Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni:


23472462_390433774736016_1770204399289019427_n

Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni:
(Satriya 55. Satriya Paningit. Ratu Adil).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 13 November 2017.

Apapun itu, berasal dari tiga bahan saja, begitulah cara Dzat Maha Suci menciptakan semua dan segalanya. Apakah tiga hal yang menjadi bahan semua dan segalanya yang di ciptakan Dzat Maha Suci…?!

Tetap sama, seperti yang sudah saya uraikan di banyak artikel yang saya kabarkan melalui media sosial (internet).

Yaitu…
Sir. Dat. Sipat atau Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad atau Cinta Kasih Sayang. Dan tiga bahan ini, sesungguhnya tersimpan di dalam diri setiap Manusia yang masih hidup. Hanya saja, beda sebutannya.

Di dalam diri manusia hidup. Tersebut Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni.

Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni yang ada di dalam diri manusia hidup ini, jika ambil oleh Dzat Maha Suci untuk menciptakan suatu hal, makan menjadi tersebut; Sir. Dat. Sipat atau Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad atau Cinta Kasih Sayang.

Nah…
Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni inilah yang sering saya sebut-sebut sabagai Laku Murni Menuju Suci.

Di dalam Laku Murni Menuju Suci. Terdapat Satriya 55.
Yaitu;
Wahyu Panca Ghaib.
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

Dan.

Wahyu Panca Laku.
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Mempersilahkan kuasa Tuhan.
4. Merasakan kenyataan Tuhan.
5. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.

Itulah Satriya 55, yang pernah menggemparkan dunia di Tahun 2000 hingga sekarang. Dengan sebutan sakralnya-Satriya Paningit atau Ratu Adil.

Jadi…
Satriya Paningit atau Ratu Adil itu, bukan sesosok lelaki tampan, gagah, berwibawa, rambutnya panjang atau pendek, berkuda putih, berpakaian pangeran, yang memiliki sipat arip bijaksana dan memiliki sikap yang jujur dan tegas serta sakti mandraguna dan bla,,,bla,,,bla,,, lainnya.

Satriya Paningit atau Ratu Adil. Adalah; Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni-Nya setiap manusia hidup, dan berada di setiap diri manusia hidup itu sendiri, sejak di lahirkan kedunia hingga sekarang.

Jika seorang manusia hidup sudah tercerahkan, pasti Sadar, kalau sudah sadar, pasti memiliki Kesadaran, kalau sudah memilik Kesadaran, pasti Kesadaran nya Murni. Karena Hanya Dzat Maha Suci yang menjadi isi hatinya.

Jika isi hatinya hanya Dzat Maha Suci, di jamin pasti memiliki sipat arip bijaksana dan memiliki sikap yang jujur dan tegas bahkan sakti mandraguna tentunya.

Laku Murni Menuju Suci yang di dalamnya ada Satriya 55 atau Satriya Paningit atau Ratu Adil. Inilah satu-satunya sarana termudah atau Jalan Pulang Terdekat Dan Termudah Menuju Dzat Maha Suci Hidup atau keSempurnaan Dunia Akherat.

Kaedah Laku Murni Menuju Suci ini, adalah melangkah menuju yang paling dekat dari dirinya, yaitu
Yang Maha Dekat.

Dan jalan ini…
Sesungguhnya Berpandukan Al-Quran. Jika Al-Quran yang menjadi masalah untuk mempermasalahkan ketulusan niyat cinta kasih sayang saya yang saya sampaikan secara umum.

Di dalam Al Quran Allah menunjukkan jalan menujunya dengan sangat sederhana dan mudah.

Gunakan Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni Mu, dan mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari-Nya.

Pertama;
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahawasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku, dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku,
agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah:186)

Kedua;
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya” (QS. Al Qaaf:16)

Dua ayat di atas, mengungkapkan keadaan Tuhan sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut, secara sempurna, dari keseluruhan sisi pandangan manusia (universal).

Jadi…
Laku Murni Menuju Suci yang sering saya tawarkan dan kabarkan secara umum di media sosial itu. Bukan karangan Wong Edan Bagu, melainkan Firman Tuhan yang tersurat di dalam Al-Quran, yang berhasil saya ungkap dan sudah saya Buktikan secara langsung Di TKP. Begono brow…

Saat pertanyaan terlontar, di manakah Allah…?!

Maka Allah menjawab; Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada,
Aku lebih dekat dari urat leher kalian. Atau di mana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku… dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu.

Kerana Allah sudah sangat dekat, kita tidak perlu mencarinya jauh-jauh, melalui alam-alam yang amat luas dan membingungkan, alam itu sangat banyak dan bertingkat-tingkat serta berlapis-lapis.

Tidak perlu kita memikirkannya, apa lagi menebak-nebak apa itu bagaimana ini. Cukup berserah diri. Pasrah kepada-Nya. Lalu. Menerima keputusan-Nya. Lalu Mempersilahkan kuasa-Nya. Lalu. Merasakan kenyataan-Nya.

Lalu membersihkan dan Menjaga Hati dan Syahwat dengan Cara. Menebar Cinta Kasih Sayang-Nya. Kepada siapun dan apapun serta dimanapun hingga kapanpun.

Hanya dengan begitu, secara automatik kita akan diperlihatkan dan dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas dan luar biasa, dan hanya dengan itu kita bisa mencapai kesempurnaan dunia wal akherat.

Kembali ke Pokok. Yaitu tentang Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni.
Dan saya menguraikannya dengan bahasa awam, supaya lebih mudah di mengerti, di pahami dan di cerna.

1. Sadar;
Sadar itu, kaitannya dengan diri pribadi, istilah spiritualnya di sebut laku pribadi, di dalam laku pribadi ini, memiliki tiga tingkatan iman atau Wahyu panca laku. 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya.

Jadi…
Orang sadar. Pasti mau berserah diri kepada Tuhannya. Yaitu; 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya.

Kalau tidak bisa 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya. Berati belum sadar.

Dan orang yang bisa 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya. Pasti memiliki Kesadaran..

2. Kesadaran;
Kesadaran itu, kaitannya dengan umum, dunia seisinya, istilah spiritualnya di sebut laku universal, di dalam laku universal ini, memiliki satu tingkatan iman atau Wahyu panca laku. Ke 4, yaitu Merasakan kenyataan Tuhan-nya.

Jadi…
Orang yang sudah memilik Kesadaran. Pasti mengerti dan Paham. Bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Nya, sehingganya bisa tahu, dimana saja dan kemana saja dia menghadap, disitu ada wajah Tuhan-nya.

Karena mengerti dan paham Bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Nya.

Karena tahu dimana saja dan kemana saja dia menghadap, disitu ada wajah Tuhan-nya.

Dia tidak akan mengotori hati dan syahwatnya, tidak akan membenci apapun, tidak akan sirik, tidak akan iri, dengki, dendam, hasut, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira. Karena sudah jelas dan nyata di saksikan dan di rasakan ya sendiri. Bahwa semua itu adalah Tuhan Sendiri.

Kalau masih mengotori hati dan syahwatnya, masih membenci, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, mencela, menghina, melecehkan, meremehkan, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira.

Berati Kesadarannya belum Tercerahkan, karena belum Sadar. Jadi, mana mungkin memiliki kesadaran. Sehingganya, merasa perlu mengotori hati dan syahwatnya, masih membenci, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, mencela, menghina, melecehkan, meremehkan, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira kalau ada waktu dan kesempatan serta jika itu di perlukan.

Dan kalau kesadarannya masih per orangan, per individu, per golongan, per kotak-kotak alias belum universal/global/semua dan segalanya, bukan kesadaran namanya, karena kesadaran, adalah universal, semuanya dan segalanya terkait.

3. Kesadaran Murni;
Kesadaran Murni itu, tidak ada kaitannya dengan apapun. Kecuali Tuhan, dalam.istilah spiritualnya, di sebut sebagai laku khusus. Di dalam laku khusus, hanya terdapat satu tingkatan iman atau Wahyu panca laku, yaitu yang. Ke 5. Menebar cinta kasih sayang.

Jadi…
Orang yang kesadaran nya sudar murni. Sudah tidak punya lagi kemelekatan di hatinya, sudah tidak ada lagi keterikatan dalam dirinya, sudah tidak ada lagi ketertarikan dalam jiwanya, bahkan sudah tidak ada lagi niyat dan tujuan selain asal usul Sangkan Paraning dumadi atau Inna lillaahi wa Inna illaihi raji’un. ( Inilah tanda orang yang sudah bertemu guru sejati nya dan mengenal Tuhan nya. Berjuang dan Berkorban lah untuk mendekat dan menemui nya, apapun risikonya, anda pasti selamat dan tercerahkan secara sempurna atas limpahan cinta kasih sayang nya. (PERCAYALAH)

Kalau masih memiliki kemelekatan dan keterikatan apapun jenis dan bentuknya serta masih memiliki niyat dan tujuan selain Dzat Maha Suci. Berati kesadarannya belum murni. Sebab kesadarannya belum tercerahkan dan akibat dari belum sadar.

Dan kemelekatan di hatinya, sudah tidak ada lagi keterikatan dalam dirinya, sudah tidak ada lagi niyat dan tujuan selain asal usul Sangkan Paraning dumadi atau Inna lillaahi wa Inna illaihi raji’un.

“Hai jiwa jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan mu,
dengan redha meredhai
ketika Puting Peliung-Sakaratul Maut Melanda”

“…Barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami,
pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS: Al ankabut: 69 )

Ini membuktikan, bahwa di menuju kepada Tuhan. Tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan-jalan yang di temukan oleh kaum ahli spiritual kalau menirunya. Kerana mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahap-tahap alam-alam.

Atau untuk bisa menemui Tuhan, harus mampu memfanakan alam-alam selain Tuhan dengan semata yang wujud. Untuk bisa fana harus bertapa sekian bulan/tahun, harus menggunakan uberampe sejati yang minimal maharnya jutaan. Bla… Bla… Bla…!!!

Tidak Usah…!!!
Tidak Perlu…!!!
Ini Lo yang mudah, dekat, tingkat dan saya jamin berhasil sampai tepat sasaran. Tidak akan meleset atau gagal.

Bertaubatlah…
Menggunakan Wahyu Panca Ghaib.
Berserah dirilah…
Menggunakan Wahyu Panca Laku.
BERES.

Kerana semua berada dalam genggaman-Nya. Kerana Dia meliputi segala sesuatu. Kerana Dia ada di mana saja kita berada,
dan Dia sangat dekat.

Mari melangkah bersama saya WEB kepada yang paling dekat dulu dari diri kita. Yaitu Hidup, utusan Sang Maha Hidup yang bersemayam dalam diri kita sendiri. Bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita. (alam-alam atau ilmu-ilmu)

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup…_/\_…. Aaamiin. Terima Kasih. Terima Kasih Dan Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
“PESANGGRAHAN”
PESONA JAGAT ALIT
+WEB+
Angudi Dayaning Sedulur Papat Kalima Pancer.
ALAMAT:
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

MAUNYA NAFSU KEPADA TUHAN-NYA:


23380067_389176338195093_1271632086054119138_n

MAUNYA NAFSU KEPADA TUHAN-NYA:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Jumat. Tanggal 10 November 2017.

Para Kadhang dan Saudara-saudari Kinasihku sekalian. Di dalam Laku Murni Menuju Suci. Tingkatkan dan tingkatkan terus menerus kesadaran kita, dengan cara Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib menggunakan Wahyu Panca Laku.

Karena disitu, diantara Hati dan Syahwat, ada Nafsu yang cenderung Memaksa Dzat Maha Suci Mengikuti Seleranya….

Manusia hidup memiliki kecenderungan untuk memasuki wilayah yang sudah dijamin Tuhan, dikarenakan adanya dorongan nafsunya.

Nafsu kita ingin memproyeksi supaya Tuhan mengikuti selera kita.

Ada satu kisah yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu, sewaktu saya masih dalam proses perjalanan pencarian jatidiri, pada waktu itu, nama saya sebagai Djaka Tolos, cukup di kenal dalam dunia spiritual keIlmuan.

Pikir saya, apapun yang saya pelajari, kalau saya bisa Istiqomah, terus menerus secara tetap. Misal sholat tahajud atau sholat dhuha atau membaca ayat kursi atau yasiin atau sholawat atau wirid atau puasa, secara terus menerus selama setahun atau dua tahun atau tiga tahun, pasti apapun yang ingin saya gapai bisa tercapai, nasib berubah dll.

Namun dalam kenyataannya, keinginan saya bisa mengenal jatidiri, guru sejati, tidak juga berhasil, nasib saya yang berguru kesana sini, juga tidak berubah-rubah, tetap saja di jadikan bola oleh para guru saya, di suruh begini, begitu, di perintah itu, ini dll.

Setahun Dua tahun. Tiga tahun. Empat tahun. Lima tahun. Enam tahun. Tujuh tahun. Delapan tahun. Akhirnya mulai kendor tahajudnya,
tahajudnya-dhuhanya-ayat kursinya-yasiin nya-sholawatnya-wiridnya-puasanya.

Padahal, saya tahu kalau tahajud, dhuha, ayat kursi, yasiin, sholawat, wirid. Itu lebih utama daripada tujuan dan perubahan nasib yang saya maksud. Tapi kok…?!

Lalu…
Di suatu ketika, saya datang kepada Gus Dur, yang sebagai Guru Spiritual Tauhid saya.

Karena saya sedang Laku Murni Menuju Suci, mau tidak mau, suka tidak suka, kan saya harus jujur apa adanya dalam semua hal kepada siapapun dan dimanapun, khususnya terhadap Sang Guru.

Lalu saya bercerita kepada Gus Dur yang sebagai Guru Tauhid saya.

Gus,,, kan saya sudah tahu syare’at dan hakikatnya sholat, jadi, selama ini saya tidak sholat, la wong sudah ngerti syare’at nya, sudah paham hakikatnya dan sudah tahu maksud tujuan, namun saya melakukan yang sama Persih dengan sholat. Sepundi Gus…?!

Jawab Gus Dur sederhana saja;
Ya tidak apa-apa, sampean kan maunya Allah yang nyembah sampean.

Seketika saya langsung tertunduk, tidak berani lagi menatap wajah Gus Dur.

Karena saya tahu….
Kalimat tersebut dalam sekali.
Ini adalah gambaran umumnya manusia hidup.

Maunya Tuhan yang mengikuti keinginan kita, seakan-akan kita yang menjadi Tuhan. Ini mesti ditegaskan secara jujur, bloko suto, blak kotak opo anane, tanpa tedeng aling-aling, dalam tekad hidup kita di kehidupan ini.

Saya serius terhadap hal-hal yang sudah dijamin oleh Tuhan, namun saya sembrono terhadap hal-hal yang dituntut oleh Tuhan.

Hal ini menunjukkan butanya mata hati saya pada saat itu.

Manusia banyak sekali yang serius terhadap hal-hal yang sudah dijamin Tuhan, seperti yang pernah saya alami dulu dan saya uraikan diatas, padahal itu bisa membuat kabur mata hatinya, dan ini merupakan salah satu wujud keanehan dari manusia.

Manusia inginnya menentukan jaminan-jaminan, misalnya soal pahala. Manusia sering membayangkan pahala, terlebih membayangkan surga dan seisinya.

Padahal apapun yang kita bayangkan, besok di akherat tidak sama sekali seperti yang pernah kita bayangkan akan terjadi seperti yang di bayangkan. Contoh buktikan yang sudah saya alami dan terurai diatas.

Sehebat-hebat apapun bayangan kita tentang masa depan, tentang pahala, tentang surga, pasti kenyataannta tidak seperti yang kita bayangkan.

Karena itu…
Tidak usah dibayangkan seperti apa,,, tidak perlu membayang bagaimana,,, juga tidak penting di tebak dan di kira apa lagi di rancang-rancang.

Contoh;
Jika ibadahku maksimal, ya di buat minim-minimnya berJihat ngebom hotel atau geraja atau pura atau masjid. Di surga nanti saya akan di layani 41 bidadari, lalu merakit bom sambil membayangkan tentang bidadari. Oh… Nanti satu mijitin tangan, satunya kaki, satu kepala, satunya,,, satunya,,, satu lagi… Gundul-mu kroak.

Ngelamun-nya…
Emangnya roh/ruh itu berjenis kelamin… !!!
Gede Panjang Kuat.
Begitu…!!!
Apa lagi kalau sewaktu di dunia pernah urut ke Mak erat. Pasti di akherat nanti bakal lebih gede, lebih panjang, lebih kuat dan tahan lama. He he he . . . Edan Tenan. Ngimpi…!!!

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
“PESANGGRAHAN”
PESONA JAGAT ALIT
+WEB+
Angudi Dayaning Sedulur Papat Kalima Pancer.
ALAMAT:
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

MAUNYA TUHAN KEPADA HAMBANYA:


23434793_388564508256276_3380068416340376044_n

MAUNYA TUHAN KEPADA HAMBANYA:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Kamis. Tanggal 9 November 2017.

Huh…!!!
Begini salah…!!!
Begitu salah…!!!
Ini dan itu sudah, tapi belum juga tercapai…!!!

Sebenarnya. Apa sih, maunya Tuhan terhadap kita…?!

He he he . . . Edan Tenan.
Manusia diciptakan untuk beribadah, sedangkan tujuan dari Ibadah, adalah untuk menumbuhkan Iman.

Dibalik iman ada ketakwa’an, di balik ketakwaan ada kesuksesan/keberhasilan, di balik kesuksesan/keberhasilan, ada kesempurnaan. Dan kesempurnaan inilah yang Tuhan inginkan dari kita.

Tuhan ingin kita Sukses/Berhasil mencapai kesuksesan atau keberhasilan dunia dan akhirat, secara sempurna, bukan secara abal-abal. Sebab itu Tuhan mempermudah cara dan tidak mempersulit kita.

Dan adalah kepunyaan Allah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah” (Al-Baqarah:115)

“Kursi Allah meliputi langit dan bumi” (Al-Baqarah:255)

“Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan” (Ar-Rahman:27)

“Allah Menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak Menghendaki kesukaran bagimu” (Al-Baqarah: 185)

“Tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Al-Baqarah: 286)

“Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak Membersihkan kamu dan Menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur” (Al-Ma’idah:6)

“Allah hendak Memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah” (An-Nisa:28)

Lalu….
Kenapa dan mengapa kita mempersulit diri sendiri…?!

“INI MAUNYA TUHAN KEPADA KITA”

Pertama yang dimaui oleh Dzat Maha Suci dari hambanya.
Adalah PENGAKUAN;
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa” (Al-Ikhlas:1)

Kedua, adalah PERTAUBATAN;
“Wahai orang-orang yang beriman. Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya…” (At-Tahrim:8)

“Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, Maka Sesungguhnya dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat” (Qs. Al-Israa:25)

Ketiga, adalah PEMBERSIHAN;
“…AKU tidak bisa berada di bumi ataupun di langit, tapi AKU bisa berada dalam hati seorang mukmin yang benar…”

“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah” (Asy-Syuuro: 40)

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri” (Al-Isra:7)

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit; “Maka dengan surat itu, bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir” (At-taubah:125)

“Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya (gelap gulita), demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan), demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaan(ciptaan)nya, maka Dia Mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)” (As-Syams:1-9)

Ke’empat, adalah PENGABDIAN;
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Adz-Dzariyat:56)

“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja” (Al-Ankabuut:56)

Ke’lima adalah KETERGANTUNGAN;
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (Al-Fatihah:5)

Ke’enam, adalah PENDEKATAN;
”Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat” (Al-Waqi’ah:85)

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaff:16)

“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah; “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung” (At-taubah:129)

“Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku. Kalau dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)

Ketujuh, adalah PENGEMBALIAN;
“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami” (Al-Mukminun:115)

“Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali” (Al-Baqarah 2:156)

Para Kadhang Kinasihku Sekalian…
Dengan Cara apa kita menuruti keTujuh mau-Nya Tuhan itu…?!

Kalau bukan dengan Wahyu Panca Ghaib…!!!

Bisa kah kita menggunakan Wahyu Panca Ghaib jika Tanpa Wahyu Panca Laku atau Iman atau Sedulur Papat Kalima Pancer…?!

Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik, maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya, apabila dia buruk, maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah Hati.

1. Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari.
2. Demi bulan apabila mengiringinya.
3. Demi siang apabila menampakkannya.
4. Demi malam apabila menutupinya (gelap gulita).
5. Demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan).
6. Demi bumi serta penghamparannya.
7. Demi jiwa serta penyempurnaan(ciptaan)nya.
Maka Dia Mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan-Nya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya jiwa itu.
(As-Syams:1-9)

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup…_/\_…. Aaamiin. Terima Kasih. Terima Kasih Dan Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
ALAMAT:
“PESANGGRAHAN”
PESONA JAGAT ALIT
+WEB+
Angudi Dayaning Sedulur Papat Kalima Pancer.
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Sudah Seberapa Siapkah Anda untuk menghadapi transisi:


Sudah Seberapa Siapkah Anda untuk menghadapi transisi:
(Seleksi Pemilihan).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Sumedang Larang Tatar Pasundan. Hari Kamis. Tanggal 26 Oktober 2017.

22780346_383796298733097_1229364308879720122_n

Para Kadhang Kinasihku sekalian. Pasti pernah dengar Sabda yang berbunyi; “Putero Romo. Kuwi Pilihan” Yen wes kepilih; ” Lakune Saring Sinaring Saring” Berikut yang berhasil saya saksikan di TKP.

Sebelumnya mohon Maaf….
Di Atas Bumi di Bawah langit Dunia ini. Ada berapa banyak orang yang beragama…?!

Berapa banyak tempat ibadah…?! Berapa banyak orang yang taat menjalankan ritual agamanya…?!

Kita sama-sama tahu bukan. Bahwa jumlahnya luar biasa banyak.

Tapi mengapa kemiskinan dan kelaparan, penganiayaan, pemerkosaan, penipuan, perampokan, pembegalan, peperangan bahkan pembunuhan dan bencana alam terus merajalela…!!!

Seakan tiada hentinya dan tidak habis-habisnya terjadi disana-sini.

Sudah berapa banyak dari kita memohon, berdoa pada Tuhan untuk mengakhiri semua itu…?!

Dengan cara berjamaah atau individu. Namun kegelapan tak kunjung sirna, bahkan manusia semakin individualis, bringas, bencana alam kian mengganas. Lalu apakah yang keliru…?!

Apa itu kehendak Tuhan…?!
Benarkah itu kehendak Tuhan…?!

Kalau memang benar itu kehendak Tuhan. Berati Tuhan sedang Stress berat brow…

La gimana tidak Stres berat, menciptakan keindahan, setelah selesai, lalu di rusaknya sendiri dengan begitu saja. Berati stres to…

Contoh;
Saya membuat mobil-mobilan, setelah jadi, lalu saya banting, bahkan belum sempat jadi, sudah saya hancurkan. Atau,,, saya masak sayur asem, supaya rasanya sueger dan lueeezat, ueeenak tenan, saya racik bumbu khusus dan pilihan, namun, setelah selesai, saya buang ke slokan, ada kalanya, baru setengah matang, sudah saya acak-acak dan saya musnahkan. Kalau bukan stress, apa namanya tuh…?!

Saya rasa, itu bukan kehendak Tuhan, melainkan ulah si manusianya itu sendiri. Karena mayoritas manusia, terfokus untuk menjadi relijius bukan spiritualis.

Spiritual berbeda dengan relijius. Spiritual tak ada hubungannya dengan agama. Tapi agama butuh spiritual. Tuhan menghendaki kita untuk menjadi manusia spiritual bukan relijius, dan agama diadakan untuk berspiritual, bukan berelijius.

Tiap agama mengklaim bahwa ajaran mereka yang paling benar dan lainnya salah. Apakah sesungguhnya Tuhan lebih menyukai atau condong ke agama tertentu…?!

Jika iya, mengapa setiap terjadi bencana Tuhan tak hanya menyelamatkan umat agama tertentu…?!

Spiritualitas yang sesungguhnya, adalah kemampuan setiap jiwa untuk hidup selaras dengan Sang Pencipta, hidup sesuai kehendak-Nya, bukan sebaliknya.

Lalu bagaimanakah hidup yang selaras dengan Sang Sumber itu…?!

Ingatlah…!!!
Tuhan kita, Sang Sumber semua dan segalanya itu, ada dalam setiap ciptaan-Nya, seperti yang sudah saya kabarkan melalui media internet sampai hari saya keriting tulisnya, seperti yang sudah saya kabarkan secara langsung, sampai dower bibir saya bicara. Masak… Belum mau bertaubat juga… Masak belum bisa sadar juga.

Para Saudara-saudari dan Kadhang Kinasihku sekalian. Hidup selaras dengan Sang Pencipta, adalah dengan hidup harmonis dengan seluruh mahluk-Nya. Salin asah asih asuh, salin mengerti, salin memberi dan menerima, salin tolong menolong, tanpa ada iri, dengki, benci, dendam, fitnah, prasangka, pamrih dan ego apapun.

Lagi-lagi terkait dan menyangkut Cinta Kasih Sayang bukan….?!

Karena…..
Bagaimana mungkin kita bisa hidup harmonis dengan seluruh mahluk-Nya. Dengan salin asah asih asuh, salin mengerti, salin memberi dan menerima, salin tolong menolong, tanpa ada iri, dengki, benci, dendam, fitnah, prasangka, pamrih dan ego apapun. Jika tidak ada Cinta Kasih Sayang dalam hatinya…?!

Tapi ingat…!!!
Ini bukan Soal cinta kasih sayang yang sering terjadi intrik masalah perselingkuhan dan kecemburuan di dalamnya Lo ya…

Melainkan Kesadaran Iman Cinta Kasih Sayang yang sudah sering saya kabarkan, baik itu secara langsung maupun melalui medsos.

Kesadaran iman cinta kasih sayang inilah. Adalah intisaripati dari laku spiritualitas yang sesungguhnya. Dan Kesadaran iman cinta kasih sayang inilah, yang menentukan kualitas jiwa seseorang dalam segi apapun.

Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan sekali lagi, soal Kesadaran Iman Cinta Kasih Sayang. Barang kali lupa, kalau soal males baca, karena alasan tulisannya panjang, itu berati bonggane dewek.

Pertama soal Cinta Kasih Sayang; Sepertinya, semua orang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini.

Tapi apakah kita mengerti apa itu Cinta Kasih Sayang…?! Cinta Kasih Sayang adalah mengasihi tanpa ego pamrih, memberi tanpa mengharapkan imbalan.
Tidakah itu sederhana…?!

Ya,,, tetapi pelaksanaannya yang sulit. Pemahaman Cinta Kasih Sayang dari kebanyakan manusia sungguh sempit, hanya sebatas
Cinta Kasih Sayang kepada lawan jenis yang di perbesar, ini yang membuat Sulit.

Hubungan percintaan antar lawan jenis, seperti yang kita ketahui, apakah ini sungguh-sungguh cinta kasih sayang…?!

Berapa banyak orang yang mengaku mencintai lawan jenisnya, lalu berkata “Aku mencintaimu lebih dari apapun bin melebihi segalanta, untuk itu jadilah pasanganku”. Preetttt….

Paling-paling…
Sehari tidak punya besar aja… Sudah manyun kayak ikan sepat. Apa lagi kalau sampai anak tidak bisa jajan di sekolahan, yang malu, lah, kebangetan lah dan bla,,,bla,,,bla,,, ujungnya pisah ranjang bahkan bercerai.

Kembali ke soal awal, yaitu bahwa Cinta Kasih Sayang adalah memberi tanpa pamrih ego mengharapkan imbalan. Jika tidak demikian, Tentu itu bukanlah Cinta Kasih Sayang. Karena Cinta Kasih Sayang itu. MEMBERI bukan MEMINTA. Konsep Cinta Kasih Sayang mayoritas kebanyakan manusia inilah, yang membuat dirinya hanya memikirkan pasangan dan keluarganya.

Padahal Cinta Kasih Sayang yang sesungguhnya, adalah kepada semua manusia, hewan, tumbuhan, Bumi, segala mahluk.

Cinta Kasih Sayang yang lebih dalam, dapat dilihat dari kualitas-kualitas berikut;

Cinta Kasih Sayang;
Itu tak ada benci.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada iri.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada dengki.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada dendam.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada fitnah.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada ego.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada keserakahan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kecemburuan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kesombongan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak agresif.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kebohongan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kompetisi.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak menyakiti.
Cinta Kasih Sayang;
Selalu selalu melindungi.
Cinta Kasih Sayang;
Itu sabar menanggung segala sesuatu.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada pamrih apapun.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak melakukan hal yang tidak sopan, hal yang merugikan, hal yang menyinggung dan menyakitkan sesama hidup.
Nah… dari kualitas-kualitas tersebut, sudah berapa banyak yang ada pada diri kita…?! Sudahkah kita hidup dengan Cinta Kasih Sayang…?!

Kedua soal Kesadaran;
Orang yang sadar. Pasti mengerti.
Orang yang mengerti. Pasti memahami. Orang memahami. Pasti mengetahui. Orang yang mengetahui. Pasti bisa.

Bisa apa…?!
Apa saja bisa jika dia mau…!!!

KESADARAN disini, adalah pemahaman bahwa semua mahluk Tuhan adalah SATU. Maksudnya, semua dan segalanya berasal dari satu Sumber. Yaitu dzat maha suci. Bukan yang lain.

Seseorang yang sadar bahwa setiap mahluk Tuhan salin terhubung satu sama lainnya, alias bahwa KITA SEMUA SATU, tak akan mungkin tega menyakiti yang lainnya.

Ini bisa diibaratkan kita adalah satu tubuh, satu jiwa, satu jalan, satu bekal dan satu tujuan, yaitu Dzat Maha Suci Sang Sumber Segalanya. Jika salah satu bagian tubuh ada yang sakit, tentu seluruh tubuh lainnya akan merasakannya bukan…?!

Namun apa yang terjadi saat ini…?! Manusia menyakiti alamnya sendiri, Bumi tempat tinggalnya sendiri, menyakiti mahluk lain, bahkan dirinya sendiri.

Polusi di tanah, air, udara, juga di tingkat ether dari pikiran dan emosi negatif manusia. Penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, anarki, kompetisi, penipuan, diskriminasi, ketidakpedulian. Bahkan manusia Bumi bersuka ria atas semua itu.

Semua hal negatif ini begitu pekat, terutama di daerah perkotaan, dimana manusianya sangat individualis.

Kesadaran yang selanjutnya, adalah mengerti bahwa Tuhan tak hanya menciptakan manusia di jagat raya yang amat luas ini.

Kita tahu Tuhan kita Maha Bijaksana, Dia tak akan memboroskan energi yang besar, untuk menciptakan jagat raya ini, hanya untuk satu ras manusia saja, Bumi dan sisanya dibiarkan kosong begitu saja. Apalagi harus menunggu manusia untuk bisa menjangkau lalu menempatinya.

Umur bumi kita setidaknya sudah 5 milyar tahun atau lebih, selama itu, bahkan untuk menjelajah angkasa raya ini saja, manusia belum mampu.

Pemahaman mayoritas manusia tentang mahluk Tuhan, sangatlah sempit, yang mereka tahu hanya tumbuhan, hewan, manusia dan astral (jin).

Kenyataan bahwa jagat raya ini amatlah luas, dengan banyaknya planet/bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari Bumi, penampakan crop circle, spaceship, pesan via channeling serta peradaban kuno yang berteknologi canggih, itu semua adalah bukti bahwa manusia Bumi tak pernah sendiri.

Ditambah dogma-dogma yang mengatakan bahwa manusia Bumi adalah mahluk Tuhan paling sempurna. Sepertinya hal itu semakin membuat mereka besar kepala saja.

Jika memang manusia Bumi adalah mahluk Tuhan paling sempurna, lalu apa kelebihan manusia Bumi dibanding astral… ?!
Mahluk-mahluk lainnya yang tidak sempurna…?!

Kelebihannya salin membenci…?!
Salin mendendam…?!
Salin bermusuhan…?!
Salin fitnah, iri, dengki, tinggi-tingginya ego dan pamrih…?!
Itu mah bukan lebihan apa lagi kesempurnaan. Tidak lebih baik dari se’ekor hewan jika itu yang menjadi kelebihannya.

Melihat mereka yang seperti itu saja, kita sudah tak mampu.

Dari segi kemampuan fisik, jelas astral lebih unggul, astral mampu berubah-ubah bentuk, berumur panjang, mampu telepati, telekinesis, teleportasi.

Dari segi spiritualitas astral lebih mengerti dibanding manusia Bumi. Dari ilmu pengetahuan & teknologi astral pun tak kalah dengan manusia.

Lalu apa yang ingin kita banggakan….?!

Ketiga adalah SADAR;
Sadar bahwa setiap jiwa akan mengalami proses pembelajaran dalam hidupnya, melalui laku murni menuju suci. Yaitu Perjalanan hidup yang bagaikan sedang sekolah, tujuannya untuk belajar, supaya ngerti dan paham serta tahu makna hidup yang merupakan esensi Tuhan-Nya.

Seperti sekolah, kehidupan juga ada level/tingkatannya, sebab itu di dalam Laku Murni Menuju Suci. Saya membagikan Pengetahuan Dengan Sistem Tiga Level. Karena itu merupakan perbedaan dimensi kehidupan di alam semesta ini.

Jika kita telah lulus di suatu tahap, maka kita akan naik ke tahap selanjutnya, tahap yang lebih tinggi. Tetapi jika tidak lulus, akan mengulang di tahap yang sama, atau bahkan tahap yang lebih rendah.

Saat kelulusan kita dari semua tahap adalah saat kita kembali pada Sang Sumber. Keberadaan astral di dimensi yang lebih tinggi dari manusia Bumi sudah jelas membuktikan adanya perbedaan dimensi dalam kehidupan mahluk-mahluk-Nya.

Laku inilah yang sejak lama diajarkan oleh para avatar, spiritual master, lightworker seperti Jesus, Budha, Kwan Yin, Shiva dan lainnya. Bahkan Romo Smono Sastrohadijoyo

Mereka tak ingin disembah. Mereka ingin manusia Bumi menjadi master seperti mereka. Namun manusia Bumi malah salah menginterpretasikan ajaran mereka hingga kini. Ada yang menyembah, bahkan menuhankan mereka. Aneh tapi tidak lucu kalau menurut WEB. He he he . . . Edan Tenan.

Spiritual et sadar bahwa semua mahluk di alam semesta ini adalah satu pada hakikatnya. Untuk itu dan karena itu, mereka tak henti-hentinya mengingatkan kita untuk meningkatkan spiritualitas seiring dengan masa transisi/transformasi/evolusi Bumi yang sudah di depan mata ini.

Seseorang yang sudah mengerti spiritualitas yang sesunguhnya, akan menyadari bahwa planet ini sungguh-sungguh rusak. Bahwa Ibu Bumi sungguh-sungguh menderita, karena ulah manusia dan ada di ambang kehancuran. Mereka akan merasa sangat tidak nyaman hidup di Bumi seperti ini.

Untuk itulah ada campur tangan Tuhan. Sekali lagi Tuhan kita yang sangat tresno welas asih tak akan membiarkan mahluk-Nya menderita tanpa akhir.

Tuhan sudah memutuskan penderitaan Ibu Bumi cukup sampai disini. Bumi harus bertransisi/bertransformasi/berevolusi dengan meningkatkan vibrasinya.

Dan semua manusia yang ingin hidup di Bumi yang baru, harus bisa menyesuaikan vibrasinya dengan Ibu Bumi. Jika tidak, maka tak akan bisa hidup di atasnya lagi.

Untuk itu akan ada seleksi pemilihan, siapa-siapa yang berhak hidup di Bumi yang baru ini. Ini dilakukan dengan jalan pemurnian, pembersihan total dari semua energi negatif.

Akan ada kekacauan dimana-mana, banyak sekali bencana yang terjadi, juga kehilangan.Tapi itu perlu dilakukan, demi terciptanya Bumi sesuai rencana Tuhan semula, demi tercipta kerajaan Surga-Nya.

Lalu bagaimana caranya untuk bisa menaikan vibrasi kita supaya selaras dengan Ibu Bumi yang sesuai kehendak Tuhan….?!

Jawabannya….
Adalah dengan meningkatkan Spiritualitas Laku Murni Menuju Suci kita masing-masing.

Jadi… sudah seberapa siapkah kita untuk menghadapi transisi tersebut…?! Sudah seberapa spiritualkah diri kita…?! He he he . . . Edan Tenan.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001.
Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

KeAjaiban Wahyu Panca Laku yang KeLima:


KeAjaiban Wahyu Panca Laku yang KeLima:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Sumedang Larang Tatar Pasundan. Hari Kamis. Tanggal 26 Oktober 2017.

22815385_383168745462519_1599638122917662351_n

Cinta adalah Kasih, dan kasih adalah memberi, memberi apa…?! Memberi sayang, kasih dan cinta.

Itulah dimensi kelima dari Wahyu Panca Laku, yang merupakan tingkatan Laku Spiritual Tertinggi bagi sekalian mahluk. Ada apa sebenarnya di balik Cinta Kasih Sayang yang merupakan Tingkatan Laku Spiritual Tertinggi itu…?!

“CINTA KASIH SAYANG” Selain merupakan Sipat Tuhan. Cinta Kasih Sayang juga merupakan identitas jati diri mahluk paling sempurna tersebut Manusia.

Para Kadhang Kinasihku sekalian…
Berbicara soal cinta kasih sayang, kita seharusnya mempertanyakan apa yang telah kita beri. Sayang apa nafsu…?! Sayang apa ego…?! Sayang apa modus…?! bukannya mempertanyakan apa yang telah kita dapatkan.

Memberi sayang, tidaklah selalu terhadap pasangan kita saja, tetapi juga teradap semua mahluk-mahluk yang ada di alam semesta ini, terutama sesama manusia hidup.

Ingatlah bahwa Tuhan itu sangat dekat dengan kita, Tuhan berada di dalam hati kita, hatiku dan hatimu serta hati semua mahluk-mahluknya.

Maka dari itu, kita semua (manusia, hewan, tumbuhan dan mahluk lainnya) adalah satu, kita adalah saudara, karena berasal dari Sang Sumber yang sama, yaitu Dzat Maha Suci (Tuhan) dan akan kembali kepada-Nya lagi.

Tuhan tidaklah berada di suatu tempat yang nan jauh di luar diri kita. Tuhan tidak berada di
tempat ibadah atau tempat lainnya.

Tetapi Tuhan akan selalu ada di dalam diri, bermukim di hati kita.

Jadi… Ligiskah jika hati itu di penuhi dengan iri, dengki, benci, dendam, fitnah, hasut, pamrih, ego…?!

Sedangkan hati itu adalah tempat bermukimnya Tuhan…?!

Lalu apa hubungannya dengan cinta kasih sayang…?!
Mari saya bantu jelaskan…. Ya.
He he he . . . Edan Tenan.

Kebanyakan dari kita, yang tersesat dan terjerumus ke dalam sisi gelapnya kehidupan. Itu akibatkan karena kita tidak bisa menemukan Tuhan, karena tidak menemukan Tuhan, pada hakikat Tuhan, ada di dalam dirinya.

Bagaimana cara kita menemukan Tuhan yang ada di dalam diri setiap mahluk-mahluknya itu…?!

Hati mu itu Lo… Bersihkan dari sipat iri, dengki, hasut, benci, dendam dan sikap pamrih serta ego.

Kalau itu belum bersih dari hati mu, masih menjadi noda berkarat di hati kita, bagaimana mungkin bisa mengetahui Tuhan… La ruang hatinya gelap tertutup kerak yang mengerikan itu, bagaimana bisa…!!!

Mau puasa atau tirakat berapa juta bahkan miliyaran tahun pun, mau gonta ganti agama dan kepercayaan serta keyakinan berapa kali pun, tidak akan bisa, jika di hati kita ada iri, dengki, hasut, benci, dendam, pamrih dan ego. Karena Tuhan tidak bisa di raih dengan iri, dengki, hasut, benci, dendam, pamrih, ego.

Tuhan hanya bisa di raih dengan kebersihan hati atau hati yang bersih.

Sebab itu, bersihkan hati kita, lalu jagalah agar tidak kotor kembali….

Nah… Kalau sudah bersih dan terjaga, walaupun kita tidak mampu tirakat, tidak kuat puasa, tidak punya modal untuk beribadah, saya berani Jamin. Pasti bisa. Jika tidak bisa, saya siap mempertemukannya. Oke…

Bila kita ingin menemukan-Nya, maka kita harus mencarinya.

Dimana…?!
Ya di dalam hatimu to…!!!
Kan di atas sudah dijelasin dinama.

Caranya…?!
Lo… Kok masih nanya lagi. Kan caranya juga sudah di jelasin juga diatas. Yaitu membersihkan hati dari noda kotoran yang sudah saya jelaskan diatas, lalu menjaganya agar supaya tidak kotor atau ternoda lagi. Coba baca ulang. He he he . . . Edan Tenan.

Tak perlu gunakan harta benda. Tak perlu tirakat atau puasa. Tak perlu ube rampe atau sesaji itu dan ini. Tidak usah menyiksanya diri. Cukup membersihkan hati, lalu menjaganya. Tidak ribet kan…? Gratis pula.

Sekali lagi….
Cukup bersihkan hatimu dari noda yang sudah saya jelaskan diatas, lalu menjaganya agar tidak ternoda lagi. Tuhan akan nampak terlihat dengan sangat jelas dan nyata di depan batang hidung kita. Bukan katanya, melainkan menyaksikan sendiri dengan mata kepala kita sendiri.

Selanjutnya…?
Ya terserah Anda….
Kok terserah Anda….?
La wong sudah ketemu…
Ya silahkan mau apa to…?!
He he he . . . Edan Tenan.

Inilah Hakikat Laku Spiritual yang sebenarnya, yang sejatinya, yang sesungguhnya. Menyatu atau Bersatu atau manunggal dengan Tuhan.

Kata Menyatu atau Bersatu atau manunggal dengan Tuhan. Berati kita harus menyatu dengan mahluk-mahluknya, sebab Tuhan tidak hanya berada dalam hati kita, melainkan di setiap hati mahluk-mahluknya.

Meng-iri’i. Meng- dengki’i. Meng-hasuti. Mem-benci’i. Men-dendami. Mem-pamrihi. Meng-egoi salah satu Mahluk-Nya.

Berarti;
Meng-iri’i. Meng- dengki’i. Meng-hasuti. Mem-benci’i. Men-dendami. Mem-pamrihi. Meng-egoi Tuhan.

Karena;
Di dalam hati yang kita. Iri’i. Dengki’i. Hasuti. Benci’i. Dendami. Pamrihi. Egoi, itu sama-sama ada Tuhan.

Jadi, cocok tidak cocok atau bagus tidak bagus atau baik tidak baik atau indah tidak indah atau benar tidak benar. Wajib kita Cinta Kasih Sayangi tanpa sarat.

Tenteram atau Ketenteraman hidup di dalam kehidupan ini, itu dikarenakan, adanya jalinan cinta kasih sayang antara Tuhan dan Mahluknya, dan cinta kasih sayang antar sesama mahluk, adalah saluran kita untuk menyatu atau bersatu atau manunggal dengan Sang Sumber Cinta Kasih Sayang itu sendiri. Maksud….?! Paham…?!

Jadi….
Cinta Kasih Sayang itu, bukan dan tidaklah hanya sebuah konsep dalam prinsip dalam kehidupan untuk mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman saja.

Melainkan dengan cinta kasih sayang itulah, kita dapat menyatukan, mempersatukan, memanunggalkan hati kits dengan hati mahluk-mahluk lainnya.

Memhamai apa yang mereka rasakan, merasakan apa yang mereka alami, yang nantinya hal ini akan menimbulkan rasa kesatuan dan persatuan serta kemanunggalan yang sesungguhnya, dan membuat kita lebih dekat, semakin dekat, tambah dekat, lebih dekat lagi dengan Sang Sumber Cinta Kasih Sayang, secara sempurna. Maksudnya; Sesuai kehendak-Nya.

Cinta Kasih Sayang. Adalah;
Adalah satu-satunya hukum mutlak semesta alam, selagi masih ada kehidupan di dalamnya, yang sayangnya banyak orang-orang tidak mengerti dan memahami, dan parahnya, tidak menyukai, tidak menyetujui bahkan menolaknya ketika di beritahu.

Apapun yang kita berikan, maka kita akan mendapatkan balasannya. Ya… Seberapa besar atau kecil pemberian yang kita berikan, baik dalam bentuk materi, cinta kasih sayang ataupun yang paling sepele, yaitu senyuman.

Apabila hati kita tulus, jujur, apa adanya, maka kita akan mendapatkan balasan yang satimpal atau bahkan lebih banyak lagi, ini mutlak.

Kedengarannya di beberapa sistem kepercayaan, metode ini sering disebut-sebut sebagai sedekah. Cinta kasih sayang, dengan hanya memberi, kita akan mendapat kembali, inilah yang harus perlu manusia kaji ulang dalam kehidupannya sehari-hari.

Seberapa banyakkah pemberian yang kita telah beri terhadap orang lain…?! Ingat…!!! Bukanlah selalu dalam ikatan pasangan kita melakukan ini, kalau harus di konsepkan, ini adalah konsep yang universal dan perlu kita lakukan setiap saat, dimanapun dan kapanpun.

Menurut pengalaman pribadi saya hasil praktek di TKP. Tidaklah selalu pemberian kita mendapat balasan pada saat itu juga, mungkin akan membutuhkan waktu yang singkat atau agak lama.

Namun yang Pasti. Hukum ini akan bekerja ketika kita mem Pasrahkan pemberian kita pada saat itu juga. Maka disinilah keajaiban itu akan terjadi.

Tidak disangka waktu yang tentukan berapa lama, dalam situasi seperti apa, ataupun dalam keadaan seperti apapun, keajaiban ini akan datang di waktu yang sangat tepat, yaitu disaat kita membutuhkannya, secara otomatis dia akan masuk dan mengalir ke dalam seluruh tubuh kita, mengalir bersama aliran darah kita (RAHAYU).

Siapapun dirimu, apapun latar belakang kehidupanmu, adatmu, sukumu, agamamu, keyakinanmu, kepercayaanmu. Dengan cinta kasih sayang, kita akan bisa sangat mudah menciptakan keajaiban apapun dalam hidup.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk memperoleh Ketentraman yang Sempurna dunia wal akherat.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk memahami rasa satu terhadap mahluk-mahluk lain.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk kita kembali ke asal usul Sangkan Paraning dumadi Dzat Maha Suci Sang Sumber semua dan segalanya.
God Bless You & May Peace be with You…

BUKTIKAN…!!!
Tidak terbukti. Mulai saat ini, jangan Percaya Wong Edan Bagu, atau datang temui Wong Edan Bagu, lalu Ludahi Wajahnya….

He he he . . . Edan Tenan.
Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001.
Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Mengenang dan Menghormati Sejarah Leluhur:


Mengenang dan Menghormati Sejarah Leluhur:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Gianyar Bali. Hari Rabu. Tanggal 13 September 2017

21729042_366383763807684_5666694094389629005_o

Sebelumnya;
Mohon di maafkan jika apa yang saya uraikan ini, tidak sama dengan legenda yang ada dan diketahui oleh masyarakat Bali, karena saya hanya menceritakan berdasar koneksi rasa laku pribadi saya dengan jejak leluhur yang ada di Pura Tanah Lot saat berkunjung.

21752829_366383503807710_1518445072886390970_o

Sepenggal Cerita WEB Di.
“Pura Tanah Lot Bali”
Berawal dari zaman Kerajaan Majapahit kuno, hiduplah seseorang begawan yang bernama Dang Hyang Dwijendra atau Dang Hyang Nirarta.

Beliau dikenal sebagai Tokoh penyebaran ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra“. Di Lombok beliau dikenal dengan nama “Tuan Semeru” atau guru dari Gunung Semeru.

Pada saat beliau datang ke Bali untuk menjalankan misinya, Raja Dalem Waturenggong, yang berkuasa di Pulau bali saat itu, menyambut beliau dengan sangat hormat. Beliau menyebarkan agama Hindu sampai ke pelosok-pelosok Pulau Bali.

Pada Suatu ketika, saat beliau sedang menjalankan tugasnya, beliau melihat sinar suci dari arah tenggara, dan beliau mengikutinya sampai pada asalnya, yang ternyata berupa sumber mata air.

Tidak jauh dari tempat itu, beliau menemukan sebuah tempat yang sangat indah, yang disebut “Gili Beo” (Gili artinya Batu Karang dan Beo artinya Burung).

Jadi tempat itu adalah sebuah Batu Karang yang berbentuk burung. Ditempat inilah beliau melakukan persemedian dan pemujaan terhadap Dewa Penguasa Laut.

Lokasi tempat Batu Karang ini, masuk daerah Desa Beraban, dimana di desa tersebut, dikepalai oleh seorang pemimpin suci yang disebut “Bendesa Beraban Sakti”.

Sebelumnya masyarakat Desa Beraban menganut ajaran, sebut saja sebagai monotheisme yang kurang lebihnya percaya dan bersandar hanya pada satu orang pemimpin yang menjadi utusan Tuhan seperti Nabi.

Dalam waktu yang singkat, banyak masyarakat Desa Beraban ini, mengikuti ajaran Dang Hyang Nirarta. Hal ini membuat Bendesa Beraban Sakti sangat marah dan mengajak pengikutnya yang masih setia untuk mengusir begawan suci ini.

Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki Dhang Hyang Nirarta, beliau melindungi diri dari serangan Bendesa Baraban dengan memindahkan batu karang besar tempat beliau bermeditasi (Gili Beo) ke tengah lautan.

Kemudian beliau memberi nama tempat itu “Tanah Lot” yang berarti Tanah di tengah Laut.

Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular, yang mengitari batu karang, sebagai pelindung dan penjaga pura.

Ular ini masih ada hingga sekarang, saya melihatnya sendiri secara nyata, dan secara ilmiah, ular ini termasuk jenis ular laut, yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular kobra.

Akhirnya Bendesa Beraban mengakui kesaktian dan kekuatan spiritual dari Dang Hyang Nirarta.

Selanjutnya…
Bendesa Beraban menjadi pengikut setia dan ikut menyebarkan ajaran Agama Hindu kepada penduduk setempat.

Sebagai tanda terima kasih, sebelum melanjutkan perjalanan, beliau memberikan sebuah keris kepada Bendesa Beraban yang dikenal dengan nama “Keris Jaramenara atau Keris Ki Baru Gajah”.

Saat ini keris itu disimpan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan dan di upacarai setiap hari raya Kuningan. Upacara tersebut di adakan di Pura Tanah Lot setiap 210 hari sekali, yakni pada “Buda Wage Lengkir” sesuai dengan penanggalan Kalender Bali.

Dan Pura Tanah Lot yang sekarang ini, telah menjadi salah satu objek wisata di Bali, yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu.

Pura Tanah Lot ini, merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan.

Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.

Pura Tanah Lot adalah Jenis Pura Gaya arsitektur Candi Hindu. Lokasi di Kabupaten Tabanan Bali. Desa Beraban. Kecamatan Kediri. Indonesia.

21728872_366383370474390_2002705937243361731_o

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.  DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Tiga:


PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.
DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Tiga:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Gianyar Bali. Hari Rabu. Tanggal 13 September 2017.

MIJIL Toto Lenggah:
Mijil Toto Lenggah. Adalah Praktek Menata Diri Sejati secara spiritual, mulai dari Lahir hingga Bathin atau mulai dari Raga hingga ke Jiwa atau gelar dan gulung, atas semua yang telah Dzat Maha Suci Anugerahkan atau Dzat Maha Suci Wahyu-kan kepada kita sebagai Abdi Hidup-Nya, dengan penuh kesadaran Wahyu Panca Laku/IMAN. Jadi, mijil toto lenggah itu, adalah merupakan praktek menata diri sejati, tentang Pusaka Pribadi Sejati. Busana Pribadi Sejati Dan Sabda Pribadi Sejati, secara spiritual lahir bathin-jiwa raga, atas Wahyu yang telah di anugerahkan kepada kita, sebagai Putera Rama yang sedang menuju ke arah-Nya, karena Cinta Kasih Sayang, bukan karena hal lainnya. agar supaya Laku Sipat dan Sikap kita senantiasa tertata, terarah, tertuntun, terkontrol, terkoneksi secara sadar, sehingganya, apapun yang di perbuat dan di lakukan, bisa tepat sasaran, tidak melesed, apa lagi keluar dari jalur atau jalan yang sudah di sediakan oleh Dzat Maha Suci kepada setiap hamba yang sedang menuju kepada-Nya.

PRAKTEKNYA:
Langkah Pertama…
Adalah Patrap PALUNGGUH PAMBUKA;
Palungguh adalah upaya menenangkan rasa yang tidak dan perasa’an, yang tidak
nyaman, agar menjadi enak dan nyaman.

Caranya,,, setelah berada di tempat/ruang semedi. Dalam keada’an duduk siap bersamadi, tempelkan telapak tangan kanan, ke dada sebelah kiri, dimana terdapat detak jantung. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;

Patrap Palungguh

Lalu baca “PALUNGGUH PAMBUKA” 3x.
PALUNGGUH PAMBUKA;
Sedulur Papatku.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 3x.

Lalu tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung, lalu keluarkan napas panjang dan pelan serta dalam pula melalui mulut, lakukan cara ini hingga tiga kali berturut-turut, hingga terasa plong/lega.

Langkah Kedua…
Adalah Patrap KUNCI;
Robah Patrap Palungguh, menjadi patrap Kunci, dengan tetap duduk rileks dan santai
menikmati rasa plong/lega hasil palungguh tadi. Satukan dan pertemukan kedua telapak tangan, lalu letakan tepat didepan wajah, kedua ibu jari, menempel tepat dibawah kedua lubang hidung, sedangkan kedua jari telunjuk, tepat berada di tengah kening atau diantara kedua alis, sementara kedua siku tangan, lurus sejajar dengan pundak. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;

Patrap Kunci

Lalu baca “KUNCI” 7x.
KUNCI untuk Lelaki;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine sateriyo.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake sateriyo sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca… 7.x.

KUNCI untuk Wanita;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine wanito.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake wanito sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca… 7.x.

PENJELASAN;
Bacalah Kunci dengan perlahan dan santai/rileks, jangan terburu-buru, hayati setiap kalimat yang terbaca dalam hati, dengan penghayatan rasa, ingat…!!! dengan penghayatan rasa, bukan dengan perasa’an “sebab” di antara celah-celah baca’an Kunci, ada Wahyu Panca Laku/iman yang tersebut Manembahing Kawula Gusti, yang proses cengkok dan endingnya Manembahing Kawula Gusti tersebut, harus kita mengerti dan pahami serta kita ketahui, agar mengerti dan paham serta tahu, apa yang di sebut Kunci yang memiliki Laku manembahing kawula gusti tersebut.

Ingat…!!!
Patrap Kunci itu, pada hakikatnya, adalah Manembahing Kawula Gusti, karena itu, cara bacanya jangan terburu-buru, harus tawaduk, sopan santun, tata-titi-surti ngati-ati, santai, pelan dan penuh penghayatan rasa, yang semakin di hayati, akan semakin terasa prosesnya, yang detik demi detik, menjalar di sekujur tubuh kita, mengalir bersama aliran darah kita, terus rasakan, dan rasakan lebih dalam getarannya, di barengi dengan membaca  Kunci hingga selesai 7x.

Langkah Ketiga…
Adalah Patrap PAWELING;
Setelah selesai membaca Kunci 7x. Robah Patrap Kunci, menjadi Patrap Paweling, caranya; dengan tetap rilek dan santai, turunkan kedua tangan secara bersama’an, secara perlahan, dengan tetap penuh penghayatan rasa, ke bawah, hingga
berada tepat di tengah dada. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;Patrap Paweling
Lalu baca “PAWELING” 3x.
PAWELING;
Siji-siji – loro-loro – telu telonono.
Siji sekti – loro dadi – telu pandito.
Siji wahyu – loro gra’trahino – telu rejeki.
Dibaca… 3.x.

PENJELASAN;
Setelah selesai membaca Paweling 3x. Lalu diam sejenak. Rasakan Getaran dari tekanan kedua energi yang ada di kedua telapak tangan, dengan tetap penuh penghayatan rasa, terus rasakan dan rasakan terus hingga beberapa waktu lamanya. Ingat…!!! Patrap Paweling, pada hakikatnya, adalah Manunggaling Kawula Gusti, artinya, harus benar-benar merasakan kemanunggalannya kawula dan gusti tersebut. Jika kita mampu berhasil menghayati getaran dari tekanan kedua energi yang ada di kedua telapak tangan kita, maka kita akan mengerti, memahami dan mengetahui kemanunggalan kawula gusti kita.

Langkah Ke’empat…
Adalah Patrap MIJIL TOTO LENGGAH;
Setelah merasa cukup dalam merasakan proses cengkok dan ending serta klimaxnya Paweling yang hakikatnya adalah kemanunggalan kawula gusti, lalu robah patrap Paweling menjadi Patrap Mijil, dengan cara, tetap rileks dan santai, geser tangan kiri ke samping pinggul kiri, sedangkan tangan kanan, tetap berada di posisinya semula. Ibu jari tangan kiri, menempel pada tulang rusuk yang paling bawah, yang paling pendek, sedangkan jari telunjuk tangan kiri, lurus mengarah ke pusar perut/wudel. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;Patrap Mijil

Lalu baca MIJIL TOTO LENGGAH 1x.
MIJIL TOTO LENGGAH;
…..) Asmo sejati. Jeneng siro mijilo.
Panjenengan ingsun kagungan karso.
Arso noto, natak’ake lan nglenggahake sakabehing.
Pusoko-pusoko pribadi sejati, busono-busono pribadi sejati, lan sabdo-sabdo pribadi sejati.
Paringane kanjeng romo sejati, maring badan pribadi sejati.
Reksanen murih kelaksanan di podo tumoto.
Mapan lenggah, kanti setoto becik.
Di tompo ngurbani rogo pribadi sejati.
Kawibawane arso ingsun agemi.
Kangge lakune badan ing sedino-dino.
Murih katekan sediyane. kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 1.x.

Penjelasan;
Tanda titik-titik di Mijil atau Palungguh, yang ada di level satu dua dan tiga ini. di isi Asmo sejati-nya, bagi Putera yang sudah memiliki Asmo sejati, namun bagi pemula, yang belum mengetahui siapa Asmo-nya, tanda titik-titik tidak perlu di baca, bacanya, cukup di mulai dari Asmo sejati saja. Karena kalimat Asmo sejati itu, adalah sabda sementara bagi yang belum memiliki atau belum mengetahui siapa Asmo-nya.

PENJELASAN;
Setelah membaca mijil toto lenggah 1x. Lalu Diam… dan robah posisi kedua tangan, yang semula Patrap Mijil, menjadi seperti yang nampak pada gambar di Bawah ini;Patrap Semedi

Lalu….
Buka Mata hati/bathin, tutup mata lahir, bebaskan semua Panca indera, pikiran, angan-angan, jangan sampai ada satupun tekanan atau beban, bebaskan dan merdekakan. Mungkin, pikiran atau angan-angan, teringat hal-hal di luar sana, misal, ingat pekerja’an, teman, pacar, anak, isteri, suami, hutang, motor, mobil dll, biyarkan, bebaskan, merdekakan untuk beberapa menit, maksimal lima menit. Jangan lebih.

Setelah lima menit…
Lalu tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung, lalu keluarkan napas panjang dan pelan serta dalam pula melalui mulut, lakukan cara ini hingga tiga kali berturut-turut, hingga terasa plong/lega atau tidak plong/lega. Maksudnya… setelah melakukan ini, bisa plong/lega atau tidak plong/lega. Ingat…!!! jangan sampai lupa. Bahwa Sejatinya Patrap Mijil, adalah Sampurnaning Kawula Gusti. Jadi….

Segera tundukan kepala, tundukan pula ego kita, tanggalkan semua bentuk takut dan ragu serta bimbang. Kemudian berkatalah secara sadar dalam hati, dengan nada lirih dan jujur apa adanya. Seperti Contoh Di Bawah INI;

“ Tuhan… saya salah, saya dosa, saya memang salah ya Tuhan, saya memang dosa, sungguh saya bodoh, tidak mengerti apa-apa, tidak paham apa-apa, tidak tahu apa-apa, tidak bisa apa-apa, tapi saya selalu sok ngerti, sok paham, sok tahu, sok bisa, sok pintar, padahal saya bodoh dan dungu, goblog, tidak punya kuasa apa-apa dan tidak bisa apa-apa, kini saya sadar dan bertaubat serta berserah diri hanya kepada-Mu wahai yang Maha Segalanya, sesembahan yang tiada duanya”

“Saya Pasrahkan anak-ku, istri/suami-ku, pacar/kekasih-ku, keluarga-ku, saudara/saudari-ku, masalah-ku, keperluan-ku, kepentingan-ku, kebutuhan-ku, hutang-ku, jiwa raga-ku, dunia akherat-ku, hidup mati-ku dan semuanya serta segalanya tentang-ku. Saya serahkan dan saya pasrahkan hanya kepada-Mu wahai Dzat Maha Suci sesembahan-ku yang tunggal dan Maha Segalanya, sungguh saya tiada daya dan upaya apapun jika tanpa-Mu, mulai sekarang, semua dan dan segalanya, terserah-Mu, apapun keputusan-Mu, aku terima, mulai saat sekarang ini. Saya akan tunduk dan turut hanya kepada-Mu saja”

“Karena saya berasal dari-Mu dan Milik-Mu, maka saya akan mengabdi dan kembali hanya kepada-Mu saja. Engkau jadikan apapun diri ini di dunia dan di akherat nanti, saya tetap siap sebagai abdi setiamu”

(Pemberitahuan; Bahasa yang saya contohkan diatas, bisa diubah sesuai sikon pribadi masing-masing, dan gunakanlah bahasa yang paling di mengerti, misal bahasa suku setempat, yang pasti, kurang lebih intinya seperti yang saya maksud dalam contoh diatas)

Lalu Diam…
Jika Anda bisa berhasil berkata Jujur apa adanya kepada Dzat Maha Suci dan sungguh-sungguh pasrah dan berserah diri lahir dan bathin serta bertaubat kepada Dzat Maha Suci. Seperti yang saya contohkan diatas. Air mata Anda akan menetes/berlinang, membanjiri pipi, dada, hingga kedua kaki Anda yang sedang bersimpuh. Jika air mata mulai menetes, diawal atau di pertengahan ungkapan seperti yang saya contohkan diatas, jangan berhenti, terus dan terus katakan berulang kali, apa yang saya contohkan diatas, sampai selesai, sampai puas, sampai plong, sampai lega, hingga tak ada lagi yang bisa di katakan, kecuali linangan air mata. Nikmati dan Rasakan Linangan Air mata yang semakin di rasakan semakin berderai tersebut. Rasakan lebih dalam, dan lebih dalam lagi, terus rasakan dan nikmati dengan sadar, jangan hanyut dan terlena, berusahalah untuk tetap sadar. Tidak larut dalam tangisan. Jika Anda sadar, dan benar-benar sadar, sesadar-sadar. Makan Anda akan mengetahui Klimaxnya Patrap Mijil Sowan.

Klimaxnya apa…?!
Klimaxnya adalah Tenteram.
Tenteram itu apa…?!
Tenteram itu Sampurna.
Sampurna itu bagaimana…?!
Sampurna itu semuanya dan segalanya.

Intinya,,, di dalam Patrap Semedi Mijil Sowan, adalah mempelajari cengkok dan endingnya Manembahing Kawula Gusti. Manunggaling Kawula Gusti. Leburing Kawula Gusti dan Sampurnaning Kawula Gusti. Agar supaya bisa mengetahui Klimaxnya Sampurnaning Pati Urip.

Kalau kita kisa berhasil mengetahui Klimaxnya Sampurnaning Pati Urip. Kita akan Memperoleh alias mendapatkan kesempurna’an dan Merasakan Sejatinya Tenteram, yang nantinya bisa Menenteramkan Kehidupan lahir dan bathin kita sendiri dan semuanya serta segalanya yang terkait dengan diri pribadi kita, seperti anak istri keluarga tetangga dll, termasuk kepentingan, kebutuhan, keperluan dan masalah apapun selesai, dengan sangat indah tanpa masalah.

Apa itu sejatinya tenteram…?!
Seperti apa rasanya Tenteram?
Kok sebegitu pentingnya…

Apa itu sejatinya tenteram…?!
Tenteram adalah sikon asal usul kita sebelum dicipta menjadi menusia Hidup oleh Dzat Maha Suci Tuhan kita, dan di dalam sejatinya Tenteram itulah, Dzat Maha Suci Tuhan kita berada.

Seperti apa rasanya Tenteram?
Rasanya tenteram itu, seperti di waktu kita mencapai puncak klimax sa’at berhubungan badan (SEKS) dengan orang yang kita cintai/sukai.

Bisa ketebak kan…?
Rasanya…?

Itulah Wujud Gambarannya Tenteram. Itulah RasaTenteram yang saya maksud. Saking Tentramnya, sampai-sampai disaat klimax, semuanya dan segalanya terlupakan, tak satupun yang di ingat saat klimax, bahkan dirinya sendiri, lelaki atau bukan, sudah tidak tahu lagi. Itulah tenteram, itulah intisari pati dari semua dan segalanya yang di cari dan di lakukan oleh semua makhluk hidup.

Dan Itulah yang dicari sa’at kita bersamadi menerapkan Wahyu Panca Ghaib. Gambaran Rasanya seperti di Sa’at kita klimax (seks), tapi Prakteknya tidak seperti sa’at klimax (seks), karena tenteram yang di hasilkan sa’at klimax (seks), membuat kita lupa diri, lupa semuanya, lupa segalanya.
Disini, dalam menerapkan Wahyu Panca Ghaib ini, kita mencari Tenteram yang sebenarnya, bukan yang semu, tidak lupa diri seperti di sa’at klimax (seks). Melainkan dengan sadar, sesadar-sadarnya, semakin kita sadar, semakin kita mengerti apa itu Dzat Maha Suci Tuhan, semakin murni kesadaranya, semakin memahami bagaimana itu Dzat Maha Suci Tuhan, semakin sering mengalami tenteram secara sadar dan murni, maka akan bisa mengetahui semua dan segalanya tentang Dzat Maha Suci Tuhan secara jelas dan nyata, detail serta PASTI. Bukan katanya atau nanti atau ghaib.

Caranya bagaimana?
Caranya Ada tiga tahap atau level atau tingkatan, dan tingkat/level/tahap Pertama-nya. Seperti yang sudah saya Uraikan diatas, bukan yang lain. Yaitu Laku Murni Menuju Suci Alias Wahyu Panca Ghaib di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.

Langkah kelima…
Adalah Patrap “PALUNGGUH PANUTUP”
Kondisikan tangan kanan menempel di dada sebelah kiri, seperti langkah awal. secara perlahan Sembari membaca PALUNGGUH PANUTUP tiga kali.Patrap Palungguh

“PALUNGGUH PANUTUP” 3x;
…..) Asmo Sejati.
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca… 3x.

Dan SELESAI. Lakukan Patrap Mijil Sowan ini, tiap hari atau tiap malam dengan MERDEKA, tanpa terikat waktu dan arah menghadap di saat Bersamadi. Sampai benar-banar mengetahui Klimaxnya Mijil Toto Lenggah yang sangat luar biasa seperti yang sudah saya maksud dalam uraian diatas.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya