Haqq Maujud:


Haqq Maujud:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 17 Februari 2018.

Haqq Maujud;
Itulah Judul Artikel yang saya gunakan kali ini. Yang Arti Maksudnya Adalah; Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita, dalam Laku Murni Menuju Suci. Anda Siap…?! He he he . . . Edan Tenan.

Apa arti dari Haqq Maujud itu WEB…?!

Al-Qur’an mengatakan Al-Haq berulang kali hingga sebanyak 227 dengan beraneka ragam artinya. Di antaranya adalah keadilan, tauhid, kebenaran, nasib, kebutuhan, antonim kebatilan, keyakinan, kematian, kebangkitan dll.

Namun inti dari puncak makna al-haq adalah Dzat Maha Suci Allah.

Bahwasannya, Dzat Maha Suci Allah itu adalah al-haq. Artinya; Tidak mengalami sedikitnpun perubahan. Dia wujud yang bersifat wajib, tidak tergambarkan dalam benak, bahwa Dzat Maha Suci Allah disentuh ketiadaan atau perubahan seperti yang dialami makhluk.

Dia yang berhak disembah, tiada yang berhak disembah kecuali Dzat Maha Suci Allah. Karena Dia al-haq. Maksudnya; Segala dan Semuanya bersumber dari-Nya pasti benar, pas, mantap, pasti dan tidak berubah. Itulah singkat padatnya Arti dan Maksud Haqq atau Al-Haqq.

Maujud;
Maujud. Artinya; Benar-benar ada, berwujud nyata, konkret. Maksudnya; Sesuatu yang dapat diraba dan dilihat secara kasat mata.

Sekali lagi…
Haqq Maujud yang saya gunakan sebagai Judul Artikel ini. Arti dan Maksudnya adalah; Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita, dalam Laku Murni Menuju Suci.

Wow… Keren sekali.
Lalu bagaimana Caranya WEB…?!

Di bawah ini adalah Sembilan Cara Untuk Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita dalam Laku Murni Menuju Suci. Agar supaya segala keraguan bisa sirna. Karena ada bukti kesaksiannya.

Cara Yang Pertama;
Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu.

Cara Yang Kedua;
Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu.

Cara Yang Ketiga;
Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu.

Cara Yang KeEmpat;
Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu.

Cara Yang Kelima;
Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan menentukan Nasibmu.

Cara Yang KeEnam;
Jagalah Nasibmu, karena Nasib, akan menentukan suana Hatimu.

Cara Yang Ketujuh;
Jagalah Hatimu, karena Hatimu akan menentukan Rasamu.

Cara Yang Kedelapan;
Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu.

Cara Yang Kesembilan;
Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Tuhan-mu.

Tuhan hantu, apa hantu Tuhan, yang tidak terlihat, kadang kala terlihat, hi,,,,serem. Atau hantu-hantuan Atau Tuhan-Tuhanan, yang kalau pagi tempe, siangnya tahu, sorenya tauge. He he he . . . Edan Tenan.

Itulah Sembilan Cara Untuk Membuktikan Al-Haqq MauJud atau Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita dalam Laku Murni Menuju Suci. Agar supaya segala keraguan, kebimbangan dan ketakutan Anda bisa sirna, tidak lagi melekat di Otak dan Hati Anda.

Karena ada bukti nyata, yaitu menyaksikan-Nya sendiri, secara Nyata, bukan kira-kira katanya…

Anda bisa menjaga Sembilan yang Sudah saya uraikan di Atas…!!! Yang dalam istilah KeIlmuannya tersebut Babagan Hawa Sanga atau Babahan Hawa Sembilan.

Saya tidak akan banyak cerita. Silahkan buktikan saja sendiri.

Tidak terbukti, makilah Wong Edan Bagu, jika perlu. Ludahi bacotnya yang suka gembar gembor mensyiarkan Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci Tuhan di Internet.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

ILMU HAYAT (IQRO)


AILMU HAYAT (IQRO)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Kamis. Tanggal 15 Februari 2018.

WEB…
Gampang Mana sih. Menulis apa Membaca…?!

Lebih Baik Membaca dari pada Menulis, katanya orang bijak begitu sih….

Setelah saya hayati, bener juga sih, karena mencari bahan atau inspirasi untuk menulis, itu tidak mudah, apa lagi menulis sebuah kejadian yang dialami secara Laku Spiritual. Wow… Sungguh tidak segampang membacanya.

Munculah sebuah Pertanyaan. Bagaimana tipe membaca Anda…?! He he he . . . Edan Tenan.

Malam ini, Malam Jumat hari Kamis tanggal 15 Februari 2018
di gubug Jenggolo manik, benar-benar merupakan malam menantang bagi saya.

Bagaimana tidak. Beberapa menit yang telah berlalu, saya WA-an seorang guru kepala sekolah hebat yang saya kagumi.

Saya minta beliau untuk menulis tentang apa saja atau soal apa saja. Tujuannya, untuk mengasah keterampilan menulis.

Apa jawabnya…?!
“Nggak ah’ sampean saja yang nulis, saya yang baca” katanya ringan tanpa beban.

Okelah kalau bagitu, kasih saran saja saya ya, kalau tidak tepat, beri kritikan. Jawab saya memohon.

Balasan WA saya malah diketawain, saya jadi bertanya-tanya, mungkin karena beliau juga sering baca tulisan jelek saya.

Heeeemmm… Akhirnya saya berkesimpulan, bahwa beliau maunya membaca, tidak menulis. Setidaknya untuk saya malam ini.

Namun terbesit dalam benak saya sebuah berkata’an.

Apakah membaca itu Gampang…?!
Mudah…?!

Langsung bisa mengerti dan memahami maksud penulisnya…?!

Lalu segera bisa langsung mempraktikkannya…?!

Ini yang terbesit dalam benak saya, sekaligus menjadi bahan renungan ‘dadakan’ malam ini, yang harus saya tulis menjadi tambahan pengetahuan, untuk saya pribadi dan kabar terbaru di akun internet saya, sehingga terbuatlah Artikel ini. Semoga bermanfaat secara umum, sebagai tambahan pengetahuan.
Mulailah saya menulis beberapa referensi tentang segampang apa membaca itu, dan akhirnya saya mencoba menuliskannya dari sini.

Definisi, jenis membaca, teknik membaca dan sebagainya He hd he . . . Edan Tenan.

Sungguh ini menjadi bagian pembelajaran terbaru dan terhebat bagi saya, yang saya dapatkan malam ini. Malam Jumat hari Kamis tanggal 15 Februari 2018, dan bagi siapapun yang malas membaca juga tentunya. He he he . . . Edan Tenan.

Dan ini Hasilnya; Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.

Membaca adalah suatu kegiatan atau cara dalam mengupayakan pembinaan daya nalar manusia hidup.

Dengan membaca, seseorang secara tidak langsung, sudah mengumpulkan kata demi kata dalam mengaitkan maksud dan arah bacaannya, yang pada akhirnya pembaca dapat menyimpulkan suatu hal, dengan nalar yang dimilikinya. Wow… Keren kan…

Membaca sebagai produk yang didefinisikan sebagai pemahaman atas simbol-simbol bahasa tulis yang dipelajari seseorang.

Membaca merupakan proses yang kompleks, karena Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca, untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.

Membaca adalah sebagai proses kegiatan mencocokan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis.

Membaca adalah sebuah proses yang kompleks dan rumit.
Kompleks yang arti maksudnya;
Dalam proses membaca, terlibat sebagai faktor internal dan eksternal pembaca.

1. Faktor internal;
Dapat berupa intelegensi (IQ) minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan pembaca, dan sebagainya.

2. Faktor eksternal; Bisa dalam bentuk sarana membaca, teks bacaan (sederhana, berat, mudah, sulit).

faktor lingkungan, atau faktor latar belakang, sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca.
He he he . . . Edan Pora.

Kesimpulannya;
Membaca merupakan suatu proses pengolahan simbol-simbol tertulis (tekstual) dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh (holistik) tentang isi bacaan, dan merupakan kegiatan komunikasi tidak langsung antara penulis dan pembacanya.

Pembaca akan memahami maksud penulis tentang sesuatu apapun yang dibacanya.
Membaca itu memiliki tujuh jenis. yaitu sebagai berikut;

1. Membaca dengan suara (membaca nyaring).
Yakni kegiatan membaca dengan mengeluarkan suara atau kegiatan melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras.

2. Membaca dalam hati (membaca senyap).
Merupakan proses membaca tanpa mengeluarkan suara, membaca dalam hati atau membaca diam tidak ada suara yang keluar. Sedangkan yang aktif bekerja, hanya mata dan otak atau kognisi kita saja.

Membaca jenis ini, pada umumnya dimiliki seseorang yang memiliki tipe belajar visual.

3. Membaca intensif.
Membaca intnsif merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara seksama. Pada jenis membaca ini, seseorang membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada, dan bertujuan untuk menumbuhkan serta mengasah kemampuan membaca secara kritis.

4. Membaca ekstensif. Merupakan program membaca yang dilakukan secara luas, baik jenis maupun ragam teksnya dan tujuannya hanya sekedar untuk memahami isi yang penting-penting saja, dari bahan bacaan yang dibaca dengan menggunakan waktu secepat mungkin.

5. Membaca literal.
Membaca literal merupakan kegiatan membaca sebatas mengenal dan menangkap arti yang tertera secara tersurat (eksplisit).

Jenis membaca ini bermakna, bahwa pembaca hanya berusaha menangkap informasi yang terletak secara literal (reading the lines) dalam bacaan dan tidak berusaha menangkap makna yang lebih dalam lagi, yakni makna-makna tersiratnya, baik pada tataran antagonis (by the lines) apalagi makna yang terletak dibalik barisnya (beyond the lines).

6. Membaca kritis.
Membaca kritis adalah sejenis kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan belaka.

7. Membaca kreatif.
Membaca kreatif merupakan proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah, dari pengetahuan yang baru, yang terdapat dalam bacaan, dengan cara mengidentifikasi ide-ide, yang menonjol atau mengkombinasikan pengetahuan yang sebelumnya pernah di dapatkan.

Tujuan Membaca;
Definisi dan jenis membaca yang sudah saya uraikan di atas, pembelajaran untuk kita, bahwa kegiatan membaca, bukan sesuatu yang biasa. Akan tetapi juga butuh pemahaman mendalam.

Lalu apa sebenarnya tujuan membaca itu…?!

Tujuan utama dalam membaca adalah; untuk mencari serta memperoleh informasi mencakup isi, memahami makna bacaan.

Tujuan membaca dibagi menjadi tiga jenis, antara lain;
1. Untuk Studi.
Membaca untuk sendiri, ialah membaca untuk menemukan informasi-informasi yang diperlukan, untuk menyelesaikan masalah studi, yang pada akhirnya, memperkaya pengetahuan dalam berbagai ilmu dan disiplin tertentu.

Misalnya seorang mahasiswa, membaca yang relevan dengan kebutuhan mata kuliahnya.

2. Untuk Usaha.
Membaca untuk usaha, ialah membaca untuk menentukan dan memahami informasi yang berkaitan dengan usaha, yang dilakukan dengan usaha yang dilaksanakan, seperti pekerjaan kantor, rumah tangga, dan lain-lain. Mencermati peluang usaha, dan sebagainya.

3. Untuk kesenangan.
Membaca untuk kesenangan, ialah membaca untuk mengisi waktu senggang, dan memuaskan perasaan serta imajinasi, bahan bacaan ilmiah membaca ini, adalah novel, cerpen, dan buku bacaan ini, seperti surat kabar. Pada umum memang jenis bacaan fiksi yang menemaninya. Pada intinya.

Tujuan membaca adalah untuk menemukan atau mengetahui penemuan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh, apa-apa yang telah dibuat oleh sang tokoh, apa yang telah terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh.

Untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, apa-apa yang dipelajari atau yang dialami tokoh, dan merangkumkan hal-hal yang dilakukan oleh tokoh untuk mencapai tujuannya.

Membaca juga bertujuan untuk menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Setiap tahap dibuat untuk memecahkan suatu masalah, adegan-adegan, dan kejadian, kejadian buat dramatis.

Luar Biasa Bukan…?!
Sebab itu, Perintah Pertama Dzat Maha Suci kepada Utusan Terkasihnya. Adalah “Iqro” (Bacalah)

Nah…
Bagaiamanakah teknik membaca pilihan Anda…?!

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih* Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966. BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Wejangan CintaKasihSayang WEB:


Wejangan CintaKasihSayang WEB:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 3 Februari 2018.

Kepada seluruh Kadhang kinasih-ku sekalian, sing eling lan waspada-ingat dan waspadalah, dengan perubahan jaman dunia ini.

Karena akan banyak keributan, kekacauan, kejahatan dan kerusakan.

Janganlah Para Kadhang kinasih-ku terlena oleh kenyamanan dan terlelap dalam tidur.

Dasar dan segera bangunlah, lalu dengarkan Suara Murni, utusan dari Dzat Maha Suci, yang senantiasa menentramkan isi alam lama dan alam baru serta dunia besar dan dunia kecil.

Saling Cinta Kasih Sayanglah dengan sesama hidup-mu, dimanapun kalian berada.

Karena itulah perintah Dzat Maha Suci Hidup yang sesungguhnya dan paling utama.

Minimal;
Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu. Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu. Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu. Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu. Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan membentuk Nasibmu.

Maksimal;
Jagalah Hatimu, karena Hatimu akan menentukan Rasamu. Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu. Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Tuhan-mu. Tuhan hantu apa hantu Tuhan atau hantu-hantuan apa Tuhan-Tuhanan.

Para Kadhang Kinasihku sekalian. Percayalah. Wahyu Panca Ghaib yang kalian Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku/Iman. Akan melahirkan semesta kehidupan yang memayungi seluruh alam dunia, menegakan jagat raya dan mendasari buana langgeng.

Berbicaralah dengan kata-kata yang jujur apa adanya, namun jangan kasar, sekasar yang dirimu sendiri tidak kuat merasakannya.

Belajarlah dari nafas yang memberimu kehidupan. Nafas tidak bergemuruh seperti badai dan tidak mengguntur seperti halilintar.

Itulah Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku/Iman. Pemberian langsung dari Dzat Maha Suci, sejak awal kehidupan purba kala.

Yang hanya bisa Mijil/Keluar dari hati yang putih bersih penuh kehangatan cinta kasih sayang, yang membawa ketentraman, keindahan, kegembiraan, kebahagiaan, kedamaian, maka damai sejahtera di langit dan di bumi.

Berterima kasihlah kepada mereka semua yang pernah membantu, kepada mereka yang pernah merintangi, kepada mereka yang pernah berbeda, kepada mereka yang pernah mendebat, kepada mereka yang pernah menghina, kepada mereka yang pernah mengfitnah, kepada mereka yang pernah membenci, kepada mereka yang pernah mengadu domba.

Berterima kasilah Berterima kasihlah Berterima kasihlah kepada mereka semuanya. Karena melalui tempaan bersama-sama dengan mereka terciptalah keadaan dimana engkau bertambah dewasa dan tercerahkan. Fitrah-Terlahir Kembali.

Dengan Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku, jadilah sadar akan tubuhmu dalam gerak dan perbuatanmu.

Apabila engkau telah menyadari tubuhmu dan perbuatannya, lalu beralihlah menuju kedalam pikiranmu, Bila engkau telah menjadi sangat sadar akan pikiranmu, semakin engkau menjadi sadar, semakin engkau menyadari, semakin engkau menyadari, semakin berkurang pikiranmu yang bergerak.

Ketika engkau menjadi lebih sadar, kesadaran yang selama ini tertidur pulas di dalam dirimu, akan terbangun, jika kesadaran itu telah terbangun dari tidur panjangnya di dalam dirimu, tidak ada lagi energi yang tersedia untuk pikiran dan pikiranpun menjadi diam.

Untuk menyadari rasa dan perasaan, dengan kata lain menyadari sepenuhnya jiwa raga dan perbuatannya, menyadari otak dengan pergerakan liarnya, menyadari hati dan fungsinya.

Ketika engkau membawa hati dalam kesadaranmu (Patrap Semedimu), semua yang baik akan tumbuh berkembang dan semua yang buruk akan lenyap dan sirna Sempurna.

Disitulah engkau akan mengetahui hanya kesadaran murni, menyadari hanya tentang kesadaran murni, di situlah Murni/Suci mu yang hakiki.

Marilah kita melangkah bersama dengan bergandeng tangan, menapaki jalan yang sama dan tujuan yang sama pula.

Yaitu;
Laku Murni Menuju Suci. Dengan Wahyu Pemberian Dzat Maha Suci Secara Langsung Sejak Awal Kehidupan kita ada.

Tersebut;
Wahyu Panca Ghaib dan Wahyu Panca Laku. Wahyu Panca Ghaib adalah Sedulur Papat Kalima Pancer nya Kita sendiri dan Wahyu Panca Laku Adalah Sipat dan Sikapnya Sedulur Papat Kalima Pancer kita sendiri.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

PEMBERITAHUAN-PENTING;


PEMBERITAHUAN-PENTING;
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 10 Februari 2018.

Para Kadhang dan Sedulur Kinasihku sekalian. Sejak Saya menjalankan Laku Murni Menuju Suci, hingga ajal menjemput saya kapanpun waktunya.

Taubat saya kepada Dzat Maha Suci dan Pengabdian Lahir Bathin saya kepada Dzat Maha Suci.

Dengan Cara Menebar Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci kepada apapun, siapapun, dimanapun Dan Berjuang serta Berkorban dalam membela dan menegak-kan Panca Sila yang merupakan Pedoman dan Lambang NKRI bumi Nusantara saya.

Tidak akan pernah berubah dan tidak bisa di tawar lagi. Seperti halnya NKRI harga Mati.

Artinya;
Seratus kali saya pindah tempat tinggal. Masih tetap sama. Tidak melayani Praket Perdukunan-Paranorman jenis apapun dan model apapun. Jika menemui saya dengan tujuan terkait dukun dan paranormal. Mohon maafkan, sebaiknya kembali lagi. Karena kedatangan Anda, hanya akan sia-sia.

Sebab sisa hidup saya yang tinggal beberapa bulan ini, hanya akan saya gunakan untuk mengabdi kepada Dzat Maha Suci.

Ingat…!!!
Masih sama seperti artikel Pertaubatan saya beberapa tahun yang silam. Bahwa Wong Edan Bagu yang sekarang, bukan Wong Edan Bagu yang dulu lagi. Wong Edan Bagu yang sekarang, sudah berTaubat dan Mengabdi hanya kepada Dzat Maha Suci. Titik.

Sekali lagi saya informasikan, rupanya, ratusan artikel pertaubatan dan pengabdian saya kepada Dzat Maha Suci Tuhan, masih juga belum membuat banyak orang sadar, lalu bertaubat dan mengabdi kepada Tuhan.

Beberapa jam yang lalu, ada seorang wanita WA kepada saya, untuk minta bantuan, dengan PDnya wanita itu memohon bantuan kepada saya, seperti dia sudah mengenal saya, bahwa saya ini seorang dukun/paranormal. Dibawah ini Potho WAnya.

Saya sudah berusaha untuk menjelaskan dan menyadarkan dia, bahwa saya bukan dukun atau paranormal, saya hanya orang bodoh yang sudah bertaubat dan sedang mengabdikan diri kepada Dzat Maha Suci.

Namun dia bersi keras, tidak mau sadar, tidak mau bertaubat, malah dia menunjukan Poto KTP editan seperti yang saya tampilkan di Artikel ini. Dan rupanya…

Lagi-lagi dia seorang korban dari tipu daya seorang pengelola blog yang menggunakan potho saya, yang pernah saya kabarkan secara umum di internet tempo dulu.

Namun saya tidak menyerah, saya berusaha terus untuk menyadarkannya, dengan menjelaskan, bahwa itu bukan saya, bahwa dia telah tertipu, tidak ada satupun artikel saya yang menawarkan jasa Perdukunan, yang ada hanya artikel-artikel pertaubatan dan pengabdian lahir bathin secara laku spiritual hakikat hidup. Bukan Perdukunan atau paranormal. Dan akhirnya dia sadar. Terima kasih Tuhan…

Para Kadhang dan Sedulur Kinasihku Sekalian. Berhati-hatilah… Blog apapun judul dan latar belakangnya. Sekalipun menggunakan Potho saya dan Nama saya; Jika Nomer Yang tercantum bukan nomer yang selalu saya ikut sertakan disetiap Artikel saya yaitu 0858-6179-9966. Jangan Percaya…!!!

Karena itu bukan saya, apa lagi sampai menawarkan Ilmu-ilmu Praktek Perijinan/Paranormal. Sudah jelas Bukan Wong Edan Bagu. Bukan Toso Wijaya yang memiliki Nama Lahir Sebagai Djaka Tolos. Sekali lagi bukan. Karena Wong Edan Bagu atau Toso Wijaya yang memiliki Nama Lahir Djaka Tolos. Sudah BerTaubat. Dan sedang mengabdi kepada Dzat Maha Suci dengan Laku Murni Menuju Suci.

Jika sampai Percaya. Kalau Anda Tertipu. Jangan Salahkan Saya. INGAT ITU…!!!

“Himbauan Dari WEB”
Jangan Anda Kira dengan BerTaubat dan Mengabdi kepada Dzat Maha Suci. Masalah Anda. Kepentingan Anda. Kebutuhan Anda. Keperluan Anda tidak Terselesaikan. Karena Dzat Masa Suci Tuhan itu. Maha Segalanya. Tidak ada yang Mustahil Bagi-Nya. “Jadi, untuk mu yang bermasalah apapun Judul Perkaranya. BerTaubat dan Mengabdilah Hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan. Saya Jamin Sukses Dan Berhasil. Apapun Masalah Anda. Jangan Lari ke Dukun atau Paranormal. Apa lagi Sampai tertipu Yang Praktek Di Internet. Sadar… Sadar… Sadar dan BerTaubatlah. Dzat Maha Suci Tuhan itu, melampaui segalanya.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

SEMAKIN MENGENALI DIRI, SEMAKIN BERTAMBAH KEKUATAN IMANNYA DAN PERCAYA DIRINYA:


27164773_431832330596160_5284600850732938238_o

SEMAKIN MENGENALI DIRI, SEMAKIN BERTAMBAH KEKUATAN IMANNYA DAN PERCAYA DIRINYA:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Rabu. Tanggal 31 Januari 2018.

27624699_431832093929517_5827074315805539810_o

Siapa Anda…?!
Dari mana Anda…?!
Seperti apa Anda…?!
Hendak kemana Anda…?!
He he he . . . Edan Tenan.

Para Kadhang Kinasihku sekalian.
Perubahan Diri. Perubahan mental. Perubahan tarap kehidupan. Bahkan sampai soal mengenal Dzat Maha Suci Tuhan. Itu Dimulai Dari Mengenal Diri Sendiri.

Seperti yang sudah saya kabarkan di beberapa Artikel lama saya sekitar tahun 2014 san. Bahwa mengenal diri, merupakan sebuah hal yang sederhana, namun Penting.

Karena dapat membantu untuk melakukan perubahan apapun itu tentang Hidup kita di dalam dunia kehidupan ini, bahkan akherat nanti, itu di tentukan dari mengenal diri, disini letak Pentingnya.

Mengapa mengenal diri sendiri menjadi hal yang sangat Penting?!

Karena jika kita tidak mengenal…
Siapa diri kita…?!
Dari mana diri kita…?!
Seperti apa diri kita…?!
Hendak kemana diri kita…?!

Maka bagaimana kita dapat melakukan sesuatu…?!

Bagaimana kita bisa mengerti…!!!
Bagaimana kita memahami…!!!
Bagaimana kita mengetahui…!!!

La wong…
Siapa dirinya…?!
Dari mana dirinya…?!
Seperti apa dirinya…?!
Hendak kemana dirinya…?!
Saja, tidak mengenalnya…!!!
Ealah tobat,,, begitu kok menilai, membanding, membedakan bahkan menghakimi orang lain. Nggak lucu ‘ah.

Mengenal diri sendiri, bukanlah hal yang mudah. Dalam kenyataannya, dewasa ini, ada berapa banyak orang-orang yang gemar bahkan suka membenci, mendendam, mengFitnah, mengadu domba, iri, syirik, dengki dll…?!

Membanding, membedakan, menghakimi, menilai orang lain dari perbuatan, bukan dari kenapa dia berbuat. Itu semua terjadi dari akibat tidak mengenal dirinya sendiri. Kalau mengenal dirinya sendiri. Mana mungkin melakukan itu semua, la wong orang lain itu pada hakikatnya sama.

Tidak semua individu dapat mengenal dirinya sendiri dengan jelas, apa lagi pasti dan tepat. La tidak tau apa yang harus diubah. Iya tidak…?! Sehingganya tetap sulit untuk melakukan perubahan pada dirinya.

Mengapa diubah, dan bagaimana hasilnya setelah melakukan perubahan diri…?!

Karena sebab hal itulah, maka perubahan diri itu, dimulai dari mengenal diri sendiri terlebih dulu.

Mengenal diri sendiri, diperlukan agar kita dapat mengetahui mana dan bagaimana yang terbaik untuk diri kita.

Secara awam, mengenal diri sendiri, dapat di lakukan dengan cara introspeksi diri, dengan introspeksi, akan di temui letak kekurangan dan kelebihan diri sendiri, dan dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri, akan terbentuk suatu keyakinan mengenai diri sendiri dan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki dengan maksimal.

Namun secara hakikatnya, tepat masih sulit untuk mengenal diri sendiri dengan baik, pasti dan tepat.

Karena Dibutuhkan kemauan atau tekad dan Diperlukan keterbukaan atau kejujuran pada diri sendiri, untuk mengetahui bagaimana sifat dan sikap diri sendiri.

Sebelum belajar, diperlukan iman/Wahyu Panca Laku, sehingga bisa menyadari untuk apa tujuan mengenal diri sendiri dan apa yang akan di dapatkan setelah mengenal diri sendiri.

Tujuan dari mengenal diri sendiri, bagi orang awam. Adalah untuk memaksimalkan potensi diri yang di miliki, sehingga tidak ada lagi waktu atau kesempatan yang terbuang sia-sia. Sedangkan bagi peSpiritual. Adalah untuk mengakrabkan hubungan antara Aku dan Sejati nya Aku, sehingga bisa Pasti Tepat Sasaran dalam Laku Murni Menuju Suci, karena Sedulur Papat Kalima Pancer nya. Bisa selaras dan Seiya sekata.

Secara Awam maupun Khusus. Jika kita sudah mengenal diri sendiri, maka akan sangat banyak keuntungan yang akan didapatkan bagi diri kita sendiri.

Diantaranya adalah, dapat melakukan segala sesuatu dengan tenteram. Artinya; Tanpa beban, tanpa ego, tanpa kemelekatan, tanpa kesan bahkan tanpa modus atau pamrih apapun.

Hidup di dalam.dunia kehidupanpun, menjadi pasti terarah, karena sudah mengerti, memahami dan mengeahui apa intisari patinya dari sifat dan sikap dirinya sendiri.

Semua dan segala sesuatu yang kita lakukan, akan menjadi efektif dan efisien, karena sudah mengerti, memahami dan mengetahui passion diri nya, dan masih banyak sekali keuntungan-keuntungan lainnya.

Terutama soal Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi atau Inna Lillaahi Wa Inna Illaihi Rajiun dan Sedulur Papat Kalima Pancer Khususnya Dzat Maha Suci Hidup.

Siapa Anda…?!
Dari mana Anda…?!
Seperti apa Anda…?!
Hendak kemana Anda…?!
He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Jujur Ajur/Hancur:


25398794_407515623027831_8944549555649065106_n

Jujur Ajur/Hancur:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 27 Januari 2018.

Dewasa ini….
Semua manusia hidup. Butuh jujur. Ingin jujur dan merindukan kejujuran. Seperti, sejak jaman purbakala pun sama. Benar-kah…?!

Jujur itu menyakit-kan Lo…!!!
Kok bisa berkata butuh kejujuran…?!
Ingingkan kejujuran…?! Merindukan kejujuran…?!
Ah… Yang benar saja.

Tiga tahun kurang lebihnya, saya menjalankan Laku Murni Menuju Suci lo…

Yang di dalamnya ada syarat harus jujur apa adanya alias tidak boleh bohong atau dusta dan tidak munafik yang menjadi landasan utamanya.

Namun…
Hampir semua orang tidak percaya pada saya bahkan menolak dan menuduh saya sesat.

Loh… Katanya butuh jujur.

Para Kadhang dan Sedulur Kinasihku sekalian. Cinta Kasih Sayang terhadap apapun dengan Jujur alias tidak bohong bin tidak dusta. Adalah syarat utama untuk mengenal Dzat Maha Suci Hidup/Tuhan/Allah.

Kalau syarat untuk mengerti, memahami, mengetahui Dzat Maha Suci Hidup/Tuhan/Allah, ada banyak, seperti ilmu pengetahuan dan pemahaman, rajin baca, agama, adat, puasa atau bertapa dll. Tapi kalau untuk mengenal Dzat Maha Suci Hidup/Tuhan/Allah, syaratnya; Cinta Kasih Sayang terhadap apapun dengan Jujur alias tidak bohong bin tidak dusta.

Laku Murni Menuju Suci yang di dalamnya terdapat Kejujuran alias tidak bohong bin tidak dusta ini, sudah saya jalankan selama tiga Tahun lebih kurangnya. Dan selama itu pula, yang menerima itu, saya rasa hanya orang-orang pilihan saja, selebihnya, tidak percaya bahkan menolak, konyolnya, saya diusir dengan tuduhan sesat bahkan kafir.

Padahal…
Itu saya lakukan dengan penuh kesadaran iman/Wahyu panca laku yang di puncaknya, ada Cinta Kasih Sayang. Apa lagi kalau kejujuran yang konyol… Maksudnya, ada pamrih dan ego atau modus…waow…!!!

Para Kadhang dan Sedulur Kinasihku sekalian. Sekali lagi saya tegaskan. Jujur apa adanya alias tidak bohong/dusta, adalah syarat utama untuk mengenal Dzat Maha Suci, namun bukan Jujur apa adanya alias tidak bohong/dusta karena modus lo ya…

Itu berefek risiko tinggi bahkan, bahkan berbahaya untuk ukuran orang awam, khususnya yang sudah beruasmi istri.

Salah satu Contohnya;
Anda pulang kerja, di perjalanan. Anda bertemu seseorang mantap pacar, lalu terjadilah tegur sapa, hingga berujung ngobrol lama dan santai barsama, karena mantan pacar, berpisahnya juga bukan karena masalah kebencian, jadi ada genit-genitnya gitu deh. He he he Edan Tenan.

Sesampainya di Rumah, di tanya; Kok pulangnya telat Pa? Atau Ma?

Coba saja ceritakan dengan jujur apa adanya apa yang terjadi sepulang kerja tadi, tanpa bohong/dusta. Jika suami atau istri Anda tidak marah dan tidak pisah ranjang malam itu, berati Suami atau Istri Anda memang pilihan Dzat Maha Suci untuk bisa mengenalnya. Itu contoh paling sepele dan paling sering dialami suami istri yang masih awam di luaran sana. Selain itu. Cobalah renungkan sendiri.

Pada inti hakikatnya;
Jujur apa adanya alias tidak bohong/dusta yang dilandasi dengan iman. Itu adalah laku tertinggi dari sekian banyak laku. Sebab itu, sangat berat dan sulit, karena ada efek risiko yang sangat amat menyakitkan bahkan membahayakan di dalamnya.

Dan saya sudah membuktikannya selama tiga tahun lebih kurangnya, dan selama itu pula, walau tidak sedikit orang yang tidak percaya bahkan menolak saya, meremehkan, melecehkan, bahkan menghina dan mengFitnah saya, seperti komentar-komentar di artikel saya yang mungkin pernah Anda ketahui, dengan terang-terangan, dengan bangganya mereka katakan itu.

Namun selama itu, hingga sekarang ini, saya tetap selamat (tidak ada apa apa, apa apa itu tidak ada) Selain semakin tercerahkan. Justru cinta kasih sayang saya terhadap mereka yang belum sadar, belum mengerti, belum memahami, belum mengetahui. Semakin bertambah besar.

Jika mampu, cahaya iman akan tumbuh dalam diri kita, sehingga menjadi tercerahkan. Kalau tidak. Fatal/Ajur/Hancur.

Kesimpulannya;
Laku Murni Menuju Suci adalah Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku. Di dalamnya ada yang sudah saya uraikan diatas. Dengan Judul Jujur Ajur/Hancur.

Anda Berani…?!
Anda Siap…?!

Berani apa…?!
Siap apa…?!

Loh… Kok malah bertanya, kan sudah dibagas diatas. Ya Berani Jujur Apa Adanya alias tidak Bohong bin Dusta dengan Iman to. Ya Siap Ajur/Hancur. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

SADAR, MENYADARI, KESADARAN:


26904628_427163661063027_1756174871754054252_n

SADAR, MENYADARI, KESADARAN:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Juwangi Boyolali Jateng. Hari Senin. Tanggal 23 Januari 2018.

Sepintas kalimat diatas, yang saya jadikan judul postingan ini, hampir semua orang mengetahuinya, khususnya para pelaku spiritual.

Namun,,, sudahkah kita mengenal dengan baik, tiga kalimat yang selalu di identikan dengan spiritual keTuhanan ini…?!

Mengetahui, belum tentu mengenal, kalau mengenal, sudah pasti mengetahui, itulah bahasa yang selalu saya gunakan untuk menyatakan suatu bukti yang berhasil saya dapatkan ketika praktek di TKP.

Hakikat dari kalimat Sadar. Menyadari dan Kesadaran ini, sebenarnya kata Hidup, maksudnya, berkelanjutan, tidak berhenti di kalimat sadar saja atau menyadari saja atau kesadaran saja.

Saya akan mencoba merefleksikan tiga kalimat tersebut, menjadi benar-benar hidup di dalam kehidupan kita sehari-hari, karena apapun itu, bukti kebenaran nyatanya, ada di tiga kalimat tersebut.

Terutama saat kita Laku Murni Menuju Suci, tanpa adanya Sadar. Menyadari. Kesadaran. Mustahil kita bisa membuktikan nyatanya Dzat Maha Suci yang nyata-nyata ada. Bukan ghaib seperti yang di kira oleh orang pada umumnya.

Para Kadhang dan sedulur Kinasihku sekalian. Seperti ini;
Perjalanan sejarah ilmu pengetahuan, itu setara dengan nafas/angin yang keluar masuk melalui hidup/mulut kita.

Tanpa Sadar. Menyadari. Kesadaran, maka nafas/angin
yang setiap detiknya kita serap dan di keluarkan, menjadi tanpa ada unsur refleksivikasi kritis di dalamnya.

Ilmu pengetahuan, informasi, globalisasi, kapitalisme, modernisasi, budaya, hedonisme, dan gaya hidup serta ajaran yang berbau agama atau non agama dll, semua di serap dan di rekam oleh kita dengan sadar.

Dalam hal ini, kita membutuhkan refleksi kritis terhadap data yang kita serap.

Menyadari yaitu melakukan tranformasi, eksplorasi, implementasi, realisasi terhadap data yang kita serap dari kesehariannya.

Menyadari merupakan aktivitas, keselaluan dalam melaksanakan hasil serapan itu.

Menyadari sebuah ruang dimana kita selalu aktif. Imbuhan me-I artinya aktif.

Jadi…
Menyadari kita di tuntut untuk memanfaatkan ilmu pengetuan, sebagai ladang kita, untuk menciptakan menyadari itu sendiri.

Menyadari merupakan hasil atau buah dari Sadar, yang sudah bisa kita makan.

Mengerti bagaimana caranya. Memahami bagaimana prosesnya dan Mengetahui seperti apa rasanya, manis, pahit, kecut, asin atau…

Sehingganya, kita akan akan mengenal apapun yang kita serap dalam keseharian kita, melalui menyadari-nya terhadap sesuatu yang kita serap dengan sadar selama ini.

Contoh;
Toso Wijaya yang hanya Sadar, menjalani kehidupannya dengan membaca artikel dan menonton vidionya Wong Edan Bagu.

Toso Wijaya melalaikan tanggung jawabnya, untuk melayani kakaknya Djaka Tolos, yang sudah pikun, yang sedang di rawatnya.

Mengapa bisa seperti itu, karena Toso Wijaya hanya Sadar.

Jika,,, beda antara Sadar dan Menyadari, kalau Sadar, kita hanya mampu menyerap.

Sedangkan Menyadari adalah tindakan untuk melakukan sesuatu yang di serap dengan sadar.

Lalu….
Dimakah Kesadaran…?!

Kesadaran adalah keberulangan dari menyadari.

Sudah menjadi adat, atau tradisi.
Misalnya berbuat baik, seperti shalat atau semedi, atau perbuatan kita yang di dorong oleh ilmu pengetahuan atau diri kita sendiri, selalu berulang-ulang, itulah kesadaran.

Simpelnya, buah dari sadar, adalah menyadari, sedangkan buah dari menyadari itu adalah kesadaran.

Contoh lain, kita ingin sekolah, ingin kuliah, ingin berguru, ingin baca buku, ingin menulis, itu lah sadar. Lalu kita melakukan sekolah, melakukan kuliah, melakukan berguru, melakukan baca buku, melakukan menulis, itulah menyadari. Lalu sekolahnya, kuliahnya, berburunya, baca bukunya, menulisnya, tidak hanya sekali, selalu di lakukanya terus menerus hingga lulus, itulah kesadaran.

Sadar Menyadari berbuat kesadaran, itulah Laku Murni Menuju Suci. Sadar Menyadari berbuat kesadaran, itulah Inna lillaahi wa Inna illaihi Raji’un.

Karena Sebab Akibat dari ketiga kalimat inilah. Laku bisa menjadi Murni, dan kalau sudah Murni, alias tak tercampuri oleh apapun lagi, kita akan mampu mengatasi kompleksitas kehidupan, budaya, agama, ekonomi, politik dll, dengan ilmu pengetahuan universal yang berdiri kokoh diatas Wahyu Panca Laku/Iman.

Sehingganya, tidak ada lagi guru, murid, dinding, tirai, ghaib, jarak, pembatas, penghalang, jauh atau dekat, semua dan segalanya satu tempat, satu asal usul, sama tiada beda sama sekali.

Jika sudah mencapai tingkatan kesadaran murni ini, dimensi dimana Sang Guru Sejati atau Hidup berada, tempat bersua atau bercumbu nya Sang Hidup dan Dzat Maha Suci Hidup.

Kita boleh melakukan apa saja, asal ilmu pengetahuan yang kita dapat menyeruh. Misalnya Mencuri, korupsi, membunuh, berzinah, minum-minuman memabukkan, dan sebagainya, asalkan ilmu pengetahuan universal yang berdiri Kokoh diatas Wahyu Panca Laku/Iman, menyuruh berbuat seperti itu.

Tapi Ingat…!!!
Jangan lepaskan dulu kesadarannya….

Mana ada Ilmu Pengetahuan Universal yang berdiri Kokoh diatas Wahyu Panca Laku/Iman, yang menyuruh seperti itu…?!

Kalau sampai yang seperti. Berarti Anda telah Tersesat. Ber hati-hatilah.

Koruptor itu Sadar bahwa dia mencuri, bukan uang baik, salah pada hokum, salah pada rakyat, tapi mengapa dia masih melakukan hal itu…?!

Teroris itu Sadar bahwa dia sedang melakukan teror dengan ancaman Bom bunuh diri. Pencuri itu Sadar. Pemerkosa itu Sadar. Penipu. Perusuh. Pembohong itu Sadar. Pengfitnah. Pengadu domba dll itu Sadar, tapi mengapa mereka masih melakukan hal itu…?!

Karena mereka hanya Sadar. Andai saja mereka Menyadari, mereka tidak akan akan melakukan hal-hal yang di larang hukum dan merugikan orang lain. Begitulah seterusnya. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya