Woro-Woro Atau Pemberitahuan  Dari Wong Edan Bagu untuk semuanya Tanpa Terkecuali:


Woro-Woro Atau Pemberitahuan Dari Wong Edan Bagu untuk semuanya Tanpa Terkecuali:
Oleh: Wong Edan Bagu.

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…

Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 22:00. Hari Rabu. Tanggal 13. Maret 2019.

Saudara-Saudariku terkasih sekalian, BerPikir-Lah Seribu Kali Sebelum BerTaubat Dan BerIman, karena jika Taubat-nya seperti pedasnya makan sambal, dan kalau Iman-nya hanya sebutir debu, bukan keSempurna’an yang akan di dapatkan, melainkan Kesengsara’an dan Ketersiksa’an Bahkan Kecelaka’an “sebab” Sama halnya mempermainkan Tuhan.
Ttd; Wong Edan Bagu.

Kalau Pikirannya belum mau Sadar untuk bertaubat dan Hatinya belum Tergugah Kesadaran untuk belajar dan terus belajar berIman hanya kepada Tuhan.

Sebaiknya jangan Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku).

Sebab karena, selain tidak mendapatkan hasil apapun, juga akan sering tertekan bahkan tersiksa.

Jadi…
Sebelum Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku), berpikirlah seribu kali.

Jangan menuruti perasaan penasaran dan jangan mengikuti rasa ingin tahu, sebab karena, Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku), hanya bisa di lakukan dengan Sadar Pikir dan Kesadaran Hati, bukan Perasaan Penasaran dan Rasa ingin tahu.

Kalau memaksakan diri karena penasaran dan ingin tahu, sungguh…!!!

Panjenengan akan tertekan dan tersiksa bahkan celaka…!!!

Bagaimana tidak tertekan dan tersiksa, siapapun dia, jikalau Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku).

Sebenarnya bukan tidak boleh, namun tidak etis dan tidak layak lagi salin membenci, salin menghina, salin mencemo’oh, salin meng-fitnah, salin mendendam, salin membuli, salin mengadu domba, salin menipu, salin membohongi, salin mengambil keuntungan dan kerugian antar sesama hidup, membedakan, menilai, memilah dan memilih, sikut sana sikat sini, ego di kedepankan, pamrih di utamakan.

Karena Setelah Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku).

Sudah tidak bisa lagi salin membenci, salin menghina, salin mencemo’oh, salin meng-fitnah, salin mendendam, salin membuli, salin mengadu domba, salin menipu, salin membohongi, salin mengambil keuntungan dan kerugian antar sesama hidup, membedakan, menilai, memilah dan memilih, sikut sana sikat sini, ego di kedepankan, pamrih di utamakan.

Pasti akan tertekan dan tersiksa kan…?!

La wong sudah terbiasa asyik salin membenci, salin menghina, salin mencemo’oh, salin meng-fitnah, salin mendendam, salin membuli, salin mengadu domba, salin menipu, salin membohongi, salin mengambil keuntungan dan kerugian antar sesama hidup, membedakan, menilai, memilah dan memilih, sikut sana sikat sini, ego di kedepankan, pamrih di utamakan.

Ketika Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku). Sudah tidak bisa lagi, pasti tertekan dan tersiksa sekali, makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, apapun serba tidak enak, tidak tenang, tidak senang, tidak bahagia, tidak puas, bahkan tidak tenteram.

Sebab karena, biasanya merasa enak makan, nyenyak tidur, apapun serba enak, tenang, senang, bahagia, puas, tenteram, itu setelah salin membenci, salin menghina, salin mencemo’oh, salin meng-fitnah, salin mendendam, salin membuli, salin mengadu domba, salin menipu, salin membohongi, salin mengambil keuntungan dan kerugian antar sesama hidup, membedakan, menilai, memilah dan memilih, sikut sana sikat sini, ego di kedepankan, pamrih di utamakan.

Jadi, ketika berhenti, ketika tidak bisa lagi salin membenci, salin menghina, salin mencemo’oh, salin meng-fitnah, salin mendendam, salin membuli, salin mengadu domba, salin menipu, salin membohongi, salin mengambil keuntungan dan kerugian antar sesama hidup, membedakan, menilai, memilah dan memilih, sikut sana sikat sini, ego di kedepankan, pamrih di utamakan, itu pasti pikirannya tertekan dan hatinya tersiksa.

Nah, karena sebab pikiran tertekan dan hati tersiksa inilah, kecelaka’an akan hadir menghancurkan.

Oleh karena sebab itu, Kalau Pikirannya belum mau Sadar untuk bertaubat dan Hatinya belum Tergugah Kesadaran untuk belajar dan terus belajar berIman hanya kepada Tuhan.

Sebaiknya jangan Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku).

Dari pada tertekan dan tersiksa serta tidak mendapatkan apa-apa, lebih baik jangan kan…?!

Kesimpulannya;
Kalau Pikirannya belum mau Sadar untuk bertaubat dan Hatinya belum Tergugah Kesadaran untuk belajar dan terus belajar berIman hanya kepada Tuhan.

Sebaiknya jangan Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku).

Jikalau di paksakan juga, karena menuruti Penasaran Pikiran dan mengikuti hati yang hanya sebatas ingin tahu, kemudian Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku). Sambil salin membenci, salin menghina, salin mencemo’oh, salin meng-fitnah, salin mendendam, salin membuli, salin mengadu domba, salin menipu, salin membohongi, salin mengambil keuntungan dan kerugian antar sesama hidup, membedakan, menilai, memilah dan memilih, sikut sana sikat sini.

Maka bersiaplah untuk tertekan dan tersiksa, namun tidak mendapatkan hasil apapun, bahkan mungkin bisa celaka dan hancur karena ulahnya sendiri…!!!

Namun jikalau Pikirannya sudah mau Sadar untuk bertaubat dan Hatinya telah Tergugah Kesadaran untuk belajar dan terus belajar berIman hanya kepada Tuhan.

Mari bersama saya Wong Edan Bagu Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku). Selama saya Wong Edan Bagu masih aktif di dunia ini, maka selama itu pula saya Wong Edan Bagu siap sedia selalu salin berbagi Cinta Kasih Sayang (Tresno Welas Asih-he ) nya Dzat Maha Suci Hidup…!!!

Jangan khawatir apa lagi takut. Percayalah;
Saya dan Para Kadhang lainnya sudah membuktikannya sendiri, hanya dengan Taubat dan Iman alias Laku Murni Menuju Suci (meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku), semua per-masalah dunia dan urusan akhirat bisa Sempurna dengan sangat Indah dan Mewah.
Ttd; Wong Edan Bagu

Dan Dari Lubuk Hati❤️saya Yang Paling Dalam Mengucapkan Salam Rahayu Penuh Cinta Kasih Sayang❤️Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan