Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari)


Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari);
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Brebes Jawa Tengah. Pukul. 21:40. Hari Senin. Tanggal 27 Mei 2019.

Di YouTube saya, ada komentar bagus, komentarnya seperti ini;

Komentar;
Membeberkan kebenaran kepada orang lain, maka kebenaran itu menjadi tidak benar, ilmu tidak membuat orang mulia, apa lagi ilmu itu di nyatakan kepada orang banyak, meskipun ilmu sejati itu benar, karena ilmu sejati adalah, kebenaran pribadi.

Dan saya jawabnya seperti ini…

Wong Edan Bagu;
Dan biyarkanlah saya menjadi bagian dari yang tidak benar itu, lanjutkan yang kau anggap benar pribadi itu, serta silahkan di nikmati sendiri, jangan kau beberkan kepada siapapun, biyarkan saya berbagi kebenaran ini kepada sesama hidup yang mau, sampai akhir hayat saya akan terus berbagi kebenaran walau hanya seayat kepada sekalipun pahit yang saya rasakan.

He he he . . . Edan Tenan.
Sebab karena, di dalam Laku Murni Menuju Suci, saya tidak sedang berkompetisi dengan siapa dan apapun, melainkan mengalahkan diri saya sendiri yang dulu, dengan Praktek langsung di TKP.

1. Selalu mengikuti hati.
2. Istirahat malam yang cukup.
3. Mengerjakan hal-hal yang penting terlebih dahulu.
4. Memulai sesuatu dari hal-hal yang kecil.
5. Dan Selalu berpikir mengenai Dzat Maha Suci Hidup.

Tujuan terakhir saya di dunia kali ini, adalah;
Mengembangkan diri saya sendiri yang sekarang ini, secara terus menerus, tanpa henti hingga ajalku datang.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian. Ada sebuah
Al-Hadits yang berbunyi kata seperti ini;
Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari)

Banyak orang salah paham dengan hadits ini, sehingga menganggap wajib dakwah walaupun ilmu yang dimilikinya hanya sebatas satu ayat saja. Padahal makna hadits ini justru terbalik seratus delapan puluh derajat.

Secara kekuatan sanad, memang hadits ini shahih dan terdapat di dalam kitab Shahih Bukhari. Sehingga tidak ada yang salah dari sisi kebenaran periwayatannya.

Hadits ini kemudian menjadi sangat populer, khususnya di kalangan penceramah, da’i, muballigh, khatib, termasuk ustadz kondang yang ‘doyan’ masuk televisi. Cuma sayangnya cara memahaminya yang justru bermasalah.

Karena di tangan mereka yang berhasrat berat untuk tampil di panggung ceramah, makna hadits ini jadi berbelok 180 derajat.

Maknanya menjadi wajib berdakwah, walaupun kita baru tahu satu ayat saja.

Sementara ilmu-ilmu agama khususnya Islam yang begitu luas dan dalam, dianggap tidak perlu dipelajari dan tidak perlu didalami.

Asalkan bisa sedikit cuap-cuap di depan mikrophone, selipkan disana-sini lawakan, ditambah yel-yel kreatif, maka dianggap sudah bisa berdakwah.

Lucunya…
Orang-orang pun juga seperti, kena sihir, langsung menganggap tokoh ustadz yang ilmunya sebatas ‘satu ayat’ ini sebagai ulama besar yang dielu-elukan, sampai-sampai rela mengorbankan dirinya menjadi perusak NKRI nya sendiri.

Karena yang mereka lihat memang bukan ilmunya yang cuma satu-satunya itu, tetapi yang dilihat adalah aksi panggung, kostum, penampilan, lawakan, atraksi sang ustadz. Dan tentunya sponsor produk yang membiayai produksi di televisi.

Adapun apa latar belakang pendidikan si ustadz ‘satu ayat’ itu, buat pengagum dan pendukungnya sama sekali sudah tidak penting lagi.

Apakah pernah belajar kitab kuning seperti tafsir, hadits, fiqih, ushul fiqih, maqashid syariah, qawaid fiqhiyah dll, juga tidak ada yang mempertanyakan, apa lagi mempermasalahkannya.

Pengertian; “Walaupun Satu Ayat”

Inti kekeliruan pemahaman ini adalah ketika menyangka walaupun cuma punya ilmu satu ayat, sudah wajib berdakwah, mengajar, bahkan berfatwa. Padahal yang benar tentu saja tidak demikian.

Yang benar bahwa yang boleh mengajar hanya sebatas mereka yang ilmunya sudah banyak, matang, mumpuni, dan mendapatkan pengakuan (ijazah) dari gurunya saja.

Kalau belum matang ilmunya kok tiba-tiba merasa diri sudah pintar, lantas sok belagu mengajar ilmu agama, bahkan berfatwa sambil menyalah-nyalahkan orang lain, nyinyir dan hoax, maka azab dan laknat yang akan terjadi. Saksikan saja apa yang terjadi di peralihan tahun 2018-2019 ini.

Kita melihat dengan jelas ada orang jahil alias nyinyir mengangkat dirinya seolah-olah ulama.

Ketika dimintai fatwa, sudah pasti fatwanya tanpa ilmu, maka kata Nabi SAW, ustadz model inilah yang menyesatkan umat.

Kepada para ulama yang memang sudah berilmu banyak itulah sabda Nabi SAW ini ditujukan, yaitu sampaikan ilmu yang sudah banyak kamu miliki, walaupun cuma seayat saja.

Ketika menyampaikan, tidak mengapa walaupun cuma satu ayat saja, karena memang tidak mungkin semua ilmu diajarkan sekaligus secara bertubi-tubi.

Belum tentu yang belajar itu paham dengan mudah, karena kesulitan dalam mencerna.

Intinya;
Tidak mudah mengajarjakan ilmu yang banyak secara sekaligus, sebab itu saya berpesan “jangan pernah merasa lulus atau tamat dalam belajar ilmu kesempurnaan”

Karena cara Menyampaikan nya, pasti seayat demi seayat.

Begitulah maksud dari Al-hadist;
Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari)

Sebagaimana Al-Quran yang di turunkan secara berangsur-angsur, seayat demi seayat, tentu bukan karena Allah itu tahunya cuma seayat-seayat saja.

Walaupun Al-Quran sudah turun semua dalam satu kali dari sisi Allah ke langit dunia, tetapi penurunan tahap kedua, Al-Quran turun dari langit dunia ke permukaan bumi, seayat demi seayat.

Tentu ada banyak hikmah di balik metode berangsur-angsur ini, setidaknya Al-Quran jadi lebih mudah untuk dipahami, dihafal dan dijalankan.

Namun dari sisi kandungan hukumnya, tentu keliru besar kalau kita mengajarkan kepada orang awam hanya sebatas satu ayat.

Kenapa…?!

Karena ternyata satu ayat dengan ayat lain saling berkait dan tidak bisa dipisahkan, dan hukum syariat itu dibangun dari sekian banyak ayat, bukan cuma satu ayat saja.

Boleh jadi ketika kita membaca suatu ayat, kita malah kebingungan, karena tidak tahu maksudnya.

Iya apa iya, hayo…?!

Ternyata penjelasannya ada di ayat yang lain, atau malah di hadits nabawi dan bukan di dalam salah satu ayat.

Atau boleh jadi ternyata ayat itu sudah tidak lagi berlaku, karena telah dihapus hukumnya oleh Allah SWT.

Seperti ayat berikut ini;
Dan para wanita yang berzina harus ada empat orang saksi diantara kamu. Kemudian apabila sudah ada saksi maka kurunglah mereka dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya. (QS. An-Nisa’ : 15)

Jadi hukuman buat wanita yang selingkuh berzina adalah dikurung atau dipenjara sampai mati.

Benarkah demikian…?!

Ternyata jawabnya sama sekali tidak…!!!

Sebab ayat ini sudah dihapus hukumnya dengan ayat yang lain, yaitu ayat kedua dari surat An-Nur.

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali. (QS. An-Nur: 2)

Maka bila seseorang baru tahu satu ayat saja, kok tiba-tiba sudah main tarik kesimpulan ponis hukum seenaknya, sudah jelas hasilnya yaitu sesat dan menyesatkan.

Fatwanya memang dari ayat Al-Quran, tetapi dengan cara pemahaman yang menyimpang dan keliru.

Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari tokoh-tokoh yang ‘ngebet’ mau jadi pendakwah, muballigh dan penceramah tetapi belum punya ilmu yang mencukupi ini. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Salam Se-Tuhan Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3
Twitter: @EdanBagu
Blogg:
http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: https://putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya
Wong Edan Bagu-YouTube.com

Iklan