Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian Ketiga:


Wong Edan Bagu (51)

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.
Tentang Guru Sejati. Bagian Ketiga:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Cirebon Jabar. Hari Jumat. Tanggal 30 Juni 2017.

Para Kadhang Kinasihku sekalian…
Marilah bersamaku, berbicara dengan hati/rasa, secara terus terang dan terang terus tanpa tedeng aling-aling pada kesempatan kali ini, dalam hal ini, jangan sekali-kali Para Kadhang memakai penghalang?.

Ini Soal kenyata’an Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan atau di Praktekan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, mengenai Kemanunggalan yang Sempurna, untuk itu, para kadhang jangan menggunakan pelindung, jika benar-benar ingin tahu dan mengerti serta paham, apa itu Guru Sejati, yang berhasil saya capai dengan menggunakan Wahyu Panca Gha’ib, yang saya lakukan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku atau iman.

Ingat…!!! Aku sedang menyampaikan ilmu tingkat tertinggi, yaitu tentang Guru Sejati – Sejatining Guru, tanda tedeng aling-aling, membahas ketunggalan. Ini bukan tentang badan/wujud, selamanya bukan, karena badan itu tidak ada. Guru Sejati – Sejatining Guru ini, bukan budi, bukan angan-angan, bukan hati, bukan pikiran yang sadar, bukan niat, bukan udara, bukan angin, bukan panas, dan bukan kekosongan atau kehampa’an. Wujud kita ini jasad, yang akhirnya menjadi jenazah/mayat, yang akan busuk bercampur tanah dan debu. Yang sedang aku bicarakan, iyalah ilmu sejati – sejatining ilmu, kebenaran yang nyata, yang selama ini di politiki oleh pecundang-pecundang yang berkepentinga meraih kepentingan pribadi.

Untuk itu dan karena itu serta sebab itu. Mari,,, bersama-ku membuka tabir yang selama ini teranggap ghaib, (membuka rahasia yang paling tersembunyi-tanpa tedeng aling-aling). Dan untuk semua orang yang mengaku sebagai manusia hidup. Jangan panic, jangan terburu-buru menyimpulkan, renungkan, dan pikirlah dengan logika wajarmu. He he he . . . Edan Tenan.

Para Kadhang Kinasihku sekalian… Ketahuilah.
Kemanunggalan dan Kesempurnaan tidak akan berhasil, jika hanya mengandalkan perangkat syari’at dan tarekat, Apalagi sekedar syari’at lahiriyah. Kemanunggalan dan Kesempurnaan akan berhasil, seiring dengan tekad hati yang bersih tulus murni dan keseluruhan Pribadi dalam merengkuh Dzat Maha Suci, sebagaimana Roh Allah pada awalnya, ditiupkan atas setiap diri pribadi manusia, tanpa apapun dan siapapun selain Dzat Maha Suci itu sendiri.

Sedangkan keberada’an Dzat Maha Suci itu, hanya ada beserta kemantapan hati yang bersih dan kemurnian rasa, atau kesadaran murni dalam menuju-Nya. Maksudnya, dalam diri tidak ada apa-apa, tidak ada agama, tidak ada kepercayaan, tidak ada kebatinan, tidak ada golongan, perguruan, adat istiadat, tidak ada istri, tidak ada anak, tidak ada keluarga, tidak ada harta, tidak ada tahta, tidak ada wanita/lelaki dll, kecuali menjadikan sempurna kembali ke asal usul sangkan paraning dumadi sebagai niat/krenteg ati, dan yang mewarnai segala hal, yang berhubungan dengan laku’, sifat dan af’al Pribadi. Inilah yang saya maksud kesadaran murni.

Para Kadhang Kinasihku sekalian… Ketahuilah dengan sadar.
Asmo Sejati Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi atau Guru Sejati atau Hidup. Adalah manunggaling kawula gusti atau menyatunya sedulur papat kalima pancer kita sendiri. Sebelum di Sabda menjadi Asmo Sejati tersebut Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi. Kawula Gusti atau Sedulur Papat Kalima Pancer kita, belum manunggal, alias belum menyatu menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam sikon apapun.

Sebab itu, tersebut kawula gusti, kawula adalah sedulur papat atau empat anasir, sedangkan gusti, adalah pancernya, karena itu, saat laku proses Asmo, di sebut nglungguhake, maksudnya, memanunggalkan, menyatukan, apa yang di manunggalkan…?! Kawula dan Gustinya, apa yang disatukan…?! Sedulur papat kalima pancernya, agar menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam sikon apapun dan dimanapun, setelah manunggal/menyatu. Tersabda menjadi Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi.

Nah…
Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi inilah, yang di maksud aku sejati – sejatining aku atau Guru Sejati atau hidup atau Rasul/Utusan atau Roh/Ruh Suci/Kudus, yang di utus oleh Dzat Maha Suci untuk menempati jiwa raga kita alias lahir bathin kita. Yang bisa menjamin jiwa raga kita, lahir bathin kita, dunia akherat kita dan hidup mati kita, mulai sekarang hingga sampai kapanpun dan dimanapun. Bersambung Ke BAGIAN EMPAT.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasih Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian Kedua:


19437518_330654824047245_8856705022115473471_n

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.
Tentang Guru Sejati. Bagian Kedua:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Rabu. Tanggal 28 Juni 2017.

“Sungguh aku tidak mengenal doa dari siapapun. Jika tidak melalui Rasulku-Utusanku” Begitulah Dzat Maha Suci berfirman dengan sangat tegasnya. Rasul atau utusan-Nya itu apa dan siapa…?!

Bukankah hal ini sudah teramat sering saya uraikan tanpa tedeng aling-aling…?! Entah itu secara langsung atau melalui internet di websait dab you tube. Bahwasannya Utusannya itu ada Hidup. Hidup yang menempati setiap diri yanf masih hidup, sejak awal di Ciptakan (Aku tiupkan sebagian ruh-ku…) Dan hidup inilah yang di maksud Guru Sejati atau Roh/Ruh Kudus/Suci atau Rasul yang berarti Utusan, yang tersabda sebagai Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian…
Ada banyak cara dan teori bahkan praktek untuk mempelajari guru sejati, dan saya sendiri, pernah menggunakannya, namun,,, yang banyak itu, selalu gagal, sama seperti saya, kegagalan mengenal dan menemui guru sejati itu, bukan karena kalimahnya atau doanya yang kurang bagus, atau karena perutnya tidak mampu puasa, atau karena tidak tahan duduk lama bersilah, tapi karena tidak bersihnya hati.

Guru sejati yang sedang di tuju. Guru sejati yang sedang di pelajari, tapi iri dan dengki pada orang yang lebih baik daripada kita, suka menfitnah bahkan mengadu domba, membenci, dendam, sedikit sedikit tersinggung, sedikit sedikit marah, sedikit sedikit mendebat, mencela, menghina dll.

Sementara Guru sejati alias hidup itu, hakikatnya suci, dan suci itu, murni, murni itu, tak tercampuri oleh apapun, dan tidak bisa di campuri dengan apapun, kecuali dengan suci lagi, kecuali dengan murni lagi, jadi,,, jika hati kira tidak murni, hati kita tidak bersih, tidak suci, mana mungkin bisa mendekati suci, jangankan menemui untuk manunggal/menyatu jadi satu dengan suci, mendekat saja,,, mustahil bukan…

Itu baru soal suci nya guru sejati kita alias hidup kita sendiri, sucinya bagian dari Dzat Maha Suci yang di utus bertanggung jawan ajan diri kita, apa lagi jika melangkah ke Dzat Maha Suci. Suci-Nya Tuhan. Jauh lebih mustahil bukan…!!!

Dzat Maha Suci itu unik dan rumit. Dia Maha Kuasa atas segala yang maha. Dzat Maha Suci itu, jauh diuar nalar logika kita. Mustahil bisa di kenali dengan cara apapun, teori apapun dan praktek apapun, kecuali jika Dzat Maha Suci itu sendiri yang berkehendak untuk di kenali. Dia Maha membolak balikan hati, hati kita yang baik, bisa dirubahnya menhadi jahat, hati kita yang jahat, bisa di rubahnya menjadi baik, siang bisa dijadikan malam, segitupun sebaliknya, malam bisa dijadikannya siang. Apa lagi hanya soal hati, bukan…!!!

Mengacu ke hal tersebut, berati tidak ada satupun cara, teori dan praktek pelajaran yang bisa menjamin siapapun untuk bisa mengenal-Nya. Bukan…?!

Sungguh….
Saya telah membuktikannya sendiri, bukan katanya apapun dan siapapun. Hanya Wahyu Panca Laku yang bisa kita lakukan, selain itu… Heeeemmm… Nggedebuss.

Sebab itu dan Karena itu. Ber Wahyu Panca Laku-lah jika memang benar bersungguh-sungguh ingin bertemu guru sejati, agar supaya bisa sampai ke hadirat Dzat Maha Suci dengan Sempurna.

Wahyu Panca Laku (iman)/
1. Serahkan/Pasrahkan semua dan segalanya hanya kepada Dzat Maha Suci saja – Jangan yang lain selain-Nya.

2. Terimalah apapun yang menjadi keputusan Dzat Maha Suci – Baik buruk. Enak tidak enak. Salah benar dllnya, karena Dia Esa dan tidak selembar daunpun yang jatuh kebumi tanpa kehendaknya, dan hanya kehendak-Nya lah yang benar benar akan terjadi.

3. Persilahkan Dzat Maha Suci untuk mengambil alis semua dan segala masalah kita – Sesungguhnya, hanya Dia yang semuanya dan segalanya, sedangkan kita ini hanya sebagai wayang, yang tiada daya upaya jika tanpa-Nya.

4. Jika Wahyu Panca Laku kesatu hingga kedua dan ketiga itu bisa kita lakukan, kita akan dapat merasakan kehadirannya. Rasakan… Rasakan… Rasakan lebih dalam lagi… Terus… Terus… Rasakan. Kau akan melihat dengan jelas dan pasti Guru Sejatimu. Dan Guru Sejati mu itulah… Yang akan mempertemukan kita dengan Dzat Maha Suci seluruh semesta alam.

5. Dan kau tidak akan mungkin tidak mencintai apapun, tidak mengasihi apapun dan tidak menyayangi apapun dimana hingga sampai kapanpun, sehingganya, dalam setiap tindak sipat dan sikap mu, yang ada hanya Cinta Kasih Sayang, bukan yang lain. Sebab cinta kasih sayang itulah identitas jatidiri kita setelah adam dan hawa.

Sudah waktunya dunia ini aman, tenang, nyaman, damai, bahagia dan tenteram. Dan lagi, itu di mulai dari dalam diri pribadi kita masing-masing, bukan dari luar diri atau orang lain, barang siapa yang bisa mijilake Sateriyo Paningit yang selamat ini bersembunyi di setiap masing-masing diri pribadi. Ratu Adil akan segera datang meminpin setiap diri-diri kedirian yang BerIman/Wahyu Panca Ghaib.

Sedangkan yang tidak ber Wahyu Panca Ghaib/BerIman. Alias gagal mengenal guru sejati. Karena tidak mau membersihkan hatinya dari iri, sirik, dengki, fitnah, benci dan dendam. Maka Bersiaplah untuk di bersihkan dengan Sapu Jagat, dan semoga untuk di daur ulang. Jika bukan untuk di daur ulang, sungguh kami hanya bisa menonton, karena itu bukan kuasa kami, melainkan kuasa Dzat Maha Suci Hyang Maha Segalanya. Bersambung ke BAGIAN KETIGA…

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasih Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian Pertama:


19510123_330178807428180_7618476432855866730_n

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.
Tentang Guru Sejati. Bagian Pertama:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Selasa. Tanggal 27 Juni 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian…
Guru sejati, adalah puncak dari segala ilmu dan laku spiritual, yang di pelajari oleh seluruh manusia hidup yang ingin mengenal Sang Maha Hidup, yang menciptakan dan yang menjadi titik finis akhir kehidupan.

Karena….
Guru sejati-lah, yang bisa menjamin jiwa raga kita, lahir bathin kita, dunia akherat kita dan hidup mati kita, bukan ilmu, bukan pahala, bukan harta benda, bukan titel dll. Guru sejati-lah, yang bisa mengembalikan kita, kepada asal usul sangkan paraning dumadi-nya kita. Guru sejati-lah, yang bisa membuat kira, bisa mengerti dan memahami serta mengetahui dzat maha suci sesembahan kita.

Sebab itu di katakan dengan jelas;
” Dzat Maha Suci lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya…” (Qaff :16).

Sebab itu di katakan dengan jelas;
”Dan kepunyaan Dzat Maha Suci timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, disitulah wajah Dzat Maha Suci. Sesungguhnya Dzat Maha Suci Maha luas (rahmatNya) lagi Maha mengetahui” (QS.al-Baqarah: 115).

Sebab itu di katakan dengan jelas;
“Dzat Maha Suci bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Dzat Maha Suci Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hadid : 4)

Sebab itu di katakan dengan jelas;
Sesungguhnya… Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat sendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikatku). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat .” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Karena identiras jati diri dzat maha suci, yaitu hidup, ada didalam setiap makhluknya yang masih hidup.

Guru sejati, adalah istilah dalam ilmu dan laku spiritual. Yang lebih di kenal dengan sebutan Roh/Ruh suci atau Roh/Ruh kudus, yang istilah agamanya di sebut Rosul/Rasul yang berati utusan. Sedangkan hakikat/hakekat Guru sejati/Roh/Ruh Suci/Kudus atau Rosul/Rasul, adalah Hidup. Sebab itu, di katakan, sebenar-benarnya guru, sebaik-baiknya guru, sejujur-jujurnya guru, sesakti-saktinya guru dll, adalah guru sejati atau sejatining guru.

Dan hidup itu, suci, suci itu bukan bentuk atau warna, suci itu rasa yang bersih atau murni, murni itu, tak tercampuri oleh apapun, dan tidak bisa dicampuri dengan apapun.

Artinya;
Siapapun Anda. Khususnya para pemegang buku Pelajaran Laku Spiritual Hakikat Hidup Kunci The Power atau Para Kadhang Didikan saya dimanapun berada, yang sudah sampai di Pelajaran Pengenalan Guru Sejati ini alias sedang Patrap Laku Sabdo Sejatine Sateriyo. Yang tak lain dan tak bukan, adalah laku untuk menemui Guru sejati, agar supaya tahu detilnya, bukan cuma tahu nama namun tak tahu wujud rupanya.

Suka tidak suka dan mau tidak mau. Sudah harus bersih hatinya. Sudah harus murni lakunya, jika tidak, sekeras apapun saya membimbing, jangankan manunggal, mendekati saja, akan menjadi mustahil, sebab suci itu, tidak bisa di campuri atau tercampuri oleh apapun itu…

Maksudnya…
Walaupun saya memaksakan diri, untuk membisakan yang saya bimbing, jika hatinya masih ada kebencian, sirik, iri, dengki, dendam. Anda tidak akan pernah bisa berhasil menemui Guru Sejati atau Hidup, yang tersabda sebagai Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi. BERSAMBUNG KE BAGIA KEDUA…

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasih Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Dzat Maha Suci:


19453169_328100080969386_8095570933186672550_o

Dzat Maha Suci.
(Wejangan intisaripati tanpa tedeng aling-aling).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Madiun Jatim. Hari Kamis. Tanggal 15 Juni 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian…
Apa yang Anda ketahui tentang istilah TITIK dalam ILMU MA’RIFATTULLAH/MENGTAHUI ATAU MENGENAL TUHAN…..???

Sumonggo… Silahkan Saudara/saudariky menentukan sipat dan sikap dengan menggunakan akal, bukan okol, sebagaimana Dzat Maha Suci seringkali firmankan, bahwasannya Dia Murka kepada Manusia yang tidak menggunakan Akalnya untuk berfikir.

Mengenal/mengetahui Dzat Maha Suci terlebih dulu. Apa beribadah dulu, baru berusaha mengenal/mengetahui Dzat Maha Suci. Atau…

Dzat Maha Suci berfirman dalam syuratan al-qitab, yang artinya;
“ Barang siapa berharap kepada selain AKU, berarti tidak mengenal-KU.
Barang siapa tidak menegenal-KU, berarti tidak mengabdi kepada-KU.
Barang siapa tidak mengabdi kepada-KU, maka berarti menjadi wajiblah kemurkaan-KU. Barang siapa takut kepada selain AKU, halal baginya pembalasan-KU “

Dalam berfirmannya yang lain;
“ Barang siapa berharap kepada selain-Ku, berarti dia tidak mengenal-Ku, barang siapa tidak mengenal-Ku, berarti tidak mengabdi kepada-Ku, Barang siapa tidak mengabdi kepada-Ku, berarti telah melukai-Ku. Karena itu, dia yang Mengagungkan selain-Ku sebenarnya telah melukai dirinya sendiri.”

Belajar Memahami/Mengenal;
Dzat Maha Suci itu, bukan bentuk dan wujud serta warna. Dzat Maha Suci itu, Rasa Sejati-Sejatinya Rasa. Rasa Sejati-Sejatinya Rasa itu. Suci. Suci itu, tak tercampuri oleh apapun (rasa murni).

Dzat Maha Suci itu memiliki nama seluas dunia dan sebanyak isi dunia. Tuhan. Allah. Awloh. Gusti. Rahman. Rahim dll.

Dzat Maha Suci itu, bukan di barat atau di timur, bukan pula di selatan atau utara, dan bukan diatas atau di bawah, dimanapun kita menghadap, di situlah wajah-Nya.

Dzat Maha Suci itu, bukan dan tidak berada di suatu tempat yang nan jauh disana, melainkan di setiap diri yang tidak berjarak, sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita.

Dzat Maha Suci itu, milik semua sekalian alam semesta dan segala isinya, bukan milik suatu golongan tertentu. Dan mengenalnya/mengetahui Dzat Maha Suci, adalah hak dan kewajiban bagi seluruh alam semesta dan segala isinya. Jadi, tak perlu berdebat dan berebut.

Dzat Maha Suci tidak mempersulit siapapun yang ingin mengenal/mengetahuinya. Jadi, jangan mempersulit diri sendiri. Cukup dengan…

IMAN;
Pasrah kepada Dzat Maha Suci.
Menerima keputusan Dzat Maha Suci.
Mempersilahkan Dzat Maha Suci.
Merasakan Dzat Maha Suci.
Menebar Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci.

Semua dan segalanya itu. Berasal dari Dzat Maha Suci. Semua dan segalanya itu. Milik Dzat Maha Suci. Semua dan segalanya itu. Akan kembali hanya kepada Dzat Maha Suci.

Tidakkah hal ini terpikirkan oleh logikan kita……?! Akal kita…..?! Wahai orang-orang pintar dan cerdas…!!!

Dzat Maha Suci inilah yang di sebut Tuhan dan di nama Allah-Awloh-Gusti-Hyang Widi dll. Mengenal/mengetahui Dzat Maha Suci. Sesungguhnya berada di lembah/dimensi/rumah/singgasana/tempat-nya Dzat Maha Suci. Maka; keluarlah dari kotak, lepaslah sandal dan tanggalkan busana-mu, karena semua itu adalah mahkota mayang kara ( lambang bayangan semu). Barang Baru. Palsu pula.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Kunci Keno Kanggo Opo Wae. Waton Ora Tumindak Luput:


19149122_323269388119122_8565839663238038582_n

Kunci Keno Kanggo Opo Wae. Waton Ora Tumindak Luput.
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Banyuwangi Jatim. Hari Jumat. Tanggal 23 Juni 2017

Kunci Keno Kanggo Opo Wae. Waton Ora Tumindak Luput. Begitulah Sabda Romo Semono Sastrohadijoyo. Yang artinya. Kunci bisa untuk apa saja. Asal tidak berbuat salah.

Para kadhang kinasihku sekalian, apapun alasannya, kita tidak bisa terlepas dari yang namanya tradisi adat istiadat, karena, hal itulah, yang membedakan kita sebagai manusia hidup, dengan mahluk lainnya, seperti hewan, tumbuhan dll.

Terkecuali jika dunia ini di perbarui semua penataannya dari segalah halnya.

Selain itu, tradisi adat istiadat, adalah warisan para leluhur kita, yang tak ternilai harganya, yang pantas kita jaga dan kita lestarikan, sebab di dalamnya, terkandung banyak makna, yang bisa kita pelajari sebagai ilmu pengetahuan.

Berkunjung ke keramat/makam/kuburan keluarga, yang lebih di kenal dengan istilah ziarah atau nyekar atau napak tilas, di hari-hari tertentu. Khususnya hari raya yang beberapa saat lagi akan kita jumpai di bulan ini.

Adalah salah satu tradisi adat, yang sejak jaman dulu, di lakukan oleh para leluhur pendahulu kita, selain untuk mengenang, mengingat, membersihkan dan merawat tempat persemayaman terakhir orang yang berati dalam kehidupan kita, dari sisi lain, kita bisa bercermin, bahwasannya, sehebat apapun kita, kelak, kitapun akan mengalami hal yang sama.

Dan dengan alasan tersebut, saya akan membagikan ilmu pengetahuan saya, bab ziarah atau nyekar atau napak tilas, dengan menggunakan Wahyu Panca Ghaib. Berikut ini Tata Caranya;

Langkah Awal;
Siapkan kembang setaman secukupnya, ketika hendak berangkat ke kuburan. Baca Palungguh Pambuko 3X. Dengan Patrapnya.

Palungguh Pambuko;
Sedulur papatku. Lungguho ingkang prayugo. Ragane arso tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikolo. Kanti teguh rahayu slamet. 3X.

Lalu berangkat ke pemakaman dengan sikon jiwa raga bersih dan membawa kembang setaman, jika sudah terlalu lama tidak mengunjungi makam, bawalah alat untuk membersihkan tempatnya.

Langkah Kedua;
Ketika sampai di kuburan, hendak memasuki area pemakaman, di gerbang masuk kuburan. Berhentilah sejenak, lalu, mintalah ijin dan ridha kepada Dzat Maha Suci, seperti dibawah ini;

(Romo… Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Heru Cokro Semono. Kulo nyuwun pangestu lan pengayoman. Ugo sedoyo ingkang kulo aturaken. Sageto kelaksanan. Kanti teguh rahayu slamet).

Lalu melangkah masuk ke area kuburan menuju makan yang di maksud.

Langkah Ketiga;
Setibanya di kuburan yang di maksud, duduklah dengan sopan di samping barat makam, sehingga posisi kita bisa menghadap ke arah timur, lalu,,, ketuklah makam itu tiga kali, dengan menggunakan lima jari telapak tangan kanan, lalu,,, ucapkan salam seperti contoh dibawah ini.

Misalkan yang di kunjungi makam bapak saya sendiri bernama matsalim;
(Rahayu… Bapak Matsalim, saya toso wijaya anakmu, datang mengunjungimu, untuk mengingat dan mengenangmu dengan Wahyu Panca Ghaib).

Langkah Ke’empat;
Patrap Mijil Sowan 1X.
Asmo sejatinta disebut… Jeneng siro mijilo. Panjenengan ingsun. Kagungan karso. Arso sowan ingarsaning bapak matsalim sejati. Reksanen murih kelaksanan kang dadi sediyane. Kanti teguh rahayu slamet

Lalu Paweling 3X.
Siji-siji. Loro-loro. Telu-telonono.
Siji sekti. Loro dadi. Telu pandito.
Siji wahyu. Loro gratrahino. Telu rejeki.

Langkah Kelima;
Bersemedilah menerapkan Wahyu Panca Laku, rasakan dan rasakan terus,,, lebih dalam, lebih dalam lagi, hingga berhasil menemukan rasanya Wahyu Panca Laku dari awal hingga akhir, lalu ambil kembang setamannya. Dan bacakan Kunci 7x. Setiap selesai membaca sekali, tiup ke kembang setaman, setelah selesai 7x baca kunci dan meniup kembang setaman 7x pula, lalu taburkan kembang setaman itu, diatas makam, dari arah selatan ke utara.

Langkah Ke’enam;
Lalu bersihkan sekitar kuburan itu, jika terlihat kotor atau banyak rumputnya dll, setelah selesai. Lalu baca Palungguh Panutup 3X dengan Patrapnya;

Palungguh Panutup;
Asmo sejatinya di sebut… Lungguho ingkang prayugo. Ragane arso tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikolo. Kanti teguh rahayu slamet.

“PERINGATAN”
Artikel ini. Hanya berlaku untuk Para Putero Romo, yang belum menguwasai Laku Patrap Menyempurnakan ruh/roh.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Jalan awal mengenal Dzat Maha Suci Tuhan/Allah:


Jalan awal mengenal Dzat Maha Suci Tuhan/Allah:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes. Hari Kamis. Tanggal 8 Juni 2017.

Dari WEB;
Tidak hidup aku, hanya Dzat Maha Suci yang hidup, tidak mengetahui aku hanya Dzat Maha Suci saja yang mengetahui, tidak mendengar aku hanya Dzat Maha Suci yang mendengar, tidak melihat aku hanya Dzat Maha Suci yang melihat, tidak berkuasa aku hanya Dzat Maha Suci yang berkuasa, tidak berkehendak aku hanya Dzat Maha Suci yang berkehendak Tidak berkata-kata aku hanya Dzat Maha Suci saja yang berkata-kata. Dialah sebenar-benarnya bagi segala-gala dan semusnya. Aku berasal dari-Nya. Aku milik-Nya dan hanya akan kembali kepada-Nya saja.
Ttd
Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.

“Barang siapa yang mengenal dirinya maka kenallah ia dengan Tuhan-Nya”

Itulah sanepan atau filosofi paling terkenal bin populer di kalangan para pencari Tuhan. Namun… Disepanjang sejarah spiritual, mengertikah? pahamkah? tahukah? Akan maksud dari hal itu…!!! He he he . . . Edan Tenan.

Mari kita belajar mengerti dan memahami bersama saya Wong Edan Bagu, pada kesempatan kali ini, saya akan menguraikannya untuk yang ketiga kalinya.

Para Kadhang Kinasihku sekalian…
Karena Tuhan itu adalah Dzat Maha Suci, dan suci itu adalah murni, yang tidak bisa di campuri dan tercampuri oleh apapun, kecuali dengan suci lagi. Maka dalam ajaran agama, tersebut ilmu tasawuf (Tasawwuf) atau (Sufisme).

Tasawuf atau sufisme adalah, ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membersihkan hati, membangun lahir dan bathin, serta untuk memperoleh kesucian, agar bisa mencampuri Suci-nya Dzat hyang maha suci itu.

Karena Tuhan itu maha membolak balikan hati, maksudnya, hati baik bisa di robah-Nya menjadi buruk dan hati buruk bisa di robah-Nya menjadi baik.

Lalu tersebutlah dalam agama ilmu tauhid, yang artinya keyakinan mutlak, maksudnya keyakinan yang kuat terhadap Tuhan, tanpa goyah oleh apapun dan tanpa sedikit pun takut dan ragu.

Al-qitab mengatakan;
“Saksikan yang banyak pada yang satu”.
“Dan Saksikan yang satu pada yang banyak”

Adapun makna kita saksikan yang banyak kepada yang satu. Adalah dengan kita melihat dan menyakini bahwa semua perbuatan dan perlakuan diatas alam semesta ini, adalah datang dari pada yang satu yaitu perbuatan Dzat Maha Suci semata-mata.

Adapun makna kita saksikan yang satu pada yang banyak. Adalah dengan kita melihat dan meyakini bahwasanya perlakuan Dzat Maha Suci lah, yang menghasilkan atau menimbulkan perlakuan serba beraneka ragam diatas alam dunia ini.

Wong Edan Bagu mengatakan;
Galilah rasa yang meliputi tubuhmu. Karena di dalam tubuhmu. Ada firman Tuhan. Yang dapat menjamin jiwa ragamu, lahir bathinmu, hidup matimu dan dunia akheratmu. (Masih ingat kan? Dengan kata-kata saya ini yang sering saya gembar gemborkan di tahun 2015-2016 yang telah berlalu).

Kenapa WEB katakan itu…?!.
Karena Apapun alasannya, manusia itu, tidak mudah bisa percaya, jika tidak ada bukti bin menyaksikan dengan kepalanya sendiri. Sebab itu, marifatullah, yang berarti mengenal atau mengetahui Tuhan, di wajibkan bagi tauhid.

“Barang siapa yang mengenal dirinya maka kenallah Tuhanya”

Maksudnya, dengan mengenal diri, maka kita dapat mengenal Tuhan. karena rahasia tuhan itu ditanggung oleh setiap diri manusia hidup.

Jadi,,, mengenal Tuhan itu, hendaklah dengan mengenal diri sendiri terlebih dulu. Dan cara untuk mengenal diri. Adalah; Menggali rasa yang meliputi tubuhmu. Karena di dalam tubuhmu. Ada firman Tuhan. Yang dapat menjamin jiwa ragamu, lahir bathinmu, hidup matimu dan dunia akheratmu.

Dan firman yang ada di setiap diri manusia hidup yang di maksud oleh Wong Edan Bagu. Adalah; Wahyu Panca Ghaib. Wahyu artinya Perberian langsung dari Tuhan. Panca itu Lima. Ghaib itu roh/tuh, (lima ruh/roh pemberian Tuhan secara langsung). sejak awal manusia itu diciptakan. yang dalam istilah jawanya lebih di kenal dengan sebutan sedulur papat kalima pancer.

Hanya dengan cara menggali rasa yang meliputi seluruh tubuh kita sendiri, kita akan mengetahui Wahyu Panca Ghaib yang sesungguhnya adalah isi dari wujud kita sendiri, kalau kita sudah mengetahui ini, kita akan sadar, bahwa sesungguhnya, kita tidak bisa apa-apa jika tanpa lima ruh/roh yang Tuhan berikan secara langsung kepada kita. sejak awal kita diciptakan.

Dan dengan menggunakan kesadaran akan lima ruh/roh pemberian Tuhan secara langsung inilah, kita bisa tahu. Tuhan itu apa? bagaimana? dan dimana?

Melalui jatidiri kita sendiri, secara kasat mata dan dengan mata kepala kita sendiri, bukan katanya apapun dan siapapun. Ingat…!!! Ini bukan dogma, melainkan hasil pengetahuan laku spiritual pribadi saya, yang saya pertemukan dengan isi al-qitab yang pernah saya pelajari, ternyata tepat, sama, persis. Tapi jangan Percaya jika Anda Belum membuktikannya sendiri.

Tuhan berfirman;
Ya Muhammad….
Aku jadikan alam ini karena engkau dan Aku jadikan engkau karena Aku, maka engkau inilah sebenar-benar Rahasia. Aku dan engkau itu tiada lain daripadaKu.

1. Martabat AHDAH:
-Sifat Nafsiah > Wujud
-Sifat Salbiah > Qidam, Baqa’, Mukhalafatulilhawadis, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniah. Adalah Dzat Tuhan/Allah yang ada pada diri kita.

2. Martabat WAHDAH:
-Sifat Ma’aniy > Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam. Adalah (ruh idhofi), rasul atau utusan Tuhan/Allah yang ada dalam diri kita.

3. Martabat WAHIDIAH:
-Sifat Ma’nawiyah > Qodirun, Muridun, Alimun, Hayun, Sami’un, Bashirun, Mutakalimun. Adalah jasad kita. ADAM, Asal Dumadi Ananing Manungsa.

KESIMPULAN PERTAMA;
Berarti Hakekat Allah/Tuhan. Adalah hidup tiada mati. Hakekat rasul. Adalah Haq diri Allah/Tuhan. Hakekat Adam. Adalah tiada diriku Allah/Tuhan yang ada.

Intinya;
Mengenal diri dan mengenal akan asal kejadian diri adalah jalan dasar atau awal untuk mengenal Dzat Maha Suci Tuhan/Allah. Dan 20 Sifat atau Sifat 20 Bawah inilah. Biografi JatiDiri Kita Sebagai Manusia Hidup Yang Sesungguhnya.

Sifat 20;
1. Wujud-Tubuh kita,
2. Qidam-Daging kita,
3. Baqa’-Tulang kita,
4. Mukhalafatu lilhawadis-Urat kita,
5. Qiyamuhu Binafsihi-Dzat dan Sifat kita,
6. Wahdaniah-Hati kita,
7. Qudrat-Kaki kita,
8. Iradat-Sumsum kita,
9. Ilmu-Pengetahuan kita,
10. Hayat-Hidup kita,
11. Sama’-Telinga kita,
12. Bashar-Mata kita,
13. Kalam-Lidah kita,
14. Qodirun-Sulbi kita,
15. Muridun-Otak kita,
16. Alimun-Jantung kita,
17. Hayyun-Darah kita yang hidup,
18. Sami’un-Empedu kita,
19. Bashirun-Limpa kita,
20. Mutakallimun-Lidah kita.

Hakikat Sifat 20;
1. Wujud= jasad insan Sifat-KU, menjadi tanggungan didalam dunia.

2. Qidam= Ruh Jasmani kulit-KU, meliputi sekalian alam.

3. Baqa’= Ruh Ruhani daging-KU, tanggungan rahsia didalam diri.

4. Mukhallafatuhu Lil Hawadith= Ruh Nabati darah-KU, meliputi alam diri.

5. Binafsihi= Ruh Insani nafas-KU, jadi ucapan didalam diri.

6. Wahdaniat= Ruh Rabbani hati-KU, jadi ilmu didalam diri.

7. Qudrat= Ruh Qudus urat putih-KU, yang tidak berdarah, berjalan disetiap diri.

8. Iradat= Ruh Kahfi tulang-KU, asal jadi kekuatan alam sendiri.

9. Ilmu= Ruh Idhafi asal mula-KU, jadi nyata didalam cermin Haq diri.

10. Hayat= Ruh Nurani urat-KU, yang meliputi tubuh aku yang hidup sendiri.

11. Sama’= besi Kursani pendengaran-KU, asal semula jadi sekalian alam diri.

12. Bashar= pancaran Manikam kalam-KU, AKU berkata-kata dengan sendiri.

13. Kalam= Ruh mutu Manikam-KU, menzahirkan perkataan diri di alam dunia.

14. Qadirun= Wujud Manikam tali Ruh-KU, Kunhi Dzat dengan sifat-KU.

15. Muridun= Ilmu Allah badan-KU, asal mula jadi Kalimah didalam diri.

16. Alimun= Derajat Àllah kebesaran-KU, asal mula jadi duduk didalam otak yang putih.

17. Hayyun= suci-KU, kalimah asal mula jadi alam diriku.

18. Samiun= Dzat Sifat-KU, Wahdah didalam kalimah iman diriku.

19. Bashirun= Rahasia nyawa-KU, dengan badan Wahidah bersama Dzat dan badan tidak bercerai dunia akhirat.

20. Mutakkalimun= Ghaib didalam ka’bah Arasy yang putih didalam kalimah Ma’rifatullah.

KESIMPULAN KEDUA;
Berarti yang dikatakan “Rahasia Muhammad” itulah yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran 5 Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “LAA” yaitu ; Wujud, Qidam, Baqa’, Mukhallafatuhu Lil Hawadith, Qiyamuhu Ta’ala Binafsihi.

Dan yang dikatakan “Nyawa Muhammad” itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran 6 Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILAHA“ yaitu ; Sama’, Bashar, Qalam, Sami’un, Bashirun, Mutakallimun.

Dan yang dikatakan “Hati Muhammad” itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran 4 Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILLA“ yaitu ; Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat.

Dan terakhir yang dikatakan “Tubuh Muhammad” itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ALLAH“ yaitu ; Qadirun, Muridun, Alimun, Raji’un Wahdaniat.

Maka inilah yang sebenar-benarnya dan nyata senyata-nyatanya, bukti kenyataan tajalli Allah/Tuhan (tempat Tuhan berkelakuan) pada Manusia.

Tajalli Hayat Allah kepada Ruh Muhammad maka Insan itu hidup dengan sendirinya..

Tajalli Ilmu Allah kepada Hati Muhammad maka Insan itu tahu dengan sendirinya..

Tajalli Qudrat Allah kepada Tulang Muhammad maka Insan itu kuasa dengan sendirinya..

Tajalli Iradat Allah kepada Nafsu Muhammad maka Insan itu berkehendak dengan sendirinya..

Tajalli Sama’ Allah kepada Telinga Muhammad maka insan itu mendengar dengan sendirinya..

Tajalli Bashar Allah kepada Mata Muhammad maka Insan itu melihat dengan sendirinya..

Tajalli Kalam Allah kepada Mulut Muhammad, maka Insan itu berkata dengan sendirinya. Semoga Bermanfaat. Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://plus.google.com/+WongEdanBaguPRTP

Sya’ir Kelana Wong Edan Bagu:


Presentation1 copy

Sya’ir Kelana Wong Edan Bagu.
Karya:
Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Pemalang Jateng. Hari Jumat. Tanggal 2 Juni 2017.

Duh…
Hyang Dzat Maha Suci.
Sesembahanku yang tiada duanya. Sudah sulit ku bedakan.
Antara hidup dan mati.
Antara merdeka dan siksa di dunia ini.

Setiap nafas dan langkah ku raja derita.

Duh…
Hyang Dzat Maha Suci.
Sesembahanku yang tiada taranya.
Buka matamu dan saksikan derita ku. Telah kau kalahkan ego dan aku-ku.

Dengan tangan perkasamu yang maha perkasa.

Kini angan-anganku pun hitam gelap.
Segelap bola mataku…

Letih sudah kaki-ku menelusuri lembah bumi dunia ini. Seletih usiaku yang telah senja…

Namun mengapa perjalananku tidak kunjung usai.

Perih luka ternyata jauh lebih perih jiwaku yang merindu…

Gemulung halimun menutup jalan semua jalan yang kulalui…

Tapi aku masih tetap ingin pulang.

Duh…
Hyang Dzat Maha Suci kampung halamanku…

Jangan kau peluk tubuhku dalam perjalanan yang tak bertepi.

Jangan kau hiasi mestakaku dengan mahkota mayang kara.

Kembalikan masa balitaku kedalam jiwaku…

Kembalikan masa bocahku kedalam kehidupanku…

Hanya rindu yang meratapi dosa-dosa busuk masa laluku.

Satu persatu orok dosa masa laluku mengering sudah.

Satu persatu kebenaran nyata masa datang terasa jelas dan terlihat benderang.

Terima kasih Duh….
Hyang Dzat Maha Suci sesembahaku.

Puja-Puji syukurku…
Kan selalu kulantunkan seiring gerak tubuh dan keluar masuknya napasku yang atas kehendak-Mu.
Ttd:
Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://plus.google.com/+WongEdanBaguPRTP