Perjalanan Mencari Jati Diri Sejati. (kisah nyata masa lalu Wong Edan Bagu):

Perjalanan Mencari Jati Diri Sejati. (kisah nyata masa lalu Wong Edan Bagu):
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Jumat. Tanggal 1 Juni 2018.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian tahu…?!

Ada…
Berapa banyak orang yang beragama di dunia ini…?!
Berapa banyak tempat ibadah di dunia ini…?!
Berapa banyak orang yang taat menjalankan ritual agamanya…?!

Kita tahu jumlahnya luar biasa banyak bukan…?!

Namun mengapa…?!
Sejauh dan sepanjang sejarah dunia ini, kemiskinan, kelaparan, penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, peperangan dan bencana alam terus merajalela…?!

Sudah berapa banyak dari kita yang memohon, berdoa pada Tuhan, dengan berbagai macam cara dan ritual, untuk mengakhiri semua itu…?!

Tapi kegelapan tak kunjung sirna, bahkan manusia semakin individualis, bringas, melakukan teror dan giyat mencela bahkan salin hina, bencana alam kian mengganas.

Lalu…
Apakah yang keliru…?!

Tidak kah semua hal itu dapat menggugah kesadaran kita yang mengaku beriman dan berTuhan…?!

Ini karena mayoritas manusia di Bumi ini, lebih mementingkan dan selalu terfokus untuk mencari yang bukan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Heeemmmmm…
Dulu…
Sekitar tahun 1989, ketika saya masih dalam perjalanan mengembara, dalam proses pencarian jati diri, sampailah langkah kaki saya di suatu tempat atau daerah yang cukup menawan hati saya kala itu, pulau penyengat namanya.

Mengetahui nama pulau yang begitu menusuk lelaku spiritual saya ini, saya tidak berpikir panjang lagi, bersegeralah saya menelusuri bagian-bagian daerahnya hingga ke pelosoknya.

Pulau Penyengat adalah sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam.

Dan saya bertemu dengan seorang kakek jompo yang sedang duduk didepan teras rumahnya sambil menumbuk pinang untuk memerahi bibir keriputnya, bernama Kakek Alimin, yang akrab di panggil Datuk Alim.

Kakek Alimin atau Datuk Alim, berusia sekitar 90 tahunan, waktu itu, setelah salin memperkenalkan diri, saya berusaha mengorek keterangan dari Datuk Alim, mengenai seputar Pulau Sengat.

Ceritanya sangat panjang, membuat saya harus bermalam dan menginap di gubuk Datuk Alim yang terletak di bawah pohon rindang tepi pantai, di mana di depannya, terhampar lautan nan luar, yang menyandra setiap mata yang menatapnya.

Di penghujung cerita…
Datuk Alim bertanya kepada saya;

Datuk Alim;
Apa kau cari, sehingga harus mengembara sejauh ini nak..?!

WEB;
Sebenarnya saya tidak mencari apa-apa (jawab saya sambil menunduk) Saya hanya ingin mengenal jati diri saya yang sebenarnya.

Datuk Alim;
Maksudnya mu nak…?!

WEB;
Maksud saya, saya ingin mengetahui Siapa Aku yang sebenarnya, Dari Mana Aku, Mau Kemana Aku, dan Untuk Apa Aku ini.

Datuk Alim;
Dasar apa yang membuatmu ingin mengetahui hal itu nak…?!

WEB;
Perjalan kehidupan saya sangat gelap dan pahit, saya sudah capek dengan kegelapan dan kepahitan yang saya alami tiada henti, saya ingin bahagia, tenang, aman, nyaman dan tentram.

Lalu guru saya menyarankan saya belajar adat istiadat dan mendalami agama, sayapun mengikuti saran itu, tapi saya belum mendapatkan apa yang saya inginkan.

Pada suatu ketika, ada seorang alim ulama yang menjelaskan kepada saya, bahwa apa yang saya inginkan itu, adalah milik Tuhan, jadi, jika saya tidak mengenal Tuhan, bagaimana mungkin bisa bahagia, tenang, aman, nyaman dan tentram.

Lalu saya di tunjuki isi Al-qitab, yang berbunyi; Barang siapa mengenal diri, akan mengenal Rabb-nya.

Yang maksudnya;
Kalau saya ingin bahagia, tenang, aman, nyaman dan tentram, maka saya harus mengenal Tuhan, untuk bisa mengenal Tuhan, saya harus mengenal diri saya terlebih dulu, itu lah yang menjadikan saya harus mengembara.

Datuk Alim;
Sungguh kasihan.
Sudah kau menemukan itu nak…?!

WEB;
Belum

Lalu…
Sambil berjongkok gemetaran, Datuk Alim menghampiri sebuah kotak kecil yang ada di sudut meja, lalu membuka dan mengambil gulungan rontal dari dalam kotak itu, sambil menimang rontal, beliau berkata.

Datuk Alim;
Ini adalah salinan Gurindam 12.
Gurindam 12 adalah sekumpulan syair yang diciptakan oleh Raja Ali Haji di Pulau Penyengat ini.

Raja Ali Haji, adalah seorang sastrawan di Kepulauan Riau pada masanya dan diakui sebagai salah satu Pahlawan Nasional.

Raja Ali Haji menciptakan Gurindam 12 ini, sebagai mas kawin yang diberikan kepada Engku Puteri Hamidah, yang tinggal di Pulau Penyengat ini.

Mas kawin ini, dipahatkan di sebuah batu marmer, sebagai bukti rasa cintanya kepada Engku Puteri Hamidah, yang kemudian di salin ke dalam rontal oleh guruku, lalu di wariskan kepadaku, untuk di pelajari, dan sekarang, rontal ini saya serahkan kepadamu nak.

WEB;
Mohon maafkan Datuk, bukannya saya tidak mau, saya sudah capek belajar ilmu, saya hanya ingin bahagia, tenang, aman, nyaman dan tentram, bukan ilmu kesaktian macam manapun.

Datuk Alim;
Nak…
Ini Gurindam 12, apa yang kau inginkan itu, jawabannya ada di rontal ini, ini bukan rontal yang bertuliskan ilmu-ilmu kesaktian.

Rontal Gurindam 12 ini, berisi wejangan yang sangat berguna dan bersifat universal bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi dirimu yang ingin mengenal diri sejatimu nak.

WEB;
Sambil tertunduk, saya berkata. Baiklah Datuk, kalau memang isinya adalah jawaban dari pencarian saya, saya bersedia mau menerimanya dan akan saya mempelajari isinya, sesuai yang Datuk perkenankan.

Setelah saya membuka dan mengamati satu demi satu rontal, saya mendapatkan bahasa yang di bentuk menjadi sebuah kata, lalu menjadi kalimat yang mempunyai makna yang terkandung di dalamnya sangat luar biasa, dan sepertinya saya butuh tempat untuk bisa menggali makna kedalamannya.

Dan Datuk Alim menyarankan saya untuk mencari Bukit Siguntang di Palembang, dan menepi disana untuk mempelajari Rontal Gurindam 12, sayapun berusaha untuk bisa menemukan Bukit Siguntang itu.

Setelah berminggu-minggu saya berjalan kaki dari kepulauan Riau ke Palembang, akhirnya saya berhasil menemukannya.

Dan ternyata;
Bukit Siguntang adalah sebuah tempat bersejarah di wilayah Palembang, bukitnya rimbun dan asri, bukit siguntang adalah merupakan titik tertinggi di Kota Palembang, dan menyimpan banyak cerita misteri masa lalu leluhur orang palembang.

Di Bukit Siguntang ini, terdapat 7 makam keramat yang memiliki aura mistis yang sangat luar biasa, rupanya Bukit Siguntang merupakan tempat pemakaman orang-orang penting Palembang zaman dahulu. Yaitu;

Makam Pertama;
1. Makam Panglima Tuan DjungDjungan.
Beliau merupakan ulama dari Arab yang datang ke tanah melayu (Swarnadwipa) untuk berkelana sambil menyiarkan agama Islam.

2. Radja Segentar Alam.
Nama aslinya adalah Iskandar Zulkarnain Alamsyah, yang berasal dari Kerajaan Mataram.

3. Putri Kembang Dadar.
Nama aslinya adalah Putri Bunga Melur, yang berasal dari Kayangan (langit)-(bidadari).

4. Putri Rambut Selako.
Rambut Selako, artinya rambut yang keemas-emasan (pirang), Nama aslinya adalah Putri Damar Kencana Wungsu, yang berasal dari Majapahit, anak dari Prabu Prawijaya.

5. Panglima Batu Api.
Beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Jeddah (Arab Saudi) yang datang ke tanah melayu untuk berkelana dan menyiarkan agama Islam.

6. Panglima Bagus Kuning.
Berasal dari Mataram yang datang ke Palembang, untuk mengawal Radja Segentar Alam.

7. Panglima Bagus Karang.
Berasal dari Mataram yang datang ke Palembang, bersama Panglima Bagus Kuning untuk mengawal Radja Segentar Alam.

Dari makam-makam itu, membuktikan bahwa Bukit Siguntang, merupakan tempat yang sangat sakral, sehingga para bangsawan Palembang zaman dahulu, banyak yang dimakamkan di bukit tersebut.

Dan di bukit inilah saya menepi mempelajari makna yang terkandung di dalam Rontal Gurindam 12.

Di dalam setiap pasal di Gurindam 12, mempunyai dua baris/bait dalam serangkap atau beberapa baris/bait dalam serangkap.

Setiap baris/bait ke baris/bait di dalam gurindam 12, membawa makna yang lengkap dan saling berkesinambungan antara baris pertama terhadap baris/bait berikutnya.

Maksudnya;
Baris/bait pertama sebagai “syarat/tanya” dan baris/bait kedua sebagai “jawab/jawaban”.

Contoh misalnya;
Baris/bait pertama atau “syarat/tanya” menyatakan suatu peristiwa, sedangkan baris kedua atau “jawab/jawaban” menerangkan atau menjelaskan atau menjawan apa yang telah dinyatakan oleh baris/bait yang pertama tadi.

Berikut ini Gurindam 12 yang berhasil saya maknai dan berhasil memperkenalkan Aku dan Diri Sejatiku. Semoga Bermanfaat Bagi Banyak Orang dan Secara Umum.

“GURINDAM DUA BELAS”
Gurindam pasal. 1;
“Barang Siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama”

Maksudnya adalah;
Setiap insan yang hidup di dunia ini, harus memiliki agama/tuntunan, karena agama/tuntunan, adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, orang yang tidak mempunyai agama/tuntunan, berarti orang yang tidak tahu arah dan petunujuk, sehingga tersesat dalam menjalani kehidupan.

“Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang ma’rifat”

Maksudnya adalah;
Ada 4 hal yang menjadikan manusia yang sesungguhnya, yaitu; syariat, tarikat, hakikat dan ma’rifat, jika tahu tentang itu, maka dia juga akan mengenal Tuhannya.

“Barang siapa mengenal Tuhan,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah”

Maksudnya adalah;
Barang siapa yang bertaqwa kepada Tuhan, akan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

“Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri”

Maksudnya adalah;
Orang yang mengenal dirinya sendiri, maka ia mengenal Tuhan yang benar.

“Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang terpedaya”

Maksudnya adalah;
Orang yang mengetahui kebahagiaan di dunia, pasti mengerti bahwa itu hanya tipu daya belaka.

“Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia melarat”

Maksudnya adalah;
Orang yang mengerti dan paham tentang kehidupan di akhirat, ia memahami bahwa kehidupan di dunia hanya sementara dan fana dibandingkan kehidupan di akhirat.

Gurindam pasal. 2;
“Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut”

Maksudnya adalah;
Orang yang taat kepada Tuhan, pasti takut dengan larangan Tuhan.

“Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang”

Maksudnya adalah;
Orang yang tidak sembahyang, maka hidupnya tidak akan mendapat ketenangan dari Tuhan, seperti rumah yang tidak bertiang.

“Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya”

Maksudnya adalah;
Orang yang meninggalkan puasa, hidupnya pun sia-sia dan Tuhan tidak akan menjaganya di dunia maupun akhirat.

“Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat”

Maksudnya adalah;
Orang yang tidak berzakat, hartanya tidak bermanfaat, dan hidupnya tidak akan memperoleh kelimpahan kebaikan.

“Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji”

Maksudnya adalah;
Orang yang mampu pergi haji, namun tidak melaksanakanya, berarti ia telah ingkar janji dengan agamanya sendiri.

Gurindam pasal. 3;
“Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita’

Maksudnya adalah;
Orang yang tidak menjaga hawa nafsu, maka pastilah ia akan rugi.

“Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping”

Maksudnya adalah;
Sebagai manusia kita harus menjaga telinga, untuk mendengar pembicaraan yang baik, jangan hiraukan pembicaraan yang tidak penting dan tidak baik.

“Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah”

Maksudnya adalah;
Setiap manusia, harus menjaga setiap ucapan, supaya memperoleh kebaikan.

“Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan”

Maksudnya adalah;
Berhati-hati dalam berbuat segala sesuatu, tidak bertindak ceroboh.

“Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi’il yang tiada senonoh”

Maksudnya adalah;
Sesuatu yang berlebihan, akhirnya pasti akan membuat keburukan.

“Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat”

Maksudnya adalah;
Jika ingin mencapai sesuatu, jangan setengah-setengah, harus totalitas dalam menjalani sesuatu.

“Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi”

Maksudnya adalah;
Berhati-hati dalam melangkah atau mengambil suatu keputusan, supaya keputusan yang diambil tidak merugikan.

Gurindam pasal. 4;
“Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim, segala anggota pun roboh”

Maksudnya adalah;
Hati ibaratnya kerajaan di dalam tubuh, kalau sampai jahat, makan hancurlah seluruh tubuh.

“Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah”

Maksudnya adalah;
Perasaan iri dan dengki, akan mendapat penderitaan.

“Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir”

Maksudnya adalah;
Sebelum berbuat, berpikirlah terlebih dahulu,
Berpikir dahulu, agar ketika melakukan tidak terpeleset/salah.

“Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala”

Maksudnya adalah;
Orang yang melakukan sesuatu dengan emosi, tidak akan bisa berpikir dengan baik.

“Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong”

Maksudnya adalah;
Orang yang berbohong akan menerima akibat dari kebohongannya.

“Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka”

Maksudnya adalah;
Orang yang tidak menyadari aibnya sendiri, adalah orang yang paling celaka.

“Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah”

Maksudnya adalah;
Sifat buruk janganlah dipelihara, karena itulah pencuri yang berlagak baik, hendaknya segera dirubah.

“Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar”

Maksudnya adalah;
Orang yang memiliki kekuasaan, janganlah berlaku sewenang-wenang.

“Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur”

Maksudnya adalah;
Orang yang berkata tidak baik, akan mendapat predikat yang buruk.

“Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi”

Maksudnya adalah;
Mengetahui kesalahan diri sendiri dari penilaian orang lain”

Gurindam pasal. 5;
“Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa”

Maksudnya adalah;
Orang yang baik, bisa dilihat dari etika dan tutur bahasanya.

“Jika hendak mengenal orang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia”

Maksudnya adalah;
Orang yang berbahagia, tidak menyia-nyiakan apapun.

“Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia”

Maksudnya adalah;
Orang yang mulia itu, terlihat dari sipat dan sikap kelakuannya.

“Jika hendak mengenal orang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu”

Maksudnya adalah;
Orang yang berilmu adalah orang yang tidak putus asa dan selalu berusaha belajar tanpa bosan.

“Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal”

Maksudnya adalah;
Orang yang berakal, akan mengumpulkan bekal untuk di akhirat.

“Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai”

Maksudnya adalah;
Orang yang baik, dapat dilihat dari cara ia berinteraksi dengan orang banyak.

Gurindam pasal. 6;
“Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat”

Maksudnya adalah;
Carilah sahabat yang selalu ada dalam situasi apapun.

“Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru”

Maksudnya adalah;
Carilah seorang guru, yang membimbing.

“Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri”

Maksudnya adalah;
Carilah pasangan yang baik dan rela berkorban.

“Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan”

Maksudnya adalah;
Carilah teman yang setia dan tidak berkhianat.

“Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi”

Maksudnya adalah;
Carilah seseorang yang memiliki budi pekerti baik.

Gurindam pasal. 7;
“Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta”

Maksudnya adalah;
Kalau orang banyak bicara, akan akan menemukan cara untuk bisa berbohong.

“Apabila banyak berlebih-lebihan suka, itulah tanda hampir duka”

Maksudnya adalah;
Kalau orang suka berlebih-lebihan, disitulah awal datangnya petaka.

“Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapaknya letih”

Maksudnya adalah;
Anak yang tidak dibimbing dengan baik sejak kecil, saat besar, pada orang tua tidak berbakti, bisa melawan orang tuanya.

“Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang”

Maksudnya adalah;
Orang yang suka mencela orang lain, tidak akan menyadari kekurangan dirinya sendiri.

“Apabila orang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur”

Maksudnya adalah;
Orang yang banyak/suka tidur, hidupnya akan sia-sia.

“Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar”

Maksudnya adalah;
Menghadapi sesuatu hal, hendaknya dengan penuh kesabaran.

“Apabila mendengar akan aduan,
membicarakannya itulah hendaklah cemburuan”

Maksudnya adalah;
Apabila ada yang membicarakan keburukan seseorang, lebih baik jangan hiraukan.

“Apabila perkataan lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut”

Maksudnya adalah;
Ikuti perilaku yang baik.

“Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar”

Maksudnya adalah;
Jauhi perilaku yang buruk.

“Apabila pekerjaan yang amat benar, tidak boleh orang berbuat onar”

Maksudnya adalah;
Jangan mengacau jika ada orang yang hendak berbuat baik.

Gurindam pasal. 8;
“Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya”

Maksudnya adalah;
Jika kita telah membohongi diri sendiri, kita akan lebih keterlaluan dalam menghianati orang lain.

“Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya”

Maksudnya adalah;
Jangan percaya kepada orang yang menghancurkan dirinya sendiri.

“Lidah yang suka membenarkan dirinya, daripada yang lain dapat kesalahannya”

Maksudnya adalah;
Orang yang berbohong untuk menutupi kesalahan dan Orang yang menganggap dirinya lebih benar dibandingkan orang lain.

“Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar pada orang datangnya khabar”

Maksudnya adalah;
Jika ingin mendapatkan sesuatu kabar yang baik hendaklah bersabar.

“Orang yang suka menampakkan jasa, setengah daripada syirik mengaku kuasa”

Maksudnya adalah;
Orang yang memamerkan yang telah diperbuat, itu berarti telah menyekutukan Tuhanya.

“Kejahatan diri disembunyikan,
kebaikan diri didiamkan”

Maksudnya adalah;
Alangkah baiknya menutupi sisi negatif dari diri sendiri dan juga tidak menunjukkan sisi positif dari diri sendiri.

“Keaiban orang jangan suka dibuka, keaiban diri hendaklah sangka”

Maksudnya adalah;
Lebih baik membuka aibnya sendiri, dari pada membuka aibnya orang lain.

Gurindam pasal. 9;
“Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan, bukannya manusia ya itulah syaitan”

Maksudnya adalah;
Orang yang tahu bahwa yang dia lakukan itu tidak benar, tetapi tetap ia lakukan, itu sama saja dengan syaitan.

“Kejahatan seorang perempuan tua, itulah iblis punya penggawa”

Maksudnya adalah;
Orang yang jahat sampai tua atau semasa hidupnya, itu sama saja pengikut iblis.

“Kepada segala hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja”

Maksudnya adalah;
Syaitan suka kepada orang yang bermalas-malasan.

“Kebanyakan orang yang muda-muda, di situlah syaitan tempat berkuda”

Maksudnya adalah;
Masa-masa muda penuh dengan godaan, yang dapat menjerumuskan diri sendiri, sehingga kita mudah dikendalikan oleh syaitan.

“Perkumpulan laki-laki dengan perempuan, di situlah syaitan punya jamuan”

Maksudnya adalah;
Jika laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim berduaan, maka akan menimbulkan dosa dan keduanya adalah syaitan.

“Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat”

Maksudnya adalah;
Syaitan tidak suka dengan orang yang hemat.

“Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru”

Maksudnya adalah;
Orang yang rajin menuntut ilmu dimasa muda, adalah musuhnya syaitan.

Gurindam pasal. 10;
“Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Tuhan tidak murka”

Maksudnya adalah;
Harus patuh terhadap orang tua, agar mendapat ridha dari Tuhan.

“Dengan Ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat”

Maksudnya adalah;
Hormatilah ibumu, agar selamat dunia akhirat.

“Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai”

Maksudnya adalah;
Jika ingin memiliki anak yang sukses, bimbinglah dengan baik sejak dini.

“Dengan isteri dan gundik janganlah alpa, supaya kemaluan jangan menerpa”

Maksudnya adalah;
Kita harus menjaga nafsu tehadap istri, apa lagi pada yang bukan istri, supaya syahwat tetap terjaga.

“Dengan kawan hendaklah adil,
supaya tangannya jadi kafill”

Maksudnya adalah;
Berbuatlah adil kepada siapapun.

Gurindam pasal. 11;
“Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa”

Maksudnya adalah;
Saling membantu dan berbakti kepada bangsa dan negara.

“Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela”

Maksudnya adalah;
Jadilah pemimpin yang baik dan membuang semua perbuatan yang tercela.

“Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat”

Maksudnya adalah;
Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Hendak marah, dahulukan hajat”

Maksudnya adalah;
Janganlah mudah marah sebelum hajat terpenuhi.

“Hendak dimulai, jangan melalui”

Maksudnya adalah;
Jangan pernah menunda-nunda sesuatu.

“Hendak ramai, murahkan perangai”

Maksudnya adalah;
Berbuatlah baik jika ingin memiliki banyak teman.

Gurindam pasal. 12;
“Raja mufakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri”

Maksudnya adalah;
Jika kita bekerjasama, akan menjadi satu kesatuan yang kuat.

“Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja”

Maksudnya adalah;
Berprasangka baiklah terhadap apapun, jangan buruk sangka.

“Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh inayat”

Maksudnya adalah;
Pemimpin harus bisa menegakkan dan menegaskan keadilan secara menyeluruh.

“Kasihkan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu”

Maksudnya adalah;
Orang yang berilmu, hidupnya akan dimudahkan dan memperoleh rahmat.

“Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai”

Maksudnya adalah;
Berteman dengan orang baik, akan mengetahui suatu kebaikan.

“Ingatkan dirinya mati, itulah asal berbuat bakti”

Maksudnya adalah;
Lakukan lah kebaikan sebelum kita mati.

“Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta”

Maksudnya adalah;
Orang yang sadar, mata hatinya tidak buta, akan menyadari bahwa setiap yang bernyawa itu benar-benar akan mati.

Itulah Gurindam 12 yang telah berjasa besar terhadap saya, karenanya, saya berhasil menemukan jati diri pribadi saya. Terima kasih Datuk Alim. Terima kasih Eyang Guru Datuk Alim dan Terima Kasih Paduka Raja Ali Haji.
Semoga Bermanfaat Bagi Banyak Orang Secara Umum.

Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s