KeAjaiban Wahyu Panca Laku yang KeLima:

KeAjaiban Wahyu Panca Laku yang KeLima:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Sumedang Larang Tatar Pasundan. Hari Kamis. Tanggal 26 Oktober 2017.

22815385_383168745462519_1599638122917662351_n

Cinta adalah Kasih, dan kasih adalah memberi, memberi apa…?! Memberi sayang, kasih dan cinta.

Itulah dimensi kelima dari Wahyu Panca Laku, yang merupakan tingkatan Laku Spiritual Tertinggi bagi sekalian mahluk. Ada apa sebenarnya di balik Cinta Kasih Sayang yang merupakan Tingkatan Laku Spiritual Tertinggi itu…?!

“CINTA KASIH SAYANG” Selain merupakan Sipat Tuhan. Cinta Kasih Sayang juga merupakan identitas jati diri mahluk paling sempurna tersebut Manusia.

Para Kadhang Kinasihku sekalian…
Berbicara soal cinta kasih sayang, kita seharusnya mempertanyakan apa yang telah kita beri. Sayang apa nafsu…?! Sayang apa ego…?! Sayang apa modus…?! bukannya mempertanyakan apa yang telah kita dapatkan.

Memberi sayang, tidaklah selalu terhadap pasangan kita saja, tetapi juga teradap semua mahluk-mahluk yang ada di alam semesta ini, terutama sesama manusia hidup.

Ingatlah bahwa Tuhan itu sangat dekat dengan kita, Tuhan berada di dalam hati kita, hatiku dan hatimu serta hati semua mahluk-mahluknya.

Maka dari itu, kita semua (manusia, hewan, tumbuhan dan mahluk lainnya) adalah satu, kita adalah saudara, karena berasal dari Sang Sumber yang sama, yaitu Dzat Maha Suci (Tuhan) dan akan kembali kepada-Nya lagi.

Tuhan tidaklah berada di suatu tempat yang nan jauh di luar diri kita. Tuhan tidak berada di
tempat ibadah atau tempat lainnya.

Tetapi Tuhan akan selalu ada di dalam diri, bermukim di hati kita.

Jadi… Ligiskah jika hati itu di penuhi dengan iri, dengki, benci, dendam, fitnah, hasut, pamrih, ego…?!

Sedangkan hati itu adalah tempat bermukimnya Tuhan…?!

Lalu apa hubungannya dengan cinta kasih sayang…?!
Mari saya bantu jelaskan…. Ya.
He he he . . . Edan Tenan.

Kebanyakan dari kita, yang tersesat dan terjerumus ke dalam sisi gelapnya kehidupan. Itu akibatkan karena kita tidak bisa menemukan Tuhan, karena tidak menemukan Tuhan, pada hakikat Tuhan, ada di dalam dirinya.

Bagaimana cara kita menemukan Tuhan yang ada di dalam diri setiap mahluk-mahluknya itu…?!

Hati mu itu Lo… Bersihkan dari sipat iri, dengki, hasut, benci, dendam dan sikap pamrih serta ego.

Kalau itu belum bersih dari hati mu, masih menjadi noda berkarat di hati kita, bagaimana mungkin bisa mengetahui Tuhan… La ruang hatinya gelap tertutup kerak yang mengerikan itu, bagaimana bisa…!!!

Mau puasa atau tirakat berapa juta bahkan miliyaran tahun pun, mau gonta ganti agama dan kepercayaan serta keyakinan berapa kali pun, tidak akan bisa, jika di hati kita ada iri, dengki, hasut, benci, dendam, pamrih dan ego. Karena Tuhan tidak bisa di raih dengan iri, dengki, hasut, benci, dendam, pamrih, ego.

Tuhan hanya bisa di raih dengan kebersihan hati atau hati yang bersih.

Sebab itu, bersihkan hati kita, lalu jagalah agar tidak kotor kembali….

Nah… Kalau sudah bersih dan terjaga, walaupun kita tidak mampu tirakat, tidak kuat puasa, tidak punya modal untuk beribadah, saya berani Jamin. Pasti bisa. Jika tidak bisa, saya siap mempertemukannya. Oke…

Bila kita ingin menemukan-Nya, maka kita harus mencarinya.

Dimana…?!
Ya di dalam hatimu to…!!!
Kan di atas sudah dijelasin dinama.

Caranya…?!
Lo… Kok masih nanya lagi. Kan caranya juga sudah di jelasin juga diatas. Yaitu membersihkan hati dari noda kotoran yang sudah saya jelaskan diatas, lalu menjaganya agar supaya tidak kotor atau ternoda lagi. Coba baca ulang. He he he . . . Edan Tenan.

Tak perlu gunakan harta benda. Tak perlu tirakat atau puasa. Tak perlu ube rampe atau sesaji itu dan ini. Tidak usah menyiksanya diri. Cukup membersihkan hati, lalu menjaganya. Tidak ribet kan…? Gratis pula.

Sekali lagi….
Cukup bersihkan hatimu dari noda yang sudah saya jelaskan diatas, lalu menjaganya agar tidak ternoda lagi. Tuhan akan nampak terlihat dengan sangat jelas dan nyata di depan batang hidung kita. Bukan katanya, melainkan menyaksikan sendiri dengan mata kepala kita sendiri.

Selanjutnya…?
Ya terserah Anda….
Kok terserah Anda….?
La wong sudah ketemu…
Ya silahkan mau apa to…?!
He he he . . . Edan Tenan.

Inilah Hakikat Laku Spiritual yang sebenarnya, yang sejatinya, yang sesungguhnya. Menyatu atau Bersatu atau manunggal dengan Tuhan.

Kata Menyatu atau Bersatu atau manunggal dengan Tuhan. Berati kita harus menyatu dengan mahluk-mahluknya, sebab Tuhan tidak hanya berada dalam hati kita, melainkan di setiap hati mahluk-mahluknya.

Meng-iri’i. Meng- dengki’i. Meng-hasuti. Mem-benci’i. Men-dendami. Mem-pamrihi. Meng-egoi salah satu Mahluk-Nya.

Berarti;
Meng-iri’i. Meng- dengki’i. Meng-hasuti. Mem-benci’i. Men-dendami. Mem-pamrihi. Meng-egoi Tuhan.

Karena;
Di dalam hati yang kita. Iri’i. Dengki’i. Hasuti. Benci’i. Dendami. Pamrihi. Egoi, itu sama-sama ada Tuhan.

Jadi, cocok tidak cocok atau bagus tidak bagus atau baik tidak baik atau indah tidak indah atau benar tidak benar. Wajib kita Cinta Kasih Sayangi tanpa sarat.

Tenteram atau Ketenteraman hidup di dalam kehidupan ini, itu dikarenakan, adanya jalinan cinta kasih sayang antara Tuhan dan Mahluknya, dan cinta kasih sayang antar sesama mahluk, adalah saluran kita untuk menyatu atau bersatu atau manunggal dengan Sang Sumber Cinta Kasih Sayang itu sendiri. Maksud….?! Paham…?!

Jadi….
Cinta Kasih Sayang itu, bukan dan tidaklah hanya sebuah konsep dalam prinsip dalam kehidupan untuk mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman saja.

Melainkan dengan cinta kasih sayang itulah, kita dapat menyatukan, mempersatukan, memanunggalkan hati kits dengan hati mahluk-mahluk lainnya.

Memhamai apa yang mereka rasakan, merasakan apa yang mereka alami, yang nantinya hal ini akan menimbulkan rasa kesatuan dan persatuan serta kemanunggalan yang sesungguhnya, dan membuat kita lebih dekat, semakin dekat, tambah dekat, lebih dekat lagi dengan Sang Sumber Cinta Kasih Sayang, secara sempurna. Maksudnya; Sesuai kehendak-Nya.

Cinta Kasih Sayang. Adalah;
Adalah satu-satunya hukum mutlak semesta alam, selagi masih ada kehidupan di dalamnya, yang sayangnya banyak orang-orang tidak mengerti dan memahami, dan parahnya, tidak menyukai, tidak menyetujui bahkan menolaknya ketika di beritahu.

Apapun yang kita berikan, maka kita akan mendapatkan balasannya. Ya… Seberapa besar atau kecil pemberian yang kita berikan, baik dalam bentuk materi, cinta kasih sayang ataupun yang paling sepele, yaitu senyuman.

Apabila hati kita tulus, jujur, apa adanya, maka kita akan mendapatkan balasan yang satimpal atau bahkan lebih banyak lagi, ini mutlak.

Kedengarannya di beberapa sistem kepercayaan, metode ini sering disebut-sebut sebagai sedekah. Cinta kasih sayang, dengan hanya memberi, kita akan mendapat kembali, inilah yang harus perlu manusia kaji ulang dalam kehidupannya sehari-hari.

Seberapa banyakkah pemberian yang kita telah beri terhadap orang lain…?! Ingat…!!! Bukanlah selalu dalam ikatan pasangan kita melakukan ini, kalau harus di konsepkan, ini adalah konsep yang universal dan perlu kita lakukan setiap saat, dimanapun dan kapanpun.

Menurut pengalaman pribadi saya hasil praktek di TKP. Tidaklah selalu pemberian kita mendapat balasan pada saat itu juga, mungkin akan membutuhkan waktu yang singkat atau agak lama.

Namun yang Pasti. Hukum ini akan bekerja ketika kita mem Pasrahkan pemberian kita pada saat itu juga. Maka disinilah keajaiban itu akan terjadi.

Tidak disangka waktu yang tentukan berapa lama, dalam situasi seperti apa, ataupun dalam keadaan seperti apapun, keajaiban ini akan datang di waktu yang sangat tepat, yaitu disaat kita membutuhkannya, secara otomatis dia akan masuk dan mengalir ke dalam seluruh tubuh kita, mengalir bersama aliran darah kita (RAHAYU).

Siapapun dirimu, apapun latar belakang kehidupanmu, adatmu, sukumu, agamamu, keyakinanmu, kepercayaanmu. Dengan cinta kasih sayang, kita akan bisa sangat mudah menciptakan keajaiban apapun dalam hidup.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk memperoleh Ketentraman yang Sempurna dunia wal akherat.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk memahami rasa satu terhadap mahluk-mahluk lain.

Cinta kasih sayang adalah gemboxnya untuk kita kembali ke asal usul Sangkan Paraning dumadi Dzat Maha Suci Sang Sumber semua dan segalanya.
God Bless You & May Peace be with You…

BUKTIKAN…!!!
Tidak terbukti. Mulai saat ini, jangan Percaya Wong Edan Bagu, atau datang temui Wong Edan Bagu, lalu Ludahi Wajahnya….

He he he . . . Edan Tenan.
Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001.
Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s