IBADAH – Apa itu IBADAH…?!

IBADAH – Apa itu IBADAH…?!

IBADAH – Apa itu IBADAH…?!
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Kamis. Tanggal 10 Mai 2018.

Para Kadhang dan Para Sedulur kinasih-ku sekalian, mungkin soal Ibadah inilah yang belum saya artikelkan pengetahuannya “nah” untuk melengkapi semua artikel syiar saya, maka, pada kesempatan kali ini, saya bagikan ilmu pengetahuan saya tentang Ibadah yang sering saya gunakan di hampir setiap artikel saya. Semoga bermanfaat berkah.

Ibadat atau Ibadah. Adalah; sebuah kata yang diambil dari bahasa Arab. ‘Ibadah, dalam terminologi bahasa Indonesia, sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ini memiliki Arti; Perbuatan atau penyataan bakti/tunduk terhadap Dzat Maha Suci Tuhan/Allah yang didasari dengan Ilmu Pengetahuan.

Maksudnya…
Perbuatan atau Pernyataan bakti/tunduk dalam perkataan atau perbuatan yang nampak ataupun yang tersembunyi di lakukan dengan “terarah” tidak ngawur dan berlepas diri dari segala hal-hal yang bertengtangan dan berlawanan dengan-Nya secara sadar “tidak terpaksa”.

Sedangkan menurut syara’
(terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah;
1. Ibadah adalah taat kepada Tuhan.
2. Ibadah adalah tunduk kepada Tuhan.
3. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Tuhan.
4. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai, dikasihi, disayangi dan diridhai Tuhan, baik berupa ucapan ataupun perbuatan, lahir maupun yang bathin.

Ibadah terbagi menjadi tiga bagian,
Yaitu; ibadah hati, ibadah lisan, dan ibadah badan, dan ketiganya berkaitan erat dengan yang di sebut sadar dan kesadaran.

Taat, tunduk, patuh, tawakal, mengharap cinta kasih sayang atau menggantungkan diri hanya kepada Dzat Maha Suci. Adalah; Ibadah qalbiyah/hati yang sadar akan kesadaran yang sebagai penghamba Tuhan.

Sedangkan membaca doa atau firman-firman Tuhan, baik yang tersurat ataupun yang tersirat, memuji dan memuja serta bersyukur kepada Tuhan. Adalah; Ibadah lisaniyah/lisan yang sadar akan kesadaran yang sebagai penghamba Tuhan.

Sedangkan shalat/sembahyang, haji, jihad, puasa, zakat, berjuang, berkorban. Adalah; Ibadah badaniyah/badan yang sadar akan kesadaran yang sebagai penghamba Tuhan.

Dan masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan hati, lisan dan badan selain yang sudah saya contohkan diatas.

Namun intisaripatinya Adalah;
Perbuatan atau Pernyataan bakti/tunduk dalam perkataan atau perbuatan yang nampak ataupun yang tersembunyi yang di lakukan dengan sadar akan kesadarannya sebagai mahluk penghamba Tuhan, sehingganya Perbuatan atau Pernyataan bakti/tunduk nya tersebut, bisa terarah dan berlepas diri dari segala hal-hal yang bertengtangan dan berlawanan dengan-Nya.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku” (Adz-Dzaariyaat: 56-58).

Dzat Maha Suci Tuhan/Allah memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia; Adalah; Agar supaya mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Dzat Maha Sucu Tuhan/Allah Azza wa Jalla.

Dan sebaik-baiknya ibadah, adalah ibadah yang di dasari dengan kesadaran rasa cinta kasih sayang. Bukan dengan visi misi, apa lagi ego, pamrih dan nafsu. Seperti yang sudah di jelaskan-Nya;
“Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maa-idah: 54).

“Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cinta-nya kepada Allah.” [Al-Baqarah: 165]

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” [Al-Anbiya’: 90]

Barang siapa yang beribadah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, hanya dengan cinta saja, maka ia adalah orang yang munafik.

Barang siapa yang beribadah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, hanya dengan kasih saja, maka ia adalah orang yang kafir.

Barang siapa yang beribadah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, hanya dengan sayang saja, maka ia adalah orang yang ingkar.

Barang siapa yang beribadah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, dengan rasa cinta kasih sayang, maka ia adalah orang yang berIman.

Kesimpulannya…
Ibadah Adalah; Perbuatan atau Pernyataan bakti/tunduk dalam perkataan atau perbuatan yang nampak ataupun yang tersembunyi yang di lakukan dengan sadar akan kesadarannya sebagai mahluk penghamba Tuhan, sehingganya Perbuatan atau Pernyataan bakti/tunduk nya tersebut, bisa terarah dan berlepas diri dari segala hal-hal yang bertengtangan atau berlawanan dengan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

La kalau Wahyu Panca Ghaib, yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku, seperti yang WEB katakan di hampir setiap Artikel, khususnya ketika menjawab komentar pertanyaan mengenai masalah. Itu artinya apa dan maksudnya bagaimana WEB…?!

Wahyu Panca Ghaib di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku. Artinya; Siapapun dan Bagaimanapun Anda, ketika ber-Wahyu Panca Ghaib, khususnya ketika menjalankan atau mempraktekan Wahyu Panca Ghaib (Patrap Semedi).

Suka tidak suka dan mau tidak mau, Anda harus berbakti atau tunduk kepada Tuhan, dan Anda harus membuktikan atau di menyatakan secara nyata, senyata-nyatanya, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan, bahwa bakti/tunduk Anda itu, benar-benar tulus dan murni sadar akan kesadaran seorang mahluk penghamba Tuhan.

Bukan karena ego atau pamrih, sehingga terpaksa harus tunduk/bakti, agar tujuan misi dan visinya berhasil atau pura-pura tunduk/berbakti supaya hasrat keinginannya terpenuhi.

Sehingganya, di dalam ber-Wahyu Panca Ghaib-nya, menjadi jelas, nyata, pasti, tepat dan sama bin sesuai dengan Kehendak-Nya adalah kehendak-ku, kehendak-ku adalah Kehendak-Nya ( tidak ada yang semu, samar, palsu, bohong, bayangan, kira-kira dan ketidak pastian lainnya).

Sebab karena, Wahyu Panca Ghaib adalah soal tentang Kenyataan Hidup dan Dzat Maha Suci Hidup, yang benar-benar nyata adanya, bukan ghaib dan tidak semu, samar, palsu, bohong, bayang-bayang, kira-kira dan ketidak pastian lainnya.

Jadi…
Harus bisa menyatakannya secara nyata senyata-nyatanya, bukan katanya apapun dan siapapun. Dan Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s