Mengenang dan Menghormati Sejarah Leluhur:


Mengenang dan Menghormati Sejarah Leluhur:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Gianyar Bali. Hari Rabu. Tanggal 13 September 2017

21729042_366383763807684_5666694094389629005_o

Sebelumnya;
Mohon di maafkan jika apa yang saya uraikan ini, tidak sama dengan legenda yang ada dan diketahui oleh masyarakat Bali, karena saya hanya menceritakan berdasar koneksi rasa laku pribadi saya dengan jejak leluhur yang ada di Pura Tanah Lot saat berkunjung.

21752829_366383503807710_1518445072886390970_o

Sepenggal Cerita WEB Di.
“Pura Tanah Lot Bali”
Berawal dari zaman Kerajaan Majapahit kuno, hiduplah seseorang begawan yang bernama Dang Hyang Dwijendra atau Dang Hyang Nirarta.

Beliau dikenal sebagai Tokoh penyebaran ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra“. Di Lombok beliau dikenal dengan nama “Tuan Semeru” atau guru dari Gunung Semeru.

Pada saat beliau datang ke Bali untuk menjalankan misinya, Raja Dalem Waturenggong, yang berkuasa di Pulau bali saat itu, menyambut beliau dengan sangat hormat. Beliau menyebarkan agama Hindu sampai ke pelosok-pelosok Pulau Bali.

Pada Suatu ketika, saat beliau sedang menjalankan tugasnya, beliau melihat sinar suci dari arah tenggara, dan beliau mengikutinya sampai pada asalnya, yang ternyata berupa sumber mata air.

Tidak jauh dari tempat itu, beliau menemukan sebuah tempat yang sangat indah, yang disebut “Gili Beo” (Gili artinya Batu Karang dan Beo artinya Burung).

Jadi tempat itu adalah sebuah Batu Karang yang berbentuk burung. Ditempat inilah beliau melakukan persemedian dan pemujaan terhadap Dewa Penguasa Laut.

Lokasi tempat Batu Karang ini, masuk daerah Desa Beraban, dimana di desa tersebut, dikepalai oleh seorang pemimpin suci yang disebut “Bendesa Beraban Sakti”.

Sebelumnya masyarakat Desa Beraban menganut ajaran, sebut saja sebagai monotheisme yang kurang lebihnya percaya dan bersandar hanya pada satu orang pemimpin yang menjadi utusan Tuhan seperti Nabi.

Dalam waktu yang singkat, banyak masyarakat Desa Beraban ini, mengikuti ajaran Dang Hyang Nirarta. Hal ini membuat Bendesa Beraban Sakti sangat marah dan mengajak pengikutnya yang masih setia untuk mengusir begawan suci ini.

Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki Dhang Hyang Nirarta, beliau melindungi diri dari serangan Bendesa Baraban dengan memindahkan batu karang besar tempat beliau bermeditasi (Gili Beo) ke tengah lautan.

Kemudian beliau memberi nama tempat itu “Tanah Lot” yang berarti Tanah di tengah Laut.

Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular, yang mengitari batu karang, sebagai pelindung dan penjaga pura.

Ular ini masih ada hingga sekarang, saya melihatnya sendiri secara nyata, dan secara ilmiah, ular ini termasuk jenis ular laut, yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular kobra.

Akhirnya Bendesa Beraban mengakui kesaktian dan kekuatan spiritual dari Dang Hyang Nirarta.

Selanjutnya…
Bendesa Beraban menjadi pengikut setia dan ikut menyebarkan ajaran Agama Hindu kepada penduduk setempat.

Sebagai tanda terima kasih, sebelum melanjutkan perjalanan, beliau memberikan sebuah keris kepada Bendesa Beraban yang dikenal dengan nama “Keris Jaramenara atau Keris Ki Baru Gajah”.

Saat ini keris itu disimpan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan dan di upacarai setiap hari raya Kuningan. Upacara tersebut di adakan di Pura Tanah Lot setiap 210 hari sekali, yakni pada “Buda Wage Lengkir” sesuai dengan penanggalan Kalender Bali.

Dan Pura Tanah Lot yang sekarang ini, telah menjadi salah satu objek wisata di Bali, yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu.

Pura Tanah Lot ini, merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan.

Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.

Pura Tanah Lot adalah Jenis Pura Gaya arsitektur Candi Hindu. Lokasi di Kabupaten Tabanan Bali. Desa Beraban. Kecamatan Kediri. Indonesia.

21728872_366383370474390_2002705937243361731_o

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.  DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Tiga (Untuk Membuka Hati):


PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP
DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER”
Level Tiga (untuk membuka hati)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Gianyar Bali. Hari Rabu. Tanggal 13 September 2017.

Patrap Samadi “MIJIL TOTO LENGGAH”
Pengertian MIJIL TOTO LENGGAH:
Mijil Toto Lenggah Adalah;
Praktek Menata Diri Sejati secara spiritual, mulai dari Lahir hingga Bathin atau mulai dari Raga hingga ke Jiwa atau mulai dari gelar ke gulung, atas semua yang telah Dzat Maha Suci Hidup Anugerah kan, atau Dzat Maha Suci Hidup Wahyu-kan kepada kita, sebagai Duta Besar atau Utusan-Nya, dengan penuh kesadaran Wahyu Panca Laku atau IMAN.

Pusaka Pribadi Sejati kita, adalah; Wahyu Panca Ghaib. Busana Pribadi Sejati kita, adalah; Wahyu Panca Laku. Sabda Pribadi Sejati kita, adalah; Laku Murni kita dalam menuju suci.

Baik secara spiritual maupun non spiritual, lahir bathin-jiwa raga, sebagai Putro Romo, yang sebagai Duta Besar, atau Utusan-Nya. Agar supaya, tubuh atau wujud kita, yang di utus sebagai kitab suci adamakna, bagi sesama makhluk hidup. Kata kata atau ucapan kita, yang di utus sebagai wulang reh sejati, bagi sesama makhluk hidup.

Peri laku atau pratingkan atau perbuatan kita, yang di utus sebagai berbudi bawa laksana, bagi sesama makhluk hidup. Bisa di lakukan, atau di jalankan, atau di praktekan dengan tepat, sesuai dengan yang di tugaskan oleh dzat maha suci hidup, kepada kita. Sehingganya, sipat dan sikap kita, senantiasa selalu tertata, terarah, tertuntun, terkontrol, terkoneksi secara sadar, dengan kesadaran rasa sebagai Putro Romo.

Dengan begitu, apapun yang di perbuat dan di lakukan, bisa tepat sasaran, tidak melesed, apa lagi keluar dari jalur atau jalan yang sudah di sediakan oleh Dzat Maha Suci hidup, kepada kehidupan seluruh makhluk semesta alam raya marca pada. Entah itu yang sedang menuju kepada-Nya, maupun yang tidak menuju kepada, semuanya bisa tercerahkan, tanpa membedakan, tanpa memilih, tanpa menilai, apa lagi menghakimi.

PRAKTEKNYA:
Langkah Pertama Adalah;
Patrap PALUNGGUH, lalu membaca “PALUNGGUH PAMBUKA” 3x.
“PALUNGGUH PAMBUKA”
Sedulur Papatku.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.

Bacalah Palungguh Pambuka ini, hingga berulang ulang kali, sampai mendapatkan rasa tenang dan nyaman atau plong.

Langkah Kedua Adalah;
Patrap Kunci, lalu membaca “KUNCI” 7x.

“KUNCI” Untuk Lelaki;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine sateriyo.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake sateriyo sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.

“KUNCI” Untuk Wanita;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine wanito.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake wanito sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.

Langkah Ketiga Adalah;
Patrap Paweling, lalu membaca “PAWELING” 3x.

“PAWELING”
Siji-siji – loro-loro – telu telon nono.
Siji sekti – loro dadi – telu pandito.
Siji wahyu – loro gra’trahino – telu rejeki.

Langkah KeEmpat Adalah;
Patrap Mijil, lalu membaca “MIJIL TOTO LENGGAH” 1x.

“MIJIL TOTO LENGGAH”
Asmo sejati….
Jeneng siro mijilo.
Panjenengan ingsun kagungan karso.
Arso noto, natak’ake lan nglenggahake sakabehing.
Pusoko-pusoko pribadi sejati, busono-busono pribadi sejati, lan sabdo-sabdo pribadi sejati.
Paringane kanjeng romo sejati, maring badan pribadi sejati.
Reksanen murih kelaksanan di podo tumoto.
Mapan lenggah, kanti setoto becik.
Di tompo ngurbani rogo pribadi sejati.
Kawibawane arso ingsun agemi.
Kangge lakune badan ing sedino-dino.
Murih katekan sediyane. kanti teguh rahayu selamet.

PENJELASAN;
Setelah membaca mijil toto lenggah 1x. Lalu Diam…
Gunakan kesadaran rasa yang sadar, untuk menerima, merasakan, menghayati dan mengikuti, apapun dan bagaimanapun proses, yang terjadi setelah membaca mijil toto lenggah.

Ingat dan jangan sampai lupa, bahwa Sipatnya mijil adalah ” Merasakan kenyataan dzat maha suci hidup” dan sikapnya adalah “Sampurnaning kawula gusti” jadi, apapun proses yang terjadi, jangan sampai ada yang terlepas dari penghayatan rasa yang sadar.

Misal contoh;
Ada proses tangan terasa bergetar, maka, langkah awal, ucapkan terima kasih Romo… Dalam hati.

Setelah mengucapkan terima kasih, selanjutnya, rasakan, nikmati dan hayati getaran tangan tersebut, jika getarannya bergerak, ikuti gerakannya, dengan menggunakan kesadaran rasa yang sadar, maksudnya;
Tidak melamun, tidak berhayal, tidak nebak nebak, atau mengira ngira, cukup rasakan, nikmati dan hayati proses kejadiannya, dengan kesadaran rasa yang sadar.

Proses ini, disebut sebagai mbekso, mbekso adalah;
Merupakan face, di mana hidup, sedang menunjukan kuasanya atas diri kita, dan menguji kita, akan seberapa rela atau legowo nya kita, kepada hidup, ketika hidup menggerakan tubuh kita, dengan kuasanya, yang tidak kita kehendaki.

Sebab itu, apapun prosesnya, tidak usah di pikirin, di tebak tebak, di kira kira, di sangka sangka, apa lagi di tolak, cukup rasakan, nikmati, hayati dan ikuti, sampai proses ini, selesai dengan sendirinya. Tanda selesainya, telapak tangan kanan, secara otomatis, akan melakukan patrap Palungguh sendiri.

Nah…
Jika sudah Palungguh sendiri, berarti patrap samadinya, sudah selesai, sudah berhasil, lalu… bacalah Palungguh Panutup hingga tiga kali berturut turut.

“PALUNGGUH PANUTUP”
Asmo Sejati….
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.

Dan SELESAI.

KETERANGAN;
Terus Lakukan Latihan Patrap Mijil Toto Lenggah ini, setiap hari atau tiap malam dengan MERDEKA, tanpa terikat waktu dan arah menghadap, di saat Bersamadi, sebanyak 7 X, berturut turut.

Jikalau sudah di praktekan hingga 7X berturut turut, maka berjuang dan berkorban lah sesegera mungkin dan semaksimal mungkin, untuk menemui saya secara langsung, untuk mendapatkan Asmo Sejati, karena sebab dan sebab karena, untuk Asmo Sejati ini, hanya bisa dengan cara langsung, tidak bisa jarak jauh atau melalui perantara apapun. Terima Kasih…

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan. Asal Usul Nenek Moyang Semua Mahluk.

Sungguh Murka Paduka yang hamba harap, Kalau penguraian Kitab Purwakala warisan Leluhur kami ini, yang hamba terjemahkan dalam bahasa Merdeka (tanpa tedeng aling-aling), tidak sesuai dan tidak tepat dengan yang Aslinya.

Ini saya lakukan, demi cinta kasih sayang ku kepada-Mu dan seluruh mahluk-Mu. Supaya tidak ada lagi kecurangan dan kebohongan terkait tentang-Mu, dengan ini, saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi.

Maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi.

Segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi.

Damai dipikiran, damai dihati, damai di syahwat, damai didunia, damai Di Akherat. Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Kontho dan Kanthi Anom saya, yang senantiasa di Restui Hyang Dzat Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Dan❤️Salam🙏Kebajikan❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
BBM Enterprise: EF023358
Twitter: @EdanBagu
Blogg:
http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: https://putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
YouTube: Putro Romo Channel

PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.  DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Dua (Untuk Membersihkan Hati):


PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP
DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER”
Level Dua (untuk membersihkan hati):
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Madiun Jatim. Hari Minggu. Tanggal 3 September 2017.

Patrap Samadi “MIJIL SAMPURNO”
Pengertian MIJIL SAMPURNO:
Mijil sampurno; Adalah praktek membersihkan diri pribadi, mulai dari pikiran, hati dan syahwat secara lahir dan bathin. Menyempurnakan seluruh qorin, yang kita buat sendiri, entah itu sengaja kita ciptakan, atau yang tidak sengaja kita buat dan kita ciptakan, karena ketidak tahuan.

Apa itu qorin…?!
Qorin adalah… ruh/roh khusus teruntuk bangsa manusia, yang tidak berwadah/berwujud, gagal berwujud sebagai manusia.

Dalam istilah lakunya, disebut sebagai Sri mawur. Bajang wurung. Kama wurung. Dia berasal dari sperna/mani kita, yang keluar secara sengaja atau tidak sengaja, dan tidak menghasilkan janin. Entah itu karena onani, mimpi, melacur atau dengan alat kontarsepsi pencegahan kehamilan/kondom saat berhubungan atau bermimpi dll.

Sri mawur adalah;
Qorin yang di hasilkan dari Sperma/mani, yang keluar saat berhubungan di luar nikah, seperti pacar, selingkuhan, atau melacur dll.

Bajang wurung adalah;
Qorin yang di hasilkan dari Sperma/mani, yang keluar saat berhubungan dengan istri, tapi tidak membuahkan janin, entah karena sengaja di cegah, agar tidak menjadi janin, seperti pil kb atau kondom atau alat kontrasepsi dll.

Kama murung adalah;
Qorin yang di hasilkan dari Sperma/mani yang keluar saat mimpi atau onani dll.

Para kadhang kinasihku sekalian…
Semua makhluk hidup, yang di ciptakan Hyang Dzat Maha Suci Hidup, tidak ada satupun yang bisa lepas dari yang namanya karma, apapun dan siapapun dia.

Karma adalah Hukum sebab akibat dari Sang Semesta Alam, yang di lakukannya, selama hidup di dalam kehidupan dunia ini.

Semisal contoh;
Siapa yang membuat sebab baik, akan mendapat akibat dari kebaikannya itu, siapa yang membuat sebab buruk, akan menerima akibat dari keburukannya itu. Hal ini akan selalu berlaku dan terus berlaku bagi siapapun dan dimanapun, hingga akhir khayat kehidupannya, jika semasa hidupnya, karma itu tidak selesai, dalam penebusannya atau tidak terbayar lunas.

Maka berati dia punya hutang karma, dan hutang karma ini, akan di tanggung, di lanjutkan atau di teruskan oleh anak cucu dan semua keturunannya, secara turun temurun, hingga selesai atau terbayar lunas.

Jika tidak punya keturunan, maka karma akan terbawa hingga ke alam barjah atau akherat, setelah mati, meninggalkan alam dunia fana ini.

Dan karma inilah, yang nantinya akan menjadi salah satu sebab, sulitnya seseorang, bisa kembali pada asal usulnya sangkan paraning dumadi nya, sebelum atau sesudah akhir hayat nya. Sehingganya, setelah menjalani pengadilan akherat, dia akan menjadi arwah yang tak sempurna, gentayangan kiyan kemari, dari satu tempat ke tempat lainnya. Menghuni atau menempati, pepohonan, gunung gunung, goa goa, rumah rumah kosong, jembatan dll.

Karena tidak punya naungan yang pasti dalam tujuannya, karena tidak bisa berpulang kerahmatullah, tidak mengerti caranya, tidak paham tekniknya, tidak tau jalannya. Inilah yang sering kita dengar dengan sebutan setan atau hantu. Termasuk sri mawur, bajang wurung, kama wurung.

Sesungguhnya, dzat maha suci Tuhan, tidak pernah menciptakan setan atau hantu, setan atau hantu, itu berasal dari manusia manusia hidup, yang matinya gagal mencapai kesempurnaan hidup dan mati bersama dzat maha suci.

Lalu Iblis itu…?!
Iblis itu bukan setan atau hantu, bukan juga qorin atau jin, melainkan malaikat yang membangkang.

Disisi lain, yang tidak bisa mengantarkan seseorang, kembali pada asal usul sangkan paraning dumadi-nya. Juga kebodohan jangka panjang, yang bersipat masa bodoh, tidak mau ambil tahu tentang kebenaran Hyang Dzat Maha Suci Hidup. Sekalipun sudah mendengarnya dari kabar atau berita oleh sesama hidupnya, padahal sudah ada banyak pelajaran tentang-Nnya.

Salah menggunakan atau menfaatkan ilmu pada hal-hal yang tidak tepat, mengingkari dan mengkhianati kebanaran Hyang Dzat Maha Suci Hidup, yang nyata-nyata benar ada. Menjalani lakon dan lelaku spiritual agama atau adat dll, yang setengah setengah, maksudnya tidak selesai hingga finisnya.

Pada intinya…
Hal ini juga, bisa jadi penyebab, tidak sampainya ruh atau roh manusia itu pada kesejatiannya. Sehingganya, pada akhir kematinya, tidak bisa kembali ke asal usul sangkan paraning dumadi nya dia di ciptakan.
Yaitu;
Dzat Maha Suci Hidup.

Jadinya,,,, (Tidak Sempurna).
Selain itu, arwah atau setan itu, bukan Cuma yang berasal dari kematian orang-orang yang tidak sempurna lakon dan lelakunya saja, tetapi juga, bisa berasal dari diri pribadi kita yang masih hidup.

Sebab karena, di setiap diri manusia hidup, khususnya yang berjenis kelamin lelaki.

Hyang Dzat Maha Suci Hidup, menitipkan Tirta Prewita Sari/Air Hidup atau bibit hidup, berupa sperma atau mani.

Amanah atau titipan Hyang Dzat Maha Suci Hidup, yang berupa sperma atau mani ini, jika di cecerkan di sembarang tempat, misal di tempat pelacuran, atau di bawah pepohonan, atau dengan lawan jenis atau sesama jenis, yang bukan haqnya. Seperti;
Pacar, selingkuhan atau pelacur dan sejenisnya.

Karena di cegah, agar supaya tidak menghasilkan janin, maka sperma atau mani yang keluar tersebut, menjadi arwah tanpa wujud, yaitu yang di sebut qorin Sri Mawur.

Atau sperma atau mani yang sengaja di keluarkan, tanpa pasangan, seperti sengaja onani, atau tidak sengaja, seperti bermimpi hubungan badan, hingga sperma atau mani keluar, itupun bisa menjadi arwah tanpa wujud, yaitu yang di sebut qorin Bajang Wurung.

Atau berhungan dengan istri, namun sengaja di cegah, agar tidak menghasilkan janin, seperti menggunakan alat kontrasepsi, kondom, spiral dll, itupun bisa menjadikan sperma atau mani yang keluar, menjadi Arwah tanpa wujud, yaitu yang di sebut qorin Kama Wurung.

Nah…
Sekarang renungkanlah,,, Seberapa sering dan berapa kali Anda Mengeluarkan Sperma Anda, yang tidak membuahkan janin…?!
Di tempat pelacuran berapa kali..?
Bersama Pacar atau selingkuhan berapa kali..?
Bersama istri yang menggunakan sarana pencegahan anak, berapa kali..?
Mimpi… onani, oral seks dll, berapa kali..?

Jika yang di ingat 50 kali, berati Anda sudah menciptakan Arwah tanpa wujud, sebanyak 50 setan/qorin,bernama Sri mawur. Bajang wurung. Kama wurung.

Lalu bagaimana jika lebih dari 50 x.?

Ya berarti,,, lebih juga setan-setan yang telah Anda ciptakan sendiri, dan coba renungkanlah, ada berapa jiwa lelaki yang masih hidup menghuni dunia ini.

Artinya,,, ada berapa sperma yang tercecer sia-sia di setiap harinya, akibat pelampiasan nafsu sesa’at.

Maka dari itu,,, jangan heran, jika mendengar di pohon ada setan, dijembatan ada setan, dirumah kosong ada setan, sampai-sampai di toilet rumah tempat tinggal Anda sendiri, juga ada setanya…

SILAHKAN di Renungkan sendiri.

Meraka adalah anak-anak Anda, mereka mendekati Anda, bukan untuk menakut-nakuti Anda, mereka mendekati Anda, karena mereka anak Anda, dan meminta tanggung jawab Anda, sebagai seorang ayah atau bapak.

Jangan salahkan mereka, jika Anda mengalami susah tenang, rugi dan bangkrut usaha, sulit rejeki, berat melangkah, bahkan mustahil untuk bisa menerima kebenaran dzat maha suci hidup, yang menjadi asal usul sangkan paraning dumadi nya anda.

Karena mereka, yang jumlahnya mungkin banyak dan tak kasat mata, menarik-narik tangan anda, kaki anda, baju anda, dengan tangisan haru, minta di akui, di sayang, di manja, minta di belikan balon, minta es krim, minta naik odong-odong, namun tidak pernah anda gubris.

Karena anda tidak melihatnya, bahkan ketika anda bisa melihatnya, anda sebut mereka sebagai setan atau hantu, yang di laknat Tuhan.

Agar mereka tidak tersiksa dan mengganggu aktifitas Anda, mereka perlu dan harus di sempurnakan, bagaimana menyempurnakan nya pak WEB…?!

Hmmm… Untuk menyempurnakan semua hal tersebut diatas, dan segala embel-embelnya…

“Kunci The Power” Level Dua inilah. Sarananya… Berikut ini adalah Tata Cara Prakteknya.

PRAKTEKNYA:
Langkah Pertama…
Adalah Patrap PALUNGGUH PAMBUKA, lalu baca PALUNGGUH PAMBUKA 3x.
“PALUNGGUH PAMBUKA”
Sedulur Papatku.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 3x.

Langkah Kedua…
Adalah Patrap KUNCI, Lalu baca KUNCI 7x.
“KUNCI” untuk Lelaki;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine sateriyo.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake sateriyo sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca… 7.x.

“KUNCI” untuk Wanita;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine wanito.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake wanito sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca… 7.x.

Langkah Ketiga…
Adalah Patrap PAWELING, Lalu baca PAWELING 3x.
“PAWELING”
Siji-siji – loro-loro – telu telonono.
Siji sekti – loro dadi – telu pandito.
Siji wahyu – loro gra’trahino – telu rejeki.
Dibaca… 3.x.

Langkah Ke’empat…
Adalah Patrap MIJIL SAMPURNO,
Lalu baca MIJIL SAMPURNO 1x.
“MIJIL SAMPURNO”
Asmo sejati…
Jeneng siro mijilo.
Panjenengan ingsun kagungan karso.
Arso nyampurna’ake Sri mawur.
Bajang wurung Komo wurung.
Kang umijil soko raganingsun.
Reksanen murih kelaksanan sampurno.
Bali maring asal usul sangkang paraning dumadi.
Asal suci baliyo menyang suci dadi suci.
Asal banyu baliyo menyang banyu dadi banyu.
Asal Angin baliyo menyang angin dadi angin.
Asal geni baliyo menyang geni dadi geni.
Asal sari-sarining bumi baliyo menyang sari-sarining bumi dadi sari-sarining bumi. Asal urip baliyo menyang urip dadi urip.
Kanti teguh rahayu slamet.
Dibaca… 1x.

Langkah Kelima…
Adalah Patrap SINGKIR, Lalu baca SINGKIR 3x.
“SINGKIR” untuk lelaki;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine sateriyo.
Hananiro hananingsun.
Wujudiro wujudingsun.
Siro sirno mati dening sateriyo sejati.
Ketiban iduku putih. sirno layu dening Asmo sejati…)
Dibaca…3x.

“SINGKIR” untuk wanita;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine wanito.
Hananiro hananingsun.
Wujudiro wujudingsun.
Siro sirno mati dening wanito sejati.
Ketiban iduku putih. sirno layu dening Asmo sejati…)
Dibaca…3x.

PENJELASAN TENTANG PATRAP SINGKIR;
Berdirilah tegak, kaki rapat. Kemudian kondisikan kedua tangan seperti Patrap Kunci, namun kedua ibu jarinya, masuk ke dalam mulut.

Jelasnya;
Patrap Kunci dan Patrap Singkir, itu sama, hanya bedanya, kalau Patrap Kunci, kedua ibu jarinya diatas bibir atas dan di bawah lubang hidung, kalau Patrap Singkir, kedua ibu jarinya masuk kedalam mulut dan menempel di langit-langit mulut “cethak” kalau bahasa jawanya.

Selesai membaca singkir 3X didalam hati, lalu hentakan kaki kanan ke tanah, tiga kali, sambil menahan nafas, lalu keluarkan kedua ibu jari dari dalam mulut, lalu meniup ke atas tiga kali, meniup ke bawah tiga kali dan meniup ke kedua telapak tangan satu kali, lalu usapkan kedua telapak tangan, ke seluruh bagian tubuh, mulai dari wajah, lalu ke kepala hingga ke organ vital/kelamin.

Langkah Ke’enam…
Adalah Patrap PALUNGGUH PANUTUP, kembali duduk bersilah lagi seperti semula, lalu lakukan Patrap PALUNGGUH PANUTUP dan membaca PALUNGGUH PANUTUP 3x.

“PALUNGGUH PANUTUP”
Asmo Sejati.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 3x.

Dan SELESAI. Lakukan Patrap Mijil Sampurno ini, selama 7 hari berturut turut dengan MERDEKA, tanpa terikat jam waktu dan arah menghadap di saat Bersamadi.

Dan kita akan merasakan klimaxnya Mijil Sampurno, yaitu; bersihnya lahir dan bathin, terhapusnya semua dan segala noda pikiran, hati dan syahwat.

Sehingga bisa menjalani hidup, di dalam kehidupan ini, tanpa ego, pamrih, arogan, benci, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, fitnah dll.

Yang selama ini menyiksa dan membebani serta membelenggu hidup kita.

Sebab karena Hakikatnya Patrap Mijil Sampurno adalah; Membersihkan lahir bathin diri pribadi kita, seperti yang sudah saya maksud dalam uraian diatas.

Sedangkan Singkir, adalah; Sampurnaning Pati Urip.

Hal ini harus benar-benar di ketahui rasa klimaxnya, bukan sebatas katanya dan sekedar katanya, melainkan benar-benar nyata Sampurna Pati Urip.

Jikalau level dua ini, sudah di patrapkan atau sudah di lakukan hingga 7x berturut turut, langkah selanjut, pelajari dan praktekan PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP. DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level tiga (untuk membuka hati), yaitu; Patrap Mijil Toto Lenggah.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan. Asal Usul Nenek Moyang Semua Mahluk.

Sungguh Murka Paduka yang hamba harap, Kalau penguraian Kitab Purwakala warisan Leluhur kami ini, yang hamba terjemahkan dalam bahasa Merdeka (tanpa tedeng aling-aling), tidak sesuai dan tidak tepat dengan yang Aslinya.

Ini saya lakukan, demi cinta kasih sayang ku kepada-Mu dan seluruh mahluk-Mu. Supaya tidak ada lagi kecurangan dan kebohongan terkait tentang-Mu, dengan ini, saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi.

Maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi.

Segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi.

Damai dipikiran, damai dihati, damai di syahwat, damai didunia, damai Di Akherat. Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Kontho dan Kanthi Anom saya, yang senantiasa di Restui Hyang Dzat Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Dan❤️Salam🙏Kebajikan❤️
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
BBM Enterprise: EF023358
Twitter: @EdanBagu
Blogg:
http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: https://putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
YouTube: Putro Romo Channel

Sepenggal Cerita WEB DI Alas Ketonggo Ngawi Jatim:


IMG_20170902_154625

Sepenggal Cerita WEB DI Alas Ketonggo Ngawi Jatim:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Ngawi Jatim. Hari Sabtu. Tanggal 2 September 2017.

Srigati Alas Ketonggo Menyimpan Berjuta Misteri;Alas Ketonggo (3)

SRIGATI…
Begitulah nama yang terkenal di kalangan masyarakat Ngawi, dari pada nama asli hutannya, yaitu Alas Ketonggo. Nama Srigati ini, sebenarnya merupakan sebuah tempat dimana seseorang mencari kedamaian batin untuk mendapatkan pencerahan dari sang pencipta, agar dapat menyelesaikan sebuah masalah atau sekedar mendekatkan diri kepada sang Kholiq, dalam melupakan sejenak masalah duniawi.

Dulu, di sekitar awal tahun 2001, dalam proses pencarian Tuhan, yang awalnya saya kira Tuhan itu berada di nan jauh di sana, saya pernah manekung di sini, selama 90 hari kurang lebihnya, dan selama manekung 90 hari kurang lebihnya, sedikit banyaknya, saya mengetahui seluk beluk hutan terseram dan terngeri di kaki gunung Lawu ini.

Salah satunya Srigati. Srigati merupakan tempat yang banyak memiliki misteri, yang tidak bisa di ungkap dengan kekuatan manusia, karena hanya Allah SWT yang maha tahu.

Dan Yang saya ketahui saat itu. Srigati, yang saya sendiri lebih suka menyebutnya dengan Eyang Srigati.

Adalah Priyagung, seorang begawan dari Benua Hindia, salah satu sisa perang Baratayudha yang masih hidup, dan kemudian datang ke ketanah jawa, untuk melupakan kenangan Baratayudha, perang terbesar dan terngeri di sepanjang sejarah hidup bangsa manusia.

Beliaulah yang menurunkan Kerajaan-kerajaan di seluruh Indonesia, mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram, Singosari, dan seterusnya. Semua lelaku Spiritualnya kerajaan Indonesia yang pernah ada dan berjaya, kisahnya tertuang di Punden Srigati, yang terdapat di desa Babatan kec. Paron. Kab. Ngawi Alas Ketonggo Jatim ini.

NGAWI….
Alas Srigati ataupun dikenal dengan sebutan alas Ketonggo ini, merupakan tempat sejarah legenda raja-raja kerajaan indonesia, khususnya Jawa dwipa.

Selain Punden Eyang Srigati, ada sekitar 12 lebih tempat petilasan lainnya. Seperti Punden Krepyak Syeh Dombo atau Palenggahan Agung Brawijaya, Padepokan Kori Gapit, Palenggahan Watu Dakon, Sendang Drajat, Sendang Mintowiji, Goa Sido Bagus, Sendang Suro, dan Kali Tempur, tempat dimana saya mendirikan tenda untuk istirahat saat ini.

Mengapa alas ketonggo menjadi sinandi pencerahan rohani dan jasmani, beserta kejayaan umat manusia, di dalam pengetahuan luhur budaya Jawa…?!IMG_20170902_173311

1. Alas Ketonggo, walaupun disebut hutan yang oleh beragam makhluk hidup seperti pepohonan, hehewanan serta makhluk halus yang berasal dari arwah-arwah para leluhur masa silam, sebagai ekspresi fenomena hawa dan nafsu kita semua, yang liar dan terkendali.

2. Sinandi alas ketonggo sebagai sinandi kehidupan jagat cilik (hawa dan nafsu-kita) dan jagat gedhe (alam semesta).

3. Alas ketonggo dalam pengertian jagat cilik, adalah fenomena kehidupan kita, yang pada dasarnya sulit dikendalikan, tetapi harus mampu kita kendalikan.

Sedangkan alas ketonggo, dalam arti makro atau dalam pengertian nyata, seperti Kraton beserta Raja-nya sebagai sentral budaya, tempat-tempat yang dimitoskan atau disakralkan dalam kegiatan peziarahan.

4. Alas Ketonggo tempat arwah-arwah para leluhur yang telah meninggalkan dunia, puluhan hingga ratusan tahun yang lalu, namun belum berpulang ke hadirat Tuhan, dan masih menyimpan rapi di dalam tubuh halus maniknya.

5. Banyak pengetahuan masa silam yang sebagai simbol jati diri dan identitas bangsa-mu di Alas Ketonggo. Oleh itu, kehidupan para arwah leluhur masih aristokrat, sesuai peradaban budayanya lalu.

6. Peradaban budaya beserta nilai-nilai luhur masa silamnya, menyimpan potensi kekuatan identitas dan jati diri bangsa-mu.

Apabila bangsa-mu ingin jaya dan menjadi terang dunia harus berpijak pada budaya atau jati diri dan identitasmu.

7. Jangan melupakan sejarah atau budaya leluhur-mu, jika melupakan sejarah dan budaya-mu dari situlah kelemahan bangsa-mu. Arti pesan yang mendalam bahwa kita tidak boleh meninggalkan budaya dan sejarah masa lalu para leluhur kita.

8. Pahamilah sandi Alas Ketonggo, sebab dialah yang menyimpan sejarah, rahasia dan kenangan masa lalu, yang dapat membantu dirimu untuk menemukan jati diri dan identitasmu.

9. Bukankah bangsamu mengalami krisis keyakinan dan kepercayaan akan jati diri dan identitasmu. Artinya bangsamu telah asing mengenali potensi dirinya.

10. Bahkan bangsamu tidak mengetahui dan menyadari kekrisisannya. Itulah bencana akibat meninggalkan pilar dan pondasi budayanya.

11. Negara dan bangsa manapun akan mengalami kejayaan jika telah menemukan jati diri dan identitasnya (budayanya) dan itu tersimpan dalam sandi Alas Ketonggo.

12. Walaupun sandi Alas Ketonggo disebut dan dikatakan mitos bagi pemahaman modern, tetap mereka jaya sebagai pusat pemikiran dikarenakan berangkat dari mitos atau yang disebut angan-angan, harapan, cita-cita, impian, dll.

13. Bangsa manapun tidak akan maju dan jaya jika meninggalkan angan-angan, harapan, cita-cita, keinginan, kehendak, harapan, impian yang kesemuanya adalah simbol mitos.

14. Lihatlah bangsa-bangsa yang telah jaya, mereka mengawali kejayaannya dengan kesadaran kolektif mitosnya di dalam jiwa pikiran, perasaan, budi dan perilaku indera jasmaninya atau cipta, rasa dan karsanya.

15. Alas Ketonggo sandi untuk menggali jati diri dan identitasnya sebagai awal mengumpulkan kekuatan untuk terbebaskan dari kesengsaraan, derita, ketidaktentraman dan ketidakdamaian, ketidakmakmuran, kemiskinan dan belenggu bangsa-mu.

16. Bangsa yang telah jaya menggali budaya asalnya sendiri melalui prosesi sinandi alas ketonggo dengan menghormati perjuangan leluhurnya.

17. Bagaimana bangsamu atau dirimu akan mendapatkan pencerahan dan kemerdekaan hidup bagi bangsamu, jika dirimu saling berjuang demi kepentingan dan kekuasaan kelompok-mu.

18. Salah satu nasehat sinandi Alas Ketonggo,“Janganlah energi jiwa hawa dan nafsumu saling bertubrukan menyalakan api kesengsaraan yang menambah dirimu atau bangsamu saling terbelenggu dan membelenggu”.

19. Jika energi jiwa hawa dan nafsumu saling bertubrukan atau bertabrakan maka dirimu akan saling memiliki kebingungan, saling memiliki kekhawatiran, saling memiliki ketakutan, sekalipun hal itu terungkap atau tidak terungkap.

20. Masuklah ke alam alas ketonggo, disitulah banyak pengetahuan yang mengisi kekurangan dan kelemahanmu, agar dirimu tidak mudah bingung, takut, khawatir, menderita dan sengsara, dll.

21. Jika dirimu mampu membuka sinandi Alas Ketonggo, ambillah potensi lebihnya dan jadikan kelemahannya menjadi hikmah, agar dirimu trampil menghimpun kekuatan dan mengerti keinginan dan kehendak energi hawa dan nafsu untuk menyelamatkan generasi muda bangsa-mu.

22. Jika telah mampu membuka sinandi Alas Ketonggo, para leluhurmu akan berinteraksi denganmu dan memberikan pengetahuan yang memubuat bangsa-mu jaya dan maju.

23. Memasuki alas ketonggo diperlukan seni ketrampilan melepaskan belenggu tubuh jasmani, jika tidak memiliki hanya akan dapat kesunyian dan aktivitas kesendirian tanpa arti dan makna seperti melamun atau menghayal.

24. Alangkah lebih lengkapnya jika dirimu yang memiliki kecerdasan akal jasmani, kemudian memiliki kecerdasan rohani di dalam pikiran, perasaan dan budimu, maka pengetahuan dan ketrampilanmu akan disebut seimbang.

25. Sungguh keseimbangan diperlukan jika memasuki alas ketonggo, agar akal jasmani dipersiapkan agar tidak mengalami gejolak keterbatasan dengan kehidupan rohani.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya