Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.  Tentang Guru Sejati. Bagian KeEmpat:

19657414_333179777128083_2242935635812611575_n

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.
Tentang Guru Sejati. Bagian KeEmpat:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Cirebon Jabar. Hari Minggu. Tanggal 02 Juli 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian… Ada dua ayat yang tersurat di dalam al-qitab di sepanjang sejarah kehidupan ini, yang cukup mengerikan, karena kengeriannya itu, dua ayat tersebut, cukup perlu kita renungkan secara khusus dan mendalam. Kurang lebih artinya seperti ini.

1.
“Tuhan Maha Membolak Balik-kan Hati” maksudnya; Dia bisa merubah apapun yang baik menjadi buruk dan yang buruk menjadi baik, termasuk isi hati kita.

2.
“Tuhan tidak bisa di kenali, jika Dia tidak berkehendak untuk dikenali” maksudnya; Jika Tuhan tidak ingin di kenali, maka apapun cara dan alat yang di gunakan untuk mengenalnya, akan sia-sia.

Letak ngerinya di mana…!!!
Jika kita merenungi dua ayat diatas, maka, apapun yang kita pelajari dan jalani selama ini, yang ada hanya kemustahilan belaka, untuk bisa mengenal Tuhan. Bukan…?! Apa tidak ngeri…!!!

Akan tetapi… Ada dua ayat pula, yang mengimbangi dua ayat yang mengerikan itu, dua ayat pengimbang tersebut, juga cukup perlu kita renungkan secara khusus dan mendalam. Kurang lebih artinya seperti ini.

1.
“Semua berasal dari Tuhan. Milik Tuhan dan hanya akan kembali kepada Tuhan” Maksudnya; semua dan segalanya yang ada juga yang tidak ada, itu milik Tuhan saja dan hanya akan kembali kepada Tuhan saja, bukan yang lain selain-Nya. Jadi,,, sesulit apapun, kita bisa kembali kepada Tuhan pada akhirnya.

2.
“Barang Siapa Mengenal Dirinya. Maka dia Mengenal Tuhan-nya” Maksudnya; Jika kita mengerti diri kita, memahami diri kita, mengetahui diri kita luar dalamnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki secara lahir dan bathin, keseluruhannya, berati kita mengenal diri kita.

Nah, kalau kita sudah mengerti, memahami, mengetahui, mengenal diri kita, sebaik kita mengenal lekuk dan bentuk serta jumlah pless model nomer telephon pribadi kita. Berarti kita mengenal Tuhan.

Diri yang mana…!!!
Yang menjadikan kita bisa bergerak, berpikir, berbuat, bertindak, berdoa, berkaliber dan lain sebagainya. Tersebut Hidup, yang sudah saya uraikan di Bagian 1-2-3… Dengan stempel Guru Sejati.

Laku hidup-guru sejati. Sesungguhnya, tidak terlampau sulit, sukar, berat atau rumit. Sebab untuk hal itu, kita tidak perlu puasa atau tirakat atau bertapa, tidak harus berilmu, beragama, berkepercayaan, berkejawen, beradat, berkebatinan, berkelompok/bergolongan, bahkan tidak harus ber uang atau ber titel.
Karena untuk Laku hidup-guru sejati. Kita tidak perlu neko-neko. Cukup hanya dengan BerIman (Wahyu Panca Laku). Soal iman atau tentang Wahyu Panca Laku, sudah saya uraikan di bagian 1-2-3 sebelum wejangan ini.

Duduk perkaranya. Tinggal mau apa tidak…?! La tidak Sulit, tidak rumit, tidak berat, tidak sukar. Sulit. Rumit. Berat. Sukar. Bagaimana…?!

Tinggal Pasrah kepada Tuhan. Menyerahkan semuanya dan segala kepada Tuhan, kok sulit, rumit, berat dan sukar, kalau sulit, rumit, berat, sukar, berarti… Tidak mau, apa yang menjadi masalah itu diambil Tuhan, tidak rela. Iya tidak…?!

Kalau mau, tidak ada sulit, rumit, berat, sukarnya orang pasrah…
La wong itu tidak pakai modal, cuma menggunakan tekad…

Jika Iman-wahyu panca laku yang pertama ini, mau kita lakukan, rela, bener-benar, karena yakin dan percaya kalau Tuhan itu Maha Segalanya, sehingganya bisa lahir bathin, bukan cuma di bibir saja. Maka,,, kita akan mengerti jati diri kita yang sebenarnya. Lalu otomatis wahyu panca laku-nya, meningkat ke yang kedua. Yaitu bisa menerima apapun keputusan Tuhan.

Karena sudah bisa menerima apapun yang menjadi keputusan Tuhan, maka kita akan memahami jati diri kita yang sesungguhnya. Dengan bekah mengerti jati dirinya yang sebenarnya dan memahmi jati dirinya yang sesungguhkan. Otomatis akan naik ke tahap wahyu panca laku yang ketiga. Yaitu mempersilahkan Tuhan dengan kesadaran murni cinta kasih sayang Tuhan yang sekiyan lama bersemayan dalam dirinya.

Karena bisa mempersilahkan Tuhan dengan cinta kasih sayang, bukan dengan ego dan muatan sepanjang kereta api. Maka kita akan bertemu, bersua, bertatap muka secara langsung, dengan wujud Sang Guru Sejati, sejatining guru yang paling benar dari semua guru-guru yang ada di dunia fana ini. Dan bersama Sang Guru Sejati inilah, kita akan menapaki tahap ke empat Wahyu Panca Laku. Yaitu merasakan keberadaan Tuhan yang benar-benar nyata ada-Nya.

Dan secara otomatis pula, tanpa kita rancang, tanpa kita pikir, tanpa kita duga dan tebak, kita yang sudah menjadi Tri Tunggal. Sir. Dzat. Sipat atau Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad sudah dalam sikon menyatu, menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Bisa menebar Cinta Kasih Sayang kepada apapun dan dimanapun dalam menuju titik akhir finis kehidupan dunia akherat. Yaitu SEMPURNA.

Ayo para kadhang kinasihku sekalian, jangan terlalu lama, mumpung masih ada kesempatan waktu. Tidak capek-kah dengan semua ketidak pastian selama ini…?! Tidak kapok-kah dengan kesemuan selama ini…?! Keluarlah dari kotak. Tanggalkan ego mu. Buka topeng mu. Sambut dan terima serta persilahkan sesegera mungking Dzat Maha Suci kekasih termulia yang selama ini merindui-Mu, sungguh… Dia Mutlak Maha Segala-Nya. Bersambung ke BAGIAN KELIMA.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasih Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com/
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s