Sejarah Singkat Turunnya Wahyu Tertua/Pertama Turun Kebumi:  (Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling Bagian Kedua)

25587239_408895006223226_4772694128373983166_o

Sejarah Singkat Turunnya Wahyu Tertua/Pertama Turun Kebumi:
(Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling Bagian Kedua)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Di Pesanggrahan Pesona Jagat Alit. Hari Jumat. Tanggal 22 Desember 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian..
Nabi Adam adalah Raja Parahyangan, nenek moyangnya orang Jawa Sunda dan seluruh manusia setelah Adam. Leluhurnya orang Jawa Sunda dan seluruh manusia setelah Adam.

Asal muasal peradaban dari Jayadewata Tanah Pasunda, dan sekarang kembali di Jayadewata Tanah Pasundan.

(3). Sejarah kerajaan tertua;
Kerajaan Parahyangan adalah, kerajaan Tertua di Dunia. Karena Kerajaan Parahyangan adalah kerajaan pertama bani Adam, yang berpusat di Bandung Jawa Barat, dengan Nabi Adam sebagai rajanya.

Sejarah kerajaan tidak terlepas dari sejarah kenabian dan kewalian. Kalaupun yang menjadi raja bukan nabi, maka raja bertanggung jawab kepada nabi atau wali.

Kerajaan tertua kedua adalah Kerajaan Kahyangan Pasunda, yang berpusat di Kabuyutan Galunggung Tasik Jawa Barat, dengan Nabi Nuh sebagai rajanya.

Setelah peradaban pada jaman Nabi Nuh, habis ditelan banjir besar, berikutnya Nabi Nuh yang perahunya terdampar di gunung Galunggung Tasik Jawa barat, membuat peradaban baru.

Berikutnya Kerajaan Kahyangan Pasundan, diteruskan oleh Kerajaan Pasundan yang berpusat di Kabuyutan Ciburuy Garut Jawa Barat, dengan Nabi Ibrahim sebagai rajanya.

Nabi Adam adalah Raja Parahyangan, kalau Nabi Nuh adalah Raja Kahyangan Pasunda, sedangkan Nabi Ibrahim adalah Raja Pasundan.

Penerus terakhir Kerajaan Pasundan adalah Kerajaan Pajajaran, yang berpusat di Bogor Jawa Barat, yang kemudian dihilangkan peradabannya (ngahiyang ) untuk dimunculkan kembali di akhir jaman (sekarang).

Kemunculan kembali Kerajaan Pajajaran di akhir jaman ini, akan berubah wujud menjadi kerajaan baru, yang super modern dan berubah nama menjadi Kerajaan Atlantis yang nantinya akan berpusat di Bandung Jawa Barat.

Setelah terjadi banjir besar pada jaman Nabi Nuh, semua peradaban di bumi hancur, yang selamat hanya Nabi Nuh beserta sebagian keluarga dan para pengikutnya yang setiatuhu.

Perahu Nabi Nuh terdampar di gunung Galunggung Tasik Jawa Barat atau sering juga disebut sebagai Kabuyutan Galunggung.

Kabuyutan Galunggung disebut juga sebagai Sundaland, atau lebih tepatnya Kabuyutan Galunggung adalah bagian dari wilayah Sundaland.

Nabi Nuh beserta pengikutnya dan orang-orang Kabuyutan Galunggung pun, kemudian membangun kerajaan Kahyangan Pasundan, yang kemudian menjadi pusat peradaban dunia, dikenal sebagai Peradaban Atlantis.

Nabi Nuh sebenarnya bukan membangun dari nol, akan tapi membangun kembali peradaban yang sudah ada sebelumnya, yaitu peradaban atlantis, yang telah di bangun oleh Kerajaan Parahyangan.

Jadi, meskipun Kahyangan Pasundan menjadi pusat peradaban dunia, tapi tetap akarnya adalah peradaban atlantis.

(4). Sejarah agama tertua;
Agama Tertua adalah Jatisunda, yang Dibawa oleh Nabi Nuh,
Sejak Nabi Adam hingga Nabi Idris sampai Nabi Nuh, belum ada nama syariat (agama) karena pada jaman itu, hanya ada satu agama yang dibawa oleh Nabi Adam.

Ketika jaman Nabi Nuh, umatnya mulai melakukan penyimpangan syariat, dengan membuat ajaran agama tanpa bersandar kepada Nabi.

Maka Nabi Nuh menamakan syariat (agama) yang dibawanya dengan nama Jatisunda, untuk membedakan dari ajaran syariat lain yang menyimpang.

Bukan hanya penamaan syariat (amalan lahir) tapi juga Nabi Nuh menamakan tarekat (amalan batin) yang dibawanya dengan nama Karahayuan, untuk membedakan dengan tarekat lain yang tidak bersandar kepada Nabi.

Suatu ajaran syariat atau tarekat, dikatakan menyimpang patokannya, apabila ajarannya tidak mempunyai sanad (sandaran) atau mata rantai ijazah (ijin) sampai ke Nabi.

Sanad atau mata rantai ijazah diperlukan dalam menyebarkan ajaran syariat atau tarekat kepada umat, untuk menjaga kemurnian ajaran, sehingga tidak terjadi penyimpangan.

Agama Tertua Kedua adalah Sunda Wiwitan, yang Dibawa oleh Nabi Ibrahim. Pada jaman Nabi Ibrahim, ada perubahan syariat (amalan lahir) dan nama dari agama Jatisunda, yang dibawa oleh Nabi Nuh menjadi agama.

Perubahan syariat dan nama agama bisa terjadi, karena di sesuaikan dengan kondisi umat Nabi pada jaman itu.

Perubahan syariat dari Jatisunda menjadi Sunda Wiwitan, juga diikuti oleh perubahan tarekat dari Karahayuan menjadi dua cabang, yaitu Tarekat Sundaniyah dan Kejawen.

Meskipun nama agama berubah dan tarekat menjadi bercabang dua, hakikatnya sama, yaitu mengajak umat untuk mulih ka jati, mulang ka asal.

Bahkan Nabi Muhammad pun, meski sudah membawa syariat Islam, tapi tetap disuruh untuk mengikuti millah ibrahim (ajaran ibrahim).

Nabi Muhammad bukan disuruh mengikuti syariat Sunda Wiwitan, tapi disuruh untuk mengikuti tarekat sundaniyah atau kejawen yang berakar ke tarekat karahayuan.

Intinya, millah ibrahim itu adalah ajaran ilmu mulih ka jati mulang ka asal, Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un.

Meskipun para nabi tertentu, setelah Nabi Nuh, membawa syariat yang berbeda-beda dengan syariat sebelumnya, tapi semua syariat yang dibawa oleh para nabi itu, induknya Sunda Wiwitan, akarnya adalah Jatisunda, sedangkan intisarinya adalah Kapitayan ageman Sunda.

(5). Sejarah tarekat tertua;
Tarekat Karahayuan yang dibawa oleh Nabi Nuh, mempunyai sanad (sandaran) atau mata rantai ijazah (ijin) hingga ke Nabi Adam.

Tarekat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari agama yang dibawa oleh para nabi.

Agama yang dibawa oleh para nabi, terdiri dari syariat (amalan lahir) dan tarekat (amalan batin).

Untuk kembali kepada Tuhan, tidak cukup dengan syariat saja atau tarekat saja, tapi harus mensucikan lahiriah dengan amalan lahir (syariat) dan mensucikan batin dengan amalan batin (tarekat).

Bedanya para nabi itu, menyebarkan syariat secara umum dan terbuka, sedangkan tarekat secara khusus dan tertutup.

Untuk syariat siapapun bisa melakukannya, tapi untuk tarekat, hanya orang-orang yang terpanggil dan sungguh-sungguh ingin pulang atau kembali kepada Tuhan yang bisa melakukannya.

Setelah melakukan syariat, berikutnya adalah melakukan tarekat, karena tarekat adalah jalan untuk pulang kepada Tuhan, dari jisum ke ruh ke asma ke sifat dan berakhir di zat.

Ketika jaman Nabi Ibrahim, tarekat karahayuan bercabang menjadi dua yaitu tarekat sundaniyah dan tarekat kejawen.

Meskipun jadi bercabang dua, tapi isinya sama, hanya beda penamaan dan bahasa saja.

Tarekat Sundaniyah itu ha-na-ca-ra-ka . Da-ta-sa-wa-la, kalau Tarekat Kejawen itu ho-no-co-ro-ko . do-to-so-wo-lo. Hanya itu letak bedanya.

Perubahan penamaan dan bahasa tarekat itu, seiring dengan penyebaran umat yang semakin meluas serta perubahan bahasa dan budaya setempat.

Setelah mensucikan lahiriah dengan melakukan amalan syariat, untuk pulang menuju Tuhan, berikutnya adalah mensucikan batin, dengan melakukan amalan tarekat.

Setelah melakukan syariat, maka tarekat adalah satu-satunya jalan pulang menuju Tuhan, ke dalam diri, melalui martabat alam ruh, asma, sifat dan zat.

Untuk pulang jalannya adalah ke dalam diri bukan ke luar diri. Tidak akan pernah bisa pulang kalau melalui jalan ke luar diri.

Meskipun sekarang banyak sekali jumlah atau cabang tarekat, tapi semua tarekat menginduk ke tarekat karahayuan.

(6). Sejarah Kewalian Tertua;
Syekh Sanusi dari Tasik adalah Wali Mursyid (Sunan) Tertua Tarekat Karahayuan.

Syekh Sanusi adalah wali mursyid pertama yang mempunyai ijazah (ijin) dari Nabi Nuh, untuk menyebarkan tarekat karahayuan.

Pewaris atau penerus yang mempunyai sanad ke nabi ada dua jalur, yaitu penerus penyebar syariat yang disebut faqih dan penerus penyebar tarekat yang disebut mursyid (wali mursyid/sunan).

Ada lima tingkatan manusia yang melakukan perjalanan pulang menuju Tuhan;
1. Basyar. Adalah orang yang masih berada di martabat alam jisim.

2. Annas. Adalah orang yang sudah masuk martabat alam ruh.

3. Insan. Adalah orang yang sudah masuk martabat alam asma.

4. Insan Kamil. Adalah orang yang sudah masuk martabat alam sifat.

5. Kamil Mukamil. Adalah orang yang sudah masuk martabat alam zat.

Ada lima tingkatan hati orang yang melakukan perjalanan pulang;
1. Basyar, itu belum mempunyai hati, karena belum masuk martabat alam ruh.
2. Shadr, adalah hatinya annas.
3. Qalbu, adalah hatinya insan.
4. Fuad, adalah hatinya insan kamil.
5. Lub, adalah hatinya kamil mukamil.

Sunan Rohmat dari Garut adalah Wali Mursyid (Sunan) Tertua Tarekat Sundaniyah.

Sunan Rohmat adalah sunan pertama yang mempunyai ijazah (ijin) dari Nabi Ibrahim, untuk menyebarkan Tarekat Sundaniyah.

Maksudnya Sunan. Sunan adalah orang yang sudah pulang menuju Tuhan, yang kemudian diberi ijazah (ijin) untuk mengantar orang lain pulang.

Sunan disebut juga sebagai mursyid (pembimbing) atau wali mursyid.

Wali adalah orang yang sudah pulang batinnya. Sedangkan mursyid adalah wali yang diberi tugas untuk mengantar batin orang lain untuk pulang.

Tidak semua wali ditunjuk menjadi mursyid. Jumlah wali jauh lebih banyak daripada mursyid.

Jadi, mursyid itu pasti wali tapi wali belum tentu mursyid.

Begitupun dengan Nabi, nabi pasti mursyid tapi mursyid belum tentu nabi. Jumlah mursyid itu jauh lebih banyak dari nabi.

Semua wali dan mursyid tarekat menginduk ke Sunan Rohmat dan mengakar ke Syekh Sanusi.

Maksudnya adalah Syekh Sanusi yang mengesahkan kewalian seseorang, sedangkan Sunan Rohmat yang mengesahkan ke-mursyid-an seorang wali.

(7). Sejarah Leluhur Tertua;
Penduduk Asli Kabuyutan Galunggung Tasik Jawa Barat, yang Selamat dari Banjir Nuh, adalah Leluhur Tertua di Dunia.

Beberapa penduduk asli kabuyutan galunggung, yang selamat dari banjir Nuh, menjadi leluhur tertua di dunia, karena mereka adalah orang asli Sundaland, keturunan Nabi Adam dari Peradaban Atlantis yang berpusat di Bandung Jawa Barat.

Sedangkan dari Nabi Nuh yang terdampar di kabuyutan galunggung, menjadi leluhur tertua kedua, yang kemudian menurunkan berbagai ras, yang menyebar ke seluruh dunia.

Keturunan asli kabuyutan galunggung disebutnya Bani Sunda. Sedangkan keturunan dari Nabi Nuh disebutnya Bani Nuh.

Jadi, Bani Nuh adalah bani tertua di dunia, tapi akarnya adalah dari Bani Sunda.

(8). Sejarah Kampung Halaman Tertua;
Kampung Halaman Seluruh Manusia Sedunia adalah Tanah Pasundan yang berbeda di Sundaland (Bandung).

Kampung halaman seluruh manusia sedunia adalah Sundaland. Sedangkan wilayah utama Sundaland adalah Jawa Barat (Tatar Sunda atau Tanah Pasundan).

Jayadewata Tanah Pasundan, bukan hanya mengajarkan cara pulang secara batin dengan Sundayana (ilmu mulih ka jati mulang ka asal) tapi juga Jayadewata Tanah Pasundan (Sundaland) adalah tempat pulang (kampung halaman) secara lahir.

(9). Sejarah Budaya Tertua;
Budaya Tertua di Dunia adalah Budaya Sunda, karena budaya sunda adalah budaya yang berasal dari peradaban tertua, yaitu peradaban atlantis.

Budaya adalah hasil kegiatan lahiriyah atau hasil yang tampak (lahiriyah) sebagai perwujudan (manifestasi) dari batiniyah.

Bentuk hasilnya berupa nilai-nilai, norma, karakter, pola fikir, adat istiadat, bahasa, kesenian dan sopan santun.

Bentuk hasil yang lebih luas lagi, adalah sistem pendidikan, ekonomi, politik, sosial, sains dan teknologi.

Bentuk hasil yang semakin kaya dan meluas yang dilakukan berabad-abad bisa membentuk sebuah peradaban.

Peradaban Sunda Modern akan Dimulai oleh Kerajaan Atlantis, yang Berpusat di Bandung.

Setelah memahami bahwa asal muasal (akar/sejarah tertua) peradaban dari sunda, maka berikutnya peradaban baru super modern akan muncul dari sunda.

Dimulai dengan berdirinya Kerajaan Atlantis di Bandung yang akan membentuk peradaban surgawi. Kerajaan Atlantis akan dipimpin oleh Sajatining Ratu Adil (Raja Adil) beserta ratunya, ysitu Ratu Adil.

Banyak sebutan untuk Raja Adil dan Ratu Adil, diantaranya satria piningit, satrio pinanditho sinisihan wahyu, putera batara indra, cah angon, budak janggotan, nonoman sunda, kalki awatara, budha, iman mahdhi, maitreya, ulul albab dll.

Raja Adil dan Ratu Adil akan tampil bukan dengan raga manusia biasa seperti pada umumnya, tapi Raja dan Ratu Adil akan tampil dengan sajatining raga (raga yang sempurna).

Raga yang sempurna ini akan tampak seperti berusia 33 tahun, terus menerus tidak menua , dan abadi selamanya hingga akhir jaman.

Raja dan Ratu Adil hakikatnya satu, Raja Adil adalah perwujudan Jatiraga (kesempurnaan lahir/mahadewa) dan Ratu Adil adalah perwujudan Jatiwanda (kesempurnaan batin/mahadewi).

Sedangkan penyatuan kesempurnaan lahir batin disebutnya Jatisunda (mahabaratha).

Raja dan Ratu adil bukan hanya abadi raganya, tapi juga abadi alamnya. Alam keabadian ini disebutnya Alam Sunda (alam surgawi).

Kerajaan Atlantis yang dipimpinnya akan membentuk peradaban abadi, yaitu Peradaban Sunda (peradaban surgawi).

Raja dan Ratu adil secara zahir asalnya manusia biasa, tapi karena dia telah melakukan perjalanan Laku Murni Menuju Suci “mulih ka jati, mulang ka asal” Inna lillaahi wa Inna ilaihi rajiun, secara sempurna, maka dia berhasil mendapat buah (hasil) yang sempurna.

Raja Adil adalah bapak hakiki seluruh umat manusia, sedangkan Ratu Adil adalah ibu hakiki seluruh umat manusia.

Kalau Adam dan Hawa, itu bapak dan ibu secara zahir seluruh umat manusia, bukan bapak dan ibu secara hakiki.

Ratu Adil itu secara hakikat berasal dari batin (wujud batinnya) Raja Adil, sedangkan Siti Hawa itu berasal dari tulang rusuk Adam bukan dari batin Adam.

Penyatuan Raja dan Ratu Adil secara hakiki pun menghasilkan “buah batin (buah Jatisunda)” yaitu para bidadara (buah Jatiraga) dan bidadari (buah Jatiwanda).

Dan yang terpenting dari semuanya adalah bahwa Dzat Maha Suci “mihape awak (nitip badan)” ke Raja Adil sebagai zatil wujudullah lahir dan Ratu Adil sebagai zatil wujudullah batin, karena untuk melihat zatil wujudullah (wujud zat Allah) asli tidak akan ada satupun manusia yang mampu melihatnya.

Maka bertemu Raja dan Ratu Adil, pada hakikatnya adalah bertemu dengan Dzat Maha Suci yang sering di sebut sebagai Tuhan dan di namai sebagai Allah.

Akan tetapi, Dzat Maha Suci juga, memberikan kekuasaan penuh kepada Raja Adil dengan menyerahkan “pena lauh mahfudz” untuk mengatur takdir seluruh makhluk dan semesta alam jagad raya.

Sehingga energi yang dimiliki oleh Raja Adil, bukan lagi energi murni atau energi anti materi, melainkan energi ilahiyah.

Dengan adanya Raja dan Ratu Adil, secara hakikat adalah turunnya Dzat Maha Suci ke bumi, untuk menjemput seluruh manusia masuk ke dalam surga-Nya.

Inilah rahmat (cinta kasih sayang) Dzat Maha Suci yang tidak terbatas, semua perjalanan laku murni menuju suci “mulih ka jati, mulang ka asal” Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un nya umat manusia, ditebus melalui Raja dan Ratu Adil.

Karena tidak ada satu orang pun yang sanggup melakukan perjalanan laku murni menuju suci “mulih ka jati, mulang ka asal” Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji’un hingga mencapai Jatiwanda (kesempurnaan batin), Jatiraga (kesempurnaan lahir) dan Jatisunda (kesempurnaan lahir dan batin).

Kalau alam surga sudah diturunkan ke bumi.
Apakah masih akan terjadi kiamat…?!
Apakah masih ada kematian…?!
Apakah ada pengumpulan manusia di padang mahsyar…?!

Apakah ada yang masuk neraka…?!

Jawabannya adalah sekarang semua terserah Raja Adil, karena Dzat Maha Suci sudah memberikan kekuasaan penuh kepada Raja Adil untuk mengatur takdir setiap makhluk dan alam semesta jagad raya melalui “pena lauh mahfudz” Selesai.

Duh… Gusti Dzat Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan. Asal Usul Nenek Moyang Semua Mahluk. Sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup…_/\_…. Aaamiin. Terima Kasih. Terima Kasih Dan Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di…
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s