Nasehat Spiritual: Mati Sebelum Mati “Wong Edan Bagu”


TOTO LENGGAH
Nasehat Spiritual:
Mati Sebelum Mati “Wong Edan Bagu”
Apabila kamu ‘mati’ dari mahluk, maka akan dikatakan kepada kamu, “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kamu”. Kemudian Allah akan mematikan kamu dari nafsu-nafsu badanniyah. Apabila kamu telah ‘mati’ dari nafsu badanniyah, maka akan dikatakan kepada kamu, “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kamu”. Kemudian Allah akan mematikan kamu dari kehendak-kehendak dan nafsu. Dan apabila kamu telah ‘mati’ dari kehendak dan nafsu, maka akan dikatakan kepada kamu, “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kamu”. Kemudian Allah akan menghidupkan kamu di dalam suatu ‘kehidupan’ yang baru.

Setelah itu, kamu akan diberi ‘hidup’ yang tidak ada ‘mati’ lagi. Kamu akan dikayakan dan tidak akan pernah papa lagi. Kamu akan diberkati dan tidak akan dimurkai. Kamu akan diberi ilmu, sehingga kamu tidak akan pernah bodoh lagi. Kamu akan diberi kesentosaan dan kamu tidak akan merasa ketakutan lagi. Kamu akan maju dan tidak akan pernah mundur lagi.

Nasib kamu akan baik, tidak akan pernah buruk. Kamu akan dimuliakan dan tidak akan dihinakan. Kamu akan didekati oleh Allah dan tidak akan dijauhi oleh-Nya. Martabat kamu akan menjadi tinggi dan tidak akan pernah rendah lagi. Kamu akan dibersihkan, sehingga kamu tidak lagi merasa kotor. Ringkasnya, jadilah kamu seorang yang tinggi dan memiliki kepribadian yang mandiri. Dengan demikian, kamu boleh dikatakan sebagai manusia super atau orang yang luar biasa.

Jadilah kamu ahli waris para Leluhurmu, para Rasul, para Nabi dan orang-orang yang shiddiq. Dengan demikian, kamu akan menjadi manikam bagi segala kewalian, dan wali-wali yang masih hidup akan datang menemui kamu. Melalui kamu, segala kesulitan dapat diselesaikan, dan melalui shalatmu, tanaman-tanaman dapat ditumbuhkan, hujan dapat diturunkan, dan malapetaka yang akan menimpa umat manusia dari seluruh tingkatan dan lapisan dapat dihindarkan. Boleh dikatakan kamu adalah polisi yang menjaga kota dan rakyat Tuhan.

Orang-orang akan berdatangan menemui kamu dari tempat-tempat yang dekat dan jauh dengan membawa hadiah dan oleh-oleh dan memberikan khidmat (penghormatan) mereka kepadamu. Semua ini hanyalah karena idzin Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa jua. Lisan manusia tak henti-hentinya menghormati dan memuji kamu. Tidak ada dua orang yang beriman yang bertingkah kepadamu. Wahai mereka yang baik-baik, yang tinggal di tempat-tempat ramai dan mereka yang mengembara, inilah karunia Allah. Dan Allah mempunyai kekuasaan yang tiada batas. Filosofi diatas, adalah benar adanya, namun sayang, selalu tersisip di setiap baitnya sebuah katanya “SEMOGA” Dan semoga inilah yang membuat apapun Perjuangan dan Pengorbanan Laku menjadi ngambang, tidak pasti, hingga pada akhirnya sia-sia. SEDULUR…. Ketahuilah…

Hilangnya Agama Itu, karena Empat Hal:
1. Pertama, karena anda tidak mengetahui apa yang anda amalkan.
2. Kedua, karena anda mengamalkan perkara-perkara yang anda tidak mengetahuinya.
3. Ketiga, karena anda tidak mau belajar hal-hal yang anda tidak mengerti, lalu anda terus menerus bodoh.
4. Keempat, anda menghalangi orang-orang yang belajar pengetahuan, dimana mereka tidak tahu.

Artinya… jika selama ini anda berada di ke empat posisi tersebut, di luar kesadaran dan pengetahuan anda. Anda sedang berusaha menghilangkan/menghapus agama yang sedang anda imani.

Wahai kaum sufi…. Oang-orang ahli spiritual… Jika anda menghadiri majlis dzikir, ternyata anda menghadirinya agar masalah anda terpecahkan. Anda malah kontra dengan nasehat kebajikan, lalu anda pelihara kesalahan dan ketergelinciran, bahkan anda tertawa dan main-main. Anda benar-benar mengkawatirkan, padahal anda bersama Allah Azza wajalla.
Sebaiknya Anda sesegera mungkin… Hendaknya anda berpijak pada Sang Penyebab, bukan pada akibat, dan bertawakallah padaNya.

Allah SWT berfirman: “Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah.”
Allah tidak menciptakan apapun itu, untuk bermain-main hampa, untuk berkhayal dan berandai-andai, bayang membayangkan, tidak pula mencipatakan apapun itu untuk makan dan minum, tidur dan kawin. Berbisnis dan sibuk dengan kepentinga-kepentingan yang tanpa Allah di dalamnya Atau macak manak masak.

Ingatlah! Wahai orang-orang yang alpa dari kealpaanmu. Ingatlah, anda melangkahkan hatimu satu langkah, Allah menuju kepadamu beberapa langkah, dan Dia paling layak untuk anda rindukan dibanding yang lainNya. Selain Allah Ta’ala, ketika anda datang padanya, anda bisa tetap benar, baik raja, sulthan, pemerintah, maka kedatangan anda, atom anda adalah bukit, tetesannya adalah lautan, bintangnya adalah rembulan, rembulannya adalah matahari, sedikitnya adalah banyak, terhapusnya adalah tetapnya, fana’nya adalah baqo’nya, geraknya adalah tetapnya.

Pohonnya menjulang hingga menyentuh Arasy, dan akarnya membubung sampai ke bintang Tsurayya, dan dahan-dahannya melindungi dunia dan akhirat. Pohon apakah ini? Pohon Hikmah dan Pengetahuannya.

Dunia seperti lingkaran cincin, bukan dunia yang anda miliki, bukan akhirat yang anda kait, yang tidak dimiliki oleh raja maupun budak, tidak bisa dihalangi oleh apa pun atau diambil oleh siapa pun, tidak bisa dikotori. Jika anda bisa memenuhi semua itu, anda akan bagus ketika berada di tengah-tengah khalayak publik.

Anak muridku, anda jangan mencampur adukkan hal yang serius dengan guyonan. Jika hati anda belum mampu teguh, bagaimana anda bersama khalayak untuk anda baurkan bersama Khaliq, sedang anda berhati ganda dengan dunia?
Bagaimana anda bersama Allah?
Bagaimana anda bisa mencampuradukkan yang lahir dan yang batin?
Yang tak masuk akal dan yang masuk akal, hal-hal yang ada di sisi makhluk dan Khaliq?

Anak-anak dan murid-muridku…. Jadikan diriku sebagai cerminmu. Jadikan diriku sebagai cermin hati dan rahasia batinmu, sebagai cermin Laku Spiritual Hakikat Hidupmu!

Kemarilah mendekat kepadaku, anda akan melihat apa yang ada di dalam dirimu, sesuatu yang tidak bisa anda lihat ketika kalian jauh dariku. Jika anda punya hajat seputar agamamu, keluargamu, masyarakatmu, bisnismu dllmu, anda harus dekat denganku, karena aku tidak akan pernah menyembunyikan agama Allah Azza wa-Jalla. Tidak akan pernah mendustakan semua Firman-firmanNYA. Tak ada yang harus malu menyangkut agama dan Firman Allah Azza wa Jalla. Karena anda selama ini berada dalam pelukan kemunafikan. Tinggalkan duniamu yang ada di rumahmu, mendekatlah kepadaku. Karena aku berdiri di pintu gerbang akhirat. Tidak lama lagi aku akan masuk, sebelum aku masuk, aku ingin anda tau tentang apa saja dan bagaimana di dalam akherat itu. Bersamalah denganku dan dengarkan kata-kataku, dan amalkanlah/lakukanlah sebelum maut menjemputmu.

Aku ingin anda, bersih dari hijab dan rentangan jarak denganNYA. Aku tidak ingin pintuNya tertutup bagi anda setelah aku sebelum anda mengetahui semua dan segala isi di dalamnya, sngguh aku tidak ingin pintu itu tertutup ketika anda ada pada selainNya.

Dunia ini bagi suatu kaum, dan akhirat juga bagi suatu kaum. Begitupun Allah Ta’ala, juga bagi suatu kaum, yaitu kaum yang keyakini imannya cukup sesuai dengan firmanNYA, Tanpa ego dan politik seta rekayasa, yang ma’rifat dan mencintaiNya, yang bertaqwa dan khusyu’ kepadaNya, yang senantiasa prihatin hanya demi DIA. Suatu kaum yang penuh cinta kepadaNya, walau mata fisiknya tak memandangNYA, tetapi hatinya selalu memandangNYA, selalu merasakanNYA.

Sekali lagi… Anak-anak dan murid-muridku…. Jadikan diriku sebagai cerminmu. Jadikan diriku sebagai cermin hati dan rahasia batinmu, sebagai cermin Laku Spiritual Hakikat Hidupmu! Segeralah Kemari, mendekat kepadaku, masih terlalu banyak Inti-inti yang belum anda ketahui, belum anda pahami, belum anda mengerti. Karena itu…. Mendekatlah kepdaku sesegera mungkin, aku akan memberimu ilmu pengetahuan itu, selagi masih ada waktu, mumpung aku belum masuk, masih berdiri tegak di Pintu Gerbang Akherat karenamu dan untukmu sekalian yang aku cintai dan aku kasih sayangi.
HE HE HE . . . EDAN TENAN… SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya…
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com

PENGALAMAN SAYA DI MALAM RABU LEGI TANGGAL 11 BULAN DUA TAHUN 2015:


INI PENGALAMAN SAYA DI MALAM RABU LEGI TANGGAL 11 BULAN DUA TAHUN 2015 INI. Semoga Bermanfa’at bagimu Saudara-saudariku sekalian:
Ini tentang “Hakikat Masalah”. Bukan “Masalah Hakikat”.

Sedulur… Apakah Anda hari ini memiliki masalah?
Alhamdulillah,,, bersyukurlah jika Anda hari ini memiliki berbagai masalah.
Sebab salah satu ciri orang yang meyakini adanya Tuhan adalah hadirnya berbagai permasalahan dalam kehidupannya.
Ya… Masalah itulah yang hingga saat ini telah membantu Anda untuk tetap berTuhan dan tetap bertahan dalam iman.
Iya apa nggih…?! He he he . . . Edan Tenan.

Masalah adalah pintu hadirnya kenikmatan yang sejati, yakni sebuah kenikmatan yang sulit ditandingi, sebab sebuah kenikmatan yang tidak diawali oleh sebuah masalah maka kenikmatan itu akan terasa hambar bahkan bisa jadi bermasalah.

Mari kita buktikan. Apakah yang telah membuat seseorang merasakan nikmatnya makan? Ya, karena ia memiliki masalah yang bernama lapar.
Apakah yang telah membuat seseorang merasakan nikmatnya Minum?
Ya, karena ia telah memiliki masalah yang bernama Haus.
Lalu, mengapa seseorang bisa merasakan nikmatnya tidur?
Ya, karena ia memiliki masalah yang bernama letih dan ngantuk.
Dan, mohon maaf sebelumnya, mengapa seseorang bisa sukses BAB?
Ya, karena ia memiliki masalah yang bernama sakit perut atau mules.
Iya apa Nggih..?! He he he . . . Edan Tenan.

Sedulur… Rupanya berbagai masalah itulah yang membuat kesuksesan Anda terasa nikmat luar biasa. Tanpa hadirnya masalah, maka hilanglah kenikmatan yang Anda damba-dambakan. Tapi uniknya, di sepanjang hari betapa banyak orang yang ingin hidup langsung nikmat tanpa melewati berbagai permasalahan. Padahal Permasalahan itu sebagai kunci hadirnya kenikmatan.

Ya,,, hari ini masih banyak generasi instant (tidak mau menikmati proses) dan sedikit generasi intan (mau menikmati proses)…

Sehingga,,, semakin lapar menggelepar, maka semakin dekat dengan makanan. Semakin haus mendahaga, maka semakin dekat dengan minuman. Semakin ngantuk merunduk, maka semakin dekat dengan tidur yang pulas. Semakin mules pucet, maka semakin dekat dengan tempat “pembuangan akhir”. Artinya, semakin sulit permasalahan yang Anda hadapi hari ini, berarti Anda semakin dekat dengan keberhasilan akhir anda, semakin dekat dengan kenikmatan sejati Anda. Menikmati proses bermakna menikmati hasil… Maka merugilah Anda jika memilih menghidar apa lagi kabur mendekati kasur.

Sedulur… Maka mulai hari ini, jangan pernah lari dari masalah. Sebab kalau Anda lari dari masalah, berarti Anda lari dari keberhasilan. Kalau Anda lari dari masalah maka justru Anda akan mendapatkan lebih banyak masalah. Kenapa harus lari dari masalah, padahal Maha Suci Hidup telah menghadirkan Proses itu sesuai dengan kapasitas kesanggupan Anda. Yakinlah, Allah tak kan pernah salah menghadirkan masalah kepada orang yang salah. Anda adalah orang yang paling tepat untuk menerima masalah yang sedang Anda hadapi saat ini.

Mari hadapi saja masalah-masalah Anda dengan seraya Laku Wahyu Panca Ga’ib. Kecilkan masalah Anda dengan cara membesar-besarkan Maha Suci Hidup. Maka jangan katakan, “Wahai Allah, masalahku sangat besar”, tapi katakanlah, “Wahai Masalah, Allah itu Maha Besar.”. Ya, Besarkan Allah, maka masalah Anda pasti mengecil. Yakinlah.
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya… HE HE HE . . . EDAN TENAN.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

MULAI HARI INI, JANGAN SELESAIKAN MASALAHMU !!!


Saudara-saudariku sekalian, MULAI HARI INI, JANGAN SELESAIKAN MASALAHMU dengan cara yang biasa. Rupanya di Al-Quran masalah itu dihadirkan sebagai Proses menuju kedewasa’an dan kesuksesan, bukan untuk kita fokuskan. Bukan untuk kita selesaikan dengan kemampuan diri kita.

Laa haula walaa quwwata illaa billaah..sebab kita tak punya kemampuan selain dari kemampuan Allah semata…

Dalam Surat ALAM NASYRAH kita disiruh MENYELESAIKAN urusan kita dengan bersungguh-sungguh. Nah, Apakah URUSAN KITA itu?

Urusan kita bukanlah permasalahan pribadi kita , tapi urusan kita adalah membantu menyelesaikan permasalahan orang-orang di sekitar kita. Artinya apa? jika ENGKAU, ingin permasalahanmu beres, maka bantulah bereskan/selesaikan permasalahan orang-orang di sekitarmu.

Itu sebabnya beberapa Hadist mengindikasikan demikian. Saya akan tampilkan 2 hadist diantaranya,

1. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang banyak memberikan manfaat kepada manusia lainnya.
2. Barang siapa yang memudahkan hajat/urusan saudaramu maka Allah akan memudahkan hajat/urusanmu.

Apakah makna dari semua ini?
Sebelumnya, mari kita renungkan, seandainya MANUSIA di seluruh dunia, hanya Fokus kepada masalahnya masing-masing, maka MANA mungkin bisa terjadi sinergi yang baik. Saya dulu pernah tidak jadi berbuat baik karena saya inget/fokus kepada masalah saya… Ketika saya mau sedekah dengan seseorang yang sangat membutuhkan, eh ga jadi karena adanya bisikan pikiran .. “Hai WEB, kok kamu ini ga tahu malu ya, kamu sendiri kan banyak hutang, eh malah sedekah… apa gak malu sama Allah?”

Astaghfirullah….
Saudara-saudariku sekalian, jangan sampai kita gagal berbuat kebaikan karena kita fokus kepada masalah kita… cukuplah pengalaman ini menimpa saya….

Nah, kesimpulannya..
Ketika Anda hari ini sedang memiliki MASALAH, maka sebenarnya Anda sedang diberikan “tanda” oleh Allah bahwa ada orang-orang di sekitar Anda yang sedang butuh bantuan Anda. Pasanglah antene kebajikan itu, dan lakukan searching dengan hati terdalam Anda…dan rasakanlah..lalu bantulah mereka semampu dan sebisa Anda.. Lalu perhatikan apa yang terjadi…ketika Anda membantu menyelesaikan masalah2 mereka, maka justru masalah Anda secara AJAIB menjadi selesai..atas bantuan Allah SWT…

SOLUSI dari permasalahan ANDA tidak harus berada dibalik permasalahan Anda tersebut, tapi JUSTRU seringkali berada dibalik permasalahan orang-orang di sekitar Anda…
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya… HE HE HE . . . EDAN TENAN.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

AKu KINI telah berSAHABAT denganku:


He he he . . . Edan Tenan.
AKu KINI telah berSAHABAT denganku.
Alhamdulillah lurr,,,, telah kutemukan potensiku, maka temukanlah potensimu wahai saudara-saudariku. Dunia ini luas, karena aku terbatas, dan aku pun tak tahu di mana batas pikiranku yang sebenarnya terbatas.

Allah pun mengujiku sesuai dengan batasan kemampuan- ku, terserah Allah, aku tak berhak membatasi ujian-ujianku dari-Nya. Sebab kuingin mencintai Tuhanku tanpa batas, dan Tuhanku membalasnya dengan pahala tak terbatas. Amien.

Kini aku tak lagi khawatir dengan hadirnya pelbagai masalah yang dahulu sering membuat pikiranku terasa tersumbat. Kualirkan saja dengan tenang pikiranku, sebab bila aku menahannya, peninglah aku, tapi bila kulepaskan begitu saja, semakin liarlah pikiranku. Aku terima – aku arahkan – aku alirkan ke lubuk yang terdalam, wah nyamannya diriku.

Alhamdulillah, dikarenakan aku memiliki kepasrahan dan impian, hilir aliran sungai pikiranku, dan bermuara di lubuk hatiku. Potensi terbaikku pun muncul, sebab pikiranku bergerak – mengalir – seraya menyerap energi dan inspirasi.

Aku membuat daftar impian dalam hatiku, dan kuperkenankan dia muncul sekehendak Tuhanku, aku tak jadikan impianku menyelimutiku, tapi aku selimuti impianku. Bukankah impian yang tak terselimuti syukur melahirkan banyak kegelisahan yang tak terukur?

Ya,,, itulah yang dulu sering menggelisahkanku, banyak keinginan dan sedikit bersyukur. Bagiku, memiliki impian itu penting, tapi mensyukuri apa yang aku miliki jauh lebih nyata kenikmatannya, dan bukan sekedar mimpi.

Syukurku mengatakan bahwa Aku itu di dalam, bukan di luar. Aku yakin sepenuhnya bahwa pada diriku sudah tercipta paket yang lengkap dari Tuhan untuk mencapai impian-impianku, mulai dari impianku yang terkecil hingga yang terbesar. Aku yakin, aku hanya tinggal merangkainya, lalu bersinergi dengan semesta.

Aku sadar, perubahan selalu dimulai dari diriku, bukan dari lingkunganku. Tatkala aku ingin lingkunganku wangi semerbak melati, aku tak perlu repot-repot berdakwah ke sana dan kemari agar semua orang memakai minyak wangi melati. Bukan karena khawatir mereka menolak, tapi yang jelas aku pun tidak perlu repot-repot membelikan minyak wangi melati untuk mereka, toh memang mereka pun belum tentu mau memakainya.

Tapi aku yakin, kurangkai dan ku-ubah saja diriku, aku letakkan saja setetes minyak wangi melati di bawah hidungku, maka “otomatis” semua yang ada di lingkunganku pun beraroma melati. Ya, perubahan itu mudah jika dimulai dari jiwa.

Prinsipnya, aku sentuh hati mereka setelah aku raba hatiku. Hatiku sangatlah sehat, sebab selarasnya karakter hatiku dengan pikiranku. Itu keyakinanku, inilah do’aku, bukan untuk disombongkan. Kini hati, pikiran, dan tindakanku selalu selaras, walau aku tak harus memaksa dan melatihnya dengan ruh motivasi dan komitmen yang tinggi, terlalu bersemangat – terlalu melelahkan – keterlaluan.

Tapi, kulatih saja ruhku dengan dzikrullah, kulatih komitmenku dengan belajar terisak atas setiap pengingkaran yang dilakukan oleh tindakan, dan pikiranku, lalu kulatih jiwa dan kesehatanku dengan mengikhlaskan segala bentuk problema.

Fas tabiqul khoiroot. Tak perlu sakit hati dengan kesuksesan orang lain. Tapi aku pupuk rasa malu jika sudah lama diriku tak lagi sukses memecahkan rekor pribadiku. Ya, aku ingat, balon terbang bukan karena warnanya, tapi karena isi gasnya. Apalah gunanya jika aku risaukan warnaku, warnanya, dan warna mereka.

Praktis saja lah, jika isi gasku kurang berbobot, aku pinta saja kepada “ahlinya”. Alhamdulillah, kini gasku bertambah, secukupnya, aku pun bisa terbang tinggi, sangat tinggi, cukup tinggi, dan berpadu dengan sengat mentari, menuju Tuhanku, ah aku sangat berharap agar aku husnul khotimah, sebuah kematian terindah.

Aku isi gasku secukup impianku. Seraya melirik daftar impianku, ya…daftar permintaanku kepada Tuhan. Tuhan suka kepada hamba-hamba-Nya yang rajin meminta kepada-Nya. Yakin saja, dan mengapa harus ragu. Setiap aku teringat Tuhan, hatiku selalu meminta. Tuhanku luar biasa dahsyat, Allahu Akbar! Tapi Tuhanku tidak suka kepada hamba-Nya yang memaksa. Minta kok maksa? Tawakal saja lah. Dia begitu istimewa, selalu tahu apa yang kubutuhkan.

Kini, kusinergikan impianku dengan para pemimpi cerdas lainnya, siapa lagi kalau bukan para pemimpi yang ahli bersyukur. Buat apa kalau aku bersinergi hanya untuk menerjemahkan impian orang lain, menerawangi kegelisahan, lalu hatiku pun meronta.

Maka kubangun impianku, kusinergikan impianku, aku buatlah komunitas. Ku tahu yang kumau, dan aku pun yakin, sinergiku tidak akan efektif bila bersama pemimpi yang masih tertidur. Tidur dari kekiniannya. Tidur dari kesyukurannya. Prinsipku, aku terbangun dan tetap bermimpi; orang lain sukses bersama mimpiku, dan aku sukses bersama mimpi mereka. Bagiku, itulah sinergi. Tepatnya, spiritual sinergi semesta.

Itu sebabnya, mulai kini aku dinamis bergerak, bergerak dengan jelas, bergerak dengan cerdas, bergerak dengan ikhlas, bergerak dengan kualitas, dan bergerak dengan tuntas. Lebih baik diam yang jelas dari pada bergerak yang tidak jelas.

Yang kumau bukanlah sukses dengan bekerja keras tapi dengan bekerja pas. Banyak bergerak dan bekerja keras memang terlihat sibuk, tidak nganggur. Tapi, coba bayangkan apa yang terjadi jika induk ayam berpura-pura sibuk, bergerak ke sana kemari, ketika mengerami telur-telurnya, maka kapanlah telur-telurnya akan menetas, tidak akan pernah sepertinya.

Butuh tuma’ninah (‘tenang’ dan ‘diam sejenak’) untuk menghasilkan sesuatu yang bergerak. Tuma’ninah itu untuk pergerakan yang lebih tartil, bukan untuk rekomendasi rasa malas. Nah, buat apa aku berpura-pura sibuk? Berhentilah sejenak, untuk bergerak lebih optimal.

Asam garam kehidupanku adalah petuah. Ku yakin, ini semua bukan sekedar peristiwa ‘mengalami’, tapi ini adalah sebuah ‘pengalaman’. “Pengalaman” berbeda dengan “Mengalami”. “Pengalaman” itu untuk pengamalan yang lebih baik. Sedangkan “Mengalami” itu berakar pada kekurangpedulian dan berpangkal pada cerita kesombongan. Bukankah secangkir kopi pengalaman lebih bernilai dari 1000 liter teori kehidupan? “Mengalami” itu sekedar peristiwa. “Pengalaman” itulah penuh dengan makna. SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya… HE HE HE . . . EDAN TENAN.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

WEB… AKU… Ter-IKAT:


Kualitas Jiwa kita sangat tergantung dari kemana saja “Perasaan” dan “Pikiran” kita Terikat. Tidak pada masalah berapa besar masalah yang Anda alami, tapi yang terpenting adalah sejauh mana kemampuan Anda untuk Tidak Terikat terhadap masalah Anda tersebut.

Allah seringkali menguji hamba-hambaNya yang mengaku beriman kepadaNya. Iman terkait erat dengan Aqidah Allah. Aqidah artinya ikatan Tuhan. Itu sebabnya orang yang beriman akan diuji sejauh mana keterikatannya kepada Allah dan segenap peraturanNya dengan cara dihadirkannya berbagai masalah kehidupan kepadanya. Ini pasti… tidak bisa di hindari oleh manusia manapun.

Sebenarnya, masalah itu dihadirkan agar kita lebih terikat lagi kepada Allah, bukan malah “asyik masyuk” terikat dengan berbagai masalah, lalu menjadikan Allah sebagai tempat menumpahkan kekesalan. Istilah Sopannya sebagai tempat curhat belaka.

Jika masalah hadir dan lalu kita malah terikat dengan masalah tersebut, yakni perasaan dan pikiran kita menjadi seringkali terfokus kepada masalah tersebut, maka sungguh kita telah tertipu. Masalah hadir bukanlah untuk diberikan perhatian yang berlebihan, tapi masalah hadir agar kita mulai memperhatikan Allah dengan cara yang lebih baik, lalu memperhatikan kebersihan jiwa kita.

Semakin kotor jiwa kita dan semakin jauh kita dari Allah, maka semakin kuatlah MAGNET jiwa kita untuk mengikat berbagai masalah kehidupan yang negatif dari sekitar kita. Bahkan saking kuatnya, kita pun turut MENGIKAT permasalahan yang sebenarnya dijatahkan untuk orang lain. Dengan demikian, masalah kita menjadi sangat besar melebihi kapasitas kemampuan kita dikarenakan kita telah menjadi Super Magnet Negatif di Kehidupan ini.

Masalah hadir hanyalah sebagai amanah dariNya. Amanah berasal dari kata “Amuna” (Jujur) yang juga menurunkan kata “Amaanu” (Aman-Tentram), “Iimaanu” (Percaya-Yakin) dan “Mu’minu” (Orang yang Yakin). Amanah adalah Jujur, terpercaya dan mengamankan atas berbagai hal yang dititipkanNya kepada kita.

Itu sebabnya, jangan sampai kita termasuk orang-orang yang “Tidak Amanah”, yakni orang-orang yang “Tidak Jujur”, “Tidak Mengamankan”, “Tidak Terpercaya”, “Tidak Percaya”, dan “Tidak Mempercayakan” ketika kita dihadapkan dengan berbagai masalah.

Kita harus yakin bahwa masalah hanyalah amanah, bukan untuk diikatkan di jiwa kita, masalah adalah masalah, kita adalah kita…
Kita harus Jujur bahwa masalah yang hadir adalah pantas untuk kita, hadir karena kita banyak dosa yang perlu dibersihkan….
Kita harus Mengamankan masalah ini, jangan sampai masalah ini tersebarluas ke lingkungan kita….
Kita harus menjadi pribadi Terpercaya, yakni Percaya bahwa kita mampu menyelesaikan masalah ini dalam kekuatanNya…
Kita pun harus Percaya bahwa Allah tidak mungkin salah mengirimkan masalah ini untuk kita…
Kita harus mempercayakan sepenuhnya masalah ini kepada Allah sebab DIA lah yang Maha Memberikan Solusi….

Sehingga, keterikatan kita kembali hanyalah kepada Allah SWT… tugas kita adalah berikhtiar dengan tetap bertawakkal… yakni berikhtiar dengan aksi yang dahsyat sebab dipondasikan atas ikatan yang kuat kepada Allah SWT… dengan demikian, semoga gelar “Al-Amin” yang disandang oleh Rosulullah Shollallahu’alaihiwasallam mulai “menitis” dalam kehidupan kita… semakin mendekati keimanan yang sempurna…

Saudara-saudariku sekalian,,, kita seringkali dihidupkan dan dihadapkan dengan berbagai masalah agar kita selalu hidup dan siap menghadap dihadapanNya kelak, jika ajal itu tiba menjemput kita sewaktu-waktu. Dengan washilah masalah itulah yang tetap membuat kita bertahan di jalan yang benar dan berTuhan kepada Tuhan yang benar…

Lepaskan ikatan yang tidak perlu…
Dan ikatkan diri kita hanya kepada Allah SWT…

Lepaskan…
Maafkan….
Tarik nafas….. hembuskan…. lepaskan…. maafkan…..lepaskan….maafkan….
dan serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT…
Astaghfirullaahal ‘azhiim…. (KUNCI KUNCI KUNCI dan KUNCI)
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya… HE HE HE . . . EDAN TENAN.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

HARTA TAHTA WANITA:


TERSIKSA dan TERIKAT dengan 3-Ta
Empat Tipe Manusia dalam berhubungan dengan 3-Ta (Harta, Tahta, dan Cinta).

1. Ada tapi tidak terikat padanya (Tenang Bahagia > Visible dan Invisible)
2. Tidak ada dan tidak terikat padanya (Tenang Bahagia > Invisible)
3. Ada dan terikat padanya (Tegang Menderita > Invisible)
4. Tidak ada tapi terikat padanya (Tegang Menderita > Visible dan Invisible)

Yang manakah Anda?
He he he . . . Edna Tenan,,, mari kita simak…

1. Ada tapi tidak terikat;
Inilah orang kaya yang bertaqwa kepada Allah, secara kasat mata (visible) ia adalah orang yang paling berbahagia, dan secara invisible pun ia memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, bahkan sangat dekat. Fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Ia adalah orang kaya yang tidak terikat dengan kekayaannya. Ia adalah orang yang memiliki harta tapi tidak terikat dengan hartanya. Ia hanya terikat kepada Allah saja. Ia paham betul bahwa harta hanyalah fasilitas dari-Nya, tak layak untuk disombongkan bahkan untuk sekedar merasa memiliki harta itu. Ia pun paham bahwa semua hartanya adalah milik Allah. Itu sebabnya ia rajin sekali bersedekah…

2. Tidak ada dan tidak terikat;
Inilah orang miskin yang bertaqwa kepada Allah. Ia hidup sangat berbahagia, walaupun secara kasat mata banyak orang menilai ia hidup berkekurangan. Ia memang tidak memiliki banyak harta namun ia pun tidak sibuk cemburu dengan orang yang memiliki banyak harta. Hatinya hanya terikat kepada Allah saja. Ia sangat jarang memiliki keinginan duniawi, karena ia sudah merasa sangat bersyukur dengan apa yang telah di anugerahkan Allah kepadanya. Bahkan kalau pun ia memiliki keinginan, maka ia langsung lepaskan begitu saja, dan serahkan sepenuhnya kepada Allah. Ia tak ingin terikat dengan dunia, ia hanya ingin terikat kepada Allah. Orang ini insya Allah lebih cepat hisabnya di akhirat kelak karena ia tidak memiliki banyak harta benda.

3. Ada dan terikat ;
Inilah orang kaya yang menderita. Hatinya terikat dengan hartanya, padahal lisannya mengatakan “Allahush-Shomad” dan bukan “Fuluusush Shomad”. Hatinya selalu menderita, kepuasannya dalam memiliki harta seperti tidak pernah berujung. Hidupnya selalu dipenuhi rasa khawatir. Dia tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Pekerjaannya adalah terus mengejar dan mendapatkan harta, dan seringkali lupa untuk berbagi. Walaupun harus berbagi maka harus ada “udang di balik batu” nya terlebih dahulu. Dengan demikian inilah orang yang di akhirat nanti diprediksi akan sangat menderita, sebab hisabnya akan sangat lama. Sungguh siksa Allah sangat pedih kepada orang kaya yang kikir dan selalu khawatir terhadap harta bendanya.

4. Tidak ada tapi terikat;
Inilah orang miskin yang menderita. Sudah mah miskin, menderita pula. Itu sebabnya setiap ia melihat harta benda yang disukainya maka seolah-olah air liurnya menetes dan pandangan matanya langsung terikat pada harta yang sedang ditujunya. Betapa tersiksanya kehidupan orang-orang yang terikat dengan sesuatu yang tidak dimilikinya. Jika ia gagal melepaskan ikatan itu dan lupa bertawakkal kepada Allah maka ia berpeluang menjadi pencopet, maling, koruptor dan lain sebagainya, sehingga statusnya bisa saja berubah dari orang bertipe “Tidak ada tapi terikat” menjadi “Ada dan terikat”. He he he . . . Edan Tenan.
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya… HE HE HE . . . EDAN TENAN.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

MENDIDIK yang MENDADAK, bolehkah?


Sebelumnya saya paparkan,,,, mohon maaf kepada para sahabat juga saudara-saudariku kususnya anak-anak didik saya, jika kurang berkenan terhadap tulisan ini. Tulisan ini dibuat khususnya untuk mengoreksi diri saya sebagai Trainer pendidik, yang suka sekali menawarkan cara-cara instant untuk sebuah peningkatan kinerja yang cemerlang. Kini, saya pun menyadari, bahwa banyak sekali hal-hal yang instant (baca : mendadak) tetapi tidak mendidik dalam kehidupan manusia…

Mendidik itu bukan mendadak, walaupun hal-hal yang mendadak bisa menjadi sesuatu yang mendidik bagi kita. Bahkan sebenarnya, dalam bahasa hukum semesta “sebab-akibat” (KARMA). Maka tidak ada suatu kejadian yang terjadi secara mendadak, artinya bahwa semua terjadi setelah berproses secara bertahap. Hanya dikarenakan kita tidak menyadari pentahapan proses tersebut, maka kita merasa bahwa peristiwa itu terjadi mendadak. Itu sebabnya, orang-orang yang selalu dalam kesadaran penuh padaNya, mereka seperti memiliki intuisi yang jernih terhadap berbagai peristiwa yang akan terjadi. Namun demikian, mereka yang intuisinya sudah aktif, ia tidak akan menyebarkan berbagai info yang ia pahami itu kepada khalayak ramai, sebab bisa menjadi sebuah fitnah yang mengandung kesyirikan yang nyata.

Kini, mari kita berfokus kepada pendidikan Orang Tua kepada anak-anaknya. Hal pertama yang perlu diyakini sepenuhnya adalah bahwa anak-anak Anda bukanlah milik Anda, mereka hanyalah amanah dari ALLAH agar Anda menjaga dan merawat mereka sebagaimana yang dikehendakiNya, bukan sebagaimana yang dikehendaki oleh Anda. Dan tentu saja semua kinerja Anda kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.

Artinya, jika Anda SUKSES merawat, membesarkan, dan mendidik anak-anak Anda, maka tugas Anda adalah MELAPORKAN kesuksesan Anda tersebut kepada ALLAH SWT kelak, sehingga ALLAH membalas kinerja Anda dengan berlipatganda kebaikan. Namun demikian, jika Anda merasa SUKSES mendidik anak, dan lalu Anda “terlanjur” heboh melaporkan kesuksesan Anda kepada manusia lainnya (dengan maksud menyombongkan diri), maka tidak perlu heran jika Allah tidak jadi memberikan pahala yang berlimpah kepada Anda, yakni pahala atas kinerja Anda yang telah apik melaksanakan amanah dariNya.

Tugas kita sebagai Orang Tua adalah “menjaga amanah” ini, yakni menjaga kefitrahan anak kita, dan bukanlah untuk menyombongkan amanah dariNya, dan apalagi bukan untuk menjauhkan anak kita dari KETAUHIDAN, sehingga secara tidak sadar kita telah menjerumuskan anak-anak kita ke dalam perbuatan syirik yag ilmiah dengan dalih untuk meningkatkan kecerdasan sang anak.

Mari kita berhati-hati sebagai orang Tua/Guru, jangan hanya dikarenakan anak/murd kita ingin dianggap jenius oleh orang lain, maka kita ikutsertakan anak kita pada berbagai kegiatan yang kita tidak memahami isi/karakter kegiatan tersebut, apakah itu kegiatan pelatihan ataukah lainnya, sehingga dengan perantara pelatihan itu, maka anak kita memiliki kemampuan yang “abnormal”, bahkan bisa meramal kejadian-kejadian yang akan datang. Padahal, ALLAH Swt sangat tidak suka jika takdirNya didahului oleh makhlukNya. sebab itu semua sudah termasuk perbuatan Syirik. Alias ikut campur urusan Tuhan.

Saudara-saudariku sekalian yang dimulyakan oleh Allah SWT….
Mari hari ini kita tidak mudah tergiur oleh berbagai pelatihan yang menawarkan berbagai keajaiban kepada anak kita. Sebuah pelatihan khusus anak yang bisa membuat anak itu memiliki kemampuan-kemampuan dahsyat, bahkan jika terus diasah kemampuannya, anak itu bisa memiliki kemampuan MERAMAL.

Dan, janganlah kita terjebak dengan istilah “Ini ilmiah kok”. Sebab ketahuiliah bahwa jin dan para kerabatnya pun bisa jadi lebih ilmiah dibandingkan kita sebagai manusia. Mari kita lebih berfokus mendidik anak kita dengan penuh kesabaran dan kesyukuran. Mari kita belajar menikmati proses dan menikmati hasilnya. Janganlah kita menjadi Orang Tua “Mendadak”, yakni orang tua yang ingin anaknya HEBAT, tapi kita tidak turut berproses dalam kehebatan anak kita. Jangan sekedar serahkan anak kita kepada sebuah program yang kita sendiri masih sangat meragukannya, terlebih lagi jika kita dilarang mengikuti berbagai kegiatan/proses di dalamnya. Jangan sampai kita termasuk orang Tua yang KAGETAN, yakni orang tua yang merasa kaget kok tiba-tiba saja anaknya menjadi HEBAT tapi ia tidak paham KENAPA anaknya menjadi HEBAT. Padahal, semua proses itu akan DITANYAI oleh ALLAH SWT.

HAE… WONG EDAN BAGU…
Mendidik itu bukan mendadak, tau…
Tak usahlah cepat-cepat. Bila anak atau murid tak ta’at
Tak usahlah marah berat.

Kalau berniat memijat refleksi telinganya.
tak usahlah sambil ditarik dan diteriaki.
Cukup pijat urat-urat syaraf kepeduliannya..
Sepenuh hati, dan bukan sesuka hati.
Sebab telinga memang salah satu pusat refleksinya.

Mendidik itu bukan Mendadak… WEB.
Mendidik itu proses bukan hasil.
Mendidik itu tawakkal bukan ta’kawal.
Mendidik itu sholat bukan sulit.

Masak kamu lupa,,, dulu juga kamu kan pernah dididik.
Proses itu bertahapHasil itu sekejap.
Tawakkal itu berserah pada pengaturanNya.
Ta’ kawal itu resah dan turut mengatur-Nya.
Sholat itu lambang khusyu dan tenang.
Sulit itu karena tak pernah sholat dengan tenang…
He he he . . . Edan Tenan.
Iyo bener jebule…. Sepurane yo… Pangapurae ya.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Orang Tua Biasa hanya ingin Memiliki Anak yang Sholeh dan Hebat, Sedangkan Orang Tua yang Hebat ingin terlibat aktif dalam proses kesholehan dan kehebatan anak-anak/murid-muridnya.

Yupzzz… Orang biasa ahli menikmati Hasil, sedangkan orang Luar biasa berhasil menikmati Proses.
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya… HE HE HE . . . EDAN TENAN.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com