Mari Kita Bersama-sama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita:


Mari Kita Bersama-sama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita (Wejangan Bagian Pertama):

Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Candi Gedung Songo. Hari Rabu. Tanggal 16 Mei 2018.

Ruh dan Jiwa…?!
Ya… Ruh dan Jiwa, karena pada hakikatnya, manusia hidup itu, hanya terdiri dari tiga hal saja. Yaitu Raga atau Wujud Fisik, Jiwa atau Sukma dan Ruh/Roh Suci atau Hidup.

Kalau raga atau wujud fisik, siapa sih, yang tidak kenal wujud fisiknya sendiri yang di puk-puk, di bagus-bagus dan di manja-manja setiap saatnya, jadi, tak perlu lagi di pelajari, karena Anda pasti sudah kenal bahkan hapal.

Yang perlu kita pelajari agar supaya Anda mengenalnya, adalah Ruh dan Jiwa Anda, sebab karena, saya yakin 95% dari kita, belum mengenalnya, sebab karena itu, dunia ini selalu kacau balau, kalau 95% sudah mengenal, ah’ tidak usah 95%, 30% saja sudah mengenal Ruh dan Jiwanya, pasti Damai Sejahtera Gemah Ripah Loh Jinawi dan Rapah Repih Rapih.

Sek-sek pak WEB, tunggu dulu, saya kok jadi bingung bin keder, apa beda antara Ruh dan Jiwa manusia itu…?!

Jawaban:
Ya jelas beda to mas/mbak Bro. He he he . . . Edan Tenan.

Lantas…
Apa perbedaannya antara Ruh dan Jiwa itu..?!

Salam Rahayu Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian. Ketahuilah dengan sadar, sekali lagi, dengan sadar Lo ya?

Maksudnya jangan sambil berhayal atau melamun, supaya tidak gagal paham.

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini, adalah mahluk pilihan, tidak percaya ya…?!

Oke, akan saya buktikan, untuk membuktikannya, tak perlu menggunakan laku spiritual, cukup dengan ilmu logika kedokteran saja.

Coba renungkan dengan sadar.
Saya ulang sekali lagi, “engan sadar Lo ya…”

Didalam rahim seorang ibu, dari jutaan sel telur yang berkumpul, lalu hanya ada satu saja, yang akan lolos dan bisa dibuahi, yaitu adalah Anda, apakah itu bukan Pilihan…?!

Lalu Anda tahu kenapa Anda yang dipilih dari jutaan calon anak yang lainnya itu…?!

Karena Anda adalah spesial dan Anda adalah orang yang Dzat Maha Suci Tuhan/Allah pilih untuk hadir ke dunia ini, dengan maksud dan tujuan mulia.

Sekali lagi…
Anda adalah janin yang dipilih Oleh Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan Anda adalah pemenangnya, yang layak hadir di muka bumi ini.

Tapi hingga hari ini, sudah mengertikah Anda dengan tujuan hidup Anda…?!

Sudah tahukah apa alasan Anda dipilih lalu dilahirkan dengan selamat dan tanpa cacat, untuk apa dan dalam rangka apa…?!

Namun… Bukan saja Anda belum mengerti dan memahami serta mengetahui, sehingga Anda sama sekali tidak mengena diri Anda sendiri, Anda juga sudah menodai keterpilihan Anda dan Mengingkarinya.

Akibatnya…
Ada banyak yang belum Anda mengerti dan pahami serta tahu, tapi Anda Sok mengerti, sok paham, sok tahu, padahal baru katanya, kulak jare adol ndean kalau istilah jawanya.

Sekarang…
Mari Bersama saya WEB Mengenal Ruh dan Jiwa Kita, dengan Jalan Laku Murni Menuju Suci dan dengan cara mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib atau taubat, dengan menggunakan Wahyu Panca Laku atau iman, untuk mengenal Jiwa dan Ruh kita, sebab karena hanya dengan Jiwa dan Ruh kita bisa.

Bisa apa…?!
Bisa sesuai dengan maksudnya Dzat Maha Suci Tuhan/Allah yang telah memilih Anda sebagai mahluk pilihannya. Yaitu Sempurna di dunia dan Sempurna di akherat.

Sudah saatnya Anda bangun dari mimpi jangka panjang yang penuh dengan khayalan dan bayangan semu, sudah waktunya Anda mencari tahu semua alasan tersebut, karena ada tanggung jawab moral didalamnya dan sudah waktunya Anda menyadari akan hal itu, secara syariat dan hakikatnya, agar termasuk pada golongan jiwa-jiwa yang tenang dalam keSempurnaan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Pertanyaan;
Apa perbedaannya antara Ruh dan Jiwa..?!

Jawaban;
1. Ruh/Roh.
Ruh atau Roh berasal dari bahasa Arab, yang artinya “benih hidup atau bibit hidup”. Maksudnya “unsur non-materi yang ada dalam jasad, yang di utus atau di perintahkan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan”

Kata “Ruh/Roh” merujuk pada aspek non-materi dari manusia, (Manusia memiliki Ruh, namun manusia bukan Ruh).

Ruh atau Roh adalah dzat hidup yang ada di dalam diri manusia, dan memiliki hubungan dekat dengan Dzat Maha Suci Hidup, karena dari sanalah ia berasal.

Arti kata “Ruh” yang paling mendasar adalah “Ruh Suci atau Ruh Kudus”

Setiap kali kata “Ruh” dipergunakan, kata itu merujuk pada bagian non-materi dari kehidupan manusia, termasuk jiwanya.

2. Jiwa/Jiva atau Sukma.
Jiwa atau Sukma, berasal dari bahasa Sanskerta, yang artinya ” benih atau bibit kehidupan”. Dalam berbagai filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah dari seseorang.

Kata “Jiwa” merujuk bukan saja pada bagian non-materi dari manusia, namun juga bagian materi.

Jiwa atau Sukma, adalah elemen dari empat Anasir yang ada dalam diri manusia, berbeda dengan “Ruh” kalau jiwa, berasal dari 4 Anasir, sedangkan Ruh/Roh berasal dari DzatTuhan.

Arti kata “Jiwa” yang paling mendasar adalah “Empat Anasir atau Empat Elemen”

Namun demikian, dalam Alkitab, kata tersebut bukan hanya berarti itu saja, namun juga memiliki pengertian-pengertian lain, seperti sedulur 4, atau Sukma, atau Arwah, atau malaikat 4 atau kawula, sedangkan Pancer atau Gustinya adalah Ruh Suci atau Hidup.

Dengan penjelasan diatas, yang di sebut manusia adalah “Jiwa” bukan “Ruh” dan pada dasarnya, manusia itu jahat, dan jiwanya telah dikotori.

Kehidupan Jiwa akan berakhir pada saat kematian fisik, dan kematian fisik, di karenakan Ruh/Roh Sucinya atau Dzar Hidup nya keluar meninggalkan jasad/wujud fisik.

“Jiwa” dan “Ruh” itu pusat dari banyak ilmu pengalaman atau ilmu pengetahuan rohani dan emosional.

Setiap kali kata “Ruh” dipergunakan, kata tersebut dapat merujuk pada pribadi orang itu secara keseluruhan, entah itu kehidupannya maupun setelah kematian.

Kesimpulannya;
“Jiwa” dan “Ruh” itu sama dalam hal penggunaaannya pada kehidupan rohani seseorang yang berIman, hanya saja Berbeda dalam hal acuannya.

“Jiwa” itu pandangan manusia secara horizontal kepada dunia, sedangkan “Ruh” itu pandangan manusia secara vertikal kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Adalah Penting untuk memahami bahwa keduanya merujuk pada bagian non-materi dari manusia, namun hanya “Ruh/Roh” yang merujuk pada kehidupan manusia dengan Tuhan-nya.

Sedangkan “Jiwa/Jiva” merujuk pada kehidupan manusia dalam dunia, baik secara materi maupun non-materi.

Maaf…
Berhubung saat ini saya masih sedang berkeperluan spiritual di Candi Gedong 9 Gunung Ungaran Bandungan Semarang. Maka, nantikan Kelanjutannya setelah saya kembali ke Gubug Jenggolo Manik Boyolali dari Candi Gedong 9 Gunung Ungaran Bandungan Semarang.

Jadi…
Bersambung Ke Mari Kita Bersama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita (Bagian Kedua):

Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan