2. Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang kebenaran nurani:

WONG EDAN BAGU.I

Oleh : Wong Edan Bagu

Di antara bahasa-bahasa pikiran yang sering bergolak dalam dirimu, bahasaKu adalah bahasa nurani. Aku adalah bahasa tanpa kata-kata. Aku adalah bahasa rasa. Dan sebagai rasa dari nurani, Aku adalah rasa tanpa penjelasan pikiran. Aku membimbing setiap langkah dalam kehidupan kalian dengan bahasa nurani, dengan bahasa rasa itu. Dengan rasa itulah Aku selalu mendengar dan memenuhi setiap doamu. Dari situ pula Aku memberi terang pada setiap jalan hidup yang kau pilih untuk dijalani. Dengan rasa terang itulah caraKu agar selalu ada bersamamu melewati setiap penderitaan dan kebahagiaan dalam kehidupan.

Dengan bahasa nurani pula Aku selalu bicara padamu meski kau tak selalu mau mendengar
kata-kataKu. Atau mungkin kau tak tahu bagaimana cara mendengar kata-kataKu. Maka biarlah hari ini akan Kuperjelas bahasa nurani bagimu. Karena dalam setiap terang bahasa nurani yang kau rasakan, disana Aku sedang menjaga langkahmu tetap di jalan yang dulu pernah kau pilih sebelum kehidupan ini. Bahasa pikiran selalu disibukkan dengan analisis terhadap setiap keadaan yang sedang kau hadapi. Bahasa itu bukanlah bahasa nurani. BahasaKu bebas dari pertimbangan yang didasarkan pada penilaian baik-buruk, tetapi selalu berujung pada kebaikan bagi semesta. Ia mengandung hakikat rasa kebaikan bukan sekedar norma kebaikan. BahasaKu adalah dorongan bagi suatu kebenaran jiwa, bukan dorongan bagi pembenaran pikiran.

BahasaKu adalah bahasa terang yang menyinari kegelapan batin. Ia akan mengantar hidupmu pada jalan yang lapang tanpa terhalang oleh penilaian atas dirimu. Ia tidak membuatmu terjebak dalam sebutan baik atau buruk, tapi akan mengantarmu untuk merasa lebih baik. Ia tidak mengungkungmu dalam penjara amal dan dosa, tetapi membuat jiwamu beramal untuk terbebas dari rasa berdosa. Kebenaran bahasa nurani tidak terbelenggu oleh ruang dan waktu atau oleh kehidupan dan kematian karena ia adalah kebenaran semesta tanpa batas. Ia adalah kebenaran tunggal yang melampaui segala bentuk dualitas. Ia adalah bahasa yang tak mampu didebat oleh kecerdasan pikiran karena ia melampaui pemahaman pikiran. Saat kebenaran nurani berbicara, pikiran sadarmu menjadi pendengar yang kadang-kadang gelisah kemudian selalu mencoba untuk memahami atau bahkan mendebatnya dengan pembenaran.

Kebenaran nurani adalah ide-ide murni yang bukan berasal dari ingatan dalam pikiran sadar. Ia adalah bahasa yang bahkan belum pernah didengar oleh pikiran sadarmu yang terbatas. Tidak seperti bahasa pikiran sadarmu yang hanya berasal dari ingatan masa kini, bahasa nurani berasal dari ingatan masa lampau, masa kini dan masa depan yang selalu ada sejak semesta ini ada. Ia berisi konsep utuh tentang proses penciptaan, pemeliharaan, dan daur ulang kehidupan semesta. Ia mengarahkan kehidupan material dan spiritual semesta ini pada alur yang sangat teratur.

Begitulah caranya menemanimu sebagai Jiwa yang melintasi kehidupan demi kehidupan dari masa ke masa. Ia adalah bahasa kecerdasan yang abadi seperti alam semesta, seabadi Jiwa itu sendiri. Kau tidak layak memberi penilaian kebaikan atau keburukan terhadap isi bahasa nurani dengan aturan yang kau miliki di kehidupan sosialmu. Kebaikan nurani adalah kebaikan alam semesta yang mencakup secara sekaligus hukum yang mengatur siklus penciptaan, pemeliharaan dan penghancuran alam semesta. Jika kalian mencoba menilai dengan pemahaman yang terbatas, kalian hanya akan menciptakan perdebatan dalam diri bahkan dengan sesama kalian. Bahasa nurani tidaklah untuk diperdebatkan, tapi untuk diikuti dengan keikhlasan karena dia adalah bahasa cinta kasih semesta.

Nurani menciptakan bahasa penuh makna. Sehingga ketika kau mendengarnya, bimbingan nurani akan hadir sebagai sebuah kata atau kalimat singkat namun mampu menjawab segala kegundahan dan keraguanmu. Bahkan, ia bisa menghentikan semua perdebatan analisis pikiranmu. Ia mencerahkanmu dari gelapnya ketidaktahuan dan keraguan. Dan tatkala hatimu telah mulai mengenal kehadiran nurani sepenuhnya, ia akan menjadi pintu yang membuka rahasia semesta dengan aliran bahasanya yang lebih luas. Namun demikian, bahasa nurani bukanlah segalanya. Ia hanyalah salah satu bahasa yang bisa kau pilih di antara berbagai pilihan bahasa yang muncul dalam pikiranmu.

Jika kau menghendaki kebaikan dan kebahagiaan duniawi, pilihlah pikiran burukmu. Hanya ketika kau memutuskan untuk mencapai kebahagiaan sejati dalam keberhasilan peran kehidupanmu sebagai jiwa, maka ikutilah bahasa nuranimu. Bahasa terang alam semesta. Di saat menderita ia akan memberimu kata atau kalimat yang bisa mengubah penderitaan menjadi rasa kebahagiaan. Ia juga menjadi bahasa yang mengingatkanmu pada penderitaan di balik kebahagiaan yang kau rasakan. Ia mengajarimu menerima dan mensyukuri setiap tahap dalam pembelajaran kehidupan yang kau pilih saat ini. Hidup adalah tempat belajar memilih apa yang kau inginkan serta untuk merasakan dengan ikhlas hasil dari setiap pilihanmu. Kau berhak mengikuti kebutuhan tubuhmu, keinginan pikiranmu atau hanya berjalan dalam kesadaran Jiwamu. Tubuh akan membimbingmu dengan bahasa rasa agar kau memenuhi apa yang dibutuhkannya. Rasa lapar, haus, mengatuk, lelah, sakit, dan seterusnya. Lalu, pikiran akan mengarahkanmu dengan bahasa hasratnya agar kau memenuhi setiap keinginannya. Sedangkan, Jiwa akan menuntun tubuh dan pikiranmu dengan bahasa nurani agar bekerja sesuai rencananya dalam peran kehidupan kali ini.

Kebenaran tubuh adalah menjaga dirinya agar selalu siap menjadi kendaraan bagi jiwa.
Kebenaran pikiran adalah menciptakan ide yang mampu mengarahkan tubuh menjadi alat bagi jiwa menjalankan tugasnya.
Terakhir, kebenaran nurani adalah membimbing dan menjaga kesadaran pikiran dan tubuh agar tetap mampu menjalankan tugas dan peran jiwa sesuai rencananya sebelum memasuki setiap kehidupan. Inilah kebenaran nurani anakKu. Aku tidak akan banyak menjelaskan tentang ia yang tak terbatas dengan kata-kata yang terbatas ini. Kenalilah bahas nuranimu maka kau akan mengerti tanpa memerlukan penjelasan lebih banyak. Dengarlah, ia sedang berbicara padamu sekarang tepat setelah kau membaca kata terakhir ini.

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu….
Ttd: Wong Edan Bagu _/\_

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s