Mijile Putera Rama – Putero Romo:


Mijile Putera Rama – Putero Romo:
Oleh: Wong Edan Bagu.

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…

Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 20:01. Hari Senin. Tanggal 08. April 2019.

Kunci;
Gusti ingkang Maha Suci.
Kula nyuwun pangapura dumateng Gusti ingkang Maha Suci.
Sirolah, Datolah, Sipatolah.
Kula sejatine satriya/wanita. Nyuwun wicaksana, nyuwun panguwasa.
Kangge tumindak satriya/wanita sejati.
Kula nyuwun kangge anyirna’ake tumindak ingkang luput.

Demikian lah uni atau unen-unen/baca’an “Kunci” Salah satu Kalimat utama dari 5 kalimah yang lainya, yang wajib di manunggalkan oleh seorang Putera Rama.

Manakala tengah bertemu untuk berkumpul bersama (keKadhangan), dalam cipta manunggal, satu hati satu rasa, guna membersihkan diri agar supaya bisa memasuki ranah suci nya jiwa.

Demikianlah yang diajarkan oleh M. Semono Sastrohadijoyo, yang ketika itu di ikrarkan Pada Hari Selasa Malam Senin Pahing Tanggal 14 Nopember 1955.

Yang merupakan turunnya Wahyu Panca Ghaib terhadap diri M. Semono Sastrohadijoyo dan manjing/mijil atau masuknya ke dalam Hati Romo Semono Sastrohadijoyo, sebagai Juru Selamat bagi sesama makhluk Hidup dan sekaligus Penyempurna dari semua lelaku tanpa terkecuali.

Uni/unen atau baca’an “Kunci” bukan hanya diucapkan dalam mulut saja, melainkan sepenuhnya harus di resapi/hayati dengan kesadaran Rasa dalam hati yang paling dalam.

Juga wajib di manunggalkan manakala hendak mengerjakan sesuatu kegiatan hingga menyudahi kegiatan setiap harinya.

Artinya, ada apa-apa maupun tidak ada apa-apa tetap harus “Kunci” di lafadkan, dari menjelang tidur sampai terbangun kembali, dengan selalu palungguh diawal dan dialhirnya, (telapak tangan kanannya memegang ulu hati).

Manfaat setiap saat selalu melafadkan Uni/unen atau baca’an “Kunci” di maksudkan agar hati ini senantiasa mengakui, menyadari dan mengingat dan merasakan adanya kemanunggalan antara makhluk dan Tuhan-nya Dzat Maha Suci Hidup di setiap gerak tubuh dan gerik hati.

Ini adalah wewarah atau pelajaran dari Mendiang M. Semono Sastrohadijoyo, yang disebut sebagai sangu urip lan pati, bekal hidup dan mati.

Sebelum Putera Rama Mijil, waktu itu Wahyu Panca Ghaib masih tersebut sebagai Wahyu Eka Buana atau Wahyu Mahkota Rama, sedangkan Penerimanya bernama M. Semono Sastrohadijoyo, saat berTapa di Goa Singa Barong Nusa Kambangan Cilacap Jawa Tengah, sekitar tahun 1945-1949.

Setelah Putera Rama Mijil Pada Hari Senin Pahing Tanggal 14 Nopember 1955 di Perak Surabaya Jawa Timur.

Wahyu Eka Buana atau Wahyu Mahkota Rama berganti menjadi Wahyu Panca Ghaib dan yang berhasil Mijilake/Memijilkan atau menyempurnakan Adalah;
M. Semono Sastrohadijoyo. bergelar Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Heru Cokro Semono.

Dan sejak itulah beliau M. Semono Sastrohadijoyo Putra angkat ke tiga dari dua bersaudara anak kandung ulama besar, yang juga tokoh spiritual di jaman kolonialis Belanda. Bernama; Kyai Kasan Dikromo.

Yang namanya saat itu cukup terkenal di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, dengan sebutan sebagai Romo Smono, ketika beliau masih mengabdikan dirinya sebagai TNI AL, selama 7 tahun (1955) sebelum dinyatakan resmi purnawiran sebagai prajurit KKO TNI AL dengan pangkat terakhirnya Kapten (1962).

Suami dari Dua Orang Istri bernama Ibu Ngarinem dan Tumirah/Tumirin ini, mengajarkan wewarah ajaran Hidup kepada mereka para rekan prajurit ABRI maupun masayarakat Jawa Timur pada umumnya.

Meskipun beristri dua orang wanita yang nan cantik jelita, namun Romo Smono oleh Gusti Kang Murbeng Dumadi, tidak diberikan momongan seorang anak.

Namun demikian, lantaran ribuan jumlah pengikutnya pada waktu itu hingga sekarang ini, bagi Romo Smono, yang terlahir di Purworejo sekitar tahun 1900 dan meninggal 3 Maret 1981 ini, kesemua pengikutnya diangkat untuk dijadikan sebagai anak (Tersebut) Putera Rama – Putero Romo, yang…

Artinya;
Putera/Putero – Put itu Puteran.
Ra/Ro itu Rasa.
Putera/Putero berartinya Puteran Rasa.

Sedangkan Rama/Romo.
Ra/Ro itu Rasa atau Romo.
Ma/Mo itu Manunggal.
Romo berarti Rasa Manunggal.
(Putera Rama. Berarti Puteran Rasa Manunggal).

Lahir lah Putera Rama atau Putero Romo dan mulai lah berkembang ajaran “pitutur urip bener benering bener” di seluruh Pulau Jawa dan sekitarnya.

Setiap kali Seorang Putera Rama datang, entah Lelaki atau Wanita, entah besar, kecil atau tua dan muda. Romo Smono selalu BerUcap Kata;

Heh putraningsun sami.
Pra satriya lan wanita.
Mrenea sun jarwani.

Mangertiya jenengsira.
Wus Ingsun sabda dadi
Kitab suci sejati.
Adam makna wastanipun.
Iku wujudiro.

Wulang-reh sejati.
Iku uniniro.
Ber-budi bawa-leksana.
Kadya lakunira.

Pratanda Jeneng Siro Putraningsun Sejati.

Tak pelak, pemerintah di jaman peralihan pun dibuatnya gusar.

Oleh Presiden Soeharto yang waktu itu selaku penguasa Negara (1966) dicekalah Romo Smono berserta pengikut ajarannya.

Untungnya, setelah diadakan perundingan yang cukup alot, kesalah pahaman itu bisa kembali diterima pemerintah.

Segera saja 5 tahun kemudian 1971, Paguyuban Manunggal Rasa resmi diakui pemerintah dan dicatatkan pada “Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan yang Maha Esa”

Untuk lebih mengakrabkan lagi antar sesama anggota Paguyuban Manunggal Rasa yang tersebar di seluruh Tanah Air, dibentuklah sebuah Yayasan Tri Sakti yang berkepentingan untuk menjaga, melestarikan dan melaksanakan wewarah, wewuruk bener benering bener ini.

Dan merawat peninggalan adiluhung Romo Smono (M. Semono Sastrohadijoyo) ini, yang berPusara di Puncak Gunung Damar. Desa Kalinongko, Kec. Loano. Kab. Purworejo Jawa Tengah. Semoga Bermanfaat.

Dan Dari Lubuk Hati❤️saya Yang Paling Dalam Mengucapkan Salam Rahayu Penuh Cinta Kasih Sayang❤️Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan