Kinilah Saatnya Menulis Takdir Yang Kita Inginkan:


WEB
Kinilah Saatnya Menulis Takdir Yang Kita Inginkan;
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

Sebentar lagi… Kita akan Berjumpa dengan Tahun baru 2015. Dan di Tahun Baru! Inilah saatnya kita perlu merenungkan kembali takdir-takdir yang sudah kita lewati setahun kemaren ini. Lalu mari kita tuliskan di hari ini, apa yang ingin kita capai sepanjang tahun 2015 nanti.

Mulai Hari ini… Banyak umat nasrani berpesta Natal di rumah dan Gerejanya masing-masing. Seluruh dunia merayakan datangnya Nari Natal dan tahun baru. Entah mengapa, walau setiap tahun perayaan Natal dan Tahun baru ini diadakan, menyongsong datangnya harapan baru itu terus dilakukan.

Namun… Apakah, nasib mereka yang bernatal dan nasib semua yang bertahun baru telah berubah? Apakah takdir kita terus bergerak menuju kebahagiaan dan impian yang kita idamkan?
Berapa banyak orang yang pada hari seperti ini, menuliskan impiannya?
Atau merevisi dan menuliskan tujuan hidupnya?

Banyak diantara kita yang terikat dan terpasung oleh rutinitas, oleh kebiasaan. Sesuatu yang dikendalikan oleh bawah sadar kita. Bahkan ternyata hal ini juga terjadi dalam ibadah-ibadah kita. Ketika Sembahyang/Shalat, misalnya, kita bahkan bergerak tanpa makna, tanpa jiwa. Bagai-bagai gerakan dan bacaan secara otomatis meluncur begitu saja persis mirip robot mainan anak-anak kita.

Jiwa kita tak lagi berkuasa. Kehendak dan harapan telah patah arang, tak berani bersuara. Bahkan kita begitu takut dan agak merasa berdosa untuk bercita-cita karena kita merasa akan “mendahului takdir-Nya”.

Padahal ketika kita takut dan pesimis seperti itu, bukankah justru tanpa sadar kita telah mendahului takdir itu sendiri?
Bukankah itu berarti kitalah yang memilih untuk tidak berubah?
Bukankah itu juga bermakna bahwa kita sendiri yang meminta agar takdir hidup kita tetap sama sampai tua!

Bila kita tidak membuat keputusan untuk berubah,
jangan salahkan Tuhan bila memang akhirnya takdir kita tidak akan berubah.

Menurtu saya Pribadi…
Inilah saatnya kita belajar membuat keputusan… Sebelum 2015 itu tiba.
“Say what you want” – katakan apapun yang Anda inginkan. SEKARANG!

Pada hari ini, paling tidak putuskan 3 hal yang paling kita inginkan sepanjang tahun 2014 ini:

To Be – Mau menjadi Apa Anda tahun 2015 nanti?
To Do – Apa yang ingin Anda lakukan?
To Have – Apa saja yang ingin Anda miliki?

Apapun itu, tuliskan. Ambil kertas lalu menulislah. Hati-hati dengan apa yang anda tulis, sebab ia memang bisa jadi kenyataan. Mengapa bisa begitu? Ketika kita menuliskan keinginan kita, itu berarti kita telah memberi perintah kepada “otoritas” bawah sadar. Mekanisme bawah sadar kita akan bekerja HANYA berdasarkan perintah-perintah kita. Bila kita tidak memberinya perintah, maka bawah sadar kita akan MEMBACA perintah (untuknya) itu berdasarkan kecenderungan pikiran-pikiran kita, yang umumnya tidak kita sengaja.

Tak perlu ragu untuk menuliskan berapa penghasilan yang ingin Anda dapatkan tahun 2015 nanti? Pekerjaan dan karir seperti apa yang Anda ingin peroleh?
Barang atau properti apa yang mau Anda beli?
Bagaimana dengan sikap atau attitude Anda di tahun 2015?
Bagaimana hubungan Anda dengan ayah/ibu, istri/suami, atau dengan adik/kakak Anda?
Apa prioritas Anda tahun 2015?
Dimana Anda akan tinggal?
Seberapa besar bisnis yang ingin Anda miliki?
Bla… Bla… Bla… Dll

Banyak sekali yang harus kita pikirkan dan kita tulis. Tak perlu mengkhawatirkan apakah nanti bagaimana? Apakah semua itu akan bisa kita capai atau tidak. Jangan pedulikan kritikan-kritikan dan komentar-komentar negatif otak kritis Anda. Lupakan saja masa lalu yang gelap hitam pekat yang selama ini kita berkubang di dalamnya. Songsonglah cahaya dari dalam diri Anda. Bukalah pintu lebar-lebar sehingga cahaya itu menguasai diri dan batin kita, dan yakinlah nanti ia akan menggerakkan urat nadi hidup kita…

Bismillah… dengan namaMu ya Allah.
Dengan menyebut nama Tuhan.
Perkenankan aku menapaki jalan ini ya Allah…
Jazzakumullah Khoiran Katsiro.
Azza wa Jalla, Jalla Jalaluhu
Ya Mujjibassaailiiin…
GUSTI INGKANG MOHO SUCI.
KULO NYUWUN PANGAPURO DUMATENG GUSTI INGKANG MOHO SUCI.
SIROLAH DATOLAH SIPATOLAH
KULO SEJATINE SATERIYO.
NYUWUN WICAKSONO NYUWUN PANGUWOSO.
KANGGE TUMINDAKE SATERIYO SEJATI.
KULO NYUWUN KANGGE HANYIRNA’AKE TUMINDAK INGKANG LUPUT.

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2015..!!!
Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

SEMAKIN PINTAR – SEMAKIN CERDAS. SEMAKIN PANAS:


Profil Macan.0
SETELAH SAYA RENUNGKAN… Ternyata.
SEMAKIN PINTAR – SEMAKIN CERDAS. SEMAKIN PANAS:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Kamis tgl 25 Des 2014

“Kalau Einstein lagi berpikir keras
maka ia pun terserang demam…….!”

Itulah sipat dan sikap manusia biasa, karenanya, jangan menjadi manusia biasa, jadilah manusia luar biasa. Sebab Tuhan menciptakan kita bukan sebagai manusia biasa, melainkan luar biasa. Bahan yang di jadikan untuk pencipta’an kita saja, tidak ada satupun yang sepele, semuanya pilihan dan luar biasa. Jadi,,, tidaklah pantas jika kita merasa atau beranggap sebagai manusia biasa.

Sensasi ini selalu ditiup- kobarkan oleh beberapa berita surat kabar, tatkala ahli bahasa, fikir, Fisika, Matematika ini mulai ramai diperbincangkan banyak orang. Namun bagi para Para laku spiritual fisiolog dan psikolog, hal itu tidak begitu mengejutkan.
Banyak para pemikir yang tekun, cepat menjadi panas dalam pekerjaannya. Siswa-siswa yang cerdaspun, badannya lekas panas, ketika perhatian telah tertumpu sepenuhnya pada suatu persoalan baru yang menarik hatinya. Makin pintar, makin panas. Makin Bodoh, makin dingin………!
Itulah pengalaman yang saya dapatkan akhir-akhir ini.

Timbul pertanyaan, apa yang akan kita lakukan seandainya ternyata badan tak mau panas dengan sendirinya, sewaktu menghadapi suatu pekerjaan/persoalan?
Perlukah digosok-gosok terlebih dahulu seluruh permukaan badan supaya panas ?
Ataukah pasrah begitu saja menerima kenyataan pahit bahwa memang kita ini bodoh seumur hidup dan dingin?

Berbagai jawaban dilontarkan Para guru pembimbing. Tapi jawaban-jawaban tersebut sarat dengan berbagai kekecualian. Ada memang orang yang idiot, otaknya beku dan dingin. Tapi, disamping itu juga banyak orang yang hanya “merasa” lalu percaya saja bahwa mereka tidak akan bisa lagi panas, padahal belum pernah mencobanya, apa lagi melakukannya.

Wong Edan Bagu. Optimis dalam bukunya yang berjudul “ KUNCI THE POWER ILMU PEMBANGKIT SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER” (Bagaimana melipatgandakan kesanggupan anda) menawarkan satu alternatif, yaitu “Warming Up”. Tujuan utama pemanasan ini ialah menajamkan perhatian (RASA). Ini berarti, membuang segala Karma dan Pikiran yang dapat mengganggu, yang mungkin timbul dari aktivitas sebelumnya. Saat itu terjadilah “penyetelan” Rasa dan Perasa’an. Pikiran diarahkan lebih tajam dan perhatian lebih terpusat. Mata mulai diarahkan, letak sipat dan sikap kaki, lengan, tangan dan jari-jaripun diatur. Pikiran tertuju dan menuju pada laku/pekerjaan yang baru. Segala “ide mendadak” ditunda terlebih dahulu, karena itu akan membuyarkan konsentrasi. Tahan diri untuk tidak melakukan “hal-hal kecil”, seperti mencari-cari buku referensi, penggaris, dan sebagainya. Kan bisa disiapkan sebelumnya? Pendek kata, bersikaplah bagai prajurit yang tengah bertarung di medan pertempuran. Tiada alasan untuk permisi sebentar menjemput bedil yang tertinggal dimarkas, sementara bayonet telah mengancam didepan hidung.

Persoalan yang tampaknya sederhana ini ternyata juga menarik perhatian pribadi saya, sebagai Pelaku Spiritual yang sedang membimbing tidak sedikit anak didik… Bukan luar biasa bila kemudian saya mencurahkan segala perhatian saya terhadap persoalan ini selama tiga tahun sebelumnya.

Dan,,, sebagai hasilnya, inilah saran saya: Bila anda pada dasarnya sukar dan lambat menyesuaikan diri (kurang adaptif) dengan suatu tugas tertentu, maka usahakan mengasyiki pekerjaan tersebut agar anda cepat menjadi panas. Begitu pula, sebelum anda memulai pekerjaan, sebaiknya istirahatkan dulu otak barang sebentar, daripada nanti harus menunda pekerjaan akibat letih. Kelelahan bakal menyita segenap perhatian dan konsentrasi anda. Kemudian bila anda bekerja kurang bersemangat, tak ada kemauan, tahanlah diri untuk terus bekerja . Jangan beri kesempatan untuk “mengiyakan” perasaan malas tersebut. Dengan bekerja terus berarti anda menambah kapasitas diri sendiri. Dan, yang lebih penting, pekerjaan anda semakin lancar. Ini Bisa di Buktikan dengan: “ KUNCI THE POWER ILMU PEMBANGKIT SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER”

Hasil dari penelitian saya pribadi, dari ilmu-ilmu para orang jenius di masing-masing ungkapannya dalam bukunya yang pernah saya pelajari. Badan yang panas tentu disebabkan pembakaran tubuh yang sedemikian cepat, sehingga arus syaraf pun dipercepat. Pada suhu biasa kecepatan itu kira-kira 135 meter per detik. Tapi jika badan didinginkan, sedemikian rupa hingga syaraf boleh dibilang tidak bekerja sama sekali, lalu diukur kecepatannya dengan memanaskannya berangsur-angsur, setiap kenaikan 10 derajat Celcius arus itu menjadi dua kali lebih cepat. Dengan kata lain, kenaikan temperatur satu derajat, arus syaraf akan dipercepat 10%.

Kenyataan ini sangat penting artinya. Terutama menyangkut kegiatan yang serba rumit, berpikir-keras, misalnya. Si pemikir boleh dibilang harus menempuh ribuan meter urat syaraf sebelum mencapai inti pemecahan persoalannya. Tata syaraf pusat mengandung berbiliun-biliun sel. Semuanya mempunyai cabang-cabang yang panjang nya mencapai beberapa meter, disamping berbiliun-biliun sel lainnya yang mempunyai cabang lebih pendek.

Untuk memecahkan masalah yang mudah semisal membagi angka 5.677 dengan 13, misalnya, diperlukan kiriman arus sepanjang beberapa ribu meter serabut syaraf. Orang tua yang tangkas, terbiasa dan berpengalaman, membutuhkan waktu lebih sedikit ketimbang yang kurang cerdas. Percobaan yang telah dilakukan di Jerman makin membuktikan hal ini. Bahkan dalam rapat perhimpunan Elektrokimia, O.H. Caldwell mengucapkan kata-kata, “Di kemudian hari kelak, pemanasan elektrik dari otak manusia akan menjadikan kita malaikat-malaikat!” Namun, tampaknya ini masih angan yang terlalu muluk.

Sayang sekali, kita kurang banyak yang menyadari kekuatan yang ada dalam diri kita sendiri. Yang kita kenal baru sedikit dari realitas yang sebenarnya. Sebetulnya patut kita berbangga dan bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan yang ia anugerahkan pada diri kita. Otak kita kini ternyata mampu menampung informasi 2,5 juta kali lebih banyak dari komputer terbesar didunia sekalipun.

Ada sedikit lagi pertanyaan lain. Apa sebenarnya perbedaan kita dengan tokoh-tokoh jenius seumpama Einstein dan kawan-kawannya itu?

Dr. Rudolph Wagner, membuktikan bahwa otak kita hampir semuanya sama. Jadi sesungguhnya tak ada perbedaan teknis antara otak Anda dan otak Albert Einstein. Yang memang kurang kita miliki adalah keinginan belajar dan berfikir yang menyala-nyala, seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang jenius itu. Dan lagi pula sebetulnya kreativitas itu bukanlah hanya milik segelintir pribadi-pribadi seperti Mozart, Rembrandt, Newton, dan Einstein saja. Kita semua juga memilikinya. Sayangnya kita tak mengaktifkannya. “PERCAYALAH”…. Dengan “ KUNCI THE POWER ILMU PEMBANGKIT SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER” Anda bisa… saya akan ajarkan secara langsung tanpa syarat yang berat dan mustahil bagi Anda. Bagaimana menurut Anda..?!

Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes Kamis tgl 25 Des 2014

Kata-Kata Kita Adalah Mantera Bagi Diri Kita Sendiri:


Macan Hitam
Kata-Kata Kita Adalah Mantera Bagi Diri Kita Sendiri.
Dan Doa Bagi Orang Lain:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

Dalam bukunya “De grondsla-gen van Uw Succes”, WJ Brown menulis, “Kehidupan batin manusia ibarat gunung es: 1/3 bagian nongol ke permukaan laut, sedang 2/3 lainnya tak kelihatan, tersembunyi di bawah permukaan air”.

Manusia selalu berfikir. Ia senantiasa berusaha agar setiap hal yang ia lakukan diurus secara sadar, sepenuhnya. Namun tak semua kehendak mudah dicapai. Pada waktu-waktu tertentu, manusia sering dipengaruhi oleh sesuatu yang “gaib”, bawah sadar.

Misalnya? ketika kita sedang di marahi orang tua, ketika Kita tertarik pada seseorang. Tapi kita tak bisa menerangkan kenapa, hal apa yang menyebabkan timbulnya perasaan semacam itu. Atau suatu ketika, tiba-tiba muncul suatu perasaan tidak enak, gelisah, hingga jantung pun berdebar-debar. Kita tak mampu menjelaskan, kenapa demikian. Tahu-tahu beberapa saat, atau beberapa hari setelah itu, kejadian tak diinginkan betul-betul menimpa. Dari kondisi semacam itu terbukti, kekuatan bawah sadar dalam diri kita sedang bekerja.

Batin Manusia;
Para ahli telah sampai pada kesimpulan bahwa dalam batin manusia terpendam kekuatan bawah sadar. Sewaktu-waktu ia dapat muncul ke permukaan dan mempengaruhi rasa-sadar.

Kenapa?
Karena ada hubungan yang sangat erat diantara keduanya. Pusatnya terletak di otak. Pada bagian atas sumsum belakang terdapat sambungan yang langsung saling berkaitan dengan otak. “Jembatan” sumsum itulah yang menggetarkan “sinyal-sinyal” dari bawah sadar ke otak. Dari sini ia langsung mempengaruhi. Satu hal perlu dicatat, bahwa kekuatan bawah sadar menurut Mr. Brown tadi adalah 2 kali lebih dahsyat ketimbang kekuatan sadar!

Perbedaannya apa?
Pikiran sadar hanya bekerja selama manusia tidak tidur. Paling banter 16 jam sehari. Masa dinasnya terbatas. Dalam masa sesingkat itu, ia bertanggung jawab mengambil keputusan dengan segera mengenai soal-soal “kehidupan” dan lain sebagainya. Ia juga mengontrol situasi yang dihadapkan padanya. Kesan-kesan ia serap dengan cepat, namun secepat itu pula ia lupakan kembali.

Sedangkan “pikiran – bawah sadar” (Batin/Hati) tidak semalas itu. Ia bekerja terus-menerus selama 24 jam sehari. Tiada waktu istirahat sedetik pun. Ia akan selalu olah diri, melumat segala masalah. Malahan banyak pekerjaan yang tak terselesaikan oleh rekannya “pikiran – sadar” (Otak). “pikiran – bawah sadar” (Batin/Hati) memborong dengan tuntas, memuaskan. Dan ini telah dilakukannya sejak detik pertama kelahiran kita!

Banyak lagi kelebihannya, diantaranya yang paling penting ialah “kejeniusannya”. Ia tak pernah pikun. Semua situasi, emosi, dan sensasi yang kita temui, selalu diingatnya. Tambahan lagi, kapasitas memorinya pun sukar diperhitungkan.

Makanya,,, apabila kita mampu mengendalikan kekuatan yang tersembunyi itu, kekuatan otak kita akan bertambah secara menakjubkan sekali. Hampir-hampir kita sukar mempercayainya. Kita sering mengalami problema yang sukar sekali dipecahkan. Kendati otak telah diperas berjam-jam lamanya. Esok harinya, setelah tidur dimalam hari, tiba-tiba muncul saja penyelesaiannya. Sungguh tak terbayangkan sebelumnya.

Timbul pertanyaan, mengapa banyak sekali masalah yang sering dapat terselesaikan sewaktu kita tidur nyenyak? Sebabnya ternyata sederhana sekali. Problema yang sedang kita hadapi itu terlalu sulit buat “pikiran sadar”. Akhirnya ia tertimbun dalam “bawah sadar “. Malam harinya, tatkala sedang tertidur pulas, bawah sadar bekerja keras. Akhirnya ia berhasil memecahkannya.

Dalam ilmu kedokteran, peristiwa ini disebut “endopsychic process”. Diduga ia sangat vital sekali dalam kehidupan kita sehari-hari. Hidup tanpa dia, semua tampak mustahil. Sampai saat ini para ahli yakin, bahwa dengan sedikit latihan, setiap orang mampu meningkatkan kekuatan terpendam itu.
Kalau sistem dari saya, yaitu dengan: “KUNCI THE POWER ILMU PEMBANGKIT SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER” Kita BISA.

Jin Ifrid dalam Diri Anda;
Ada sebagian orang mempersonifikasikan pikiran bawah sadar itu dengan jin Ifrid. Jin ini tersohor dalam dongeng Lampu Wasiat Aladin. Ia patuh sekali. Apapun perintah tuannya, akan ia kerjakan dengan sempurna. Tak peduli baik atau buruk Baginya, semua titah itu baik dan benar. Kemampuan kritisnya lemah. Tapi kekuatannya luar biasa.

Persis seperti komputer. Ia menampung semua data yang diprogramkan, padanya tanpa membantah. Lalu seluruh data itu ia susun dalam arsip yang rapi. Semakin banyak data, semakin pintar dan makin beragam pula tugas yang sanggup ia selesaikan. Penimbunan itu terus berantai. Arsipnya membengkak, begitu seterusnya.

Pianis yang mahir menekan tuts-tuts dengan otomatis, tanpa berfikir lagi, penggesek biola, penari, peniup saxophone juga tanpa berfikir lagi bermain dengan lincah sekali. Padahal dulu dengan susah payah, penuh konsentrasi, mereka berlatih berbulan-bulan lamanya. Sebetulnya, saat itu ia sedang memasukkan informasi kedalam memori “jin “ itu. Makin sering ia berlatih, makin berkembang data yang masuk, makin mahirlah dia. Terwujudlah suatu kebiasaan baru yang naluriah sifatnya. Otomatis! Pasti!

Begitulah semua kebiasaan manusia tercipta. Yang baik atau pun yang buruk. Otomatis, sifat perangai kita pun adalah hasil proses ini. Kebiasaan merokok, suka pacaran, gemar minum tuak, berjudi morfinis, atau apapun namanya semua akibat memori “jin ifrid” itu diisi kebiasaan yang terus menerus. Berulang dan diulang. Sehingga pada akhirnya jin itu “yakin” dan kemudian ia mahir, tagih, nyandu. Seperti itu pula halnya kebiasaan-kebiasaan baik. Suka menolong, dermawan, murah senyum, penampilan yang selalu rapi, optimis dan banyak lagi.

Tidak hanya sampai disana. Kita pun mampu membentuk kebiasaan baru, keterampilan baru, perangai baru, akhlak baru. “Habit is the second nature,” tutur orang Inggris. Dan itu pun kita bisa pilih: mau yang baik, mulia atau pun yang buruk. Semua tergantung kita. Dengan membentuk kebiasaan-kebiasaan positif baik dan terpuji serta sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan jelek, otomatis terbentuklah tabiat baru. Semakin sering, semakin baik.

Terapi Mental;
Agaknya masih banyak orang yang sedang berpenyakit mental. Pikiran bawah sadarnya banyak kena “racun”. Malangnya, dirinya sendiri yang meracuni. Tanpa pernah ia sadari. Itulah mereka yang suka keluh kesah, senantiasa berputus asa, merasa tak sanggup melakukan sesuatu sebelum di lakukan, dsbnya… He he he . . . Edan Tenan.

Dari mulut mereka keluar “mantera-mantera”, tanpa sama sekali menyadarinya sebagai “mantera”. Kita sering mungkin (tanpa sadar) mengucapkan kata-kata “mantera” itu, seperti, “Ah malas! Nggak mungkin berhasil! Takdir saya memang begini, mau apa lagi!” Itulah mantera-mantera yang kemudian disimpan di bawah sadar kita, lalu “jin ifrid” itu mengganggapnya sebagai “perintah” kita. Jadilah diri kita persis seperti yang kita “mantera” itu.

Itulah sebabnya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jika engkau beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkata-katalah (hanya) yang baik saja, (kalau tidak) lebih baik diam.”

Setiap ucapan yang keluar dari mulut, setiap tindakan yang kita kerjakan tak pernah dilupakan oleh sang bawah sadar. Apapun bentuknya. Kata-kata yang kita ucapkan akan terus direkam dalam memori Jin Ifrid (bawah sadar kita itu). Ya, tanpa sengaja kita telah memberi input “negatif” pada pikiran bawah sadar kita sendiri.

Kalau ini sering dilakukan, itu berarti kita berusaha meyakinkan “bawah sadar” kita. Jin itu akhirnya menganggukan kepalanya jua.

Kalau begitu,,, apakah pikiran bawah sadar itu berbahaya?
Hingga patut pula dibunuh?
Tidak usah. Janganlah berperang dengannya. Cobalah pandai-pandai berdiplomasi, bercengkrama secara santai, sehingga perlahan-lahan tapi pasti, terwujudlah suatu hasil yang positif. Ia akan cenderung menyedot hal – hal yang tak diinginkan. Ini jelas tidak menguntungkan.

Akhirnya patut disadari, jin Ifrid itu bukan makhluk lain. Ia adalah kemampuan besar yang misterius dari pikiran kita sendiri. Selama ini ia telah banyak membantu kita. Sejak kita lahir, ia senantiasa menunggu titah kita untuk ia kerjakan dengan patuh, demi kesuksesan kita. Ia bukan milik orang lain. Ini adalah milik kita. Kita lah tuannya, sang Aladinnya! Dan saya mengistilahkannya adalah “GURU SEJATI KITA” (HIDUP) Kita sendiri.
Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

MAU KAYA DAN SUKSES SERTA BANGKIT BERJAYA LAGI DARI KEBANGKRUTAN TOTAL:


jalan (1)
MAU KAYA DAN SUKSES SERTA BANGKIT BERJAYA LAGI DARI KEBANGKRUTAN TOTAL. TANPA TUMBAL NYAWA DAN UBERAMPE ATAU SYARAT YANG MENGHABISKAN PULUHAN JUTA RUPIYAH…?!
Disini Solusinya. Di… KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER:

KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Jakarta. Jumat 14 Nov 2014

Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuhu wabi Salamun Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu untuk kita semuanya tanpa terkecuali… Saya atas nama Toso Wijaya. D atau yang lebih di kenal dengan sebutan Ki. Djaka Tolos dalam Spiritual dan Wong Edan Bagu dalam dunia maya…. Dengan ini ingin sekali saya membagikan sebuah Pengalaman laku khusus yang berfungsi untuk menyelesaikan segala hajat atau segala problematika yang biasa terlalu amat sangat sering menghampiri semua sedulur-sedulur pada umumnya, agar mudah teratasi dan terselesaikan dengan aman dan nyaman.

Laku ini adalah merupakan wujud kasih saya kepada antar sesama manusia Hidup, yang pada awalnya, Tergugah, karena selama saya mengembara , selalu saja saya temukan keluh kesah di setiap sudut kehidupan yang saya singgahi. Sejak itu pula,,, saya mencoba mencari solusi, suatu jalan lain yang lebih simple, lebih mudah, lebih aman, namun menjamin berhasil dan intisarinya tetap di dalam lingkup Hakekat Hidup. Yaitu dengan spiritual keTuhanan. Bukan jalur muja yang harus menumbalkan Anak atau Istri dan saudara Terkasih. Sebagai tebusan sukses yang nantinya akan di terima, namun belum tentu menjamin keberhasilannya. Setelah saya kaji dan kaji. Mencari jalan lain yg lebih simple….

Ternyata saya menemui jalan buntu. Hingga pada Akhirnya. Melalaui Ilmu MERAGA SUKMA yang Artikelnya pernah saya posting beberapa waktu yang telah lalu, saya mencoba memasuki Alam Bukrotowwasillah… Menemui Guru Sejati saya. Saat pertemuan, saya di BERI WEJANGAN ILMU,,, Khusus untuk menggenggam kesuksesan dunia dan tata caranya. Dan amalan ilmu tersebut saya beri nama KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER…..

Menurut Pengalaman saya… Ilmu ini dulu pernah menjadi Sumber Ilmu Kesaktian yang di miliki Sunan Kali Jaga saat menjadi Brandal Lokajaya….. Adapun Ilmu tersebut sumber kekuatannya bukan dari luar….. Tetapi dari dalam diri sendiri….. Yaitu yang disebut INGSUN SEJATI…. Ilmu ini Berfungsi untuk MENYELARASKAN KEKUATAN SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER…… Sehingga kekuatan tersebut bisa di olah dalam diri orang yang memakai MANTRA KHUSUS nya…..
Untuk membangkitkan power sedulur papat kalima pancer…… Sehingga power yang di olah melalui Mantra laku ini……. Bisa di gunakan untuk mengatasi segala permasalahan kehidupan sehari – hari…… Atau lebih tepatnya ilmu ini bisa di katakan Multi fungsi.

Sebenarnya menurut pengalaman saya…. Ilmu ini sangat berkaitan erat dengan Ilmu Hakikat dan Makrifat serta Tasawuf….. Karena sesungguhnya, sesuatu yang di kaji dalam diri… Ada hubunganya dengan Ilmu Ketuhanan….. Istilah lainnya. Man Arafa Nafsahu faqod Arofa Robbahu….. Yang artinya…. Siapa orangnya yang bisa melihat dirinya sendiri…. Maka ia akan bisa melihat Tuhan nya. Soal selain dari itu, segala dan semuanya kepentingan dan keperluan duniawi….heeeemmmm keciiiiiillll… He he he . . . Edan Tenan.

Dan indahnya Laku Ilmu ini,,,, dalam Proses pendalamannya dan menjalankannya…… Murni TANPA PUASA….. JUGA TANPA ISIAN dan TANPA RITUAL UBERAMPE APAPUN. Cukup hanya dengan Membayar Mahar yang di sesuikan dengan Karmanya. Sebagai Bentuk dan Wujud Sedekah Penghapus Karmanya sendiri yang selama ini jadi Penghalang Kemulusan Ibadahnya. 41 hari saya jamin sukses berjaya. Sedangkan KUNCInya…. WAHYU PANCA GA’IB yang di Tuntun Secara langsung oleh yang sudah ahlinya. Maksunya… yang memang sudah mendapat mandat atau amanah soal ini.

Inti dari Ilmu Ini adalah mengenal Diri nya sendiri…… Melalui empat pendamping pribadinya yaitu sedulur papat. sehingga ilmu ini mampu membangkitkan power dari Papat Kalima Pancer……. kekuatan dari Sedulur Papat tersebut di selaraskan agar menyatu di Badan, karena itu di sebut juga Kalima Pancer……SEHINGGA NANTINYA BISA DI MANFAATKAN /DUGUNAKAN UNTUK APA SAJA…… ATAU SEGALA HAJAT………… TUJUAN (KEINGINAN)

Dan bagi semua Saudara/Sedulur,,, yang berkeinginan untuk mendapatkan Harta benda kekaya’an dan jabatan atau laku spiritual tingkat tinggi. Bisa dengan Sistem ini, daripada melakukan Ritual memuja Jin Setan Peri Prahyangan yang harus menumbalkan anak istri saudara terkasih kita. selain dilarang oleh agama, dan bertentangan dengan keimanan kita, juga hal itu sangat di laknat Tuhan. Inilah jalan tertepat dan teraman serta termudah… Untuk mencapai titik kesempurna’an Spiritual dan Mendapatkan kesuksesan dunia.

Untuk Mendapatkan Tuntunan langsung Tentang KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER dalam Laku tumuju SEJATINING INGSUN – INSUN SEJATI…… Saya rasa sebaiknya menemui saya langsung atau memanggil saya datang ke tempat dimana saudara tinggal, karena ini hanya bisa saya ajarkan dan saya bimbingkan secara langsung, dengan catatan menanggung biaya transpotnya Pulang Pergi. Jadi,,, tidak bisa melalui media apapun, apa lagi facebook atau telepon. Ini Ilmu kasunyatan/nyata. Bukan ilmu Khayal atau Sihir dan Sulapan. Yang katanya bisa di transfer kesana-sini seperti kirim uang di mesin ATM. Jadi pembelajaran prosesnyapun harus nyata.

Dan perihal keilmuan yang saya posting ini….. Merupakan jalan lain dari Sebagai Pegawai atau Karyawan atau Pembisnis yang ingin mencapai Kesuksesan dalam waktu yang sangat singkat… Bagi Saudara yang berspiritual bisa berhasil mencapai titik dan menguasai Tingkatannya, dan Bagi Saudara yang Pembinis, Pemborong, Karyawan, Pegawai, yang jatuh bangkrut dan ingin bangkit sukses kembali dengan lebih sukses lagi. Bisa berhasil menggenggam kejaya’annya.

PERLU DIKETHUI:
Semua Prosesnya menggunakan sumber kekuatan diri sendiri, yaitu Sedulur papat kalima pancer, berdasarkan Wahyu Panca Ga’ib dan berpedoman kepada Tuhan….. Namun lebih mengandalkan Laku Spiritual yang menjurus kepada khajat, tujuan, keinginan Saudara/Sedulur sendiri. Yang menjadi problematika bagi kehidupan Anda, yang nantinya akan diarahkan ke kekuatan Ingsun Sejati. Saya sudah mencoba dan membuktikannya sendiri, dan hasilnya sungguh luar biasa nyata, namun sayang, saya tidak punya jatah dan tempat di Dunia dan Dimensi tersebut, hak dan kewajiban saya adalah menuntun dan mengajari hal ini kepada siapapun yang berminat dan berniyat sungguh ingin menuju ke arah tersebut. SILAHKAN DI RENUNGKAN DENGAN SADAR IMAN.

Demikianlah sebuah Penjelasan yang dapat saya sampaikan mengenai Laku Spiritual Ilmu Pembangkitkan Sedulur Papat Kalimo Pancer…… ( KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER )…. Yang bisa di gunakan untuk segala hajat dalam kehidupan kita….. Jadi,,, buat para sedulur yang menginginkan jalan lain untuk MENGGALI KEKUATAN SEJATINING INGSUNG – INGSUNG SEJATI….

ATAU KEKAYA’AN DAN KESUKSESAN DUNIA. BINIS/DAGANG. ATAU MENCALONKAN DIRI SEBAGAI PEMIMPIN DAN WAKIL RAKYAT. LURAH/KEPALA DESA. CAMAT. BUPATI. WALIKOTA. GUBERNUR. ANGGOTA DPR/MPR. PERSIDEN ATAU WAKIL PERSIDEN DLL. Bisa menggunakan cara ini…… Dari pada Buang waktu dan uang serta Tenaga keluyuran Jiarah ke tempat-tempat keramat yang 99% nya pasti Musrik bahkan bisa jadi Sesat karena berujung memuja pada Bangsa jin dan penghuni Keramat yang di jiarahi. Ini Solusi tepat bagi ANDA. dan cara ini terbukti juga sangat efektif… Banyak pengalaman saya perihal ilmu. Namun yang satu ini meski baru saya dapatkan……. Tapi sudah teruji……. SEMOGA BISA DI MENGERTI DAN SEGERA TERGUGAH RASANYA UNTUK MEMBUKTIKAN KENYATA’ANNYA.

Atas segala kekurangan dan kelebihan kata-katanya saya mohon maaf yg sebesar besarnya….. maklum karena saya juga hanya manusia biasa yang penuh dengan kekurangan, tapi meski begitu saya bangga menyandang status sebagai manusia, karena bagi saya, manusia adalah khalifah, karena itulah kita semua adalah LUAR BIASA………… SEMOGA SEMUA BISA SUKSES……KaReNa SUKSES ADALAH HAK KITA SEMUA SeBaGai MANUSIA HIDUP… AMIEN.

Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Indosat: 0858-6179-9966
http://webdjakatolos.blogspot.com

BAGI YANG BERMINAT DAN BERNIYAT SUNGGUH BENAR. HUBUNGI NOMER TELEPON DIATAS.
Dengan kode Password seperti di bawah ini (Huruf Besar semua)

Caranya;
SMS dulu dengan kode password (KUNCI THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER spasi Nama lengkap dan asli… spasi kota tempat tinggal)

Lalu;
Tunggu konfirmasi Dari saya.
Dan semoga, apa yang sudah saya sampaikan ini. bisa dan dapat bermanfaat untuk semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali yang sedang mencari-cari info berkaitan diatas….. Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan:
Wassalalualaikum warohmatullohi wabarokatuhu wabi Salamun Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu untuk kita semuanya tanpa terkecuali…. _/!\_

Memahami takdir, mari kita diskusikan disini.


Memahami takdir, mari kita diskusikan disini.
Dengan Rasa Asah Asih Asuh Spiritual Hakikat Hidup:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Kamis tgl 25 Des 2014

Salah satu rukun iman yang wajib kita pegang teguh adalah beriman kepada qadha dan qadhar. Sebagian lagi mengatakan beriman kepada takdir baik maupun takdir buruk. Karena adalah Kuasa Tuhan.

Pernah seorang teman mengeluh saat ia mendapat cobaan berkali-kali. “Mengapa ya Tuhan tidak bersikap adil kepada saya?
Sampai sekarang saya masih saja menderita. Takdir saya buruk sekali!
Mengapa Tuhan tidak kasihan kepada saya?”

Saat itu saya tidak mau menjawab persoalan yang tidak mudah ini. Saya hanya katakan agar ia bersabar terhadap ujian Allah SWT itu. Mudah-mudahan itu akan menjadi kafarat atas berbagai dosa dan jadi tabungan baik di akhirat kelak.

Namun tetap saja ia tidak puas dan masih tetap mengeluh, “Saya sudah lakukan semua perintah Allah. Setiap waktu yang telah di tentukan saya selalu Sembahyang/Sholat pless sunah dan hajat/tahajud. Setiap hari saya berdoa agar saya dilepaskan dari berbagai derita. Namun tetap saja Allah tak mendengar dan tak mau mengabulkan do’a saya.”

Bagaimana Anda menjawab persoalan pelik ini?
Bila suatu sa’at ada yang Curhat/Bertanya pada Anda?
He he he . . . Edan Tenan

Ini memang bukan teka-teki hidup yang mudah kita pahami. Banyak rahasia Allah SWT yang tidak bisa ditembus oleh ketinggian pengetahuan dan teknologi manusia. Apa arti dari semua peristiwa kehidupan ini?

Mengapa tiba-tiba turun bencana besar yang menghabiskan segalanya dan menewaskan ribuan manusia?
Mengapa Amerika dan Israel yang menguasai dunia?
Mengapa orang jahat lebih kaya dan lebih sejahtera hidupnya, sementara orang-orang baik dan suci menderita?
Mengapa koruptor besar itu dibebaskan?
Mengapa perbuatan baik kita tidak mendapat ganjaran sepadan?
Mengapa para Nabi bisa dibunuh?
Mengapa mereka tidak menang saja?
Apakah Tuhan tidak menolong mereka?
Dan Bla…. Bla… Bla… He he he . . . Edan Tenan.
Iya tidak Lur…?!

Pasti banyak pertanyaan-pertanyaan besar seperti itu yang susah untuk bisa kita jawab.
Sebelum saya melanjutkan diskusi ini, saya ingin mendapat masukan Anda semua, para penghadir membaca tiap postingan saya, baik di facebook, blog, wordpress atau google.

Silakan berkontribusi ya… He he he . . . Edan Tenan.
Sambil menunggu pendapat yang lain, saya coba kutip satu masukan menarik tentang apa itu takdir, yang saya peroleh dari buku “Anak, Antara Kekuatan Gen dan Pendidikan”, karangan Prof. Muhammad Taqi Falsafi yang saya kombinasikan dengan pengalaman pribadi saya sendiri.

Disitu diambil sebuah ilustrasi tentang seseorang yang mencoba menjatuhkan dirinya dari atas sebuah gedung bertingkat tinggi ke sebuah batu marmer yang keras. Orang tua itu berkata, “Kalau memang sudah ditakdirkan mati, maka saya akan mati. Dan jika ditakdirkan hidup, pasti saya akan tetap hidup.”

Menurut Prof. Falsafi,,, sungguh orang ini telah keliru besar memahami persoalan takdir. Katanya, Allah SWT telah mempunyai takdir-takdir paksa’an dalam masalah ini dan juga punya takdir ikhtiar di sisi yang lain.

Adapun takdir paksaan dalam masalah ini?
1. Qadha dan qadar Allah telah menjadikan marmer sebagai batu keras dan kuat

2. Tengkorak kepala manusia diciptakan (berdasarkan qadha dan qadar Allah) dari tulang yang lembut dan berpotensi untuk pecah.

3. Qadha dan qadar Allah telah menetapkan adanya hukum gravitasi yang akan membuat benda jatuh ke tanah.

4. Qadha dan qadar Allah memutuskan bahwa setiap orang yang melemparkan diri dari ketinggian ke tanah yang keras, niscaya tulangnya akan hancur berantakan dan otaknya berhamburan keluar.

5. Qadha dan qadar Allah juga memutuskan bahwa setiap manusia harus mati ketika otaknya hancur.

6. Qadha dan qadar Allah jua telah memutuskan bahwa manusia mempunyai kehendak dan ikhtiar/pilihan. Ia bisa menjatuhkan dirinya lalu mati, atau menahan diri untuk tidak melakukan bunuh diri itu, lalu turun menuruni tangga dengan selamat.

Lalu beliau mengutip satu riwayat dari Ibnu Nabatah, bahwa Ali bin Abi Thalib kw, pernah pada suatu hari berpindah dari satu tembok ke tembok yang lain. Para sahabat menegur beliau, “Wahai Amirul Mukminin, apakah Anda lari dari qadha Allah?” Imam Ali menjawab, “Saya lari dari qadha Allah menuju qadar Allah Azza wa Jalla.” He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu Lurr….
Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

Ternyata Perasaan Tenang Itu Juga Berbahaya lo.:-)


Ternyata Perasaan Tenang Itu Juga Berbahaya lo.:-)
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Kamis tgl 25 Des 2014

Ada satu persoalan yang akhir-akhir ini mengganggu saya. Tanpa saya sadari, selama ini saya telah terbuai oleh kesibukan sehari-hari dan merasa tenang-tenang saja dengan urusan Spiritual. Urusan yang sangat penting sebenarnya. Hari ini barulah saya “ngeh” ternyata Perasa’an tenang itu sangat berbahaya. Bagaimana tidak?

Karena merasa aman, saya pun lengah terhadap mara bahaya. Karena merasa terlindungi, saya pun kurang berjaga-jaga. Karena merasa benar, saya pun jarang bertaubat. Karena merasa sudah menjalankan ibadah rutin dan sesuai dengan firman Tuhan, saya pun jarang menyucikan diri.
Waow… He he he . . . Edan Tenan.
Apakah Anda juga pernah mengalaminya?
Entahlah, yang jelas, biasanya perasaan seperti ini memang tidak disadari secara sengaja.

Tapi mari kita mencoba merenung sejenak. Mari-mari kita menela’ah apa yang selama ini tanpa sengaja telah kita percaya dan kita lakukan secara otomatis begitu saja.

Pernahkah kita mempertanyakan paradigma-paradigma yang selama ini kita pegang teguh?
Apakah paradigma kita itu sudah benar?
Mempelajari secara mendalam keyakinan-keyakinan kita?
Mempertanyakan kebenaran ibadah-ibadah kita?
Memeriksa kembali sikap-sikap mental kita?

Ah’… Itulah memang masalahnya. Kita nggak sempat lagi. Sibuk oleh rutinitas kantor, urusan kuliah, cari uang, mengurus anak dan istri. Setiap hari berlalu dalam lingkaran yang sama dan mesin kehidupan itu terus berputar-putar meninabobokkan kita sampai akhirnya tak kita sadari, umur kita udah makin tua, mendekati liyang kubur yang membuat kita tidak punya waktu kesempatan lagi.

Tanpa kita sengaja secara sadar, jangan-jangan sebenarnya selama ini kita beragama itu hanya ikut-ikutan saja, mewarisi kebiasaan-kebiasaan yang telah dilatih sejak kecil. Saya merasa terpukul sekali tak mampu menjawab pertanyaan ini. Apakah saya benar-benar mengenal Allah SWT?

Seberapa banyak yang saya tahu tentang Tuhan?
Apakah ketika saya Sembahyang/Shalat, Semedi/Meditasi saya membayangkan “wajah” Tuhan? Wajah seperti apa yang dibayangkan?
Jangan-jangan selama ini, sebenarnya saya tengah menyembah Tuhan yang berbeda, Tuhan yang kita reka!… He he he . . . Edan Tenan.

Ketika mengucapkan “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin“, “ Gusti Ingkang Moho Suci” apakah saya mengucapkannya datar, cepat atau mungkin sambil menguap?
Adakah perasaan bahwa saat itu sedang berada di hadapan-Nya, dan memohon, “Hanya pada Mu ya Allah kami beribadah, hanya kepada Mu ya Allah, kami memohon pertolongan.” Apakah benar itu permintaan saya?
Mengapa rasanya biasa-biasa saja?

Ketika mengakhiri shalat, saya pun mengucap salam, “Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuh“,”Kulo Nyuwun Pangapuro Dumateng Gusti Ingkang Mh Suci”. Mengapa saya tak menyadari bahwa saat itu saya sedang mengucapkan salam kepada baginda Rasulullah SAW, yang saat itu juga pasti beliau membalas salam saya? Bukankah saat itu tengah berada dalam sebuah majlis yang dihadiri oleh Rasulullah saw dan ruh-ruh suci lainnya?
Mengapa saya abaikan pertemuan-pertemuan indah itu?

Ya Allah, sungguh selama ini kami telah banyak menzalimi diri kami.
Tapi mengapa kok saya masih tetap saja merasa tenang?
Seolah-olah sudah yakin sekali bahwa akhir dari hidup yang singkat ini pastilah surga?
Kenapa saya begitu yakin?
Apakah karena sudah melakukan shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, naik Haji, berzakat, melakukan amal-amal shaleh, lalu kita merasa tenang dan yakin bahwa Allah ridha dengan kita?

Saya kira perasaan tenang yang seperti inilah yang memang amat berbahaya. Karena kita segera akan terjebak pada dosa yang sangat besar, yang bisa menghapuskan amal-amal shaleh kita. Muncullah perasaan takjub pada diri sendiri, kagum dengan seluruh amal yang sudah kita lakukan dan merasa jauh lebih baik dari orang-orang kebanyakan. Jatuhlah kita pada ‘ujub… He he he . . . Edan Tenan… Naudzubillahi mindzalik.

Lalu saya coba membaca beberapa buku tentang ujub ini. Ujub (al-’ujub) secara bahasa berarti kagum. Masuk ke dalam bahasa Indonesia muncullah kata takjub. Menurut kamus bahasa Arab Munjid, ujub adalah suatu keadaan kejiwaan yang sewaktu-waktu dapat kita ketemukan dalam diri kita. Umumnya memiliki beberapa indikator atau tanda-tanda tertentu, antara lain sombong, takabur, menolak dikritik orang, serta menganggap diri kita paling baik dan benar.

Al-Fahri menerangkan, ujub dalam aqidah, berarti kita merasa memiliki akidah yang paling benar. Orang lain yang berbeda akidah dengan kita dianggap sesat. Ujub dalam akhlak, berarti kita merasa bahwa akhlak kita jauh lebih mulia daripada akhlak orang lain. Dan ujub dalam amalan kita merasa bangga dengan amal-amal kita dan benar-benar bersandar pada amal itu. Kita yakin dengan amal itu kita dapat masuk surga.

Ternyata, ketiga jenis ujub seperti itu bisa menghancurkan amal-amal kita dan menghilangkan seluruh pahala dari amal kita.

Firman Allah SWT, “Katakanlah, apakah akan Kami kabarkan kepada kamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya? Itulah orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, tetapi mereka mengira mereka telah melakukan kebaikan. …… maka hapuslah amalan-amalan mereka dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat.” (QS. Al-Kahfi ayat 103 – 105)

Jangan-jangan saya termasuk orang beriman yang mengira dengan iman dan amal saat ini saya sudah merasa cukup. Itulah sebabnya saya pun merasa tenang. Jangan-jangan di dalam bawah sadar saya ada perasaan bahwa saya benar-benar sudah beribadah kepada Allah, berbuat banyak untuk Allah, sudah berbuat baik kepada Allah Ta’ala, lalu mengira dengan amal shaleh itu merasa memiliki hak atas Allah SWT… He he he . . . Edan Tenan… Nauzubillah min dzalik!

Mungkin itu pula sebabnya kita sering mempertanyakan, “Mengapa doa-doa saya tidak dikabulkan Tuhan?!!”
Seolah-olah Tuhan berkewajiban memenuhi doa dan hajat-hajat kita!!!
Betapa sering, ketika kita berdoa kita “memberi perintah” kepada Tuhan! Dan Tuhan berkewajiban memenuhinya… Edan Tenan.

Sungguh betapa banyak kebodohan yang kita perbuat selama ini. Bahkan untuk berdoa saja kita pun tak pernah belajar dengan benar. Bahkan lebih parah lagi, betapa jarang kita mengucapkan nama-Nya dalam desahan napas kita. Betapa jarang kita memohon taubat dan memohon ampun dari segala dosa. Seolah-olah kita ini sudah benar-benar suci.

“Janganlah kamu anggap dirimu suci. Allah mengetahui yang paling takwa diantara kamu.” (QS. An- Najm : 32)

Padahal Rasulullah SAW yang sungguh-sungguh secara nyata sudah disucikan Allah, betapa beliau senantiasa beristighfar kepada Allah. Diriwayatkan pada suatu malam, Ummu Salamah terbangun dari tidurnya. Ia mendengar Nabi Muhammad sedang istighfar sambil menangis di sudut kamar. Ummu Salamah bertanya, “Wahai Nabi Allah, mengapa engkau harus menangis dan merintih seperti itu padahal Allah telah menyucikan dirimu?”

Nabi menjawab, “Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur …”

Dalam salah satu doanya, Rasulullah saw berkata, “Ya Allah, aku belum mengenal Engkau dengan pengenalan yang sebenar-benarnya. Aku belum beribadah kepada-Mu dengan ibadah yang sebenar-benarnya.”

Ach! Sungguh malu sekali rasanya. Mengapa kita masih bisa tenang-tenang saja? Hanya karena dasar alasan tersebut? Hanya dengan Rasa “ANA APA-APA KUNCI LANGKA APA-APA KUNCI” kita bisa tau tentang iya dan tidaknya. Hanya dengan Laku Hakekat Hidup: “GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU” kita bisa ngerti sudah dan belumnya. Maka… Rnungkanlah.
Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes Selasa tgl 23 Des 2014

SUARA/KATA HATI:


SUARA/KATA HATI:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

Dengarkan Rasa/Suara/Kata hatimu…
Kendati memang hati adalah rahasia ilahi (Gaib), tetapi saya yakin, sesungguhnya hati adalah juga “pintu” kita dalam memahami segala sesuatu yang telah di Firmankan oleh Tuhan, dan bahkan sebenarnya “pintu rahasia” menuju sumber-sumber pengetahuan hakiki. Yang menjadi masalah kita sesungguhnya adalah, kita sering sekali tidak mendengarkan suara-suara (Kata) yang digumamkan hati kita. Kita menjadi “tuli” dan tak mengenalnya. Ia menjadi “seseorang” yang berbeda, bahkan melawan kita. Barangkali kita memang belum berhasil membangun hubungan yang baik antara Diri kita dengan “suara-suara (kata) Hati/Nurani” kita.

Saya pernah mendengar,,, beberapa ulama dan sesepuh di zaman dulu sering melakukan “puasa bicara” agar ia mampu “mendengar dengan jelas” bisikan-bisikan pengetahuan dan kebijakan yang keluar dari “Firman Tuhan” (Suara/Kata ilahi).

Kini Sudah Saatnya saudara-saudariku untuk lebih serius mendengar suara/kata itu, sebelum terlambat. Karena kadang ia memberitahu kita akan adanya sesuatu yang masih misteri bagi kita. Kadang ia mengingatkan kita agar “istighfar” ketika tak sadar kita melakukan hal-hal yang tidak benar. Kadang ia mengajari kita memaknai berbagai peristiwa yang gaib.

Tapi kadang ia seperti melawan kita, atau mengkhianati kita. Karena itu, kita mesti belajar “bersahabat” dengannya, sehingga ia menjadi “sahabat baik kita”. Kita perlu mempelajari suara-suara/kata apa yang disampaikan “alam nurani” kita ini. Saya berani meyakinkan, disitulah bermuara semua pengetahuan kita, semua pengalaman kita, qitab/firman Tuhan, bahkan semua pemahaman atas/bawah sadar kita. Bukan di “otak”, tapi di hati itulah ia berada. Ia akan tetap hidup bahkan saat kita meninggalkan alam fana ini. Percayalah…. saya sudah membuktikan hal ini. Bukan Katanya… He he he . . . Edan Tenan.

Bahkan saya yakin juga, disanalah sesungguhnya pintu “pengetahuan hakiki” bisa kita masuki. Walau kita belum tahu cara membukanya. Karena itu… Laku KUNCIlah. Karena hanya KUNCI cara termudah dan tergratis untuk membuka pintu tersebut.
Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014