Jalan awal mengenal Dzat Maha Suci Tuhan/Allah:


Jalan awal mengenal Dzat Maha Suci Tuhan/Allah:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes. Hari Kamis. Tanggal 8 Juni 2017.

Dari WEB;
Tidak hidup aku, hanya Dzat Maha Suci yang hidup, tidak mengetahui aku hanya Dzat Maha Suci saja yang mengetahui, tidak mendengar aku hanya Dzat Maha Suci yang mendengar, tidak melihat aku hanya Dzat Maha Suci yang melihat, tidak berkuasa aku hanya Dzat Maha Suci yang berkuasa, tidak berkehendak aku hanya Dzat Maha Suci yang berkehendak Tidak berkata-kata aku hanya Dzat Maha Suci saja yang berkata-kata. Dialah sebenar-benarnya bagi segala-gala dan semusnya. Aku berasal dari-Nya. Aku milik-Nya dan hanya akan kembali kepada-Nya saja.
Ttd
Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.

“Barang siapa yang mengenal dirinya maka kenallah ia dengan Tuhan-Nya”

Itulah sanepan atau filosofi paling terkenal bin populer di kalangan para pencari Tuhan. Namun… Disepanjang sejarah spiritual, mengertikah? pahamkah? tahukah? Akan maksud dari hal itu…!!! He he he . . . Edan Tenan.

Mari kita belajar mengerti dan memahami bersama saya Wong Edan Bagu, pada kesempatan kali ini, saya akan menguraikannya untuk yang ketiga kalinya.

Para Kadhang Kinasihku sekalian…
Karena Tuhan itu adalah Dzat Maha Suci, dan suci itu adalah murni, yang tidak bisa di campuri dan tercampuri oleh apapun, kecuali dengan suci lagi. Maka dalam ajaran agama, tersebut ilmu tasawuf (Tasawwuf) atau (Sufisme).

Tasawuf atau sufisme adalah, ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membersihkan hati, membangun lahir dan bathin, serta untuk memperoleh kesucian, agar bisa mencampuri Suci-nya Dzat hyang maha suci itu.

Karena Tuhan itu maha membolak balikan hati, maksudnya, hati baik bisa di robah-Nya menjadi buruk dan hati buruk bisa di robah-Nya menjadi baik.

Lalu tersebutlah dalam agama ilmu tauhid, yang artinya keyakinan mutlak, maksudnya keyakinan yang kuat terhadap Tuhan, tanpa goyah oleh apapun dan tanpa sedikit pun takut dan ragu.

Al-qitab mengatakan;
“Saksikan yang banyak pada yang satu”.
“Dan Saksikan yang satu pada yang banyak”

Adapun makna kita saksikan yang banyak kepada yang satu. Adalah dengan kita melihat dan menyakini bahwa semua perbuatan dan perlakuan diatas alam semesta ini, adalah datang dari pada yang satu yaitu perbuatan Dzat Maha Suci semata-mata.

Adapun makna kita saksikan yang satu pada yang banyak. Adalah dengan kita melihat dan meyakini bahwasanya perlakuan Dzat Maha Suci lah, yang menghasilkan atau menimbulkan perlakuan serba beraneka ragam diatas alam dunia ini.

Wong Edan Bagu mengatakan;
Galilah rasa yang meliputi tubuhmu. Karena di dalam tubuhmu. Ada firman Tuhan. Yang dapat menjamin jiwa ragamu, lahir bathinmu, hidup matimu dan dunia akheratmu. (Masih ingat kan? Dengan kata-kata saya ini yang sering saya gembar gemborkan di tahun 2015-2016 yang telah berlalu).

Kenapa WEB katakan itu…?!.
Karena Apapun alasannya, manusia itu, tidak mudah bisa percaya, jika tidak ada bukti bin menyaksikan dengan kepalanya sendiri. Sebab itu, marifatullah, yang berarti mengenal atau mengetahui Tuhan, di wajibkan bagi tauhid.

“Barang siapa yang mengenal dirinya maka kenallah Tuhanya”

Maksudnya, dengan mengenal diri, maka kita dapat mengenal Tuhan. karena rahasia tuhan itu ditanggung oleh setiap diri manusia hidup.

Jadi,,, mengenal Tuhan itu, hendaklah dengan mengenal diri sendiri terlebih dulu. Dan cara untuk mengenal diri. Adalah; Menggali rasa yang meliputi tubuhmu. Karena di dalam tubuhmu. Ada firman Tuhan. Yang dapat menjamin jiwa ragamu, lahir bathinmu, hidup matimu dan dunia akheratmu.

Dan firman yang ada di setiap diri manusia hidup yang di maksud oleh Wong Edan Bagu. Adalah; Wahyu Panca Ghaib. Wahyu artinya Perberian langsung dari Tuhan. Panca itu Lima. Ghaib itu roh/tuh, (lima ruh/roh pemberian Tuhan secara langsung). sejak awal manusia itu diciptakan. yang dalam istilah jawanya lebih di kenal dengan sebutan sedulur papat kalima pancer.

Hanya dengan cara menggali rasa yang meliputi seluruh tubuh kita sendiri, kita akan mengetahui Wahyu Panca Ghaib yang sesungguhnya adalah isi dari wujud kita sendiri, kalau kita sudah mengetahui ini, kita akan sadar, bahwa sesungguhnya, kita tidak bisa apa-apa jika tanpa lima ruh/roh yang Tuhan berikan secara langsung kepada kita. sejak awal kita diciptakan.

Dan dengan menggunakan kesadaran akan lima ruh/roh pemberian Tuhan secara langsung inilah, kita bisa tahu. Tuhan itu apa? bagaimana? dan dimana?

Melalui jatidiri kita sendiri, secara kasat mata dan dengan mata kepala kita sendiri, bukan katanya apapun dan siapapun. Ingat…!!! Ini bukan dogma, melainkan hasil pengetahuan laku spiritual pribadi saya, yang saya pertemukan dengan isi al-qitab yang pernah saya pelajari, ternyata tepat, sama, persis. Tapi jangan Percaya jika Anda Belum membuktikannya sendiri.

Tuhan berfirman;
Ya Muhammad….
Aku jadikan alam ini karena engkau dan Aku jadikan engkau karena Aku, maka engkau inilah sebenar-benar Rahasia. Aku dan engkau itu tiada lain daripadaKu.

1. Martabat AHDAH:
-Sifat Nafsiah > Wujud
-Sifat Salbiah > Qidam, Baqa’, Mukhalafatulilhawadis, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniah. Adalah Dzat Tuhan/Allah yang ada pada diri kita.

2. Martabat WAHDAH:
-Sifat Ma’aniy > Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam. Adalah (ruh idhofi), rasul atau utusan Tuhan/Allah yang ada dalam diri kita.

3. Martabat WAHIDIAH:
-Sifat Ma’nawiyah > Qodirun, Muridun, Alimun, Hayun, Sami’un, Bashirun, Mutakalimun. Adalah jasad kita. ADAM, Asal Dumadi Ananing Manungsa.

KESIMPULAN PERTAMA;
Berarti Hakekat Allah/Tuhan. Adalah hidup tiada mati. Hakekat rasul. Adalah Haq diri Allah/Tuhan. Hakekat Adam. Adalah tiada diriku Allah/Tuhan yang ada.

Intinya;
Mengenal diri dan mengenal akan asal kejadian diri adalah jalan dasar atau awal untuk mengenal Dzat Maha Suci Tuhan/Allah. Dan 20 Sifat atau Sifat 20 Bawah inilah. Biografi JatiDiri Kita Sebagai Manusia Hidup Yang Sesungguhnya.

Sifat 20;
1. Wujud-Tubuh kita,
2. Qidam-Daging kita,
3. Baqa’-Tulang kita,
4. Mukhalafatu lilhawadis-Urat kita,
5. Qiyamuhu Binafsihi-Dzat dan Sifat kita,
6. Wahdaniah-Hati kita,
7. Qudrat-Kaki kita,
8. Iradat-Sumsum kita,
9. Ilmu-Pengetahuan kita,
10. Hayat-Hidup kita,
11. Sama’-Telinga kita,
12. Bashar-Mata kita,
13. Kalam-Lidah kita,
14. Qodirun-Sulbi kita,
15. Muridun-Otak kita,
16. Alimun-Jantung kita,
17. Hayyun-Darah kita yang hidup,
18. Sami’un-Empedu kita,
19. Bashirun-Limpa kita,
20. Mutakallimun-Lidah kita.

Hakikat Sifat 20;
1. Wujud= jasad insan Sifat-KU, menjadi tanggungan didalam dunia.

2. Qidam= Ruh Jasmani kulit-KU, meliputi sekalian alam.

3. Baqa’= Ruh Ruhani daging-KU, tanggungan rahsia didalam diri.

4. Mukhallafatuhu Lil Hawadith= Ruh Nabati darah-KU, meliputi alam diri.

5. Binafsihi= Ruh Insani nafas-KU, jadi ucapan didalam diri.

6. Wahdaniat= Ruh Rabbani hati-KU, jadi ilmu didalam diri.

7. Qudrat= Ruh Qudus urat putih-KU, yang tidak berdarah, berjalan disetiap diri.

8. Iradat= Ruh Kahfi tulang-KU, asal jadi kekuatan alam sendiri.

9. Ilmu= Ruh Idhafi asal mula-KU, jadi nyata didalam cermin Haq diri.

10. Hayat= Ruh Nurani urat-KU, yang meliputi tubuh aku yang hidup sendiri.

11. Sama’= besi Kursani pendengaran-KU, asal semula jadi sekalian alam diri.

12. Bashar= pancaran Manikam kalam-KU, AKU berkata-kata dengan sendiri.

13. Kalam= Ruh mutu Manikam-KU, menzahirkan perkataan diri di alam dunia.

14. Qadirun= Wujud Manikam tali Ruh-KU, Kunhi Dzat dengan sifat-KU.

15. Muridun= Ilmu Allah badan-KU, asal mula jadi Kalimah didalam diri.

16. Alimun= Derajat Àllah kebesaran-KU, asal mula jadi duduk didalam otak yang putih.

17. Hayyun= suci-KU, kalimah asal mula jadi alam diriku.

18. Samiun= Dzat Sifat-KU, Wahdah didalam kalimah iman diriku.

19. Bashirun= Rahasia nyawa-KU, dengan badan Wahidah bersama Dzat dan badan tidak bercerai dunia akhirat.

20. Mutakkalimun= Ghaib didalam ka’bah Arasy yang putih didalam kalimah Ma’rifatullah.

KESIMPULAN KEDUA;
Berarti yang dikatakan “Rahasia Muhammad” itulah yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran 5 Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “LAA” yaitu ; Wujud, Qidam, Baqa’, Mukhallafatuhu Lil Hawadith, Qiyamuhu Ta’ala Binafsihi.

Dan yang dikatakan “Nyawa Muhammad” itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran 6 Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILAHA“ yaitu ; Sama’, Bashar, Qalam, Sami’un, Bashirun, Mutakallimun.

Dan yang dikatakan “Hati Muhammad” itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran 4 Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILLA“ yaitu ; Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat.

Dan terakhir yang dikatakan “Tubuh Muhammad” itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ALLAH“ yaitu ; Qadirun, Muridun, Alimun, Raji’un Wahdaniat.

Maka inilah yang sebenar-benarnya dan nyata senyata-nyatanya, bukti kenyataan tajalli Allah/Tuhan (tempat Tuhan berkelakuan) pada Manusia.

Tajalli Hayat Allah kepada Ruh Muhammad maka Insan itu hidup dengan sendirinya..

Tajalli Ilmu Allah kepada Hati Muhammad maka Insan itu tahu dengan sendirinya..

Tajalli Qudrat Allah kepada Tulang Muhammad maka Insan itu kuasa dengan sendirinya..

Tajalli Iradat Allah kepada Nafsu Muhammad maka Insan itu berkehendak dengan sendirinya..

Tajalli Sama’ Allah kepada Telinga Muhammad maka insan itu mendengar dengan sendirinya..

Tajalli Bashar Allah kepada Mata Muhammad maka Insan itu melihat dengan sendirinya..

Tajalli Kalam Allah kepada Mulut Muhammad, maka Insan itu berkata dengan sendirinya. Semoga Bermanfaat. Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://plus.google.com/+WongEdanBaguPRTP

Iklan

Sya’ir Kelana Wong Edan Bagu:


Presentation1 copy

Sya’ir Kelana Wong Edan Bagu.
Karya:
Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Pemalang Jateng. Hari Jumat. Tanggal 2 Juni 2017.

Duh…
Hyang Dzat Maha Suci.
Sesembahanku yang tiada duanya. Sudah sulit ku bedakan.
Antara hidup dan mati.
Antara merdeka dan siksa di dunia ini.

Setiap nafas dan langkah ku raja derita.

Duh…
Hyang Dzat Maha Suci.
Sesembahanku yang tiada taranya.
Buka matamu dan saksikan derita ku. Telah kau kalahkan ego dan aku-ku.

Dengan tangan perkasamu yang maha perkasa.

Kini angan-anganku pun hitam gelap.
Segelap bola mataku…

Letih sudah kaki-ku menelusuri lembah bumi dunia ini. Seletih usiaku yang telah senja…

Namun mengapa perjalananku tidak kunjung usai.

Perih luka ternyata jauh lebih perih jiwaku yang merindu…

Gemulung halimun menutup jalan semua jalan yang kulalui…

Tapi aku masih tetap ingin pulang.

Duh…
Hyang Dzat Maha Suci kampung halamanku…

Jangan kau peluk tubuhku dalam perjalanan yang tak bertepi.

Jangan kau hiasi mestakaku dengan mahkota mayang kara.

Kembalikan masa balitaku kedalam jiwaku…

Kembalikan masa bocahku kedalam kehidupanku…

Hanya rindu yang meratapi dosa-dosa busuk masa laluku.

Satu persatu orok dosa masa laluku mengering sudah.

Satu persatu kebenaran nyata masa datang terasa jelas dan terlihat benderang.

Terima kasih Duh….
Hyang Dzat Maha Suci sesembahaku.

Puja-Puji syukurku…
Kan selalu kulantunkan seiring gerak tubuh dan keluar masuknya napasku yang atas kehendak-Mu.
Ttd:
Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://plus.google.com/+WongEdanBaguPRTP

Laku Pengenalan Sedulur Papat Kalima Pancer:


Tata Cara Laku Patrap-Semedi.

Untuk Menerapkan Sabda Sateriya Sejati Dan Sabda Sejatine Sateriya:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Kendal. Hari Rabu. Tanggal 31 Mei 2017.

 

Nomer. 1

Sabda Sateriya Sejati;

(Laku Patrap Ini. Untuk Memanunggalkan Sedulur Papat dan KHUSUS UNTUK PARA KADHANG KINASIH DIDIKAN SAYA YANG SUDAH SAMPAI KETAHAP PENGENALAN JATIDIRI/SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER).

 

CARANYA.
Langkah Pertama;
Palungguh Pambuko. 3X.

 

Langkah Kedua;
Kunci. 7X.
Paweling. 3X.
Mijil Totolenggah. 1X.

 

Langkah Ketiga;
Lalu menerapkan Wahyu Panca Laku. Pasrah kepada Tuhan. Menerima keputusan Tuhan. Mempersilahkan Tuhan. Merasakan Tuhan. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.

Hayati dengan sadar. Pasrahnya. Menerimanya. Mempersilahkannya. Merasakannya dan Cinta Kasih Sayangnya. Lalu rasakan dengan sadar, getaran hawa murni yang muncul bersamaan dengan penghayatan Wahyu Panca Laku. Terus begitu dan begitu terus hingga terasa plong/lega/tenang/damai/tenteram.

 

Langkah Ke’empat;
Palungguh Panutup. 3X.
Sambil terus menikmati rasa plong/lega/tenang/damai/tenteram hasil laku patrap diatas.

 

Langkah Kelima;
Lalu Mengucap Sabda Satriya Sejati. 1X.

Lalu semedi sejenak. Dan Selesai.
Penjelasan Ini saya Postingkan di internet, sebagai pengingat, barang kali ada yang lupa, tata cara laku patrapnya, ketika mendengarkan wejangan secara langsung dari saya.

Presentation2 copy

Nomer. 2

Sabda Sejatine Sateriya;

(Laku Patrap Ini. Untuk Menemui Guru Sejati atau Hidup atau Roh Suci/Qudus (Kontho Rupo/Warno) sebagai Pancernya, dan KHUSUS UNTUK PARA KADHANG KINASIH DIDIKAN SAYA YANG SUDAH SAMPAI KETAHAP PENGENALAN GURU SEJATI PANCER).

 

CARANYA.
Langkah Pertama;
Palungguh Pambuko. 3X.

 

Langkah Kedua;
Kunci 7X.
Paweling 3X.
Mijil Sasmito Ing Ghaib 1X.

 

Langkah Ketiga;
Lalu mengucapkan Sabda Sejatine Sateriyo. 1X.

 

Langkah Ke’empat;
Lalu bersemedi total. Maksudnya, menanggalkan semua bentuk ketakutan dan segala jenis keraguan serta kemelekatan hati. Di dalam laku ini, perlu toto titi surti nganti-ati, maksydnta; waspada dan jeli serta teliti terhadap semua proses yang dialami saat laku patrap semedi, terutama dengan datangnya rasa kantuk, sebab bersamaan dengan rasa ngantuk yang teramat berat itulah. Sang Guru Sejati akan maujud di hadapan kita….

 

Jika sudah bertemu dengan Sang Guru Sejati, selanjutnya terserah Anda.

 

Langkah Kelima;
Palungguh Panutup 3X. Dan Selesai.
Penjelasan Ini saya Postingkan di internet, sebagai pengingat, barang kali ada yang lupa, tata cara laku patrapnya, ketika mendengarkan wejangan secara langsung dari saya.

 

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

https://plus.google.com/+WongEdanBaguPRTP

Antara Pikiran Sadar Dan Pikiran Bawah Sadar:


Pikiran Sadar atau Perasaan Adalah Sateriyo Sejati. Pikiran Bawah Sadar atau Rasa Adalah Sejatine Sateriyo.
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Bawang Batang Jateng. Hari Selasa. Tanggal 30 Mei 2017.

Para Kadhang dan Para sedulur Kinasihku sekalian. Ketahuilah…
Kita sebenarnya hanya memilki satu pikiran, tetapi pikiran kita memproses dua karakteristik khusus. Hanya ada garis pembatas dari kedua karakteristik tersebut, pembatasnya, setipis kulit ari, seperti hal yang memisahkan antaran lelaki dan wanita, siang dan malam dll, itulah yang di sebut rasa dan perasaan.

Dua karakteristik dari pikiran kita ini, memiliki fungsi yang berbeda dan bertolak belakang, namun masing-masing saling membantu dengan cara yang terpisah dan kekuatan yang berbeda-beda.

Ada beberapa tatanama yang biasanya terpakai dari kedua pikiran yang saya maksud diatas, seperti pikiran subyektif & pikiran obyektif, pikiran sadar & alam bawah sadar, pikiran terbangun & pikiran tertidur, diri yang terluar & diri yang terdalam, pikiran tidak sengaja atau pikiran sengaja, dan istilah di dalam Laku-nya, tersebut Sateriyo sejati dan Sejatine sateriyo. Dan masih banyak istilah yang lainnya.

Hal ini tentunya mengarah ke dualitas, otak kita, umumnya memliki kondisi-kondisi tertentu pada saat-saat tertentu.

Dan dari hasil pembelajaran laku spiritual hakikat hidup yang saya pelajari. Ternyata; Laku Semedi mempraktek-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, dapat dan bisa mengasosiasikan frekuensi gelombang otak kita ke keadaan cinta kasih sayang yang murni, dalam pengolahan informasi, sesuai suasana hati, saat berkegiatan sehari-hari secara normal, dan saya menyebut hal ini sebagai kesadaran murni.

Kesadaran Murni, dapat dan bisa membantu kedirian atau laku kita dalam berpikir logis, perhatian yang aktif dan analisis. Sehingga stres dan kecemasan serta ketakutan, sirna secara sempurna, mengenail detil dan jelasnya, akan saya uraikan dengan cara sederhana, agar lebih mudah dipahami.

(Sateriyo Sejati)
Adalah Pikiran sadar atau Perasaan;
Ini Merupakan Kekuatan Kehendak dan Pikiran rasional/analitis serta Perencanaan kita.

(TERBUKTIKAN oleh Saya WEB)
Pikiran sadar atau Perasaan (Sateriyo Sejati), hanya bisa menyimpan sesuatu dengan jangka pendek. Maksudnya, hanya bisa mengingat apa yang di lihat, di dengar, di bicarakan, karena semua yang kita ingat dalam pikiran sadar berdasarkan dari apa yang kelima indra kita tangkap ataupun dapatkan, itupun hanya sementara waktu, artinya, kapanpun bisa lupa dan terlupakan.

1. Kekuatan Kehendak;
Kita melakukan semuanya, seperti makan, minum, berolahraga, secara sadar, secara sadar kita menentukan kehendak dalam melakukan segala sesuatu, ketika kita sedang belajar, kita melakukannya karena kita ingin, ketika sedang makan, kita melakukannya karena kita lapar, saat kita berfikir aku sepertinya “lapar” maka sesaat kemudian kita pasti akan makan, tidak melakukan aktivitas lain selain makan, karena kehendak kita, menuntun kita secara sadar dalam melakukan dan menentukan sesuatu.

2. Pikiran Rasional & Analitis;
Kita adalah pikiran yang rasional, kira mempercayai apa yang kita lihat saat itu juga, karena itu memang nyata dan bukan sebuah tipuan atau ilusi, ketika kita menangkap atau mendapatkan sesuatu hal dari kelima indra kita secara langsung, maka secara sadar yang kita pkirkan terhadapnya, adalah bahwa itu nyata, karena memang itu nyata, dan ada buktinya, “aku melihatnya dengan mataku sendiri”, “aku mendengarnya dengan telingaku sendiri”.

Pikiran sadar dikatakan juga sebagai pikiran yang analitis, apa yang kita amati, dapatkan, percaya, adalah hal yang sebelumnya kita sudah analisa dan buktikan, apakah itu nyata atau tidak, benar atau salah, jika memang benar maka kita akan mempersepsikannya benar, jika memang salah maka kita akan mempersepsikannya salah juga, karena kita secara sadar sudah menganalisa & membuktikannya.

3. Perencanaan;
Adalah hal-hal apa sajakah yang sudah kita pikirkan dan pertimbangkan secara sadar, yang nantinya akan kita laksanakan/lakukan. Ini sudah jelas dengan perencanaan, secara sadar yang kita lakukan sebelumnya adalah hasil dari apa yang telah kita analisa dan pertimbangkan.

Itulah yang saya Maksud dari Istilah. Pikiran sadar atau Perasaan (Sateriyo Sejati), yang tak lain dan tak bukan. Adalah Merupakan Kekuatan Kehendak dan Pikiran rasional/analitis serta Perencanaan dari kedirian pribadi kita.

(Sejatine Sateriyo)
Adalah Pikiran bawah sadar atau Rasa;
Ini Merupakan laku murni dan satu satunya jalan menuju kesadaran tertinggi/murni.

(TERBUKTIKAN oleh Saya WEB)
Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), mampu menyimpan sesuatu yang tidak terbatas, dan akan selalu tersimpan sampai kapanpun, dengan sangat rapi dan tertata serta menyimpannya secara utuh.

Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), kita ini, tidak bergantung kepada apa yang kelima indra kita dapatkan, namun pikiran bawah sadar atau rasa atau sejatine sateriyo ini, akan mendapatkan apa yang secara langsung maupun idak langsung kita rasakan dalam hati dan pikiran.

1. Laku murni;
Contoh; kita melihat salah seorang teman kita memberikan suatu hadiah kepada kita, kita mengatakan terima kasih kepadanya. 11 atau 25 tahun kemudian, kita mungkin akan lupa wajah teman kita yang dulu memberi kita hadiah itu, ya,,,, jika mata kita yang melihat hadiahnya, pemberiannya.

Tetapi apa yang terjadi ketika hadiahnya itu membuat kita sangat bahagia, senang atau terkesan.

Apakah 11 atau 25 tahun kemudian, ketika ketika melihat hadiah dari teman kita itu, yang dulu dia berikan kepada kita, pasti kita akan langsung bisa mengingatnya, “ketika memberikannya kepadaku”, “ketika aku menerimanya” dan “berterima kasih kepadanya”.

Karena tahukah kita, bahwa sebenarnya kita bukan menyimpan sebuah ingatan terhadap apa yang kita lihat, tapi kita menyimpan sebuah kenangan terhadap apa yang membuat kita bahagia.

2. Kesadaran murni;
Contoh; Ketika kita melihat “penampilan” seseorang yang terlihat seperti brandalan, maka hal yang akan kita pikirkan tentang dia, pertama pasti bahwa dia adalah brandalan, “aku melihat seorang berandalan, karena aku yakin dia brandalan, terlihat penampilannya”.

Tetapi sesaat kemudian, ketika kita melihat dengan mata kita lagi dan merasakannya dengan rasa kita, terhadap apa yang dia lakukan/bicarakan, kita berkata “wah ternyata persepsiku salah, ternyata dia sangat baik kepadaku, perkataannya sangatlah sopan sekali”.

Pikiran bawah sadar atau Rasa (Sejatine sateriyo) kita, tidaklah secara sadar mempersepsikan sesuatu terhadap apa yang kelima indra kita dapatkan secara langsung, apa yang kita lihat belum tentu menjadi apa yang kita dapatkan.

Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), melihat apa yang kita persepsi dengan rasa dan perasaan yang kita rasakan secara murni. Pikiran bawah sadar atau Rasa kita, tidak terikat dan tidak peduli apakah yang kita melakukan baik atau buruk, jika itu memang buruk maka hal yang kita dapatkan akan buruk, begitu juga sebaliknya.

Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), adalah pikiran yang amat sangat kreatif, ketika kita mendapatkan suatu hal yang membuat kita merasa itu memang baik untuk kita, maka tidak tahu cara yang tentukan seperti apa, secara tidak langsung. Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), akan langsung mengirimkan hal-hal baik kedalam pikiran sadar kita. Maka secara sadar kitapun akan mendapatkan hal-hal baik, yang sebelumnya kita anggap dan perasaan yang kita rasakan itu memang baik untuk kita.

Dia sangatlah kreatif. Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), akan selalu mengirimkan hal-hal apapun yang secara sadar kita rasa akan dapatkan, tergantung secara sadar hal apakah yang kita rasakan, inginkan, butuhkan, hanya agak sedikit membutuhkan proses.

Sebab itu, hal ini saya tegaskan sebagai laku murni dan satu satunya jalan, menuju Kesadaran Tertinggi/Murni.

Merenungi apa yang kita renungkan…?! kebahagiaan atau kesengsaraan. Coba rasakan, ketika kita merenung, misalnya mengenai kebahagiaan dalam hidup kita, maka pasti saat kita merenungi, akan timbul rasa lega, plong, bahagia, ketika kita merenungi tentang kesuksesan kita dalam keuangan, maka kita saat itu juga akan merasakan rasanya sukses dalam keuangan.

Ini membuktikan bahwa. Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), mempunyai kemampuan membuat dan memproses rasa perasaan yang kita alami secara langsung dan sadar. Kita merasakan kebahagiaan ketika kita ingin mendapatkan kebahagiaan, merasakan kesedihan ketika ingin mendapatkan kesedihan dll.

Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), tidaklah melihat, mendengar, berbicara, meraba, ataupun mencium sesuatu secara langsung, tapi Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), menmfungsikan kelima indra kita untuk merasakan sesuatu, mempersepsikan sesuatu yang mendalam, dan membaca dengan gerak pikiran kita secara sadar, logis dan murni.

Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), adalah pikiran yang kreatif, pikiran yang ekspresif, pikiran yang universal, dan satu dengan Sang sumber (Dzat Maha Suci),
Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo) kita, adalah pikiran yang mampu mempersepsi segala sesuatu dengan universal atau melihat dengan perspektif Dzat Maha Suci. Itu sebab tersabda dalam kalimah KUNCI. Kulo Sejatine Sateriyo. Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso. Kangge tumindake Sateriyo Sejati.

Artinya; Sejatine Sateriyo memohonkan kuasa Dzat Maha Suci untuk Sateriyo Sejati, agar supaya melihat segala sesuatu tidak sebelah mata, tidaklah dari luarnya, tidaklah subjektif, namun melihat secara objektif, melihat dengan adil dan mempersepsikan sesuatu secara mendalam.

Inilah yang saya Maksud dari Pikiran bawah sadar atau Rasa. (Sejatine Sateriyo), sebagai laku murni dan satu satunya jalan menuju kesadaran tertinggi/murni. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Kyai Ageng Singoprono – Gunung Tugel Boyolali:


Wong Edan Bagu.5

 Kyai Ageng Singoprono – Gunung Tugel Boyolali:

Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Boyolali. Hari Minggu Tanggal 28 Mei 2017.

Gunung Tugel adalah tempat, bersemayamnya kyai singoprono, yang terletak di daerah nglembu kecamatan sambi kabupaten Boyolali.

Kyai singoprono adalah putra dari kyai Ageng Wongsoprono II, yang berdiam di desa Manglen, sekarang desa Manglen adalah Kelurahan Walen kecamatan Simo Boyolali.

Beliau adalah Putra Raden Djoko Dandun (Syaikh Bela Belu) Putra Raja Majapahit ( Brawijaya V). Kyai Singoprono adalah anak tunggal.

Kyai Singoprono mempunyai istri bernama Tasik wulan, mereka tinggal di daerah tersebut, kyai Singoprono adalah sosok yang berbudi luhur, suka menolong dan sakti mandraguna, pekerjaan nya adalah bercocok tanam, berjualan nasi dan dawet dipinggir jalan ± 4 km dari rumahnya.

Sifat baik hatinya terlihat apabila ada orang yang membutuhkan pertolongan, pasti beliau akan menolong, makanan yang dijualpun tidak sekedar di jual, tetapi juga diberikan kepada orang yang membutuhkan, walaupun demikian, tak membuat beliau gulung tikar, begitu pula dengan hasil bercocok tanam nya.

Sehingga banyak orang yang datang untuk meminta kepada Kyai Singoprono. Kyai Singoprono pun memberi tanpa mengharapkan kembali atas apa yang sudah diberikan.

Demikianlah kebaikan Kyai Singoprono tersebar sampai di seluruh daerah sekitar, tetapi ada yang tidak suka atas kebaikan dan kemurahan hati Kyai Singoprono, yang banyak disanjung – sanjung dan terkenal ke dermawannanya sampai keseluruh daerah sekitar.

Yang tidak suka Kyai Singoprono adalah Kyai Rogo runting, Kyai Rogo runting iri dengan keberhasilan Kyai Singoprono, sebenarnya mereka berdua adalah sahabat baik.

Pada suatu saat kyai Rogo runting ingin menunjukkan kekuatannya kepada Kyai singoprono, dengan cara mengaitkan benang dari pegunungan Rogo Runting ke selatan ( yang sekarang telah menjadi kelurahan Nglembu, kecamatan Sambi Boyolali ).

Diatas benang dililitkan sebutir telur, kemudian telur itu digulirkan di atas benang tersebut dan ajaibnya telur tersebut tidak jatuh, telur tersebut terus menggelinding diatas benang, lalu telur tersebut akhirnya membentur gunung sebelah selatan. Sehingga terdengar suara keras dan menggelegar dan mengakibatkan gunung tersebut tugel / putus puncaknya, karena itu, gunung tersebut dinamakan Gunung Tugel, nama itu masih terkenal sampai sekarang.

Wong Edan Bagu.3

Secara tidak langsung, kejadian tersebut sebagai alat untuk menunjukkan kesaktian Kyai Rogo runting kepada Kyai Singoprono, namun Kyai Singoprono tidak tergerak hatinya untuk membalas perbuatan Kyai Rogo runting tersebut.

Namun semakin di diamkan, Kyai Rogo runting semakin menjadi – jadi, kemudian secara halus Kyai Singoprono mengiyakan hal tersebut.

Maksudnya menanggapi Kyai rogo runting, tetapi Kyai Rogo runting mengaggap hal tersebut sebagai balasan dari Kyai singoprono. Kyai singoprono pun akhirnya marah, beliau menggunakan cara yang sama untuk membalas Kyai Rogo runting, dengan cara mengaitkan benang dari pegunungan tugel ke utara, di atas benang juga diletakkan sebuah telur, kemudian telur tersebut menggelinding tanpa terjatuh dan akhirnya membentur pegunungan Rogo runting, sehingga mengeluarkan suara keras dan menggelegar, tetapi kejadian tersebut, tidak mengakibatkan gunung tersebut rusak, namun Kyai Rogo runting tubuhnya tercerai berai atau tubuhnya terontang – anting.

Jasad Kyai Rogo runting kemudian dimakam kan di daerah perbatasan kecamatan Klego dan kecamatan Simo yang dikenal sebagai Pegunungan Rogo runting.

Hati Kyai Singoprono yang begitu baik, memberikan kesan bagi penduduk setempat, bahwa mungkin Kyai itu sebenarnya salah seorang Wali.

Pembicaraan demikian makin meluas sehingga wilayah tempat tinggal Kyai Singoprono sampai sekarang disebut Walen.

Kesaktian dan kebaikan hati Kyai Singoprono tersebar luas ke mana-mana sehingga Sultan Bintara di Demak pun tertarik mendengar cerita punggawa tentang Kyai itu.

Tidak mengherankan jika Bintara ingin mengunjungi Kyai Singoprono untuk membuktikan seberapa jauh kesaktian Kyai itu.

Agar kedatangannya tidak mencurigakan, Sultan Bintara menyamar sebagai pengemis. ketika tiba di depan rumah Kyai Singoprono , pada saat Sultan datang Kyai Singoprono sedang menjalankan Sholat di pelepah daun pisang. Dan tdk lama dari itu Kyai Singoprono pun masuk ke rumah.

Segera pengemis bertemu dan pengemis itu disambut dengan penuh hormat, bahkan disilakan duduk di balai-balai. Kyai Singoprono sendiri duduk di lantai tanah, bagaikan menghadap Raja. Setiap kali pengemis itu bertanya, dijawabnya dengan bahasa tinggi penuh hormat, serta dimulai dan diakhiri de­ngan sembah.

Setelah tiga kali berturut-turut Kyai Singoprono menyembah, pengemis itu tidak tahan lagi. Dia turun dari balai-balai dan Kyai Singoprono dipeluk serta dipuji sebagai Kyai yang Waskitha (tajam pengamatannya).

Bersamaan dengan itu, Demak mengemukakan bahwa ia akan menghajar Kebo Kenanga, Adipati Pengging yang congkak. Kyai Singoprono tidak menyetujui gagasan itu, karena Kebo Kenanga adalah orang yang sakti. Kenyal kulitnya, tidak bisa dilukai oleh senjata; keras tulangnya bagaikan besi dan kuat ototnya bagaikan kawat baja.

Adipati Pengging tersebut adalah pejabat yang jujur serta Kyai yang mempunyai Karomah dan berjuang di Kadipaten. Kyai Ageng Pengging hanya difitnah oleh orang yg mempunyai dendam. Untuk mengalahkannya harus diusahakan suatu cara tertentu.

Pen­deknya cerita. Sultan Bintara harus bersabar.

Saran ini ditafsirkan Sultan Bintara sebagai usaha Kyai Singoprono untuk menghalangi maksudnya, bahkan Sultan menuduhnya bersekutu dengan Kebo Kenanga. Kyai pun menunduk, sedih, lalu menggeiengkan kepala tiga kali.

Untuk menghindari perdebatan yang berkepanjangan, Kyai Singoprono segera berkata agar Sultan membuktikan ucapannya.

Caranya sebagai berikut. Jika menjelang penyerangan nanti pasukan Demak memukul bendhe (gong kecil) sebagai tanda penyerbuan dan bunyinya pelan, itu tanda serangan mereka akan gagal total. Jika berbunyi keras, akan lancar gempuran pasukan Demak, dan kemenangan jelas pada pihak Bintara.

Dengan agak jengkel, Sultan keluar dari rumah. la berjalan lebih tegap, tidak lagi sebagai pengemis. Akan tetapi, alangkah terkejut hatinya ketika tiba di suatu desa. Di sana ia menjumpai pasukan Demak bersiaga. Karena tidak tega, Pasukan Demak mengikuti perjalanan Sultan dari belakang sambil berlatih perang-perangan.

Kesetiaan pasukan itu dipuji Sultan. Sebagai tanda terima kasih, desa itu dinamakannya dusun Manggal. Kata ini berasal dari kata manggala, yang artinya pimpinan pasukan.

Tibalah saatnya bagi Sultan untuk membuktikan kata-kata Kyai Singoprono. Bendhe yang tergantung di pohon duwet diperintahkan untuk dipukul. Sultan heran, yang terdengar hanya suara goyangan bendhe bergesekan dengan ranting pohon duwet. Pukulan kedua menghasilkan bunyi aum, suara harimau.

Penduduk yang tinggal di desa lain, tidak jauh dari peristirahatan pasukan Demak, berteriak bahwa mereka mendengar suara simo (harimau). Oleh karena itu, desa itu hingga kini disebut desa Simo.

Suara aum dari gong akhirnya meyakinkan Sultan Bintara bahwa Kyai Singoprono memang benar-benar sakti dan membenarkan, jika masalah Kyai Kebo Kenongo hanya difitnah oleh orang yang punya dendam.

Dan Beliau pun bertitah kepada pasukannya agar kembali ke Demak bersamanya.

Tidak lama kemudian, Kyai Singoprono, yang sebenarnya sudah tua, merasa bahwa ajalnya hampir tiba. la berpesan kepada istrinya, Nyai Singoprono jika ia meninggal agar dikuburkan di gunung yang putus karena ledakan benturan panah Kyai Nogorunting.

Demikianlah, Kyai Singoprono akhirnya dimakamkan di Gunung Tugel. Oleh penduduk setempat, Kyai Singoprono juga disebut Kyai Singoprono Simowalen. Perlu diketahui, desa Simo yang terletak di sebelah timur dan desa Walen yang terletak di sebelah barat berjarak empat kilometer.

Gunung Tugel dijadikan tempat bersemedi atau bertapa orang – orang, barang siapa bersemedi di Gunung Tugel tapi orang tersebut tidak boleh mempunyai nafsu olo. Pasti akan mendapat berkah dari Kyai Singoprono.

Tetapi istri Kyai singoprono meninggal dan dimakamkan disebelah timur makam / Gunung Kyai Singoprono, kemudian makam tersebut di tendang oleh Kyai Sinoprono dan jatuh di Desa Krisik. Karena kyai Singoprono tidak mau disejajarkan denga istrinya , karena istri kyai Singoprono mempunyai watak yang tidak baik.

Wong Edan Bagu.1

Cerita tentang Gunung Tugel memang lebih tepat disebut legenda, karena kisahnya menjelaskan adanya peninggalan. Dari legenda ini kita dapat mengambil hikmah, bahwasanya dengki, dendam, dan iri hati itu, dapat menghancurkan diri sendiri, bahkan lebih dari itu.

Sedangkan kesabaran, kejujuran, dan kebaikan hati kepada sesama, mendatangkan ke­tenteraman serta kebahagiaan lahir dan batin untuk diri sendiri maupun orang lain.

Wong Edan Bagu.6

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

WEB Merenungi Hujan Di Cepu:


Wong Edan Bagu.6

WEB Merenungi Hujan Di Cepu:
Cepu. Hari Jumat. Tanggal 26 Mei 2017.

Sore hari ini. Kota cepu dan sekitarnya, diguyur hujan, sehingganya, membuatku harus berhenti berteduh di emperan toko yang ada di pinggiran jalan, sejanak aku merenung, dan teringatlah akan dongen kuno yang pernah aku dengan dari bibir keriput sesepuh sebrang yang pernah membimbingku dulu.

Dikisahkan, hiduplah seekor anak katak yang mulai tumbuh, setelah proses metamorfosa yang panjang, hingga menjadi anak katak kecil yang mungil.

Katak kecil itu membaur bersama kawanan katak-katak besar lainnya, disebuah tempat diantara kumpulan dedaunan layu yang jatuh diatas tanah. Untuk pertama kali katak kecil itu menemui kawanan katak dan bisa melihat luasnya dunia ini.

Namun tiba-tiba…
Awan hitam yang berputar datang,
kegembiraan sang katak kecil, tidak berlangsung lama, terlihat muram raut muka si katak kecil itu dan sangat jelas ekspresi khawatir dan takut dari sang katak, ketika melihat keatas langit.

Katak kecil melihat awan-awan diatasnya berubah menjadi hitam kelam, dengan perasaan gelisah, katak kecil itu meloncat-loncat dan bertanya kepada salah satu kata besar didekatnya;

“Apakah benda hitam yang berputar diatas kita itu? apakah itu pertanda bahwa kita akan binasa?” – tanya katak kecil bergetar takut.

Katak besar yang mendengar pertanyaan katak kecil itu tertawa dan menenangkan si katak kecil dengan belaian lembut sembari berkata;

“Wahai sobat kecilku, itu bukanlah pertanda buruk, malah sebaliknya! benda hitam diatas sana itu, adalah suatu pertanda baik untuk kita para katak”

Mendengar hal itu, katak kecil itupun menjadi tenang, lalu, tiba tiba, datang angin kencang yang menakutkan, membuat ketenangan katak kecil itu tidak berlangsung terlalu lama, dan beberapa saat kemudian, angin kencang yang bertiup, meliuk-liukkan pepohonan dan menerbangkan benda-benda disekitar kumpulan katak itu.

Sebuah pemandangan yang menakutkan untuk si katak kecil, mlompatlah katak kecil itu pada katak besar tadi dan berkata;

“Pemandangan apa lagi itu? apakah itu benar-benar sesuatu yang kita tunggu-tunggu dan anggap sebagai pertanda baik” sembari bersembunyi dibalik badan katak besar.

Katak besar itu kemudian tertawa dan menenangkan si katak kecil “Tenang sobat kecil! itu hanya angin dan benar itu adalah salah satu pertanda baik bahwa apa yang kita para katak tunggu-tunggu semakin dekat” – jawab katak besar menenangkan. Katak kecil itupun kembali tenang.

Petir dan suaranya yang menggelegar beberapa saat kemudian datanglah suara menggelegar “Blar! Blar!” suara menyeramkan dan kilatan putih menyambar kemana-mana bergemuruh dan membuat katak kecil gemetar menjadi-jadi.

Kali ini katak kecil bahkan tidak bisa berkata apa-apa. Matanya terpejam dan seluruh badannya bergetar. Katak kecil bergumam “Aku sangat takut.. aku takut sekali”

Katak besar yang melihat hal tersebut kemudian merangkul si katak kecil itu dan menenangkannya “Tenang sobat kecil, petir boleh saja terlihat menakutkan, namun pada dasarnya itu adalah tanda ketiga, dimana tak lama lagi apa yang kita para katak tunggu-tunggu akan datang!”

Rintik-rintik kecil hujan kemudian mulai berjatuhan dari langit yang kelam tersebut. Satu tetes air hujan menetes dikepala si katak kecil. Si katak kecil kemudian memberanikan diri untuk membuka kedua matanya.

Hujan semakin lebat dan para kumpulan katak mulai meloncat-loncat girang bermain diantara hujan. Katak besar kemudian menarik si katak kecil dan mengajaknya untuk turut serta.

“Ayo bersenang-senang, apa yang kita tunggu-tunggu telah tiba! hujan telah tiba!” teriak katak besar sambil meloncat-loncat gembira. Katak kecil itupun menjadi sumringah dan ikut serta bergembira menyambut hujan itu.

WEB….!!!
Apa yang bisa dipetik dari kisah diatas? Itukan dongen untuk anak balita.

Sabar….3x. Coba Renungkan Sejenak;
Segelintir kisah katak kecil dan datangnya hujan itu mungkin, terdengar sederhana, namun dari kisah itu, kita bisa mengambil hikmah yang baik untuk kita dapatkan.

Kita harus menyadari bahwa anugerah dan rahmat dari Dzat Maha Suci itu, tidak selalu datang bersama keindahan, merdunya suara-suara seruling dan syair atau disertai dengan hal-hal manis lainnya.

Bahkan terkadang rahmat dari-Nya datang bersama cobaan dan hal-hal yang kita tidak sukai. Bukahkan begitu…?!

Dengan menyadari hal itu, marilah kita sebagai orang yang beriman, untuk sadar, agar bisa menyadari akan kuasanya yang tiadatara, dan tidak menyerah atas rahmat Dzat Maha Suci, untuk belajar dan terus belajari memahami dan merenungi segala hal yang terjadi disekitar kita.

Kita harus tahu secara sadar, bahwa semua itu berasal dari-Nya, bahwa segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendak-Nya dan memiliki pelajaran didalamnya. Janganlah kita mudah dipengaruhi keadaan, seperti apa yang dirasakan katak kecil dalam cerita diatas. Mari kita berbahagia dan tidak mudah menyerah untuk menyambut rahmat dari Dzat Maha Suci, apapun bentuknya. Semoga bermanfaat.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Biografi Manusia Hidup:


Wong Edan Bagu.4

Biografi Manusia Hidup:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Prigen Pasuruan. Hari Jumat Wage. Tanggal 19 Mei 2017.

Wahyu Panca Ghaib. Wahyu itu, maksudnya. Pemberian Dzat Maha Suci Tuhan, secara langsung. Panca itu, maksudnya. Lima. Ghaib itu, maksudnya. Roh/Ruh. Wahyu Panca Ghaib. Ber’arti Lima Ruh/Roh Perberian Dzat Maha Suci Tuhan, secara langsung, maksudnya, tanpa perantara.
Anda tahu apa itu Biografi…?!
Biografi adalah sebuah tulisan rinci, mengenai kehidupan seorang manusia, dan sebuah kisah riwayat hidup seorang manusia, atau sebuah keterangan kisah perjalanan hidup seorang manusia didalam kehidupan, yang kesemuanya itu, bersumber dari kisah nyata.

Dari biografi dapat ditemukan kejadian-kejadian hidup seseorang atau misteri hidup seseorang dengan penjelasan berupa tindakan atau perilaku dalam kehidupnya. Biografi dapat menceritakan hidup dan kehidupan, mulai dari yang penting hingga yang tidak penting, terkenal dan tidak terkenal.

Sebab itu dan karena itu. Semua bentuk pencarian, mulai dari Pencarian jati diri dan Pencarian identitas diri, hingga Pencarian Tuhan. Jawabannya berhasil ditemukan di dalam Wahyu Panca Ghaib.

Anda tahu apa itu sikap…?!
Sikap adalah tingkah laku seseorang, yang dapat dinilai orang lain dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Itulah Kunci.

Anda tahu apa itu Konsep…?!
Konsep adalah suatu hal umum yang menjelaskan atau menyusun suatu peristiwa, objek, situasi, ide, atau akal pikiran dengan tujuan untuk memudahkan komunikasi antar manusia dan memungkinkan manusia untuk berpikir lebih baik.

Pengertian lainnya mengenai konsep adalah abstraksi suatu ide atau gambaran mental, yang dinyatakan dalam suatu kata atau simbol. Konsep dinyatakan juga sebagai bagian dari pengetahuan yang dibangun dari berbagai macam karakteristik.
Itulah Paweling.

Anda tahu apa itu Sipat…?!
Sifat adalah karakteristik psikologis seseorang, yang berasal dari dalam diri seseorang.
Itulah Asmo Sejati.

Anda tahu apa itu Watak…?!
Watak adalah bentuk karakteristik seseorang, dalam berkepribadian dan bertingkah laku.
Itulah Mijil.

Anda tahu apa itu Filosofi atau Filsafat…?!
Filsafat atau filosofi. Secara simpel, pengertian, adalah cinta kasih sayang kepada ilmu pengetahuan, dan kebijksanaan. Dalam bahasa Arab, pengertian filsafat atau filosofi, adalah hikmah yang berarti pengetahuan dan kebijaksanaan.
Itulah Singkir.

Secara Pengertian Awam. Dengan dasar arti dan maksud diatas. Saya simpulkan. Bahwa Wahyu Panca Ghaib. Adalah Biografi manusia hidup. Ingat….!!! Ini Pengertian Awam lo… Maksudnya. Pengertian untuk yang masih Awam Pemahaman.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com