Cara Membebaskan Diri dari Penjara Mental:

Cara Membebaskan Diri dari Penjara Mental:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Pukul: 20:45. Hari Rabu. Tanggal 27 Juni 2018.

Pertanyaan;
Mengapa orang bisa sukses…?! Mengapa orang bisa gagal…?!

Jawabannya ada beraneka ragam jawaban, terlepas dari jenjang pendidikan, kadang jawaban kita justru bersifat menghambat diri kita sendiri, untuk bisa mencapai keberhasilan hidup.

Jawaban-jawaban itu, mencerminkan sistem kepercayaan, yang justru telah mengurung kita dalam satu zona kenyamanan yang tidak aman, dan telah menjadi penjara mental yang tidak di sadari.

Penjara mental yang dimaksudkan, adalah berbagai kepercayaan yang salah, yang harus diterima sebagai sesuatu yang benar, tanpa pernah diperiksa keabsahan dan kebenaran kepercayaan itu.

Sebagai contoh…

Pertanyaan;
Mengapa orang bisa sukses…?!

Jawaban standar yang didapatkan.
Adalah;
Karena faktor keturunan, hoki, pendidikan, koneksi, hari lahir/jam lahir, nasib, jenis kelamin, shio/zodiak, modal, dan kesehatan / fisik dll.

Tapi anehnya, apabila ditanya, Mengapa orang bisa gagal…?!

Maka jawaban yang didapat kurang lebih sama dengan jawaban di atas.

Kita berkeyakinan bahwa apa yang kita percayai itu, sebagai faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan hidup, adalah hal yang benar.

Alasannya adalah;
Karena kepercayaan itu adalah pelajaran yang didapatkan dari orang tua, guru, atau figur yang kita kagumi dan hormati.

Penjara yang umum kita kenal adalah, tempat untuk mengurung seseorang, untuk periode waktu tertentu, yang telah berbuat kesalahan atau kejahatan.

Selama seseorang berada di penjara, maka ia kehilangan kebebasan dan sebagian hak-haknya sebagai warga negara.

Narapidana menjalani hidup yang monoton dan terisolasi dari dunia luar, sampai masa hukumannya habis.

Penjara mental menjalankan fungsi yang sama.

Namun sangat banyak orang yang secara sadar atau tidak sadar, telah memasukkan diri mereka ke penjara yang tidak kasat mata ini, yang lebih mengerikan lagi, dapat mengurung diri mereka seumur hidup.

Satu-satunya cara untuk keluar dari penjara mental adalah;

Dengan secara sadar menela’ah setiap kepercayaan yang dipegang seseorang.

Tidak ada kepercayaan yang baik atau buruk, yang ada adalah kepercayaan yang mendukung dan menghambat.

Kepercayaan seseorang mengendalikan cara berpikir, sikap, perilaku, bagaimana ia menggunakan waktunya, siapa kawannya, buku apa yang ia baca, gaya hidup, penghasilan, dan masih banyak aspek lainnya.

Mungkin banyak orang yang berkata, “Uang adalah akar dari segala masalah kejahatan itu” Orang dengan kepercayaan ini, hidupnya biasa-biasa, cenderung agak kekurangan.

Itu karena mereka telah mengadopsi kepercayaan yang salah, dan kepercayaan ini, telah menjadi penjara mental mereka.

Adanya seorang yang sangat berhasil secara finansial, saat ditanya mengenai rahasia keberhasilannya, ia menjawab, “Sejak usia tujuh tahun saya telah mempunyai keyakinan bahwa, bila saya berusaha dan bekerja keras, maka Tuhan akan berkonsultasi dengan saya untuk menentukan nasib saya”

Kita tidak boleh menilai apakah kepercayaan ini benar atau salah, karena kepercayaan adalah sesuatu yang bersipat pribadi.

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah;
Bahwa apapun kepercayaan yang kita pegang, maka kepercayaan ini, akan mempengaruhi hidup kita, dan di akhir tulisan saya ini, ada satu renungan bagi pembaca.

Ada dua keluarga yang mengajarkan dua kepercayaan yang berbeda pada anak-anak mereka.

Keluarga pertama mengajarkan.
(Makan tidak makan yang penting kumpul).

Keluarga kedua mengajarkan.
(Kumpul… Kumpul… Kita makan).

Menurut Para Kadhang dan Para Sedulur kinasih-ku sekaluan, anak dari keluarga mana yang akan jauh lebih berhasil secara finansial…?!

He he he . . . Edan Tenan. Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku atau Tobat Iman yang saya bahasakan sebagai Laku Murni Menuju Suci. Adalah; Cara untuk Membebaskan Diri dari Penjara Mental, kalau sudah bebas, jangan berusaha untuk Masuk Penjara Lagi.

Salam Rahayu Penuh Cinta Kasih Sayangku Untukmu Sekalian Dan
“Selamat_/!\_Selamat_/!\_Selamat” Untuk kita semuanya tanpa terkecuali.
Ttd: Toso Wijaya. D.
Lahir: Cirebon.
Hari: Rabu Pon.
Tanggal: 13 – 08 -1959
Di Gubug Jenggolo Manik.
Alamat:
Jl. Raya Pilangrejo.
Gang. Jenggolo.
Dusun. Ledok Kulon.
Rt/Rw: 004/001.
Ds: Pilangrejo.
Kec: Juwangi.
Kab: Boyolali.
Propinsi: Jawa Tengah.
Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s