PERSIAPKAN DIRIMU WAHAI PARA PUTERA RAMA:


PERSIAPKAN DIRIMU WAHAI PARA PUTERA RAMA:
(KESAKSIAN Wahyu Panca Gha’ib)
Oleh Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Sabtu Kliwon. Tgl 30 Mei 2016

Duh… Gusti ingkang moho suci, celikkan setiap mata hati yang buta, dan lembutkan setiap hati yang keras, serta ajari setiap putero untuk mengerti dan paham, apa yang Engkau sampaikan, kepadaku sa’at Manembah Sungkem Patrap Bersimpuh dihadapan-Mu, pada hari Jumat Wage Tanggal 29 April 2016. Engkau perlihatkan kepadaku sebuah gunung besar, yang siap untuk meletus sewaktu- waktu. Dan Engkau perlihatan pula kepadaku, banyak orang yang berlalu lalang disebuah jalan dekat gunung itu, mereka berlalu lalang dengan santainya, tanpa rasa takut, padahal gunung itu bisa meletus dahsyat sewaktu- waktu.

Aku mencoba berteriak kepada semua orang di sekitar gunung itu, tetapi sayangnya mereka tidak ada satupun yang memperdulikan peringatanku, karena enggan menyaksikan dengan apa yang akan terjadi detilnya, akupun menyudahi semediku, setelah palungguh, lalu aku bergegas bangkit dan pergi keluar dari tempat semedi, namun jangankan pergi keluar meninggalkan tempat semedi, bangkit berdiri saja tidak mampu, lemas lunglai seakan tak bertulang.

Tak lama kemudian, tiba-tiba mataku terbelalak menyaksikan bentangan samudera dihadapanku, aku melihat di tengah laut muncul sosok seperti malaikat yang pernah aku lihat di film-film bioskop, berbentuk AIR BAH dan API yang siap untuk menghancurkan dunia seluruhnya, aku berusaha untuk berpaling dari pemandangan itu, karena aku pikir itu hanya fikti hayalan atau halusinasi angan-anganku, namun mataku terpaku dan terasa dipaksa untuk menyaksikannya.

Sehingganya, mau tidak mau, aku menyaksikannya, tiba- tiba aku melihat, ditengah- tengah Api dan Air Bah itu, ada sepasang tangan yang sedang KUNCI, setelah aku amati tangan itu, ternyata adalah tangan-tangan orang-orang yang sedang Patrap Laku Wahyu Panca Gha’ib

Tiba- tiba aku melihat “ROMO” yang sedang mengumpulkan “PUTERO-PUTERO-Nya” dan membawanya masuk kesuatu tempat. Aku pun ikut masuk bersama yang lainnya itu, dan kulihat didalam tempat itu, ada istriku, ada anaku, ada kedua orang tuaku, ada adik kakaku, ada keluargaku, ada kakek neneku, ada seluruh leluhurku, dan beberapa orang lain yang tidak aku kenal, jumlahnya tidak banyak.

Tetapi saat aku hendak masuk ketempat itu, tiba- tiba ada sosok yang menarik kakiku dan menginginkan aku turun. Aku tidak mau turun, karena aku mau ikut “ROMO” Tetapi “ROMO” Berkata sambil tersenyum. Selesaikanlah dulu Tugas yang sudah AKU tetapkan bagimu.

Akhirnya aku turun kembali dengan dibekali tambahan Cinta Kasih Sayang, dan di sepanjang perjalanan turun, aku melihat pemandangan yang begitu menakutkan dan mengerikan….
PENYIKSAAN, PENGANIAYAAN dan KEJAHATAN TERJADI DIMANA- MANA…
Aku melihat seseorang yang dibelah wajahnya, anak kecil yang dikubur hidup- hidup, dan anak kecil yang ditenggelamkan di sungai dan dilakukan oleh orang- orang yang mereka kenal, ada murid atau santri yang di kawini guru atau kiyainya, ada anak gadis yang di perkosa bapak kandungnya, ada seorang ibu yang di perkosa anak kandungnya, ada orok yang hancurkan, ada bayi yang di cekik ibu kandung, ada saudara kandung yang salin bunuh karena rebutan warisan, teman makan teman, sahabat nikam sahabat dll…

Aku hanya bisa melihat dan tak bisa melakukan apa- apa, tiba- tiba aku melihat salah seorang Saudaraku ada disana. Aku berlari menghampirinya dan mengatakan, supaya dia segera Laku Wahyu Panca Gha’ib, tetapi sayangnya dia malah pergi meninggalkanku, sambil mengolok-olok dan menghinaku, aku melihat lagi ada salah seorang Kadhangku disana, lalu aku mencoba lagi untuk menasehatinya, agar Laku Kunci dengan tepat, namun sayang, lagi-lagi dia malah menghujatku, menghinaku dan meninggalkanku dengan sinis.

Setelah melihat semua kejadian yang mengerikan itu, aku berkata, ” Romo,,, cukup Romo,,, sudah cukup Romo,,,, aku tak sanggup lagi menyaksikan semuanya itu.”

Lalu dengan bergetar, aku berusaha mengumpulkan sisa-sisa tenaga, untuk bisa melakukan Patrap Laku Wahyu Panca Ghaib. Hingga selesai dengan Tenteram.

Ke Esokan Harinya, memasuki malam sabtu kliwon, Tgl 30 Mei 2016, jam 18:00 petang, aku melakukan Patrap Sungkem lagi, menggunakan Mijil Sowan. Dan apa yang sudah terurai diatas, terulang lagi, aku alami lagi, sama persih, hanya saja, kalau kemaren aku alami dengan tebakan dan ketakutan, namu yang keduanya, aku alami dengan iman dan kemantapan, sehingganya lebih detil dan jelas, sejelas yang sudah saya uraikan diatas.

Para Kadhang dan Sedulur semuanya tanpa terkecuali. Tidak lama lagi… Romo akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi, darah dan api serta gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah. Sebelum datangnya hari (……) yang hebat dan dahsyat itu.

Tetaplah berjaga dan waspada “Eling lan Mituhu” yang “tidur” segera “bangun” kita harus selalu Hidup dalam kebenaran-Nya, jaga hati dan jaga pkiran kita “Rasa dan Perasa’an” agar kelak saat Romo Mijil, Dia menjumpai kita tak bercacat cela dan layak untuk Manunggal bersama-Nya.. Jangan sampai tertinggal dan masuk dalam masa aniaya besar yang akan segera terjadi tidak lama lagi.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan BaGu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Benarkah Kita Butuh dan Perlu Kejujuran Dari Setiap Orang…?! Khusunya Orang-orang yang kita kenal…?!


Wong Edan Bagu

Benarkah Kita Butuh dan Perlu Kejujuran Dari Setiap Orang…?!
Khusunya Orang-orang yang kita kenal…?!
Ungkapan Rasa Wong Edan Bagu:
Oleh Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Kamis Pon. Tgl 28 April 2016

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses Selalu Para Sedulur dan Kadhang Kinasihku sekalian, dimanapun adanya. Mari kita sejenak merenung, tentang kejujuran, yang konon mitosnya banyak di gandrungi oleh banyak manusia hidup pada umumnya. Dengan kisah diri pribadi saya sendiri, karena dalam hal apapun, sekarang saya tidak mau sembunyi dibalik apapun dan siapapun, karena itu, saya menceritakan diri pribadi saya, sebagai bahan soal dalam hal apapun yang saya ungkap tentang Laku Spiritual Hakikat Hidup yang saya jalani.

Konon kabarnya, bisa dikatakan 99% dari kita, manusia hidup, sangat suka dan butuh kejujuran dari siapapun, terutama dari orang-orang yang dekat dengan kita khususnya, dan para pejabat sebagai pemimpin kita pada umumnya. Benarkah…?!

Sepertinya, tidak sepenuhnya benar. Hanya sebagian kecil saja, yang benar. Sebagiam besarnya, berontak, menolak, bahkan tidak terima senang, ketika mendapatkan sebuah kejujuran dari siapapun yang kita anggap ada.

Contohnya seperti yang saya alami sendiri sa’at-sa’at sekarang ini. selain di artikel umum. Di dalam Tulisan kisah nyata sejarah perjalanan hidup saya. Saya telah mengakui sepenuhnya, semua keburukan saya, kejelekan saya, kebejatan saya, kejahatan saya, dengan apa adanya, tanpa petutup apapun, blak kotak opo anane. Bahwasannya… saya adalah mantan penjahat yang benar-benar hitam riwayatnya, bagaimana tidak, hampir semua bentuk kejahatan dan keburukan pernah saya lakukan. Mulai dari mencuri sampai menipu, mulai dari merusak rumah tangga orang, sampai merusak anak gadis orang, jadi perampok, jadi mafia, jadi pengedar obat terlarang, jadi pencopet, jadi pemabuk, jadi gelandangan, jadi penjudi, jadi gay, jadi preman, jadi gigolo, hingga jadi pengacau. Semua saya akui satu persatu dengan sangat jujur, berulang kali saya akui dengan sangat sadar, tanpa tutup tanpa tedeng aling-aling, mulai dari biografi dan artikel hingga berupa rekaman vidio yang saya apload di you tube, tanpa malu, semuanya saya akui dan saya ceritakan dengan sadar dan penuh penyesalan.

Sampai-sampai saya wanti-wanti berpesan kepada siapapun yang membaca tulisan saya itu atau mendengar rekamannya, jangan sampai meniru, karena sungguh itu sangat bejat dan hitam. Cukup saya yang mengalami dan ambilah hikmah dari kisah perjalanan saya tersebut.

Tapi apa yang terjadi, ketika mendengar katanya orang, tentang masa lalu saya itu, wah,,, kebenciannya tak bertepi, tiada habis-habisnya mengolok-olok saya, tak ada henti-hentinya menyebarkan keburukan saya, dengan bumbu-bumbu racikannya sendiri, padahal hanya dari katanya orang, sebelum mendengar dan mendapatkan katanya orang, sudah lebih dulu mendapat pengakuan langsung dari saya, dengan jujur apa adanya, tentang masa lalu saya. Ditambah lagi, dengan selingan kata yang sering saya sisipkan diantar artikel kesaksian spiritual yang saya postingkan di internet.

Mungkin karena menurutnya, bahasa saya di setiap artikel yang saya postingkan di internet, terkesan sombong, mengaku benar sendiri, memojokan suatu golongan tertentu, pamer atau pamrih dll. Padahal itupun bentuk kejujuran saya.

Beberapa kali saya jelaskan, bahwa Wong Edan Bagu yang sekarang, bukan Wong Edan Bagu yang dulu lagi, sudah insyaf, sudah tobat, sudah tidak akan mengulangi masalalu yang bejat lagi hitam kelam itu, semuanya telah saya tinggalkan, semuanya telah saya korbankan, tidak ada satupun masa lalu yang saya bawa sekarang ini. kecuali jiwa raga dan iman, dan saya telah bertekad untuk menghabiskan sisa umur/usia saya, untuk mengabdi kepada Hyang Maha Suci Hidup dan menebar iman Cinta Kasih Sayang kepada siapapun dan apapun. Sembari mengabarkan semua hasil Laku Spiritual Wahyu Panca Gha’ib, yang saya peroleh setiap waktunya secara umum, tanpa kotak dan bendera apapun serta tedeng aling-aling. Juga menuntun siapapun yang mau menerima serta Laku bersama saya.

“Bukankah sebaik-baiknya Orang . . . . . Adalah yang sudah Bertobat?! Sudah kah Anda berTaubat…?!”

Berulang kali saya katakan, saya tidak akan mengurangi atau melebihi apapun yang saya peroleh dari Laku. Semuanya akan saya riwayatkan sesuai aslinya dengan apa adanya. Tanpa tutup dan tedeng aling-aling. Ini soal Rasa. Ini tentang Kejujuran. Bukan soal sombong atau tentang pamer. Tapi JUJUR. Namun rupanya tidak seperti yang kebanyakan di katakan. Ingin Jujur dan Butuh Jujur itu, ternyata hanya mitos belaka.

Jika saya berhasil mencapai kesempurna’an spiritual di dalam Laku. Lalu saya mengabarkannya dengan jujur apa adanya, sesuai yang saya peroleh, kesemua yang sedang membutuhkan bukti tentang adanya puncak spiritual. Apakah itu sombong..?!

Kalau saya mendapatkan kesaksian dan bukti tentang kebenaran Firman Hyang Maha Suci Hidup di dalam Laku. Lalu saya menyampaikannya sesuai Firman itu, tanpa saya kurang atau tanpa saya tambahi. Apakah itu pamer..?!

Kalau saya mengakui, bahwa saya bisa membimbing siapapun, untuk bisa mengenal Jati dirinya. Karena saya memang bisa. Apakah saya Sombong…?!
Kalau saya mengakui, bahwa saya tidak bisa meramal nasib atau masa depan seseorang atau meramal nomel togel. Karena memang saya tidak bisa. Apakah saya Sombong…?!

Jika saya mengatakan, saya bisa dan akan menuntun siapapun yang mau, bila ingin mengerti Sedulur Papat Kalima Pancer dan Memahami Guru Sejati-nya. Karena saya memang bisa dan bersedia menuntun siapapun yang mau. Apakah saya Pamer…?!

Jika saya mengatakan, saya akan memberikan bukti, akan kebenaran Hyang Maha Suci Hidup, yang nyata-nyata benar ada, kepada siapapun yang mau. Bila ingin mengenal Hyang Maha Suci Hidup Tuhan-nya. Karena memang saya bisa. Apakah saya Pamer…?!

Sekali lagi saya katakan dengan JUJUR, apa adanya, blak kotak, tanpa tedeng aling-aling. Mulai dari lima agama yang resmi dianggap oleh negara indonesia, sampai ke Kepercaya’an. Adat. Kejawen. Dan beberapa aliran atau ajaran keTuhanan yang ada di tanah air saya ini. Pernah saya masuki, pernah saya pelajari hingga sampai ke ujung pangkalnya. Mulai dari ilmu putih, ilmu hitam, ilmu kuning, ilmu merah, ilmu hijau sampai ke ilmu belang telon istilahnya, saya pelajari tanpa peduli kalimat musrik atau kafir, demi menyelami samudera pengetahuan Hyang Maha Suci Hidup. Semuanya saya korbankan, segalanya saya tinggalkan. Anehkah jika dengan semua lelaku saya itu, terus sekarang saya berhasil mencapai apa yang saya inginkan…?! Salahkan kalau saya ingin mengajarkan keberhasilan ini, kepada siapapun yang mau dan bersedia Laku…?!

Silahkan Para Sedulur Tercinta saya. Sumonggo Para Kadhang Kinasih saya. Direnungkan sendiri-sendiri. Sudah sa’atnya kita bersipat Dewasa. Sudah waktunya kita bersikap Positif. Benci. Dendam. Sirik. Iri. Dengki. Hasyut. Fitnah. Adu domba bersih dari Jiwa Kita-Kita yang mengaku sedang Berspiritual atau Iman Kepada Tuhan. Para Sedulur dan Para Kadhang Kinasihku sekalian. Karena itu dan Untuk itu, sebagai manusia hidup yang mencintai, mengasihi dan menyayangi sesama manusia hidup, mengajak serta… Minimal… Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu. Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu. Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu. Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu. Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan membentuk Nasibmu. Maksimal Jagalah Hati/Qalbumu, karena Hati/Qalbumu akan menentukan Rasamu. Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu. Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Hyang Maha Suci Hidup-mu. tuhan hantu apa hantu tuhan atau hantu-hantuan apa tuhan-tuhanan dll…

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan BaGu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Teori atau Cara untuk Menjalankan Wahyu Panca Gha’ib. Dengan menggunakan Wahyu Panca Laku:


Teori atau Cara untuk Menjalankan Wahyu Panca Gha’ib.
Dengan menggunakan Wahyu Panca Laku:
Oleh Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Rabu Pon. Tgl 13 April 2016

01. Lakunya Kunci itu. Manembahing Kawula Gusti.
Manembahing Kawula Gusti itu, yang seperti apa pak WEB..?!
Manembahing kawula gusti itu, istilah lainnya adalah sembah raga/wujud (sembah-hyang). Manembah itu, artinya sujud atau sungkem. Kawula itu sedulur papat atau empat anasir. Gusti itu wujud atau raga kita. Lakunya, adalah mengajak belajar sedulur papat kita, agar mau mencintai dan mengasihi serta menyayangi wujud/raga kita, yang menjadi tempat berexpresinya. Agar sedulur papat sadar, bahwasannya, mereka berempat, tidak akan bisa berbuat apa-apa jika tanpa wujud/raga. Karena yang menjadi perantara mereka berempat bisa bergerak dan melancarkan aksinya, adalah wujud/raga kita ini. Titik puncaknya adalah mengetahui Hakikat Jatidiri kita yang sebenarnya.

02. Lakunya Paweling itu. Manunggaling Kawula Gusti.
Manunggaling Kawula Gusti itu, yang seperti apa pak WEB..?!
Manunggaling Kawula Gusti itu, istilah lainnya adalah sembah qalbu/bathin (shalat daim). Manunggal itu, artinya menyatu jadi satu, Kawula itu sedulur papat atau empat anasir. Gusti itu wujud atau raga kita. Lakunya, adalah mengajak belajar sedulur papat kita, agar mau bersatu atau menyatu dengan wujud/raga kita. Agar setiap gerak tubuh/wujud/raga dan gerik pikiran/perasa’an. Dapat selaras dengan hati/qalbu/Rasa. Titik puncaknya adalah mengerti Hakikat Sedulur Papat Kalima Pancer kita yang sebenarnya.

03. Lakunya Asmo itu. Leburing Kawula Gusti.
Leburing Kawula Gusti itu, yang seperti apa pak WEB..?!
Leburing Kawula Gusti itu, istilah lainnya adalah Patrap/Semedi. (semelehe memedi). Lebur itu, artinya sirna tanpa bekas, Kawula itu sedulur papat atau empat anasir. Gusti itu wujud atau raga kita. Lakunya, adalah Nang. Neng. Ning. Nung. (tenang, diam, hening, manyatu) melenyapkan sedulur papat dan menyenyapkan tubuh/wujud/raga kita, dari semua kemelekatan apapun itu, agar menjadi fitrah/bersih dari segala masalah yang tidak berhubungan dengan Hyang Maha Suci Hidup. Titik puncaknya adalah memahami Hakikat Guru Sejati kita yang sebenarnya.

04. Lakunya Mijil itu. Sampurnaning Kawula Gusti.
Sampurnaning Kawula Gusti itu, yang seperti apa pak WEB..?!
Sampurnaning Kawula Gusti itu, istilah lainnya adalah berhasil (Sukses) itu, Sampurna itu, artinya tenteram, Kawula itu sedulur papat atau empat anasir. Gusti itu wujud atau raga kita. Lakunya, adalah nggelar jagat/dunia anyar/baru, yaitu jagat/dunia ketenteraman yang penuh dengan Cinta Kasih Sayang terhadap apapun dan kepada siapapun, dan nggulung jagat/dunia lawas/lama, yaitu jagat/dunia kacau balau yang penuh dengan khayal dan kemunafikan. Titik puncaknya adalah mendapatkan Bukti nyata Tentang Hyang Maha Suci Hidup, sesembahan kita yang sebenarnya.

05. Lakunya Singkir itu. Sampurnaning Pati lan Urip.
Sampurnaning Kawula Gusti itu, yang seperti apa pak WEB..?!
Untuk soal yang satu ini, siapapun Anda, harus sudah berhasil dulu, melalui tiga level pelajaran Wahyu Panca Gha’ib, dan mengamalkan pelajaran level empatnya, walau hanya sepintas/sebentar saja. Sebelum itu… Maafkan, saya tidak bisa medar atau mejang atau menjelaskan apapun yang terkait dengan Lakunya Singkir. tersebut Sampurnaning Pati lan Urip. Sebab ini, masalah khusus yang berurusan antara Hidup Dan Mati. Antara Hyang Maha Suci Hidup dan Hidup yang menempati seluruh wujud yang Hidup.

Demikianlah Teori atau Cara untuk Menjalankan Wahyu Panca Gha’ib.
Dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, kalau soal Prakteknya. Sudah saya kemas lengkap dan jelas berwujud Buku dengan Judul. Petunjuk dan Bimbingan Laku Spiritual Hakikat Hidup “Kunci The Power” dan untuk memperoleh Bukunya. Anda bisa Datang Langsung menemui saya “GRATIS” Dan bagi yang tidak bisa datang langsung, namun ingin belajar bisa hingga berhasil sukses. Bearti harus rela/berani memesan Via Paket JNE atau TIKI. Melalui SMS ke nomer telephon yang tercantum disetiap bagian akhir artikel saya. Dengan Mahar Rp. 550.000. sudah termasuk ongkos kirim paketnya untuk wilayah jawa dan luar jawa, tidak termasuk luar negeri/indonesia. Sekian dan Terima Kaksih. Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Kadhang dan Sedulur, khususnya Para Pemegang Buku Bimbingan Kunci The Power. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd:Wong Edan BaGu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Tentang Buku Bimbingan Laku Spiritual Hakikat Hidup: “Kunci The Power”


Tentang Buku Bimbingan Laku Spiritual Hakikat Hidup:
“Kunci The Power”
Oleh Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Rabu Pon. Tgl 13 April 2016

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses Selalu untukmu sekalian, dimanapun berada, artikel ini, saya peruntukan khusus buat para pemilik buku bimbingan “Kunci The Power” dan atau yang belum memiliki tapi ingin memiliki buku “Kunti The Power”.

Apa itu Buku Bimbingan Kunci The Power..?.
Buku Bimbingan “Kunci The Power” adalah buku yang memuat pelajaran khusus bab Panca Gha’ib dan Panca Laku, dilengkapi dengan beberapa ilmu pengertian atau pemahaman yang menjelaskan tentang Wahyu Panca Gha’ib dan Wahyu Panca Laku, semua penjelasan menggunakan bahasa sederhana dan singkat, padat dan jelas. Buku Bimbingan “Kunci The Power” adalah hasil penemuan saya pribadi, didalam lelaku Spiritual Hakikat Hidup. Di dalamnya terdapat empat level Pelajaran Spiritual Hakikat Hidup. Yang pernah saya jalani dan berhasil mengantar saya hingga sampai ke titik finis tujuan hidup saya, hingga berulang kali.

Siapapun Anda, dan apapun tujuan Anda. Jika hendak mempelajari isi buku “Kunci The Power” untuk sementara waktu. Anda harus rela melipat dan menyimpan dulu, apapun ilmu pengertian yang Anda miliki sebelumnya, agar tidak bingung dan harus mau memulainya, dari awal atau tingkat level satu dulu, jika ingin berhasil dan tidak mengalami kesulitan dalam bentuk apapun. Sistem ini juga, berlaku bagi siapapun pemilik Buku Bimbingan “Kunci The Power”. Namun sudah Putro, artinya, sudah menjalankan Wahyu Panca Gha’ib sebelum mendapatkan Buku Bimbingan “Kunci The Power”. Karena ada perbeda’an disini. Bedannya dimana pak WEB..? Bedanya…. baca saja dulu tulisan saya ini, nanti akan tau dimana letak bedanya.

Dan,,, sebelum berhasil melalui tiga level yang terdapat didalam Buku Bimbingan “Kunci The Power”, masing-masing 7 hari berturut-turut, jangan sekali-kali berbicara soal hajat/tujuan, keinginan atau cita-cita dan sejenisnya terlebih dahulu. Karena itu justrus akan mempersulit-mu nantinya, jalankan dulu pelajaran “Kunci The Power” dengan Legowo/Legawa rela hati dari level satu hingga level tiga. Lalu amalkan/jalankan level empatnya sembari menata niyat atau tujuan atau keinganan Anda. Setelah Niyat atau Tujuannya pasti. Lalu hubungi saya, saya akan menunjukan Jalan dan Cara untuk meraih-nya.

Jadi, sebelum menjalankan Wahyu Panca Gha’ib hingga tiga level, dan sebelum berhasil mengamalkan Wahyu Panca Laku walau hanya sepintas. Tujuan untuk mengenal sedulur papat, mengerti jatidiri, memahami guru sejati, mengetahui Tuhan/Allah atau Hyang Maha Suci Hidup. Keinginan untuk bisa sakti, kaya raya, usaha sukses, dagangan laris dll. Simpan saja dulu, menunggu jika Anda sudah berhasil melalui tiga level pelajaran “Kunci The Power”.

Buku Bimbingan “Kunci The Power”, bisa di jalankan oleh siapapun dan dimanapun, tidak peduli apapun suku, ras, adat, agama, latar belakang, asal usul dllnya. Karena Buku Bimbingan “Kunci The Power” adalah hanya judul bukunya, didalamnya, tak lain dan tak bukan adalah Wahyu Panca Gha’ib. Yang sudah sering saya gembar gemborkan di internet, bahwa Wahyu Panca Gha’ib itu, bukan agama, suku, adat, golongan, partai, kebatinan, kejawen, perguruan dll. Wahyu Panca Gha’ib adalah Hidup. Hidup yang menempati seluruh wujud yang Hidup. Tidak peduli apapun agama, suku, adat, golongan, partai, kebatinan, perguruan dll-mu, dan untuk mempelajari Wahyu Panca Gha’ib, tidak harus meninggalkan apapun agama, suku, adat, golongan, partai, kebatinan, kejawen, perguruan dll-mu.

Hanya saja… Wahyu Panca Gha’ib yang saya Syi’arkan berbentuk Buku Bimbingan “Kunci The Power” ini, saya kemas khusus dengan Spiritual Hakikat Hidup dan di Praktekan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku. Yang sudah saya buktikan sendiri kebenaran dan ketepatan serta hasilnya di TKP. Bukan katanya apapun dan siapapun. Jadi, bukan Wahyu Panca Gha’ib yang mungkin pernah Anda temui dan Anda dapatkan diluar sana, yang suka salin sikut antar agama dan keyakinan serta kepercaya’an, salin berebut benar, salin unggul-unggulan, salin fitnah, benci dan dendam antar golongan satu dan golongan lainnya, menghina atau melecehkan sesama, yang pastinya membingungkan Anda. “DISINILAH LETAK BEDANYA”

Dan Harapan saya, artikel saya yang satu ini, bisa di mengerti dan dipahami bagimu sekalian yang ingin tahu bab Buku Bimbingan “Kunci The Power” Karya Cipta saya. Sekian dan Terima Kaksih. Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Kadhang dan Sedulur, khususnya Para Pemegang Buku Bimbingan Kunci The Power. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan BaGu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Bagaimana Aku harus memandang Tuhan..?! Bagaimana Aku harus mencari dan menemui Tuhan..?!


Bagaimana Aku harus memandang Tuhan..?!
Bagaimana Aku harus mencari dan menemui Tuhan..?!
Oleh Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Selasa Kiwon. Tgl 05 April 2016

01. Bagaimana Aku harus memandang Tuhan..?!
Dalam Wahyu Panca Gha’ib. Bagaimana Aku harus memandang Tuhan WEB…?!
Dengan bakti/sungkem yang Hidup. Sebab Aku adalah manusia Hidup. Bukan manusia Mati. Jadi… Bukan dengan bakti/sungkem yang mati.

Bakti/Sungkem yang Hidup itu, yang bagaiamana WEB…?!
Bakti/Sungkem yang Hidup itu, adalah Laku. Laku itu, bergerak selalu-selalu bergerak, menuju Hyang Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya, selain-Nya.

Prakteknya Laku itu, bagaimana WEB…?!
“Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa Kunci”

Maksud Jelasnya WEB…?!
Ada masalah apapun Patrap Wahyu Panca Gha’ib. Tidak ada masalahpun, tetap Patrap Wahyu Panca Gha’ib. Dengan begitu, bakti/sungkemku akan selalu Hidup. Tidak pernah berhenti atau Mati. Karena bakti/sungkemku selalu Hidup. Maka kadar/porsi bakti/sungkemku, selalu bertambah dan meningkat di setiap harinya.

Semakin bakti/sungkemku bertambah, semakin Aku nampak jelas, semakin bakti/sungkemku meningkat, semakin Aku bisa melihat, semakin Aku bisa melihat, maka semakin Aku tahu, dan semakin Aku tahu, semakin Aku bisa mengerti semuanya dan memahami segalanya dengan benar.

Dengan mengerti semuanya dan memahami segalanya itulah. Aku menjadi sadar, dengan sadar inilah. Aku akan menyadari. Bahwa Hyang Maha Suci Hidup itu, benar-benar lebih dekat dari urat leher.

02. Bagaimana Aku harus mencari dan menemui Tuhan..?!
Dalam Wahyu Panca Gha’ib. Bagaimana Aku harus mencari dan menemui Tuhan..?!
Dengan Wahyu Panca Laku. Maka, jalankan/praktekan Wahyu Panca Gha’ib dengan Wahyu Panca Laku.

Apa itu Wahyu Panca Laku WEB..?!
Wahyu Panca Laku adalah, lima alat atau lima sarana atau lima lelaku/lakon, untuk menjalankan atau mempraktekan Wahyu Panca Gha’ib.

Lima alat atau lima sarana atau lima lelaku/lakon didalam Wahyu Panca Laku itu, apa saja WEB..?!
Wahyu Panca Laku;
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti
5. Sampurnaning Pati Urip.

Bagaimana caranya menjalankan Wahyu Panca Gha’ib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku WEB..?!
Syare’atnya; Menebar Cinta Kasih Sayang kepada semuanya tanpa terkecuali, terutama terhadap sesama manusia Hidup. Hakikatnya; Galilah Rasa yang meliputi seluruh tubuh.

1. Manembahing Kawula Gusti itu. Apa WEB..?!
1. Manembahing Kawula Gusti. Adalah Kunci.

2. Manunggaling Kawula Gusti itu. Apa WEB..?!
2. Manunggaling Kawula Gusti. Adalah Paweling.

3. Leburing Kawula Gusti itu. Apa WEB..?!
3. Leburing Kawula Gusti. Adalah Asmo.

4. Sampurnaning Kawula Gusti itu. Apa WEB..?!
4. Sampurnaning Kawula Gusti. Adalah Mijil.

5. Sampurnaning Pati Urip itu. Apa WEB..?!
5. Sampurnaning Pati Urip. Adalah Singkir.

Dengan Menjalankan Wahyu Panca Gha’ib, menggunakan sarana Wahyu Panca Laku. Aku bisa, berati, yang lainnya juga bisa. Sebab Aku adalah manusia Hidup, yang lainnya pun sama, yaitu manusia Hidup. Karena sama-sama manusia Hidup-nya. Pasti Bisa.

Sungguh Hyang Maha Suci Hidup itu, sangat elok dan menawan, jauh lebih tampan dan jauh lebih cantik serta menarik dibandingkan dengan pacar/kekasih/istri/anak/harta/tahta/ilmu dan semua serta segalanya yang terkagumi di dunia ini.

Sehingganya, sepintas saja bisa mengetahui-Nya, dijamin pasti akan selalu ingin bertemu, ingin selalu bersanding, ingin selalu bersua, bahkan ingin selalu bersama-sama dalam sikon apapun dan bagaimanapun selama-lamanya.

Wong Edan Bagu:
Jika ingin mencari dan menemui Hyang Maha Suci Hidup, yang adanya lebih dekat dari urat leherku. Maka Aku harus mengarahkan pandanganku ke dalam diri pribadiku, bukan keluar.

Kalau Aku merindukan Hyang Maha Suci Hidup. Maka Aku harus menangis seperti anak sapi memanggil induknya, yang telah meninggalkannya, bersama kawanan sapi lain. Aku harus meratap seperti wanita setia, yang kehilangan suami dan menangis sedih karena berpisah. Aku harus menjerit memohon kepada Hyang Maha Suci Hidup, seperti suami istri yang tidak punya anak, memohon dengan sangat amat agar dikaruniai anak.

Aku harus selalu Toto Titi Surti Ngati-Ati dan mawas diri, apakah Aku mengikuti jalan satunya pikiran?, perkataan?, dan perbuatan ini?. Jika Aku intropeksi/memeriksa diriku sendiri dengan jujur. Aku akan mengakui bahwa hampir selalu ketiga unsur itu mengikuti arah yang berbeda, tidak ada kesatuan. Kalau pikiran lain, kata-kata lain, dan perbuatan lain pula, maka Aku akan memiliki sifat jahat sikap duratma. Dan Sipat Jahat dan Sikap Duratma inilah, yang merugikan Aku dan menjauhkan Aku dari Hyang Maha Suci Hidup.

Percayalah…!!!
Hanya dengan Cinta Kasih Sayang Aku dapat menghayati Hyang Maha Suci Hidup, karena Aku Berasal dari Cinta Kasih Sayang, berbahan Cinta Kasih Sayang, dicipta dengan Cinta Kasih Sayang, dilahirkan dengan Cinta Kasih Sayang dan di besarkan dengan Cinta Kasih Sayang serta akan kembali kepada Cinta Kasih Sayang. Dan… Hyang Maha Suci Hidup itu… Adalah Cinta Kasih Sayang itu sendiri. Karena kasucilan saddhaning rumaksa ika.

Kehadiran Sipat dan Sikap Cinta Kasih Sayang dalam Wahyu Panca Laku sa’at mempraktekan/menjalankan Wahyu Panca Gha’ib, akan Mijilake Hyang Maha Suci Hidup, dengan segala manifestasinya. Begitulah benarnya Laku Patrap Wahyu Panca Gha’ib. Bila engkau mendengarkan/membaca kalimat diatas dengan benar dan betul-betul memahaminya serta mengamalkannya, engkau akan dapat mencapai apapun tujuanmu dengan benar/tepat.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan BaGu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 –9966

https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com