5 Rahasia Besar Untuk Menciptakan KeAjaiban:

5 Rahasia Besar Untuk Menciptakan KeAjaiban:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Selasa. Tanggal 1 Mai 2018.

Anda sedang punya masalah…?!
Dan Anda sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut, mulai dari yang bersipat spiritual, hingga non spiritual, mulai dari yang bersipat medis, hingga non medis, namun tak kunjung selesai juga, malah semakin bertambah parah/berat/rumit masalahnya.

Atau Anda punya keinginan…?! namun sulit sekali mencapainya, bahkan merasa mustahil bisa mencapai/mewujudkan/meraih keinginan itu…?!

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan ilmu pengetahuan saya, mengenai 5 Rahasia Besar Untuk Menciptakan KeAjaiban, yang bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah, maksudnya, masalah Anda akan selesai dengan sempurna, tanpa ada masalah baru yang akan muncul, apapun masalah Anda, dan mencapai keinginan Anda dengan sempurna, apapun keinginan Anda.

Melihat judulnya, mungkin Anda berpikir atau menganggap hal ini merupakan sebuah kemustahilan, karena bagi Anda manusia yang hidup dalam moderenan, yang kemungkinan sudah asyik dengan logika primitif, tentu bagi Anda tidak ada keajaiban dalam hidup ini.

Namun saya berani katakan dengan tegas “ADA” contohnya Hidup Anda. Hidup Anda adalah keajaiban yang wajib diakui dan di syukuri, bukan di pungkiri.

Tapi bagaimana mungkin menciptakan keajaiban itu…?!

Nah… ini dia yang ingin saya jelaskan lebih rinci dibawah ini.

Sebenarnya-Sesungguhnya, manusia itu tidak mampu menciptakan apa-apa dan tidak bisa berbuat apa-apa, termasuk berlogita model bagaimanapu dan jenis apapun, karena sesungguhnya, kita ini hanyalah sarana/alat untuk mewujudkan rencana-rencana Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, Anda tidak bisa mengelak akan hal ini…

Kita hanyalah wayang ibaratnya, yang semua cerita sudah diskenariokan oleh Sang dalang, termasuk peran kita, namun kita tidak akan pernah bisa mencerna apa Kehendak Dzat Maha Suci Tuhan/Allah “jadi” jangan mencoba berpikir bagaimana Dzat Maha Sucu Tuhan/Allah Berkehendak terhadap alam semesta ini termasuk kita sebagai manusia.

Karena Tugas kita adalah patuh berperan dan memerankan peran yang sudah di skenarioi oleh Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dengan baik, jika perlu sangat baik.

Sebab karena itu, bukan kita yang wajib bertanya, akan tetapi kitalah yang akan ditanya.

Kalau seperti itu…
Apakah kita bisa menciptakan keajaiban…?!

Tentu saja bisa, namun semuanya dalam kerangka Kuasa Dzat Maha Sucu Tuhan/Allah, bukan rangkaian ilmu ego dan pamrih kita.

Sebagai bukti, nilah contoh keajaiban pasa masa lalu-jaman dulu.

1. Pada Jaman Nabi Ibrahim as, tidak mempan dibakar api.
2. Nabi Musa as, bisa membelah lautan.
3. Nabi Sulaiman as, mempunyai tentara jin dan menguasai angin.
4. Isa as, biaa menghidupkan orang mati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.
5. Nabi Muhammad saw, bisa menembus langit hingga lapisan ke 7 dan bisa membelah bulan.

Itu kan Nabi…?!
Iya betul “lalu” apa bedanya kita dengan Nabi..?!

Semua yang di miliki Nabi, sama dengan yang kita miliki, hanya saja, Nabi mau Taubat dan patuh iman, sedangkan kita, ngeyel bahkan membangkang.

Lagi pula, selain itu hanya sebagai contoh adanya keAjaiban, Anda tidak hendak menginginkan keajaiban/mukzizat seperti yang di dapatkan oleh Nabi kan…?!

Yang Anda butuhkan, adalah penyelesaian masalah Anda dan terwujudnya keinginan Anda. Iya apa iya…?!

Dan yang akan saya bagikan untuk Anda adalah intisari dari munculnya keajaiban itulah.

Bagaimana caranya…?!
Saya memberikan 1 point saja dari 5 Rahasia yang saya maksud di atas, karena, kalau hanya untuk mengatasi masalah dan mewujudkan keinginan, apapun masalahnya dan apapun keinginannya, sudah lebih dari cukup satu point saja, dari 5 Rahasia yang saya maksud, tidak perlu sampai kelimanya di gunakan.

Lalu…
Silahkan di praktekkan. Setelah Anda merasakan dan membuktikannya sendiri, akan saya bagikan dengan tanpa tedeng aling-aling yang ke2-3-4-5nya, tentang bagaimana menciptakan keajaiban lainnya.

Penasaran…
Apa sih pak WEB 5 Rahasia Besar Untuk Menciptakan KeAjaiban itu…?!

He he he . . . Edan Tenan.
5 Rahasia Besar Untuk Menciptakan KeAjaiban tersebut, tak lain dan tak bukan. Adalah Wahyu Panca Laku, yang selama ini lebih di kenal dengan sebutan istilah Iman, yang ilmu pengertian dan pemahamannya sudah amat sangat sering saya kabarkan tanpa tedeng aling-aling di internet.

Yaitu;
Wahyu Panca Laku/Iman.
1. Pasrah Kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.
2. Menerima Keputusan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.
3. Mempersilahkan Kuasa Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.
4. Merasakan Kenyataan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.
5. Menebar Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

O…

Mau secara syare’at maupun hakikat atau secara apapun dan bagaimanapun, di akui atau tidak, di sadari atau tidak, suka atau tidak suka, semua dan segalanya itu, berasal dari Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, milik Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan akan kembali hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, bukan yang lain.

Kalimat keren yang paling di sukai oleh orang awam, terkata sebagai Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Raji’un atau Sangkan Paraning Dumadi.

Dengan Penegasan diatas, artinya tidak ada suatu halpun yang bisa terlepas dari kuasa Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

BerTaubat, berarti kita Kembali Kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah. Karena kita berasal dari Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, milik Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan akan kembali hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Beriman, berarti mengembalikan Segala dan Semuanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah. Karena Semua dan Segalanya itu Berasal dari Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, milik Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan akan kembali hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Perjalanan Kembali ke Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan Proses Mengembalikan Semua dan Segalanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah itu, sungguh sebuah perjalanan yang amat sangat menyehatkan dan proses yang amat sangat menyenangkan dan sangat membahagiakan.

Namun sayangnya…
Banyak yang takut untuk melakukan perjalanan untuk kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, hampir semua ingin hidup seribu tahun di dunia ini, apa lagi jika fasilitas kehidupan serba ada, istri sepuluh cantik semua, anak banyak patuh semua, mau selama-lamanya bisa hidup tanpa kedatangan mati.

Intinya…
Takut mati dan takut kehilangan kesenangan dunia dan yang dicintainya.

Padahal…
Kalau kita pikir, semakin kita takut kehilangan, semakin cemaslah kita, dan kalau kita cemas, akan berpengaruh negatif pada seluruh organ tubuh, dan ini akan menyebabkan penyakit akan mudah datang, kalau penyakit mudah datang, maka matipun semakin dekat bukan…?!

Jadi kesimpulannya;
Semakin Anda takut mati, maka Anda akan semakin cepat mati.

Sebaliknya, jika kita berani mati, dalam artian mau berTaubat, maksudnya kita ikhlas/rela/legowo mengembalikan diri ini dan meninggalkan semua yang kita cintai untuk menuju kembalu kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, maka tidak akan ada kecemasan sedikitpun tentang kematian, dan jika tidak ada cemas, maka psikis kita akan sehat, kalau sudah begini, maka tubuh kitapun juga akan sehat.

Kalau jiwa raga kita sehat, itu pasti awet muda, dan yang lebih utama, kemungkinan hidup lebih lama di dunia ini, akan semakin besar, bagi Anda yang suka logika.

Logikanya kan begitu…?!
Iya apa iya…?!
Makanya… Kalau berlogika, berlogikalah yang sehat, jangan ngeres. Setuju….

Dari mana kita berasal dan kemana kita akan dikembalikan, demikian peringatan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah kepada kita dalam al-qirab tertulis, untuk sejak sekarang kita harus tahu asal usul kita dan tahu kemana kita akan kembali.

Itu adalah suatu kenyataan yang wajib dan harus kita peroleh, hal ini tidak sama dengan keinginan untuk mati, atau berharap-harap untuk mati atau sebaliknya, terhindar dari mati, bukan.

Tentunya sangat beda dengan orang yang depresi, yang memiliki masalah berat, lalu ingin segera mengakhiri hidupnya.

Ini adalah suatu kesadaran terhadap suatu kenyataan, bahwa kita memang harus sadar untuk kembali kepada asal usul kita yaitu Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Kesadaran akan kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah karena tahu kita berasal dari-Nya, adalah wujud dari suatu kesadaran ruhaniah murni, dimana Ruh Suci kita atau Hidup kita, yang memang berasal dari Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan akan kembali kepada hanya kepada-Nya.

Kesadaran ini harus ada sejak sekarang, sejak Anda membaca tulisan saya ini dan bagi saya sejak saya menuliskan tulisan ini bahkan sebelum menulis tulisan ini.

Kesadaran bahwa kita akan kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, bukan yang lain selain-Nya.

Kesadaran kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah ini akan memberikan dampak psikologis yang sangat signifikan dalam hidup kita, terutama dalam hal pola kehidupan kita sehari-hari, mulai dari gaya hidup kita hingga tujuan hidup kita.

Contohnya;
Bila kita sadar nantinya akan kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, kita akan mengarahkan diri untuk lurus menuju kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, maka kita akan meninggalkan kesenangan duniawi, kita akan melepaskan diri dari ikatan atau kemelekatan duniawi.

Sehingganya,, makan kita akan terkontrol, karena makanan adalah kesenangan duniawi juga, ingat bahwa makanan adalah pembunuh nomor satu manusia, makan tidak terkontrol, makan berdasarkan kesenangan nafsu, akan menyebabkan tubuh kita rusak.

Yang kedua, mencintai dunia tanpa di landasi dengan Wahyu panca laku atau Iman kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, maka akan menyiksa batin kita.

Misal kita cinta pada pekerjaan, jika tanpa ada landasan Wahyu panca laku atau iman kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah atau bahasa mudahnya adalah kembali kepada Dzat Maha Maha Suci Tuhan/Allah, maka kita akan di perbudak bahkan disiksa oleh pekerjaan itu, ini sangat nyata, contohnya seorang pegawai, ketika pensiun maka akan terjadi sindroma pasca menjabat post power sindrom.

Untuk kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah ini, sangat penting bagi kita dan semua mahluk. Caranya bagaimanan…?!

Caranya dengan berserah diri mengembalikan semua dan segalanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah total secara ruhaniah (bukan lahiriah).

Kita tinggalkan kemelekatan dunia untuk menuju hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Jadi…
Kita tetap berada di dunia dengan jiwa yang sudah kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Ada dua sisi kehidupan kita, yaitu kehidupan ruhaniah kita yang sudah kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan kehidupan jasad kita yang hidup untuk berIbadah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Ketika saya ngomal ngomel di depan banyak orang dalam lingkup kekadhangan, memberikan ilmu pengetahuan universal dengan materi tentang mengatasi masalah kehidupan dangan sesi utamanya adalah tentang Wahyu Panca Laku atau Iman.

Ada kalanya, saya melihat ada raut wajah diantara mereka yang terkesan “melecehkan” karena saya menerangkan bahwa apapun masalah hidup itu akan selesai hanya dengan Wahyu Panca Laku atau Iman, yang simpel praktekan adalah berserah diri kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah secara total.

Ketawa mereka dalam hati, itu terlihat dari ungkapan-ungkapan mereka yang seolah menandakan bahwa “Wong Edan Bagu ini ada ada saja, masak masalah bisa selesai dan keinginan bisa tercapai hanya dengan berserah… ha ha ha”

Sayapun terdiam sambil terenyuh dalam hati, apa yang salah dalam penyampaian saya, kenapa ilmu pengetahuan universal yang begitu tinggi bahkan berserah ini menjadi intinya atau dalam di ajaran dan tuntunan apapun terutama agama, mendapatkan respon negatif seperti ini…

Ya… Silahkan Anda tertawa dalam hati, langsung tertawa terbuka lebar pundak, tidak apa-apa, saya pun tidak menghiraukan semua itu, saya akan terus melanjutkan kekadhangan tentang berWahyu panca laku atau iman hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Wahyu Panca Laku atau yang selama ini lebih di kenal dengan sebutan iman, yang pada hakikatnya adalah berserah diri hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah secara total, di negatifkan maknanya, saya bisa maklum, karena mungkin atau memang tidak paham dan salah pengertiannya.

Padahal kalau kita selami lebih dalam, bahwa berserah diri kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah secara total ini, akan membawa siapapun pelakunya pada suatu kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidup yang sangat sempurna, karena jelas sekali kepada siapa kita berserah diri.

Kalau kita berserah dirinya benar, yaitu hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah yang maha pemurah, yang maha agung, maha bijaksana, yang maha hebat yang maha sukse, Maha Segalanta, maka kita akan bahagia dan akan mendapatkan solusi hidup yang tidak kita sangka (keAjaiban).

Tapi kalau kita bersandarnya kepada yang tidak jelas, kita berserah kepada sesuatu yang tidak pasti, ya akan berakibat kepada masalah yang tak kunjung selesai dan sial yang tak kunjung berhenti.

Misalnya kita berserah kepada nasib, kita berserah kepada keadaan dan sebagainya, ya akhirnya kita akan dipermainkan oleh nasib kehidupan, oleh keadaan kehidupan dan sebagainya.

Maka dengan ini saya tegaskan, bahwa berserah hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah itu yang jelas, Tuhannya semesta Alam, yang punya alam semesta, yang mengatur semua dan segalanya, yang maha kaya dan maha segalanya .

Jika kita berserah di wilayah ini, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan luar dalam…. pajero (penak jobo jero) He he he . . . Edan Tenan.

Siapa yang tidak ingin hidupnya di dunia bahagia, siapa yang tidak ingin hidupnya menjadi hidup yang selalu penuh dengan keberuntungan, seperti yang sering disebutkan dalam al-qitab “beruntunglah orang yang …..”

Ya…
Pasti setiap kita ingin menjadi orang yang beruntung dan bahagia bukan…?!

Maka…
Mari kita sama-sama belajar berIman didalam pertaubatan, yaitu Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib menggunakan Wahyu Panca Laku, dengan begitu, dengan sendirinya, tanpa keterpaksaan, kesadaran kita akan bersandar diri hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, sesandar sandarnya, sepasrah pasrahnya kepada hanya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Tidak ada Tuhan selain Dzat Maha Suci Allah, maka mari kita bersandar hanya kepada Dia, bukan kepada khodam, bukan kepada ilmu, bukan kepada orang atau juga bukan bergantung kepada perusahaan/pekerjaan, apa lagi kepada uang.

Percayalah, ilmu tertinggi dalam ajaran dan tuntunan apapun itu, terutama agama, adalah pasrah, dan pasrah ini, adalah tingkatan pertama dari Wahyu Panca Laku atau iman.

Dan untuk apapun masalah Anda serta keInginan Anda, cukup hanya dengan Wahyu Panca Laku atau Iman tingkatan pertama. Yaitu; Pasrah Kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, tidak perlu sampai ke tingkatan ke2-3-4-5, di tingkatan ke1 saja, sudah beres.

Prakteknya Seperti apa dan Bagaimana…?!
Lakukan Patrap Palungguh Pambuka 3x.
Palungguh Pambuka;
Sedulur Papat ku lungguho ingkang prayugo, ragane arso tentrem, sun sangoni Basuki, Kalis ing Sambikolo, Kanti teguh Rahayu Slamet. 3x. Lalu…

Lakukan Patrap Kunci 7x.
Gusti ingkang moho suci. Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci. Sirolah datolah sipatolah. Kulo sejatine satriyo/wanito. Nyuwun wicaksono nyuwun Panguwoso. Kangge tumindake satriyo sejati. Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput. 7x.

Penjelasan;
Untuk lelaki, gunakan Satriyo, dan untuk wanita gunakan wanita tanpa. Lalu…

Lakukan Patrap Paweling 3x.
Paweling;
Siji-siji. Loro-loro. Telu-telonono.
Siji sekti-loro dadi-telu pandito.
Siji wahyu-loro gratrahino-telu rejeki. 3x. Lalu…

Lakukan Patrap Mijil Sowan 1x.
Mijil Sowan;
Asmo sejati jeneng siro mijilo. Panjenengan ingsung kagungan karso. Arso sowan ingarsaning kanjeng romo sejati gusti prabu heru cokro semono. Arso sowan bade nyuwun tambahing pangestu lan pengayoman. Reksanen murih kelaksanan kang dadi sediane kanti teguh rahayu slamet. 1x.

Penjelasan;
Untuk yang sudah punya/memiliki Asmo Sejati, gunakan Asmo Sejatinya, bagi yang belum, cukup menyebut Asmo Sejati, saja. Lalu…

Dengan tetap dalam sikon Patrap Mijil, tundukan kepala kita, setunduk-tunduknya. Lalu…

Akui semua kebodohan kita di dalam menyelesaikan suatu masalah atau di dalam mencapai keinginan, akui semua ketidak mampuan kita di dalam menyelesaikan suatu masalah atau di dalam mencapai keinginan, akui semua ketidaktahuan kita di dalam menyelesaikan suatu masalah atau di dalam mencapai keinginan, lalu pasrahkan, serahkan sepenuhnya masalah atau keinginan itu hanya kepada-Nya secara total dan sadar serta jujur.

Di dalam pasrah inilah, akan ada kekuatan, yang akan memunculkan menggetarkan jiwa raga kita, namun kita tidak boleh mencari kekuatan itu apa lagi memintanya.

Bagi kita sebagai menusia hidup, pasrah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah ya pasrah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, tidak ada kekuatan lagi, kalaupun itu ada, kekuatan itu bukan dari kita dan ini tidak boleh kita cari.

Ya…
Dari namanya saja pasrah artinya benar-benar tidak ada daya dan kekuatan apapun, orang pasrah pasti nol, benar-benar laa haula walaa quwata ila billah.

Dalam keadaan pasrah inilah, kita menyerahkan dalam menghadapi masalah atau keinginan kita secara total.

Sekali lagi, jangan salah paham ya,
orang pasrah bukan berarti dia diam, tapi orang pasrah adalah orang yang bertakwa yaitu mengikuti perintah Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, dan ketakwaan yang ada di dalam pasrah kita inilah, yang kita gunakan untuk memenuhi perintah Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Pasrah adalah kekuatan seorang manusia untuk tidak memiliki kekuatan apa apa (meng’enolkan diri) sebab itu, akui semua kebodohan kita di dalam menyelesaikan suatu masalah atau di dalam mencapai keinginan, akui semua ketidak mampuan kita di dalam menyelesaikan suatu masalah atau di dalam mencapai keinginan, akui semua ketidaktahuan kita di dalam menyelesaikan suatu masalah atau di dalam mencapai keinginan, lalu pasrahkan, serahkan sepenuhnya masalah atau keinginan itu hanya kepada-Nya secara total dan sadar serta jujur.

Nanti akan ada Energi yang datang menyelimuti sekujur tubuh kita, bisa berupa getaran, atau hawa dingin atau panas, bisa juga berupa gerakan, dan kemungkinan besarnya berupa terenyuh/tangisan yang yang dapat mengguncangkan jiwa raga kita, yang rasanya tidak tergambarkan.

Energi pasrah ini, akan menjalar di seluruh tubuh kita, membersihkan seluruh kekuatan ego dan pamrih yang seumur hidup membelenggu diri kita, sehingga kita benar-benar bersih, benar-benar nol, benar-benar tidak ada apa-apa, apa-apa itu benar-benar tidak ada di dalam diri kita, sehingga nyata terasa tiada daya dan upaya apapun, ringan/lemah/lemas tanpa tulang, plong,,, tanpa beban.

Mungkin Anda sedikit bingung dengan tulisan saya ini, sebenarnya ini adalah sangat sederhana, jelas simpelnya “Pasrah” adalah mengenolkan kekuatan ego/pamrih, titik.

Dari sini Anda tidak perlu mencari-mencari, menebak-nebak, mengira-ngira, menduga-duga, karena semuanya itu sudah di Pasrahkan, sudah di serahkan, jadi, jangan di ungkit-ungkit lagi.

Kalau sudah nol, dimana kekuatan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah yang di maksud WEB…?!

Heeemmmm…
Jangan bertanya soal dimana letak kekuatannya, sebab Dzat Maha Suci Tuhan/Allah itu, melampaui semua dan segalanya, kita tidak akan bisa mengetahuinya, terkecuali jika Wahyu Panca Laku atau iman, bisa Anda terapkan seluruhnya/semuanya, mulai dari tingkat 1 hingga ke 5, ini baru tingkat ke1, untuk masalah dan keinginan Anda.

Sekarang bagaimana dengan penyelesaian masalah atau keinginan kita, kalau ego/pamrihnya sudah nol…?!

Jika ego/pamrih kita sudah nol, berarti sudah tidak ada usaha dalam bentuk apapun dalam diri kita untuk menyelesaikan masalah. He he he . . . Edan Tenan.

Caranya…
Ikuti perintah Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, yang energinya berpusat dan berada di telapak tangan kanan kita. Ikuti dengan penghayatan rasa yang sadar, tentang apapun yang terjadi di telapak tangan kanan, jika tangan bergerak, terima gerakannya, ikuti gerakannya dengan penghayatan rasa yang sadar, terus rasakan lebih dalam, lebih dalam lagi.

Semakin dalam kita mengikuti perintah Dzat Maha Suci Tuhan/Alah yang bermuara/berpusat di telapak tangan kanan, semakin jelas terlihat apa yang jadi masalah dan keinginan Anda, dan jika sudah jelas terlihat dan terasa masalah/keinginan Anda tersebut, lalu berSabda-lah. Jika itu masalah, sabda-lah “Selesai” kalau itu keinginan, sabda-lah “Berhasil”

Setelah selesai berSabda, lalu ucapan syukur/terima kasih kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, lalu akhiri Patrap Anda dengan Patrap Palungguh Panutup 3x.

Palungguh Panutup;
Asmo sejati lungguho ingkang prayugo. Ragane arso tentrem. Sun sangoni basuki. Kalis ing sambikolo. Kanti teguh rahayu slamet. 3x. Dan selesai.

Sekarang silahkan di Praktekan, jangan di teori kan, karena apa yang saya bagikan ini, bukan teori, melainkan praktek yang harus di Buktikan, jadi. Sekarang silahkan di Praktekan. Agar supaya dapat membuktikan sendiri, bukan katanya Wong Edan Bagu.

Peringatan;
Praktek menyelami wilayah ini, semakin di selami, semakin luas dan halus, dan semakin tidak bertenaga, halus,,,,lembut,,,lemas,,,seakan tidak ada otot tidak ada tulang.

Ada ID atau dorongan biologis di setiap diri manusia, dorongan ini, biasanya akan muncul dan memberontak, ketika sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi saat Bersamadi Pasrah ini, jadi, harus mampu melawan perasaan ragu atau bimbang tersebut, dengan jujur legowo tanpa tekanan/keterpaksaan.

Karena pasrah, bukan teori ataupun cerita, pasrah adalah keadaan kejiwaan yang dapat kita tempati, jadi harus benar-benar jujur legowo (ikhlas) tanpa tekanan apapun.

Orang mengaku pasrah, kalau tidak berada di tempat pasrah itu sendiri, maka pasrahnya “pasrah bohong” melainkan pasrah modus atau akal-akalan.

Keadaan pasrah, adalah keadaan dimana jiwa kita tidak ada daya upaya apapun, namun merasakan suatu kekuatan di luar dirinya.

Kekuatan itu begitu lembut namun kuat, pasrah yang lembut namun kuat inilah yang sering dilatih dalam ilmu taichi, sehingga wilayah pasrah ini, dapat digunakan untuk keperluan praktis seperti pengobatan, meramal, mencipta uang dll dan lain sebagainya.

Kesimpulannya;
Pasrah adalah kekuatan, orang pasrah berarti menyerahkan dirinya kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah sepenuhnya secara total, sehingga kekuatan dirinya menjadi hilang dan di gantikan dengan kekuatan dari Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Yang artinya, ada kekuatan yang diarahkan, yaitu kekuatan kembali kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, yang juga kekuatan pasrah ini, dapat digunakan untuk menyerahkan sesuatu yang menjadi kebutuhan bagi kita.

Misalnya kita mengalami sakit maka sakit tersebut dapat kita pasrahkan kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah. Misalnya lagi, kita dililit hutang dan kita tidak mungkin bisa membayarnya, maka gunakan kekuatan pasrah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah ini, maksudnya serahkan segala hutang kita kepada-Nya, jika sudah mencapai nol, lalu Sabda “LUNAS”

“Barang siapa yang bertawakal kepada-Ku, maka AKU akan memberikan kecukupan bagi masalahnya”

Artinya Dzat Maha Suci Tuhan/Allah akan memberi solusi dari masalah yang dihadapi dan keberhasilan bagi keinginan kira.

Jadi, rahasia keajaiban dari semua masalah dan segala keinginan itu, ada di Wahyu Panca Laku tingkat pertama. Yaitu; Pasrah kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah.

Kekuatan penyerahan total inilah yang akan menggerakkan Kekuasaan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah yang Maha Dahsyat, bukan kekuatan diri yang lemah, tapi kekuatan Dzat yang Maha Segalanya.

Masih ingat artikel wejangan saya yang tanpa tedeng aling-aling…?!
Isi itu kosong, kosong itu isi, demikian pepatah mengatakan.

Di dalam kepasrahan total, akan ada kekuatan, di dalam kesombongan, akam ada kelemahan alias tidak ada kekuatan sama sekali.

Aneh kan… Memang otak ini aneh… tidak dipakai, eh, malah kreatif… kalau dipakai, ehh, malah nge hang…. nggak percaya…?!
BUKTIKAN.

Semoga dapat membantu menyelesaikan masalah Anda dan mengabulkan keinginan Anda. Saya Wong Edan Bagu…. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s