJANG WURUNG KAMA WURUNG.
KANG UMIJIL SAKA RAGA INGSUNG.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN SAMPURNA.
BALI MARING ASAL USUL SANGKAN PARANING DUMADI.
ASAL BANYU BALI MENYANG BANYU DADI BANYU.
ASAL ANGIN BALI MENYANG ANGIN DADI ANGIN.
ASAL GENI BALI MENYANG GENI DADI GENI.
ASAL SARI-SARINING BUMI BALI MENYANG SARI-SARINING BUMI DADI SARI-SARINING BUMI.
ASAL SUCI BALI MENYANG SUCI DADI SUCI.
KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

MIJIL SASMITA:
UNTUK MENGETAHUI ALAM GA’IB;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUNG KAGUNGAN KARSA.
ARSA…. NYUWUN SASMITA ING ALAM GA’IB.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN KANG DADI SEDIYANE.
KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

MIJIL USADA:
UNTUK MENGOBATI ORANG SAKIT;
ASMA SEJATI (…) JENENG SIRA MIJILA.
PANJENENGAN INGSUNG KAGUNGAN KARSA.
ARSA… SOWAN ING NGARSANING KANJENG RAMA SEJATI GUSTI PRABU HERU CAKRA SMANA.
ARSA SOWAN BADE NYUWUN SABDA TAMBA USADA. KANGGE TITAH PADUKA INGKANG ASMA RAGA . . . (Sebut namanya yang sakit) . . .
INGKANG LAGI NANDANG RUBA.
REKSANEN MURIH KELAKSANAN WARAS BERGAS KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca 1.X

No. 5
SINGKIR:
GUSTI INGKANG MAHA SUCI.
KULA NYUWUN PANGAPURA DUMATENG GUSTI INGKANG MAHA SUCI.
SIROLAH DATOLAH SIPATOLAH.
KULA SEJATINE SATERIYA.
HANANIRA HANANINGSUNG.
WUJUDIRA WUJUDINGSUNG.
SIRA SIRNA MATI DENING SATERIYA SEJATI.
KETIBAN IDUKU PUTIH.
SIRNA LAYU DENING ASMA SEJATI (…)
Dibaca 3.X

PALUNGGUH:
ASMA SEJATI (…) LUNGGUHAN INGKANG PRAYUGA.
RAGANE ARSA… TENTREM.
SUN SANGONI BASUKI.
KALIS ING SAMBIKALA.
KANTI TEGUH RAHAYU SELAMET.
Dibaca berulang-ulang kali hingga Plong/Klimax rasanya.
2. TENTANG WAHYU PANCA GA’IB;
TUHAN DALAM HAKEKAT HIDUP (KUNCI)

HAKEKAT HIDUP (KUNCI) Intinya cuma satu, yaitu Hadap atau proses sinergis & harmonis antara sistem bioenergi diri (Alam Mikro Kosmos) dengan sistem energi Alam Maha Kosmos.

Allah berfirman:
Karena itu, berdzikirlah (ingat) kalian kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku. [Al-Baqarah: 152]

Jadi cuma itu saja, dan gak ada yang lainnya. Kita hanya perlu untuk secara rutin setiap hari dan setiap detik, menghadapkan wajah kita dengan selurus-lurusnya kepada Allah swt. ANA APA-APA KUNCI. LANGKA APA-APA KUNCI. KUNCI KENA KANGGO APA BAE. WATON ORA TUMINDAK LUPUT. Dengan meresonansikan sistem energi pribadi kita dengan sistem energi Ilahi tersebut. Maka secara otomatis energi Magnetisme Ilahi (Mahabbatullah) akan menata sistem energi diri kita sehingga selaras dengan sistem energi Ilahi. Terjadilah evolusi spiritual menuju penyempurnaan jiwa kita. Sehingga ketika kita sudah semakin sempurna menyerap Cahaya Ilahi, maka sifat-sifat Ilahiah akan semakin sempurna kita terima dan kita pancarkan untuk menerangi hati, fikiran, & kehidupan kita. Itulah hakikat daripada pembentukan & pengembangan diri menuju Fitrah Allah.

Allah berfirman:
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ( QS. Ar Ruum 30:30 )

Oleh karena itulah, saya tidak terlalu mendalam mengupas mengenai Cakra ataupun Kundalini, dan lain sebagainya. Saya tidak merasa perlu mengutak-atik ataupun mengintervensi sistem energi diri tersebut, saya serahkan semua penataannya kepada Allah SWT. Cukup dengan ANA APA-APA KUNCI. LANGKA APA-APA KUNCI.

Allah berfirman :
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu CINTA kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,( QS. Al Hujuraat 49:7 )

Oleh karena itu, bagi PUTERA RAMA.kususnya ANAK-ANAK DIDIK saya dimanapun saja berada. Bila kalian ingin sepenuhnya berkembang sesuai dengan metode kami. janganlah mencampur adukkan pelajaran inti HAKEKAT HIDUP (KUNCI). Dengan pelajaran yang lain-lain. Apalagi di tempat latihan yang memakai label Golongan. Partai. Paguyuban. Kepercaya’an. Kebatinan. Agama dan apapun yang menjadi Labelnya selain HAKEKAT HIDUP (KUNCI)

Memang untuk aplikasi, kita bebas berkreasi. Tetapi untuk perawatan sistem inti janganlah dipadukan dengan sistem lain sebelum kalian memahami esensi daripada sistem energi yang sudah pernah saya ajarkan/berikan. Akibatnya akan sangat fatal bagi diri kalian sendiri (Karma).

Dan juga pesan saya, bagi yang sudah belajar HAKEKAT HIDUP (KUNCI). JanganlaH sekali-kali memberikan KUNCI tersebut kepada pasien ataupun siapa saja jika Rasamu tidak tersentuh (Mulung). Permasalahannya adalah, kalian itu sedang membangun sistem kultivasi untuk diri kalian sendiri. Dan itu masih lemah, belum saatnya untuk memberiakan KUNCI sembarangan yang hanya akan mengakibatkan kebocoran pada sistem kalian sendiri. Yang itu artinya akan menghambat pertumbuhan spiritualitas anda sendiri.

RUMUS MAHABBATULLAH;
Cinta Pada Guru. Pintu Cinta Pada Rosul, Cinta pada Rosul Pintu Cinta Pada Allah.
Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih kucintai daripada diriku, dan anakku, kata seorang sahabat suatu hari kepada Rasulullah Muhammad saw. Apabila aku berada di rumah, lalu kemudian teringat kepadamu, maka aku tak akan tahan meredam rasa rinduku sampai aku datang dan memandang wajahmu. Tapi apabila aku teringat pada mati, aku merasa sangat sedih, karena aku tahu bahwa engkau pasti akan masuk ke dalam surga dan berkumpul bersama nabi-nabi yang lain. Sementara aku apabila ditakdirkan masuk ke dalam surga, aku khawatir tak akan bisa lagi melihat wajahmu, karena derajatku jauh lebih rendah dari derajatmu.

Mendengar kata-kata sahabat yang demikian mengharukan hati itu, Nabi tidak memberi sembarang jawaban sampai malaikat Jibril turun dan membawa firman Allah berikut: Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah; yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

Mencintai Rasulullah adalah sebuah prinsip dan kewajiban dalam agama Islam, bukan sebuah pilihan yang notabenenya adalah mau atau tidak. Terhadap Muhammad, seorang Muslim harus menyimpan rasa cinta betapapun kecilnya. Karena cinta merupakan dasar dan landasan yang bisa mengantar seseorang pada pengetahuan dan keikutsertaan. To know Indonesia is to love Indonesia, begitu kata sebuah iklan yang mempromosikan Indonesia. Untuk bisa tahu terlebih dahulu harus menyimpan rasa cinta.

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) menCINTAi Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Ali Imran 3:31 )

Katakanlah: jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu CINTAi dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.( QS. At Taubah 9:24 )

Jelas sekali dinyatakan bahwa Rosulullah Saw (HIDUP) adalah sebagai jembatan/Washilah dari pada mereka-mereka yang menuju kepada Allah Swt. Bukan hanya itu Rosulullah Saw (HIDUP) juga Gerbang Ilmu dari pada Lautan Ilmu Allah Swt yang luas tanpa tepi.

Sehingga bagi mereka yang menginginkan perjumpaan dengan Allah sudah barang tentu haruslah mengenal akan Rosulullah Saw Saw (HIDUP) , bukan hanya sekedar mengikuti dari pada kejahiran/kelakuan Rosul tapi yang lebih penting adalah mengerti dari pada keruhanian Rosulullah Saw (HIDUP).

Jiwa/Pribadi Rosul (HIDUP) adalah pribadi yang kokoh dalam Ketauhidannya kepada Allah dan kuat dalam Mujahadahnya untuk menegakkan Kalimah Allah dimuka Bumi serta Kasih Sayang kepada siapa saja yang ada dimuka bumi.

Wahai Sang Pencinta Allah, cintai Rosulmu (HIDUPMU) dengan segenap jiwa dan perasaan mu janganlah engkau perdebatkan masalah jahir tapi batinmu masih jauh sekali dengan pribadi Rosul yang seharusnya menjadi tauladanmu. Carilah pengetahuan tentang diri Nabi dengan sebenarnya yaitu sampai kepada ruhani Beliau kemudian ikutilah apa yang menjadi kekuatan Beliau dalam Hidup ini yaitu ketauhidan jangan hanya sekedar menjalankan Syariat tapi tidak tahu apa itu Tauhid dan seperti apa ketauhidan itu.

Ketahuilah bahwa Tauhid itu adalah Ruh dari pada Agama tanpa tauhid maka sia-sia seseorang itu mengaku beragama karena tidak mengetahui kemana tujuan Agama itu.

Jika ditanya tentang tujuan sebenarnya maka dengan lantang di jawab Allah adalah akhir tujuanku begitu ditanyakan lagi Allah itu Nama Kebesara Tuhan jawabnya Benar! bahwa Allah itu nama Kebesaran bagi Tuhan berdasarkan Kalimat ALLAHU AKBAR. Begitu disampaikan kepadanya bahwa mereka masih bergantung kepada Nama belum lagi sampai kepada yang punya Nama maka sama halnya mereka bekerja disuatu perusahaan tapi tidak mengetahui atau tidak mengenal kepada Pimpinan perusahaan itu.

Sungguh sangat disayangkan sekali bagi mereka yang jahirnya mengabdi kepada Allah tapi dari segi batinnya tidak tahu atau tidak kenal dengan Allah Swt. Yang diketahui hanyalah sebatas Nama saja dan Tulisan saja.

Untuk sampai kepada Allah terlebih dulu harus kenal dengan Allah dan untuk kenal dengan Allah terlebih dulu harus kenal dengan Rosul Nya (HIDUPnya) bukan hanya mengikuti dari segi jahir/kelakuan Nabi tapi terlebih utama mengenal dengan jiwa/pribadi Nabi yang berangsur-angsur akan tumbuh rasa cintanya kepada Rosulullah Saw(HIDUP).

Jika hatinya sudah dipenuhi Mahabbah kepada Rosul maka ia akan Rindu untuk bertemu/berjumpa dengan Beliau dan rasa Rindu itulah yang akan mengantarkan ia kepada Gerbang Mahabbatullah untuk menjadikan dirinya lebih dekat kepada Allah Swt.

Ulama adalah pewaris nabi. Di zaman tidak ada nabi dan rasul, dialah yang mendidik umat dengan iman dan Islam. Dia mempertemukan umat dengan jalan hidup yang sebenar-benarnya seperti yang Allah tunjuk dalam Al Quran dan Hadis yaitu satu-satunya jalan kebahagiaan hidup di dunia dan Akhirat.

Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar. (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).

Nabi sudah wafat, namun Rosul tetaplah Rosul. Hidup Tetaplah Hidup. Tongkat estafet pembinaan umat diserahkan kepada para Ulama. Namun, ulama yang manakah yang termasuk pewaris nabi? yang mampu meneruskan tugas Sang Nabi (Tilawah, Tazkiyah dan Taklim)?

Allah SWT berfirman :
Dia-lah (Allah SWT)yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menTAZKIYAH mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al-Jumah 62: 2-4)

Ayat di atas menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs, merupaka salah satu missi semua Nabi dan Rasul, khusus Rasulullah (HIDUP) Nabi Muhammad SAW, di samping menyampaikan ajaran-ajaran Allah.

Dalam proses Hakekat Hidup (KUNCI) itu pada dasarnya terdapat dua hal :
Pertama, menyucikan jiwa kita dari sifat-sifat (akhlaq) yang buruk/tercela, seperti kufur, nifaq, riya, hasad, ujub, sombong, pemarah, rakus, suka memperturutkan hawa nafsu, dan sebagainya.

Kedua, menghiasinya jiwa yang telah kita sucikan tersebut dengan sifat-sifat (akhlaq) yang baik/terpuji (disebut pula tahalliy pakai ha), seperti ikhlas, jujur, zuhud, tawakkal, cinta dan kasih sayang, syukur, sabar, ridha, dan sebagainya.

Berdasarkan makna itu pula Hakekat Hidup (KUNCI), bertujuan untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya, yakni fitrah tauhid, fitrah Iman, Islam dan Ihsan, disertai dengan upaya menguatkan dan mengembangkan potensi tersebut agar setiap orang selalu dekat kepada Allah, menjalankan segala ajaran dan kehendakNya, dan menegakkan tugas dan missinya sebagai hamba dan khalifah-Nya di muka bumi.

Dengan Hakekat Hidup(KUNCI) , seseorang dibawa kepada kualitas jiwa yang prima sebagai hamba Allah, sekaligus prima sebagai khalifah Allah. Artinya dengan Hakekat Hidup (KUNCI), seseorang menjadi ahlul ibadah, yakni orang yang selalu taat beribadah kepada Allah dengan cara-cara yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya (HIDUPnya), serta menjadi khalifah, yakni kecerdasan dalam missi memimpin, mengelola dan memakmurkan bumi dan seisinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama Allah untuk kerahmatan bagi semua makhluk.

Hakekat Hidup (KUNCI): merupakan upaya yang sangat efektif untuk mengembalikan manusia kepada hakikatnya sebagai hamba Allah, karena manusia telah diberikan wadah kesucian (fitrah). Orang-orang yang seperti inilah kemudian yang disapa oleh Sang Maha Penguasa Semesta dengan panggilan yang luar biasa indah: Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS. 89: 27-30).

Sahabat,,, Saudara-saudariku semuanya tanpa terkecuali, saat ini semua ulama bisa memberikan Tilawah & Taklim. Namun tidak semua Ulama yang bisa bertugas memberikan Tazkiyah (Hakekat Hidup) kepada Umat. Karena Tazkiyah (Hakekat Hidup) tidak sekedar memberikan nasehat semata, namun jauh lebih dalam dari itu yaitu menyangkut aspek hakikat penyempurnaan jiwa raga atau keruhanian. Dan dalam hal ini ulama yang berkompeten dalam hal ini adalah para Guru Mursyid dari Tasawuf/Tarekat. Hal ini bukan karena kefanatikan saya semata terhadap tarekat. Tetapi ini adalah sebuah pendapat saya yang rasional. Di Zaman ini sangat sulit mencari seorang manusia yang menguasai semua bidang. Zaman ini adalah zaman spesialisasi. Dan menurut pengamatan saya, Ulama yang punya spesialisasi di bidang pembinaan keruhanian dan pemurnian jiwa raga adalah ulama-ulama dari kalangan tasawuf.

RUMUS TAZKIYAH ZIKIR & SHOLAWAT;
Qod aflaha man tazakka.
Sungguh beruntung orang yang membersihkan hati dan jiwa raganya dari segala noda (kotoran).

“Gusti ingkang maha suci. Kula nyuwun pangapura dumateng gusti ingkang maha suci. Sirolah datolah sipatolah. Kula sejatine sateriya. Nyuwun wicaksana nyuwun panguasa. Kangge tumindake sateriya sejati. Kula nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput”.

Wa dzikara isma robbihi fa sholla.
Dan kemudian berzikir dengan menyebutkan nama tuhannya ALLAH, dan kemudian bersalawat (QS. Al-Alaa ayat 14-15)

“Siji-siji Loro-loro Telu-telonana. Siji sekti-loro dadi-telu pandita. Siji wahyu-loro gratrahina-Telu rejeki”.

Cinta Pada Guru Gerbang Cinta Pada Rasul;
Didalam ajaran tasawuf, adab kepada guru Mursyid adalah sesuatu yang utama dan pokok, karena hampir seluruh pengajaran tasawuf itu berisi tantang pembinaan akhlak manusia menjadi akhlak yang baik, menjadi akhlak yang mulia sebagaimana akhlak Rasulullah SAW. Seorang murid harus selalu bisa memposisikan (merendahkan) diri di depan Guru, harus bisa melayani Guru nya dengan sebaik-baiknya.

Abu yazid al-Bisthami terkenal dengan ketinggian hadapnya. Setiap hari selama bertahun-tahun Beliau menjadi khadam (pelayan) melayani gurunya sekaligus mendengarkan nasehat-nasehat yang diberikan gurunya. Suatu hari Guru nya menyuruh Abu Yazid membuang sampah ke jendela.

Buang sampah ini ke jendela, dengan bingung Abu Yazid berkata, Jendela yang mana guru?

Bertahun-tahun engkau bersamaku, tidak kah engkau tahu kalau di belakangmu itu ada jendela

Abu Yazid menjawab, Guru, bagaimana aku bisa melihat jendela, setiap hari pandanganku hanya kepada mu semata, tidak ada lain yang kulihat.

Begitulah adab syekh Abu Yazid Al-Bisthami kepada gurunya, bertahun-tahun Beliau tidak pernah memalingkan pandangan dari Guru nya, siang malam yang di ingat hanyalah gurunya, lalu bagaimana dengan kita yang selalu dengan bangga menyebut diri sebagai murid seorang Saidi Syekh?

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita Abu Yazid. Kalau Abu Yazid tidak pernah memalingkan pandangan dari guru nya, kalau kita jauh panggang dari api, ketika Guru sedang memberikan fatwa masih sempat ber-SMS ria, masih sempat bermain game (kalau ponselnya punya game), masih sempat ketawa ketiwi. Kalau Abu Yazid tidak pernah tahu dimana letak jendela, kalau kita malah bisa tahu berapa jumlah jendela dirumah Guru sekalian warna gordennya, mungkin juga kita tahu jumlah pot bunga di ruangannya.

Kita bukanlah Syekh Abu Yazid, atau bukan juga Syekh Burhanuddin Ulakan yang mau masuk kedalam WC (Septictank) mengambil cicin gurunya (Syekh Abduraauf as-Singkily/Syiah Kuala) yang jatuh saat buang hajat, kita bukan juga Imam al-Ghazali yang mau membersihkan kotoran gurunya dengan memakai jenggotnya, kita bukan juga Sunan Kalijaga yang dengan sabar menjaga tongkat guru nya dalam waktu yang sangat lama. Kita juga bukan Syekh Abdul Wahab Rokan yang selalu membersihkan WC guru nya (syekh Sulaiman Zuhdi q.s) dengan memakai tangannya.

Kita bukanlah Beliau-beliau yang sangat mulia itu yang selalu merendahkan dirinya dengan serendah-rendahnya dihadapan gurunya. Kita bukan mereka, tapi paling tidak banyak hal yang bisa dijadikan contoh dari kehidupan mereka agar kita berhasil dalam berguru.

Merendahkan diri dihadapan guru bukanlah tindakan bodoh, akan tetapi merupakan tindakan mulia. Dalam diri guru tersimpan Nur Ala Nurin yang pada hakikatnya terbit dari zat dan fiil Allah SWT yang merupakan zat yang Maha Positif. Karena Maha Positif maka mendekatinya harus dengan negatif. Kalau kita dekati yang Maha Positif dengan sikap positif maka rohani kita akan ditendang, keluar dari Alam Rabbani.

Disaat kita merendahkan diri dihadapan guru, disaat itu pula Nur Allah mengalir kedalam diri kita lewat guru, saat itulah kita sangat dekat dengan Tuhan, seluruh badan bergetar dan air mata pun tanpa terasa mengalir membasahi pipi. Hilang semua beban-beban yang selama ini memberatkan punggung kita, menyesakkan dada kita, dan yang bersarang dalam otak kita. Ruh kita terasa terbang melayang meninggalkan Alam Jabarut melewati Alam Malakut sambil memberikan salam kepada para malaikat-Nya dan terus menuju ke Alam Rabbani berjumpa dengan SANG PEMILIK BUMI DAN LANGIT. Pengalaman beberapa orang yang berhadapan dengan Guru Mursyid yang Kamil Mukamil Khalis Mukhlisin menceritakan bahwa jiwanya terasa melayang, tenang dan damai, seakan-akan badan tidak berada di bumi, inilah yang disebut fanabillah, seakan-akan disaat itu Tuhan hadir dihadapannya dan seakan-akan telah mengalami apa yang disebut dengan Lailatul Qadar.

……….0O0……….

KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMO PANCER
WEJANGAN NO. 12
TENTANG ADJI PANUNGGAL;
Laku Khusus untuk pengenalan jatidiri…..SEDULUR/SAUDARA. 4

PAMBUKA:
Serat aji panunggal punika.medharaken wontenepun pancandriya tuwin kawruh pasamaden utawi kawruh yoga. Dene ingkang badhe kawedaraken rumiyin. Wontening tembung nutupi babahan nawasanga. Menggah wontenipun tembung wau. Kangge ucap-ucapanipun{janturanipun} nata dwarawati utawi sang arjuna manawi kaleres samadi manages ing dewa. Lah inggih saking tembung punika wau ingkang dipun ugemi sarta lajeng dados pamanggih umum.

Ananging menggah ing sajatosipun, kita boten saget yen ta anutupana salah satunggal kemawon saking babahan nawasanga wau. Liripun. Upami kita nutupi grana margining napas. Lah mangka lampahingnapas punika ingkang minangka dados tetangsul utawi dados wahananing gesang kita. Amila yenta grana kalantur dipun tutupi. Saestu badhe dumugi ing jaman sakaratil. Dados nutupi babahan nawasanga {tegese : bolonganipun anggota sanga}, punika tetela saking kalentuning panampi. Tanda yektinepun saweg nutupi bolongan satunggal kemawon.tentu boten saged tumindak.

Ingkang makaten wau. Ing ngriki kedah anerangaken menggah ing kaleresanipun. Inggih punika makaten. Tembung nawasanga punika. Panggambaranipun tembung : hawa + song + nga. Wetahepun kedan mungel nutupi babahan hawa, song = kosong, nga = kosonga=kosongna. Suraosepun : sadaya margining hawa napsu sami kakosongna. Ateges boten dipun maegeni.

Dene margining hawanapsu wau winastan indriya. Utawi nama pancadriya. Dunungipun. Ing paningal, pamiarsa. Rasa ilat tuwin rasa badan. Tembung pancadriya, leresepun mungel, pancen indriya

Menggah ingkang among karsa punika. Sajatosipun wonten nem prakawis. {wewah 1 saking 5}. Inggih punika pamicara. Mila lajeng wonten tembung. Sad indriya, utawi indriya nem { ing candrasangkala watak nem/ tembung sadrasa. Sad rasa-sad guna-sad gana, tegesipun. rasa nem }

PENGERTIAN :
Awit angingirangi dhahar lan sare. Cegah syahwat. Ameper hawa napsu. Sarta siyam ing sawatawis dinten. Punapadene boten kenging ngemu sakserik duka cipta.

Manawi siyamepun. Kantun sadalu, sampun ngantos sare, sarto kedah ambisu. Ing wanci tengah ndalu lajeng siram, sarampunge siram lajeng busana angangge sarwi suci. Sarta kokonyoh gagandan langkung wangi-wangi. Punapa dene lajeng dudupa majeng Mangetan. Mangilen. Mangidul. Mangaler. Di barengi amaos rapal2 ingisor iki.

KALIMAH :
IKI RAPALE ADJI PANUNGGAL KANG KAPATRAPAKE ING SAJERONING LAKU;

1. sedulurku tuwa kang ana ing bang wetan.kang aran mutma’inah.reksanen ragaku.kempiten nyawaku.inditen sukmaku.iki ana gawe gede.aja nganti belah pisah.yen ana sediya ala balekna.sediya becik bacutna.ya ingsun sedulurira sejati.

2. sedulurku tuwa kang ana ing bang kidul kang aran aluamah.reksanen ragaku kempiten nyawaku inditen sukmaku.iki ana gawe gede aja nganti belah pisah.yen ana sediya ala balekna.sediya becik bacutna.ya ingsun sedulurira sejati.

3. sedulurku tuwa kang ana ing bang kulon kang aran amarah.reksanen ragaku kempiten nyawaku inditen sukmaku.iki ana gawe gede.aja nganti belah pisah.yen ana sediya ala balekna sediya becik bacutna.ya ingsun sedulurira sejati.

4. sedulurku tuwa kang ana ing bang lor.kang aran nafsu supiyah.reksanen ragaku kempiten nyawaku inditen sukmaku.iki ana gawe gede.aja nganti belah pisah.yan ana sediya ala balekna sediya becik bacutna.ya ingsun sedulurira sejati.

5. kun dzat kun.aja ngaling-ngalingi dzating sukma wewayanganing rasa.rasa sukma kang ana sajeroning wewayangan.heh roh rohani.mara sira metua apada rasa.rasanira dikaya rasaningsun.suaranira dikaya suaraningsun.wujudira dikaya wujudingsun.pama gigila wuluku sak lamba.sun tempuhake ing sira.ya ingsun sedulurira sejati.

6. Ingsun tajalining dat kang maha suci. Kang amisesa. Kang kuwasa angandika. Kun payakun. Dadi saciptaningsun. Ana sasedyaningsun teka sakarsaningsun. Metu saka kodratingsun.

7. KUNCI,
“Gusti Ingkang Maha Suci, kula nyuwun pangapura dumateng Gusti Ingkang Maha Suci. Sirolah Datolah Sifatolah. Kula Sejatining Sateriya. Nyuwun wicaksana nyuwun panguwasa kangge tumindake Sateriya Sejati. Kula nyuwun kangge hanyirna’aken tumindak ingkang luput.”

PAWELING,
“Siji-siji. Loro-loro. Telu-telonana,
Siji sekti – loro dadi – telu pandita,
Siji wahyu – loro grat’trahina – telu rejeki .”

MIJIL,
“………..(Asma Sejati) jeneng sira mijila, panjenengan ingsun kagungan karsa. arsa, nyuwun sasmita ing ga’ib. Perlu ngaweruhi sedulur papat kalima pancer. Reksanen murih kelaksanan pinanggih, sipatemon kanti teguh rahayu slamet.”

PALUNGGUH,
(Asma Sejati) lungguha ingka prayuga. Ragane arsa tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikala. Kanti teguh rahayu selamet.”

TEORI DAN PRAKTENYA :
Langkah awal.
Sediakan kemenyan besertan perlengkapan untuk membakarnya dan kembang setaman minimal 1 kg. minyak wangi jenis apa saja yang tidak mengandung alkolhol. Lalu siapkan pula tempat kusus yang aman dan nyaman, sebagai lokasi/tempat bersemadi/meditasi. Kenakan busana/pakaian serba putih yang bersih, jika ada. Gunakan pula tikar atau sajadah sebagai tempat duduk semedinya.

Langkah kedua.
Tepat waktu jam 24.00 menit. Tengah malam. Setelah semuanya telah siap. Lalu duduklah di atas sajadah dengan bersilah.

Lalu dengan rileks dan santai. Bebaskan dan netralkan semua panca indera. Lalu, pertemukanlah kedua telapak tangan kanan dan kiri. Letak antara jari2 tangan kanan dan kiri harus sejajar dan bertepatan….lalu letakan telapak tangan yang telah di pertemukan tadi. Sperti ini… Ibu jari. Berada tepat di bawah lubang hidung. Jari telunjuk. Berada tepat di antara kening dua alis……siku/sikut…lurus sjajar dengan pundak kanan dan kiri…….posisi tubuh. Harus lurus tegak.. lalu dalam hati, bacalah Kunci 7.x

KUNCI,
“Gusti Ingkang Maha Suci. Kula nyuwun pangapura dumateng Gusti Ingkang Maha Suci. Sirolah Datolah Sifatolah. Kula Sejatining Sateriya. Nyuwun wicaksana nyuwun panguwasa. Kangge tumindake Sateriya Sejati. Kula nyuwun kangge hanyirna’aken tumindak ingkang luput.”….7X.

Lalu turunkan tangan tepat ke tengan dada. Kondisi telapak tangan jangan sampai berubah. Letakan. Ruas ibu jarinya tepat di tengan lekukan dada….di antara payudara. Posisi tubuh masih tetap tegak. Lalu bacalah Paweling 3.x
PAWELING,
“Siji-siji. Loro-loro. Telu-telonana,
Siji sekti – loro dadi – telu pandita,
Siji wahyu – loro grat’trahina – telu rejeki .” …3.x

Lalu cobalah mengheningkan cipta untuk beberapa sa’at lamanya. Minimal 15 menit…..

Lalu tariklah tangan kiri ke samping pinggang sebelah kiri……dengan ibu jari menyentuh ujung tulang rusuk paling bawah. Dan jari telunjuk menempel tepat dip user perut.. posisi tubuh masih tetap tegak dan telapak tangan kanan, masih dalam posisi semula, yaitu di tengan dada. Lalu bacalah mijil 1.x

MIJIL,
“………..(Asma Sejati) jeneng sira mijila, panjenengan ingsun kagungan karsa. arsa, nyuwun sasmita ing ga’ib. Perlu ngaweruhi sedulur papat. Reksanen murih kelaksanan pinanggih, sipatemon kanti teguh rahayu slamet”…1x

Lalu dalam posisi ini, mulailah bersamadi/bermeditasi total……….dengan cara. Menenangkan angan dan batin. Konsentrasi pada keluar masuknya napas dari hidung………sembari. Merasakan apa yang teralami di sa’at kita bermeditasi tersebut. Jika ada rasa enak, rasakanlan. Jangan senang. Jika ada rasa yang ngga enak. Rasakanlah, jangan brontak. Tetap konsen dalam meditasi. Yang terpenting, adalah, kita harus mengingat semua proses meditasinya sejak awal hingga akhir selesai. Contoh. Missal kita mengalami capek sa’at meditasi radi. Maka kita harus tau dan hapal. Bagaimana proses datangnya capek tersebut. Datangnya bagaimana, prosesnya bagaimana dan perginya bagaimana Hal ini di lakukan semampu kita. Paling bagus di lakukan minimal 1 jam.

Setelah cukup minimal 1 jam dalam perkira’an. Lalu turunkan kedua tangan ke masing kaki yang dalam posisi bersilah secara perlahan-lahan………netralkan/bebaskan napas………lalu bukalah mata secara perlahan pula, Lalu bacalah…..

Nuwun… amit tabik sekalian pasang keparenga marak sowan ing ngarsanipun……sedulur papat…….”lalu

Letakkan atau kondisikan kembang setaman tempat pembakaran dupa atau kemenyan tepat di depan kita duduk………lalu, bacalah…….

“Keparenga putera caos bekti, lepat kekiranganipun nyuwun pangapura.”lalu…

Sebarkan kembang setaman secara mengelilingi posisi duduk kita hingga tempat pembakarang kemenyan yang ada di depan kita. Lalu nyalakan api yang akan di gunakan untuk membakar kemenyan………sambil membaca……Hagni suci sucekna kamulyan ingsun, mulyakna kasucen ingsun, urupna uriping kawicaksanan ingsun.”….lalu, setelah api menyala….bacalah….

Djatimas tumana sidam sekaring bawana langgeng prapenku sela petak dupaku dupa mulya guyuhna kamulyan ingsun, tak jaluk rilamu sira sun obong kukusmu mumbul ngawiyat ing ngarsaning GUSTI INGKANG MAHA SUCI tumurun dumateng…sejatining ingsun….” Lalu bakarlah kemenyanya…..

Langkah ketiga.
Berdirilah di atas sajadah bekas tempat duduk tadi. Dengan menghadap ke arah……..timur. lalu bacalah……….

1. sedulurku tuwa kang ana ing bang wetan.kang aran mutma’inah.reksanen ragaku.kempiten nyawaku.inditen sukmaku.iki ana gawe gede.aja nganti belah pisah.yen ana sediya ala balekna.sediya becik bacutna.ya ingsun sedulurira sejati….1.x

Lalu berubah menghadap ke barat. Dan membaca………

2. sedulurku tuwa kang ana ing bang kidul kang aran aluamah.reksanen ragaku kempiten nyawaku inditen sukmaku.iki ana gawe gede aja nganti belah pisah.yen ana sediya ala balekna.sediya becik bacutna.ya ingsun sedulurira sejati……1.x

Lalu berubah posisi menghadap ke selatan. dan membaca…………

3. sedulurku tuwa kang ana ing bang kulon kang aran amarah.reksanen ragaku kempiten nyawaku inditen sukmaku.iki ana gawe gede.aja nganti belah pisah.yen ana sediya ala balekna sediya becik bacutna.ya ingsun sedulurira sejati…..1.x
Lalu berubah posisi menghadap ke utara. Dan membaca………….

4. sedulurku tuwa kang ana ing bang lor.kang aran nafsu supiyah.reksanen ragaku kempiten nyawaku inditen sukmaku.iki ana gawe gede.aja nganti belah pisah.yan ana sediya ala balekna sediya becik bacutna.ya ingsun sedulurira sejati……1.x

Lalu duduk bersilah dengan rileks dan santai menghadap sesuai kada’an sajadah yang telah di sediakan. seperti pada awalnya tadi. Posisi tubuh tegak. Tangan kanan di atas lutut kanan. Dengan kondisi telapak tangan menghadap ke atas. Deangan ibu jari melipat jari tangan tengah. Begitu juga dengan tangan kiri……lalu netralkan semua panca indra. Pejamkan mata dan diam sejenak sembari konsentrasi merasakan keluar masuknya napas dari hidung………Lalu dalam batin, bacalah………

5.kun dzat kun.aja ngaling-ngalingi dzating sukma wewayanganing rasa.rasa sukma kang ana sajeroning wewayangan.heh roh rohani.mara sira metua apada rasa.rasanira dikaya rasaningsun.suaranira dikaya suaraningsun.wujudira dikaya wujudingsun.pama gigila wuluku sak lamba.sun tempuhake ing sira.ya ingsun sedulurira sejati…..1.x

Lalu bermeditasi lagi, teorinya. Konsentrasi pada penetralan panca indera………..prakteknya menghapal semua proses selama bermeditasi dari awal hingga akhir selesai……..apapun yang di alami dalam meditasi harus di terima dengan lapang dada\ dan bagaimanapun yang di alami selama meditasi harus hapal. Intinya. Berusahalah sadar dalam meditasi apapun yang akan terjadi……jika sudah merasa cukup. lalu bebaskan posisi badan secara perlahan pula. Lalu bacalah Palungguh 3.x

PALUNGGUH;
(Asma Sejati) lungguha ingkang prayuga. Ragane arsa tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikala. Kanti teguh rahayu selamet.” terus baca berulang kali hingga terasa nyaman dan plong tanpa beban. Dan,,, selesai…#

Lakukan dan pelajari terus menerus hingga bisa menguasai tingkatan ini. Secara berulang-ulang. Jika kembang setaman sudah mulai layu atau kering. Harus diganti dengan yang baru. Dan setiap mengganti kembang baru. Harus mengulangi cara sperti langkah awal. Setelahnya. Tidak perlu lagi. Cukup hanya dengan membakar kemenyannya saja. Ukuranya……..ada yang 3 hari sudah bisa menguasai. Ada yang 5 hari. Ada yang 7 hari. Ada pula yang 9 hari dan seterusnya dalam hitungan ganjil……….SELAMAT MENJALANKAN. SEMOGA BERHASIL

PAWELINGKU :
Sing sapa bisa nguasani patrape aji panunggal inginggil punika. Sayekti bakal tinarimah sakabehing panyuwun dening gusti. Ananging sadusunge kudu lan wajib anglampahi wejangan wirid maklumat jati. Minangka kanggo dedasar amrih ora keliru patrapepun. Lan tetep kudu tata titi surti ngati-ati. Aja suka adigung adiguna. Ingisor iki rapal2 aji panunggal kang bisa di gelaraken dating sapada-pada umat.

. . . . . . . . . . 0o0 . . . . . . . . .

KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMO PANCER
WEJANGAN NO. 13
TENTANG ADJI PAWELING :
Laku Kusus untuk pengenalan guru sejati…..SEDULUR/SAUDARA PANCER. 5

PEMBUKA’AN :
Moho ma’af……. Wejangan No. 14 juga tidak dapat saya artikan dalam bahasa Indonesia.

Manawi kita gagas. Lampahing ngagesang punika kenging winastan karoban dening panyeliding wisaya. Boten rumiyin boten sapunika. Boten rampung-rampung tansyah sami cocongkrahan. Labet sami rebat leres dhateng gagadhulan tuwin tekadipun piyambak-piyambak.

Mongko wisaya punika wonten ingkang gampil kasumuruban lan wonten ingkang botem gampil anggenipun nyumerebi. Wisaning sawer boten sanes naming dumunung wonten ing untu. Lan panyemburipun, wisaning kalabang ian kalajengking wonten ing entupipun. Ananging ing samangke, lah dumunung wonten ing pundi, menggah wisaning sadaya serat-serat piwulang ingkang sampun sumebar dados wawaosaning ngakatha ?. punika boten sanes kajawi dumunung wonten ing pengertosan kita pribadi.

Manawi kita saged mangertos nampeni suraosing piwulang. Punika kados dene kita manggih usada ingkang sampun sumereb aben-abenan lan tumanjanipun. Manawi makaten sampun tamtu kita saged manggih kawilujengan lan kamulyan. Kosok wangsulipun pangertosan kita ingkang saking serep panampinipun.

Punika kados dene kita manggih usada ingkang aben-abenan tuwin tumanjanipun dereng kita sumerebi. ingkang makaten punika saged ugi andadosaken ing wisaya. Langkung2 yen pangertosan ingkang seling serep panampinipun wau. Lajeng, katularaken ing ngasanes. Sarana lesan utawi sarana serat2, sampun tamtu badhe langkung ageng ing wisayanipun.

Kawontenan ingkang makaten wau, sanyatanipun boten nama aneh yen kita kajlungupa ing jurang panasaran. Sabab miturut panggelaring sadaya serat2 piwulang. Punika prasasat mboten wonten tembung ingkangukaranipun kadamel prasaja.
Sarehing makaten kawontenanipun. Dados manawi kita badhe nyuraosi piwulang ingkang kasebut ing aji paweling punika.

Kita kedah ngengeti parwa lan slokanipun. Yen boten makaten tentu badhe klintu panyuraosipun. Jalaran tembung satunggal kemawon umpami kresna. Punika anggadhai teges pinten2 kemawon. Kadosta cemeng.toya. piker. Rasa. Gesang lan sasaminipun miturut parwa lan slokanipun.

Pramila. Sing sapa bae yen arep anglakoni. Adji panunggal. Adji paweling. Adji padmawara. Kudu miwiti saka piwulang wirid maklumat djati dishek, minangka kanggo dedasar supaya ora kajlungup utawi salah patrapipun. Ingisor iki rapale aji paweling kang kapatrapaken ing sajeroning laku.

KALIMAH :
IKI RAPALE ADJI PAWELING KANG KAPATRAPAKE ING SAJERONING LAKU;

0. KUNCI,
“Gusti Ingkang Maha Suci, kula nyuwun pangapura dumateng Gusti Ingkang Maha Suci. Sirolah Datolah Sifatolah. Kula Sejatining Sateriya. nyuwun wicaksana nyuwun panguwasa kangge tumindake Sateriya Sejati. Kula nyuwun kangge hanyirna’aken tumindak ingkang luput.”

PAWELING,
“Siji-siji. Loro-loro. Telu-telonana,
Siji sekti – loro dadi – telu pandita,
Siji wahyu – loro grat’trahina – telu rejeki .”

MIJIL,
“………..(Asma Sejati) jeneng sira mijila, panjenengan ingsun kagungan karsa. arsa, nyuwun sasmita ing ga’ib. Perlu ngaweruhi guru sejati. Reksanen murih kelaksanan pinanggih, sipatemon kanti teguh rahayu slamet.”

PALUNGGUH,
(Asma Sejati) lungguha ingkang prayuga. Ragane arsa tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikala. Kanti teguh rahayu selamet.”

1.ratu kesdik.sidik panetep panata gama.niyat ingsun ngrawuhi sahadat panetep panata gama.roh ilapi kang dadi telenging ati.kang dadi pancering urip.kang dadi lajering allah.kang madep maring allah.ya ingsun sejatining manungsa sempurna.slamet ndunya slamet akhir.yen alum siramana yen doyong jejegna.jeg-jejeg saka kersaning allah.laa illaaha illallah muhamad rasul allah. {kanggo netepake tekad}

2.kun dzat kun kang ana sajeroning netra ingsun.kun dzat kun kang ana sajeroning guwa garba ingsun.rasa sukma kang ana sajeroning netra utawa kang ana ing sajeroning guwa garba.sira metua ingsun arep weruh sejatining urip.ingsun njaluk slamet.ya ingsun sejatining kun. {kanggo meruhi roh}

3.piling unang dzat numan.ancik-ancik luhuring awang-awang.alungguh wulan purnama.slamingati angurungi lintang sak kembaran.ing sukma.amrentahi roh kang dumadi.ing sajeroning jagat.ingsun iki kabeh.sira metua ingsun arep weruh sejatining urip.laa illaaha illallah muhamad rasul allah. {kanggo meruhi ROH}
4.gedong sukma tutup sukma.kancing rasa purba wasesa langgeng.ya ingsun pangeran sadirum.teka jleg lunga jleg sangyang wuryan.wuryan katon wuryan ketemu….illallah…3.x.sahadat tanpa sahudu.ila fisrika.ora ana pengeran nanging allah kang sinembah.satuhune…….duh gusti,kula masrahaken.sedaya dosa lan keluputan kula.jiwa raga kula.lahir batin kula.gelar gulung kula.pati urip kula.kula nyuwun…………., {kanggo nenuwun ing ngarsaning gusti. Tanda…….di isi apa kang dadi panyuwune}

5.sir aning.manjing ingati.kang wening ing cipta.ning ing rasa.dzat lebur ambet-ambet.tan ana kari.sajeroning jagat ingsun kabeh.dzat les tan ana karasa-rasa. {kanggo sowan ing ngarsaning gusti / ngracut}

TEORI DAN PRAKTENYA :
Langkah awal.
Sediakan kemenyan besertan perlengkapan untuk membakarnya dan kembang setaman minimal 1 kg. minyak wangi jenis apa saja yang tidak mengandung alkolhol. Lalu siapkan pula tempat kusus yang aman dan nyaman, sebagai lokasi/tempat bersemadi/meditasi. Kenakan busana/pakaian serba putih yang bersih, jika ada. Gunakan pula tikar atau sajadah sebagai tempat duduk semedinya.

Langkah kedua.
Tepat waktu jam 24.00 menit. Tengah malam. Setelah semuanya telah siap. Lalu duduklah di atas sajadah dengan bersilah. Lalu…..

Dengan rileks dan santai. Bebaskan dan netralkan semua panca indera. Lalu, pertemukanlah kedua telapak tangan kanan dan kiri. Letak antara jari2 tangan kanan dan kiri harus sejajar dan bertepatan….lalu letakan telapak tangan yang telah di pertemukan tadi. Sperti ini. Ibu jari. Berada tepat di bawah lubang hidung. Jari telunjuk. Berada tepat di antara kening dua alis…… siku/sikut…lurus sjajar dengan pundak kanan dan kiri…….posisi tubuh. Harus lurus tegak.. lalu dalam hati, bacalah Kunci 7.x

KUNCI,
“Gusti Ingkang Maha Suci, kula nyuwun pangapura dumateng Gusti Ingkang Maha Suci. Sirolah Datolah Sifatolah. Kula Sejatining Sateriya. nyuwun wicaksana nyuwun panguwasa kangge tumindake Sateriya Sejati. Kula nyuwun kangge hanyirna’aken tumindak ingkang luput.”….7x

PAWELING,
“Siji-siji. Loro-loro. Telu-telonana,
Siji sekti – loro dadi – telu pandita,
Siji wahyu – loro grat’trahina – telu rejeki .”….3x
MIJIL,
“………..(Asma Sejati) jeneng sira mijila, panjenengan ingsun kagungan karsa. arsa, nyuwun sasmita ing ga’ib. Perlu ngaweruhi guru sejati. Reksanen murih kelaksanan pinanggih, sipatemon kanti teguh rahayu slamet”…1x

Lalu dalam posisi ini, mulailah bersamadi/bermeditasi total……….dengan cara. Menenangkan angan dan batin. Konsentrasi pada keluar masuknya napas dari hidung………sembari. Merasakan apa yang teralami di sa’at kita bermeditasi tersebut. Jika ada rasa enak, rasakanlan. Jangan senang. Jika ada rasa yang ngga enak. Rasakanlah, jangan brontak. Tetap konsen dalam meditasi. Yang terpenting, adalah, kita harus mengingat semua proses meditasinya sejak awal hingga akhir selesai. Contoh. Missal kita mengalami capek sa’at meditasi radi. Maka kita harus tau dan hapal. Bagaimana proses datangnya capek tersebut. Datangnya bagaimana, prosesnya bagaimana dan perginya bagaimana Hal ini di lakukan semampu kita. Paling bagus di lakukan minimal 1 jam.

Setelah cukup minimal 1 jam dalam perkira’an. Lalu turunkan kedua tangan ke masing kaki yang dalam posisi bersilah secara perlahan-lahan………netralkan/bebaskan napas………lalu bukalah mata secara perlahan pula, Lalu bacalah…..

Amit tabik sekalian pasang keparengo marak sowan ing ngarsanipun………….”lalu

Letakkan atau kondisikan kembang setaman tempat pembakaran dupa atau kemenyan tepat di depan kita duduk………lalu, bacalah…….

“Keparenga putra caos bekti, lepat kekiranganipun nyuwun pangapura.” lalu
Sebarkan kembang setaman secara mengelilingi posisi duduk kita hingga tempat
Pembakaran kemenyan yang ada di depan kita. Lalu nyalakan api yang akan di gunakan untuk membakar kemenyan………sambil membaca……

Hagni suci sucekna kamulyan ingsun, mulyakna kasucen ingsun, urupna uriping kawicaksanan ingsun.”….lalu, setelah api menyala….bacalah….

Djatimas tumana sidam sekaring bawana langgeng prapenku sela petak dupaku dupa mulya guyuhna kamulyan ingsun, tak jaluk rilamu sira sun obong kukusmu mumbul ngawiyat ing ngarsaning GUSTI INGKANG MAHA SUCI tumurun dumateng…sejatining ingsun….” Lalu bakarlah kemenyanya….. Sambil membaca.

1.ratu kesdik.sidik panetep panata gama.niyat ingsun ngrawuhi sahadat panetep panata gama.roh ilapi kang dadi telenging ati.kang dadi pancering urip.kang dadi lajering allah.kang madep maring allah.ya ingsun sejatining manungsa sempurna.slamet ndunya slamet akhir.yen alum siramana yen doyong jejegna.jeg-jejeg saka kersaning allah.laa illaaha illallah muhamad rasul allah. 1.x

Lalu berubah menghadap ke barat. Dan membaca………

2.kun dzat kun kang ana sajeroning netra ingsun.kun dzat kun kang ana sajeroning guwa garba ingsun.rasa sukma kang ana sajeroning netra utawa kang ana ing sajeroning guwa garba.sira metua ingsun arep weruh sejatining urip.ingsun njaluk slamet.ya ingsun sejatining kun. 1.x

Lalu berubah posisi menghadap ke selatan. dan membaca…………

3.piling unang dzat numan.ancik-ancik luhuring awang-awang.alungguh wulan purnama.slamingati angurungi lintang sak kembaran.ing sukma.amrentahi roh kang dumadi.ing sajeroning jagat.ingsun iki kabeh.sira metua ingsun arep weruh sejatining urip.laa illaaha illallah muhamad rasul allah. 1.x

Lalu berubah posisi menghadap ke utara. Dan membaca………….

4.gedong sukma tutup sukma.kancing rasa purba wasesa langgeng.ya ingsun pangeran sadirum.teka jleg lunga jleg sangyang wuryan.wuryan katon wuryan ketemu….illallah…3.x.sahadat tanpa sahudu.ila fisrika.ora ana pengeran nanging allah kang sinembah.satuhune…….duh gusti,kula masrahaken.sedaya dosa lan keluputan kula.jiwa raga kula.lahir batin kula.gelar gulung kula.pati urip kula.kula nyuwun…tepang panggih sipat temon kalayan urip. Kang minangko dadi guru sejati ingsun…1.x
Lalu diam sejenak, semua saraf di kendorkan. Kondisi tubuh santai dan rileks…kepala lurus ke depan sejajar dengan tubuh. Lalu perlahan. Pejamkan mata dan mengatur napas agar sesantai mungkin…

Lalu…..dalam batin……membaca….

5.sir aning.manjing ingati.kang wening ing cipta.ning ing rasa.dzat lebur ambet-ambet.tan ana kari.sajeroning jagat ingsun kabeh.dzat les tan ana karasa-rasa.

Lalu bermeditasilah, teorinya. Konsentrasi pada penetralan panca indera………..prakteknya menghapal semua proses selama bermeditasi dari awal hingga akhir selesai……..apapun yang di alami dalam meditasi harus di terima dengan lapang dada\ dan bagaimanapun yang di alami selama meditasi harus hapal. Intinya. Berusahalah sadar dalam meditasi apapun yang akan terjadi……jika sudah merasa cukup. lalu bebaskan posisi badan secara perlahan pula. Lalu bacalah Palungguh 3.x

PALUNGGUH;
(Asma Sejati) lungguha ingkang prayuga. Ragane arsa tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikala. Kanti teguh rahayu selamet.” terus baca berulang kali hingga terasa nyaman dan plong tanpa beban. Dan,,, selesai…#

Lakukan dan pelajari terus menerus hingga bisa menguasai tingkatan ini. Secara berulang-ulang. Jika kembang setaman sudah mulai layu atau kering. Harus diganti dengan yang baru. Dan setiap mengganti kembang baru. Harus mengulangi cara sperti langkah awal. Setelahnya. Tidak perlu lagi. Cukup hanya dengan membakar kemenyannya saja. Ukuranya……..ada yang 3 hari sudah bisa menguasai. Ada yang 5 hari. Ada yang 7 hari. Ada pula yang 9 hari dan seterusnya dalam hitungan ganjil……….SELAMAT MENJALANKAN. SEMOGA BERHASIL.

KATERANGAN
Sing sapa bisa anguasai adji paweling iki. Bakal slamet ndunya akherat. Margining kasembadan karepe. Kaleksanan niyate. Katurutan tujuane. Katarimah panyuwune. Lan keparingan kawaskitan/makhrifatullah…………………. Moga bermanfaat.

. . . . . . . . . . 0o0 . . . . . . . . .

KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMO PANCER
WEJANGAN NO. 14
TUNTUNAN UNTUK RITUAL. Bagian. 1
Laku Kusus untuk sowan atau sungkem di makam/tempat keramat….)

Untuk sowan atau sungkem di makam/keramat para leluhur…………,

SYARATNYA ;
Sediakan kembang kenanga………..7 buah
Kembang gambir/kinangan ……………selengkapnya
Kembang melati ……..7 buag dan minyak jabat kasturi……..1 botol atau 7ml/7gram
Jika suka membakar dupa. Bisa di gunakan…..

CARANYA ;
Setibanya di tempat makam/keramat. Duduk di samping keramat dengan menghadap ke timur. Lalu siapkan ke 4 syarat tadi di depan tempat duduk kita. Lalu ucapkan salam………….

Amit tabik sekalian pasang keparenga marak sowan ing ngarsanipun………….”sebut nama ahli makam/keramatnya….
Kepareng putra caos bekti, lepat kekiranganipun nyuwun pangapura.

Jika menggunakan dupa. Bacalah kalimah di bawah ini. Sebelum membakar dupa……….

Hagni suci sucekna kamulyan ingsun, mulyakna kasucen ingsun, urupna uriping kawicaksanan ingsun.”
Lalu bacalah ini sambil membakar dupa……..
Djatimas tumana sidam sekaring bawana langgeng prapenku sela petak dupaku dupa mulya guyuhna kamulyan ingsun, tak jaluk rilamu sira sun obong kukusmu mumbul ngawiyat ing ngarsaning GUSTI INGKANG MAHA SUCI tumurun dumateng……………”sebut nama penghuni keramatnya.

Tetap sambil membakar dupa, bacalah kalimah di bawah ini……….

Sumujud ngarsa dalem Gusti Ingkang Maha Suci, sumungkem ngarsa dalem……sebut nama penghuni keramatnya………… Sembah sedaya panelangsa, dalah panjangka ingsun nyuwun tambahing berkah pengayoman. Sedaya panelangsa nyuwun usadha, sedaya panjangka nyuwun sembada. Berkah nyuwun limintuning rejeki ingkang agung rahayu, pengayoman nyuwun slamet sak rakyat sak bandane. Kersa saking kuasane:”

Lalu bacalah kalimah di bawah ini. 1.x

Kamaning allah nglebur gama ngrusak gama,nyigar makam nlusup badan lan sukma,bumi sap-pitu,langit sap-pitu,tak bekta’na ambu tan ana kang kari,

Ga….kang sepisan,medal ing karna kembang kenanga arum gandane.
Lalu letakan kembang kenanganya di atas keramat

Ga….kang ping kalih,medal ing grana kembang gambir arum gandane.
Lalu letakan kinanganya di atas keramat

Ga….kang ping tiga,medal ing tutuk kembang mlati arum gandane.
Lalu letakan kembang melatinya di atas keramat

Ga….kang ping sekawan,medal ing puser lenga jabat kasturi arum gandane.
Lalu tumpahkan minyak jabat kasturinya di atas keramat

Ngelebi ngisor ngelebi nduwur,terus langit sap-pitu ambu tan ana kang kari,mbukak lawang swarga….allahu akhbar-allahu akhbar-allahu akhbar.

Dahar muhammad kang medal ing netra.
Dahar muhammad kang medal ing grana
Dahar muhammad kang medal ing tutuk
Dahar muhammad kang medal ing puser
Dahar muhammad kang medal ing khubul
Dahar muhammad kang medal ing dzubur
Ya-Allah-Wa-Ya-Hu-Allah-Allah-Allah-Allah-Allah-Allah-Ya-Allah.

Sallallahu ngalaihi wa salam,allahuma turunsih,ana drajat saka wetan putih rupane,kedadeayane saka kawah,anjunjung marang jabang bayine…….,allahuma turunsih,ana drajat saka kidul abang rupane,kedadeayane saka getih,anjunjung marang jabang bayine……….,allahuma turunsih,ana drajat saka kulon kuning rupane,kedadeayane saka puser,anjunjung marang jabang bayine……..,allahuma turunsih,ana drajat saka lor ireng rupane,kedadeayane saka ari2,anjunjung marang jabang bayine……….,allahuma turunsih,ana drajat saka bapa kang netep ake marang si jabang bayi,kang anjunjungna,allahuma turunsih,ana drajat saka biyung kang andadek ake marang si jabang bayine…..,allahuma turunsih,ana drajat saka allah kang paring urip,paring sandang,paring pangan marang si jabang bayi lan anjunjung marang si jabang bayiku kersaning allah,laa illaaha illallah muhammadur rosullullah,allahuma ya-ratu wa alihi ing ratu sare’at iman,ya-ratu birohmatika ya-arhamar rikhimin…………..
Di setiap tititk-titik di kalimah ini. Di isi nama asli kita sendiri.

Terus……..bermeditasilah/samadi…Bebaskan dan netralkan semua panca indera. Lalu, pertemukanlah kedua telapak tangan kanan dan kiri. Letak antara jari2 tangan kanan dan kiri harus sejajar dan bertepatan….lalu letakan telapak tangan yang telah di pertemukan tadi. Sperti ini. Ibu jari. Berada tepat di bawah lubang hidung. Jari telunjuk. Berada tepat di antara kening dua alis……siku/sikut…lurus sjajar dengan pundak kanan dan kiri…….posisi tubuh. Harus lurus tegak.. lalu dalam hati, bacalah Kunci 7.x

KUNCI,
“Gusti Ingkang Maha Suci, kula nyuwun pangapura dumateng Gusti Ingkang Maha Suci. Sirolah Datolah Sifatolah. Kula Sejatining Sateriya. nyuwun wicaksana nyuwun panguwasa kangge tumindake Sateriya Sejati. Kula nyuwun kangge hanyirna’aken tumindak ingkang luput.” 7.x

PAWELING,
“Siji-siji. Loro-loro. Telu-telonana,
Siji sekti – loro dadi – telu pandita,
Siji wahyu – loro grat’trahina – telu rejeki .” 3.x

MIJIL,
“………..(Asma Sejati) jeneng sira mijila, panjenengan ingsun kagungan karsa. arsa, sowan ingarsaning Kanjeng rama sejati gusti prabu heru cakra smana. Arsa sowan bade nyuwun tambahing pangestu lan pangayoman. Uga sedaya ingkang kula aturaken. Sageta kelaksanan kanti teguh rahayu slamet.” 1.x

Lalu diam tanpa kata, bersamadi/meditasi semampu kita, dalam meditasi ini, carilah rasa tenang dan nyaman, jika sudah bertemu rasa tenang dan nyaman hingga terasa plong… berati sudah selesai. Lalu bacalah kalimah dibawah ini.

“Gusti Hyang keparenga putra ngalap berkah (*kangge mberkahi) ngukup pengayoman (*kangge ngayomi).” …(……………………)….Atau apa saja yang menjadi tujuan dan niyat awal di ucapkan dalam batin……….

Lalu berpamit seperti di bawah ini ;

“Gusti Hyang cekap atur kawula berkah kula tampi pengayoman kula suwun. Keparenga madal pasilan paduka, nyuwun tansah tinuntun, lepat kekiranganipun nyuwun pangapura.”

Lalu bacalah kalimah di bawah ini sebagai penutupnya ;

(Asma Sejati) lungguha ingkang prayuga. Ragane arsa tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikala. Kanti teguh rahayu selamet.”…..3.x….

Dengan cara…….menempelkan telapak tangan kanan ke dada sebelah kiri. Yang terdapat ada detak jantungnya………… Dan… SELESAI………………..)
BONUS
KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMO PANCER
WEJANGAN NO. 15
TUNTUNAN UNTUK RITUAL. Bagian. 2
Laku Khusus menemui atau memangil Raja/Ratu lelembut/jin….)

Untuk menemui Ratu laut kidul atau Dewi lanjar atau Nyai Roro Kidul.
Syaratnya ;
Kembang setaman minimal 1 kg
Juadah pasar selengkapnya
Kelapa muda hijau 1 buah
Telur ayam kampong pertama atau yang masih perawan 1 butir
Kemenyan madu 1 ons atau candu/madat ¼ ons
Minyak jabat kasturi 7gr atau minyak jayangkaton 2 gr

Untuk menemui bangsa jin atau siluman.
Syaratnya ;
Kembang setaman minimal 1 kg
Kemenyan madu 1 ons atau candu/madat ¼ ons
Minyak jabat kasturi 7gr atau minyak jayangkaton 2 gr

Caranya ;
Sediakan tempat aman dan nyaman sebagai media bermeditasi. Kelapa muda di pangkas bagian ujungnya hingga terlihat air dan isinya sedikit. Siapkan pula tempat pembakaran menyan/candu berupa padupan. Lalu, sebarkan bungan setaman di lantai ruangan yang akan di jadikan tempat meditasi. Letakan juadah pasar di depan tempat duduk kita.

Letakan pula kelapa muda hijau di depan tempat duduk kita. Gunaka telur sebagai penutup kelapanya. Buka penutup botol minyak wangi lalu oleskan pada kedua pelupuk mata kanan dan kiri. Terus kedua daun telinga kita. Trus kdua lubang hidung kita dan kdua telapak tangan dan kaki kita. Terus sisanya di letakan di samping antara juadah pasar dan kelapa serta padupan.

Lalu duduklah bersilah menghadap kearah timur. Netralkan semua sikon. Lalu nyalakan padupanya sembari membaca kalimah di bawah ini ;

“Hagni suci sucekna kamulyan ingsun, mulyakna kasucen ingsun, urupna uriping kawicaksanan ingsun.”

Lalu bacalah ini sambil membakar dupa/candu……..

“Djatimas tumana sidam sekaring bawana langgeng prapenku sela petak dupoku dupa mulya guyuhna kamulyan ingsun, tak jaluk rilamu sira sun obong kukusmu mumbul ngawiyat ing ngarsaning GUSTI INGKANG MAHA SUCI tumurun dumateng……………” jika Ratu kidul yang hendak di panggil ( Kanjeng Ratu mas kencanasari Sekar jagat wijaya kusuma) jika dewi lanjar yang hendak di panggil ( Nyi Haja Siti Khotijah Njeng Rara Dewi Lanjar) atau sebut nama Jin/Siluman yang di maksud

Lalu bacalah kalimah di bawah ini……….
“Sumujud ngarsa dalem Gusti Ingkang Maha Suci, sumungkem ngarsa dalem……sebut salah satu nama di atas yang hendak di panggil… Sembah sedaya panelangsa dalah panjangka ingsun nyuwun tambahing berkah pengayoman. Sedaya panelangsa nyuwun usadha, sedaya panjangka nyuwun sembada. Berkah nyuwun limintuning rejeki ingkang agung rahayu, pengayoman nyuwun slamet sak rakyat sak bandane. Kersa saking kuasane:”

Lalu bacalah kalimah di bawah ini ;

KUNCI
“Gusti Ingkang Maha Suci. Kula nyuwun pangapura dumateng Gusti Ingkang Maha Suci. Sirolah Datolah Sifatolah. Kula Sejatining Sateriya. Nyuwun wicaksana nyuwun panguwasa. Kangge tumindake Sateriyaa Sejati. Kula nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.” 7.x

PAWELING
“Siji-siji Loro-loro Telu-telonana.
Siji sekti – loro dadi – telu pandita.
Siji wahayu – loro grat’trahina – telu rejeki .” 3.x

MIJIL
“………..(Asma Sejati) jeneng sira mijila, panjenengan ingsun kagungan karsa arsa…sowan, ing ngarsaning………sebut lagi salah satu nama di atas yang hendak di temui …… arsa sowan bade…….sebut apa maksud sowan kita…….(niat pribadi). Reksanen murih kelaksanan kanti dadi sediyane kanti teguh rahayu slamet.” 1.x

Lalu. Bersamadilah sekuat tenaga kemampuan kita. Dengan cara mengheningkan segala cipta dan panca indera. sembari menyebut2 nama yang hendak kita temui, setara dzikir/wiridz……….

Di dalam semadi. Kemungkinan besar kita akan mengalami goda’an. Seperti di terpa angina kencang. Atau di datangi hewan buas. Seperti ular atau harimau dan sejenisnya. Namun jangan sampai kita goyah atau takut hingga semadi kita buyar dan gagal. Karena itu hanyalah goda’an. Bukan kenyata’an yang nyata. Jika kita mampu dan berhasil melewati goda’an2 tersebut. Maka kita berhasil pula. Dalam tujuan menemui yang kita kehendaki……..,

Jika sudah terkabul atau teerleksana. Sesudahnya, bacalah kalimah di bawah ini sebagai penutupnya.

(Asma Sejati) lungguha ingkang prayuga. Ragane arsa tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikala. Kanti teguh rahayu selamet.”…..3.x….

Dengan cara…….menempelkan telapak tangan kanan ke dada sebelah kiri. Yang terdapat ada detak jantungnya…………

SELESAI…………..Selamat menjalankan. Semoga berhasil dengan manfa’at yang membawa keberkahan bagi seluruh semesta alam dan isinya……..Rahayu….
Rahayu………_/\_………..:)
WONG EDAN BAGU:
Dengan ijin Pangestu dan pengayoman Maha Suci Hidup. Kanti teguh rahayu slamet saya berhasil menulis;

15 WEJANGAN WAHYU PANCA GA’IB DALAM SPIRITUAL HAKEKAT HIDUP.
Sesuai dengan bukti dan kenyata’an serta pengalaman saya pribadi, tanpa rekayasa dan politik apapun. Sebagai kenangan dan Tuntunan tertulis dari saya untuk semua ana-anak didik saya terkasih, yang ingin mencari pembuktian dan pengertian. agar lebih terarah dan pasti di dalam setiap laku… Perlu di ingat, apapun yang tertulis di buku ini, adalah hanya sebatas Ilmu pengertian, kebenaran sejati. Ada pada bukti nyata, bukan katanya… katanya buku, kitab, atau siapapun dan apapun. Yang benar adalah tau sendiri, paham sendiri, mengerti sendiri dan bisa sendiri… untuk menuju ke arah tersebut, buku ini bisa di gunakan sebagai ancer-ancer atau patokan agar tidak melesed dari sasaran intisari patinya…

Dengan 3 wejangan intisari Laku Hakekat Hidup. Yaitu ;
1. Ana apa-apa kunci. Langka apa-apa kunci. Kunci kena kanggo apa bae. Waton ora tumindak luput.
2. Yen wani aja wedi-wedi. Yen wedi aja wani-wani.
3. Rejeki setitik aja tinampik. Ana rusia aja binuka. Rabi ayu aja sinarean.

Dan 1 spiritual intisaripati Laku Hakekat Hidup. Yaitu ;
1. Galilah rasa yang meliputi seluru tubuhmu. Karena di dalam tubuh ada firman Tuhan yang menjamin Hidup mati dan dunia akheratmu.

Saya yakin dan percaya. Anak-anak didik saya, akan berhasil mencapai titik finis dengan sukses. Sehingga bisa mengalaminya snediri dan tau sendiri. Bukan katanya lagi. Karena, dengan menggalih rasa yang meliputi seluruh tubuh, di situ ada hidup. Hidup adalah ga’ib. ga’ib adalah suci. Hidup/ga’ib/suci itulah yang merupakan bagian dari allah. yang menempati tubuh kita. yang di maksud lebih dekat dari urat nadi kita. yang membuat kita bisa. yang dapat mengantar kita kembali ke asal usul kita yang sebenarnya. yang sesungguhnya. yang sejatinya.

Sayang sekali tidak suluruhnya saya bisa menulis semua ilmu dan pengalaman yang berhasil saya temui dan saya miliki. yang berhubungan dengan laku tentang ketuhanan. kalau saja saya dapat menyalinya secara keseluruhan. kemungkinanya besar kita dapat mengetahuinya secara detail dan jelas alias gamblang. hingga kita dapat bisa tanpa harus bersusah payah berguru atau belajar terlebih dulu. pada para tokoh dan ahlinya. tapi itu akan menghabiskan banyak kertas dan menyapekan jari-jari tangan saya.

Namun apa yang sudah saya tuliskan di buku ini. Adalah merupakan inti dari keseluruhannya. Jadi, saya anggap sudah lebih dari cukup. Untuk di jadikan bekal memcari bukti nyata yang sebenarnya, percayalah pada diri sendidri. asal kita mau berjalan dan tidak berhenti. walau lambat pasti akan sampai. Percayalah kepada Hidup. asal kita peduli kepadanya. pasti kita akan di perdulikanya.

Yakinlah kepada Hyang Maha Suci Hidup, kalau kita mendekatikannya sedepa, DIA akan lebih mendekati kita sejengkal. akhir kata dari saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu untukmu Sekalian semuanya tanpa terkecuali. Sekian dan terima kasih…

PASTA PASTO PASTI Maha Suci Hidup menjadikan kita semua Sesuai Firmannya secara benar dan sempurna. Dan demikianlah sedikit penjabaran saya mengenai sistem KETUHANAN DALAM SPIRITUAL LAKU HAKEKAT HIDUP (KUNCI): TAMAT.

Bermanfa’at dan Berkah untuk kita semuanya.
Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.

………….Tertanda……….
Cirebon 9 Feb 2011
KH.Toso Wijaya Diningrat
( KI JAKA TOLOS )
LOGO WONG EDAN BAGU
Wong Edan BaGu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

6 thoughts on “WAHYU PANCA GA’IB

  1. Kang Julius mengatakan:

    Assalamualaikum Ki,,
    Saya mau tanya, saya sudah lama mencari seseorang yg bsa memberikan amalan wahyu panca gaib, krn saya baca dari tulisan salah satu penghayat wahyu panca gaib, beliau mengatakan jika KUNCI, MIJIL, dsb itu harus diberikan sacara langsung oleh yang berhak memberikan krn nanti yg bersangkutan juga akan memberikan ASMO kpd org yg mendapatkan amalan Wahyu Panca Gaib tersebut. Apakah saya bisa mendapatkan amalan tersebut dan ASMO SEJATI saya pada Ki Djaka Tolos ? Mohon penjelsannya, Terima kasih

    • djanurgunungciremai mengatakan:

      Wa alaikum salam wr/wb… iya benar dan betul sekali saudaraku… jika memang itu sudah menjati niyat dan tujuan baik saudaraku, tentu sangat bisa sekali, dan dengan tulus ikhlas serta senang hati saya akan berikan semua yang terkait sangkut dengan Laku Hakekat hidup dari Wahyu Panca Ga’Ib, ma’af lambat balasnya. maklum, hanya seminggu dua kali saya memeriksa wordpress ini, jika saudaraku punya akun Facebook, coba add facebook saya, saya lebih sering aktif di facebook dan twitter. Ini nama facebook saya: Wong Edan Bagu… Salam Rahayu kanti Teguh Selamet Berkah Selalu saudaraku

  2. Untung Djunaidi mengatakan:

    Hadeh……….
    Hasil copas eaa???
    Ini sih naskah asli Romo Sonanton
    Yang pernah saya publikasi di blog saya
    Sudah izin belum neh…..???

    • Djaka Tolos mengatakan:

      Salam Rahayu saudaraku Untung Djunaidi, yang selalu di muliakan dan di ridhoi Allah ta’ala, Sebegitunya saudaraku kepada saya. jika saya salah mohon di maafkan, Demi Allah Demi Rasullah, Ini hasil karya saya sendiri. Pengalaman pribadi saya, bukan hasil copas apa lagi di blog saudaraku, saya sudah membukukannya menjadi buku cetak, dan sudah di miliki oleh kadhang didik saya saudaraku. saudaraku mau saya kasih bukunya? gratis kok… atau copy paste dari sini juga tidak apa-apa. tidak usah ijin atau pamit, semua yang ada di worpress dan blog saya, siapapun boleh ambil dan membacanya. tidak ada privasi tidak ada larangan, apa lagi soal Laku ilmu keTuhanan. sungguh saya sangat beruntung jika sampai ada yang mengetahuinya… Salam Rahayu kanti teguh slamet Berkah selalu saudaraku.

  3. Ngadu Banteng mengatakan:

    ijin share di blog saya ya mas bro artikelnya bagus banget

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s