Jumbuhing Wahyu Panca Ghaib Dan Wahyu Panca Laku (Laku Murni Tumuju/Menuju Suci):


Jumbuhing Wahyu Panca Ghaib Dan Wahyu Panca Laku (Laku Murni Tumuju/Menuju Suci):
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 15:34. Hari Rabu. Tanggal 20. Februari 2019.

Salam Rahayu Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian…

Jumbuhing Wahyu Panca Ghaib Dan Wahyu Panca Laku Atau Laku Murni Tumuju/Menuju Suci. Adalah:
“Rasa Sadar. Rasa Kesadaran. Rasa Kesadaran Murni”

Kalau istilah di dalam pelajaran Laku Spiritualnya;
Rasa Sadar. Rasa Kesadaran. Rasa Kesadaran Murni ini, disebut sebagai;
Sir. Dat. Sipat.

Sir. Dat. Sipat.
Ini saya kurung dulu ya. Terus…

Kalau istilah di dalam pelajaran Ilmu Syariatnya;
Rasa Sadar. Rasa Kesadaran. Rasa Kesadaran Murni ini, disebut sebagai;
Sirullah. Datullah. Sipatullah.

Sirullah. Datullah. Sipatullah.
Saya kurung lagi ya. Terus…

Kalau istilah di dalam pelajaran Ilmu Hakikatnya;
Rasa Sadar. Rasa Kesadaran. Rasa Kesadaran Murni ini, disebut sebagai;
Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad.

Nah sekarang begini, Sebenarnya;
Sir. Dat. Sipat.
Atau…
Sirullah. Datullah. Sipatullah.
Atau…
Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad.

Itu berhakikat sama, maksudnya;

Hakikatnya adalah sama (Lungguhe Kuwi Podo).
Yaitu;
Sama-sama mengajarkan tentang tahapan pencapaian Rasa Sejati atau Sejati nya Rasa.

Intinya adalah Rasa, dan yang di maksud klimax, klimaxnya Laku Murni Menuju Suci, itu adalah Rasa, istilah-istilah diatas. Seperti;
Sir. Dat. Sipat.
Atau…
Sirullah. Datullah. Sipatullah.
Atau…
Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad.
Itu adalah Ending nya.

Ending Filosofi Penggambaran, agar supaya kita bisa lebih mudah mengerti, memahami dan mengetahui klimaxnya Rasa Sejati atau Sejati nya Rasa.

Sebab karena, jikalau kita sudah mengerti, memahami dan mengetahui endingnya, yaitu istilah-istilah tadi, pasti bisa lebih mudah klimaxnya, bisa klik gitu lo…

Sir. Itu mengajarkan tentang Rasa Sadar. Dat. Itu mengajarkan tentang Rasa Kesadaran. Sipat. Itu mengajarkan tentang Rasa Kesadaran Murni.

Sama dengan…
Sirullah. Itu juga mengajarkan tentang Rasa Sadar. Datullah. Itu juga mengajarkan tentang Rasa Kesadaran. Sipatullah. Itu juga mengajarkan tentang Rasa Kesadaran Murni.

Begitu juga dengan…
Nur Allah. Sama mengajarkan tentang Rasa Sadar. Nur Muhammad. Juga sama mengajarkan tentang Rasa Kesadaran. Nur Ilmu Muhammad. Juga sama mengajarkan tentang Rasa Kesadaran Murni.

Rasa Sadar, itu dimensinya atau alamnya atau dunianya Sukma atau empat anasir. Rasa Kesadaran, itu dimensinya atau alamnya atau dunianya Hidup atau Ruh Suci. Rasa Kesadaran Murni, itu dimensinya atau alamnya atau dunianya Dzat Maha Suci atau Tuhan, dan ketiganya itu, salin berkaitan dan tidak bisa terpisahkan atau di pisahkan.

Rasa itu banyak, bahkan teramat sangat buanyak sekali, sebanyak jumlah makhluk yang di ciptakan oleh Tuhan di dunia ini.

Contohnya;
Rasa pahit. Rasa manis, getir, asam, asin, gatal, panas, dingin dll.

Dan kita tidak perlu mempelajari semua rasa itu, selain tidak penting dan buang waktu, bisa pusing nantinya.

La tanpa di pelajari sekalipun, kita kan sudah hapal banget, rasa manis itu bagaimana, rasa pahit itu seperti apa, kan sudah hapal banget to…?!

Lalu, untuk apa di pelajari…!!!

Bikin pusing saja.

Cukup satu saja.
Yaitu;
Rasa Sejati atau Sejati nya Rasa, tidak perlu yang lainnya itu, karena semua rasa itu, bersumber dan bermula dari satu rasa ini. Yaitu; Rasa Sejati atau Sejati nya Rasa.
Rasa Sejati atau Sejati nya Rasa ini, terbagi menjadi tiga tahapan;
Tahap Pertama adalah;
Rasa Sadar.
Tahap Kedua adalah;
Rasa Kesadaran.
Tahap Ketiganya adalah;
Rasa Kesadaran Murni.

Itu lo klimaxnya.
Klimaxnya itu, ini lo…

Kalau di dalam Laku Murni Menuju Suci-nya, Menjalankan atau Mempraktekan atau Meng-ibadahkan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.
Yaitu;
Level Satu “Patrap Semedi Mijil Sowan” yang hakikatnya adalah menjaga hati, itu sebenarnya tentang Rasa Sadar.

Level Dua “Patrap Semedi Mijil Sampurna” yang hakikatnya adalah membersihkan hati, itu sebenarnya tentang Rasa Kesadaran.

Level Tiga “Patrap Semedi Mijil Toto Lenggang” yang hakikatnya adalah membuka hati, itu sebenarnya tentang Rasa Kesadaran Murni.

Endingnya adalah Filosofi Penggambaran…
Sir. Dat. Sipat.
Kalau istilah di dalam pelajaran Laku Spiritualnya. Atau…

Sirullah. Datullah. Sipatullah.
Kalau istilah di dalam pelajaran ilmu syariatnya. Atau…

Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad.
Kalau istilah di dalam pelajaran ilmu Hakikatnya.

Maksud dari Ending Filosofi Penggambaran dari ilmu-ilmu pengertian, ilmu pemahaman, ilmu pengetahuan tersebut, agar supaya kita bisa lebih mudah di dalam mencapai klimaxnya Rasa Sejati atau Sejati nya Rasa.
Yaitu;
Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni.

Sedangkan tentang Jumbuhing atau kedudukan atau lungguhe atau hakikatnya Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni, ketiganya ini, tentang seputar Rasa, bukan selain Rasa.

Sadar adalah Rasanya Sukma.
Kesadaran adalah Rasanya Hidup.
Kesadaran Murni adalah Rasanya Tuhan.

Jadi, yang di maksud Sadar disini, adalah; Rasa yang Sadar, yang di maksud Kesadaran disini, adalah; Rasa Kesadaran, yang di maksud Kesadaran Murni disini, adalah Rasa Kesadaran Murni.

Bukan asal sadar, atau asal kesadaran atau asal kesadaran murni, kalau yang asal asalan saja, tanpa Laku Murni Menuju Suci (Wahyu Panca Laku)pun bisa di kira-kira, namun yang namanya ilmu kira-kira, kan sudah jelas tidak pasti, to…!!!

Jadi, untuk bisa mengklimaxkan Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni, kita harus Laku Murni Menuju Suci (Wahyu Panca Ghaib -Wahyu Panca Laku), karena ketiganya terkait dengan Tuhan semua.

Rasa Sadar dan Rasa Kesadaran serta Rasa Kesadaran Murni ini, tidak bisa di pisahkan, ketiganya salin berkaitan, dan secara otomatis, akan aktif dengan sendirinya, ketika seseorang itu Laku Murni Menuju Suci (Wahyu Panca Laku).
Maksudnya Yaitu;
Mengenal Tuhan dengan Menggunakan Tuhan.

Wahyu Panca Ghaib yang di Jalankan atau di Praktekan atau di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.
Adalah upaya;
Mengenal Tuhan dengan Menggunakan Tuhan itu sendiri.

Jangan lupa, Tuhan itu adalah Dzat Maha Suci Hidup, yang tidak bisa di campuri dengan apapun dan tidak bisa tercampuri oleh apapun.

Jadi…
Jangan kan untuk manunggal/menyatu, mengenal saja, sangat mustahil, jika Tuhan itu sendiri, tidak berkehendak untuk di kenali.

Hehe.:-) iya apa iya…?!
Hayo…!!!

Artinya;
Agar Tuhan berkehendak untuk di kenali, supaya bisa manunggal/menyatu dengan-Nya, ya harus menggunakan Tuhan itu sendiri.

“LAA YA’RIFALLAAHU GHOIRULLAH”
Yang mengenal Allah hanya Allah.

“AROFTU ROBBI BI ROBBI”
Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan.

Laku Murni Menuju Suci = Mempraktekan atau Menjalankan atau Meng-Ibadahkan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku, itu kan berarti menggunakan Tuhan itu sendiri di dalam mengenal-Nya mas brow dan mbak brow…

Coba saja pelajari Wahyu Panca Ghaib dan Wahyu Panca Laku itu apa dan bagaimana di artikel saya atau vidio saya yang menguraikan tentang apa dan bagaimana itu Wahyu Panca Ghaib dan Wahyu Panca Laku.

Baca dulu baik-baik, jangan terburu panatik menyimpulkan, agar supaya tidak gagal paham jika memang ingin mengerti apa itu Wahyu Panca Ghaib dan Wahyu Panca Laku, logisnya kan begitu, bukan cuma nebak-nebak lalu mengira…

Kembali ke pokoknya, yaitu tentang Jumbuhing Wahyu Panca Ghaib Dan Wahyu Panca Laku Atau Laku Murni Tumuju/Menuju Suci. Yaitu:

Rasa Sadar. Rasa Kesadaran dan Rasa Kesadaran Murni.

Filosofi Penggambaran Tentang
Rasa Sadar;
Ketika saya bisa merasakan kebelet pipis, itulah Rasa nya Sadar, itu lo yang di maksud Rasa Sadar itu seperti itu, seperti ketika kita bisa merasakan rasanya kebelet pipis.

Karena saya bisa merasakan rasanya kebelet pipis, saya mengerti betul, saya paham sekali, saya tau banget, bahwa rasanya kebelet pipis itu, heeemmmm,,,, gitu deh.

Karena saya bisa merasakan rasanya kebelet pipis, berarti saya sadar, buktinya bisa merasakan kebelet pipis, kalau tidak sadar, mana mungkin bisa merasakan rasanya kebelet pipis, iya apa iya…?! Hayo…!!!

Filosofi Penggambaran Tentang
Rasa Kesadaran;

Karena bisa merasakan rasanya kebelet pipis itu ehem banget, secara otomatis, tanpa di bimbing sekalipun, tanpa di didik sekalipun, tanpa di beritahu sekalipun, akan muncul reflek otomatis yang membuat tubuh saya bergerak mencari tempat untuk pipis.

Nah ketika terjadi reflek otomatis mencari tempat untuk pipis inilah, kesadaran sedang aktif, dan disaat saya bisa merasakan kesadaran yang sedang aktif menuntun saya mencari tempat untuk pipis, ini lo yang di maksud Rasa Kesadaran, rasanya kesadaran itu, seperti itu lo…

Dengan Rasa Kesadaran inilah, saya bisa menuju toilet, minimal, tempat yang aman dan nyaman untuk pipis, maksudnya tempat yang tidak terganggu oleh pandangan seseorang yang sedang lewat atau seseorang yang sedang berada di tempat itu, ini yang di maksud Rasa Kesadaran.

Kalau bukan dengan Rasa Kesadaran, pasti pipisnya sembarangan, tidak peduli di tempat ramai atau tempat bersih dan indah yang tidak seharusnya di pipisin, main semprot aja.

Filosofi Penggambaran Tentang
Rasa Kesadaran Murni;

Karena pipisnya di tempat yang aman, nyaman, sehingga pipisnya tidak terburu-buru, tidak kikuk, tidak gugup, tidak gelisah.

Sehingganya, curahan demi curahan air seni yang di keluarga, bisa di Rasakan dengan Rasa Sadar dan Rasa Kesadaran.

Al-hasil…
Plong… Lega… Dan tetap bersih, walau baru saja mengeluarkan kotoran tubuh.

Dengan begitu, Rasa Sadar dan Rasa Kesadaran nya, bisa mengucap syukur dengan sangat mudah “Terima Kasih Tuhan… Terima Kasih Tuhan… Terima Kasih Tuhan” La inilah Rasa Kesadaran Murni, Rasa nya Kesadaran Murni itu seperti itu.

Klimaxnya Rasa Sadar, adalah Rasa Kesadaran.
Klimaxnya Rasa Kesadaran, adalah Rasa Kesadaran Murni.
Klimaxnya Rasa Kesadaran Murni, adalah bertemu Hidup/Guru Sejati.
Klimaxnya bertemu Hidup/Guru Sejati, adalah mengenal Tuhan.
Klimaxnya mengenal Tuhan, adalah manunggal/menyatu menjadi satu kesatuan dengan Dzat Maha Suci Hidup.

“ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU ZHOHIRULLAAH”
Allah itu bathinnya manusia, manusia adalah zhohirnya (kenyataannya) Allah.

He he he . . . Edan Tenan.
Dan Dari Lubuk Hati❤️saya Yang Paling Dalam Mengucapkan Salam Rahayu Penuh Cinta Kasih Sayang❤️Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om – Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan