Mengenang dan Menghormati Sejarah Leluhur:


Mengenang dan Menghormati Sejarah Leluhur:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Gianyar Bali. Hari Rabu. Tanggal 13 September 2017

21729042_366383763807684_5666694094389629005_o

Sebelumnya;
Mohon di maafkan jika apa yang saya uraikan ini, tidak sama dengan legenda yang ada dan diketahui oleh masyarakat Bali, karena saya hanya menceritakan berdasar koneksi rasa laku pribadi saya dengan jejak leluhur yang ada di Pura Tanah Lot saat berkunjung.

21752829_366383503807710_1518445072886390970_o

Sepenggal Cerita WEB Di.
“Pura Tanah Lot Bali”
Berawal dari zaman Kerajaan Majapahit kuno, hiduplah seseorang begawan yang bernama Dang Hyang Dwijendra atau Dang Hyang Nirarta.

Beliau dikenal sebagai Tokoh penyebaran ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra“. Di Lombok beliau dikenal dengan nama “Tuan Semeru” atau guru dari Gunung Semeru.

Pada saat beliau datang ke Bali untuk menjalankan misinya, Raja Dalem Waturenggong, yang berkuasa di Pulau bali saat itu, menyambut beliau dengan sangat hormat. Beliau menyebarkan agama Hindu sampai ke pelosok-pelosok Pulau Bali.

Pada Suatu ketika, saat beliau sedang menjalankan tugasnya, beliau melihat sinar suci dari arah tenggara, dan beliau mengikutinya sampai pada asalnya, yang ternyata berupa sumber mata air.

Tidak jauh dari tempat itu, beliau menemukan sebuah tempat yang sangat indah, yang disebut “Gili Beo” (Gili artinya Batu Karang dan Beo artinya Burung).

Jadi tempat itu adalah sebuah Batu Karang yang berbentuk burung. Ditempat inilah beliau melakukan persemedian dan pemujaan terhadap Dewa Penguasa Laut.

Lokasi tempat Batu Karang ini, masuk daerah Desa Beraban, dimana di desa tersebut, dikepalai oleh seorang pemimpin suci yang disebut “Bendesa Beraban Sakti”.

Sebelumnya masyarakat Desa Beraban menganut ajaran, sebut saja sebagai monotheisme yang kurang lebihnya percaya dan bersandar hanya pada satu orang pemimpin yang menjadi utusan Tuhan seperti Nabi.

Dalam waktu yang singkat, banyak masyarakat Desa Beraban ini, mengikuti ajaran Dang Hyang Nirarta. Hal ini membuat Bendesa Beraban Sakti sangat marah dan mengajak pengikutnya yang masih setia untuk mengusir begawan suci ini.

Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki Dhang Hyang Nirarta, beliau melindungi diri dari serangan Bendesa Baraban dengan memindahkan batu karang besar tempat beliau bermeditasi (Gili Beo) ke tengah lautan.

Kemudian beliau memberi nama tempat itu “Tanah Lot” yang berarti Tanah di tengah Laut.

Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular, yang mengitari batu karang, sebagai pelindung dan penjaga pura.

Ular ini masih ada hingga sekarang, saya melihatnya sendiri secara nyata, dan secara ilmiah, ular ini termasuk jenis ular laut, yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular kobra.

Akhirnya Bendesa Beraban mengakui kesaktian dan kekuatan spiritual dari Dang Hyang Nirarta.

Selanjutnya…
Bendesa Beraban menjadi pengikut setia dan ikut menyebarkan ajaran Agama Hindu kepada penduduk setempat.

Sebagai tanda terima kasih, sebelum melanjutkan perjalanan, beliau memberikan sebuah keris kepada Bendesa Beraban yang dikenal dengan nama “Keris Jaramenara atau Keris Ki Baru Gajah”.

Saat ini keris itu disimpan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan dan di upacarai setiap hari raya Kuningan. Upacara tersebut di adakan di Pura Tanah Lot setiap 210 hari sekali, yakni pada “Buda Wage Lengkir” sesuai dengan penanggalan Kalender Bali.

Dan Pura Tanah Lot yang sekarang ini, telah menjadi salah satu objek wisata di Bali, yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu.

Pura Tanah Lot ini, merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan.

Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.

Pura Tanah Lot adalah Jenis Pura Gaya arsitektur Candi Hindu. Lokasi di Kabupaten Tabanan Bali. Desa Beraban. Kecamatan Kediri. Indonesia.

21728872_366383370474390_2002705937243361731_o

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.  DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Tiga:


PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.
DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Tiga:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Gianyar Bali. Hari Rabu. Tanggal 13 September 2017.

MIJIL Toto Lenggah:
Mijil Toto Lenggah. Adalah Praktek Menata Diri Sejati secara spiritual, mulai dari Lahir hingga Bathin atau mulai dari Raga hingga ke Jiwa atau gelar dan gulung, atas semua yang telah Dzat Maha Suci Anugerahkan atau Dzat Maha Suci Wahyu-kan kepada kita sebagai Abdi Hidup-Nya, dengan penuh kesadaran Wahyu Panca Laku/IMAN. Jadi, mijil toto lenggah itu, adalah merupakan praktek menata diri sejati, tentang Pusaka Pribadi Sejati. Busana Pribadi Sejati Dan Sabda Pribadi Sejati, secara spiritual lahir bathin-jiwa raga, atas Wahyu yang telah di anugerahkan kepada kita, sebagai Putera Rama yang sedang menuju ke arah-Nya, karena Cinta Kasih Sayang, bukan karena hal lainnya. agar supaya Laku Sipat dan Sikap kita senantiasa tertata, terarah, tertuntun, terkontrol, terkoneksi secara sadar, sehingganya, apapun yang di perbuat dan di lakukan, bisa tepat sasaran, tidak melesed, apa lagi keluar dari jalur atau jalan yang sudah di sediakan oleh Dzat Maha Suci kepada setiap hamba yang sedang menuju kepada-Nya.

PRAKTEKNYA:
Langkah Pertama…
Adalah Patrap PALUNGGUH PAMBUKA;
Palungguh adalah upaya menenangkan rasa yang tidak dan perasa’an, yang tidak
nyaman, agar menjadi enak dan nyaman.

Caranya,,, setelah berada di tempat/ruang semedi. Dalam keada’an duduk siap bersamadi, tempelkan telapak tangan kanan, ke dada sebelah kiri, dimana terdapat detak jantung. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;

Patrap Palungguh

Lalu baca “PALUNGGUH PAMBUKA” 3x.
PALUNGGUH PAMBUKA;
Sedulur Papatku.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 3x.

Lalu tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung, lalu keluarkan napas panjang dan pelan serta dalam pula melalui mulut, lakukan cara ini hingga tiga kali berturut-turut, hingga terasa plong/lega.

Langkah Kedua…
Adalah Patrap KUNCI;
Robah Patrap Palungguh, menjadi patrap Kunci, dengan tetap duduk rileks dan santai
menikmati rasa plong/lega hasil palungguh tadi. Satukan dan pertemukan kedua telapak tangan, lalu letakan tepat didepan wajah, kedua ibu jari, menempel tepat dibawah kedua lubang hidung, sedangkan kedua jari telunjuk, tepat berada di tengah kening atau diantara kedua alis, sementara kedua siku tangan, lurus sejajar dengan pundak. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;

Patrap Kunci

Lalu baca “KUNCI” 7x.
KUNCI untuk Lelaki;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine sateriyo.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake sateriyo sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca… 7.x.

KUNCI untuk Wanita;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine wanito.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake wanito sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca… 7.x.

PENJELASAN;
Bacalah Kunci dengan perlahan dan santai/rileks, jangan terburu-buru, hayati setiap kalimat yang terbaca dalam hati, dengan penghayatan rasa, ingat…!!! dengan penghayatan rasa, bukan dengan perasa’an “sebab” di antara celah-celah baca’an Kunci, ada Wahyu Panca Laku/iman yang tersebut Manembahing Kawula Gusti, yang proses cengkok dan endingnya Manembahing Kawula Gusti tersebut, harus kita mengerti dan pahami serta kita ketahui, agar mengerti dan paham serta tahu, apa yang di sebut Kunci yang memiliki Laku manembahing kawula gusti tersebut.

Ingat…!!!
Patrap Kunci itu, pada hakikatnya, adalah Manembahing Kawula Gusti, karena itu, cara bacanya jangan terburu-buru, harus tawaduk, sopan santun, tata-titi-surti ngati-ati, santai, pelan dan penuh penghayatan rasa, yang semakin di hayati, akan semakin terasa prosesnya, yang detik demi detik, menjalar di sekujur tubuh kita, mengalir bersama aliran darah kita, terus rasakan, dan rasakan lebih dalam getarannya, di barengi dengan membaca  Kunci hingga selesai 7x.

Langkah Ketiga…
Adalah Patrap PAWELING;
Setelah selesai membaca Kunci 7x. Robah Patrap Kunci, menjadi Patrap Paweling, caranya; dengan tetap rilek dan santai, turunkan kedua tangan secara bersama’an, secara perlahan, dengan tetap penuh penghayatan rasa, ke bawah, hingga
berada tepat di tengah dada. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;Patrap Paweling
Lalu baca “PAWELING” 3x.
PAWELING;
Siji-siji – loro-loro – telu telonono.
Siji sekti – loro dadi – telu pandito.
Siji wahyu – loro gra’trahino – telu rejeki.
Dibaca… 3.x.

PENJELASAN;
Setelah selesai membaca Paweling 3x. Lalu diam sejenak. Rasakan Getaran dari tekanan kedua energi yang ada di kedua telapak tangan, dengan tetap penuh penghayatan rasa, terus rasakan dan rasakan terus hingga beberapa waktu lamanya. Ingat…!!! Patrap Paweling, pada hakikatnya, adalah Manunggaling Kawula Gusti, artinya, harus benar-benar merasakan kemanunggalannya kawula dan gusti tersebut. Jika kita mampu berhasil menghayati getaran dari tekanan kedua energi yang ada di kedua telapak tangan kita, maka kita akan mengerti, memahami dan mengetahui kemanunggalan kawula gusti kita.

Langkah Ke’empat…
Adalah Patrap MIJIL TOTO LENGGAH;
Setelah merasa cukup dalam merasakan proses cengkok dan ending serta klimaxnya Paweling yang hakikatnya adalah kemanunggalan kawula gusti, lalu robah patrap Paweling menjadi Patrap Mijil, dengan cara, tetap rileks dan santai, geser tangan kiri ke samping pinggul kiri, sedangkan tangan kanan, tetap berada di posisinya semula. Ibu jari tangan kiri, menempel pada tulang rusuk yang paling bawah, yang paling pendek, sedangkan jari telunjuk tangan kiri, lurus mengarah ke pusar perut/wudel. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;Patrap Mijil

Lalu baca MIJIL TOTO LENGGAH 1x.
MIJIL TOTO LENGGAH;
…..) Asmo sejati. Jeneng siro mijilo.
Panjenengan ingsun kagungan karso.
Arso noto, natak’ake lan nglenggahake sakabehing.
Pusoko-pusoko pribadi sejati, busono-busono pribadi sejati, lan sabdo-sabdo pribadi sejati.
Paringane kanjeng romo sejati, maring badan pribadi sejati.
Reksanen murih kelaksanan di podo tumoto.
Mapan lenggah, kanti setoto becik.
Di tompo ngurbani rogo pribadi sejati.
Kawibawane arso ingsun agemi.
Kangge lakune badan ing sedino-dino.
Murih katekan sediyane. kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 1.x.

Penjelasan;
Tanda titik-titik di Mijil atau Palungguh, yang ada di level satu dua dan tiga ini. di isi Asmo sejati-nya, bagi Putera yang sudah memiliki Asmo sejati, namun bagi pemula, yang belum mengetahui siapa Asmo-nya, tanda titik-titik tidak perlu di baca, bacanya, cukup di mulai dari Asmo sejati saja. Karena kalimat Asmo sejati itu, adalah sabda sementara bagi yang belum memiliki atau belum mengetahui siapa Asmo-nya.

PENJELASAN;
Setelah membaca mijil toto lenggah 1x. Lalu Diam… dan robah posisi kedua tangan, yang semula Patrap Mijil, menjadi seperti yang nampak pada gambar di Bawah ini;Patrap Semedi

Lalu….
Buka Mata hati/bathin, tutup mata lahir, bebaskan semua Panca indera, pikiran, angan-angan, jangan sampai ada satupun tekanan atau beban, bebaskan dan merdekakan. Mungkin, pikiran atau angan-angan, teringat hal-hal di luar sana, misal, ingat pekerja’an, teman, pacar, anak, isteri, suami, hutang, motor, mobil dll, biyarkan, bebaskan, merdekakan untuk beberapa menit, maksimal lima menit. Jangan lebih.

Setelah lima menit…
Lalu tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung, lalu keluarkan napas panjang dan pelan serta dalam pula melalui mulut, lakukan cara ini hingga tiga kali berturut-turut, hingga terasa plong/lega atau tidak plong/lega. Maksudnya… setelah melakukan ini, bisa plong/lega atau tidak plong/lega. Ingat…!!! jangan sampai lupa. Bahwa Sejatinya Patrap Mijil, adalah Sampurnaning Kawula Gusti. Jadi….

Segera tundukan kepala, tundukan pula ego kita, tanggalkan semua bentuk takut dan ragu serta bimbang. Kemudian berkatalah secara sadar dalam hati, dengan nada lirih dan jujur apa adanya. Seperti Contoh Di Bawah INI;

“ Tuhan… saya salah, saya dosa, saya memang salah ya Tuhan, saya memang dosa, sungguh saya bodoh, tidak mengerti apa-apa, tidak paham apa-apa, tidak tahu apa-apa, tidak bisa apa-apa, tapi saya selalu sok ngerti, sok paham, sok tahu, sok bisa, sok pintar, padahal saya bodoh dan dungu, goblog, tidak punya kuasa apa-apa dan tidak bisa apa-apa, kini saya sadar dan bertaubat serta berserah diri hanya kepada-Mu wahai yang Maha Segalanya, sesembahan yang tiada duanya”

“Saya Pasrahkan anak-ku, istri/suami-ku, pacar/kekasih-ku, keluarga-ku, saudara/saudari-ku, masalah-ku, keperluan-ku, kepentingan-ku, kebutuhan-ku, hutang-ku, jiwa raga-ku, dunia akherat-ku, hidup mati-ku dan semuanya serta segalanya tentang-ku. Saya serahkan dan saya pasrahkan hanya kepada-Mu wahai Dzat Maha Suci sesembahan-ku yang tunggal dan Maha Segalanya, sungguh saya tiada daya dan upaya apapun jika tanpa-Mu, mulai sekarang, semua dan dan segalanya, terserah-Mu, apapun keputusan-Mu, aku terima, mulai saat sekarang ini. Saya akan tunduk dan turut hanya kepada-Mu saja”

“Karena saya berasal dari-Mu dan Milik-Mu, maka saya akan mengabdi dan kembali hanya kepada-Mu saja. Engkau jadikan apapun diri ini di dunia dan di akherat nanti, saya tetap siap sebagai abdi setiamu”

(Pemberitahuan; Bahasa yang saya contohkan diatas, bisa diubah sesuai sikon pribadi masing-masing, dan gunakanlah bahasa yang paling di mengerti, misal bahasa suku setempat, yang pasti, kurang lebih intinya seperti yang saya maksud dalam contoh diatas)

Lalu Diam…
Jika Anda bisa berhasil berkata Jujur apa adanya kepada Dzat Maha Suci dan sungguh-sungguh pasrah dan berserah diri lahir dan bathin serta bertaubat kepada Dzat Maha Suci. Seperti yang saya contohkan diatas. Air mata Anda akan menetes/berlinang, membanjiri pipi, dada, hingga kedua kaki Anda yang sedang bersimpuh. Jika air mata mulai menetes, diawal atau di pertengahan ungkapan seperti yang saya contohkan diatas, jangan berhenti, terus dan terus katakan berulang kali, apa yang saya contohkan diatas, sampai selesai, sampai puas, sampai plong, sampai lega, hingga tak ada lagi yang bisa di katakan, kecuali linangan air mata. Nikmati dan Rasakan Linangan Air mata yang semakin di rasakan semakin berderai tersebut. Rasakan lebih dalam, dan lebih dalam lagi, terus rasakan dan nikmati dengan sadar, jangan hanyut dan terlena, berusahalah untuk tetap sadar. Tidak larut dalam tangisan. Jika Anda sadar, dan benar-benar sadar, sesadar-sadar. Makan Anda akan mengetahui Klimaxnya Patrap Mijil Sowan.

Klimaxnya apa…?!
Klimaxnya adalah Tenteram.
Tenteram itu apa…?!
Tenteram itu Sampurna.
Sampurna itu bagaimana…?!
Sampurna itu semuanya dan segalanya.

Intinya,,, di dalam Patrap Semedi Mijil Sowan, adalah mempelajari cengkok dan endingnya Manembahing Kawula Gusti. Manunggaling Kawula Gusti. Leburing Kawula Gusti dan Sampurnaning Kawula Gusti. Agar supaya bisa mengetahui Klimaxnya Sampurnaning Pati Urip.

Kalau kita kisa berhasil mengetahui Klimaxnya Sampurnaning Pati Urip. Kita akan Memperoleh alias mendapatkan kesempurna’an dan Merasakan Sejatinya Tenteram, yang nantinya bisa Menenteramkan Kehidupan lahir dan bathin kita sendiri dan semuanya serta segalanya yang terkait dengan diri pribadi kita, seperti anak istri keluarga tetangga dll, termasuk kepentingan, kebutuhan, keperluan dan masalah apapun selesai, dengan sangat indah tanpa masalah.

Apa itu sejatinya tenteram…?!
Seperti apa rasanya Tenteram?
Kok sebegitu pentingnya…

Apa itu sejatinya tenteram…?!
Tenteram adalah sikon asal usul kita sebelum dicipta menjadi menusia Hidup oleh Dzat Maha Suci Tuhan kita, dan di dalam sejatinya Tenteram itulah, Dzat Maha Suci Tuhan kita berada.

Seperti apa rasanya Tenteram?
Rasanya tenteram itu, seperti di waktu kita mencapai puncak klimax sa’at berhubungan badan (SEKS) dengan orang yang kita cintai/sukai.

Bisa ketebak kan…?
Rasanya…?

Itulah Wujud Gambarannya Tenteram. Itulah RasaTenteram yang saya maksud. Saking Tentramnya, sampai-sampai disaat klimax, semuanya dan segalanya terlupakan, tak satupun yang di ingat saat klimax, bahkan dirinya sendiri, lelaki atau bukan, sudah tidak tahu lagi. Itulah tenteram, itulah intisari pati dari semua dan segalanya yang di cari dan di lakukan oleh semua makhluk hidup.

Dan Itulah yang dicari sa’at kita bersamadi menerapkan Wahyu Panca Ghaib. Gambaran Rasanya seperti di Sa’at kita klimax (seks), tapi Prakteknya tidak seperti sa’at klimax (seks), karena tenteram yang di hasilkan sa’at klimax (seks), membuat kita lupa diri, lupa semuanya, lupa segalanya.
Disini, dalam menerapkan Wahyu Panca Ghaib ini, kita mencari Tenteram yang sebenarnya, bukan yang semu, tidak lupa diri seperti di sa’at klimax (seks). Melainkan dengan sadar, sesadar-sadarnya, semakin kita sadar, semakin kita mengerti apa itu Dzat Maha Suci Tuhan, semakin murni kesadaranya, semakin memahami bagaimana itu Dzat Maha Suci Tuhan, semakin sering mengalami tenteram secara sadar dan murni, maka akan bisa mengetahui semua dan segalanya tentang Dzat Maha Suci Tuhan secara jelas dan nyata, detail serta PASTI. Bukan katanya atau nanti atau ghaib.

Caranya bagaimana?
Caranya Ada tiga tahap atau level atau tingkatan, dan tingkat/level/tahap Pertama-nya. Seperti yang sudah saya Uraikan diatas, bukan yang lain. Yaitu Laku Murni Menuju Suci Alias Wahyu Panca Ghaib di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.

Langkah kelima…
Adalah Patrap “PALUNGGUH PANUTUP”
Kondisikan tangan kanan menempel di dada sebelah kiri, seperti langkah awal. secara perlahan Sembari membaca PALUNGGUH PANUTUP tiga kali.Patrap Palungguh

“PALUNGGUH PANUTUP” 3x;
…..) Asmo Sejati.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 3x.

Dan SELESAI. Lakukan Patrap Mijil Sowan ini, tiap hari atau tiap malam dengan MERDEKA, tanpa terikat waktu dan arah menghadap di saat Bersamadi. Sampai benar-banar mengetahui Klimaxnya Mijil Toto Lenggah yang sangat luar biasa seperti yang sudah saya maksud dalam uraian diatas.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.  DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Dua:


PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.
DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Dua:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Madiun Jatim. Hari Minggu. Tanggal 3 September 2017.

Mijil Sampurno:
Mijil sampurno; Adalah praktek membersihkan diri pribadi, mulai dari lahir hingga ke bathin, menyempurnakan seluruh qorin, yang kita buat, entah itu tidak sengaja kita ciptakan, atau yang tidak sengaja kita buat dan kita ciptakan, karena ketidak tahuan kita.

Apa itu qorin…?!
Qorin adalah… ruh/roh khusus teruntuk bangsa manusia, yang tidak berwadah/berwujud, gagal berwujud sebagai manusia, dalam istilah lakunya, disebut sebagai Sri mawur. Bajang wurung. Kama wurung, dia berasal dari sperna/mani kita, yang keluar secara sengaja atau tidak sengaja, dan tidak menghasilkan janin. Entah itu karena onani, mimpi, melacur atau dengan alat kontarsepsi pencegahan kehamilan/kondom saat berhubungan dll.

Sri mawur adalah;
Qorin yang di hasilkan dari Sperma/mani yang keluar saat berhubungan di luar nikah, seperti pacar, selingkuhan, atau pelacur dll.

Bajang wurung adalah’
Qorin yang di hasilkan dari Sperma/mani yang keluar saat berhubungan dengan istri, tapi di cegah agar tidak menjadi janin. Seperti pil kb atau kondom atau alat kontrasepsi lainnya.

Kama murung adalah;
Qorin yang di hasilkan dari Sperma/mani yang keluar saat mimpi atau onani.

Para kadhang kinasihku sekalian…
Semua makhluk hidup yang di ciptakan Hyang Dzat Maha Suci Hidup, tidak ada satupun yang bisa lepas dari yang namanya karma, apapun dan siapapun dia, karma adalah Hukum sebab akibat dari Sang Pencipta Semesta Alam, yang di lakukannya selama hidup di kehidupan dunia ini.

Siapa yang membuat sebab baik, akan mendapat akibat dari kebaikannya itu, siapa yang membuat sebab buruk, akan menerima akibat dari keburukannya itu, hal ini akan selalu berlaku dan terus berlaku bagi siapapun dan dimanapun, hingga akhir khayat kehidupannya, jika semasa hidupnya, karma itu tidak selesai, maka berati dia punya hutang karma, dan hutang karma ini, akan di tanggung, dan di teruskan oleh keturunannya secara turun temurun, hingga selesai/lunas atau keturunannya habis, jika tidak punya keturunan, maka karma akan terbawa hingga ke alam barjah/akherat.

Dan karma inilah yang nantinya akan menjadi salah satu sebab, sulitnya seseorang bisa kembali pada asal usulnya sangkan paraning dumadi, sebelum dan sesudah akhir hayat.

Sehingganya, setelah menjalani pengadilan akherat, dia akan menjadi arwah yang tak sempurna, gentayangan, karena tidak punya naungan yang pasti dalam tujuannya, karena tidak bisa berpulang kerahmatullah. Maka tinggal di jembatan, pepohonan, rumah kosong, gunung, hutan dll. Inilah yang sering kita dengar dengan sebutan setan/hantu. Termasuk sri mawur, bajang wurung, kama wurung. Sesungguhnya, dzat maha suci Tuhan, tidak pernah menciptakan setan, setan, itu berasal dari manusia yang matinya gagal mencapai kesempurnaan hidup bersama dzat maha suci.

La Iblis itu…?!
Iblis itu bukan setan, melainkat malaikat yang membangkang.

Disisi lain, yang tidak bisa mengantarkan seseorang kembali pada asal usul sangkan paraning dumadi-nya, juga kebodohan jangka panjang, yang bersipat masa bodoh, tidak mau ambil tahu tentang kebenaran Hyang Dzat Maha Suci Hidup. Sekalipun sudah mendengarnya dari kabar/berita oleh sesama hidupnya.

Padahal sudah ada banyak pelajaran tentang-Nnya. Salah menggunakan atau menfaatkan ilmu pada hal-hal yang tidak tepat, mengingkari dan mengkhianati kebanaran Hyang Dzat Maha Suci Hidup, yang nyata-nyata benar ada. Menjalani lakon dan lelaku spiritual agama atau adat dll, yang tanggung, maksudnya tidak selesai hingga finisnya.

Pada intinya. Hal ini juga, bisa jadi penyebab, tidak sampainya roh manusia itu pada kesejatiannya. Sehingganya, pada akhir kematinya, tidak bisa kembali ke asal usul sangkan paraning dumadi dia di ciptakan. Yaitu; Hadiratullah. Jadinya,,,, (Tidak Sempurna).

Selain itu, arwah atau setan itu, bukan Cuma yang berasal dari kematian orang-orang yang tidak sempurna lakon dan lelakunya saja, tetapi juga, bisa berasal dari diri pribadi kita yang masih hidup. Di setiap diri manusia hidup, khususnya yang berjenis kelamin lelaki. Hyang Dzat Maha Suci Hidup, menitipkan Tirta Prewita Sari/Air Hidup/bibit hidup, berupa sperma.

Amanah/titipan Hyang Dzat Maha Suci Hidup, yang berupa sperma/mani ini, jika di cecerkan di sembarang tempat, misal di tempat pelacuran, atau di bawah pepohonan dengan lawan jenis yang bukan haqnya. Seperti pacar/selingkuhan atau pelacur.

Karena di cegah agar tidak menghasilkan janin, maka sperma/mani yang keluar tersebut, menjadi arwah tanpa wujud, yaitu yang di sebut qorin. Atau sperma/mani yang sengaja di keluarkan, tanpa pasangan, seperti onani, atau tidak sengaja, seperti bermimpi hubungan badan, hingga sperma/mani keluar, itupun bisa menjadi arwah tanpa wujud, yaitu yang di sebut qorin, atau berhungan dengan istri, namun sengaja di cegah, agar tidak menghasilkan janin, seperti menggunakan alat kontrasepsi, kondom, spiral dll, itupun bisa menjadikan sperma/mani yang keluar, menjadi Arwah tanpa wujud, yaitu yang di sebut qorin.

Nah…
Sekarang renungkanlah,,, Seberapa sering dan berapa kali Anda Mengeluarkan Sperma Anda, yang tidak membuahkan janin…?!

Di tempat pelacuran berapa kali..?
Bersama Pacar atau selingkuhan berapa kali..?
Bersama istri yang menggunakan sarana pencegahan anak, berapa kali..?
Mimpi… onani, oral seks berapa kali..?

Jika yang di ingat 50 kali, berati Anda sudah menciptakan Arwah tanpa wujud, sebanyak 50 setan/qorin.

Lalu bagaimana jika lebih dari 50 x.?
Berati, ya,,, lebih juga setan-setan yang telah Anda ciptakan sendiri, dan coba renungkanlah, ada berapa jiwa lelaki yang masih hidup menghuni dunia ini.

Artinya,,, lalu, ada berapa sperma yang tercecer sia-sia di setiap harinya, akibat pelampiasan nafsu sesa’at itu, disetiap harinya.

Maka dari itu,,, jangan heran, jika mendengar di pohon ada setan, dijembatan ada setan, dirumah kososng ada setan, sampai-sampai di toilet rumah tempat tinggal Anda sendiri juga ada setanya… SILAHKAN di Renungkan.

Meraka adalah anak-anak Anda, mereka mendekati Anda, bukan untuk menakut-nakuti Anda, mereka mendekat, karena mereka anak Anda, dan meminta tanggung jawab Anda, sebagai seorang ayah/bapak. Jangan salahkan mereka,jika Anda mengalami susah tenang, rugi dan bangkrut usaha, sulit rejeki, berat melangkah, bahkan mustahil untuk bisa menerima kebenaran dzat maha suci Tuhan yang menjadi asal usul sangkan paraning dumadi.

Karena mereka, yang jumlahnya mungkin banyak dan tak kasat mata, menarik-narik tangan anda, kaki anda, baju anda, dengan tangisan haru, minta balon, minta es krim, minta naik odong-odong, namun tidak pernah anda gubris, karena anda tidak melihatnya.

Agar mereka tidak tersiksa dan mengganggu aktifitas Anda, mereka perlu dan harus di
sempurnakan.

Hmmm… Untuk menyempurnakan semua hal tersebut diatas, dan segala embel-embelnya… “Kunci The Power” Level Dua inilah. Sarananya… Berikut ini adalah Tata Cara Prakteknya.

PRAKTEKNYA:
Langkah Pertama…
Adalah Patrap PALUNGGUH PAMBUKA;
Palungguh adalah upaya menenangkan rasa yang tidak dan perasa’an, yang tidak nyaman, agar menjadi enak dan nyaman.

Caranya,,, setelah berada di tempat/ruang semedi. Dalam keada’an duduk siap bersamadi, tempelkan telapak tangan kanan, ke dada sebelah kiri, dimana terdapat detak jantung. Seperti yang nampak pada gambar;Patrap Palungguh

Lalu baca “PALUNGGUH PAMBUKA” 3x.
PALUNGGUH PAMBUKA;
Sedulur Papatku.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 3x.

Lalu tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung, lalu keluarkan napas panjang dan pelan serta dalam pula melalui mulut, lakukan cara ini hingga tiga kali berturut-turut, hingga terasa plong/lega.

Langkah Kedua…
Adalah Patrap KUNCI;
Robah Patrap Palungguh, menjadi patrap Kunci, dengan tetap duduk rileks dan santai menikmati rasa plong/lega hasil palungguh tadi. Satukan dan pertemukan kedua telapak tangan, lalu letakan tepat didepan wajah, kedua ibu jari, menempel tepat dibawah kedua lubang hidung, sedangkan kedua jari telunjuk, tepat berada di tengah kening atau diantara kedua alis, sementara kedua siku tangan, lurus sejajar dengan pundak. Seperti yang nampak pada gambar;Patrap Kunci

Lalu baca “KUNCI” 7x.
KUNCI untuk Lelaki;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine sateriyo.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake sateriyo sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca… 7.x.

KUNCI untuk Wanita;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine wanito.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake wanito sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca… 7.x.

PENJELASAN;
Bacalah Kunci dengan perlahan dan santai/rileks, jangan terburu-buru, hayati setiap kalimat yang terbaca dalam hati, dengan penghayatan rasa, ingat…!!! dengan penghayatan rasa, bukan dengan perasa’an “sebab” di antara celah-celah baca’an Kunci, ada Wahyu Panca Laku/iman yang tersebut Manembahing Kawula Gusti, yang proses cengkok dan endingnya Manembahing Kawula Gusti tersebut, harus kita mengerti dan pahami serta kita ketahui, agar mengerti dan paham serta tahu, apa yang di sebut Kunci yang memiliki Laku manembahing kawula gusti tersebut.

Ingat…!!!
Patrap Kunci itu, pada hakikatnya, adalah Manembahing Kawula Gusti, karena itu, cara bacanya jangan terburu-buru, harus tawaduk, sopan santun, tata-titi-surti ngati-ati, santai, pelan dan penuh penghayatan rasa, yang semakin di hayati, akan semakin terasa prosesnya, yang detik demi detik, menjalar di sekujur tubuh kita, mengalir bersama aliran darah kita, terus rasakan, dan rasakan lebih dalam getarannya, di barengi dengan membaca
Kunci hingga selesai 7x.

Langkah Ketiga…
Adalah Patrap PAWELING;
Setelah selesai membaca Kunci 7x. Robah Patrap Kunci, menjadi Patrap Paweling, caranya; dengan tetap rilek dan santai, turunkan kedua tangan secara bersama’an, secara perlahan, dengan tetap penuh penghayatan rasa, ke bawah, hingga berada tepat di tengah dada. Seperti yang nampak pada gambar;Patrap Paweling
Lalu baca “PAWELING” 3x.
PAWELING;
Siji-siji – loro-loro – telu telonono.
Siji sekti – loro dadi – telu pandito.
Siji wahyu – loro gra’trahino – telu rejeki.
Dibaca… 3.x.

PENJELASAN;
Setelah selesai membaca Paweling 3x. Lalu diam sejenak. Rasakan Getaran dari tekanan kedua energi yang ada di kedua telapak tangan, dengan tetap penuh penghayatan rasa, terus rasakan dan rasakan terus hingga beberapa waktu lamanya. Ingat…!!! Patrap Paweling, pada hakikatnya, adalah Manunggaling Kawula Gusti, artinya, harus benar-benar merasakan kemanunggalannya kawula dan gusti tersebut. Jika kita mampu berhasil menghayati getaran dari tekanan kedua energi yang ada di kedua telapak tangan kita, maka kita akan mengerti, memahami dan mengetahui kemanunggalan kawula gusti kita.

Langkah Ke’empat…
Adalah Patrap MIJIL SAMPURNO;
Setelah merasa cukup dalam merasakan proses cengkok dan ending serta klimaxnya Paweling yang hakikatnya adalah kemanunggalan kawula gusti, lalu robah patrap Paweling menjadi Patrap Mijil, dengan cara, tetap rileks dan santai, geser tangan kiri ke samping pinggul kiri, sedangkan tangan kanan, tetap berada di posisinya semula. Ibu jari tangan kiri, menempel pada tulang rusuk yang paling bawah, yang paling pendek, sedangkan jari telunjuk tangan kiri, lurus mengarah ke pusar perut/wudel. Seperti yang nampak pada gambar;Patrap Mijil

Lalu baca “MIJIL SAMPURNO” 1x.
MIJIL SAMPURNO;
Asmo sejati…
Jeneng siro mijilo.
Panjenengan ingsun kagungan karso.
Arso nyampurna’ake Sri mawur.
Bajang wurung komo wurung.
Kang umijil soko raganingsun.
Reksanen murih kelaksanan sampurno.
Bali maring asal usul sangkang paraning dumadi.
Asal suci baliyo menyang suci dadi suci.
Asal banyu baliyo menyang banyu dadi banyu.
Asal Angin baliyo menyang angin dadi angin.
Asal geni baliyo menyang geni dadi geni.
Asal sari-sarining bumi baliyo menyang sari-sarining bumi dadi sari-sarining bumi. Asal urip baliyo menyang urip dadi urip.
Kanti teguh rahayu slamet.
Dibaca… 1x.

PENJELASAN;
Setelah membaca mijil sampurno 1x. Lalu Diam… dan robah posisi kedua tangan, yang semula Patrap Mijil, menjadi seperti yang nampak pada gambar;Patrap Semedi

Lalu….
Buka Mata hati/bathin, tutup mata lahir, bebaskan semua Panca indera, pikiran, angan-angan, jangan sampai ada satupun tekanan atau beban, bebaskan dan merdekakan. Mungkin, pikiran atau angan-angan, teringat hal-hal di luar sana, misal, ingat pekerja’an, teman, pacar, anak, isteri, suami, hutang, motor, mobil dll, biyarkan, bebaskan, merdekakan untuk beberapa menit, maksimal lima menit. Jangan lebih.

Setelah lima menit…
Lalu tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung, lalu keluarkan napas panjang dan pelan serta dalam pula melalui mulut, lakukan cara ini hingga tiga kali berturut-turut, hingga terasa plong/lega atau tidak plong/lega. Maksudnya… setelah melakukan ini, bisa plong/lega atau tidak plong/lega. Ingat…!!! jangan sampai lupa. Bahwa Sejatinya Patrap Mijil, adalah Sampurnaning Kawula Gusti. Jadi….

Segera tundukan kepala, tundukan pula ego kita, tanggalkan semua bentuk takut dan ragu serta bimbang. Kemudian berkatalah secara sadar dalam hati, dengan nada lirih dan jujur apa adanya. Seperti Contoh Di Bawah INI;

“ Tuhan… saya salah, saya dosa, saya memang salah ya Tuhan, saya memang dosa, sungguh saya bodoh, tidak mengerti apa-apa, tidak paham apa-apa, tidak tahu apa-apa, tidak bisa apa-apa, tapi saya selalu sok ngerti, sok paham, sok tahu, sok bisa, sok pintar, padahal saya bodoh dan dungu, goblog, tidak punya kuasa apa-apa dan tidak bisa apa-apa, kini saya sadar dan bertaubat serta berserah diri hanya kepada-Mu wahai yang Maha Segalanya, sesembahan yang tiada duanya”

“Saya Pasrahkan anak-ku, istri/suami-ku, pacar/kekasih-ku, keluarga-ku, saudara/saudari-ku, masalah-ku, keperluan-ku, kepentingan-ku, kebutuhan-ku, hutang-ku, jiwa raga-ku, dunia akherat-ku, hidup mati-ku dan semuanya serta segalanya tentang-ku. Saya serahkan dan saya pasrahkan hanya kepada-Mu wahai Dzat Maha Suci sesembahan-ku yang tunggal dan Maha Segalanya, sungguh saya tiada daya dan upaya apapun jika tanpa-Mu, mulai sekarang, semua dan dan segalanya, terserah-Mu, apapun keputusan-Mu, aku terima, mulai saat sekarang ini. Saya akan tunduk dan turut hanya kepada-Mu saja”

“Karena saya berasal dari-Mu dan Milik-Mu, maka saya akan mengabdi dan kembali hanya kepada-Mu saja. Engkau jadikan apapun diri ini di dunia dan di akherat nanti, saya tetap siap sebagai abdi setiamu”

(Pemberitahuan; Bahasa yang saya contohkan diatas, bisa diubah sesuai sikon pribadi masing-masing, yang pasti, kurang lebih intinya seperti yang saya maksud dalam contoh diatas)

Lalu Diam…
Jika Anda bisa berhasil berkata Jujur apa adanya kepada Dzat Maha Suci dan sungguh-sungguh pasrah dan berserah diri lahir dan bathin serta bertaubat kepada Dzat Maha Suci. Seperti yang saya contohkan diatas. Air mata Anda akan menetes/berlinang, membanjiri pipi, dada, hingga kedua kaki Anda yang sedang bersimpuh. Jika air mata mulai menetes, diawal atau di pertengahan ungkapan seperti yang saya contohkan diatas, jangan berhenti, terus dan terus katakan berulang kali, apa yang saya contohkan diatas, sampai selesai, sampai puas, sampai plong, sampai lega, hingga tak ada lagi yang bisa di katakan, kecuali linangan air mata. Nikmati dan Rasakan Linangan Air mata yang semakin di rasakan semakin berderai tersebut. Rasakan lebih dalam, dan lebih dalam lagi, terus rasakan dan nikmati dengan sadar, jangan hanyut dan terlena, berusahalah untuk tetap sadar. Tidak larut dalam tangisan. Jika Anda sadar, dan benar-benar sadar, sesadar-sadar. Maka Anda akan mengetahui Klimaxnya Patrap Mijil Sampurno.

Klimaxnya apa…?!
Klimaxnya adalah Tenteram.
Tenteram itu apa…?!
Tenteram itu Sampurna.
Sampurna itu bagaimana…?!
Sampurna itu semuanya dan segalanya.

Intinya,,, di dalam Patrap Semedi Mijil Sowan, adalah mempelajari cengkok dan endingnya Manembahing Kawula Gusti. Manunggaling Kawula Gusti. Leburing Kawula Gusti dan Sampurnaning Kawula Gusti. Agar supaya bisa mengetahui Klimaxnya Sampurnaning Pati Urip.

Kalau kita kisa berhasil mengetahui Klimaxnya Sampurnaning Pati Urip. Kita akan Memperoleh alias mendapatkan kesempurna’an dan Merasakan Sejatinya Tenteram, yang nantinya bisa Menenteramkan Kehidupan lahir dan bathin kita sendiri dan semuanya serta segalanya yang terkait dengan diri pribadi kita, seperti anak istri keluarga tetangga dll, termasuk kepentingan, kebutuhan, keperluan dan masalah apapun selesai, dengan sangat indah tanpa masalah.

Apa itu sejatinya tenteram…?!
Seperti apa rasanya Tenteram?
Kok sebegitu pentingnya…

Apa itu sejatinya tenteram…?!
Tenteram adalah sikon asal usul kita sebelum dicipta menjadi menusia Hidup oleh Dzat Maha Suci Tuhan kita, dan di dalam sejatinya Tenteram itulah, Dzat Maha Suci Tuhan kita berada.

Seperti apa rasanya Tenteram?
Rasanya tenteram itu, seperti di waktu kita mencapai puncak klimax sa’at berhubungan badan (SEKS) dengan orang yang kita cintai/sukai.

Bisa ketebak kan…?
Rasanya…?

Itulah Wujud Gambarannya Tenteram. Itulah RasaTenteram yang saya maksud. Saking Tentramnya, sampai-sampai disaat klimax, semuanya dan segalanya terlupakan, tak satupun yang di ingat saat klimax, bahkan dirinya sendiri, lelaki atau bukan, sudah tidak tahu lagi. Itulah tenteram, itulah intisari pati dari semua dan segalanya yang di cari dan di lakukan oleh semua makhluk hidup.

Dan Itulah yang dicari sa’at kita bersamadi menerapkan Wahyu Panca Ghaib. Gambaran Rasanya seperti di Sa’at kita klimax (seks), tapi Prakteknya tidak seperti sa’at klimax (seks), karena tenteram yang di hasilkan sa’at klimax (seks), membuat kita lupa diri, lupa semuanya, lupa segalanya.
Disini, dalam menerapkan Wahyu Panca Ghaib ini, kita mencari Tenteram yang sebenarnya, bukan yang semu, tidak lupa diri seperti di sa’at klimax (seks). Melainkan dengan sadar, sesadar-sadarnya, semakin kita sadar, semakin kita mengerti apa itu Dzat Maha Suci Tuhan, semakin murni kesadaranya, semakin memahami bagaimana itu Dzat Maha Suci Tuhan, semakin sering mengalami tenteram secara sadar dan murni, maka akan bisa mengetahui semua dan segalanya tentang Dzat Maha Suci Tuhan secara jelas dan nyata, detail serta PASTI. Bukan katanya atau nanti atau ghaib.

Caranya bagaimana?
Caranya Ada tiga tahap atau level atau tingkatan, dan tingkat/level/tahap Pertama dan level kedua-nya. Seperti yang sudah saya Uraikan tempo hari dan sekarang ini, bukan yang lain. Yaitu Laku Murni Menuju Suci Alias Wahyu Panca Ghaib di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.

Langkah kelima…
Adalah Patrap “SINGKIR”
Dengan tetap menggenggam/menikmati rasa Enak… Plong… maksudnya, rasa enak itu tidak buyar, masih tetap ada dan dapat di rasakan. Lalu Berdirilah tegak, kaki rapat. Kemudian kondisikan kedua tangan seperti Patrap Kunci, namun kedua ibu jarinya, masuk ke dalam mulut.

Jelasnya;
Patrap Kunci dan Patrap Singkir, itu sama, hanya bedanya, kalau Patrap Kunci, kedua ibu jarinya diatas bibir atas dan di bawah lubang hidung, kalau Patrap Singkir, kedua ibu jarinya masuk kedalam mulut dan menempel di langit-langit mulut “cethak” kalau bahasa jawanya.

Lalu baca SINGKIR 3x.
SINGKIR untuk lelaki;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine sateriyo.
Hananiro hananingsun.
Wujudiro wujudingsun.
Siro sirno mati dening sateriyo sejati.
Ketiban iduku putih. sirno layu dening Asmo sejati…)
Dibaca…3x.

SINGKIR untuk wanita;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine wanito.
Hananiro hananingsun.
Wujudiro wujudingsun.
Siro sirno mati dening wanito sejati.
Ketiban iduku putih. sirno layu dening Asmo sejati…)
Dibaca…3x.

Lalu hentakan kaki kanan ke tanah, tiga kali, lalu keluarka kedua ibu jari dari dalam mulut, lalu meniyup ke atas tiga kali, meniyup ke bawah tiga kali dan meniyup ke kedua telapak tangan satu kali. lalu usapkan kedua telapak tangan, ke seluruh bagian tubuh, hingga ke organ vital/kelamin.

Langkah ke’enam…
Adalah Patrap “PALUNGGUH PANUTUP”
Lalu duduk bersilah lagi, lalu kondisikan tangan kanan menempel di dada sebelah kiri, seperti langkah awal. secara perlahan Sembari membaca PALUNGGUH PANUTUP tiga kali.Patrap Palungguh

“PALUNGGUH PANUTUP” 3x;
Asmo Sejati.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 3x.
Dan SELESAI. Lakukan Patrap Mijil Sampurno ini, tiap hari atau tiap malam dengan MERDEKA, tanpa terikat waktu dan arah menghadap di saat Bersamadi. Sampai benar-banar mengetahui Klimaxnya Mijil Sampurno, yaitu bersihnya lahir dan bathin, terhapusnya semua dan segala noda lahir bathin kita, hidup tanpa kebencian, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, fitnah dll, yang selama ini menyiksa dan membebani serta membelenggu kehidupan kita. Dan ingat…!!! Hakikatnya Patrap Mijil Sampurno adalah pembersihan lahir bathin diri pribadi kita, seperti yang sudah saya maksud dalam uraian diatas. Sedangkan Singkir, adalah Sampurnaning Pati Urip. Ini harus benar-benar di ketahui klimaxnya, bukan sebatas katanya dan sekedar katanya, melainkan benar-benar nyata Sampurna Pati Urip.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Sepenggal Cerita WEB DI Alas Ketonggo Ngawi Jatim:


IMG_20170902_154625

Sepenggal Cerita WEB DI Alas Ketonggo Ngawi Jatim:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Ngawi Jatim. Hari Sabtu. Tanggal 2 September 2017.

Srigati Alas Ketonggo Menyimpan Berjuta Misteri;Alas Ketonggo (3)

SRIGATI…
Begitulah nama yang terkenal di kalangan masyarakat Ngawi, dari pada nama asli hutannya, yaitu Alas Ketonggo. Nama Srigati ini, sebenarnya merupakan sebuah tempat dimana seseorang mencari kedamaian batin untuk mendapatkan pencerahan dari sang pencipta, agar dapat menyelesaikan sebuah masalah atau sekedar mendekatkan diri kepada sang Kholiq, dalam melupakan sejenak masalah duniawi.

Dulu, di sekitar awal tahun 2001, dalam proses pencarian Tuhan, yang awalnya saya kira Tuhan itu berada di nan jauh di sana, saya pernah manekung di sini, selama 90 hari kurang lebihnya, dan selama manekung 90 hari kurang lebihnya, sedikit banyaknya, saya mengetahui seluk beluk hutan terseram dan terngeri di kaki gunung Lawu ini.

Salah satunya Srigati. Srigati merupakan tempat yang banyak memiliki misteri, yang tidak bisa di ungkap dengan kekuatan manusia, karena hanya Allah SWT yang maha tahu.

Dan Yang saya ketahui saat itu. Srigati, yang saya sendiri lebih suka menyebutnya dengan Eyang Srigati.

Adalah Priyagung, seorang begawan dari Benua Hindia, salah satu sisa perang Baratayudha yang masih hidup, dan kemudian datang ke ketanah jawa, untuk melupakan kenangan Baratayudha, perang terbesar dan terngeri di sepanjang sejarah hidup bangsa manusia.

Beliaulah yang menurunkan Kerajaan-kerajaan di seluruh Indonesia, mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram, Singosari, dan seterusnya. Semua lelaku Spiritualnya kerajaan Indonesia yang pernah ada dan berjaya, kisahnya tertuang di Punden Srigati, yang terdapat di desa Babatan kec. Paron. Kab. Ngawi Alas Ketonggo Jatim ini.

NGAWI….
Alas Srigati ataupun dikenal dengan sebutan alas Ketonggo ini, merupakan tempat sejarah legenda raja-raja kerajaan indonesia, khususnya Jawa dwipa.

Selain Punden Eyang Srigati, ada sekitar 12 lebih tempat petilasan lainnya. Seperti Punden Krepyak Syeh Dombo atau Palenggahan Agung Brawijaya, Padepokan Kori Gapit, Palenggahan Watu Dakon, Sendang Drajat, Sendang Mintowiji, Goa Sido Bagus, Sendang Suro, dan Kali Tempur, tempat dimana saya mendirikan tenda untuk istirahat saat ini.

Mengapa alas ketonggo menjadi sinandi pencerahan rohani dan jasmani, beserta kejayaan umat manusia, di dalam pengetahuan luhur budaya Jawa…?!IMG_20170902_173311

1. Alas Ketonggo, walaupun disebut hutan yang oleh beragam makhluk hidup seperti pepohonan, hehewanan serta makhluk halus yang berasal dari arwah-arwah para leluhur masa silam, sebagai ekspresi fenomena hawa dan nafsu kita semua, yang liar dan terkendali.

2. Sinandi alas ketonggo sebagai sinandi kehidupan jagat cilik (hawa dan nafsu-kita) dan jagat gedhe (alam semesta).

3. Alas ketonggo dalam pengertian jagat cilik, adalah fenomena kehidupan kita, yang pada dasarnya sulit dikendalikan, tetapi harus mampu kita kendalikan.

Sedangkan alas ketonggo, dalam arti makro atau dalam pengertian nyata, seperti Kraton beserta Raja-nya sebagai sentral budaya, tempat-tempat yang dimitoskan atau disakralkan dalam kegiatan peziarahan.

4. Alas Ketonggo tempat arwah-arwah para leluhur yang telah meninggalkan dunia, puluhan hingga ratusan tahun yang lalu, namun belum berpulang ke hadirat Tuhan, dan masih menyimpan rapi di dalam tubuh halus maniknya.

5. Banyak pengetahuan masa silam yang sebagai simbol jati diri dan identitas bangsa-mu di Alas Ketonggo. Oleh itu, kehidupan para arwah leluhur masih aristokrat, sesuai peradaban budayanya lalu.

6. Peradaban budaya beserta nilai-nilai luhur masa silamnya, menyimpan potensi kekuatan identitas dan jati diri bangsa-mu.

Apabila bangsa-mu ingin jaya dan menjadi terang dunia harus berpijak pada budaya atau jati diri dan identitasmu.

7. Jangan melupakan sejarah atau budaya leluhur-mu, jika melupakan sejarah dan budaya-mu dari situlah kelemahan bangsa-mu. Arti pesan yang mendalam bahwa kita tidak boleh meninggalkan budaya dan sejarah masa lalu para leluhur kita.

8. Pahamilah sandi Alas Ketonggo, sebab dialah yang menyimpan sejarah, rahasia dan kenangan masa lalu, yang dapat membantu dirimu untuk menemukan jati diri dan identitasmu.

9. Bukankah bangsamu mengalami krisis keyakinan dan kepercayaan akan jati diri dan identitasmu. Artinya bangsamu telah asing mengenali potensi dirinya.

10. Bahkan bangsamu tidak mengetahui dan menyadari kekrisisannya. Itulah bencana akibat meninggalkan pilar dan pondasi budayanya.

11. Negara dan bangsa manapun akan mengalami kejayaan jika telah menemukan jati diri dan identitasnya (budayanya) dan itu tersimpan dalam sandi Alas Ketonggo.

12. Walaupun sandi Alas Ketonggo disebut dan dikatakan mitos bagi pemahaman modern, tetap mereka jaya sebagai pusat pemikiran dikarenakan berangkat dari mitos atau yang disebut angan-angan, harapan, cita-cita, impian, dll.

13. Bangsa manapun tidak akan maju dan jaya jika meninggalkan angan-angan, harapan, cita-cita, keinginan, kehendak, harapan, impian yang kesemuanya adalah simbol mitos.

14. Lihatlah bangsa-bangsa yang telah jaya, mereka mengawali kejayaannya dengan kesadaran kolektif mitosnya di dalam jiwa pikiran, perasaan, budi dan perilaku indera jasmaninya atau cipta, rasa dan karsanya.

15. Alas Ketonggo sandi untuk menggali jati diri dan identitasnya sebagai awal mengumpulkan kekuatan untuk terbebaskan dari kesengsaraan, derita, ketidaktentraman dan ketidakdamaian, ketidakmakmuran, kemiskinan dan belenggu bangsa-mu.

16. Bangsa yang telah jaya menggali budaya asalnya sendiri melalui prosesi sinandi alas ketonggo dengan menghormati perjuangan leluhurnya.

17. Bagaimana bangsamu atau dirimu akan mendapatkan pencerahan dan kemerdekaan hidup bagi bangsamu, jika dirimu saling berjuang demi kepentingan dan kekuasaan kelompok-mu.

18. Salah satu nasehat sinandi Alas Ketonggo,“Janganlah energi jiwa hawa dan nafsumu saling bertubrukan menyalakan api kesengsaraan yang menambah dirimu atau bangsamu saling terbelenggu dan membelenggu”.

19. Jika energi jiwa hawa dan nafsumu saling bertubrukan atau bertabrakan maka dirimu akan saling memiliki kebingungan, saling memiliki kekhawatiran, saling memiliki ketakutan, sekalipun hal itu terungkap atau tidak terungkap.

20. Masuklah ke alam alas ketonggo, disitulah banyak pengetahuan yang mengisi kekurangan dan kelemahanmu, agar dirimu tidak mudah bingung, takut, khawatir, menderita dan sengsara, dll.

21. Jika dirimu mampu membuka sinandi Alas Ketonggo, ambillah potensi lebihnya dan jadikan kelemahannya menjadi hikmah, agar dirimu trampil menghimpun kekuatan dan mengerti keinginan dan kehendak energi hawa dan nafsu untuk menyelamatkan generasi muda bangsa-mu.

22. Jika telah mampu membuka sinandi Alas Ketonggo, para leluhurmu akan berinteraksi denganmu dan memberikan pengetahuan yang memubuat bangsa-mu jaya dan maju.

23. Memasuki alas ketonggo diperlukan seni ketrampilan melepaskan belenggu tubuh jasmani, jika tidak memiliki hanya akan dapat kesunyian dan aktivitas kesendirian tanpa arti dan makna seperti melamun atau menghayal.

24. Alangkah lebih lengkapnya jika dirimu yang memiliki kecerdasan akal jasmani, kemudian memiliki kecerdasan rohani di dalam pikiran, perasaan dan budimu, maka pengetahuan dan ketrampilanmu akan disebut seimbang.

25. Sungguh keseimbangan diperlukan jika memasuki alas ketonggo, agar akal jasmani dipersiapkan agar tidak mengalami gejolak keterbatasan dengan kehidupan rohani.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya