APA SULITNYA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH/ALLOH…?!

24059283_397090364070357_3244392078300034202_o

24131346_397090440737016_966271204942772947_n

24059572_397090500737010_6364595384810018291_o

APA SULITNYA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH/ALLOH…?!
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 27 November 2017.

Bagi Yesus, makanannya adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus dia (Yoh.4.34).

Ini berarti bagi Yesus melakukan kehendak Bapa di surga sangat nikmat dan menyenangkan, sebagaimana kita senang dan menikmati makanan kita.

Tapi mengapa bagi kebanyakan dari umatnya melakukan kehendak Allah itu lebih seperti meminum obat yang pahit…?!

Bagi Muhammad minumannya adalah menebar cinta kasih sayang Alloh yang mengutus-nya.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, berkata. Wahai Rasûlullâh, do’akanlah kecelakaan/kebinasaan untuk kaum musyrikin !. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah di utus sebagai pelaknat, sesungguhnya aku di utus hanya sebagai rahmat.” [HR. Muslim, no. 2599]

Ini berarti bagi Muhammad menebar Cinta Kasih Sayang Alloh itu, sangat indah dan menyegarkan, sebagaimana kita segar saat menikmati minuman kita.

Tapi mengapa bagi kebanyakan dari umatnya melakukan menebar cinta kasih sayang Alloh itu, lebih seperti menelan pahitnya empedu…?!

Kita tahu bahwa hal itu baik bagi kita, maka kita melakukannya. Tapi bukan dengan sukacita dan kebahagiaan, melainkan lebih pada karena terpaksa dan kewajiban.

Mengapa kita mempunyai sikap demikian…?!

Apakah mungkin hal ini terjadi karena kita tidak mengenal Allah/Alloh dengan baik, dan kerana itu kita tidak mencintainya-Nya…?! Tidak mengasihi-Nya…?! Tidak menyayangi-Nya…?!

Kalau motivasi di balik semua tindakan kita pada intinya, adalah kesadaran cinta kasih sayang. Seperti yang telah di lakukan oleh Yesus dan Rasulullah. Kalau ada cinta kasih sayang, sekalipun berat, kita akan melakukannya dengan sadar.

Dan dalam melakukannya, kita akan merasa ringan, karena kita tidak melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, melainkan kekuatan yang timbul dari kesadaran cinta kasih sayang itu sendiri.

Jika kita merasakan kita termasuk orang yang merasa susah untuk menaati dan melakukan kehendak Allah/Alloh, maka kita harus bertanya apakah sebenarnya kita, benar-kah kita telah beraIman kepada-Nya…?!

Apakah kita benar-benar Mencintai Dia…?! Mengasihi Dia…?! Mencintai Dia…?!

Karena kalau kita Mencintai Dia. Mengasihi Dia. Menyayangi Dia. Maka sekalipun berat kita akan mau taat untuk menuruti dan melakukan kehendakNya.

Memang kita harus jujur bahwa tidaklah mudah untuk melakukan kehendak Allah/Alloh dengan kesadaran Iman.

Karena terbiasa dengan segala sesuatu di dalam diri kita, yang sering kali menentang apa yang menjadi kehendak Allah/Alloh kita.

Yesus sekalipun, harus bergumul di Getsemani untuk melakukan kehendak Tuhan.

Muhammad sekalipun, harus berlumuran ludah di wajahnya tiap kali ke Masjid untuk melalukan kehendak Tuhan.

Tapi dari pengalaman, kita juga tahu. Bahwa; Kepuasan yang muncul dari ketaatan itu, sangatlah memerdekakan.

Setiap kali kita melakukan sesuai dengan kehendak Allah/Alloh, kita mengalami perkenan dari Allah/Alloh, yang menimbulkan sukacita yang luar biasa di dalam hati kita.

Kepuasan dan sukacita yang muncul dari ketaatan itu, sangat memberikan ketenangan dan kedamaian bagi jiwa raga kita, bahkan menenteramkan.

Dan sebaliknya, setiap kali kita melawan dan tidak menaati, hati nurani kita, akan menyiksa kita dengan perasaan bersalah, dan hati kita menjadi tidak tenang, karena kita telah gagal untuk melakukan apa yang kita tahu dan kita harus kita lakukan.

Sebab itu…
Yesus dapat berkata, “Tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Mu”

Sebab itu…
Muhammad berkata, “Bukan kehendakku, tapi kehendak-Mu yang jadi”

Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku;
Adalah suatu proses di mana kita menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Tuhan.

Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku;
Adalah suatu proses di mana kehendak Tuhan menjadi kehendak kita.

Walaupun pada awalnya tidak demikian. Saat kehendak kita menyatu dengan kehendak Tuhan, maka tidak heranlah kalau tidak akan ada satupun doa kita yang tidak terjawab. Saat keselarasan kehendak ini terjadi, maka yang terjadi adalah 100% tidak ada yang Mustahil. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Di….
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blog: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s