Satu Lagi Konsultasi WEB dengan Tiga Orang yang Bermasalah Soal Hutang: (Kisah Nyata).


Satu Lagi Konsultasi WEB dengan Tiga Orang yang Bermasalah Soal Hutang:
(Kisah Nyata).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Senin. Tanggal 26 Maret 2018.

No. 1. Ass…
Kang Tolong terawangkan nomer Hongkong untuk nanti malam berapa.

Wong Edan Bagu;
Salam Rahayu saudaraku, mohon maafkan, saya bukan ahli terawangan, saya hanya orang bodoh yang sudah bertaubat dan sedang beriman hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan saya.

Serius kang, lagi kepepet kebutuhan nih, tolong sekali saja.

Wong Edan Bagu;
Dan mohon maafkan juga, saya tidak bisa, jujur saya katakan, saya tidak bisa, seandainya saya bisa nerawang, akan saya gunakan untuk nerawang Tuhan, bukan nomer Hongkong.

Nanti malam berapa kang nomer Hongkongnya. Buat bayar hutang.

Wong Edan Bagu;
Buat bayar hutang…!!!
Bayar hutang nunggu dapat nomer dari Hong Kong…?!

Wow…
Makanya, kalau tidak punya kemampuan untuk bayar hutang, tidak usah hutang saudaraku, tidak punya yang bisa di andalan untuk bayar hutang, kok ngutang, sampaean ini bagaiamana to mas…

BerTaubat lah saudaraku, lalu ber Iman lah hanya kepada Dzat Maha Suci hidup, semua masalah mu akan terselesaikan, termasuk hutang yang Panjenengan maksud.

Semakin kau mengejar nomer Hongkong, semakin sulit saudaraku akan membayar hutang, bahkan akan bertambah masalah baru.

Ada jalan untuk bisa membayar hutang dari saya, yaitu; bertaubat lalu beriman dengan agama yang Panjenengan yakini, gratis, nama baik tidak tercoreng, mendapatkan pahala langgeng yang dapat di wariskan ke anak cucu lagi.

Dua hari kemudian;
Nyuwun arto njenengengan angsal kang.

Wong Edan Bagu;
Angsal, jangankan uang, nyawa saya saja, jika ada yang mau, dan memintanya, saya berikan, namun saya mau tahu dulu, minta uang untuk apa..?!

Untuk bayar hutang, benar-benar kepepet ni kang, tolong Nanti malam berapa kang nomer Hong kong nya. Buat bayar hutang.

Wong Edan Bagu;
Heeemmm… Nomer Hong Kong lagi.

BerTaubatlah saudaraku, lalu berImanlah hanya kepada dzat maha suci Tuhan, saya jamin, semua masalahmu akan terselesaikan, semua hutangmu akan terlunasi, tanpa meminta minta kepada saya, tanpa pusing meramal nomer Hong Kong, selain gratis, berkahnya bisa di wariskan ke anak cucu hingga akhir jaman.

Baiklah… Begini saja, bertaubatlah dari nomer Hong Kong itu, lalu berImanlah hanya kepada Tuhan, jika setelah bertaubat dan beriman, kok tidak bisa membayar hutang, saya yang akan membayar semua hutang-hutangmu.

Mari kita berTaubat saudaraku, lalu berIman hanya kepada Tuhan, serahkan semua dan segalanya hanya kepada Tuhan, terimalah apapun keputusan Tuhan, lalu persilahkan Tuhan untuk mengambil alih semua beban masalahmu.

Percayalah, saya sudah membuktikannya, semua dan segalanya tentang mu, akan selesai dan teratasi dengan sangat indah, bahkan jauh lebih indah dari yang kau inginkan, jika tidak terbukti, saya yang akan membuktikannya.

Lalu putus, sampai sekarang tidak ada kelanjutannya…

No. 2. Ki…
Saya kepepet hutang rentenir, yang setiap bulannya, ada Bungan yang selalu bertambah jika tidak segera di lunasi, tolong saya Ki…

Minta nomer Singapura untuk nanti malam, yang akan keluar berapa…?! Untuk bayar hutang Ki. Sungguh tolonglah saya yang sedang dalam kesulitan ini dengan cinta kasih sayang mu.

Wong Edan Bagu;
Rahayu…3x. Rahayu selalu untuk.panjenengan saudaraku, itu pasti, sangat pasti saya akan menolong mu dari himpitan hutang rentenir itu.

Mulai sekarang, marilah bertaubat bersama saya, lalu beriman hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan, biyarkan Dzat Maha Suci Tuhan yang akan menulasi hutang mu, kau cukup bertaubat dan beriman saja, saya akan menuntun mu dengan cinta kasih sayang dan gratis.

Selanjutnya, tidak ada kelanjutannya lagi. Putus dan berhenti sampai di situ.

No. 3. Salam Rahayu Mbah… Kata yang seorang. Assalamualaikum Pak… Kata yang seorang lagi. Yang satunya manggut-manggut sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dan yang seorang lagi, nun sewu… Sambil duduk.

Kami berempat datang kesini, dengan maksud mau minta rejeki pak…

Wong Edan Bagu;
Mau minta rejeki…?! Sek-sek-sek, coba ceritakan bagaimana kronologinya, kok ujug-ujug datang ke gubug jenggolo manik, kok minta rejeki.

Kami berempat, sedang terlilit hutang pak, sikon nganggur, tidak ada pemasukan, kebutuhan sehari-hari harus ada, bahkan diantara kami, ada yang rumah dan pekarangannya mau di jabel untuk bayar hutang pak.

Wong Edan Bagu;
O… Jadi, karena itu, panjenengan berempat datang menemui saya untuk minta rejeki…?!

Iya benar pak, rejeki lewat togel, tolong beri kami nomer togel untuk nanti malam pak, buat bayar hutang, kami benar-benar bingung harus bagaimana.

Wong Edan Bagu;
Apakah harus nomer togel…?!
Bagaiamana jika ada cara lain, selain nomer togel.

Sudah tidak ada cara lain pak, seperti semua cara sudah kami lakukan, sampai-sampai, kami masuk Gowa dan nepi di kuburan mencari nomer togel. Tapi belum juga ada hasil…

Wong Edan Bagu;
Siapa bilang sudah tidak ada cara. Saya punya jalan dan cara untuk panjenengan berempat, supaya bisa membayar hutang dan mendapatkan modal untuk usaha.

Jalan dan caranya pak…?!

Wong Edan Bagu;
Jalannya, bertaubatlah, tinggalkan nomer togel itu, kembalilah ke agama yang kalian yakini. Lalu berImanlah hanya kepada Tuhan mu, Tuhan yang kau yakini dalam agama mu. Dengan cara laku murni menuju suci.

Selain bisa bayar hutang dan punya modal untuk usaha, berkahnya bisa kalian wariskan ke anak cucu hingga tujuh keturunan, bahkan sampai akhir jaman.

Si 1 berkata; Saya nganggur total pak, mana mungkin bisa dapat uang untuk bayar hutang dan modal usaha…!!!

Wong Edan Bagu;
Saudaraku…
Tuhan adalah maha segalanya, tiada yang mustahil baginya, mari kita buktikan bersama seberapa hebat kekuasaan Tuhan yang kau kita yakini selama ini, dengan cara bertaubat dan sistem beriman.

Si 2 ikut berkata juga;
Sepertinya tidak mungkin, hanya dengan berdoa tanpa iktiyar bekerja bisa mendapat kan uang untuk bayar hutang dan modal usaha.

Wong Edan Bagu;
Siapa yang bilang hanya berdoa tanpa iktiyar berdoa…?!

Taubat itu bukan doa, iman itu bukan pengangguran, bertaubatlah saudaraku, dari keraguanmu tentang kuasa Tuhan, yang membuat mu bermasalah itu dan ini, karena kau meragukan kekuasaan Tuhan yang kau yakini selama ini.

Si 3 menyambung kata-kata;
Kami tidak meninggalkan agama kami pak, kami tetap beribadah menjalankan perintah agama, walau pun kadang kala, karena sedang di tuntut kebutuhan, kami hanya beriktiyar melalui nomer togel itu, hasilnya, kami tetap percaya kalau itu dari Tuhan.

Wong Edan Bagu;
Untuk apa dan apa gunanya panjenengan berIbadah, kalau iktiyarnya mencari nomer togel, apakah agama mu mengajar iktiyar mencari nomer togel…?!

Si 4 ikut angkat bicara;
Maafkan kami pak, kami cuma butuh nomer togel untuk bayar hutang, bukan yang lainnya.

Wong Edan Bagu;
Baiknya, titik masalahnya, berati kan hutang yang harus di bayar. Iya kan…?!

KeEmpatnya menjawab serempak. Nggeh…

Nah…
Sekarang, bertaubatlah dari iktiyar itu, berhentikan mengejar nomer togel, tidak ada yang akan panjenengan dapatkan dari nomer togel itu, selain bertambahnya masalah-masalah lainnya.

Sebab karena itu, bertaubatlah, lalu berImanlah sesuai keyakinan masing-masing dengan cara Laku Murni Menuju Suci, nanti cara-caranya saya bimbing, saya tuntun, gratis, tidak dipungut biaya apapun.

Jika setelah berTaubat dan berIman hanya kepada Tuhan dengan cara Laku Murni Menuju Suci, kok panjenengan berempat tidak bisa membayar hutang. Saya yang akan membayar hutang-hutangnya panjenengan berempat.

KeEmpatnya lalu berpamitan pulang dengan wajah kecut/asem, dan saya lepaskan kepergiannya mereka berempat dengan tetesan air mata cinta kasih sayang yang di iringi kalimat. Silahkan di pikir dan di renungkan ya. Jika iya, datanglah lagi, dan saya akan membimbing panjenengan berempat.

Selanjutnya…
Hingga sekarang tidak ada sambungan kelanjutannya.

Tuhan… Sudah sebegini parahkah hamba-hamba-Mu, saudara saudara-ku yang masih menghuni dunia ini…?! Sehingga mereka tidak mendengan cinta kasih sayang-Mu yang saya sampaikan melalui lisan ku ini. Sehingga mereka tidak melihat cinta kasih sayang-Mu yang saya tawarkan dengan kata Taubat dan Iman.

Inikah tanda-tanda pembersihan yang akan segera Engkau lakukan dewasa ini, untuk mensterilkan surga-Mu.

Heeeemmmm…..
Gusti Pangeran Diponegoro Numpak’e Jaran Mlayune Ngetan Se Paran-paran kejegurrrr Jurang. He he he . . . Edan Tenan. Aku tetep Ra Po Po.

Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Konsultasi WEB dengan Tiga Orang yang Bermasalah: (Kisah Nyata)


Konsultasi WEB dengan Tiga Orang yang Bermasalah:
(Kisah Nyata)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Senin. Tanggal 26 Maret 2018.

(1) Masalah Tentang Bisnis;
Pak WEB, bisnis saya, selalu jatuh bangun, tidak pernah lancar, selalu saja ada kendala dan hambat, semua bentuk iktiyar bathin sudah saya lakukan. Mulai dari berdoa sendiri hingga ke petuah/petunjuk para sesepuh dan ulama bahkan dukun dan paranormal.

Sekarang bisnis saya gagal total, tinggal satu order lagi pak WEB, yang kemungkinan besarnya, bisa memulihkan kebangkrutan bisnis saya jika berhasil, kalau tidak, hancurlah semua aset bisnis saya ini.

Tolong pak WEB, bantu saya agar berhasil meraih order yang satu ini, saya sudah capek dan lelah dengan semua bentuk iktiyar lahir maupun bathin yang tiada hasilnya.

Wong Edan Bagu;
Dengan iman saya akan menuntun mu kembali kepada Sang Empunya segala masalah, namun dengan catatan, panjenengan harus berTaubat, lalu berIman hanya kepada-Nya.

Karena hanya dengan itu, sebagai manusia hidup yang telah lebih dulu mengerti, memahami, mengetahui dan mengenal Dzat Maha Suci, saya mempunyai tanggung jawab untuk memberitahu dan menuntun kepada-Nya.

Kalau tidak mau berTaubat lalu berIman hanya kepada-Nya, sungguh saya tidak punya kuasa apapun, sebab, sebelum panjenengan bertaubat dan beriman kepada-Nya, panjenengan masih menjadi urusan-Nya, dan saya tidak bisa ikut campur urusan-Nya.

Kalau saya paksakan juga, karena kasihan, atau karena di bayar, berArti saya cawe-cawe, maksudnya ikut campur urusan Dzat Maha Suci, sedangkan saya, hanya lah manusia bodoh yang sudah berTaubat dan berIman kepada-Nya, jadi, tidak bisa apa-apa. Maafkan saya.

Namun kalau panjenengan siap berTaubat lalu berIman kepada-Nya, dengan iman, saya siap menuntun panjenengan untuk bisa berhasil dan sukses, karena saya telah lebih dulu mengerti, memahami, mengetahui dan mengenal Dzat Maha Suci, jadi, saya mempunyai tanggung jawab untuk memberi petunjuk dan menuntun mu kepada-Nya.

Baik pak WEB, saya siap, lagi pula, selain usia saya yang sudah lanjut, saya juga sudah capek dan lelah, sudah waktunya saya mempersiapkan diri untuk menghadap kepada-Nya.

Wong Edan Bagu;
Baik dan Bagus… Kalau begitu, gratis untuk panjenengan, tanpa di pungut biaya apapun dan tanpa ritual apapun.

Hapalkan Sabda Hidup tersebut Wahyu Panca Ghaib, kalau sudah hapal, lalu ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.

Di mulai dari “Kunci The Power” level satu sebagai laku menjaga hati. “Kunci The Power” level dua sebagai laku membersihkan hati. Dan “Kunci The Power” level tiga sebagai laku membuka hati.

Setelah tiga level tersebut sudah berhasil panjenengan lampaui, segera datang temui saya, nanti saya akan menuntun panjenengan untuk bisa mengenal Asmo Sejati panjenengan, yang lebih di kenal dengan sebutan guru sejati, yang tak lain dan tak bukan, adalah hidup panjenengan sendiri.

Yang nanti akan menuntun panjenengan bisa bertemu dengan Dzat Maha Suci dan menjamin jiwa raga, lahir bathin, hidup mati dan dunia akherat panjenengan.

Luar biasa pak WEB, terima kasih dan siap saya laksanakan, tapi, kalau saya sudah berhasil sukses, apakah saya juga tidak di perbolehkan memberi sedekah pada pak WEB.

Misalnya memperbaiki jalan dari desa menuju gubug jenggolo manik, supaya kendaraan bisa masuk/parkir di depan gubug jenggolo manik, tidak numpang di rumah warga, atau masang listrik, supaya punya sendiri, biyar tidak lagi nyalur dari rumah warga, sebagai ucapan terima kasih saya yang telah di Tolong…?!

Yang mensukseskan panjenengan itu, taubat panjenengan sendiri, yang menjadikan panjenengan berhasil itu, iman panjenengan sendiri, bukan saya, saya hanya sekedar menunjukan jalannya dan memberitahukan caranya.

Namun kalau niyatnya tulus bersedekah, silahkan-silahkan saja, Asal jangan di kaitkan dengan Laku Murni Menuju Suci.

(2) Masalah Tentang Suami/Istri;
Salam Rahayu bapak WEB, perkenalkan. Nama saya;…. Dari; …. Mohon bimbingannya untuk bisa mengenal Guru sejati, biyar bisa mengenal Dzat Maha Suci, syarat dan Caranya bagaimana Bapak WEB.

Wong Edan Bagu;
Rahayu…3x dan Rahayu selalu untuk panjenengan, semuga Dzat Maha Suci meridhai.

Syaratnya sampai kapanpun tetap sama seperti yang sudah saya kabarkan di internet. Yaitu; berTaubat lalu berIman kepada-Nya. Caranya sampai kapanpun juga masih tetap sama seperti yang saya kabarkan di internet. Yaitu; Miliki Wahyu panca ghaib, lalu ibadahkan dengan Wahyu panca Laku.

Wahyu panca ghaib Dan Wahyu panca Laku itu apa pak WEB…?!

Wong Edan Bagu;
Wahyu Panca Ghaib adalah hidup yang menempati jiwa ragamu, yang bisa menjamin lahir bathinmu, hidup matimu dan dunia akheratmu, sedangkan Wahyu Panca Laku adalah sipat dan sikapnya Hidup mu.

Bacalah detail jelasnya di artikel yang saya sebarkan di internet, di google ada, di blogger ada, di wordpress ada, di Facebook ada, di you tube juga ada, silahkan pilih sendiri, lalu pelajari biyar lebih mengerti, paham dan tahu.

Setelah mengerti, paham dan tahu, lalu cari artikel saya yang berjudul.
PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.
DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Satu. Level Dua dan Level Tiga. Hapalkan Kalimah nya lalu Praktekan sesuai petunjuk yang saya bimbingkan dalam artikel tersebut.

Kalau sudah selesai, datang temui saya, untuk saya kenalkan dengan Asmo Sejati mu, yaitu guru sejati mu, yang nantinya akan menjamin dan menuntun mu sowan/menghadap Dzat Maha Suci.

Terima kasih Bapak WEB.

Wong Edan Bagu;
Kembali kasih Rahayu untukmu selalu untukmu.

(dua bulan kemudian)
Rahayu bapak WEB…

Wong Edan Bagu;
Rahayu selalu untukmu saudaraku…

Saya bingung dan gelisah pak WEB.

Wong Edan Bagu;
Kenapa bingung kenapa gelisah…?!

Istri saya pergi meninggal kan saya ke rumah orang tuanya.

Wong Edan Bagu;
Sudah menjalankan belajar laku murni menuju suci dengan cara Mengibadahkan Wahyu panca ghaib dengan menggunakan Wahyu panca laku…?!

Empat hari yang lalu kmi bertengkar …

Wong Edan Bagu;
Sudah menjalankan belajar laku murni menuju suci dengan cara Mengibadahkan Wahyu panca ghaib dengan menggunakan Wahyu panca laku…?!

Dia mutuskan hubungan kami.

Wong Edan Bagu;
Sudah menjalankan belajar laku murni menuju suci dengan cara Mengibadahkan Wahyu panca ghaib dengan menggunakan Wahyu panca laku…?!

Saya sudah minta maaf lahir batin, tapi tetap keras hati gak mau balikan lagi.

Wong Edan Bagu;
Sudah menjalankan belajar laku murni menuju suci dengan cara Mengibadahkan Wahyu panca ghaib dengan menggunakan Wahyu panca laku…?!

Saya tidak mengerti pak WEB.

Wong Edan Bagu;
Kalau begitu, saya juga tidak mengerti. Maafkan saya ya.

Tolong bimbing saya pak WEB.

Wong Edan Bagu;
Bagaimana saya bisa membimbing, sedangkan Panjenengan tidak mau berTaubat dan berIman kepada Dzat Maha Suci. Bagaimana saya bisa membimbing, sedangkan Panjenengan tidak mau Laku Murni Menuju Suci.

(3) Masalah Tentang Kesehatan;
Rahayu pak WEB, tolong saya pak, saya sedang sakit, sudah iktiyar kemanapun, sampai kehabisan uang untuk biayanya, namun belum juga sembuh, tolong saya pak WEB.

Saya baca di internet tentang kebersihan hati dan ketulusan iman pak WEB, saya krenteg pak WEB pasti bisa di kabulkan oleh Allah dalam menolong kesembuhan sakit saya ini.

Wong Edan Bagu;
Rahayu saudaraku. Rahayu selalu untuk panjenengan. Maafkan saya, seperti yang sudah sering saya kabarkan di internet, saya adalah manusia bodoh yang sudah berTaubat dan berIman hanya kepada Dzat Maha Suci, artikelnya, saya tidak bisa apa-apa jika tanpa Dzat Maha Suci Allah saya.

Kalau panjenengan memerlukan saya yang bodoh ini, sedangkan saya tidak bisa apa-apa jika tanpa Tuhan, maka, bersediakah saudaraku berTaubat dan berIman hanya kepada Dzat Maha Suci Allah…?!

Kalau panjenengan bersedia, maka saya berkewajiban menuntun panjenengan untuk bisa kembali sehat, jika Panjenengan tidak bersedia, saya pun tidak bisa apa-apa, karena saya orang bodoh jika tanpa Allah.

Saya bersedia bapak WEB, syaratnya apa…?!

Wong Edan Bagu;
Syaratnya berTaubat dan berIman.

Caranya pak WEB…?!

Wong Edan Bagu;
Caranya Laku Murni Menuju Suci. Yaitu Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku atau Iman, seperti yang selalu saya kabarkan di internet.

Tidak ada syarat lainnya pak WEB…?! Misal ritual itu ini, sesaji dupa atau mahar uang, seperti yang selama ini saya lakukan dari para orang hebat yang saya datangi untuk minta tolong atas kesembuhan penyakit saya ini.

Wong Edan Bagu;
Selain berTaubat dan Iman. Tidak ada, semuanya gratis dan tanpa ritual apapun.

Oh…
Kalau saya berhasil sembuh dari penyakitnya ini, apakah saya juga tidak di perbolehkan memberi sedekah pada pak WEB, sebagai ucapan terima kasih saya yang telah di Tolong…?!

Wong Edan Bagu;
Yang menyembuhkan penyakit panjenengan itu, taubat dan iman panjenengan sendiri, bukan saya, saya hanya sekedar menunjukan jalan dan memberikan caranya.

Namun kalau mau memberi sedekah, boleh-boleh saja, tapi jangan kaitkan dengan Taubat dan Iman panjenengan di dalam Laku Murni Menuju Suci yang saya bimbingkan.

Sebab Karena, beda urusannya. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Pentingnya Taubat dan Iman yang di Kabarkan Oleh WEB di Internet:


Pentingnya Taubat dan Iman yang di Kabarkan Oleh WEB di Internet:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 24 Maret 2018.

Definisi taubat secara harfiyah. Adalah diambil dari kata “at-taubah” bentuk “isim masdar” yang berarti ar-rujuu’ atau kembali, sedangkan menurut istilah. Adalah kembalinya seseorang ke jalan menuju Tuhan dari jalan yang tidak menuju Tuhan. Alias (Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un).

Adapun Pengertian taubat. Maksudnya adalah. Pengakuan tulus akan penyesalannya atas perbuatan yang menyimpang dari Firman Tuhan yang dilakukannya, dan berniat sungguh-sungguh, tidak akan mengulanginya. Inilah yang disebut dengan taubat yang sebenar-benarnya Taubat dan BerTaubat.

Bukan taubat namanya, jika keburukan sipat dan sikap masa lalu masih di lakukan, walau hanya sekali waktu, atau perbuatan baik dan perbuatan maksiat sama-sama dijalankan, baik secara bersamaan maupun bergantian.

Misalnya, melakukan salat sambil bermain mengutuk seseorang, atau mencuri sambil bersedekah, atau bersemedi sambil membenci, mengfitnah, mengadu domba dll.

Karena Orang yang bertaubat dengan sesungguh-sungguhnya taubat sepenuh hati, tentu tidak akan mengulangi perbuatan buruk sipat dan sikap masa lalu yang pernah dilakukannya.

Namun untuk mengukur kebenaran taubat seseorang itu, merupakan sesuatu yang sangat sulit, sehingga untuk dapat mengetahui ciri-ciri orang yang sungguh-sungguh sudah bertaubat dengan taubat sebenar-benarnya taubat, sangatlah sulit, karena hal ini, urusan masalah antaran hidup si pelaku taubat dengan Tuhan nya.

Oleh sebab itu, taubat memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena perilaku Sipat dan Sikap taubat, akan menghantarkan si pelaku taubat kepada ranah akhlak terpuji yang tidak bisa di rekayasa dan di rekadaya dengan cara apapun, dalam hal ini, yang dapat berperan penting, hanyalah Iman.

IMAN memegang peranan terpenting dalam kehidupan sehari-hari si pelaku taubat, karena jika tanpa iman, kehidupan manusia yang telah bertaubat itu, akan seperti kapas yang diterbangkan angin kian kemari.

Orang yang tidak beriman kehidupannya akan kacau balau tidak terarah, dan selalu di cekam perasaan ragu, hawatir, bimbang dan takut dll, karena dihanyutkan oleh hawa nafsu tanpa ada tujuan yang hakiki/Pasti, terlebih lagi jika seseorang itu telah berTaubat, namun tidak berIman.

Untuk memperbaiki kehidupan manusia yang centang perenang dan hanya menggunakan hukum rimba, diturunkanlah oleh Tuhan yang namanya Iman, karena tidak ada suatu apapun yang bisa menjaga keutuhan manusia dan keberadaannya di muka bumi selain Tuhan itu sendiri, dan Tuhan akan melakukannya jika manusia itu berIman, kalau tidak, ya tidak.

Dengan iman yang diberikan oleh Tuhan itulah, manusia mengetahui bahwa hidup di dalam kehidupan dunia itu memiliki asal usul dan mempunyai tujuan, pada akhir perjalanan kehidupan manusia hidup di muka bumi. (Bab iman ini, sudah teramat sering saya uraikan dalam artikel yang saya sebar di internet).

(2). PENTINGNYA IMAN;
Setiap manusia hidup di dalam kehidupan dunia ini, akan dihadapkan pada seribu satu ragam persoalan masalah kehidupan dunia, karena jalan kehidupan di dunia itu, memang tidak selalu lurus dan datar.

Keberuntungannya pun mustahil selalu berupa kemenangan dan kesenangan “rahmad dan laknad” “karunia dan bencana” “tangis dan tawa” “panas dan dingin” siang dan malam” serta bla bla bla lainnya, itulah kehidupan di dunia, semua perpasangan dan segalanya selalu datang dan pergi silih berganti.

Begitulah kodrat hukum alam dunia yang telah ditetapkan oleh ADzat Maha Suci Tuhan semesta alam seisinya.

Kalau harus saya ibaratkan, kehidupan di dunia ini bagai mengarungi lautan luas.

Sewaktu-waktu dapat terombang-ambingkan oleh badai gelombang, terhempas kesana kemari, dalam pusaran ketidak pastian yang menakutkan.

Menghadapi arus kehidupan yg demikian, masing-masing pastilah menyadari perlunya pemilik tiang pancang sebagai pegangan yang mapan.

Apakah tiyang pancang itu…?!
Tak lain dan tak bukan, adalah IMAN, hanya Iman lah satu-satunya pegangan dalam kehidupan ini, karena hidup adalah Kunci “kumpul Nunggal Suci, jadi,,, tidak ada cara yang lebih baik dan tepat, selain ada apa-apa kunci, tidak ada apa-apa tetap kunci, sebab kehidupan ini kalimat thoyyibah “LAA ILAAHA ILLALLAAH” ( tiada Tuhan selain Allah).

Namun iman hanya bisa di miliki oleh siapapun dengan cara berTaubat, tanpa Taubat, baginya iman itu cukup dengan percaya dan yakin belaka, selebihnya. Hoax.Sebaliknya, taubat tidak akan ada hasilnya jika tanpa iman. Itulah Letak Titik Penting nya Taubat dan Iman yang sering saya sampaikan melalui artikel dan Vidio di internet, yang bisa saya sampaikan kali ini secara ringkas, singkat dan padat.

Semoga bermanfaat guna yang berkah. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Tujuh Ujian Terberat WEB Didalam BerIman Dan Tiga Ujian Terberat WEB Didalam BerTaubat:


Tujuh Ujian Terberat WEB Didalam BerIman Dan Tiga Ujian Terberat WEB Didalam BerTaubat:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Cirebon. Hari Selasa. Tanggal 20 Maret 2018.

Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. Dzat Maha Suci telah berfirman secara tersurat di dalam al-qitab. Yang kurang lebihnya seperti ini artinya;

…Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan ‘Kami Telah beriman’ sedang mereka tidak diuji. (al-‘Ankabût/29:2).

…Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamudan dirimu. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengardari orang-orangyang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang- orangyang mempersekutukan Allah, gangguanyang banyak yang menyakitkanhati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan (Âli ‘Imrân/3 : 186).

…Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (al- Anbiyâ’/21 : 35).

Sejak usia masih bocah, walaupun saya tidak mengetahui bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan saya waktu itu, adalah merupakan langkah awal laku spiritual saya dalam mengenal diri sejati, agar bisa mengenal Dzat Maha Suci yang segala Pengabaran-Nya sedang saya Pikul sebagai Tanggung jawab seorang hamba kepada Tuan-Nya ini ‘sungguh’ saya telah di Uji-Nya.

(1).
Tujuh Ujian Terberat WEB Didalam BerIman yang Pertama;
Di mulai dari tahun 1968nan, ketika itu usia saya baru sembilan tahun kurang lebihnya, saya di fitnah dengan sangat kejam, karena di usia yang masih bocah, saya di tuduh tanpa ampun, mencuri sesuatu yang tidak masuk akal bisa di lakukan oleh seorang anak kecil, tiap kali ada kehilangan di kampung tempat tinggal saya, dan akibat fitnah kejam itulah, yang membuat saya di usir oleh orang tua saya, sehingga semua cita-cita dan harapan masa depan saya menjadi terputus bahkan hancur.

Di usia yang masih dini, saya harus berjuang mempertahankan hidup saya, di tengah kehidupan kota yang masih asing buat saya kala itu, namun,,, dengan tekad yang membara tak terpadamkan dan kekuatan ilmu, puing-puing kehancuran itu, walau tidak sempurna, karena adanya kecacatan, berhasil saya rekatkan kembali.

Ujian yang Kedua;
Keberhasilan saya merekatkan puing-puing kehancuran masa depan, kembali di hancurkan oleh fitnah yang kejam, ketika saya sudah beristri dan memiliki satu anak, saya mengalami kehancuran untuk yang kedua kalinya.

Karena ekonomi, saya pergi ke kota untuk bekerja, demi mencukupi kebutuhan rumah tangga yang merupakan tanggung jawab saya sebagai seorang bapak bagi anaknya dan suami bagi istrinya serta kepala bagi rumah tangga kami.

Ketika itu saya di fitnah selingkuh dan kawin lagi di kota, fitnah ini membuat istri saya yang di dukung oleh mertua saya, minta cerai, bahkan saya di ancam akan di bunuh secara secara ilmu, kalau tidak segera menceraikan istri saya.

Akibat fitnah inilah, saya mengalami depresi, stres bahkan gila, sehingga saya tersesat hingga ke kehidupan di dua alam.

Ujian yang Ketiga;
Ketika saya mulai bisa mencerna kejadian demi kejadian yang terjadi dan saya alami, timbulah sebuah pertanyaan;

Siapa aku…?!
Untuk apa aku…?!
Dari mana aku…?!
Mau apa aku…?!
Mau kemana aku…?!

Berbahan lima pertanyaan diatas itulah, saya memulai mencari tahu tentang;
Siapa aku…?!
Untuk apa aku…?!
Dari mana aku…?!
Mau apa aku…?!
Mau kemana aku…?!

Demi mengenal diri sejati, semua cara saya tempuh dan segala arah saya lampaui serta apapun saya pelajari.

Belum berhasil saya mengenal diri sejati saya, bapak kandung yang sangat saya hormati, orang pertama yang memuji kehebatan saya kala itu, orang pertama yang mempercayai dan mengandalkan saya, orang pertama yang menaruh harapan kepada saya, untuk bisa menyempurnakan sejarah leluhur, meninggalkan dunia untuk selama-lamanya karena sakit stroke.

Jangan kan untuk memandikan jenazahnya, pemakamannya saja, saya tidak sempat menyaksikan, di karenakan, saya sedang tirakat di tengah hutan, diatas puncak gunung, yang jangkauannya sangat sulit dan rumit, karena memakan waktu tiga hari dua malam untuk perjalanan naik atau turunnya, itupun jika tidak celaka di perjalanan.

Ujian yang KeEmpat;
Setelah saya berhasil mengenal diri sejati saya, orang-orang yang mencintai saya, mengasihi saya, menyayangi saya, semuanya meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.

Uwa’, kakaknya bapak kandung saya dan mamang, adiknya bapak kandung saya, mati. Uwa’, kakaknya ibu kandung saya dan bibik, adiknya ibu kandung saya, mati, kakak keponakan dan adik keponakan bahkan adik kandung saya sendiri yang sangat saya cintai, kasihi dan sayangi, mati satu persatu secara berurutan, hampir tidak ada jeda waktu.

Ujian yang Kelima;
Dengan mengalami kehilangan setelah mengenal diri sejati. Timbul Pertanya’an ‘kedua’ Yaitu;

Siapa itu Tuhan…?!
Apa itu Tuhan…?!
Dimana itu Tuhan…?!

Berbahan tiga pertanyaan inilah, saya berusaha mempelajari semua ajaran tentang Tuhan yang ada di dunia ini, khususnya lima agama yang ada di Indonesia, agar supaya saya mengerti dan memahami serta mengetahui;
Siapa itu Tuhan…?!
Apa itu Tuhan…?!
Dimana itu Tuhan…?!

Semua agama saya dalami, segala kepercayaan dan keyakinan bahkan adat istiadat saya pelajari, saya di tuduh sesat bahkan kafir, di benci keluarga, saudara dan teman, saya kehilangan nama baik, harga diri, bahkan harta tahta wanita.

Ujian yang KeEnam;
Walaupun saya di tuduh sesat bahkan kafir, di benci keluarga, saudara dan teman, saya kehilangan nama baik, harga diri, bahkan harta tahta wanita, namun saya tidak peduli, saya tetap terus berusaha belajar dan terus belajar.

Hingga pada akhirnya, saya berhasil mengerti dan memahami serta mengetahui Siapa itu; Tuhan…?!
Apa itu Tuhan…?!
Dimana itu Tuhan…?!

Setelah saya berhasil mengerti dan memahami serta mengetahui Siapa itu; Tuhan…?!
Apa itu Tuhan…?!
Dimana itu Tuhan…?!

Ketiga pertanyaan yang sudah terjawab itu, berubah menjadi sebuah Kerinduan yang sangat teramat sangat, saya ingin bisa bertemu Tuhan, agar supaya bisa mengenalnya dan memeluknya untuk melepaskan kerinduan dan mencurahkan semua beban hidup yang saya rasakan begitu saratnya selama ini.

Lalu saya berusaha mencarinya kemana-mana, mulai dari dalam diri hingga keluar diri bahkan ke manca negara/luar negeri, namun tidak juga berhasil, semakin sulit saya berusaha untuk menemukannya, semakin sarat rindu yang saya rasakan.

Saking tidak kuatnya menahan rindu berjumpa Tuhan, hal-hal yang di larang oleh negara dan agama pun, saya lakukan.

Saya mengira Tuhan ada di perjudian, saya datangi perjudian itu, namun tidak berhasil.

Saya menyangka Tuhan ada di pelacuran, saya datangi pelacuran itu, namun tidak berhasil.

Saya menduga Tuhan ada bisnis, saya datangi bisnis itu, namun tetap tidak berhasil.

Saya mengira Tuhan ada di makam keramat nabi, wali, syekh, leluhur, saya datangi makam keramat nabi, wali, syekh, leluhur, namun tidak berhasil.

Saya menduga Tuhan ada di dalam gowa, cagar budaya, samudera, gunung, hutan, saya datangi gowa, cagar budaya, samudera, gunung, hutan bahkan alam ghaib, namun tidak berhasil.

Saya menyangka Tuhan ada di dalam buku dan kitab, saya baca semua buku dan kitab, namun tetap tidak berhasil juga.

Perjalanan ini sangat panjang dan melelahkan, semua orang hebat dan kuat di manapun dia berada, saya datangi untuk berguru, namun hasilnya tetap sama, yaitu harus mati jika ingin bertemu Tuhan.

Lalu saya mencoba berPikir, semua yang sudah terlampaui, saya renungkan kembali, dan hasilnya, sudah tidak ada cara lagi yang belum saya lakukan, semuanya sudah saya lakukan, namun mengapa dan kenapa masih belum berhasil juga…?!

Mungkin kah Tuhan itu benar-benar ada…?!

Atau hanya sebuah politik ilmu belaka…?!

Kalau caranya harus mati, lalu apa manfaatnya saya bertemu Tuhan…?!

Saya ingin bertemu Tuhan karena Rindu dan ingin mencurahkan seluruh isi hati saya kepada-Nya, karena saya tidak punya tempat curhat. Itulah yang ada di dalam benak pikiran saya di dalam keputus asa’an saat itu, karena saking lelahnya.

Dengan sisa-sisa semangat, saya mencoba untuk bangkit berdiri lagi, lalu berjuang kembali, karena sudah tidak ada lagi cara yang belum saya lakukan, maka saya menggunakan cara yang belum saya lakukan. Yaitu menjadi Gigolo (pelacur lelaki).

Saya mencoba mencari Tuhan dengan cara seks, seperti kepercayaan orang kuno, bahwa seks adalah merupakan sesuatu yang sakral dan bla bla bla lainnya, namun tetap gagal, lalu saya beralih dari gigolo, menjadi gay, namun tetap tidak berhasil bin gagal lagi dan gagal, gagal, gagal juga.

Hingga pada akhirnya, saya pergi meninggalkan semua kehidupan dunia umum, masuk hutan naik gunung untuk mengasingkan diri, di pengasingan yang tanpa apapun, saya berdiam diri, tidak melakukan apapun, apapun tidak ada yang saya lakukan, karena saya sudah tidak percaya lagi kalau Tuhan itu ada.

Pada suatu ketika, saya teringat semua penderitaan demi penderitaan yang pernah saya alami, perjalanan demi perjalanan yang pernah saya lalui, perjuangan demi perjuangan yang pernah saya lakukan, pengorbanan demi pengorbanan yang pernah saya perjuangkan, tiba-tiba bibir saya di getarkan oleh rasa yang muncul dari dalam hati saya yang paling dalam “IMAN”

Saya berusaha menepisnya, karena otak saya berpikir, untuk apa saya berIman, la wong Tuhan itu tidak ada, apa yang perlu saya Iman ni.

Sekali lagi bibir saya di getarkan oleh rasa yang muncul dari dalam hati saya yang paling dalam “IMAN”

Dan saya berkata tegas. TIDAK.
Saya sudah capek, lelah, tidak punya apa apa lagi, apa apa itu, sudah tidak ada lagi di diriku.

Sekali lagi bibir saya di getarkan oleh rasa yang muncul dari dalam hati saya yang paling dalam “Wahyu Panca Laku”

Ketika Kalimat “Wahyu Panca Laku” Saya tiba-tiba tersungkur jatuh dari tempat duduk saya di atas bongkahan batu yang saya gunakan untuk melamun, seperti tak punya tulang dan otot.

Seakan ada harapan baru yang datang ketika kalimat “Wahyu Panca Laku” itu terngiang.

Namun…
Saya bingung….
Di satu sisi, saya rindu ingin bertemu Tuhan, di satu sisi lagi, saya takut mati, karena sarat untuk bisa bertemu Tuhan, harus mati.

Semakin lama, kebingungan itu terasa semakin menakutkan, saya tersiksa sekali. Hingga pada akhirnya, saya memutuskan untuk mati juga, dari pada tersiksa kebingungan yang di cekam ketakutan, lebih baik mati. Itulah keputusan terakhir saya kala itu, karena saking lelah/capeknya.

Karena untuk bisa bertemu Tuhan supaya bisa mengenalnya. Hanya ada satu jalan, yaitu “MATI” maka saya lakukan kematian itu, dengan cara bunuh diri, menjatuhkan diri ke tebing, dari puncak gunung ke dasar jurangnya.

Sebelum saya menjatuhkan diri ke jurang, saya melakukan Wahyu Panca Laku atau Iman, sebagai bentuk capek dan lelahnya saya;
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Mempersilahkan kuasa Tuhan.
4. Merasakan kenyataan Tuhan.
5. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.

Caranya;
1. Semua yang saya cintai, kasihi, sayangi, segala kepentingan saya, keperluan saya, kebutuhan saya, urusan saya, masalah saya, semuanya dan segalanya, saya serahkan hanya kepada Tuhan.

2. Lalu…
Apapun keputusan Tuhan tentang diri saya dan mengenai Semua yang saya cintai, kasihi, sayangi, segala kepentingan saya, keperluan saya, kebutuhan saya, urusan saya, masalah saya, semuanya dan segalanya, saya terima.

3. Lalu…
Saya persilahkan Tuhan mengambil alih semua yang saya cintai, kasihi, sayangi dan segala kepentingan saya, keperluan saya, kebutuhan saya, urusan saya, masalah saya, semuanya dan segalanya itu.

4. Lalu…
Saya menjatuhkan diri ke jurang yang menganga di depan saya, yang sudah siap menghancurkan seluruh tubuh saya.

Namun…
Bukannya saya jatuh dan hancur termakan bebatuan juang tebing. Melainkan jatuh diatas Pangkuan Tuhan yang tidak bisa saya ceritakan kejadiannya. Karena tidak ada umpama dan ibarat yang bisa saya gunakan untuk menguraikannya.

5. Hingga saya berhasil memadu cinta kasih sayang bersama Tuhan yang saya rindukan sepanjang perjalan hidup yang penuh lika liku yang melelahkan, saya curahkan semua isi hati dan segala uneg-uneg. Dan selengkapnya, silahkan baca Artikel Biografi Sejarah Perjalanan Hidup saya.

(2).
Tiga Ujian Terberat WEB Didalam BerTaubat yang Pertama dan Kedua;
Para Kadhang dan para sedulur kinasih-ku sekalian, rupanya, lelaku saya sewaktu menjadi Gigolo dan Gay, telah berhasil menguasai jiwa raga saya.

Sehingganya, sekalipun itu sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup masa lalu saya, setelah bertaubat, saya tidak bisa melupakannya begitu saja, ada kesan yang tidak bisa saya hapus dengan mudah, intinya, saya ketagihan seks, bahkan ada yang lebih parah dari itu, yaitu-saya juga ketagihan narkoba.

Sewaktu saya menjadi Gigolo dan Gay, untuk bisa selalu sipa 24 jam full dalam sikon apapun, saya menggunakan narkoba sebagai dopingnya, ada kalanya alkohol, namun yang paling sering adalah narkoba.

Ketagihan seks ples narkoba ini, menyiksa saya di hampir setiap saat, karena saya sudah bertaubat, saya tidak mau melakukannya lagi, bertahan dan bertahan dengan ketersiksaan.

Jika hasrat seks itu datang, saya menyiksa alat vital saya, tujuannya supaya tidak ereksi, kalau tidak, seluruh tubuh saya bergetar, jantung berdenyut kencang, kepala pening, konsentrasi hanya bisa saya arahnya ke soal seks.

Jika keinginan mengonsumsi narkoba itu hadir, saya menyiksa diri dengan cara berendam diri di sungai tempuran atau telaga, karena kalau tidak, darah di sekujur tubuh saya, terasa mendidih panas, pikiran gelisah dan… Amat Tersiksa sekali.

Dengan niyat yang benar-benar tulus untuk berTaubat dengan Iman, saya berhasil sembuh dari ketagihan seks yang amat sangat mengerikan itu, saya selalu menggunakan setiap gerak tubuh saya untuk ber-Wahyu Panca Ghaib dan selalu memanfaatkan setiap gerik hati untuk ber-Wahyu Panca Laku, 41 hari tanpa putus, dan di hari ke 42nya, saya sembuh total.

Sedikitpun tidak ada hasrat untuk soal seks, yang ada hanya Wahyu Panca Ghaib dan Wahyu Panca Laku.

Sedangkan masalah kecanduan narkoba, berhasil saya sembuhkan dengan cara mengonsumsi daun Samurat secara rutin, tiap pagi dan sore selama 7 hari berturut-turut, lalu saya cek ke dokter, dan dokter mengatakan, saya berhasil terbebas dari norkoba dan bersih dari pengaruh narkoba.

Tiga Ujian Terberat WEB Didalam BerTaubat yang Ketiga;
Rupanya masa lalu keIlmuan saya, sudah terlanjur di ketahui oleh banyak orang secara meluas, sehingganya, setelah saya bertaubat pun, masih banyak orang yang datang mencari saya, dimanapun saya berada, untuk minta tolong atau minta bantuan.

Ada yang minta tolong untuk di hubungkan dengan bangsa jin, soal harga benda (pesugihan). Ada pula yang datang minta bantuan supaya bisa itu dan ini masalah sirik, iri, dengki dll.

Karena Wahyu Panca Ghaib sudah menjadi Jiwa dan Raga saya dan Wahyu Panca Laku sudah menjadi sipat dan sikap saya, sehingganya, untuk menghadapi mereka-mereka yang datang dengan berbagai macam niyat tujuan menyimpang dari firman Tuhan, yang menjadi seperti di suguhi buah simalakama.

Saya tolong…
Berati saya menyesatkan saudara-saudari…
Saya bantu…
Berati saya menjerumuskan saudara-saudari…
Tidak saya bantu… Tidak saya tolong… Kasihan.

Terlebih lagi kalau seseorang itu menolak ketika saya ingatkan, menolak ketika saya tawari Tuhan, rasanya,,, saya tidak berguna hidup di dunia ini, karena tidak bisa mengajak mereka untuk masuk kerumah Tuhan, mereka lebih memilih di luar dengan kehujanan dan kepanasan.

Berbulan-bulan saya di suguhi buah simalakama, namun jangankan untuk memakannya, menyentuh sedikitpun tidak, saya tetap teteg idep madep mantep ber-Wahyu Panca Ghaib dan ber-Wahyu Panca Laku walau dengan linangan air mata cinta kasih sayang saya terhadap mereka habis.

Dan ketika air mata cinta kasih sayang saya terhadap mereka-mereka yang tidak mau saya ajak bertaubat dan beriman hanya kepada Tuhan sudah habis, sudah kering dan tak bisa menetes lagi, saya bisa menolak dan berkata tidak untuk selain bab berTaubat dan berIman kepada Tuhan, bagi siapapun yang datang menemui saya.

Tujuh Ujian Terberat WEB Didalam BerIman yang KeTujuh;
Rupanya Dzat Maha Suci Hidup, masih meragukan iman saya, sehingga keImanan saya masih perlu di ujinya.

Setelah sekian lama saya mengabdikan diri hanya kepada-Nya dengan cara memanfaatkan sisa usia saya untuk bangsa dan negara serta tanah air NKRI, Tuhan kembali menguji Iman saya.

Pada bulan Februari Tahun 2018, anak gadis yang saya andalkan, yang saya percayai, yang saya banggakan, yang berontak cerdas dan jenius, yang memiliki karakter kuat dan tegar, sekuat dan setegar batu karang di lautan, yang telah menghabiskan biaya puluhan juta untuk kuliyah untuk menggapai cita-citanya. Menghianati saya.

Dia hamil di luar nikah, sehingga kuliyah nya yang sudah menghabiskan biaya puluhan juta itu, menjadi terhenti, kalau soal uang, mungkin tidak lah masalah, namun caranya yang telah mempermalukan saya sebagai seorang bapak yang sudah berTaubat dan berIman kepada Tuhan, di tengah keluarga dan masyarakat luas/umum, sungguh telah berhasil menumpahkan kotoran di wajah saya.

Sakittttt…. Rasanya di hianati seorang anak kesayangan, itu jauh lebih sakit di banding kan di hianati teman atau rekan atau pacar atau istri. Malu nya tak tergambarkan. Namun dengan Wahyu Panca Ghaib yang saya Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, sakit dan malu itu, hanya saya alami 7 detik saya.

Setelahnya, hingga sekarang ini. Aku Ra Po Po.

Semoga apa yang sudah saya bagikan diatas ini. Bermanfaat dan Berguna bagi siapapun yang membacanya, sebagai tambahan pengetahuan Laku Murni Menuju Suci. Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Dzat Maha Suci Tuhan/Allah Tidak Pernah Mempersulit Hamba-Nya. Justru Hamba-Nya itulah Yang Mempersulit Dirinya Sendiri:


Dzat Maha Suci Tuhan/Allah Tidak Pernah Mempersulit Hamba-Nya. Justru Hamba-Nya itulah Yang Mempersulit Dirinya Sendiri:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Rabu. Tanggal 14 Maret 2018.

Mau muslim atau non muslim, yang terbaik adalah yang dapat mencapai tingkatan Ihsan (muhsin) atau Sempurna (suci).

Seorang yang sampai pada tingkatan ini, seolah-olah melihat Dzat Maha Suci atau paling tidak dia yakin bahwa segala perbuatannya dilihat Dzat Maha Suci, karena-Nya. Maka Pasti akan terdorong melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Inilah sesungguhnya bentuk ketaqwaan/iman-nya kepada Dzat Maha Suci yang menentukan tingkat/ukuran laku seorang hamba dihadapan Tuan-Nya.

Sesuai firman-Nya;
“Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi-Ku ialah orang yang paling taqwa/iman” (QS. Al-Hujurat: 13).

Ingat…!!!
Tingkatan pertamanya ialah;
“Seolah-olah melihat Dzat Maha Suci” Bersifat aktif. Atau Paling tidak. Seakan-akan Segala perbuatan dilihat Dzat Maha Sucu” Bersifat pasif. Artinya; Dengan Ridha/Pangestu Dzat Maha Suci dia melakukan dan merasakannya.

Hal ini tidak bisa dan tidak boleh diartikan secara harfiah atau secara fisik atau tersurat. Karena perlu dan butuh pengertian dan pahaman serta pengetahuan secara hakekat. Yaitu; Dengan menelisik apa yang tersembunyi di balik yang tersurat dan yang tersirat.

Mencari makna spiritual (thariq al- bathin), guna mensucikan bathin (thathhir al bathin) Karena sesungguhnya manusia tidak akan mampu melihat Dzat Maha Suci ketika di dunia dengan menggunakan wujud kasar ini.

Peristiwa ini diabadikan dalam surat Al-A’raf (7) ayat 143;
Dan tatkala Musa tiba di miqat lalu berkata;
“Tuhanku, tampakkanlah diri-Mu, supaya aku bisa melihat-Mu”

Maka Tuhan pun berkata;
“Kamu tidak akan bisa melihat-Ku, tetapi pandang saja gunung di seberangmu, bila dia tetap di tempatnya, maka kamu akan melihat-Ku”

Maka ketika Dzat Maha Suci menampakkan cahaya-Nya ber-tajalli kepada gunung, jadilah gunung itu hancur lebur, dan Musa tersungkur pingsan.

Dan setelah siuman dia berkata, “Dzat Maha Suci Engkau, aku berTaubat kepada-Mu dan aku akan menjadi orang mukmin/beriman pertama”

Kisah ini tercantum juga dalam kitab Qishashul Anbiya’ yang mencoba menjelaskan bahwa Nabi Musa a.s. adalah Kalimullah. Artinya; Orang yang mampu berbicara langsung dengan Allah.

Namun dia hanya mendengar suara Dzat Maha Suci dari balik hijab.

Ketika dia meminta hijab itu disingkapkan, Dzat Maha Suci tidak menuruti, tetapi Ia memberikan pelajaran telak kepada hamba-Nya, sehingga pingsan dan sadar kelemahan dirinya.

Manusia memang tidak akan sanggup melihat Dzat Maha Suci
ketika di dunia dengan menggunakan wujud kasarnya.

Jangankan cahaya Dzat Maha Suci, memandang matahari pun mata manusia akan terbakar. Ingin mengenal dan melihat Dzat Maha Suci serta bisa berkomunikasi dengan-Nya…?!

Hanya ada satu jalan dan cara. Seperti ini gambarannya. Jika kita ingin menyatu dengan api, ya harus mau menjadi api, kalau tidak tidak mau, harus siap terbakar. He he he . . . Edan Tenan.

Sulit ya…?!
Berat ya…?!
Atau merasa mustahil…!!!

Oh…
Tidak…
Sesungguhnya Dzat Maha Suci tidak pernah mempersulit hambanya, hanya saja, kitanya sendiri yang sukanya sering selalu mempersulit diri sendiri.

La wong cuma berTaubat, terus berIman, lalu mengabdikan diri kepada-Nya. Selesai. Gratis lagi, tidak di pungut biaya apapun, tidak pakai ritual Blang genthak sawo mateng bosok kabeh. He he he . . . Edan Tenan.

Kitanya sendiri yang mempersulit diri sendiri dan memperberat diri sendiri. Kalau tidak puasa sekian hari, nggak asik, kalau tidak wiridz/dzikir sekiyan miliyar tidak etis, kalau tidak ke tengah hutan puncak gunung dalam gowa tidak wow, kalau tidak mencari kayu Gung susuhe angin dulu, tidak jentelmen, kalau tidak mencari galihe kangkung, tapak’e kuntul mabur bla bla bla tidak sempurna dll sebagainya.

Ealaaaahhh…. Pada akhirnya, sambat saya capek, letih, kurang apa sih, salah apa sih, kok nggak ketemu-ketemu, berat amat sih, sulit amat sih, susah amat sih… Salah sendiri. He he he . . . Edan Tenan.

“””‘Pada suatu ketika Nabi Daud as, tepatnya pada hari Arafah, melihat banyak orang di padang Arafah, yang sedang berdoa dan bermunajat kepada Tuhan.

Beliau memisahkan diri dari orang-orang itu, dan naik ke atas gunung Arafah, di sana beliau berdoa dan bermunajat kepada Tuhan.

Setelah selesai berdoa, malaikat Jibril turun kepadanya dan berkata, “Allah berfirman, “Mengapa engkau pergi ke atas gunung…?! Seakan-akan Aku tidak mendengar suara orang-orang”

Kemudian malaikat Jibril membawa Nabi Daud as ke tepi laut Jeddah dan membawanya ke dasar lautan yang paling dalam.

Jarak kedalamannya sama seperti orang berjalan di atas bumi selama empat puluh hari.

Di dasar lautan itu, Nabi Daud as melihat sebuah batu dan memecahnya, di antara pecahan batu itu, ada seekor ulat.

Lalu Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Daud as, “Allah berfirman, “Aku mendengar suara ulat ini yang berada di kedalaman lautan di tengah-tengah batu ini.

Apakah engkau beranggapan bahwa suara hamba-hamba-Ku yang memohon pada-Ku dari mana saja tidak Ku-dengar…?!”””

La wong Dzat Maha Suci itu dekat,
ngapain di cari kesana sini dengan ritual mahal dan cara sulit.

“Aku lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat” (QS Al-Waqi’ah: 85).

Ya jelas tidak melihat, la nyarinya keluar diri.

“Dan Aku lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS. Qaaf: 16).

Ya jelas tidak akan ketemu, la nyarinya ke gunung/gowa.

”Dan kepunyaan-Ku lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, maka disitulah wajah-Ku. Sesungguhnya Dzat Maha Suci Maha luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS.al-Baqarah: 115)

Heeeemmmm…. Lucu-lucu saudara-saudariku ini. Di kasih yang mudah, dekat, cepat. Malah amburadul sekehendaknya sendiri nurutin ego dan gengsi.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang “Aku” maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” ( Al-Baqarah: 186).

Dzat Maha Suci berfirman kepada Nabi-Nya/Utusan-Nya, “ sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada-Ku). (QS Al-’Alaq [96]:19 ).

BerTaubat dan BerIman dengan mengabdikan diri hanya kepada Dzat Maha Suci adalah Kesadaran Murni yang sering saya kabarkan di internet melalui artikel-artikel saya, dan Kesadaran Murni bisa saya diartikan selalu sadar menyadari, merasakan “bersama” dzat maha suci dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Sesungguhnya kita tidak bisa pisah dengan-Nya atau terpisah dari-Nya, hanya saja, Kedekatan kita dengan Dzat Maha Sucu terhalang/terhijab dengan Salah Dosa dan Luput.

Untuk itulah langkah yang Paling Tepat. Dekat dan Cepat. Agar supaya kita bisa sadar menyadari, merasakan “bersama” dzat maha suci dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Adalah; berTaubat dan berIman lalu mengabdi hanya kepada-Nya saja.

Seperti Perintahnya…
Dalam Firman yang artinya;
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat” (Al- Hud : 3).

“Dan bertakwalah (BerImanlah) kepada Tuhan/Allah. Sesungguhnya Tuhan/Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (Al- Hujurat : 12).

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku ” ( Muttafaqun ‘alaih ). Kalau kita beranggapan Dzat Maha Suci itu sulit, rumit, jauh, susah, berat, maka Dia akan menjadi sulit, rumit, jauh, susah, berat.

Heeeemmmm…. Terserah Anda deh. Saya Wong Edan Bagu hanya bisa Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

When you can’t forGIVE, you can’t forGET. Therefore you can’t get the grace of God:


When you can’t forGIVE, you can’t forGET. Therefore you can’t get the grace of God:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Rabu. Tanggal 14 Maret 2018.

Manusia diciptakan dan dibekali dengan kemampuan untuk mencintai dan mengasihi serta menyayangi sesama mahluk, khususnya sesama manusia hidup, namun bersamaan dengan itu, dunia tempat manusia hidup ini, dipenuhi dengan berbagai macam hal, yang membuat manusia itu, tidak mampu mengekspresikan cinta kasih sayang nya tersebut.

Mungkin kisah nyata yang saya sampaikan dibawah ini, mampu mengingatkan Anda sekalian, untuk bisa menemukan cara-cara sederhana, agar bisa hidup dengan cinta kasih sayang, yang memang sejak awal dimintakan kepada kita.

Kisah yang Pertama;
Saya pernah bertemu dengan seseorang yang merasa kehilangan semua anggota keluarganya, sebut saja Namanya Jaenuri.

Karena kebangkrutan usaha bisnisnya, hutangnya yang berjumlah tidak sedikit akibat kerugian usahanya, terdapat di mana-mana, karena malu dll, satu persatu keluarganya meninggalkannya.

Lalu Jaenuri ini, menyalahkan Tuhan atas keadaan yang menimpanya itu. Bahkan dia berniat mengakhiri hidupnya, dengan cara bunuh diri.

Ketika itu, saya sedang berkelana menyusuri panjangnya Pantai Laut Selatan, berjalan kaki dari Pantai Ujung Kulon hingga Parangtritis Yogyakarta. Di sekitar pantai wilayah kebumen, saya bertemu dengan Jaenuri yang sedang mengalungkan tali yang ujungnya telah terikat di dahan pohon, di kalungkan ke lehernya.

Menyaksikan hal itu, bergegas saya menghampirinya, lalu berkata dengan bahasa Cinta Kasih Sayang “Seharusnya Anda hidup untuk Tuhan. Bukan untuk bunuh diri”

Mendengarkan perkataan saya itu, tersentak dia kaget, lalu menoleh kearah saya dan melepaskan tali di lehernya, kemudian bersimpuh dihadapan saya, menceritakan deritanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Lalu saya mengulang perkataan saya lagi. Seharusnya Anda hidup untuk Tuhan. Bukan untuk bunuh diri”

Mengapa harus hidup untuk Tuhan…?! Tanya Jaenuri kepada saya.

Saya tidak menjawabnya, malah balik bertanya. Apakan saudaraku tidak memeluk agama…?!

Agama yang saya peluk, adalah Islam, jawabnya, lalu kembali bertanya lagi. Mengapa harus hidup untuk Tuhan…?!

Saya tetap tidak menjawabnya, malah balik bertanya lagi. Apakah saudaraku Mengibadahkan keislaman saudaraku itu dengan baik…?!

Kadang kala iya. Kadang kala tidak, jawabnya, lalu kembali bertanya lagi. Mengapa harus hidup untuk Tuhan…?!

Seharusnya saudaraku mengibadahkan ajaran agama itu dengan iman, percaya dan yakinlah, dengan ajaran agama yang di Ibadahkan dengan iman. Allah akan datang untukmu. Dia terdiam.

Pernahkah saudaraku terlibat dalam panitia acara besar, yang akan dihadiri oleh seseorang kepala negara (Persiden) atau kepala daerah seperti Bupati atau Gubernur misalnya.

Ketika itu, tentu saudaraku ingin menyenangkan sang kepala negara/daerah itu, demikian pula dengan Keislaman saudaraku.

Apapun yang kita lakukan, harus dilakukan dengan antusias, seolah-olah untuk Allah dan bukan untuk manusia. Mengapa…?!

Sebab, Allah yang memberikan upah kepada kita, apa pun juga yang kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu untuk Allah dan bukan untuk manusia siapapun dan di manapun.

Saudara tahu, bahwa dari Allah-lah saudara akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.

Allah adalah tuan dan saudara adalah hamba-Nya, barang siapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Allah tidak memandang orang nya, melainkan ke imanan-nya.

Ada upah yang tersedia bagi isteri yang setia tuhu kepada suami nya dengan iman. Ada upah yang tersedia bagi suami yang mencintai, mengasihi dan menyayangi isteri nya dengan iman. Ada upah yang tersedia bagi anak-anak yang berbakti pada orang tua nya dengan iman. Ada upah yang tersedia bagi bapa-bapa yang tidak menyia-nyiakan anak-anak nya dengan iman. Ada upah yang tersedia bagi hamba-hamba yang mentaati Allah mereka dengan Iman.

Segala sesuatu yang kita lakukan dengan perkataan atau dengan perbuatan, lakukanlah semuanya itu dengan iman sambil mengucap syukur kepada Allah.

Lakukanlah segala sesuatu dengan iman yang tulus untuk menyenangkan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Singkat punya cerita. Lalu Jaenuri memulai beribadah dan membaca kitab suci al-qur’an setiap hari dan belajar memahaminya

Suatu hari ia mendengar suara yang berkata kepadanya “Aku akan datang ” Wahh,,, spontan jaenuri berpikir Tuhan akan datang kerumahnya.

Lalu apakah itu benar…?!
Apakah ia akan melihat Tuhan…?!
Kita pending dulu ya, kita teruskan ke kisah yang kedua dulu.

Kisah yang kedua;
Ketika perjalanan saya sampai di pantai wilayah Purworejo Jateng, saya bertemu dengan dua orang Wanita, yang sedang melakukan perjalanan menuju pantai parang tritis bantul Yogyakarta, sambil berjalan santai menyusuri tepian pantai, kami salin berkenalan dan bertukar cerita pendek.

Yang satu bernama Umi dan yang satunya bernama Darmi, dari cerita-cerita mereka berdua, saya dapat mengetahui karakter mereka, Darmi memiliki karakter jujur, sedangkan Umi, memiliki karakter perhitungan dan cenderung suka menipu.

Dan rupanya, mereka datang ke pantai parang tritis, mau ngalap berkah, supaya mereka bisa segera bisa berangkat kerja keluar negeri sebagai TKW.

Kehidupan mereka yang menurutnya kurang beruntung di desanya, membuat mereka terpaksa nekad untuk jadi TKW ke luar negeri, hingga mereka merasa harus melakukan perjalanan ini, supaya proses nya menjadi mudah.

Kemudian saya menyelakan sebuah perkataan diantara cerita-cerita mereka di sepanjang perjalanan.

Saudari-saudariku….
Yang utama itu, bukanlah tujuan, melainkan perjalanannya, akan tetapi, perjalanan seringkali mengubah tujuan awal.

Lalu keduanya terdiam… Sambil salin berpandangan satu sama lain.

Apa gunanya kalian TKW mencari pekerjaan ke luar negeri, bilamana disana nanti, kalian kehilangan kebenaran yang ada di dalam diri kalian. Lanjut perkataan saya.

Keduanya tetap terdiam, namun kali ini mereka menghentikan langkah kakinya, sambil menatap wajah saya.

Sebenarnya Saudara ini Siapa…?!
Si umi melontarkan pertanyaan kepada saya.

Saya hanya seorang manusia bodoh, yang sudah berTaubat dan sedang belajar berIman kepada Tuhan. Jawab saya.

Bagaimana kalau kita ikut orang itu saja, siapa tahu kita mendapatkan petunjuk atau mujizat, sehingga tujuan kita bisa terkabul, bisik Si Darmi kepada Umi temannya.

Lalu keduanya berusaha mengikuti perjalanan saya untuk mengungkap sejatinya Iman.

Di sepanjang perjalanan, saya perhatikan keduanya nampak salin eyel-eyelan, si Darmi nampak bersemangat dalam perjalanan dengan segala risikonya, sedang kan si Umi, sangat perhitungan, takut kelamaan, hawatir tidak mendapatkan apa-apa dll.

Berbagai ke khawatiran menghantui Darmi di sepanjang perjalanan, namun suatu ketika, Darmi berhasil meyakinkan sahabatnya itu, untuk meninggalkan semua kekahwatiran itu sejenak dan memulai perjalanan mereka.

Di tengah perjalanan kami, Umi mampir untuk meminta minum di sebuah rumah tepi pantai yang kami lewati. Ia menyuruh Darmi dan saya, untuk terus berjalan dan berjanji akan segera menyusul nantinya.

Namun saat masuk ke rumah itu, Umi menemukan keadaan yang sangat menyedihkan, semua anggota keluarga di dalam rumah itu, hampir tidak bisa berdiri karena kelaparan.

Hati Umi tergerak untuk membantu mereka, namun itu berarti ia harus mengorbankan banyak hal termasuk waktu, uang, bahkan tujuan perjalanannya untuk mengikuti saya bersama Darmi sahabatnya.

Lalu apakah Umi akan menyusul saya dan Darmi sahabatnya yang sedang berjalan duluan bersama saya…?! Dan apakah Darmi mampu seorang diri mengikuti perjalanan saya…?!
Kita pending dulu ya, kita teruskan ke kisah yang ketiga dulu.

Kisah yang ketiga;
Setibanya di Parang Tritis bantul Yogyakarta, saya mencoba mencari tempat yang aman dan nyaman untuk istirahat melindungi diri dari terik matahari dan hujan, saya menemukan sebuah Gowa, Gowa Cermai namanya, yang terletak di tepi laut tidak jauh dari pantai Parang Kusumo.

Di Gowa ini, saya bertemu dengan tiga orang paruh baya dari agama Kristen, tiga orang ahli tirakat yang sedang menyepi ini, jarang bicara, dan berkomitmen untuk mengabdi dan melayani Tuhan dengan cara mereka sendiri, kamipun tinggal bersama dalam satu Gowa yang sama.

Suatu hari, satu persatu mereka mulai merasa jenuh, karena tidak ada apapun yang mereka dapatkan dengan lelaku seperti itu, untuk menghilangkan kejenuhan itu, satu persatu pula mereka memohon kepada saya, untuk diajari cara berdoa yang benar, dan saya mengajari mereka cara berdoa yang tepat, bukan yang benar.

Sekarang mari kita Cari Kata Tertulis diatas yang mana sebagai kata Kunci-Nya.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. Di mana ada cinta kasih sayang, di situ ada kehidupan, di mana ada kehidupan, disitu ada Tuhan.

Namun mengapa para Kadhang dan para sedulur masih bingung bahkan belum bisa menemukan Tuhan…?!

Mungkin ditempat yang Anda datangi atau tempati atau di dalam diri Anda sendiri, tidak ada Cinta Kasih Sayang, sehingga Anda tidak bisa merasakan adanya kehidupan.

Karena tidak bisa merasakan adanya kehidupan, sehingganya dimanapun Anda berada, Anda tidak bisa menyaksikan Tuhan secara nyata, karena Anda berpikir disitu tidak ada Tuhan, lalu bisa dengan mudah Anda menghianati Tuhan.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian, tumbuhkanlah cinta kasih sayang yang ada di dalam dirimu kepada apapun dan dimanapun, agar bisa merasakan kehidupan yang nyata-nyata ada di mana-mana, dengan begitu Anda akan bisa menyaksikan keberadaan Tuhan secara nyata.

Tuhan Hyang Maha Segala-Nya merupakan Penyedia Kebutuhan dan Keperluan yang Agung.

Kekuasaan-Nya selalu terbuka bagi kita disaat membutuhkan pertolongan-Nya. Dia menyediakan pertolongan bagi hambanya yang menderita.

Namun untuk itu, mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, kita harus kembali kepada permulaan sejarah manusia (Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un atau Asal Usul Sangkan Paraning dumadi) saat Tuhan menciptakan manusia dan menempatkannya di Taman Eden – Taman Surga. Di dalam Taman ini Adam dan Hawa mendapatkan semua yang mereka butuhkan.

Teks kunci dari bab ini, adalah berisi kebenaran lama yang perlu dimengerti, di pahami, di ketahui kembali oleh orang berAgama dan semua orang yang bersuku adat budaya serta kepercayaan dan keyakinan lainnya di masa kini.

Karena sumber dari manusia masa kini telah mengalihkan perhatian kita dari Tuhan, sehingganya hanya sedikit orang yang memikirkan Tuhan.

Siapapun Anda dan Bagaimanapun Anda. Satu-satunya cara agar kita memperoleh cinta kasih sayang Tuhan, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, dikasihi, disayangi, tetapi mulailah memberi cinta kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan/pamrih apapun.

Mungkin hal ini akan menyakitkan, karena cinta kasih sayang yang kita berikan, belum tentu di sambut dengan cinta kasih sayang pula, ada kalanya di tolak dengan kebencian dan fitnah yang kejam.

Brother Sisters and gentlemen…
When you can’t forGIVE, you can’t forGET. Therefore you can’t get the grace of God. “Bila Anda tidak bisa bertahan, Anda tidak bisa melakukannya lagi. Karena itu Anda tidak bisa mendapatkan anugerah Tuhan”

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Kehebatan/Mujizat Taubat Dan Iman:


Kehebatan/Mujizat Taubat Dan Iman:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Selasa. Tanggal 6 Maret 2018.

Mengapa WEB selalu menjawab semua permasalahan dengan Satu Kata saja. Yaitu BerTaubat Dan BerIman…?!

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku Sekalian…

Di abad yang sudah tua atau sepuh ini. Sudah tidak ada lagi jalan keluar atau solusi untuk mengatasi semua permasalahan, apapun bentuk dan judulnya, agar supaya bisa selesai sesuai kehendak dan rancangan keinginan kita.

Karena, semua dan segalanya sudah di turunkan kebumi untuk sekalian alam beserta isinya terutama manusia hidup.

Sebab itu…
Para Pencari Tuhan. Pencari Ilmu. Pencari Harta. Pencari Tahta. Pencari Wanita/Lelaki dan para Ahli bermasalah. Teramat banyak yang selalu mengalami kegagalan dalam mencapai tujuannya, bahkan total.

Malahan…
Yang sudah berTuhan, sudah berIlmu, sudah berHarta, sudah berTahta, sudah berWanita/Lelaki, mengalami kehilangan/kerugian bahkan fatal.

Padahal…
Berbagai jalan sudah di tempuh, bermacam cara sudah di gunakan. Namun apa yang terjadi, selain tidak berhasil, juga mengalami keterpurukan jangka panjang yang menyiksa, menyedihkan, menyakitkan, mengerikan bahkan ketakutan.

Jadi. Kesimpulannya;
Setelah saya telisik di TKP, tidak ada jalan dan cara lagi. Selain dengan jalan BerTaubat dan cara BerIman hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

BerTaubat….?!

BerIman….?!

Aku bukan seorang penjahat, kenapa diajak/disuruh berTaubat…!!!

Aku bukan ateis, aku pemeluk Agama dan tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, beramal dan pergi haji juga saya tunaikan, kok diajak/disuruh berIman…?!

He he he . . . Edan Tenan.
Maaf…!!!
Apakah menurut Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. BerTaubat itu hanya berlaku dan di peruntukan bagi para penjahat saja…?!

Apakah menurut Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. BerIman itu hanya berlaku dan di peruntukan bagi orang-orang yang tidak berAgama saja…?!

Atau bagi orang yang berAgama namun tidak pernah sholat dan pergi haji…?!

Jika iya begitu anggapan Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. Berarti; Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian belum mengerti, belum paham dan belum mengetahui apa itu Taubat dan Iman.

Oiya…
Lantas… Apa Taubat dan Iman yang WEB maksud itu…?!

Sadari dengan kesadaran murni mu wahae Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian.

Inna lillaahi wa Inna illaihi Raji’un atau Asal usul Sangkan Paraning dumadi itu, berlaku untuk semua mahluk dan segala dimensinya, bukan hanya di peruntukan dan berlaku bagi orang-orang yang sedang sekarat atau mati saja.

Artinya;
Jangankan seorang penjahat, seorang Ustadz. Kiyai. Syekh. Wali. Habib. Nabi bahkan Putro Romo sekalipun, jika masih memiliki perasaan iri, sirik, dengki, hasut, dendam, fitnah, benci, bohong atau dusta bin munafik dan masih ada berhala hati di dalam jiwanya, harus berTaubat dan berIman, kalau ingin mencapai keberhasilan atau kesuksesan yang sempurna dalam Hidup-nya dan Mati-nya.

Berhala hati…!!!
Apa itu berhala hati…?!

He he he . . . Edan Tenan.
Berhala hati. Adalah kecintaan mu terhadap selain Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, kasih sayang mu terhadap selain Dzat Maha Suci Tuhan/Allah. Atau apapun itu yang melekat dalam hatimu selain Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Kita semuanya tanpa terkecuali, tidak peduli baik atau buruk, tidak pandang apapun latar belakang adat dan agamanya, harus segera berTaubat dari semua itu, lalu berIman hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan /Allah saja, bukan yang lain.

Caranya….?!

Heeeemmmmm…… Bukankah semua Artikel saya, yang saya sebar di internet itu, semuanya berInti pada bab tersebut dan berMuara tentang hal tersebut, menjelaskan, mengupas, menguraikan tentang berTaubat dan berIman secara detail tanpa tedeng aling-aling.

Masih kurang-kah…?!
Masih belum cukup-kah…?!
Masih belum mengerti dan memahami serta mengetahui-kah…?!

Masih kurang. Masih belum cukup.
Masih belum mengerti dan memahami serta mengetahui. Apa belum Membaca…?!

Kalau belum membaca. Bacalah dengan pembelajaran jika memang ingin ngerti dan paham serta tahu apa itu Taubat dan Iman.

Kalau masih kurang, masih belum cukup, masih belum ngerti dan paham serta tahu juga, sementara artikel kabar dari saya tak terhitung jumlahnya, datang temui saya secara langsung, di alamat yang selalu saya cantumkan di setiap artikel terbaru saya, akan saya buka, akan saya uraikan, akan saya jelaskan bahkan saya tunjukan dengan apa adanya tanpa tedeng aling-aling dan gratis, tanpa syarat apapun.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. Percayalah…
Mujizat Taubat dan Iman ini yang selalu saya kabarkan melalui artikel yang saya sebar di internet ini, sudah saya buktikan sendiri di TKP selama 3 tahun kurang lebihnya hingga sekarang.

Dan ada banyak Para Kadhang Didikan saya, yang juga sudah ikut membuktikan sendiri-sendiri, bukan katanya saya lagi, melainkan membuktikannya sendiri.

Penjelasannya apa lagi yang di butuhkan dan di perlukan serta yang di inginkan. Di jelaskan dengan model apapun, Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian tidak akan bisa mengerti, paham dan tahu jika tidak mau membaca artikel kabar dari saya dengan pembelajaran, tidak akan pernah bisa mengerti dan memahami serta mengetahui kalau membaca artikel kabar dari saya hanya sepintas lalu dengan ego pamrih.

Namun bagaimanapun itu.
Ini lo…
Yang Termudah.
Ini lo…
Yang Teringan.
Ini lo…
Yang Terdekat, dan Gratis tanpa syarat apapun.

Kenapa Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian justru mencari yang Sulit, yang Berat, yang Juah dan tidak Gratis.

Nggolek’i Galihe Kangkung. Susuhing Angin. Tapak’e Kuntul Mabur dll… (Mencari Galihnya Kangkung. Sarang Angin. Bekasnya Burung Terbang dll…). Mati Sak Jeroning Urip atau Belajar Mati sebelum mati dan bla bla bla lainnya yang memusingkan kelapa, eh’ salah, kepala maksudnya.

Bertapa, menyepi, tirakat, Pati Geni, sesaji itu, sesajen ini, menyan itu, dupa ini, ke Gowa, ke situs, ke puncak gunung, ke hutan dan bla bla bla lainnya yang melelahkan.

Masih belum capek-kah…?!
Masih belum lelah-kah…?!
Masih belum jenuh-kah…?!
Masih belum bosan-kah…?!
Masih belum kapok-kah…?!

Kalau belum….
Silahkan di lanjutkan…
Semoga waktu masih berpihak padamu.

Kalau sudah…
BerTaubat dan BerImanlah. Lalu abdikan dirimu hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Dan…
Semuanya… Segalanya… serta seluruh urusanmu, masalahmu, kepentinganmu, keperluanmu, kebutuhanmu dll nya mulai dari soal dunia hingga akherat akan berhasil selesai dengan sempurna.

Huff… Semudah itu-kah…!!!

Loh….
Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. Percaya apa tidak kalau Dzat Maha Suci Tuhan/Allah itu adalah Maha Segalanya…?!

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. Yakin apa tidak kalau Dzat Maha Suci Tuhan/Allah adalah Dzat Hyang Maha diatas Segala dan Semua yang Maha…?!

Percaya tidak…?!
Yakin tidak…?!
Selama seumur hidup kita ini. Kan Percaya dan Yakin kalau Dzat Maha Suci Tuhan/Allah itu Maha Segalanya dan Kuasa atas segala.

Buktikan…!!!
Jangan cuma percaya jangan cuma yakin doang.

Benar apa tidak kalau Dzat Maha Suci Tuhan/Allah itu Maha Segalanya diatas yang Maha, tidak mau membuktikan, berati Anda ragu, tidak percaya dan tidak yakin pada Kekuasaan yang Anda sembah dan puja puji selama ini.

Sudah waktunya kita bicara bukti, sudah saatnya kita praktek nyata, bukan rasiu bukan kira-kira dan bukan cuma teori katanya belaka.

Sebab karena itu, apapun masalahnya, apapun tujuannya, apapun keinginannya, apapun niyatnya, apapun bebannya, apapun keperluannya, apapun itu dan bagaimanapun, hanya berTaubat lah Jalannya, cuma berIman lah Caranya, jika ingin berhasil dan sukses, kalau ingin sempurna hasilnya.

Jangan di kira, dengan berTaubat kebangkrutan dan kerugian usaha bisnis Anda tidak akan sukses dan berhasil lagi. Jangan di sangka, dengan berIman apapun masalah Anda tidak akan selesai.

Anda pikir, dengan berTaubat dan berIman Anda tidak bisa mencapai tujuan…?! Tidak bisa membayar hutang…?! Tidak bisa sembuh dari penyakitnya…?! Tidak bisa bangkit dari keterpurukan…?! Tidak bisa selamat dari bencana dan musibah…?!

Justru dengan berTaubat dan BerIman hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah-lah, semua dan segala-nya jadi bisa, mudah, ringan, dekat dan gratis, karena Dzat Maha Suci Tuhan/Allah adalah Maha Segala-Nya Atas Semua-Nya. Bagi-Nya tidak ada yang Mustahil.

Untuk itu…
Siapapun Anda…
Bagaimanapun Anda…
Apapun agama dan latar belakang Anda. Tidak peduli Anda seorang Putro Romo atau Ustadz atau Kiyai atau Habib atau Syekh. Jika masih memiliki noda hati “bencian, iri, sirik, hasut, dendam, fitnah, nafsu, ego, pamrih” dan mempunyai “berhala hati “cinta kasih sayang terhadap sesuatu melebihi cinta kasih sayang terhadap Dzat Maha Suci Tuhan/Allah yang melekat di Hati-mu”.

Selagi belum terlambat bin masih ada waktu, segeralah berTaubat dan berIman dengan sebenar-benarnya Taubat dan sesungguh-sungguhnya Iman. Bukan cuma lisan sebatas kata.

Silahkan BerTaubat dan BerIman lah hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah menurut keyakinan Anda Masing-masing, lalu Abdikan seluruh jiwa raga Anda, hanya kepada-Nya sepenuhnya.

Sambutlah… Dia. Terimalah… Dia. Persilahkan… Dia. Masuk kedalam-mu dan mengambil Alih semua dan segalanya terkait tentang dirimu. Lalu perhatikan apa yang terjadi dengan Kesadaran Murni. Cukup Sadar yang Murni, jangan yang lain, tidak perlu neko-neko saat menyaksikan bukti nyatanya yang Maha Dahsyat. Cukup dengan keSadaran Murni (Ono opo-opo Kunci. Ora ono opo-opo tetep Kunci) atau (Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un).

Bagaimana mana mungkin kita bisa Mengibadahkan Ono opo-opo Kunci. Ora ono opo-opo tetep Kunci atau Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un dengan Kesadaran Murni, kalau tidak dengan BerTaubat dan BerIman hanya kepada Dzat Maha Suci…?!

Bagaimana mana mungkin kita bisa Mempraktekan Ono opo-opo Kunci. Ora ono opo-opo tetep Kunci atau Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un dengan Kesadaran Murni, kalau tidak dengan BerTaubat dan BerIman hanya kepada Dzat Maha Suci…?!

MusTahil kita bisa Mengibadahkan atau Mempraktekan Ono opo-opo Kunci. Ora ono opo-opo tetep Kunci atau Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un dengan bencian, iri, sirik, hasut, dendam, fitnah, nafsu, ego, pamrih” dan “cinta kasih sayang terhadap sesuatu yang melebihi cinta kasih sayang terhadap Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Bangunlah dari tidur lelapmu. Sadarlah dari lamunan panjangmu.
Lalu segera BerTaubat dan BerIman. Selesai. TAMAT.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya