Dimanakah Tuhan ketika kita berada ditengah-tengah kesulitan?


WONG EDAN BAGU.7
Dimanakah Tuhan ketika kita berada ditengah-tengah kesulitan?
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Toili Sulteng. Sabtu tgl 06 Juni 2015

Dimanakah Tuhan ketika kita berada ditengah-tengah kesulitan?
Dimana kita bisa menemukan kekuatan untuk mengatasi ketakutan, tragedy, bencana dan kesedihan?
Untuk apa sesungguhnya kita bergantung kepada Tuhan?
Sampai manakah kiat dapat bergantung kepada Tuhan?
Apakah DIA seseorang yang sungguh dapat kita andalkan baik pada saat kesukaran maupun bahagia?

Tragedy, Bencana, Kesedihan: Dimanakah Tuhan?
Tuhan adalah pencipta alam semesta yang rindu agar kita mengenal DIA. Itulah alasan kita ada disini. Ini adalah kerinduanNya bahwa kita bergantung kepadaNya dan mengalami kekuatanNya, cintaNya, keadilanNya, kekudusanNya, dan kelemahlembutanNya. Dia kepada mereka yang rindu datang padaNya, “Datanglah padaKu”. Jangan ke yang lainnya.

Tidak seperti kita, Tuhan tahu apa yang akan terjadi besok, minggu depan, tahun depan, dan dekade berikutnya. Dia berkata ” Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan pada mulanya hal yang kemudian”

1. Dia tahu apa yang akan terjadi di dunia. Yang lebih penting, Dia tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu dan Dia bisa ada untukmu. Jika kau memilih Dia untuk masuk dalam kehidupanmu. Dia memberitahu kita bahwa Dia bisa menjadi “tempat perlindungan dan kekuatan”
PERCAYALAH.
2. Pertolongan yang selalu ada dalam masa-masa sulit. Tetapi kita harus membuat usaha yang sungguh-sungguh untuk mencariNya. Dia berkata ” Apabila mencari Aku, akan menemukan Aku, apabila mencari Aku dengan segenap hati.”
PERCAYALAH.
3. Tetapi bukan berarti siapa yang mengenal Tuhan akan terhindar dari masa-masa sulit. Hal itu tidak akan terjadi. Ketika sebuah serangan teroris menyebabkan kematian dan penderitaan, siapa yang mengenal Tuhan akan mengalami penderitaan ini juga. Bahkan mungkin lebih parah dan payah di bandingkan dengan yang tidak mengenal Tuhan. Tetapi ada kedamaian dan kekuatan yang diberikan oleh kehadiran Tuhan” PERCAYALAH.
4. Kenyataan memberitahu kita, bahwa kita akan mengalami masalah-masalah dalam kehidupan. Bagaimanapun, jika kita menjalaninya sambil mengenal Tuhan, kita dapat bereaksi terhadap masalah itu dengan cara pandang yang berbeda dan dengan kekuatan yang bukan dari diri kita. Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi oleh Tuhan. Dia lebih besar daripada semua masalah yang menimpa kita, dan kita tidak dibiarkan menghadapi masalah tersebut sendirian.
PERCAYALAH.

Dalam segala hal aku ditindas, namun tidak pernah terjepit.
Aku habis akal, namun tidak pernah putus asa.
Aku dianiaya, namun tidak pernah ditinggalkan sendirian.
Aku dihempaskan, namun tidak pernah binasa.
ITULAH AKU YANG MENGENAL TUHANKU.

DIA adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan. DIA mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya. Dan, TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya. Bahakan lebih dekat dari urat nadi kita. DIA melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan.
BERIMANLAH. Dia akan mengasihimu seperti yang orang lain tidak pernah lakukan kepadamu, dan sesungguhnya tidak ada orang yang mampu memberikan kasih seperti itu.

Saudara-Saudariku sekalian…
Maha Suci Tuhan Allah, telah menciptakan Manusia Hidup dengan kemampuan untuk memilih. Ini artinya bahwa kita tidak dipaksa untuk memiliki hubungan dengan Tuhan. Dia membiarkan kita menolak DIA dan kita juga dibiarkan untuk melakukan dosa juga. DIA bisa memaksa kita untuk mencintaiNya. Kita bisa dibuatNya agar menjadi baik. Tetapi, hubungan seperti apa yang akan kita miliki bersama Tuhan?

Itu bukanlah hubungan sama sekali, tetapi sebuah paksa’an, kepatuhan yang betul-betul dikontrol. Sebaliknya, Dia malah memberikan kita, harga diri dan kehendak bebas sebagai Manusia Hidup… Tidak Pernah Terpikirkan hal ini Oleh Kita..!!!

Memang… Dengan datang dan hadirnya berbagai masalh tragedy dan bencana. Secara manusiawi, kita menangis dari dalam jiwa kita..

Tetapi… “Maha Suci Tuhan Allah” Bagaimana bisa membiarkan sesuatu yang besar ini terjadi?

Bagaimana tindakan Tuhan yang kita mau?
Apakah kita mau Dia mengatur perbuatan orang-orang?
Dalam kasus serangan teroris, berapa jumlah kematian yang diperbolehkan Tuhan?
Apakah kita merasa lebih baik jika Tuhan mengijinkan pembunuhan terhadap ratusan orang? Apakah mungkin Tuhan hanya mengijinkan kematian satu orang saja?

Tetapi,,, jika Tuhan mencegah pembunuhan terhadap satu orang saja, tidak ada lagi kebebasan untuk dipilih. Orang memilih untuk mengabaikan Tuhan, menyangkal Tuhan, mencari jalan mereka sendiri dan melakukan perbuatan yang mengerikan terhadap yang lain. Tanpa peduli siapak dia dan kamu.

Planet ini bukanlah tempat yang aman. Seseorang mungkin menembak kita. Atau, kita mungkin ditabrak oleh sebuah mobil, atau, kita mungkin harus meloncat dari sebuah gedung karena diserang oleh teroris-teroris. Atau berbagai hal mungkin terjadi kepada kita di lingkungan yang kejam yang disebut sebagai bumi/dunia yang fana ini. Tempat dimana kehendak Tuhan tidak selalu dijalankan.

Tetapi, Tuhan tidak berada didalam pengampunan setiap orang, sebaliknya. Untungnya, Kita berada dalam pengampunanNya. Inilah Tuhan yang menciptakan alam semesta dengan bintang yang tak terhitung banyaknya, yang mengatakan dengan mudah kata-kata ini, “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala” inilah Tuhan yang mengatakan bahwa Dia “memerintah seluruh bumi.” kekuatanNya dan kebijaksanaanNya tidak terbatas. Walaupun masalah-masalah sepertinya mustahil untuk kita lewati, kita mempunyai Tuhan yang luar biasa yang mengingatkan kita, “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk, adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?” bagaimanapun, DIA mampu menjaga kebebasan manusia yang berdosa, tetapi tetap membawa kehendakNya. Tuhan dengan tegas berkata, “Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.”

Dan kita bisa merenungkan kenyamanan dari hal itu, jika hidup kita diserahkan kepadaNya. Bukan kepada kepentingan kita “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

BERTANYALAH… Dimana Tuhan sekarang?
Banyak dari kita-kita semua, memilih untuk bersikeras pada Tuhan dan jalanNya Bukan… Dibandingkan dengan yang lain, tentu saja dibandingkan dengan terroris, kita mungkin menganggap diri kita dihormati, disayang oleh orang-orang. Tetapi dengan kejujuran yang polos dari hati kita, jika kita menghadap Tuhan, kita menghadapNya dengan segala pengakuan yang jujur, sesuai dengan yang kita ketahui. Ketika kita mulai untuk menyapa Tuhan dalam doa kita, apakah pernah terlintas, terhenyak oleh pemikiran bahwa Tuhan mengetahui pikiran kita, tindakan, dan keegoisan kita? Kita telah…dengan tindakan dan kehidupan kita…menjauhkan diri kita dari Tuhan. Kita sering menjalani hidup kita seolah-olah kita bisa menjalaninya dengan baik tanpa Tuhan.

Sehingga mengabaikan Firman-Firman Tuhan, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Yang berati; bahwa “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,”

Akibatnya? Dosa kita telah memisahkan kita dari Tuhan, dan dosa itu mempengaruhi lebih banyak didalam kehidupan kita. Hukuman bagi dosa kita adalah kematian, atau terpisah selamanya dari Tuhan. Bagaimanapun, Tuhan telah menyediakan sebuah jalan bagi kita untuk diampuni dan mengenalNYA.

SEDELUR… Kekuatan dari Dalam Melalui KasihNYA, telah datang sekarang… Sambutlah dengan sisa-sisa iman. Walaupun Imanmu itu hanyalah Sisa dari ego-egomu. PERCAYALAH… Tuhan akan datang dan menerimamu, untuk menyelamatkan kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan. KUNCI. Yang tersebut WAHYU PANCA GHA’IB. Kedunia ini. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh Laku Hakikat Hidup yang Sempurna.
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARI SAYA SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. BISA DI AMBIL HIQMAHNYA . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com

Pengertian Tuhan Dan Agama:


WONG EDAN BAGU.6
Pengertian Tuhan Dan Agama:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Toili Sulteng. Sabtu tgl 06 Juni 2015

Banyaknya blogger yang gemar memperdebatkan mengenai agama ini dengan agama itu, contohnya agama islam dengan agama kristen (Islam vs Kristen), Sepertinya akan tetap berjalan dan tidak bisa di hentikan. bagi anda yang suka memperdebatkan agama, alangkah baiknya anda terlebih dahulu memahami apa itu TUHAN, apa itu AGAMA. Dengan memahami TUHAN dan memahami AGAMA dengan pemahaman yang baik dan benar, maka anda akan paham apa itu Tuhan apa itu Agama. Jadi,,, buat apa di perdebatkan…

Dan Muga saja. Tulisan saya dibawah ini. Bisa bermanfa’at untuk memahami, apa itu Tuhan dan apa itu Agama.

Pengertian agama:
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa, serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusaia serta lingkungannya.

Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta, āgama yang berarti “tradisi”. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.

Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.

Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:
Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya, dan yakin berasal dari Tuhan
mentaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari tuhan.

Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambakan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

Pengertian tuhan:
Kata Tuhan merujuk kepada suatu dzat abadi dan supranatural, biasanya dikatakan mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta atau jagat raya. Hal ini bisa juga digunakan untuk merujuk kepada beberapa konsep-konsep yang mirip dengan ini misalkan sebuah bentuk energi atau kesadaran yang merasuki seluruh alam semesta, di mana keberadaan-Nya membuat alam semesta ada; sumber segala yang ada; kebajikan yang terbaik dan tertinggi dalam semua makhluk hidup; atau apapun yang tak bisa dimengerti atau dijelaskan.

Banyak tafsir daripada nama “Tuhan” ini yang bertentangan satu sama lain. Meskipun kepercayaan akan Tuhan ada dalam semua kebudayaan dan peradaban, tetapi definisinya lain-lain. Istilah Tuan juga banyak kedekatan makna dengan kata Tuhan, dimana Tuhan juga merupakan majikan atau juragannya alam semesta. Tuhan punya hamba sedangkan Tuan punya sahaya atau budak.

Kata Tuhan disebutkan lebih dari 1.000 kali dalam Al-Qur’an, sementara di dalam Alkitab kata Tuhan disebutkan sebanyak 7677.

TUHAN, adalah:dzat yang ada (bukan diadakan/diciptakan, tidak dilahirkan dan tidak melahirkan), DIA hidup (tidak dihidupkan dan tidak mati), DIA kuasa tidak butuh kepada makhluknya, DIA mengatur dan menentukan (bukan diatur dan ditentukan).
maka yang bisa dikatakan TUHAN haruslah memenuhi unsur unsur diatas.

Teori ketuhanan:
Paham ketuhanan yang beraneka penjelasan tersebut, berdasarkan teori atau pendekatan yang digunakan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Dalil Logik. Sesuatu yang tidak dapat dilihat atau kesan tidak semestinya tiada. Sekiranya kita tidak dapat melihat atau mengesan nyawa, tidak bererti nyawa itu tidak wujud. Sekiranya cetusan eletrik dalam otak diukur sebagi nyawa, komputer yang mempunyai prinsip yang sama masih tidak dianggap bernyawa.

Dalil Kejahatan di Dunia. Tuhan telah memberi peringatan agar manusia berbuat baik sesama manusia, dengan amaran siksaan yang keras kepada mereka yang ingkar. Adanya kejahatan yang diamalkan oleh manusia di bumi adalah pilihan manusia itu sendiri. Kejahatan adalah keadaan di mana ketiadaan kebaikan. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.

Dalil Kesempurnaan. Tuhan adalah sempurna dari segala sifat kecacatan. , dengan itu mengatakan Tuhan tidak mampu adalah salah, sebagai contoh “Adakah Tuhan itu berkuasa untuk mencipta satu batu yang terlalu berat, yang tidak mampu diangkat oleh dirinya sendiri?” Menunjukkan keinginan meletakkan sifat manusia kepada Tuhan. Berat adalah hukum yang dicipta Tuhan, apa yang berat di bumi tidak bererti di angkasa. Berat tidak membawa apa-apa erti di alam ghaib.

Dalil Kosmologikal. Dari segi kosmologi, Tuhan seharusnya wujud sebagai punca kepada kewujudan alam. Dengan premis “segala sesuatu itu berpunca”, maka adalah tidak masuk akal untuk mengatakan alam ini wujud tanpa mempunyai punca, yakni Tuhan. Di alam ini semuanya tersusun dengan hukum-hukum yang tertentu dengan ketentuan Tuhan, yang mana dari segi sains pula dikenali sebagai hukum alam.

Dalil Antropofik. Kewujudan manusia dan fitrahnya untuk mengenal tuhan sudah membuktikan kewujudan Tuhan.

He he he . . . Edan Tenan… Lalu… Siapakah Tuhan Itu?
Kenapa Tiap Agama Punya Tuhan Yang Berbeda?

1. Siapakah Tuhan Itu?
2. Kenapa Tiap Agama Punya Tuhan Yang Berbeda?
Allah, Yesus, sang Hyang widi wase, dewa dewa atau siapa?
Lantas kenapa berbeda beda tiap agama?
Apakah manusia diciptakan oleh Tuhan yang berbeda beda?
Berikut penjelasannya.

Kata Tuhan dalam bahasa Indonesia mewakili dua kata arab sekaligus. yaitu “Rabb” dan “Ilah”
pengertian yang lebih cermat bisa kita dapatkan ketika kita terjemahkan kata “Rabb” dan “Ilah” ini dengan kata indonesia yang lebih spesifik:

1.RABBana atiina fiddunya khasanah,…dst = TUHANkami karuniakan atas kami kebaikan di dunia,…dst

2. La ILAH illa LLah = tidak ada TUHAN selain Allah.
kalimat pertama pakai RABB, yang kedua pakai ILAH,… tapi kedua duanya diterjemahkan sebagai TUHAN.

Coba perhatikan detail penterjemahan berikut:
“Rabb”= artinya Tuhan yang menciptakan alam Semesta

“Illah”= artinya sesembahan/ panutan/ idola/ yang diutamakan/ yang dimintai pertolongan perlindungan/ yang ditakuti yang disegani. (biasanya ahli bahasa menyingkat pengertian semuanya itu menjadi “yang dipertuhankan, atau yang dianggap sebagai tuhan yang ditaati)

Dengan pengertian RABB dan ILAH diatas, dengan mudah kita bisa membantu menjelaskan jawaban atas judul Postingan saya ini.

1. Semua orang (agama apapun) termasuk ateis kalau ditanya siapakah RABB itu? (maksudnya siapakah yang menciptakan dunia dan isinya termasuk manusia?) maka hati mereka akan menjawab Tuhan (yaitu Tuhan yang jumlahnya pasti hanya satu) nah Tuhan yang ada dalam jawaban hati mereka itulah Allah. Yang di maksud TUHAN. Hanya saja ada orang yang mengenal nama Allah, ada juga yang mengenal nama Allah Bapa, ada juga widhi wase ada juga yang tidak tau namanya tapi pokoknya kalau ada yang mencipta dunia ini pasti Tuhan yang cuma satu aja gitu lho… Kok repot… He he he . . . Edan Tenan.

2. Tapi kalau kita tanya siapakah ILAH kalian? (maksudnya siapakah yang kalian sembah/ siapakah yang kaliam takuti hukumannya, siapakah yang kalian harap pertolongannya, siapakah yang kalian andalkan dalam hidup ini, siapakah yang bisa menyelamatkan anda, siapakah juru selamat anda, siapakah yang melindungi anda, kalau anda memohon perlindungan dan pertolongan anda memohon kepada siapa? kalau anda kesulitan anda minta bantuan pada siapa? Siapakah yang kalian taati? dsb….. KALAU KITA TANYA TENTANG TUHAN YANG BEGINI PASTI JAWABNYA BERBEDA BEDA. He he he . . . Edan Tenan… iya apa iya Lurr?

Yang kristen bilang Yesus yang mengabulkan doa, yang melindungi dan menyelamatkan (bukan Allah).
Yang hindu bilang yang menyelamatkan adalah Syiwa yang tidak jadi marah.
Yang budha bilang sidarta memberi ajaran dan keselamatan.
Yang kejawen bilang sang hyang dumadi lah yang menyelamatkan kami dst.

Jadi TUHAN PENCIPTA ITU SATU.
Tapi TUHAN SEMBAHAN ORANG ITU MACAM – MACAM. BERGANTUNG SELERA MASING MASING… He he he . . . Edan Tenan.

TANYA:
Lalu gimana dong… Pak WEB?

JAWAB:
Ya gak gimana gimana,…. yang minta pada Yesus yaa nanti diketemukan ama Yesus.
yang minta ke syiwa, ketemu ama syiwa.
yang minta ke budha, ketemu ama budha.
yang mintanya ke sang hyang dumadi, ya ketemu ama sang hyang dumadi.
Dan yang mau kembali selamat kepada Allah yaa gampang saja,… mintalah kepada Allah bukan kepada yang lain.

TANYA:
Tapi nanti kan Yesus akan menyampaikan doa kita kepada Allah?…..

JAWAB:
lhoh,… Allah sudah membuka pintu untuk semua orang, tak harus melalui ini atau itu,… langsung aja minta ke Allah,… kalau anda minta ke Yesus,… wah, Yesus juga kan minta sama Allah? nah nanti kalau anda dikasitau tentang anjuran dan ajaran dan perintah Allah melalui quran atau injil atau taurat atau zabur atau sukhuf ibrahim atau sukhuf musa,… jangan sekali kali bikin alasan untuk tidak melakukannya. kalau Allah bilang sujud yaa sujud saja lah,…. Allah bilang puasa ya puasalah,… nah kalau udah gitu maka anda sudah menuju pada sesembahan yang bakal menyelamatkan anda, yaitu Allah yang menciptakan dunia seisinya dan Allahlah yang memiliki semua di dunia dan di akhirat nanti.
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARI SAYA SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. BISA DI AMBIL HIQMAHNYA . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com

KACA BENGGALA KERETA KENCANA:


Kereta Kencana
KACA BENGGALA KERETA KENCANA:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Toili Sulteng. Rabu 3 Juni 2015

Siapa yang belum tau, apa itu kereta kencana..? Maaf, saya beritahu ya, maksudnya biyar tau…Hehe.:-) Kereta kencana adalah kendara’an Ratu/Raja yang di tarik oleh 4 kuda. Bentuk dan modelnya seperti yang ada di gambar ini. Tapi,,, tidak semua Ratu/Raja memiliki kendara’an kereta kencana. Sekalipun ada, itu bukan yang asli, atau hanya namanya saja yang kereta kencana dll. Karena kereta kencana yang sebenarnya, tidak asal ratu/raja bisa memiliki atau menaiki kereta kencana. Sebab… kereta kencana yang sebenarnya adalah merupakan anugera dari Hyang Maha Suci Hidup. Karena anugerah, jadi,,, penunggangnya, sudah barang tentu adalah seorang Utusan yang di Pilih oleh Hyang Maha Suci Hidup.

Kereta kencana adalah satu-satunya kendara’an termewah dan terindah juga terhebat yang ada didunia nyata maupun gha’ib. Kereta itu terbuat dari bahan yang tidak jauh berbeda dengan bahan yang pernah di gunakan Allah sewaktu menciptakan Adam dan Hawa. Dihiasi ukiran intan, mutiasa, emas, berlian, perak, perunggu dan semua bahan logam mulia, ada di hiasan ukir kereta tersebut. Jika tidak indah dan mewah, bukan kereta kencana yang asli. Rodanya empat dan di tarik oleh empat kuda yang memiliki ciri warna sendiri-sendiri. Yaitu, kuda putih, kuda merah, kuda hitam dan kuda abu-abu. Jika rodanya tidak empat dan kudanya tidak empat, berati bukan kereta kencana yang asli. Kerata ini tidak memiliki kusir, kusirnya adalah si penunggang kereta itu sendiri. Siapa yang mendapatkan anugerah kereta kencana. Maka dialah kusirnya. Jika ada kusirnya, berati bukan kereta kencana. Kereta kencana ini. Bisa melampaui segala dimensi tanpa mengenal ruang dan waktu. Jika ada batasan, berati bukan kereta kencana.

Dan dari yang saya ketahui selama mengembara napak tilas sejarah leluhur, hanya ada 9 Manusia Hidup saja yang mendapatkan anugerah kereta kencana ini, Keratanya hanya satu, tapi di miliki oleh 9 orang. Kapanpun 9 orang ini memerlukannya. Kereta kencana siap datang untuk antar jemput sesuai kehendak. Di jawa dwipa ini. Pemilik kereta kencana itu ada 3. Pertama, Dewi Samudera. Kedua, Sabdo Palon Noyo Genggong. Ketiga. Prabu Siliwangi. Sedangkan yang 6 nya, dari daerah luar indonesia. Yaitu… Bagdad, mesir, india, cina, singapur dan mekkah. Kalau Dewi Samudera dan Prabu Siliwangi, tidak usah di pertanyakan. Karena memang Ratu dan Raja. Tapi Sabdo Palon Noyo Genggong,,, Kok, bukan Prabu Brawijaya atau Raja-Raja hebat lainnya?

Itulah Allah. Hanya Dialah yang Tau tentang hal ini. Yang pasti, yang teranugerahi kereta kencana adalah Utusan Pilihan nya. Artinya… bukan sembarang orang atau asal manusia.

Inilah Sekelumit perkataan Sabdo Palon Noyo Genggong pada Prabu Brawijaya V:
“Sabdapalon berkata: “Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa, Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba. Mulai dari leluhur Paduka dahulu, Sang Wiku Manumanasa, Sakutrem dan Bambang Sakri, turun-temurun sampai sekarang. Hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa.

Hamba jika ingin tidur sampai 200 tahun. Selama hamba tidur selalu ada peperangan saudara, yang nakal membunuh manusia bangsanya sendiri. Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa.

Dengan mengutip dari perkata’an tersebut, kita bisa menebak siapa sebenarnya Sabdo Palon Noyo Genggong, kan…

Lalu… apa yang menarik perhatian saya tentang Kereta Kencana tersebut….?
Yang menarik saya. Adalah… Kereta kencana itu merupakan Kaca Benggala (Gambaran) Manusia Hidup. Kerata nya yang indah dan sempurna itu, adalah wujud kita. Raga kita. Tubuh kita ini. Rodanya empat, yaitu kaki dan tangan kita, Kuda nya empat, yaitu sedulur papat kita, Mutmainah. Aluamah. Supiyah dan Amarah. Kusirnya satu, yaitu Hidup kita sendiri. Ini sangat menarik jika di ungkap detilnya. Dan saya hanya akan mengulas sengkatnya saja, yang perlu-perlu saja, bukan detilnya, jika tidak mudeng, malah bikin puisng bin sakit kepala nantinya…Hehe.:-)

Sedulur… Mari kita sejenak merenung tentang diri kita ini. Dengan Kaca Benggala Kereta Kencana tersebut. Jika satu saja, kuda yang menarik kereta itu, berontak, apa yang terjadi pada keretanya. Apa lagi ke empat kudanya mbalelo, bisa di perkirakan bukan, pasti kereta itu akan berantakan. Jika kereta kencana itu tanpa kusir, atau kusirnya tidak menguasai ke empat kuda tersebut, tidak akrab, tidak bersahabat, tidak bersekutu dll, hasilnya sama. Hancur berantakan. Empat kuda tersebut, memiliki peranan yang sangat penting untuk kereta. Karena jika tanpa empat kuda itu, kereta tidak bisa berbuat banyak, bahkan mungkin tidak dapat melakukan apa-apa. Itu baru kudanya… melanjut ke kitanya sendiri yang menjadi kusirnya, jika kusir tidak bisa mengendali dan menguasai empat kuda yang memiliki karakter sendiri-sendiri itu, maka,,, sudah tergambar, apa yang akan terjadi. Kereta akan bergerak bukan pada jalurnya dan tidak semestinya. Dalam waktu beberapa menit saja. Roda kereta yang mungkin masuk kalen/selokan, nabrak batu dll. Akan terlepas, keretapun ambruk terserat kuda tanpa roda, kemudia hancur berantakan. Hingga tidak layak lagi di sebut Kereta Kencana sang anugerah ilahi. He he he . . . Edan Tenan.

Disinilah Perlunya Lakon mengenali Sedulur papat kita yaitu: Mutmainah. Aluamah. Supiyah dan Amarah, yang lebih di kenal dengan sebutan malaikat empat, yaitu: Jibril. Mika’il. Ijro’il dan isrofil, istilah dalam agamanya.
Disinilah Pentingnya Laku Hakikat Hidup. Agar mengetahui Hidup yang menempati Tubuh seumur hidup kita ini. Yang lebih di kenal dengan sebutan Guru Sejati.
Dan inilah yang di maksud Manunggaling kawula Gusti. Sedulur Papat itu kawulanya (Bawahannya) Gustinya itu, Hidup kita sendiri. Bukan Manusia menyatu dengan Tuhan. Atau Tuhan menyatu dengan umatnya. Bukan… kalau itu lain lagi. Itu hasil dari lakon laku diatas. Tersebut Sempurna. Jika sang kusir berhasil menguasai ke mepat kuda dan merawat kereta serta memanfa’at kereta kencana sesuai firmanNYA. Baru Sempurna jati. Jatining Sampurna. Dan itu masalah kelak bin nanti jika kita sudah meninggalkan dunia fana ini. Kita akan sempurna. Maksudnya, bisa kembali ke sangkan paran asal usul kejadian. Bukan ke surga atau neraka dan pohon, rumah kosong atau jembatan. Tapi pada sangkan paran asal usule dumadi.

MAKA… Ketahuilah dirimu sendiri. Agar bisa dan dapat mengenali Tuhanmu sebaik kita yang telah mengenali diri pribadi kita sendiri. Karena jika tidak, gambarannya seperti hancurnya kereta kencana yang di tarik empat kuda tanpa kusir. Jika kesulitan dalam mempelajari Lakon Laku ini. Pesan Buku Bimbingannya. Saya Sudah Menciptakan Lakon Laku Kusus untuk ini. Yaitu “Kunci The Power” Ilmu Khusus Pembangkit Sedulur Papat Kalima Pancer. Dengan Cara: SMS: ( PESAN BPKTP ) Kirim Ke: 0858-6179-9966

Logo KTP
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARI SAYA SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. BISA DI AMBIL HIQMAHNYA . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com

ANTARA PENGALAMAN MASA LALU DAN PENGALAMAN MASA KINI:


ANTARA PENGALAMAN MASA LALU DAN PENGALAMAN MASA KINI:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Toili Sulteng. Rabu Tgl 06 May 2015

Sedulur… Ada empat hal yang bisa menjadikan seseorang Mulus/Lancar tanpa hambatan yang rumit dan sukar untuk di lalui, di dalam Laku dan lakon apapun. Yaitu… Mengetahui Angan. Budi. Pakarti dan Panca Indera nya sendiri. Karena dengan mengetahui angan, budi, pakarti dan panca indera nya sendiri, kita bisa menguasainya. Jika kita bisa menguasai ke empat hal tersebut, apapun yang kita tuju dalam laku dan lakon, akan terlaksana dengan Ridha Maha Suci Hidup, sebab dengan menguasai empat hal itu, Ridha/Pangestu Maha Suci Hidup bersama kita.

Untuk Mengetahui angan, budi, pakarti dan panca indera, tidak ada jalan lain, selain dengan cara mengenal empat Malaikat Utusan Maha Suci Hidup, yang bertugas mendampingi kita, apapun yang terjadi hingga akhir hayat kita, yaitu,,, Jibril. Mika’il. Ijro’il dan Isrofil, yang lebih di kenal dengan sebutan jawanya. Sedulur Papat. Mutmainah. Aluamah. Sipiyah dan Amarah. Karena ke empat yang tersebut di atas, adalah sipat dari masing-masing Malaikat/Sedulur papat kita sendiri. Pelajaran Kusus untuk hal ini, terdapat pada Laku Spiritual “Kunci The Power” Ilmu Kusus Pembangkit Sedulur Papat Kalimah Pancer, yang sedang saya syi’arkan mulai dari akhir tahun 2014 yang lalu hingga sekarang, kepada siapapun yang berminat. Maka,,, ketahuilah.

Sedulur… Laku itu, adalah “NIYAT” meraih suatu hal dengan menggunakan tangga Kasih Sayang. Sedangkan Proses itu, adalah “IMAN” belajar menaiki anak tangga satu demi satu dengan Cinta… Dan tujuan belajar itu, adalah, supaya kita bisa Tau. Paham dan Mengerti. Bukan yang lainnya. Dengan tau, paham dan mengerti, kita layak Hidup, sebab kita bukan bayi, yang bisa hidup tanpa harus tau, paham dan mengerti. Dan dengan bisa tau, paham dan mengerti itulah, kita akan sesuai dengan Firman Maha Suci Hidup. Yaitu sebagai manusia seutuhnya, seperti di kala Maha Suci Hidup Menciptakan kita, dengan Kuasa Kesempurna’annya.

Setiap Pembelajaran yang di tempuh, pasti ada tempa’an, tempa’an itu lebih kita kenal dengan sebutan. UJIAN. Itu hukum alam, itulah sebab akibat (karma)nya, yang tidak dapat di tolak dan di hindari oleh siapapun serta di ubah oleh apapun kecuali Maha Suci Hidup. Dengan tempa’an inilah, kita di proses melalui semesta alam, dan ketahui,,, di dunia dan alam manapun, tidak ada sesuatu yang tanpa proses, kecuali di dunia atau alam Kesempurna’an Sejati. Sekali lagi,,, dengan tempa’an demi tempa’an itulah, kita berproses, menuju Kesempurna’an Sejati yang Dewasa dengan Kasih Sayang dan Cinta. Bukan dengan ke kanak-kanakan yang selalu asyik main kelereng hingga lupa jika hari sudah mulai petang.

Sedulur…. Ketahui dan Sadarilah.
Barang siapa Berniyat, maka mau tidak mau, di sadari atau tidak di sadari, akan di tempa. Barang siapa yang di tempa, maka mau tidak mau, di sadari atau tidak di sadari, akan di proses. Barang siapa yang di proses, maka mau tidak mau, di sadari atau tidak di sadari, akan Sukses. Karena tempa’an itu, karmanya Proses. Sedangkan Proses itu, karmanya Sukses. Dan sukses itu, karmanya Iman. Maka berimanlah dengan Benar dan Tepat jika ingin Sukses.

PENGALAMAN MASA LALU;
Dengan ungkapan diatas, saya teringat Pengalaman Masa Lalu saya dan mengingat Pengalaman masa kini saya. Dulu,,, sewaktu saya masih belajar pada para pembimbing saya, di setiap pembelajaran saya, tidak ada satupun yang tanpa tempa’an/ujian dari Sang Pembimbing/Guru. Dan dengan Tempa’an-Tempa’an/Ujian-Ujian dari Sang Guru itulah, saya selalu berhasil menyelesaikan Proses demi Proses dalam setiap pembelajaran yang saya pelajari, dari Sang Guru.

Contoh;
Guru saya seorang Kiyai kondang/terkenal di suatu daerah, dan setiap waktu menyuguhi saya sajian-sajian kerokhaniyah, kususnya tentang minum arak itu haram, bermain berjudi haram, berjinah juga haram dll.

Pada suatu ketika, saya di suruh Ibu nyai istri kiyai Sang Guru saya itu, mengantar kan beberapa Kertas undangan acara hajatan khitan, Puteranya yang ke tiga, yang akan diadakan 13 hari lagi, ke beberapa Sahabatnya Ibu Nyai, tanpa sengaja, di sebuah rumah yang saya datangi untuk di beri undangan itu, Ada Kiyai, Guru saya sedang berada di rumah tersebut, saya memergoki guru saya itu, yang seorang kiyai kondang itu, sedang minum arak bersama Tuan rumah dan beberapa sahabatnya. Mengetahuinya… saya ketakutan, hawatir kalau-kalau karena memergokinya itu, Sang Guru merasa risih, lalu akan mengusir saya dll. Saya tidak berpikir tentang wejangan-wejangan yang di sajikan kepada saya di setiap waktunya, lalu membandingkan dengan apa yang sudah saya pergoki sa’at itu.

Belum lupa kejadian itu, takut di usirpun belum hilang, suatu ketika, setelah selesai hajatan, saya keluar untuk membeli buku dan pulpen, karena buku dan pulpen yang saya gunakan untuk menulis wejangan-wejangan Sang Guru, sudah habis. Di pertiga’an menuju toko yang akan saya datangi untuk membeli buku, ada sebuah kafe yang di sampingnya ada meja biliyar, yang hanya di tutupi dengan kain spanduk, jadi, nyaris terlihat semua kegiatan yang di lakukan di ruangan itu, awalnya saya tidak tau kalau kafe itu ada biliyarnya, entah mengapa, tiba-tiba pada sa’at itu, mata saya tidak Cuma merilik kafe itu, tapi juga memperhatikan kerumunan sejumlah orang yang sedang rame-rame di kafe itu, sejak itu saya tau kalau kafe itu ada biliyarnya, dan banyak yang datang untuk bermai judi biliyar di kafe tersebut, dan lagi-lagi saya melihat Kiyai Sang Guru saya itu, ada di tempat itu, sedang asyik memainkan biliyar sambil sesekali bersenda gurua dengan wanita-wanita cantik yang ada bersama di ruang biliyar itu.

Segera saya menutup mata dan bergegas pergi ketika Sang Guru mengetahui saya sedang lewat dan melihatnya ada di tempat itu, keringat dingin keluar semua, Perasa’an takut semakin bertambah, saya kembali lagi, tidak jadi beli buku. Sesampainya di tempat, saya tengkurep sambil menangis takut, cemas, hawatir dan Bla… Bla… Bla…

Dengan Kikuk dan hawatir bahkan takut di usir, hari-hari saya jadi tidak nyaman. Karena itu saya merenung tanpa buku, membaca tanpa tulisan, karena ingat kalau saya sedang belajar, saya mencari pembelajarannya… Guru melarang… Tapi dia melakukannya. Ada apa ini? Kenapa ini? Bla… Bla… Bla… Hingga akhirnya, saya menemukan mata pelajarannya, lalu saya pelajari tanpa prasangka neko-neko. Tentang apa itu minum? Apa itu arak? Apa itu haram dan semua yang sudah saya dapatkan dari wejangan Sang Guru dan apa yang sudah saya saksikan secara langsung, saya Gabung dan saya pelajari dengan Niyat Iman.

Setelah saya mengetahui Syare’at dan Hakikatnya dari semua itu, saya tersenyum sambil berkata dalam hati… o.
Bersama’an dengan selesainya Pembelajaran yang sangat Luar biasa itu, Sang Guru memanggil saya, dan dengan Iman sayapun sowan di hapannya. Dan…. Setelah Sang Guru menceritakan di sertai dengan pengertian-pengertiannya atas apa yang sudah saya lihat tentangnnya. Senyum saya semakin lebar, dan kata hatipun jadi bertambah besar… O.
Ternyata Sang Guru sengaja malakukan hal-hal tersebut untuk menempa/menguji saya, supaya berproses agar sukses. Dan ahamdulillaah saya sukses menyelesaikan semua PR dan Pelajaran yang di berikan Guru kepada saya. Dengan stempel LULUS SENSOR…Hehe.:-)

Pangelaman ini, Selalu saya dapatkan tiap kali berganti Guru Pembimbing, Caranya Berbeda, namun tujuannya dan intinya sama. Yaitu menempa/menguji murid/santri, dan hal ini wajar terjadi di setiap perguruan. karena saya muridnya dan beliau Gurunya.

PENGALAMAN MASA KINI;
Pengalaman masa lalu itu, karena saya alami sendiri dan hasilnya nyata, bukan katanya, saya jadi hapal banget, lalu saya menerapkannya pada diri saya sendiri untuk anak-anak didik saya. Sistemnya saya robah, menggunakan cara saya sendiri, yang saya sesuaikan dengan Sikon jaman sekarang. Hasil yang saya harap, bisa seperti yang saya dan guru saya dapatkan dulu. Tapi ternyata… Lain ladang lain belalang-Lain dulu lain sekarang.

Tempa’an/Ujian yang saya berikan pada anak-anak didik saya, yang saya anggap sudah mampu, berhasil nihil, karena Tempa’an/Ujian itu, menjadi jalan sangka’an bobrox, kalap, bejat, gemblung bahkan sesat… dll. Hanya beberapa anak didik saja, yang bisa mengetahui kalau itu adalah tempa’an/ujian dari saya sebagai pembimbingnya. Yang lainnya NOL Besar. 15 % Lulus dan yang 85 % nya. Menyangka dan mengira serta beranggap bahwa saya bejat dan sesat serta tidak layak menjadi guru pembimbingnya. Padahal Tempa’an/Ujian yang saya Praktekan, tidak sefulgar Guru-guru Pembimbing saya dulu. Apa lagi kalau seperti yang di lakukan Guru saya dulu ya,,, maksudnya sistemnya tidak saya ubah, sefulgar guru saya lakukan dulu terhadap saya… Wow… Sungguh Pengalaman dua Dimensi masa yang sangat amat berharga dan luar biasa bagi saya. Terima Kasih TUHAN.

Dan Hasil dari Pengalaman itu, saya jadi Terenyuh jika mengulas kejadian tentang apa yang pernah di alami oleh Eyang Subur yang pernah gempar di berbagai media. Apa yang di alami oleh KH. AA Gym yang pernah heboh di seluruh media. Apa yang pernah dialami H. Rhoma Irama yang pernah gempar di dunia permusikan. Apa yang pernah dialami yth Almarhum KH. Gusdur tentang goyang ngebornya si Inul Daratista… Andai Para Santri/Murid/Fennya mengetahui apa di balik hal tersebut,,, He he he . . . Edan Tenan.

SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARI SAYA SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. BISA DI AMBIL HIQMAHNYA . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com

SEDULUR PAPAT DAN MALAIKAT EMPAT:


The Sampul.01

SEDULUR PAPAT DAN MALAIKAT EMPAT:
Tahukah Anda, Empat Malaikat Yang Memiliki Tingkatan Tertinggi Disisi Allah?
Iya bener; baiklah kalau begitu. Inilah Malaikat papat menurut Laku agama. Pertama:

1.Israfil.
Adalah malaikat yang pertama kali sujud kepada Adam. Dialah pemilik sangkakala yang jika ditiup, maka nyawa-nyawa akan kembali ke tubuh masing-masing dan orang mati akan hidup kembali. Dia disebut juga sebagai pemanggil orang-orang mati, karena pada hari kiamat ia akan memanggil orang-orang mati seraya berkata, “Wahai orang-orang yang telah hancur, bangkitlah kalian!”. Maka, mereka pun bangkit.

2.Jibril.
Adalah malaikat yang dijuluki dengan kepercayaan Allah (Aminullah). Juga disebut dengan “Waliyu al-Anbiya” karena dia adalah penyampai wahyu Allah kepada para Nabi serta menjauhkan dari musuh-musuh mereka. Ia disebut juga dengan “Ruh al-Quds” yang aroma tercium (kehadirannya diketahui) serta memberikan kehidupan. Tempatnya adalah di “Shidratu al-Muntaha”.

3.Mikail.
Adalah malaikat terdekat yang membawa berkah. Ia dipanggil dengan Pembagi Rezeki karena bertugas membagikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya.

4.Izrail.
Adalah malaikat mulia (agung) yang mendapat tugas dari Allah untuk mencabut ruh. Dia disebut sebagai malaikat maut; kemana pun dia pergi, dia tidak akan kembali sebelum mencabut nyawa.

Sedulur Papat, Lima Pancer.
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati tulisannya dimulai dari lagu Dhandanggula yang bunyinya sebagai berikut:

Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat” itu adalah Marmati, Kawah, Ari – ari (plasenta/ tembuni) dan Darah yang umumnya disebut Rahsa. Semua itu berpusat di Pusar yaitu berpusat di Bayi.

Jelasnya mereka berpusat di setiap manusia. Mengapa disebut Marmati, kakang Kawah, Adhi Ari – Ari, dan Rahsa? Marmati itu artinya Samar Mati (Takut Mati)! Umumnya bila seorang ibu mengandung sehari – hari pikirannya khawatir karena Samar Mati. Rasa khawatir tersebut hadir terlebih dahulu sebelum keluarnya Kawah (air ketuban), Ari – ari, dan Rahsa. Oleh karena itu Rasa Samar Mati itu lalu dianggap Sadulur Tuwa (Saudara Tua). Perempuan yang hamil saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) sebelum lahir bayinya, dengan demikian Kawah lantas dianggap Sadulur Tuwa yang biasa disebut Kakang (kakak) Kawah. Bila kawah sudah lancar keluar, kemudian disusul dengan ahirnya si bayi, setelah itu barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni).

Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, ia disebut sebagai Sedulur Enom (Saudara Muda) dan disebut Adhi (adik) Ari-Ari. Setiap ada wanita yang melahirkan, tentu saja juga mengeluarkan Rah (Getih=darah) yang cukup banyak. Keluarnya Rah (Rahsa) ini juga pada waktu akhir, maka dari itu Rahsa itu juga dianggap Sedulur Enom. Puser (Tali pusat) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari. Tali pusat yang copot dari pusar juga dianggap saudara si bayi. Pusar ini dianggap pusatnya Saudara Empat. Dari situlah muncul semboyan ‘Saudara Empat Lima Pusat’
Keempat nafsu yang digambarkan oleh ke empat hewan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja, tentu akan selalu merasa ingin menang sendiri dan selalu ribut/ bertengkar dan akhirnya akan kehilangan kesabaran. Oleh karena itu, sabar adalah alat untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.
Supiyah / Keindahan : Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara). Maka dari itu manusia yang terbenam dalam nafsu asmara/ berahi diibaratkan bisa membakar dunia.

Aluamah / Serakah : Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah dan aluamah. Maka dari itu, apabila nafsu tersebut tidak dikendalikan manusia bisa merasa ingin hidup makmur sampai tujuh turunan.

Mutmainah / Keutamaan : Walaupun nafsu ini merupakan keutamaan atau kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga kita sendiri menjadi kekurangan, jelas itu bukan hal yang baik.

Maka dari itu, saudara empat harus diawasi dan diatur agar jangan sampai ngelantur. Manusia diuji agar jangan sampai kalah dengan keempat saudaranya yang lain, yaitu harus selalu menang atas mereka sehingga bisa mengatasinya. Kalau Manusia bisa dikalahkan oleh saudara empat ini, berarti hancurlah dunianya. Sebagai Pusat, manusia harus bisa menjadi pengawas dan menjadi patokan. Benar tidaknya silakan anda yang menilai.

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER DAN SISTEM KEMALAIKATAN.
Setelah Islam masuk P.JAWA kepercayaan tentang saudara empat ini dipadukan dengan 4 malaikat di dunia Islam yaitu Jibril, Mikail , Isrofil, Ijro’il. Dan oleh ajaran sufi tertentu di sejajarkan denga ke’empat sifat nafsu yaitu: Nafsu Amarah, Lawwamah, Sufiah dan Mutmainah.

Pertama Jibril atau dalam bahasa ibrani Gabriel artinya pahlawan tuhan fungsinya adalah penyampai informasi, didalam islam dikenal sebagai penyampai wahyu pada para nabi. Dalam konsep islam Jawa Jibril diposisikan pada kekuatan spiritual pada KETUBAN. Ada pandangan yang menyatakan setelah N.Muhammad wafat maka otomatis Jibril menganggur karena beliaulah orang yang menerima wahyu terakhir.

Tapi tidak demikian dalam pandangan Jawa, setiap orang di sertai Jibrilnya. Hakikatnya hanya ada satu Jibril di alam raya ini tapi pancaran cahayanya ada dalam setiap diri. seperti Ruh tidah pernah dinyatakan dalam bentuk jamak didalam Al-Quran. Tetapi setiap diri mendapat tiupan ruh dari tuhan dan ruh tersebut menjadi si A, si B, si C Dst.. satu tetapi terpantul pada setiap cermin sehingga seolah2 setiapm cermin mengandung Ruh, dan manusia sebenarnya adalah cermin bagi sang diri. setiap diri menerima limpahan cahayanya.

Diantara limpahan cahayanya adalah Jibril yang menuntun setiap orang.
Jibril akan menuntun manusia kejalan yang benar, yang telah membersihkan dirinya, membersihkan cerminnya, membersihkan hatinya. Jibril lah yang menambah daya agar teguh dan tebal keimanan seseorang. dalam khasanah jawa Jibril berdampingan dengan Guru sejati, bersanding dengan diri Pribadi.

Jibril tidak mampu mengantarka diri Nabi ke Sidratul Muntaha dalam Mij’raj beliau juga diceritakan ketika Jibril menampakan diri kehadapan rasul selalu ditemani malaikat mulia lainnya yaitu Mikail isrofil Ijroil.

Jelas kiranya bahwa kahadiran ketuban ketika membungkus janin ternyata disertai saudara2nya yang lain. Ditinjau dari keddudukannya yang keluar paling awal maka disebut sebagai kakak atau kakang (saudara tua ) si bayi. begitu bayi lahir maka selesailah sudah tugas ketuban secara fisik. tetapi exsistensi ketuban secara ruhaniah ia tetap menjaga dan membimbing bayi tersebut sampai akhir hayat.

Secara extensi Jibril diciptakan setelah malaikat Mikail. dan Tali Pusar ada lebih dulu dari pada selaput yang membungkus janin di pintu rahim (cervix)
Ke Dua Malaikat Israfil. Menurut hadis malaikat Israfil diciptakan setelah penciptaan Arsy ( Singgasana Tuhan ) disebut sebagai malaikat penggenggam alam semesta, ia meniup Terompet Pemusnahan Dan Pembangkitan. Ia digambarkan menengadah ke atas untuk melihat jadwal kiamat yang ada di Lawh Al Mahfuzh.

Israfil di sepadankan dengan ari-ari, tembuni atau Placenta, Ari-Ari adalah yang memayungi sang janin sampai ketempat tujuan dialah yang memberikan keamanan menyalurkan makanan dan kenyamanan pada janin dengan ari-ari ini kehidupan berlangsung dalam janin.

Exsistensi Ari-ari ini disejajarkan dengan malaikat Israfil Dalam kelahiran janin, Ari-ari diterima sebagai saudara muda (adik).

Meskipun jasadnya telah tak ada lagi ari-ari tetap memberikan perlindungan bagi manusia setelah dilahirkan. Dari sisi keberadaanya malaikat Israfil dicipta terlebih dahulu dari pada malaikat Mikail dan Jibril As. Israfil diyakini sebagai Pelita Hati Bagi manusia agar hatinya tetap terang, Itulah sebabnya sejahat-jahatnya manusia masih ada secercah cahaya dalam hatinya tetap ada kebaikan yang dimilikinya meski hanya sebesar debu…

Yang ketiga adalah Malaikat Mikail, Salah satu malaikat yang menjadi pembesar para malaikat.. Tugas malaikat Mikail adalah Memelihara Kehidupan. Dalam hadis diceritakan bahwa malaikat Mikail mengemban tugas memelihara pertumbuhan pepohonan, kehidupan Hewan juga Manusia.. Dialah yang mengatur angin dan hujan dan membagi rejeki pada seluruh mahluk.

Pada konsep sedulur papat yang sudah di sesuaikan dengan ajaran Islam, Tali Pusar merupakan Lokus, tempat dudukan bagi malaikat Mikail dia merupakan tali penghubung bagi kehidupan manusia.Zat zat makanan, Oksigen dan Zat yang perlu dibuang dari tubuh janin agar tidak meracuni tubuh janin. Subhanallah.. Dia telah mengatur kehidupan manusia dalam rahim melalui malaikat malaikatnya.

Mikail dipandang orang jawa sebagai saudara yang memberikan sandang, pangan dan papan, Jika seseorang memohon perlindungan tuhan maka Mikail yang akan menjalankan perintah Tuhan untuk melindunginya.

Ke Empat adalah Malaikat Ijroil. Malaikat Maut yang dipercaya sebagai yang bertanggung jawab akan Kematian. Kehadirannya amat ditakuti Manusia.. Jika ajal telah tiba maka ia akan Me wafatkan manusia sesuai waktunya.

Dalam konsep sedulur papat Malaikat maut ini ternyata saudara Manusia sendiri bukan orang lain dan ia tidak akan menyalahi tugasnya bila seseorang belum sampai ajalnya dia tak akan mewafatkannya.. Dia hadir untuk meringankan penderitaan manusia, saudara sejati pasti melindungi bila yang bersangkutan selalu dijalan yang benar. Bayangkan bila manusia tidak bisa mati tetapi hidupnya menderita..? apa tidak tersiksa..? bayangkan bila ada orang yang mau mati aja sulitnya bukan main.. Nauzubillah..

Ijroil disebut sebagai kekuatan Tuhan yang berada didalam Darah, Dalam kehidupan sehari hari Ijroil bertugas untuk menjaga hati yang suci, Jika hati terjaga kesuciannya maka ketakutan akan hidup menderita dan kematian akan tak ada lagi.

Jika ajal telah sampai maka Ijroil mengorganisasi malaikat lainnya, mengorganisasi saudara saudara lainnya untuk mengakhiri hidupnya. Permana yang memberikan kekuatan pada sang Jiwa diangkat keluar tubuh, sehingga tubuh tak dapat lagi dikendalikan oleh jiwa. Ruh penyambung hidup kita lepas.. tubuh menjadi lunglai lak berdaya dan ini bentuk umum kematian bagi manusia.. loh kok gitu yaa..? Nah yang tidak umum yaaa.. bila Sang Diri Sejati manusia mampu memimpin saudara-saudaranya untuk melepaskan Jiwa manusia kealam Gaib. Orang demikian sudah mempu menyongsong kematiannya dengan benar, dia memberitahukan pada sanak dan saudaranya kapan kematiannya akan datang.

Semua saudara gaib ini sudah menjadi satu dengan tubuh kita, ketika dalam rahim sendiri-sendiri wujudnya. tapi ketika sang Bayi sudah lahir hanya ada satu wujud. Empat saudara kita tetap menyertai kita dalam wujud Ruh dan Tidak Kasat Mata.

Ada kutipan Ayat dalam Al-Quran yang perlu di simak..
” In Kullu nafsin lamma alayha hafizh” > ‘Setiap diri niscaya ada penjaganya’ Atau “Wa huwa al-qahir fawq iba’dih wa yusril alaykum hafazhah hatta idza ja’a ahadakum al-mawt tawaffathu rusuluna wahum la yufarrithun” >’ Dialah yang berkuasa atas semua hambanya. Dan dia mengutus kepada kalian Penjaga-Penjaga untuk melindungimu. Jika seseorang sudah waktunya mati, maka utusan-utusan kami itu mewafatkannya tanpa keliru”

Simbolisasi sedulur papat limo pancer dalam perwayangan.
Semar sebagai pamomong keturunan Saptaarga tidak sendirian. Ia ditemani oleh tiga anaknya, yaitu; Gareng, Petruk, Bagong. Ke empat abdi tersebut dinamakan Panakawan. Dapat disaksikan, hampir pada setiap pegelaran wayang kulit purwa, akan muncul seorang ksatria keturunan Saptaarga diikuti oleh Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Cerita apa pun yang dipagelarkan, ke lima tokoh ini menduduki posisi penting. Kisah Mereka diawali mulai dari sebuah pertapaan Saptaarga atau pertapaan lainnya. Setelah mendapat berbagai macam ilmu dan nasihat-nasihat dari Sang Begawan, mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, dengan melakukan tapa ngrame. (menolong tanpa pamrih).

Dikisahkan, perjalanan sang Ksatria dan ke empat abdinya memasuki hutan. Ini menggambarkan bahwa sang ksatria mulai memasuki medan kehidupan yang belum pernah dikenal, gelap, penuh semak belukar, banyak binatang buas, makhluk jahat yang siap menghadangnya, bahkan jika lengah dapat mengacam jiwanya. Namun pada akhirnya Ksatria, Semar, Gareng, Petruk, Bagong berhasil memetik kemenangan dengan mengalahkan kawanan Raksasa, sehingga berhasil keluar hutan dengan selamat. Di luar hutan, rintangan masih menghadang, bahaya senantiasa mengancam. Berkat Semar dan anak-anaknya, sang Ksatria dapat menyingkirkan segala penghalang dan berhasil menyelesaikan tugas hidupnya dengan selamat.

Mengapa peranan Semar dan anak-anaknya sangat menentukan keberhasilan suatu kehidupan? Semar merupakan gambaran penyelenggaraan Illahi yang ikut berproses dalam kehidupan manusia. Untuk lebih memperjelas peranan Semar, maka tokoh Semar dilengkapi dengan tiga tokoh lainnya. Ke empat panakawan tersebut merupakan simbol dari cipta, rasa, karsa dan karya. Semar mempunyai ciri menonjol yaitu kuncung putih. Kuncung putih di kepala sebagai simbol dari pikiran, gagasan yang jernih atau cipta. Gareng mempunyai ciri yang menonjol yaitu bermata kero, bertangan cekot dan berkaki pincang. Ke tiga cacat fisik tersebut menyimbolkan rasa. Mata kero, adalah rasa kewaspadaan, tangan cekot adalah rasa ketelitian dan kaki pincang adalah rasa kehati-hatian. Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih. Sedangkan karya disimbolkan Bagong dengan dua tangan yang kelima jarinya terbuka lebar, artinya selalu bersedia bekerja keras.

Cipta, rasa, karsa dan karya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cipta, rasa, karsa dan karya berada dalam satu wilayah yang bernama pribadi atau jati diri manusia, disimbolkan tokoh Ksatria. Gambaran manusia ideal adalah merupakan gambaran pribadi manusia yang utuh, dimana cipta, rasa, karsa dan karya dapat menempati fungsinya masing-masing dengan harmonis, untuk kemudian berjalan seiring menuju cita-cita yang luhur. Dengan demikian menjadi jelas bahwa antara Ksatria dan panakawan mempunyai hubungan signifikan. Tokoh ksatria akan berhasil dalam hidupnya dan mencapai cita-cita ideal jika didasari sebuah pikiran jernih (cipta), hati tulus (rasa), kehendak, tekad bulat (karsa) dan mau bekerja keras (karya).

Simbolisasi ksatria dan empat abdinya, serupa dengan ‘ngelmu’ sedulur papat lima pancer. Sedulur papat adalah panakawan, lima pancer adalah ksatriya.

EMPAT PENDEKAR GAIB SUNAN KALIJAGA:
Siang dan malam keempat pendekar gaib ini setia menunggu kita. Saat genting dan bahaya, dia menyeret kita ke tempat yang aman. Saudara penjaga gaib ini bukan jin bukan pula gendruwo.

Semakin lama belajar ajaran-ajaran leluhur Jawa, kita akan semakin terkagum-kagum pada para nenek moyang. Ilmu yang mereka ajarkan tidak bertentangan dengan agama, bahkan sesuai dan memperkaya pemahaman agama yang kita anut.

Sayangnya banyak yang masih memandang sebelah mata ajaran para leluhur Jawa ini. Bahkan ada yang menuduhnya sebagai syirik, khurofat dan takhayul. Para penuduh ini mungkin lupa, bahwa ajaran Jawa disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami orang Jawa. Memang, para leluhur kita kadang tidak fasih melafalkan kata-kata Arab. Para leluhur ini juga orang yang masih gagap iptek. Namun, jangan salah sangka dulu.

Dari segi kebijaksanaan, ngelmu batin dan olah rasa para nenek moyang kita dulu bisa diandalkan. Mereka adalah para waskita yang mampu membangun candi Borobudur, Prambanan dan mampu membuat sebuah bangunan dengan ketepatan geometris dan geologis. Tidak kalah oleh nenek moyang bangsa Mesir yang mampu membangun piramida, atau nenek moyang suku Inca, bangsa Peru yang bisa membangun Manchu Picchu.

Saat agama Islam masuk ke nusantara, sementara di Jawa saat itu sudah berkembang agama Hindu, Budha dan berbagai kepercayaan animisme, dinamisme, politeisme. Islam melebur secara pelan dan damai, berasimilasi serta berosmosis tanpa pertumpahan darah. Islam agama damai dan tidak memaksa. Orang Jawa bersifat pasrah, sumeleh, sumarah, ikhlas dan mengandalkan rasa pangrasa. Jadi? Klop sudah!

Bagi orang Jawa, masuknya Agama Islam yang kaya dengan aspek kebatinan (tasawuf) sangatlah tepat. Orang Jawa pun tidak kebingungan dengan ajaran-ajaran mistik yang ada di dalamnya. Namun orang Jawa berhasil menyederhanakan ajaran-ajaran mistik ini dengan terminologi dan kalimat-kalimat sederhana dan mudah dimengerti. Harap maklum saja, orang Jawa dulu mayoritas hidup di pedesaan yang sederhana dan tidak banyak berwacana ilmiah.

Salah satu ajaran Kejawen yang membahas tentang adanya malaikat pendamping hidup manusia adalah SEDULUR PAPAT LIMO PANCER. Pancer adalah tonggak hidup manusia yaitu dirinya sendiri. Diri kita dikelilingi oleh empat makhluk gaib yang tidak kasat mata (metafisik). Mereka adalah saudara yang setia menemani hidup kita. Mulai dilahirkan di dunia hingga kita nanti meninggal dunia menuju alam barzakh (alam kelanggengan).

Sebelum hadirnya agama Islam, orang Jawa tidak memahami konsep malaikat. Maka mereka menyebut malaikat penjaga manusia dengan sedulur papat. Konsep “sedulur papat” ini oleh orang Jawa ditamsilkan melalui sebuah pengamatan/niteni.

Mulai saat janin tumbuh di perut ibu, janin dilindungi di dalam rahim oleh ketuban. Selanjutnya adalah ari-ari, darah dan pusar. Itulah saudara manusia sejak awal dia hidup dan selanjutnya “empat saudara” ini kemudian dikubur. Namun orang Jawa Percaya bahwa “empat saudara” ini tetap menemani diri manusia hingga ke liang lahat.

Karena Air Ketuban adalah yang pertama kali keluar saat ibu melahirkan, orang Jawa menyebutnya SAUDARA TUA. Saudara ini melindungi jasad fisik dari bahaya. Maka ia adalah SANG PELINDUNG FISIK.

Selanjutnya yang lebih MUDA adalah ari-ari, tembuni atau plasenta. Pembungkus janin dalam rahim. Ia melingkupi tindakan janin dalam rahim yang kemudian mengantarkan kita ke tujuan. Maka ia adalah SANG PENGANTAR.

Saudara kita selanjutnya adalah DARAH. Darah ini membantu janin kecil untuk tumbuh berkembang menjadi bayi lengkap. Darah adalah SARANA DAN WAHANA IRADAT-NYA pada manusia. Darah bisa disebut nyawa bagi janin. Maka, darah disebut dengan PEMBANTU SETIA MANUSIA MENEMUKAN JATI DIRINYA SEBAGAI HAMBA TUHAN, CERMIN TUHAN (Imago Dei).

Saudara gaib kita terakhir adalah pusar. Menurut pemahaman Kejawen, pusar adalah NABI. Pusar secara biologis adalah tali yang menghubungkan perut bayi dalam rahim dan ari-ari. Pusar mendistribusikan makanan yang dikonsumsi ibu ke bayi. Pusar dengan demikian MENDISTRIBUSIKAN WAHYU “IBU” MANUSIA yaitu Gusti Allah SWT kepada diri kita.

Keempat saudara gaib ini sesungguhnya adalah EMPAT MALAIKAT PENJAGA manusia. Yang berada di kanan-kiri, depan-belakang kita. Maka, tidak salah bila Anda menyapa dan bersahabat akrab dengan mereka. Secara gaib, Tuhan mmeberikan pengajaran tidak langsung kepada hati kita. Namun melalui mereka pengajaran itu disampaikan.

Keempat penjaga (malaikat) itu adalah:
JIBRIL (Penerus informasi Tuhan untuk kita),
IZRAFIL (Pembaca Buku Rencana Tuhan untuk kita),
MIKAIL (Pembagi Rezeki untuk kita) dan
IZRAIL (Penunggu berakhirnya nyawa untuk kita).
Keempat malaikat itu oleh orang Jawa dianggap sebagai SEDULUR karib hidup manusia. Bila kita paham bahwa perjalanan hidup untuk bertemu dengan Tuhan hakikatnya adalah perjalanan menuju “ke dalam” bukan “ke luar”. Perjalanan menembus langit ketujuh hakikatnya adalah perjalanan “diri palsu” menuju “diri sejati” dan menemukan SANG AKU SEJATI, YAITU DIRI PRIBADI/ TUHAN.

Untuk menemukan SANG AKU SEJATI (limo pancer) itulah kita ditemani oleh EMPAT SAUDARA GAIB/MALAIKAT PENUNGGU (sedulur papat). Lantas dimana mereka sekarang? Mereka sekarang sedang mengawasi Anda. Berdzikir mengagungkan asma-Nya. Kita bisa menjadikan mereka sedulur paling akrab bila paham bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Caranya? Pejamkan mata, matikan seluruh aktivitas listrik di otak kiri dan kanan dan hidupkan sang AKU SEJATI yang ada di dalam diri Anda. Ya, hanya diri sendirilah yang mampu untuk berkomunikasi dengan para sedulur gaib nan setia ini.

Bagaimana tidak setia, bila kemanapun kita berada disitu keempatnya berada. Bila kita berjalan, mereka terbang. Bila jasad kita tidur, mereka akan tetap melek ngobrol dengan ruh kita. Maka, saat bangun tidur di siang hari pikiran kita akan merasa fresh sebab ruh kita akan kembali menjejerkan diri kita dengan iradat-Nya. Sayang, saat waktu beranjak siang polusi nafsu/ego lebih dominan sehingga kebeningan akal pikiran semakin tenggelam.

Bagaimana agar hidup kita selalu ingat oleh kehadiran sedulur papat ini yang setia menjaga kita?
Sunan Kalijaga memiliki kidung bagus:
Ana kidung akadang premati
Among tuwuh ing kuwasanira
Nganakaken saciptane
Kakang kawah puniku
Kang rumeksa ing awak mami
Anekakaken sedya
Pan kuwasanipun adhi ari-ari ika
Kang mayungi ing laku kuwasaneki
Anekaken pangarah
Ponang getih ing rahina wengi
Angrowangi Allah kang kuwasa
Andadekaken karsane
Puser kuwasanipun
Nguyu uyu sambawa mami
Nuruti ing panedha
Kuwasanireku
Jangkep kadang ingsun papat
Kalimane pancer wus dadi sawiji
Nunggal sawujudingwang
(Ada nyanyian tentang saudara kita yang merawat dengan hati-hati. Memelihara berdasarkan kekuasaannya. Apa yang dicipta terwujud. Ketuban itu menjaga badan saya. Menyampaikan kehendak dengan kuasanya. Adik ari-ari tersebut memayungi perilaku berdasar arahannya.

Darah siang malam membantu Allah Yang Kuasa. Mewujudkan kehendak-Nya. Pusar kekuasaannya memberi perhatian dengan kesungguhan untuk saya. Memenuhi permintaan saya. Maka, lengkaplah empat saudara itu. Kelimanya seagai pusat sudah jadi satu. Manunggal dalam perwujudan saya saat ini) Tergugah dan Ingin Mempelajarinya?

Secara Rinci Laku Hakikt Hidup ini, akan Saya ajarkan kepada siapa saja yang mau dan Bersedia Siap… Bermitra dengan Hyang Maha Suci Hidup (ALLAH)… Dengan Catatan bertemu secara langsung Atau dengan Cara Bergabung di PADEPOKAN ONLINE PESONA JAGAT ALIT HAKIKAT HIDUP “KUNCI THE POWER” ILMU PEMBANGKIT SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER… Kunjungi wordpressnya dan baca syarat-syaratnya. Atau klik link INI: https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com
Untuk mengetahui Persyaratannya Klik link INI: https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com/2015/02/25/padepokan-online-pesona-jagat-alit-hakikat-hidup-kunci-the-power-ilmu-pembangkit-sedulur-papat-kalima-pancer-2/
HE HE HE . . . EDAN TENAN… SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya…
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com

PENGALAMAN PERJALANAN SPIRITUAL MERAGA SUKMA :


Presentation1
PENGALAMAN PERJALANAN SPIRITUAL… BAGI WEB…
MERAGA SUKMA Adalah Bagian dari SEBUAH PERJALANAN SPIRITUAL.
“Dalam keadaan hening, tubuh saya terasa sangat ringan, indah dan sejuk serta hangat. Mata saya tertutup namun saya mampu melihat seluruh keadaan di sekeliling saya… Semua benda yang saya lihat mengeluarkan cahaya termasuk tubuh saya sendiri” Itulah sebuah ungkapan pengalaman saya, sa’at pertama kali saya menjalankan Meditasi/Samadi/Semedi dalam Laku Spiritual.******

Dari awal inilah seorang manusia terhijab. Terhijab dari segala sesuatu yang bersifat spiritual, hijab tersebut ada yang memang sudah menjadi ketentuan Allah seperti hijabnya dunia dan akhirat, namun ada juga hijab yang manusia buat sendiri, seperti hijabnya alam pikiran (Panca Indera) manusia.

Bagaimana alam pikiran manusia bisa menjadi hijab (tabir penutup)?
Jawabanya sangat sederhana… Yaitu karena manusia selalu berpikir dengan panca indera dan segala sesuatu yang dilihat dengan panca indera menjadi sah dan ilmiah menurut pribadinya. Segala sesuatu yang diluar panca indera disebutnya mistik, takhayul dan non ilmiah. Manusia merasa bahwa sesuatu yang bisa dilihat dengan panca indera maka bisa dilihat sebagai realita dan di terima akal pikiran. Bukankah begitu lurr…???

Apakah pendapat diatas salah?
Misalkan iya salah, tapi tidak sepenuhnya, bukan?
Jika kita hanya ingin mengalami perjalanan badani saja, maka cara berpikir diatas tidaklah salah, tapi akan banyak misteri misteri kedahsyatan semesta yang tak mungkin bisa kita selesaikan dengan metode ilmiah, salah satu contohnya adalah tentang tongkat nabi musa, akan banyak orang berpikir bagaimana mungkin ada tongkat yang bisa membelah samudra?
Bagaimana mungkin sebuah tongkat bisa manampilkan kekuatan yang luar biasa? Dan itu di sebutnya, di katakanya, di klaim sebagai mujijat Allah.

Tentu jika nabi musa hidup dijaman ini, ia akan banyak di undang untuk memberikan ceramah di universitas universitas dan tongkatnya akan dijadikan bahan penelitian yang pasti tidak akan pernah berakhir… Betul tidak lurr…???

Kita tidak salah berpikir secara ilmiah dan rasional, masalahnya adalah,,, sebagai manusia kita juga diberikan keinginan untuk melakukan perjalanan spiritual, ada kerinduan dalam diri kita untuk juga mengalami pengalaman spiritual, menjelajah dimensi ruang dan waktu dan ternyata di situlah tempat tinggal kebahagia’an yang sebenarnya. Ketenntraman yang selama ini jadi rebutan semuanya makhluk hidup dalam kehidupan ini.

Menurut pengalaman pribadi saya, alat untuk melakukan perjalanan spiritual tersebut, adalah ilmu meraga sukma, ilmu ini adalah termasuk ilmu yang langka, dengan meraga sukma kita bisa melihat rumah kita saat bepergian, mendatangi sanak dan famili secara batin, mengelilingi tempat tempat indah di dunia dan bertemu dengan para guru batin yang shalih, bahkan para leluhur, seperti Nabi, wali dll.

Segala sesuatu yang terlihat dalam alam badani, pada hakekatnya adalah sebuah ilusi, sedangkan yang terlihat dalam alam spiritual adalah alam realita. Contoh misal ilustrasnya; “Jika kita belum punya mobil dan kita ingin punya mobil, maka ada ilusi dalam pikiran kita, bahwa setelah kita punya mobil, kita akan bahagia”.” sebelum kita punya rumah ada ilusi dalam pikiran kita, bahwa setelah kita punya rumah nanti, kita akan bahagia” bla,,, bla,,, bla… Tapi kenyataannya, setelah kita punya rumah dan mobil, ternyata kita tidak bahagia, karena alasan rumahnya takut di rampok, kebakaran dll, mobilnya takut di curi, kecelaka’an dll, kita lalu diberikan ilusi ilusi yang lain yang menyiksa kita dan lain sebagainya. Jika perjalanan hidup kita hanya sekedar perjalanan badani/jasmani saja.

Hasil lain akan kita dapati, jika kita melakukan perjalanan spiritual, didalam dunia spiritual, disitulah bersemayam kebahagiaan hakiki dan jauh dari ilusi yang memperbudak manusia, ada keteduhan, ada kedamaian dan ada warna ke tentraman yang abadi. Pada saat kita meraga sukma, kita tidak akan merasakan keinginan untuk makan dan minum, selera makan kita akan hilang walaupun kita seorang pemakan berat sekalipun.

kegalauan dan kegundahan hati kita akan hilang saat sudah berada dalam alam spiritual, sebab kegundahan hanya ada dalam dunia badani, dalam kenikmatan tersebut, maka kita akan merasa sangat kagum, akan kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala yang memimpin semua makhluk dijagad raya ini.

Pernahkah kita bercita-cita untuk bisa jalan-jalan keseluruh tempat indah didunia?
Kita bisa dalam sekejap berada di bunaken melihat keindahan taman laut, kemudian sekejap berada di pantai sanur bali, kemudian sekejap berada di Mesir, menyaksikan patung spinx dan piramida atau mungkin kita ingin melihat keindahan sungai Nil, atau kita ingin berkunjung ke tempat tempat yang paling indah diujung bumi sekalipun, yang belum dijamah oleh manusia…

Kita tidak perlu pesawat terbang, yang kita butuhkan hanyalah bilik kamar kita, yang berfungsi sebagai bandara untuk tubuh halus kita, yang akan meluncur dan terbang laksana pesawat yang siap mengantar kita menjelajah dunia dengan alat berupa sebuah ilmu yang bernama Meraga Sukma…

Apa yang akan kita rasakan jika kita berada dilangit-langit kamar dan melihat tubuh kita sendiri, yang berbaring ditempat tidur?
Tentu akan terkejut dan takut… Itu pasti.
Tapi itulah memang pengalaman yang banyak di alami oleh para murid yang sedang belajar meraga sukma untuk pertama kalinya.

Badan halus kita akan keluar dari tubuh wadag kita dan kita berenang diudara seperti para astronot yang berjalan dipermuka’an bulan, kita bisa terbang melebihi kecepatan mobil balap sekalipun, membelah udara dan melaju bersama angin…

Ada 3 jenis ilmu meraga sukma yang saya ketahui di tanah jawa dwipa ini, satu persi kejawen dari jawa timur, duanya persi islam kejawen dari jawa tengah dan ketiganya persi kebatinan dari jawa barat. Dan ketiga-tiganya tidak ada yang mudah di pelajari dan gampang di lakukan, karena itu, ilmu meraga sukma termasuk ilmu langka, karena tidak semua orang sakti bisa lulus mempelajarinya, jika di paksakan, maka akan menemui dua risiko fatal. Kalau tidak gila, ya mati.

Untuk mampu melakukan meraga sukma dengan benar dan baik tanpa risiko negatif apapun, kita perlu Pondasi Wahyu Panca Ga’ib (KUNCI) dan mebutuhkan beberapa bekal berikut ini:

PERTAMA. Tepat dan Benar dalam Laku Wahyu Panca Ga’ib.
Iman keyakinan anda, secara lahir dan bathin (gelar/gulung) harus benar-benar tepat. Kunci nya Benar. Paweling nya Benar. Asmo nya Tepat. Mijil nya Benar dan Pengertian serta Pemahaman yang mengiringi lakunya juga tepat dan benar.

1. Kekuatan benteng badan.
Tubuh fisik anda harus dijaga dengan benteng baik dengan doa maupun asma-asma khusus. Jangan pernah coba-coba melakukan meraga sukma tanpa benteng badan yang cukup, sebab biyar bagaimanapun, tubuh fisik anda harus dijaga selama badan halus anda meninggalkan badan, bagi anda yang sudah pernah mengambil program “KUNCI THE POWER” anda beruntung karena dalam paket “KUNCI THE POWER” Ilmu Pembangkit Sedulur Papat Kalima Pancer, tersebut sudah termasuk benteng badan untuk meraga sukma.

2. Kepasrahan dan keberanian.
Anda harus mampu melewati tahapan tahapan krusial saat akan melakukan meraga sukma. Anda akan mengalami perasaan takut ketika tubuh halus anda melakukan perjalanan astral. Apalagi jika anda berniat untuk melakukan perjalanan badan yang jauh seperti ke luar negeri dan sebagainya, maka dalam perjalanan anda, anda akan bertemu dengan banyak orang yang kemungkinan sedang meraga sukma juga, makhluk-makhluk ghaib dan sebagainya, inilah yang dibutuhkan mental anda, sebab tidak semua makhluk berwujud seperti yang anda inginkan.

3. Jika bertemu dengan Guru batin.
Anda beruntung jika dalam meraga sukma, anda bertemu dengan para guru batin yang shalih, mereka akan mengajari ilmu-ilmu yang rahasia dan tidak pernah anda pikirkan sebelumnya, lewat mereka kita bisa belajar bagaimana menjalani kehidupan secara baik dan terbebasi godaan-godaan.

Jika anda beruntung anda akan diberi benda kenang kenangan seperti cincin, tasbih dan sebagainya yang tahu-tahu sudah berada di tempat tidur anda ketika bangun.

4. Mengatur frekwensi Meraga sukma.
Waktu yang tepat untuk melakukan meraga sukma adalah malam hari, karena justru saat malam anda akan lebih terang ketika tubuh batin anda pergi keluar untuk berjalan jalan, frekwensi meraga sukma tidak boleh terlalu sering, biasanya 2 atau 3 hari sekali, sudah cukup baik bagi perkembangan ilmu anda sehingga anda akan memiliki aura spiritual yang luar biasa.

Jika anda sangat ingin menguasai ilmu yang luar biasa ini, seringlah membaca KUNCI. Ana apa-apa KUNCI. Langka apa-apa KUNCI. KUNCI mampu membuat lathoif -lathoif dalam tubuh anda bersinar, jika lathoif dalam tubuh anda sudah mulai bersinar, maka ruh anda akan menjadi lebih ringan dan mata hati anda akan lebih tajam.

Apakah meraga sukma hanya mampu dilakukan oleh orang berbakat ?
Tidak… siapapun anda dan bagaimanapun anda, Laku Spiritual “KUNCI THE POWER” ini Bisa di memiliki, ini kesempatan bagi andan untuk mengalami perjalanan batin yang luar biasa ini sendiri, bukan katanya siapapun, tentu dengan syarat anda harus rajin berlatih dan memenuhi standar persyaratan yang sudah menjadi aturan sebagai siswa/murid. Untuk itu, baca keterangannya di Artikel yang Terkait. Atau klik DISINI: https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com/2015/02/25/padepokan-online-pesona-jagat-alit-hakikat-hidup-kunci-the-power-ilmu-pembangkit-sedulur-papat-kalima-pancer-2/

Saya bisa… Berati. Siapapun Anda Pasti Bisa. MAKA…..
Mulailah Perjalanan Spiritualmu SEKARANG:
Di sepanjang situs WEB… Telah menekankan betapa penting nya melakukan praktik spiritual secara teratur dan Benar. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman pesat dari apa yang dapat anda lakukan untuk memulai perjalanan spiritual anda (praktik spiritual) hari ini juga.

Apapun jalur agama atau dari manapun kebudayan anda berasal. Laku Spiritual “KUNCI THE POWER” Pelatihan Ilmu Pembangkit Sedulur Papat Kalima Pancer ini. Merekomendasikan, tiga hal yang dapat anda lakukan segera untuk memulai atau melengkapi perjalanan spiritual Anda.

Mengucapkan secara berulang/ merepetisikan.
Nama Tuhan menurut agama kelahiran Anda.
Mengucapkan repetisi (pengulangan) Nama pelindung dari permasalahan leluhur.
Membangun pengetahuan spiritual anda.

Mengucapkan dan merepetisikan (mengulangi) Nama Tuhan sesuai dengan agama anda dilahirkan:

Kita dilahirkan di dalam agama yang paling kondusif untuk memulai perjalanan spiritual kita. Dengan demikian, aspek ke Tuhanan yang kita sembah sesuai dengan agama kita, adalah apa yang paling bermanfaat bagi pertumbuhan spiritual kita pada tahap itu. Berbagai Nama Tuhan menurut agama masing-masing mewakili berbagai aspek dari satu Tuhan Yang Maha Esa. Dengan mengucapkan dan merepetisikan secara berulang Nama Tuhan sesuai agama kelahiran kita, kita berseru kepada aspek ke Tuhanan tersebut dan memanfaatkan energi ke Tuhanan Nya. Hal ini dapat dikiaskan dengan menkomsusi tonik spiritual umum yang paling kita perlukan.

Dibawah ini beberapa contoh dari nama Tuhan, yang seharusnya kita ucap dan repetisikan, sesuai dengan Agama kelahiran kita.

1. BUDDHIST: Om Mani Padme Hum, Namo Buddhaya.

2.CHRISTIAN: Roman Cathilic; Hail Mary.
Anglikan dan Denominasi Kristen lainya; Hail Jesus.

3.HINDU: Nama Dewata Keluarga atau jika tidak tahu Nama dari Dewa Keluarganya. Cukup dengan; menyebut; Shri Kuladevatayai Namaha. Metode dari repetisi nama dewata keluarga. Shri Harus menjadi awalan dari nama dewata keluarga, nama berikutnya harus dalam tata bahasa “objek tidak langsung” (Chaturti pratyai) dan kemudian diakhiri dengan Namaha. Contoh Misal. Jika Dewara keluarganya adalah:
>Ganesh. Menjadi “Shri Ganeshaya Namaha”
>Bhavani. Menjadi “Shri Bhavanimatayai Namaha”
Atau “Shri Bhavanidevyai Namaha”

4.ISLAM: Ada 99 Nama. Diantaranya; Ya Allah, Allahu Akhbar, Rahman, Rahim dan Asma’ul husna lain2nya

5.JAIN: Navakar Mantra (Om Namo Arihantanam)

6.JEW: Jehowah, Yahweh, Adonai atau salah satu nama dari berbagai Tuhan yang sesuai dengan Yudaisme lainnya.

7.SIKH: Vahe Guru, Shri Vahe Guru, Sukhmani Saheb, Japaji Saheb.

8.ZOROASTRIAN: Ada 101 Nama. Para Pencari Tuhan/Seeker dimanita untuk mengucapkan. Nama yang sesuai dengan angka yang di peroleh dalam meditasinya.

Beberapa saran dalam mengucap dan merepetisikan (mengulangi) nama Tuhan:
1. Mengucap dan Merepetisi dengan cara yang anda rasa nyaman: Anda dapat mengucap dan merepetisi di dalam pikiran (mental) atau anda mengucap dan merepetisikan secara lisan atau dapat anda ucapkan dan repetisikan dengan menggunakan Tasbih, Rosario, Mala, dll. Anda dapat memilih metode manapun yang anda rasa nyaman.

2. Setiap saat dan di mana pun:
Anda dapat mengucap dan merepetisi di mana pun, kapan pun juga. Contohnya, anda dapat mengucap dan merepetisi dalam perjalanan untuk bekerja, sambil memasak, atau sekedar membawa binatang peliharaan untuk berjalan-jalan.

3. Kwantitas dalam pengucapan dan pengulangan nama Tuhan:
Semakin banyak ucapan dan repetisi yang anda lakukan, akan semakin banyak pula manfaat spiritual nya. Anda dapat memulai dari lima menit per hari, kemudian berangsur-angsur menaikkan intensitasnya ke beberapa jam per hari dalam kurun waktu beberapa bulan. Hal ini dapat dilakukan dalam banyak sesi, dan sembari melakukan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti memasak, dll seperti dijelaskan di atas.

4. Teratur dalam ucapan dan repetisi anda:
Upaya tulus dalam pengucapan dan pengulangan akan memberikan manfaat-manfaat seperti membawa perasaan tenang di dalam hidup anda, yang anda sudah tidak rasakan dalam waktu yang lama atau kehidupan duniawi anda menjadi lebih baik.

Intinya:
Berikanlah kesempatan terbaik untuk memulai praktik Laku Spiritual “KUNCI THE POWER” anda selama minimal 41 hari dan anda akan melihat manfaat-manfaatnya dalam hidup Anda… HE HE HE . . . EDAN TENAN… SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH LEBIH MUDAH UNTUK DI PAHAMI DAN DI MENGERTI, SEHINGGA BISA MEMPERMUDAH Tata Caranya. BAGI siapapun yang Membaca Dan Mempelajarinya…
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com

HARAPANKU TENTANGMU:


MANUSIA TERKADANG TAK PERNAH MEMIKIRKAN SISI BURUK TERPENTING DALAM HIDUPNYA, APAKAH ITU ….?
MANUSIA SERING MENJADI HAMBA RASA DAN PERASAAN TANPA MENGKEDEPANKAN CITA RASA ORANG LAIN DALAM BERSANDING:

Anak-Anaka dan Murid-Muridku… Ketahuilah… Kenapa saya selalu sering berpesan untuk tetap laku dan terus laku tanpa henti. Karena,,, hanya yang terus lakul lah yang punya jaminan sampai ke titik finis. Bukan yang berhenti. Firman Allah Sudah jelas menjelasakan kepada semua dan untuk segalanya. Bahwasannya… Jika air laut di jadikan tintanya, dan seluruh dan semua daun di jadikan kertasnya. Tetaplah tidak akan cukup untuk menuliskan ilmu Allah. Diatas istana ada atap. Diatas atap ada bukit, diatas bukit ada langit, diatas langit masih ada lagi langit yang bersap-sap tak terhitung jumlahnya… begitupun Lakon dan Laku kita sebagai Manusia Seutuhnya yang di Titahkan oleh yang Maha Suci Hidup. Hingga sesuai dengan Firmannya yang Maha Benas, yaitu… “Semua yang berasal dariKU akan kembali kepadaKU” Bukan pada yang lain.

Anak-Anaka dan Murid-Muridku… Ada Yang Lebih Tinggi dari Segala Lakon Kehidupan. Yaitu Laku Perasa’an. Ada yang lebih Tinggi Lagi dari pada Laku Perasa’an itu. Yaitu Laku Rasa. Ada lagi yang jauh Lebih Tinggi di banding Laku Rasa. Apakah itu…? Cita Rasa… Kenapa Cita Rasa di Sebut Lebih Tinggi di banding Lakon dan Laku yang tersebut diatas…?! Karena Cita Rasa adalah intisarinya. Cita Rasa Sudah Tidak Terikat lagi oleh Lakon dan Laku. Cita Rasa adalah Bersatunya dan Bertemunya Lakon dan Laku, Perasa’an dan Rasa. Kehidupan dan Hidup, Pencipta’an dan Sang Pencipta.

Anak-anak dan murid-muridku…. Jadikan diriku sebagai cerminmu. Jadikan diriku sebagai cermin hati dan rahasia batinmu, sebagai cermin Laku Spiritual Hakikat Hidupmu!

Kemarilah…. mendekat kepadaku, anda akan melihat apa yang ada di dalam dirimu, sesuatu yang tidak bisa anda lihat ketika kalian jauh dariku. Jika anda punya hajat seputar agamamu, keluargamu, masyarakatmu, bisnismu dllmu, anda harus dekat denganku, karena aku tidak akan pernah menyembunyikan agama Allah Azza wa-Jalla. Tidak akan pernah mendustakan semua Firman-firmanNYA. Tak ada yang harus malu menyangkut agama dan Firman Allah Azza wa Jalla. Karena anda selama ini berada dalam pelukan kemunafikan. Tinggalkan duniamu yang ada di rumahmu, sejenak saja, mendekatlah kepadaku. Karena aku berdiri di pintu gerbang akhirat. Tidak lama lagi aku akan masuk, sebelum aku masuk, aku ingin anda tau tentang apa saja dan bagaimana di dalam akherat itu. Bersamalah denganku dan dengarkan kata-kataku, dan amalkanlah/lakukanlah sebelum maut menjemputmu.

Aku ingin anda, bersih dari hijab dan rentangan jarak denganNYA. Aku tidak ingin pintuNya tertutup bagi anda setelah aku sebelum anda mengetahui semua dan segala isi di dalamnya, sngguh aku tidak ingin pintu itu tertutup ketika anda ada pada selainNya.

Sebenarnya… Manusia Hidup di Kehidupan Dunia Fana ini. Banyak terjebak dalam area pemandangan yang terkesan mewah dan nyata-nyata mewah menurutnya, dalam bungkusnya. Akan tetapi hancur dalam kualiltasnya, jika di hayati dengan sadarnya kesadaran yang sebenarnya, akan tetapi letak kepiawaian manusia akan keberuntunganya takkan pernah lepas dari jeratan takdir (KARMA) yang tak terlawan oleh pengaruh arus apapun dan manapun, yang perlu digaris bawahi bahwa orang pintar masih kalah dengan orang untung.
karna surga tempatnya orang untung bukan orang pintar ataupun orang alim. Karma neraka tempatnya orang pintar, bukan tempatnya orang berdosa atau durhaka, seandainya surga tempatnya orang pintar ataupun orang alim maka barseso masuk surga… Wahahahaha…. Edan Tenan.

Kegagalan bukanlah bagian dari kesuksesan, tapi kegagalan adalah bagian dari prosese mencapai kesuksesan,…intinya, kesuksesan adalah akhir perjalanan dari beberapa proses yang dahsyat, bukan sepele atau remeh, yang dilakukan dengan perbuatan sesuai dengan kebutuhan apa yang harusnya diperbuat, jika gagal, maka bagaimanakah kita keluar dari situasi kegagalan yang memaksa kita untuk berhenti sejenak, fikiran akan berbuat dengan tugasnya yakni berfikir menemukan solusi, karna proses adalah hasil dari upaya2 yang tak sebanding nilainya dengan kesuksesan itu, tinggal jalan dan arah serta caranya saja yang perlu kita pelajari,…karna kata bang rhoma, banyak jalan menuju roma… He he he . . . Edan Tenan.

Kemarilah… Mendekatlah… kepadaku. Lupakanlah sejenak dalam dasarnya deritamu……
Ingatlah sepihak sambut manis harapmu… Dalam buaian daratan fiktif imajinasi yang meronta terlena dalam hausnya air suci kedamaian…. Tingginya hayalmu melupakan rendahnya bumi berpijakmu… Semakin tinggi kau berhayal, semakin tiada hal yang terbayang kan…. Tenggelam bagaikan ikan yang bermimpi ingin keawan…. Janganlah engkau bermimpi untuk bersayap, sedangkan hatimu dipenuhi awan hitam yang kan menjatuhkanmu kejurang terjal kumpulan hewan liar…. dunia ini panggung sandiwara… Anda… Kamu… Kita dan Kita semuanya tanpa terkecuali adalah pemainnya… Maka, ketahuilah peranmu, naskahmu, agar kaum menjadi Bintang sang idolah penonton sandiwara. Tangis bukan duka…. tawa bukan suka… Maka menangislah dalam tawamu, dan tertawalah dalam tangismu…. Karna itulah yang kan menghantarkanmu dialam tawa dalam suka, dan berharap tiada tangis dalam duka… Lagi…

Pastikan semua jalan telah terang oleh sinar keimananmu yang tak kan luntur walau diterjang ampuhnya sunami, peliharalah budimu sebagai simbol mahkota kehormatan dikepalamau….
Remajakanlah ahlak santunmu yang penuh dihiasi budi bijak kemulyaanmu…. Hingga menualah ketika engkau penuh dengan remaja-remaja berbudi ahlak luhur…. Matilah disaat tuamu bisa menjadi bekal kepulanganmu ketempat asal usul sangkan paraning dumadimu…. yang telah menciptakanmu… Serta bangkitlah sebagai seseorang yang tenang dan menang akan introgasi kelakuan baikmu dimahsyar nanti… Serta masuklah dengan mengucapkan salam Kerumah Kedama Kanti Teguh Rahayu Selamat.

Sekali lagi… Anak-anak dan murid-muridku…. Jadikan diriku sebagai cerminmu. Jadikan diriku sebagai cermin hati dan rahasia batinmu, sebagai cermin Laku Spiritual Hakikat Hidupmu! Segeralah Kemari, mendekat kepadaku, masih terlalu banyak Inti-inti yang belum anda ketahui, belum anda pahami, belum anda mengerti. Karena itu…. Mendekatlah kepdaku sesegera mungkin, aku akan memberimu ilmu pengetahuan itu, selagi masih ada waktu, mumpung aku belum masuk, masih berdiri tegak di Pintu Gerbang Akherat karenamu dan untukmu sekalian yang aku cintai dan aku kasih sayangi.
HE HE HE . . . EDAN TENAN… SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya…
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com