Prinsip Spiritual Wong Edan Bagu:


Prinsip Spiritual Wong Edan Bagu:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah
Pasundan
Prigen Pasuruan Jatim. Hari Sabtu Wage. Tgl 25 Maret 2017

Wong Edan Bagu.2

Sebagai manusia hidup yang ber-Wahyu Panca Ghaib, aku mengakui semua ajaran dan aliran apapun itu nama sebutannya, itu adalah baik dan benar, aku juga mengakui adat istiadat, sejarah dan suku bangsa serta negara dan tethek benget didalamnya.

Sebab bagiku, tidak selembar daunpun yang jatuh ke bumi ini, tanpa kehendak Dzat Maha Suci, dan setiap kehendak Dzat Maha Suci itu yang terbaik dan benar akan terjadi.

Karena Dzat Maha Suci itu Esa/Tunggal, dan tidak beranak dan di peranakan, maka bagiku, baik buruk atau salah dan benar itu, berasal dari satu titik sumber, yaitu Dzat Maha Suci, sebab kalau tidak bertitik sumber satu, yaitu Dzat Maha Suci, berati Dzat Maha Suci tidak Esa/Tunggal, melaikan dua titik sumber penguasa, yaitu penguasa baik/benar dan penguasa buruk/salah.

Sebagai manusia hidup yang ber-Wahyu Panca Laku/IMAN. AKU akan menjadi diri pribadiku sendiri, aku akan mengatur dan menentukan hidup matiku sendiri, aku tidak akan meniru siapapun dan apapun.

Sebagai hamba….
Aku tidak akan menjadi dan meniru Dzat Maha Suci, walau Dia adalah Maha Segalanya, sebab, selain aku ini bukan Dzat Maha Suci, aku tidak akan mampu dan tidak akan bisa menjadi Dzat Maha Suci dan menirunya, karena aku adalah hamba.

Sebagai Umat…
Aku juga tidak akan menjadi dan meniru Nabi-Nabi-ku, karena selain aku ini bukan nabi, aku adalah diri pribadiki sendiri, yang memiliki laku sendiri yang aku tanggung sendiri dan harus aku selesaikan sendiri hingga sempurna.

Sebagai Putero Romo….
Aku tidak akan menjadi dan meniru Romo M. Semono Sastrohadijoyo, sebab, selain Aku ini bukan Romo M. Semono Sastrodajoyo, aku tidak akan mampu dan tidak akan bisa menjadi Romo M. Semono Sastrohadijoyo dan menirunya, sebab aku bukan Romo M. Semono Sastrohadijoyo, dan aku punya laku sendiri, yang aku tanggung sendiri dan harus aku selesaikan sendiri hingga sempurna.

Sebagai murid atau santri atau kadhang anom…
Aku tidak akan menjadi dan meniru. Guru-ku. Kiyai-ku. Kadhang Sepuh-ku, sebab, selain aku bukan Guru-ku. Kiyai-ku. Kadhang sepuh-ku, aku tidak akan bisa menjadi guruku, kiyaiku, kadhang sepuhku dan menirunya, karena Aku adalah Aku. Bukan Dzat Maha Suci-ku. Bukan Guru-ku. Bukan Kiyai-ku. Bukan Kadhang sepuh-ku. Melainkan diri pribadi-ku sendiri, yang punya tanggung jawab laku sendiri, yang harus aku selesaikan sendiri hingga Sempurna oleh-ku sendiri, bukan oleh dan karena siapapun dan apapun.

Maafkan Aku Ya Dzat Maha Suci…
Maafkan Aku Ya Nabi-Nabi…
Maafkan Aku Ya Romo M. Semono Sastrohadijoyo…
Maafkan Aku Ya Guru… Ya Kiyai… Ya Kadhang sepuh…

Sungguh Maafka Aku, karena Aku tidak bisa menjadi-mu semua dan menirumu semua. Karena sungguh Aku tidak sanggup menjadi dan menirumu, sekalipun murka dan kutukmu kau hujankan kepadaku. Aku tetap akan menjadi diri pribadi sejatiku sendiri, sejak awal hingga akhir nanti. Sesuai Hyang Dzat Maha Suci Hidup Firmankan bagiku.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Iklan

Intropeksi Laku Spiritual WEB:


Intropeksi Laku Spiritual WEB:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah
Pasundan
Prigen Pasuruan Jatim. Hari Kemis Pahing. Tgl 23 Maret 2017

Tak kala aku duduk bersilah, mengheningkan cipta dan karsa, menutup semua panca indera, membuka qalbu billaahir rabb. Manembah kepada yang manembah.

Ciptaku berkata;
WEB… Waktuku banyak tersita di internet. Kemurnianku juga sering ternoda oleh internet. Bagaimans tidak, aku lebih sering otak atik laptop dan hp, menulis hasil laku untuk di bagikan di internet, ketimbang menata tubuh untuk manembah. Bagamana yidak, aku sering terpengaruh bahkan tertarik pada suatu hal yang aku saksikan di internet.

Karsaku berkata;
Tidak… Aku bisa membagi laku dengan adil dan bijaksana, karena manembah itu, tidak hanya bisa di lakukan dengan menata tubuh saja. Dan yang di sebut noda itu, kan suatu hal yang tidak ada Dzat Maha Suci di dalamnya, jangankan hanya tertarik atau terpengaruh, marah atau jengkel itu, lo, kalau bersama atau ada Dzat Maha Suci di dalamnya, bukan lah noda.

Aku bisa manembah sambil apapun, sambil otak atik laptop dan hp, sambil makan minum, sambil jalan, sambil mandi, bahkan aku bisa, manembah sambil tidur. Aku juga bisa menempatkan dan menyertakan Dzat Maha Suci di apapun dan dimanapun.

Ciptaku berkata lagi;
WEB… Bukankah secara langsung itu jauh lebih baik dan lebih pasti, lalu untuk apa aku menggunakan sarana itu dan ini, kalau secara langsung itu lebih baik dan pasti.

Karsaku berkata juga;
WEB… Bukankah sebagian besar, para kadhangku itu adalah orang yang susah ekonomi dan sulit mahterinya.
Lagi pula, aku kan sudah tua dan renta, walau wujudnya terlihat seperti masih ABG.

Karsaku berkata lagi;
Aku pasti tidak akan mampu sepenuhnya, jika menggunakan cara secara langsung, tubuh rentaku tidak akan mampu bertahan lama, kalau tiada hentinya keliling mendatangi para kadhang satu persatu, yang jarak tempuhnya tidaklah dekat, bahkan ada yang diluar jawa.

Karsaku berkata lagi;
Para kadhangku pasti akan mengalami kesulitan, jika harus secara langsung tanpa menggunakan sarana itu dan ini. Kalau waktunya ada, sarananya tidak ada, kalau sarananya ada, waktunya tidak ada, kalau waktunya ada, sarananya ada, sikonnya tidak mendukung, begitu dan selalu terus begitu, kasihkan kan,,,, padahal mereka benar-benar ingin belajar. Ingin mengeri, ingin paham, bahkan ingin bisa sendiri dan tahu sendiri bukan katanya.

Ciptaku bertanya;
Lantas apa keuntunganku dengan menggunakan Sarana Buku dan Internet…?! Toh aku tetap harus menghadapi tantangan dan rintangan yang sungguh teramat sangat itu.

Karsaku menjawab;
Kalau mau bicara untung, dengan menggunakan Sarana itu, aku jadi bisa istirahat, walau hanya sekejap saja, tidak terus terusan keliling mengendarai motor setiap waktu, mengunjungi para kadhang yang mau belajar, jadi,,,, tidak terlalu capek.

Karsaku menjawab lagi;
Dengan menggunakan sarana itu, para kadhangku, yang mengalami kendala untuk menemuiku secara langsung, khususnya yang berada jauh di luar jawa bahkan luar negeri, tetap bisa belajar tanpa harus menghadapi masalah waktu, uang dan sikon untuk bisa bertemu secara langsung.

Perasaanku, ikut ambil kesempatan untuk ikut berkata;
Tapi tidak semua kadhangku bisa memiliki buku itu kan…?! Tapi tidak semua kadhangmu bisa tetili nyimak wejanganku di internet.

Buktinya,,,, ada banyak yang ragu bahkan merasa berat dalam pertimbangannya, untuk membeli buku itu.

Buktinya,,, ada banyak yang hanya sepintas lalu melihat tulisan wejanganku di internet, la itu, yang comentarnya tidak nyambung, yang menganggapku sombong, pamer, kemingsun dll, itu kan karena mereka tidak mau membaca dengan teliti apa yang aku tulis, sehingnya mereka gagal paham.

Rasaku ikut angkat bicara juga;
Kalau soal buku, misal ragu tentang uang untuk membeli bukunya, kan ada pilihan gratis, yaitu menemui srcara langsung. Kalau soal tulisan wejangan di internet. Itu faktor pilihan, maksudnya, kalau memang si orang itu benar-benar mau belajar, pasti jeli dan telitilah…

KESIMPULANNYA; Semua itu berasal dari Dzat Maha Suci, milik dan Dzat Maha Suci dan akan kembali hanya kepada Dzat Maha Suci. Kita ini, hanya sekedar beribadah, ngobah polahke kersaning Gusti. Jadi… Terserah Gusti lah. Yang penting kita sudah berWahyu Panca Laku. La,,, kalau sudah berWahyu Panca Laku, ya suka-suka Gusti to. Kan Sudah berWahyu Panca Laku. Hehe….

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Proses Perjalanan Laku Spiritual:


Proses Perjalanan Laku Spiritual:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah
Pasundan
Madiun. Hari Senin Wage. Tgl 20 Maret 2017

Para Sedulur dan Para Kadhang kinasihku sekalian…
Seorang Petani biasa, untuk bisa mendapatkan Minyak Goreng yang asli dan murni serta alami, yang diyakini dan dipercaya memiliki guna multifungsi, dia harus menanam pohon kelapa mulai dari tunas hingga berdaun subur dan berpohon kokoh serta lahan yang strategis, setelah menanam, dia harus merawatnya pula, dan mununggunya selama bertahun tahun hingga berbuah.

Setelah berbuah, dia masih tetap harus menunggu hingga buah kelapa itu menua dan mengering, walau terkadang, harus tergoda untuk meminum air segar kelapa yang masih muda. Setelah buahnya menua dan mengering, dia masih berjuang lagi, memanjat pohonnya yang tinggi menjulang, agar bisa memetik buahnya.

Setelah itu, masih harus berjuang lagi, menyrumbar kulit luar, kemudian kulut dalamnya yang terkenal ulet dan keras, lalu berjuang lagi, untuk memarut isi kelapa dan memeras santannya, lalu di benam, agar antara santan dan minyaknya, bisa terpisah, lalu merebusnya selama berjam-jam, sampai santannya mengering, dan memunculkan minyaknya, itupun masih gambling, jika tepat prosesnya, bisa memperoleh minyak, kalau tidak, walau santannya di rebus sampai gosong, belum tentu mengeluarkan minyak.

Jika keberuntungan berpihak kepadanya, alias berhasil memperoleh minyak, sang petani harus tetap bersabar menunggu sampai minya tersebut, menjadi dingin, setelah dingin, baru minyak itu di saring, agar terpisah dari aspasnya.

Setelah itu, si minyak yang hanya bisa di peroleh oleh seorang petani biasa ini, dengan proses yang sangat luar biasa itu, baru bisa siap di gunakan dengan seribu macam manfaatnya, untuk minyak rambut, untuk menggoreng lauk pauk, memasak sayur mayur, obat, jamu, bahkan digunakan untuk sarana mengisi kekuatan mistik pada benda-benda pusakan.

Itulah gambaran Proses Laku Spiritual, yang dapat saya ceritakan sesuai pengalaman saya, bahwasannya, yang nama proses laku spiritual itu, tidaklah gampang, tidaklah mudah dan sepele, meski begitu, tidak satupun yang bisa menjamin berhasil, sebab, bergantung pada kehendak Tuhan, jika Tuhan berkehendak mengijinkan, berhasilah si pelaku, namun kalau Tuhan tidak berkehendak mengijinkan. Hanya kemustahilan yang akan didapatkan.

Namun dengan Wahyu Panca Ghaib, yang di Praktekan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku. Anda akan saya bimbing, dengan sangat mudah, tidak perlu pakai rumit seperti yang saya gambarkan diatas, dan saya jamin Pasti BISA. Apapun tujuan Anda.

Tidak ada istilah gagal, tidak perlu puasa, tidak perlu ube rampe dan ritual neko-neko, (macem-macem). Tidak perlu meninggalkan keluarga dan orang-orang yang disayangi, tidak perlu keliling jadi musyafir, tidak perlu meninggalkan pekerjaan, tidak perlu ganti keyakinan atau agama, tidak perlu gonta ganti guru, karena gurunya adalah diri- Anda sendiri.

Cukup mudah. Datang temui saya secara langsung. Di alamat yang selalu saya kabarkan di internet. Gratis tanpa syarat apapun.

Atau, bagi yang belum bisa menemui saya secara langsung, dikarenakan suatu hal, tinggal pesan dan beli Buku-nya, melalui sms atau WA yang tercantum di hampir setiap Artikel daya. Seharga Rp. 550.000, sudah termasuk ongkos kirimnya untuk wilayah pulau jawa.

Lalu menghapal kalimat-kalimat yang digunakan disaat praktek, sambil membaca tata caranya, lalu praktekan sesuai yang saya bimbingkan dalam buku, jika ada waktu, baca ilmu pengertian yang tertulis didalam bukunya, agar mengerti dan paham detailnya, apa itu Wahyu Panca Ghaib dan apa itu Wahyu Panca Laku.

Ingat…!!!
Memiliku Buku Kunci The Power, berati Anda harus rajin dan teliti membacanya dengan Penghayatan. Kalau malas membaca, hanya sepintas lalu saja, walaupun jelas dan saya menyisipkan intisaripati pelajarannya di dalam buku Kunci The Power. Anda tidak akan mengerti dan paham, apa lagi tahu, apa yang menjadi intisaripatinya.

Jadi… Kesimpulannya. Jika belum bisa menemui saya secara langsung, dan memilih Membeli Buku Bimbingan Laku Spiritual Kunci The Power. Anda harus teliti dan jeli membacanya dengan Penghayatan. Saya jamin BISA.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Duet Maut Antara Rasa Dan Perasaan:


Duet Maut Antara Rasa Dan Perasaan:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Madiun. Hari Senin Wage. Tgl 20 Maret 2017

Rasaku beraksi dengan Goyang ngebornya. Perasaanku pun menunjukan Goyang geboy mujairnya. Sedangkan diriku yang menonton, menyaksian aksi keduanya. Hanya bisa tertawa. Dibilang lucu tidak lucu, disebut tidak lucu namun lucu, keduanya sama-sama benarnya. Karena itu, tidak ada yang mau mengalah, apa lagi mau kalah. Wahahahaha… Edan Tenan.

Rasa;
E…e…e… Ternyata, yang berdoa untuku selama ini. Kamu to…

Perasaan;
Lo… Rupanya yang selama ini aku doakan. Kamu to…

Rasa;
Yang mencariku selama ini. Kamu to…

Perasaan;
Yang aku cari selama ini. Kamu to…

Rasa;
Aku tidak mengerti kalau yang berusaha mengenaliku selama ini. Kamu.

Perasaan;
Aku tidak paham kalau yang sedang aku kenali selama ini. Kamu.

Rasa;
He he he . . . Edan Tenan. Kita satu tangkal, engkau sebagai tebu, aku sebagai manisnya

Perasaan;
Hehe… Ya…3x. Kita satu tangkai, engkau sebagai cabe, aku sebagai pedasnya.

Rasa;
Kita tidak salin mengetahui, karena kau menggunakan sipatku.

Perasaan;
Kita tidak salin mengetahui, karena kau menggunakan sikapku.

Rasa;
Sungguh selama ini, aku sangat merindukanmu dimas. Sekarang kita sudah salin mengetahui, peluk eratlah aku, dan jangan pernah kau lepaskan lagi.

Perasaan;
Aku juga rindu kang mas, sudah sudah capek mengembara, berkelana kemana-mana, sekarang kita sudah salin mengetahui, jangan pernah kau lupakan aku.

Rasa;
Aku sangat memerlukan mu dimas.

Perasaan;
Aku juga sangat membutuhkan mu kang mas.

Rasa;
Dimas… Peluklah aku dengan Cinta Kasih Sayang. Sungguh aku sangat merindukan itu darimu.

Perasaan;
Kalau peluk, aku ahlinya kang mas, tapi kalau Cinta Kasih Sayang…?! Aku keder, bingung apa maksudnya.

Perasaan;
Bagaimana caranya?

Rasa;
………

Perasaan;
Bagaimana ceritanya?

Rasa;
……..

Perasaan;
Kang mas kan tahu, kalau kita ini tidak berjenis kelamin….

Rasa;
Lo…3x. Lupakah dimas dengan alif fatka A, alif kasroh I, alif domah U. A-I-U.

Perasaan;
Maksudnya. Aku Iki Urip, kang mas…?!

Rasa;
Ya,,,, apa itu ada kaitannya dengan kelamin…?!

Rasa;
Itulah yang membelenggumu selama ini. Itulah yang mempersulitmu selama ini. Itulah yang menyiksamu selama ini. Itulah yang membuatmu tidak mungkin dan mustahil.

Karena kau sudah terlalu jauh dan lama dimas melupakan asal usul sangkan paraning dumadi kita. Sehingganya, untuk bisa kembali lagi kesemula, suka tidak suka, mau tidak mau, kau harus menapaki anak tangga iman satu demi satu hingga sampai kepadaku. Aku tunggu dimas, aku tunggu dengan cinta kasih sayang dipuncak telaga tanjung. Berusaha dan berjuanglah dengan Iman, jangan dengan yang lain.

Perasaan;
Di puncak telaga tanjung…?!

Rasa;
………..

Perasaan;
Bukankah yang memiliki puncak itu adalah gunung…?!

Rasa;
……..

Perasaan;
Mana ada telaga berpuncak kang mas…?!

Rasa;
Usah kau risaukan itu, aku beri bekal Wahyu Panca Laku. Gunakan itu. Pasti BISA. Tapi… Aku tidak bisa menunggumu terlalu lama, kecuali sebatas waktu yang telah ditentukan oleh Sang Pemilik kita.

Para sedulur dan Para Kadhang kinasihku sekalian. Masih ingat dengan nama-nama kota daerah yang aku kunjungi dalam beberapa bulan di tahun ini…?!

Yang selalu aku postingkan di internet, dengan bahasa istilah. OTW—> Alas ketonggo. OTW—> Ngawi. OTW—-> Madiun dll. Selama saya dalam perjalanan menebar cinta kasih sayang. Hingga sekaran ini.

Andai saja ada teliti dan mempelajarinya, pasti mengerti dan paham, kalau itu adalah ilmu yang sangat luar biasa namun dapat di cerna dengan sederhana. Karena nama-nama kota yang saya sebutkan dan datangi sesuai sabda hidup itu, adalah merupakan sanepo, atau gambaran jelas nya tahapan atau tingkatan dimensi ghaib yang pasti di lalui oleh setiap orang yang hendak mengenal sedulur papat kalima pancernya, agar bisa mengenal Dzat Maha Suci Tuhan-nya.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Cinta Kasih Sayang WEB:


Cinta Kasih Sayang WEB:
(Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling).
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Prigen Pasuruan. Hari Sabtu Pahing. Tgl 18 Maret 2017

Ketika kita dihadapkan pada peradaban era kehidupan baru, yang penuh dengan beraneka ragam wujud indah dan menarik, siapapun yang menyaksikan dan mendengarnya, bisa di pastikan akan memilih jalan yang dianggapnya benar dan gampang, diluar kesadarannya, mereka tidak tahu, bahwa benar dan gampang itu, bukanlah anggapan, melainkan praktek nyata, yang di lakukan secara benar dan tepat. Sehingganya, justru membawa mereka keluar, dari peradaban yang penuh dengan kesadaran murni dan pembebasan diri, dalam menuju Dzat Maha Suci.

Perlu saya beritahukan kepada semuanya tanpa terkecuali, bahwa. Artikel saya dimulai awal tahun 2017 yang lalu hingga akhir tahun nanti, jika Dzat Maha Suci masih memberiku ijin dan restu. Aku akan selalu berusaha untuk mengungkap kebenaran yang selama ini di rahasiakan oleh kebanyakan para ahli laku, yaitu bab ilmu tertinggi, yang membahas ketunggalan/ke’esa’an yang sempurna.

Ingat…!!! Apapun bahasa yang saya postingkan, itu bukan tentang badan atau wujud dan angan-angan atau persa’an, selamanya bukan, karena badan atau wujud dan angan-angan atau perasa’an itu, tidak ada. Yang sedang aku bicarakan melalui artikel-artikel saya di internet, adalah ilmu sejati, kebenaran yang nyata dan untuk semuanya tanpa terkecuali.

Tentang ini sengaja saya wedarkan melalui artikel di seluruh akun internet saya secara bebas dan umum, sebagai tanda wujud/bentuk Cinta Kasih Sayang-ku kepada seluruhnya, guna untuk penambahan wacana dan referensi serta memperkaya pemahaman, dan bisa juga untuk tujuan menambah perbendahara’an pengetahuan atau wawasan spiritual, agar lebih mudah dan tidak terlalu lama. Uprek mulex disitu-situ saja, dalam situs Wahyu Panca Gha’ib khususnya. Karena itu, saya mohon agar para pembaca artikel atau pendengar rekaman Wejangan saya di internet, bisa arif dan bijaksana dalam sipat dan sikap Secara Spiritual atau Tata Titi Surti Ngati-ati dan Teliti dalam membaca dan mendengarkannya.

Biyarlah saya yang Praktek langsung di TKP, kalian cukup membaca hasilnya saja di Internet saya, lalu ambil-lah hikmahnya, sebagai bahan perenungan laku spiritual pribadi-mu, dan jangan lupa…!!! Apa yang sedang aku sampaikan adalah ilmu tertinggi-ilmu sejati sejatining ilmu, yang membahas ketunggalan atau ke’esa’an yang sempurna. Ini bukan tentang badan atau wujud dan angan-angan atau persa’an, selamanya bukan, karena badan atau wujud dan angan-angan atau perasa’an itu, tidak ada. Yang sedang aku bicarakan melalui artikel-artikel saya di internet, adalah ilmu sejati, kebenaran yang nyata dan untuk semuanya tanpa terkecuali.

Untuk itu dan karena itu. Mari,,, bersama-ku membuka tabir (membuka rahasia yang paling tersembunyi-tanpa tedeng aling-aling). Jangan panic, jangan terburu-buru menyimpulkan, renungkan dan pikirlah dengan logika wajar-mu, simaklah baik-baik. Wejangan saya yang berbentuk artikel di seluruh akun internet saya ini, baca dengan seksama tulisannya, dengar baik-baik rekamannya. Dan Ingat…!!! ini intisari pati Puncaknya Segala Ilmu Pelajaran. Silahkan di ulang-ulang cara membacanya, atau di putar berulang kali rekamannya. Agar lebih mengerti dan Paham benar.

Sekali lagi aku tegaskan. Aku sedang mengungkap pengajaran ilmu tertinggi (ilmu sejati) sejatining ilmu, untuk benar-benar dapat merasakan adanya kemanunggalan yang sempurna, yang Dzat Maha Suci janjikan, yang selama ini di rahasiakan dan di tutupi dengan rekayasa politik kepentingan individu para ahli.

Tidak usah neko-neko atau banyak bertingkah, nanti capek, lelah. Biyarlah saya yang Praktek langsung di TKP, kalian cukup membaca hasilnya saja di Internet saya, lalu ambil-lah hikmahnya, sebagai bahan renungan laku spiritual pribadi-mu.

Karena sudah sa’atnya, sudah waktunya, kebenaran sejati itu, di ungkap secara fer dan terus terang, tanpa rahasia, tanpa tedeng aling-aling/tutup. Sebab kita semuanya sama, tidak ada perbeda’an dan tanda secara samar-samar, bahwa kita semuanya benar-benar tidak ada perbedaan, semuanya punya hak untuk mengenal Dzat Maha Suci dan kembali kepada-Nya. Jika ada perbedaan yang bagaimanapun dan tidak kembali kembali kepada-Nya, Maka Aku akan tetap mempertahankan tegaknya ilmu sejati atau laku suci ini, hingga titik darah penghabisan. Agar tidak musnah ditelan kemunafikan isi dunia fana ini, supaya sebutan bangkai/mayat itu, selamanya akan tidak ada.

Para Kadhang kinasihku sekalian…
Di dalam menjalankan-mempraktekan-mengibadahkan-mematrapkan Wahyu Panca Gha’ib. Tidak usah kebanyakan bicara dan teori keTuhanan, nanti tambah bingung dan memusingkan, melelahkan.

Cukup Wahyu Panca Laku, dengan Wahyu Panca Laku. Kalian akan Tahu sendiri secara nyata dan jelas-jelas nyata benar. Bahwa sesungguhnya, ingsun/saya/kamu (aku sejati-ku atau aku sejati-mu) itu-lah Romo. Yaitu Ingsun (Kedirian) Yang Sejati, juga bergelar Kanjeng Romo Sejati Prabu Heru Cokro Semono atau Dzat Maha Suci (Tuhan Yang Maha Melihat, mengetahui segala-galanya, Maha Kuasa diatas segala yang Maha), dan tidak boleh ada yang lain, yang penyebutannya mengarah kepada Kanjeng Romo Sejati Prabu Heru Cokro Smono atau Dzat Maha Suci sebagai Tuhan.

Ingatlah… Jika ada seseorang manusia ahli, yang percaya kepada kesatuan lain, selain Kanjeng Romo Sejati Prabu Heru Cokro Semono atau Dzat Maha Suci, maka ia akan kecewa pada akhirnya, karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan.
Romo itu, adalah keada’an-ku, ya keadaan-mu, jangan sekali-kali para kadhang memakai penghalang, tutup, telanjang-lah. Murni-lah…

Dan dengan Telanjang-Murni tanpa Penghalang-Tutup, kalian akan menyaksikan secara jelas-jelas nyata benar. Bahwa sesungguhnya. Aku-Kamu ini adalah haq. Romo pun tiada wujud dua. Aku-Kamu sekarang adalah Romo, nantipun tetap Romo, lahir bathin tetap Romo, ini kenyata’an, untuk itu, para kadhang jangan menggunakan pelindung/penutup, jika benar-benar ingin tahu dan mengerti serta paham, apa itu Gusti Ingkang Moho Suci, apa itu Romo, apa itu Kanjeng Romo Sejati Prabu Heru Cokro Semono atau Dzat Maha Suci, dan harus mempraktek-kan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku yang lebih di kenal dengan sebutan iman. Simaklah selalu Artikel-Artikel saya di internet. Lalu ambil hikmahnya… Panjenengan semuanya Pasti BISA.

Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alama: Jl. Sakura No 10. Dukuh. Rekesan. Kel. Prigen. Kec. Prigen. Kab. Pasuruan Jatim
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

KELUH KESAH SEORANG PUTERA RAMA:


KELUH KESAH SEORANG PUTERA RAMA:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Prigen Paduruan. Hari Jumat Legi. Tgl 17 Maret 2017

1. Ada sekelompok kadhang di suatu daerah, yang mengeluhkan tentang sikon ekonominya, kepada saya, kenapa menemui kesulitan bahkan susah.

2. Ada sekelompok kadhang di suatu daerah, yang mengeluhkan tentang usaha bisnisnya, kepada saya, kenapa menemui jalan buntu bahkan bangkrut.

3. Ada sekelompok kadhang di suatu daerah, yang mengeluhkan tentang kehidupannya, kepada saya, kenapa harus mengalami kegagalan usaha, bahkan terlilit hutang.

4. Ada sekelompok kadhang di suatu daerah, yang juga mengeluhkan tentang perburuan harta karun dan barang-barang antik, kepada saya, kenapa dan mengapa tidak juga segera terungkap dan berhasil, padahal, semua persyaratan uberampe dan ritualnya sudah di penuhi dengan sempurna, bahkan sampai sudah habis-habisan di jual demi modalin harta karun dan barang antik.

Ke’empatnya, memiliki pertanyaan yang sama. Yaitu; Apakah Patrap Saya salah Pak WEB…?! Atau Kunci-nya tidak tepat Pak WEB…?!

Dulu saya pernah mengeluarkan Artikel mengenai hal ini, namun hanya sedikit yang meresponnya, bahkan menertawakannya. Sekarang berbalik, saya enggan meresponnya, dan tertawa sendiri, seperti orang senewen, ketika membaca WA atau SMS mengenai hal itu. Sambil berkata dalam hati.

Masih tidak capek-kah kalian dengan semua itu…?! Masih belum kapok-kah kalian dengan semua itu…?!

Kalian akan tetap seperti dan begitu terus menerus hingga sampai hidup meninggalkannu.

Jika menjalankan Wahyu Panca Ghaib dengan akal dan okolmu. Kalau beranggap bahwa Wahyu Panca Ghaib itu, agama, ilmu, adat, kepercayaan, kabatinan, golongan, kejawen, kapribaden dll.

Bukankah sudah teramat sering saya menguraikan tentang hal ini di interbet…?! Bahwa Wahyu Panca Ghaib itu, adalah Sedulur Papat Kalima Pancermu sendiri dan hanya bisa di jalankan/ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku alias IMAN…?!

Kebanyakan dari kalian mengenalku dari internet, namun sayang, itu hanya karena gambar dan nama saya di internet, sehingga kalian tidak begitu tertarik untuk meneliti tulisan-tulisan saya yang terpampang di internet. Padahal, apa yang saya tulis itu, adalah kenyataan/kasunyatan, yang saya alami didalam laku spiritual disetiap waktunya, bukan katanya, dan prosesnya itu, tidak mudah dan tidak gampang, dan lagi, pasti bermanfaat untuk diambil hikmahnya bagimu.

Bertanyalah… Dan Carilah hinggal dari ujung dunia sampai ke ujung dunia lagi, jawabanya pasti sama. (Tidak ada satupun ilmu yang tingginya melebihi sedulur papat kalima pancer kecuali Dzat Maha Suci, tidak ada laku yang lebih sempurna melebihi sedulur papat kalima pancer kecuali Dzat Maha Suci, dan Antara Dzat Maha Suci dan sedulur papat kalima pancer itu, bak siang dan malam, seperti langit dan bumi, seperti gula dan manisnya).

Tapi…. Mengapa dan kenapa kok masih sulit dan susah…!!!.

Bukankah diatas sudah saya jelaskan…???

Itu karena kau beranggap, mengira, menebak, menduka dan bla,,, bla,,, bla… Sehingga yang muncul menguasai jiwa ragamu, adalah ego dan pamrihmu. Bukan iman-mu. Wahyu Panca Ghaib itu, bukan apapun yang kau kira, karena Wahyu Panca Ghaib itu, sedulur papat kalima pancermu sendiri, dan hanya bisa di jalankan dengan Wahyu Panca Laku, bukan yang lain. Soal apa itu Wahyu Panca Laku alias iman, sudah terlalu dan teramat sering saya jelaskan di internet, entah itu vidio atau artikel. Jangan dianggap remeh dan sepele, karena itu sudah saya buktikan sendiri, bukan katanya, membuktikannya pun, tidak mudah dan tidak sepele lho….

Kasimpulanya;
Jika Wahyu Panca Ghaib, kau jalankan, kau praktekan, kau ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku. Bisnis. Usaha. Ekonomi. Masalah. Harta karun, Hutang itu kecil…sepele… Dunia ini lo, kecil, sepele, remeh banget. Tidak ada satupun yang lebih Wah di banding Dzat Maha Suci. Sebab itu dan karena itu, menyerahlah kepada Dzat Maha Suci, capek dan kapoklah dengan semua kegagalan dan kerugian serta kebangkrutan itu.

Serahkan… Pasrahkan segalanya dan semuanya hanya kepada Dzat Maha Suci. Lalu Terimalah apapun keputusan Dzat Maha Suci. Lalu Persilahkan Dzat Maha Suci mengambil alih semua perkaramu, segala masalahmu. Lalu Rasakan Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci. Lalu Sebarkan Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Sucu itu, kepada apapun dan siapapun serta dimanapun.

Terus,,, duduklah dengan Wahyu Panca Ghaib. Dan perhatikan apa yang akan terjadi dengan tetap Iman. Pasti SELESAI. Itu janji-Nya. Dan saya sudah membuktikannya. Dia tidak akan ingkar janji seperti manusia.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Jika Ada Yang Berkata dan Bertanya Soal Katanya: (Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling).


Jika Ada Yang Berkata dan Bertanya Soal Katanya:
(Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling).
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Kabuh Jombang. Hari Sabtu Kliwon. Tgl 11 Maret 2017

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah…!!!
Banyak orang yang salah menemui ajalnya, sekalipun dia berilmu tinggi dan mumpuni dalam bidang agama. Mereka tersesat tidak menentu arahnya, panca indera masih tetap siap, segala kesenangan sudah ditahan, napas sudah tergulung, dan angan-angan sudah diikhlaskan, tetapi ketika lepas tirta nirmayanya, belum mau. Maka ia menemukan yang serba indah. Dan ia dianggap manusia yang luar biasa. Padahal sesungguhnya ia adalah orang yang tenggelam dalam angan-angan, yang menyesatkan dan tidak nyata.

Budi dan daya hidupnya, tidak mau mati, ia masih senang di dunia ini, dengan segala sesuatu yang hidup, masih senang ia akan pikirannya. Baginya hidup di dunia ini nikmat, itulah pendapat manusia yang masih terpikat akan keduniawian, pendapat gelandangan yang pergi ke mana-mana tidak menentu, dan tidak tahu bahwa besok ia akan hidup, yang tiada kenal mati. Sesungguhnya dunia ini neraka.

Dunia ini alam kematian. Oleh karena itu, dunia yang sunyi ini, tidak ada Hyang Agung, serta malaikat. Akan tetapi bila Aku besok sudah ada di alam kehidupan-ku, akan berjumpa, dan kadang kala Aku menjadi Allah. Nah,,, di situ Aku akan Patrap/bersembahyang/shalat.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah…!!!
Jika ada yang berkata, bahwa Tuhan/Allah menciptakan alam semesta. Itu adalah kebohongan belaka. Sebab alam semesta itu barang baru, sedang Tuhan/Allah tidak membuat barang yang berwujud, menurut dalil; layatikbiyu hilamuhdil, artinya tiada berkehendak menciptakan barang yang berwujud.

Adapun terjadinya alam semesta ini ibaratnya: drikumahiyati; artinya menemukan keadaan. Alam semesta ini: la awali. Artinya tiada berawal. Panjang sekali kiranya, kalau Aku menguraikan, bahwa alam semesta ini merupakan barang baru, berdasarkan yang ditulis dalam al-qur’an.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah…!!!
Jika ada yang bertanya, di mana rumah Hyang Widhi/Tuhan/Allah/Gusti? Hal itu bukan merupakan hal yang sulit, sebab Allah sejiwa dengan semua Dzat. Dzat wajibul wujud, itulah tempat tinggalnya, seumpamanya Dzat, tanahlah rumahnya. Hal ini panjang sekali kalau Aku terangkan. Oleh karena itu, Aku ambil intisaripatinya saja.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah…!!!
Jika ada yang bertanya, berkurangnya nyawa siang malam, sampai habis, ke manakah perginya nyawa itu? Nah,,, itu sangat mudah untuk menjawabnya. Sebab nyawa tidak dapat berkurang, maka nyawa itu bagaikan jasad , berupa gundukan, tak dapat aus, rusak dimakan andai kata.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah…!!!
Jika ada yang bertanya bagaimanakah rupa Hyang Widhi/Tuhan/Allah/Gusti itu? Kitab Ulumuddin sudah memberitahukan; Wa Allahu dzahir al-insan, wabathin, al-insanu baytullahu), artinya, lahiriah manusia itulah rupa Hyang Widhi/Tuhan/Allah/Gusti. Batiniah manusia itulah rumah Hyang Widhi/Tuhan/Allah/Gusti.

Di beberapa Wejangan yang telah berlalu, Aku pernah mewedarkan asal-usul manusia dengan jelas, semua yang Aku Wejangkan, tiada memakai tirai selubung, tiada pula memakai lambang-lambang sanepan atau teka-teki. Bendera kelompok atau kotak-kotak golongan. Semua penjelasan. Aku berikan secara terbuka, apa adanya dan tanpa mengharapkan apa-apa sedikitpun, kecuali keberhasilan-mu dalam belajar menggali Rasa Sejati Hidupmu.

Dengan demikian musnah segala tipu muslihat, kepalsuan dan segala perbuatan yang dipergunakan untuk melakukan kejahatan. Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan para guru lainnya. Mereka mengajarkan ilmunya secara diam-diam dan berbisik-bisik, seolah-olah menjual sesuatu yang ghaib, disertai dengan harapan untuk memperoleh sesuatu yang menguntungkan untuk dirinya.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah…!!!
Aku sudah pernah keliling jagat/dunia, bahkan lima agama yang resmi di akui dunia, pernah aku salami kedalamannya, sudah berulang kali berguru serta diwejang oleh para Pembimbing mu’min, diberitahu akan adanya Muhammad sebagai Rosulullah serta Allah sebagai Pengeran-ku.

Tapi,,, ajaran yang dituntunkan itu, menuntun serta membuat-ku menjadi bingung, dan menurut pendapat-ku, ajarannya sukar dipahami, merawak-rambang tiada patokan yang dapat dijadikan dasar atau pegangan. Ilmu Arab menjadi ilmu Budha, begitupun sebaliknya, karena hasilnya tidak sesuai dengan yang di praktekan, kemudian Aku mengambil dasar dan pegangan Kanjeng Nabi. Aku mematikan raga, merantau kemana-mana sambil menyiarkan agama. Padahal, ilmu Arab itu tiada kenal bertapa, kecuali berpuasa pada bulan Romadhan, yang dilakukan dengan mencegah makan, tiada berharap apapun.

Jadi jelas kalau Aku dulu itu masih manganut agama Budha, berkedok agama islam, buktinya, Aku masih sering ketempat-tempat sunyi, gua-gua, hutan-hutan, gunung-gunung, bahkan samudera, dengan mengheningkan cipta, sebagai lelaku demi terciptanya keinginan-ku, agar dapat bertemu dengan Dzat Maha Suci. Itulah buktinya bahwa Aku masih dikuasai setan ijajilku sendiri.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ingatlah…!!!
Dengan lima wasiat laku dibawah ini, yang pernah Aku pelajari dan aku praktekan disetiap waktunya hingga sekarang. Yang berhasil menuntun-ku, bisa mencapai titik finis idaman-ku. lima wasiat laku dibawah ini, Yang menjadi intisaripatinya semua ilmu dan ajaran. Dan lima wasiat laku, yang di amanahkan kepada-ku oleh Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Heru Cokro Semono atau Dzat Maha Suci ini, kini Aku limpahkan dan Aku Amanah kepadamu sekalian.

Wahyu Panca Laku-IMAN;
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampunaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Wahyu Panca Laku-IMAN-Arti Dan Maksudnya;
1. Pasrah kepada Dzat Maha Suci.
2. Menerima keputusan Dzat Maha Suci.
3. Mempersilahkan Kuasa Dzat Maha Suci.
4. Merasakan keberadaan Dzat Maha Suci.
5. Menebar Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci.

Gunakan Wahyu Panca Laku yang lebih di kenal dengan sebuatan IMAN ini, untuk menjalankan Wahyu Panca Ghaib. Ingat… jangan merasa benar, jangan merasa pintar dalam segala hal, jangan merasa memiliki, karena hal itu dapat mengikis hingga habis sipat dan sikap belajarmu, merasalah bahwa semua itu hanya titipan dari Dzat Maha Suci, yang membuat bumi dan langit, jadi,,, manusia itu hanyalah sudarma (memanfaatkan dengan baik dengan tujuan dan cara yang baik pula). Pakailah lelaku, syukur dan jujur serta rela/legowo. Dengan ini. Wong Edan Bagu Bisa, saya Jamin… Panjenengan semuanya juga bias, bahkan mungkin lebih bias disbanding Wong Edan Bagu.

Salam Rahayu selalu dariku serta Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com