Haqq Maujud:


Haqq Maujud:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Sabtu. Tanggal 17 Februari 2018.

Haqq Maujud;
Itulah Judul Artikel yang saya gunakan kali ini. Yang Arti Maksudnya Adalah; Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita, dalam Laku Murni Menuju Suci. Anda Siap…?! He he he . . . Edan Tenan.

Apa arti dari Haqq Maujud itu WEB…?!

Al-Qur’an mengatakan Al-Haq berulang kali hingga sebanyak 227 dengan beraneka ragam artinya. Di antaranya adalah keadilan, tauhid, kebenaran, nasib, kebutuhan, antonim kebatilan, keyakinan, kematian, kebangkitan dll.

Namun inti dari puncak makna al-haq adalah Dzat Maha Suci Allah.

Bahwasannya, Dzat Maha Suci Allah itu adalah al-haq. Artinya; Tidak mengalami sedikitnpun perubahan. Dia wujud yang bersifat wajib, tidak tergambarkan dalam benak, bahwa Dzat Maha Suci Allah disentuh ketiadaan atau perubahan seperti yang dialami makhluk.

Dia yang berhak disembah, tiada yang berhak disembah kecuali Dzat Maha Suci Allah. Karena Dia al-haq. Maksudnya; Segala dan Semuanya bersumber dari-Nya pasti benar, pas, mantap, pasti dan tidak berubah. Itulah singkat padatnya Arti dan Maksud Haqq atau Al-Haqq.

Maujud;
Maujud. Artinya; Benar-benar ada, berwujud nyata, konkret. Maksudnya; Sesuatu yang dapat diraba dan dilihat secara kasat mata.

Sekali lagi…
Haqq Maujud yang saya gunakan sebagai Judul Artikel ini. Arti dan Maksudnya adalah; Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita, dalam Laku Murni Menuju Suci.

Wow… Keren sekali.
Lalu bagaimana Caranya WEB…?!

Di bawah ini adalah Sembilan Cara Untuk Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita dalam Laku Murni Menuju Suci. Agar supaya segala keraguan bisa sirna. Karena ada bukti kesaksiannya.

Cara Yang Pertama;
Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu.

Cara Yang Kedua;
Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu.

Cara Yang Ketiga;
Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu.

Cara Yang KeEmpat;
Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu.

Cara Yang Kelima;
Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan menentukan Nasibmu.

Cara Yang KeEnam;
Jagalah Nasibmu, karena Nasib, akan menentukan suana Hatimu.

Cara Yang Ketujuh;
Jagalah Hatimu, karena Hatimu akan menentukan Rasamu.

Cara Yang Kedelapan;
Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu.

Cara Yang Kesembilan;
Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Tuhan-mu.

Tuhan hantu, apa hantu Tuhan, yang tidak terlihat, kadang kala terlihat, hi,,,,serem. Atau hantu-hantuan Atau Tuhan-Tuhanan, yang kalau pagi tempe, siangnya tahu, sorenya tauge. He he he . . . Edan Tenan.

Itulah Sembilan Cara Untuk Membuktikan Al-Haqq MauJud atau Menghadirkan Wujud Nyata Kebenaran Dzat Maha Suci Allah secara Kasat Mata, di kehidupan sehari-hari kita dalam Laku Murni Menuju Suci. Agar supaya segala keraguan, kebimbangan dan ketakutan Anda bisa sirna, tidak lagi melekat di Otak dan Hati Anda.

Karena ada bukti nyata, yaitu menyaksikan-Nya sendiri, secara Nyata, bukan kira-kira katanya…

Anda bisa menjaga Sembilan yang Sudah saya uraikan di Atas…!!! Yang dalam istilah KeIlmuannya tersebut Babagan Hawa Sanga atau Babahan Hawa Sembilan.

Saya tidak akan banyak cerita. Silahkan buktikan saja sendiri.

Tidak terbukti, makilah Wong Edan Bagu, jika perlu. Ludahi bacotnya yang suka gembar gembor mensyiarkan Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci Tuhan di Internet.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

ILMU HAYAT (IQRO)


AILMU HAYAT (IQRO)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Gubug Jenggolo Manik. Hari Kamis. Tanggal 15 Februari 2018.

WEB…
Gampang Mana sih. Menulis apa Membaca…?!

Lebih Baik Membaca dari pada Menulis, katanya orang bijak begitu sih….

Setelah saya hayati, bener juga sih, karena mencari bahan atau inspirasi untuk menulis, itu tidak mudah, apa lagi menulis sebuah kejadian yang dialami secara Laku Spiritual. Wow… Sungguh tidak segampang membacanya.

Munculah sebuah Pertanyaan. Bagaimana tipe membaca Anda…?! He he he . . . Edan Tenan.

Malam ini, Malam Jumat hari Kamis tanggal 15 Februari 2018
di gubug Jenggolo manik, benar-benar merupakan malam menantang bagi saya.

Bagaimana tidak. Beberapa menit yang telah berlalu, saya WA-an seorang guru kepala sekolah hebat yang saya kagumi.

Saya minta beliau untuk menulis tentang apa saja atau soal apa saja. Tujuannya, untuk mengasah keterampilan menulis.

Apa jawabnya…?!
“Nggak ah’ sampean saja yang nulis, saya yang baca” katanya ringan tanpa beban.

Okelah kalau bagitu, kasih saran saja saya ya, kalau tidak tepat, beri kritikan. Jawab saya memohon.

Balasan WA saya malah diketawain, saya jadi bertanya-tanya, mungkin karena beliau juga sering baca tulisan jelek saya.

Heeeemmm… Akhirnya saya berkesimpulan, bahwa beliau maunya membaca, tidak menulis. Setidaknya untuk saya malam ini.

Namun terbesit dalam benak saya sebuah berkata’an.

Apakah membaca itu Gampang…?!
Mudah…?!

Langsung bisa mengerti dan memahami maksud penulisnya…?!

Lalu segera bisa langsung mempraktikkannya…?!

Ini yang terbesit dalam benak saya, sekaligus menjadi bahan renungan ‘dadakan’ malam ini, yang harus saya tulis menjadi tambahan pengetahuan, untuk saya pribadi dan kabar terbaru di akun internet saya, sehingga terbuatlah Artikel ini. Semoga bermanfaat secara umum, sebagai tambahan pengetahuan.
Mulailah saya menulis beberapa referensi tentang segampang apa membaca itu, dan akhirnya saya mencoba menuliskannya dari sini.

Definisi, jenis membaca, teknik membaca dan sebagainya He hd he . . . Edan Tenan.

Sungguh ini menjadi bagian pembelajaran terbaru dan terhebat bagi saya, yang saya dapatkan malam ini. Malam Jumat hari Kamis tanggal 15 Februari 2018, dan bagi siapapun yang malas membaca juga tentunya. He he he . . . Edan Tenan.

Dan ini Hasilnya; Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.

Membaca adalah suatu kegiatan atau cara dalam mengupayakan pembinaan daya nalar manusia hidup.

Dengan membaca, seseorang secara tidak langsung, sudah mengumpulkan kata demi kata dalam mengaitkan maksud dan arah bacaannya, yang pada akhirnya pembaca dapat menyimpulkan suatu hal, dengan nalar yang dimilikinya. Wow… Keren kan…

Membaca sebagai produk yang didefinisikan sebagai pemahaman atas simbol-simbol bahasa tulis yang dipelajari seseorang.

Membaca merupakan proses yang kompleks, karena Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca, untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.

Membaca adalah sebagai proses kegiatan mencocokan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis.

Membaca adalah sebuah proses yang kompleks dan rumit.
Kompleks yang arti maksudnya;
Dalam proses membaca, terlibat sebagai faktor internal dan eksternal pembaca.

1. Faktor internal;
Dapat berupa intelegensi (IQ) minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan pembaca, dan sebagainya.

2. Faktor eksternal; Bisa dalam bentuk sarana membaca, teks bacaan (sederhana, berat, mudah, sulit).

faktor lingkungan, atau faktor latar belakang, sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca.
He he he . . . Edan Pora.

Kesimpulannya;
Membaca merupakan suatu proses pengolahan simbol-simbol tertulis (tekstual) dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh (holistik) tentang isi bacaan, dan merupakan kegiatan komunikasi tidak langsung antara penulis dan pembacanya.

Pembaca akan memahami maksud penulis tentang sesuatu apapun yang dibacanya.
Membaca itu memiliki tujuh jenis. yaitu sebagai berikut;

1. Membaca dengan suara (membaca nyaring).
Yakni kegiatan membaca dengan mengeluarkan suara atau kegiatan melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras.

2. Membaca dalam hati (membaca senyap).
Merupakan proses membaca tanpa mengeluarkan suara, membaca dalam hati atau membaca diam tidak ada suara yang keluar. Sedangkan yang aktif bekerja, hanya mata dan otak atau kognisi kita saja.

Membaca jenis ini, pada umumnya dimiliki seseorang yang memiliki tipe belajar visual.

3. Membaca intensif.
Membaca intnsif merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara seksama. Pada jenis membaca ini, seseorang membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada, dan bertujuan untuk menumbuhkan serta mengasah kemampuan membaca secara kritis.

4. Membaca ekstensif. Merupakan program membaca yang dilakukan secara luas, baik jenis maupun ragam teksnya dan tujuannya hanya sekedar untuk memahami isi yang penting-penting saja, dari bahan bacaan yang dibaca dengan menggunakan waktu secepat mungkin.

5. Membaca literal.
Membaca literal merupakan kegiatan membaca sebatas mengenal dan menangkap arti yang tertera secara tersurat (eksplisit).

Jenis membaca ini bermakna, bahwa pembaca hanya berusaha menangkap informasi yang terletak secara literal (reading the lines) dalam bacaan dan tidak berusaha menangkap makna yang lebih dalam lagi, yakni makna-makna tersiratnya, baik pada tataran antagonis (by the lines) apalagi makna yang terletak dibalik barisnya (beyond the lines).

6. Membaca kritis.
Membaca kritis adalah sejenis kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan belaka.

7. Membaca kreatif.
Membaca kreatif merupakan proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah, dari pengetahuan yang baru, yang terdapat dalam bacaan, dengan cara mengidentifikasi ide-ide, yang menonjol atau mengkombinasikan pengetahuan yang sebelumnya pernah di dapatkan.

Tujuan Membaca;
Definisi dan jenis membaca yang sudah saya uraikan di atas, pembelajaran untuk kita, bahwa kegiatan membaca, bukan sesuatu yang biasa. Akan tetapi juga butuh pemahaman mendalam.

Lalu apa sebenarnya tujuan membaca itu…?!

Tujuan utama dalam membaca adalah; untuk mencari serta memperoleh informasi mencakup isi, memahami makna bacaan.

Tujuan membaca dibagi menjadi tiga jenis, antara lain;
1. Untuk Studi.
Membaca untuk sendiri, ialah membaca untuk menemukan informasi-informasi yang diperlukan, untuk menyelesaikan masalah studi, yang pada akhirnya, memperkaya pengetahuan dalam berbagai ilmu dan disiplin tertentu.

Misalnya seorang mahasiswa, membaca yang relevan dengan kebutuhan mata kuliahnya.

2. Untuk Usaha.
Membaca untuk usaha, ialah membaca untuk menentukan dan memahami informasi yang berkaitan dengan usaha, yang dilakukan dengan usaha yang dilaksanakan, seperti pekerjaan kantor, rumah tangga, dan lain-lain. Mencermati peluang usaha, dan sebagainya.

3. Untuk kesenangan.
Membaca untuk kesenangan, ialah membaca untuk mengisi waktu senggang, dan memuaskan perasaan serta imajinasi, bahan bacaan ilmiah membaca ini, adalah novel, cerpen, dan buku bacaan ini, seperti surat kabar. Pada umum memang jenis bacaan fiksi yang menemaninya. Pada intinya.

Tujuan membaca adalah untuk menemukan atau mengetahui penemuan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh, apa-apa yang telah dibuat oleh sang tokoh, apa yang telah terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh.

Untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, apa-apa yang dipelajari atau yang dialami tokoh, dan merangkumkan hal-hal yang dilakukan oleh tokoh untuk mencapai tujuannya.

Membaca juga bertujuan untuk menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Setiap tahap dibuat untuk memecahkan suatu masalah, adegan-adegan, dan kejadian, kejadian buat dramatis.

Luar Biasa Bukan…?!
Sebab itu, Perintah Pertama Dzat Maha Suci kepada Utusan Terkasihnya. Adalah “Iqro” (Bacalah)

Nah…
Bagaiamanakah teknik membaca pilihan Anda…?!

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih* Ttd: Wong Edan Bagu.
Di.
Gubug Jenggolo Manik.
Alamat;
Oro-oro Jenggolo Manik. Jl. Raya Pilangreho. Gang Jenggolo. Dusun Ledok Kulon. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kab. Boyolali Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966. BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: http://www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya